AKAL DAN WAHYU DALAM PEMIKIRAN ISLAM

Makalah Ini Disusun Guna Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Studi Islam 3

Disusun oleh : Wachidatun Nikmah A410080094

PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2009

dimana kemaslahatan dunia dan akhirat amat disandarkan pada terjaga dan terpeliharanya kelima unsur tersebut. Jika seseorang kehilangan akal maka hukum-pun tidak berlaku baginya.BAB I PENDAHULUAN A. sementara pengetahuan yang diperoleh melalui akal diyakini sebagai pengetahuan yang bersifat relatif. Di zaman kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. dan kedua dengan jalan akal. yakni memakai kesan-kesan yang diperoleh panca indera sebagai bahan pemikiran untuk sampai kepada kesimpulan. yaitu: agama. Latar Belakang Allah menciptakan manusia sebagai makhluk yang penuh dengan kekurangan. pengetahuan mana yang lebih dipercaya. keturunan. yakni melalui komunikasi dari Tuhan kepada/manusia. dan harta. mungkin benar dan mungkin salah (Harun Nasution. pengetahuan melalui wahyu. kekurangan yang melekat pada manusia menyebabkan kemampuan yang dimiliki menjadi sangat terbatas. sehingga akal dijadikan sebagai standar seseorang diberikan beban taklif atau sebuah hukum. Karena itu. akal. Islam adalah agama yang sangat memperhatikan peran dan fungsi akal secara optimal. jiwa. masalah hubungan akal dan . 1986: 1). Dalam semua sisi kehidupan. Pertama. timbul pertanyaan. Islam bahkan menjadikan akal sebagai salah satu diantara lima hal primer yang diperintahkan oleh syariah untuk dijaga dan dipelihara. Pengetahuan yang diperoleh melalui wahyu diyakini sebagai pengetahuan yang absolut. Agama mengajarkan dua jalan untuk mendapatkan pengetahuan. yang memerlukan pengujian terus menerus. melalui jalan wahyu. Saat itu dia dianggap sebagai orang yang tidak terkena beban apapun. pengetahuan yang diperoleh melalui akal. atau pengetahuan yang diperoleh melalui kedua-duanya.

Dalam hal ini wahyu merupakan sumber pengetahuan yang didasarkan kepada keimanan kepada Allah SWT. 4. Makalah ini akan membicarakan tentang (1) pengertian akal. (4) Akal DanWahyu Dalam Pemikiran Islam B. ketika ia melampaui batasnya dan menolak mengikuti bimbingan wahyu maka ia akan tersesat. Di dalam keterbatasannya-lah akal manusia menjadi mulia. meskipun demikian akal bukanlah penentu segalanya. Apakah pengertian akal dan wahyu? Bagimana fungsi dan kedudukan akal dan wahyu? Bagaimanakah akal dan wahyu dalam pemikiran Islam? Bagaimanakah fungsi akal dan wahyu kaitanya dengan tugas manusia sebagai hamba Allah dan khalifah di muka bumi? C. Rumusan masalah 1. Ia tetap memiliki kemampuan dan kapasitas yang terbatas. . 1992: 73-74).wahyu ini merupakan masalah yang paling masyhur dan paling mendalam dibicarakan dalam sejarah pemikiran manusia. Sebaliknya. Tujuan Tujuan disusunnya makalah ini untuk menjelaskan bahwa akal dan wahyu dalam kehidupan islam sangat penting akal dan wahyu yang digunakan maqasid as-syari’ah atau maslahah yang menekankan terjaminnya kebutuhan hidup manusia. Oleh karena itulah. Allah SWT menurunkan wahyu-Nya untuk membimbing manusia agar tidak tersesat. (2) pengertian Wahyu. dua di antaranya adalah mewujudkan terjaganya al-‘aql (intellect). 1986: 1). dan keyakinan (ad-din) (Fahim Khan. 2. telah lebih dua ribu tahun (Harun Nasution. 3. (3) Fungsi Dan Kedudukan Akal Dan Wahyu Dalam Pandangan Ahli Kalam. Akan tetapi.

yakni kata yang memiliki banyak makna. dijelaskan bahwa ‘aqala memiliki makna adraka (mencapai. Pengertian Akal Dan Wahyu 1.BAB II PEMBAHASAN A. Dengan demikian. Akal Akal berasal dari bahasa Arab ‘aqala-ya’qilu’ yang secara lughawi memiliki banyak makna. Lebih lanjut menurutnya. hati nurani atau hati sanubari. mengetahui sesuatu yang tidak dapat dicapai oleh indera. orang berakal adalah orang yang mempunyai kecakapan untuk menyelesaikan masalah. Al-‘aql juga diartikan al-qalb. Seperti AlKindi (796-873) yang terpengaruh Plato. yaitu cahaya ruhani yang dengannya seseorang dapat mencapai. kata ‘aql mengalami perubahan arti setelah masuk ke dalam filsafat Islam. mengetahui). 1986: 7-8). kata ‘aql di zaman jahiliah digunakan dalam arti kecerdasan praktis (practical intelligence) yang dalam istilah psikologi modern disebut kecakapan memecahkan masalah (problem solving capacity). memecahkan problem yang dihadapi dan dapat melepaskan diri dari bahaya yang mengancam. Hal ini terjadi disebabkan pengaruh filsafat Yunani yang masuk dalam pemikiran Islam. Dalam kamus bahasa Arab al-munjid fi al-lughah wa al a’lam. yang mengartikan ‘aql sama dengan nous yang mengandung arti daya berfikir yang terdapat dalam jiwa manusia. menjelaskan bahwa pada jiwa . fahima (memahami). Pengaruh filsafat Yunani terhadap filosof-filosof muslim terlihat dalam pendapat mereka tentang akal yang dipahami sebagai salah satu daya dari jiwa (an-nafs/ ar-ruh) yang terdapat dalam diri manusia. Kata al-‘aqlu sebagai mashdar (akar kata) juga memiliki arti nurun nuhaniyyun bihi tudriku al-nafsu ma la tudrikuhu bi al-hawas. Menurut pemahaman Izutzu. sehingga kata al ‘aql sering disebut sebagai lafazh musytarak. Pemahaman dan pemikiran tidak lagi melalui al-qalb di dada akan tetapi melalui al-aql di kepala (Harun Nasution. tadarabba wa tafakkara (merenung dan berfikir).

dan hati dalam arti yang sebenarnya padanan katanya dalam bahasa Arab adalah al-kabd. 1986: 12). daya berani (al-quwwah al-ghadabiyyah) yang bertempat di dada dan daya berfikir (al-quwwah an-natiqah) yang berpusat di kepala. lalu bagi mereka mempunyai al-qolb. memahami dan memikirkan (ya’qilu) itu dengan al-qolb dan kerja memahami dan memikirkan itu dilakukan oleh al-‘aql maka tentu al-‘aql ada di dalam alqolb. maka sesungguhnya tidak buta mata mereka tapi al-qolb (mereka) yang buta ialah hati yang di dalam dada. seperti yang dikatakan dalam ayat tersebut. Dengan demikian akal dalam pengertian Islam. yakni di samping untuk memperoleh pengetahuan. Yang dimaksud dengan al-qolb tentu adalah jantung. yang dengan al-qolb itu mereka dapat memahami (dan memikirkan) dengannya atau ada bagi mereka telinga (yang dengan telinga itu) mereka mendengarkan dengannya. daya bernafsu (al-quwwah asy-syahwatiyah) yang berada di perut. bahkan akal merupakan petunjuk jalan bagi manusia dan yang membuat manusia menjadi pencipta perbuatannya sendiri (Harun Nasution. daya untuk .” Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi.manusia terdapat tiga daya. bukan hati dalam arti yang sebenarnya karena ia tidak berada di dalam dada. daya yang membuat seseorang dapat membedakan dirinya dengan benda-benda lain. akal juga memiliki daya untuk membedakan antara kebaikan dan kejahatan. Sementara itu. Di kalangan Mu’tazilah akal memiliki fungsi dan tugas moral. yang artinya. karena. akan tetapi daya berfikir yang terdapat dalam jiwa manusia. seperti pendapat Abu al-Huzail. dan mengabstrakkan benda-benda yang ditangkap oleh panca indera. mengartikan akal sebagai daya untuk memperoleh pengetahuan. dan al-qolb ada di dalam dada. di kalangan teolog muslim. bukanlah otak.” Dari ayat ini maka kita tahu bahwa al-’aql itu ada di dalam al-qolb. Letak akal Dikatakan di dalam Al-Qur’an surat Al-Hajj (22) ayat 46. akal adalah daya untuk memperoleh pengetahuan.

bisikan. bukan kata pinjaman dari bahasa asing.memperoleh pengetahuan dengan memperhatikan alam sekitarnya. dan anak cucuny. isyarat. Dan kami berikan zabur kepada Dawud” Adapun cara penyampaian wahyu. yakni dari Allah SWT. Dalam pengertian inilah akal yang dikontraskan dengan wahyu yang membawa pengetahuan dari luar diri manusia. dan kami telah memberikan wahyu (pula) kepada ibrahim. kecepatan. Selanjutnya al-wahy mengandung arti pemberitahuan secara tersebunyi dan dengan cepat. misalnya: Artinya: “ sesungguhnya kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya. 1992: 15) Firman Allah itu mengandung petunjuk dan pedoman yang memang diperlukan oleh umat manusia dalam menjani hidup di dunia dan di akhirat kelak. (2) Dari belakang tabir. ya’qub. ishaq. Wahyu Kata al-wahy yang berarti suara. B. Fungsi Dan Kedudukan Akal Dan Wahyu Al-quran juga memberikan tuntunan tentang penggunaan akal dengan mengadakan pembagian tugas dan wilayah kerja pikiran dan qalbu. . ismail. isa. Harun. api. Wahyu dalam arrti firman Allah yang disampaikan kepada nabi dan rasul-Nya. Namun arti yang paling terkenal adalah “apa yang disampaikan Tuhan kepada nabi-nabi”. atau komunikasi Tuhan dengan nabi-nabi melalui tiga cara: (1) Melalui jantung hati seseorang dalam bentuk ilham. Yakni sabda Tuhan yang disampaikan kepada orang pilihanNya agar diteruskan kepada manusia untuk dijadikan pegangan hidup (Harun Nasution. dan sulaiman. Dalam Islam wahyu Allah itu disampaikan kepada nabi Muhammad saw yang terkumpul semuanya dalam al-Qur’an.Yunus. tulisan dan kitab adalah kata arab asli. 2. seperti yang terjadi pada Nabi Musa dan (3) Melalui utusan yang dikirimkan Tuhan dalam bentuk malaikat. ayyub.

2. Kalau al-Qur’an langsung ditulis semasa wahyu itu diturunkan dan dibukukan di masa awal islam. untuk mengelola dan memakmurkan bumi seisinya. Adapun wahyu dalam hal ini yang dapat dipahami sebagai wahyu langsunng (al-Qur’an) ataupun wahyu yang tidak langsung (al-Sunnah). sedangkan qalbu memiliki ketajaman untuk menangkap maknamakna yang bersifat metafisik dan mutlak. Akal merupakan potensi dan modal yang melekat pada diri manusia untuk mengetahui maksut-maksut yang tercakup dalam pengertian al-Qur’an dan Sunnah Rosul. akal memiliki kedudukan dan fungsi yang lain yaitu sebagai berikut: 1. bagaimana pun hasil akhir pencapaian akal tetaplah relatif dan tentatif. Akal sebagai alat yang strategis untuk mengungkap dan mengetahui kebenaran yang terkandung dalam al-Qur’an dan Sunnah Rosul. hanya beberapa waktu setelah Rosul Allah wafat (masa Khalifah Abu Bakar). Namun demikian. Oleh karenanya dalam hubungan dengan upaya memahami islam. perubahan dan penyempurnaan teru-menerus.Daya pikir manusia menjangkau wilayah fisik dari masalah-masalah yang relatif. Akal juga berfungsi sebagai alat yang dapat menangkap pesan dan nsemangat al-Qur’an dan Sunnah yang dijadikan acuan dalam mengatasi dan memecahkan persoalan umat manusia dalam bentuk ijtihat. 3. Akal juga berfungsi untuk menjabarkan pesan-pesan al-Quran dan Sunnah dalam kaitannya dengan fungsi manusia sebagai khalifah Allah. diperlukan adanya koreksi. 4. kedua-duanya memiliki fungsi dan kedudukan yang sama meski tingkat akurasinya berbeda karena disebabkan oleh proses pembukuan dan pembakuannya. Untuk itu. sedangkan al-hadis atau al-Sunnah baru dibukukan pada abat kedua hijrah (masa Khalifah Umar . dimana keduanya adalah sumber utama ajaran islam.

. karena bagaimanapun juga akal memiliki fungsi sebagai alat untuk memahami wahyu.bin Abdul Aziz). C. Wahyu sebagai dasar dan sumber pokok ajaran Islam. Oleh karena itulah. Di dalam keterbatasannya-lah akal manusia menjadi mulia. Sebaliknya. Islam memang lahir pada mulanya hanya sebagai agama di Makkah. Karena wahyu itu akan difungsikan biala akal difungsikan untuk memahami. dan untuk mencapai tujuan tersebut manusia dibekali akal dan wahyu. yakni sebagai hamba Allah dan khalifah Allah. tetapi juga sebagai kebudayaan. Dengan demikian dapat dipahami bahwa pemahaman dan penngamalan ajaran Islam tanpa merujuk pada alquran dan al-sunnah adalah omong kosong. Akal DanWahyu Dalam Pemikiran Islam Telah diketahui Islam berkembang dalam sejarah bukan hanya sebagai agama. 2. ketika ia melampaui batasnya dan menolak mengikuti bimbingan wahyu maka ia akan tersesat. Manusian diciptakan oleh tuhan dengan tujuan ang jelas. Meletakkan akal dan wahyu secara fungsional akan lebih tepat dibandingkan struktural. dan wahyu untuk dapat dijadikan petunjuk dan pedoman kehidupan manusia harus melibatkan akal untuk memahami dan menjabarkan secara praktis. Kedudukan wahyu terhadap akal manusia adalah seperti cahaya terhadap indera penglihatan manusia. Seluruh pemahaman dan pengamalan ajaran Islam harus dirujukan kepada alQur’an dan Sunnah. Akal tidal boleh menyimpang dari prinsip etik yang diajarkan oleh wahyu. tetapi kemudian tumbuh di . maka akal sebagai alat untuk memahami islam (wahyu) harus dibimbinng oleh wahyu itu sendiri agar hasil pemahamannya benar dan pengamalannya pun menjadi benar. Alloh SWT menurunkan wahyu-Nya untuk membimbing manusia agar tidak tersesat. Wahyu sebagai landasan etik. oleh karena itu fungsi dan kedudukan wahyu dalam memahami Islam adalah: 1.

2.(Nasution Harun. ulama-ulama Islam tidak semata-mata berpegang pada wahyu. yang berkenaan dengan hukum. pada peradaban barat modern. sebagaimana yang telah disebutkan di atas. Yang dipermasalahkan adalah kesanggupan akal dan wahyu terhadap dua persoalan pokok dealam agama. bukan dalam bidang kebudayaan saja. tetapi juga dalam bidang agama itu sendiri. tetapi banayk pula bergantung pada pendapat akal. 1986: 71) 1. menjadi kekuatan politik internasional yang daerahnya luas dan akhirnya berkembang di baghdad menjadi kebudayaan bahlkan peradapan yang tidak kecil pengaruhnya. . akal memainkan peranan penting. bahkan juga dalam fikih dan tafsir sendiri . Peranan akal yang besar dalam pembahasan masalah-masalah keagamaan dijumpai bukan pula hanya dalam bidang filsafat. yaitu adanya Tuhan srta kebaikan dan kejahatan. ihtihad pada asalnya mengandung arti usaha keras dalam melaksanakan pekerjaan berat dan dalam istilah hukum berarti uasaha keras dalam bentuk pemikiran akal untuk mengeluarkan ketentusn hukum agama dan sumber-sumbernya. permasalahannya meningkat menjadi akal dan wahyu. tetapi juga dalam bidang tauhid. Ilmu Tauhid dan Teologi Kalau dalam ilmu fikih peranan akal dalam hukum Islam yang dipermasalahkan. Dalam perkembangan islam dalam kedua aspek itu. selanjutnya membesar di Damasyik. dalam ilmu tauhid atau ilmu kalam. Denagn demikian fikih merupakan ilmu yang menbahas pemahaman dan tafsiran ayat-ayat al-Qur’an. Dalam membahas masalahmasalah keagamaan. Untuk pemahaman dan penafsiran itu diperlukan ihtihad. Untuk mengerti dan memahami sesuatu diperlukan pemikiran dan pemakaian akal.Madinah menjadi negara. Fikih Memulai pembicaraan tentang peranan akal dalam bidang fikih atau hukum Islam. kata faqiha sendiri mengandung makna faham atau mengerti.

dalam Hadis dan dalam sejarah pemikiran Islam. antara falsafat dan agama tidak ada pertentangan. Keduanya sejalan dan serasi. akal lebih banyak dipakai dan akal dianggap lebih besar dayanya dari yang dianggap dalam ilmu tauhid apalagi ilmu fikih. yang terdapat dalam bidang fikih. AlFarabilahfilosof Islam pertama yang mengusahakan keharmonisan antara agama dan falsafat. juga berkeyakinan bahwa antara agama dan falsafat tidak ada pertentangan. bidang tauhid. Kedudukan tinggi dari akal di zaman modern ini dapat dilihat dalam pemikiran Ahmad Khan. Pemimpin-pemimpin pembaharuan dalam Islam mulai menonjolkan kedudukan akal yang tinggi dalam alQur’an. Al-Farabi. filosof yang datang sesudah Al-Kindi. sehingga timbul sikap salah menyalahkan bahkan kafir-mengkafirkan diantara kedua golongan itu. Sebagai akibatnya pendapat-pendapat keagamaan filosof lebih liberal dari pada pendapat-pendapat keagamaan ulamatauhid atau teolog. pemikiran atas dorongan nasionalisme yang datang dari dunia barat mulai timbul kembali. Sesudah zaman klasik yang berakhir secara resmi pada pertengahan abad ketiga belas. 4. Bagi pemimpin pembaharuan dalam Islam di India ini hanya Al-Qur’an uang bersifat absolut dan harus dipercayai. boleh ditolak. Filosof-filosof Islam berkeyakinan bahwa antara akal dan wahyu. Falsafat Sesuai denagn pengertian falsafat sebagai pemikiran sedalamdalamnya tentang wujud. Tetapi pada zaman modern sekarang mulai pada permulaan abad ke-sembilan belas. Pemikir-Pemikir Pembaharuan Islam Demikianlah kedudukan akal dan wahyu dalam pemikiran keagamaan Islam zaman klasik. walaupun bentuknya berbeda.3. Menurut pandangannya kebenaran yang dibawa wahyu dan kebenaran yang dihasilkan falsafat hasilnya satu. dan bidang falsafat. boleh diterima. Lainnya bersifat relatif. pemikiran dalam Islam tidak berkembang. Islam dalam . Tetapi disamping itu ia punya kepercayaan yangkuat pada akal dan hukum alam.

Disamping itu akal dapat membuat hukum mengenai hal-hal yang diatas untuk diamalkan oleh manusia. akal mampu merumuskan yang bersifat kognitif dan manajerial. BAB III PENUTUP Kesimpulan: 1. Oleh sebab itu pendapat-pendapat yang tidak sesuai dengan akal dan hukum alam timbul karena salah pemahaman ataupeun salah interprestasi tentang ayatayat al-Qur’an. Islam adalah agama yang sesuai denagan ilmu pengetahuan dan teknologi modern.pendapatnya adalah agama yang sesuai dengan akal dan hukum alam. . Akal merupakan hidayah Allah yang diberikan kepada menusia berfungsi sebagai alat untuk mencari kebenaran.

dan wahyu berfungsi untuk meluruskan kerja akal. bukan hanya dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan saja. Dalam ajaran Islam. akal mempunyai kedudukan tinggi dan banyak dipakai. 2009. Akal Dan Wahyu Dalam Islam. Kedudukan wahyu terhadap akal manusia adalah seperti cahaya terhadap indera penglihatan manusia DAFTAR PUSTAKA Nasution. 5. Harun. 4. Surakarta: LPID UMS . Jakarta: Bulan Bintang Nasution. Wahyu merupakan firman Allah yang berfungsi sebagai pedoman hidup manusia. Sudarno Shobron. tetapi juga dalam perkembangan ajaran-ajaran keagamaan Islam itu sendiri. Yadi Purwanto dkk.2. 1986. akal berfungsi untuk memahami wahyu. Pembaharuan Dalam Islam. 1992. Wahyu baik yang langsung (al-Qur’an) maupun tidak langsung (al-Sunnah) sebagi sumber ajaran Islam 3. Akal dan wahyu dilihat secara fungsional bukan struktural. Studi Islam 3. Jakarta: UI Press Absori. Harun.

Musa.Asy’arie. . 1992. Manusia Pembentuk Kebudayaan dalam Al-Qur’an. Yogyakarta: Lembaga studi Filsafat Islam.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful