EKONOMI KELEMBAGAAN (9

)
135131142

Dr. Ir. Teguh Kismantoroadji, M.Si. teguhfp.wordpress.com

TEORI MODAL SOSIAL (1)
Pencetus: James S. Coleman (1993), kemudian dirilis dalam jurnal American Journal of Sociology yang berjudul ”Social Capital in the Creation of Human Capital” (1988). Para intelektual menggunakan Teori Modal Sosial sebagai salah satu ”santapan” penting yang mempertemukan antardisiplin ilmu.

EKONOMI KELEMBAGAAN (9)
135131142
TEORI MODAL SOSIAL (1)

Poldan (....) menyebut modal sosial ”sangat dekat untuk menjadi konsep gabungan bagi seluruh disiplin ilmu sosial”. Berbeda dengan dua modal lainnya yang lebih dulu popoler dalam bidang ilmu sosial, yakni modal ekonomi (economic/financial capital) dan modal manusia (human capital), modal sosial baru eksis bila ia berinteraksi dengan struktur sosial.

demikian pula halnya dengan modal manusia. Hal inilah yang menyebabkan Coleman mendefinisikan modal sosial berdasarkan fungsinya.EKONOMI KELEMBAGAAN (9) 135131142 TEORI MODAL SOSIAL (1) Dengan modal ekonomi yang dimiliki seseorang/perusahaan bisa melakukan kegiatan (ekonomi) tanpa harus terpengaruh dengan struktur sosial. .

di dalam struktur tersebut (within the structure). (2) modal sosial memfasilitasi tindakan tertentu dari pelaku (aktor) – baik individu maupun perusahaan.EKONOMI KELEMBAGAAN (9) 135131142 TEORI MODAL SOSIAL (1) Modal sosial bukanlah entitas tunggal. modal sosial juga bersifat produktif. . yakni membuat pencapaian tujuan tertentu yang tidak mungkin diraih bila keberadaannya tidak eksis. sama halnya dengan modal lainnya. tetapi entitas majemuk yang mengandung dua elemen: (1) modal sosial mencakup beberapa aspek dari struktur sosial. Dari perspektif ini.

): Modal sosial sebagai ”sumberdaya yang diraih oleh pelakunya melalui struktur sosial yang spesifik dan kemudian digunakan untuk memburu kepentingannya... modal sosial tersebut diciptakan lewat perubahan-perubahan dalam hubungan antarpelakunya” ..EKONOMI KELEMBAGAAN (9) 135131142 TEORI MODAL SOSIAL (1) Definisi (1): Baker (.

... kolega. Definisi (3): Burt (.) mengartikan modal sosial sebagai ”seperangkat elemen dari struktur sosial yang memengaruhi relasi antarmanusia dan sekaligus sebagai input atau argumen bagi fungsi produksi dan/atau manfaat (utility)”.EKONOMI KELEMBAGAAN (9) 135131142 TEORI MODAL SOSIAL (1) Definisi (2): Schiff (.....) memaknai modal sosial sebagai ”teman. dan lebih umum kontak lewat siapa pun yang membuka peluang bagi pemanfaaat modal ekonomi dan manusia”.

dan kepercayaan sosial.. Definisi (5): Putnam (.. psikologi.) yang menyatakan bahwa modal sosial dapat ditentukan sebagai akumulasi dari beragam tipe dari aspek sosial. dan aset yang tidak terlihat (intangible) yang mempengaruhi perilaku kerjasama.EKONOMI KELEMBAGAAN (9) 135131142 TEORI MODAL SOSIAL (1) Definisi (4): Uphoff (... budaya.) mendefinisikan modal sosial sebagai ”gambaran organisasi sosial.. seperti jaringan. yang memfasilitasi koordinasi dan kerjasama yang saling menguntungkan” .. norma. . kelembagaan.

tetapi siapa yang anda kenal” (it’s not what you know. terdapat sebuah aporisme terkenal yang menyatakan bahwa modal sosial ”bukanlah masalah apa yang anda ketahui.EKONOMI KELEMBAGAAN (9) 135131142 TEORI MODAL SOSIAL (1) Modal sosial baru terasa bila telah terjadi interaksi dengan orang lain yang dipandu oleh struktur sosial. . it’s who you know that matters). Melalui serangkaian pengertian tersebut.

EKONOMI KELEMBAGAAN (9) 135131142 TEORI MODAL SOSIAL (1) modal sosial bisa merujuk kepada norma atau jaringan yang memungkinkan orang untuk melakukan tindakan kolektif. dikembangkan dalam sebuah proses yang terus-menerus. makna tersebut lebih memfokuskan kepada sumber (sources) daripada konsekuensi atas modal sosial. Implikasinya. . seperti kepercayaan dan hubungan timbal-balik. sementara pentingnya deskripsi tentang modal sosial.

atau negara). namun tetap mengakui bahwa individu dan rumah tangga (sebagai anggota dari komunitas) merupakan pelaku dari modal sosial dan komunitas sendiri dibentuk sebagai bagian dari relasinya dengan negara. Meskipun definisi ini melihat komunitas sebagai unit analisis utama (daripada individu.EKONOMI KELEMBAGAAN (9) 135131142 TEORI MODAL SOSIAL (1) Adanya penyatuan (incorporation) dimensi-dimensi yang berbeda dari modal sosial dan mengakui bahwa komunitas bisa memiliki akses yang lebih luas atau kecil. . Realitas ini menguatkan proposisi yang sudah diterangkan di muka. rumah tangga. bahwa jaringan dan norma merupakan unsur penting dalam formulasi modal sosial sehingga eksistensinya sangat dibutuhkan.

Dalam konteks ini. individu yang bermukim dalam struktur sosial dengan saling kepercayaan tinggi memiliki modal sosial yang lebih baik daripada situasi sebaliknya. Dari perspektif ini. bentuk modal sosial tergantung dari dua elemen kunci: kepercayaan dari lingkungan sosial dan perluasan aktual dari kewajiban yang sudah dipenuhi (obligation held).EKONOMI KELEMBAGAAN (9) 135131142 TEORI MODAL SOSIAL (1) Tiga bentuk dari modal sosial menurut Coleman: (1) Struktur kewajiban (obligations). dan kepercayaan. ekspektasi. .

EKONOMI KELEMBAGAAN (9) 135131142 TEORI MODAL SOSIAL (1) (2) Jaringan informasi (information channels). sehingga bisa dikatakan modal sosialnya tinggi. Tentu saja. . Informasi sangatlah penting sebagai basis tindakan. demikian pula sebaliknya. di mana ini perlu mendapatkan perhatian. informasi selalu terbatas. Tetapi harus disadari bahwa informasi itu mahal. Pada level yang paling minimum. tidak gratis. individu yang memiliki jaringan lebih luas akan lebih mudah (dan murah) untuk memperoleh informasi.

EKONOMI KELEMBAGAAN (9) 135131142 TEORI MODAL SOSIAL (1) (3) Norma dan sanksi yang efektif (norms and effective sanctions). mempunyai potensi untuk mendidik generasi muda tersebut memanfaatkan waktu sebaik-baiknya (having a good time). norma yang berlaku secara kuat dan efektif dalam sebuah komunitas yang bisa memengaruhi orang-orang muda. . Contoh lainnya. Norma dalam sebuah komunitas yang mendukung individu untuk memperoleh prestasi (achievement) tentu saja bisa digolongkan sebagai bentuk modal sosial yang sangat penting.

di mana hal ini merupakan bagian penting dari modal sosial. khususnya dalam mencegah terjadinya kredit macet.EKONOMI KELEMBAGAAN (9) 135131142 TEORI MODAL SOSIAL (1) Aplikasi Teori Modal Sosial Penelitian yang pernah dilakukan oleh Wibisana dkk menunjukkan beberapa BPR (Bank Perkreditan Rakyat) yang menyerap sistem dan adat setempat (BPR tradisional). . justru memiliki kinerja lebih bagus.

di mana Keberhasilan LPD (Lembaga Perkreditan Desa/BPR tradisional) tidak lepas dari kedudukannya sebagai lembaga keuangan yang sarat dengan nilai adat.EKONOMI KELEMBAGAAN (9) 135131142 TEORI MODAL SOSIAL (1) Aplikasi Teori Modal Sosial BPR yang menggunakan perangkat dan kelembagaan baku yang disodorkan oleh Bank Indonesia (BPR modern) banyak yang terjebak dengan persoalan kredit macet sehingga membuat kinerja BPR menjadi buruk. Kasus di wilayah Bali dan Padang membuktikan hal itu. .

rela berkorban.EKONOMI KELEMBAGAAN (9) 135131142 TEORI MODAL SOSIAL (1) Aplikasi Teori Modal Sosial Ketua LPD adalah Kepala Adat (Kelian). Di samping sebagai ketua LPD. Kepala Adat menguasai “awig-awig desa”. memiliki integritas tinggi terhadap moral. yaitu suatu komunitas yang secara turun-temurun membentuk desa adat. dan yang terpilih biasanya adalah orang-orang yang jujur. dan tidak cacat di masyarakat (meskipun seringkali tingkat pendidikannya relatif rendah). . Sedangkan pengurusnya ditentukan oleh Kepala Adat melalui musyawarah.

Bila perangainya sewaktu hidup di dunia sangat buruk. semua manusia akan “moksa” dan kemudian turun kembali ke dunia untuk meneruskan perjalanan hidupnya dalam wujud yang lain. yaitu setiap perbuatan akan menuai hasil yang sepadan. . Bila tidak membayar utang misalnya. termasuk keturunannya.EKONOMI KELEMBAGAAN (9) 135131142 TEORI MODAL SOSIAL (1) Aplikasi Teori Modal Sosial Dalam kepercayaan orang Bali. mereka akan memperoleh hasil buruk pada kehidupan nantinya. “reinkarnasi” mereka ke dunia akan terwujud dalam bentuk yang sangat buruk seperti menjadi binatang. Masyarakat Bali percaya dengan “karma phala”.

Kasus manajemen irigasi merupakan sampel legendaris yang selalu dimunculkan untuk membuktikan bahwa pengelolaan irigasi yang bersandarkan kepada komunitas petani (irrigation berhasil ketimbang dikontrol oleh lembaga pemerintah (government agencies).EKONOMI KELEMBAGAAN (9) 135131142 TEORI MODAL SOSIAL (1) Aplikasi Teori Modal Sosial Keberhasilan pembangunan ekonomi yang berbasis modal sosial adalah pengelolaan irigasi. communities/communal irrigation/farmer-managed irrigation systems) memiliki potensi lebih besar .

(2) tingkat sistem perawatan (level of system maintenance). . Penilaian kinerja mencakup tiga aspek: (1) kecukupan ketersediaan air (adequacy of water supply).EKONOMI KELEMBAGAAN (9) 135131142 TEORI MODAL SOSIAL (1) Aplikasi Teori Modal Sosial Studi yang dilakukan oleh Tang yang mencoba membandingkan 47 sistem pengelolaan irigasi menunjukkan secara jelas kinerja sistem irigasi yang dikelola oleh pemerintah (atau birokrasi) secara konsisten memilik kinerja yang lebih rendah daripada sistem irigasi yang dikelola oleh petani/masyarakat sendiri (local self-governing systems). dan (3) derajat penyesuaian aturan di antara petani (degree of rule conformance among cultivators).

EKONOMI KELEMBAGAAN (9) 135131142 TEORI MODAL SOSIAL (1) Aplikasi Teori Modal Sosial Temuan yang sama juga muncul dari riset di Nepal terhadap 127 sistem irigasi yang dilakukan oleh Benjamin dkk.. kekuatan teknis infrastruktur (technical efficacy of infrastructure). . Ukuran kinerja penelitian yang terakhir ini adalah intensitas tanam (cropping intensity). yang menunjukkan sistem irigasi yang dikelola oleh masyarakat (self-governing) lebih cemerlang kinerjanya dibandingkan irigasi yang dikelola oleh pemerintah. dan ketersediaan air (water availability).

baik untuk kepentingan kolaborasi (co-operation) maupun kompetisi (competition). Rentang sejarah yang panjang membentuk karakter dan nilai-nilai di masyarakat.EKONOMI KELEMBAGAAN (9) 135131142 TEORI MODAL SOSIAL (1) Aplikasi Teori Modal Sosial Fakta-fakta tersebut menyodorkan pemahaman bahwa kinerja pembangunan ekonomi tidak lepas dari faktor sejarah. dan budaya lokal. yang selanjutnya menjadi basis bagi mereka untuk mengatur kegiatan ekonomi. struktur masyarakat. .

sistem berbasis komunitas bukan hanya murah biaya transaksinya (karena ada kepercayaan di antara anggota sehingga tidak perlu keluar biaya pengawasan). eksekusi.EKONOMI KELEMBAGAAN (9) 135131142 TEORI MODAL SOSIAL (1) Aplikasi Teori Modal Sosial Aturan-aturan dan manajemen yang diterapkan merupakan derivasi dari nilai-nilai dan pola interaksi yang sudah terjalin sangat lama sehingga memudahkan bagi proses perencanaan. . maupun monitoring. tetapi juga terhindar dari formalisasi regulasi yang justru memunculkan benih-benih konflik. Dalam kasus pengelolaan irigasi.

dan lain-lain. sejarah.EKONOMI KELEMBAGAAN (9) 135131142 TEORI MODAL SOSIAL (1) Aplikasi Teori Modal Sosial Sistem berbasis komunitas inilah yang luput diperhatikan oleh ekonomi klasik/neoklasik. yang melihat kegiatan ekonomi kalis dari faktor-faktor budaya. yang terbentang di depan mata kaum liberal (pemikir ekonomi klasik) adalah sistem privatisasi (misalnya: sumberdaya air) yang membuka ruang eksploitasi satu pelaku ekonomi terhadap pelaku ekonomi lainnya. . Akhirnya. sosial.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful