Data Teknis Jembatan Lemar Ireng TA

1.

Data Teknis Jembatan Jembatan Lemah Ireng II merupakan jembatan tipe khusus dengan spesifikasi sebagai berikut :
1. Tipe Struktur Atas

: Clouser Box Girder

2. Panjang Total Jembatan : 305 m 3. Tinggi Pilar 4. Tipe Pilar 5. Lebar Total Jembatan : Bervariasi, maksimum 25 m : kolom massive, : 25 m Lebar jalur lalu lintas 6. Mutu Bahan : PCI Girder K-500 Ec = 4700 Pilar K-450 Ec = 4700 = 11,7 m (2 jalur) f’c = 40 MPa = 30277,632 MPa f’c = 35 Mpa = 27081,137 Mpa

Berat Beton Bertulang = 25 kN/m3 = 2,55 ton/m3 Berat Aspal Berat Baja Berat Jenis Air = 22 kN/m3 = 2,24 ton/m3 = 77 kN/m3 = 7,85 ton/m3 = 9,8 kN/m3 = 1,00 ton/m3

2. Analisis Beban Jembatan 2.1. Berat Sendiri ( MS ) Faktor Beban ultimit : K.UMS = 1,3 Berat sendiri (self weight) adalah berat bahan dan bagian jembatan yang merupakan elemen struktural, ditambah dengan elemen non-struktural yang dipikulnya dan bersifat tetap. Berat sendiri elemen struktural dihitung secara otomatis oleh Program SAP2000. Elemen struktural terdiri dari balok pilar, pilar, girder, difragma, dan plat lantai jembatan. Berat sendiri yang tidak termasuk elemen struktur adalah parapet, barrier pada tengah jeambatan, dan plat baja diantara girder (RC plat lantai).

Perhitungan Berat Parapet dan Barrier

05 m * 9.996 ton 4. adalah berat seluruh bahan yang menimbulkan suatu beban pada jembatan yang merupakan elemen non-struktural.984 t/m Berat Barrier/m = Abr * BJ Beton = 0.2 Beban Lajur “D” ( TD ) Faktor Beban ultimit : KTD = 1.1 m * 22 kN/m3 Genangan air hujan = 2.55 ton/m3 = 0.555 t/m 2 3 = 1.Gambar 4.3.55 ton/m Berat Parapet /m2 (lebar 0.2 kN/m2 = tebal * BJ = 0. Faktor beban dinamis (Dinamic Load Allowance) untuk KEL diambil sebagai berikut : DLA = 0.224 t/m Beban box girder Berat = 33687.967 t/m2 Berat Barrier/m2 (lebar 0.80 kN/m3 = 0.386 m2 * 2.49 kN/m2 = 0.1 Potongan untuk Parapet dan Barrier Luas Penampang Parapet Apt = 0. p = 49 kN/m.386 m2 dan Abr = 0. KEL seperti terlihat pada gambar.1 Beban Mati Tambahan ( MA ) Faktor Beban ultimit : KMA = 2 Beban mati tambahan (superimposed dead load). dan mungkin besarnya berubah selama umur jembatan.0 q = 9.5 + 15/L) kPa untuk LE ≤ 30 m kPa untuk LE > 30 m qMA = (Lapisan aspal + overlay) + Genangan air hujan = 2.488 m2 Berat Parapet / m = Apt * BJ Beton = 0.488 m2 *2.3. UDL mempunyai intensitas q (kPa) yang besarnya tergantung pada panjang total L yang dibebani dan dinyatakan dengan rumus sebagai berikut : q = 9.5 kN = 3433.4 untuk LE ≤ 50 m . Jembatan direncanakan mampu memikul beban tambahan sebagai berikut.8 m) = 1.5 m) = 1.690 kN/m2 KEL mempunyai intensitas. UDL dan beban garis (Knife Edge Load). Perhitungan Beban Tambahan Lapisan aspal + overlay = tebal * BJ = 0.0*(0.274 ton/m2 4.8 Beban lajur "D" terdiri dari beban terbagi merata (Uniformly Distributed Load).

079 kN/m ton/m ton/m = 41. ditambah 10% 4.526 6.8 Pengaruh pengereman dari lalu-lintas diperhitungkan sebagai gaya dalam arah memanjang.0025*(L .861 = 5. n * 2.25 m (n lajur*2.75 m Lebar jalur lalu-lintas.5 + 15/LE) b1 Lav Lmax = = 8.535 .75 = = Karena tipe jembatan khusus.3 PTD = ( 1 + DLA ) * p = = Karena tipe jembatan khusus.25)*p*50%) / b1 Faktor beban dinamis untuk LE ≥ 90 m DLA = 0. Panjang bentang ekivalen. Panjang bentang rata-rata.50) DLA = 0.25 m 11.702 kN/m = 4.213 5.5*(Lt .3 Gaya Rem ( TB ) Faktor Beban Ultimit : KTB = 1.487 0.00 kN/m p = (8.608 m kPa kN/m2 ton/m2 ton/m2 Beban merata (UDL) pada lantai jembatan : qTD = (8.3 untuk 50 < LE < 90 m untuk LE ≥ 90 m 8.75 m = 110 m = 135 m = 121. ditambah 10% Beban garis (KEL) pada lantai jembatan : p = 49. TTB = 250 + 2.0*(0.75m) Gambar 4. dan dianggap bekerja pada permukaan lantai jembatan.773 0.25*q*100% + (b1 – 8.3.80) kN untuk Lt ≤ 80 m untuk 80 < Lt < 180 m = 54. TTB = 250 kN Gaya rem. Besarnya gaya rem arah memanjang jembatan tergantung panjang total jembatan (Lt) sebagai berikut : Gaya rem. Untuk LE > 30 m : LE = √ q = 9. Panjang bentang maksimum.DLA = 0.25*p*100% + (b1 – 8.2 Sketsa Pembebanan UDL dan KEL Lebar 3 lajur pada 1 jalur lalu-lintas.25 )*q*50%) / 11.4 .0.

0006 * Cw * (Vw)2 * Ab = koefisien seret = Kecepatan angin rencana kN = 1. besar gaya rem yang bekerja (untuk 2 jalur lalu-lintas) : TTB = 500 kN * 2 = 1000 kN Beban lajur “D” tanpa reduksi karena panjang bentang jembatan lebih dari 30 m dengan nilai q = 9 kPa dan p = 49. Lt = 298. seperti yang ditentukan oleh instansi berwenang.4 Beban Angin ( EW ) Faktor Beban Ultimit : KEW = 1. termasuk respon dinamis jembatan. Gaya rem tersebut didistribusikan ke setiap joint pertemuan balok lantai jembatan dengan jumlah joint. Namun karena batasan dari tinjauan laporan. TTB = 500 kN Panjang total jembatan.2) : TEW = 0.00 kN.903 kN Karena. Lebar bidang kontak vertikal untuk setiap elemen rangka samping struktur jembatan diambil yang terbesar.375 kN/m = 0. TEW = 0.05 * (q * b1 * Lt + 7 * p * b1) ) * 2 = 3540. dalam melakukan perhitungan harus diselidiki secara khusus akibat pengaruh beban angin. >5km dari pantai) = luas bidang samping jembatan (m2) Gaya angin didistribusikan merata pada bidang samping setiap elemen struktur pada arah melintang jembatan. Gaya akibat angin dihitung dengan rumus sebagai berikut : TEW Cw Vw Ab = 0. n = 516 joint Sehigga gaya rem pada tiap joint TTB = 3540. pembebanan khusus hanya dilakukan untuk beban gempa dan beban angin perhitungan dilakukan secara umum. maka diambil gaya rem TTB = 3540. Pengaruh gaya rem diperhitungkan sebesar 5 % dari beban lajur “D” yang dianggap ada pada semua beban jalur lalu lintas tanpa faktor dikalikan faktor beban dinamis dan dalam satu jurusan.862 kN = 0. 5 % TD > TTB.699 ton 4.903 kN.0006 * Cw * (Vw)2 * b = 0.0006 * 1.344 ton/m Beban garis merata tambahan arah horisontal pada permukaan lantai jembatan akibat angin yang meniup kendaraan di atas jembatan dihitung dengan rumus (Cw = 1.25 * (30)2 * 5 = 3.Gaya rem. b = 3. 5% * Beban lajur "D" penuh tanpa faktor beban dinamis : 5% * TD = ( 0.903 kN/516 = 6.157 m untuk Lt ≥ 180 m Untuk Lt ≥ 180 m.2 Pada dasarnya beban angin untuk jembatan yang besar atau kategori penting.25 (b/d ≥ 6) = 30 m/det (ultimit.5 m.3.0012 * 1.0012*Cw*(Vw)2 kN/m = 0.2 *(30)2 = 1.296 kN/m .

T’EW = 0.00 m di atas lantai jembatan dan jarak antara roda kendaraan (x) = 1.741 kN/m = 0.75 m.= 0. Transfer beban angin ke lantai jembatan : T’EW = ( 0.076 / 4 = 0.5* h / x * TEW ) = (0.296 ) kN/m = 0.076 ton/m Untuk penyederhanaan pemodelan beban mati disebar tiap girder yang ada di jalur lalu lintas.132 ton/m Bidang vertikal yang ditiup angin merupakan bidang samping kendaraan dengan tinggi (h) 2.019 ton/m .5 * 2/1.75 * 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful