I.

IDENTITAS PASIEN Nama Jenis Kelamin Umur Tempat, Tanggal Lahir Agama Suku Bangsa Pendidikan (saat ini) Pekerjaan Status Perkawinan Alamat Tanggal MRS Tanggal Pemeriksaan Tempat Pemeriksaan : : : : : : : : : : : : : : Nn. YN Perempuan 18 Tahun Kupang, 28 Mei 1994 Kristen Protestan Timor Indonesia SMA Pelajar Belum Menikah Bolok 11 Juni 2012 11 Juni 2012 Tempat tidur pasien di ruang tenang wanita Bangsal Empati

II.

RIWAYAT PERJALANAN PENYAKIT Riwayat perjalanan penyakit didapatkan melalui autoanamnesis dan alloanamnesis dengan ibu kandung pasien di Bangsal Empati. a. Keluhan Utama  Autoanamnesis  Heteroanamnesis b. Riwayat Gangguan Sekarang  Autoanamnesis Pasien datang ke Bangsal Empati melalui Poliklinik Jiwa RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang diantar oleh ibunya tanggal 11 Juni 2012 pada jam 11.30 Wita untuk dirawat inap di ruang tenang wanita. Pada tanggal 11 Juni 2012 jam 18.30 WITA, pemeriksa menemui pasien yang sedang duduk di tempat tidur sambil memegang handphone. Pasien nampak ramah dan bersahabat kepada pemeriksa. Ketika disapa, pasien membalas sapaan pemeriksa dengan senyuman dan menatap
1

: Tidak tenang di rumah, gelisah dan keadaan di rumah belum baik. : Tidak tenang di rumah, gelisah

pemeriksa lalu pemeriksa memperkenalkan diri pada pasien. Pasien diwawancarai di tempat tidur pasien dalam keadaan pasien duduk diatas tempat tidur dan pemeriksa menggunakan kursi plastik dan duduk di depan pasien di ruang tenang Bangsal Empati. Saat pemeriksa menanyakan mengapa pasien dibawa ke rumah sakit Pasien menjawab “karena waktu itu beta ada rasa takut, ada halusinasi dan di rumah gelisah terus” ketika ditanyakan kenapa pasien takut, pasien menjawab “Takut dengan bapak, pikiran kacau kalau ingat bapak punya perlakuan. Apalagi waktu papa bawa perempuan selingkuhannya di pemakamannya opa.” Dari keterangan yang diberikan pasien, diketahui bahwa ketakutan yang sering muncul ditimbulkan oleh karena selama ini sering melihat ayahnya marah dan memukul ia atau anggota keluarga lain. Pasien kerap kali merasakan penderitaan fisik yang disebabkan oleh ayah kandungnya. Pemeriksa juga menanyakan halusinasi seperti apa yang dialami pasien, dan pasien menjawab”beta lihat yang aneh-aneh, kayak bayangan banyak orang di dapur padahal hanya beta sendiri. Terus ada dengar suarasuara juga kak” pemeriksa bertanya selain melihat bayangan, apakah ada hal lain yang dilihat oleh pasien, “waktu itu beta bisa dapat lihat Lucifer.” Pemeriksa meminta pasien mendeskripsikan yang dilihatnya “dia itu hitam, dia punya muka hitam baru pakai jubah hitam tapi di bagian mata kayak merah-merah begitu pokoknya menakutkan.” Pasien hanya menebak yang dilihatnya karena menurut ia rupanya mirip seperti di gambar yang pernah dilihat sebelumnya. Pasien tidak tahu alasan mengapa Lucifer itu datang kepadanya dan melihatnya tetapi tidak berbicara apa-apa pada dirinya. Pasien melihat halusinasi itu ketika datang ke rumah pemakaman saudara dari ayah kakeknya yang meninggal pada hari Jumat minggu lalu. Dari keterangan yang didapatkan, pasien mendengar suara-suara itu ketika ia sudah pulang dari rumah sakit mulai hari ke-3 di rumahnya. Ketika ditanya apa yang suara itu katakan, pasien menjawab “suara yang satu itu lembut, kayak bisikan yang buat tenang, dia suruh beta lebih baik nyayi atau suruh berdoa. Sedangkan kalau yang satu itu hanya kasih takut beta. Kasih takut kalau nanti bapak datang, bapak pukul beta atau nanti pasti ada kacau di rumah” Pasien percaya pada suara-suara yang didengarnya dan sering kali mengikuti perintah dari suara yang didengarnya “iya, karena biasanya betul. Kalau
2

Menurut pasien.” Perasaan pasien ialah senang ketika mendengar suara yang lembut sedangkan persaan takut akan datang padanya bila mendengar suara yang jahat. Suara itu datang terlebih bila ia sedang duduk sendirian ditambah dengan rasa takut yang sudah ada. sedangkan suara yang membuat ia takut diyakininya sebagai suara laki-laki karena jelas di telinganya. tetapi son tahu kenapa ju b gelisah sa jadinya son tenang. Ketika ditanyakan alasan mengapa pasien merasa takut. beta punya hati rasa damai sejahtera.” Pasien menceritakan ayahnya sebagai ayah yang baik sebelum selingkuh. ia sudah sering mendengar suara-suara itu semenjak sakit tahun lalu yaitu sakit kepala dan tubuh bagian belakang tetapi sering diabaikannya. karena kasih tenang dan kadang beta bukan hanya dengar di telinga tapi tiba-tiba dari be pung hati itu kata kayak muncul” Suara yang menenangkannya itu. papa pulang betul buat kacau di rumah. Kadang marah-marah kalau dia mabuk sa. 3 . Sebelumnya mereka hanya mencurigai karena sikap ayah mereka yang berubah menjadi sering marah. tapi pasien meyakini bahwa itu suara Roh Kudus dan juga setan yang ingin mengambil bagian dari hidupnya yang sedang tak tenang “ suaranya Roh Kudus. Kalau suara yang lembut b percaya ju karena setelah beta ikut itu suara. Padahal waktu be pulang dari rumah sakit. son bisa tidur.habis bilang begitu. semakin sering suarasuara itu datang dan membuatnya takut. pasien menjawab “karena takut bapak. Pasien dan keluarga mulai mengetahui perbuatan ayahnya ini sejak adanya perubahan sikap dari ayah mereka sekitar tahun 2006. bapak kek son terlalu marah le karena lihat be pung kondisi. ia tidak tahu pasti apakah perempuan atau laki-laki karena terkadang suara itu terdengar di telinga dan kadang di hatinya. jalan mondar-mandir di dalam rumah. Suara yang dulu didengarnya juga mirip dengan saat ini tetapi dulu dikatakan pasien bahwa jarang sedangkan setelah pasien keluar rumah sakit tanggal 6 juni 2012 tepatnya hari ke-3 di rumah. tapi waktu ditanyakan pastinya pasien maupun ibunya sama-sama tak yakin pada waktu kejadian karena menurut mereka sudah lama tapi perubahan itu makin jelas ketika pasien duduk di bangku SD kelas 6 dan melihat ayahnya memukul kakak pertama sehingga kakak pasien keluar dari rumah dan tinggal bersama adik ibunya selama ±3 tahun. kalau tidur malam kaget bangun. Menurut pasien kedua suara itu tidak dikenalnya siapa.

ayahnya tidak terlalu marah tapi tetap berkata kasar. keluarga dari ayahnya bahkan pernah menegur ayah mereka tetapi tidak pernah didengarkan. Bahkan tak jarang mereka meminta pendeta untuk membantu mendoakan pasien bila dalam keadaan sakit. Ketika ditanyakan alasan mengapa ayahnya memukul. Dari keterangan yang didapatkan. Bapak jadi sering marah mama.” Pasien mendapat pengobatan di Puskesmas untuk obat menahan sakitnya. baru angkat besi beton ko lapis beta. suruh be naik di atas meja makan terus bapa tarik semua tu tiang gorden. Apabila mendapat pukulan dan menjadi sakit maka yang mengurusnya adalah ibu dan anggota keluarga dalam rumah. sang ayah tidak memberikannya lagi bahkan memarahi mereka terlebih bila dalam keadaan mabuk bahkan menjadi lebih sering memukul mereka dan ibunya.” Ayah pasien pernah memukul ibunya di depan mereka ketika mabuk. Dikatakan bila dalam keadaan tidak mabuk. Pasien pernah dipukul oleh ayahnya ketika masih di bangku Sekolah Dasar ketika duduk di kelas V. pokoknya ada perubahan yang kita lihat. kalau mama waktu itu be suruh sembunyi. tak jarang dengan menggunakan alat atau dengan menggunakan tangan. Waktu itu yang lihat ada be pung adik laki-laki tapi dong hanya bisa diam ko menangis. dan beberapa kali dikunjungi oleh keluarga ayah dan ibunya. Mau bela beta sama sa berarti dong ju kena. sehingga terkadang bila ayahnya pulang dalam keadaan mabuk maka pasien dan saudaranya segera menyembunyikan ibu mereka atau terkadang anakanak yang bersembunyi karena takut ayahnya memukul mereka. Terakhir kali pasien dipukul dengan menggunakan 4 . bahkan kemarahan ayahnya makin menjadijadi terlebih bila pulang dalam keadaan mabuk. Pasien juga pernah mendapat pengobatan di RS Angkatan Laut karena sakit kepala dan tulang belakangnya pada bulan Maret 2012. Ayah pasien bahkan pernah bertengkar dengan ibu mereka di depan pasien dan saudaranya sambil membakar pakaian ibu mereka di rumah dan kejadiannya terjadi ±2 bulan yang lalu “Bapak jadi berubah sejak selingkuh. pukul ketong. dengan menggunakan besi beton. Waktu itu bapa pas mabuk. sedikit-sedikit cepat marah apalagi kalau bapak su mabuk.sering keluar rumah bahkan ketika dimintai biaya untuk keperluan sekolah atau sesuatu yang diinginkan mereka. pasien menjawab “Alasannya menurut beta ju son jelas. Sifat kaget su berubah. tetapi pasien dan keluarga juga meminta bantuan ahli pijat untuk membantu pemulihannya.

pasien pun menjawab “sedih. be son suka orang bongkar be pung barang. sedih tapi juga takut dengan bapak.” Ketika ditanyakan apakah pernah terpikir untuk bunuh diri dengan masalah yang dihadapi pasien. marah.” Ketika berkata demikian. dia dan ibunya tidak pernah melaporkan kekerasan yang dilakukan ayah mereka secara tertulis ke pihak yang berwajib dengan alasan “b masih sayang bapak.” Ketika pemeriksa bertanya bagaimana perasaan pasien sekarang. Lagipula percuma. Tahu sa. Waktu itu be di sekolah coba iris be pung pergelengan kiri. son tahan dengan bapak pung sikap. Polisi sekitar situ kan kawan-kawannya bapak juga. Waktu itu be pung om yang lihat jadi om suruh orang cepat-cepat cari air kelapa ko suruh minum.ikat pinggang ketika bulan Maret 2012 setelah pasien bertengkar dengan perempuan yang dikatakan pasien sebagai selingkuhan ayahnya di sebuah pertokoan. b jengkel dengan bapak. ketika ia mencoba bunuh diri pertama kali disebabkan stres dengan ayahnya yang suka marah-marah bahkan dengan alasan yang tidak jelas. pasien menjawab “b jengkel. Pemeriksa kembali bertanya perasaan pasien lebih cenderung kemana. Terus yang kedua karena be jengkel dengan teman laki-laki dia babongkar be pung barang di sekolah. Be son mau benci dengan bapak. tapi be mau bapak ju berubah. jengkel. Kayaknya dong ju takut bapak. Pasien dipukul ketika sudah sampai di rumah.maka menurut pasien ia bukan hanya sekedar berpikir namun pernah mencoba untuk bunuh diri 2 kali ketika dirinya duduk di bangku kelas III Sekolah Menengah Pertama “Waktu itu yang pertama b buat dengan minum baygon karena jengkel. Menurut cerita pasien. marah sedih atau takut. pasien berkata sambil menangis dan mengambil tissue yang diberikan pemeriksa. sehingga terpaksa pasien menyuruh ibunya keluar dari jendela dan lari ke rumah saudara yang dekat dengan rumah mereka. Bulan April pasien kembali mendapat tamparan dari ayahnya ketika itu pasien mencoba membela adik laki-lakinya yang dimarahi dan dipukul sang ayah. Diakui pasien bahwa pemikiran utuk bunuh 5 . Tapi be masih sayang bapak dan mencoba kasih maaf di bapak.” Dari cerita pasien. Hal ini juga tidak diketahui sang ibu karena pada saat itu ayah pasien pulang dalam keadaan mabuk dan sambil marah-marah mencari ibu mereka. . Tu hari ketong pernah lapor yang waktu bapak bakar mama pung baju tapi apa sampai di rumah dong pulang kembali son buat apa-apa di bapak.

pasien menjawab bahwa ia memang tidak begitui menggemari tetapi ia mengerti 6 . Saat ini pasien merasa otaknya sulit berpikir. pasien hanya mampu menyebutkan 2 yaitu bunga dan meja sedangkan jam tidak mampu disebutkan tanpa diingatkan pemeriksa. menjadi gelisah sehingga sering mondar-mandir di rumah. Ia juga mengaku bahwa ia menjadi tidak bersemangat lagi di sekolah. ia mau saja ikut bahkan menjadi senang dan bisa melupakan masalahnya di rumah. meja dan jam) ketika pemeriksa kembali mengajak pasien bercerita sekitar 2 menit dan meminta pasien mengingat dan menyebutkan kembali 3 benda yang telah diberitahukan sebelumnya. sekitar Maret 2012 menurut pasien. Pasien juga ditanyai tentang perhitungan yaitu 100-7 dan pasien membutuhkan waktu >2menit untuk menjawabnya dan jawabannya pun salah yaitu 90. W. Ketika pemeriksa menanyakan sudah berapa lama pasien merasakan hal tersebut. sulit tidur karena sering terbangun pada malam hari. DR. pasien menjawab sudah lumayan lama sejak sebelum masuk rumah sakit pertama kali di RSUD Prof. ia merasa dirinya sulit konsentrasi dan bila berada di kerumunan banyak orang yang sedang beraktivitas terutama di sekolah. cepat lelah padahal di rumah tidak berbuat apa-apa. bahkan beberapa hari sebelum masuk rumah sakit lagi. pasien butuh waktu >1menit untuk menjawab dengan hasil yang juga salah yaitu 700 dan bukan 800. pasien merasa pusing. Ketika ditanyai apakah pasien dulunya menyukai pelajaran berhitung. Ketika ditanyai lagi 1000-200. Ketika diminta mengingat 3 benda (bunga. Tetapi semenjak ia mulai sering sakit kepala ditambah lagi pertengkaran dengan ayahnya beberapa hari di pemakaman kakeknya sebelum masuk RS. Untuk mengingat dan mengatakan 2 benda itu pasien membutuhkan waktu >1 menit. Diakui pasien bahwa prestasinya biasa saja tetapi akhir-akhir setelah pasien mulai masuk rumah sakit.diri tidak terus-terusan ia pikirkan. hanya pada saat kejadian ia melakukannya tetapi tidak sampai terbawa terus setiap harinya. membuat pasien menjadi lebih tidak bersemangat dan sangat merasa lelah walaupun ia sedang dalam kondisi istirahat di rumah yang mendapat izin dari pihak sekolah. Johannes Kupang sekitar ± 3 bulan. nafsu makannya semakin menurun. Z . Biasanya bila teman-teman sekelompoknya mengajak ia berjalan-jalan.

awalnya tahun 2006 sama seperti yang dikatakan oleh pasien. Riwayat Penyakit Sebelumnya Pasien tidak pernah mengalami gejala seperti ini sebelumnya. Pasien pernah dirawat di ruangan Anggrek karena sakit belakang. Tapi lama-lama bapaknya juga mulai kasar sama anak-anak. Lalu pemeriksa kembali menanyakan hasil perkalian 6x7.apalagi ia sekarang duduk di bangku SMA dan menggemari pelajaran akuntansi. “Mereka pung bapa biasanya tidak kasar di mereka. Pasien juga pernah dirawat di Rumah 7 . c. hanya ibu membenarkan bila anaknya memiliki banyak teman. ia menyayangi semua anaknya dan tidak pernah ada yang dibedakan. Menurut ibu. pasien dibawa ke RSUD Prof.” Ibu pasien juga mengatakan kalau anaknya sering melindungi ibu dari kemarahan ayahnya terlebih bila sudah pulang dalam keadaan mabuk.  Heteroanamnesis Anamnesis dilakukan pada ibu kandung pasien. Johannes karena surat kontrol berobat setelah tanggal 6 Juni 2012 keluar dari rumah sakit yaitu bangsal empati. pasien sulit tidur dan berjalan mondar-mandir di dalam rumah. pada akhirnya 1 hari sebelum masuk RS. Menurut ibunya. W. dan dulu pernah berkelahi serta kadang keras kepala seperti yang telah diakui pasien. ia memberitahukan kepada ibunya keinginan untuk dirawat kembali dan bahwa akhir-akhir ia melihat bayangan. Menurut ibu. Di rumah pun pasien mulai berhalusinasi melihat yang aneh-aneh dan berkata pada ibunya bahwa dirinya tak nyaman. Dr. ia sudah bingung tetapi mencoba menjawab hasilnya yaitu 40. gelisah dan takut di rumah. saya saja yang biasa bapaknya marah. pasien selama ini tidak pernah cerita apa masalah yang kadang dihadapi pasien. pasien memang tidak pernah bercerita pada ibunya. Menurut ibu. sang ayah sering memukul dan mulai marahmarah sejak mempunyai perempuan lain. Z. Pasien hanya pernah mengalami sakit belakang yang diduga karena pukulan ayahnya dulu dan sering sakit kepala sejak bulan Maret tahun ini. sakit saat mengangkat kaki dan sulit jalan kemudian dirawat di Bangsal Empati. Selama di rumah. pasien cenderung menutupi dan mau melindungi ibu dari ayahnya ketika dalam keadaan marah. Menurut ibu. pasien menjawab.

Sakit Angkatan Laut pada bulan Maret 2012 selama 3 hari karena sakit kepala dan tulang belakang. bila sudah menginginkan sesuatu harus dipenuhi tetapi bila tidak adapun masih dapat mengontrol dirinya. sehingga pasien cenderung menghindar bila sudah ada percakapan yang menjurus ke arah tersebut. hanya saja sang ayah dari dulu sudah merokok. 2. e. dibantu oleh bidan dengan berat badan lahir 3000 gram. Selama ibu hamil pasien YN. ibu mengaku tidak pernah mendapat tekanan dari siapapun terutama suaminya. pasien pernah masuk rumah sakit dengan paru-paru basah yaitu 8 . Masa Kanak Dini (Usia 0-3 tahun) Pasien diberi ASI dari 0-5 bulan lebih. lahir sehat dan langsung menangis. Ibu pasien selama hamil melakukan pemeriksaan kehamilan di Puskesmas Bolok. sebelum sakit ia dikenal sebagai pribadi yang banyak bicara. Riwayat Sifat Kepribadian Sebelumnya Menurut pasien. Selama masa hamil maupun sampai pasien dilahirkan. ibu mengaku itu karena pasien sering menangis sehingga ibu mencoba memberikannya makanan tambahan ketika berumur 5 bulan lebih. d. Ibu pasien mengaku bahwa ketika lahir pasien tidak mengalami kelainan atau penyakit apapun segera setelah lahir. Bahkan ketika itu keluarga mereka memiliki 5 orang pekerja di rumah yang membantu pekerjaan sang ibu untuk berjualan dan terkadang menjaga anaknya. Pasien lahir di rumah. Ketika berumur 3 tahun. Selama hamil. Riwayat Kehidupan Pribadi 1. Ibu hanya mengonsumsi vitamin selama hamil dan tidak merokok maupun minum alkohol. dari kecil pasien memiliki sifat yang cengeng dan sudah besar pun kadang masih seperti itu. pasien di imunisasi lengkap. Dari keterangan pasien. ia menjadi anak yang sedikit minder apabila diantara teman-teman lainnya sedang menceritakan kehidupan keluarga mereka yang bahagia terlebih memiliki ayah yang baik. Menurut ibu. hanya ke dokter di rumah sakit Angkatan Laut. Sang kakak lahir pada tahun 1990 dan pasien lahir pada tahun 1994. Menurut ibunya. tetapi tidak mau diatur. Riwayat Prenatal dan Perinatal Pasien merupakan anak yang sudah direncanakan. ibu rajin melakukan imunisasi yaitu ± 3 kali. Ketika itu kakak pasien sudah besar sehingga itu jarak mereka berdua adalah 3 tahun. ibu pernah muntahmuntah berlebihan tapi tidak sampai dirawat di rumah sakit.

Namun menurut pasien. Masa Dewasa Pasien saat ini menjalani aktivitas sebagai seorang pelajar yang duduk di kelas II SMA Negeri I Kupang Barat. Sering berkumpul dengan teman-teman. 3. Johannes Kupang.dengan gejala batuk. 5. pernah dipukul ayahnya dengan menggunakan besi beton pada bagian tubuh belakang pasien. Pasien ketika duduk di bangku kelas III SMP pernah melakukan tindakan bunuh diri sebanyak 2 kali. ia mulai melihat orang tuanya bertengkar di depan mereka pada usia 8 tahun. suka berteman dengan siapa saja. merokok dan minum alkohol. Selama masa dewasanya. pasien pernah dipukul oleh ayahnya pada badannya bagian belakang dengan menggunakan tangan. panas dan sesak. Z. Masa Kanak Pertengahan (Usia 3-11 tahun) Pasien bertumbuh dan berkembang dengan baik sesuai anak seusianya. Pasien tidak pernah mengalami penyakit yang cukup serius sehingga harus dirawat di rumah sakit. Pasien mulai mencari pergaulan yang lebih lagi ketika sudah mulai bermasalah dengan ayahnya yaitu dengan jalan-jalan menggunakan bemo milik temannya. 4. yang pertama karena merasa tertekan dengan sikap ayahnya dan yang kedua karena marah pada teman lakilakinya di sekolah. Pada bulan April 2012 pasien pernah dipukul dengan menggunakan ikat pinggang karena sebelumnya pasien bertemu dengan selingkuhan ayahnya dan berkelahi di sebuah pertokoan. Masa Remaja Menurut pasien ketika ia SMP hingga saat ini. ia memiliki pergaulan yang luas. tapi badan anak dari dulu kecil dan tidak terlalu tinggi. di ruang anak RSUD Prof. mencoba menjadi “konjak”. 9 . pasien mengaku juga masih sering ditampar atau dimaki-maki oleh ayahnya apabila ayahnya pulang ke rumah dengan alasan-alasan yang menurut pasien tidak masuk akal terutama bila ayahnya sedang mabuk. W. Pasien waktu itu sudah memiliki teman di sekitar rumah. Pasien pada usia 11 tahun. Pada usia 12 tahun ketika pasien duduk di kelas VI SD pasien melihat kakak perempuannya dipukul ayahnya sehingga lari dari rumah dan tinggal dengan adik dari ayahnya. Pasien memiliki seorang teman akrab yang sudah dianggap seperti saudara. Dr. waktu itu pasien mengingat usia adik laki-lakinya yang ketiga berusia 3 tahun. sering pasien menceritakan masalahnya kepada temannya ini.

Selama sekolah. aktif di OSIS. ia termasuk anak yang aktif mengikuti ibadah di sekolahnya. namun ia selalu berusaha untuk mempelajari pelajaran di sekolah. Riwayat Pekerjaan Pasien belum pernah bekerja untuk mencari nafkah baik bagi diri sendiri maupun untuk keluarga hanya pernah membantu ibunya jualan kopi di kapal itupun dilakukan bila sedang libur. W. Riwayat Pelanggaran Hukum Pasien pernah bermasalah ketika kelas III SMP berkelahi dengan anak dari sekolah lain dan sempat dibawa ke Pos Polisi serta mendapatkan peringatan. melayani persekutuan dan sering bertugas sebagai MC di persekutuan tersebut bahkan menurut ibu anaknya adalah seorang yang taat beragama. Riwayat Pendidikan Pasien duduk di bangku Taman Kanak-Kanak ketika berusia 5 tahun di TK Elim Bolok. k. setelah itu pasien naik ke Sekolah Dasar usia 6 tahun di SD INPRES Nitneo. sehingga itu pasien tamat SD usia 12 tahun. pasien bersekolah di SMP swasta Mentari dan ketiga kelas III. g. Saat ini pasien bersekolah di SMA Negeri I Kupang Barat dan sementara mengikuti ujian kenaikan kelas di RSUD Prof. Ketika SMP. walaupun tidak mendapatkan peringkat di kelasnya. pasien tidak lulus UAN sehingga harus mengikuti ujian ulang yang pada akhirnya lulus. pasien sempat 1 kali tidak naik kelas ketika naik dari kelas IV ke kelas V. Riwayat Agama Menurut ibu maupun pasien sendiri. Aktivitas Sosial Pasien termasuk anak yang aktif dalam kegiatan kerohanian. h. pasien berkata bahwa dirinya rajin. i. Riwayat Psikoseksual Pasien pertama kali mengalami menstruasi ketika berusia 14 tahun dan mulai tertarik dengan lawan jenis ketika berusia 16 tahun dan duduk di bangku SMP kelas III. kegiatan PRAMUKA serta pernah mengikuti cabang ilmu bela diri KARATE sampai kelas 1 SMA lalu tidak lagi aktif setelah bulan Maret 2012. Z Johannes karena sakit sehingga gurunya datang dan ujian di selenggarakan di rumah sakit. 10 . j.f. tetapi pasien menjalani aktivitas sehari-harinya sebagai seorang pelajar yang saat ini duduk di kelas II SMA Negeri I Kupang Barat. Dr.

pasien menempati kamar I yang berada di samping ruang tamu. merupakan tempat tidur pasien dan kedua saudara laki-lakinya. ibu dan ketiga saudaranya. l. Situasi Kehidupan Sekarang Rumah bapa kecil pasien Kamar Mandi Halaman samping rumah B Kamar II (dijadikan dapur) Tempat TV meja makan Kamar III Rumah kakek pasien Rumah paman pasien Kamar I S U Ruang tamu T Rumah pasien menghadap kearah timur dan halaman depan rumah ditumbuhi oleh 2 pohon yang berukuran agak besar dan sedikit rimbun. Di kamar I ini terdapat 2 tempat tidur yang satunya ditempati oleh sang kakak sendirian dan yang satunya yang berukuran agak besar dari tempat tidur sang kakak.bimbingan dan surat pernyataan bahwa tidak akan melakukan hal yang sama lagi. sehingga menurut pasien kadang dimanfaatkan oleh keluarganya untuk duduk pada musim panas. Di rumah. apalagi rumah pasien dekat dengan laut sehingga angin laut pada siang hari sangat membuat nyaman apabila sambil duduk dibawah pohon tersebut. Sekarang pasien tinggal di Bolok dengan ayah. maka akan menempati tempat tidur kakak perempuan pasien. Kamar I ini tidak hanya ditempati oleh pasien namun juga ketiga saudaranya dan lebih sering lagi ibunya tidur bersama mereka. Apabila ibu mereka ikut tidur di tempat itu. Pasien tinggal di area dekat pelabuhan Feri Tenau. Bagian utara dari rumah berhadapan dengan pelabuhan Feri. Pasien tinggal di rumah yang luasnya 7x9 m dan luas tanahnya 67x49 m2. Kamar I ini 11 .

Rumahnya berlantaikan semen kasar kecuali pada ruang tamu dan TV sudah berlantaikan keramik. di rumah pasien sering bertengkar dengan kakaknya. Masih dalam tanah milik keluarga pasien. Ukuran kamar ini adalah 4x3. penyimpanan alat-alat masak lainnya dan terkadang ibu juga menggunakan kayu api dan memasak di luar rumah dekat kamar mandi.5 m sedangkan ruangan kamar yang lain adalah 4x3 m. tetapi masalah itu dapat diselesaikan dengan baik dan tidak pernah pertengkaran itu menjadi panjang. Pamannya ini merupakan adik laki-laki dari ayah kandung pasien yang sehari-harinya bekerja di kapal sebagai mandor dan sering 12 . dan lagi ayah pasien jarang pulang ke rumah sedangkan sang ibu biasanya berjualan kopi di pelabuhan pada malam hari. Kamar III merupakan kamar orang tua pasien. pasien menjawab biasanya hanya hal-hal kecil misalnya meminjam barang dan tidak ditaruh kembali ketempatnya. Menurut pengakuan ibunya. rumah itu belum sepenuhnya jadi karena ayah pasien sudah tidak mempedulikan pembangunannya dan biayanya pun hanya diambil dari pendapatan ibu yang sehari-harinya berjualan kopi di pelabuhan.diakui ibu memang sengaja dibuat lebih besar dari ruangan kamar yang lain karena dahulunya ingin dijadikan kamar untuk tamu bila ada tamu yang ingin menginap. Menurut ibu pasien. Disamping kanan dari rumah pasien terdapat rumah dari kakek pasien. keterangan ini didukung pula kebenarannya oleh ibu pasien. Ketika ditanyai alasannya.sekeliling rumahnya memang rata-rata ditempati oleh orang-orang kenalan mereka yaitu keluarga besar N (marga pasien). tetapi menurut ibu hampir tidak digunakan oleh ibu pasien karena tidak nyaman untuknya. Kamar mandi pasien juga terpisah dari rumah tersebut dengan jarak 1 meter. Menurut ibu. Pemeriksa dikenalkan dengan pamannya. menurut ibunya kakek ini adalah saudara dari mertuanya sedangkan disamping kiri pasien terdapat rumah dari paman pasien yang merupakan kakak sepupu dari ayah pasien dan berbatasan langsung dengan pintu masuk pelabuhan Feri. tepat dibelakang rumah terdapat rumah adik laki-laki dari ayah pasien ± 5 meter dan rumah inilah yang sering ditempati oleh pasien dan keluarganya apabila bersembunyi dari sang ayah atau ketika bila kondisi di rumah kurang menyenangkan. Pasien menempati rumah permanen setengah jadi yang belum diplester di bagian depan rumah dan kamar-kamarnya sedangkan bagian yang sudah diplester pada ruang tamu dan ruang TV. sehingga itu di tempat yang seharusnya dijadikan ruang tidur II dimanfaatkan oleh ibu sebagai dapur. Di rumah. pasien juga mengaku jarang ke tempat keluarganya yang lain walaupun untuk jalan-jalan dan lebih sering di rumah atau pergi ke rumah bapa kecilnya di belakang rumah pasien.

Menurut pengakuan pamannya ini. Pamannya mulai bercerita bahwa pertengkaran pasien dengan ayahnya memang sudah berlangsung lama dan ketika pasien duduk di kelas III SMP. Sejak saat itu pasien tinggal dan dibiayai oleh bapa kecilnya. 13 . ayah pasien berencana tidak menyekolahkan pasien ke tingkat pendidikan selanjutnya dengan alasan yang tidak jelas.YN dulunya sering jatuh dan tidak sadar di rumah apabila dalam keadaan yang tidak menyenangkan dengan ayahnya misalnya ketika sedang bertengkar dengan ayahnya. Paman pasien juga menceritakan bahwa pasien Nn. YN dicurigainya karena pengaruh kakek pasien. sehingga menimbulkan pertengkaran hebat antara pasien dan ayahnya. Tetapi ketika bapa kecilnya pergi keluar daerah. Ia percaya bahwa ayahnya itu sebenarnya ingin menegur ayah pasien dengan merasuki pasien. bahkan sudah tidak memberikan nafkah lagi bagi keluarganya terlebih sejak mengenal perempuan lain dan menurut pengakuannya perempuan tersebut adalah selingkuhan ayah pasien. ternyata bapa kecilnya mendapati pasien telah tinggal kembali di rumahnya dan ia membiarkan hal tersebut karena berpikir bahwa keadaan pasien sudah jauh lebih tenang dan dapat mengendalikan perasaannya di rumah. Paman pasien ini juga mengakui perbuatan kakaknya yang merupakan ayah kandung pasien ini yang sering berlaku kasar pada keluarganya. Menurut pamannya apa yang terjadi pada Nn. pasien adalah tipe yang cepat emosi apabila ayahnya mulai bertingkah seperti memarahi ibunya atau pulang ke rumah dalam keadaan mabuk dan memukul saudara-saudaranya. Ketika pemeriksa bertanya darimana pamannya yakin bahwa itu adalah selingkuhan ayah pasien. pamannya ini menjawab bahwa pernah ada temannya dan ia sendiri mendapati kakaknya itu sedang bermesraan dengan perempuan tersebut di pelabuhan dan pernah pula didapatkan di dalam rumah perempuan tersebut ketika hendak mencari kakaknya untuk alasan yang sudah tidak diingat oleh pamannya sehingga tidak dapat memberitahukan pemeriksa. dan apabila sudah seperti itu maka pasien segera dibawa ke rumah pamannya dan dibiarkan istirahat dirumah pamannya.bertugas keluar daerah.

takut dengan bapak. Mood dan Afek Mood Afek Keserasian C.” : adekuat (pasien menangis) : Sesuai 14 . Pembicaraan : sedih. B. kuku-kuku pasien agak panjang namun bersih. Deskripsi Umum  Penilaian umum: Pasien menggunakan baju berwarna abu-abu berlengan pendek dan celana panjang setinggi tumit berwarna coklat.   Perilaku dan Aktivitas Psikomotor: Perhatian dan tenang Sikap terhadap Pemeriksa : kooperatif. roman wajah sesuai usianya. jengkel “b jengkel. sopan dan bersahabat.m. kontak mata dengan pemeriksa ada. Riwayat Keluarga Keluarga Ibu Kandung Keluarga Ayah Kandung Pasien Keterangan: : Laki-laki : Perempuan : Perempuan yang mengalami gangguan jiwa : Meninggal III. Pasien terlihat rapi. PEMERIKSAAN STATUS MENTAL A. rambut lurus sebahu dan disisir rapi.

Konsentrasi dan Perhatian : berkurang (Pasien tampak menaruh perhatian terhadap pembicaraan yang dilakukan dengan pemeriksa tetapi cenderung melambat dalam merespon wawancara yang dilakukan) 15 . Waktu : Baik (pasien mengetahui hari. volume suara kecil terkadang terdengar seperti berbisik dan kecepatan normal serta intonasi yang naik turun yang pada beberapa saat menangis saat bercerita.Tidak spontan. Isi Pikir : Waham (-). Persepsi Saat dilakukan wawancara. Daya Ingat  Daya ingat jangka panjang : Baik (pasien mampu menceritakan masa sekolahnya. 2. tidak didapatkannya halusinasi. Orang : Baik (Pasien mampu mengenali keluarga yang datang mengunjunginya) 3. tanggal. Taraf kesadaran dan kesigapan : Compos Mentis (GCS E4V5M6) Orientasi: a. D. tetapi ada riwayat halusinasi auditorik dan halusinasi visual sebelumnya. Ilusi (-) E. bulan dan tahun saat dilakukan pemeriksaan) b. preokupasi : (-) G. Tempat : Baik (pasien mengetahui saat ini berada di rumah sakit dan tahu alamat rumahnya) c. mengingat usianya saat pertama kali sekolah. Kesadaran dan Kognisi 1. jumlah sedikit. walaupun kadang agak lambat mengingat)  Daya ingat jangka sedang : Baik (pasien mampu menceritakan kapan diantar ke rumah sakit dan kapan terakhir kali keluar dari rumah sakit sebelum kontrol kembali)  Daya ingat jangka pendek : Baik (pasien mampu mengingat bahwa ia sudah makan dan pada waktu itu belum minum obat) 4. Proses Pikir Bentuk Arus : Logis : Koheren F.

presiden Indonesia Pak SBY. Status Internistik : Status present Keadaan umun : Tekanan Darah : Nadi Suhu Aksila RR b. isi cukup 36. abdominothorakal : : : . Daya Nilai dan Tilikan Penilaian Realita Tilikan : : Tidak Terganggu 6 J.5. pupil isokor. minum. regular. Bakat Kreatif: Pasien menggemari hak-hal yang bersifat seni dan dikatakan suka membantu ibunya membuat kue (mampu menyebutkan bahan membuat kue dan bahan membuat gelang sendiri) 9. regular. jeruk dimakan. refleks cahaya langsung ±3mm/±3 mm Sekret hidung -/-. hiperemis -/Pembesaran kelenjar getah bening (-) Simetris 16 Baik 110/80 mmHg 80 x/menit. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK LEBIH LANJUT a. Intelegensi dan kemampuan informasi: Baik (mampu menyebutkan ibukota Provinsi NTT dan nama presiden RI) “ibukota NTT Kupang. pasien mampu menggambar jam 05. Taraf dapat dipercaya: Dapat dipercaya IV. Persamaannya sama-sama bentuk bulat”) 7. Pengendalian Impuls : Terkendali I. Kemampuan Visuo Spasial: Baik.20 Wita dan jajaran genjang bersusun namun gambarnya tidak lurus karena tremor. 6. ikterus -/-. Pikiran abstrak: Baik (pasien dapat menjelaskan perbedaan dan persamaan bola dan jeruk. mandi dan mengurus dirinya sendiri) H. Status General Kepala Mata THT Leher Thorax : : : : : Normocephali Anemis -/-. “Kalau bedanya bola ditendang.” 8.60C 20 x/menit. deviasi septum -/-. Kemampuan menolong diri sendiri: Relatif baik (mampu makan.

ronkhi -/-. murmur (-). distensi (-) Tidak teraba Tidak teraba Tidak terdapat edema Ada jerawat. Laboratorium KPR 2 2 APR 2 2 : Tidak ada pemeriksaan laboratorium e. bahkan beberapa hari sebelum masuk rumah sakit lagi. pasien merasa pusing. pasien sering bergaul diluar dan mencoba untuk merokok atau minum alkohol karena kadang stres dengan masalah di rumah yang dihadapi oleh keluarga. gelisah dan keadaan di rumah belum baik. wheezing -/Bising usus (+) normal. Johannes tanggal 11 Juni 2012 dengan keluhan tidak tenang di rumah. Dari anamnesis didapatkan bahwa pasien memiliki riwayat mendengar suara-suara yang meyuruhnya bernyanyi ataupun berdoa dan terkadang ada suara yang menakutkannya.Cor Pulmo Abdomen Hepar Lien Ekstremitas Kulit : : : : : : : S1 S2 tunggal. Pasien pernah memiliki riwayat percobaan bunuh diri 2 kali karena stres dengan ayah dan temannya. Status Neurologik: Kesadaran Rangsangan selaput otak Refleks fisiologis : Compos Mentis (GCS E4V5M6) : Kaku kuduk (-) : BPR 2 2 TPR 2 2 d. w. RESUME  Anamnesis Pasien Nn YN diantar ke poliklinik jiwa RSUD Prof. regular. nafsu makannya 17 . Z. gallop (-) Vesikuler +/+. Pasien juga mengeluhkan dirinya sulit konsentrasi dan bila berada di kerumunan banyak orang yang sedang beraktivitas terutama di sekolah. Dr. Diketahui pula bahwa seiring berjalannya usia. Suara itu terdengar di telinga dan kadang dari hati pasien. Tinea Versicolor c. Saat ini pasien merasa otaknya sulit berpikir. Pasien juga memiliki riwayat melihat bayangan atau setan. Telah diketahui sebelumnya bahwa pasien adalah korban dalam kekerasan dalam rumah tangga yang telah dilakukan oleh ayah kandungnya.

volume suara kecil terkadang terdengar seperti berbisik dan kecepatan normal serta intonasi yang naik turun yang pada beberapa saat menangis saat bercerita. Dari heteroanamnesis didapatkan pasien adalah anak yang senang bergaul.cepat lelah padahal di rumah tidak berbuat apa-apa.  Status Mental Perilaku dan aktivitas Psikomotor : perhatian dan tenang Pembicaraan : Tidak spontan. sekitar 3 bulan yang lalu.menurun. jumlah sedikit. menjadi gelisah sehingga sering mondar-mandir di rumah yang sebenarnya sudah dialami pasien sejak bulan Maret 2012. jengkel : adekuat (pasien menangis) : Sesuai Persepsi: Riwayat halusinasi visual dan auditorik Konsentrasi dan Perhatian : berkurang (Pasien tampak menaruh perhatian terhadap pembicaraan yang dilakukan dengan pemeriksa tetapi cenderung melambat dalam merespon wawancara yang dilakukan) f.2 Depresif Berat Dengan Gejala Psikotik Pasien tidak memiliki keluhan fisik.00-F09 (Gangguan Mental Organik) dapat disingkirkan. FORMULASI DIAGNOSTIK AXIS I : F.32. Pasien dapat didiagnosis sebagai episode depresif berat dengan gejala psikotik karena beberapa keadaan pasien memenuhi kriteria pedoman diagnostik dalam PPDGJ III antara lain: 18 . maka diagnosis F. Mood Afek Keserasian : sedih. meskipun dalam masalah keluarga pasien hampir tidak pernah menceritakan perasaannya pada ibunya karena mau melindungi ibunya dari sang ayah. sulit tidur karena sering terbangun pada malam hari. Dari hasil anamnesis pasien memang sering sakit kepala dan tubuh bagian belakang tetapi dengan adanya riwayat trauma karena dipukul ayahnya dan tidak ditemukannya kelainan fisik yang berkaitan dengan keluhan fisik pasien.

DR. pasien mengalami GAF Scale 50-41 gejala berat dan disabilitas berat. Gejala lainnya: konsentrasi dan perhatian berkurang. Z. gagasan atau perbuatan bunuh diri. juga tidak didapatkan adanya gangguan kepribadian. W. Ciri kepribadian pasien sebelum sakit adalah campuran antara emosional tak stabil dan dissosiasi. Johannes Kupang. Pasien sudah sering melihat perlakuan ayahnya terhadap keluarga dan kerap kali mengalami kekerasan fisik. episode depresif berlangsung sekurangnya 2 minggu akan tetapi jika gejala amat berat maka dapat dibenarkan bila menegakkan diagnosis dalam kurun waktu kurang dari 2 minggu dan yang terakhir adanya halusinasi auditorik dan visual yang dialami pasien. AXIS IV : Masalah dengan primary support group (keluarga) Mengalami KDRT oleh ayah kandung. Pasien memang mengalami pola asuh yang buruk dari ayahnya dengan terkadang dipaksa mengikuti kehendak ayahnya sehingga kadang muncul sikap membangkang dari pasien dan yang terkadang diikuti dengan tindakan yang tidak dipikir lagi secara rasional misalnya tindakan bunuh diri. Masalah dengan hukum yang pernah dialami pasien disebabkan oleh adanya gangguan tingkah laku berkelompok yang sering dialami remaja. 19 . ditambah sekurang-kurangnya 4 dari gejala lainnya dan beberapa diantaranya harus berintensitas berat. berkurangnya energi.Gejala utama: afek depresif. AXIS III : Penyakit kulit yaitu jerawat dan jamur (Tinea Versicolor) yang setelah dikonsulkan maka didiagnosis oleh dokter spesialis kulit RSUD Prof. AXIS V : Untuk keadaan 1 tahun sampai saat ini. Gejala berat karena terdapat gejala agitasi (gelisah) dan disertai adanya riwayat halusinasi auditorik maupun visual dengan disabilitas dalam konsentrasi berpikir dan belajar sehingga kemampuan pasien dalam belajar pun menurun hingga sulit berkonsentrasi dan juga adanya kegiatan sosial yang sudah tidak mungkin diikuti lagi oleh pasien misalnya kegiatan PRAMUKA dan latihan KARATE yang disebabkan pasien sendiri merasa takut bila terjadi sesuatu padanya ketika sedang mengikuti kegiatan. pekerjaan atau aktivitas lainnya. AXIS II : Pada anamnesis dan pemeriksaan. Adanya disabilitas dalam kegiatan sosial. tidur terganggu dan nafsu makan berkurang. Semua 3 gejala utama depresi harus ada. kehilangan minat dan kegembiraan.

Ini ditandai dengan pasien masih bisa melakukan aktivitasnya di sekolah walaupun terkadang merasakan sakit karena pukulan ayahnya.Untuk keadaan sebelumnya GAF Scale 60-51 pasien mengalami gejala sedang dengan disabilitas sedang.2 Depresif Berat Dengan Gejala Psikotik Ciri kepribadian campuran antara emosional tak stabil dan merupakan diagnosis berdasarkan konsul dokter spesialis kulit di poli kulit RSUD Prof. Mengedukasi pasien untuk membawanya memeriksakan diri ke RS secara teratur. PROGNOSIS Kumpulan prognosis mengarah ke buruk (dubia ad malam) a. Diagnosis depresif berat dengan gejala psikotik: 20 Kriteria prognosis buruk . RENCANA TERAPI Psikofarmaka: Halloperidol 2x1.Johannes AXIS IV AXIS V : : Masalah dengan ayah kandung (KDRT) Keadaan sebelumnya GAF Scale 60-51 1 tahun terakhir GAF Scale 50-41 h. Mengedukasi pasien tentang pengaruh obat yang diminum dan dapat mengawasi pasien ketika minum obat. W. sekolahnya dan kegiatan ekstrakurikuler yang pernah diikuti pasien agar ia dapat kembali terbiasa dengan lingkungannya. Mengedukasi keluarga untuk membiasakan pasien secara perlahan dengan kehidupan sosialnya seperti teman dekatnya. i. maka saudara terdekat pasien misalnya paman pasien terlebih adalah suasana kondusif di rumahnya). DR. EVALUASI MULTIAKSIAL AXIS I AXIS II dissosiasi AXIS III : Penyakit kulit yaitu jerawat dan jamur (Tinea Versicolor) : : F.5 mg Trihexyphenidil 2x1 mg Clobazam 2x5 mg Psikoedukasi Mengedukasi keluarga untuk memberikan suasana kondusif bagi pasien (dalam hal ini dapat melibatkan ayah pasien dan bila tidak memungkinkan.32. Z . g.

rasanya gatal. Kesesuaian: tidak sesuai h. pasien merasa nanti ayahnya datang. panjangnya sebahu b. Persepsi: Halusinasi (-) i. Onset umur saat usia muda c. Proses pikir: Bentuk : logis 21 . Faktor genetik tidak ada d. rambut tampak kusut dan dilepas. Perhatian keluarga baik e. Afek: Terbatas g. Pernah mencoba minum alkohol dan merokok : k. Aktivitas psikomotor: tenang. Penyakit organik tidak ada l. O: Deskripsi Umum: a. Lingkungan sosial ekonomi menengah g. Faktor masalah hukum sebelumnya i. Pembicaraan : Spontan. Mood: Senang “karena disini ada damai sejahtera” f. hipoaktif c. kulit sawo matang. pukul 06. Ciri kepribadian campuran emosional tak stabil dan dissosiasi : : : FOLLOW UP 13/6-2012. Sikap terhadap pemeriksa: kooperatif. ada biji-biji di badan dan seluruh badan dan wajah. volume sedang dengan kecepatan relatif normal. jumlah kata agak banyak. mimpi buruk (-).b. Semalam ada rasa takut karena ayahnya menelpon dan bertanya ada di ruangan mana. tapi rasa takutnya hanya pada saat ayahnya menelpon. sopan dan bersahabat d.45 WITA S: Pasien mengatakan kadang ada rasa takut dan kalau merasa takut. Riwayat pola asuh yang keras : : : : : : : : Kriteria prognosis buruk Kriteria prognosis baik Kriteria prognosis baik Kriteria prognosis buruk Kriteria prognosis baik Kriteria prognosis baik Kriteria prognosis buruk Kriteria prognosis buruk Kriteria prognosis buruk Kriteria prognosis baik Kriteria prognosis baik Kriteria prognosis buruk j. Penampilan : wanita usia muda. Kepatuhan minum obat m. intonasi (+) Mood dan Afek: e. Faktor masalah keluarga f. Faktor masalah pendidikan tidak ada h. penampilan sesuai usia.

rambut tampak kusut dan dilepas.55 WITA S: Menurut pasien. sopan dan bersahabat d. Kesadaran dan kognitif 1. Mood: Senang “karena ada teman yang mau datang kunjung sebentar” f. kulit sawo matang. jumlah kata agak banyak. pukul 06. volume sedang dengan kecepatan relatif normal. 5. Isi pikir: Waham (-). Afek: Terbatas g. Sikap terhadap pemeriksa: kooperatif. Konsentrasi dan perhatian : Konsentrasi masih kurang terkadang pasien meminta mengulang pertanyaan. Orientasi wkatu/tempat/orang: Baik 3.Arus : koheren j. preokupasi (-) k. penampilan sesuai usia.5 mg Trihexyphenidil 2x1 mg Psiko edukasi Konsul kulit 14/6-2012. Kesadaran dan kesigapan : Compos mentis 2. tilikan : 6 n. semalam lehernya dan mulutnya tiba-tiba kaku disertai dengan nafas yang sedikit sesak. Taraf dapat dipercaya : Dapat dipercaya A: Depresi berat dengan psikotik P: Clobazam 2x5 mg Haloperidol 2x1. Aktivitas psikomotor: tenang. Pengendalian impuls : Terkendali m. hipoaktif c. Pembicaraan : Spontan. Penampilan : wanita usia muda. Kesesuaian: tidak sesuai 22 . intonasi (+) Mood dan Afek: e. Badan tidak enak dan lebih sering mengantuk O: Deskripsi Umum: a. panjangnya sebahu b. Kejadiannya berlangsung awalnya ketika pasien mengerjakan soal ujian dan pasien izin ke kamar mandi. Kemampuan menolong diri: Baik l. Badan pasien tiba-tiba gemetar setelah menerima telepon dari tantanya. Penilaian realita : Tidak terganggu. Daya ingat jangka pendek dan sedang: Baik (pasien mampu mengingat kejadian malam sebelumnya dan mengingat bahwa ia sudah makan dan minum obat) 4.

Persepsi: Halusinasi (-) i. Kemampuan menolong diri: Baik l. Taraf dapat dipercaya : Dapat dipercaya A: Depresi berat dengan psikotik P: Clobazam 2x5 mg Haloperidol 2x1. Kesadaran dan kognitif 1.50 WITA S: Leher masih terasa kaku waktu mau makan malam. rambut tampak kusut dan dilepas. Pembicaraan : Spontan. Pengendalian impuls : Terkendali m. Proses pikir: Bentuk : logis Arus j.5 mg Trihexyphenidil 2x1 mg Psiko edukasi 15/6-2012. jumlah kata banyak. Isi pikir: : koheren Waham (-). Isi pikir: Waham (-). sopan dan bersahabat d. tilikan : 6 n. Penampilan : wanita usia muda. Afek: Terbatas g. Penilaian realita : Tidak terganggu.h. panjangnya sebahu b. Daya ingat jangka pendek dan sedang: Baik (pasien mampu mengingat kejadian malam sebelumnya dan mengingat bahwa ia sudah makan dan minum obat) 4. kulit sawo matang. Mood: Senang “karena bisa ketemu dokter” f. preokupasi (-) 23 . pukul 06. Kesadaran dan kesigapan : Compos mentis 2. Persepsi: Halusinasi (-) i. penampilan sesuai usia. menjawab pertanyaan terkesan lambat Mood dan Afek: e. intonasi (+). Konsentrasi dan perhatian : Konsentrasi masih kurang terkadang pasien meminta mengulang pertanyaan. Orientasi wkatu/tempat/orang: Baik 3. Sikap terhadap pemeriksa: kooperatif. Kesesuaian: tidak sesuai h. preokupasi (-) k. Aktivitas psikomotor: tenang. 5. Proses pikir: Bentuk Arus : logis : koheren j. volume sedang dengan kecepatan relatif normal. badan masih terasa gatal terlebih yang dibagian punggung O: Deskripsi Umum: a. hipoaktif c.

Penampilan : wanita usia muda. Pembicaraan : Spontan. Kesadaran dan kognitif 1. 5. Kesesuaian: tidak sesuai h. Konsentrasi dan perhatian : Konsentrasi masih kurang terkadang pasien meminta mengulang pertanyaan. tilikan : 6 n. preokupasi (-) k. kan bapa kecil sekarang ada tugas keluar kota” f. Taraf dapat dipercaya : Dapat dipercaya A: Depresi berat dengan psikotik P: Clobazam 2x5 mg Haloperidol 2x1. Daya ingat jangka pendek dan sedang: Baik (pasien mampu mengingat kejadian malam sebelumnya dan mengingat bahwa ia sudah makan dan minum obat) 4. volume sedang dengan kecepatan relatif normal. Orientasi wkatu/tempat/orang: Compos mentis Baik 24 . penampilan sesuai usia. sopan dan bersahabat d. Pengendalian impuls : Terkendali m. intonasi (+).5 mg Trihexyphenidil 2x1 mg Psiko edukasi 16/6-2012. Isi pikir: Waham (-). Orientasi wkatu/tempat/orang: Baik 3. Sikap terhadap pemeriksa: kooperatif. Mood: Senang “karena bapa kecil bilang lusa mau datang. pukul 06. Proses pikir: Bentuk : logis Arus : koheren j. menjawab pertanyaan terkesan lambat Mood dan Afek: e. Afek: Terbatas g. Kesadaran dan kognitif 1. Kesadaran dan kesigapan : Compos mentis 2. Penilaian realita : Tidak terganggu. rambut tampak dilepas dengan panjangnya sebahu b. Kesadaran dan kesigapan : 2.k. kulit sawo matang. jumlah kata banyak. Aktivitas psikomotor: tenang c. Persepsi: Halusinasi (-) i.30 WITA S: Keluhan (-) O: Deskripsi Umum: a. Kemampuan menolong diri: Baik l.

menjawab pertanyaan terkadang terkesan lambat l. Pengendalian impuls : Terkendali n. menjawab pertanyaan masih terkesan lambat Mood dan Afek: e.3. kulit sawo matang. Konsentrasi dan perhatian : Konsentrasi masih kurang. Penilaian realita : Tidak terganggu. Pembicaraan : Spontan. Orientasi wkatu/tempat/orang: Baik 3. menjawab pertanyaan terkadang terkesan lambat l. Kesadaran dan kognitif 1. Taraf dapat dipercaya : Dapat dipercaya A: Depresi berat dengan psikotik P: Clobazam 2x5 mg Haloperidol 2x1. jumlah kata banyak. Konsentrasi dan perhatian : Konsentrasi masih kurang. Kemampuan menolong diri: Baik m. Isi pikir: Waham (-). Sikap terhadap pemeriksa: kooperatif. rambut tampak dilepas dengan panjangnya sebahu b. Mood: Senang “disini su dapat banyak kawan” f. Afek: adekuat g. Taraf dapat dipercaya : Dapat dipercaya A: Depresi berat dengan psikotik 25 . penampilan sesuai usia. Kesadaran dan kesigapan : Compos mentis 2. pukul 07. tilikan : 6 o. Persepsi: Halusinasi (-) i. Proses pikir: Bentuk : logis Arus : koheren j. tilikan : 6 o. volume sedang dengan kecepatan relatif normal. Aktivitas psikomotor: tenang c.00 WITA S: Keluhan (-) O: Deskripsi Umum: a. preokupasi (-) k. intonasi (+). Penilaian realita : Tidak terganggu.5 mg Trihexyphenidil 2x1 mg Psiko edukasi 18/6-2012. Pengendalian impuls : Terkendali n. Kesesuaian: sesuai h. Penampilan : wanita usia muda. sopan dan bersahabat d. Kemampuan menolong diri: Baik m.

Proses pikir: Bentuk : logis Arus : koheren j. intonasi (+) Mood dan Afek: e. jumlah kata banyak.5 mg Trihexyphenidil 2x1 mg Psiko edukasi 19/6-2012. Kesesuaian: sesuai h.50 WITA S: Keluhan (-) O: Deskripsi Umum: a. Persepsi: Halusinasi (-) i. volume sedang dengan kecepatan relatif normal. rambut tampak dilepas dengan panjangnya sebahu b. Aktivitas psikomotor: tenang c. Kesadaran dan kesigapan : Compos mentis 2. Penampilan : wanita usia muda.5 mg Trihexyphenidil 2x1 mg Psiko edukasi 26 . Konsentrasi dan perhatian : Konsentrasi masih kurang. Afek: adekuat g. Orientasi wkatu/tempat/orang: Baik 3. Pembicaraan : Spontan. Penilaian realita : Tidak terganggu. preokupasi (-) k. Isi pikir: Waham (-). sopan dan bersahabat d. Kesadaran dan kognitif 1. menjawab pertanyaan terkadang terkesan lambat sesekali tampak seperti memiliki pandangan mata yang kosong l. tilikan : 6 Taraf dapat dipercaya : Dapat dipercaya A: Depresi berat dengan psikotik P: Clobazam 2x5 mg Haloperidol 2x1. Kemampuan menolong diri: Baik m.P: Clobazam 2x5 mg Haloperidol 2x1. Pengendalian impuls : Terkendali n. Mood: Senang “sebentar bapa kecil datang jemput pulang” f. penampilan sesuai usia. pukul 06. kulit sawo matang. Sikap terhadap pemeriksa: kooperatif.

Pulang 27 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful