You are on page 1of 3

STUDI KERAGAMAN GENETIK DAN HUBUNGAN KEKERABATAN PROVENAN JATI (Tectona grandis Linn.f.

) MENGGUNAKAN PENANDA DNA

Tesis untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat sarjana S-2 Program Studi Bioteknologi Jurusan Antar Bidang

Diajukan Oleh Abdul Razaq Chasani 19870/IV-10/134/03

Kepada SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2007

STUDI KERAGAMAN GENETIK DAN HUBUNGAN KEKERABATAN PROVENAN JATI (Tectona grandis Linn.f.) MENGGUNAKAN PENANDA DNA INTISARI Jati (Tectona grandis Linn.f.) merupakan salah satu jenis tumbuhan unggulan di Indonesia karena mempunyai nilai ekonomi yang sangat tinggi. Kebutuhan masyarakat terhadap kayu jati semakin meningkat dari tahun ke tahun karena jenis tumbuhan ini mempunyai kayu dengan struktur yang indah. Kayunya mempunyai kombinasi sifat-sifat yang baik yaitu awet, struktur yang baik, penyusutan kecil dan sangat baik untuk semua pekerjaan konstruksi yang normal. Kegiatan penelitian dan pengembangan terhadap jenis tumbuhan ini harus diimbangi dengan pemahaman yang baik tentang sifat-sifat biologi termasuk informasi genetiknya. Salah satu usaha untuk mengungkap informasi genetik tumbuhan Jati di Indonesia adalah mengetahui variasi genetik dan hubungan kekerabatan antar provenan dan varietas Jati. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah mengkaji variasi genetik dan hubungan kekerabatan antar provenan dan varietas Jati menggunakan sumber bukti molekular (penanda DNA) sebagai salah satu usaha untuk mendukung program konservasi dan pemuliaan tanaman di Indonesia. Penelitian terhadap 46 provenans jati di Indonesia menggunakan karakter molekular dengan teknik sidik jari DNA (DNA fingerprinting). Ekstraksi DNA dilakukan dengan mengikuti metode CTAB. Selanjutnya dilakukan metoda Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD) untuk mendapatkan data molekular berupa pola-pola pita DNA dan dianalisis dengan metode taksonomi numerik. Penentuan keragaman genetik dan hubungan kekerabatan filogenetik dilakukan dengan program Popgene 3.2. dan NTSys 2.02i. Asal-usul dan perpindahan material genetik dikaji dengan menelusuri pustaka dan hasil-hasil penelitian terdahulu, kemudian dibandingkan dengan hasil analisis penelitian ini. Setelah dilakukan analisis data didapatkan hasil bahwa nilai keragaman genetik jati di dalam populasi (62,22%) lebih tinggi daripada keragaman antar populasi sebesar 37,78%. Pengelompokan antara jati Jawa dan Sulawesi sangat jelas dengan perbedaan genetik sebesar 10,51%. Hasil dendrogram memperlihatkan bahwa pengelompokan jati di Indonesia tidak berdasarkan asal-usul wilayah sebaran alaminya (provenan). Jati di Indonesia diduga tidak hanya dari jenis Tectona grandis Linn.f. saja karena terdapat jenis lain yaitu Tectona hamiltoniana Wall ex.Schau.

Kata kunci

: keragaman genetik, hubungan kekerabatan, provenan jati, RAPD, dendrogram

xii

THE STUDY OF GENETIC VARIATION AND PHYLOGENETIC RELATIONSHIP OF TEAK (Tectona grandis Linn.f.) PROVENANCES USING DNA MARKER ABSTRACT Teak (Tectona grandis Linn.f.) is one of the valuable and economic plant in Indonesia due to their excellent structure and figure on surface, teak is utilized as a luxury timber around the world. The research and development on teak should be equally balanced with deeper understanding of the biological character including their variations and relationships. Thus, this research was conducted to study genetic variation and phylogenetic relationship of teak in Indonesia in order to support the conservation and plant breeding program. The RAPD (Random Amplified Polymorphic DNA) technique, which facilitates detection of variability at DNA level, was used to examine the teak provenance. A number of teak provenance from Java and Sulawesi were observed for their DNA fingerprint characters using Popgene 3.2. and NTSys 2.02i. The provenance relationships was shown as a dendrogram based on cluster analysis. The information of teak origin and their genetic drift in Indonesia was done by literature study. The result showed that the genetic variation of teak within population (62,22%) higher than between population (37,78%). Provenance relationships indicated that the Indonesian teak were clustered into two groups, Java and Sulawesi, with genetic distance 10,51%. The clusters obtained, however, did not clearly differentiate provenances based on their origin. Indonesian teak assumed not only consist of Tectona grandis Linn.f. but there is another species of teak i.e. Tectona hamiltoniana Wall ex. Schau. Keywords : genetic variation, phylogenetic relationships, teak provenance, RAPD, dendrogram

xiii