Abraham Maslow mengembangkan teori kepribadian yang telah mempengaruhi sejumlah bidang yang berbeda, termasuk pendidikan.

Ini pengaruh luas karena sebagian tingginya tingkat kepraktisan‟s teori Maslow. Teori ini akurat menggambarkan realitas banyak dari pengalaman pribadi. Banyak orang menemukan bahwa mereka bisa memahami apa kata Maslow. Mereka dapat mengenali beberapa fitur dari pengalaman mereka atau perilaku yang benar dan dapat diidentifikasi tetapi mereka tidak pernah dimasukkan ke dalam kata-kata. Maslow adalah seorang psikolog humanistik. Humanis tidak percaya bahwa manusia yang mendorong dan ditarik oleh kekuatan mekanik, salah satu dari rangsangan dan bala bantuan (behaviorisme) atau impuls naluriah sadar (psikoanalisis). Humanis berfokus pada potensi. Mereka percaya bahwa manusia berusaha untuk tingkat atas kemampuan. Manusia mencari batas-batas kreativitas, tertinggi mencapai kesadaran dan kebijaksanaan. Ini telah diberi label “berfungsi penuh orang”, “kepribadian sehat”, atau sebagai Maslow menyebut tingkat ini, “orang-aktualisasi diri.” Maslow telah membuat teori hierarkhi kebutuhan. Semua kebutuhan dasar itu adalah instinctoid, setara dengan naluri pada hewan. Manusia mulai dengan disposisi yang sangat lemah yang kemudian kuno sepenuhnya sebagai orang tumbuh. Bila lingkungan yang benar, orang akan tumbuh lurus dan indah, aktualisasi potensi yang mereka telah mewarisi. Jika lingkungan tidak “benar” (dan kebanyakan tidak ada) mereka tidak akan tumbuh tinggi dan lurus dan indah. Maslow telah membentuk sebuah hirarki dari lima tingkat kebutuhan dasar. Di luar kebutuhan tersebut, kebutuhan tingkat yang lebih tinggi ada. Ini termasuk kebutuhan untuk memahami, apresiasi estetik dan spiritual kebutuhan murni. Dalam tingkat dari lima kebutuhan dasar, orang tidak merasa perlu kedua hingga tuntutan pertama telah puas, maupun ketiga sampai kedua telah puas, dan sebagainya. Kebutuhan dasar Maslow adalah sebagai berikut:

Teori Kebutuhan Maslow
1. Kebutuhan Fisiologis Ini adalah kebutuhan biologis. Mereka terdiri dari kebutuhan oksigen, makanan, air, dan suhu tubuh relatif konstan. Mereka adalah kebutuhan kuat karena jika seseorang tidak diberi semua kebutuhan, fisiologis yang akan datang pertama dalam pencarian seseorang untuk kepuasan. 2. Kebutuhan Keamanan Ketika semua kebutuhan fisiologis puas dan tidak mengendalikan pikiran lagi dan perilaku, kebutuhan keamanan dapat menjadi aktif. Orang dewasa memiliki sedikit kesadaran keamanan mereka kebutuhan kecuali pada saat darurat atau periode disorganisasi dalam struktur sosial (seperti kerusuhan luas). Anak-anak sering menampilkan tanda-tanda rasa tidak aman dan perlu aman. 3. Kebutuhan Cinta, sayang dan kepemilikan

Ketika kebutuhan untuk keselamatan dan kesejahteraan fisiologis puas, kelas berikutnya kebutuhan untuk cinta, sayang dan kepemilikan dapat muncul. Maslow menyatakan bahwa orang mencari untuk mengatasi perasaan kesepian dan keterasingan. Ini melibatkan kedua dan menerima cinta, kasih sayang dan memberikan rasa memiliki. 4. Kebutuhan Esteem Ketika tiga kelas pertama kebutuhan dipenuhi, kebutuhan untuk harga bisa menjadi dominan. Ini melibatkan kebutuhan baik harga diri dan untuk seseorang mendapat penghargaan dari orang lain. Manusia memiliki kebutuhan untuk tegas, berdasarkan, tingkat tinggi stabil diri, dan rasa hormat dari orang lain. Ketika kebutuhan ini terpenuhi, orang merasa percaya diri dan berharga sebagai orang di dunia. Ketika kebutuhan frustrasi, orang merasa rendah, lemah, tak berdaya dan tidak berharga. 5. Kebutuhan Aktualisasi Diri Ketika semua kebutuhan di atas terpenuhi, maka dan hanya maka adalah kebutuhan untuk aktualisasi diri diaktifkan. Maslow menggambarkan aktualisasi diri sebagai orang perlu untuk menjadi dan melakukan apa yang orang itu “lahir untuk dilakukan.” “Seorang musisi harus bermusik, seniman harus melukis, dan penyair harus menulis.” Kebutuhan ini membuat diri mereka merasa dalam tanda-tanda kegelisahan. Orang itu merasa di tepi, tegang, kurang sesuatu, singkatnya, gelisah. Jika seseorang lapar, tidak aman, tidak dicintai atau diterima, atau kurang harga diri, sangat mudah untuk mengetahui apa orang itu gelisah tentang. Hal ini tidak selalu jelas apa yang seseorang ingin ketika ada kebutuhan untuk aktualisasi diri. Teori hierarkhi kebutuhan sering digambarkan sebagai piramida, lebih besar tingkat bawah mewakili kebutuhan yang lebih rendah, dan titik atas mewakili kebutuhan aktualisasi diri. Maslow percaya bahwa satu-satunya alasan bahwa orang tidak akan bergerak dengan baik di arah aktualisasi diri adalah karena kendala ditempatkan di jalan mereka oleh masyarakat negara. Dia bahwa pendidikan merupakan salah satu kendala. Dia merekomendasikan cara pendidikan dapat beralih dari orang biasa-pengerdilan taktik untuk tumbuh pendekatan orang. Maslow menyatakan bahwa pendidik harus menanggapi potensi individu telah untuk tumbuh menjadi orang-aktualisasi diri / jenis-nya sendiri. Sepuluh poin yang pendidik harus alamat yang terdaftar: 1. Kita harus mengajar orang untuk menjadi otentik, untuk menyadari diri batin mereka dan mendengar perasaan mereka-suara batin. 2. Kita harus mengajar orang untuk mengatasi pengkondisian budaya mereka dan menjadi warga negara dunia. 3. Kita harus membantu orang menemukan panggilan mereka dalam hidup, panggilan mereka, nasib atau takdir. Hal ini terutama difokuskan pada menemukan karier yang tepat dan pasangan yang tepat. 4. Kita harus mengajar orang bahwa hidup ini berharga, bahwa ada sukacita yang harus dialami dalam kehidupan, dan jika orang yang terbuka untuk melihat yang baik dan gembira dalam semua jenis situasi, itu membuat hidup layak.

5. Kita harus menerima orang seperti dia atau dia dan membantu orang belajar sifat batin mereka. Dari pengetahuan yang sebenarnya bakat dan keterbatasan kita bisa tahu apa yang harus membangun di atas, apa potensi yang benar-benar ada. 6. Kita harus melihat itu kebutuhan dasar orang dipenuhi. Ini mencakup keselamatan, belongingness, dan kebutuhan harga diri. 7. Kita harus refreshen kesadaran, mengajar orang untuk menghargai keindahan dan hal-hal baik lainnya di alam dan dalam hidup. 8. Kita harus mengajar orang bahwa kontrol yang baik, dan lengkap meninggalkan yang buruk. Dibutuhkan kontrol untuk meningkatkan kualitas hidup di semua daerah. 9. Kita harus mengajarkan orang untuk mengatasi masalah sepele dan bergulat dengan masalah serius dalam kehidupan. Ini termasuk masalah ketidakadilan, rasa sakit, penderitaan, dan kematian. 10. Kita harus mengajar orang untuk menjadi pemilih yang baik. Mereka harus diberi latihan dalam membuat pilihan yang baik.

Carl Rogers : Psikolog Aliran Humanisme
Posted on Psychology.

Carl Ransom Rogers lahir pada tanggal 8 Januari 1902 di Oak Park, Illinios, Chicago. Rogers meninggal dunia pada tanggal 4 Pebruari 1987 karena serangan jantung. Latar belakang: Rogers adalah putra keempat dari enam bersaudara. Rogers dibesarkan dalam keluarga yang berkecukupan dan menganut aliran protestan fundamentalis yang terkenal keras, dan kaku dalam hal agama, moral dan etika. Rogers terkenal sebagai seorang tokoh psikologi humanis, aliran fenomenologis-eksistensial, psikolog klinis dan terapis, ide – ide dan konsep teorinya banyak didapatkan dalam pengalaman -pengalaman terapeutiknya. Ide pokok dari teori – teori Rogers yaitu individu memiliki kemampuan dalam diri sendiri untuk mengerti diri, menentukan hidup, dan menangani masalah – masalah psikisnya asalkan konselor menciptakan kondisi yang dapat mempermudah perkembangan individu untuk aktualisasi diri.

Menurut Rogers motivasi orang yang sehat adalah aktualisasi diri. Jadi manusia yang sadar dan rasional tidak lagi dikontrol oleh peristiwa kanak – kanak seperti yang diajukan oleh aliran freudian, misalnya toilet trainning, penyapihan ataupun pengalaman seksual sebelumnya. Rogers lebih melihat pada masa sekarang, dia berpendapat bahwa masa lampau memang akan mempengaruhi cara bagaimana seseorang memandang masa sekarang yang akan mempengaruhi juga kepribadiannya. Namun ia tetap berfokus pada apa yang terjadi sekarang bukan apa yang terjadi pada waktu itu.

Aktualisasi diri adalah proses menjadi diri sendiri dan mengembangkan sifat-sifat dan potensi potensi psikologis yang unik. Ini berarti dia dihargai. Konsep diri menurut Rogers adalah kesadaran batin yang tetap. Rogers dikenal juga sebagai seorang fenomenologis. Aktualisasi diri akan berubah sejalan dengan perkembangan hidup seseorang. mengenai pengalaman yang berhubungan dengan aku dan membedakan aku dari yang bukan aku. 3. Konsep diri ini terbagi menjadi 2 yaitu konsep diri real dan konsep diri ideal. Aktualisasi diri akan dibantu atau dihalangi oleh pengalaman dan oleh belajar khususnya dalam masa kanak – kanak. dan selalu berubah dan cenderung menyesuaikan diri sebagai respons atas pengalaman selanjutnya. dicintai karena nilai adanya diri sendiri sebagai person sehingga ia tidak bersifat defensif namun cenderung untuk menerima diri dengan penuh kepercayaan. Keterbukaan pada pengalaman Orang yang berfungsi sepenuhnya adalah orang yang menerima semua pengalaman dengan fleksibel sehingga selalu timbul persepsi baru. yang terbagi lagi menjadi 2 yaitu conditional positive regard (bersyarat) dan unconditional positive regard (tak bersyarat). Realitas tiap orang akan berbeda – beda tergantung pada pengalaman – pengalaman perseptualnya. Ketika mencapai usia tertentu (adolensi) seseorang akan mengalami pergeseran aktualisasi diri dari fisiologis ke psikologis. Kehidupan Eksistensial Kualitas dari kehidupan eksistensial dimana orang terbuka terhadap pengalamannya sehingga ia selalu menemukan sesuatu yang baru. Incongruence adalah ketidakcocokan antara self yang dirasakan dalam pengalaman aktual disertai pertentangan dan kekacauan batin. Rogers mengenalkan 2 konsep lagi. Untuk menunjukkan apakah kedua konsep diri tersebut sesuai atau tidak. Rogers menggambarkan pribadi yang berfungsi sepenuhnya adalah pribadi yang mengalami penghargaan positip tanpa syarat. Sedangkan Congruence berarti situasi di mana pengalaman diri diungkapkan dengan seksama dalam sebuah konsep diri yang utuh. penerimaan. yaitu Incongruence dan Congruence. dan cinta dari orang lain. Kebutuhan ini disebut need for positive regard. pengagungan. Setiap manusia memiliki kebutuhan dasar akan kehangatan. karena ia sangat menekankan pada realitas yang berarti bagi individu. Kepercayaan terhadap organisme orang sendiri Pengalaman akan menjadi hidup ketika seseorang membuka diri terhadap pengalaman itu sendiri. Rogers menerima istilah self sebagai fakta dari lapangan fenomenal tersebut. Lapangan pengalaman ini disebut dengan fenomenal field. Lima sifat khas orang yang berfungsi sepenuhnya (fully human being): 1. integral. Dengan demikian ia akan mengalami banyak emosi (emosional) baik yang positip maupun negatip. dan sejati. 2. Dengan begitu ia akan bertingkah laku menurut apa yang dirasanya benar (timbul . penghargaan.

tidak defensif. tidak pada peristiwa di masa lampau sehingga ia dapat meilhat sangat banyak pilihan dalam kehidupannya dan merasa mampu melakukan apa saja yang ingin dilakukannya. Psikologi Pertumbuhan: Model – Model Kepribadian Sehat. Perasaan Bebas Orang yang sehat secara psikologis dapat membuat suatu pilihan tanpa adanya paksaan – paksaan atau rintangan – rintangan antara alternatif pikiran dan tindakan. Teori Rogers ini memang sangat populer dengan masyarakat Amerika yang memiliki karakteristik optimistik dan independen karena Rogers memandang bahwa pada dasarnya manusia itu baik. 4. berubah. bertumbuh. Semua orang tidak bisa melepaskan subyektivitas dalam memandang dunia karena kita sendiri tidak tahu dunia itu secara obyektif. Kreativitas Keterbukaan diri terhadap pengalaman dan kepercayaan kepada organisme mereka sendiri akan mendorong seseorang untuk memiliki kreativitas dengan ciri – ciri bertingkah laku spontan. konstruktif dan akan selalu memiliki orientasi ke depan yang positip. dan struktur sosial serta sistem kemasyarakatan yang berbeda dengan Amerika? Sumber Referensi: Schultz. bukan seorang partisipan yang berinteraksi dan bertanggung jawab di dalamnya. Pertanyaannya yaitu : Apakah teori ini juga akan sama efektifnya jika diaplikasikan pada masyarakat dengan budaya. Rogers juga mengabaikan aspek – aspek tidak sadar dalam tingkah laku manusia karena ia lebih melihat pada pengalaman masa sekarang dan masa depan. . Orang yang bebas memiliki suatu perasaan berkuasa secara pribadi mengenai kehidupan dan percaya bahwa masa depan tergantung pada dirinya sendiri. Jogjakarta: Kanisius. 5. bukannya pada masa lampau yang biasanya penuh dengan pengalaman traumatik yang menyebabkan seseorang mengalami suatu penyakit psikologis. dan berkembang sebagai respons atas stimulus-stimulus kehidupan yang beraneka ragam di sekitarnya.seketika dan intuitif) sehingga ia dapat mempertimbangkan setiap segi dari suatu situasi dengan sangat baik. 1991. Kelemahan atau kekurangan pandangan Rogers terletak pada perhatiannya yang semata – mata melihat kehidupan diri sendiri dan bukan pada bantuan untuk pertumbuhan serta perkembangan orang lain. Selain itu gagasan bahwa seseorang harus dapat memberikan respons secara realistis terhadap dunia sekitarnya masih sangat sulit diterima. Duane. Rogers berpandangan bahwa orang yang berfungsi sepenuhnya tampaknya merupakan pusat dari dunia.

sedangakan emosi dan perilaku dipengaruhi oleh kognisi Pandangan Kelly tentang Manusia dan Pengetahuan A.GEORGE KELLY Posted: September 28. Kehidupan merupakan representasi atau konstrusi dari kenyataan. Struktur Kepribadian menurut Kelly Konstruk adalah cara yang digunakan individu untuk menginterpretasikan atau menerangkan fenomena Konstruk terbentuk dari perilaku individu dalam mengartikan persamaan dan kontras (perbedaan) Tanpa konstruk hidup akan kacau balau. sosiologi. dan kualitas hidup manusia ditunjukkan manusia untuk menciptakan dan menciptakan kembali dirinya sendiri B. dan psikologi klinis. dan orang-orang disekitar kita Sekurang-kurangnya ada tiga elemen untuk membentuk suatu konstruk: Dua elemen merupakan konsep kesamaan (the similiarity pole of construct) Elemen terakhir merupakan konsep yang berbeda (the contrast pole of construct) dengan konsep kedua elemen pertama Konstruk tersusun atas perbandingan kesamaan (similiarity) dan kontras (contrast) . Manusia memiliki kemampuan untuk mempresentasikan atau mengkonsep lingkungan daripada meresponnya c. Manusia itu pada dasarnya berpandangan kemasa depan. Gambaran Teori: • Teori kepribadian Kelly memiliki dasar terkait dengan pikiran individu (kognitif) • Menekankan pada cara seseorang dalam mangkonstruksi. objek. sebab dia tidak dapat membuat pilihan diluar alternatif-alternatif yang telah ditentukan. dan meramalkan peristiwa disekitar dunianya • Proses kognitif sebagai pusat kepribadian individu.kan lingkungannya d. Uncategorized 2 Lahir di Peth. Kansas pada 28 April 1905 George Kelly adalah seorang ahli fisika. yaitu mencapai masa depan yang lebih baik dari masa sekarang b. mendeskrisikan dan mengklasifikasikan peristiwa. Manusia adalah sebagai scientist (ilmuwan) yang mencoba untuk memprediksi atau mengontrol fenomena atau tingkah laku. 2009 in Psikologi. pendidikan. matematika. kita tidak akan mampu mengatur dunia kita. mengontrol. Konsekuensi logis dari pandangan tersebut adalah: a. Manusia dapat mengembangkan rumusan-rumusan alternatif teoritis tentang fenomena. menafsirkan dan mengkonstruksi. Manusia itu bebas (free) tetapi sebenarnya juga terkukung (determined) Sistem konstruk individu dilengkapi dengan mengambil kebebasan untuk mengmbil keputusan (freedom of decision) dan keterbatasan bertindak (imitation of action).

anggrek Struktur. Subordinate construct Yaitu konstruk-konstruk yang lebih spesifik dan memiliki artian lebih sempit lagi. Dinamika. dan Perkembangan Kepribadian Kelly tidak pernah begitu eksplisit mengenai asal-usul konstruk Konstruk berasal dari pengamatan individu terhadap pola berulang suatu peristiwa Ulasan Kelly tentang pertumbuhan dan perkembangan hanya sebatas pada perhatian terhadap perkembangan preverbal construct pada masa kecil dan peninterpretasian budaya Individu berada dalam kelompok budaya yang sama. tetapi dikemudian hari ia mendapati dirinya korupsi. Individu akan mengalami ketakutan (fear) ketika ia mendapatkan konstruk baru pada sistem konstruknya. dan dipelajari individu sebelum individu mengembangkan fungsi bahasa Hierarki Sistem Konstruk 1. Didalam konstruk ini terdapat konstrukkonstruk yang spesifik dan lebih sempit artinya.Dua tipe konstruk: Verbal Construct Dapat diekspresikan melalui kata-kata Preverbal Construct Digunakan bahkan ketika individu tidak memiliki kata-kata untuk mengungkapkannya. Kecemasan terjadi ketika individu menyadari bahwa sistem konstruk mereka tidak sesuai dengan fenomena yang mereka alami. melati. 2. Superordinate construct Yaitu konstruk yang berada diurutan paling atas. dimana mereka menggunakan cara yang sama dalam mengartikan suatu fenomena dan memiliki espektasi yang sama terhadap suatu perilaku Psikopatologi Psikolpatologi menurut Kelly : Kekacauan respon pada kecemasan Kekecauan pada fungsi sistem konstruk Perilaku abnormal melibatkan upaya untuk menahan suatu struktur sistem konstruk. Contoh: Seorang anggota direksi keuangan yang memiliki “konstruk” anti korupsi. Kekacauan psikologis merupakan kekacauan yang melibatkan kecemasan dan upaya yang salah dalam membangkitkan lagi perasaan mampu dalam mengantisipasi peristiwa. Contoh dari sistem konstruk ini misalnya: • Superordinate construct : bunga • Subordinate construct : mawar. . meskipun ia telah mengulangi prediksi yang tidak tepat.

akan tetapi penting bahwa pembaca menyadari logika umum yang melatarbelakangi tehnik tersebut. mengganti gagasan. Psikoterapi Kelly Didasarkan pada premis constructive alternativism (kepercayaan terhadap suatu variasi dari kemungkinan pilihan-pilihan yang tersedia. dan pendirian teoritis yang perkembangannya sangat tergantung pada penggunaan metode tersebut. Akan tetapi teori Cattell merupakan teori kepribadian yang paling komprehensif dan yang paling tuntas dikembangkan berdasarkan analisi faktor. terdapat faktor umum dan yang kedua terdapat faktor khusus.L Thurstone dan W. Stephenson termasuk dalam jajaran para pelopor yang penting. yakni tehnik analisis faktor. Cattell. J. Teoritikus faktor biasanya memulai penelitian tentang tingkahlaku dengan sejumlah besar skor untuk masing-masing dari sejumlah besar subyek. H. pengukuran-pengukuran ini harus mencakup bermacam-macam aspek tingkahlaku. Cyril Burt. L. maka kita bisa berharap menemukan dua macam faktor yang ikut menentukan performans pada dua tes tersebut pertama.Individu akan mengalami ancaman (threat) apabila ia merasakan perubahan komperhensif yang signifikan pada sistem konstruknya. Para teoritis lain yang berkecimpung dibidang kepribadian telah pula menggunakan tehnik ini. Analisis faktor dewasa ini memberikan tekanan khusus pada faktor-faktor kelompok ini.gagasan ancaman dengan gagasan yang seimbang. Metode analisis faktor dikembangkan sebagai sarana untuk menentukan adanya faktor-faktor umum dan membantu untuk mengenalinya. • Agresi dari suatu gagasan yang dapat menyatakan ancaman terhadap orang lain.yakni teori kepribadian dari Raymond B.P Guilford. Ia berpendapat bahwa jika kita menyelidiki dua tes kempuan yang paling berhubungan. . Suatu pemahaman terinci tentang analisis faktor tidak terlalu diperlukan untuk tujuan pemaparan dalam bab ini. • Rasa bersalah (guilt) akibat pemisahan dari tugas seseorang. Idealnya. Psikoterapi merupakan semacam rekonstruksi.1927). TEORI ANALITIK FAKTORIAL CATTELL Suatu teori empiris.J Eysenck. dengan cara membangun dunia sendiri). mengganti gagasan-gagasan yang kurang efektif dengan gagasan yang cocok. Seorang psikolog inggris terkemika dan yang menjadi sangat terkenal karena karyanya tentang kemampuan-kemampuan mental ( Spearman. Misalnya : • Ancaman (threat) berasal dari gangguan inti gagasan seseorang.

Faktorfaktor hanya merupakan usaha untuk merumuskan variabel-variabel yang dianggap akan menjelakan komleksitas aneka ragam tingkahlaku yang dapat diamati. sehingga mungkin menemukan suatu faktor urutan kedua” inteligensi umum” general intelligence” faktor-faktor “verbal” dan “non verbal” yang luas. Salah satu persoalan lain yang ternyata sedikit kontroversial di kalangan para analis faktor yang perlu dikemukakan di sini ialah pembedaan antara sistem-sistem faktor othogonal dan sistem-sistem faktor oblique ( besarta pengertian tentang faktor-faktor tingkat kedua atau “second order factor”). akan tetapi dari sekalian teoritikus yang dibicarakan dalam buku ini. Taksir ini biasanya disebut muatan faktor ( factor loading ) atau serapan ( saturation) dari suatu pengukuran dan menunjukan seberapa banyak variasi pada suatu pengukuran tertentu disebabkan oleh masing-masing dari antara faktor-faktor tersebut. misalnya pemfaktoran tes-tes kemampuan ( abilitytests ) kerapkali menghasilkan faktor-faktor urutan pertama. Ia menaruh perhatian pada penemuan peneliti yang menggunakan metode-metode penelitian lainya. tetapi juga memberikan pengukuran dan kumpulan skor sutu taksiran tentang sejauh manakah pengukuran dari masing-masing faktor. seperti “ kelancaran verbal” ( verbal fluency) “ kempuan numerik” ( numerical ability). meskipun intisari pandangan didasarkan pada hasil-hasil analisis faktor karena dari sinilah ia mendapatkan variabel-variabel yang di anggap sangat penting untuk menerangkan tingkah laku manusia. . Penggunaan faktor-faktor olique mengandung suatu implikasi tambahan. Jika diperoleh faktor-faktor yang berkorelasi satu sama lain. mungkin Cattell paling menyerupai Henry Murray. Hasil analisis faktor tidak hanya mengisolasikan faktor-faktor fundamental. Kemampuan menerjemahkan ide-ide psikoligis kedalam rumusan-rumusan matematis yang jelas. maka dapat diterapkan lagi pada korelasi-korelasi diantara faktor-faktor tersebut. penelitian kemudian memakai tehnik analisis faktor untuk menentukan faktor-faktor pokok atau mengontrol variasi pada variabel-variabel permikaan tersebut.Berdasarkan indeks-indeks kasar ini. “ visualisasi ruang” ( spatial visualization ) kemudian orang dapat melanjutkan memfaktor korelasi-korelasi antara faktorfaktor urutan pertama. Teori Cattell tentang Kepribadian Dalam diri Raymond Cattell kita menemukan sosok seorang peneliti yang minat besarnya pada metode-metode kualitatif tidak mempersempit spektrum perhatiannya terhadap data dan masalah-masalah psikologis.

Raymond Bernard Cattell lahir di Staffordshire.regarding sentimen ( dorongan untuk mempertahankan harga diri ). Cattell sangat berhutang budi pada karya rintisan Spearman dan pengembangan-pengembangan luas yang dilakukan oleh Thurstone. Pandangan sekilas tentang perkembangan berbagai minat Cattell dalam bidang psikologi dapat diperoleh dari 62 makalah yang dikumpulkan dalam personality and social psychology( 1964 ).F. dan The 16 pesonality factor questionnaire ( bersama D. sedangkan dalam proses penempatan pada sebuah basis yang lebih kokoh dengan memakai metode-metode statistikyang lebih canggih” Cattell melihat kepribadian sebagai suatu struktur sifat-sifat (traits) yang komleks dan terdiferensiasi.Hd dalam bidang psikologi dibawah bimbingan Spearmandi institut yang sama pada tahun 1929. The O-A pesonality test batter (1954). sedangkan Cattell menyebut “dynamic traits” atau sifat-sifat dinamik. meliputi tidak hanya dalam bidang penelitian kepribadian dan pengukuran jiwa ( mental measurement) tetapi juga dalam topik-topik dalam bidang-bidang dari psikologi eksperimental. dan P. Cattell telah menerbitkan buku-buku dan artikel-artikel dala jumlah yang menakjubkan. Dalam jangka 40 tahun. Cattell adalah juga pencipta banyak tes psikologi. Akan tetapi keadaan ini oleh Cattell hanya dianggap sebagai keadaan sementara. . yang disebut dinamic traits atau sifat-sifat dinamik. psikologi sosial dan ilmu genetika manusia.R Saunders dan G. Sama semua teoritikus lain yang menekankan metode analisis faktor. Stice.1950 ) Hakikat Kepribadian: Struktur Sifat-sifat Sistem konstruk-konstruk yang dikemukakan Cattell merupakan salah satu dari yang paling komleks dari teori yang kita bahas dalam buku ini. Ia mendapatkan gelar B. termasuk The culture free test of intelegence ( 1944 ). yang motivasinya sebagai besar tergantung pada salah satu gugus dari sifat-sifat ini. inggris pada tahun 1905 dan menyelesaikan pendidikan di inggris.Sc dari Universitas London pada tahun 1924 dalam bidang kimia.Kedua teoritikus itu sangat menekankan konstruk-konstruk motivasi : Murray menyebut “needs” atau kebutuhan-kebutuhan. sebagaimana terungkap dari kutipan berikut: “pengetahuan kami tenyang psikologi dinamik sebagian besar berasal dari metode klinis dan metode naturalistik dan baru yang kedua berasal dari eksperimen terkontrol. keduanya banyak menggunakan perumusan psikoanalitis. dalam menelusuri dimensi-dimensi yang mendasari tingkah laku dan penekanannya pada self.

Autin. (T) 24. dan objective test atau tes objektif atau data-T. Kecemasan” Muatan pengukuran Kesediaan untuk mengakui kelemahan-kelemahan biasa. Emosionalitas yang tinggi dalam menyatakan pendapat. Kecendrungan untuk setuju. Banyak simtom ketegangan kecemasan yang tertahan. Cattell berpendapat bahwa sebagian dari langkah kecocokan antar sumber-sumber data mungkin hanya berati bahwa pendekatan-pendekatan pengukuran yang berbeda mengambil sampel data pada tingkat generalitas yang berlainan. suatu penyimpulan yang didasarkan pada tingkah-laku yang dapat di observasi untuk menjelaskan keteraturan atau regularitas dan ketetapan atau konsisten dalam tingkah laku ini. Hal penting yang menetukan hasil analisis faktor adalah titik tolaknya. yakni: life record atau catatan riwayat hidup atau data –L. Parmia.Sifat-sifat Sifat merupakan yang terpenting dari sekalian konsep Cattell. Sifat keras serba mencari kesalahan yang tertinggi. self-rating queslionncire atau kuesioner penelitian-diri atau data-Q. Sedikit kegemaran terhadap bacaan yang patut dipertanyakan. Sifat rendah hati dalam melakukan perbuatan yang belumpernah dicoba. Contoh Faktor data-T. Cattell menyatakan bahwa jika sifat-sifat campuran memang harus merupakan hasil campuran dari kedua faktor ini. akibatnya kesesuaian satu-lawan –satu antar . Sifat adalah suatu “ struktur mental” . ada tiga sumber data utama tentang keptibadian. dan Cattell sangat menekankan pentingnya mentepkan sampel yang memadai dari seluruh bidang kepribadian pada awal penelitian penjajakan. yakni variabelveriabel permukaan dengan mana seorang peneliti mulai.Premsia. dan sifat-sifat yang berasal dari faktor-faktor lingkungan. Faktor-faktor kepribadian utama oleh Cattell dipandang terdapat secara mantap baik pada data-L maupun data-Q perlu dicatat bahwa banyak dari nama-nama faktor mengambarkan kegemaran khas Cattell untuk menciptakan istilah-istilah baru. maka sekurang-kurangnya ada kemungkinan bahwa sifat-sifat sumber dapat dibagi atas sifat-sifat yang merupakan hasil pengaruh hereditas. Sifat-sifat Abilitas dan Temperamen Dalam pandangan Cattell.

kecuali bahwa sentimen adalah akibat pengaruh faktor-faktor pengalaman dan sosio-kultural.sikap. Secara sangat sederhana. Bagi Cattell. Jadi.faktor tidak berhasil ditemukan. temperamen. sedangkan sentimen serupa dengan struktur-struktur sikap yang dipelajari. Tekanan yang luar biasa pada motivasi ergik mencerminkan keyakinannya bahwa faktor-faktor hereditas tingkah laku telah diremehkan oleh para psikolog amerika masa kini. “saya ingin sekali mengawini seorang wanita” menunjukan suatu intensitas minat(“ingin sekali”) untuk melakukan suatu tindakan (“ kawin”) terhadap suatu objek (“seorang wanita”). Hal ini berati bahwa unsur-unsur tertentu bersifat subsider terhadap unsur-unsur lainnya. atau berfungsi sebagai sarana bagi tercapainya . dari mana erg dan sintimen serta hubungannya satu sama lain dapat disimpulkan. Sentimen. Atau dalam dunia akademik.1968 ) Sifat-sifat Dinamis Dalam sistem Cattellada 3 macam sifat-sifat dinamik yang penting yakni. (dinamic traits) saling berhubungan dalam satu pola subsidiation (Cattall meminjam istilah tersebut dari Murray). bukan faktor-faktor konstitusi. ungkapan struktur dinamik dasar yang dapat diamati. siakap adalah variabel dinamik yang menjelma. Persamaan Spesifikasi Andaikan orang bisa menggambarkan kepribadian berdasarkan abilitas. Sikap. sentimen cendrung terorganisasi sekitar objek-objek budaya yang penting. sebaliknya hanya terdapat kecocokan antar tingkat pada taraf sedang. untuk memprediksi respon seorang individu dalam suatu situasi khusus tertentu. Sentimen adalah sifat sumber dinamik yang dibentuk oleh lingkungan. Erg. Intensitas tertentu untuk melakukan serangkaian tindakan terhadap suatu objek. dan bermacam-macam sifat lainnya. yang juga disebut sentimen.Cattell dan Butcher. erg adalah suatu sifat sumber yang ditentukan oleh pengaruh konstitusi dan dinamik. Dalam pandangan Cattell.Erg dan sentimen. sebuah persamaan sepesifikasi dapat dikembangkan untuk memprediksi prestasi akademik berdasarkan variabel-veriabel abilitas dan keperibadian ( bdk. Ke arah mana berbagai konstelasi sikap yang rumit tumbuh dan terfokus selama pengalaman hidup individu. sentimen sama dengan Erg. Jadi. Kisi-kisi Dinamika. Erg kira-kira serupa dengan dorongan-dorongan biologis. seperti pranata-pranata sosial atau tokoh-tokoh. Dari divinisi maupun pemakaian konsep sangat sesuai dengan konsep serupa dalam teori McDougall.

Jalur-jalur yang beraneka ragam dan tumpang tindih antara erg dan sentiman serat sikap-sikap yang di ungkapnnya ini merupan dasar untuk menyimpulkan erg dari sentimen. Pemecahan teoritis yang dikemukakan Cattell ialah membagi situasi ( dan indeks-indeks situasi dari unsur-unsur yang teletak pada belakan persamaan ) menjadi dua komponen. maka kita dapat menyimpulkan adanya suatu struktur erg atau sentimen yang mendasarinya.yang untuk sementara waktu mengubah makna psikologis sesuai secara sistematis. Cattelldean kawan-kawannya telah .Diri ( self) merupakan salah satu sentiman. dan rasa ingin tahuannya. Cattell dan Horn. atau dalam diri seseorang dari waktu ke waktu. dengan saling menghubungkan pengungkapan dari berbagai erg dan sentimen. (focal stimulus). sedangkan komponen lainnya menunjukan kondisi-kondisi latar belakang(background conditions) . karena hampir semua sikap kurang lebih cenderung mencerminkan sentimen-diri. Kondisi-kondisi latar belakang ini memainkan peranan formal modulator-modulator. Diri. sifat suka berteman. tetapi yang istimewa yang penting. ia berfikir bahwa orang tuanya akan merestui dan hal itu akan berpengaruh baik bagi harga dirinya. sehingga respon individu bisa berubah. Cattell telah mengemukakan bahwa suatu cara praktis untuk menyatakan tingkat konflik yang dimunculkan oleh suatu tindakan tertentu terhadap seseorang ialah dengan menggunakan persamaan spesifikasi ( specification equation ) yang menunjukkan keterlibatan sifat-sifat sumber dinamik orang itu ( erg dan sentimen ) dalam tindakan tersebut. Apabila kita amati bahwa sekumpulan sikap tertentu cenderung berlainan dalam hal kekuatan antara orang yang satu dengan yang lain. komponen pertama menunjukan stimulasi pokok. Konflik dan Penyesuaian diri. dengan memetakan perubahan struktur-struktur kepribadian selama kehidupan seseorang.1963) sentimen-sentimen superegodan sentimen diri ideal yang berhubungan tetapi berbeda itu bahkan juga muncul.yang menetukan keadaan organisme pada saat sedang berlangsung. Perkembangan Kepribadian Perkembangan kepribadian pada taraf deskriptif semata-mata.tujuan dari unsur-unsur lainnya itu.yakni aspek situasi yang direspon secara langsung oleh orang yang bersangkutan. Cattell dipandang memainkan peranan menentukan dalam rangka integrasi kepribadian. Misalnya minat pemuda untuk kawin memiliki persamaan spesifikasi erg seks. Dalam penelitianpenelitian tentang temperamen dan sifat dinamik. Dalam beberapa penelitian ( lihat misalnya.

1953). maka. Menurut Cattell. Untuk mengembangkan suatu metode yang dinamakannya Analisis Verians Abstrak Ganda ( Multiple Abstact Variance Analysis). personality learning paling tepat dilukiskan sebagai suatu perubahan berdimensi ganda sebagai respon terhadap pengalaman dalam situasi yang berdimensi ganda. Cattell telah membahas bukti akan adanya kecendrungan-kecendrungan akibat pengaruh usia pada berbagai faktor temperamen. dibandingkannyalah versi orang dewasa dan versi anak berusia 11 tahun dari koesioner kepribadian yang dianalisis faktor secara terpisah dengan memberikan kedua-duanya kepada kelompok menengah yang berusia 16 tahun(Cattell dan Beloff. seperti misalnya meningkatkan H ( petualang) C ( kekuatan ego) serta menurunkan O ( kecenderungan merasa salah) dan L ( kecurigaan) antara usia 11 sampai 23 tahun ( Sealy dan Cattell. Belajar Cattell membedakansekurang-kurangnya tiga jenis belajar yang memainkan peranan penting dalam perkembangan kepribadian. Jenis belajar yang ketiga dinamakan integration learning jenis belajar ini pada dasarnya merupakan sejenis belajar instrumental yang lebih canggih.mengadakan penelitian analisis faktor pada tingkat orang dewasa dan kanak-kanak.1966). Dua yang pertama adalah pengkondisian klasik (clasical conditional )dan pengkondisian instrumenal/ operan ( instrumental conditioning/operant) dari psikolog eksperimen yang sudah terkenal luas. Cattell telah mengemukakan bahwa salah satu cara untuk mengatasi kesulitan ini ialah melakukan penelitian-penelitian perantara terhadap kelompok-kelompok usia menengah. Integrasi antara pematangan dan belajar . Cattell sangat tertarik menyelidiki bobot relatif pengaruh genetik dan pengaruh lingkungan terhadap sifat-sifat sumber. Analisa Hereditas dan Lingkungan Selama beberapa tahun . personality learning secara empiris ialah melalui prosedur yang disebut analisis jalan penyesuaian diri ( adjustment path analysis). dalam rangka mengembangkan alat-alat yang mampu mengukur faktor-faktor kepribadian yang sama pada usia yang berberda-beda. Cattell menginterpretasikan ini sebagai bukti apa yang disebut Hukum pemaksaan kearah terata biososial yakni suatu kecenderuangan dari pengaruh-pengaruh lingkungan untuk secara sistematis melawan munculnya variasi genetik.

1973b) istilah treptik yang disebabkan oleh agen-agen yang bersifat eksternal seperti stimulasi. Disini. Pertama. Penelitian Khas dan metode-metode Penelitian Dalam bagian ini. akan kita bahas dengan sangat singkat sejumlah aspek khas pandanganpandangan Cattell tentang penelitian kepribadian. Konteks Sosial Memusatkan perhatian pada individu dalam interaksi dengan lignkungan dekat mereka.Cattell mencoba memadukan perubahan-perubahan kepribadian yang disebabkan oleh pengaruh-pengaruh lingkungan dan pematangan yang memiliki dasar genetik kedalam bagian teoretis( Cattell. Disamping sumber pengaruh utama ini. Penelitian Analisis Faktor terhadap seorang individu Jenis penelitian ini mengandung masalah-masalah khusus dalam segi metode. sekolah. Tujuannya adalah membagi atau membedakan kurva-kurva perubahan perkembangan berbagai sifat kedalam komponen-komponen genetik dan treptik. ada penelitian-penelitian teknik-R yang merupakan pendekatan yang lazim dikalangan psikolog. ada pun pranata-pranata lain yang peranannya patut dipertimbangkan. Pada bagian ini kita akan meninggalkan pembatasan itu dan meninjau usaha-usaha yang telah dilakukan Cattell untuk memberikan tekanan yang memadai pada faktor-faktor pembentuk tingkah laku yang bersifat sosiokultural.kelompok sebaya. agama. seperti pekerjaan. Penelitian yang menggunakan analisis faktor dan kegemarannya yakni tentang sifat-sifat dinamika seorang individu.dan bangsa. kita harus memiliki alat ukur yang dapat dikenalkan berulang kali pada individu yang sama tanpa menimbulkan efek-efek .dietobat-obatan dan sebagainya. Ada banyak peranan sosial yang dapat berperan sebagai sumber yang membentuk atau mempengaruhi kepribadian namun yang peling penting ialah keluarga. disini yang kita pertanyakan adalah seberapa konsistenkah tingkah laku individu itu dan statistik yang diperoleh merupakan indeks tentang seberapa jeuh aspek-aspek yang berbeda dari tingkahlaku individu sejalan. sejumlah besar individu membandingkan berdasarkan kinerja mereka pada dua tes atau lebih. partai politk. Di samping kesulitan memperoleh subyek yang kooperatif dan dapat diandalkan. Ternyata analisis faktor memainkan peranan yang sama menentukannyadalam mendeskripsikan kepribadian individu. Dimuka sudah kita singgung keyakinan Cattell bahwa penelitian bersekala besar akan membuahkan kemajuan-kemajuan yang apaling berartibagi masa depan bidang ini.

keramah-tamahan. 1956). stabilitas emosi.J. 1949 ). sifat subyek berkuasa.yang berarti yang disebabkan oleh pengetesan yang berulang ulang itu sendiri dan kita berharap dengan sifat yang memperlihatkan fluktuasi yang cukup besar dari hari ke hari. H. bisa juga ditambahkan namun karena penelitian tentang teknik-Q telah dibahas dalam bab 8 . yang mengukur 10 sifat yang dirumuskan sebagai faktor-aktivitas umum. Seorang teoritikus ketiga . J. dan psikotikisme. objektivitas. dengan grafik selama preode eksperimen. tidak ada faktor-faktor khusus penting muncul dari analisis.P.1934) salah satu hasil dari penelitian ini adalah inventori keperibadian yang di namakan Guilford zimmerman Temperament Survey ( Guilford dan Zimmerman. Atau type-type( types). maka cukup kita catat disini bahwa analisi faktor terhadap berbagai ekspresi seseorang juga merupakan cara lain mempelajari kepribadian dengan analisis faktor. ketika ia menerbitkan sebuah makalah yang menunjukan bahwa item-item yang dimaksudkan untuk mengukur sifat tunggal introversi-ekstroversi sesungguhnya mencakup beberapa faktor kepribadian yang berbeda ( Guilford. Setelah faktor-faktor berhasil di identifikasikan. Beberapa Formulasi Lain Dua penyumbang utama dibidang ini selain Cattell adalah H. struktur faktor umum dari populasi mampu melukiskan secara cukup baik oknum khusus ini. William Stephenson. Rupanya sampai taraf tertentu.J. sifat hati-hati. Eysenck menganalisa kepribadian menurut tiga dimensi yang luas. pada tingkat berikutnya adalah sifat-sifat ( traits).Eysenck Eysenck melihat suatu kepribadian sebagai sesuatu yang hierarkis. ada sedikit persamaan antara daftar ini dan daftar Cattell. dan kejantanan tampak. hal ini disebabkan karena Guilford lebih suka . Eysenck dan J. maka nisa di estimasikan skor-skornya untuk setiap sisi pengukuran.karia penelitian empirisnya yang paling luas dan berkenan dengan dua yang pertama dari tiga faktor ini. Guilford Kepribadian sudah dimulai sekurang-kurangnya pada awal tahun 1930-an. ekstraversi-introversi. Tentang ini Eysenck berpandangan sama. Jadi. Neurotikisme. yakni. sifat suka bergaul. namun berpendapat bahwa tingkat analisisnya secara teoritis lebih berbobot dan secara empiris lebih dapat diandalkan ( Eysenck. Guilford. hubunganhubungan pribadi. pada tingkat type. rasa terkekang versus ratimia ( kecenderungan untuk takenal susuah).F.

atau bahkan Allport atau Murray . Sebagian terbesar atas usaha Cattell sendiri lah bahwa banyak segi dalam teorinya memiliki landasan empiris sebanyak sebagaimana kita lihat. telah membuat seorang pembaca awam mundur atau menyingkir. Konsep Kepribadian Menurut . harus harus di ingat bahwa teori Cattell sampai kini masih aktif berkembang –penilaian akhir belum diperlukan atau belum cocok untuk dilontarkan pada saat ini. Penelitian kepribadian yang baik memang lambat dan mahal. Bagaimana pun. diposisi-diposisi agak khusus sepeti kebiasaan-kebiasaan. teperamen dan dinamik. Teori Cattell tidak bisa disebut pelopor dalam arti sebagai mana sebutan tersebut dikenakan pada teori freud. dalam ranah temperamen. Kemudian sifat-sifat primer . Minat teoritis Cattell yang begitu luas rupanya selalu cenderung membawanya ke suatu proyek baru sebelum yang lama benarbenar terpancang dengan kokoh. Jadi.Guilford juga mengakui adanya sejumlah sub-area utama dalam keperibadian serta sifat-sifat abilitas. Roger atau Sullivan. kendati teori ini telah menarik sejumlah kecil pengikut yang aktif.menggunakan faktor-faktor ortogonal.) . Hal ini sebagian disebabkan oleh seluk-beluk teknik faktor analisis. Status Sekarang dan Evaluasi Selama beberapa tahun Cattell berhasil mengembangkan suatu teori kepribadian yang luas. mulai dari tipe-tipe yang luas pada puncaknya. dimensi “positf-negatif “ melahirkan faktor “ percaya dari versus interior” dalam bidang tingkah laku umum dan faktor” sifat periang versus sifat pemalu” dalam bidang emosi. sebagai suatu prestasi intelektual. Jelas juga bahwa Cattell dan para koleganya telah menghasilkan data empiris berkaitan dengan teori mereka dengan jumlah yang melampaui jumlah data yang diilhami oleh sebagian terbesar dari teori-teori kepribadian yang telah dibicarakan. teorinya itu hendaknya dipandang setara dengan teori-teori lain yang dibahas dalam buku ini. Guilford melihat keperibadian sebagai suatu struktur sifat yang tersusun secara hirarkis. beraneka ragam dan komleks. Sesungguhnya sayang. karena justru pembaca terahir ini lah yang seharusnya bisa menghargai kekayaan gagasan-gagasan teoritis Cattell dan harta karun fakta mentah yang berhasil dikumpulkan oleh laboratoriumnya selama bertahun-tahun. sedangkan Cattell membiarkan faktor-faktornya bersifat oblik satu sama lain. kemudian hexes ( yakni.

Ia adalah anak kedua dari empat bersaudara. sekarang wilayah Polandia. yang aktif melakukan penelitian tentang masalah masalah kemasyarakatan. Lewin menerima pengangkatan sebagai profesor dan direktur Pusat Penelitian untuk dinamika kelompok di Institut Teknologi Massachussetts. Jerman tahun 1905 kemudian ia masuk Universitas di Freiburg dengan maksud belajar ilmu kedokteran. pada tanggal 9 Februari 1947 pada usia 56 tahun. karena orang-orang dan lingkungannya merupakan bagian-bagian ruang kehidupan (life space) yang saling tergantung satu sama lain. Massachussetts. perbedaan-perbedaan karakter nasional dan dinamika kelompok.Kurt Lewin Written by Administrator Thursday. yaitu : 1) tingkah laku adalah suatu fungsi dari medan yang ada pada waktu tingkah laku itu terjadi 2) Analisis dimulai dengan situasi keseluruhan dimana bagian-bagian komponennya dipisahkan 3) Orang yang kongkret dalam situasi yang kongkret dapat digambarkan secara matematis. tetapi ia segera melepaskan idenya ini setelah satu semester belajar psikologi pada universitas yang sama. teori medan merupakan sekumpulan konsep dimana seseorang dapat menggambarkan kenyataan psikologis. Pada akhir perang ia kembali ke Berlin sebagai instruktur dan asisten penelitian pada fakultas Psikologi „Berlin Psychoanalytic Institute‟. Setelah meraih gelar doktornya pada tahun 1914. Dalam makalah ini. Life space digunakan Lewin sebagai istilah untuk keseluruhan medan psikologis. Jerman. Pada tahun 1945. Pada waktu yang sama. Konsep-konsep ini harus cukup luas untuk dapat diterapkan dalam semua bentuk tingkah laku. kita akan memusatkan perhatian pada teori Lewin tentang struktur. masalah-masalah kelompok minoritas. Konsep-konsep teori medan telah diterapkan Lewin dalam berbagai gejala psikologis dan sosiologis. Terakhir kita akan membahas evaluasi konsep kepribadian dari . Lewin bekerja dalam bidang psikologi anak-anak pada Universitas Cornell (1933) selama dua tahun sebelum dipanggil ke Universitas negeri Iowa sebagai profesor psikologi pada Badan Kesejahteraan Anak (1935-1945). Konsep-Konsep Kepribadian dari Lewin Bagi Lewin. Lewin juga menggolongkan teori medan sebagai “suatu metode untuk menganalisis hubungan-hubungan kausal dan untuk membangun konstruk-konstruk yang ilmiah. keterbelakangan mental . Tahun 1933 ia pindah ke Amerika dan menghabiskan sisa hidupnya di Amerika Serikat. Lewin bertugas di ketentaraan Jerman selama empat tahun. Lewin menyelesaikan sekolah menengahnya di Berlin. termasuk tingkah laku bayi dan anak anak . dan sekaligus juga cukup spesifik untuk menggambarkan orang tertentu dalam suatu situasi konkret. Ia meninggal secara mendadak karena serangan jantung di Newton Ville. masa adolesent . dinamika dan perkembangan kepribadian yang dikaitkan dengan lingkungan psikologis. 03 June 2010 01:47 Kurt Lewin lahir pada tanggal 9 September 1890 di desa Mogilno. ia menjadi direktur dari Commission of Community Interrelation of The Amerika Jewish Congress. Ciri-ciri utama dari teori Lewin.

Lingkaran dalam elips ini bukan sekedar suatu ilustrasi atau alat peraga. Lewin berusaha mematematisasikan konsepkonsepnya sejak dari permulaan. Pribadi Menurut Lewin. Pada dasarnya matematika Lewin merupakan jenis matematika untuk menggambarkan interkoneksi dan interkomunikasi antara bidang-bidang spasial dengan tidak memperhatikan ukuran dan bentuknya. Segala sesuatu yang terdapat dalam batas itu adalah P (pribadi). Secara matematis : P = f (LP) Dan fakta fakta pribadi dapat mempengaruhi lingkungan. Sel-sel yang berdekatan dengan daerah konseptual motor disebut sel-sel peripheral (p). Ada komunikasi dua arah antara ruang hidup dan dunia luar yang bersifat dapat ditembus (permeability). Secara matematis: TL=f(RH). Ruang Hidup Ruang hidup mengandung semua kemungkinan fakta yang dapat menentukan tingkah laku individu. Unsur-unsur pembentuk kepribadian menurut Kurt Lewin terdiri atas : a. b. Sedangkan semua garis yang tertera pada diagram diatas yang merupakan batas antar sel. Lingkungan Psikologis berhenti pada batas pinggir elips. Matematika Lewin menggambarkan hubungan-hubungan spasial dengan istilah-istilah yang berbeda. Fakta-fakta dalam lingkungan psikologis dapat juga menghasilkan perubahan-perubahan dalam dunia fisik. Selanjutnya untuk melukiskan kenyataan psikologis ialah dengan menggambar suatu figur tertutup lain yang lebih besar dari pribadi dan yang melingkupnya. Secara matematis : LP = f (LP) c. melainkan sungguh-sungguh merupakan suatu penggambaran yang tepat tentang konsepkonsep struktural yang paling umum dalam teori Lewin. Pemisahan pribadi dari yang lain-lainnya di dunia dilakukan dengan menggambarkan suatu figur yang tertutup. Bentuk dan ukuran figur yang melingkupi ini tidak penting asalkan ia memenuhi dia syarat yakni lebih besar dari pribadi dan melingkupimya. Hal ini berarti fakta fakta lingkungan dapat mempengaruhi pribadi. Daerah dalam personal dibagi menjadi selsel. antar region disebut bondaris. tetapi batas antara pribadi dan lingkungan juga bersifat dapat ditembus. dengan pola hubungan dasar tertentu.Lingkungan Psikologis yaitu daerah di dalam elips tetapi diluar lingkaran. lingkungan psikologis dan ruang hidup. Daerah ini dibagi-bagi dalam pecahanpecahan yang disebut region. Figur yang baru ini tidak boleh memotong bagian dari batas lingkaran yang menggambarkan pribadi.KURT LEWIN . Fakta-fakta non psikologis dapat dan sungguh-sungguh mengubah fakta-fakta psikologis. Tingkah laku adalah fungsi dari ruang hidup. pribadi adalah heterogen. yakni pribadi. terbagi menjadi bagian-bagian yang terpisah meskipun saling berhubungan dan saling bergantung. 1) Struktur Kepribadian Lewin menggambarkan manusia sebagai pribadi berada dalam lingkungan psikologis. Dengan cara ini . Batas dari figur menggambarkan batas-batas dari entitas yang dikenal sebagai pribadi. sel- . tetapi dunia fisik (luar) tidak dapat berhubungan langsung dengan pribadi karena suatu fakta harus ada dalam lingkungan psikologis sebelum mempengaruhi/dipengaruhi oleh pribadi. sedangkan segala sesuatu yang terdapat di luar batas itu adalah non-P. Ruang hidup meliputi segala sesuatu yang harus diketahui untuk memahami tingkah laku kongkret manusia individual dalam suatu lingkungan psikologis tertentu pada saat tertentu.

3) Perkembangan Kepribadian Menurut Lewin. Lingkungan Non-Psikologis Lingkungan ini luasnya tidak terhingga sehingga tidak mempunyai bondaris (pada gambar dibatasi persegi empat). tegangan dapat direduksikan dengan lokomosi-lokomosi murni khayalan.obyek. d. Suatu tegangan dapat direduksikan dan keseimbangan dipulihkan oleh suatu lokomosi substitusi. maka region-region dalam pribadi seseorang dalam LP-nya akan semakin bertambah.contohnya dari pola berpikir assosiasi menjadi pola berpikir abstrak. e) Perubahan dalam realitas. Contoh : orang dewasa lebih pandai menyembunyikan isi hatinya daripada anak-anak (region anak lebih mudah ditembus). tidak bisa berdiri sendiri. d) Bertambah luasnya arena aktivitas individu contoh: Anak kecil terikat oleh masa kini sedangkan orang dewasa terikat oleh masa kini. pola berpikir meningkat . Begitu pula dengan kecakapan kecakapan/ keterampilan keterampilannya. Akhirnya. tegangan . masa lampau dan masa depan. Apa saja yang ada tetapi tidak menjadi stimulus bagi diri seseorang bisa termasuk kedalam lingkungan non psikologis seperti benda. banyak teori lain yang lebih komprehensif dan bila teori itu digambarkan dengan tipologi Lewin maka hasilnya akan lebih menggambarkan jiwa manusia bila . b) Perubahan dalam variasi tingkah lakunya c) Perubahan dalam organisasi dan struktur tingkah lakunya lebih kompleks. hakekat Perkembangan Kepribadian itu adalah : a) Diferensiasi yaitu semakin bertambah usia. 2) Dinamika Kepribadian Konsep-konsep dinamika pokok dari Lewin terdiri atas energi psikis (psychic energy). kebutuhan (need). Lokomosi dan perubahan-perubahan struktur berfungsi mereduksikan tegangan dengan cara memuaskan kebutuhan. Bagian bagian tersebut mengadakan komunikasi dan interdependen. tindakan (action) meliputi vector (kekuatan yang mendorong terjadinya tingkah laku) dan valensi ( nilai region dari lingkungan psikologis bagi pribadi) serta lokomosi ( perpindahan lingkaran pribadi). Benda atau obyek secara fisik dekat individu tetapi bila tidak menyentuh fungsi psikologisnya maka benda itu secara psikologis tidak berada di daerah psikologis sehingga benda berada di daerah non psikologis (daerah kulit asing).sel dalam pusat lingkaran disebut sel-sel sentral (s). Dapat membedakan mana yang khayal dan yang nyata. Konstruk-konstruk dinamik ini menentukan lokomosi khusus dari individu dan cara ia mengatur struktur lingkungannya. EVALUASI KONSEP KEPRIBADIAN MENURUT KURT LEWIN Kritik terhadap teori Lewin dapat dikelompokkan dalam 4 topik yaitu : 1) Penggambaran tipologis dan vaktorial dari Lewin tidak mengungkapkan sesuatu yang baru tentang tingkah laku. Proses ini menuntut bahwa dua kebutuhan erat bergantungan satu sama lain sehingga pemuasan salah satu kebutuhan adalah melepaskan tegangan dari sistem kebutuhan lainnya. fakta-fakta atau situasi sosial. Sistem motor bertidak sebagai suatu kesatuan karena biasanya lahannya dapat melakukan suatu tindakan pada satu saat. Begitu pula dengan sistem perseptual artinya orang hanya dapat memperhatikan dan mempersepsikan satu hal pada satu saat. Seseorang yang berkhayal bahwa ia telah melakukan suatu perbuatan yang sulit atau menempati suatu jabatan yang tinggi mendapat semacam kepuasan semu dari sekedar berkhayal tentang keberhasilan.

Allport selalu mementingkan adanya sifat. Dalam teori Allport antisipasi adalah penting untuk menentukan siapa dan apakah kita ini. Sifat adalah penekanan teori allport sehingga sering disebut dengan traits psychology. Pengalaman yang tidak sesuai dengan struktur self dianggap ancaman dan self dapat berubah sebagai akibat kematangan biologic dan belajar. Psikofisis menunjukan bahwa kepribadian bukan hanya mental dan neural. dalam membentuk identitas diri kita. ciri-ciri cerdas. menyenangkan. baik hati dan menarik. Self bersifat integral dan konsisten. Yang dimaksudkan dengan khas / unik adalah allport memberi penekanan pada individualitas. Kepribadian itu memiliki arti sebagai adaptasi / penyesuaian diri dengan lingkungan. Watak sebagai kepribadian yang di evaluasi dalam arti normatif. Watak yang baik adalah watak yang sesuai dengan norma yang berlaku. bahwa tidak ada 2 orang yang benar benar sama dalam hal kepribadian. Organisasi dinamik menekankan bahwa kepribadian selalu berkembang dan berubah. Semua itu memiliki dasar / kesatuan / unitas. namun hal ini tidak diikuti oleh penjelasan dinamika bagaimana lingkungan luar itu mempengaruhi region-region atau menjadi region baru. Namun dalam hal ini tang menjadi kelebihan Allport adalah tentang antisipasi. kompleks dan khas dari tingkah laku manusia. Tingkah laku yang disadari adalah yang terpenting. Memang tidak mudah memahami jiwa dengan memakai rumus-rumus matematika. Namun oleh allport semua itu dinyatakan dalam bentuk sifat. Dan juga mementingkan ego / self .dibandingkan dengan rincian struktur jiwa dari Lewin. ● Watak mengisyaratkan norma tingkah laku tertentu dimana individu akan dinilai perilakunya. ● Struktur dan dinamika kepribadian Di teori lain. memang dikemukakan sifat bondaris antara lingkungan psikologis dengan lingkungan obyektif yang permeable. jujur. 3) Lewin kurang memperhatikan sejarah individu pada masa lalu sebagai penentu tingkah laku. Konsep self menggambarkan konsepsi mengenai dirinya sendiri. Kepirbadian individu dipengaruhi oleh kepribadian masing masing dari istilah menentukan. Ini merupakan resiko teori yang mementingkan masa kini dan masa yang akan datang. Menurutnya. Antara struktur dan dinamika itu sama.self merupakan satu-satunya sepribadian yang sebenarnya. namun jiwa dan raga menjadi suatu kesatuan pribadi. 4) Lewin menyalahgunakan konsep ilmu alam dan konsep matematika. Konsep Kepribadian menurut Gordon Allport Kepribadian manusia menurut Allport adalah organisasi yang dinamis dari system psikofisik dalam individu yang turut menentukan cara-caranya yang unik atau khas dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Dengan kata lain self dibentuk melalui deferiensiasi medan fenomena dan melalui introjeksi nilai-nilai orang tertentu serta dari distorsi pengalaman. . struktur dan dinamika dibahas secara terpisah. Kemudian Allport juga berpendapat bahwa kepribadian yang neurotis dan kepribadian yang sehat merupakan hal yang mutlak terpisah. 2) Lewin tidak mengelaborasi pengaruh lingkungan luar atau lingkungan obyektif. Bahkan Lewin berani mengambil resiko dengan memakai istilah-istilah dalam matematika dan fisika untuk dipakai dalam psikologi dengan makna yang sangat berbeda dengan makna aslinya.

● Temperamen biasanya menunjuk pada disposisi disposisi yang erat kaitannya dengan faktor faktor biologis / fisiologis dan sedikit sekali mengalami perubahan dalam perkembangan dan memiliki peran yang besar dibanding aspek aspek lain. Makin besar objek dikenai sifat. cepat / tidak berekasi. Sikap biasanya mengandung penilaian terhadap suatu objek. maka sifat dan sikap akan menjadi semakin mirip. sering muncul dan sangat mudah disimpulkan . berusaha untuk memperluas “link” agar mereka bisa memperluas pergaulan mereka.Temperamen adalah gejala karakteristik dari sifat individu . 1. Sifat merupakan sifat gabungan dari beberapa kebiasaan. termasuk mudah tidaknya kena rangsangan emosi . contoh : ekstravert dan introvert 3. sifat dan sikap adalah predisposisi untuk merespon dan khas . Sifat sentral Merupakan kecenderungan kecenderungan yang sangat khas pada individu. Berikut contoh perilakunya : 1. merupakan hasil belajar dan faktor genetis. Menurut allport. Jenisnya relatif kurang biasa sehingga tidak tampak. Hubungan hangat/akrab dengan orang lain Seseorang yang telah masuk ke masa dewasa awal dan madya pasti berusaha mencari kedekatan dengan lawan jenis. Sifat sekunder Contoh Perilaku : Seseorang memiliki kepribadian yang matang menurut allport memiliki hal-hal dibawah ini. . Sifat kardinal nampak pada setiap orang tapi tidak semua orang punya sifat ini 2. Seperti mencari pasangan hidup. ● Sifat adalah sistem neuropsikis yang digeneralisasikan. Bergantung pada faktor konstitusional. apa yang ingin ia lakukan demi masa depannya. Sifat memiliki eksistensi dalam diri individu. Ekstensi sense of self Seorang mahasiswa semester akhir yang telah masuk dalam masa dewasa awal. terutama keturunan. Pembagian sifat : 1. berhubungan dengan suatu objek sehungga lebih luas. sedangkan tipe menenggelamkannya. kualitas hidup. Orang dapat memiliki suatu sifat tapi tidak dapat memiliki suatu tipe. serta meminta persetujuan keluarga atas pilihannya. ● Sikap. sifat kardinal ( pokok ) Sangat menonjol. Sifat dapat memunculkan keunikan pribadi. sehingga dengan mengenal berbagai macam orang mahasiswa itu belajar ubtuk lebih mengerti minat orang lain dan mengerti minatnya sendiri. Misalnya saja dalam hal pekerjaan yang akan ia geluti nanti. sehingga pengaruhnya dapat langsung dilihat. dapat membimbing tingkah laku. Dengan begitu ia mulai mempunyai rencana masa depan. Kebiasaan merupakan kecenderungan kecenderungan bersifat menentuka. itu semua dilakukan untuk membina hubungan dengan orang lain. Sifat dibedakan dengan habits.

agar bisa diterima oleh masyarakat. seperti tv yang berisi acara komedi misalnya. misalnya saja pemuda islam.B. Objektifikasi diri: insight dan humor Contoh perilakunya adalah empati. dan menjadikan itu semua sebagai falsafah hidup maupun pegangan hidupnya. sosiologi.1. ia akan lebih bisa mengontrol diri. Ia menerima gelar A. misalnya saja masalah yang cukup besar dikantor. maka ia harus dapat mengatasinya tanpa panik atau malah merusaknya. Keyakinan Dollard dan dedikasi pribadinya terhadap penyatuan ilmu-ilmu pengetahuan sosial tercermin tidak hanya dalam tulisantulisannya tetapi juga dalam fakta bahwa ia pernah mengemban tugas. (1930) dan Ph. Pandangan-pandangan realistis.tugas akademik di bidang antropologi.A. Pada tahun 1932 ia menerima jabatan rektor di bidang antropologi di Universitas Yale dan pada tahun berikutnya menjadi rektor di bidang sosiologi pada Institut of Human Relations yang baru saja didirikan. tidak mudah frustasi dalam menghadapinya. dari Universitas Wisconsin pada tahun 1922 dan berturut-turut meraih M. kita harus bisa menempatkan diri di posisi orang lain.D. Ia dipensiunkan sebagai profesor pada tahun 1969. 1. John Dollard John Dollard dilahirkan di Menasha. Ia telah mengarang sejumlah buku yang juga mencerminkan . tetapi lebih agar kita bisa melihat keanekargaman manusia. ia pasti telah memiliki patokan dalam hidupnya. Pada tahun 1935. Ia memperoleh pendidikan dalam psikoanalisis dari Institut Berlin dan menjadi anggota dari Western New England Psychoanalytic Society.-nya (1931) dalam bidang sosiologi di Universitas Chicago. ia pasti telah menaati perintah islam. kita tidak menjadi seseorang yang teralu subyektif. keahlian dan penugasan Bila seseorang mengalami masalah. Dollard telah menulis banyak artikel teknis dalam ilmu-ilmu pengetahuan sosial mulai dari etnologi sampai psikoterapi. Dari tahun 1926 sampai dengan 1929 la menjadi salah seorang pembantu rektor Universitas Chicago. 1. dan psikologi pada satu universitas. Filsafat Hidup Seseorang yang mulai dewasa. ia pun sudah bisa memilih mana tugas yang cocok untuknya dan mana yang tidak. itu tidak hanya dianggap sebagai sesuatu yang bisa ditertawakan. Wisconsin. 1. ia menjadi peneliti pada institut tersebut dan pada tahun 1948 menjadi peneliti dan profesor di bidang psikologi. misalnya saja ia diputus oleh kekasihnya. Penerimaan diri Dalam masa ini emosi seseorang tidak lagi meluap-luap. pada tanggal 29 Agustus 1900. Dan juga dalam hidup ini kita butuh hiburan.

Bersama Frank Auld dan Alice White ia menerbitkan Steps in psychotherapy (1953). Dari tahun 1936 sampai tahun 1940. Selain karena kerjasamanya dengan John Dollard.-nya dari Universitas Washington pada tahun 1931. pada tanggal 3 Agustus 1909 dan meraih gelar B. Penelitian awalnya semata. Karya ini disajikan secara rinci dalam terbitan-terbitan jurnal. 1959).minatnya yang luas itu. Ia menetap di Yale sampai tahun 1966n dan selanjutnya menjadi profesor psikologi dan kepala Laboratorium Psikologi Fisiologis pada Universitas Rockefeller. . 1950). Dari tahun 1942 sampai tahun 1946. Karya ini disusul oleh sebuah buku serupa.-nya dari Universitas Stanford pada tahun 1932 dan Ph. Miller dan Dollard bersama.dorongan. sebuah buku yang menyajikan suatu metode psikoterapi yang mencakup pendeskripsian yang rinci tentang individu yang sedang dalam perawatan.D. dan menerima Medal of Science dari Presiden (1965). menjadi asisten dosen dan selanjutnya lektor pada Institute of Human Relations. menerima medali Warren dari Society of Experimental Psychologist (1957). yang ditulis bersama Allison Davis.mata bersifat behavioral.sama telah menulis dua buku yang berisi penerapan versi yang disederhanakan dari teori Hull pada masalah. Caste and class in a Southern town (1937) adalah suatu penelitian lapangan yang sangat dihargai mengenai peranan orang. Wisconsin. dan suatu monograf penting mengenai penggunaan bahan sejarah kehidupan. 2. 1941) dan pada masalah. Criteria for the life history (1936). Ia meraih gelar M. dan penelitian tentang konflik.masalah yang menjadi perhatian psikolog klinis atau psikolog kepribadian (Personality and psychotherapy.-nya di bidang psikologi dari Universitas Yale pada tahun 1935.. suatu tanda kehormatan yang hanya dimilikinya bersama dua ilmuwan behavioral lain.2. tetapi sejak tahun 1950-an Miller mulai menaruh perhatian pada mekanisme. Ini meliputi keanggotaannya dalam National Academy of Science yang bergengsi itu.masalah yang menjadi garapan psikolog sosial (Social leraning and imitation. Dari tahun 1932 sampai dengan tahun 1935 ia menjadi asisten di bidang Psikologi pada Institute of Human Relations dan antara tahun 1935-1936 ia mendapat beasiswa dari Social Science Researc Council dan memanfaatkannya untuk mengikuti pendidikan analisis pada Institut Psikoanalisis Wina. meskipun banyak di antaranya telah pula diringkaskan dalam tiga bab buku pegangan yang sangat elok (Miller. Pada tahun 1946.orang kulit hitam dalam suatu masyarakat di bagian selatan di AS dan merupakan salah satu contoh karya awal analisis kebudayaan dan kepribadian.A.S. hakikat perkuatan. Penghargaan atas sumbangan-sumbangannya tercermin pada berbagai tanda jasa yang diterimanya.mekanisme fisiologis yang mendasari dorongan dan perkuatan serta gejalagejala sejenis lainnya.2 Neal Miller Neal Miller dilahirkan di Milwaukee. Ia menjadi peneliti dan lektor pada tahun 1941. 1951a. Children of bondage (1940). 1944. ia memimpin suatu proyek penelitian psikologi untuk Angkatan Udara AS. ia kembali ke Universitas Yale. terpilih menjadi ketua American Psychological Association (1959). Ia menerbitkan dua buku berisi analisis psikologis tentang rasa takut: Victory over fear (1942) dan Fear in battle (1943). menjadi profesor dalam program kuliah James Rowland Angell di bidang psikologi pada tahun 1952. dan bersama Frank Auld menerbitkan Scoring human motives (1959). Miller juga sangat terkenal di kalangan psikologi berkat karya eksperimental dan teoritisnya yang cermat tentang proses pemerolehan dorongan.

teori belajar. yang relative stabil dan bertahan lama dalam kepribadian. pentinganya dorongan primer sering tidak jelas.2. dan antropologi sosial. haus dan seks. mengembangkan pendekatan interdisiplin tiga bidang ilmu. Teori mereka banyak dipengaruhi oleh Teori Hull-Spence. yang terutama menangani peran motivasi dalam tingkah laku dan bagaimana motivasi belajar dapat diperoleh. dari pengamatan sepintas terhadap masyarakat dewasa. Namun mereka menganggap penting kelompok habit dalam bentuk stimulus verbal dari orang itu sendiri atau dari orang lain. Karena itu gambaran kebiasaan seseorang tergantung pada event khas yang menjadi pengalamannya. bentuk sederhana dari teori belajar adalah “mempelajari keadaan dimana terjadi hubungan antara respon dengan cue-stimulusnya”. Dollard dan Miller mengemukakan bahwa bukan hanya dorongan primer yang . Kenyataannya. malu dan kebutuhan kepuasan. Hanya dalam proses perkembangan masa anak-anak atau dalam periode krisis dapat dilihat jelas beroperasinya dorongan primer. bukan membuat seseorang menjadi unik. Maksudnya. Dorongan primer (primary drives) dan hubungan stimulus-respon yang bersifat bawaan (innate) juga menyumbang struktur kepribadian. Dalam menganalisa perkembangan dan elaborasi kecemasan inilah mereka berusaha menggambarkan proses umum yang mungkin berlaku untuk semua motif. ganjaran atau reinforsemen menjadi sangat penting. seperti rasa takut sebagai bagian kepribadian yang relative stabil. Dinamika Kepribadian Motivasi – Dorongan (Motivation – Drives) Dollard dan Miller sangat memerhatikan motivasi atau drive. Bahasan mengenai prinsipprinsip asosiasi. karena mereka lebih memusatkan bahasannya mengenai proses belajar. seperti kecemasan. Struktur kepribadian Kebiasaan (habit) adalah satu-satunya elemen dalam teori Dollard dan Miller yang memiliki sifat struktural. Mereka tidak menggambar atau mengklasifikasi motif tertentu. Dollard dan Miller juga mempertimbangkan dorongan sekunder (secondary drives). tetapi memusatkan perhatiannya pada motif-motif yang penting. bukan kepemilikan atau hasilnya. walaupun kurang penting dibanding habit dan dorongan sekunder. kebiasaan hari ini mungkin berubah berkat pengalaman baru keesokan harinya. Sebaliknya. dan responnya yang umum juga berbentuk verbal. seperti kecemasankonflik-represi menggunakan prinsip-prinsip psikologi belajar dan kondisi sosial dari belajar. di masyarakat Barat yang modern. karena dorongan primer dan hubungan stimulus-respon bawaan ini menentukan taraf umum seseorang. Menurut Dollard dan Miller.2 TEORI Dollard dan Miller bekerja sama di Institute of Human Relations. Dorongan yang dipelajari itu berperan sebagai wajah semu yang fungsinya menyembunyikan dorongan bawaan. Universitas Yale. Dollard dan Miller menyerahkan kepada ahli lain rincian perangkat habit tertentu yang mungkin menjadi ciri seseorang. Namun susunan kebiasaan itu bersifat sementara. Dalam kehidupan manusia banyak sekali muncul dorongan yang dipelajari (secondary drives) dari atau berdasarkan dorongan primer seperti lapar. Mereka berusaha menjelaskan konsep-konsep pentingdari psikoanalitik. Habit adalah ikAtan atau asosiasi antara stimulus dengan respon. psikoanalitik. yang kita lihat adalah dampak dari dorongan yang dipelajari seperti kecemasan.

sisi satu diberi warna putih dan sisi lain diberi warna hitam. Tampak pula primary drive (rasa sakit dan tertekan) memunculkan learned atau secondary drive (rasa takut) yang kemudian memotivasi tingkah laku organisme bahkan ketika sumber rasa sakit sudah tidak muncul. Instrumental learning (tikus belajar respon meloncati sekat sebagai instrumental menghindari rasa sakit) 3. dipelajari melalui belajar rasa takut dan anxiety. Hadiah/penguat sekunder lama kelamaan menjadi tidak efektif . diganti dengan menekan pengumpil) 4. Eksperimen ini mendemonstrasikan beberapa prinsip belajar yakni. dan penyebarannya ke dalam pribadi dijelaskan melalui perolehan reinforsemen dan generalisasi stimulus. Ternyata sesudah terjadi proses belajar. tetapi hadiah atau penguat yang primer ternyata juga diganti dengan hadiah atau penguat sekunder. Kotak itu diberi sekat yang dapat diloncati tikus. Classical conditioning (tikus terkondisi merespon bel sebagai tanda aka nada kejutan listrik) 2. dan menemukan cara baru yakni menekan pengumpil untuk membuaka pintu sekat. mengenali sesuatu. Ternyata kemudian tikus berhenti berusaha menabrak sekat (yang tidak dapat diloncati lagi). penggantian popok dan aktivitas yang memberi kenyamanan lainnya: ”senyum” akan menjadi hadiah sekunder yang sangat kuat bagi bayi sampai dewasa. kecuali kalau hadiah/penguat sekunder itu kadang masih berlangsung bersamaan dengan penguat primer. warna kotak yang putih dan atau bunyi bel saja (tanpa kejutan listrik) telah membuat tikus meloncati sekat. Ini adalah reaksi takut terhadap rasa sakit. Peralatannya adalah kotak yang dasarnya diberi aliran listrik yang menimbulkan rasa sakit. semacam antisipasi menghindari rasa sakit (yang pernah dialami pada masa lalu). Dollard dan Miller setuju dengan Freud yang memandang kecemasan adalah tanda bahaya. yang segera dihentikan kalau tikus itu meloncat dari kotak putih ke kotak hitam. Proses Belajar Dollard dan Miller melakukan eksperimen rasa takut terhadap tikus. notice .diganti oleh dorongan sekunder. Mereka juga menyimpulkan bahwa untuk bisa belajar orang harus menginginkan sesuatu. 1. Misalnya senyum orang tua secara bijak terus menerus dihubungkan dengan aktivitas pemberian makanan. Dari eksperimen-eksperimennya. mengerjakan sesuatu dan mendapat sesuatu (want something. Dibunyikan bel bersamaan dengan pemberian kejutan listrik pada kotak putih yang membuat tikus kesakitan. Dollard dan Miller menyimpulkan bahwa sebagian besar dorongan sekunder yang dipelajari manusia. Percobaan ditingkatkan dengan menutp sekat dan memasang pengumpil yang harus ditekan tikus agar pintu penghubung ke sekat hitam terbuka (tikus bisa lari ke kotak hitam yang bisa bebas dari kejutan listrik dan bel berhenti). Extinction (tingkah laku meloncat tidak dilakukan lagi. Penting diperhatikan bahwa kemampuan hadiah/penguat sekunder untuk memperkuat tingkah laku itu tidak tanpa batas. Behaviorisme menjelaskan perolehan kecemasan sebagai tanda bahaya itu melalui proses kondisioning klasik.

disebut initial hierarchy of response. Inilah yang kemudian menjadi empat komponen utama belajar. interaksi yang umumnya memiliki respon berdampak segera (immediate effect) terhadap lingkungan dan dituntun oleh cue atau situasi tunggal. Kekuatan drives tergantung kekuatan stimulus yang memunculkannya. harus ada reinforcement atau hadiah.. Pengertian cue mirip dengan pengertian realitas subjektif dari Rogers. seorang pilot yang pesawatnya meledak karena diserang musuh. Generalisasi Stimulus Menurut Dollard dan Miller. cue. 4. Bisa dikatakan. ada dua tipe interaksi individu dengan lingkungannya. response dan reinforcement. Drive adalah stimulus (dari dalam diri organisme) yang mendorong terjadinya kegiatan tetapi tidak menentukan bentuk kegiatannya. menjkadi sangat tidak cermat dan menipu. menjadi resultant hierarchy yang lebih efektif mencapai tujuan yang diharapkan. Hipotesis mengenai reduksi drive ini menimbulkan kontroversi. Menurut Dollard dan Miller. cue. Namun perluasan pengertian itu membuat teori belajar tradisional terhindar dari objektivitas yang steril. Pakar teori belajar tradisional umumnya beranggapan bahwa mengaburkan objektivitas dari definisi stimulus dan respon akan membuat teori belajar menjadi berbahaya yang sama dengan yang dihadapi psikoanalisis yakni. 2. sebelim suatu respon dikaitkan dengan suatu stimulus. tetapi juga pikirandan ingatan tentang pesawat dan ledakannya. Belajar akan menghilangkan beberapa respon yang tidak perlu. 3. do something. Proses Mental yang Lebih Tinggi Perluasan Stimulus – Respon Dollard dan Miller memperluas apa yang dimaksud dengan stimulus – respon. yakni drive. Dalam situasi tertentu. Cue adalah stimulus yang member petunjuk perlunya dilakuakn respon yang sesungguhnya. Response adalah aktivitas yang dilakukan seseorang. 1. yakni cue adalah petunjuk yang ada pada stimulus sepanjang pemahaman subjektif individu. Pertama. Reinforcement maksudnya agar belajar terjadi. takut terhadap hal-hal yang berkaitan dengan pesawat dan pertempuran. suatu stimulus menimbulkan respon-respon yang berurutan. kemudian sang pilot menjadi fobia. Event yang hanya meredakan sebentar stimuli pendorongnya akan memperkuat respon apapun yang terlibat. response dan reinforcement menjadi kurang tepat karena stimuli penyebab takut bukan lagi suara ledakan. tetapi juga hal-hal yang makna dan terapannya berkaitan dengan persoalan kepribadian yang kompleks. Sehingga teori belajar bukan hanya menjelaskan tingkah laku yang sederhana. Untuk contoh kasus. respon menghasilkan isyarat (cue . Kedua. Konsep drive.something. dan Miller sendiri terus berusaha mencari pembenarannya. respon itu harus terjadi terlebih dahulu. Dollard dan Miller mendefinisikan reinforcement sebagai drive pereda dorongan (drive reduction). semakin kuat tingkah laku yang dihasilkannya. get something). reduksi drive menjadi syarat mutlak dari reinforcement. Semakin kuat drivenya.

Bahasa (Ucapan. Tulisan Maupun Sikap Tubuh) Merupakan respon isyarat yang penting sesudah reasoning. Kehidupan manusia modern dibentuk oleh perjuangan memeroleh prestise.producing response) yang fungsi utamanya membuka jalan terjadinya generalisasi atau diskriminasi. Kata mampu membangkitkan drive dan memperkuat atau member jaminan. terjadi generalisasi untuk meresponnya secara sama. Dengan member label yang sama terhadap dua atau lebih event yang berbeda. Secondary Drives Dalam masyarakat yang modern yang kompleks. Reasoning pada dasarnya merupakan pengganti perbuatan nyata menjadi Cue Producing Response internal yang lebih efisien untuk memecahkan masalah daripada mencoba-coba. Sebaliknya. yakni generalisasi karena stimulus lain dengan stimulus asli dimasukkan ke dalam klasifikasi yang sama berdasarkan alasan (reasoning) tertentu. atau diberi label (nama) yang sama. Pikiran. emosi. Kata dapat berfungsi sebagai pengatur waktu. Pada manusia. Dollard dan Milller sangat mementingkan peran bahasa dalam motivasi. mengantisipasi respon agar menjadi lebih efektif. intervensi verbal terhadap drive-cue-response-reinforcement telah membuat tingkah laku manusia menjadi semakin kompleks. label yang berbeda terhadap event yang hampir sama memaksa orang untuk merespon event itu secara berbeda pula. peluang terjadinya generalisasi tingkah laku. tingkah laku tidak semata-mata diatur oleh penguat primer (misalnya. makanan dan air). Dua fungsinya yang penting sebagai respon isyarat adalah generalisasi dan diskriminasi. pikiran atau sikap semakin besar. urutan berpikir itu dapat dipandang sebagai hubungan stimulus-respon dalam kondisioning klasik. Jelasnya. tingkah laku mungkin menjadi kurang konsisten dan kurang fleksibel. Reasoning Cue Producing Response itu umumnya terjadi melalui sejumlah event internal yang disebut alur berpikir (train of thought). sehingga menyingkat proses memilih tindakan pada masa yang akan datang. hadiah dan pandangan ke depan. . Menurut Dollard dan Miller. Ini disebut generalisasi stimulus (stimulus generalization). dapat menjadi reinforcement sekunder. Reasoning memungkinkan orang menguji alternatif respon tanpa benarbenar mencobanya. kebahagiaan. kekayaan. dapat dipakai untuk menjawab stimulus lain yang bentuk atau wujud fisiknya mirip. Lebih lanjut. status. Semakin mirip stimulus lain itu dengan stimulus aslinya. maksudnya kata dapat menguatkan tingkah laku sekarang secara verbal dengan menggambarkan konsekuensi masa yang akan datang. bisa terjadi generalisasi mediasi (mediated stimulus generalization). ketergantungan. Perbedaan antara stimuli dipengaruhi oleh factor sosiokultural. dan sebagainya. Tanpa kata atau pikiran untuk mendukung motivasi lintas waktu. stimulus atau cue apapun yang sering berasosiasi dengan kepuasan dorongan primer. Respon yang dipelajari dalam dalam kaitannya dengan suatu stimulus.

dan semakin kuat stimulus itu mendorong terjadinya respon yang sesuai. dan konflik approach. yang lebih kuat akan terjadi. konflik avoidance-avoidance (orang dihadapkan dengan dua pilihan yang samasama negatif). Model Konflik Formulasi tingkah laku konflik dari Dollard Miller sangat terkenal. Ada tiga bentuk konflik. 4. karena konflik itu membuat orang tidak dapat merespon secara normal dapat meredakan drives yang tinggi. kenikmatan sebagai dampak dari pencapaian tujuan itu akan semakin segera diperoleh. drive dan respon yang dipelajari bayi sebelum bisa berbicara sehingga tidak memiliki label verbal. Anak yang gagal mendapat pujian orang tua karena usahanya tidak mencapai prestasi yang diharapkan. Dua asumsi diatas sebagian dapat dijelaskan dari prinsip yang lebih mendasar. Ketiga konflik itu yang mengikuti lima asumsi dasar mengenai tingkah laku konflik berikut: 1. Peningkatan gradient of avoidance lebih besar dibanding gradient of approach. dan konflik yang parah sering mendasari tingkah laku menyedihkan dan simptom neurotik. yakni kecenderungan mendapat perkuatan (Gradient of Reinforcement) dan generalisasi stimulus (Stimulus Generalization). Pertama ketidaksadaran berisi hal yang tidak pernah disadarai. Sedang generalisasi stimulus adalah fenomena. 2. sperti stimuli. Misalnya nilai kebenaran dan integritas tetap dipertahankan (sebagai sumber reinforcement) sampai mati. bahkan lebih kuat dibandingkan dengan drive lapar dan rasa sakit fisik. Meningkatnya dorongan yang berkaitan dengan mendekat atau menghindar akan meningkatkan tingkat gradient. kecendrungan mendekati tujuan positif semakin kuat kalau orang semakin semakin dekat dengan tujuannya itu. Kecenderungan mendekat (Gradient of Approach). Juga apa yang dipelajari secara nonverbal. Dollard dan Miller membagi isi-isi ketidaksadaran menjadi dua. drive itu menjadi lemah. yakni konflik approach-avoidance (orang dihadapkan dengan pilihan nilai positif dan negatif yang ada di satu situasi). Jadi meningkatnya motivasi akan memperkuat gradient mendekat atau gradient menjauh pada semua titik jarak dari tujuan. Kedua. Kecenderungan menghundar (Gradient of Avoidance).Umumnya drive sekunder bersifat rentan.approach (orang dihadapkan dengan pilihan yang samasama positif). sering berakibat anak menjadi bosan dan menolak berusaha mendapat pujian. kecenderungan menghundar dari stimulus negatif semakin kuat ketika orang semakin dekat dengan stimulus negative itu. Pada drive primer itu tidak terjadi. terjadi proses generalisasi tujuan sebagai stimulus. tetapi formula analisis asal muasal factor ini berbeda denga Freud. Semakin dekat ke tujuan. Hal sebaliknya akan terjadi kalau dorongannya menurun. semakin jelas tujuannya. dan detil dari berbagai keterampilan motorik. Jikalau ada dua respon yang bersaing. Ketidaksadaran Dollard dan Miller memandang penting faktor ketidaksadaran. Pengertian kecenderungan mendapat perkuatan: hadiah dan hukuman yang segera diberikan memberi dampak lebih besar dibanding menundanya. Namun ada juga drive sekunder yang sangat mantap. Tidak ada seorang pun yang kalis dari konflik berbagai motif dan kecenderungan. manakala drive itu berulang-ulang gagal menjadi reinforcement. 5. . 3.

Bahasa adalah produk sosial. lingkungan sosial pasti juga penting dalam perkembangan kepribadian. Kesadaran verbal sangat penting. bayi berkembang dari tiga repertoire tingkah laku primitif diatas menjadi dewasa kompleks. Misalnya. yakni: 1. dorongan. Dorongan primar (primary drives). Bayi memiliki tiga repertoire penting. memunculkan motif sekunder dari drive primer. Kita harus terikat dengan ikatan stimulus yang nyata. rooting reflex: sentuhan pada pipi direspon dengan memutar kepala kea rah pipi yang disentuh 2. yang biasanya berkaitan dengan proses fisiologik seperti lapar. bayi berusaha menghindari stimulus yang tidak menyenangkan sebelum menangis. Misalnya. memberi reinforsemen respon baru. dan tingkah laku kita mirip dengan tingkah laku bayi atau binatang yang tidak berbahasa. Konteks Sosial Kemampuan memakai bahasa dan respon isyarat sangat dipengaruhi oleh konteks sosial dimana orang itu berkembang. Respon bawaan yang hirarkis (innate hierarchies of response). Makhluk bayi itu terus-menerus berusaha mengurangi tegangan.berisi apa yang pernah disadari tetapi tidak bertahan dan menjadi tidak disadari karena adanya represi. Stimulus internal yang kuat dan bertahan lama. Orang belajar melakuakan represi. karena label verbal sangat esensial dalam proses belajar. . Sebagian besar interaksi anak dengan lingkungannya berkenaan dengan bagaimana menghasilkan symbol komunikasi verbal (verbal cues). Kurangnya rasa takut itu dapat dipandang sebagai suatu reinforcement dari tingkah laku tidak memikirkan (represi) hal yang menakutkan. dan kalau proses bahasa itu penting. atau menolak memikirkan sesuatu yang menakutkan. Respon Sederhana dan Primary Process Dollard dan Miller menganggap perubahan dari bayi yang sederhana menjadi dewasa yang kompleks sebagai proses yang menarik. Bayi memiliki beberapa refleks spesifik yang kebanyakan berupa respon tertentu terhadap stimulus atau kelompok stimulus tertentu. Jika tanpa label maka kita dipaksa untuk bekerja dengan tingkat intelektual yang primitif. rasa takut akan berkurang. menjawab stimuli baru. Drives ini memotivasi bayi untuk melakukan sesuatu tetapi tidak menentukan aktivitas spesifik apa yang harus dilakukan. Perkembangan Kepribadian Perangkat Innate. dan mengembangkan proses mental yang lebih tinggi melalui mediasi generalisasi stimulus. 3. Generalisasi dan diskriminasi lebih efisien dengan memakai symbol verbal. Melalui proses belajar. memunculkan respon-respon. Kecenderungan melakukan respon tertentu sebelum melakukan respon lainnya. haus dan rasa sakit. sehingga banyak karyanya yang menjelaskan masalah ini. serta bagaimana memahami simbol verbal produk orang lain. Refleks spesifik (specifics reflexes). Orang kemudian memiliki repertoire tingkah laku tidak mudah takut.

yakni. pendidikan seks awal. Situasi makan (feeding situation). 2. Tabel Asal Muasal Konflik Emosional: Situasi Belajar yang Kritis Efikasi Tinggi Rendah Tinggi Rendah Lingkungan Responsif Tidak responsif Tidak Responsif Responsif Prediksi Hasil Tingkah Laku Sukses. Berbeda dengan orang dewasa (dan anak) yang memiliki cara untuk keluar dari situasi yang menimbulkan frustrasi. toilet training (latihan kebersihan). dan latihan mengatur marah dan agresi. Dollard dan Miller mengemukakan empat hal yang mudah menimbulkan konflik dan gangguan emosi. orang tua sering mengamuk.1 Kelebihan Teori . adalah situasi pertama yang banyak mengajarkan sesuatu. situasi pemberian makan. bersumber dari orang tua yang menanamkan dalam diri anak kecemasan yang sangat dalam seks.3. Situasi Pembelajaran (Training Situation) Seperti teoritisi psikoanalitik. Bagi Dollard dan Miller prinsip-prinsip belajarnya dapat diterapkan lintas budaya. Ada banyak peristiwa dimana konflik mental parah yang tidak disadari dapat terjadi. 3. Pendidikan kebersihan (cleaning training). aktivitas sosial. Pengendalian marah dan agresi (Anger-anxiety). sehingga anak belajar menekan rasa marahnya. merasa tidak mampu 1. melaksanakan tugas yang sesuai dengan kemampuannya Depresi. Mereka yakin bahwa tingkah laku orang dipengaruhi oleh masyarakatnya. bahkan memaksakan perubahan Orang menjadi apatis. Analisis Dollard dan Miller terhadap empat situasi latihan diatasbanyak memakai formulasi Freud. 4. Belajar mengontrol proses urinasi dan defakasi merupakan tugas yang kompleks dan sulit bagi bayi. 2.3 DISKUSI MENGENAI ADLER 2. Dollard dan Miller menganggap 12 tahun kehidupan awal sangat penting dalam menentukan tingkah laku dewasa.Dollard dan Miller menekankan saling ketergantungan antara tingkah laku dengan lingkungan sosiokultural. menghukum. Tanpa rasa marah ini akan membuat kepribadian anak tidak dapat berkembang. pasrah. dan sebaliknya bagaimana ilmuwan sosial membantu teoritisi belajar menyesuaikan prinsip-prinsip belajar dengan pengalaman nyata manusia yang menjadi kondisi belajar. Pendidikan seks awal (Early sex training). Ditunjukkannya bagaimana psikolog memberikan prinsip belajar yang membantu ilmuwan sosial memeperhitungkan secara sistematik event kultural yang penting. melakukan protes. Apabila anaknya marah. Tabu mengenai masturbasi yang membuat anak merasa sangat berdosa sesudah melakukan masturbasi. melihat orang lain sukses pada tugas yang dianggapnya sulit Berusaha keras mengubah lingkungan menjadi responsive.

2 Kekurangan 1. 3. seperti kecemasankonflik-represi menggunakan prinsip-prinsip psikologi belajar dan kondisi sosial dari belajar. Teori mereka banyak dipengaruhi oleh Teori Hull-Spence. yang terutama menangani peran motivasi dalam tingkah laku dan bagaimana motivasi belajar dapat diperoleh. Karena itu teorinya banyak dipakai oleh pakar antropologi cultural setara dengan pemakaian psikoanalisis. 4. ganjaran atau reinforsemen menjadi sangat penting. Menurut Dollard dan Miller. 2. karena memakai pendekatan positif secara keras. Jarang ada formulasi yang kabur semacam intuisi. bentuk sederhana dari teori belajar adalah “mempelajari keadaan dimana terjadi hubungan antara respon dengan cue-stimulusnya”. Konsep-konsep utamanya jelas dan memiliki rincian yang di dukung oleh data empirik. Kecuali hal pendekatan positivis yang keras. karena memakai pendekatan positif secara keras. pendekatan atomistik tidak dapat memahami tingkah laku manusia seutuhnya. Karena itu teorinya menjadi model dari teoritisi lainnya. tetapi tidak banyak mendapar perhatian. dan antropologi sosial. Teoritisi Holistik berpendapat bahwa teori S-R yang terpisah-pisah. Teori Dollard dan Miller berusaha menjelaskan konsep-konsep psikoalisis menjadi semakin “ilmiah”. Teori Dollard dan Miller secara khas adalah teori proses belajar. 3. 2. teori belajar. Konsep-konsep utamanya jelas dan memiliki rincian yang di dukung oleh data empirik. 4. dan mengabaikan fungsi kognitif yang kompleks. utamanya dalam tingkah laku binatang. 2. teori S-R terbuka untuk merangkul fenomena empiric yang luas. Teori S-R dikritik dalam hal mementingkan tingkah laku sederhana. mengembangkan pendekatan interdisiplin tiga bidang ilmu. tetapi tidak banyak mendapar perhatian. . Dollard dan Miller secara eksplisit memakai variable sosiokultural lebih dari pakar lainnya. Universitas Yale. teori S-R terbuka untuk merangkul fenomena empiric yang luas. Teori Dollard dan Miller berusaha menjelaskan konsep-konsep psikoalisis menjadi semakin “ilmiah”. 5. Kecuali hal pendekatan positivis yang keras. teori ini tidak keberatan memakai konsep-konsepnya untuk membantu mengembangkan fenomena kompleksitas tingkah laku. Bahasan mengenai prinsipprinsip asosiasi. sesuatu yang sangat penting dari semua teori kepribadian. BAB III PENUTUP Dollard dan Miller bekerja sama di Institute of Human Relations. Jarang ada formulasi yang kabur semacam intuisi. Teori Dollard dan Miller secara khas adalah teori proses belajar.3. 2. 1. sesuatu yang sangat penting dari semua teori kepribadian. psikoanalitik.1. teori ini tidak keberatan memakai konsep-konsepnya untuk membantu mengembangkan fenomena kompleksitas tingkah laku. Karena itu teorinya menjadi model dari teoritisi lainnya. Mereka berusaha menjelaskan konsep-konsep pentingdari psikoanalitik.

(2004). REFERENSI Alwisol. Teori S-R dikritik dalam hal mementingkan tingkah laku sederhana. http://a11no4. pendekatan atomistik tidak dapat memahami tingkah laku manusia seutuhnya. dan mengabaikan fungsi kognitif yang kompleks.com/2010/03/21/teori-stimulus-respon-hull-dollard-miller/ .wordpress.5. Psikologi Kepribadian. 1. Teoritisi Holistik berpendapat bahwa teori S-R yang terpisah-pisah. Dollard dan Miller secara eksplisit memakai variable sosiokultural lebih dari pakar lainnya. utamanya dalam tingkah laku binatang. 2. Karena itu teorinya banyak dipakai oleh pakar antropologi cultural setara dengan pemakaian psikoanalisis.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful