TUGAS

PENGOLAHAN DATA FISIKA BUMI

METODA GRAVITASI

MELI MUCHLIAN 1021220005

PROGRAM STUDI FISIKA PASCASARJANA UNIVERSITAS ANDALAS PADANG 2011

1. Tunjukkan bahwa gravitasi g pada permukaan bumi berbeda-beda, dan hanya bergantung pada distribusi massa di bawah permukaan (Pers 2.9).

Hukum gravitasi Newton menyatakan: Gaya antara dua massa titik m dan mo yang berjarak r adalah: g (r) .
-11

. Besarnya kuat medab grafitasi massa mo adalah

G adalah konstanta gravitasi universal (6,6732 x 10 adalah medan konservatif dan dapat didefinisikan g (r) =

Nm2/kg2). Karena medan gravitasi di mana nilai

yang merupakan potensial gravitasi dari massa m. Potensial gravitasi adalah

besaran fisis scalar, dan untuk benda berbentuk dimensi yang terdistribusi secara kontinu mempunyai rapat massa benda tersebut adalah ∫
| |

dalam volume V, sehingga potensial di suatu titik P di luar = ∫|
|

=

∫|

|

=

|

|

=

.

Dan jika titik P berada di permukaan bumi, maka percepatan grafitasi pada titik P adalah. g(r )= | | = U P(r ) (*). Nilai | |=R=√

seperti terlihat pada Gambar 1. Jika persamaan (*) di atas diturunkan ke arah sumbu z maka dihasilkan persamaan gz (r) = ∫
[ ]

(**)

Gambar 1. Potensial di P oleh benda tiga dimensi

Persamaan di atas menunjukkan bahwa nilai gravitasi g pada permukaan bumi berbeda-beda bergantung pada distribusi massa jenis batuan yang tidak homogen

pada kulit bumi. Disribusi massa jenis yang tidak homogen ini dapat disebabkan oleh struktur geologi yang ada di bawah permukaan bumi. Selain itu variasi harga medan gravitasi di permukaan bumi juga ditentukan oleh posisi titik tinjau di permukaan bumi ([ ] . Hal ini disebabkan oleh bentuk bumi yang

tidak bulat sempurna dan relief bumi yang beragam.

2. Simpulkan metoda yang digunakan dan hasil yang dicapai pada penelitian tersebut.

Penelitian ini menggunakan data medan gravitasi dari Gravitymemeter La Coste & Romberg Model G-1118 MVR, penentuan koordinat pengamatan menggunakan GPS Garmin III Plus, data topografi dari Bakorsutanal. Data gravitasi yang terukur pada suatu titik pengamatan direduksi untuk menghilangkan efek gravitasi luar seperti koreksi pasang surut, koreksi drift, koreksi g teoritis (pengaruh koordinat lintang), koreksi udara bebas, koreksi bouguer dan koreksi topografi sehingga didapatkan data anomali gravitasi (Bouguer) lengkap. Data struktur bawah permukaan diperoleh dari interpretasi data anomali Bouguer lengkap pada topografi, lalu diproyeksikan ke bidang datar untuk mendapatkan anomalilokal dan regional. Nilai anomaly lokal dan regional tersebut digunakan untuk mengetahui struktur persesaran, ketebalan, struktur batuan, dan struktur perlapisan. Pada penelitian model zona sesar Opak di daerah Pleret Bantul dengan metoda gravitasi dapat disimpulkan bahwa menggunakan metoda gravitasi dengan nilai anomali Bouger dapat ditentukan daerah yang memiliki nilai gravitasi tinggi dan rendah seperti terlihat pada Gambar 2. Pada Gambar 2 ada pengkutuban kontur di koordinat UTM (453363, 9130579) dengan nilai 0.4 mgal dan (434175, 9128818) 13 mgal. Selain itu metoda gravitasi juga bisa digunakan untuk menentukan adanya sesar dan model pergeraknnya. Berdasarkan hasil penelitian tersebut di daerah tinjauan terlihat adanya sesar normal dengan nilai anomali gravitasi tinggi di daerah yang terangkat (hanging wall) dan nilai anomali rendah di bagian yang turun (foot wall) seperti terlihat pada Gambar 3. Dengan adanya nilai anomaly Bouger juga bisa ditentukan jenis batuan di bawah permukaan. Seperti pada daerah tinjauan batuan yang paling atas sebagai batuan penutup memiliki dengan densitas 2.7 g/cm3 (batuan

alluvial). Batuan dibawah lapisan penutup dengan densitas 2.63 g/cm3 (batuan breksi) dan batuan batuan dasar dengan densitas 2.7 g/cm3 (batu gamping). Model patahan sesar dan batuan dapat dilihat pada Gambar 4 dan 5.

Gambar 2. Peta topografi dan kontur anomali Bouguer lengkap daerah penelitian

Gambar 3. Kontur Reduksi Bidang Datar (kedalaman bidang equivalent 2500 m dan ketinggian bidang datar 100 m)

Gambar 4. Kontur anomali regional (Upward Continuation 300 m)

Gambar 5a Pemodelan sayatan

Gambar 5b, Penampang lapisan batuan

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful