KOPERASI DALAM PASAR PERSAINGAN MONOPOLISTIK

Disusun Oleh : GIA INASARI 11210062

IKIP PGRI BOJONEGORO
Jl. Panglima Polim No. 46 Bojonegoro

dan para pengikutnya. Bojonegoro. Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada dosen pengajar kami yang telah memberikan ilmunya kepada mahasiswa di IKIP PGRI Bojonegoro. saat ini. taufiq dan hidayah-Nya atas karunianya pada masa lalu. penulis juga mengucapkan terima kasih kepada pembaca makalah ini karena saya menunggu pembaca untuk memberikan kritik dan saran atas makalah ini apabila ada kesalahan penulisan dalam makalah ini. sahabat. Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan segala rahmat. 23 Juni 2012 Penyusun . Tak lupa shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah SAW beserta keluarga. dan masa yang akan datang atas tersusunya tugas pengantar koperasi “Koperasi Dalam Pasar Persaingan Monopolistik” ini.KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr. Wb.

tetapi memiliki perbedaan dalam kualitas.KOPERASI DALAM PASAR PERSAINGAN MONOPOLISTIK 1. tetapi setiap penjual melakukan monopoli dalam mereknya. PENGERTIAN PASAR PERSAINGAN MONOPOLISTIK. maka ia harus mampu memberikan tambahan pendapatan kepada anggotanya dan atau secara umum harus mampu memperbesar kemakmuran para anggotanya. antara lain sabun cuci.minyak goring. dan beras. . Barangbarang semacam itu dibuat oleh beberapa pabrik dan pada dasarya masing-masing barang tersebut memiliki cap atau merek dagang sendiri-sendiri. air mineral. Model persaingan monopolistic diperkenalkan tahun 1930 oleh beberapa ahli ekonomi neo klasik Agar suatu koperasi yang beroperasi di pasar persaingan monopolistic mencapai kesuksesan. bentuk dan mereknya. Setiap penjual saling bersaing. Pasar persaingan monopolistik merupakan tipe pasar yang berada antara pasar persaingan dan pasar monopoli. sabun mandi. Pasar ini terdiri atas beberapa pembeli dan beberapa penjual untuk beberapa barang yang sejenis. Produk-produk pada pasar persaingan monopolistic adalah homogen atau sejenis.

seperti pasar persaingan sempurna. tetapi tidak sebanyak seperti perilaku penjual monopolis yang mempunyai kurva permintaan yang ber-slope kebawah lebih curam. ANALISIS JANGKA PENDEK. Semakin banyak jumlah penjual dan semakin kecil diferensiasi produk semakin lebih elastis kurva permintaan individual yang dihadapi oeh masing-masing penjual.sehingga kurva permintaanya tidak elastis sempurna.2. Perusahaan (penjual) mempunyai kekuasaan menetapkan harga. . Di dalam pasar persaingan monopolistic setiap penjual adalah monopolis kecil.

anggota potensial akan tertarik untuk masuk menjadi anggota koperasi dan anggota lama akan terdorong untuk meningkatkan produksi. terutama karena harga yang ditetapkan lebih tinggi daripada harga pesaing (P1) dan kuantitas yang terjual lebih sedikit daripada yang sebenarnya dapat di jual Q1. Suatu penetapan harga yang secara actual dilaksanakan sangatlah sulit. Sepanjang masih memperoleh keuntungan. perusahaan koperasi. koperasi dapat menjual produk\nya dalam jumlah yang lebih banyak dari Q1 (kondisi optimal) dan menetapkan harga seolah-olah berada dalam dalam pasar persaingan sempurna yait harga pada saat MC=AR atau harga P3. maka harga yang ditetapkan adalah P2 dengan menjual output sebanyak Q2. Jika koperasi dengan kemampuan sama memasuki pasar persaingan monopolistic maka kurva biayanya dianggap sama dengan kurva biaya persainganya. jika manajemen mempunyai kekuasaan. Jika koperasi menetapkan harga pada AC minimum. Seperti halnya didalam pasar persaingan sempurna. Koperasi mempunyai kemampuan untuk memupuk modal dalam guna pengembangan usaha. barangkali lebih menyukaikekuasaan. kasus koperasi dengan kemampuan yang sama. agar koperasi dapat bersaing. Pada kondisi ini koperasi dapat menetapkan berbagai strategi penetapan harga.a. mengingat keputusan itu tergantung pada distribusi kekuasaan dan pla partisipasi anggota dalam koperasi . Permintaan yang mendesak dari anggota yang semakin banyak akan mengharuskan koperasi menjual dalam jumlah yang lebih banyak dari kondisi optimum (Q1). Koperasi harus menetapkan harga yang sama dengan harga pesaing (P1) dan koperasi memperoleh profil maksimum pada tingkat penjualan Q1. barangkali lebih menyukai keputusan harga yang memperbolehkan mendapat profit untuk diinvestasikan ulang dan memperkaya . output yang terjual meningkat dan harga akan semakin menurun. selain itujuga dapat mentransfer sebagian keuntungan tersebut kepada anggota dalam bentuk pembagian SHU. pada kondisi ini koperasi tidak akan mempunyai keunggulan bersaing dengan perusahaan pesaingnya.

Kasus koperasi dengan kemampuan lebih rendah. Koperasi dengan kemampuan rendah dalam jangka pendek tidak akan mampu menandingi perusahaan pesaingnya. sepanjang biaya ratarata memotong kurva permintaan individual pada titik yang lebih rendah daripada harga-harga yang diinginkan. Bahkan laba itu masih mungkin diperoleh di bawah P3 sepanjang penjualan dengan harga di atas biaya rata-rata. koperasi mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada anggotanya. Jika kemampuan koperasi lebih rendah daripada pesaingnya.b. Perusahaan monopoli pada kondisi tersebut mampu menetapkan harga sebesar P1 dengan menjual sebanyak Q1 dan memperoleh keuntungan yang lebih besar dibandingkan keuntungan koperasi. koperasi tidak akan mempunyai keunggulan apa-apa sebab pada harga tersebut pesaing masih mempunyai laba. Tetapi jika pesaing menurunkan harga sehingga P3. karena perusahaan pesaing bereaksi terhadap kebijakan harga yang di tetapkan koperasi. .

sepertinya dalam jangka panjang koperasi tersebut tidak akan dapat memberikan keunggulan pelayanan kepada anggotanya. kasus koperasi dengan kemampuan sama. Profit yang dinikmati penjual oleh penjual akan menarik masuk ke dalam pasar sehingga kurva permintaan individual yang dihadapi masing-masing penjual akan berputar ke kanan atas.3. Situasi ini sama seperti analisi jangka panjang pada pasar persaingan sempurna. Dalam jangka panjang koperasi dengan kemampuan sama yang bergerak di pasar persaingan monopolistic tidak akan mempunyai keunggulan bersaing dengan perusahaan pesaingnya. a. Bagian pasarnya terlampau kecil untuk mempunyai dampak langsung kepada penjual-penjual lain. . Masuknya saingan baru tersebut akan berakhir ketika semua profit hilang dan perusahaan berada dalam keseimbangan jangka panjang. Bila koperasi dengan kemampuan sama merupakan salah satu perusahaan yang bersaing di pasar persaingan monopolistic. ANALISIS JANGKA PENDEK.

koperasi dengan kemampuan rendah tidak akan dapat bersaing dengan pesaingnya dalam jangka panjang. seorang produsen dengan biaya tinggi tidak akan pernah dapat bersaing. Kendatipun setiap produsen dianggap sebagai monopolis kecil dalam pasar yang luas dan dapat mempengaruhi kurva permintaanya dengan iklan atau sales promotion. dan ia akan mengalami kerugian.b. Jadi dapat disimpulkan bahwa jika koperasi bergerak menjauh dari situasi jangka pendek. Bila fungsi permintaan individual antara masing-masing penjual sama. sebab dalam jangka panjang kurva permintaanya akan berada di bawah kurva biaya rata-rata. . Koperasi akan memerlukan tingkat kemampuan yang paling tidak sama dengan pesaingnya bila ingin mempertahankan kelangsungan hidupnya. Koperasi dengan kemampuan rendah dalam pasar persaingan monopolistic sangat sulit diperiksa (sulit dijelaskan). kasus koperasi dengan kemampuan rendah. keunggulan koperasi cenderung tererosi oleh waktu.

dan beras. sabun mandi. Produk-produk pada pasar persaingan monopolistic adalah homogen atau sejenis. Barangbarang semacam itu dibuat oleh beberapa pabrik dan pada dasarya masing-masing barang tersebut memiliki cap atau merek dagang sendiri-sendiri. . air mineral.minyak goring.KESIMPULAN Pasar persaingan monopolistik merupakan tipe pasar yang berada antara pasar persaingan dan pasar monopoli. antara lain sabun cuci. Pasar ini terdiri atas beberapa pembeli dan beberapa penjual untuk beberapa barang yang sejenis.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful