Global Warming

Pemanasan global (global warming) pada dasarnya merupakan proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas-gas seperti karbondioksida (CO2), metana (CH4), dinitrooksida (N2O) dan CFC sehingga energi matahari terperangkap dalam atmosfer bumi. Berbagai literature menunjukan kenaikan temperatur global termasuk Indonesia yang terdapat pada kisaran 1,5-40 Celcius pada akhir abad 21. Dampak Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim, serta perubahan pola dan jumlah presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan. Usaha Penanggulangan Para pemimpin Asia Timur yang terdiri dari 10 negara ASEAN ditambah China, Jepang, Korea Selatan, Australia, India, dan Selandia Baru menandatangani “Deklarasi Singapura untuk perubahan iklim”. Deklarasi itu menyerukan kepada 16 negara untuk berperan aktif mewujudkan cetak biru lingkungan yang baru, menggantikan Protokol Kyoto yang akan habis masa berlakunya tahun 2012. Sangat disayangkan, mengapa kesadaran untuk mengurangi emisi karbon di Negara maju masih rendah bahkan ada yang enggan mentratifikasi Protokol Kyoto? Solusi lain adalah dengan mengkampanyekan green building. Konsep tersebut digulirkan karena banyak bangunan dan gedung bertingkat lebih memprioritaskan aspek arsitektur, tanpa memperhatikan efesiensi penggunaan energi. Menurut Gordon Mc G dari International Institut Lingkungan, migrasi dari zona yang berbahaya itu sangat diperlukan namun menyita biaya dan sulit, jadi kawasan pantai sebaiknya domodifikasi untuk melindungi penduduk. Bagaimana Dengan Pandangan Remaja Tentang Pemansan Global Banyak pendapat dan pandangan tentang pemansana global di Bandung menurut fersi remaja, ada yang pro, kontra, dan biasa-biasa saja. Bebereapa remaja berpendapat “Let’s Act 4 Earth”, ada juga yang berpikiran bahwa “biarkan saja, yang membuat kesalahan ini bukan lah para remaja, tetapi para elit-elit dunia”, dan ada juga yang no comment. Ini adalah sebuah kenyataan tentang apa yang seharusnya kita lakukan untuk bumi ini. Bumi bukanlah milik manusia, tetapi manusia adalah bagian dari bumi (alam). Peran remaja dalam memperbaiki bumi mungkin tidak sepintar para ahli dan tidak sehebat super hero, tetapi apa yang para remaja lakukan saat ini dan seterusnya terhadap bumi akan merubah peradaban

manusia terhadap lingkungan di muka bumi. Mungkin saat ini masih banyak remaja yang kurang bahkan tidak peduli terhadap bumi ini, maka dari itu para remaja yang telah sadar akan hal tersebut terus berusaha untuk merubah prespektif dan esensi mereka walau terasa kurang maksimal hasilnya. “If there is a will there is a way” sebuah kata mutiara yang mungkin akan sangat berpengaruh terhadap orang-orang yang sudah putus-asa terhadap apa yang akan terjadi, hal ini dapat kita implementasikan terhadap apa yang harus kita lakukan terhadap bumi ini. Menurut Dania Ridanti (Alumni SMA 3 BDG) Global warming itu adalah peristiwa memanasnya permukaan bumi gara-gara radiasi matahari yang udah dipantulin tetapi di dalam lapisan ozon karena ketutupan gas-gas polusi dan efek rumah kaca. Dampaknya yang jelas suhu bumi jadi panas. Penanggulangannya ini yang rada hese, apalagi di Indonesia, baru pada sadar sama lingkungan. Ngurangin pemakaian kendaraan bermotor, AC, pake produk-produk yang ramah lingkungan atau hal-hal kecil, kaya buang sampah pada tempatnya sama ga ngerokok. Kaya kata guru saya, jangan bertanya apa yang bisa kita dapat dari alam tapi apa yang bisa kita berikan untuk alam. Lagian kalo alamnya nyaman otomatis kita juga nyaman. Hampir seluruh remaja sudah tahu apa itu global warming, namun sebagian besar hanya tahu secara harfiah-nya saja, tetapi makna dari global warming itu sendiri yang lebih penting, mereka bukannya tidak tahu hanya saja malas untuk mencari tahunya. Memang banyak remaja yang aktif dalam kegiatan lingkungan, tetapi jika di telusuri ulang lebih dalam, mereka hanya seperti boneka yang dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang hanya mencari keuntungan saja dari isu lingkungan ini. Wujudkan Bumi yang Lebih Baik, Dari Kita dan Untuk Kita.

Oleh Prana©

Yuri

Manggala