Nama : Bernando Bona Tius Sianipar NIM Hal : 13407172 : Tugas IV Manajemen Inovasi dan Kewirausahaan Strategy and

the technology – market matrix Underground Coal Gasification (UCG)

What ought we to do?  Social Environmental Concern and Value Saat ini pertumbuhan penggunaan energi yang digunakan manusia semakin meningkat setiap tahunnya. Hal ini bermula dari terjadinya revolusi industri dengan skala besar – besaran. Revolusi ini mengakibatkan penggunaan bahan bakar fosil seperti batu bara dan minyak bumi menjadi tinggi, dan ini berlanjut hingga saat ini. Penggunaan bahan fosil jenis batu bara sejauh ini dalam pemenuhan energi nasional (Indonesia) terus naik dari 41 juta ton pada tahun 2005 menjadi 67 juta ton pada tahun 2010. Dalam bauran energi nasional, proporsi batu bara tahun 2005 sebesar 19 persen dan menjadi 23 persen pada tahun 2010. Saat ini, pemerintah menargetkan untuk terus meningkatkan proporsi batu bara dalam bauran energi nasional hingga mencapai 33 persen pada tahun 2025. Di bidang pembangkitan ketenagalistrikan sendiri, batu bara sebagai sumber energi mampu bersaing dengan sumber energi lainnya, seperti bahan bakar minyak. Biaya pokok produksi (BPP) listrik dari batu bara sekitar Rp 700 per kWh dan untuk listrik dari bahan bakar minyak lebih besar dari Rp 2.000 per kWh. Namun penggunaan bahan bakar fosil batu bara yang terus menerus bukanlah solusi optimal mengingat keterbatasan jumlah yang ada di bumi karena sifatnya yang unrenewable. Dampak lain yang menjadi masalah adalah efek sampingnya berupa polusi yang bisa saja menyebabkan masalah global maupun nasional yaitu Hujan Asam akibat Sulfur pada batubara, Perubahan Iklim akibat emisi CO2, Sludge (air cucian pengolahan batu bara), dan sebagainya. Economic Climate Change Peningkatan gas rumah kaca setiap tahunnya meningkat sehingga mengakibatkan perubahan iklim yang terjadi tidak baik. Peningkatan yang tajam ini dimulai dari revolusi industri (dapat dilihat pada gambar di bawah) secara besar – besaran.

Akibat konsentrat gas rumah kaca, suhu bumi semakin meningkat setiap tahunnya. Hal ini sangat berbahaya mengingat negara dengan mayoritas daerah pesisir maupun negara yang sedang berkembang akan sulit menghadapi bahaya perubahan iklim ini (seperti menaiknya permukaan air laut, meningkatnya wabah penyakit, dan lainnya).  Technological Oppurtunities and Threats Dalam optimalisasi industri batu bara terdapat alternatif cara untuk mengurangi efek polutan yang ditimbulkan. Adapun alternatifna meliputi: 1. Liquid Coal Bahan bakar cair derivat batubara ini memiliki sifat bebas sulfur, berkadar partikulat rendah dan berkadar nitrogen oksida rendah. Namun efek dari penggunaan ini adalah meningkatkanya intensitas pembakaran (karena sifatnya yang liquid, penggunaannya digunakan dalam combustion system) yang justru menambah kadar gas rumah kaca. Selain itu efek lainnya adalah penggunaan solven batubara yang dapat mengkontaminasi lingkungan setempat. 2. Coal Bed Methane (CBM) CBM merupakan gas metana yang terkandung dalam lapisan batubara di bawah permukaan (hasil produk dari proses coalification selain air dan batubara itu sendiri). CBM sendiri merupakan produk yang ramah lingkungan karena telah memanfaatkan gas metana yang merupakan salah satu kandungan gas yang dapat menyebabkan kerusakan lapisan ozon apabila menguap bebas. Selain itu pula dengan pemanfaatan CBM akan meningkatkan keamanan para pekerja pertambangan batubara lapisan dalam karena akan mengurangi kadar metana yang memiliki sifat mudah terbakar dan beracun sehingga mengganggu pernapasan para pekerja pertambangan. Namun kelemahan dari CBM adalah polutan suara, sludge dari proses dewatering, rentan, adanya risiko kebocoran, serta polusi dari gas buang kompresor untuk CBM.

What we want to Do?  Marketing Capabilities

UCG sendiri merupakan proses mengkonversikan batubara yang berada di bawah tanah (tidak ditambang) menjadi gas bakar dengan memproses batubara secara in-situ. Dengan keuntungannya seperti mengurangi polutan, debu, polusi suara. Selain itu UCG juga tidak menghasilkan sludge, dan lebih ekonomis baik dari biaya proses ataupun investasi. Dengan kelebihan lainnya, USG cukup menjanjikan untuk dijual di pasaran industri energi.  Other Corporate Resource UCG telah diuji, dikembangkan dan diinvestigasi di berbagai negara – negara maju, seperti China, Eropa, Australia, New Zealand, Rusia, dan USA. Negara China, Rusia, Australia, dan New Zealand telah memanfaatkan teknologi UCG dalam skala komersial. Kerjasama dalam pengembangan dilakukan dengan Scientific Drilling Inc, GeoCoal Service, Clean Coal Limited, Imperial College London, Cardiff School of Engineering, University of Utah, Newcastle University dan banyak lainnya. Technological Capabilities Teknologi UCG memiliki beberapa nilai lebih diantaranya 1. Tidak menghasilkan sludge (limbah cairan) 2. Teknologi gasifikasi yang bersih 3. Tidak ada penanganan yang kotor dan tidak ada pembuangan pada daerah tambang. 4. Tidak ada penanganan abu (ash). 5. Tidak perlu terdapat stok batubara dan transportasi batubara. 6. Mengurangi emisi gas metana.

Matriks Tech Posture and Strategies External Environment Generic Markets & Opportunities old new Generic Technology Capabilities & Products Old Normal Produk ini terbatas karena investasi yang besar untuk penambangan batu bara. Efek lainnya adalah tingginya emisi gas karbon serta polutan lainnya (misalnya saja Sulfur) yang dilepas ke lingkungan sekirar. Negara berkembang sulit untuk menangani efek langsung industri batu bara. Perkembangan teknologi yang baru lebih murah sehingga semua negara berkembang dapat menggunakannya. Selain itu rendahnya polutan yang dihasilkan menjadikan alternatif ini lebih baik. Teknologi akhirnya mudah diterapkan oleh semua lapisan negera dengan tingkat impact yang minim.

Internal Environment

New

Revolutionary

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful