P. 1
etika profesi

etika profesi

|Views: 0|Likes:
Published by Shane 'sen' Shinee

More info:

Published by: Shane 'sen' Shinee on Jul 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/21/2014

pdf

text

original

dituntut berlimu pengetahuan tinggi, tetapi harus bermoral tinggi juga.

Guru dal am mendidik seharusnya tidak hanya mengutamakan pengetahuan atau perkembangan in telektual saja,tetapi juga harus memperhatikan perkembangan pribadi peserta didi k, baik jasmani, rohani,sosial maupun yang lainnya yang sesuai dengan hakikat pe ndidikan. Ini dimaksudkan agar peserta didik pada akhirnya akan dapat menjadi m anusia yang mampu menghadapitantangan-tantangan di masa depan. Peserta didik tid ak dapat dipandang sebagai objek sematayang harus patuh pada kehendak dan kemaua n guru.ETIKA GURU PROFESIONAL TERHADAP PEKERJAANPekerjaan guru adalah pekerjaan yang mulia. Sebagai seorang yang profesional, guruharus melayani masyarakat dala m bidang pendidikan dengan profesional juga. Agar dapatmemberikan layanan yang m emuaskan masyarakat, guru harus dapat menyesuaikankemampuan dan pengetahuannya d engan keinginan dan permintaan masyarakat. Keinginandan permintaan ini selalu be rkembang sesuai dengan perkembangan masyarakat yang biasanya dipengaruhi oleh pe rkembangan ilmu dan teknologi. Oleh sebab itu, guru selaludituntut untuk secara terus menerus meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan,keterampilan, dan mutu layanannya. Keharusan meningkatkan dan mengembangkan mutu inimerupakan butir kee nam dalam Kode Etik Guru Indonesia yang berbunyi â Guru secara pribadi dan bersama-sa ma mengembangkan dan meningkatkan mutu dan martabat profesinyaâ . Secara profesional, guru tidak boleh dilanda wabah completism, merasa dirisudah sempurna dengan ilm u yang dimilikinya, melainkan harus belajar terus menerus(Kartadinata, 2004:1). Bagi seorang guru, belajar terus menerus adalah hal yang mutlak.Hal ini karena y ang dihadapi adalah peserta didik yang sedang berkembang dengansegala dinamikany a yang memerlukan pemahaman dan kearifan dalam bertindak danmenanganinya.Untuk m eningkatkan mutu profesinya, menurut Soejipto dan kosasi ada dua cara yaitucara formal dan cara informal. Secara formal artinya guru mengikuti pendidikan lanjut an danmengikuti penataran, lokakarya, seminar, atau kegiatan ilmiah lainnya. Sec ara informal dapatdilakukan melalui televisi, radio, koran, dan sebagainya.ETIKA GURU PROFESIONAL TERHADAP TEMPAT KERJASudah diketahui bersama bahwa suasana yan g baik ditempat kerja akan meningkatkan produktivitas. Ketidakoptimalan kinerja guru antara lain disebabkan oleh lingkungan kerjayang tidak menjamin pemenuhan t ugas dan kewajiban guru secara optimal. Dalam UU No. 20/2003 pasal 1 bahwa pemerintah berkewajiban menyiapkan lingkungan dan fasilita ssekolah yang memadai secara merata dan bermutu diseluruh jenjang pendidikan. Ji ka initerpenuhi, guru yang profesional harus mampu memanfaatkan fasilitas yang a da dalamrangka terwujudnya manusia seutuhnya sesuai dengan Visi Pendidikan Nasio nal. Disisi lain, jika kita dihadapkan dengan tempat kerja yang tidak mempunyai fasilitas yang memadai bahkan buku pelajaran saja sangat minim. Bagaimana sikap kita sebagai seorang guru?Ternyata, keprofesionalan guru sangat diuji disini. Ta npa fasilitas yang memadai gurudituntut untuk tetap profesional dalam membimbing anak didik.Kreatifitas guru harus dikembangkan dalam situasi seperti ini. Berka itan dengan ini, pendekatan pembelajaran kontekstual dapat menjadi pemikiran par a guru untuk lebih kreatif.Dalam pendekatan ini, diartikan strategi belajar yang membantu guru mengaitkan materi pelajaran dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa mengaitkan pengetahuanyang telah dimilikinya drngan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.Sementara itu, sikap profesional guru terhadap temp at kerja juga dengan caramenciptakan hubungan harmonis di lingkungan tempat kerj a, baik di lingkungan sekolah,masyarakat maupun dengan orang tua peserta didik . BAB IVPENUTUPKESIMPULAN Kode etik adalah pegangan umum yang mengikat setiap warga negara dari suatu pera nyang berlaku bagi setiap anggota profesi.Adanya kode etik membantu seseorang me ngetahui mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dilkukan dalam menjalankan p rofesi yang ditekuni.Seorang guru yang mengetahui akan pentingnya kode etik prof esi guru maka akan lebihmenjaga segala apa yang dilakukan dan di ucapkan olehnya .Sikap profesional guru terhadap tempat kerja juga dengan cara menciptakan hubun ganharmonis di lingkungan tempat kerja, baik di lingkungan sekolah, masyarakat m aupundengan orang tua peserta didik .Etika profesional guru dituntut dalam pendi

html http://etikaprofesidanprotokoler. DAFTAR PUSTAKA http://y0un13. 2006.com/2007/06/30/pengertian-etika Suyetti dan Gita Kurniawan.dikan.blogspot. Bekerjasama Dengan Kolega Dan Pelanggan .com/2006/03/etika-profesi-dan-tanggung-jawab.com/2008/03/pengertian-etika. Jakarta:yudistira .html http ://asyilla.wordpress.blogspot.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->