MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA SISWA KELAS VIII SMP BHAKTI PRAJA GEBOG KUDUS TAHUN PELAJARAN

2006/2007 PADA MATERI POKOK SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL MELALUI IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH

SKRIPSI

Diajukan dalam Rangka Penyelesaian Studi Strata 1 untuk Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh : Nama NIM Prodi Jurusan : : : : Rumijati 4101906147 Pendidikan Matematika Matematika

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2007

i

PENGESAHAN SKRIPSI
Meningkatkan Kemampuan Menyelesaikan Soal Cerita Siswa Kelas VIII SMP Bhakti Praja Gebog Kudus Tahun Pelajaran 2006/2007 Pada Materi Pokok Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Melalui Implementasi Model Pembelajaran Berbasis Masalah

Telah dipertahankan di hadapan sidang Panitia Ujian Skripsi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang pada : Hari Tanggal Panitia Ujian Ketua, Sekretaris, : Senin : 13 Agustus 2007

Drs Kasmadi Imam S, M.S NIP. 130781011 Pembimbing Utama,

Drs Supriyono, M.Si NIP. 130815345 Ketua Penguji,

Drs Zaenuri M, SE, M.Si, Akt NIP. 131785185 Pembimbing Pendamping,

Dra Emi Pujiastuti, M.Pd NIP. 131862201 Anggota Penguji,

Drs Kartono, M.Si NIP. 130815346

Drs Zaenuri M, SE, M.Si, Akt NIP. 131785185 Anggota Penguji

Drs Kartono, M.Si NIP. 130815346

ii

PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa isi skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis dirujuk dalam skripsi ini dan disebutkan dalam Daftar Pustaka.

Semarang, Agustus 2007

Nama : Rumijati NIM : 4101906147

iii

Orang tuaku yang telah memberikan curahan kasih sayang. Teman-teman seperjuangan Pendidikan Matematika S-1 2006 yang selalu kompak dalam suasana suka dan duka. adik. doa. Dosen-dosenku yang telah membimbing dan mendidikku selama ini. serta dukungannya selama ini. Kakak. iv . maka tak kan ada sesuatupun yang akan tertunda” “Sesungguhnya sesudah kesulitan itu pasti ada kemudahan” “Dibalik satu kejadian pasti ada hikmah yang terkandung di dalamnya” “Pengalaman adalah guru yang paling baik” Karya ini kupersembahkan untuk : Suami tercinta yang selalu memberiku semangat dan motivasi. Keluarga besar SMP Bhakti Praja Gebog yang selalu membuatku tersenyum. dan keponakan-keponakanku yang senantiasa memberi semangat di setiap langkahku.MOTTO DAN PERSEMBAHAN Motto “Jika Allah menghendaki sesuatu.

95%. persentase aktivitas siswa 78. aktivitas siswa dalam pembelajaran yang diambil dari lembar observasi. sehingga nilai rata-rata ulangan harian masih dibawah 6.6%.00. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus. pengamatan.00 serta minimal 75% siswa terlibat secara aktif selama proses pembelajaran berlangsung. persentase kemampuan guru 85. dan 2005 berturut-turut adalah 5.8%. Indikator keberhasilan pada penelitian ini adalah kemampuan menyelesaikan soal cerita siswa kelas VIII SMP Bhakti Praja Gebog Kudus tahun pelajaran 2006/2007 pada materi pokok sistem persamaan linear dua variabel ditunjukkan dengan sekurang-kurangnya 75% siswa telah tuntas belajar dan rata-rata nilai ulangan hariannya minimal 6. Hasil penelitian siklus 2 diperoleh rata-rata hasil belajar 7. 2004.9%.26 . Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah apakah kemampuan menyelesaikan soal cerita siswa kelas VIII SMP Bhakti Praja Gebog Kudus tahun pelajaran 2006/2007 dan aktivitas siswa pada materi pokok sistem persamaan linear dua variabel dapat ditingkatkan melalui implementasi model pembelajaran berbasis masalah? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan menyelesaikan soal cerita siswa kelas VIII SMP Bhakti Praja Gebog Kudus tahun pelajaran 2006/2007 dan aktivitas siswa pada materi pokok sistem persamaan linear dua variabel melalui implementasi model pembelajaran berbasis masalah. dan 5.9%. kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran yang diambil dari lembar observasi. dan data tentang tanggapan siswa terhadap pembelajaran yang diambil dari setiap akhir pertemuan. serta tanggapan siswa secara umum merasa senang.ABSTRAK Model pembelajaran sangat mempengaruhi tinggi rendahnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita pada suatu materi pokok tertentu.. Adapun data tentang nilai rata-rata kemampuan menyelesaikan soal cerita siswa kelas VIII SMP Bhakti Praja Gebog pada materi pokok sistem persamaan linear dua variabel untuk tahun 2003.81 dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 51. 5. persentase aktivitas siswa 70%. Hasil penelitian siklus 1 menunjukkan rata-rata hasil belajar siswa 5. Data yang diperoleh dalam penelitian ini meliputi : hasil belajar siswa yang diambil dari pemberian soal tes pada akhir siklus. Dari penelitian ini diperoleh simpulan bahwa melalui implementasi model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal cerita siswa kelas VIII A SMP Bhakti Praja Gebog Kudus tahun pelajaran 2006/2007 dan aktivitas siswa pada materi pokok sistem persamaan linear dua variabel. termasuk dalam menyelesaikan soal cerita pada materi pokok sistem persamaan linear dua variabel. Saran yang dapat diajukan adalah model pembelajaran berbasis masalah sebaiknya dilaksanakan oleh guru mata pelajaran matematika kelas VIII SMP Bhakti Praja Gebog Kudus untuk meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal cerita siswa kelas VIII dan aktivitas siswa pada materi pokok sistem persamaan linear dua variabel. serta tanggapan siswa secara umum merasa senang. untuk itu perlu diterapkan model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal cerita yang salah satunya adalah model pembelajaran berbasis masalah.65. v . dan evaluasirefleksi.65 dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 77. yang masing-masing siklus terdiri atas tahap perencanaan. persentase kemampuan guru 90.54 . implementasi tindakan. Di SMP Bhakti Praja Gebog Kudus masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami matematika. Di samping itu materi pokok yang berhubungan dengan masalah sehari-hari ini terasa sulit dipahami oleh siswa.

Segenap sivitas akademika di Jurusan Matematika FMIPA Unnes. Ketua Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Semarang. Drs. Drs.Si. Nurkaromah Dwidayati. Pembimbing pendamping yang telah banyak memberikan bimbingan dan arahan dalam penyusunan skripsi ini. M. bantuan serta dukungan dari berbagai pihak.Si. Sudijono Sastroatmodjo. Supriyono. 3.Si. SE. M. M.S. 6. sehingga penulis dapat melaksanakan dan menyelesaikan Skripsi yang berjudul Meningkatkan Kemampuan Menyelesaikan Soal Cerita Siswa Kelas VIII SMP Bhakti Praja Gebog Kudus Tahun Pelajaran 2006/2007 Pada Materi Pokok Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Melalui Implementasi Model Pembelajaran Berbasis Masalah. Akt. 2. Untuk itu penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada: 1. Dra. M. 5. Pembimbing utama yang telah banyak memberikan bimbingan dan motivasi dalam penyusunan skripsi ini. Zaenuri Mastur.Si Rektor Universitas Negeri Semarang. Dekan FMIPA Universitas Negeri Semarang. 4.KATA PENGANTAR Dengan mengucap syukur Alhamdulillah kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya. Drs. Penulisan skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan studi strata 1 guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang. 7. Penyusunan Skripsi ini dapat terwujud karena adanya bimbingan. Dr. vi . Prof. M. Dosen Wali yang telah memberikan bimbingan dan motivasi dalam penyusunan skripsi ini. H. M.. Drs Kartono.Si. Kasmadi Imam S.

Untuk itu dengan segala kerendahan hati penulis akan menerima segala kritik dan saran demi kesempurnaan skripsi ini. 12. materiil maupun spirituil hingga penyusunan skripsi ini berjalan dengan lancar. 9. dukungan dan do’anya. Seluruh anggota keluarga atas curahan kasih sayang. Kartono R. 10. Agustus 2007 Penulis vii . 11. Besar harapan kami semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan dapat memberi sumbangan informasi bagi para pembaca. Semarang. guru matematika yang telah memberikan bantuan dalam penelitian. Penulis menyadari apa yang telah disusun dan disampaikan masih jauh dari sempurna dan banyak kekurangannya. Hadi Saptana. 13. Kepala Sekolah SMP Bhakti Praja Gebog yang telah memberikan ijin penelitian. serta pihak-pihak yang telah memberikan dukungan baik langsung maupun tidak langsung.8.. Dan orang-orang yang telah memberikan inspirasi baik disengaja maupun tidak. semangat dan bantuan dalam penyusunan skripsi ini. Teman-teman seperjuangan Pendidikan Matematika S-1 Trans 2006 atas kebersamaan dan dukungannya selama ini. Keluarga besar SMP Bhakti Praja Gebog yang senantiasa memberikan dukungan. BA.

......................................................................... KATA PENGANTAR ........................................................ BAB I PENDAHULUAN A...... DAFTAR LAMPIRAN..............................................30 i ii iii iv v vi vii viii viii .................................................................................. Model Pembelajaran Berbasis Masalah... Latar Belakang Masalah.........................................................................................................................................5 E... Pembelajaran Aktif-Efektif...................................8 B.......................................................................................................................... Manfaat Penelitian.......9 C.................................29 E......... Permasalahan ................................................................. Tujuan Penelitian.................................................................................. Hipotesis Tindakan......................................... HALAMAN PERNYATAAN...........................................................DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ...................................4 C......... Materi Pembelajaran.....1 B...............6 BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN A...................................................................14 D................. ABSTRAK ................ Kerangka Berpikir....................................................................................................................................................................................... DAFTAR ISI ...... Sistematika Penulisan Skripsi.................................................................... MOTTO DAN PERSEMBAHAN............................................... HALAMAN PENGESAHAN ..5 D..............................................................................

........................................... Hasil Penelitian dan Pembahasan Siklus 2......................... Rincian Prosedur Penelitian ...45 F............................... Indikator Kinerja.................................58 BAB V PENUTUP A.......................70 B...........BAB III METODE PENELITIAN A...................................................... Saran.........................................................................................72 ix ....................................... Simpulan...48 B........ Prosedur Penelitian...............................31 E................. Lokasi Penelitian .............70 DAFTAR PUSTAKA......................................... Jenis dan Metode Pengumpulan Data................................................................................................. Hasil Penelitian dan Pembahasan Siklus 1............................................31 C.....................................31 D......................46 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A................................... Subjek Penelitian..........................71 LAMPIRAN-LAMPIRAN......................................................................................................................................................... ............................31 B.........................

84 Lampiran 10 Kunci Jawaban L K S 1 – 2..................................91 Lampiran 16 Hasil Pengamatan Guru Siklus 1 pertemuan 1............................................DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1 Daftar Nama Siswa Kelas VIII A...............................88 Lampiran 13 Kunci Jawaban Soal Evaluasi Akhir Siklus 1......................................................................................................100 Lampiran 21 Kunci Jawaban L K S 2 – 1.................................................................72 Lampiran 2 Daftar Kelompok Siklus 1...................89 Lampiran 14 Hasil Observasi Siswa Siklus 1 pertemuan 1.................................................90 Lampiran 15 Hasil Observasi Siswa Siklus 1 pertemuan 2.............................................74 Lampiran 4 Lembar Pengamatan untuk guru .............................................92 Lampiran 17 Hasil Pengamatan Guru Siklus 1 pertemuan 2.......................................................................82 Lampiran 8 Kunci Jawaban L K S 1 – 1.......................................................................................86 Lampiran 12 Soal Evaluasi Akhir Siklus 1.................................................................85 Lampiran 11 Kisi-kisi Soal Evaluasi Akhir Siklus 1....................................................................103 x ...75 Lampiran 5 Lembar Observasi untuk Siswa......................................................94 Lampiran 19 Rencana Pembelajaran Siklus 2.....................................101 Lampiran 22 L K S 2 – 2....................................................................73 Lampiran 3 Daftar Kelompok Siklus 2........................................................................................................................................................................................................................83 Lampiran 9 L K S 1 – 2...........................................................................95 Lampiran 20 L K S 2 – 1....................................................................................................................76 Lampiran 6 Rencana Pembelajaran Siklus 1..............................................................................77 Lampiran 7 L K S 1 – 1...........................93 Lampiran 18 Analisis Hasil Evaluasi Akhir Siklus 1..................................................

.......................................107 Lampiran 27 Hasil Observasi Siswa Siklus 2 pertemuan 1.......104 Lampiran 24 Kisi-kisi Soal Evaluasi Akhir Siklus 2....................................................................Lampiran 23 Kunci Jawaban L K S 2 – 2...................................................................................111 Lampiran 31 Analisis Hasil Evaluasi Akhir Siklus 2.................................................................................105 Lampiran 25 Soal Evaluasi Akhir Siklus 2.112 Lampiran 32 Dokumentasi Penelitian Siklus 1...106 Lampiran 26 Kunci Jawaban Soal Evaluasi Akhir Siklus 2.........................................................................110 Lampiran 30 Hasil Pengamatan Guru Siklus 2 pertemuan 2....................114 xi ........................................................................................................................109 Lampiran 29 Hasil Pengamatan Guru Siklus 2 pertemuan 1...................113 Lampiran 33 Dokumentasi Penelitian Siklus 2.......................108 Lampiran 28 Hasil Observasi Siswa Siklus 2 pertemuan 2....................................

LAMPIRAN-LAMPIRAN xii .

Dengan demikian input SMP Bhakti Praja Gebog adalah saringan atau sisa dari anak-anak terpilih. walau merupakan satu-satunya SMP swasta di kecamatan Gebog. cara 1 . Hal inilah yang perlu mendapat perhatian khusus dari guru selaku pendidik untuk menemukan metode pengajaran yang tepat dan sesuai dengan materi dan bahan yang diberikan kepada siswa. Masalah menonjol yang dihadapi oleh pendidikan matematika adalah pada umumnya hasil belajar siswa yang kurang memuaskan.BAB I PENDAHULUAN A. terutama pada mata pelajaran matematika yang bagi sebagian siswa adalah pelajaran yang kurang menarik terasa berat. mengajarkan konsep matematika. siswa yang tidak diterima baru mendaftar di SMP Bhakti Praja Gebog. dengan motivasi orangtua yang kurang mendukung. Latar Belakang Masalah SMP Bhakti Praja bukanlah pilihan pertama dari lulusan SD/MI di sekitar Gebog. cara membangkitkan motivasi siswa. latar belakang ekonomi orangtua kebanyakan buruh pabrik. hal ini dikarenakan kurangnya minat siswa terhadap pelajaran matematika sehingga tidak sedikit dari mereka yang menganggap bahwa matematika adalah ilmu yang sulit dan tidak menarik. Di samping menguasai metode pembelajarannya seorang guru juga harus menguasai teknik menerangkan. sehingga proses belajar mengajar di SMP Bhakti Praja Gebog. karena suatu pembelajaran akan efektif jika metode pembelajaran yang digunakan sesuai dengan kondisi dan kemampuan siswa. Setelah hasil seleksi SMP negeri diumumkan.

keterampilan dan strategi dalam mengajarkan matematika.2 menggunakan alat bantu dan teknik mengevaluasi seberapa jauh proses belajar mengajar dalam kelas telah tercapai. Lebih daripada itu agar siswa merasa benar-benar ikut ambil bagian dan berperan aktif dalam proses kegiatan belajar-mengajar. . Sistem persamaan linear dua variabel adalah salah satu materi pokok matematika di kelas VIII. Indikatornya siswa kurang mampu menyelesaikan soal-soal tentang sistem persamaan linear dua variabel apalagi bila disajikan dalam soal cerita. akibatnya lebih dari 75% siswa belum tuntas belajar dan rata-rata nilai ulangan harian kurang dari 6.00 serta kurang dari 75% siswa yang terlibat aktif ketika proses pembelajaran berlangsung. Oleh karena itu para pendidik matematika perlu memahami dan mengembangkan berbagai metode. mengingat metode pembelajaran yang selama ini digunakan oleh guru matematika yang kebanyakan didominasi oleh guru itu sendiri. Adapun data tentang nilai rata-rata kemampuan menyelesaikan soal cerita siswa kelas VIII SMP Bhakti Praja Gebog Kudus pada materi pokok sistem persamaan linear dua variabel untuk 3 tahun terakhir disajikan pada tabel 1. Tujuannya antara lain agar dapat menyusun program pengajaran yang dapat membangkitkan motivasi siswa agar mereka belajar dengan antusias. Materi pokok yang berkaitan dengan masalah sehari-hari ini terasa sulit dipahami siswa kelas VIII SMP Bhakti Praja Gebog.

3 Tabel 1 . 3. kurangnya motivasi dari orangtua. lemah dalam berhitung. Sarana : dari segi sarana masih minim media pembelajaran matematika. PBM : pelaksanaan PBM masih monoton dan membosankan. Adapun penyebabnya antara lain : 1. Siswa : dari segi siswa masih malas belajar. kesadaran belajar rendah.26 5. kurang menerapkan pembelajaran aktif-efektif dan minimnya bimbingan guru dalam mengatasi kesulitan siswa. 2. Nilai rata-rata hasil belajar No 1.65 Sumber : SMP Bhakti Praja Gebog. 2006 Dari data tersebut jelas terlihat bahwa hasil belajar siswa pada materi sistem persamaan linear dua variabel khususnya dalam sub materi menyelesaikan soal cerita masih tergolong rendah. Salah satu model pembelajaran yang diharapkan mampu mengatasinya adalah model pembelajaran berbasis masalah. Tahun Pelajaran 2003/2004 2004/2005 2005/2006 Nilai rata-rata 5. terbatasnya prasarana yang berkaitan dengan mata pelajaran matematika. Guru : dari segi guru kurang memberi motivasi. 4. Untuk itu guru harus mampu menemukan metode yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut.54 5. Model pembelajaran berbasis masalah dipilih sebagai salah satu alternatif karena model ini merupakan pendekatan pengajaran yang . 3. 2.

serta mendapatkan pengetahuan dan konsep-konsep dasar. penyelidikan autentik. serta ketersediaan berbagai fasilitas yang dimiliki secara terbatas dapat ditingkatkan. Selain itu. membantu siswa memecahkan masalah dan menjadi salah satu sumber belajar siswa.4 menggunakan masalah-masalah dunia nyata sebagai konteks bagi peserta didik untuk belajar berpikir kritis dan terampil memecahkan. dan menghasilkan karya dan peragaan. Permasalahan Berdasarkan latar belakang di atas. fasilitator. maka dapat dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut. motivasi dan dorongan yang dapat meningkatkan pertumbuhan inkuiri dan intelektual siswa. kegiatan pengembangan model pembelajaran berbasis masalah dalam materi pokok sistem persamaan linear dua variabel amatlah strategis. Guru dalam model pembelajaran berbasis masalah. sehingga kreativitas guru dapat ditingkatkan. berperan sebagai penyaji masalah. pembimbing kegiatan siswa dan penentu arah belajar mereka. seiring dengan implementasi KBK. Apakah kemampuan menyelesaikan soal cerita siswa kelas VIII SMP Bhakti Praja Gebog Kudus tahun pelajaran 2006/2007 dan aktivitas siswa pada materi pokok sistem persamaan linear dua . Di samping itu. guru memberikan dukungan. Dalam hal ini guru berperan sebagai pemberi rangsangan. Ciri-ciri utama pembelajaran berbasis masalah meliputi suatu pengajuan pertanyaan atau masalah. memusatkan pada keterkaitan antar disiplin. B. kerjasama.

Meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal cerita siswa kelas VIII SMP Bhakti Praja Gebog Kudus Tahun Pelajaran 2006/2007 pada materi pokok sistem persamaan linear dua variabel. Sebagai umpan balik untuk mengetahui kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita siswa kelas VIII SMP Bhakti Praja . D. d. Menambah rasa percaya diri siswa dalam menyelesaikan soal-soal matematika dan terlatih dalam pengelolaan kelompok. Melatih siswa aktif dalam belajar. 1. Meningkatkan sikap positif siswa untuk berpikir kritis dan tanggap dalam pemecahan masalah. c.5 variabel dapat ditingkatkan melalui implementasi model pembelajaran berbasis masalah ? C. Bagi Siswa a. Manfaat Penelitian Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut. berdiskusi dengan kelompok dan menghargai pendapat orang lain. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan menyelesaikan soal cerita siswa kelas VIII SMP Bhakti Praja Gebog Kudus tahun pelajaran 2006/2007 dan aktivitas siswa pada materi pokok sistem persamaan linear dua variabel melalui implementasi model pembelajaran berbasis masalah. Bagi Guru a. 2. b.

daftar isi. E. dan daftar lampiran. Bagi Sekolah a. landasan teori dan hipotesis tindakan. Bagian awal terdiri dari halaman judul. Adapun sistematika penulisan skripsi tersebut adalah sebagai berikut. bagian inti. lembar pengesahan. hasil penelitian dan pembahasan. Memperbaiki kinerja guru dalam pelaksanaan KBK. Lebih terampil dalam menggunakan metode mengajar yang bervariatif. Bagian inti skripsi terdiri dari lima bab yaitu pendahuluan. c. 3. . dan bagian akhir. kata pengantar. 1. motto dan persembahan. Sistematika Penulisan Skripsi Secara garis besar skripsi ini dibagi dalam tiga bagian. yaitu bagian awal. Sebagai masukan dalam meningkatkan prestasi siswa dan mutu sekolah. b. b. abstrak.6 Gebog Kudus tahun pelajaran 2006/2007 pada materi pokok sistem persamaan linear dua variabel. Mendidik siswa untuk lebih berkonsentrasi dalam menerima materi pelajaran d. serta penutup. 2. Sebagai pertimbangan untuk menyelesaikan masalah pembelajaran sehingga dapat meningkatkan kualitas siswa-siswanya. metode penelitian.

Bab II berisi landasan teori dan hipotesis tindakan yang merupakan kajian teori untuk menjawab permasalahan yang telah dirumuskan dalam hipotesis tindakan yang akan diuji pada penelitian ini. tujuan penelitian. Bab V berisi penutup yang berupa simpulan dan saran.7 Bab I berisi pendahuluan yang membahas tentang latar belakang masalah. rincian prosedur penelitian. model pembelajaran berbasis masalah. jenis dan metode pengumpulan data. manfaat penelitian. Bab IV berisi hasil penelitian dan pembahasan yang menguraikan tentang hasil penelitian siklus I dan II serta pembahasannya. . kerangka berpikir. Uraian dimulai dengan pembelajaran aktif-efektif. serta indikator kinerja. dan hipotesis tindakan Bab III berisi metode penelitian yang membahas tentang lokasi penelitian. Bagian akhir skripsi berupa daftar pustaka yaitu daftar buku-buku sumber yang digunakan dalam penelitian ini dan lampiran-lampiran. subjek penelitian. permasalahan. dan sistematika penulisan skripsi. 3. prosedur penelitian. materi pembelajaran sistem persamaan linear dua variabel.

Namun perlu disadari pula bahwa pembelajaran yang optimal sangat tergantung pada pelaksanaan real atau hidup di dalam proses belajar mengajar sehari-hari di kelas atau sangat tergantung pada apa yang dilakukan oleh guru dan siswa di kelas. para pakar matematika.BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN A. para ahli pendidikan matematika. Pembelajaran aktif adalah pembelajaran dimana siswa lebih berpartisipasi aktif sehingga kegiatan siswa dalam belajar jauh lebih dominan daripada kegitan guru dalam mengajar. dan lain sebagainya. bukubuku referensi/penunjang untuk melaksanakan pendidikan di kelas. Pembelajaran Aktif-Efektif Menyadari pentingnya matematika bagi perkembangan IPTEK dan budaya manusia. desain media pendukung. yang kesemuanya merupakan perangkat rencana tertulis untuk diterapkan di dalam proses belajar mengajar dengan harapan dapat mengoptimalkan pembelajaran. Dalam hal ini peran guru sangatlah vital untuk mensukseskan pengelolaan pembelajaran matematika. para praktisi pendidikan di lapangan dan masyarakat yang peduli akan pendidikan. Rancangan yang telah dihasilkan dari kolaborasi para pakar tersebut antara lain : tersusunnya kurikulum pendidikan matematika. bahu membahu memikirkan dan merancang perkembangan pendidikan. Yang dimaksud ke”aktif”an siswa di dalam proses belajar mengajar adalah keaktifan fisik dan mental yang 8 . sehingga pembelajaran aktif-efektif tercapai.

pembelajaran perlu dilakukan tanpa atau sedikit saja waktu yang digunakan untuk ceramah. 2004:21). . Oleh karena itu kebanyakan penelitian belakangan ini meneliti tentang pembelajaran “efektif” untuk matematika berpusat pada pengajaran yang meningkatkan keaktifan siswa. penyelidikan autentik.9 berbentuk pemusatan-pemusatan perhatian terhadap apa yang diajarkan oleh guru disertai perenungan dan penerapan dalam bentuk penyelesaian soal. sehingga sebagian besar waktu digunakan untuk kegiatan intelektual dan emosional siswa. Pada prinsipnya. 2004:27) Ciri-ciri utama pembelajaran berbasis masalah meliputi suatu pengajuan pertanyaan atau masalah. salah satunya adalah pembelajaran matematika dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah. B. Model Pembelajaran Berbasis Masalah Pembelajaran berbasis masalah merupakan pendekatan pengajaran yang menggunakan masalah-masalah dunia nyata sebagai konteks bagi peserta didik untuk belajar berpikir kritis dan terampil memecahkan. memusatkan pada keterkaitan antar disiplin. Banyak peneliti berpendapat bahwa pembelajaran aktif merupakan syarat bagi pembelajaran efektif. serta mendapatkan pengetahuan dan konsep-konsep dasar (Depdiknas. kerjasama. Ada beberapa pendekatan pembelajaran yang memudahkan atau yang dapat menghasilkan pembelajaran yang efektif. Pembelajaran berbasis masalah tidak dirancang untuk membantu guru memberikan informasi sebanyak-banyaknya kepada siswa. untuk pemantauan kesiapan siswa dan untuk pemeriksaan pemahaman siswa. dan menghasilkan karya dan peragaan (Depdiknas. agar efektif.

dan menyajikan hasil karya model serta membantu mereka untuk berbagi tugas dengan temannya. Guru mendorong siswa untuk Membimbing mengumpulkan informasi yang sesuai. Sumber : Ibrahim dan Nur (Depdiknas. memotivasi siswa terlibat pada aktifitas pemecahan masalah yang dipilihnya. Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya Mengembangkan dan 4. siswa untuk belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut. penyelidikan individual melaksanakan eksperimen. Selanjutnya kelima langkah dari model pembelajaran berbasis masalah dapat dilihat pada tabel 2 berikut. Tabel 2 : Langkah-langkah Model Pembelajaran Berbasis Masalah Fase keIndikator Orientasi siswa kepada masalah Aktifitas/Kegiatan Guru Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. video. (b) belajar peranan orang dewasa yang autentik. Guru membantu siswa mendefinisikan Mengorganisasikan dan mengorganisasikan tugas belajar 2. dan (c) menjadi pebelajar yang mandiri. Guru membantu siswa untuk Menganalisis dan melakukan refleksi atau evaluasi 5. Pada model pembelajaran berbasis masalah terdapat lima tahap utama dimulai dengan tahap memperkenalkan siswa dengan suatu masalah dan diakhiri dengan tahap penyajian dan analisis hasil kerja sama. untuk maupun kelompok mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah. yang sesuai seperti laporan. 2004:22) . 3. 1. mengevaluasi proses terhadap penyelidikan mereka dan pemecahan masalah proses-proses yang mereka gunakan. menjelaskan logistik yang dibutuhkan.10 Pembelajaran berbasis masalah bertujuan untuk (a) membantu siswa mengembangkan keterampilan berfikir dan ketrampilan pemecahan masalah.

Tugas-tugas perencanaan Karena hakekat interaktifnya.11 Dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis masalah ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. memungkinkan kerjasama. b. mengandung teka-teki. dan . memahami peran orang dewasa. pembelajaran seperti berbasis halnya masalah membutuhkan banyak perencanaan. Merancang situasi masalah Beberapa guru dalam pembelajaran berbasis masalah lebih suka siswa suatu keleluasaan dalam memilih masalah untuk diselidiki karena cara ini meningkatkan motivasi siswa. 1. a. dan konsisten dengan tujuan kurikulum. Situasi masalah yang baik seharusnya autentik. dan tidak terdefinisikan secara ketat. dan membantu siswa menjadi pebelajar yang mandiri. Organisasi sumber daya dan rencana logistik Dalam pembelajaran berbasis masalah siswa dimungkinkan bekerja dengan beragam material dan peralatan. c. bermakna bagi siswa. Penetapan tujuan Pertama kali adalah mendeskripsikan bagaimana pembelajaran berbasis masalah direncanakan untuk membantu mencapai tujuan-tujuan seperti ketrampilan menyelidiki. model-model pembelajaran yang berpusat pada siswa lainnya.

. Berkenaan dengan hal tersebut siswa memerlukan bantuan guru untuk merencanakan penyelidikan dan tugas-tugas pelaporan. dapat juga di perpustakaan atau laboratorium. Orientasi siswa pada masalah Siswa perlu memahami bahwa tujuan pembelajaran berbasis masalah adalah tidak untuk memperoleh informasi baru dalam jumlah besar tapi untuk melakukan penyelidikan terhadap masalah-masalah penting dan untuk menjadi pebelajar yang mandiri. bahkan dapat pula dilakukan di luar sekolah. 2. b. Oleh karena itu tugas mengorganisasikan sumber daya dan merencanakan kebutuhan untuk penyelidikan siswa haruslah menjadi tugas perencanaan yang utama bagi guru yang menerapkan model pembelajaran berbasis masalah. Cara yang baik untuk menyajikan masalah untuk sebuah pelajaran dalam pembelajaran berbasis masalah adalah dengan menggunakan kejadian yang mencengangkan yang menimbulkan misteri dan suatu keinginan untuk memecahkan masalah. Mengorganisasikan siswa untuk belajar Pada model pembelajaran berbasis masalah dibutuhkan pengembangan ketrampilan kerjasama diantara siswa dan saling membantu untuk menyelidiki masalah secara bersama. Tugas interaktif a.12 pelaksanaannya dapat dilakukan di dalam kelas.

siswa yang sedang. pada tingkat pengalaman. kekompakan (kohesivitas). Selain itu diajarkan etika penyelidikan yang benar. dan siswa dengan kemampuan yang tinggi atau bisa juga pembentukan kematangan. kelompok ketrampilan didasarkan siswa. dari siswa yang kurang. siswa diberi pertanyaan yang membuat mereka memikirkan masalah dan jenis informasi yang dibutuhkan untuk pemecahan masalah. Selama tahap penyelidikan guru memberi bantuan yang dibutuhkan tanpa mengganggu siswa. . Membantu penyelidikan mandiri dan kelompok 1) Guru membantu siswa dalam pengumpulan informasi dari berbagai sumber. 2) Guru mendorong pertukaran ide secara bebas dan penerimaan sepenuhnya ide-ide itu merupakan hal penting sekali dalam tahap penyelidikan pembelajaran berbasis masalah. intensitas minat dan latar belakang.13 Pembentukan kelompok terdiri dari 4 atau 5 siswa yang dipilih langsung oleh guru dengan memperhatikan heterogenitas siswanya. c. Siswa diajarkan menjadi penyelidik yang aktif dan dapat menggunakan metode yang sesuai untuk masalah yang dihadapinya.

Pada pembelajaran berbasis masalah perhatian pembelajaran tidak pada perolehan pengetahuan deklaratif. d.14 3) Puncak proyek-proyek pembelajaran berbasis masalah adalah penciptaan dan peragaan artifak seperti laporan. model-model fisik. poster. C. dan portofolio. asesmen autentik. Oleh karena itu tugas penilaian tidak cukup bila penilaiannya hanya dengan kertas dan pensil (paper and pencils test). Misalnya dengan asesmen kinerja dan peragaan hasil. Persamaan adalah kalimat terbuka yang mengandung hubungan sama dengan (=). Pengertian Persamaan Linear Dua Variabel a. dan ketrampilan penyelidikan yang mereka gunakan. Analisis dan evaluasi proses pemecahan masalah Tugas guru pada tahap akhir pembelajaran berbasis masalah adalah membantu siswa menganalisis dan mengevaluasi proses berfikir mereka sendiri. Adapun prosedur-prosedur yang telah disebutkan tersebut dinamakan asesmen kinerja. Teknik penilaian dan evaluasi yang sesuai dengan model pembelajaran berbasis masalah adalah menilai pekerjaan yang dihasilkan oleh siswa yang merupakan hasil penyelidikan mereka. . Materi Pembelajaran 1. dan videotape. Tugas (asesmen) dan evaluasi yang sesuai untuk model pembelajaran berbasis masalah terutama terdiri dari menemukan prosedur penilaian alternatif yang dapat digunakan untuk mengukur pekerjaan siswa.

Persamaan linear dua variabel adalah persamaan linear dengan dua variabel yang berbeda dimana masing-masing pangkatnya paling tinggi satu. c. Berapa banyaknya masing-masing buah apel dan buah jeruk yang mungkin dibeli oleh Adit? Jawab : Lengkapilah tabel berikut yang menunjukkan kemungkinan jawabannya.15 b. Contoh 1 Adit bermaksud membeli buah jeruk dan buah apel. Persamaan linear adalah persamaan dimana pangkat dari variabel/peubahnya paling tinggi satu. Banyaknya kedua buah tersebut bervariasi. Jeruk Apel 1 9 2 … 3 … 4 … … 5 … 4 … 3 8 … 9 … Persamaan yang menggambarkan berapa buah jeruk dan apel masingmasing yang dibeli Adit adalah : x + y = 10 x mewakili banyaknya jeruk y mewakili banyaknya apel banyaknya buah yang dibeli Jika Adit mengubah banyaknya jeruk yang dibeli. maka banyaknya apel juga berubah. persamaan tersebut memuat dua variabel yaitu . Demikian juga sebaliknya. Oleh karena itu. Dia merencanakan membeli sebanyak 10 buah.

Perlu ditekankan di sini bahwa variabel tidak harus x dan y .16 x dan y . dan variabel y pun dapat y = 10 – x . variabel x dapat dinyatakan dalam variabel y . Atau bisa juga dinyatakan dalam variabel x . . yaitu x = 10 – y . Disebut dua variabel karena persamaan tersebut mengandung dua variabel. Dari persamaan linear dua variabel x + y = 10. p = 3q – 6 c. 2a – 5b = 10 2. yaitu x dan y . Bentuk persamaan x + y = 10 dinamakan persamaan linear dua variabel. Hal ini menunjukkan jika nilai x berubah maka nilai y juga berubah dan sebaliknya. yaitu dinyatakan dalam bentuk x + y – 10 = 0. Penyelesaian sistem persamaan linear disebut juga dengan akar-akar sistem persamaan linear. Beberapa contoh persamaan linear dua variabel antara lain : a. Penyelesaian sistem persamaan linear adalah pasangan berurutan bilangan yang memenuhi semua persamaan dalam sistem tersebut. Perhatikan dua persamaan linear dua variabel berikut ini. 5m + 7n = 35 b. Disebut linear karena variabel-variabelnya berpangkat paling tinggi satu dan grafik himpunan penyelesaiannya pada himpunan bilangan real berupa garis lurus. Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Sistem persamaan linear adalah dua persamaan atau lebih yang variabel-variabelnya sama.

Pada sistem persamaan linear 2 x + 3 y = 8 dan 4 x – 5 y = – 6. . Contoh 2 Nyatakan apakah pasangan berurutan (3.2) artinya x = 3 dan disubstitusikan ke kedua persamaan tersebut. kedua angka ini dan 2 x – y = 4 → 2(3) – 2 = 6 – 2 = 4 (benar) Ternyata (3.17 x + y =5 dan 2 x – y = 4 dengan x . x dan y disebut variabel.2) adalah penyelesaian dari sistem persamaan linear x + y = 5 dan 2 x – y = 4. dan angka di depan y yaitu 3 dan – 5 disebut koefisien y . Artinya penyelesaian untuk sistem persamaan linear di atas adalah x = 3 dan y = 2. y ∈ R. x + y = 5 → 3 + 2 = 5 (benar) y = 2. angka di depan x yaitu 2 dan 4 disebut koefisien x . sedangkan 8 dan – 6 disebut konstanta.2) memenuhi kedua persamaan tersebut. Jawab : Pasangan berurutan (3. Kedua nilai untuk x dan y tersebut harus disubstitusikan bersama-sama sehingga memenuhi kedua persamaan tersebut. maka (3. Usaha untuk mencari dan pengganti-pengganti x y yang memenuhi kedua persamaan itu dinamakan mencari penyelesaian sistem persamaan linear dua variabel.2) adalah penyelesaian sistem persamaan linear tersebut.

Contoh 3 Tentukan himpunan penyelesaian dari x + y = 5 dan 2 x – y = 4 dimana x . Metode Eliminasi. y ∈ R dengan metode grafik. atau d. Oleh karena x dan y adalah variabel . 3) Titik potong kedua grafik inilah yang merupakan penyelesaian dari sistem persamaan linear dua variabel tersebut. Metode Grafik. c.18 Dalam mencari himpunan penyelesaian suatu sistem persamaan linear ada 4 metode yang dapat dilakukan (dalam hal ini yang dibicarakan adalah sistem persamaan linear dua variabel) yaitu : a. Metode Substitusi. Jawab : 1) Menggambar grafik (i) x + y = 5 dan (ii) 2 x – y = 4 pada bidang koordinat. b. Metode campuran ( Eliminasi dan Substitusi) Penjelasan : a. 2) Tentukan titik potong kedua grafik tersebut (jika ada). Metode Grafik Untuk menyelesaikan sistem persamaan linear dua variabel menggunakan metode grafik dapat dilaksanakan sebagai berikut. 1) Gambarlah grafik dari masing-masing kedua persamaan pada satu bidang koordinat Cartesius.

0) y Koordinat titik potong Dengan bantuan tabel yang sudah dibuat.19 pada himpunan bilangan real. dalam menggambar grafik pada bidang koordinat ada beberapa cara. digambar garis lurus yang melalui titik (0. .0) y Koordinat titik potong (ii) 2 x – y = 4 x 0 –4 (0. (i) x + y = 5 x 0 5 (0.5) dan (5. Cara yang dipakai disini adalah dengan mencari titik potong dengan kedua sumbu. (satu petak mewakili satu satuan).0) untuk persamaan (i) dan garis lurus yang melalui (0.0) untuk persamaan (ii) pada satu bidang koordinat seperti berikut ini.5) 5 0 (5.– 4) 2 0 (2.– 4) dan (2. maka grafik persamaan (i) dan (ii) merupakan garis lurus.

2) 2 0 2 3 5 x + y =5 X –4 2) Menentukan koordinat titik potong antara garis (i) dan garis (ii). sehingga akan kesulitan menentukan titik potongnya atau mungkin berpotongan tapi tidak terjangkau dalam bidang koordinat. maka metode grafik ini jarang digunakan.20 Y 5 2x – y = 4 (3. Dari gambar di atas terlihat koordinat titik potongnya yaitu titik (3.2)}.2). . Kelemahan dari metode grafik adalah apabila titik potong kedua garisnya bukan bilangan bulat. 3) Himpunan penyelesaian dari x + y = 5 dan 2 x – y = 4 adalah {(3.

. maka kedua persamaan linear tersebut dijumlahkan guna mengeliminer x . 1) Samakan terlebih dahulu koefisien x dari kedua persamaan linear dalam sistem persamaan linear dua variabel (bila koefisiennya belum sama). dengan cara dikalikan dengan koefisien pasangan yang akan disamakan. Metode Eliminasi Eliminasi atau eliminer artinya menghilangkan. 4) Demikian juga untuk memperoleh nilai x yang diperoleh dengan cara mengeliminer y . maka langkah selanjutnya : a) bila tanda koefisien x itu sama. menggunakan langkah-langkah seperti pada menghilangkan x seperti di atas. maka kedua persamaan linear tersebut dikurangkan guna mengeliminer x . y untuk Untuk mengeliminer x guna mendapatkan y dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut. 2) Setelah koefisien x dari kedua persamaan linear itu sama. b) bila tanda koefisien x itu berbeda.21 b. 3) Hasil pengurangan atau penjumlahan dari langkah 2) di atas akan diperoleh nilai y . dengan cara eliminasi pada penyelesaian sistem persamaan linear dua variabel (misal variabelnya x dan y ) dapat dilakukan dengan mengeliminer x y dan dengan mengeliminer untuk mendapatkan mendapatkan x .

Jawab : Langkah 1 : Menghilangkan x Persamaan (i) x + y = 5 Persamaan (ii) 2 x – y = 4 Karena koefisien x belum sama maka harus disamakan dulu dengan cara persamaan (i) dikalikan dengan 2 dan persamaan (ii) dikalikan dengan 1.22 Contoh 4 Tentukan himpunan penyelesaian dari x + y = 5 dan 2 x – y = 4 dimana x . y ∈ R dengan metode eliminasi. sehingga menjadi berikut ini. (i) x + y = 5 (ii) 2 x – y = 4 × 2 ⇒ 2 x + 2 y = 10 × 1 ⇒ 2x – y = 4 Langkah 2 : Karena tanda koefisien x sama maka operasinya dikurangkan. sehingga menjadi : (i) x + y = 5 (ii) 2 x – y = 4 × 2 ⇒ 2 x + 2 y = 10 × 1 ⇒ 2x – y = ⇔ ⇔ 3 y = 4 6 _ y = 2 .

c. Contoh 5 Tentukan himpunan penyelesaian dari x + y = 5 dan 2 x – y = 4 dimana x . dan karena menyamakan koefisien tanda dari koefisien y berbeda maka operasinya dijumlahkan. y ∈ R dengan metode substitusi. Cara ini mudah digunakan jika salah satu dari koefisien x atau adalah 1 (jika variabelnya x dan y ).2)}. (i) x + y = 5 (ii) 2 x – y = 4 ⇔ 3x ⇔ x + =9 =3 Jadi HP dari x + y = 5 dan 2 x – y = 4 adalah {(3. jadi langsung dioperasikan.23 Menghilangkan y Persamaan (i) x + y = 5 Persamaan (ii) 2 x – y = 4 Karena koefisien y sudah sama (abaikan tanda) maka tidak perlu y . y . Jadi menyelesaikan suatu sistem persamaan dengan metode substitusi artinya menyelesaikan suatu persamaan dengan cara mengganti salah satu variabel dari persamaan (i) ke persamaan (ii) atau sebaliknya. Metode Substitusi Substitusi artinya mengganti atau memasukkan ke tempatnya.

atau salah satu dari dua persamaan tersebut yang koefisien x atau y adalah 1 (jika ada). artinya dari dua persamaan tersebut dipilih koefisien x atau y yang paling kecil. Misalnya yang ditentukan nilai x dalam y . Langkah 2 : Tentukan besarnya x dalam y atau y dalam x . misalnya diambil persamaan (i) yaitu x + y = 5 karena koefisien x atau y adalah 1. maka (i) x + y = 5 ⇔ x = – y + 5 ……… (iii) Langkah 3 : Perhatikan persamaan (ii) 2 x – y = 4 Gantilah x pada persamaan (ii) dengan “ – y + 5 “ dari persamaan (i). dari contoh di atas.24 Jawab : Persamaan (i) x + y = 5 Persamaan (ii) 2 x – y = 4 Langkah 1 : Pilihlah salah satu dari dua persamaan yang paling sederhana. sehingga menjadi : 2x – y = 4 ⇔ 2(– y + 5) – y = 4 ⇔ – 2 y + 10 – y = 4 .

baru ditentukan himpunan penyelesaiannya. artinya disubstitusi dulu baru dieliminasi.25 ⇔ –3y ⇔ –3y ⇔ Langkah 4 : Substitusikan = 4 – 10 = –6 = 2 y y = 2 ke persamaan (iii) sehingga menjadi x = – y + 5 ⇔ ⇔ x = –2 + 5 x = 3 Langkah 5 : Setelah ditemukan nilai x dan y . Penyelesaian suatu sistem persamaan dengan cara campuran/gabungan biasanya dieliminasi terlebih dahulu salah satu variabel yang ada sehingga diperoleh nilai pengganti dari salah satu satu variabel. . Metode Campuran Metode campuran di sini maksudnya campuran/gabungan antara eliminasi dan substitusi. Atau sebaliknya. Contoh 6 Tentukan himpunan penyelesaian dari x + y = 5 dan 2 x – y = 4 dimana x . y ∈ R dengan metode campuran.2)}. Jadi Himpunan Penyelesaiannya adalah {(3. d. Nilai pengganti tersebut baru disubstitusikan ke salah satu persamaan (biasanya dipilih persamaan yang koefisiennya kecil atau sederhana) untuk mendapatkan nilai pengganti variabel yang lain.

2)}. 3. .26 Jawab : Langkah 1 : Sebelumnya gunakan cara eliminasi Menghilangkan y (i) x + y = 5 (ii) 2 x – y = 4 ⇔ 3x ⇔ x + =9 =3 Langkah 2 : Untuk menentukan pengganti variabel y . sehingga diperoleh : ⇔ x + y = 5 = 5 = 2 ⇔ 3 + y ⇔ y Langkah 3 : Menentukan HP dari x + y = 5 dan 2 x – y = 4 Jadi himpunan penyelesaiannya adalah {(3. Memisalkan apa yang ditanyakan pada soal. Menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan sistem persamaan linear Untuk menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dapat ditempuh langkah-langkah berikut ini. misal disubstitusikan ke persamaan (i). a. maka nilai x = 3 disubstitusikan ke salah satu persamaan.

Menganalisis soal dan menerjemahkan bahasa soal ke dalam bahasa matematika dengan cara memasukkan variabel-variabel yang telah dimisalkan. (catatan : variabel pemisalan tidak harus x dan y ). Jawab : Langkah 1 : Memisalkan yang ditanyakan yaitu panjang = x cm dan lebar = y cm. Langkah 2 : Menerjemahkan kalimat soal menjadi kalimat matematika dengan memasukkan variabel-variabel yang dimisalkan. Kalimat soal Kelilingnya 80 cm Kalimat matematika K = 2 (panjang +lebar) 80 = 2 ( x + y ) Lebarnya 10 cm kurang dari panjangnya lebar = panjang – 10 y = x – 10 . kelilingnya 80 cm dan lebarnya 10 cm kurang dari panjangnya. Menyusun model matematika dalam bentuk sistem persaman linear dua variabel. Contoh 7 Suatu persegipanjang. c. d. Tentukan panjang dan lebarnya.27 b. Dari penyelesaian sistem persamaan ditransfer ke permasalahan yang sebenarnya. e. Menyelesaikan sistem persamaan tersebut.

Persamaan (ii) disubstitusikan ke persamaan (i). maka diperoleh : 2( x + y ) ⇔ ⇔ ⇔ ⇔ ⇔ ⇔ ⇔ ⇔ = 80 = x – 10 2 [ x + ( x – 10)] = 80 2 ( x + x – 10) 2 (2 x – 10) 4 x – 20 4x 4x x = 80 = 80 = 80 = 80 + 20 = 100 = 100 : 4 = 25 x Untuk x = 25 disubstitusikan ke persamaan (ii). menjadi : y ⇔ ⇔ = x – 10 = 25 – 10 = 15 y y Langkah 5 : Mengembalikan ke kalimat soal.28 Langkah 3 : Sistem persamaannya adalah : Persamaan (i) 2 ( x + y ) = 80 Persamaan (ii) y Langkah 4 : Menyelesaikan sistem persamaan. . Jadi panjangnya adalah 25 cm dan lebarnya 10 cm.

seringkali siswa menggunakan bermacam-macam ketrampilan. Ketika guru sedang menerapkan model pengajaran tersebut. dan berpikir kritis. Guru menciptakan suasana kelas yang fleksibel dan berorientasi pada upaya penyelidikan oleh siswa. Pada model pembelajaran berbasis masalah dimulai dengan menyajikan permasalahan nyata yang penyelesaiannya membutuhkan kerjasama diantara siswa-siswi. prosedur pemecahan masalah.29 D. Contohnya pada model pembelajaran berbasis masalah. Kepasifan siswa dalam kegitan pembelajaran cenderung membuat siswa jenuh dan bosan yang secara tidak langsung dapat mempengaruhi hasil belajarnya. guru memberi contoh mengenai penggunaan keterampilan dan strategi yang dibutuhkan supaya tugas-tugas tersebut dapat diselesaikan. Istilah model pengajaran meliputi pendekatan suatu model pengajaran yang luas dan menyeluruh. hal ini dikarenakan sebagian besar kegiatan pembelajaran berpusat pada guru dan komunikasi yang terjadi adalah satu arah yaitu dari guru kepada siswa. Dalam model pengajaran ini guru memandu siswa menguraikan rencana pemecahan masalah menjadi tahap-tahap kegiatan. . Kerangka Berpikir Pembelajaran yang biasa dilakukan oleh guru selama ini tidak banyak memberikan hasil yang memuaskan dalam hal peningkatan prestasi belajar. kelompok-kelompok kecil siswa bekerja sama memecahkan suatu masalah yang telah disepakati oleh siswa dan guru. Di sini guru hampir mendominasi seluruh kegiatan pembelajaran sedang siswa hanya memperhatikan dan membuat catatan seperlunya. sehingga aktivitas siswa tidak begitu diperhatikan.

melalui model pembelajaran dengan berbasis masalah diharapkan siswa akan lebih termotivasi. E. giat belajar dan tidak beranggapan soal-soal pada materi pokok sistem persamaan linear dua varibael khususnya soal cerita sulit. Hipotesis Tindakan Berdasarkan tinjauan kepustakaan dan kerangka berpikir di atas.30 Dengan demikian. . dan juga komunikasi siswa yang diperoleh dari kerja kelompok dapat menghapus perbedaan antara siswa pandai dengan siswa yang kurang pandai sehingga keengganan untuk saling bertanya dapat berkurang yang pada akhirnya siswa akan selalu ingat apa yang dipelajarinya dan bisa mengerjakan soal dengan baik dan benar. sehingga hasil belajar akan meningkat. maka hipotesis tindakan penelitian ini adalah kemampuan menyelesaikan soal cerita siswa kelas VIII SMP Bhakti Praja Gebog Kudus tahun pelajaran 2006/2007 dan aktivitas siswa pada materi pokok sistem persamaan linear dua variabel dapat ditingkatkan melalui implementasi model pembelajaran berbasis masalah.

serta dua orang guru yaitu seorang guru mata pelajaran matematika di kelas itu (mahasiswa peneliti) dan seorang guru pengamat. C. dan evaluasi refleksi. Subjek penelitian Subjek penelitian adalah semua siswa kelas VIII A SMP Bhakti Praja Gebog Kudus tahun pelajaran 2006/2007 yang berjumlah 27 siswa yang terdiri dari 15 siswa putra dan 12 siswa putri dengan latar belakang ekonomi orang tua menengah ke bawah serta kemampuan dan kemauan anak untuk belajar yang rendah. observasi. Prosedur penelitian tindakan yang ditempuh ini merupakan suatu siklus yang mencakup 4 tahap yaitu perencanaan. Perencanaan a. Guru menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan materi membuat model matematika dari masalah sehari-hari yang berkaitan 31 . Rincian prosedur penelitian Siklus 1 1. B.BAB III METODE PENELITIAN A. Prosedur penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus. D. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian adalah SMP Bhakti Praja Gebog Kudus yang beralamat di jalan PR Sukun Gebog Kudus 59354. pelaksanaan tindakan.

Membuat alat evaluasi 1) Lembar Kerja Siswa (LKS) dengan materi membuat model matematika dari masalah sehari-hari yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel ( lampiran 7 s. Menyusun dan menyiapkan lembar observasi untuk guru ( lampiran 4 ) .32 dengan sistem persamaan linear dua variabel sesuai model pembelajaran berbasis masalah ( lampiran 6 ). Menyiapkan prasarana yang diperlukan dalam penyampaian materi pelajaran. 2. Menyusun dan menyiapkan lembar observasi untuk siswa (lampiran 5 ). Mengelompokkan siswa sejumlah 27 anak dalam 6 kelompok berdasarkan pilihan guru yang masing-masing kelompok beranggotakan campuran siswa laki-laki dan perempuan dimana setiap kelompok dipimpin oleh satu ketua kelompok ( lampiran 2 ). guru menyampaikan materi mengenai membuat model .d lampiran 10 ) . c. Pada pertemuan ini. Meminta siswa membuat tanggapan tentang pelajaran pada hari itu di setiap pertemuan. Pelaksanaan tindakan Pertemuan 1 Pertemuan pertama pada siklus 1 dilaksanakan pada hari Senin tanggal 4 Desember 2006 dengan alokasi waktu 2 x 40 menit. g. 2) Soal evaluasi lengkap dengan kisi-kisi dan pedoman penilaiannya ( lampiran 11 s. e. d. f. b.d lampiran 13).

Semuanya dilaksanakan melalui model pembelajaran berbasis masalah sebagai berikut. yang diawali dengan penyampaian materi dilanjutkan dengan pemberian LKS yang harus diselesaikan oleh siswa secara berkelompok yang diakhiri dengan pemberian soal-soal untuk dikerjakan di rumah sebagai bahan pendalaman bagi siswa.33 matematika dari masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel. a. Pendahuluan 1) Guru membuka pelajaran dan mengecek kehadiran siswa 2) Guru memberikan apersepsi Guru mengingatkan kembali tentang kejadian sehari-hari yang berkaitan dengan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel 3) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan menginformasikan model pembelajaran yang akan dilakukan b. Kegiatan inti 1) Guru mengajukan masalah yang berkaitan dengan kejadian seharihari dan membahasnya bersama-sama siswa melalui tanya jawab 2) Guru membagi siswa ke dalam kelompok yang sudah dibentuk dan membagikan LKS kepada tiap kelompok untuk didiskusikan bersama anggota kelompok 3) Guru meminta siswa mengemukakan ide kelompoknya sendiri tentang cara menyelesaikan masalah tersebut .

34 4) Guru membimbing/mendorong siswa mengumpulkan informasi yang sesuai. 5) Guru mendorong dialog/diskusi antar teman dalam kelompoknya 6) Guru memilih secara acak kelompok I – VI untuk mempresentasikan hasil diskusinya yang masing-masing kelompok diwakili oleh satu orang siswa 7) Guru membimbing dan mengamati siswa dalam menyampaikan hasil diskusinya 8) Guru memberikan kesempatan kepada kelompok lain untuk menanggapi bila terjadi perbedaan pendapat 9) Guru bersama siswa membahas kembali hasil diskusi kelompok yang presentasi c. menemukan penjelasan dan pemecahan masalah dari masalah tersebut. Penutup 1) Guru membimbing siswa untuk membuat kesimpulan mengenai materi yang telah dipelajari 2) Guru memberikan soal untuk dikerjakan di rumah sebagai bahan pendalaman materi 3) Guru meminta siswa untuk menuliskan kesan pelajaran pada hari ini terhadap pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah .

Pendahuluan 1) Guru membuka pelajaran dan mengecek kehadiran siswa 2) Guru memberikan apersepsi Guru mengingatkan kembali tentang kejadian sehari-hari yang berkaitan dengan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel 3) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan menginformasikan model pembelajaran yang akan dilakukan b. Pada pertemuan ini. Semuanya dilaksanakan melalui model pembelajaran berbasis masalah sebagai berikut.35 Pertemuan 2 Pertemuan kedua pada siklus 1 dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 5 Desember 2006 dengan alokasi waktu 2 x 40 menit. guru menyampaikan kelanjutan materi mengenai membuat model matematika dari masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel. yang diawali dengan penyampaian materi dilanjutkan dengan pemberian kartu soal yang harus diselesaikan oleh siswa secara berkelompok yang diakhiri dengan pemberian soal-soal untuk dikerjakan di rumah sebagai bahan pendalaman bagi siswa. a. Kegiatan inti 1) Guru mengajukan masalah yang berkaitan dengan kejadian seharihari dan membahasnya bersama-sama siswa melalui tanya jawab 2) Guru membagi siswa ke dalam kelompok yang sudah dibentuk dan membagikan kartu soal kepada tiap kelompok untuk didiskusikan bersama anggota kelompok .

menemukan penjelasan dan pemecahan masalah dari masalah tersebut 5) Guru mendorong dialog/diskusi antar teman dalam kelompoknya 6) Guru memilih secara acak kelompok I – VI untuk mempresentasikan hasil diskusinya yang masing-masing kelompok diwakili oleh satu orang siswa 7) Guru membimbing dan mengamati siswa dalam menyampaikan hasil diskusinya 8) Guru memberikan kesempatan kepada kelompok lain untuk menanggapi bila terjadi perbedaan pendapat 9) Guru bersama siswa membahas kembali hasil diskusi kelompok yang presentasi c.36 3) Guru meminta siswa mengemukakan ide kelompoknya sendiri tentang cara menyelesaikan masalah tersebut 4) Guru membimbing/mendorong siswa mengumpulkan informasi yang sesuai. Penutup 1) Guru membimbing siswa untuk membuat kesimpulan mengenai materi yang telah dipelajari 2) Guru memberikan soal untuk dikerjakan di rumah sebagai bahan pendalaman materi 3) Guru meminta siswa untuk menuliskan kesan pelajaran pada hari ini terhadap pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah .

Evaluasi Refleksi Refleksi pada siklus 1 dilakukan setelah tahap implementasi dan observasi selesai. yang kemudian hasilnya digunakan sebagai acuan dalam menentukan tindakan selanjutnya dalam siklus 2.37 3. Pengamatan terhadap guru yang meliputi kemampuan guru dalam mengajukan masalah. mengorganisir siswa. b. memotivasi siswa. aspek yang diamati antara lain: a. sedangkan keberanian siswa dalam menyajikan temuannya bernilai rendah karena memang satu . kekompakan kerja kelompok ( lampiran 14 dan lampiran 15 ). Observasi Pengamatan dilakukan pada saat pelaksanaan pembelajaran berlangsung yang dilakukan oleh observer. Berikut ini adalah hasil evaluasi refleksi yang ditinjau dari : a. Refleksi pada siklus 1 meliputi hasil observasi dan hasil tes evaluasi akhir siklus 1 (lampiran 18) yang digunakan untuk menarik kesimpulan apakah penelitian yang dilakukan sudah mencapai indikator yang ditetapkan. sehingga keaktifan siswa dalam berdiskusi dan mengajukan pendapat masih kurang. Refleksi ini dilakukan dengan kerjasama antara guru dan mahasiswa peneliti. keberanian menyajikan temuannya. membantu siswa memecahkan masalah (lampiran 16 dan lampiran 17) 4. Pengamatan terhadap siswa yang meliputi aspek keaktifan. Siswa Pada siklus 1 ini siswa belum terbiasa dengan model pembelajaran berbasis masalah.

Guru Pada siklus 1 guru belum terbiasa melakukan pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis masalah. Guru menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan materi menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel dan penafsirannya sesuai model pembelajaran berbasis masalah ( lampiran 19 ). Siklus 2 1. Mengelompokkan siswa sejumlah 27 anak dalam 6 kelompok berdasarkan permintaan siswa yaitu kelompok berdasarkan jenis kelamin yang masing-masing dipimpin oleh satu ketua kelompok ( lampiran 3 ). Perencanaan a. b. b.38 kelompok hanya diwakili satu orang saja. . Tetapi tanggapan secara umum siswa senang dengan model pembelajaran ini. Menyiapkan prasarana yang diperlukan dalam penyampaian materi pelajaran. bahkan cenderung bermain dan berbicara dengan temannya. Bimbingan guru dalam berdiskusi kurang merata/maksimal sehingga ada beberapa siswa yang tidak terlibat aktif dalam berdiskusi. c. akibatnya yang terjadi guru masih kurang mengena dalam menyampaikan motivasi pada saat diskusi berlangsung sehingga siswa kurang aktif dalam pembelajaran.

yang diawali dengan penyampaian materi dilanjutkan dengan pemberian LKS yang harus diselesaikan oleh siswa secara berkelompok yang diakhiri dengan pemberian soal-soal untuk dikerjakan di rumah sebagai bahan pendalaman bagi siswa. Pelaksanaan tindakan Pertemuan 1 Pertemuan pertama pada siklus 2 dilaksanakan pada hari Senin tanggal 11 Desember 2006 dengan alokasi waktu 2 x 40 menit.d lampiran 23 ). a. Pendahuluan 1) Guru membuka pelajaran dan mengecek kehadiran siswa . guru menyampaikan materi mengenai menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel. Semuanya dilaksanakan melalui model pembelajaran berbasis masalah sebagai berikut. Pada pertemuan ini. Menyusun dan menyiapkan lembar observasi untuk siswa (lampiran 5). e.d lampiran 26 ). Meminta siswa membuat tanggapan tentang pelajaran pada hari itu di setiap pertemuan.39 d. Menyusun dan menyiapkan lembar observasi untuk guru ( lampiran 4 ). 2) Soal evaluasi lengkap dengan kisi-kisi dan pedoman penilaiannya (lampiran 24 s. f. Membuat alat evaluasi 1) Lembar Kerja Siswa (LKS) materi menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel dan penafsirannya ( lampiran 20 s. g. 2.

eliminasi. substitusi. dan campuran) serta cara membuat model matematika dari masalah yang berkaitan dengan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel 3) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan menginformasikan model pembelajaran yang akan dilakukan b.40 2) Guru memberikan apersepsi Guru mengingatkan kembali tentang cara-cara menyelesaikan SPLDV (grafik. Kegiatan inti 1) Guru mengajukan masalah yang berkaitan dengan kejadian seharihari dan membahasnya bersama-sama siswa melalui tanya jawab 2) Guru membagi siswa ke dalam kelompok yang sudah dibentuk dan membagikan LKS kepada tiap kelompok untuk didiskusikan bersama anggota kelompok 3) Guru meminta siswa mengemukakan ide kelompoknya sendiri tentang cara menyelesaikan masalah tersebut 4) Guru membimbing/mendorong siswa mengumpulkan informasi yang sesuai. menemukan penjelasan dan pemecahan masalah dari masalah tersebut 5) Guru mendorong dialog/diskusi antar teman dalam kelompoknya 6) Guru memberikan motivasi kepada siswa pada saat pembelajaran berlangsung sehingga siswa lebih aktif .

Pada .41 7) Guru membimbing semua kelompok secara merata/maksimal sehingga semua kesulitan kelompok dalam menyelesaikan soal dapat terbantu 8) Guru memilih secara acak kelompok I – VI untuk mempresentasikan hasil diskusinya yang masing-masing kelompok diwakili oleh satu orang siswa 9) Guru membimbing dan mengamati siswa dalam menyampaikan hasil diskusinya 10) Guru memberikan kesempatan kepada kelompok lain untuk menanggapi bila terjadi perbedaan pendapat 11) Guru bersama siswa membahas kembali hasil diskusi kelompok yang presentasi c. Penutup 1) Guru membimbing siswa untuk membuat kesimpulan mengenai materi yang telah dipelajari 2) Guru memberikan soal untuk dikerjakan di rumah sebagai bahan pendalaman materi 3) Guru meminta siswa untuk menuliskan kesan pelajaran pada hari ini terhadap pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah Pertemuan 2 Pertemuan kedua pada siklus 2 dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 12 Desember 2006 dengan alokasi waktu 2 x 40 menit.

Semuanya dilaksanakan melalui model pembelajaran berbasis masalah sebagai berikut. dan campuran) serta cara membuat model matematika dari masalah yang berkaitan dengan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel 3) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan menginformasikan model pembelajaran yang akan dilakukan b. eliminasi. Pendahuluan 1) Guru membuka pelajaran dan mengecek kehadiran siswa 2) Guru memberikan apersepsi Guru mengingatkan kembali tentang cara-cara menyelesaikan SPLDV (grafik. a.42 pertemuan ini. Kegiatan inti 1) Guru mengajukan masalah yang berkaitan dengan kejadian seharihari dan membahasnya bersama-sama siswa melalui tanya jawab 2) Guru membagi siswa ke dalam kelompok yang sudah dibentuk dan membagikan LKS kepada tiap kelompok untuk didiskusikan bersama anggota kelompok . yang diawali dengan penyampaian materi dilanjutkan dengan pemberian LKS yang harus diselesaikan oleh siswa secara berkelompok yang diakhiri dengan pemberian soal-soal untuk dikerjakan di rumah sebagai bahan pendalaman bagi siswa. guru menyampaikan materi mengenai menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel. substitusi.

Penutup 1) Guru membimbing siswa untuk membuat kesimpulan mengenai materi yang telah dipelajari .43 3) Guru meminta siswa mengemukakan ide kelompoknya sendiri tentang cara menyelesaikan masalah tersebut 4) Guru membimbing/mendorong siswa mengumpulkan informasi yang sesuai. menemukan penjelasan dan pemecahan masalah dari masalah tersebut 5) Guru mendorong dialog/diskusi antar teman dalam kelompoknya 6) Guru memberikan motivasi kepada siswa pada saat pembelajaran berlangsung sehingga siswa lebih aktif 7) Guru membimbing semua kelompok secara merata/maksimal sehingga semua kesulitan kelompok dalam menyelesaikan soal dapat terbantu 8) Guru memilih secara acak kelompok I – VI untuk mempresentasikan hasil diskusinya yang masing-masing kelompok diwakili oleh satu orang siswa 9) Guru membimbing dan mengamati siswa dalam menyampaikan hasil diskusinya 10) Guru memberikan kesempatan kepada kelompok lain untuk menanggapi bila terjadi perbedaan pendapat 11) Guru bersama siswa membahas kembali hasil diskusi kelompok yang presentasi c.

sehingga keaktifan siswa dalam berdiskusi dan . aspek yang diamati antara lain: a. Observasi Pengamatan dilakukan pada saat pelaksanaan pembelajaran berlangsung yang dilakukan oleh observer. Evaluasi Refleksi Refleksi pada siklus 2 dilakukan setelah tahap implementasi dan observasi selesai. kekompakan kerja kelompok (lampiran 27 dan lampiran 28). b. Pengamatan terhadap siswa yang meliputi aspek keaktifan. Pengamatan terhadap guru yang meliputi kemampuan guru dalam mengajukan masalah. Berikut ini adalah hasil evaluasi refleksi yang ditinjau dari : a.44 2) Guru memberikan soal untuk dikerjakan di rumah sebagai bahan pendalaman materi 3) Guru meminta siswa untuk menuliskan kesan pelajaran pada hari ini terhadap pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah 3. Siswa Pada siklus 2 ini siswa sudah terbiasa dengan model pembelajaran berbasis masalah. Refleksi pada siklus 2 meliputi hasil observasi dan hasil tes evaluasi akhir siklus 2 (lampiran 31) yang digunakan untuk menarik kesimpulan apakah penelitian yang dilakukan sudah mencapai indikator yang ditetapkan. keberanian menyajikan temuannya. mengorganisir siswa. 4. memotivasi siswa. membantu siswa memecahkan masalah (lampiran 29 dan lampiran 30).

walaupun begitu tetap ada yang masih bergurau sendiri apalagi kelompok ini kelompok berdasar jenis kelamin terutama kelompok laki-laki. walaupun begitu tetap ada kelompok yang masih belum maksimal terutama kelompok lali-laki.45 mengajukan pendapat sudah baik. sedangkan keberanian siswa dalam menyajikan temuannya masih tetap bernilai rendah karena memang satu kelompok hanya diwakili satu orang saja. Jenis dan Metode Pengumpulan data 1. jadi penelitian ini cukup sampai siklus 2 saja E. Tanggapan secara umum siswa senang dengan model pembelajaran ini. Dari hasil observasi terhadap siswa dan dari hasil evaluasi akhir siklus 2 ternyata sudah mencapai indikator yang ditetapkan. Guru Pada siklus 2 guru sudah terbiasa melakukan pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis masalah. Jenis data Data yang akan diperoleh adalah data kuantitatif dan data kualitatif yang terdiri dari : . b. akibatnya guru sudah mengena dalam menyampaikan motivasi pada saat diskusi berlangsung sehingga siswa banyak yang aktif dalam pembelajaran. apalagi kelompok ini kelompok berdasar jenis kelamin. Bimbingan guru dalam berdiskusi sudah merata/maksimal sehingga beberapa siswa yang tadinya tidak terlibat aktif dalam berdiskusi bahkan cenderung bermain dan berbicara dengan temannya sudah berkurang.

Lembar Pengamatan (observasi) untuk guru. d. F.46 a. Data tentang tanggapan/kesan-kesan siswa terhadap pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis masalah. Metode Pengumpulan Data a. c. 3. b. Indikator Kinerja Sebagai tolok ukur keberhasilan pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dapat dilihat jika : . c. b. Data tentang tanggapan (kesan-kesan) siswa terhadap pembelajaran dengan model berbasis masalah yang diambil di setiap akhir pertemuan. Data tentang kemampuan guru dalam kegiatan pembelajaran. b. Tes evaluasi. 2. Lembar Pengamatan (observasi) untuk siswa. Data tentang kemampuan guru dalam pembelajaran diambil dengan menggunakan lembar observasi untuk guru. Data tentang aktivitas siswa dalam pembelajaran. Alat Pengumpul Data a. Data hasil belajar siswa dalam kemampuan menyelesaikan soal cerita pada materi pokok sistem persamaan linear dua variabel. Data tentang aktivitas siswa dalam pembelajaran diambil dengan menggunakan lembar observasi untuk siswa. d. d. Tanggapan/ kesan-kesan siswa terhadap pembelajaran. Data tentang hasil belajar siswa diambil dengan cara memberikan tes evaluasi di setiap akhir siklus. c.

47 Kemampuan menyelesaikan soal cerita siswa kelas VIII A SMP Bhakti Praja Gebog Kudus tahun pelajaran 2006/2007 pada materi pokok sistem persamaan linear dua variabel melalui implementasi model pembelajaran berbasis masalah.00 serta minimal 75% siswa terlibat secara aktif selama proses pembelajaran berlangsung. ditunjukkan dengan sekurang-kurangnya 75% siswa telah tuntas belajar dan rata-rata nilai ulangan hariannya minimal 6. .

Rata-rata nilai evaluasi akhir dan % ketuntasan belajar siswa. Hasil evaluasi siswa pada akhir siklus 1 diperoleh rata-rata 5.5%. seperti terlihat dalam tabel berikut.81 % ketuntasan Belajar 51. Siklus Siklus 1 Rata-rata 5. Hasil dari persentase aktivitas siswa dan kemampuan guru siklus 1 disajikan pada tabel 4 berikut. Hasil Penelitian dan Pembahasan Siklus 1 1.9 b. Berdasarkan pengamatan terhadap aktivitas siswa dalam pembelajaran siklus 1 diperoleh persentase aktivitas siswa pada pertemuan 1 sebesar 64. Tabel 3.4% dan pada pertemuan 2 sebesar 87.4% ( 2 anak tidak masuk) dan pada pertemuan 2 sebesar 75. sehingga kalau dirata-rata persentase aktivitas siswa 70%.6% (2 anak tidak masuk). Pada saat tes akhir semua anak masuk.9% sebanyak 14 siswa yang tuntas belajar dan 13 siswa yang tidak tuntas belajar.81 dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 51. Hasil Penelitian Siklus 1 a. c. Berdasarkan lembar observasi untuk guru diperoleh kemampuan guru dalam pembelajaran pada pertemuan 1 sebesar 84.BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. 48 .

terlihat seperti tabel 5 berikut. No 1. No 1. Tanggapan umum siswa terhadap pembelajaran pada siklus 1. .49 Tabel 4 : Persentase aktivitas siswa dan kemampuan guru siklus 1. 2. 2.4 % 75.5 % Keterangan 2 anak absen 2 anak absen d. 2 anak merasa tidak senang.4 % 87. Tabel 5. Waktu Pertemuan 1 Pertemuan 2 Aktivitas siswa 64. Berdasarkan tanggapan siswa terhadap pembelajaran dengan model berbasis masalah pada pertemuan 1 adalah 22 anak merasa senang. Pembahasan Siklus 1 Siklus 1 merupakan pembelajaran dengan materi membuat model matematika dari masalah sehari-hari yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel. 3. Senang Tidak senang Biasa-biasa saja Tidak hadir Jumlah Perasaan Pertemuan 1 22 anak 2 anak 1 anak 2 anak 27 anak Pertemuan 2 20 anak 3 anak 2 anak 2 anak 27 anak 2.6 % Kemampuan guru 84. dan 1 anak merasa biasa-biasa saja ( 2 anak tidak masuk) dan pada pertemuan 2 adalah 20 anak merasa senang. serta 2 anak merasa biasa-biasa saja (2 anak tidak masuk). 3 anak merasa tidak senang.

Penguatan yang berupa penghargaan atas prestasi siswa dapat memotivasi siswa untuk lebih giat lagi dalam belajar. para siswa justru berlomba untuk tidak maju. hal ini dikarenakan siswa akan lebih termotivasi karena mereka merasa prestasi mereka dihargai. ini terlihat dari anggota kelompok yang saling melempar untuk mengajukan ke depan. Secara umum beberapa hal yang perlu diperbaiki oleh guru yaitu guru kurang mengena dalam menyampaikan motivasi.4% pada pertemuan 1 dan 87. Bimbingan yang diberikan guru pada saat diskusi kurang merata sehingga kalau ada kelompok yang anggotanya kurang berani bertanya maka kelompok ini akan ketinggalan dalam menyelesaikan soal LKS dengan baik. untuk itu diharapkan pada pertemuan berikutnya guru lebih sering memberikan penghargaan atas prestasi siswa. diharapkan pada pertemuan berikutnya guru lebih memotivasi siswa sehingga siswa lebih aktif dalam pembelajaran. Guru kurang memberikan motivasi pada saat diskusi berlangsung.50 Berdasarkan hasil pengamatan dan refleksi pada siklus 1 diperoleh bahwa pengelolaan pembelajaran yang dilakukan guru termasuk dalam kriteria baik yaitu 84. Bimbingan individu juga kurang sehingga ada siswa yang tidak aktif dalam . Di samping itu guru hendaknya memberikan bimbingan dan informasi bagaimana cara presentasi di depan kelas sehingga siswa akan lebih baik dalam menyajikan hasil diskusinya dengan baik. diharapkan pada pertemuan selanjutnya guru lebih mendorong siswa untuk menemukan sendiri pemecahan masalahnya.5% pada pertemuan 2.

akibatnya ada beberapa kelompok yang kurang begitu baik dalam hal kerjasama.6% pada pertemuan 2. juga ada yang malu-malu untuk berdiskusi dengan lawan jenis. akibatnya jawaban soal tidak terselesaikan dengan baik. Secara umum siswa menghendaki adanya perubahan kelompok yaitu kelompok yang sejenis kelamin.4% pada pertemuan 1 dan 75. Dari sini nanti pada saat siklus 2 akan ada perubahan anggota kelompok. Pada siklus 1 ini pembagian kelompok dibuat merata oleh guru dengan anggota kelompok campuran jenis kelamin.51 diskusi karena merasa tidak mendapat perhatian dari guru. Ada angapan dari siswa kalau menjawab salah akan kena sanksi dan juga takut atau malu kalau diolokolok sama teman. Hal ini terjadi karena siswa belum terbiasa beradaptasi dengan model pembelajaran berbasis masalah yang digunakan. Pada umumnya siswa belum terbiasa untuk bekerja sama dengan lawan jenis. ada juga yang masih bersifat egois. Kegiatan diskusi kelompok pada siklus 1 ini belum seperti yang diharapkan karena belum semua anggota kelompok ikut aktif dalam menyelesaikan soal LKS dan masih adanya dominasi siswa yang lebih pandai (ketua kelompok). Berdasarkan hasil pengamatan terhadap siswa diperoleh aktivitas siswa dalam pembelajaran sebesar 64. yaitu perjenis kelamin dengan tidak mengesampingkan aturan yang ada. Hal ini perlu mendapat perhatian dari guru. salah satu . di samping itu siswa merasa belum berani untuk mengungkapkan pendapatnya walaupun mereka telah diberi kesempatan. Dari tanggapan yang masuk ada beberapa anak yang menggantungkan jawabannya pada siswa putri.

dan ia mengatakan “Saudaraku mau memberimu 6 karung garam untuk setiap 1 ekor kambing yang kamu miliki.52 caranya guru dapat lebih memberikan motivasi kepada siswa agar lebih aktif lagi dalam pembelajaran.” Ahmad . Mula-mula ia ketemu harun yang mengatakan “Saya hanya menukar sekarung garam untuk beberapa ekor ayam. Keluarga Ahmad memerlukan jagung. Berikut contoh kesalahan yang terjadi dalam penyelesaian LKS kelompok 2. Saya akan memberimu 1 karung garam untuk setiap 2 ekor ayam. Ia akan menukarkan 3 ekor ayam untuk setiap ekor biri-biri. “Saya akan memberikan kamu 2 kantung jagung untuk setiap 3 karung garam. maka ia akan memasarkannya dengan 2 ekor kambing dan 1 biri-biri yang dimilikinya untuk ditukar dengan beberapa karung jagung.” “Saya tidak punya ayam”. Jadi saya tidak dapat menukarnya dengan Harun. Kemudian ia menjumpai Haris dan bercerita kepadanya. Hasil pekerjaan LKS kelompok belum begitu sempurna. Kemudian ia menjumpai Rani. ada beberapa kelompok yang masih belum dapat menyelesaikan soal dengan benar. pikir Ahmad.” Ternyata “Itu juga tidak dapat membantu saya. Pada pelaksanaan pembelajaran pertemuan 1 siklus 1 kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal belum begitu baik.” pikir Ahmad. Soal Ahmad hidup di desa Rahtawu (salah satu desa terpencil di Kudus) dengan keluarganya.

.53 semakin bingung. Apa yang dapat ia kerjakan? Bantulah Ahmad. 3 ekor ayam = 1 biri-biri 6 karung garam = 1 ekor kambing Ahmad menukarkan 2 ekor kambing : 6 x 2 = 12 karung garam Jadi Ahmad punya 12 karung garam Ahmad menukarkan 1 biri-biri : 3 x 1 = 3 ekor ayam Jadi Ahmad punya 3 ekor ayam Ahmad menukarkan 12 karung garam : 12 = 4 x 2 = 8 karung jagung Jadi Ahmad punya 8 karung jagung Ahmad menukarkan 3 ekor ayam : 1 karung garam Jadi Ahmad punya 1 karung garam Jadi jumlahnya 8 karung jagung Jawaban yang benar adalah Dibuat dulu persamaannya berikut ini. perlihatkan apa yang dapat Ahmad kerjakan! Jawaban Kelompok 2 Ahmad 2 kambing + 1 biri-biri = ………. 1 karung garam = 2 ekor ayam 2 karung jagung = 3 karung garam 3 ekor ayam = 1 biri-biri 6 karung garam = 1 ekor kambing Ahmad memiliki 2 ekor kambing dan 1 biri-biri. maka : . karung jagung.

hal ini dikarenakan mereka belum terbiasa untuk menyajikan hasil diskusinya di depan kelas. hal ini kemungkinan dikarenakan siswa merasa kurang percaya diri untuk mengemukakan pendapatnya walaupun telah diberi kesempatan. Ini dapat dilihat sebagian besar kelompok mengandalkan siswa yang lebih pandai (pada umumnya . Pada siklus 1 ini. pada saat kelompok yang ditunjuk melakukan presentasi tidak banyak kelompok yang mau menanggapi hasil diskusinya. hal ini terlihat dari kurang aktifnya semua anggota kelompok dalam menyelesaikan soal LKS dan masih adanya dominasi siswa yang lebih pandai (ketua kelompok) dan juga karena masih canggung dengan kelompok yang anggotanya campur dengan lawan jenis . Hal ini dikarenakan kemampuan siswa yang belum begitu baik.54 2 ekor kambing = 12 karung garam 1 biri-biri = 3 ekor ayam = 1. dan kurangnya motivasi serta bimbingan yang diberikan oleh guru. Tapi begitu guru mengkaji ulang jawabannya para siswa mau berkomentar walaupun dengan koor.5 karung garam = 9 karung jagung Jadi dari 2 ekor kambing dan 1 biri-biri milik Ahmad dapat ditukar dengan 9 karung jagung. proses diskusi yang kurang aktif.5 = 13. Proses diskusi pada siklus 1 ini dapat dikatakan belum sepenuhnya berhasil.5 karung garam 12 + 1. Di samping itu. perwakilan kelompok yang ditunjuk untuk mempresentasikan hasil diskusinya masih terlihat canggung dan kurang percaya diri.

Hal ini terlihat dari tidak ada satupun siswa yang mampu mengerjakan semua soal dengan benar. Sebagian besar siswa melakukan kesalahan pengerjaan soal pada nomor 5. Berikut adalah contoh kesalahan pengerjaan soal tes akhir siklus 1 pada nomor 5 yang dilakukan oleh siswa yang bernama Irene Nova Damayanti. Soal Halaman sekolahku berbentuk persegipanjang.55 anak putri) untuk menyelesaikan soal. Kelilingnya 84 meter dan panjang halamannya 8 meter lebihnya dari lebar. Dalam hal ini guru harus lebih aktif membimbing dan mengarahkan siswa sehingga siswa merasa tertarik untuk aktif dalam pembelajaran. Jawaban siswa Misal panjang = x lebar = y Keliling = s x s x s Maka x + y = 84 x + y =8 . Kemampuan siswa dalam menyelesaikan tes akhir siklus 1 ini. belum begitu sempurna. Hal ini dikarenakan siswa kurang memahami kalimat pada soal dan kurang menguasai rumusrumus pada bangun datar. Buatlah model matematikanya.

. ketika jam ke-5 dan ke-6 aku sangat senang karena aku mengerjakan soal matematika dengan cara berdiskusi.(i) x = 8 + y ……. supaya nilai matematikaku naik.56 Jawaban yang benar Misal panjang = x lebar = y Keliling = K Maka K = 2(p + l) 84 = 2( x + y )…….. meskipun teman aku ada yang tidak mau mengerjakan. Mungkin dan memang dulu aku paling sebel kalau pelajaran matematika. Berikut ini beberapa tanggapan/kesan-kesan dari siswa yang menarik : a. Hari Senin tanggal 4 Desember 2006 aku pergi sekolah. Aku sangat merasa senang sekali dengan pelajaran matematika. tapi sejak mulai sekarang aku ingin sekali setiap hari ada pelajaran matematika dan aku ingin belajar matematika dengan teratur dan setiap hari. (ii) Dari tanggapan secara umum siswa yang merasa senang pada pertemuan 2 menurun dibandingkan pada pertemuan 1 karena ada anak-anak yang tadinya senang menjadi tidak senang atau merasa biasa-biasa saja karena tidak terjadi kekompakan pada kelompoknya atau bahkan merasa ada anggota kelompoknya yang egois.

kami mengerjakan sendiri-sendiri dan isinya beda-beda. Karena indikator keberhasilan belum tercapai.81 dengan persentase ketuntasan belajar baru mencapai 51. Kelompok saya terdiri 4 orang. Hari ini ada pelajaran matematika pada jam ke-5. Kesan yang paling menarik ialah dengan adanya kerja kelompok ini kami sangat bahagia karena bisa saling bertukar pikiran. Kami mengerjakan soal yang diberikan guru kami tapi tim kami tidak kompak. Tapi pelajaran matematika hari ini aku bisa cukup santai karena banyak.57 b. lalu dibawa ke kantor untuk dipotong rambutnya. kami disuruh membuat kelompok. c. Pengalamanku hari ini sama aja atau biasa-biasa aja sama seperti biasanya. d. 2 laki-laki dan 2 perempuan. sudah sekian ya. tidak menyenangkan/menyedihkan. maka siklus 2 perlu dilaksanakan dengan perubahan-perubahan sesuai evaluasi-refleksi agar kemampuan siswa dan aktivitas siswa dapat lebih baik sesuai dengan indikator yang diharapkan. saya kira ingin memeriksa siswa yang rambutnya panjang. yang bergantian mengerjakan soal tidak seperti biasanya mengerjakan sendiri dan kalau ada yang tidak bisa selalu tidak aku kerjakan tapi setelah berkelompok yang aku tidak bisa dikerjakan bersama-sama. kalau bisa setiap pelajaran matematika tolong diadakan kerja kelompok seperti ini. kelompok kami sangat ribut kami tidak mengerjakan kelompok. Berdasarkan tes akhir siklus 1 diperoleh rata-rata nilai sebesar 5. .9% dan keaktifan siswa 70% . Di pelajaran ini juga ada guru lain.

Hasil dari persentase aktivitas siswa dan kemampuan guru siklus 2 disajikan pada tabel 7 berikut.9%.65 dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 77.8 % 80 % Kemampuan guru 90. Hasil evaluasi siswa pada akhir siklus 2 diperoleh rata-rata 7.6%. Rata-rata nilai evaluasi akhir dan % ketuntasan belajar siswa. atau kalau dirata-rata persentase aktivitas siswa 78.6 % 90. Hasil Penelitian dan Pembahasan Siklus 2 1. Hasil Penelitian Siklus 2 a. Berdasarkan lembar observasi untuk guru diperoleh kemampuan guru dalam pembelajaran pada pertemuan 1 sebesar 90.6% dan pada pertemuan 2 juga sebesar 90.58 B. Siklus Siklus 2 Rata-rata 7.65 % ketuntasan Belajar 77. Waktu Pertemuan 1 Pertemuan 2 Aktivitas siswa 77.8% sebanyak 21 siswa yang tuntas belajar dan 6 siswa yang tidak tuntas belajar. c. Tabel 7 : Persentase aktivitas siswa dan kemampuan guru siklus 2.6 % Keterangan 2 anak absen 2 anak absen . Berdasarkan pengamatan terhadap aktivitas siswa dalam pembelajaran siklus 2 diperoleh persentase aktivitas siswa pada pertemuan 1 sebesar 77. Tabel 6.8 b.8% (2 anak tidak masuk) dan pada pertemuan 2 sebesar 80% (2 anak tidak masuk). seperti terlihat dalam tabel 6 berikut.

59 d. terlihat seperti tabel 8 berikut. 3 anak merasa tidak senang dan 2 anak merasa biasa-biasa saja (2 anak tidak masuk) dan pertemuan 2 adalah 20 anak merasa senang. Berdasarkan tanggapan siswa terhadap pembelajaran dengan model berbasis masalah pada pertemuan 1 adalah 20 anak merasa senang.8% sebanyak 21 siswa dari 27 siswa (semua anak masuk). Pembahasan Siklus 2 Siklus 2 merupakan pembelajaran dengan materi menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel dan penafsirannya. Tanggapan umum siswa terhadap pembelajaran pada siklus 2. Senang Tidak senang Biasa-biasa saja Tidak hadir Jumlah Perasaan Pertemuan 1 20 anak 3 anak 2 anak 2 anak 27 anak Pertemuan 2 20 anak 2 anak 3 anak 2 anak 27 anak 2.65 dan persentase siswa yang tuntas belajar sebesar 77. 3. 2. yang terlihat seperti diagram berikut. Tabel 8.00. Dari hasil evaluasi akhir siklus 2 diperoleh rata-rata nilai sebesar 7. No 1. Dengan melihat hasil ini berarti ada peningkatan kemampuan dari siklus 1 ke siklus 2 sesuai dengan indikator keberhasilan yang ditetapkan yaitu sekurang-kurangnya 75 % siswa telah tuntas belajar dengan rata-rata nilai ulangan hariannya minimal 6. . 2 anak merasa tidak senang dan 3 anak merasa biasa-biasa saja (2 anak tidak masuk).

dengan adanya kelompok sejenis .6%.6% pada pertemuan 1 dan pada pertemuan 2 juga 90.60 Grafik Rata-Rata Nilai Evaluasi Akhir Siswa 8 6 4 2 0 Siklus 1 Siklus 2 Rata-Rata Nilai Grafik Ketuntasan Belajar Siswa 25 20 5 Tuntas 0 5 0 Siklus 1 Siklus 2 Belum Tuntas Selanjutnya dari hasil refleksi pada pengamatan selama berlangsungnya siklus 2 diperoleh kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis masalah sebesar 90. meskipun demikian masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki guru yaitu pemberian motivasi untuk menyelesaikan sendiri masalahnya dengan kelompok terutama pada kelompok laki-laki.

8% dan pada pertemuan 2 sebesar 80%. Grafik Persentase Aktivitas Siswa 80 70 60 50 40 30 20 10 0 Siklus 1 Siklus 2 Pertemuan 1 Pertemuan 2 Grafik Persentase Kemampuan Guru 92 90 88 86 84 82 80 Siklus 1 Siklus 2 Pertemuan 1 Pertemuan 2 .9%. kelompok putri lebih unggul karena lebih tekun. Dengan demikian ada peningkatan aktivitas siswa dari siklus 1 ke siklus 2 sesuai dengan indikator keberhasilan yang ditetapkan yaitu minimal 75 % siswa terlibat secara aktif selama proses pembelajaran berlangsung.61 kelamin. Pengamatan terhadap siswa pada pembelajaran siklus 2 ini menunjukkan keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran pada pertemuan 1 sebesar 77. sehingga siswa akan merasa tertarik dan terdorong untuk ikut aktif dalam pembelajaran. yang terlihat seperti diagram berikut. atau kalau dirata-rata 78.

Sebagian besar kelompok sudah . Proses diskusi dalam siklus 2 ini mulai berjalan dengan baik.62 Kegiatan diskusi pada pada siklus 2 sudah berjalan dengan baik karena sesuai dengan harapan anak untuk mengelompok perjenis kelamin. walaupun masih ada yang malu-malu. jadi anggota kelompok tidak hanya mengandalkan ketua kelompok saja tapi yang lainya ikut berpartisipasi dalam menyelesaikan soal dan mengemukakan pendapat. hal ini terlihat dengan adanya pembagian tugas dalam kelompok yang secara tidak langsung mengurangi dominasi ketua kelompok. Dominasi siswa yang lebih pandai yang terjadi pada siklus 1 mulai berkurang pada siklus 2 ini. Jadi semua anggota kelompok turut berperan aktif dalam menyelesaikan soal dalam LKS tanpa menggantungkan pada ketua kelompok. perwakilan siswa yang presentasi sudah tidak terlihat canggung dan sudah lebih percaya diri dalam menyampaikan hasil diskusinya. sehingga tidak ada rasa canggung lagi untuk berdiskusi. ada beberapa kelompok yang masih belum betul dalam pengerjaan soal LKS. meskipun masih dengan koor. sebagian besar anggota kelompok aktif dalam kegiatan diskusi walau ada beberapa siswa yang tidak ikut melibatkan dirinya dalam diskusi. Demikian halnya pada saat presentasi kelompok. kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal LKS belum begitu sempurna. Sebagian kelompok lain mulai menanggapi kelompok yang presentasi jika terdapat perbedaan pendapat. Pada siklus 2 ini.

63 memahami materi dan tugas yang diberikan tapi kebanyakan masih kurang teliti dalam menghitung. Soal nomor 2 Harga tiket masuk pertandingan sepak bola kelas I adalah Rp 5. Tentukan masing-masing banyak tiket kelas I dan kelas II yang terjual! Jawaban kelompok 6 Misal banyak tiket kelas I yang terjual = x Banyak tiket kelas II yang terjual = y Maka (i) x + y = 2000 (ii) 5000 x + 3000 y = 7600000 Menghilangkan x x + y = 2000 x 5000 ⇒ 5000 x + 5000 y = 10000000 ⇒ 5000 x + 3000 y = 7600000 – 8000 y = 2400000 ⇔ ⇔ 5000 x + 3000 y = 7600000 x 1 y = 2400000 : 10000 y = 240 x + y = 2000 ⇔ x + 240 y = 2000 ⇔ x = 2000 – 240 ⇔ x = 1760 .000. Berikut contoh kesalahan yang terjadi dalam penyelesaian LKS kelompok 6.000. Jika tiket yang terjual sebanyak 2000 lembar dan hasil penjualan tiket Rp 7.000 dan kelas II adalah Rp 3.600.

Dari hasil pekerjaan siswa. Untuk itu guru harus lebih sering mengingatkan dan membimbing siswa agar lebih teliti dan hati-hati.64 Jawaban yang benar adalah Misal banyak tiket kelas I yang terjual = x Banyak tiket kelas II yang terjual = y Maka (i) x + y = 2000 (ii) 5000 x + 3000 y = 7600000 Menghilangkan x x + y = 2000 x 5000 ⇒ 5000 x + 5000 y = 10000000 x 1 ⇒ 5000 x + 3000 y = 7600000 – 2000 y = 2400000 ⇔ y = 2400000 : 2000 ⇔ y = 1200 5000 x + 3000 y = 7600000 x + y = 2000 ⇔ x + 1200 = 2000 ⇔ x = 2000 – 1200 ⇔ x = 800 Jadi banyak tiket kelas I yang terjual adalah 800 lembar dan banyak tiket kelas II yang terjual adalah 1200 lembar. dapat disimpulkan bahwa sebenarnya siswa sudah dapat memahami materi. tapi masih kurang teliti dalam menghitung. .

65 Pada pengerjaan soal tes akhir siklus 2. Berikut contoh kesalahan yang terjadi dalam pengerjaan soal tes akhir siklus 2 yang dilakukan oleh Diwanda Okky Pangesta pada soal nomor 1.000 Rp 90. walaupun masih ada beberapa siswa yang salah dalam penghitungan dan analisa soal tapi kemampuan siswa pada pembelajaran siklus 2 ini jauh lebih baik dari pembelajaran siklus 1. kemampuan siswa sudah baik hal ini terlihat dari sebagian besar siswa mengerjakan soal dengan baik dan benar. Soal Perhatikan gambar berikut! Rp 110.000 Tentukan harga masing-masing satu kaleng roti dan satu cermin oval! Jawaban siswa Misal harga 1 kaleng roti = x harga 1 cermin oval = y Maka (i) 3 x + 1 y = 110000 (ii) 1 x + 3 y = 90000 .

66

Menghilangkan x 3 x + 1 y = 110000 x 1 ⇒ 3 x + 1 y = 110000 1 x + 3 y = 90000 x 3 ⇒ 3 x + 9 y = 270000 – – 8 y = 83000 ⇔ ⇔ 3 x ⇔ 3x ⇔ 3x ⇔ ⇔ ⇔ +1y = 110000

y = 83000 : 8 y y = 13750

+ 1(1375) = 110000 + 83000 3x 3x
x

= 110000 = 110000 – 83000 = 37000 : 5 = 61400

Jadi harga 1 buah kaleng roti = 13750 harga 1 buah cermin oval = 61400 Jawaban yang benar adalah Misal harga 1 kaleng roti = x

harga 1 cermin oval oval = y Maka (i) 3 x + 1 y = 110000 (ii) 1 x + 3 y = 90000

67

Menghilangkan x 3 x + 1 y = 110000 x 1 ⇒ 3 x + 1 y = 110000 1 x + 3 y = 90000 x 3 ⇒ 3 x + 9 y = 270000 – – 8 y = – 160000 ⇔ y ⇔ 3 x +1 y = 110000 = – 160000 : – 8 = 20000

y

⇔ 3 x + 1(20000) = 110000 ⇔ 3 x + 20000 ⇔ ⇔ ⇔ ⇔ 3x 3x
x
x

= 110000 = 110000 – 20000 = 90000 = 90000 : 3 = 30000

Jadi harga 1 buah kaleng roti = Rp 30.000 harga 1 buah cermin oval = Rp 20.000 Dari tanggapan secara umum siswa yang merasa tidak senang pada pertemuan 2 menurun dibandingkan pada pertemuan 1 karena ada anak-anak yang tadinya tidak senang menjadi senang atau tetap merasa biasa-biasa saja karena merasa dapat bekerja sama dengan teman kelompoknya, apalagi kelompok ini homogen sesuai keinginan siswa, tetapi ada siswa yang justru merasa tidak senang dengan kelompok ini karena tidak kompak.

68

Berikut tanggapan/kesan-kesan yang menarik dari siswa : a. Pelajaran hari ini sangat menyenangkan karena diganti dengan kelompok baru yaitu laki-laki dan laki-laki, kalau kelompok dulu tidak enak karena kalau sama perempuan saya diejek. b. Hari ini aku merasa senang karena kelompokku sejenis, aku senang dengan kelompokku yang sekarang daripada yang kemarin. Kemarin itu sudah campuran dan nggak mau kerjasama paling kerjasama cuma sebagian yang sebagian diam dan kelompok sekarang lucu. c. Hari ini dibuat kelompok baru. Kelompok ini sangat tidak menyenangkan karena saya harus menulis dan memikirkan pelajaran matematika. Dari hasil evaluasi akhir siklus 2 diperoleh rata-rata nilai sebesar 7,65 dan persentase siswa yang tuntas belajar sebesar 77,8% sebanyak 21 siswa dari 27 siswa (semua anak masuk) sedangkan aktivitas siswa 78,9 % , hasil ini sudah memenuhi indikator yang ditetapkan . Sesuai dengan ciri-ciri utama dan tujuan pembelajaran berbasis masalah ternyata peserta didik dapat belajar berpikir kritis dan terampil memecahkan masalah serta mendapatkan pengetahuan dan konsep-konsep dasar sehingga indikator keberhasilan yang diharapkan dapat tercapai pada akhir siklus 2. Dengan demikian hipotesis tindakan dan indikator keberhasilan dapat dicapai sehingga tidak perlu dilakukan pelaksanaan siklus berikutnya. Berdasarkan hasil tes akhir pada siklus 2 dengan ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 77,8% dengan rata-rata 7,65 serta lebih dari 75% siswa aktif

.69 mengikuti pembelajaran maka dapat disimpulkan dengan melalui implementasi model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal cerita siswa kelas VIII SMP Bhakti Praja Gebog Kudus tahun pelajaran 2006/2007 dan aktivitas siswa pada materi pokok Sistem Persamaan Linear Dua Variabel .

Saran 1.9 %.BAB V PENUTUP A. Simpulan Dari hasil penelitian tindakan kelas ini diperoleh simpulan bahwa melalui implementasi model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal cerita siswa kelas VIII A SMP Bhakti Praja Gebog Kudus tahun pelajaran 2006/2007 dan aktivitas siswa pada materi pokok sistem persamaan linear dua variabel. 2. Model pembelajaran berbasis masalah sebaiknya dilaksanakan oleh guru matematika kelas VIII SMP Bhakti Praja Gebog Kudus untuk meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal cerita siswa kelas VIII dan aktivitas siswa pada materi pokok sistem persamaan linear dua variabel. Model pembelajaran berbasis masalah sebaiknya dilaksanakan oleh semua guru SMP Bhakti Praja Gebog Kudus untuk meningkatkan prestasi siswa dan mutu sekolah. serta persentase aktivitas siswa 78. 70 .65 dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 77.8 %. B. Pada akhir siklus 2 diperoleh rata-rata hasil belajar 7.

BPG Semarang. Petunjuk Praktis Penelitian Tindakan Kelas untuk Penyusunan Skripsi Bahan Perkuliahan Prodi Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Mulyadi.. Makalah Seminar. Pembelajaran Matematika Aktif-Efektif. Departemen Pendidikan Nasional. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. BPG Semarang. Amin. . Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia. Semarang. 22 Desember. Erman. Makalah Seminar. Suherman. Materi Pelatihan Terintegrasi Buku 3. Jakarta. 2004. Departemen Pendidikan Nasional. Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Menyelesaikan Soal-Soal Pada Pokok Bahasan Sistem Persamaan Linear Dengan Dua Variabel Di Kelas VIII D SMP N 1 Jepara Tahun Pelajaran 2005/2006 Melalui Model Cooperative Learning Tipe STAD. Kurikulum 2004. 1999. Disajikan dalam Penataran Guru SLTP Swasta Mata Pelajaran Matematika Provinsi Jawa Tengah. Erry. Semarang: Universitas Negeri Semarang. 2003. 2005. Disajikan dalam Pelatihan Guru Sekolah Jauh Mata Pelajaran Matematika. Haditjahjono. Suyitno. 2001. 2006.2004. Pelajaran Matematika Kelas VIII. dkk. Sistem Persamaan Linear dengan 2 Peubah. 5 September. Semarang.71 DAFTAR PUSTAKA Agustiningsih Tri Lestari.

13. 22. 6. 25. 8. 5.72 Lampiran 1 DAFTAR NAMA SISWA KELAS VIII A SMP BHAKTI PRAJA GEBOG TAHUN PELAJARAN 2006/2007 NO 1. 16. 9. 3. 18. 21. 24. 10. 27. 23. 26. 7. 15. 12. 14. 19. 20. 11. 4. NAMA Adi Faishol Khabib Aditia Nugroho Ahmad Harnowo Andi Arifin Ari Yohan Puja Kusuma Bagus Noor Rokhman Debbi Susanti Didik Siswanto Diwanda Okky Pangesta Dyah Permatasari Eko Budi Santoso Firman Ardyanto Fatkhul Huda Irene Nova Damayanti Isna Noviana Jannatun Munawaroh Kasriati Miftakhul Khabibi Muhammad Lutfi Sutanto Muhammad Rizal Qirotul Insyaroh Resti Arisanti Indah Pertiwi Sri Harini Wani Sofa Yulia Arisanti Zahrotus Sa’adah Bayu Prasetyo L/P L L L L L L P L L P L L L P P P P L L L P P P P P P L Jumlah siswa 27 orang dengan rincian 15 lakilaki dan 12 perempuan KETERANGAN . 17. 2.

Wani Sofa 2. Andi Arifin 4. Ari Yohan Puja Kusuma 4. Debbi Susanti 2. Bagus Noor Rokhman 5. Diwanda Okky Pangesta 4. Eko Budi santoso 4. Firman Ardyanto Kelompok II 1. Didik Siswanto 5. Dyah Permatasari 2. Isna Noviana 2.73 Lampiran 2 DAFTAR KELOMPOK SIKLUS I ( kelompok campuran ) Kelompok I 1. Yulia Arisanti 2. Adi Faishol Khabib 4. Kasriati 3. Jannatun Munawaroh 3. Muhammad Rizal Keterangan : Pembagian kelompok berdasarkan pilihan guru . Sri Harini 3. Ahmad Harnowo 4. Muhammad Lutfi Sutanto Kelompok VI 1. Qirotul Insyaroh 2. Miftakhul Khabibi Kelompok III 1. Bayu Prasetyo Kelompok V 1. Irene Nova Damayanti 3. Fatkhul Huda Kelompok IV 1. Aditia Nugroho 5. Zahrotus Sa’adah 3. Resti Arisanti Indah Pertiwi 3.

Isna Noviana 4. Aditia Nugroho Keterangan : Pembagian kelompok berdasarkan tanggapan siswa di siklus 1 dengan tidak mengabaikan aturan yang ada Kelompok IV 1. Sri Harini 4. Zahrotus Sa’adah 3. Fatkhul Huda 3. Bayu Prastyo Kelompok III 1. Ahmad Harnowo 5. Firman Ardyanto 3. Wani Sofa 3. Dyah Permatasari 2. Rizal 4.74 Lampiran 3 DAFTAR KELOMPOK SIKLUS 2 ( kelompok perjenis kelamin ) Kelompok I 1. Bagus Noor R Kelompok II 1. Didik Siswanto 5. Muh. Ari Yohan Puja Kusuma 4. Diwanda Okky P 4. Irene Nova D 2. Qirotul Insyaroh 3. Yulia Arisanti 2. Muh. Resti Arisanti IP . Eko Budi santoso 2. Lutfi Sutanto 2. Miftakhul Khabibi 5. Andi Arifin 3. Kasriati Kelompok VI 1. Jannatun Munawaroh Kelompok V 1. Debbi Susanti 4. Adhi faishol Khabib 2.

Guru mendorong dialog/diskusi antar teman dalam kelompoknya Mengembangkan dan menyajikan hasil pemecahan masalah 1.menemukan penjelasan dan pemecahan masalah yang diberikan pada fase 1 2. Fase 2 Mengorganisir siswa untuk belajar 1. Guru mengajukan masalah yang ada di LKS dan meminta siswa mempelajari masalah tersebut.75 Lampiran 4 LEMBAR PENGAMATAN PEMBELAJARAN UNTUK GURU Hari. Guru membantu siswa mengkaji ulang proses/hasil pemecahan masalah pada fase 1 sampai fase 4 D = nilai 1 Fase 3 Fase 4 Fase 5 Ket : A = nilai 4 B = nilai 3 C = nilai 2 ∑ perolehan nilai x 100% Kemampuan guru = ∑ nilai maks Kudus. tanggal : Petunjuk : Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek (√) pada kolom yang sesuai! Skala nilai Tahap Aktivitas A B C D Mengorientasikan siswa pada masalah Fase 1 1. Guru membimbing/mengamati siswa dalam menyimpulkan hasil pemecahan masalah yang diberikan pada fase 1 2.Guru membimbing / mendorong siswa mengumpulkan informasi yang sesuai. Desember 2006 Observer Hadi saptana . Guru mendorong siswa menyajikan hasil pemecahan masalah dan membimbing bila menemui kesulitan Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah 1.Guru meminta siswa mengemukakan ide kelompoknya tentang cara menyelesaikan masalah tersebut Membantu siswa memecahkan masalah 1. Guru membagi siswa ke dalam kelompok dengan 4 – 5 siswa/kelompok 2.

76 Lampiran 5 LEMBAR OBSERVASI SISWA DALAM KELOMPOK Hari. 3. 6. Aspek yang diamati Skala Penilaian A B C D E : Petunjuk : Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek (√) pada kolom yang 1. 8. tanggal sesuai! NO. 5. 4. 7. 9. Desember 2006 Observer Hadi Saptana . Kesiapan siswa dalam mengikuti pelajaran Keaktifan siswa dalam mengajukan pertanyaan Keaktifan siswa mengamati penjelasan guru Keaktifan siswa dalam berdiskusi Keberanian siswa dalam menyajikan temuannya Kekompakan kerja kekompok Keaktifan siswa dalam belajar kelompok Keaktifan siswa dalam mengajukan pendapat Respon siswa terhadap pelajaran secara umum Keterangan : A = 1 – 6 siswa bernilai 1 B = 7 – 12 siswa bernilai 2 C = 13 – 18 siswa bernilai 3 D = 19 – 24 siswa bernilai 4 E = 25 – 27 siswa bernilai 5 Keaktifan siswa = ∑ skor perolehan ∑ skor maksimal x 100% Kudus. 2.

Buku Siswa / LKS 2. penemuan terbimbing dan pemberian tugas : SMP : Matematika : VIII/Satu : Aljabar : 4 X 40 menit (2 pertemuan) Pendekatan : Pendekatan kontekstual Pertemuan pertama 1. Pendahuluan a. Benda nyata C. 1.77 Lampiran 6 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS 1 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Aspek Alokasi waktu A. Guru membuka pelajaran dan mengecek kehadiran siswa b. Kompetensi Dasar Membuat model matematika dari masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel 2. Kelengkapan 1. diskusi. Indikator Membuat model matematika dari masalah sehari-hari yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel B. Guru memberikan apersepsi . Kegiatan Belajar Mengajar Model Metode : Pembelajaran berdasarkan masalah : Ceramah.

menemukan penjelasan dan pemecahan masalah dari fase 1 e. Guru mendorong dialog/diskusi antar teman dalam kelompoknya Fase 4 : Mengembangkan dan menyajikan hasil pemecahan masalah f. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan menginformasikan pembelajaran yang akan dilakukan 2. Guru meminta siswa mengemukakan ide kelompoknya sendiri tentang cara menyelesaikan masalah tersebut Fase 3 : Membantu siswa memecahkan masalah d. Guru mengajukan masalah yang berkaitan dengan kejadian sehari-hari dan membahasnya bersama-sama siswa melalui tanya jawab Fase 2 : Mengorganisir siswa untuk belajar b. Kegiatan inti Fase 1 : Mengorientasikan siswa pada masalah a. Guru membimbing dan mengamati siswa dalam menyampaikan hasil diskusinya model . Guru membagi siswa ke dalam kelompok yang sudah dibentuk dan membagikan LKS kepada tiap kelompok untuk didiskusikan bersama anggota kelompok c.78 Guru mengingatkan kembali tentang kejadian sehari-hari yang berkaitan dengan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel c. Guru memilih secara acak kelompok I – VI untuk mempresentasikan hasil diskusinya yang masing-masing kelompok diwakili oleh satu orang siswa g. Guru membimbing/mendorong siswa mengumpulkan informasi yang sesuai.

Penutup a. Guru meminta siswa untuk menuliskan kesan pelajaran pada hari itu sebagai refleksi siswa terhadap pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah Pertemuan kedua 1.79 h. Guru membimbing siswa untuk membuat kesimpulan mengenai materi yang telah dipelajari b. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan menginformasikan model pembelajaran yang akan dilakukan 2. Guru bersama siswa membahas kembali hasil diskusi kelompok yang presentasi 3. Guru memberikan soal untuk dikerjakan di rumah sebagai bahan pendalaman materi c. Guru memberikan kesempatan kepada kelompok lain untuk menanggapi bila terjadi perbedaan pendapat Fase 5 : Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah i. Guru membuka pelajaran dan mengecek kehadiran siswa b. Guru memberikan apersepsi Guru mengingatkan kembali tentang kejadian sehari-hari yang berkaitan dengan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel c. Pendahuluan a. Guru mengajukan masalah yang berkaitan dengan kejadian sehari-hari dan membahasnya bersama-sama siswa melalui tanya jawab . Kegiatan inti Fase 1 : Mengorientasikan siswa pada masalah a.

Guru membagi siswa ke dalam kelompok yang sudah dibentuk dan membagikan kartu soal kepada tiap kelompok untuk didiskusikan bersama anggota kelompok c. Guru memberikan kesempatan kepada kelompok lain untuk menanggapi bila terjadi perbedaan pendapat Fase 5 : Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah i. Guru membimbing/mendorong siswa mengumpulkan informasi yang sesuai.80 Fase 2 : Mengorganisir siswa untuk belajar b. Penutup a. Guru membimbing siswa untuk membuat kesimpulan mengenai materi yang telah dipelajari . Guru meminta siswa mengemukakan ide kelompoknya sendiri tentang cara menyelesaikan masalah tersebut Fase 3 : Membantu siswa memecahkan masalah d. menemukan penjelasan dan pemecahan masalah dari fase 1 e. Guru membimbing dan mengamati siswa dalam menyampaikan hasil diskusinya h. Guru bersama siswa membahas kembali hasil diskusi kelompok yang presentasi 3. Guru memilih secara acak kelompok I – VI untuk mempresentasikan hasil diskusinya yang masing-masing kelompok diwakili oleh satu orang siswa g. Guru mendorong dialog/diskusi antar teman dalam kelompoknya Fase 4 : Mengembangkan dan menyajikan hasil pemecahan masalah f.

Penilaian Tehnik : Tes Bentuk instrumen : Tertulis Contoh Instrumen : Buatlah model matematika dari soal cerita berikut. Guru memberikan soal untuk dikerjakan di rumah sebagai bahan pendalaman materi c. Jumlah dua bilangan cacah adalah 30 dan selisih kedua bilangan itu adalah 6. Desember 2006 Mengetahui Kepala sekolah Guru mata pelajaran Kartono R..81 b. BA Rumijati . Kudus.000 sedangkan harga 5 buah baju dan kaos yang sama adalah Rp 275.000 2. Harga 2 buah baju dan 3 kaos adalah Rp 175. Guru meminta siswa untuk menuliskan kesan pelajaran pada hari ini sebagai refleksi siswa terhadap pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah D. 1.

Jadi saya tidak dapat menukarnya dengan Harun.” Ahmad semakin bingung. Mula-mula ia ketemu Harun yang mengatakan “Saya hanya menukar sekarung garam untuk beberapa ekor ayam.” “Saya tidak punya ayam”. Kemudian ia menjumpai Rani. Keluarga Ahmad memerlukan jagung. “Saya akan memberikan kamu 2 kantung jagung untuk setiap 3 karung garam. dan ia mengatakan “Saudaraku mau memberimu 6 karung garam untuk setiap 1 ekor kambing yang kamu miliki. Apa yang dapat ia kerjakan? Bantulah Ahmad.82 Lampiran 7 LEMBAR KERJA SISWA 1 – 1 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Aspek Alokasi waktu Kompetensi Dasar : Membuat model matematika dari masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel Indikator : Membuat model matematika dari masalah sehari-hari yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel Petunjuk pengerjaan soal : Diskusikan permasalahan berikut dengan kelompokmu.” Ternyata “Itu juga tidak dapat membantu saya. maka ia akan memasarkannya dengan 2 ekor kambing dan 1 biri-biri yang dimilikinya untuk ditukar dengan beberapa karung jagung. Kemudian ia menjumpai Haris dan bercerita kepadanya. Saya akan memberimu 1 karung garam untuk setiap 2 ekor ayam.” pikir Ahmad. kemudian sajikan hasil diskusimu di papan tulis! Soal : Ahmad hidup di desa Rahtawu (salah satu desa terpencil di Kudus) dengan keluarganya. Ia akan menukarkan 3 ekor ayam untuk setiap ekor biri-biri. perlihatkan apa yang dapat Ahmad kerjakan! : SMP : Matematika : VIII/Satu : Aljabar : 15 menit . pikir Ahmad.

83 Lampiran 8 KUNCI JAWABAN LEMBAR KERJA SISWA 1 – 1 Jawab : Dibuat dulu persamaannya berikut ini.5 karung garam 12 + 1. 1 karung garam = 2 ekor ayam 2 karung jagung = 3 karung garam 3 ekor ayam = 1 biri-biri 6 karung garam = 1 ekor kambing Ahmad memiliki 2 ekor kambing dan 1 biri-biri. maka : 2 ekor kambing = 12 karung garam 1 biri-biri = 3 ekor ayam = 1. .5 karung garam = 9 karung jagung Jadi dari 2 ekor kambing dan 1 biri-biri milik Ahmad dapat ditukar dengan 9 karung jagung.5 = 13.

Buat model matematikanya! Kartu Soal 3 : Suatu pertandingan tenis lapangan dihadiri oleh 620 orang.000 dan untuk kelas B adalah Rp 35. Jumlah kepala kambing dan ayam ada 22 buah.000.84 Lampiran 9 LEMBAR KERJA SISWA 1 – 2 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Aspek Alokasi waktu Kompetensi Dasar : Membuat model matematika dari masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel Indikator : Membuat model matematika dari masalah sehari-hari yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel Petunjuk : Ada 3 kartu soal dimana setiap kartu masing-masing banyaknya 2 buah . sedangkan jumlah kakinya ada 60 buah.750. setiap kelompok memilih secara acak satu dari enam kartu soal. Buatlah model matematikanya! Kartu Soal 2 : Bilangan 279 akan dinyatakan sebagai penjumlahan dua bilangan A dan B.000 Hasil penjualan karcis pada pertandingan tersebut sebesar Rp 25. kemudian sajikan hasilnya di papan tulis! Kartu Soal 1 : Kakekku memelihara kambing dan ayam. Harga karcis per lembar untuk kelas A adalah Rp 50. Diskusikan permasalahan yang ada pada kartu soal yang kamu dapatkan dengan kelompokmu. Jika A dibagi 4 dan B dibagi 7 maka jumlahnya menjadi 57. Buatlah model matematikanya! : SMP : Matematika : VIII/Satu : Aljabar : 15 menit .

85 Lampiran 10 \ KUNCI JAWABAN LEMBAR KERJA SISWA 1 – 2 Kartu soal 1 : Misal banyaknya kambing = x banyaknya ayam = y Maka x + y = 22 4 x + 2 y = 60 Kartu Soal 2 : Misal bilangan I = A bilangan II = B Maka A + B = 279 A B + = 57 4 7 Kartu Soal 3 : Misal banyak tiket kelas A yang terjual = m Banyak tiket kelas B yang terjual = n Maka A + B = 620 50000 A + 35000 B = 25750000 .

Diminta membuat model matematikanya Diberikan 2 paket buah-buahan lengkap dengan harga masingmasing paket. Diminta membuat ∑ SOAL 5 buah 3 Uraian 4 Uraian .86 Lampiran 11 KISI-KISI SOAL EVALUASI AKHIR SIKLUS 1 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Aspek Jumlah/bentuk soal KOMPETENSI DASAR Membuat model matematika dari masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel INDIKATOR KD Membuat model matematika dari masalah seharihari yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel 2 Uraian : SMP : Matematika : VIII/Satu : Aljabar : 5 / uraian NO SOAL 1 BENTUK SOAL Uraian INDIKATOR SOAL Diberikan penjumlahan dua bilangan cacah dan selisihnya. Diminta membuat model matematikanya Diberikan harga tiket pertandingan sepak bola pada 2 kelas yang berbeda dan banyaknya tiket yang terjual serta uang yang didapat. Diminta membuat model matematikanya Diberikan jenis tunggakan dari 2 siswa dan jumlanya masing-masing tunggakan.

Diminta membuat model matematikanya .87 model matematikanya 5 Uraian Diberikan ukuran halaman sekolah yang berbentuk persegipanjang yang diketahui keliling dan panjang yang dinyatakan dalam lebar.

000. Buatlah model matematikanya! 5. Buatlah model matematikanya! 2. Buatlah model matematikanya! 3. Jumlah dua bilangan cacah adalah 23 dan selisihnya adalah 7. Harga tiket masuk pertandingan sepak bola kelas I Rp 7.000 sedangkan tunggakan teman sebangkuku yang terdiri dari 2 bulan uang komite dan biaya ulangan semesteran adalah Rp 80. Tunggakan uang sekolahku yang terdiri dari 3 bulan uang komite dan biaya ulangan semesteran Rp 110.500. Halaman sekolahku berbentuk persegipanjang. Buatlah model matematikanya! 4. Kelilingnya 84 meter dan panjang halamannya 8 meter lebihnya dari lebar.000. Buatlah model matematikanya! .000.000 dan harga tiket masuk kelas II Rp 5.000. Di sebuah toko buah harga paket A yang terdiri dari 5 buah jeruk dan 5 buah apel adalah Rp 14.88 Lampiran 12 SOAL EVALUASI AKHIR SIKLUS 1 Petunjuk : Kerjakan soal berikut dengan jelas dan benar ! 1. Jika banyaknya tiket yang terjual 2000 lembar dan hasil penjualan tiket Rp 11.000 dan paket B yang terdiri dari 3 buah jeruk dan 4 buah apel adalah Rp 10.

(5) Maka x + y = 2000 = 11500000 …………………………… (5) 7000 x + 5000 y 3. (5) = 84 = y + 8 …………………………………….. Misal panjang persegipanjang = x lebar persegipanjang Maka 2 x + 2 y x = y …………………………………..(5) 5. Misal bilangan pertama = x bilangan kedua = y dengan x > y ………………………… (5) Maka x + y = 23 x – y = 7 ……………………………………… (5) 2.. Misal banyak tiket yang terjual kelas I = x banyak tiket yang terjual kelas II = y ………………………..89 Lampiran 13 KUNCI JAWABAN DAN PENSKORAN SOAL EVALUASI AKHIR SIKLUS I 1... . (5) catatan : variabel tidak harus x dan y Nilai akhir = ∑ perolehan skor 5 .......... Misal uang komite/bulan = x uang ulangan semesteran = y ………………………………....... (5) Maka 5 x + 5 y 3 x +4y = 14000 = 10000………………………………………… (5) 4.(5) Maka 3 x + y = 110000 2 x + y = 80000 …………………………………………. Misal harga 1 buah jeruk = x harga 1 buah apel = y …………………………………………..

4% Keaktifan siswa = 45 Kudus. 7. 3. 5. 8. Aspek yang diamati A B C D E 1. 6. 9. 4 Desember 2006 Observer Hadi Saptana √ √ √ √ √ √ √ √ √ . 2. Kesiapan siswa dalam mengikuti pelajaran Keaktifan siswa dalam mengajukan pertanyaan Keaktifan siswa mengamati penjelasan guru Keaktifan siswa dalam berdiskusi Keberanian siswa dalam menyajikan temuannya Kekompakan kerja kekompok Keaktifan siswa dalam belajar kelompok Keaktifan siswa dalam mengajukan pendapat Respon siswa terhadap pelajaran secara umum Jumlah skor perolehan = 29 Jumlah skor maksimal = 45 Keterangan : A = 1 – 6 siswa bernilai 1 B = 7 – 12 siswa bernilai 2 C = 13 – 18 siswa bernilai 3 D = 19 – 24 siswa bernilai 4 E = 25 – 27 siswa bernilai 5 29 x 100% = 64.90 Lampiran 14 HASIL OBSERVASI SISWA DALAM KELOMPOK SIKLUS 1 PERTEMUAN 1 Hari. 4. 4 Desember 2006 Petunjuk : Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek (√) pada kolom yang sesuai! Skala Penilaian NO. tanggal : Senin.

8. 5 Desember 2006 Petunjuk : Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek (√) pada kolom yang sesuai! Skala Penilaian NO.6% Keaktifan siswa = 45 Kudus. Aspek yang diamati A B C D E 1. 5 Desember 2006 Observer Hadi Saptana √ √ √ √ √ √ √ √ √ . 4. 7. 5. Kesiapan siswa dalam mengikuti pelajaran Keaktifan siswa dalam mengajukan pertanyaan Keaktifan siswa mengamati penjelasan guru Keaktifan siswa dalam berdiskusi Keberanian siswa dalam menyajikan temuannya Kekompakan kerja kekompok Keaktifan siswa dalam belajar kelompok Keaktifan siswa dalam mengajukan pendapat Respon siswa terhadap pelajaran secara umum Jumlah skor perolehan = 34 Jumlah skor maksimal = 45 Keterangan : A = 1 – 6 siswa bernilai 1 B = 7 – 12 siswa bernilai 2 C = 13 – 18 siswa bernilai 3 D = 19 – 24 siswa bernilai 4 E = 25 – 27 siswa bernilai 5 34 x 100% = 75. 9.91 Lampiran 15 HASIL OBSERVASI SISWA DALAM KELOMPOK SIKLUS 1 PERTEMUAN 2 Hari. tanggal : Selasa. 3. 2. 6.

Guru membimbing/mengamati siswa dalam menyimpulkan hasil pemecahan masalah yang diberikan pada fase 1 2. Guru mendorong dialog/diskusi antar teman dalam kelompoknya Mengembangkan dan menyajikan hasil pemecahan masalah 1.Guru membimbing / mendorong siswa mengumpulkan informasi yang sesuai. Fase 2 Mengorganisir siswa untuk belajar 1. Guru mengajukan masalah yang ada di LKS dan √ meminta siswa mempelajari masalah tersebut.4% 32 Kudus. tanggal : Senin. 4 Desember 2006 Petunjuk : Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek (√) pada kolom yang sesuai! Skala nilai Tahap Aktivitas A B C D Fase 1 Mengorientasikan siswa pada masalah 1.92 Lampiran 16 HASIL PENGAMATAN PEMBELAJARAN UNTUK GURU SIKLUS 1 PERTEMUAN 1 Hari.menemukan penjelasan dan pemecahan masalah yang diberikan pada fase 1 2. 4 Desember 2006 Observer Hadi saptana . Guru mendorong siswa menyajikan hasil pemecahan masalah dan membimbing bila menemui kesulitan √ Fase 3 √ √ Fase 4 √ √ Fase 5 Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah 1.Guru meminta siswa mengemukakan ide kelompoknya tentang cara menyelesaikan masalah tersebut Membantu siswa memecahkan masalah 1. Guru membagi siswa ke dalam kelompok dengan √ 4 – 5 siswa/kelompok 2. Guru membantu siswa mengkaji ulang proses/hasil √ pemecahan masalah pada fase 1 sampai fase 4 Ket : A = nilai 4 B = nilai 3 C = nilai 2 D = nilai 1 Kemampuan guru = 27 x 100% = 84.

Guru membantu siswa mengkaji ulang proses/hasil √ pemecahan masalah pada fase 1 sampai fase 4 Ket : A = nilai 4 B = nilai 3 C = nilai 2 D = nilai 1 Fase 5 Kemampuan guru = 28 x 100% = 87.93 Lampiran 17 HASIL PENGAMATAN PEMBELAJARAN UNTUK GURU SIKLUS 1 PERTEMUAN 2 Hari. Fase 2 Mengorganisir siswa untuk belajar √ 1. Guru mendorong siswa menyajikan hasil pemecahan masalah dan membimbing bila menemui kesulitan √ Fase 3 √ Fase 4 √ √ Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah 1.5% 32 Kudus. Guru mengajukan masalah yang ada di LKS dan √ meminta siswa mempelajari masalah tersebut. Guru membagi siswa ke dalam kelompok dengan 4 – 5 siswa/kelompok 2.Guru meminta siswa mengemukakan ide kelompoknya tentang cara menyelesaikan masalah tersebut Membantu siswa memecahkan masalah 1. tanggal : Selasa. 5 Desember 2006 Petunjuk : Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek (√) pada kolom yang sesuai! Skala nilai Tahap Aktivitas A B C D Mengorientasikan siswa pada masalah Fase 1 1.Guru membimbing / mendorong siswa √ mengumpulkan informasi yang sesuai. 5 Desember 2006 Observer Hadi saptana . Guru mendorong dialog/diskusi antar teman dalam kelompoknya Mengembangkan dan menyajikan hasil pemecahan masalah 1. Guru membimbing/mengamati siswa dalam menyimpulkan hasil pemecahan masalah yang diberikan pada fase 1 2.menemukan penjelasan dan pemecahan masalah yang diberikan pada fase 1 2.

94

Lampiran 18 ANALISIS HASIL EVALUASI AKHIR SIKLUS I Mata Pelajaran Kompetensi Dasar Kelas/semester Jumlah/bentuk soal Banyak peserta Waktu no soal skor maks : : : : : : Matematika 2.2 Membuat model matematika VIII/Satu 5/Uraian 27 siswa 40 menit

No

1

Perolehan skor 2 3 4

5 10 4 4 2 4 4 2 5 4 4 6 4 4 4 5 6 5 4 2 6 4 6 6 6 4 5 5 4


skor 33 32 42 23 37 18 35 18 19 46 21 21 32 30 30 32 26 20 35 26 39 29 36 26 32 26 21

Nilai 6,6 6,4 8,4 4,6 7,4 3,6 7,0 3,6 3,8 9,2 4,2 4,2 6,4 6,0 6,0 6,4 5,2 4,0 7,0 5,2 7,8 5,8 7,2 5,2 6,4 5,2 4,2

Tuntas Belajar ya √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ tdk

10 10 10 10 Nama 01. Adi Faishol Khabib 10 4 7 8 02. Aditia Nugroho 10 2 6 10 03. Ahmad Harnowo 10 10 10 10 04. Andi Arifin 3 2 6 8 05. Ari Yohan Puja K 10 6 7 10 06. Bagus Noor R 4 2 2 8 07. Debbi Susanti 10 8 4 8 08. Didik Siswanto 3 2 1 8 09. Diwanda Okky P 4 2 3 6 10. Dyah Permatasari 10 10 10 10 11. Eko Budi Santoso 4 2 5 6 12. Firman Ardyanto 4 2 3 8 13. Fatkhul Huda 10 6 6 8 14. Irene Nova D 4 5 10 6 15. Isna Noviana 5 6 3 10 16. Janatun Munawaroh 4 6 9 8 17. Kasriati 4 6 2 10 18. Miftakhul Khabibi 4 2 4 8 19. Muh. Lutfi Sutanto 9 4 8 8 20. Muh. Rizal 4 2 8 8 21. Qirotul Insyaroh 10 6 7 10 22. Resti Arisanti IP 6 6 1 10 23. Sri Harini 10 8 4 8 24. Wani Sofa 4 6 4 8 25. Yulia Arisanti 10 4 7 6 26. Zahrotussa’adah 4 6 3 8 27. Bayu Prasetyo 4 2 3 8 Siswa tuntas belajar apabila nilainya minimal 6,0 Persentase tuntas belajar = Rata – rata = 5,81 14 x 100% = 51,9% 27

95

Lampiran 19 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS 2 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Aspek Alokasi waktu A. 1. Kompetensi Dasar Menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel dan penafsirannya. 2. Indikator Menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel dan penafsirannya B. Kelengkapan 1. Buku Siswa / LKS 2. Benda nyata C. Kegiatan Belajar Mengajar Model Metode : Pembelajaran berdasarkan masalah : Ceramah, diskusi, penemuan terbimbing dan pemberian tugas : SMP : Matematika : VIII/Satu : Aljabar : 4 X 40 menit (2 pertemuan)

Pendekatan : Pendekatan kontekstual Pertemuan pertama 1. Pendahuluan a. Guru membuka pelajaran dan mengecek kehadiran siswa b. Guru memberikan apersepsi Guru mengingatkan kembali tentang cara-cara menyelesaikan SPLDV (grafik, eliminasi, substitusi, dan campuran) serta cara membuat model matematika dari masalah yang berkaitan dengan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel

96

c. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan menginformasikan model pembelajaran yang akan dilakukan 2. Kegiatan inti Fase 1 a. Guru mengajukan masalah yang berkaitan dengan kejadian sehari-hari dan membahasnya bersama-sama siswa melalui tanya jawab Fase 2 b. Guru membagi siswa ke dalam kelompok yang sudah dibentuk dan membagikan LKS kepada tiap kelompok untuk didiskusikan bersama anggota kelompok c. Guru meminta siswa mengemukakan ide kelompoknya sendiri tentang cara menyelesaikan masalah tersebut Fase 3 d. Guru membimbing/mendorong siswa mengumpulkan informasi yang sesuai, menemukan penjelasan dan pemecahan masalah dari fase 1 e. Guru mendorong dialog/diskusi antar teman dalam kelompoknya f. Guru memberikan motivasi kepada siswa pada saat pembelajaran berlangsung sehingga siswa lebih aktif g. Guru membimbing semua kelompok secara merata sehingga semua kesulitan kelompok dalam menyelesaikan soal dapat terbantu Fase 4 h. Guru memilih secara acak kelompok I – VI untuk mempresentasikan hasil diskusinya yang masing-masing kelompok diwakili oleh satu orang siswa

Pendahuluan a. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan menginformasikan model pembelajaran yang akan dilakukan . Guru memberikan kesempatan kepada kelompok lain untuk menanggapi bila terjadi perbedaan pendapat Fase 5 k. Guru memberikan apersepsi Guru mengingatkan kembali tentang cara-cara menyelesaikan SPLDV (grafik. Guru membimbing dan mengamati siswa dalam menyampaikan hasil diskusinya j. substitusi. dan campuran) serta cara membuat model matematika dari masalah yang berkaitan dengan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel c. Guru memberikan soal untuk dikerjakan di rumah sebagai bahan pendalaman materi c. Guru membimbing siswa untuk membuat kesimpulan mengenai materi yang telah dipelajari b.97 i. Guru bersama siswa membahas kembali hasil diskusi kelompok yang presentasi 3. Penutup a. Guru membuka pelajaran dan mengecek kehadiran siswa b. Guru meminta siswa untuk menuliskan kesan pelajaran pada hari ini sebagai refleksi siswa terhadap pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah Pertemuan kedua 1. eliminasi.

Guru mengajukan masalah yang berkaitan dengan kejadian sehari-hari dan membahasnya bersama-sama siswa melalui tanya jawab Fase 2 b. Guru membagi siswa ke dalam kelompok yang sudah dibentuk dan membagikan LKS kepada tiap kelompok untuk didiskusikan bersama anggota kelompok c. menemukan penjelasan dan pemecahan masalah dari fase 1 e. Guru meminta siswa mengemukakan ide kelompoknya sendiri tentang cara menyelesaikan masalah tersebut Fase 3 d. Guru membimbing/mendorong siswa mengumpulkan informasi yang sesuai. Guru memilih secara acak kelompok I – VI untuk mempresentasikan hasil diskusinya yang masing-masing kelompok diwakili oleh satu orang siswa i. Guru membimbing semua kelompok secara merata sehingga semua kesulitan kelompok dalam menyelesaikan soal dapat terbantu Fase 4 h. Guru memberikan motivasi kepada siswa pada saat pembelajaran berlangsung sehingga siswa lebih aktif g.98 2. Kegiatan inti Fase 1 a. Guru membimbing dan mengamati siswa dalam menyampaikan hasil diskusinya . Guru mendorong dialog/diskusi antar teman dalam kelompoknya f.

Desember 2006 Mengetahui Kepala sekolah Guru mata pelajaran Kartono R. Guru meminta siswa untuk menuliskan kesan pelajaran pada hari ini sebagai refleksi siswa terhadap pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah D. Guru memberikan soal untuk dikerjakan di rumah sebagai bahan pendalaman materi c. Guru memberikan kesempatan kepada kelompok lain untuk menanggapi bila terjadi perbedaan pendapat Fase 5 k.000.99 j.000 sedangkan kakak membeli 5 kg rambutan dan 3 buah durian yang sama seharga Rp 30. Penutup a. Guru membimbing siswa untuk membuat kesimpulan mengenai materi yang telah dipelajari b.. Guru bersama siswa membahas kembali hasil diskusi kelompok yang presentasi 3. Penilaian Tehnik : Tes Bentuk instrumen : Tertulis Contoh Instrumen : Ibu membeli 3 kg rambutan dan 5 buah durian adalah Rp 34. BA Rumijati . Berapa harga 1 kg rambutan dan 1 buah durian masing-masing ? Kudus.

000 sedangkan harga tiket masuk kelas II adalah Rp 3.000. Jumlah dua bilangan cacah adalah 23 sedangkan selisihnya adalah 7. Tentukan hasil kali kedua bilangan tersebut! 2. Tentukan banyaknya tiket yang terjual dari masing-masing kelas! : SMP : Matematika : VIII/Satu : Aljabar : 20 menit .600.000. Jika banyaknya tiket yang terjual 2000 lembar dan hasil penjualan tiket seluruhnya adalah Rp 7.100 Lampiran 20 LEMBAR KERJA SISWA 2 – 1 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Aspek Alokasi waktu Kompetensi Dasar : Menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel dan penafsirannya Indikator : Menyelesaikan model matematika dari masalah sehari-hari yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel dan penafsirannya Petunjuk : Kerjakan soal berikut dengan cara yang kalian suka secara berkelompok! 1. Harga tiket masuk pertandingan sepak bola kelas I adalah Rp 5.

101 Lampiran 21 KUNCI JAWABAN LEMBAR KERJA SISWA 2 – 1 1. Jumlah dua bilangan cacah adalah 23 sedangkan selisihnya adalah 7.600.000. Jika banyaknya tiket yang terjual 2000 lembar dan hasil penjualan tiket seluruhnya adalah Rp 7. Harga tiket masuk pertandingan sepak bola kelas I adalah Rp 5. Tentukan banyaknya tiket yang terjual dari masing-masing kelas! Jawab : Misal banyak tiket kelas I yang terjual = a banyak tiket kelas II yang terjual = b Maka ( i ) a + b = 2000 ( ii ) 5000 a + 3000 b = 7600000 ( i ) a + b = 2000 ⇔ a – Jadi hasil kali kedua bilangan tersebut adalah = a x b = 2000 – b ……… (iii) . Tentukan hasil kali kedua bilangan tersebut! Jawab : Misal bilangan I = a bilangan II = b Maka ( i ) a + b = 23 ( ii ) a – b = 7 Menghilangkan a a + b = 23 a – b = 7 2a a = 30 = 15 + Menghilangkan b a + b = 23 a – b = 7 2 b = 16 b = 8 = 15 x 8 = 120 2.000 sedangkan harga tiket masuk kelas II adalah Rp 3.000.

..102 (iii) masuk (ii) 5000 a + 3000 b = 7600000 ⇔ 5000 (2000 – b) + 3000 b = 7600000 ⇔ 10000000 – 5000 b + 3000 b = 7600000 ⇔ 10000000 – 2000 b ⇔ 2000 b ⇔ 2000 b ⇔ ⇔ = 7600000 = 10000000 – 7600000 = 2400000 = 2400000 : 2000 = 1200 ……. (iv) b b a + b = 2000 = 2000 – 1200 = 800 (iv) masuk (i) ⇔ a + 1200 = 2000 ⇔ a ⇔ a Jadi banyak tiket kelas I yang terjual 800 lembar dan banyak tiket kelas II yang terjual 1200 lembar.

103

Lampiran 22 LEMBAR KERJA SISWA 2 – 2 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Aspek Alokasi waktu Kompetensi Dasar : Menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel dan penafsirannya Indikator : Menyelesaikan model matematika dari masalah sehari-hari yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel dan penafsirannya Soal : Perhatikan gambar berikut! : SMP : Matematika : VIII/Satu : Aljabar : 20 menit

Tentukan masing-masing harga batu baterai kecil dan batu baterai besar!

104

Lampiran 23 KUNCI JAWABAN LEMBAR KERJA SISWA 2 – 2 Soal :

Tentukan masing-masing harga batu baterai kecil dan batu baterai besar! Jawab : Misal harga satu baterai kecil = x harga satu baterai besar = y maka 3 x + 3 y = 10500 5 x + 6 y = 20000 (Penyelesaian terserah siswa mau dengan cara apa) Jadi harga satu baterai kecil = Rp 1.000 harga satu baterai besar = Rp 2.500

105

Lampiran 24 KISI-KISI SOAL EVALUASI AKHIR SIKLUS 2 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Aspek Jumlah/bentuk soal KOMPETENSI DASAR Menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel dan penafsirannya INDIKATOR KD Menyelesaikan model matematika dari masalah seharihari yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel dan penafsirannya 2 Uraian : SMP : Matematika : VIII/Satu : Aljabar : 3 / uraian NO SOAL 1 BENTUK SOAL Uraian INDIKATOR SOAL Diberikan 2 gambar (paket) yang tiap paketnya terdiri dari beberapa buku dan pen yang dilengkapi dengan harga masingmasing paket. Diminta harga masing-masing buku dan pen Diberikan 2 gambar (paket) yang masingmasing paket terdiri dari beberapa kaleng dan cermin oval lengkap dengan harga masing-masing paket. Diminta harga masing-masing kaleng dan cermin oval Diberikan 2 gambar (paket) yang masingmasing terdiri dari beberapa kalkulator dan kado lengkap dengan harga masingmasing paket Diminta harga masing-masing kalkulator dan kado


SOAL 3 buah

3

Uraian

Perhatikan gambar berikut! Tentukan masing-masing harga 1 kalkulator dan 1 kado! 3. Perhatikan gambar berikut! Tentukan masing-masing harga 1 buku dan 1 pen! . Perhatikan gambar berikut! Tentukan masing-masing harga 1 kaleng dan 1 cermin oval! 2.106 Lampiran 25 SOAL EVALUASI AKHIR SIKLUS 2 Kerjakan soal berikut dengan jelas dan benar ! 1.

. Misal harga 1 kaleng = x harga 1 cermin = y …………………………………………….000 ………………………………….. Misal harga 1 kalkulator = x harga 1 kado maka 2 x + 3 y 4 x + y = y ……………………………………….(15) Jadi harga 1 kalkulator Rp 90...(30) Nilai akhir = jumlah perolehan skor : 9 ..(5) Cara penyelesaian bebas ……………………………………………....000 harga 1 pen Rp 15.. (5) = 300000 = 400000……………………………………….000………………………………………..107 Lampiran 26 KUNCI JAWABAN DAN PENSKORAN SOAL EVALUASI AKHIR SIKLUS 2 1.000 harga 1 cermin Rp 20..(30) 2... (5) = 135000 = 100000………………………………………...(15) Jadi harga 1 kaleng Rp 30..000……………………………….(30) 3.(5) Jumlah………………….(5) Cara penyelesaian bebas ……………………………………………....000 harga 1 kado Rp 40...(5) maka 3 x + y x +3y = 110000 = 90000……………………………………….. (5) Jumlah………………….....(15) Jadi harga 1 buku Rp 20... (5) Cara penyelesaian bebas …………………………………………….Misal harga 1 buku = x harga 1 pen = y maka 3 x + 5 y 2 x +4y ………………………………………….... (5) Jumlah…………………..

11 Desember 2006 Petunjuk : Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek (√) pada kolom yang sesuai! Skala Penilaian NO. 6. 7. 2. Aspek yang diamati A B C D E 1. 11 Desember 2006 Observer Hadi Saptana √ √ √ √ √ √ √ √ √ . 8.108 Lampiran 27 HASIL OBSERVASI SISWA DALAM KELOMPOK SIKLUS 2 PERTEMUAN 1 Hari. 9. 4. tanggal : Senin.8% 45 Kudus. 5. Kesiapan siswa dalam mengikuti pelajaran Keaktifan siswa dalam mengajukan pertanyaan Keaktifan siswa mengamati penjelasan guru Keaktifan siswa dalam berdiskusi Keberanian siswa dalam menyajikan temuannya Kekompakan kerja kekompok Keaktifan siswa dalam belajar kelompok Keaktifan siswa dalam mengajukan pendapat Respon siswa terhadap pelajaran secara umum Jumlah skor perolehan = 35 Jumlah skor maksimal = 45 Keterangan : A = 1 – 6 siswa bernilai 1 B = 7 – 12 siswa bernilai 2 C = 13 – 18 siswa bernilai 3 D = 19 – 24 siswa bernilai 4 E = 25 – 27 siswa bernilai 5 35 Keaktifan siswa = x 100% = 77. 3.

3. 12 Desember 2006 Petunjuk : Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek (√) pada kolom yang sesuai! Skala Penilaian NO. 12 Desember 2006 Observer Hadi Saptana √ √ √ √ √ √ √ √ √ . 4. 5.109 Lampiran 28 HASIL OBSERVASI SISWA DALAM KELOMPOK SIKLUS 2 PERTEMUAN 2 Hari. Aspek yang diamati A B C D E 1. 6. 8. 9. 2. Kesiapan siswa dalam mengikuti pelajaran Keaktifan siswa dalam mengajukan pertanyaan Keaktifan siswa mengamati penjelasan guru Keaktifan siswa dalam berdiskusi Keberanian siswa dalam menyajikan temuannya Kekompakan kerja kekompok Keaktifan siswa dalam belajar kelompok Keaktifan siswa dalam mengajukan pendapat Respon siswa terhadap pelajaran secara umum Jumlah skor perolehan = 36 Jumlah skor maksimal = 45 Keterangan : A = 1 – 6 siswa bernilai 1 B = 7 – 12 siswa bernilai 2 C = 13 – 18 siswa bernilai 3 D = 19 – 24 siswa bernilai 4 E = 25 – 27 siswa bernilai 5 36 Keaktifan siswa = x 100% = 80% 45 Kudus. 7. tanggal : Selasa.

Fase 2 Mengorganisir siswa untuk belajar √ 1. 11 Desember 2006 Petunjuk : Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek (√) pada kolom yang sesuai! Skala nilai Tahap Aktivitas A B C D Mengorientasikan siswa pada masalah Fase 1 1.Guru meminta siswa mengemukakan ide kelompoknya tentang cara menyelesaikan masalah tersebut Membantu siswa memecahkan masalah 1.6% 32 Kudus. Guru membagi siswa ke dalam kelompok dengan 4 – 5 siswa/kelompok 2. Guru membimbing/mengamati siswa dalam menyimpulkan hasil pemecahan masalah yang diberikan pada fase 1 2. Guru mengajukan masalah yang ada di LKS dan √ meminta siswa mempelajari masalah tersebut. Guru membantu siswa mengkaji ulang proses/hasil √ pemecahan masalah pada fase 1 sampai fase 4 Ket : A = nilai 4 B = nilai 3 C = nilai 2 D = nilai 1 Fase 5 Kemampuan guru = 29 x 100% = 90. 11 Desember 2006 Observer Hadi saptana .menemukan penjelasan dan pemecahan masalah yang diberikan pada fase 1 2.110 Lampiran 29 HASIL PENGAMATAN PEMBELAJARAN UNTUK GURU SIKLUS 2 PERTEMUAN 1 Hari. Guru mendorong dialog/diskusi antar teman dalam √ kelompoknya Mengembangkan dan menyajikan hasil pemecahan masalah 1. tanggal : Senin. Guru mendorong siswa menyajikan hasil pemecahan masalah dan membimbing bila menemui kesulitan √ Fase 3 Fase 4 √ √ Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah 1.Guru membimbing / mendorong siswa √ mengumpulkan informasi yang sesuai.

Fase 2 Mengorganisir siswa untuk belajar √ 1.111 Lampiran 30 HASIL PENGAMATAN PEMBELAJARAN UNTUK GURU SIKLUS 2 PERTEMUAN 2 Hari. Guru membantu siswa mengkaji ulang proses/hasil √ pemecahan masalah pada fase 1 sampai fase 4 Ket : A = nilai 4 B = nilai 3 C = nilai 2 D = nilai 1 Fase 5 Kemampuan guru = 29 x 100% = 90.menemukan penjelasan dan pemecahan masalah yang diberikan pada fase 1 2. Guru membimbing/mengamati siswa dalam menyimpulkan hasil pemecahan masalah yang diberikan pada fase 1 2. tanggal : Selasa. Guru mengajukan masalah yang ada di LKS dan √ meminta siswa mempelajari masalah tersebut.Guru meminta siswa mengemukakan ide kelompoknya tentang cara menyelesaikan masalah tersebut Membantu siswa memecahkan masalah 1. Guru mendorong dialog/diskusi antar teman dalam √ kelompoknya Mengembangkan dan menyajikan hasil pemecahan masalah 1.Guru membimbing / mendorong siswa √ mengumpulkan informasi yang sesuai.6% 32 Kudus. 12 Desember 2006 Petunjuk : Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek (√) pada kolom yang sesuai! Skala nilai Tahap Aktivitas A B C D Mengorientasikan siswa pada masalah Fase 1 1. Guru mendorong siswa menyajikan hasil pemecahan masalah dan membimbing bila menemui kesulitan √ Fase 3 Fase 4 √ √ Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah 1. Guru membagi siswa ke dalam kelompok dengan 4 – 5 siswa/kelompok 2. 12 Desember 2006 Observer Hadi saptana .

9 6. Aditia Nugroho 30 30 20 3. Muh.7 8.112 Lampiran 31 ANALISIS HASIL EVALUASI AKHIR SIKLUS 2 Mata Pelajaran Kompetensi Dasar Kelas/semester Jumlah/bentuk soal Banyak peserta Waktu : : : : : : Matematika 2.0 6. Andi Arifin 10 30 20 5.7 5.0 6. Didik Siswanto 10 30 10 9. Sri Harini 30 30 30 24.7 10.9 7. Rizal 10 30 25 21. Janatun Munawaroh 15 30 25 17. Dyah Permatasari 30 30 30 11.3 Menyelesaikan model matematika VIII/Satu 3/Uraian 27 siswa 40 menit Tuntas Belajar Ya 80 80 80 60 80 50 70 50 50 90 60 50 80 75 70 70 55 50 80 65 80 80 90 60 90 60 50 8. Bagus Noor R 10 30 10 7.2 8.0 6.6 8.9 8. Resti Arisanti IP 30 30 20 23. Fatkhul Huda 30 30 20 14.3 7. Lutfi Sutanto 25 30 25 20.6 5.9 5.9 8. Wani Sofa 15 30 15 25.6 10.65 . Debbi Susanti 30 30 10 8.7 5.6 7. Zahrotussa’adah 15 30 15 27.9 8. Irene Nova D 15 30 30 15. Adi Faishol Khabib 30 30 20 2.8 % 27 Rata – rata = 7.1 5.0 21 Persentase tuntas belajar = x 100% = 77.9 8. Diwanda Okky P 10 30 10 10. Yulia Arisanti 30 30 30 26. Miftakhul Khabibi 10 30 10 19.8 7. Firman Ardyanto 10 30 10 13.8 5.6 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Tdk No Nama no soal skor maks Perolehan skor 1 2 3 ∑ skor Nilai 30 30 30 1.9 10. Eko Budi Santoso 15 30 15 12. Ahmad Harnowo 30 30 20 4.8 6. Muh. Ari Yohan Puja K 30 30 20 6. Kasriati 15 30 10 18. Qirotul Insyaroh 30 30 20 22. Bayu Prasetyo 10 30 10 Siswa tuntas belajar apabila nilainya minimal 6.6 8. Isna Noviana 15 30 25 16.

113 Lampiran 32 Dokumentasi Penelitian Siklus 1 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan menginformasikan model pembelajaran yang akan dilakukan Siswa sedang berdiskusi sesuai dengan kelompoknya (kelompok campuran) Guru membimbing siswa dalam berdiskusi dengan kelompoknya Salah satu perwakilan kelompok sedang mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya di depan kelas .

114 Lampiran 33 Dokumentasi Penelitian Siklus 2 Siswa sedang asyik berdiskusi kelompok sesuai pilihan anak (berjenis kelamin sama) Dengan kelompok yang berjenis kelamin sama. siswa lebih percaya diri dalam berdiskusi Guru sedang membimbing dan mendorong siswa dalam berdiskusi kelompok Salah satu perwakilan kelompok sedang menyajikan hasil diskusi kelompoknya di depan kelas .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer: Get 4 months of Scribd and The New York Times for just $1.87 per week!

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times