I.

Pendahuluan

A. Latar Belakang Sebagaimana yang dimaklumi, perbankan nasional telah diyakini kalangan domestik sebagai sektor yang mengalami dampak berat akibat krisis keuangan asia yang berlangsung semenjak pertengahan tahun 1997. Gejolak nilai tukar yang sangat fluktuatif. Sebagai akibat krisis tersebut terjadi penutupan (likuidasi) bank maupun merger yang berdampak pada penurunan jumlah bank dari 239 bank pada menjadi 137 bank pada akhir tahun 2003 (Data: Publikasi Bank Indonesia, October 2003 ). Walaupun kinerja perbankan belakangan ini menunjukkan kondisi yang membaik, namun dirasakan masih rentan terhadap tekanan internal maupun eksternal. Selain itu perkembangan produk/jasa perbankan yang semakin kompleks disertai dengan risiko yang semakin beragam sejalan dengan perkembangan teknologi informasi dan globalisasi umum, menuntut adanya tatanan perbankan yang lebih solid dan mampu menghadapi segala perubahan kedepan serta menjamin stabilitas keuangan nasional. Dengan demikian setiap bank seyogyanya mempunyai alat manajemen risiko yang berfungsi dalam mengelola risiko dalam rangka pelaksanaan prudential banking. Masalah pengelolaan risiko menjadi sangat penting pada masa mendatang karena hal tersebut banyak diabaikan pada masa lalu dan juga bisnis perbankan tidak lain adalah bisnis mengelola risiko. Berdasarkan rekomendasi dari BIS (Bank of International Settlements) untuk melakukan pengukuran risiko dapat digunakan metode Value at Risk (VaR). B. Identifikasi Masalah Pada umumnya sebuah bank dalam menjalankan aktivitasnya telah membuat langkah-langkah atau upaya-upaya dalam rangka mengantisipasi risiko yang mungkin terjadi. Jadi, sebenarnya konsep dasar manajemen risiko telah lama dikembangkan oleh bank namun masih sangat terbatas penerapannya, sehingga kontribusinya tidak begitu menonjol. Ada beberapa alasan yang menyebabkan manajemen risiko saat ini diperlukan oleh bank dalam menjalankan aktivitasnya : • Globalisasi pasar. Terjadinya globalisasi di pasar keuangan, di mana saat ini perdagangan mata uang suatu negara tidak hanya diperdagangkan pada pasar negara tersebut melainkan juga di pasar internasional. • Berkembang dan semakin kompleknya produk perbankan. Munculnya produk-produk transaksi derivatif yang inovatif seperti options, futures dan sebagainya menjadikan risiko yang melekat pada transaksi tersebut juga semakin berkembang. • Meningkatnya volatilitas faktor pasar. Aktivitas pasar internasional yang berlangsung non stop telah menjadikan kurs dan tingkat bunga pasar uang mengalami fluktuasi secara terus menerus dan berubah setiap detik, di mana kedua faktor pasar tersebut merupakan uncontrollable market factors. • Dapat meningkatkan keuntungan. Dengan mengenali dan mengetahui besarnya potensi risiko dari bisnis yang dijalani, maka profit suatu bank dapat ditingkatkan.

Salah satu standar pengukuran risiko portfolio adalah dengan melakukan kuantifikasi risiko suatu portfolio. Metode pendekatan yang dapat dipakai dalam kuantifikasi risiko adalah metode Value at Risk (VaR), pada metode ini risiko portfolio disajikan dalam bentuk bilangan yaitu VaR. Namun demikian, implementasi VaR dalam dunia bisnis masih dihadapkan pada beberapa masalah seperti memerlukan biaya yang relatif tinggi. Hal ini karena implementasi VaR memerlukan pendekatan model statistik yang cukup rumit serta memerlukan data-data historis yang cukup komplek. Diperlukan pula riset untuk menentukan model statistik yang paling dapat diterima untuk tiap-tiap jenis portfolio, dan ini dilakukan secara berkesinambungan seiring dengan berubahnya pasar dan bertambahnya instrumen. Perhitungan VaR dilakukan dalam basis harian, sehingga diperlukan dukungan teknologi informasi yang real time dan canggih. B. Pembatasan Masalah Untuk membatasi cakupan bahasan dalam penelitian ini, maka masalah dibatasi sebagai berikut : Melakukan kuantifikasi risiko portfolio dengan metode Varian-Kovarian untuk Foreign Exchange (FX) Forward USD/IDR yang berbasis harian dengan memperhatikan faktor pasar dengan metode VaR. Penerapan Back Testing untuk mengevaluasi keakuratan metode Varian-Kovarian yang dipakai dalam mengestimasi risiko portfolio dengan metode VaR. Mencari korelasi antara faktor suku bunga di pasar, Profit/Loss serta tingkat suku bunga IDR selama holding period perhitungan VaR. C. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang, identifikasi masalah dan pembatasan masalah, maka perumusan masalah disusun sebagai berikut : • Bagaimana metode Varian-Kovarian dalam mengestimasi Value at Risk (VaR) pada portfolio FX Forward USD/IDR yang dikelola oleh suatu bank pada umumnya. • Bagaimana mengukur keakuratan metode Varian-Kovarian yang digunakan dalam mengukur risiko portfolio FX Forward USD/IDR dengan metode VaR. D. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar tingkat risiko kerugian harian dari portfolio FX Forward USD/IDR, mengetahui keakuratan metode Varian-Kovarian yang dipakai dalam mengukur risiko portfolio FX Forward USD/IDR, serta mengetahui validitas keakuratan metode Varian-Kovarian yang digunakan dengan Back Testing dalam mengestimasi risiko portfolio FX Forward USD/IDR. E. Manfaat Penelitian Manfaat yang dapat diperoleh dengan menerapkan model Varian-Kovarian dalam penghitungan VaR untuk mengkuantifikasi risiko harian portfolio FX Forward USD/IDR , adalah :

!

Informasi bagi manajemen, VaR dapat digunakan sebagai salah satu dasar untuk mengambil keputusan secara lebih spesifik guna mengendalikan risiko portfolio. ! Evaluasi kinerja trading dan investasi, VaR dapat juga dimanfaatkan untuk mengukur kinerja aktivitas trading di mana dealer cenderung untuk mengambil risiko ekstra. ! Memberikan sinyal awal dalam pengelolaan transaksi derivatif untuk mencegah terjadinya kerugian yang lebih besar. Dengan implementasi VaR, maka yang harus disadari oleh perbankan adalah bahwa manajemen risiko ditujukan bukan untuk menghindari risiko melainkan untuk mengkuantifikasi seberapa besar risiko yang dihadapi sehingga pendapatan yang diterima sebanding dengan risiko. Selain itu dengan adanya manajemen risiko, maka bank akan terlindungi dari kemungkinan kerugian yang lebih besar dan alokasi modal yang digunakan untuk mengcover kerugian akan lebih tepat dan efisien, sehingga akan menghasilkan optimum return on capital yang pada akhirnya akan meningkatkan corporate share value. F. Ruang Lingkup Pada penelitian ini akan dilihat bagaimana penerapan salah satu model perhitungan VaR, yaitu model Varian-Kovarian, dalam melakukan kuantifikasi risiko portfolio dengan memperhatikan faktor pasar pada instrumen tunggal yaitu FX Forward buying USD/IDR jangka waktu 1 bulan untuk periode VaR yang berbasis harian. Dipilihnya obyek tersebut sebagai fokus penelitian karena FX Forward USD/IDR terutama untuk jangka waktu 1 bulan, merupakan portfolio derivatif yang cukup dominan pada institusi perbankan di Indonesia

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful