STRATEGI PENINGKATAN PROFESI GURU

BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Pendidikan merupakan bidang yang sangat penting bagi kehidupan manusia, pendidikan dapat mendorong peningkatan kualitas manusia dalam bentuk meningkatnya kompetensi kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Masalah yang dihadapi dalam upaya memperbaiki dan meningkatkan kualitas kehidupan sangat kompleks, banyak faktor yang harus dipertimbangkan karena pengaruhnya pada kehidupan manusia tidak dapat diabaikan, yang jelas disadari bahwa pendidikan merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia suatu bangsa. Bagi suatu bangsa pendidikan merupakan hal yang sangat penting, dengan pendidikan manusia menjadi lebih mampu beradaptasi dengan lingkungan, dengan pendidikan manusia juga akan mampu mengantisipasi berbagai kemungkinan yang akan terjadi. Oleh karena itu membangun pendidikan menjadi suatu keharusan, baik dilihat dari perspektif internal (kehidupan intern bangsa) maupun dalam perspektif eksternal (kaitannya dengan kehidupan bangsa-bangsa lain). Salah satu faktor yang amat menentukan dalam upaya meningkatkan kualitas SDM melalui Pendidikan adalah tenaga Pendidik (Guru/Dosen), melalui mereka pendidikan

diimplementasikan dalam tataran mikro, ini berarti bahwa bagaimana kualitas pendidikan dan hasil pembelajaran akan terletak pada bagaimana pendidik melaksanakan tugasnya secara profesional serta dilandasi oleh nilai-nilai dasar kehidupan yang tidak sekedar nilai materil namun juga nilai-nilai transenden ysng dapat mengilhami pada proses pendidikan ke arah suatu kondisi ideal dan bermakna bagi kebahagiaan hidup peserta didik, pendidik serta masyarakat secara keseluruhan. Manajemen pengembangan kompetensi guru dapat diartikan sebagai usaha yang dikerjakan untuk memajukan dan meningkatkan mutu, keahlian, kemampuan, dan keterampilan guru demi kesempurnaan tugas pekerjaannya. Dengan demikian, nampak bahwa Pendidik diharapkan mempunyai pengaruh yang signifikan pada pembentukan sumberdaya manusia (human capital) dalam aspek kognitif, afektif maupun keterampilan, baik dalam aspek fisik, mental maupun spiritual. Hal ini jelas menuntut kualitas penyelenggaraan pendidikan yang baik serta pendidik

serta mampu untuk terus menerus melakukan perbaikan kearah yang lebih berkualitas.3 Menjelaskan Langkah Pengembangan kinerja guru yang berkaitan pengembangan profesi guru. Rumusan Masalah 2. agar kualitas hasil pendidikan dapat benar-benar berperan optimal dalam kehidupan masyarakat. 3. Sebaliknya.yang profesional. Untuk itu pendidikan dituntut untuk selalu memperbaiki. 2. hal ini tidak lain dimaksudkan untuk menjadikan upaya membangun pendidikan kokoh. Dengan mengingat berat dan kompleksnya membangun pendidikan. mengembangkan diri dalam membangun dunia pendidikan. seseorang tidak akan bekerja secara .4 Komponen-komponen Yang Perlu Untuk Kompetensi Profesional. adalah sangat penting untuk melakukan upaya-upaya guna mendorong dan memberdayakan tenaga pendidik untuk makin profesional serta mendorong masyarakat berpartisipasi aktif dalam memberikan ruang bagi pendidik untuk mengaktualisasikan dirinya dalam rangka membangun pendidikan. 2.1 Menjelaskan Langkah Strategis Dalam Meningkatkan Kinerja guru. 2. Tujuan Tujuan makalah ini untuk memberikan informasi kepada pembaca mengenai keempat rumusan masalah diatas. Seseorang akan bekerja secara profesional bilamana memiliki kemampuan kerja yang tinggi dan kesungguhan hati untuk mengerjakan dengan sebaik-baiknya. 2.2 Menjelaskan Karakteristik Citra Guru Yang Diharapkan. BAB II PEMBAHASAN 2.1 Langkah Strategis Dalam Upaya Meningkatkan Kinerja Guru Kinerja guru yang ditunjuk dapat diamati dari kemampuan guru dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya yang tentunya sudah dapat mencerminkan suatu pola kerja yang dapat meningkatkan mutu pendidikan kearah yang lebih baik.

beban administrasi guru maupun beban tugas tambahan lainnya harus disesuaikan kemampuan guru itu sendiri. d. Mendelegasikan tanggung jawab dan kewenangan kerja kepada guru untuk mengelola proses belajar mengajar dengan memberikan kebebasan dalam perencanaan. Mendorong guru agar mampu memecahkan masalah-masalah pembelajaran yang dihadapi dan dapat melihat hasil kerjanya. c. Demikian pula waktu yang disediakan untuk peningkatan mutu pendidikan sangat banyak. Membuat kebijakan sekolah dalam pembagian tugas guru. f. Membantu guru memahami. seorang guru yang memiliki komitmen yang tinggi biasanya tinggi sekali perhatiannya dalam bekerja. baik yang diberikan oleh kepala sekolah maupun yang diberikan semasa guru. dan masyarakat umum maupun yang diberikan pemerintah. antara lain: a. Memberikan pengakuan atau penghargaan terhadap prestasi kerja guru secara layak. memilih dan merumuskan tujuan pendidikan yang dicapai. e. Langkah strategis dalam upaya meningkatan kinerja guru dapat dilakukan melalui beberapa terobosan. ia tidak akan bekerja secara profesional apabila tidak memiliki kepribadian dan dedikasi dalam bekerja yang tinggi. dan menentukan alternatif pemecahannya.profesional bilamana hanya memenuhi salah satu di antara dua persyaratan di atas. . siswa. Sedangkan tingkat abstraksi yang dimaksudkan disini adalah tingkat kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran. Guru yang memiliki komitmen yang rendah biasanya kurang memberikan perhatian kepada murid. antara lain: 1. baik beban tugas mengajar. demikian pula waktu dan tenaga yang dikeluarkan untuk meningkatkan mutu pembelajaran yang sangat sidikit. Kemampuan membantu memberikan kemudahan kepada guru dalam proses pengajuan kenaikan pangkatnya sesuai dengan peraturan yang berlaku. Sebaliknya. Tingkat komitmen guru terbentang dalam satu garis kontinum. Kepala sekolah harus memahami dan melakukan fungsi sebagai penunjang peningkatan kinerja guru. bergerak dari yang paling rendah menuju paling tinggi. Jadi betatapun tingginya kemampuan seseorang. pelaksanaan dan evaluasi hasil belajar. mengklarifikasi masalahmasalah pembelajaran. Guru yang memiliki kinerja yang baik tentunya memiliki komitmen yang tinggi dalam pribadinya. staf tata usaha. artinya tercermin suatu kepribadian dan dedikasi yang paripurna. b.

tempat kerja yang menyenangkan. Mengupayakan selalu meningkatkan kesejahteraannya yang dapat diterima guru serta dalam meberikan pelayan sebaik-baiknya. sehat.g. tempat istrahat khusus. h. i. Memperhatikan peningkatan status guru dengan memenuhi kelengkapan status berupa perlengkapan yang mendukung kedudukan kerja guru. Dengan memanfaatkan teknologi informasi maka guru dapat secara cepat mengakses materi pengetahuan yang dibutuhkan sehinga guru tidak terbatas pada pengetahuan yang dimiliki dan hanya bidang studi tertentu yang dikuasainya seyogyanya guru harus mampu menguasai lebih dari bidang studi yang ditekuninnya sehingga bukan tidak . Menggerakkan guru-guru. dan memperoleh keterampilan yang baru. Memberikan peluang kepada guru untuk tumbuh dalam meningkatkan pengetahuan. tempat beristrahat di sekolah yang nyaman. Mewujudkan dan menjaga keamanan kerja guru tetap stabil dan posisi kerjanya tetap mantap sehingga guru merasa aman dalam pekerjaannya. pendidikan anggota keluarga. terutama di dalam kelas. misalnnnya tersedianya ruang khusus untuk melaksanakan tugas. dan terhadap kebahagian keluarganya. Mengupayakan adanya efek kerja guru di sekolah terhadap keharmonisan anggota keluarga. penerangan yang cukup dan masih banyak lagi. o. Menciptakan hubungan kerja yang sehat dan menyenangkan di lingkungan sekolah. tempat parker khusus. Melaksanakan teknik supervise yang tepat sesuai dengan kemapuannya dan sesuai dengan keinginan guru-guru secara berkesinambungan dalam upaya memperbaiki dan meningkatkan kemampuan guru dalam proses pembelajaran. n. karyawan. k. siswa dan anggota masyarakat untuk menyukseskan program-program pendidikan di sekolah. kamar mandi khusus dan sebagainya. kebersihan dan keindahan sekolah. alat pelajaran yang cukup dan bersifat up to date. Langkah lain yang dilakukan oleh sekolah untuk meningkatkan kinerja guru melalui penigkatan pemanfaatan teknologi informasi yang sedang berkembang sekarang ini dan mendorong guru untuk menguasainya. meningkatkan keahlian mengajar. Menciptakan sekolah sebagai lingkungan kerja yang harmonis. dinamis dan nyaman sehingga segenap anggota dapat bekerja dengan penuh produktivitas dan memperoleh kepuasan kerja yang tinggi. j. l. m.

b. Hal lain yang dapat dilakukan adalah melalui peningkatan moral kerja guru. d. Keberhasilan penyelenggaran pendidikan sangat ditentukan oleh sejauh mana kesiapan guru dalam mempersiapkan peserta didiknya melalui kegiatan belajar mengajar. Untuk mewujudkan kinerja guru yang professional dalam reformasi pendidikan secara ideal ada beberapa karakteristik citra guru yang diharapkan antara lain: a. Kinerja guru tidak dapat berdiri sendiri melainkan sangat dipengaruhi oleh faktor lain melalui interaksi sosial yang terjadi diantara diri mereka sendiri maupun dengan komponen lain dalam sekolah. Memberikan kemandirian kepada sekolah secara utuh. 2. Dinas pendidikan setempat selaku pihak yang ikut andil dalam mengeluarkan dan memutuskan kebijakan pada sektor pendidikan dapat melakukan langkah sebagai berikut: a. c. c. 2. Guru mempunyai kualitaskompetensi pribadi dan professional yang memadai disertai ataslerja yang kuat. Mengontrol setiap berkembangan sekolah dan guru. Namun demikian. b.2 Karakteristik Citra Guru Yang Diharapkan Guru merupakan salah satu faktor penentu tinggi rendahnya mutu masalah pendidikan. Guru harus memiliki semangat juang yang tinggi disertai dengan kualitas keimanan dan ketakwaan yang mantap. Moral kerja sebagai suatu sikap dan tingkah laku yang merupakan suatu perwujudan suatu kemauan yang di bawah serta kesekolah dan kerjanya. . Menentukan alternatif pemecahan bersama dengan kepala sekolah dan guru terhadap persoalan yang di hadapi guru. posisi strategis guru untuk meningkatkan mutu hasil pendidikan sangat dipengaruhi oleh kemampuan profesional mengajar dan tingkat kesejahteraannya. Guru yang mampu mewujudkan dirinya dalam keterkaitan dan padanan dengan tuntunan lingkungan dan perkembangan IPTEK.mungkin suatu saat guru tersebut akan mendalami hal lain yang masih memiliki hubungan erat dengan bidang tugasnya guna meningkatkan kinerja kearah yang lebih baik. Menganalisis setiap persoalan yang muncul di sekolah.

bernilai ekonomi. Ada delapan hal yang diinginkan oleh guru melalui pekerjannya yaitu: Adanya rasa aman dan hidup layak. Rasa keikutsertaan Perlakuan yang wajar dan jujur Rasa mampu Pengakuan dan penghargaan atas sumbangan Ikut bagian dalam pembuatan kebijakan sekolah Kesempatan mengembangkan self respect. pengelolaan. Untuk mewujudkan guru yang memiliki karakteristik seperti di atas maka perlu dilakukan langkah nyata yang dapat dilakukan oleh pemerintah antara lain: Pemerintah harus ada kemauan politik untuk menempatkan posisi guru dalam keseluruhan pendidikan nasional. Mewujudkan sistem manajemen guru dan tenaga kependidikan lain yang meliputi pengadaan.Pengembangan satu sistem pengajaran (gaji dan tunjangan lainnya) bagi guru secara adil. dan memiliki daya tarik sedemikian rupa sehingga merangsang guru untuk melaksanakan tugasnya dengan penuh dedikasi dan memberikan kepuasan lahir batin. 2. penempatan. Guru yang mandiri kreatif dan berwawasan masa depan. . .3 Langkah Pengembangan Kinerja Guru Yang Berkaitan Pengembangan Profesi Guru.d. ini merupakan program pendidikan yang dilakukan pada pendidikan sekolah sebelum peserta didik mendapat tugas tertentu dalam suatu jabatan. Kondisi kerja yang diinginkan. Menurut Sahertian bahwa pengembangan kinerja guru yang berkaitan pengembangan profesi guru di kenal adanya tiga program yaitu: 1. Guru mempunyai kualitas kesejahteraan yang memadai. Lembaga . Program pres-service education. e. pembinaan. dan pengembangan secara terpadu yang sistematik. sinergik dan simbolik. pengangkatan.Pembenahan sistem pendidikan guru yang lebih fungsional untuk menjamin dihasilkannya kualitas profesional guru dan tenaga kependidikan lainnya.

(2) Penataran peningkatan kualifikasi adalah usaha peningkatan kemampuan guru sehingga mereka memperoleh kualifikasi formal tertentu sesuai dengan standar yang ditentukan.penyelenggaraan program ini adalah suatu pendidikan mulai dari penndidikan dasar sampai pendidikan tinggi. S-2 dan S-3. Program in-service education. terdapat tiga kategori yang berkaitan dengan peningkatan mutu guru dalam pengembangan pendidikan yaitu: 1. teknologi dan seni serta menetapkan kinerja guru agar dapat melakukan tugas sehari-hari dengan baik. dalam hal ini adalah guru. Program in-service training. Sifat penataran ini memberi penyegaran sesuai dengan perubahan yang terjadi di masyarakat agar tidak ketinggalan zaman. . Sistem pelatihan guru. yaitu (1) Penataran penyegaran yaitu usaha pengembangan kinerja guru agar sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. ini merupakan program pendidikan yang mengacu pada kemampuan akademik maupun profesional sesudah peserta didik mendapat tugas tertentu dalam suatu jabatan. 2. Pada umumnya yang paling banyak dilakukan pada program ini adalah melalui penataran. untuk mendapat pengembangan kinerja. Bagi mereka yang sudah memiliki jabatan guru dapat berusaha meningkatkan kinerjanya melalui pendidikan lanjut yang berizasah D-2 dapat melanjutkan ke D-3. S-1. (3) Penataran penjenjangan adalah suatu usaha meningkatkan kemampuan guru dalam jenjang struktural sehingga memenuhi persyaratan suatu pangkat atau jabatan tertentu sesuai dengan standar yang ditentukan. Perlunya sistem penilaian yang sistemik dan periodik untuk mengetahui efektivitas dan dampak pelatihan guru terhadap mutu pendidikan. 3. Perlunya mekanisme kontrol penyelenggaraan pelatihan guru untuk memaksimalkan pelaksanaannya. dapat diambil langkah-langkah sebagai berikut: Perlunya revitalisasi pelatihan guru yang secara khusus dititikberatkan untuk memperbaiki kinerja guru dalam meningkatkan mutu pendidikan dan bukan untuk meningkatkan sertifikasi mengajar semata-mata. Menurut pusat inovasi badan penelitian dan pengembangan departemen pendidikan nasional 2003. merupakan suatu usaha pelatihan memberi kesempatan kepada orang yang mendapat tugas jabatan tertentu.

. dapat diambil langkah sebagai berikut: Perlunya upaya-upaya alternatif yang mampu meningkatkan kesempatan dan kemampuan para guru dalam penguasaan materi pelajaran. . jenjang karier dan kesejahteraan dapat diambil langkah sebagai berikut: .Perlunya tolok ukur kemampuan profesional sebagai acuan pelaksanaan pembinaan dan peningkatan mutu guru.Perlunya untuk mengkaji ulang aturan/kebijakan yang ada melalui perumusan kembali aturan/kebijakan yang lebih fleksibel dan mampu mendorong guru untuk mengembangkan kreativitasnya .- Perlunya desentralisasi pelatihan guru pada tingkat kabupaten/kota sesuai dengan perubahan mekanisme kelembagaan otonomi daerah yang dituntut dalam UU No. Perlunya upaya untuk meningkatkan kemampuan guru dalam penelitian. Untuk kategori kemampuan profesional.Menumbuhkan apresiasi karier guru dengan memberikan kesempatan yang lebih luas untuk meningkatkan karier. . .Perlunya peta kemampuan profesional guru secara nasional yang tersedia di Depdiknas dan kanwil-kanwil untuk tujuan-tujuan pembinaan dan peningkatan mutu guru. Perlunya reorganisasi rekonseptualisasi kegiatan pengawasan pengawasan pengelolaan sekolah sehingga kegiatan ini menjadi sarana alternative peningkatan mutu guru. yang lebih menekankan pada aktivitas dan kreativitas guru dalam melaksanakan proses pengajaran. 3. .Memperketat persyratan untuk menjadi calon guru pada Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (TPTK). agar lebih bisa memahami dan menghayati permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam proses pembelajaran. Perlunya mendorong para guru untuk bersikap kritis dan selalu berusaha meningkatkan ilmu pengetahuan dan wawasan. 22/1999. .Perlunya ketentuan sistem credit point yang lebih fleksibel untuk mendukung jenjang karier guru. Untuk kategori profesi. 2.Perlunya sistem dan mekanisme anggaran yang ditunjukan untuk meningkatkan pendapatan guru. .

apakah itu kepala sekolah. dan tentunya kinerja masa depan lebih baik dari kinerja hari ini. b. Kerja sama antara Dinas Pendidikan dan guru (sekolah). beberapa alternatif program pengembangan profesionalisme guru sebagai berikut: a. serta selalu menyadari akan kekurangan yang ada pada dirinya. Kinerja guru akan bermakna bila dibarengi dengan niat yang bersih dan iklas. Dijelaskan pula.Kinerja guru akan menjadi optimal. Guru yang bersangkutan bersekolah lagi yang dibiayai oleh pemerintah dan guru itu sendiri. Program peningkatan kualifikasi pendidikan guru Program peningkatan kualifikasi pendidikan ini dapat berupa program kelanjutan studi dalam bentuk tugas belajar. dan berupaya untuk dapat meningkatkan atas kekurangan tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan kea rah yang lebih baik dari kinerja hari kemarin. Dinas Pendidikan bekerja sama atau melibatkan instansi lain unsur terkait di masyarakat. Tujuan dari program ini agar guru mengajar sesuai dengan latar belakang pendidikannya atau termasuk kedalam kelompok studi yang tercantum dalam ijazahnya. guru. Langkah yang dilakukan dengan cara: . Menurut Diknas (2005) berdasarkan hasil analisis situsional di masing-masing daerah ada berbagai alternatif peningkatan profesionalisme guru dapat dilakukan oleh: Dinas Pendidikan setempat. Tujuan dari program ini untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan guru sehingga memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh pemerintah. Program penyetaraan dan sertifikasi Program ini diperuntungkan bagi guru yang mengajar tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya atau bukan berasal dari program pendidikan keguruan. Langkah yang dilakukan guna merealisasikan program peningkatan kualifikasi pendidikan guru ini dapat ditempuh dengan tiga cara yaitu: Dinas Pendidikan setempat memberikan beasiswa agar guru bersekolah lagi. karyawan maupun anak didik. Guru yang bersangkutan bersekolah lagi dengan menggunakan swadana atau biaya sendiri. bilamana diintegarsikan dengan komponen persekolahan.

melaksanakan dan mengevaluasi program kegiatan belajar mengajar dalam rangka meningkatkan sikap percaya diri sebagai guru. Tujuan pelatihan ini untuk membekali berbagai pengetahuan dan keterampilan akumulatif yang mengarah pada penguasaan kompetensi secara utuh sesuai profil kemampuan minimal sebagai guru mata pelajaran sehingga dapat melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik. e. Program supervisi pendidikan Pelaksanaan proses pembelajaran dikelas tidak selamanya memberikan hasil sesuai dengan yang diinginkan. yaitu pelatihan yang mengacu pada tuntutan pada kompetensi guru. d.Guru tersebut dialihkan ke mata pelajaran lain yang merupakan satu rumpun. konsultasi dan tukar pengalaman. mendiskusikan permasalahan yang dihadapi guru dalam melaksanakan tugas sehari-hari dan mencari . Tujuan dari MGMP ini tidak lain memumbuhkan kegairahan guru untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam mempersiapkan. perlu dilakukan pelatihan dan penataran yang intens pada guru. menyetarakan kemampuan dan kemamhiran guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar sehingga dapat menunjang usaha peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan. Pelatihan yang diperlukan adalah pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan guru.. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memperbaiki guru dalam hal proses belajar mengajar agar tercapai kualitas proses belajar mengajar dan meningkatkan kualitas hasil belajar siswa. Program pelatihan terintegarasi berbasis kompetensi Guna meningkatkan profesionalisme guru. misalnya guru PPKN dengan guru IPS. Program pemberdayaan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) MGMP adalah forum atau wadah kegiatan profesional guru mata pelajaran sejenis. ada saja kekurangan dan kelemahan yang di jumpai pada guru saat melaksanakan proses pembelajaran maka untuk memperbaiki kondisi demikian peran supervisi pendidikan menjadi sangat penting untuk dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan prestasi kerja guru dan pada gilirannya meningkatkan prestasi sekolah. c.Guru tersebut dialihkan ke mata pelajaran yang tidak serumpun. misalnya guru IPS menjadi guru Muatan Lokal dengan memberikan tambahan penataran khusus. Kegiatan ini berfungsi sebagai wadah atau sarana komunikasi. .

dalam penggunaan metode pembelajaran. f. Forum ini selain sebagai media untuk sharing pengalaman juga berfungsi sebagai kompetisi antarguru dengan menampilkan guru-guru yang berprestasi dalam berbagai bidang. dan memperbaiki kondisi di mana praktik pembelajaran berlangsung. Kegiatan penelitian ini diharapkan dapat memperbaiki kualitas proses belajar mengajar dan meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar juga untuk meningkatkan hasil belajar siswa sebab melalui kegiatan ini guru dapat memperbaiki kelemahankelemahan yang dilakukan dan keterbatas yang harus diperbaiki. menggunakan perkakas dan peralatan dengan sempurna. g. Misalnya. Kompetensi Spesialis merupakan kemampuan untuk keterampilan dan pengetahuan. hasil penelitian tindakan kelas atau penulisan karya ilmiah. memperdalam pemahaman terhadap tindakan yang dilakukan dalam melaksanakan tugasnya. Simposium guru Banyak cara dapat dilakukanuntuk meningkatkan profesionalisme guru. . metodologi. Melalui kegiatan yang diharapkan para guru dapat menyebar luaskan upaya-upaya kreatif dalam pemecahan masalah. guru. Melakukan penelitian Peningkatan profesionalisme guru dapat juga dilakukan melalui optimalisasi pelaksanaan penelitian yang merupakan kegiatan sistematik dalam rangka merefleksi dan meningkatkan praktik pembelajaran secara terus-menerus sebab berbagai kajian yang bersifat reflektif oleh guru dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional.penyelesaian yang sesuai dengan karakteristik mata pelajaran. saling berbagi informasi dan pengalaman dalam rangka menyesuaikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 2. dan sistem evaluasi sesuai dengan mata pelajaran yang bersangkutan. seperti simposium guru. mengorganisasikan dan menangani masalah. kondisi sekolah. kegiatan pelaksanaan kurikulum. dan lingkungan: membantu guuuru memperoleh informasi teknis edukatif yang berkaitan dengan kegiatan keilmuaan dan Iptek.4 Komponen-komponen Yang Perlu Untuk Kompetensi Profesional Komponen-komponen ini antara lain: 1.

Kompetennsi Metodik merupakan kemampuan untuk mengumpulkan dan menganalisa informasi. kerja kelompok dan kerja sama. Menurut Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. 3. Memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan. dipercaya. kreatif. BAB III PENUTUP Kesimpulan Guru merupakan tonggak keberhasilan suatu bangsa. Bab III Pasal 7 Ayat. Memiliki jaminan perlindungan hokum dalam melaksanakan tugaskeprofesionalan. ketakwaan. motivasi. 4. dan idealism. minat. Kompetensi Sosial merupakan kemampuan untuk berkomunikasi. bekerja secara sistematis. Memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas. Memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan. Memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja. panggilan jiwa.2. dan akhlak mulia. Memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalan guru. orientasi tujuan kerja. Mememiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas. Memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat. Kompetensi Individu merupakan kemampuan untuk inisiatif. mengevaluasi informasi. sehingga perlu melakukan upaya pembenahan baik secara internal maupun eksternal maka hal yang harus dipenuhi oleh guru dengan memahami dan menguasai kompetensi dasar yang dipersyaratkan. Peningkatan mutu pendidikan tidak hanya melakukan perbaikan dari kualitas guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar tapi juga perlu dan penting diikuti dengan penataan menajemen pendidikan . profesi guru dilaksanakan pada prinsip: Memiliki bakat. keimanan.

Selain itu.yang mengarah pada peningkatan kinerja guru melalui optimalisasi peran sekolah. kegiatan pelatihan dan semacamnya harus mampu diprogramkan supaya tumpang tindih dan tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar sebagai dampak guru mengikuti kegiatan tersebut . Dalam hal ini kepala sekolah dan pihak Dinas Pendidikan setempat memberikan rasa nyaman bagi guru dalam melaksanakan tugasnya. optimalisasi kegiatan penataran harus betul-betul menyentuh kebutuhan guru agar bermanfaat bagi peningkatan kualitas proses belajar mengajar dan kualitas hasil belajar siswa sehingga untuk selanjutnya. Kegiatan penataran harus betul-betul menyentuh.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful