You are on page 1of 2

V. KESIMPULAN DAN SARAN 5.

1 KESIMPULAN

Nilai regresi square (R-Sq) terbesar yaitu pada hasil analisis regresi terestimasi untuk porositas yaitu sebesar 91,2 %. Sedangkan nilai regresi square (R-Sq) pada hasil analisis regresi terestimasi untuk volume pengembangan, springiness, hardness, chewiness, cohesiveness, dan gumminess berturut-turut adalah 84,0%, 82,7 %, 59,9%, 52,8%, 52,6%, dan 50,0%.

Kenaikan

porositas dapat dilihat pada konsentrasi tepung uwi ungu 0-25 % dan

konsentrasi CMC 4-5 % terlihat area porositas yang cukup tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan tepung uwi ungu konsentrasi relatif rendah dan CMC dengan konsentrasi tinggi akan meningkatkan porositas roti tawar.

Area volume pengembangan optimum pada konsentrasi tepung uwi ungu sebesar 0-20 % dan konsentrasi CMC sebesar 1-5 %. Hal ini menunjukkan bahwa konsentrasi tepung uwi ungu yang rendah dan penambahan CMC cenderung menaikkan volume pengembangan roti tawar.

Penggunaan konsentrasi tepung uwi ungu sebesar 0 20 % dan konsentrasi CMC sebesar 4 5% merupakan area hardness terendah. Hal ini menunjukkan bahwa konsentrasi tepung uwi ungu yang rendah dan CMC tinggi cenderung menurunkan hardness.

Konsentrasi tepung uwi ungu 0-10 % dan konsentrasi CMC 4-5 % yang memiliki nilai cohesiveness yang optimal. Area cohesiveness memiliki kecenderungan memuncak pada penggunaan konsentrasi tepung uwi ungu relatif kecil dengan penambahan CMC yang cukup tinggi.

Konsentrasi tepung uwi ungu sebesar 0-20 % dan konsentrasi CMC mencapai 1-2 % menunjukkan area springiness yang optimum, gumminess yang rendah dan chewiness yang rendah. Hal ini menunjukkan bahwa pada penggunaan konsentrasi tepung uwi ungu dan penambahan CMC yang relatif kecil memiliki kecenderungan akan menaikkan springiness, menurunkan gumminess dan chewines.

Area optimum untuk seluruh parameter yang diuji terdapat pada area yang berwarna putih yaitu untuk konsentrasi tepung uwi ungu dan konsentrasi CMC sebesar 10,0474 % dan 1,57893 % sampai 79,7649 % dan 4,95676 % .
37

5.2 SARAN Penggunaan tepung uwi ungu sebagai substitusi tepung terigu dalam pembuatan roti tawar kurang optimal, sehingga perlu ditambahkan desain penelitian yang lebih baik untuk memperbaiki kualitas dan menghasilkan roti tawar dengan volume pengembangan, porositas dan sifat tekstural yang lebih baik.

38