TUGAS 3 MATA KULIAH K3LL Hazard Identification and Risk Assessment

Nama NPM Dosen

: Yulida Resy Zarvani : 0906555922 : Lilik Sumarliadi

DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIA DEPOK 2012

HIRA (Hazard Identification and Risk Assesment) in Civil Engineering Construction

No.

Kegiatan Kerja

Potensi bahaya (Hazard)

Assesment resiko Level S P Resiko

Solusi Struktur Scaffolding harus memenuhi persyaratan:

Kegagalan komponen staging atau beban berlebih dapat menimbulkan keruntuhan unit keseluruhan atau sebagian menyebabkan pekerja terjatuh. Saat Bekerja di scaffolding/sta ging seperti mengecat, mengangkut barang, dll Pekerja jatuh dari staging akibat lemahnya sisi penguat.

3

1

3

-Semua scaffolding dan penyangganya harus mampu menyangga beban sesuai rancangannya dengan factor keamanan tidak kurang dari 4. -Scaffolding dalam pemasangan, pemindahan, pembongkaran, perubahan/modifikasi harus dalam pengawasan personil yang berkompeten. -Semua kayu yang digunakan dalam konstruksinya harus lurus dan tidak cacat/rusak. -Scaffolding harus terawat dan dalam kondisi aman. Setiap komponen yang patah, terbakar atau kerusakan lainnya harus diganti.

1

3 1 3 -

Akses ke staging: - Staging dengan ketinggian lebih dari 5 kaki membutuhkan akses seperti ladder ramp, stairway. - Ramp dan stairway harus dilengkapi dengan handrail setinggi 36 inch (90 cm) juga midrail. - Tangga harus disediakan sehingga pekerja tidak perlu melangkah lebih dari satu langkah ke lantai kerja. - Staging yang dibuat dari tangga harus mengikuti persyaratan khusus. - Staging lebih dari 3 kaki dibawah titik akses membutuhkan sifat dapat berpindahpindah, langsung atau sejenis Jacob ladder. Benda-benda tidak stabil seperti drum, box, kaleng, tidak boleh dipergunakan sebagai lantai kerja (platform) ataupun penyangga lantai kerja.

Benda-benda jatuh dari staging dan mengenai

2

2

4

atau melukai pekerja dibawahnya. Lonjakan (misalnya pergerakan lantai kerja) ketika bekerja dengan floating scaffolding. 1 1 1 - Memenuhi persyaratan papan lantai kerja: - Papan untuk lantai kerja lebarnya tidak boleh kurang dari 2 x 10 inch (50 cm, OSHA). - Lantai staging tidak kurang dari 50 cm lebarnya kecuali dalam hal akibat struktur kapal membuatnya tidak mungkin menyediakan lebar yang dimaksud. - Papan platform yang dibangun keluar bagian penyangga pada ujung lain, panjangnya sekurangnya 6 inch (15 cm), jika lebih dari 12 inch maka papan harus dikencangkan ke bagian penyangga. - Papan tidak boleh melampaui beban kerja. -Pengelasan, pemanasan, riveting, atau pekerjaan dengan api terbuka (open flame) tidak boleh dilakukan diatas staging gantung yang menggunakan fiber rope, dimana wire rope akan mudah rusak akibat kerja panas.

Pekerja diatas scaffolding terjatuh ke lantai dibawahnya.

2

1

Guardrail Dan Toeboard: - Scaffolding dengan ketinggian lebih dari 5 kaki (150 cm) diatas permukaan, atau dengan jarak tertentu diatas air, harus dilengkapi dengan rel: Rel atas (top rail) tingginya 42 inch (105 cm) sampai 45 inch (112,5 cm) Rel tengah (mid rail) berada ditengah antara lantai dengan rel atas - Rel terbuat dari 2 x 4 inch (2 x 10 cm) papan, flat bar atau pipa. Jika menggunakan penyangga kaku, taut wire atau fiber rope harus cukup kuat. Jika jarak antara penyangga lebih dari 8 kaki (240 cm), rel harus sebanding kekuatannya 2 dengan 2 x 4 inch papan. Rel harus kuat dan aman. Jika terarah dengan kerja panas atau bahan kimia, rel dari fiber rope tidak digunakan. Rel yang terbuat dari rantai juga dapat digunakan mengikuti persyaratan yang berlaku. - - Penggunaan rel dapat diabaikan jika struktur kapal menghalangi pemakaiannya. Jika tidak menggunakan rel, pekerja yang bekerja diketinggian lebih dari 5 kaki dan diatas permukaan keras, harus menggunakan harness atau lifelines. Pekerja yang bekerja diatas air harus dilengkapi dengan buoyant work vest (berupa life jackets atau ring) - - Pekerja harus terlindung dari bahaya jatuh kekapal (akibat swinging) ketika bekerja

diatas floating scaffolding. - - Untuk mencegah peralatan dan material jatuh menimpa pekerja dibawah, scaffolding dilengkapi dengan papan kaki (toeboard), berukuran sekurangnya 1 x 4 inch papan. Bekerja disuatu ketinggian, baik membawa peralatan, mengecat dipinggir/tepi bagunan, dan lain sebagainya. -Pertimbangkan untuk menggunakan lift udara atau platform tinggi untuk memberikan yang lebih aman terhadap permukaan kerja yang tinggi -Penyediaan sistem pagar pembatas tegak dengan toeboards dan garis peringatan atau menginstal sistem kontrol line untuk melindungi pekerja di dekat tepi lantai dan atap - lubang lantai Sampul, dan / atau -menggunakan sistem jaring pengaman

2

Jatuh saat bekerja di suatu ketinggian tempat kerja

3

2

6

3

Pekerjaan penggalian

Palung runtuh saat pekerjaan galian

3

2

6

• Selalu menggunakan sistem pelindung untuk galian yang dalam. • Mempekerjakan seorang insinyur profesional terdaftar untuk merancang suatu sistem pelindung untuk parit 20 meter atau lebih. • Memastikan bahwa parit diperiksa oleh orang yang kompeten sebelum masuk dan sesudah kejadian bahaya meningkat seperti hujan badai, getaran atau beban biaya tambahan yang berlebihan. • Periksa semua kontrol derek untuk memastikan beroperasi dengan baik sebelum digunakan. • Periksa tali kawat, rantai dan hook untuk kerusakan. • Pastikan beban tidak melebihi kapasitas crane • Periksa semua kecurangan sebelum digunakan, jangan membungkus hoist tali atau rantai di sekitar beban. • Sepenuhnya memperpanjang cadik. • Barikade daerah diakses dalam radius ayunan crane. • Perhatikan distribusi listrik overhead dan jalur transmisi dan mempertahankan izin kerja yang aman minimal 10 meter dari garis listrik energi.

4

Pekerjaan yang berhubungan dengan alat Crane

-luka serius dapat terjadi jika crane tidak diperiksa sebelum digunakan dan jika tidak digunakan dengan benar. -cedera jika seorang pekerja terkena beban overhead atau tertangkap dalam radius ayunan

3

1

3

3

1

3

crane. -Banyak korban jiwa derek terjadi ketika ledakan derek atau garis beban yang menghubungi saluran listrik overhead.

3

1

3

5

Forklift

Sejumlah besar karyawan terluka fatal akibat pengoperasian yang tidak benar

3

2

6

6

Pekerjaan yang berkenaan dengan bahan kimia yang berbahaya

Kegagalan untuk mengenali bahaya yang berhubungan dengan bahan kimia dapat menyebabkan luka bakar kimia, masalah

3

2

6

• Melatih dan mengesahkan semua operator untuk memastikan bahwa mereka beroperasi forklift dengan aman. • Jangan biarkan setiap karyawan di bawah 18 tahun mengoperasikan forklift. • Memelihara peralatan pengangkutan dengan benar, termasuk ban. • Jangan mengubah atau membuat lampiran yang mempengaruhi kapasitas dan keselamatan operasi forklift tanpa persetujuan tertulis dari produsen forklift itu. • Periksa truk forklift untuk cacat sebelum digunakan. • Ikuti prosedur operasi yang aman untuk mengambil, memindahkan, menurunkan dan penumpukan beban. • Melarang mengemudi dengan aksi kasar, harus sesuai dengan syarat yang berlaku • Jangan menangani beban yang lebih berat dari kapasitas truk industri. • Hapus truk forklift yang tidak aman atau cacat dari layanan. • Operator akan selalu memakai sabuk pengaman. • Hindari bepergian dengan beban tinggi. • Yakinkan bahwa struktur rollover pelindung di tempat. • Pastikan bahwa alarm sinyal reverse operasional dan terdengar di atas tingkat kebisingan di sekitar. • Menjaga Keselamatan Bahan Lembar Data (MSDS) untuk setiap bahan kimia dalam fasilitas tersebut. • Membuat informasi ini dapat diakses untuk karyawan setiap saat dalam bahasa atau format yang jelas dipahami oleh semua personel yang terkait. • Melatih karyawan tentang cara membaca dan menggunakan MSDS. • Ikuti petunjuk produsen MSDS untuk penanganan bahan kimia berbahaya.

pernapasan, kebakaran dan ledakan.

Pekerjaan pengelasan

Jika tidak menggunakan alat pelindung diri dapat menyebabkan kerusakan pada mata dan kulit

3

2

6

• Melatih karyawan tentang risiko dari setiap bahan kimia berbahaya yang digunakan. • Menyediakan tumpahan pembersihan kit di daerah di mana bahan kimia yang disimpan. • Memiliki rencana tumpahan kontrol tertulis. • Melatih karyawan untuk membersihkan tumpahan, melindungi diri dan membuang bahan yang digunakan dengan benar. • Memberikan peralatan pelindung pribadi yang tepat dan menegakkan penggunaannya. • Simpan bahan kimia dengan aman dan aman Menggunakan kacamata pengaman dan Perlindungan Wajah: • Mata dan wajah pelindung dipilih berdasarkan bahaya diantisipasi. Kacamata pengaman atau pelindung wajah dikenakan bila terkena bahaya listrik termasuk pekerjaan pada sistem listrik energi. Perlindungan kaki: • Konstruksi pekerja harus mengenakan sepatu kerja atau sepatu dengan tahan slip dan tahan tusukan telapak kaki. • Keselamatan berujung alas kaki dipakai untuk mencegah jari kaki hancur saat bekerja di sekitar alat berat atau benda jatuh. Perlindungan tangan: • Sarung tangan harus cocok pas. • Pekerja mengenakan sarung tangan yang tepat untuk pekerjaan (misalnya, sarung tangan karet tugas berat untuk pekerjaan beton, sarung tangan las untuk pengelasan, sarung tangan dan lengan terisolasi bila terkena bahaya listrik). Kepala Perlindungan: • Pekerja harus memakai topi keras di mana ada potensi benda jatuh dari atas, benjolan pada kepala mereka dari benda-benda tetap, atau kontak kepala disengaja dengan bahaya listrik. • topi keras secara rutin diperiksa penyok, retak atau kerusakan. • topi Hard diganti setelah pukulan berat atau sengatan listrik. • topi keras diselenggarakan dalam kondisi baik

Pekerjaan pemotongan

Dapat terjadi luka akibat tergores pada tangan ataupun bagian tubuh lainnya

3

2

6

7 Pekerjaan penggilingan

Terjadi akibat fatal pada bagian jari pekerja maupun tangan apabila salah dalam mengoperasikan dan ceroboh

3

2

6

Pekerjaan memaku

Dapat menyebabkan bagian tubuh terluka jika terkena paku yang sedang dipalu

2

1

2

Kesimpulan dari analisis resiko dengan metode HIRA dalam bidang teknik sipil ini adalah diperlukan pengawasan khusus dalam tiap kegiatan yang dikerjakan baik dengan bantuan pengawasan oleh tenaga ahli yang kompeten dibidangnya maupun dengan bantuan alat pelindung diri dan juga diperlukan adanya pelatihan atau semacam training untuk para pekerja agar dapat menghindari kecelakaan yang mungkin bisa terjadi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful