REFERAT

VERTIGO

PEMBIMBING :

Dr. CHYNTIA M. SAHETAPY, SpS
Disusun oleh :

CHRISTINE MONALISA ULIARTHA SIRINGORINGO 0861050127

KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT SARAF PERIODE 11 JUNI – 7 JULI 2012 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA JAKARTA 2012

1

mumet. ini menunjukkan bahwa sistem vestibularnya terganggu. Keseimbangan diatur oleh integrasi berbagai sistem. pucat. Vertigo ialah ilusi bergerak. Diantara sistem ini. Yang ketiga. tujuh keliling. dan sistem somatosensorik. sistem vestibular yang menangkap gerakan akselerasi dan persepsi gravitasi. keringat dingin. Sering vertigo disertai gangguan sistem otonom. perubahan denyut nadi dan tekanan darah. seperti rasa mual. penglihatan memberi persepsi dari sensasi posisi. PENDAHULUAN Vertigo dapat digolongkan sebagai salah satu bentuk gangguan keseimbangan atau gangguan orientasi di ruangan. kepala rasa enteng. sistem visual. rasa melayang. namun sesekali dijumpai kasus dimana gerakan bersifat linier (garis lurus). yang banyak peranannya adalah sistem vestibular. maka sedikitnya 2 dari 3 sistem tersebut harus berfungsi dengan baik. II. Ada yang menyebutnya sebagai halusinasi gerakan. Vertigo disebabkan oleh gangguan atau kelainan atau penyakit pada sistem vestibular. diare. Rangsangan propioseptif dari sensasi posisi sendi serta tonus otot memberi informasi menyangkut hubungan antara kepala dan bagian tubuh lainnya.  sistem visual (penglihatan) dan  sistem somatosensorik (perasaan) (propioseptif). Tiga sistem yang banyak peranannya dalam mempertahankan keseimbangan ialah  sistem vestibular. DEFINISI Vertigo berasal dari bahas Yunani vertere yang artinya memutar. Keseimbangan bergantung pada empat sistem berbeda yang tidak saling bergantung. Pertama. Yang terakhir semua sensasi ini diintegrasikan pada batang otak dan serebelum.VERTIGO I. Gerakan vertigo pada umumnya gerakan berputar. pening. muntah. tubh seolah-olah ditarik atau didorong menjauhi bidang vertikal. sempoyongan. kecepatan dan orientasi. Bila seseorang menderita vertigo. EPIDEMIOLOGI 2 . Untuk mempertahankan keseimbangan di ruangan. Kata yang digunakan untuk menyatakan gangguan keseimbangan pun beragam misalnya : puyeng. III. rasa mengambang. pusing.

5 orang menderita kelainan medik. Penderita gangguan serebelar mungkin mempunyai kesulitan dalam melaksanakan gerak supinasi dan pronasi tangannya secara berturut-turut (dysdiadokinesia). parestesia. sejak dari masa anak-anak sampai dewasa. 4% disfungsi ganglia basal. 13. Hain (1996) mendapatkan bahwa 49% menderita vertigo perifer paroksismal benigna. seperti gangguan koordinasi. 18.5% parese vestibular unilateral. 16% menderita migrain vertebrobasiler. Hain (1996) mendapatkan bahwa 35% adalah penderita stroke atau TIA. KLASIFIKASI VERTIGO Vertigo dapat berasal dari kelainan di sentral (batang otak. atau saraf vestibular). VERTIGO PERIFER 3 . Disadari bahwa gangguan keseimbangan dapat disebabkan oleh beragam penyakit. perubahan sensibilitas dan fungsi motorik. 3% menderita epilepsi. 22% menderita gangguan saraf pusat lainnya. IV. Jumlah penderita vertigo yang mengunjungi praktek dokter spesialis penyakit dalam berbeda dari jumlah penderita dengan keluhan vertigo atau puyeng yang mengunjungi praktek seorang dokter spesialis telinga-hidung-tenggorok atau spesialis penyakit saraf. Dari 119 pasien puyeng oleh kelainan yang desebutnya sebagai kelainan otologok.Telah dikemukakan bahwa hampir semua orang pernah mengalami vertigo. Dari 74 penderita dengan keluhan puyeng yang disebabkan oleh kelainan neurologik. 8% nistagmus. 5% ataksia serebeler.5% penyakit Meniere. 6% disfungsi telinga tengah dan 5% fistula. Drachman dan Hart (1972) mendapatkan bahwa dari 102 penderita dengan keluhan puyeng yang mengunjungi klinik neurootologi. misalnya diplopia. Untuk menentukan gangguan di batang otak. Percobaan tunjuk – hidung (penderita disuruh menunjuk jari pemeriksaan dan kemudian setelah itu menunjuk hidungnya) dilakukannya dengan buruk dan terlihat adanya gejala atakia. 34 orang kelainannya tidak dapat ditentukan. VERTIGO SENTRAL Penyebab vertigo jenis sentral biasanya ada gangguan di batang otak atau di serebelum. rasa lemah. Perlu dicari gejala gangguan serebelar lainnya. 7% ataksia sensorik. apakah terdapat gejala lain yang khas bagi gangguan di batang otak. 8% parese vestibular bilateral. serebelum atau otak) atau di perifer (telinga – dalam.

c. Serangan vertigo yang berlangsung beberapa hari sampai beberapa minggu Neuronitis vestibular merupakan kelainan yang sering datang ke unit darurat. Episode vertigo yang berlangsung beberapa menit atau jam Dapat dijumpai pada penyakit meniere atau vestibulopati berulang. Penyakit meniere mempunyai trias gejala yaitu ketajaman pendengaran menurun (tuli). Berlangsung beberapa detik dan kemudian mereda. gejala menghilang secara spontan. Prognosis umumnya baik. vertigo dan tinitus. Paling sering penyebabnya idiopatik (tidak diketahui). namun dapat juga diakibatkan oleh trauma di kepala.Lamanya vertigo berlangsung : a. Episode (serangan) vertigo yang berlangsung beberapa detik Paling sering disebabkan oleh vertigo posisional benigna. Pada penyakit ini. b. Dapat dicetuskan oleh perubahan posisi kepala. dan gejala ini dapat berlangsung beberapa hari sampai beberapa minggu. pembedahan di telinga atau oleh neuronitis vestibular. Pada pemeriksaan fisik mungkin dijumpai nistagmus. Fungsi pendengaran tidak terganggu pada neuronitis vestibular. 4 . mulainya vertigo dan nausea serta muntah yang menyertainya ialah mendadak.

neuronitis vestibuler. disartria. gangguan sensibilitas dan fungsi motorik. saraf perifer) Vertigo sentral Sistem vertebrobasiler dan gangguan vaskular (otak. gangguan serebelar Masa laten Habituasi Jadi cape Intensitas vertigo Telinga berdenging dan atau tuli Nistagmus spontan 3-40 detik Ya Ya Berat Kadang-kadang Tidak ada Tidak Tidak Ringan Tidak ada + - 5 . migren basiler Gejala gangguan SSP Tidak ada Diantaranya :diplopia. neuroma akustik. batang otak. serebelum) Penyebab Vertigo posisional paroksismal jinak (BPPV). parestesi. vertebrobasiler insufisiensi. neoplasma. penyakit maniere. trauma iskemik batang otak.Ciri-ciri Lesi Vertigo perifer Sistem vestibuler (telinga dalam. labirintis.

 Menopause.  Menstruasi.mabuk laut) Obat. Vertigo juga bisa berhubungan dengan kelainan penglihatan atau perubahan tekanan darah yang terjadi secara tiba-tiba.V. Penyebab umum dari vertigo : Kelainan telinga  Endapan kalsium pada salah satu kanalis sermikularis di dalam telinga bagian dalam (menyebabkan benign paroxysmal positional vertigo)  Infeksi telinga bagian dalam karena bakteri  Labirintitis (infeksi labirin di dalam telinga)  Peradangan saraf vestibuler gangguan saraf VIII (karena trauma. infeksi) Penyakit susunan saraf pusat :  Iskemia otak  Infeksi  Trauma kepala  Tumor  Epilepsy  Kelainan endokrin (hormonal) :  Hipotiroid. didalam saraf yang menghubungkan telinga dengan otak dan didalamnya otak sendiri. Vertigo bisa disebabkan oleh kelainan didalam telingan. Organ ini memiliki saraf yang berhubungan dengan area tertentu di otak. Kelainan psikiatri :  Depresi  Cemas  Fobia Keadaan lingkungan  Motion sickness (mabuk darat.obatan  Alkohol  Streptomisin 6 .  Hipoglikemik.ETIOLOGI Tubuh merasakan posisi dan mengendalikan keseimbangan melalui organ keseimbangan yang terdapat di telinga bagian dalam.

impuls yang berasal dari kanalis semisirkularis mencapai nucleus motorik otot-otot mata (nistagmus). VI. persyarafannya atau keduanya  Tumor otak  Tumor yang menekan saraf vestibularis . yang kemudian menciptakan tingkah yang dibutuhkan untuk mempertahankan keseimbangan dan orientasi sewaktu kita melakukan kegiatan atau aktivitas sehari-hari. dapat mengidentifikasi gerakan kita dan mengontrol gerakan kita. medula spinalis (rasa tidak mantap dari kecenderungan untuk jatuh pada waktu berjalan dan berdiri) dan pusat otonom dalam formation retikularis (berkeringat. pucat). penglihatan (vision) mensuplai informasi mengenai posisi dan gerakan objek. input sensorik ini kemudian di olah di otak. dan input dari vestibular memberikan informasi mengenai gerak kepala dan posisi kepala sehubungan dengan gravitasi.     Antikonvulsan Antihipertensi Penenang Gentamisin Kinin Kelainan sirkulasi  Transient ischemic attack (gangguan fungsi otak sementara karena berkurangnya aliran darah ke salah satu bagian otak) pada arteri vertebral dan arteri basiler. PATOFISIOLOGI Keseimbangan yang normal membutuhkan bahwa kita secara akurat dapat mengidentifikasi posisi kita terhadap lingkungan. Kelainan neurologis  Sklerosis multiple  Patah tulang tengkorak yang disertai cedera pada labirin. Tetapi bila oleh suatu sebab terjadi hal-hal yang menyimpang. Tugas ini dilakukan oleh seperangkat system saraf yang mengkoordinasi informasi sensorik mengenai kita dan lingkungan. 7 . somatosensorik (rasa raba dan proprioseptif) member masukan mengenai posisi dari tubuh serta bagian-bagiannya.

misalnya bila ia berdiri di pinggir jalan yang ramai dengan kendaraan bermotor yang berlampau di malam hari. Ia merasa lebih baik di dalam ruangan yang ramai.dan gejala yang terusmenerus. atau setidaknya retrolabirin seperti neuronitis oleh virus. Kelainan vertigo posisional benigna. 8 . bagaimana mulainya. DIAGNOSIS a. Disorientasi Keadaan yang dapat mengganggu penderita dengan gangguan vestibular adalah rasa disorientasi. Umumnya dapat dkatakan bahwa lebih sentral letak kelainannya. Hal ini dapat dijumpai pada iskemua atau insufusiensi vertebrobasilar. selain perubahan posisi yang dapat membuat gejala vertigo bertambah berat.baik yang perifer maupun sentral. lebih lama berlangsungnya keluhan. Nausea dan muntah Gangguan vestibular sering mengakibatkan nausea (rasa enek) dan bila berat mengakibatkan muntah. Usahakan untuk memperoleh informasi mengenai kapan keluhan mulai. faktor yang mencetuskannya serta faktor yang dapat meringkan keluhan. Posisi mana yang dapat memicu vertigo. Gejala yang timbul intermiten dijumpai pada penyakit telinga dalam. hal ini menunjukan bahwa gangguan ada di sistem vestibular. Ada penderita yang vertigonya tercetus bila ia menengadah. Selidiki kualitas perjalanan keluhan penderita.VII. Pada gangguan vestibular akut penderita menjadi sangat tidak stabil. dicurigai adanya kelainan di susunan saraf pusat. Penting ditanyakan keadaan apalagi. vertigo muncul bila penderita berbaring pada satu sisi atau sisi lainnya dan berlangsung singkat. Permulaan yang gradual cenderung berasal dari susunan saraf pusat. Keadaan ini lebih mencolok pada lesi perifer dan kurang pada penyakit serebelar. Ada pula pasien yang mengemukakan bahwa keluhannya bertambah buruk bila masukan visual berlebihan. Bila vertigo timbul hanya pada posisi tertentu. Adanya vertigo petunjuk kuat bahwa yang terganggu adalah sistem vestibular. Semua efek visual ini mungkin menggambarkan perubahan interaksi visual-vestibular. Vertigo yang berasal dari telinga dalam umumnya timbul mendadak. Vertigo yang berlangsung lebih dari 24 jam dicurigai berasal dari sistem saraf pusat. seperti yang sering dijumpai pada vertigo posisional paroksismal benigna. Anamnesis Pada penderita dengan keluhan vertigo harus ditanyakan apakah ada pengaruh sikap atau perubahan sikap terhadap munculnya vertigo. Ada penderita yang merasa puyeng di lapangan yang kurang penerangan. Bila puyeng meningkat saat penderita berubah posisi. hal ini dicurigai akibat adanya disfungsi otolit. Disorientasi dapat berupa tidak mengetahui mana bagian atas dan mana bagian bawah. Rasa tidak stabil Keluhan sering dijumpai pada gangguan vestibular.

Betahistin mesylate (Merislon) dapat diberi dengan dosis 6 mg (= 1 tablet) – 12 mg. tumit kaki yang satu berada di depan jari-jari kaki yang lainnya. Bola mata penderita segera diamati. TERAPI A. dari satu sisi ke sisi lainnya atau dari atas ke bawah. rasa enek. dengan mata tertutup. Orang normal mampu berdiri dalam sikap Romberg dipertajam selama 30 detik atau lebih. Arah gerak nistagmus ialah ke sisi yang berlawanan dengan sisi telinga yang di aliri ( karena air yang disuntikkan lebih dingin dari suhu badan) VIII.  Tes romberg dipertajam : berdiri dengan kaki satu didepan kaki lainnya.  Dimenhydrinate (Dramamine) 9 . dari samping bawah ke samping atas.  Tes melangkah di tempat ( stepping test) : penderita disuruh jalan di tempat. sebanyak 50 langkah dengan kecepatan berjalan biasa. dapat diberikan untuk mengatasi gejala vertigo. Tes ini berguna untuk mendeteksi gangguan sistem vestibular. Air disemprotkan ke liang telinga dengan kecepatan 1ml per detik.b. Hati-hati penggunaan pada penderita dengan riwayat tukak peptik dan asma bronkial. dan sesekali rash di kulit. Dengan demikian gendang telingan tersiram air selama kira-kira 20 detik. dengan demikian dapat dipengaruhi secara maksimal oleh aliran konveksi yang diakibatkan oleh endolimf).  Salah tunjuk (past pointing) : penderita disuruh merentangkan lengannya dan telunjuknya menyentuh telunjuk pemeriksa.  Manuver Nylen-Barany atau Manuver Hallpike  Tes kalori : kepala penderita diangkat ke belakang (menengadah) 60 derajat. Tes ini berguna untuk menilai adamya disfungsi sistem vestibuler. Pemeriksaan fisik  Nistagmus : pasien disuruh mengikuti gerak jari pemeriksa. Tujuannya agar bejana lateral di labirin berada dalam posisi vertikal. 3 x sehari per oral. Medika Mentosa Antihistamin  Betahistin Betahistin mesylate (Merislon) Betahistin di HCl (Betaserc) Senyawa betahistin (suatu analog histamin) dapat meingkatkan sirkulasi ke telinga . Maksimum 6 tablet dibagi dalam beberapa dosis. Betahistine di HCl (Betasarc) dapat diberi dapat diberi 8 mg (= 1 tablet) 3 x sehari. Tabung suntik berukuruan 20ml dengan ujung jarum yang dilindungi dengan karet ukuran 15 diisi air bersuhu 30 derajat. Kedudukan akhir dianggap abnormal bila penderita beranjak lebih dari 1 meter atau badan berputar lebih dari 30 derajat. Efek samping betahistin adalah gangguan di lambung. Lengan dilipat pada dada dan mata kemudian ditutup.

o Khlorpromazine : diberikan pada pasien vertigo berat dan akut. Lama kerja obat ini 4-6 jam. ES : mengantuk (sedasi). intramuskular atau intravena. Dosis lorazepam 0.5-1 mg dan diazepam 2-5 mg. diare atau konstipasi.  Dipenhydramine HCl (Benadryl) Lama aktivitas obat 4-6 jam. Obat anti-kolinergik 10 .  Cinnarizine (Stugerone) Khasiat sebagai penekan fungsi vestibular. 4xsehari. dan rash dikulit. Dosis yang berikan 25 mg (=1tablet) – 50 mg dan dapat diulang 3-4 x sehari. ES : mengantuk.  Fenotiazine Mempunyai sifat anti-emetik (anti muntah). Dosis yang digunakan 15-30mg. karena sel rambut vestibular mengandung kanal kalsium. Dapat dibeikan parenteral. Efedrin salah satu simpatomimetik yang dapat digunakan untuk menekan vertigo. Obat penenang minor Contoh lorazepam atau diazepam dapat diberikan pada penderita vertigo untuk mengurangi kecemasan penderita yang disertai gejala vertigo. Dapat diberi dengan dosis 25mg – 50m (=1 tablet). Antagonis Kalsium Obat antagonis kalsium cinnarizine (Stugerone) dan flunarizine (Sibelium) sering digunakan untuk mengobati vertigo. namun kurang berkhasiat terhadap vertigo dan mabok kendaraan. dan menjadi gelisah-gugup. Lama kerja obat 4-6 jam dan dosis yang diberikan 10-25mg. jantung berdebar (palpitasi). Dapat juga diberikan parenteral. Obat simpatomimetik Juga untuk menekan vertigo. Tapi tidak semua obat anti-emetik punya khasiat anti-vertigo atau anti mabok kendaraan. Anatagonis kalisum merupakan obat supresan vestibular. o Promethazine : paling efektif mengobati vertigo dan mabok kendaraan. ES : mengantuk. 3xsehari atau 1x75 mg sehari. 4xsehari per oral. rasa cape. diberikan dengan dosis 25mg (= 1 kapsul) – 50mg. ES : mengantuk. Dapat diberi per oral atau parenteral (suntikan intramuskular dan intravena). 4xsehari.Lama kerja obat 4-6 jam. Namun khasiat lain antagonis kalsium adalah antikolinergik dan antihistamin.5 mg – 25 mg (=1 draze). Diberikan dengan dosis 12. Diberikan per oral. 4xsehari per oral. Misalnya khlorpromazine (Largactil) dan prokhlorperazine (Stemetil) sangat efektif terhadap nausea yang diakibatkan oleh bahan kimiawi. Sifat stimulasi daripada efedrin dapat mengurangi efek sedasi obat antivertigo lain. ES : mengantuk. ES : insomnia. mulut kering. 2-3 x sehari.

tumit kaki yang satu menyentuh jari kaki lain dalam melangkah) 6.Yang aktif di sentral. Olahraga yang menggerakkan kepala (gerak rotasi. kemudian dengan mata ditutup 2. B.3 mg – 0. Berjalan tandem (kaki dalam posisi garis lurus. Skopolamin dapat dikombinasi dengan fenotiazine atau efedrin dan punya efek sinergistik. membiasakan dan mengadaptasi diri terhadapa gangguan keseimbangan. Dari sikap duduk disuruh berdiri dengan mata terbuka. Melatih gerakan mata dengan mengikuti objek yang bergerak dan juga memfiksasi pada objek yang diam Semua gerakan dilakukan hati-hati dan secara bertahap. ekstensi. Jalan dikamar atau ruangan dengan mata terbuka kemudian dengan mata tertutup 5. 11 . Contoh latihan : 1. Berdiri tegak dengan mata terbuka. fleksi. Dosis 0. 3-4 x sehari. gerak miring) 3. Skopolamin dapat diberikan. Melirikkan mata kearah horizontal dan vertikal 8. Jalan menaiki dan menuruni lereng 7. dapat menekan aktivitas sistem vestibular dan dapat mengurangi gejala vertigo. kemudian dengan mata tertutup 4.6 mg. terapi Fisik Pasien dengan vertigo selain memerlukan terapi obat juga perlu diberikan terapi fisik yang bertujuan meningkatkan kemampuan mengatasi gangguan vestibular.

Priguna S. Mahar Marjono.DAFTAR PUSTAKA 1.dr.EGC Sylvia A. ECG 12 .Dr. Vertigo Tujuh Keliling. Wilsom.M Lumbantobing. Diagnosis Topik Neurologi DUUS Edisi 4. Frotscher. 4. Patofisiologi.com/vertigo/article_em. 5. FK UI http://www. 2. Price. Lorraine M. Neurologi Klinis Dasar.htm M. 3. Baehr & M. S.emedicinehealth. Dian Rakyat Prof.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful