BAB IV UPAYA PENANGGULANGAN DAMPAK BENCANA

4.1

TAHAPAN PENANGGULANGAN DAMPAK BENCANA

Upaya penanggulangan dampak bencana dilakukan melalui pelaksanaan tanggap darurat dan pemulihan kondisi masyarakat di wilayah Kabupaten Alor. Upaya penanggulangan dampak bencana tersebut dilakukan secara sistematis, menyeluruh, efisien dalam penggunaan sumberdaya dan efektif dalam memberikan bantuan kepada kelompok korban. Upaya penanggulangan dan pemulihan tersebut dilakukan dengan pendekatan secara utuh dan terpadu melalui tiga tahapan, yaitu tanggap darurat, rehabilitasi dan rekonstruksi dalam pelaksanaan penanggulangan dampak bencana, yaitu: 1. Tahap Tanggap Darurat Tahap ini telah selesai dilaksanakan oleh Pemerintah melalui Bakornas PBP, Propinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Alor, serta LSM dan masyarakat baik lokal maupun internasional juga beberapa instansi terkait di pusat. Tahap ini bertujuan membantu masyarakat yang terkena bencana langsung untuk segera dipenuhi kebutuhan dasarnya yang paling minimal. Sasaran utama dari tahap tanggap darurat ini adalah penyelamatan dan pertolongan kemanusiaan. Dalam tahap tanggap darurat ini, diupayakan pula penyelesaian tempat penampungan sementara yang layak, serta pengaturan dan pembagian logistik yang cepat dan tepat sasaran kepada seluruh korban bencana. 2. Tahap Rehabilitasi Tahap ini bertujuan mengembalikan dan memulihkan fungsi bangunan dan infrastruktur yang mendesak dilakukan untuk menindaklanjuti tahap tanggap darurat, seperti rehabilitasi bangunan ibadah, bangunan sekolah, infrastruktur sosial dasar, serta prasarana dan sarana perekonomian yang sangat diperlukan. Sasaran utama dari tahap rehabilitasi ini adalah untuk memperbaiki pelayanan publik hingga pada tingkat yang memadai. Dalam tahap rehabilitasi ini, juga diupayakan penyelesaian berbagai permasalahan yang terkait dengan aspek psikologis melalui penanganan trauma korban bencana. 3. Tahap Rekonstruksi Tahap ini bertujuan membangun kembali kawasan Alor dengan melibatkan semua masyarakat, perwakilan lembaga swadaya masyarakat, dan dunia usaha. Pembangunan prasarana dan sarana haruslah dimulai dari sejak selesainya penyesuaian tata ruang (apabila diperlukan) di tingkat kabupaten terutama di

IV - 1

Pramuka dan organisasi pemuda pada 36 Desa/Kelurahan dalam wilayah di 4 Kecamatan yaitu Alor Timur Laut. Linmas. Selain itu. Secara operasional. Sasaran utama dari tahap ini adalah terbangunnya kembali masyarakat dan kawasan di wilayah Alor.wilayah rawan gempa (daerah patahan aktif). Pol PP. pada tahap awal Gubernur NTT dan Bupati Alor secara langsung mengkoordinasikan dan mengendalikan penanggulangan bencana dengan pembentukan dan pelayanan posko Satlak PBP di Alor. sanitasi dan air bersih (5) Penyiapan penampungan sementara (6) Pembangunan fasilitas sosial dan fasilitas umum sementara serta memperbaiki sarana dan prasarana dasar agar mampu memberikan pelayanan yang memadai untuk para korban.2 . Selain itu sebagian bantuan dapat diidentifikasikan seperti tercantum dalam tabel Lampiran II. Kegiatan tanggap darurat yang telah dilakukan di Alor adalah pelaksanaan Kerja Bakti terpadu yang melibatkan 750 orang personil dari TNI AD. di RSUD Kalabahi terdapat jumlah pasien yang dilayani adalah sebanyak 27 orang. Kegiatan ini berhasil membangun 86 buah rumah sangat darurat serta melakukan pembersihan puing-puing bangunan yang rusak total maupun berat pada wilayah-wilayah tersebut. pada tahap tanggap darurat ini diarahkan pada kegiatan: (1) Penanganan korban bencana termasuk mengubur korban meninggal dan menangani korban yang luka-luka. Pemerintah telah mengambil langkah-langkah penanggulangan dengan memobilisasi sumber daya nasional dan daerah untuk upaya-upaya yang biasa dilakukan dalam penanganan darurat. terdiri dari 10 orang dinyatakan sembuh.2 UPAYA YANG TELAH DILAKUKAN DALAM TAHAP TANGGAP DARURAT Sejak terjadi bencana alam gempa bumi pada tanggal 12 November 2004. Polri. Dalam rangka mengkoordinasikan pengendalian dan penanggulangan bencana dan segala upaya tanggap darurat. IV . Alor Selatan.1 dan beberapa kegiatan yang dilakukan oleh Departemen Sosial dapat dilihat dalam tabel Lampiran II. Pelaksanaan pelayanan medis terhadap korban dilakukan sebagian besar melalui posko kesehatan. (2) Penanganan pengungsi (3) Pemberian bantuan darurat (4) Pelayanan kesehatan. 4. Di samping itu juga diadakan dapur umum di Posko Satlak PBP dan Kecamatan Alor Timur Laut. Alor Tengah Utara dan Teluk Mutiara. 3 orang meninggal dan 14 orang dipulangkan dengan status rawat jalan. PNS. 2.

(4) pembangunan/ rehabilitasi jalan dan jembatan. Proses asistensi Lembaran Kerja (LK) dari Dinas Kimpraswil Propinsi NTT ke Departemen PU dan Ditjen Anggaran Keuangan dilaksanakan sejak tanggal 13 sampai dengan 20 Desember 2004.3 . perkantoran. Pelayanan tersebut dilakukan dengan mobil tanki yang setiap hari mendistribusikan air bersih kepada masyarakat. 4.6. atap dan struktur). rumah ibadah serta sarana kesehatan dan lainnya.58 miliar dan Nomor 1306/KM3-43/SKOR/2004 kepada Gubernur NTT sebesar Rp53.42 miliar. pasar. sehingga total dana dari Pemerintah Pusat adalah Rp. (5) pembangunan/rehabilitasi sekolah. Kegiatan tersebut didanai melalui Dana Cadangan Umum Dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 1305/KM3-43/SKOR/2004 kepada Bupati Alor sebesar Rp. 3. lantai.Kemudian. (3) pembangunan/rehabilitasi prasarana/sarana irigasi. (2) rehabilitasi prasarana dan sarana air bersih. pada tanggal 21 Desember 2004 tentang Otorisasi Anggaran Belanja Rutin (SKOR) tahun 2004 untuk keperluan bantuan dana penanggulangan bencana alam gempa bumi di Kabupaten Alor.3 UPAYA YANG DILAKUKAN DALAM TAHAP REHABILITASI Pemerintah melalui Departemen PU mengupayakan secara simultan kegiatan rehabilitasi melanjutkan tahap tanggap darurat untuk segera memperbaiki fasilitas umum yang rusak melalui program penanggulangan bencana alam Alor tahun 2004. Satgas untuk Koordinasi Pelaksanaan dan Supervisi Kegiatan Fisik Tingkat Kabupaten melalui Keputusan Kepala Dinas Kimpraswil Propinsi NTT Nomor KPW/TU05. Dana SKOR tahun 2004 tersebut disalurkan melalui Rekening Khusus (RK) pada tanggal 24 Desember 2004 untuk kegiatan sebagai berikut: (1) pembangunan/rehabilitasi perumahan tipe 36 tanpa dinding dan pintu/jendela (bangunan fondasi. Satlak memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat. Pelaksana Program Tingkat Propinsi melalui Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Timur.60 miliar. sebagai salah satu upaya yang telah dilakukan dalam menanggulangi kekurangan air bersih akibat adanya kerusakan jaringan air bersih. 2. Laporan pelaksanaan secara rinci terdapat di lampiran II. Secara lebih rinci upaya-upaya yang telah dilakukan dalam tahap rehabilitasi adalah sebagai berikut: IV .01/360/19/KPTS/XII/2004 tanggal 24 Desember 2004. Pengendali Program Bidang PU Tingkat Pusat melalui Keputusan Menteri PU Nomor 24/KPTS/M/2005 dengan Pedoman Pelaksanaannya. Dalam rangka pengendalian program penanggulangan bencana alam gempa bumi di Kabupaten Alor dibentuk Tim Bidang PU berjenjang sebagai berikut: 1.

Selain itu telah dialokasikan pula sebesar Rp. Alor Timur Laut.1.000.0 miliar. Alor Selatan. Pemerintah pusat melalui Departemen Pekerjaan Umum juga mengalokasikan dana sebesar Rp.6 IV .1.4.1 Bidang Sosial Budaya (1) Sub Bidang Agama Dalam pembangunan sarana ibadah telah dialokasikan dana sebesar Rp. Secara rinci nama-nama sekolah yang dibangun/direhabilitasi terdapat dalam Tabel Lampiran II. Alor Selatan.4 . Alor Barat Laut. Alor Barat Daya. (3) Sub Bidang Pendidikan Di bidang pendidikan. Alor Barat Daya.4 miliar untuk membangun 28 unit bangunan sekolah tahan gempa (3 ruang per sekolah) dengan rincian 15 sekolah dikelola oleh pemerintah Provinsi (Rp 4. 3. berbagai upaya telah dilaksanakan untuk menjaga agar proses belajar mengajar dapat tetap berjalan dengan membantu penyediaan sarana dan prasarana termasuk rehabilitasi fasilitas pendidikan.1. Alor Barat Laut.6 miliar termasuk penyediaan peralatan kesehatan dengan dana Rp. telah pula membangun 5 Puskesmas. Alor Timur Laut.000. 2 puskesmas pembantu. Secara rinci bangunan puskesmas yang dibangun/direhabilitasi terdapat dalam tabel Lampiran II.5 miliar) dan 13 sekolah dikelola oleh pemerintah Kabupaten Alor (Rp. (2) Sub Bidang Kesehatan Pada tahun 2004 Departemen Kesehatan mengalokasikan dana rehabilitasi sarana kesehatan bantuan bencana alam untuk merehabilitasi 5 puskesmas. Teluk Mutiara. Sekolah-sekolah tersebut tersebar di 6 kecamatan yaitu Kecamatan Teluk Mutiara. dan Pantar.33 miliar. Sedang Dinas PU melalui SKOR Gubernur.5.1. Alor Tengah Utara. Selain itu Dinas Kimpraswil Kabupaten Alor melalui dana SKOR Bupati juga telah mengalokasikan dana sebesar Rp. Perincian jumlah bantuan per unit Rp..2.1 miliar untuk membangun 9 unit sarana kesehatan yang terdiri dari 6 puskesmas dan 3 puskesmas pembantu. Secara rinci rumah ibadah yang di bangun terdapat di lampiran II. 4.580. 1 rumah dokter dan 1 rumah dinas paramedis dengan total anggaran Rp.195 miliar melalui dana SKOR Bupati yang digunakan untuk membangun 10 unit SD dan 3 unit SMP yang tersebar di kecamatan Kecamatan Teluk Mutiara.untuk membantu 39 rumah ibadah di Alor.871. Alor Tengah Utara. Pada tahun 2004. Departemen Pendidikan Nasional telah mengalokasikan dana untuk merehabilitasi sarana dan prasarana sekolah di Kabupaten Alor yang meliputi 8 SD/MI dan 1 SMP dengan total anggaran sebesar Rp.8.3. Alor Barat Daya. 14.795 dengan sebaran lokasi berada di 6 wilayah kecamatan antara lain Kecamatan Alor Timur.9 miliar).

Jalan Mebung – Mainang . Jalan Taraman – Alata . terjadi patahan/penurunan badan jalan. propinsi dan kabupaten antara lain sebagai berikut: • Ruas Jalan Nasional : . Kerusakan pada jembatan selain adanya jembatan yang runtuh. rehabilitasi dan rekonstruksi Kabupaten Alor secara sistematis dan menyeluruh.Moru)-Mataraben . IV . Rincian kerusakan prasarana jalan pada ruas jalan nasional. pemerintah melakukan koordinasi penanganan dengan pembentukan Satgas Penanggulangan Bencana Alam Gempa Bumi Sektor ke PU-an oleh Kepala Dinas Kimpraswil Propinsi Nusa Tenggara Timur melalui SK No. 4. Satu buah jembatan • Ruas Jalan Kabupaten . Jalan Mainang – Apui . sbb: Jenis kerusakan jalan yang terjadi pada umumnya berupa longsoran tebing yang menutup badan jalan.01/360/19/XII/KPTS/2004 tanggal 24 Desember 2004. pada pelaksanaan tahap tanggap darurat kegiatan yang dilakukan adalah memperbaiki prasarana jalan dan menfungsikan kembali ruas jalan nasional. Kpw/TU/05.2 Bidang Infrastruktur (1) Sub Bidang Transportasi (i) Prasarana Jalan.7. Jalan Kalabahi-Taramana-Lantoka-Maritaing . 13 buah jembatan • Ruas Jalan Propinsi . juga secara umum terjadi kerusakan pada abutmem.5 . Jalan Bukapiting – Apui . Jalan Tulta – Mali Dari kerusakan di atas telah dilakukan upaya tanggap darurat dan rehabilitasi untuk memfungsikan kembali ruas jalan tersebut seperti tersebut dalam lampiran II. Jalan Likuatang – Atimelang .3. retaknya tembok penahan badan jalan. propinsi dan kabupaten pada ruas jalan. Jalan Watatuku (Sp. pasangan penahan oprit dan pada stuktur jembatan lainnya.Dalam rangka menjalankan upaya tanggap-darurat. Dalam aspek transportasi.

dan Padang Panjang.(ii) Transportasi Laut. Namun demikian gempa juga menyebabkan kerusakan pada beberapa fasilitas Pelabuhan Maritaing yang berlokasi 34 km dari pusat gempa. pintu air. (2) Sub Bidang Sumber Daya Air Kerusakan pada prasarana sumber daya air akibat gempa bumi umumnya terjadi pada bendung. Benlelang. Pada tahun anggaran 2004 telah diperbaiki sebanyak tujuh daerah irigasi.5 miliar.6 . Kerusakan terjadi pada fasilitas terminal. IV . Sampai saat ini kedua prasarana transportasi laut tersebut sudah bisa digunakan dengan baik namun pada fasilitas yang mengalami kerusakan akan dilakukan rehabilitasi dan rekonstruksi pada tahun 2006. saluran pasangan batu yang pecah. Bandar Udara Mali saat ini sudah dapat digunakan kembali untuk pendaratan pesawat. Bagian sisi landas pacu dan gedung terminal juga mengalami keretakan. Fasilitas yang masih mengalami kerusakan direncanakan akan diperbaiki pada tahun 2005 – 2006.12. dan bangunan air yang pecah/retak. Pada kegiatan tanggap darurat telah dilakukan upaya rehabilitasi landasan pacu di Bandar Udara Mali Kabupaten Alor yang mengalami kerusakan ringan Landasan pacu mengalami keretakan sepanjang 1. Pada bidang transportasi laut terjadi kerusakan ringan di dermaga perintis Kalabahi.400 m dan penurunan permukaan sedalam 40 cm. Kerusakan tersebut tersebar pada tujuh Daerah Irigasi sebagai berikut : • • • • • • • Daerah Irigasi Waisika Daerah Irigasi Bukapiting Daerah Irigasi Kamot Daerah Irigasi Benlelang Daerah Irigasi Pailelang I Daerah Irigasi Pailelang II Daerah Irigasi Padang Panjang Selain kerusakan pada prasarana irigasi terjadi kerusakan pada jaringan irigasi air tanah sebanyak 16 sumur pompa dan embung irigasi sejumlah 2 buah. Secara rinci kegiatan dalam pembangunan/rehabilitasi daerah irigasi terdapat dalam tabel Lampiran II.8. Bukapiting. (iii) Transportasi Udara. Pailelang II. Kamot. yaitu: DI Waisika. Pailelang I. Biaya yang digunakan untuk kegiatan tersebut sebesar Rp. causeway dan trestle.

5.13 miliar.36 miliar. lantai. Desa Nailang.11) Biaya yang telah dikeluarkan untuk kegiatan tersebut sebesar Rp.300 unit rumah type 36.7 . Disamping itu juga dilakukan pembangunan 70 unit rumah oleh TNI yaitu 35 unit plus 1 TK 3 ruang di Desa Waisika. Dengan demikian jumlah rusak total pada aspek perumahan yang dikerjakan adalah sebanyak 1. Rumah yang dibangun adalah tipe rumah 36 dengan konstruksi fondasi. Kegiatan pembangunan dilaksanakan pada tanggal 8 Januari s/d 3 Maret 2005.724 unit rumah mengalami rusak ringan.03-4a/10 tanggal 20 Desember 2004.579 unit rumah mengalami rusak berat.03. Desa Nur Benlelang/Lembur Barat. Pelaksanaan pembangunan dilakukan dengan penunjukan langsung dengan sistem konsorsium kontraktor lokal 500 unit (11 paket kontrak untuk 145 kontraktor) dan kontraktor kecil & menengah 800 unit (11 kontraktor dari Kabupaten Alor & luar Kabupaten Alor). (3) Sub Bidang Perumahan Gempa bumi menyebabkan 2. dan Desa Lembur Timur/Desa Luba (Lampiran II. Desa Kamot. IV . dilakukan rehabilitasi prasarana dan sarana air bersih sistem perpipaan di Kota Kalabahi dan sarana air bersih untuk tujuh desa. Untuk kelengkapan atap dan dindingnya diharapkan akan dilengkapi oleh masyarakat sendiri. (4) Sub Bidang Air Bersih dan Sanitasi Pada beberapa daerah sumur gali penduduk mengalami kekeringan akibat adanya gempa bumi padahal sumur tersebut rata-rata tidak pernah mengalami kekeringan meskipun di musim kemarau.370 unit (Lampiran II. Desa Waisika/Bukapiting. Desa Likuatang. Pada tahun anggaran 2004 melalui dana Cadangan Umum. Pada tahun anggaran 2004. 20 unit di Desa Air Mancur.517 unit rumah mengalami rusak total. yaitu: Desa Taramana. dan 15 unit di Desa Taramana. dinding dan atap (penghuni langsung bisa menempati).5. Biaya yang telah dikeluarkan untuk kegiatan tersebut mencapai Rp. Pemerintah telah membantu pembangunan pondasi. struktur dan atap rumah penduduk yang terkena gempa sebanyak 1.9). dan 7. sisa 905 unit yang akan dikerjakan pada tahap berikutnya.Pelaksanaan penanganan pembangunan/rehabilitasi Daerah Irigasi dan Pengembangan Pengelolaan Air Tanah dilakukan dengan penunjukan langsung oleh Menteri PU kepada PT Adhi Karya sebagai kontraktor pelaksana dengan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) Nomor KV.

maka beberapa pembangunan kantor pemerintahan yang telah dilaksanakan oleh PT Adhi Karya sebagai konsultan dari Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah adalah seperti tersebut dalam tabel Lampiran II. Untuk pengembangan dan pengelolaan air tanah. dan Alor Tengah Utara.2. Teluk Mutiara. berdasarkan laporan fisik dan keuangan penanggulangan bencana alam gempa bumi di Kabupaten Alor. Sumber : Hasil Survey Lapangan Bappenas dan tim.5 miliar untuk membangun sarana penyediaan air bersih dengan sebaran lokasi di 3 kecamatan yaitu kecamatan Alor Barat Laut.1 Kantor Desa Tuleng Setelah Pembangunan IV . Terdapat tiga pasar yang dibangun kembali yaitu Pasar Nailang. Hutama Karya sebagai kontraktor pelaksana sesuai persetujuan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dari Menteri Pekerjaan Umum Nomor : KV. 12.3.4 Bidang Pemerintahan Pada bidang pemerintahan. 4. Departemen Pekerjaan Umum melalui bidang permukiman dan prasarana wilayah mengalokasikan dana Rp.8 . Pasar dan Sampah dilakukan dengan penunjukan langsung kepada PT.3. kegiatan yang dilakukan adalah merehabilitasi dan memulihkan sarana pasar di Kabupaten Alor. Juni-Juli 2005 Gambar 4.Pelaksanaan pembangunan prasarana dan sarana Air Bersih. Provinsi NTT pada tahun anggaran 2004. Penanganannya dilakukan oleh Dinas Kimpraswil Provinsi NTT.03-4a/11 tanggal 30 Desember 2004. 4. Sanitasi.03.3 Bidang Ekonomi Untuk bidang ekonomi. Pasar Lola dan Pasar Mebung.

menyusun rencana rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah Alor. Pembangunan fisik hanya merupakan salah satu sarana untuk mencapai tujuan yaitu semakin kuatnya modal sosial dan masyarkat yang lebih berdaya. secara simultan kegiatan tahap rehabilitasi akan dilanjutkan dengan tahap rekonstruksi. IV . kegiatan pokok dan kerangka waktu pelaksanaannya. budaya dan politik yang sesuai dengan aspirasi dan tuntutan masyarakat. yang dijabarkan dalam arahan kebijakan. Juni. Sejalan dengan hal tersebut Kantor Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional bekerjasama dengan Kabupaten Alor dan Propinsi Nusa Tenggara Timur.Juli 2005 Gambar 4. sesuai dengan kebutuhan. sehingga minimal dapat berfungsi seperti semula dan bahkan menjadi lebih baik lagi baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya.9 .Sumber : Hasil Survey Lapangan Bappenas dan tim.2 Rumah Dinas Camat Alor Tengah Utara Setelah Pembangunan 4.4 UPAYA YANG AKAN DILAKUKAN PADA TAHAP REKONSTRUKSI Tahap rekonstruksi merupakan tahap lanjutan dari tahapan rehabilitasi yang bertujuan untuk memperbaiki kembali dan membangun pelayanan publik pada tahap yang memadai dan membangun masyarakat serta wilayahnya dalam tatanan kehidupan sosial. Pendekatan pada tahap ini sedapat mungkin melibatkan masyarakat dalam setiap proses. ekonomi. strategi. Rencana yang disusun oleh Pemerintah ini akan dijadikan pedoman umum dan acuan operasional bagi Pemerintah Provinsi NTT dan Kabupaten Alor dalam pengelolaan dan pelaksanaan kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi dalam kurun waktu 2005 – 2007 tahun ke depan. Di lapangan. dengan masukan dari berbagai instansi/lembaga pemerintah serta berbagai pihak.

IV - 10 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful