GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DTP TAROGONG KABUPATEN GARUT TAHUN

2012

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Diare merupakan salah satu masalah kesehatan utama di Negara berkembang, termasuk Indonesia. Di Indonesia, penyakit diare adalah salah satu penyebab kematian utama setelah infeksi saluran pernafasan. Penyebab angka kesakitan dan kematian anak terbanyak saat ini masih diakibatkan oleh pneumonia (ISPA) dan diare.(Anik Maryunani, 2010) Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007, kematian bayi akibat diare mencapai 28 persen, dengan prevelensi 9,00 persen dalam tingkat nasional. Dan yang lebih mencemaskan, 14 provinsi memiliki prevelensi di atas prevelensi nasional. Menurut data United Nations Children's Fund (UNICEF) dan World Health Organization (WHO) pada 2009, diare merupakan penyebab kematian nomor 2 pada balita di dunia, nomor 3 pada bayi, dan nomor 5 bagi segala umur. Data UNICEF memberitakan bahwa 1,5 juta anak meninggal dunia setiap tahunnya karena diare. Angka tersebut bahkan masih lebih besar dari korban AIDS, malaria, dan cacar jika digabung. Sayang, di beberapa negara berkembang, hanya 39 persen penderita mendapatkan penanganan serius.

140 kasus diare pada anak balita.08 %). Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Garut.5 kali per tahun. Angka kesakitan diare pada semua golongan umur pada saat ini adalah 423/1000 penduduk.335 penderita diberikan zinc dan 4. 21. (Dinas Kesehatan Kab Garut 2010) Dari beberapa Puskesmas yang ada di Kota Garut. Umumnya. sekira 162 ribu balita meninggal setiap tahun atau sekira 460 balita setiap harinya akibat diare. Dari 113.Di Indonesia sendiri. 110. kasus kematian bayi pada tahun 2010 sebanyak 336 kasus terdiri dari kematian neonatal (0 – 28 hr) sebanyak 295 kasus dan kematian bayi sebanyak 41 kasus (28 hr – 11 bl). Tabel 1.295 penderita. Untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat diare berbagai upaya telah dilakukan. Penderita diare tahun 2010 sebanyak 113. Puskesmas Tarogong merupakan urutan pertama dimana penduduknya banyak menderita penyakit diare pada anak balita. Daerah Jawa Barat merupakan salah satu yang tertinggi. dengan episode 1. di mana kasus kematian akibat diare banyak menimpa anak berusia di bawah 5 tahun. Di bawah ini dihadapkan bahwa ada 2.265 penderita mendapatkan infus.174 penderita diberi oralit. Ditinjau dari angka kesakitan dan kematian yang ditimbulkannya.295 penderita (11. Dibanding tahun 2009 jumlah kematian neonatal (0 – 28 hr) ada penurunan jumlah kasus kematian bayi mengalami penurunan sebanyak 11 kasus. sampai saat ini penyakit diare masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Kabupaten Garut. kematian disebabkan dehidrasi karena keterlambatan orang tua memberikan perawatan pertama saat anak terkena diare. penyediaan sarana dan prasarana pendukung program maupun penemuan dan penatalaksanaan kasus diare di Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) serta penemuan penderita diare oleh kader.1 Jumlah Penderita Diare dari Beberapa Puskesmas di Kota Garut tahun 2010 . Dari Angka penemuan ini masih dibawah target penemuan di Jawa barat yaitu sebesar 14 %. baik berupa perbaikan kualitas lingkungan pemukiman.

104 984 824 788 728 616 540 408 Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Garut.140 1. baik petugas kesehatan maupun kader kesehatan dan sebanyak mungkin melibatkan peran serta masyarakat terutama ibu-ibu untuk pencegahan dan penanggulangan maka sangat tepat jika gejala-gejala penyakit diare segera ditangani dan orang tua adalah ujung tombak dari upaya peningkatan kesehatan balita. sehingga menyebabkan diare.052 1.NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH KASUS DIARE 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Tarogong Kaler Singajaya Tarogong Kidul Karangpawitan Garut Kota Cisompet Kadungora Cikajang Bayongbong Cigedug Pamulihan Wanaraja Karangtengah Selaawi Mekarmukti Tarogong DTP Singajaya Haur Panggung Karangpawitan Siliwangi Cisompet Rancasalak Cikajang Cilimus Sukahurip Pamulihan Wanaraja Cintamanik Selaawi Mekarmukti 2.924 1. .248 1. Penyakit diare sering terjadi pada masyarakat yang berperilaku atau lingkungannya kurang sehat.704 1.528 1. 2010.344 1. Upaya pemberantasan diare akan didasarkan pada tanda dan gejala dan dilaksanakan terutama pada berbagai tingkat kesehatan termasuk di puskesmas.

2 orang mengetahui dan memahami apa yang harus dilakukan untuk mencegah agar penyakit diare pada anak tidak semakin berbahaya. Keberhasilan seorang ibu mencegah dan mengobati anaknya dari wabah penyakit diare tergantung dari pengetahuan yang dimiliki oleh ibu.3.3 Tujuan Penelitian 1. Berdasarkan survey awal yang dilakukan peneliti dari 10 orang yang membawa anaknya ke puskesmas Tarogong karena menderita diare atau yang pernah menderita diare. maka dari itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Gambaran Pengetahuan Ibu tentang Diare pada Balita di Puskesmas DTP Tarogong Tahun 2012”. .2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas. maka yang menjadi rumusan masalah adalah bagaimana Gambaran Pengetahuan Ibu tentang Diare pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas DTP Tarogong Tahun 2012.1 Tujuan Umum Untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Ibu tentang Diare pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas DTP Tarogong Tahun 2012. 1. 1. Dalam hal ini semakin tinggi tingkat pengetahuan. Dan 8 orang mengatakan tidak mengetahui dan kurang memahami apa yang harus dilakukan untuk mencegah agar penyakit diare pada anak tidak semakin berbahaya. tetapi seluruh masyarakat. maka Ibu akan dapat memilih alternatif yang baik bagi anaknya serta cenderung memperhatikan hal-hal yang penting tentang bagaimana caranya merawat anak ketika anaknya terkena diare. Ibu mempunyai peranan yang utama dalam penanggulangan diare pada balita karena ibulah yang paling dekat dengan anak. Adapun pengetahuan orang tua tentang penanggulangan penyakit diare pada anak balita sangat penting sekali.Upaya penanggulangan diare bukan saja merupakan tugas dari tenaga kesehatan.

Mendapatkan gambaran pengetahuan ibu tentang konsep umum diare pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas DTP Tarogong Tahun 2012.2 Bagi Puskesmas Terkait Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan dalam menyusun rencana tindak lanjut bagi tenaga kesehatan di Puskesmas Tarogong dalam menangani diare pada balita.4.4. serta sebagai dasar pertimbangan dalam pembuatan program penanggulangan diare pada balita di Puskesmas Tarogong.3.4. . 1. b.1. Mendapatkan gambaran pengetahuan ibu tentang pengobatan diare pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas DTP Tarogong Tahun 2012. c.2 Tujuan Khusus a.1 Bagi Peneliti Untuk menambah pengalaman peneliti dan untuk mengetahui pengetahuan Ibu tentang diare pada balita sehingga dapat menambah pengaetahuan dan wawasan serta sebagai penerapan ilmu yang didapat selama pendidikan.3 Bagi Peneliti Selanjutnya Hasil penelitian ini diharapkan menjadi bahan yang dapat dikembangkan dapat digunakan sebagai data dasar untuk melaksanakan penelitian lebih lanjut.4 Manfaat Penelitian 1. 1. Mendapatkan gambaran pengetahuan ibu tentang pencegahan diare pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas DTP Tarogong Tahun 2012. 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful