Catatan Hukum Dagang FH UNPAD

Dosen : 1. Prof. Dr. H. Man Suparman S., SH., SU. 2. Lastuti Abubakar, SH., MH. 3. R. Kartikasari, SH., MH. KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM DAGANG (KUHD) Sejarah • Mula-mula pada masa Romawi belum dikenal adanya Hukum Dagang (WvK), maka yang berlaku adalah hukum tidak tertulis para pedagang itu sendiri. → di Perancis lahir Ordonance de Commerce dan Ordonance de la Marine. → ditindaklanjuti dengan kodifikasi Hukum Romawi dalam Code Civil (Hasil kodifikasi Kaisar Yustianus, yaitu Corpus Iuris Civilis) dan Code du Commerce, dikodifikasi dalam WvK/ Wetboek van Koophandeling (Code civil; KUHPerdata). → KUHD dan BW/ KUHPerdata kemudian oleh Belanda diberlakukan di Indonesia berdasarkan asas konkordansi (pasal 131 jo. 163 IS). • Pada abad pertengahan → kelas/kelompok pedagang → code civil tidak memadai muncul peraturan diluar code civil → yang disebut hukum pedagang (koop mans recht) → hukumnya tidak tertulis dan lokal. → perkembangan selanjutnya jadi tertulis dan bentuknya statuta. • Pada masa perkembangan perdagangan di Prancis : 4 Tahun 1673 M : kodifikasi → ordonance du commerce. 4 Tahun 1681 M : ordonance du la marine, mula-mula berlaku untuk pedagang, selanjutnya berlaku untuk setiap orang. 4 Pada tahun 1807 M : dibentuk code commerce berasal dari ordonance du commerce dan ordonance dula marine. • Hukum Dagang merupakan bagian hukum perdata atau hukum privat, yaitu keseluruhan hukum yang mengatur kepentingan-kepentingan perorangan. Pembagian hukum perdata dalam KUH Dagang dan KUH Perdata → bukan pembagian asasi → diketahui dari pasal 1 KUHD. • Hubungan KUHPerdata dan KUHD : - Sumber terpenting dari KUHD adalah KUHPerdata (bukti; pasal 1 KUHD) - KUHD adalah KUHPerdata (Hukum perdata) khusus yang diberlakukan dalam hal perdagangan. Sehingga berlaku asas lex specialis derogat lex generalis, dengan konsekuensi bahwa : a. Apabila KUHD tidak mengatur, maka KUHPerdata dapat diberlakukan. b. Apabila KUHD dan KUHPerdata mengatur, maka yang berlaku adalah KUHD. Dasar hukumnya adalah pasal 1, 15, 396 KUHD, dst. Riwayat KUHD • 1/01/1809 code de commerce (Perancis)→ Nederland merupakan jajahan Perancis berlaku di Nederland ↓ setelah Nederland merdeka (Belanda) • 1 Oktober 1838 diundangkan WvK dengan mencontoh code de commerce ↓

• 30 April 1847 Stbl. 1847 : no 23 untuk Indonesia ditetapkan WvK (KUHD) dengan staatsblad 1924 : no 557, KUH Perdata berlaku bagi golongan Timur asing lainnya dan golongan Tionghoa. • BW dan WvK dengan asas konkordansi (penjajah ke jajahan) diberlakukan di Indonesia. • Pasal 131 IS jo. 163 IS mengatur hukum yang berlaku, yaitu BW dan WvK cabang : I untuk golongan Eropa: berlaku sepenuhnya II Timur asing III Bumi Putra Dasar Berlakunya BW dan WvK • Setelah Indonesia merdeka melalui pasal II AP UUD ’45 → BW dan WvK berlaku. • Asas bahwa BW dan WvK berlaku bagi golongan Eropa bagi golongan lain dengan jalan dinyatakan berlaku dan penundukan diri. Bagaimana Dengan SEMA No 3/1963 ? “gagasan menganggap BW tidak sebagai UU” MA menganggap tidak berlaku. Pasal 108, 110, 28 (3), 1682, 1579, 1238, 1460, 1603 → secara tegas dianggap tidak berlaku tidak sesuai dengan Indonesia yang telah merdeka. • Titik tolak BW secara keseluruhan bersifat kolonial - apakah tidak ada ketentuan yang sifatnya universal • Kalau BW dianggap kolonial, mengapa dipertahankan sebagai kelompok hukum tidak tertulis? - sikap yang menganggap BW tidak berlaku sebagai Undang-undang. Wenangkan MA meniadakan dengan SE (Surat Edaran) ( MA lembaga yudikatif). → praktek peradilan tidak formalitas membuta pada BW, mengikuti perkembangan. Bentuk Hukum Nasional • Antara lain : - kodifikasi - kompilasi (KHI) - ketentuan-ketentuan yang terlepas • pendapat tentang kodifikasi hukum perdata dan hukum dagang - dibuat 2 kodifikasi masing-masing - dibuat satu kodifikasi • Belanda sudah melakukan kodifikasi dengan New BW (NBW) 1919, 1339, 15 KUHD (keterkaitan KUHD dan KUHPdt) Hubungan antara BW (KUHPerdata) dengan WvK (KUHD) • Sumber terpenting dari hukum dagang adalah BW, dan hal ini dapat dilihat dari pasal 1 KUHD yang menerangkan : “untuk hal-hal yang diatur dalam WvK sepanjang tidak ada peraturan khusus yang berlainan, juga berlaku peraturan-peaturan dalam BW” → diakui sebagi hubungan hukum khususnya hukum umum (lex special derogat legi generalis). Maksud asas tersebut : 1. Bilamana KUHD (WvK) tidak mengatur, maka KUHPdt (BW) bisa diberlakukan. 2. Bilamana KUHD dan KUHPdt sama-sama tidak mengatur maka yang berlaku KUHPdt.

Jika terjadi perselisihan antara pedagang dan bukan pedagang mengenai pelaksanaan perjanjian. WTO. Undang-undang No. 15 Tahun 2001 Tentang Merek. Pengertian barang pada pasal 3 KUHD hanya meliputi barang bergerak. Sumber hukum • Antara lain : 1. sedangkan menjual adalah tujuan dari perbuatan membeli. 3. 1 Tahun 1995 Tentang Perseroan Terbatas (Undang-undang PT). Menurut ketentuan pasal 2 KUHD. GATT. Hubungan Hukum Dagang Dan Hukum Ekonomi 1. Hukum dagang mengatur kegiatan privat sampai dengan hukum ekonomi lahir akibat turut campurnya pemerintah dalam masalah perdagangan. namun tidak memiliki kekuatan mengikat. Pengertian perbuatan perdagangan dalam pasal 3 KUHD hanya meliputi perbuatan membeli. dsb. Contoh: tentang status firma. jual beli kapal. karena yang melakukan perniagaan tidak hanya pedagang sedang dalam KUHD yang melakukan perdagangan hanya pedagang. Kegiatan dagang dan kegiatan perusahaan merupakan kegiatan ekonomi 2. 14 Tahun 2001 Tentang Paten. 1347 KUHPerdata) 3. misal. 5. dsb. padahal pada pasal 4 KUHD juga termasuk komisioner. makelar. Perbuatan dagang 3. 2. dll. 4 Penyebutan istilah pedagang. • Alasan penghapusan pasal 2 sampai dengan 5 KUHD : 4 Yang dibahas objeknya hanya barang bergerak saja tetapi pada kenyataannya objeknya juga ada barang tetap. 16 Tahun 2001 Tentang Yayasan. KUHD tidak dapat diterapkan karena KUHD hanya diberlakukan bagi pedagang yang pekerjaan sehari-harinya melakukan perbuatan dagang. Undang-undang No. Pedagang 2. Sumber hukum tidak tertulis Yaitu kebiasaan (dasar hukumnya. 1346. sehingga jual beli barang tidak bergerak tidak tunduk pada pasal 2 s/d 5 KUHD. menjual wesel. pasal 1339. Yurisprudensi Merupakan sumber hukum tetapi tidak memiliki kekuatan mengikat. Perjanjian-perjanjian Internasional/ traktat Missal. 2. Doktrin Merupakan sumber hukum yang berasal dari ajaran maupun pendapat dari ahli hukum. 4. Inti Hukum Dagang • Antara lain : 1. pelayan. bahwa perbuatan dagang hanya dilakukan oleh pedagang. Sumber hukum tertulis . 4.→ ketentuan umum mengesampingkan ketentuan khusus. Perikatan dagang • Alasan pasal 2 s/d 5 KUHD dicabut : 1. dsb. Undang-undang No.Yang tidak dikodifikasikan. Sedangkan pada pasal 4 KUHD bahwa perbuatan menjual juga termasuk dalam perbuatan perdagangan. TRIPs.Yang dikodifikasikan. PEMBUKUAN . BW dan WvK (KUHD) . Undang-undang No.

distributor. 4. Fungsi yuridis. dan afiliasi. • Akuntansi adalah suat proses pencatatan data keuangan yang diterima maupun dibuat oleh perusahaan. Fungsi fiscal. PEDAGANG PERANTARA • Yang diatur dalam KUHD adalah makelar dan komisioner. pemegang prokurasi. 2. sebagai alat bukti di Pengadilan. • Laporan perubahan modal adalah ikhtisar perubahan modal yang terjadi selama periode satu tahun. Fungsi administrasi.Dalam menjalankan pekerjaan tidak ada laba. Fungsi pembukuan • Antara lain : 1. 3. baik yang tertulis maupun terekam dalam bentuk apapun. menjadi dasar acuan bagi pengenaan pajak. • Dasar hubungan prinsipal dan perantara : 1. antara lain : 1. Terang-terangan 3. dan laporan harga pokok produksi. • Hubungan antara “perantara dagang” dengan “prinsipal” adalah hubungan keperantaraan. dan saldo perusahaan. mengetahui laba/rugi. Terus-menerus 2. Fungsi ekonomis.Dasar hukum • Dasar hukumnya adalah pasal 6 s/d 12 KUHD. laporan laba rugi. • Unsur-unsur perusahaan. antara lain. memperlancar proses administrasi perusahaan. . • Diluar KUHD (dalam praktek). • Dokumen perusahaan terdiri dari : neraca. Dokumen perusahaan • Dokumen perusahaan adalah data. keterangan yang dibuat oleh perusahaan atau diterima oleh perusahaan. • Latar belakang timbulnya perantara : Karena perkembangan ekonomi seorang pengusaha tidak bisa melakukan sendiri maka dia memerlukan perantara. agen.Dalam menjalankan pekerjaan tidak dibebankan pembukuan. pedagang keliling. catatan. . • Dalam perkembangan. Adanya pemberian kuasa (1792 BW sd 1819 BW) adalah suatu persetujuan dengan mana seseorang memberikan kekuasaan kepada seseorang lain yang menerimanya untuk dan atas namanya menyelenggarakan suatu urusan (1972). laporan perubahan modal. • Perantara Dagang : pihak-pihak yang mengikatkan diri kepada prinsipal (pemberi tugas) untuk melakukan perbuatan hukum atas nama prinsipal. utang-piutang. Mencari keuntungan atau laba • Perbedaan pengertian menjalankan perusahaan dengan menjalankan pekerjaan adalah : . Dalam kualitas atau kedudukan tertentu 4. • Prinsipal : pihak yang meminta adalah menyuruh perantara melakukan perbuatan hukum untuknya . • Neraca adalah daftar yang berisikan semua harta kekayaan.

Perjanjian perburuhan (1601(a) KUHPdt) Adalah persetujuan/perjanjian dengan pihak yang satu mengikatkan dirinya untuk dibawah perintahnya pihak yang lain. 2. 5. Makelar : pihak yang melakukan perbuatan hukum untuk pihak lain (62-73). Sebelum bekerja makelar harus diangkat (Menteri Keuangan) dan disumpah (PN setempat). pekerja keliling → perantara dalam perusahaan yang melakkukan pekerjaan atas nama prinsipal membuat perjanjian-perjanjian dengan pihak ke-3. o Terdapat hubungan kuasa.Kuasa ada 2 : kuasa khusus → untuk perbuatan-perbuatan hukum tertentu. o Hubungan antara prinsipal dengan perantara dalam perusahaan : . contoh : bagian pemasaran/marketing/sales. 3. pelayan toko → mewakili pengusaha untuk melayani pihak ke 3 di toko. hubungan koordinasi. hubungan tetap (selama perjanjian berlangsung). Makelar apabila menjual/membeli harus menjamin sahnya tanda tangan. UU No. pemegang prokurasi → perantara dalam perusahaan yang mewakili owner untuk menyelenggarakan satu bidang urusan. Makelar wajib membuat pembukuan (pasal 6 KUHD. o Dasar pengacara bertindak adalah adanya kuasa. pimpinan perusahaan → dalam hal ini yang bukan pemilik. kuasa umum → dibuat untuk mewakili segala macam urusan. o Terdapat hubungan distribusi (sejajar) dan hubungan kuasa. 8/1997 → dokumen perusahaan) Hubungan : Penerima kuasa biasa → bila tidak resmi Contoh : . Perjanjian pemborongan pekerjaan (1601(b) KUHPdt) • Jenis-jenis perantara 4 Perantara dalam perusahaan 1. 2. o Terdapat hubungan pelayanan tetap (corporate lawyer) dan tidak tetap terdapat hubungan koordinasi. Makelar berkewajiban menyimpan sample sampai berakhirnya perjanjian. 2. o Terdapat hubunan koordinasi. si majikan.Hubungan perburuhan (ada atasan ada bawahan) .Bila prinsipal pailit padahal perjanjian belum selesai Makelar tidak bisa dituntut karena makelar tersebut bertindak atas nama prinsipal dalam hal meneruskan perjanjian. pengurus filial → pihak adalah perantara dalam perusahaan yang mewakili pengusaha di satu wilayah tertentu (pimpinan cabang). Catt : penerima kuasa tidak boleh melakukan perbuatan melebihi yang dikuasakan. 3.Pemberian kuasa 4 Perantara dagang diluar perusahaan 1. bila tidak diangkat dan disumpah disebut makelar tidak resmi/calo. Agen perusahaan : perantara/ pihak yang mengikatkan diri dengan beberapa prinsipal untuk melakukan perbuatan hukum tertentu. 4. Pengacara : pihak yang mewakili prinsipal untuk menyelesaikan masalah-masalah hukum. 4. 3. o Terdapat hubungan pelayanan berkala/tidak tetap bisa juga tetap. . Notaries : adalah pejabat/ pihak yang berwenang membuatkan akta. untuk sesuatu waktu tertentu melakukan pekerjaan dengan menerima upah.

. 2.Si prinsipal digantikan oleh curator yang memberikan penilaian. Investor beli ≠ pialang beli ↔ pialang jual ≠ investor jual. Apabila makelar tidak diangkat oleh pejabat yang berwenang. 7. menjalankan perusahaan dengan mendapat keuntungan (upah/ provisi) dan bertindak atas nama pemberi amanat/ prinsipal (pasal 62 KUHD). • Konsekuensi yuridis : 1.Kalau untuk orang lain maka bertindak sebagai perantara. begitu juga antara prinsipal dengan makelar. jika sample hilang/tanda tangan tidak sah. Commissioner tidak perlu disumpah dan diangkat. Antara prinsipal dan pihak ke-3 (bukan makelar) berhak saling menuntut dalam pemenuhan prestasi (karena terjadi perwakilan langsung). Makelar • Dasar hukumnya adalah pasal 62 KUHD dan 1792 KUHPerdata. C (prinsipal comiten) ↔ A (comisioner) ↔ B (penjual). bila layak maka perjanjian akan dilanjutkan/dihentikan.Pemberian kuasa . Expeditur (80 s/d. yang menerimanya. 6. Hubungan prinsipal dan makelar : Pemberian kuasa dan perjanjian berkala. Expeditur : bertanggung jawab sampai barang tiba di tujuan → memiliki armada pengangkut.Dapat menjual/membeli saham atas nama sendiri adalah orang lain . 5. Hubungan yang terjadi : . Perantara dalam jual beli dalam pasar modal (pialang) . • Pemberian kuasa adalah suatu perjanjian dengan mana seorang memberikan kekuasaan kepada seorang lain. jadi ↑ masih di A karena menggunakan uang A. maka yang berlaku hanya ketentuan pemberian kuasa. makelar bisa diminta pertanggungjawaban.Bila makelar pailit maka diterusakan oleh prinsipal sampai/selama sample masih ada tanda tangan yang sah.Hubungan berkala Apabila C pailit maka berlaku hak preference (hak diutamakan/ diistimewakan) untuk A jadi A bukan hanya kreditur konkuren. • Makelar adalah seorang pedagang perantara yang diangkat oleh pejabat yang berwenang. C memberi kuasa pada A untuk membeli ↑. . Commisioner punya tanggung jawab besar maka ada jaminan dari prinsipal untuk memberi komisi yang lebih kalau perbuatannya berlangsung dengan sukses (del credere) prinsipal pasa commisoner disebut comiten. Commissioner (pasal 76-85 KUHD) Adalah seorang yang menyelenggarakan perusahaannya dengan melakukan perbuatanperbuatan menutup persetujuan atas nama firma atau dia sendiri tetapi atas amanat dan tanggungan orang lain dan dengan menerima upah atau profit tertentu. Bila tidak ada maka si penguasa menuntut → expeditur menuntut → maskapai pengangkutan → asuransi (setiap pengiriman barang terdapat asuransi). 90 KUHD) Adalah orang atau pihak yang pekerjaannya menjadi tukang menyuruhkan kepada orang lain untuk menyelenggarakan pengangkutan baik darat dan laut. untuk dan atas namanya menyelenggarakan suatu urusan (pasal 1792 KUHPerdata). tapi uang tidak cukup tapi ↑ sudah ditempati Maka A punya hak retensi (hak untuk menahan barang).

• Dasar hukumnya yaitu pasal 1792 KUHPerdata mengenai pemberian kuasa. • Dasar hukumnya yaitu pasal 1792 dan 1601 KUHPerdata dan Undang-undang perburuhan. • Fungsinya adalah mewakili pengusaha memajukan perusahaan dengan kerja keliling diluar toko/ kantor. • Komisioner adalah seorang yang menjalankan perusahaan dengan mendapatkan provisi dan bertindak atas namanya sendiri untuk menjalankan amanat orang lain. pasal 1601 KUHPerdata mengenai perjanjian perburuhan (majikan dan buruh). dan Undang-undang perburuhan. namun antara prinsipal dengan komisioner tetap dapat saling menuntut. Pengurus Filial (afiliasi) • Pengurus Filial adalah pemegang kuasa yang mewakili pengusaha menjalankan perusahaan dengan mengelola satu cabang perusahaan yang meliputi daerah tertentu. Pedagang keliling • Pedagang keliling adalah pembantu pengusaha yang bekerja keliling diluar toko/ kantor untuk memajukan perusahaan. • Konsekuensi yuridis antara lain . tenaga kerja (buruh) yang bersifat subkoordinatif. Antara prinsipal/komiten dan pihak ke-3 (bukan komisioner) tidak dapat saling menuntut dalam pemenuhan prestasi (karena tidak terjadi perwakilan langsung. • Hubungan hukum. • Hubungan hukum. 1. tenaga kerja (buruh) yang bersifat subkoordinatif. maka yang terjadi hanyalah pemberian kuasa (pasal 79 KUHD). • Hubungan hukum. • Fungsinya adalah pengelola bagian besar/ bagian tertentu dari perusahaan. Agen Perusahaan • Agen perusahaan adalah orang yang mewakili pengusaha untuk mengadakan dan melaksanakan perjanjian dengan pihak ketiga atas nama pengusaha. Apabila komisioner bertindak masuk atas nama prinsipal. tenaga kerja (buruh) yang bersifat subkoordinatif. maka berlaku pasal 1340 KUHPerdata). • Dasar hukumnya yaitu pasal 1792 dan 1601 KUHPerdata dan Undang-undang perburuhan. • Fungsinya adalah memimpin cabang yang mewakili pengusaha mengelola cabang perusahaan.Komisioner • Dasar hukumnya adalah pasal 76 KUHD. Pemegang prokurasi • Pemegang prokurasi adalah pemegang kuasa dari pengusaha untuk mengelola satu bagian besar/ bidang tertentu dari perusahaan. dengan mempromosikan barang dagangan atau membuat perjanjian antara pengusaha dan pihak ke-3 (calon pelanggan). • Mempunyai hubungan tetap dan koordinatif dengan pengusaha. Distributor • Distributor adalah orang yang mewakili pengusaha untuk mengadakan dan melaksanakan . 2.

Ada akta pendirian → syarat formal . • PD merupakan bentuk perusahaan perorangan. • Merupakan perusahaan perorangan. 1/1995). .timbul dalam praktek . • Pendirian berdasarkan praktek kebiasaan masyarakat perdagangan di Indonesia. X (bukan perusahaan daerah). Persekutuan • Persekutuan adalah perusahaan yang didirikan oleh dua orang atau lebih dengan modal besar (pada umumnya) untuk mencapai tujuan.perjanjian dengan pihak ketiga atas nama dirinya sendiri. • Bentuk perusahaan perorangan secara resmi tidak ada. yang merupakan pengusaha. PT (PT. • Unsur-unsurnya adalah antara lain : . sekarang diatur dalam UU No.Perusahaan yang diatur dalam KUHPdt : 4 Perusahaan perorangan 4 Persekutuan perdata (1618-1652) . • Mempunyai hubungan tetap dan koordinatif dengan pengusaha. CV.pengusaha perorangan . untuk menjalankan usaha. tetapi diterima dalam praktik • Perusahaan perorangan bukan BH/ perkumpulan tapi dalam lingkungan hukum dagang dibentuk dalam suasana hukum keperdataan.lingkup keperdataan . misal PD.Perusahaan yang diatur dalam KUHD: Fa. yang dilakukan oleh satu orang.pendiriannya berdasarkan kebiasaan • Prosedur pendirian Perusahaan Dagang : .Izin tempat. izin bangunan . • Distributor hampir memiliki kesamaan dengan komisioner sedangkan agen memiliki kesamaan dengan makelar.Pendaftaran di PN • Dasar pengaturan perusahaan . BADAN USAHA • Skema : Tentang Badan Usaha Pasal 1618-1652 KUHPdt Pasal 1338 (1) → asas kebebasan berkontrak Perusahaan dagang • Perusahaan dagang adalah perusahaan yang didirikan oleh satu orang.Izin usaha .

.PT .Perjanjian.Dasar pengaturan pasal 1618-1652 KUHPdt .Syarat materil .Ada kepentingan yang sama . tenaga kerja. . yaitu : .Pendaftaran di kepaniteraan Pengadilan Negeri. • Pendirian PP : KUHPdt tidak menentukan.Adanya akta pendirian (notaris). RUPS.Untuk memudahkan tercapainya suatu tujuan.Tujuan yang sama . • Syarat formil .Kehendak yang sama . .Pengesahan oleh menteri. . uang. . • Terdapat 3 unsur penting.Koperasi .Persekutuan comanditer (CV) • Persekutuan berbadan hukum . • Unsur-unsur : .Persekutuan firma .Pengumuman.Pembagian keuntungan.Yayasan .Syarat formil • Syarat materil . .Persekutuan perdata (maatschap) .Sejak perjanjian sempurna (merupakan perjanjian konsensuil).Adanya inbreng → barang. . • PP akan belaku : . dengan maksud untuk membagi keuntungan yang terjadi karenanya (pasal 1618 KUHperdata). . • Macam-macam persekutuan yang bukan badan hukum .Pengertian: dilihat dari pasal 1618 KUHPdt ♣ Perjanjian persekutuan dapat tercapai hanya dengan kata sepakat saja. Maatschap • Maatschap adalah suatu perjanjian dengan mana dua orang atau lebih mengikatkan diri untuk memasukkan sesuatu ke dalam persekutuan.Ditentukan dalam perjanjian.Untuk memperoleh laba sebesar-besarnya.Dll • Syarat-syarat badan hukum .Ada modal tertentu/ sendiri dipisahkan dari kekayaan pribadi.Mempunyai organisasi yang teratur → pengurus. • Persekutuan perdata .Tujuan tertentu. . tetapi dari pasal 1642 KUHPdt dapat disimpulkan dapat didirikan dengan lisan dan cukup dengan kata sepakat.Tanggung jawab terbatas pada modal yang disetor. .• Unsurnya antara lain : . pengawas.Adanya kerjasama • Alasan orang melakukan kerjasama .

Bahwa setiap sekutu mempunyai kewajiban memberikan inbreng (berupa. menanggung bila ada gugatan. Hubungan intern (ke dalam) . Firma (Fa) • Firma dasar hukumnya yaitu : Buku I. 2. Bag II Bab II dalam pasal 16 s/d 35 KUHD. • Firma adalah persekutuan perdata yang didirikan untuk menjalankan perusahaan atas nama bersama. Kehendak para sekutu 4. . dimana tiap-tiap persero yang tidak dikecualikan satu dengan yang lainnya dapat mengikat firma dengan pihak-pihak ketiga dan masing-masing bertanggung jawab atas seluruh hutang firma secara tangung menanggung (16 sd 18 KUHD). Daluarsa 2. ♣ Menurut pasal 1 jo pasal 15 KUHD : segala perseroan diatur oleh : . bila PP memperoleh keuntungan. Musnahnya objek atau perbuatan telah dilaksanakan 3. 1629. maka sama dengan sekutu yang memasukan uang atau barang yang paling sedikit.KUHD .Tanggung jawab masing-masing anggota (pasal 1644 KUHPerdata). uang. • Tenaga.Masukan (inbreng) . Salah satu sekutu meninggal dunia/ ditaruh dibawah pengampuan/ dinyatakan pailit. 1630 KUHPerdata) . pasal 1646 KUHPerdata : 1. (menurut pasal 1625 KUHPdt. Hubungan ekstern (ke luar) . • Firma adalah tiap-tiap persekutuan yang didirikan untuk menjalankan sesuatu perusahaan dibawah satu nama bersama.Hak atas perusahaan perdata atas prestasi (pasal 1645 KUHPerdata). • Berakhirnya Maatschap.Tujuan membagi keuntungan • Terdapat dua jenis hubungan : 1. sementara itu sehubungan dengan manfaat harus dikaitkan dengan resiko kecuali barang disertakan bebas resiko. (pasal 1651 KUHPdt. barang atau tenaga).Masing-masing sekutu bertanggung jawab terhadap kesalahan/ kelalaian sekutu lainnya sepanjang ada pemberian kuasa (pasal 1642 KUHPerdata). selanjutnya untung dan rugi ditanggung bersama (Bila PP merugi maka ditanggung menurut ketentuan yang diperjanjikan atau bila tidak diperjanjikan diatur dalam pasal 163 KUHPdt). • Akibat berakhirnya maatschap. manfaat). cacat tersembunyi.Adanya kepentingan bersama yang dibagi secara berimbang (pasal 1628. • Barang (kepemilikan fisik. 1629 dan 1630 KUHPdt . Persekutuan Perdata dapat berdiri tanpa ahliwaris bila diperjanjikan)..Perjanjian para pihak . yang ditunjuk berdasarkan pemberian kuasa. setiap anggota berhak mengambil apa yang disetor. . • Asas kepentingan bersama (kepentingan persekutuan harus diutamakan) bila dikaitkan dengan pasal 1628. . sisa harta berupa laba dibagi menurut ketentuan Undang-undang.Tanggung jawab yang sama rata (pasal 1643 KUHPerdata). yaitu : • Uang (pasal 1626).Dalam akta pendirian sudah ditentukan kepengurusannya (gerant statutoire).Perjanjian .

• Perjanjian FA dengan pihak ke-3 mengikat langsung untuk seluruh secara tanggung menanggung. • Konsekuensi dari Fa bukan BH (Badan Hukum)..Menggunakan nama bersama dari sekutu . dengan konsekuensi yuridis : . Soekardono merupakan persatuan perdata khusus.Tanggung jawab sekutu pribadi untuk seluruh perikatan firma . namun berdasar pasal 15 KUHD dapat berlaku KUHPdt bila AD (Anggaran Dasar) tidak menentukan lain. serta tindakan pembatasan terhadap para anggota. Arti dari bertindak keluar. . dalam hal ini akan berlaku pasal 1624 sd pasal 1641 KUHPdt.ABC bersama-sama • Kekayaan berupa tenaga → modal terkecil • Menurut pasal 18 KUHD tanggung jawab merupakan syarat mutlak. ABC melalui persero A membeli barang pada X dalam hal ini X dapat menagih kepada : .Persekutuan .Setiap firmant bebas bertindak keluar (tidak ada pengecualian).KUHPdt • Unsurnya meliputi : .Menjalankan perusahaan (terus menerus dan terang-terangan) . • Anggota pendirian Fa berfungsi untuk mengatur hubungan intern (pasal 22 KUHD). mengikat sekutu lain b.Bidang usaha yang dijalankan berlaku umum. . dan terhadap anggota masing-masing bertanggung jawab renteng jo pasal 1619 KUHPdt. maka bila ada putusan hakim ternyata hutang piutang ke III tidak terpenuhi. Contoh : Fa.Firma tersebut berdiri dengan waktu yang tidak terbatas.Masing-masing persero bertanggung jawab renteng (pasal 18 KUHD). merupakan hukum yang mengatur (kecuali pasal 1634 dan 1635 KUHPdt) dalam hal ini ada kemiripan dengan maatschap. akta ini harus didaftarkan pada panitera PN dan diumumkan dalam berita negara bila tidak didaftarkan menurut pasal 29 : Fa berlaku untuk waktu tidak tertentu untuk semua kegiatan usaha. • Hubungan para sekutu : Intern : KUHD tidak mengaturnya.A dan B secara bersama . .Tiap sekutu berhak mengumumkan dan berhak bertindak keluar. • Menurut Prof. • Firma merupakan persekutuan khusus. . berdasar hal ini maka dapat dinyatakan bahwa Fa bukan badan hukum. yaitu : a. apabila didirikan tidak dengan akta maka merupakan firma umum (karena bidang usahanya yang tidak ditentukan). • Berakhirnya Fa : . pihak ketiga dapat menuntut piutangnya terhadap kekayaan semua anggota. • Pertanggungjawaban dalam Fa → pasal 18 KUHD berupa : Langsung Tiap-tiap persero betanggung jawab penuh atas perjanjian yang dibuat oleh pihak ke-3 (disebut tanggung jawab solider).Tiap persero yang tidak dikecualikan dapat bertindak. suatu perolehan menjadi harta Fa dan otomatis kepunyaan semua.Dalam batas kewenangan. Ekstern : .A atau B atau C saja .

. Tanggung jawab terbatas (pada modal yang disetor). Tujuan tertentu (mencari laba). (CV = Fa yaitu bukan BH. • Ciri khas daripada CV antara lain : . sedang pada Fa hanya ada persero kerja (firmanti). dan yang mengurus uang adalah atau disebut komplementer/ sekutu aktif.Memberikan namanya pada persero .Tanggung jawab komplementer secara renteng. Persekutuan Komanditer (CV) • Persekutuan Komanditer merupakan perseroan secara melepas uang (pasal 19 KUHD).Pengunduran diri/ meninggal salah satu anggota. • Komandit dapat melakukan pengawasan tetapi kalau ia turut campur. • Pengaturan CV bersamaan dengan firma. Jadi dalam CV disamping ada perseroan komanditer juga ada persero kerja juga sekutu komanditer (sleeping partner). • Tanggung jawab anggota dibedakan diantara pengurus. • CV merupakan bentuk peralihan dari firma menuju PT. kekhususannya terletak pada adanya CV. Mendapat pengesahan dari Departemen yang ditunjuk. Didirikan dengan akta pendirian yang dibuat Notaris. • CV dapat menjadi firma apabila komplementernya lebih dari satu. Diumumkan. • Terdapat larangan bagi anggota CV : . sehingga membentuk sekutu (Firma dalam CV). maka sama dengan kepailitan anggota sebab pinjaman Fa sama dengan pinjaman anggota yang ditanggung harta pribadi. bahkan dikatakan sebagai bentuk khusus dari Fa). akan tetapi juga akan menanggung rugi dengan uang dan barang yang telah dimasukkan pada CV. maka ia akan menerima kembali uangnya. maka secara hukum menjadi sekutu komplementer. b. d. • Dalam hal Fa pailit. d. 2. Harta kekayaan yang terpisah. sedangkan tanggung jawab komandit terbatas. • Yang melepas uang adalah atau disebut dengan komandit/ sekutu pasif. Syarat materil : a. b. c. kecuali bila tidak ada sisa..Nama komandit tidak boleh dipakai . sebab dasarnya merupakan bentuk khusus dari Fa. • Dalam CV dikenal sleeping partner yaitu persero yang memasukan harta pada CV serta tidak mencampuri urusan perusahaan dan hanya akan mendapat labanya saja (pasal 19 KUHD).Bubar karena waktunya berakhir.Melakukan perbuatan-perbuatan . Syarat formil : a. selanjutnya bila perseroan bebas. • Syarat-syarat badan usaha yang berbadan hukum : 1. • Bentuk-bentuk keberadaan perseroan komplementer dan komanditer : . • Kekhususan CV dari Fa : peraturan CV berada dalam pengaturan Fa. merupakan bentuk khusus dari firma. Harus didaftarkan. c.Bekerja dalam perusahaan dari perseroan • Anggota CV akan menerima laba. Mempunyai organisasi yang teratur.

kecuali ditentukan dalam perjanjian. 4 Dengan akta otentik (pasal 22 KUHD). konsekuensinya dapat mengadakan hubungan dengan pihak III.Diumumkan dalam TBN-RI (Tambahan Berita Negara-RI) • Kepengurusan : .Kehendak seorang adalah lebih persero .Persero komanditer akan bertanggung jawab untuk keseluruhan perikatan dengan pihak ke III. dll.komanditer → PT • Dasar peraturan CV pasal 19. . . 21 KUHD serta ketentuan KUHPdt tentang maatschap. .Perseroan komanditer bertanggung jawab sebesar jumlah yang dimasukan.Pengurusan perseroan dilakukan oleh persero komplementer. yaitu : 1. • Modal CV terdiri dari : inbreng sekutu komanditer dan komplementer serta harta kekayaan pribadi persero komplementer. Secara tegas diatur mengenai PT sebagai badan hukum. • Berakhirnya CV : . Ada perlindungan terhadap saham minoritas.Kehendak bersama persero • Bila seorang persero meninggal. . .Satu orang → perusahaan dagang . dan konsolidasi diatur secara tegas. pailit adalah dibawah pengampunan. 4. 6. • Pendirian CV : 4 Menurut pasal 1624 KUHPdt dapat dilakukan secara lisan dengan kata sepakat. karena CV variasi Fa dan PT maka : . Ada tanggung jawab tidak terbatas yang menyimpangi tanggung jawab terbatas yang ada dalam KUHD. Secara tegas menyatakan bahwa PT didirikan berdasarkan suatu perjanjian.Telah lewat waktu . Pengaturan tentang modal diatur secara tegas. 3. akuisisi.2 orang atau lebih → firma . PERSEROAN TERBATAS (PT) Definisi • PT adalah badan hukum yang didirikan berdasarkan perjanjian.. • Tanggung Jawab : .Didirikan dengan akta otentik . 20. Pengaturan mengenai merger.Sekutu komanditer tidak boleh ikut mengurus (walaupun dengan surat kuasa). 5. bila ikut serta dalam kepengurusan. • Perbedaan pengaturan PT antara Undang-undang PT dengan KUHD : Bahwa dalam UUPT terdapat beberapa hal yang tidak dijumpai atau diatur dalam KUHD.Tanggung jawab persero komanditer pribadi untuk keseluruhan perikatan dari CV. dan memenuhi persyaratan-persyaratan yang ditetapkan dalam Undang-undang ini serta peraturan pelaksanaannya (pasal 1 ayat (1) Undang-undang PT).Didaftar di kepaniteraan . melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham. 7.Perseroan komanditer dapat mengawasi perseroan secara intern (jika diperjanjikan) sesuai pasal 21 KUHD. Menggunakan prinsip hukum asing. 2.

Permohonan tertulis. komisaris untuk bekerja dengan penuh itikad baik dan tanggung jawab (pasal 98 ayat (1) UUPT). 7. Berstatus badan hukum setelah disahkan oleh Menteri Kehakiman. 2. • Sebelum disahkan maka berlaku pasal 11 UUPT. Asas piercing the corporate veil (pasal 3 ayat (2) UUPT) Penerobosan terhadap tanggung jawab terbatas sebagai salah satu ciri badan hukum. Asas disclosure obligation (pasal 87. • Jika sudah disahkan tapi belum diumumkan maka konsekuensi yuridisnya → pasal 7 ayat (6) dan pasal 11 UUPT. Penyerahan kewenangan kepada orang lain melalui RUPS. dan seluruh karyawan guna pemeriksaan di Pengadilan (pasal 111 ayat (6) UUPT). 2. Merupakan fungsi perlindungan hukum terhadap pemegang saham minoritas. direksi. Asas put option with appraisal right (pasal 55 jo. Pendaftaran • Diatur dalam pasal 21 UUPT. Akta pendirian memuat Anggaran Dasar (AD) (pasal 7 jo. 6. 3. Kewajiban komisaris untuk bekerja dengan penuh itikad baik dan tanggung jawab (pasal 85 ayat (1) UUPT). 99. Jawaban pengesahan dalam tempo 60 hari (dikabulkan atau ditolak). . Asas musyawarah untuk mufakat (pasal 74 UUPT). Kewajiban transparansi bagi direksi terhadap perseroan (pasal 87 UUPT). pasal 9 UUPT. 4. Pengesahan PT • Diatur dalam pasal 7 ayat (6) jo. 104 ayat (2) UUPT) Pemilik saham minoritas dapat menjual sahamnya dengan wajar sesuai harga pasar. Dengan akta Notaris dalam bahasa Indonesia (pasal 7 ayat (1) UUPT). Asas duty of skill and care (pasal 85 ayat (1) dan 98 ayat (1) UUPT) Kewajiban setiap anggota. Organ • Organ PT diatur dalam pasal 1 ayat (2) UUPT. Berdasarkan perjanjian (pasal 1 ayat (1) UUPT). yaitu : 1. Kewajiban transparansi bagi komisaris terhadap perseroan (pasal 99 UUPT). terdiri minimal 20 orang (pasal 7 ayat (3) UUPT). Kewajiban transparansi bagi direksi. yaitu : 1. antara lain : 1.Asas-asas • Antara lain : 1. Asas fiduciary duty (pasal 89 UUPT) Memberikan kuasa untuk melakukan perbuatan hukum. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) 2. Direksi Pendirian • Pendirian PT. 5. 3. 111 ayat (6) UUPT). Asas derivative action/ divition of power/ shifting of power (pasal 81. 2. Dilampirkan akta pendirian. pasal 8 UUPT) 4. 32 ayat (1) UUPT). Komisaris 3. 3. komisaris.

Dilakukan dalam tempo 30 hari setelah pendaftaran. Pembubaran • Diatur dalam pasal 114 UUPT. Di dalam Tambahan Berita Negara 2. • Terdiri dari dua jenis (menurut UUPT) : 1. • Konsekuensi perbedaan nama ini (berakibat hukum pada pengalihan). Ada jenisnya. RUPS luar biasa. tidak tercantum nama. 72 ayat (1) UUPT). tercantum nama pemilik. Pengumuman • Diatur dalam pasal 21 UUPT. Modal • Terdiri dari : 1. Modal disetor.000. yaitu : 1. Harus memiliki nilai nominal (pasal 42 UUPT) 3.• Bila disahkan maka Direksi wajib mendaftarkan akta pendirian beserta surat pengesahan dalam daftar perusahaan dalam tempo 30 hari. ettapi ada juga saham atas tunjuk dimana dengan hanya menunjukkan maka dapat diketahui. tapi dalam kapasitas ekstern tidak berlaku. 20. RUPS untuk mengubah Anggaran Dasar (pasal 75 UUPT) → quorum > 2/3 yang hadir (yang hadir minimal 2/3 dari jumlah anggota). maka untuk berganti kepemilikan. Saham atas nama (opnaam). minimal Rp. harus disebut saham atas tunjuk (aan toonder). 2. maka harus ada perubahan nama terlebih dahulu (endosnaam). RUPS • Terdiri dari : 1.Dalam saham atas tunjuk.2. antara lain : 1. Pendaftaran dan pengumuman berfungsi untuk mengikat pihak ketiga. Penetapan Pengadilan AKUISISI. .000. 2. Saham • Harus memenuhi syarat-syarat. RUPS biasa (pasal 26 ayat (1) UUPT) 2. 47. 5. 25 % dari modal dasar. 46. . Keputusan RUPS 2. Jangka waktu berdiri telah habis 3. Modal ditempatkan. DAN KONSOLIDASI . Saham atas tunjuk (aan order). maka dengan hanya pengambilalihan saja telah berganti kepemilikan. Nama pemegang harus tercantum dalam daftar pemegang saham (pasal 86. Hak deviden dan hak suara dalam RUPS (pasal 45. Modal dasar. 50 % dari modal ditempatkan. 3. 87 UUPT). MERGER. secara intern maka sudah berlaku tanggung jawab terbatas.Dalam saham atas nama. Diberikan bukti kepemilikan (sertifikat) (pasal 44 UUPT) 4. antara lain karena : 1.

terhadap perusahaan yang memiliki tipe sejenis. • Tujuan akuisisi. adalah akuisisi terhadap perseroan dari kelompok lain. Akuisisi finansial. yaitu untuk membentuk konglomerasi baru yang lebih besar. terhadap perseroan yang tidak ada kaitannya dalam hal produksi. 2. adalah akuisisi terhadap perseroan dalam kelompok/ grup sendiri. 27 Tahun 1998). adalah akuisisi terhadap satu atau beberapa perseroan tertentu dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan-keuntungan finansial dengan jalan memperbaiki kondisi perseroan-perseroan tersebut. b. 104 – 109 UUPT dan PP No. Akuisisi internal. pasal 102. 2. Menyelamatkan kelangsungan produksi. 3. 104 – 109 UUPT dan PP No. sejak tanggal penandatanganan Akta Penggabungan. • Alasan dan tujuan sama dengan akuisisi. Mengurangi persaingan serta menuju kepada monopolistic. Mengamankan jalur distribusi. Akuisisi vertical. yaitu : 1. 2. baik karena kekurangan modal maupun manajemen perusahaan yang lemah yang membuat mereka tidak mampu bersaing. Akuisisi strategis. Memperbesar modal. • Adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh suatu perseroan atau lebih untuk . • Akibat hukum akuisisi adalah beralihnya pengendalian terhadap perseroan tersebut. pasal 102. • Jenis-jenis akuisisi. baik sejenis maupun tidak sejenis. 27 Tahun 1998 Tentang Penggabungan. 27 Tahun 1998. baik seluruh atau sebagian besar saham perseroan yang dapat mengakibatkan beralihnya pengendalian terhadap perseroan tersebut (Pasal 2 angka 3 PP No. dengan demikian menyebabkan perseroan yang menggabungkan diri menjadi bubar (tanpa likuidasi. Ditinjau dari segi keberadaan perseroan a. Akuisisi ini mempunyai tiga tipe yaitu : 1. Merger (Penggabungan) • Dasar hukum. • Alasan akuisisi. b. yaitu untuk memperluas pasar. • Akibat hukum merger. 27 Tahun 1998. beberapa perusahaan mengalami kesulitan berkembang. antara lain : 1. • Merger adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh satu perseroan atau lebih untuk menggabungkan diri dengan perseroan lain yang telah ada. 4. 3. yaitu untuk menguasai mata rantai produksi. Direksi yang perseronya menggabungkan diri tidak dapat melakukan perbuatan hukum karena perseroannya telah bubar. adalah akuisisi dengan tujuan untuk menciptakan sinergi berdasarkan pertimbangan jangka panjang.Akuisisi (Pengambilalihan/ Take Over) • Dasar hukum pasal 103 – 105 UUPT dan PP No. Akuisisi eksternal. Akuisisi konglomerasi. Konsolidasi (Peleburan) • Dasar hukum. • Akuisisi adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh badan hukum atau orang perseorangan untuk mengambil alih. Akuisisi horizontal. Ditinjau dari segi kekuasaan perseroan a. Peleburan dan Pengambilalihan Perseroan Terbatas. terhadap perseroan yang memiliki produk tidak sejenis.

Kepentingan kreditur 5. perseroan yang meleburkan diri bubar. yang secara yuridis antara perusahaan-perusahaan tersebut merupakan kesatuan entitas (masing-masing perusahaan anak/induk) berdiri sendiri. tetapi secara ekonomis merupakan kesatuan perusahaan. Kepentingan karyawan perseroan 4.meleburkan diri dengan perseroan lain dengan membentuk perseroan baru. yang dihadiri oleh pemegang saham minimal ¾ dari jumlah seluruh pemegang saham dengan hak suara yang sah dan disetujui minimal ¾ dari jumlah suara tersebut. merger atau konsolidasi tersebut hanya dapat menggunakan haknya untuk menjual sahamnya dengan tidak menghentikan proses pelaksanaan akuisisi. • Alasan dan tujuan sama dengan akuisisi dan merger. Modal Ventura • Perusahaan yang menanamkan investasi ke perusahaan lain selama jangka waktu tertentu dan tidak boleh kurang dari 5 tahun (biasanya 5 s/d 10 tahun). merger. Holding Company • Holding company merupakan perusahaan kelompok dimana terdapat sebuah perusahaan induk yang menaungi beberapa perusahaan (anak perusahaan). contoh : apple computer. sejak tanggal Akta Pendirian perseroan hasil peleburan disahkan oleh Menteri Kehakiman. Kepentingan pemegang saham minoritas 3. Perusahaan Kartu Kredit • Dalam kartu kredit ada pihak penerbit dan bekerja sama dengan Bank. Syarat-syarat : • Syarat-syarat akuisisi. • Ada pihak pemegang kartu kredit. • Ada perantara → jasa penagihan. • Pemegang saham yang tidak setuju dengan keputusan RUPS mengenai akuisisi. Kepentingan perseroan 2. Microsoft. sehingga membentuk perusahaan baru. dan konsolidasi : Hanya dapat dilakukan dengan memperhatikan : 1. merger. Kepentingan masyarakat dan persaingan sehat dalam melakukan usaha. • Harus mendapat persetujuan RUPS. • Setelah jangka waktu berakhir dilakukan divestasi (pengembalian modal). • Investor bukan kreditur. • Tidak mengurangi hak pemegang saham minoritas untuk menjual sahamnya dengan harga yang wajar. atau konsolidasi. Perusahaan Pembiayaan Konsumen • Perusahaan pembiayaan konsumen • Konsumen • Supplier . • Akibat hukum. • Dalam hal ini investasi tidak hanya modal tapi juga management. → digunakan untuk membiayai perusahaan-perusahaan yang mempunyai kemam-puan untuk maju dikemudian hari. di mana masing-masing perseroan yang meleburkan diri menjadi bubar (tanpa likuidasi).

• Akomulasi revolving L/C : 1 L/C dapat dipergunakan untuk beberapa kali kredit. Contoh : dalam 1 tahun (12 x pengiriman) 1 x pengiriman 1 M tapi tiap bulan harus tetap. packing list mencari perusahaan pengangkut → dokumen fotokopi (dititipkan) asli → diberikan ke bank koresponden. revisi 1953. Jual Beli Dagang • Objek jual beli : barang dan jasa. Contoh : dalam 1 tahun (12 x pengiriman) jumlahnya diakumulasikan (bisa berbeda tiap bulan) • Non-akumulasi revolving L/C : 1 L/C dapat dipergunakan untuk beberapa kali kredit. • Jual beli dagang : tidak hanya melibatkan pembeli dan penjual tetapi juga meng-gunakan syarat-syarat beding → dikenal istilah pengangkutan. Bank Koresponden → membayar ke issueing bank → ke importir → setelah menerima dokumen. Dan Inggris sudah memakainya sejak abad 17. Bank akan membayar lebih dulu ke penerima sebelum dokumendokumen pengangkutan diserahkan.Pengekspor → kredit → berupa LC → diteruskan ke Bank koresponden (diluar negeri) → menginformasikan kepada eksportir → membuat dokumen-dokumen : . dst. .Jual beli yang diatur oleh KUHPerdata. • Jual beli perdata : . Dan tanggung jawab eksportir lepas sekarang menjadi tanggung jawab importir. Didalam LC terdapat beberapa pihak : . bila berkurang akan dituntut atas kerugian.Tidak hanya barter tetapi juga telah menggunakan uang. • Kalau syarat perdagangan FOB : kewajiban penjual membiayai barang sampai barang tersebut di kapal. UCP (uniform customs of packlist) 500. FAS → penjual menyerahkan barang sampai di dermaga.adosement (dokumen pokok) → B/L . 1967.F FOB → penjual menyerahkan barang sampai di kapal.terdapat factor (invoice) → komersial.D DDU → penjual menyerahkan barang sampai diatas alat angkut pembeli DDP → penjual menyerahkan barang sampai ke tujuan (negara) + biaya-biaya lainnya. . Dokumen ditukarkan ke perusahaan pengangkutan (dokumen ini merupakan surat berharga) → mencocokkan dokumen (fotokopi dan asli) → barang diserahkan. INCOTERM = Internasional Commercial Term (ICT) Sudah dipergunakan sejak 1936.asuransi . • Beding. .C C&F → penjual menyerahkan barang sampai di kapal + biaya pengangkutan.Ex work → penjual menyerahkan barang di gudang . FOB (free on board). . syarat-syarat dalam jual beli dagang : Incoterm (2000) : . Dikenal istilah LC ( letter of credit). CIF.Sekuritas Company • Tidak semua piutang surat berharga begitu juga kebalikannya. CIF → penjual menyerahkan barang (sama dengan FR) + asuransi. Incoterm + UCP 500 • L/C yang red clause.

• Terdiri dari terms.institusi → permanent. Grup D – Arrival. FCA (Free Carrier) s/d FOB (Free on Board Ship).ad hoc → ada sengketa dibentuk. Utang disini . 4 Tahun 1998 Tentang Kepailitan yang bersifat mengubah dan menambah. Grup F – Main carriage unpaid. 217. DAF (Delivery at Frontier) s/d DDP (Delivered Duty paid).koresponden bank = advising bank . • Pihak-pihak yang terlibat kredit berdokumen : . (Penjual mengirimkan barang sampai tempat yang ditentukan pembeli). • Tidak ada pengertian utang dalam Undang-undang. • Arbitrase : . 2. CFR (Cost & GFreight) s/d (Carriage & Insurance Paid To) 4. Grup O – Other Trading Term and Variations. • Berlaku apabila perusahaan Indonesia bertransaksi dengan perusahaan asing. KEPAILITAN Dasar Hukum • Dasar hukum kepailitan adalah Faillissement verordening (Fv) Stbl.importir • Surat berharga : bila seseorang memiliki B/L maka dianggap sebagai pemilik barang • BANI tidak menutup kemungkinan pihak luar menggunakan lembaga ini. 3. • Pasal 1 KUHD → dasar bagi kekhususan hukum kepailitan (formil dan materil). (Pembeli datang ke gudang penjual). 2. tetapi menurut Yurisprudensi (MA) bahwa utang adalah setiap kewajiban yang dapat disetarakan dengan uang. yaitu : 1. . Pengertian • Hakikat kepailitan adalah sebagai lembaga penyelesaian utang. tapi penggunaannya adalah menjadi kebiasaan internasional. dsb. Undang-undang No. • Indonesia tidak meratifikasi Incoterm. tidak ada sengketa bubar. Me-minimize adanya perbedaaan persepsi. Memberi acuan dalam menafsirkan terms (klausula-klausula yang dipakai). EXF (Ex Factory). • Incoterm ada untuk : 1. (Penjual menanggung semua resiko sampai perbatasan negara).• Sight L/C : eksportir telah dapat menerima pembayaran dari Bank apabila telah dapat menunjukkan dokumen pendukungnya. 3. INCOTERM 2000 • Incoterm dibuat oleh ICC (International Chamber of Commerce). Grup C – Main carriage paid. Grup E – Departure. 5. (Penjual mengirimkan barang tanpa menanggung resiko kerusakan yang terjadi selama pengiriman). PAF (Packed at Factory). Menentukan apa yang menjadi hak dan kewajiban pembeli dan penjual dalam melakukan transaksi.opening bank = issuing bank . 1905 No.

Asas Undang-undang harus menghormati pemegang hak separatis/ pemegang jaminan. dengan seolah-olah tak terjadi kepailitan sebagaimana diatur dalam pasal 56 (1) Undang-undang Kepailitan). .Kreditur . . hak gadai atau hak agunan atas kebendaan lainnya. Yang dapat dipailitkan : . .adalah utang yang lahir antara lain karena. Memperkenankan penundaan eksekusi selama 90 hari → (kritik.Istri dalam mana suaminya terkait apabila dalam perkawinannya secara harta persatuan. jasa. . pinjam-meminjam.Bank Indonesia . Fungsi • Fungsi kepailitan adalah untuk menjamin agar penyelesaian utang piutang tersebut berjalan sesuai prosedur hukum. Debitur dalam keadaan berhenti membayar. Pihak-pihak • Pihak-pihak dalam kepailitan : a.Orang .Jaksa (untuk kepentingan umum) .Asas kesempatan bagi debitur untuk memperbaiki.Badan hukum (non bank dan non perusahaan efek) Syarat kepailitan • Berdasarkan pasal 1 ayat (1) Undang-undang kepailitan.Badan usaha.Asas perlindungan yang seimbang (pasal 56A Undang-undang Kepailitan). . Minimal ada dua kreditur dan salah satunya sudah jatuh tempo. diantaranya : . maka menghalangi hak kreditur separatis untuk mengeksekusi hak tanggungan. memberikan kepastian bagi seluruh kreditur. dll.Asas putusan Pengadilan harus dapat persetujuan para kreditur. Debitur disini adalah : . dengan dapat ditangguhkannya ini. . Akibat hukum . Kreditur dapat membatalkan perbuatan-perbuatan debitur setelah putusan PKPU. dengan maksud untuk menghindari perbuatan yang dapat merugikan dari debitur terhadap kreditur.Asas status quo.Debitur . 2. perikatan. . sewamenyewa. Dengan permohonan (sendiri atau kreditur). Sejak dimulainya pengajuan PKPU. 3.Orang perorang. Yang dapat mempailitkan : . Hal ini dilihat dan dinilai kewajarannya oleh Hakim. . antara lain : 1. semua dalam keadaan diam (stenseel).Asas tidak semua kreditur harus menyetujui debitur untuk dipailitkan.Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) b.Asas kepailitan harus diputus secara cepat. Asas-asas • Asas-asas dalam Undang-undang kepailitan.

boleh juga diteruskan. Fase-fase • Fase-fase dalam proses kepailitan. actio pauliana. dapat dibatalkan dengan syarat pada pasal 41 → pasal 42 a s/d f Undang-undang kepailitan. • Penasehat yang dalam perkara kepailitan adalah penasehat yang mendapat izin praktek (pasal 5). maka sesudah pailit ada pada kurator. 2.• Akibat hukum yang lahir dari putusan pailit : 1.Apabila ada sisa utang. maka dikemudian hari dapat ditagih kembali (pasal 190 Undangundang kepailitan → kedudukan debitur). maka sita tersebut harus diangkat/ dicabut. 4. kreditur dengan tagihan yang diakui. kreditur dengan tagihan ditolak. 3. • Proses tingkat kasasi : → (8 hari sejak putusan) diajukan ke panitera Pengadilan Niaga → wajib mengirimkan memori kasasi ke panitera dan salinannya ke terkasasi → (maksimal 1 x 24 jam) panitera wajib mengirim permohonan kasasi dan memori kasasi ke terkasasi → (7 hari sejak menerima) terkasasi dapat mengajukan kontra memori kasasi → (14 hari sejak didaftarkan) panitera menyampaikan permohonan kasasi.Semua harta kekayaan debitur akan dieksekusi dan hasilnya akan dibagikan kepada para kreditur sesuai imbangan pemasukan/ inbreng. bersifat serta merta → (2 x 24 jam setelah putusan) Pengadilan Niaga menyampaikan surat dinas tercatat kepada debitur. kurator.Membentuk panitia para kreditur sementara. menghasilkan : a.Menginventarisasi kreditur dan tagihan. c. terhadap sita revindicatoir adalah tetap karena tidak berkaitan dengan benda debitur. Terhadap tindakan-tindakan debitur yang diduga merugikan para kreditur. • Pengadilan yang berhak mengadili perkara kepailitan adalah Pengadilan Niaga.Memohon penetapan. sita jaminan dan menunjuk kurator → upaya hukumnya adalah (langsung) kasasi ke MA.Dapat ditawarkan perdamaian. kreditur. kontra memori kasasi ke . Terhadap sita jaminan. yaitu : 1. . sebelum pailit. kreditur dengan tagihan yang diakui sementara (harus diselesaikan segera). Terhadap harta kekayaan. bersifat kasuistik dalam arti perjanjian tersebut boleh dibatalkan. .Rapat verifikasi. yang merupakan bagian dari pengadilan umum. boedel ada pada debitur. Fase insolvensi (pelelangan) : . Terhadap perjanjian timbal balik antara debitur dengan pihak ke-tiga. b. . Hakim pengawas → selama putusan atas permohonan pailit belum ditetapkan. 2. Fase sekestrasi (penitipan) : . Proses beracara • Permohonan pailit diajukan ke panitera Pengadilan Negeri oleh penasehat hukum yang memiliki izin praktek → Ketua Pengadilan Niaga (1 x 24 jam) → (2 x 24 jam) dipelajari Pengadilan Niaga dan menetapkan hari sidang → (maksimal 20 hari setelah pendaftaran) sidang pemeriksaan → penundaan sidang (25 hari) → pemanggilan oleh panitera kepada debitur (7 hari sebelum sidang I) → (30 hari sesudah pendaftaran) putusan atas pernyataan permohonan paiilt. memori kasasi. . .

Fv. maka harus termuat dalam permohonan dan disampaikan 21 hari sebelum sidang I tersebut). yaitu : Segi Waktu : . maka debitur dapat melakukan pengurusan perusahaan. • Upaya hukum yang dapat dilakukan : . kreditur. ditandatangani oleh debitur dan penasehat hukumnya (pasal 213 ayat (1)). Debitur menduga. maka dengan perpanjangannya (terhitung sejak penundaan sementara kewajiban pembayaran utang dengan perpanjangan tidak lebih daripada 270 hari → pasal 217 ayat (4) Undang-undang kepailitan).panitera MA → (2 x 24 jam) MA mempelajari dan menetapkan hari sidang → (20 hari sejak didaftarkan) sidang I → (30 hari) putusan → putusan yang telah berkekuatan hukum tetap → PK (Peninjauan Kembali) ke MA. Putusan pailit • Putusan kepailitan dinyatakan dengan vonis (bukan dengan penetapan karena ada akibat hukum baru. Hakim pengadilan. Hakim pengawas. debitur tak dapat (diduga) (pasal 212). harus diajukan ke Pengadilan. Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang/ Serseance van Getalling/ Suspension of Payment (PKPU) • Diatur pada pasal 212 Undang-undang Kepailitan. sifatnya sumir dan serta merta. maka Hakim harus mengabulkan penundaan sementara kewajiban pembayaran utang dan dalam waktu paling lama 45 hari. sidang pengadilan sudah harus mempertemukan debitur dan kreditur (apabila akan disertakan perdamaian. pasal 8 (1) Undang-undang Kepailitan.Fv.Undang-undang Kepailitan.Undang-undang Kepailitan.PK terhadap putusan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.Undang-undang Kepailitan. • Akibat hukumnya. debitur. • Syarat PKPU. Segi pihak : . dan setelah dikabulkan PKPU secara tetap . kurator melakukan pengurusan dan pemberesan meskipun diajukan kasasi/ PK → dalam hal dibatalkan karena ada kasasi/ PK → perbuatan kurator sebelum pembatalan adalah sah. Segi pengajuan : . debitur. . .Kasasi ke MA. kreditur. kurator. . . • Secara implicit memberikan kesempatan kepada debitur untuk melakukan restrukturisasi utang. kurator. Eksekusi • Sejak putusan berkekuatan hukum tetap. • Segera setelah permohonan diajukan. • Perbedaan antara Undang-undang Kepailitan dengan Fv. . ditandatangani oleh debitur atau penasehat hukumnya (pasal 213 ayat (1)).Fv. sedangkan penetapan hanya menetapkan hal yang sudah ada).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful