BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi informasi dan komunikasi yang pesat, sangat berpengaruh dan memiliki arti penting terhadap kehidupan manusia saat ini. Hal ini terlihat dengan adanya berbagai kemudahan yang ditawarkan dan disediakan. Sehubungan dengan perkembangan dan kecanggihan teknologi itu, maka dibutuhkan sumber daya manusia yang cakap dan siap untuk memanfaatkannya, sehingga manusia tidak ketinggalan, atau dengan kata lain dapat memanfaatkan teknologi yang sudah ada. Melihat teknologi yang berkembang begitu pesat hingga menjadikan berkomunikasi tidak mengenal batasan waktu dan tempat seperti halnya teknologi VoIP (Voice over Internet Protocol) yang dapat mengubah sinyal analog menjadi digital sebagai salah satu berkembangnya teknologi itu sendiri. Kemajuan dunia komunikasi di era ini membuat teknologi VoIP semakin berkembang dan semakin maju. Di Kalimantan Timur yang memiliki Sumber Daya Alam yang melimpah dan memiliki potensi besar dalam hal memiliki anggaran dana, namun di sisi lain masih terdapat kurangnya penerapan teknologi di kalangan pemerintah provinsi dalam memberdayakan yang telah ada seperti teknologi jaringan internet maupun intranet untuk bisa memajukan ataupun mengembangkan wilayahnya. Dalam halnya berkomunikasi Pemerintah Provinsi memiliki jalur intranet maupun internet di setiap instansi tetapi pemanfaatannya masih kurang maksimal dikarenkan masih adanya penggunaan jalur lain untuk berinteraksi ataupun berkomunikasi antar sesama dan lintas instansi. Di pemerintahan kota Samarinda penulis juga menemukan hal yang sama dalam memanfaatkan teknologi yang telah ada. Masih kurangnya SDM (Sumber

1

Daya Manusia) di kalangan pemerintah kota untuk membangun teknologi VoIP tidak dapat diimplementasikan atau diterapkan. Tidak hanya dikalangan pemerintah saja, di kalangan akademisi khususnya tempat penulis kuliah yaitu Universitas Mulawarman yang memiliki struktur jaringan internet maupun intranet yang dapat dikatakan sebagai jaringan yang besar dan luas cakupannya masih kurang maksimal khususnya untuk pemanfaatan jalur lokal sebagai alternatif media dalam berkomunikasi secara gratis ataupun tidak dipungut biaya maksudnya teknologi VoIP ini tidak dikenakan biaya untuk dipakai maupun dikembangkan sebagai alternatif dalam berkomunikasi karena bersifat open source dan memiliki lisensi GNU/GPL.. Teknologi percakapan jarak jauh dengan teknologi VoIP (Voice over Internet Protocol) dimana pada saat ini sangatlah tepat apabila diselaraskan dengan kemajuan teknologi yang telah ada. Sebuah teknologi tidak lepas dari hasil yang ditawarkan mulai dari segi kemudahan, kepraktisan, dan kecepatan proses dalam hal berkomunikasi. Teknologi yang digunakan untuk membangun VoIP ini pun tidaklah terlalu sulit, cukup dengan menyiapkan server VoIP sebagai basis pemrosesan suara dan client sebagai end user yang melakukan komunikasi. Pada perkembangannya VoIP mengalami evolusi. Bentuk peralatan pun berkembang, tidak hanya berbentuk komputer yang saling berhubungan, tetapi peralatan lain seperti pesawat telpon biasa terhubung dengan jaringan VoIP. Jaringan data digital dengan gateway untuk VoIP memungkinkan berhubungan dengan PABX (Private Automatic Branch eXchange) atau jaringan analog telpon biasa. Komunikasi antara komputer dengan pesawat (extension) di kantor adalah memungkinkan. Bentuk komunikasi bukan cuma suara saja. Bisa berbentuk tulisan (chatting) atau jika jaringannya cukup besar bisa dipakai untuk Video Conference. Dalam bentuk yang lebih lanjut komunikasi ini lebih dikenal dengan IP Telephony yang merupakan komunikasi bentuk multimedia sebagai kelanjutan bentuk komunikasi suara (VoIP). Keluwesan dari VoIP dalam bentuk jaringan, peralatan dan komunikasinya membuat VoIP menjadi cepat popular di masyarakat umum.

2

Universitas Mulawarman Samarinda yang belum memiliki teknologi VoIP untuk jalur komunikasi lokal dan mengingat besar jalur pita (Bandwidth) untuk sharing data melalui jalur FO (Fiber Optik) yang merupakan jalur tulang punggung (Backbone) Universitas Mulawarman serta memiliki kapasitas transfer rate file sebesar 10 Gbits/Seconds. Hal ini memungkinkan untuk Universitas Mulawarman menerapkan teknologi VoIP sebagai jalur alternatif lokal dalam berkomunikasi dan berinteraksi di dalam internal Universitas Mulawarman sendiri ataupun di luar Universitas Mulawarman seperti jalur INHERENT (Indonesia Higher Education Network) yang merupakan program pengembangan sistem dan jaringan informasi pendidikan tinggi yang direncanakan secara bertahap akan menghubungkan seluruh perguruan tinggi se-Indonesia yang dicanangkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan didukung oleh Telkom sebagai penyedia infrastruktur. Untuk menghadapi tantangan perubahan Teknologi Informasi dan Komunikasi bagi kehidupan lokal, nasional, dan global, maka kehadiran VoIP sebagai alternatif jalur komunikasi yang tidak berbayar / free dan bersifat open source, maka hal ini dapat memberikan kemudahan bagi instansi Universitas Mulawarman melakukan komunikasi antar lembaganya. Oleh karena itu perlu dibuat suatu perancangan sistem yang menggunakan teknologi VoIP untuk dapat berkomunikasi sebagaimana telpon yang umum digunakan. Maka penulis pada penelitian ini mencoba membuatkan sebuah rancangan teknologi VoIP sebagai sistem komunikasi untuk sarana berinteraksi di kalangan akademisi di wilayah Universitas Mulawarman sebagai langkah awal kemajuan teknologi di kalangan kampus khususnya.Teknologi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk menerapkan teknologi komunikasi yang dapat diintegrasikan dengan jaringan di Universitas Mulawarman Samarinda. 1.2 Rumusan Masalah Dari latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka dibutuhkan sebuah software pendukung teknologi VoIP yang dapat membantu proses berkomunikasi secara cepat, efisien dan hemat dalam penerapannya. Jadi telah didapat rumusan

3

masalahnya adalah “Perancangan dan Implementasi VoIP (Voice over Internet Protocol) Sebagai Jalur Komunikasi Melalui Jaringan Backbone Universitas Mulawarman Samarinda”. 1.3 Batasan Masalah Agar tidak meluasnya permasalahan yang akan diteliti, maka penulis membatasi ruang lingkup permasalahan VoIP diantaranya yaitu : 1. Merancang dan mengimplementasikan jaringan VoIP (Voice over Internet Protocol), sebagai alternatif jalur komunikasi lokal melalui jaringan Backbone di Universitas Mulawarman Samarinda. 2. Penelitian ini di titik beratkan pada pembuatan server VoIP, sebagaimana server VoIP itu sendiri dapat menjadi basis dalam komunikasi antar PC (Personal Computer) yaitu user satu dengan lainnya. 3. Pembahasan VoIP hanya sebatas mengkoneksikan antar PC yang terhubung pada jaringan backbone di Universitas Mulawarman. 4. Memberikan penomoran ekstensi secara terurut dan teratur pada masing-masing lembaga di Universitas Mulawarman. 5. Pembuatan server VoIP ini menggunakan software legal berbasiskan open source GNU/GPL. 1.4 Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Merancang dan mengimplementasikan serta mengintegrasikan teknologi VoIP kedalam jaringan lokal Universitas Mulawarman sebagai jalur berkomunikasi yang gratis atau free artinya penggunaan teknologi VoIP ini bebas dan tidak berbayar. 2. Memahami cara kerja, kelebihan, kekurangan, dan jenis-jenis teknologi VoIP secara umum. 3. Penerapan teknologi VoIP (Voice over Internet Protocol) sebagai komunikasi yang menghemat waktu, praktis, efektif dan relevan di Universitas Mulawarman Samarinda.

4

4. Untuk

meningkatkan

kinerja

yang

diinginkan

dalam

proses

berkomunikasi sebagai wadah pertukaran informasi melalui voice line. 5. Mengintegrasikan jalur alternatif dalam berkomunikasi di kalangan akademisi Univesitas Mulawarman Samarinda. 1.5 Manfaat Penelitian Dengan penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi semua kalangan dan pihak Universitas Mulawarman khusunya, diantaranya adalah : 1. Aplikasi yang dibangun dapat memberikan kemudahan dalam sarana komunikasi dan saling berbagi informasi antar lembaga di Universitas Mulawarman. 2. Keleluasaan dalam berkomunikasi karena dapat di akses secara bebas dan tidak berbayar. 3. Memajukan teknologi yang berkembang dan menerapkannya sebagai wujud nyata dalam mengikuti trend perkembagan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). 4. Dapat dijadikan referensi oleh Perguruan Tinggi lain untuk membangun model penerapan teknologi VoIP. 1.6 Sistematika Penulisan Adapun sistematika dalam penulisan skripsi ini adalah sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Dalam bab ini akan diuraikan mengenai latar belakang, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penelitian. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pada bab ini, menguraikan pembahasan mengenai landasan-landasan teori yaitu pengertian VoIP (Voice over Internet Protocol), definisi VoIP, Jalur komunikasi VoIP, Linux serta perangkat lain yang berkaitan dengan pokok permasalahan yang diangkat dalam penelitian.

5

BAB III

METODE PENELITIAN Dalam bab ini membahas mengenai tempat penelitian, waktu penelitian, tahap pengumpulan data, dan analisis kebutuhan data.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Dalam bab ini membahas mengenai hasil dari penelitian yang telah dilakukan dan membahas secara detail mekanisme penelitian tersebut dilakukan.

BAB V

PENUTUP Dalam bab ini dibahas mengenai saran dan kritik terhadap teknologi VoIP yang telah diterancang dan diimplementasikan.

6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Pada bab ini dibahas konsep dasar yang berhubungan dengan VoIP diantaranya jaringan komputer, jaringan backcone, VoIP, Jalur komunikasi VoIP, perangkat keras dan perangkat lunak . 2.1 Jaringan Komputer Agar VoIP berjalan dengan lancar maka dibutuhkan media untuk dapat berkomunikasi di jalur VoIP ini yaitu dengan adanya Jaringan Komputer dimana memiliki pengertian sebuah sistem yang terdiri atas komputer dan perangkat jaringan lainnya yang bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan yang sama. Tujuan dari jaringan komputer adalah: a. Membagi sumber daya contohnya berbagi pemakaian printer, CPU, memory, harddisk, gambar dan data. b. Untuk berkomunikasi: contohnya surat elektronik, instant messaging, chatting, dan streaming. c. Akses informasi contohnya web browsing. Agar dapat mencapai tujuan yang sama, setiap bagian dari jaringan komputer meminta dan memberikan layanan (service). Pihak yang meminta layanan disebut client (client) dan yang memberikan layanan disebut pelayan (server). Arsitektur ini disebut dengan sistem client-server, dan digunakan pada hampir seluruh aplikasi jaringan komputer. Klasifikasi Berdasarkan skala : a. Personal Area Network (PAN) b. Campus Area Network (CAN)

7

c. Local Area Network (LAN) d. Metropolitant Area Network (MAN) e. Wide Area Network (WAN) f. Global Area Network (GAN) Berdasarkan fungsinya setiap jaringan komputer ada yang berfungsi sebagai client dan juga server. Tetapi ada jaringan yang memiliki komputer yang khusus didedikasikan sebagai server sedangkan yang lain sebagai client. Ada juga yang tidak memiliki komputer yang khusus berfungsi sebagai server saja. Karena itu berdasarkan fungsinya maka ada dua jenis jaringan komputer: 2.1.1 Client-server Yaitu jaringan komputer dengan komputer yang didedikasikan khusus sebagai server. Sebuah service/layanan bisa diberikan oleh sebuah komputer atau lebih. Contohnya adalah sebuah domain seperti www.detik.com yang dilayani oleh banyak komputer web server. Atau bisa juga banyak service/layanan yang diberikan oleh satu komputer. Contohnya adalah server unmul.ac.id yang merupakan satu komputer dengan multi service yaitu mail server, web server, file server, database server dan lainnya. 2.1.2 Peer-to-peer Yaitu jaringan komputer dimana setiap host dapat menjadi server dan juga menjadi client secara bersamaan. Contohnya dalam file sharing antar komputer di Jaringan Windows Network Neighbourhood ada 5 komputer (kita beri nama A,B,C,D dan E) yang memberi hak akses terhadap file yang dimilikinya. Pada satu saat A mengakses file share dari B bernama data_nilai.xls dan juga memberi akses file soal_uas.doc kepada C. Saat A mengakses file dari B maka A berfungsi sebagai client dan saat A memberi akses file kepada C maka A berfungsi sebagai server. Kedua fungsi itu dilakukan oleh A secara bersamaan maka jaringan seperti ini dinamakan peer to peer.

8

Berdasarkan topologi jaringan, jaringan komputer dapat dibedakan atas: a. Topologi bus b. Topologi star c. Topologi ring d. Topologi mesh e. Topologi tree Beberapa topologi tersebut dapat diterapkan dan disesuaikan dengan kebutuhan. (I Made Wiryana,2002). 2.2 Jaringan Backbone Jaringan Backbone adalah struktur jaringan utama (primer) atau bisa dikatakan jalur yang terdepan untuk dilewati oleh transfer data yang memiliki kapasitas transfer rate data lebih besar dimana memiliki jenis topologi yang disesuaikan dengan kebutuhan. Rata-rata ISP (Internet Service Provider) banyak yang menggunakan jaringan backbone sebagai kemudahan dalam pelayanan request public dengan jumlah banyak. Jaringan backbone biasanya menggunakan media serat optik (Fiber Optic) / FO sebagai jalur utamanya dimana menghubungkan antar titik, baik dalam cakupan antar daerah, kota maupun antar negara. (http://www.total.or.id/info.php?kk=Backbone%20network,2008) 2.3 Voice Over Internet Protokol (VoIP) Voice over Internet Protocol (yang sering juga disebut VoIP, IP Telephony, Internet telephony atau Digital Phone) adalah teknologi yang memungkinkan percakapan suara jarak jauh melalui media internet. Data suara diubah menjadi kode digital dan dialirkan melalui jaringan yang mengirimkan paket-paket data, dan bukan lewat sirkuit analog telpon biasa. (http://syintafaste.wordpress.com/2008/12/09/voice-over-internet-protocolvoip/,2008).

9

2.4 Jalur Komunikasi VoIP VoIP sebagai alternatif jalur komunikasi memilik jalur yang memiliki level dari transfer protokol dengan standart TCP/IP di layer transport berupa TCP , UDP dan RTP. 2.4.1 H 323 H.323 adalah rekomendasi ITU-T untuk komunikasi multimedia berbasis paket, khususnya VoIP. H.323 merupakan suite yang terdiri dari berbagai protokol, yang masing-masing distandarkan secara terpisah oleh ITU-T dan IETF. Banyak dari protokol di dalam H.323 diterbitkan sebelum skema VoIP sendiri dikenal. 2. 4.2 SIP Berbeda dengan H.323, SIP (Session Initiation Protocol) diterbitkan sebagai standar oleh IETF (RFC 3261) setelah adanya VoIP. SIP disiapkan sebagai protokol dalam suite IP untuk membentuk dan melakukan pengendalian atas sesi multimedia over IP. SIP merupakan protokol client-server yang diangkut di atas TCP. Bentuknya teks, seperti keluarga HTTP. Pengalamatan SIP dapat dilakukan mirip nomor telpon atau mirip alamat web. Jika pengalamatan dilakukan mirip web, digunakan juga URL seperti web, yang lebih lanjut akan diterjemahkan menjadi alamat IP oleh suatu DNS. Untuk membangun sebuah sesi multimedia, SIP melakukan juga negosiasi feature dan kapabilitas, seperti pada H.323. Pengalamatan SIP dapat dilakukan mirip nomor telpon atau mirip alamat web. Jika pengalamatan dilakukan mirip web, digunakan juga URL seperti web, yang lebih lanjut akan diterjemahkan menjadi alamat IP oleh suatu DNS. Untuk membangun sebuah sesi multimedia, SIP melakukan juga negosiasi feature dan kapabilitas, seperti pada H.323. (Anton Raharja dan Onno W.Purbo, 2004)

10

2.4.3

TCP Transmission Control Protocol (TCP) adalah suatu protokol yang

berada di lapisan transpor (baik itu dalam tujuh lapis model referensi OSI atau model DARPA) yang berorientasi sambungan (connection-oriented) dan dapat diandalkan (reliable). TCP dispesifikasikan dalam RFC 793. TCP memiliki karakteristik sebagai berikut: a. Berorientasi sambungan (connection-oriented): Sebelum data dapat ditransmisikan antara dua host, dua proses yang berjalan pada lapisan aplikasi harus melakukan negosiasi untuk membuat sesi koneksi terlebih dahulu. Koneksi TCP ditutup dengan menggunakan proses terminasi koneksi TCP (TCP connection termination). b. Full-duplex: Untuk setiap host TCP, koneksi yang terjadi antara dua host terdiri atas dua buah jalur, yakni jalur keluar dan jalur masuk. Dengan menggunakan teknologi lapisan yang lebih rendah yang mendukung full-duplex, maka data pun dapat secara simultan diterima dan dikirim. Header TCP berisi nomor urut (TCP sequence number) dari data yang ditransmisikan dan sebuah acknowledgment dari data yang masuk. c. Dapat diandalkan (reliable): Data yang dikirimkan ke sebuah koneksi TCP akan diurutkan dengan sebuah nomor urut paket dan akan mengharapkan paket positive acknowledgment dari penerima. Jika tidak ada paket Acknowledgment dari penerima, maka segmen TCP (protocol data unit dalam protokol TCP) akan ditransmisikan ulang. Pada pihak penerima, segmen-segmen duplikat akan diabaikan dan segmen-segmen yang datang tidak sesuai dengan urutannya akan diletakkan di belakang untuk mengurutkan segmen-segmen TCP. Untuk menjamin integritas setiap segmen TCP, TCP mengimplementasikan penghitungan TCP Checksum. d. Byte stream: TCP melihat data yang dikirimkan dan diterima melalui dua jalur masuk dan jalur keluar TCP sebagai sebuah byte stream yang

11

berdekatan (kontigu). Nomor urut TCP dan nomor acknowlegment dalam setiap header TCP didefinisikan juga dalam bentuk byte. Meski demikian, TCP tidak mengetahui batasan pesan-pesan di dalam byte stream TCP tersebut. Untuk melakukannya, hal ini diserahkan kepada protokol lapisan aplikasi (dalam DARPA Reference Model), yang harus menerjemahkan byte stream TCP ke dalam "bahasa" yang ia pahami. e. Memiliki layanan flow control: Untuk mencegah data terlalu banyak dikirimkan pada satu waktu, yang akhirnya membuat "macet" jaringan internetwork IP, TCP mengimplementasikan layanan flow control yang dimiliki oleh pihak pengirim yang secara terus menerus memantau dan membatasi jumlah data yang dikirimkan pada satu waktu. Untuk mencegah pihak penerima untuk memperoleh data yang tidak dapat disangganya (buffer), TCP juga mengimplementasikan flow control dalam pihak penerima, yang mengindikasikan jumlah buffer yang masih tersedia dalam pihak penerima. f. Melakukan segmentasi terhadap data yang datang dari lapisan aplikasi (dalam DARPA Reference Model) g. Mengirimkan paket secara "one-to-one": hal ini karena memang TCP harus membuat sebuah sirkuit logis antara dua buah protokol lapisan aplikasi agar saling dapat berkomunikasi. TCP tidak menyediakan layanan pengiriman data secara one-to-many. (Anton Raharja dan Onno W.Purbo, 2004) 2.4.4 UDP UDP (User Datagram Protocol) adalah salah satu protokol lapisan transpor TCP/IP yang mendukung komunikasi yang tidak andal (unreliable), tanpa koneksi (connectionless) antara host-host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP. Protokol ini didefinisikan dalam RFC 768. UDP memiliki karakteristik-karakteristik berikut:

12

a. Connectionless (tanpa koneksi): Pesan-pesan UDP akan dikirimkan tanpa harus dilakukan proses negosiasi koneksi antara dua host yang hendak berukar informasi. b. Unreliable (tidak andal): Pesan-pesan UDP akan dikirimkan sebagai datagram tanpa adanya nomor urut atau pesan acknowledgment. Protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP harus melakukan pemulihan terhadap pesan-pesan yang hilang selama transmisi. Umumnya, protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP mengimplementasikan layanan keandalan mereka masing-masing, atau mengirim pesan secara periodik atau dengan menggunakan waktu yang telah didefinisikan. c. UDP menyediakan mekanisme untuk mengirim pesan-pesan ke sebuah protokol lapisan aplikasi atau proses tertentu di dalam sebuah host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP. Header UDP berisi field Source Process Identification dan Destination Process Identification. d. UDP menyediakan penghitungan checksum berukuran 16-bit terhadap keseluruhan pesan UDP. (Anton Raharja dan Onno W.Purbo, 2004) 2.4.5 RTP Real Time Protocol (RTP) header merupakan protokol standar Internet yang digunakan untuk transportasi data-data real-time seperti suara pada VoIP. RTP ditujukan sebagai sarana transpor data untuk aplikasi-aplikasi video-audio conferencing dan aplikasi audio visual lain di jaringan yang masih berada di atas protokol TCP dan UDP yang terintegrasi. (Anton Raharja dan Onno W.Purbo, 2004) 2.5 Perangkat Keras (Hardware) 2.5.1 Server Merupakan sebuah sistem komputer yang menyediakan jenis layanan tertentu dalam sebuah jaringan komputer. Server didukung dengan

13

prosesor yang bersifat scalable dan RAM yang besar, juga dilengkapi dengan sistem operasi khusus, yang disebut sebagai sistem operasi jaringan atau network operating system. Server juga menjalankan perangkat lunak administratif yang mengontrol akses terhadap jaringan dan sumber daya yang terdapat di dalamnya, seperti halnya berkas atau alat pencetak (printer), dan memberikan akses kepada workstation anggota jaringan. Umumnya, di atas sistem operasi server terdapat aplikasi-aplikasi yang menggunakan arsitektur client/server. Contoh dari aplikasi ini adalah DHCP Server, Mail Server, HTTP Server, FTP Server, DNS Server, Proxy Server dan lain sebagainya. Setiap sistem operasi server umumnya membundel layanan-layanan tersebut atau layanan tersebut juga dapat diperoleh dari pihak ketiga. Setiap layanan tersebut akan merespons terhadap request dari client. Sebagai contoh, client DHCP akan memberikan request kepada server yang menjalankan server DHCP, ketika sebuah client membutuhkan alamat IP, client akan memberikan perintah/request kepada server, dengan bahasa yang dipahami oleh server DHCP, yakni protokol DHCP itu sendiri. 1.5.2 Client / Workstation Di dalam komputer jaringan, client/workstation merupakan komputer yang memanfaatkan sumber daya dalam jaringan yang disediakan oleh komputer lainnya, yang disebut dengan server. Juga merupakan sebuah aplikasi atau proses yang meminta pelayanan dari komponen atau proses lainnya. Adanya client ini, memudahkan koneksi ke komputer server, dan mengatur serta menjaga hubungan dari sumber daya lainnya. Dalam lingkungan Client/Server, workstation biasanya adalah merupakan komputer client. Kalau dalam objek COM, adalah merupakan program yang mengakses atau menggunakan suatu layanan yang disediakan oleh komponen lainnya. (Ahmad Sofyan,2003)

14

2.6 Perangkat Lunak 2.6.1 Sistem Operasi Dalam Ilmu komputer, Sistem operasi atau dalam bahasa Inggris: operating system atau OS adalah perangkat lunak sistem yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras serta operasioperasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah kata dan browser web. Secara umum, Sistem Operasi adalah software pada lapisan pertama yang ditaruh pada memori komputer pada saat komputer dinyalakan. Sedangkan software-software lainnya dijalankan setelah Sistem Operasi berjalan, dan Sistem Operasi akan melakukan layanan inti umum untuk software-software itu. Layanan inti umum tersebut seperti akses ke disk, manajemen memori, skeduling task, dan antar-muka user. Sehingga masing-masing software tidak perlu lagi melakukan tugas-tugas inti umum tersebut, karena dapat dilayani dan dilakukan oleh Sistem Operasi. Bagian kode yang melakukan tugas-tugas inti dan umum tersebut dinamakan dengan "kernel" suatu Sistem Operasi. ( http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_operasi, 2008) 2.6.2 Linux

Pada mulanya Linux adalah nama kernel atau jantung sistem operasi komputer yang dibuat pertama kali oleh Linus Torvalds pada tahun 1991. Linus mengizinkan siapa saja untuk menggunakan, mempelajari cara kerjanya, dan mendistribusikan Linux, dengan lisensi GNU GPL (General Public License) atau lebih terkenal dengan istilah Free Software. Saat ini, nama Linux tidak hanya digunakan untuk menyebut kernel, namun juga sistem operasi yang lengkap. Bahkan Linux juga digunakan untuk menyebut distribusi (gabungan sistem operasi dan berbagai aplikasi) atau distro Linux. Contoh distro/distribusi Linux urut abjad: BlankOn,

15

CentOS, Debian, Fedora, Gentoo, Mandriva, Mint, Nusantara, openSUSE, RedHat, Slackware, Ubuntu, Xandros, dan lain-lain. Richard Stallman, pendiri Yayasan Free Software, mengusulkan penulisan sistem operasi Linux adalah GNU/Linux atau GNU-Linux, karena sistem operasi Linux berisi kernel Linux dan beberapa program dari projek GNU. Ada yang tidak setuju dengan Stallman, karena ada program pada sistem operasi Linux yang bukan dari projek GNU. Open Source adalah istilah untuk software yang source code-nya (kode programnya) disediakan oleh pengembangnya untuk umum (terbuka) agar dapat dipelajari cara kerjanya, diubah atau dikembangkan lebih lanjut, dan disebarluaskan. Jika pembuat program melarang orang lain untuk mengubah dan atau menyebarluaskan program buatannya, maka program itu bukan Open Source, meskipun tersedia kode programnya. Open Source merupakan salah satu syarat free software. Free Software pasti Open Source Software, namun Open Source Software belum tentu Free Software. Contoh Free Software adalah Linux. Contoh Open Source Software adalah FreeBSD. Linux yang berlisensi Free Software tidak dapat diubah menjadi berlisensi tidak Free Software, sedangkan FreeBSD yang berlisensi Open Source Software BSD-like dapat diubah menjadi tidak Open Source. FreeBSD (Open Source) merupakan salah satu dasar untuk membuat Mac OSX (tidak Open Source). www.opensource.org/licenses memuat jenis-jenis lisensi Open Source. (http://rms46.vlsm.org/00-14.html,2008) 2.6.3 Microsoft Windows Microsoft Windows atau lebih dikenal dengan sebutan Windows adalah keluarga sistem operasi komputer pribadi yang dikembangkan oleh Microsoft yang menggunakan antarmuka dengan pengguna berbasis GUI (Graphical User Interface).

16

Sistem operasi Windows telah berevolusi dari MS-DOS, sebuah sistem operasi yang berbasis modus teks dan command-line. Windows versi pertama, Windows Graphic Environment 1.0 pertama kali diperkenalkan pada 10 November 1983, tetapi baru keluar pasar pada bulan November tahun 1985 yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan komputer dengan tampilan bergambar. Windows 1.0 merupakan perangkat lunak 16-bit tambahan (bukan merupakan sistem operasi) yang berjalan di atas MS-DOS (dan beberapa varian dari MS-DOS), sehingga ia tidak akan dapat berjalan tanpa adanya sistem operasi DOS. Versi 2.x, versi 3.x juga sama. Beberapa versi terakhir dari Windows (dimulai dari versi 4.0 dan Windows NT 3.1) merupakan sistem operasi mandiri yang tidak lagi bergantung kepada sistem operasi MS-DOS. Microsoft Windows kemudian bisa berkembang dan dapat menguasai penggunaan sistem operasi hingga mencapai 90%. (http://www.microsoft.com/windows/winhistoryintro.mspx,2008) 2.6.4 Edraw Network Diagrammer Edraw Network Diagram adalah perangkat lunak yang sangat ideal untuk network engineers dan network designers yang perlu untuk menggambar secara merincikan dokumentasi jaringan seperti novel, jaringan kecil dan sempurna. (www.edrawsoft.com). Fitur yang dimiliki Edraw Network Diagram adalah : Basic Network Diagrams Network Topologies Cisco Network Design Logical Network Diagrams Physical Network Diagrams LAN Diagrams WAN Diagrams LDAP Active Directory

17

7.1.

Workflow Workflow adalah work (kerja) yang menunjukkan flow (alir) di dalam

program atau prosedur sistem secara logika, dengan menggunakan gambargambar/simbol-simbol. Workflow adalah bagian-bagian yang mempunyai arus yang menggambarkan langkah-langkah dalam suatu pengerjaan. Workflow merupakan salah satu cara penyajian dari suatu algoritma. (http://www.total.or.id/info.php?kk=workflow,2008) Karakteristik Workflow, yaitu : a. Workflow bersifat grafis atau menggunakan gambar-gambar sebagai simbol/lambang untuk suatu jenis pekerjaan/tugas/fungsi tertentu. b. Perintah bersifat esensial, yaitu hanya perintah yang penting-penting saja yang digambarkan dalam simbol. c. Workflow hanya mendesain sistem pengerjaan saja. Workflow bisa dibuat sebelum maupun setelah pembuatan program. Workflow yang dibuat sebelum membuat program digunakan untuk mempermudah pembuat program untuk menentukan alur logika program, sedangkan yang dibuat setelah pembuatan program digunakan untuk menjelaskan alur program kepada orang lain. Beberapa simbol yang digunakan dalam membuat suatu Workflow, seperti yang terlihat pada tabel 2.1 Tabel 2.1 Simbol-simbol Workflow

Simbol

Keterangan Awal atau akhir, digunakan untuk menyatakan awal atau akhir proses. Proses, menyatakan adanya sebuah kegiatan pengolahan data. Input atau output, menyatakan operasi pemasukan data dan pencetakan hasil atau keluaran data.

18

Pemberian nilai awal, untuk memberikan nilai awal suatu variabel yang digunakan. Pengujian, menyatakan apakah suatu kondisi dipenuhi atau tidak. Keterangan, menyatakan sekumpulan langkah yang dituliskan sebagai suatu prosedur. Mempresentasikan alur kerja

19

BAB III METODE PENELITIAN

3.1

Tempat dan Waktu Penulisan Penulisan ini dilakukan di ICT (Information, Communication, and

Technology) Center Universitas Mulawarman Samarinda yang beralamatkan di Jalan Muara Pahu Kampus Gunung Kelua Samarinda. Penulisan ini berlangsung dalam waktu kurang lebih 3 (tiga) bulan, dimulai bulan September 2008 dan berakhir pada bulan Desember 2008 sampai terselesaikannya skripsi ini. 3.2 Metode Pengumpulan Data Pengumpulan data untuk Perancangan dan Implementasi VoIP pada jaringan Universitas Mulawarman di ICT (Information, Communication, and Technology) Center Universitas Mulawarman Samarinda diperoleh dengan beberapa metode, antara lain : 3.2.1 Pengamatan Penulis melakukan pengamatan pada topologi jaringan yang ada pada Universitas Mulawrman. Pengamatan ini dilakukan agar penulis dapat mengintegerasikan teknologi VoIP dalam jaringan Universitas Mulawarman dan disamping itu juga ingin memperoleh data yang valid. 3.2.2 Wawancara Penulis melakukan beberapa pertanyaan kepada pihak-pihak yang terkait dalam pengembangan jaringan di Universitas Mulawarman dengan harapan agar data yang didapat bisa disinkronisasikan dengan baik dan terjamin kelancarannya.

20

3.2.3

Studi literatur. Penulis melakukan Studi literatur ini dengan tujuan untuk data dengan menghimpun dan menganalisis

pengumpulan

dokumen-dokumen, baik dokumen tertulis, gambar maupun elektronik. Dokumen yang telah diperoleh kemudian dianalisis (diurai), dibandingkan dan dipadukan (sintesis) dalam menerapkan teknologi VoIP serta membentuk satu hasil kajian yang sistematis, padu dan utuh sebagai hasil analisis terhadap dokumen-dokumen tersebut. 3.3 Analisis Kebutuhan Sistem Penulis menganalisis bahwa kebutuhan dari sistem yang akan dibuat adalah sebagai berikut : 3.3.1 Perangkat Keras (Hardware) Dalam penulisan ini penulis menggunakan beberapa alat-alat kerja, sebagai berikut : a. PC (Personal Computer) dengan spesifikasi Processor Intel ® Core™ 2 Duo , Hard Disk seagate 160 GB, memori DDR2 1.00 GB PC-3200 Visipro, DVD RW Multi Recorder, dan Monitor WXGA 15”. b. Laptop DELL Latitude D400 Pentium M centrino. c. Webcam Logitech QuickCam® Pro 4000 d. PC client.

21

22

3.3.2

Perangkat Lunak (Software) 1. Trixbox integrated with CentOS /4.3 ,Asterisk VoIP aplication, FreePBX, Apache, SendMail, Asterisk Mail, SugarCRM, MySQL, PHP, phpMyAdmin, SSH, Bluetooth, freePBX, the Flash Operator Panel, Call Detail Reporting, and on and on. 2. Edraw Network Diagrammer versi 3.3 3. Ubuntu Hardy Heron 8.04 LTS (client OS) 4. X-Lite PC PHONE versi (client aplication) 5. Microsoft windows XP (client OS)

3.4 yaitu :

Tahap Pengembangan Dalam pembuatan aplikasi ini ada beberapa langkah atau tahapan-tahapan 3.4.1 VoIP, Tahap Perencanaan Dalam tahap ini, penulis mencoba membuat perancangan teknologi kemudian menentukan tujuan pembuatan sistem dan mengidentifikasikan kendala-kendalanya, lalu mempersiapkan usulan penulisan sistem. 3.4.2 Tahap Analisis Analisis tahap ini lebih dalam lagi mengenai sistem, tujuan atau fungsi yang akan dilakukan sistem. 3.4.3 Tahap Perancangan (Desain) Tahap ini ditentukan konfigurasi yang dibutuhkan oleh sistem dan metode yang digunakan dalam mengambil keputusan. Mendesain atau merancang perangkat lunak yang termasuk proses, aturan yang digunakan, user interface, susunan menu dan inputan yang dibutuhkan.

23

3.4.4

Tahap Penerapan (Implementasi) Tahap ini merupakan kegiatan untuk mengimplementasikan pada

tahap perancangan sistem. 3.4.5 Tahap Evaluasi (Pengujian) Dilakukan pengujian bagaimana cara pemakaian alat-alat pada sebuah sistem yang telah ada. Proses uji coba ini diperlukan untuk memastikan bahwa sistem ini sudah benar, sesuai karakteristik yang ditetapkan dan tidak ada kesalahan-kesalahan yang terkandung di dalamnya. 3.4.6 Tahap Pemeliharaan (Maintenance) Selama sistem ini digunakan, penulis harus memperhatikan masalah pemeliharaan sistem. Dalam Pemeliharaan sistem dilaksanakan untuk 3 alasan yaitu untuk memperbaiki kesalahan, menjaga kemutakhiran sistem serta meningkatkan sistem.

24

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Profil ICT Center Universitan Mulawarman 4.1.1 Dasar berdiri Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang sangat pesat saat ini telah memberikan dampak yang sangat berarti bagi institusi pendidikan tinggi Universitas Mulawarman (Unmul). Secara kelembagaan, perkembangan TIK di Unmul diwujudkan dengan hadirnya sebuah badan ad hoc yang disebut Information and Communication Technologi Center (ICT Center). Unit ini menyatukan berbagai unit sejenis di Unmul antara lain UPT. Pusat Komputer, UPT. Distance Learning serta Bagian Sistem Informasi Manajemen pada Biro Administrasi Perencanaan Kerjasama dan Sistem Informasi (BAPKSI). 4.1.2 Badan Hukum ICT Centre Universitas Mulawarman Pembentukan ICT Center tersebut sesuai dengan Surat Keputusan Rektor Unmul tahun 2006 yang diperbaharui dengan SK tahun 2008 No. 355/DT/2008 tentang Pembentukan Tim Pengelola ICT Center dan Transfer Teknologi Universitas Mulawarman. Berdasarkan pada surat keputusan ini, disamping melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai badan pelaksana kegiatan yang menyangkut teknologi informasi, juga aktif untuk melakukan inovasi-inovasi baru dalam mencari dan menemukan teknologi-teknologi yang siap diterapkan dalam dunia industri dan masyarakat pada umumnya. 4.2 Strategi Pengembangan Tugas utama unit ini adalah sebagai unit pusat yang memberikan pelayanan teknologi informasi dan komunikasi atau sebagai ICT Center Universitas Mulawarman dalam rangka mendukung dan mewujudkan penyelenggaraan program pembelajaran yang berbasis teknologi informasi.

25

Adapun rincian tugas ICT Center adalah memberikan pelayanan kepada civitas academica meliputi internet access, pemondokan email, web dan sistem aplikasi jaringan dan komputer, server colocation, telpon kampus, migrasi ke open source, integrasi sistem, perencanaan dan pelatihan TIK (Teknologi, Informasi dan Komunikasi) serta pengembangan jaringan komputer ke kabupaten / kota di Kalimantan Timur. ICT Center Unmul melaksanakan fungsi-fungsi yang didefinifikan sebagai berikut : a. Melakukan perencanaan standar peralatan TIK, pengoperasian, pendayagunaan, dan pemeliharaan jaringan di lingkungan Universitas Mulawarman b. Memasyarakatkan layanan TIK kepada pengguna dan calon pengguna c. Melakukan pengendalian keamanan dan keandalan kinerja jaringan baik dari sisi hardware maupun software sesuai dengan kemajuan teknologi d. Melaksanakan pengelolaan layanan TIK yang antisipatif terhadap kebutuhan Universitas dan responsif terhadap keluhan pengguna e. Menetapkan kualifikasi dan memberikan pertimbangan dalam rekrutmen dan penerimaan teknisi TIK pada semua unit di lingkungan Universitas Mulawarman f. Melakukan koordinasi dan memberikan konsultasi teknis jaringan secara berkala kepada para teknisi TIK di lingkungan Universitas Mulawarman g. Mengelola dan menjamin kelancaran akses informasi dan komunikasi ke jaringan lokal Universitas dan jaringan global bagi semua pengguna h. Melaksanakan fungsi pendayagunaan open source software POSS Unmul i. Mengembangkan, mengelola dan memelihara jaringan komputer ke kabupaten dan kota di Kalimantan Timur dalam rangka program pendidikan jarak jauh berbasis e-learning. Adapun uraian beberapa pengalaman dalam mengelola manajemen proyek TIK yang sudah pernah dikerjakan oleh ICT Center Universitas Mulawarman antara lain :

26

a. Melaksanakan Program Cakupan Perguruan Tinggi (PCPT) tahun 2004 dan 2005 berupa pengembangan Sistem Informasi Manajemen dan Pangkalan Data Universitas dengan menggunakan anggaran APBN. Kegiatan dalam program ini meliputi pengadakan sistem informasi akademik dan sistem e-Learning berbasis web site serta beberapa perangkat hardware untuk menunjang sistem aplikasi yang dikembangkan. b. Melaksanakan kegiatan pengembangan TIK Unmul berupa pembangunan jaringan nirkabel yang menghubungkan gedung-gedung fakultas dengan gedung rektorat Universitas Mulawarman pada tahun 2005 dengan pendanaan yang bersumber dari APBD Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. c. Melaksanakan implementasi program PHK TIK K2 tahun 2006 berupa penggelaran kabel serat optik sepanjang 4000m yang menghubungkan 10 gedung Fakultas dan Pasca Sarjana dengan anggaran pemerintah pusat. d. Melaksanakan kegiatan proyek pengembangan TIK Unmul yang bersumber dari APBD Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tahun 2006 berupa pengadaan bandwith internet Astinet 1 MBPS, perangkat keras jaringan serat optik, dan perangkat pengembangan lainnya. e. Seperti tahun 2006, pada tahun 2007 yang lalu juga mengerjakan proyek pengembangan TIK Unmul dari APBD Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berupa pengadaan bandwith internet Astinet 3 MBPS, pelunasan iuran VSAT tahun 2006, pengembangan jaringan serat optik ke Fakultas Teknik sepanjang 1000m serta pembelian alat-alat lainnya. f. Mengerjakan proyek penyambungan link VPN-IP Sengata Kutim - Unmul berupa pengadaan perangkat jaringan dan video confrence, pelatihan operator jaringan untuk tenaga lokal pada Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Timur. Kegiatan ini akan dilanjutkan pembiayaannya pada tahun 2008 yang akan datang berupa pembiayaan bandwith PVN, internet sharing, serta pelatihan dan pengembangan SDM TIK pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Timur.

27

g. Melaksanakan kegiatan transfer teknologi Radio Frequency Identifier (RFID) kepada lembaga mitra usahan dengan dana yang bersumber dari Direktorat Kelembagaan DIKTI tahun 2008. 4.3 Visi dan Misi serta Strategi Pengembangan ICT Unmul 4.3.2 Visi Memberikan dukungan sepenuhnya atas penyelenggaraan tri dharma perguruan tinggi di Unmul demi terwujudnya visi Unmul sebagai universitas berstandar internasional yang bertumpukan kepada hutan tropika basah dan lingkungannya. 4.3.2 Misi Memberikan layanan informasi seluas-luasnya kepada sivitas akademika di Universitas Mulawarman sehingga terbentuknya iklim akademik yang kondusif dalam pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi. 4.3.3 Strategi Pengembangan Strategi pengembangan TIK Unmul jangka pendek ke depan (2008-2010) diarahkan kepada pemeliharaan serta penambahan akses jaringan sampai kepada unit sumberdaya kampus yang terkecil seperti program studi, pusat-pusat penelitian serta pusat kegiatan mahasiswa. kepada seluruh civitas academika Universitas Mulawarman. Perluasan layanan akses jaringan juga diarahkan kepada kabupaten dan kota di lingkungan provinsi Kalimantan Timur dalam bentuk link VPN-IP. Dengan tersedianya link VPN-IP ini diharapkan berbagai lananan akses dan informasi pendidikan juga dapat memperluas jangkauan proses pendidikan sampai ke pelosok-pelosok daerah. Disamping itu pengembangan TIK Unmul juga difokuskan kepada pengembangan dan pemanfaatan aplikasi dan konten yang berasal dari INHERENT untuk menunjang pembelajaran jarak jauh yang berbasis elearning. Pemanfaatan INHERENT dan konten aplikasinya ini diharapkan Hal ini dimaksudkan untuk memberikan layanan informasi yang seluas-luasnya

28

juga dapat diseminasikan kepada perguruan tinggi / instansi lain terutama perguruan tinggi/instansi yang telah melaksanakan kerjasama dalam program pembelajaran dengan Universitas Mulawarman. 4.4 Perancangan Sistem Perancangan sistem komunikasi VoIP yang akan di integrasikan pada jaringan backbone Unmul ini merupakan penerapan jalur komunikasi suara melalui protokol TCP/IP. Untuk bisa terhubung dengan baik di sisi end user maka dibutuhkan seperangkat server sebagai basis dalam hal pemrosesan untuk penomoran ekstension, pengolahan audio-video, dan penghubung antar user/client dalam hal ini VoIP server VoIP server merupakan pusat penanganan proses, registrasi dan penggilan VoIP client. VoIP server ini telah terintegrasi pada jaringan backbone Unmul dimana memiliki penomoran ekstensi pada setiap lembaganya baik Rektorat, Fakultas, dan beberapa lembaga di bawah Unmul. VoIP client merupakan sebuah end user yang memakai PC konvensional dan laptop/notebook yang ditambahkan sebuah aplikasi softphone agar mampu registrasi ke SIP server untuk dapat melakukan panggilan terhadap VoIP client yang lainnya yang teregister pada server VoIP.

29

4.4.1

Desain Topologi Jaringan

Pada gambar di bawah ini menunjukkan penerapan teknologi VoIP sebelum dan sesudah diterapkan pada jaringan Unmul. Dimana terdapat beberapa client di setiap titik yang ditandai oleh gambar IP Phone.

FKESMAS

Gambar 4.1 Jaringan Backbone Unmul tanpa VoIP

30

Gambar 4.2 NOC tanpa VoIP

Gambar 4.3 Jaringan Backbone Unmul terintegrasi VoIP

31

Gambar 4.4 NOC terintegrasi server VoIP 4.4.2 Perancangan pada Sisi Server. VoIP server menggunakan sistem operasi Linux server. Penggunaan Linux disini menggunakan Centos v 4.0 yang telah dibundle bersamaan dengan beberapa paket pendukung untuk menjalankan VoIP seperti Asterisk dan FreePBX (web base configuration) dimana pada workflow berikut ini. Operating System ini bernama Trixbox. Tahap-tahap perancangan pada sisi server dapat dilihat

Gambar 4.5 Workflow pada sisi server Keterangan workflow pada sisi server : Proses pertama pada perancangan server ini adalah instalasi Trixbox versi 1.1.0 –i386. pada pc yang dikhususkan sebagai server VoIP. Kemudian dilakukan instalasi VoIP gateway sebagai media yang mengolah suara dan video. Setelah dilakukan konfigurasi pada sisi gateway maka dilanjutkan

32

pada pembagian ekstensi yakni pengalokasian penomoran pada sisi client untuk bisa saling berkomunikasi antar client yang lain. 4.4.3 Perancangan pada sisi client

Perancangan pada sisi client dengan menyiapkan PC untuk melakukan dan menerima panggilan. Tahap-tahap perancangan ini dapat dilakukan dengan instalasi softphone, kemudian mengaktifkan softphone untuk registrasi ke server VoIP. Softphone yang digunakan pada penelitian ini adalah X-lite dan ekiga. Workflow pada sisi client dapat dilihat pada gambar berikut.

Gambar 4.6 Workflow pada sisi client 4.5 Implementasi dan Pengujian 4.5.1 Pengujian pada Koneksivitas Tujuan dari pengujian koneksi ini adalah untuk mengetahui perangkat komunikasi dalam jaringan komputer berjalan dengan baik. Pengujian dilakukan dengan cara mengirimkan paket menuju komputer lain

33

kemudian dikirimkan kembali dalam jangka waktu yang telah ditentukan oleh komputer.

4.5.1.1 Mekanisme Pengujian Berikut langkah-langkah dalam pengujian : a. Semua komputer baik client maupun server melakukan pengujian terhadap interface network dapat melawatkan paket TCP/IP berjalan dengan baik apabila menjalankan perintah di command promt / terminal ’ping 127.0.0.1’. b. Pengujian dari sisi client dilakukan dengan menjalankan perintah ping menuju client yang lain maupun pada server VoIP sendiri. c. Pengujian pada server VoIP dengan menjalankan perintah ping menuju ke semua client. 4.5.1.2 Indikator Pengujian Untuk mengetahui server maupun client saling terhubung maka dilakukan perintah ping pada command prompt jika dilayar muncul seperti pada gambar 4.7.

Gambar 4.7 Pengujian Ping pada client ke server. Pada Gambar menunjukkan bahwa koneksi pada jaringan berjalan dengan normal sehingga data bisa dikirimkan dan ditrerima.

34

4.5.2

Perancangan Pengujian Server Tujuan dari pengujian server adalah mengetahui PC server dapat

4.5.2.1 Tujuan Pengujian bekerja dengan baik untuk register dari VoIP client yang sudah di beri ekstensi sebelumnya. 4.5.2.2 Mekanisme Pengujian a) Komputer server booting secara normal sampai proses berakhir ditandai dengan munculnya halaman login user pada layar monitor. b) Komputer Server dapat dikonfigurasi melalui remote web base sampai ke tahap halaman login user. c) Komputer Server dapat menambahkan serta teregister extension dari VoIP client ketika dikonfigurasi melalui remote web base. d) Komputer server dapat menangani panggilan dari telpon analog menuju salah satu VoIP client. 4.5.2.3 Indikator Pengujian a) Pada layar komputer akan muncul tampilan awal login . Menunjukkan proses booting pada komputer server berjalan dengan normal dan siap untuk dilakukan konfigurasi.

Gambar 4.8 Login pada server VoIP.

35

b) Komputer server akan dikonfigurasi melalui remote web base sehingga pada tampilan web browser akan muncul seperti pada Gambar 3.6 sebagai tampilan user mode kemudian dapat melakukan login sehingga menjadi privilege user seperti pada gambar 3.7. c) Komputer server dapat menambahkan VoIP extension baru dengan login sebagai privilege user pada web base kemudian asterisk > Free PBX >Extension. Ketika dapat ditambahkan extension baru maka komputer dapat melayani VoIP client. 4.5.3 Perancangan pengujian client Perancangan pengujian pada client diharapkan dapat dijadikan sebagai acuan dalam implementasi serta sebagai prosedur dalam berkomunikasi antar client. 4.5.3.1 Tujuan pengujian Tujuan pengujian VoIP client adalah untuk mengetahui VoIP clien untuk sistem operasi windows dan linux sudah teregister kedalam server VoIP dengan benar sehingga dapat melakukan pangilan ke semua client ,telpon analog atau dari telpon analog menuju client. 4.5.3.2 Mekanisme pengujian a. VoIP Client atau softphone yang digunakan adalah X-Lite sudah terinstal pada PC Client dengan benar. b. VoIP Client sudah teregister server dengan baik dan siap menerima dan melakukan panggilan. 4.5.3.3 Indikator Pengujian VoIP client sudah terinstall dengan benar akan muncul program VoIP client pada start menu yaitu EyeBeam Softphone seperti pada Gambar 3.10.

36

Gambar 4.9 Tampilan Softphone ketika terinstalasi.

Gambar 4.10 VoIP client teregister. Softphone dapat teregister ke-server dengan benar pada tampilan softphone akan muncul username dan tertulis ready seperti pada Gambar 4.10 yang sudah diaktifkan atau ditambahkan. 4.6 Desain Penomoran VoIP Hal yang paling utama dalam penerapan teknologi VoIP ini adalah adanya penomoran ekstensi pada masing-masing client untuk dapat berkomunikasi antara satu dengan lainnya sebagai media penghubung antara client satu dengan lainnya. Berikut daftar nama masing-masing client yang di definisikan sesuai dengan nama lembaga dan fakultas yang ada di Unmul. Tabel 4.1 Daftar nomor ekstensi client No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Nomor client 100 101 102 103 104 105 106 107 108 Nama Client Admin / ICT Centre Rektorat Perpustakaan PUSKOM LEMLIT FKEDOK FEKON FAPERTA FPIK

37

10. 11 12 13 14

109 110 111 112 113

FKIP FAHUTAN FMIPA FKESMAS DIKNAS KUTIM

4.7

Implementasi, Prosedur Operasi Dan Pengujian Sistem Dalam pembuatan sistem jaringan IP telephony atau VoIP akan dilakukan

prosedur operasi dan pengujian yang mengacu pada desain perancangan hal ini dijelaskan dengan beberapa tahap yang harus dilakukan yaitu sebagai berikut : 1. Konfigurasi pada sisi server. Meliputi : a. Instalasi Trixbox b. Penambahan Client c. Konfigurasi Video call 2. Konfigurasi pada sisi client 3. Pengujian pada sisi server 4. Pengujian pada sisi client 5. Pengujian sistem Implementasi dan prosedur operasi pada jaringan IP telephony atau VoIP sistem akan dilakukan sesuai dengan langkah-langkah diatas. Pada pengujian sistem akan dilakukan beberapa pengujian agar sistem bisa diketahui dapat berjalan dengan normal serta dapat dianalisa keamanan dalam IP telephony tersebut.

4.7.1

Konfigurasi pada Server. Pada instalasi server ada dua hal yang harus yang dipersiapkan yaitu

pada sisi hardware dan software. Pada sisi hardware dilakukan dengan

38

mempersiapkan PC server sebagaimana yang telah dijelaskan pada Bab III. Adapun tahapan-tahapan instalasi software sebagai berikut : a. Instalasi Trixbox versi 1.1.0 Berikut ini adalah langkah-langkah instalasi trixbox sebagai VoIP server : 1. Konfigurasi boot device priority pada bios agar melakukan booting pada cd-room.

Gambar 4.11 Setting BIOS 2. Booting menggunakan cd-room berhasil dengan muncul pada layar seperti pada :

Gambar 4.12 Tampilan booting Trixbox 3. Selanjutnya akan muncul dialog box untuk memasukkan keyboard type dan time zone.

39

Gambar 4.13 Memilih jenis Keyboard

Gambar 4.14 Memilih zona waktu 4. Muncul dialog box untuk memasukkan password root

Gambar 4.15 password untuk root

40

5. Proses instalasi seperti pada Gambar 4.13 maka komputer akan melakukan reboot kemudian ambil cd instalasi trixbox maka server akan booting pada hardisk drive

Gambar 4.16 proses instalasi

Gambar 4.17 Tampilan login awal TRIXBOX 6. Proses startup selesai maka pertama kali akan ada proses compile aplikasi VoIP server.

41

Gambar 4.18 proses pembacaan aplikasi dan hardware. 7. Login sebagai root dengan memasukkan nama user dan password yang telah dikonfigurasi pada proses instalasi.

Gambar 4.19 Tampilan Login awal 8. Konfigurasi network IP address dengan mengetikan perintah # netconfig maka akan muncul dialog box untuk memilih Network Configuration TCP/IP untuk memasukkan IP address seperti terlihat pada Gambar

Gambar 4.20 Tampilan setting IP address

42

9. Restart interface network dengan mengetikkan perintah pada konsole : # /etc/init.d/network restart

Gambar 4.21 Tampilan terminal untuk restart network 10. Remote server dengan mengetikkan IP address server pada web browser maka akan muncul pada jendela browser anda seperti gambar berikut :

Gambar 4.22 Remote server via web base 11. Klik pada pilihan system administration maka akan muncul tampilan user mode dengan meminta username dan password kemudian dapat melakukan login sehingga menjadi privilege user.

43

Gambar 4.23 Authentikasi sebagai administrator b. Penambahan client Penambahan client pada sisi server dapat dilakukan dengan langkahlangkah seperti berikut : 1. Login sebagai privelege user melalui web base asterisk > Fee PBX > Extension.

Gambar 4.24 Tampilan Administrator

44

Gambar 4.25 Tampilan Freepbx sebagai pendukung Asterisk 2. Pada bagian “add an extension” pilih device “generic SIP device” kemudian click tombol submit

. Gambar 4.26 Tampilan pemilihan jenis protokol 3. Isikan pada “user extension”, “display name”, serta “secret” kemudian klik submit, baru dapat dilanjutkan untuk mengisikan user extension yang lain sesuai dengan penomorannya.

45

Gambar 4.27 Penambahan client menggunakan protokol SIP 4. Klik tombol Apply configuration changes maka akan muncul tampilan dialog box seperti pada Gambar 4.28.

Gambar 4.28 Tampilan menu apply konfigurasi 5. Penambahan client bisa dilakukan melalui console dengan membuka terminal kemudian edit file dengan mengetikkan perintah # nano /etc/sip_additional.conf konfigurasi seperti berikut : kemudian tambahkan file

46

Gambar 4.29 Setting client melalui console / terminal Save konfigurasi dengan menekan tombol : kemudian ctrl+x untuk menyimpan konfigurasi. c. Konfigurasi Video call Agar antar client dapat melakukan video call, maka perlu penambahan konfigurasi pada sip.conf, hal ini dapat dilakukan dengan mengetikkan perintah pada konsole Trixbox sebagai berikut : # nano /etc/asterisk/sip.conf

Gambar 4.30 setting video

4.7.2

Konfigurasi pada sisi client Langkah-langkah konfigurasi pada sisi client pertama adalah instalasi

softphone.Dalam hal ini terdapat dua jenis sistem operasi yang digunakan oleh client yaitu windows XP Service pack 2 dan linux ubuntu 8.04 Hardy Heron. Client dengan sistem operasi Windows menggunakan menggunakan softphone x-lite. Proses instalasi pada client windows relatif mudah karena tersedianya source software yang telah siap untuk di install. Untuk

47

melakukan instalasi dapat meng-klik ganda file X_Lite_Win32_1011s_41150.exe yang di

setup dengan nama ambil dari

http://www.counterpath.com/ kemudian akan muncul halaman agreement, penempatan file instalasi ,proses instalasi dan keberhasilan instalasi. Berikut ini hasil instalasi seperti pada Gambar 4.28. Untuk proses instalasi secara lengkap dapat dilihat pada lampiran.

Gambar 4.31 Proses Instalasi aplikasi X-lite

Gambar 4.32 Setting SIP Client

48

Klik add

Gambar 4.33 Tampilan SIP account

Gambar 4.34 Memasukkan data client ke dalam SIP account

49

Gambar 4.35 Login client ke server VoIP telah berhasil Pada client linux menggunakan sistem operasi ubuntu 8.04 dengan menggunakan softphone Xlite for linux. File instalasi softphone berupa file yang terkompresi dengan nama X_Lite_Install.tar.gz . Proses instalasi pada client linux dapat dilakukan dengan langkah-langkah seperti berikut : 1. Instalasi dependensi libstdc++5 dengan perintah: # sudo apt-get install libstdc++5 sehingga pada layar akan muncul tampilan seperti berikut : Reading package lists... Done Building dependency tree Reading state information... Done The following extra packages will be installed: gcc-3.3-base The following NEW packages will be installed: gcc-3.3-base libstdc++5 0 upgraded, 2 newly installed, 0 to remove and 0 not upgraded. Need to get 447kB of archives. After this operation, 1081kB of additional disk space will be used. Do you want to continue [Y/n]? Y Get:1 http://mirror.unmul.ac.id/ hardy/universe gcc-3.3-base 1:3.3.6-15ubuntu4 [151kB] Get:2 http:// mirror.unmul.ac.id / hardy/universe libstdc++5 1:3.3.6-15ubuntu4 [296kB] Fetched 447kB in 12s (36.8kB/s) Selecting previously deselected package gcc-3.3-base.

50

(Reading database ... 97589 files and directories currently installed.) Unpacking gcc-3.3-base (from .../gcc-3.3-base_1%3a3.3.615ubuntu4_i386.deb) ... Selecting previously deselected package libstdc++5. Unpacking libstdc++5 (from .../libstdc++5_1%3a3.3.615ubuntu4_i386.deb) ... Setting up gcc-3.3-base (1:3.3.6-15ubuntu4) ... Setting up libstdc++5 (1:3.3.6-15ubuntu4) ... Processing triggers for libc6 ... ldconfig deferred processing now taking place 2. Salin file-file instalasi # cd /home/user/Desktop 3. Extract file yang terdapat dalam file X_Lite_Install.tar.gz dengan perintah : # tar –zxvf X_Lite_Install.tar.gz 4. Pindah kedalam directory hasil extract dengan menjalankan perintah : # cd xten-xlite 5. kemudian beri permission akses pada file xtensoftphone dengan perintah : # chown + x xtensoftphne 6. untuk menjalankan x-lite dengan perintah : # ./xtensoftphone 7. Tunggu proses untuk men-load softphone sampai muncul gambar : X_Lite_Install.tar.gz kedalam directory /home/user/Desktop kemudian buka konsole.

51

Gambar 4.36 X-lite pada sistem operasi linux Ubuntu 4.8 Pengujian pada sisi Server Mengacu indikator pengujian pada pengujian bisa dilihat pada Tabel 4.2. Table 4.2 Tabel pengujian server. No. 1. 2. Nama Pengujian Komputer booting dengan normal Komputer server dapat di konfigurasi melalui remote web base Komputer Server dapat menambahkan serta teregister extension dari voip client ketika konfigurasi melalui web browser Indikator Pengujian Status Pengujian Muncul halaman login Muncul halaman pada monitor Muncul tampilan user mode Pada console asterisk –r, ketik sip show peers login web Muncul halaman status utama pada sisi server hasil

browser halaman trixbox trixbox user mode. ketik Muncul Status VoIP

3.

kemudian client lihat gambar

52

Gambar 4.37 status client 4.9 Pengujian pada sisi Client Mengacu indikator pengujian pada sisi server berikut hasil pengujian bisa dilihat pada Tabel 4.3. Table 4.3 Tabel pengujian sisi client. No. 1. Nama Pengujian VoIP client sudah terinstall dengan benar. VoIP client sudah terigister ke server. Indikator Pengujian Akan muncul Program VoIP client yaitu pada X-lite softphone Pada softphone akan muncul username dan status ready Status Pengujian Softpone bisa dijalankan dan dikonfigurasikan Softphone bisa melakukan dan menerima panggilan

2.

53

Gambar 4.38 Gambar komunikasi antar client. 4.10 Pengujian Sistem

Berikut adalah langkah-langkah dalam pengujian sistem secara keseluruhan yang dibagi menjadi tiga tahap yaitu sebagai berikut : a. Pengujian dasar 1. Komputer 2. Komputer client dan server terhubung dalam satu jaringan line telpon PSTN menggunakan perangkat switch. server terhubung dengan menggunakan VoIP gateway. 3. Menghidupkan komputer server dan komputer client dan beberapa perangkat yang terintegrasi. 4. Pengujian koneksi dilakukan dengan perintah ping dari komputer server dan client.

54

b. Pengujian umum 1. Pengujian panggilan dari VoIP client menuju VoIP client lainnya dengan menekan tombol nomor extension yang dituju pada dialpad. Maka pada nomor yang dituju akan muncul nada panggil dan status panggilan seperti pada Gambar 4.39.

Gambar 4.39 tanda panggilan masuk 2. Untuk menerima panggilan dapat mengeklik tombol answer maka percapakan dapat dilakukan. Pengujian Video call dapat dilakukan ketika panggilan sedang berlangsung dengan menekan tombol start camera agar video dapat dikirimkan seperti pada Gambar 4.40.

Gambar 4.40 Klik start untuk memulai transfer video

55

BAB V PENUTUP

5.1

Kesimpulan Voice over Internet Protocol (VoIP, IP Telephony, Internet telephony atau

Digital Phone) adalah teknologi yang memungkinkan percakapan suara jarak jauh melalui media internet. VoIP ini dapat memanfaatkan infrastruktur internet yang sudah ada untuk berkomunikasi seperti layaknya menggunakan telpon biasa dan tidak dikenakan biaya telpon biasa untuk berkomunikasi dengan pengguna VoIP lainnya dimana saja dan kapan saja. Data suara diubah menjadi kode digital dan dialirkan melalui jaringan yang mengirimkan paket-paket data. Keuntungan VoIP Dalam penggunaannya VoIP memiliki beberapa keuntungan yaitu : 1. Biaya lebih rendah untuk sambungan langsung jarak jauh. Karena dua lokasi terhubung dengan internet maka biaya percakapan menjadi sangat rendah. 2. Memanfaatkan infrastruktur jaringan data yang sudah ada untuk suara. Bila suatu perusahaan telah memiliki jaringan, maka memungkinkan membangun VoIP dengan mudah tanpa diperlukan tambahan biaya bulanan untuk penambahan komunikasi suara. 3. Penggunaan bandwidth yang lebih kecil daripada telpon biasa. Teknik pemampatan data memungkinkan suara hanya membutuhkan sekitar 8kbps bandwidth. 4. VoIP memungkinkan digabung dengan jaringan telpon lokal yang sudah ada. Dengan adanya gateway bentuk jaringan VoIP bisa disambungkan dengan PABX yang ada dikantor. Komunikasi antar kantor bisa menggunakan pesawat telpon biasa.

56

5. Variasi penggunaan peralatan yang ada, misal dari PC sambung ke telpon biasa, IP phone handset. Kekurangan VoIP Adapun kekurangan dari VoIP yaitu : 1. Kualitas suara tidak sejernih Telkom. Merupakan efek dari kompresi suara dengan bandwidth kecil maka akan ada penurunan kualitas suara dibandingkan jaringan PSTN konvensional. Namun jika koneksi internet yang digunakan adalah koneksi internet pita-lebar / broadband seperti Telkom Speedy, maka kualitas suara akan jernih - bahkan lebih jernih dari sambungan Telkom dan tidak terputus-putus. 2. Ada jeda dalam berkomunikasi. Proses perubahan data menjadi suara, jeda jaringan, membuat adanya jeda dalam komunikasi dengan menggunakan VoIP. Kecuali jika menggunakan koneksi Broadband (lihat di poin atas). 3. Regulasi dari pemerintah RI membatasi penggunaan untuk disambung ke jaringan milik Telkom. 4. Jika belum terhubung secara 24 jam ke internet perlu janji untuk saling berhubungan. 5. Jika memakai internet dan komputer dibelakang NAT (Network Address Translation), maka dibutuhkan konfigurasi khusus untuk membuat VoIP tersebut berjalan 6. Tidak pernah ada jaminan kualitas jika VoIP melewati internet. 7. Peralatan relatif mahal. Peralatan VoIP yang menghubungkan antara VoIP dengan PABX (IP telephony gateway) relatif berharga mahal. Diharapkan dengan makin populernya VoIP ini maka harga peralatan tersebut juga mulai turun harganya. 8. Berpotensi menyebabkan jaringan terhambat/Stuck. Jika pemakaian VoIP semakin banyak, maka ada potensi jaringan data yang ada menjadi penuh jika tidak diatur dengan baik. Pengaturan bandwidth adalah perlu agar jaringan di perusahaan tidak menjadi jenuh akibat pemakaian VoIP.

57

9. Penggabungan 5.2 Saran

jaringan

tanpa

dikoordinasi

dengan

baik

akan

menimbulkan kekacauan dalam sistem penomoran. Adapun saran yang dapat diberikan penulis kepada pembaca yang ingin mengembangkan atau melanjutkan program ini adalah : 1. Bagi yang ingin mengembangkan teknologi ini, hendaknya VoIP dapat diintegrasikan ke nomor ekstensi VoIP dimana saja apabila terhubung melalui jaringan internet 2. Mendafatarkan nomor ekstensi lokal ke publik sesuai standar international . 3. Diharapkan teknologi VoIP ini tidak hanya berkembang pada lingkungan akademisi tetapi dapat juga berkembang pada masyarakat luas pada umumnya dikarenakan sudah menjamurnya teknologi internet pada saat ini. 4. Sistem perancangan yang dibuat ini masih memungkinkan untuk dikembangkan lebih lanjut untuk jaringan ke luar kampus terutama apabila terhubung pada jaringan internet. 5. Hendaknya pada teknologi VoIP ini lebih diperhatikan lagi dari segi keamanannya agar tidak ada seorang pun yang dapat menyadap komunikasi antar client dengan maksud yang tidak di inginkan.

58

DAFTAR PUSTAKA

Amirin, Tatang M. 2000. Menyusun Rencana Penelitian. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Dempster, Barrie, Kerry Garrison. 2006. Trixbox Made Easy.Birmingham – Mumbai:Packt Publishing. Kambau, Ridwan Andi, Riswan Efendi Tarigan.2005. Physical Security. Miles, Matthew B. & A. Michael Huberman. 1992. Analisis Data Kualitatif. Diterjemahkan oleh Tjetjep Rohendi Rohidi. Jakarta: Universitas Indonesia Press. Mandiri Information Systems.2004. Membangun Jaringan LAN (buku 5).Mandiri Information Systems. Moleong, Lexy J. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif: Bandung: Rosdakarya. Purbo, Onno ,W. 2001. Membangun Server VoIP . Bandung : Alexmedia Purbo, Onno ,W.2007.Cikal Bakal “Telkom Rakyat” (Panduan Lengkap Setting VoIP). Sevilla, Consuelo, G. 1993. Pengantar Metode Penelitian. Diterjemahkan oleh Alimuddin Tuwu. Jakarta: Universitas Indonesia Press. Taufiq, Mochammad .2005.Membuat SIP Extensions Pada Linux TrixBox untuk Server VoIP. http://bebas.vlsm.org/v06/Kuliah/SistemOperasi/2003/21/produk/SistemOperasi. txt( 28 Juni 2008) http://bebas.vlsm.org/v06/Kuliah/MTI-Keamanan-Sistem-Informasi /2005 /123 /123P-03-final1.0-network_security.pdf ( 28 juni 2008) http://dosen.amikom.ac.id/downloads/materi/05_Ttg%20Layer%20OSI%20&%2 0 TCP_IP.pdf (04 Desember 2008) http://id.wikipedia.org/wiki/Internet_Engineering_Task_Force ( 01 Desember 2008) http://id.wikipedia.org/wiki/Jaringan_komputer (28 Juni 2008)

59

http://id.wikipedia.org/wiki/Local_Area_Network (28 juni 2008) http://id.wikipedia.org/wiki/RFC ( 01 Desember 2008) http://id.wikipedia.org/wiki/VoIP ( 03 Desember 2008) http://id.wikipedia.org/wiki/WAN (28 juni 2008) http://www.e-dukasi.net/mol/mo_full.php?moid=121&fname=sej107_15.htm (25 Desember 2008) http://www.sony-ak.com/articles/5/network_security_beginner.php (01 Juli 2008) http://www.total.or.id/info.php?kk=Backbone%20network (02 Desember 2008) http://www.voip-info.org/wiki-SIP(03 Desember 2008) http://www.voiphub.org/voip/voice-over-internet-protocol-voip-%C2%ABsyintafaste%E2%80%99s-blog/ (18 Desember 2008)

60

LAMPIRAN-LAMPIRAN

61

Lampiran 1 : Dokumentasi Hasil Wawancara Wawancara dengan PIC jaringan bacbone Universitas Mulawarman. 1. Sejauh mana pemanfaatan jaringan Backbone Universitas Mulawarman ? 2. Apa rencana kedepan terkait dengan kegiatan-kegiatan pada jaringan backbone Universitas Mulawarman ? 3. Perlukah jaringan backbone Universitas Mulawarman menerapkan teknologi komunikasi suara berbasis IP phone ? 4. Sejauh mana Universitas Mulawarman mempersiapkan kebutuhan perangkat jaringan dan SDM dalam membangun infrastruktur jaringan IP phone / VoIP?

62

Lampiran 2 :Hasil Ovservasi terhadap Universitas Mulawarman. Hasil pengamatan terhadap Universitas Mulawarman. 1. Universitas Mulawarman memiliki jaringan backbone yang memakai jalur FO (Fiber Optik) sebagai sarana komunikasi data. 2. Jaringan backbone Universitas Mulawarman belum maksimal dalam pemanfaatannya terutama untuk jalur komunikasi suara. 3. Universitas Mulawarman memiliki keinginan untuk mengintegrasikan jalur backbone sebagai jalur komunikasi suara. 4. Universitas Mulawarman memiliki kapasitas perangkat keras jaringan dan SDM (Sumber Daya Manusia) yang cukup untuk membangun teknologi IP Phone atau VoIP.

63

Lampiran 3 : Aplikasi Edraw Network Diagrammer. Aplikasi yang dibuat untuk mendesain workflow dan network topologi.

64

Lampiran 4 : Jalur Protokol Komunikasi VoIP

65

Lampiran 5 : Jadwal Penulisan Oktober November Desember 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

No. 1.

Kegiatan Pengumpulan Data a. Wawancara b. Pengamatan c. Studi Literatur Analisis Kebutuhan Sistem Perancangan a. Perencanaan b. Analisis c. Perancangan d. Penerapan e. Pengujian f. Pemeliharaan

2. 3.

66

Lampiran 6 : Keterangan Simbol Desain Jaringan

67

Lampiran 7 : Daftar Istilah

1. Ad hoc (ad-hoc)

Istilah dari bahasa Latin yang artinya adalah "dibentuk atau dimaksudkan untuk salah satu tujuan saja", atau sesuatu yang "diimprovisasi". kecepatan transfer data, umumnya dalam satuan Kbps (kilobit per detik/kilobite per second).

2. Bandwith

3. Campuz (CAN)

Area

4. Chatting

Network Himpunan dari beberapa LAN dalam suatu cakupan daerah yang relatif berdekatan, jumlah terminal/pengguna cukup banyak dan terdapat perbedaan dalam aktivitas kerja dalam lingkup yang masih satu wilayah kecil. Percakapan interaktif antar sesama pengguna komputer yang terhubung dalam suatu jaringan. Percakapan ini bisa dilakukan dengan saling berinteraktif melalui teks, maupun suara. lihat juga chat. Berbagai aplikasi dapat digunakan untuk chatting ini, baik melalui SMS, aplikasi messenger seperti Yahoo! Messenger, MSN Messenger, mIRC, dll. Komputer yang mengakses beberapa service yang ada di client. Ketika client membutuhkan suatu service yang ada di server, dia akan mengirim request kepada server lewat jaringan. suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke Mahasiswa dengan menggunakan media Internet, Intranet atau media jaringan komputer lain. Merupakan bentuk pengalamatan atau penomoran untuk dipakai pada user atau client sebagai tanda pengenal pada media komunikasi seperti pada telpon rumah maupun seluler saat ini. saluran transmisi yang terbuat dari kaca atau

5. Client/workstation

6. E-learning (e-learning)

7. Extension / ekstensi

8. FO (Fiber Optik)

68

plastik yang digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain. Cahaya yang ada di dalam serat optik sulit keluar karena indeks bias dari kaca lebih besar daripada indeks bias dari udara. Sumber cahaya yang digunakan adalah laser karena laser mempunyai spektrum yang sangat sempit. Kecepatan transmisi serat optik sangat tinggi sehingga sangat bagus digunakan sebagai saluran komunikasi. 9. Global (GAN) Area Network Jaringan yang memiliki cakupan sangat luas sekali yaitu antar negara yang ada di belahan dunia dan memerlukan teknologi tinggi untuk bisa membangun jaringan ini. Sebuah komponen perangkat keras yang menyimpan data sekunder dan berisi piringan magnetis

10. Harddisk

11. INHERENT (Indonesia merupakan program pengembangan sistem dan Higher Education Network) jaringan informasi pendidikan tinggi yang direncanakan secara bertahap akan menghubungkan seluruh perguruan tinggi se Indonesia yang dicanangkan oleh Dikti dan didukung oleh Telkom sebagai penyedia infrastruktur. 12. Integrasi sistem 13. IP Telephony membuat keterpaduan antara beberapa sistem tertentu menjadi satu kesatuan yang bulat dan utuh. Konsep penggunaan jaringan internet untuk melewatkan sinyal telpon dengan delay yang dapat diterima (masih dalam batas toleransi pendengaran manusia). perusahaan atau badan yang menyelenggarakan jasa sambungan internet dan jasa lainnya yang berhubungan. Kebanyakan perusahaan telpon merupakan penyelenggara jasa internet. Mereka menyediakan jasa seperti hubungan ke internet, pendaftaran nama domain, dan hosting.

14. ISP (Internet Service Provider)

69

15. Instant Messaging

sebuah teknologi Internet yang mengizinkan para pengguna dalam jaringan internet untuk mengirimkan pesan-pesan singkat secara langsung pada saat yang bersamaan menggunakan teks kepada pengguna lainnya yang sedang terhubung ke jaringan yang sama. penerapan atau pelaksanaan, penerapan merupakan kemampuan menggunakan materi yang telah dipelajari kedalam situasi kongkret atau nyata. Jaringan komputer yang jaringannya hanya mencakup wilayah kecil; seperti jaringan komputer kampus, gedung, kantor, dalam rumah, sekolah atau yang lebih kecil. Cara kerja dari suatu hal yang saling berhubungan dalam bidang tertentu. sebuah tipe penyimpanan komputer yang isinya dapat diakses dalam waktu yang tetap tidak memperdulikan letak data tersebut dalam memori.

16. Implementasi

17. Local Area Network (LAN)

18. Mekanisme 19. Memory

20. Metropolitan Area Network Jaringan komputer yang meliputi area yang lebih besar dari LAN, misalnya antar wilayah (MAN) dalam satu propinsi. 21. Network Neighbourhood Berbagi penggunaan file dan printer antar user/client yang terhubung melalui jaringan pada Sistem Operasi Windows. 22. Open Source Perintah-perintah program atau bahasa pemrograman yang tersedia secara gratis berikut dengan kode-kode dari bahasa pemrograman yang digunakan dan untuk digunakan oleh kalangan luas. Boleh dimodifikasi dan digunakan oleh siapa saja. Peralatan yang berfungsi untuk memaksimalkan fungsi telpon di perusahaan. Dengan adanya PBX ini akan memudahkan berbagai bagian-bagian pada suatu kantor dari panggilan telpon yang masuk. Masing-masing bagian pada kantor tersebut diberikan nomor extension. Sehingga jika ada telpon masuk dari

23. PABX (Private Automatic Branch eXchange)

70

luar untuk menghubungi bagian yang berbeda , maupun gedung yang berbeda cukup dengan menghubungi suatu nomor yang diperkenalkan oleh perusahaan, kemudian panggilan tersebut akan diteruskan berdasarkan nomor extension yang dituju.Selain itu masing-masing bagian juga bisa saling berkomunikasi antar mereka dengan menuju nomor ekstension ini. 24. PC (Personal Computer) 25. Peer to peer Komputer yang bisa dimiliki secara pribadi. Suatu model komunikasi dua arah antar pengguna PC melalui jaringan komputer atau Internet tanpa melalui sebuah server. Dalam model ini, tiap pesertanya memiliki kapabilitas yang sama dan tidak seorangpun dari peserta dapat memulai suatu sesi komunikasi tersendiri. Tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem, pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional, dan persiapan rancang bangun implementasi serta menggambarkan suatu sistem dibentuk. Jaringan komunikasi satu perangkat lain dengan perangkat lainnya dalam jarak sangat dekat, hanya dalam beberapa meter saja Sebuah metode identifikasi dengan menggunakan sarana yang disebut label RFID atau transponder untuk menyimpan dan mengambil data jarak jauh. Pengguna dengan hak tertinggi didalam, dan tidak ada batasan wewenang, dalam komputer jaringan. Istilah ini diadaptasi dari sistem UNIX dimana seorang pengguna bisa memiliki hak pengendalian terbatas pada sebuah sistem. Hacker menggunakan istilah ini untuk menggambarkan kemampuan mereka dalam melancarkan serangan dan menguasai sistem korbannya. Komputer yang bertugas sebagai pelayan jaringan. Server mengatur lalu lintas data

26. Perancangan

27. Personal Area Network (PAN) 28. Radio Frequency Identifier (RFID)

29. Root

30. Server

71

dalam sebuah jaringan dan menyediakan resource yang dapat dipakai oleh komputer lain yang terhubung dalam jaringannya. Server merupakan piranti khusus dalam jaringan komputer yang menjadi tempat bagi semua nodes di dalam jaringan untuk bisa melakukan resource sharing. Server melayani semua nodes, jika nodes membutuhkan. Server ada beberapa macam, yaitu: printer server, file server, disk server, dan database server. Server bisa bersifat dedicated, artinya server tidak bisa dipergunakan sebagai nodes untuk komunikasi, ada juga yang bersifat nondedicated, yaitu selain berfungsi sebagai server juga dapat dipergunakan sebagai titik masuk untuk berkomunikasi di dalam jaringan. Cara seperti ini populer dengan istilah client-server. 31. Softphone 32. Streaming Aplikasi yang memiliki kesamaan fungsi dalam hal pemakaian telpon pada komputer. Merupakan media yang berjalan secara terus menerus atau disiarkan secara langsung melalui jalur yang sama. Kecenderungan dalam mengikuti perkembangan yang banyak digemari kalangan umum. Arsitektur komputer jaringan, atau disebut juga dengan network architecture. Bagaimana suatu jaringan disusun sedemikian rupa sehingga mesin lainnya dapat saling terhubung satu dengan lainnya. Konfigurasi ini dapat berupa point to point network, star network, hierarchical tree network, loop network, ring network, bus network, web network, atau meta network. merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi dari node tengah ke setiap node atau pengguna. Topologi jaringan bintang termasuk topologi jaringan dengan biaya menengah. Topologi jaringan bus merupakan beberapa

33. Trend

34. Topologi

35. Topologi Bintang

36. Topologi Bus / Linier

72

simpul/node dihubungkan dengan jalur data (bus). Topologi Bus menyediakan 1 saluran untuk komunikasi semua perangkat sehinga setiap perangkat harus bergantian menggunakan seluran tersebut. 37. Topologi Cincin /ring topologi jaringan dimana setiap komputer yang terhubung membuat lingkaran. Dengan artian setiap komputer yang terhubung kedalam satu jaringan saling terkoneksi ke dua komputer lainnya sehingga membentuk satu jaringan yang sama dengan bentuk cincin. Topologi yang didisain untuk memiliki tingkat restorasi dengan berbagai alternatif rute yang biasanya disiapkan dengan dukungan perangkat lunak. Topologi pohon atau di sebut juga topologi hirarki dan bisa juga disebut topologi bertingkat merupakan topologi yang bisa di gunakan pada jaringan di dalam ruangan kantor yang bertingkat. Memperbaharui sistem. Suatu organisasi (misalnya: net banking/ jaringan perbankan , jaringan Ticketting, dll ) dapat memiliki cabang dibeberapa tempat yang berjauhan (lintas kota bahkan lintas negara), mereka memerlukan suatu jaringan yang private terpadu, sehinga diperlukan upaya untuk beberapa menggabungkan LAN yang tersebar tersebut. Jaringan tersebut dapat dibentuk dengan memanfaatkan fasilitas publik (public data network), agar kerahasiaan dapat terjamin diperlukan suatu mekanisme sistem keamanan (misalnya dengan secure protocol/ encapsulation). VPN merupakan jaringan yang ekslusif dalam terminologi WAN. VPNSeolah-olah seperti LAN private). Konferensi atau pertemuan melalui video. Pertemuan ini dibantu oleh berbagai macam media jaringan seperti telpon ataupun media lainnya yang digunakan untuk transfer data

38. Topologi mesh

39. Topologi pohon /tree

40. Update 41. VPN-IP

42. Video conference

73

43. Video call 44. Vlan

video. Kemudian televisi dihubungkan dengan saluran tadi yang membawa data informasi video dan suara. Layanan untuk melakukan panggilan dengan tampilan video. Disingkat dengan VLAN. Di dalam switch LAN, suatu fitur yang menggunakan standar 802.1Q. Fitur pada switch LAN ini, suatu port berjalan jika jika ada yang menuju segmen yang sama. Istilah lainnya pada fitur ini adalah V Segmen atau virtual segmen. proses mengakses konten menggunakan web browser. web dengan

45. Web browsing 46. Web base configuration 47. Wide Area Network (WAN)

Sebuah aplikasi atau layanan yang dapat dikonfigurasi melalui website. Jaringan yang memiliki cakupan area geografis luas yaitu antar kota maupun daerah yang berbeda.

Lampiran 8 : Maintenance server VoIP via web base

74

1. Monitoring Server VoIP

2. Monitoring Traffic Pemakaian Server VoIP

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.