You are on page 1of 2

1. Aqidah Aqidah secara bahasa berarti sesuatu yang mengikat.

Pada keyakinan manusia adalah suatu keyakinan yang mengikat hatinya dari segala keraguan. Aqidah menurut terminology agama yaitu keimanan kepada Allah, Malaikat malaikat, Kitab kitab, Para Rasul, Hari Akherat, dan Keimanan kepada takdir Allah baik dan buruknya. Ini disebut Rukun Iman. Dalam syariat Islam terdiri 2 pokok utama 1. Aqidah yaitu keyakinan pada rukun iman itu, letaknya di hati dan tidak ada kaitannya dengan cara cara perbuatan (ibadah). Bagian ini disebut pokok atau asas. 2. Perbuatan yaitu cara cara amal atau ibadah sepeti sholat, puasa, zakat, dan seluruh bentuk ibadah disebut sebagai cabang. Nilai perbuatan ini baik buruknya atau diterima atau tidaknya bergantung yang pertama. Bahasa : perkataan aqidah adalah kata terbitan dari kata kata aqdun aqada bermaksud ikatan, symbol yang kukuh juga pengeratan atas janji Istilah : Keimanan yang kukuh terhadap Allah dalam uluhiyyah, rububiyyah, asma dan sifat sifatnya. Juga Iman terhadap malaikat, kitab kitab, rasul rasul dan hari akhirat serta qadar yang baik dan buruk. kebohongan tehadap Allah? (Al-Kahfi:15) 2. Pengertian Tauhid Dari segi bahasa mentauhidkan sesuatu berarti menjadikan sesuatu itu esa. Dari segi syari tauhid ialah mengesakan Allah didalam pekara perkara yang Allah sendiri tetapkan melalui Nabi Nabi Nya yaitu dari segi Rububiyyah, Uluhiyyah dan Asma Was Sifat. Persyariatan Tauhid Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa. (Q.S Al Baqarah 2:21) Tauhid merupakan terminal pertama dan langkah terawal bagi mereka mereka yang ingin menempuh jalan kepada Allah. Apabila tauhid wujud dalam diri seseorang secara sempurna, maka tauhid akan mencegah seseorang itu masuk neraka. Nabi saw bersabda: Tidak seorangpun bersaksi bahwa tidak ada ilah yang haq selain Allah dan Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya benar benar dari hatinya kecuali Allah akan mengharamkan atasnya neraka. (Hadits Riwayat Bukhari). Apabila tauhid ada dalam diri seseorang (walaupun seberat biji sawipun), ia akan mencegah dari kekal di neraka selamanya. 3. Macam macam Tauhid Ada 3 macam Tauhid : 1. Tauhid Rububiyah Mengesakan Allah Swt dalam segala perbuatan-Nya, dengan meyakini bahwa Dia sendiri yang menciptakan segenap makhluk. Allah Swt berfirman : Allah menciptakan segala sesuatu. (Az-Zumar:62)

Allah telah menafikan sekutu atau pembantu dalam kekuasaan-Nya, sebagaimana Dia menafikan adanya sekutu dalam penciptaan dan pemberian rezeki. Inilah ciptaan Allah, maka perlihatkanlah olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh sembahan sembahan(mu) selain Allah(Luqman 11). Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan, dan bintang bintang (masing masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah. Mahasuci Allah, Tuhan semesta Alam. (Al-Araf 54) Allah menciptakan semua makhluk-Nya diatas fitrah pengakuan terhadap rububiyah-Nya. Jadi jenis tauhid ini diakui semua orang. Tidak ada umat manapun yang menyangkalnya. Bahkan, hati msnusia sudah difitrahkan untuk mengakui-Nya, melebihi fitrah pengakuan terhadap yang lain-Nya. 2. Tauhid Uluhiyah Yaitu tauhid ibadah, karena ilah maknanya adalah mabud (yang disembah). Maka, tidak ada yang diseru dalam doa, kecuali Allah, tiada yang dimintai pertolongan kecuali Allah, tiada yang boleh dijadikan tempat bergantung, kecuali Dia, tidak boleh menyembelih korban atau bernazar, kecuali untuk-Nya, dan tidak boleh mengarahkan seluruh ibadah, kecuali untuk-Nya dan karena Dia semata. 3. Tauhid Asma wa-sifat Yaitu beriman kepada nama nama Allah dan sifat sifatNya, sebagaimana yang diterangkan dalam Al-Quran dan Sunnah RasulNya menurut apa yang pantas bagi Allah Swt. Maka barangsiapa yang mengingkari nama-nama Allah dan sifat-sifatNya atau menamakan Allah dan menyifatiNya dengan nama-nama dan sifat-sifat makhlukNya, atau men tawilkan dari makna yang benar, maka dia telah berbicara tentang Allah tanpa ilmu dan berdusta terhadap Allah dan RasulNya. Allah Swt. Berfirman : Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengadakan