CASE PASIEN ILMU BEDAH CA MAMMAE SINISTRA

PEMBIMBING Dr. Benno Syahbana, Sp.B

Disusun Oleh Tyas Cempaka Sari 030.06.261

KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT BEDAH RSUD BUDHI ASIH PERIODE XXI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah refrat ini dengan baik. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Adapun judul yang penulis pilih untuk penulisan makalah presentasi kasus ini adalah ”Karsinoma Mammae” Dalam penyusunan makalah ini, penulis telah mencurahkan segala pikiran dan kemampuan yang dimiliki. Namun tetap ada hambatan dan kendala yang harus dilewati. Penulis mengucapkan terima kasih kepada dr. Benno Syahbana, Sp.B selaku pembimbing makalah kasus ini dan seluruh pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.

Jakarta, 25 Desember 2011

Penulis

2

BAB I PENDAHULUAN
Kanker payudara merupakan kanker yang sering di diagnosis pada wanita. Kanker ini bersifat mengancam nyawa dan merupakan salah satu penyebab kematian kerana kanker dikalangan wanita. Menurut American Cancer Society’s, pada tahun 2011 diperkirakan di Amerika Serikat ditemukan 230,480 kasus baru karsinoma payudara yang invasif pada wanita dan kira-kira 57,650 kasus baru dari jenis karsinoma in situ(CIS). Kematian diperkirakan terjadi pada 39,520 kasus akibat dari kanker ini. Peluang untuk wanita mendapat kanker payudara invasif lebih kurang 1 daripada 8 dan peluang kematian akibat kanker ini 1 dari 35. Kadar kematian akibat payudara makin berkurang. Ini mungkin akibat dari penemuan awal dan penanganan yang lebih berkesan. Sekarang, didapatkan 2½ juta penghidap kanker payudara yang terselamat. Di indonesia, insiden kanker payudara belum mempunyai data, namun suatu data pathological base registration mencatat bahwa kanker payudara ini menduduki tempat kedua (15.8%) setelah kanker mulut rahim ditempat pertama.(12,13) Kebanyakan gejala awal dari kanker payudara asimptomatik. Gejala termasuk benjolan pada payudara, terdapatnya perubahan pada kulit, ulserasi, keluarnya cairan dari puting susu dan lain-lain. Terdapat banyak faktor resiko untuk kanker payudara iaitu dari jenis kelamin, usia, genetik, riwayat keluarga, riwayat penyakit pada payudara, radiasi, kehamilan, haid dan faktor-faktor lain. Mempunyai faktor resiko tidak memastikan bahawa akan terjadi kanker payudara.(12,13) Untuk mendiagnosis kanker payudara diperlukan pemeriksaan fisik, imaging (mammografi dan ultrasonografi) dan FNAB. Operasi merupakan terapi utama untuk kanker payudara. Wanita dengan stadium awal kanker payudara biasanya sembuh dengan operasi. Terapi adjuvan kanker payudara digunakan untuk merawat penyakit mikrometastatik atau sel kanker telah menyebar ke KGB regional. Terapi adjuvan diperkirakan mengurangkan 35-72% kadar kematian.(12,13)

3

BAB II LAPORAN KASUS
I. IDENTITAS PASIEN  Nama  Jenis Kelamin  Usia  Status Pernikahan  Alamat  Pekerjaan  Agama : Ny. R : Perempuan : 28 tahun : Menikah : Jakarta Timur : Ibu rumah tangga : Islam

II.

ANAMNESIS Dilakukan secara autoanamnesa pada tanggal 8 Desember 2011 Keluhan utama Benjolan di payudara kiri sejak 6 bulan SMRS

Keluhan Tambahan Benjolan di ketiak kiri, demam

Riwayat Penyakit Sekarang Os datang ke poli bedah RSUD Budhi Asih dengan keluhan adanya benjolan pada payudara sebelah kiri sejak 6 bulan SMRS, benjolan dirasakan mulanya sebesar kelereng namun semakin lama semakin membesar. Os juga mengeluhkan adanya rasa nyeri dan panas pada benjolannya. Os menyangkal adanya perubahan warna sekitar benjolan dan adanya cairan yang keluar dari benjolan maupun dari puting susunya. Os juga mengatakan adanya benjolan pada ketiak sebelah kirinya sejak 2 bulan SMRS, benjolan dikatakan pasien tidak nyeri. Os mengatakan sejak adanya benjolan di payudaranya dirinya suka merasakan demam yang hilang timbul, mual dan muntah disangkal pasien. Os juga menyangkal adanya penurunan nafsu makan dan penurunan berat badan. Riwayat Penyakit Dahulu
4

Os melahirkan anak pertama saat os berusia 20 tahun. asma. Riwayat Penyakit Keluarga Di keluarga pasien tidak ada yang memiliki riwayat yang sama dengan yang dialami oleh pasien. Riwayat Obstetri dan Ginekologi Os mengatakan pertama kali haid saat berusia 11 tahun dan siklus haid dikatakan os teratur. asma. DM. Os tidak memiliki riwayat sectio. Pasien juga menyangkal adanya riwayat hipertensi. sedangkan melahirkan anak kedua saat usia os 24 tahun. Os pernah memakai KB suntik setelah melahirkan anak keduanya namun berhenti dikarenakan haid menjadi tidak teratur. lalu os menggantinya dengan pil KB sejak 3 tahun terakhir ini. Os memiliki 2 orang anak. os juga menyangkal adanya riwayat hipertensi. sakit jantung pada keluarganya Riwayat Pengobatan Sebelumnya os berobat ke puskesmas mengenai benjolan payudaraya namun di rujuk ke RSUD Budhi Asih. PEMERIKSAAN FISIK Dilakukan pada tanggal 8 Desember 2011 Status Generalis  Keadaan Umum  Kesadaran  Tanda vital − Tekanan Darah − Nadi − Suhu − Pernafasan Kulit : 140/90 mmHg : 80x/menit : 36. Os melakukan pemberian ASI pada kedua anaknya sampai berusia 2 tahun. III.Os mengatakan dirinya tidak pernah mengalami sakit seperti ini sebelumnya. DM.6ᴼC : 20x/menit : Tampak Sakit Ringan : Compos Mentis 5 .

faring hiperemis (-). pupil bulat isokor. konjungtiva anemis (+/+)  Telinga  Hidung  Bibir : normotia. refleks cahaya langsung (+/+).distribusi merata. sekret(-). tidak pecah pecah dan tidak sianosis. : bibir lemab. sklera ikterik (-/-). Leher  Kelenjar getah bening tidak teraba membesar  Trakea lurus ditengah  Kaku kuduk (-)  Glandula tiroid tidak teraba  JVP meningkat Thoraks Depan 6 . tonsil T1T1 tenang.distribusi merata. : tidak ada deviasi septum. lidah hiperemis (-).lidah kotor (-).tidak mudah dicabut : simetris. sekret (-/-). nyeri tekan tragus (-/-). exopthalmus (-). refleks cahaya tidak langsung (+/+). tidak ada deviasi lidah. concha edema (-/-).pernafasan cuping hidung (-).tidak pucat. Turgor kulit  Tekstur  Warna  Sianosis  Hematom : baik : normal : sawo matang ::- Kepala  Bentuk  Rambut  Wajah  Mata : normocephali : hitam.  Mulut dan Tenggorokan : mukosa gusi tidak hiperemis. uvula ditengah. lidah tremor (-). mukosa hiperemis (-/-). ptosis (-). edema palpebra (-). : alis mata hitam. serumen (+/+).tidak kering. membran timpani sulit dinilai. nyeri tekan mastoid (-).

defense muskular (-).tidak ada gambaran vena. tidak teraba massa. tidak ada retraksi sela iga.pulsasi abnormal (-) : ictus cordis teraba di ICS V kira kira 1 cm medial dari garis midclavikularis kiri.tidak ada smiling umbilicus : permukaan supel. Abdomen  Inspeksi  Palpasi : permukaan datar.wheezing (-/-). Paru − Inspeksi − Palpasi − Perkusi : thoraks simetris statis dan dinamis.retraksi sela iga (-) : arcus costae 90o. wheezing (-/-). tidak ada bulging.peranjakan 1 ICS. vocal fremitus simetris kanan dan kiri.nyeri tekan (-) di regio lumbar kanan dan inguinal kanan.batas atas jantung kiri ICS II garis parasternalis kiri. : vokal fremitus simetris kanan dan kiri : batas bawah paru kanan setinggi vertebra Th IX dan batas bawah paru kiri setinggi vertebra Th X : suara nafas vesikuler.murmur (-). − Auskultasi  Jantung − Inspeksi − Palpasi − Perkusi : ictus cordis tidak terlihat. fluid wave (-) 7 . : sonor simetris kanan dan kiri. murphy sign (-).batas paru hepar ICS V garis midklavikularis kanan.ronchi (-/-). − Auskultasi : bunyi jantung I dan II reguler.batas paru lambung ICS VI garis axillaris anterior kiri.batas atas jantung kanan ICS II garis sternalis kanan.gallop (-) : Suara nafas vesikuler. vertebra lurus ditengah. : batas jantung kanan ICS IV garis sternalis kanan.ronchi (-/-). Thoraks Belakang  Paru − Inspeksi − Palpasi − Perkusi − Auskultasi : bentuk simetris statis dan dinamis.hepar dan lien tidak teraba membesar. nyeri lepas (-).

. berbatas tegas. tidak ada atrofi otot. Benjolan tidak dapat digerakkan dari dasarnya. Pada perabaan KGB aksilla sinistra teraba 8 . shifting dullness (-) : bising usus (+) normal Ekstremitas  Motorik 5555 5555  Sensorik 5555 5555 5555 5555 5555 5555  Akral hangat. Perkusi  Auskultasi : timpani. Nyeri tekan (+) pada benjolan. Saat penekanan papilla mammae tidak ada cairan yang keluar. permukaan benjolan tidak rata (berbenjol-benjol). Status Lokalis Mammae sinistra : . benjolan berjumlah satu dengan ukuran 5x3 cm. di kuadran bawah payudara kiri tampak terlihat adanya 1 benjolan. tidak ada palmar eritem. nyeri ketuk (-). tidak ada varises. Konsistensi benjolan keras.Inspeksi : payudara kanan dan kiri tidak simetris.Palpasi : benjolan didapatkan pada kuadran bawah.

Dilakukan tindakan asepsis dan antisepsis di daerah operasi . subcutis . Jinak VI. PENATALAKSANAAN Ekstirpasi tumor mammae sinistra Laporan Pembedahan (9 Desember 2011) :  Nama Operator  Diagnosis Pra Bedah : dr. Ganas Diagnosis Banding : Tumor mammae sinistra susp. PEMERIKSAAN PENUNJANG Pemeriksaan Laboratorium Tanggal 8 Desember 2011 Pemeriksaan Leukosit Hemoglobin Hematokrit Trombosit Masa Perdarahan Masa Pembekuan Gula Darah Sewaktu Hasil 11. dan benjolan dapat digerakkan.B : Tumor mammae sinistra  Diagnosis Pasca Bedah : Tumor mammae sinistra  Tindakan Pembedahan : Ekstirpasi  Uraian Pembedahan : .1 42 300 2’30” 13’00” 28 Satuan ribu/µl g/dl % ribu/µl Menit Menit mg/dl Nilai Normal 5 – 10 12 – 14 37 – 43 150 – 400 1’00” . IV. benjolan keras. berukuran kira-kira 1x1 cm.1 benjolan. DIAGNOSIS Tumor Mammae Sinistra Susp.Massa diidentifikasi . rata.Dilakukan insisi cutis.Tampak DO (mammae sinistra) : 9 . Santi. berbentuk oval.6’00” 10’00” – 15’00” < 180 V. Sp.1 14.

Massa keras. sitoplasma eosinofilik. Massa sulit di bebaskan dari jaringan sekitar. padat.Lapangan operasi di cuci .o Massa (+) dengan ukuran 5x4x3 cm. terfiksir dengan jaringan di sekitarnya. Sel tumor dengan inti pleomorfik.Perdarahan dirawat . .Dilakukan tindakan ekstirpasi . Mitosis dapat ditemukan Kesimpulan : Gambaran histologik sesuai dengan Karsinoma mammae duktal invasif. jenis solid tubular. PEMERIKSAAN LANJUTAN Pemeriksaan Patologi Anatomi (PA) Hasil (20 Desember 2011) :  Makroskopik  Mikroskopik : Jaringan dengan ukuran 6x5x3 cm warna kecoklatan : Sediaan berasal dari payudara terdiri dari massa tumor dengan truktur solid dan tubular. VIII. PENATALAKSANAAN ANJURAN LANJUTAN : Mastektomi 10 .Luka operasi ditutup dengan meninggalkan sebuuah pen rose drain Terapi post op :  Ceftriaxon 2x1 g  Transamin 3x1 amp  Vit K 2x1 amp  Ketopain 3x1 amp VII. hiperkromatik. Hipervaskularisasi (+).

Duktus mamae berkembang sebagai pertumbuhan ke dalam ventral dari sisa embriologi ini. tunas puting susu diinvasi oleh epitel skuamosa ektodermis. Segera setelah lahir.(1) Dengan mencapai minggu 9 perkembangan dalam rahim. Peninggian linear tegas ini terbentang bilateral dari aksila ke vulva dan dikenal sebagai garis susu atau mammary ridge. Pada bulan ke 5. Selama pertumbuhan dalam rahim. duktus susu primer bercabang dan membelah luas. tunas puting susu mempunyai cekungan sentral yang sesuai dengan area yang dipenetrasi oleh lumen duktulus susu primer. garis susu menjadi atrofi. Dengan mencapai bulan ke tujuh sampai ke delapan dalam rahim. kecuali dalam daerah pectoralis dan pengenalan pertama primodium payudara (tunas puting susu) jelas. Dengan mencapai minggu 12 embriogenesis. penetrasi tunas puting susu lengkap ia bereversi dan lebih diinvasi oleh sel basaloid yang menjadi dipigmentasi gelap untuk membentuk areola. Suatu area penebalan ektodermis yang dikenal sebagai tunas susu.(1) Saat lahir.(1) II. Kemudian tunas ini berproliferasi ke dalam asinus setelah dimulai rangsangan estrogen ovarium. payudara dikenal sebagai “milk streak” dalam sekitar minggu keenam perkembangan fetus. Lokasi pectoralis payudara pada manusia hanya ditempati pada primata tinggi spesies mamalia. duktus berkanulasi membentuk lumen yang berhubungan dengan duktus lactifer tak matang.BAB II TINJAUAN PUSTAKA KELENJAR PAYUDARA I. jaringan ikat mesenkim menginfiltrasi primordium payudara dan berdiferensiasi ke 15 sampai 20 filamen padat yang terdistribusi simetris di bawah kulit tunas puting susu. yang terbagi dalam duktus susu primer dan berakhir dalam tunas lobulus. ANATOMI Payudara terletak pada hemitoraks kanan dan kiri dengan batas-batas sebagai berikut : 11 . berkembang dalam bagian pectoralis badan embrio. EMBRIONAL Dalam embrio manusia.

dan bermuara pada puting susu. saraf dan saluran getah bening  Otot dan fascia Parenkim epitelial dibentuk oleh kurang lebih 15-20 lobus yang masing-masing mempunyai saluran tersendiri untuk mengalirkan produknya. Latissimus dorsi Payudara terdiri dari berbagai struktur :  Parenkim epitelial  Lemak. Tiap lobus berisi 20-40 lobulus dan masing-masing lobulus terdiri dari 10-100 alveoli. Batas-batas payudara yang tampak dari luar  Superior : iga II atau III  Inferior  Medial  Lateral : iga VI atau VII : pinggir sternum : garis aksilaris anterior 2. Batas-batas payudara yang sesungguhnya  Superior : hampir sampai ke clavikula  Medial  Lateral : garis tengah : m. Lobulus-lobulus ini merupakan struktur dasar dari glandula 12 .1. pembuluh darah.

pektoralis mayor. b.pektoralis mayor untuk mempendarahi bagian lateral payudara. tetapi sangat penting artinya.mamaria eksterna). Thorakalis lateralis. Pembuluh darah ini berjalan turun menyusuri tepi lateral dari m.  Rami pektoralis a. Arteri ini mempendarahi m.latissimus dorsi dan m.pektoralis mayoor dan memberi pendarahan tepi medial glandula mammae. Thorako-dorsalis. mamaria interna Vena ini merupakan vena terbesar yang mengalirkandarah dari payudara.thorakalis dan v.  Cabang-cabang v.2) 1.(1. terdapat tiga grup vena :  Cabang-cabang perfrantes v. Payudara dibungkus oleh fascia pektoralis superfisialis dimana permukaan anterior dan posterior dihubungkan oleh ligamentum cooper yang berfungsi sebagai penyangga.pektoralis mayor. Pembuluh darah ini merupakan cabang dari a. Setelah menembus m. Cabang-cabang I.aksilaris yang terdiri dari v.  A. Walaupun arteri ini tidak memberi pendarahan pada glandula mammae.innominata. Vena ini bermuara pada v. serratus magnus.III dan IV dari a. Vaskularisasi (1.thorako-akromialis. Vena Pada daerah payudara.mamaria interna menembus dinding dada dekat pingir sternum pada interkostal yang sesuai. Arteri Payudara mendapat pendarahan dari :  Cabang-cabang perforantes a. (a. perdarahan yang terjadi akibat terputusnya arteri ini sulit dikontrol. v. sehingga daerah ini dinamakan “bloody angle”.pektoralis minor dan m. Arteri ini berjalan turun diantara m.mamaria interna yang kemudian bermuara pada v.mamaria interna.subskapularis.  A.mammae.thorako-dorsalis.pektoralis mayor. thorako-akromialis. 13 . Pembuluh ini merupakan pembuluh utama m.II.2) a. arteri ini akan mempendarahi glandula mammae bagian dalam (deep surface). Karena tindakan radikal mastektomi. menembus m.

2) a. b.pektoralis mayor. 2. Dari kelenjar mamaria interna. Dibagi dalam 2 kelompok : .interkostalis dan bermuara ke dalam kelenjar getah bening mamaria interna. sebagian akan bermuara ke duktus thorasikus (untuk sisi kiri) dan duktus limfatikus dekstra (untuk sisi kanan). 14 .  Pembuluh getah bening mamaria interna Saluran limfe ini mengalirkan getah bening dari bagian dalam dan medial payudara. Kelompok ini terletak setinggi interkostal II-III.interkostalis V.Kelompok superior. Sebagian akan bermuara pada v. Pembuluh getah bening  Pembuluh getah bening aksila Pembuluh getah bening aksila ini mengarlirkan getah bening dari daerah sekitar areola mammae. getah bening mengalir melalui trunkus limfatikus mamaria interna. Laju berjalan ke medial bersama-sama dengan sistem perforantes menembus m. Sistem Limfatik (1.vertebralis. Pembuluh ini berjalan di atas fascia pektoralis lalu menembus fascia tersebut dan masuk ke dalam m. kemudian bermuara v. Kelenjar-kelenjar getah bening  Kelenjar getah bening mamaria eksterna Untaian kelenjar ini terletak di bawah tepi lateral m. Vena-vena kecil yang bermuara pada v.kava.pektoralis mayor. sepanjang tepi medial aksila.azygos. kuadran lateral bawah dan kuadran lateral atas payudara.interkostalis bermuara pada v.

Seluruh kelenjar getah bening aksila ini terletak di bawah fascia kostokorakoid.aksilaris – v.aksilaris bagian lateral. mulai dari white tendon m. Kelompok ini terletak setinggi interkostal IV-VVI. mulai dari percabangan v.aksilaris menghilang di bawah tendo m. sepanjang rami pektoralis v.latissimus dorsi.aksilaris Terletak sepanjang v. Merupakan kelenjar aksila yang terbesar dan terbanyak jumlahnya. di bawah kulit dan fascia pada pusat ketiak.subskapularis.Kelmpok inferior. Merupakan kelenjar aksila yang tertinggi dan termedial letaknya.aksilaris menjadi v..  Kelenjar getah bening subklavikula Terletak sepanjang v. kira-kira pada pertengahan pertengahan lipatan ketiak depan dan belakang.thorako-akromialis sampai dimana v. mulai dari sedikit medial pecabangan v. Kadang beberapa diantaranya terletak sangat superfisial.thorako-akromialis.  Kelenjar getah bening interpektoral (Rotter’s nodes) Terletak diantara m.thorako-dorsalis ke dalam lm. Semua getah bening yang berasal dari kelenjarkelenjar getah bening aksila masuk ke dalam kelenjar ini. Jumlah satu sampai empat.aksilaris.subklavius.thorako-akromialis.pektoralis mayor dan minor.  Kelenjar getah bening v. 15 .  Kelenjar getah bening skapula Kelenjar getah bening terletak sepanjang vas subskapularis danthorakodorsalis.latissimus dorsi sampai ke sedikit medial dari percabangan v.  Kelenjar getah bening prepektoral Merupakan kelenjar tunggal yang kadang terletak di bawah kulit atau di dalam jaringan payudara kuadran lateral atas. sampai ke tempat masuknya v.  Kelenjar getah bening sentral (Central nodes) Terletak di dalam jaringan lemak di pusat ketiak.aksilaris-v.

 Kelenjar getah bening mamaria interna Tersebat sepanjang trunkus limfatikus mamaris interna. 3. Persarafan (1. III. kelenjar payudara kembali dalam keadaan infantil.pektoralis mayor dan minor. Hal ini terjadi pengaruh estrogen yang kadarnya meningkat.torakodorsalis yang mengurus m.latissimus dorsi. Terutama yang tumbuh ialah jaringan lemak dan jaringan ikat di antara 15-20 lobus 16 . Payudara pun menyerupai satu cakram. yakni n. FISIOLOGI Kelenjar payudara merupakan satu bagian integral dari sistem reproduksi maka perbuahan fisiologis kelenjar tersebut rapat hubungannya dengan reproduksi.serratus anterior sedapat mungkin dipertahankan pada mastektomi dengan diseksi aksila. tidak aktif.(4) Payudara mengalami tiga macam perubahan : (4)  Pertumbuhan dan involusi kelenjar payudara Pada waktu lahir payudara merupakan suatu sistem aluran yang bermuara ke mamilla.interkostobrakialis dan n. Terletak di dalam lemak diatas fascia endothorasika. pada sela iga. Jaringan kelenjar payudara sendiri diurus oleh saraf simpatik.3) Persarafan kulit payudara diurus oleh cabang pleksus servikalis dan n. Beberapa hari sesudah lahir sebagian besar bayi dari kedua seks menunjukkkan pembesaran kelenjar payudara sedikit dan mulai bersekresi sedikit mengeluarkan kolostrum yang menghilang sesudah kira-kira satu minggu kemudian.2.interkostalis. Pertumbuhan kelenjar akan berjalan terus sampai umur dewasa hingga berbentuk seperti kuncup.kutaneus braktus medialis yang mengurus sensilbilitas daerah aksila dan bagian medial lengan atas. n. Diperkirakan jumlah kelenjar ini ada 6-8 buah. dalam keseluruhannya dikendalikan oleh sistem neuro-endrokrinologi yang sama. dan n. Ada beberapa saraf lagi yang perlu diingat sehubungan dengan penyulit paralisis dan mati rasa pascabedah. Dalam permulaan pubertas antara 10-15 tahun. areola membesar dan lebih mengandung pigmen. Nervus pektoralis yang mengurus m.torakalis longus yang mengurus m. kira-kira 3 cm di pinggir sternum.

hanya pada bulan-bulan terakhir dapat dikeluarkan beberapa tetes. Payudara menjadi lebh penuh. Biasanya payudara sudah sempurna terbentuk setelah haid mulai. tegang. Pemakaian obat-obatan yang tidak diketahui becampur dengan estrogen dapat menimbulkan bermacam-macam keluhan. Pengecilan payudara sesudah menopause adalah berdasarkan berkurangnya produksi estrogen. 17 .payudara. areola lebih banyak mengandung pigmen dan puting susu sedikit membesar. yakni kolostrum di bawah pengaruh prolaktin. alveolus-alveolus mulai terisi cairan. Karena inhibisi estrogen da progesteron.  Perubahan payudara pada saat hamil dan laktasi Beberapa minggu setelah konsepsi timbul perubahan pada kelenjar payudara. saluran lobus tidak banyak bertumbuh. Perubahan ini kiranya ada hubungan dengan perubahan vaskuler dan limfogen.  Perubahan kelenjar payudara yang berhubungan dengan haid Pada saat haid payudara agak membesar dan tegang dan pada beberapa wanita timbul rasa nyeri. baik duktus maupun asinus menjadi hipertrofi di bawah pengaruh estrogen dan progesteron yang kadarnya meningkat. kolostrum tidak dikeluarkan. Pada awal trimester kedua mulai timbul sistem alveolar.

DEFINISI (9. Di Indonesia.10. Menurut WHO 8-9% wanita akan mengalami kanker payudara.000 yaitu ± 18% dari angka kematian pada wanita. Menurut WHO.2 juta wanita terdiagnosis kanker payudara dan lebih dari 700. sehingga mengambil pertumbuhan yang tidak normal. namun suatu data pathological base registration mencatat bahwa kanker payudara ini menduduki tempat kedua (15. Di AS (1983) insiden kanker payudara 92 kasus baru/100.000 kasus baru kanker payudara terdiagnosa di Eropa dan kurang lebih 175. insiden kanker payudara ini belum ada datanya. Hal ini diperkirakan disebabkan semakin edukasi dan teknolgi yang mempunyai dampak luas dalam penemuan penyakit.BAB III TINJAUAN PUSTAKA KANKER PAYUDARA I.11) Kanker adalah suatu kondisi dimana sel telah kehilangan pengendalian dan mekanisme normalnya. Ini menjadikan kanker payudara sebagai jenis kanker yang paling banyak ditemui pada wanita.000 di Amerika Serikat. Setiap tahun lebih dari 250. Penyakit ini oleh World Health Orgnization (WHO) dimasukkan ke dalam International Clasification of Disease (ICD) dengan kode nomor 17.000 penderita wanita dengan mortalitas 27/100. Diperkirakan pula insiden kanker payudara ini di Indonesia semakin meningkat di masa yang akan datang. tahun 2000 diperkirakan 1. EPIDEMIOLOGI (2) Insiden kanker payudara pada dekade terakhir ini memperlihatkan kecenderungan meningkat. kanker payudara (Carcinoma mammae) adalah suatu penyakit neoplasma yang ganas yang berasal dari parenchyma. 18 .8%) dari sepuluh kanker terbanyak setelah kanker mulut rahim di tempat pertama.000 meninggal karenanya. semakin tingginya keadaan status sosial ekonomi yang mempunyai dampak pula terhadap perubahan pola hidup. II. cepat dan tidak terkendali.

Distribusi menurut lokasi tumor Berdasarkan penelitian (Haagensen) kanker payudara lebih sering terjadi di kuadran lateral atas.5-1%/tahun. maka resiko terjadinya kanker pada payudara yang sehat meningkat sebesar 0. 19 . III. ETIOLOGI DAN FAKTOR RESIKO (2) Penyebabnya tidak diketahui. Distribusi menurut umur Berdasarkan umur. tetapi ada beberapa faktor resiko yang menyebabkan seorang wanita menjadi lebih mungkin menderita kanker payudara. Usia Sekitar 60% kanker payudara terjadi pada usia diatas 60 tahun. b. Pernah menderita kanker payudara Wanita yang pernah menderita kanker in situ atau kanker invasif memilik resiko tertinggi untuk menderita kanker payudara. kanker payudara lebih sering ditemukan pada usia 4049 tahun (dekade V) yaitu 30. kemudian sentral (subareolar). 2. Beberapa faktor resiko tersebut adalah: 1. Setelah payudara yang terkena diangkat.6% kanker payudara ditemukan pada usia 40-49 tahun.35% untuk kasus di Indonesia. Resiko terbesar ditemukan pada wanita berusia diatas 75 tahun. Payudara sebelah kiri lebih sering terkena bila dibandingkan dengan sebelah kanan. Di Jepang pun demikian yaitu 40.a.

Semakin lambat menopause dan kehamilan pertama. semakin besar resiko menderita kanker payudara. Semakin dini menarke. Gen lainnya yang juga diduga berperan dalam terjadinya kanker payudara adalah p53. Pernah menderita penyakit payudara non-kanker Resiko menderita kanker payudara agak lebih tinggi pada wanita yang pernah menderita penyakit payudara non-kanker yang menyebabkan bertambahnya jumlah saluarn air susu dan terjadinya kelainan struktur jaringan payudara (hiperplasia atipik). Resiko menderita kanker payudara adalah 2-4 kali lebih besar pada wanita yang mengalami menarke sebelum usia 12 tahun. 4. BARD1. 6. Riwayat keluarga yang menderita kanker payudara Wanita yang ibu. Faktor genetik dan hormonal Telah ditemukan 2 varian gen yang tampaknya berperan dalam terjadinya kanker payudara. kehamilan pertama setelah usia 30 tahun atau belum pernah hamil. Faktor hormonal juga penting karena hormon memicu pertumbuhan sel. menopause setelah usia 55 tahun. tampaknya meningkatkan peluang tumbuhnya sel-sel yang secara genetik telah mengalami kerusakan dan menyebabkan kanker. Demikian pula halnya dengan menopause ataupun kehamilan pertama. maka kemungkinan menderita kanker payudara sangat besar. Menarke (menstruasi pertama) sebelum usia 12 tahun. yaitu BRCA1 dan BRCA2. Kenyataan ini menimbulkan dugaan bahwa kanker payudara disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel yang secara genetik mengalami kerusakan. terutama jika tidak diselingi oleh perubahan hormonal karena kehamilan. Kadar hormon yang tinggi selama masa reproduktif wanita. saudara perempuan atau anaknya menderita kanker. Pemakaian pil KB atau terapi sulih estrogen Pil KB bisa sedikit meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara. yang tergantung kepada usia.3. Belum 20 . 5. lamanya pemakaian dan faktor lainnya. semakin besar resiko menderita kanker payudara 7. memiliki resiko 3 kali lebih besar untuk menderita kanker payudara. BRCA3 dan Noey2. Jika seorang mwanita memiliki salah satu dari gen tersebut.

12. Faktor resiko lainnya Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kanker rahim. 10.diketahui berapa lama efek pil akan tetap ada setelah pemakaian pil dihentikan. 8. Penyinaran Pemaparan terhadap penyinaran (terutama penyinaran pada dada). Pemakaian alkohol Pemakaian alkoloh lebih dari 1-2 gelas/hari bisa meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara. Ductal carcinoma in situ 21 . Bahan kimia Beberapa penelitian telah menyebutkan pemaparan bahan kimia yang menyerupai estrogen (yang terdapat di dalam pestisida dan produk industri lainnya) mungkin meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara. 11. pada masa kanak-kanak bisa meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara. DES (dietilstilbestrol) Wanita yang mengkonsumsi DES untuk mencegah keguguran memiliki resiko tinggi menderita kanker payudara. Obesitas pasca menopause Obesitas sebagai faktor resiko kanker payudara masih diperdebatkan. Terapi sulih estrogen yang dijalani selama lebih dari 5 tahun tampaknya juga sedikit meningkatkan resiko kanker payudara dan resikonya meningkat jika pemakaiannya lebih lama. 9. Beberapa penelitian menyebutkan obesitas sebagai faktor resiko kanker payudara kemungkinan karena tingginya kadar estrogen pada wanita yang obes. ovarium dan kanker usus besar serta adanya riwayat kanker dalam keluarga bisa meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara. IV. 13. Non invasive carcinoma a. KLASIFIKASI 1.

DCIS dapat menyebabkan keluarnya cairan puting atau muncunya massa yang secara jelas terlihat atau dirasakan. Sekitar 20-30% kejadian kanker payudara ditemukan saat melakukan mammografi. Kalsium cenderung terkumpul dalam saluran yang tersumbat dan terlihat dalam mamografi sebagai kalsifikasi terkluster atau tak beraturan (clustered or irregular calcifications) atau disebut kalsifikasi mikro (microcalcifications) pada hasil mammogram seorang wanita tanpa gejala kanker. dengan perkembangan lebih lambat. disebut comedeonecrosis. Sel ini disebut solid. Saluran menjadi tersumbat dan membesar seiring bertambahnya sel kanker di dalamnya. Jika diabaikan dan tidak ditangani. DCIS kadang ditemukan dengan tidak sengaja saat dokter melakukan biopsy tumor jinak. terlihat sebagai sel yang lebih besar dengan bentuk tak beraturan.Ductal carcinoma in situ. sering bersifat progresif di awal perkembangannya. papillary atau cribiform. dimana salah satu sel cenderung lebih invasif dari tipe satunya. dan terlihat pada mamografi. DCIS muncul dengan dua tipe sel yang berbeda. juga disebut intraductal cancer. merujuk pada sel kanker yang telah terbentuk dalam saluran dan belum menyebar. terlihat lebih kecil dibandingkan sel normal. DCIS dapat menjadi kanker invasif dengan potensi penyebaran ke seluruh tubuh. Tipe pertama. Tipe kedua. 22 .

tetapi tidak berkembang melewati dinding lobulus. atau halus. Amerika Serikat. seorang wanita dengan LCIS memiliki peluang 25% munculnya kanker invasive (lobular atau lebih umum sebagai infiltrating ductal carcinoma) sepanjang hidupnya. Biopsi papilla mammae akan menunjukkan suatu populasi sel yang identik (gambaran atau 23 . Seringnya muncul sebagai erupsi eksim kronik dari papilla mammae. Invasive carsinoma a. 2. Lobular carcinoma in situ Meskipun sebenarnya ini bukan kanker. ulserasi. Mengacu pada National Cancer Institute. Paget’s disease biasanya berhuungan dengan DCIS (Ductal Carcinoma in situ) yang luas dan mungkin berhubungan dengan kanker invasif. tetapi LCIS kadang digolongkan sebagai tipe kanker payudara non-invasif. Bermula dari kelenjar yang memproduksi air susu. dapat berupa lesi bertangkai. Paget’s disease dari papilla mammae Paget’s disease dari papilla mammae pertama kali dikemukakan pada tahun 1974.b.

bekisar 4% dari seluruh kanker payudara yang invasif dan merupakan kanker payudara herediter yang berhubungan dengan BRCA-1. Invasive ductal carcinoma  Adenocarcinoma with productive fibrosis (scirrhous. Sekitar 50% kanker ini berhubungan dengan DCIS dengan karakteristik terdapatnya kanker perifer. Batasnya kurang tegas dan pada potongan melintang. atau modified radical mastectomy. Patognomonis dari kanker ini adalah terdapatnya sel besar pucat dan bervakuola (Paget’s cell) dalam deretan epitel. sebagai massa soliter dan keras. Karakteristik mikroskopik dari medullary carcinma berupa (1) infiltrat limforetikular yang padat terutama terdiri dari sel limfosit dan plasma. Wanita dengan kanker ini mempunyai 5-year survival rate yang lebih baik dibandingkan NST atau invasive lobular carcinoma. dan kurang dari 10% menunjukkan reseptor hormon. mastectomy. simplex. (2) inti pleomorfik seperti rantai.  Medullary carcinoma (4%) Medullary carcinoma adalah tipe khusus dari kanker payudara. tergantung penyebaran tumor dan adanya kanker invasif b. 24 . NST) (80%) Kanker ini ditemukan sekitar 80 % dari kanker payudara dan pada 60% kasus kanker ini mengadakan metastasis(baik mikro maupun makroskopis) ke KGB aksila. Peningkatan ukuran yaang cepat dapat terjadi sekunder terhadap nekrosis dan perdarahan.perubahan pagetoid). Kanker ini biasanya terdapat pada wanita perimenopause or postmenopause dekade kelima sampai ke enam. 20& kasus ditemukan bilateral. Sel kanker sering berkumpul dalam kelompok kecil dan gambaran histologi yang bervariasi. tampak permukaannya membentuk konfigurasi bintang di bagian tengah dengan garis berwarna putih kapur atau kuning menyebar ke sekeliling jaringan payudara. dengan minimal atau tidak ada diferensiasi duktus atu alveolar. Tetapi pembedahan untuk Paget’s diseasi meliputi lumpectomy.

3 9. Mucinous (collid) carcinoma (2%) Mucinous carrcinoma (colloid carcinoa).0 7. Long-term survival mendekati 100%. d. apocrine) Distribusi lokasi tumor menurut histologinya Location Nipple Central Upper inner Lobular (%) 2. Ukurannya kecil dan jarang mencapai diameter 3 cm. c. Kanker yang jarang (adenoid cystic. nucleoli tidak jelas.2 6. merupakan tipe khusus lain dari kanker payudara. sel-sel kanker ini dapat tidak terliht pada pemeriksaan mikroskopik.3 25 . dan sedikit sitoplasma.  Papillary carcinoma (2%) Papillary carcinoma merupakan tipe khusus dari kanker payudara sekitar 2% dari semua kanker payudara yang invasif.3 Ductal (%) 1. multisentrik. sekitar 2% dari semua kanker payudara yang invasif. Biasanya ditemukan pada wanita perimenopause dan pada periode awal menopause.9 6.and 10-year survival rate mirip mucinous dan tubular carcinoma. biasanya muncul sebagai massa tumor yang besar dan ditemukan pada wanita yang lebih tua. Karena pertumbuhannya yang tersembunyi sulit untuk dideteksi.1 8. Invasive lobular carcinoma (10%) Invasive lobular carcinoma sekitar 10% dari kanker payudara. McDivitt dan kawan-kawan menunjukkan frekuensi metastasis ke KGB aksila yang rendah dan 5. Gambaran histopatologi meliputi sel-sel kecil dengan inti yang bulat.7 5. Seringnya multifokal. squamous cell. yang dapat menggantikan inti (signet-ring cell carcinoma). dan bilaterl. Pewarnaan khusus dapat mengkonfirmasi adanya musin dalam sitoplasma. Biasanya ditemukan pada wanita dekade ketujuh dan sering menyerang wanita non kulit putih.  Tubular carcinoma (2%) Tubular carcinoma merupakan tipe khusus lain dari kanker payudara sekitar 2% dari semua kanker payudara yang invasif.2 Combination (%) 1. Karena komponen musinnya.

8 3.9 6.T 1 : ukuran tumor diameter 2 cm atau kurang .4 0. yaitu : 1.T 3 : ukuran tumor diameter > 5 cm .6 V. Seberapa besar ukuran tumornya dan dimana lokasinya (T. Node) 3. juga sesudah operasi dan dilakukan pemeriksaan histopatologi (PA).T 4 : ukuran tumor berapa saja.T 2 : ukuran tumor diameter antara 2-5 cm . Metastasis) Ketiga faktor T. edema atau 26 . M dinilai baik secara klinis sebelyum dilakukan operasi. Stadium hanya dikenal pada tumor ganas atau kanker dan tidak pada tumor jinak.7 0. Kelenjar getah bening di sekitar tumor. Pada sistem TNM ini dinilai tiga faktor utama. N.Lower inner Upper outer Lower outer Axillary tail 3.7 36.8 37.T 0 : tidak ditemukan tumor primer .9 37.1 5.2) Stadium penyakit kanker adalah suatu keadaan dari hasil penilaian dokter saat mendiagnosis suatu penyakit kanker yang diderita pasiennya. penilaian TNM sebagai berikut :  T (Tumor size). dapat berupa borok. Tumor) 2. STADIUM KANKER PAYUDARA (1. Kemungkinan tumor telah menjalar ke organ lain (M. Pada kanker payudara. sudah sejauh manakah tingkat penyebaran kanker tersebut baik ke organ atau jaringan sekitar maupun penyebaran ketempat jauh.0 5.8 4. Tumor itu sendiri. Apakah tumor telah menyebar kekelenjar getah bening disekitarnya (N. tetapi sudah ada penyebaran ke kulit atau dinding dada atau pada keduanya . Banyak sekali cara untuk menentukan stadium.8 0. ukuran tumor . namun yang paling banyak dianut saat ini adalah stadium kanker berdasarkan klasifikasi sistim TNM yang direkomendasikan oleh UICC (International Union Against Cancer) atau AJCC (American Joint Committee On Cancer).

27 .M didapatkan.M 1 : terdapat metastasis jauh Setelah masing-masing faktor T.N. Tumor dengan garis tengah kurang dari 2 cm dan belum menyebar keluar payudara.N 0 : tidak terdapat metastasis pada KGB regional di ketiak / aksilla . kulit payudara kemerahan atau ada benjolan kecil di kulit di luar tumor utama  N (Node). Yaitu kanker tidak menyebar keluar dari pembuluh / saluran payudara dan kelenjar-kelenjar (lobules) susu pada payudara.  Stadium I (T1 N0 M0) Tumor masih sangat kecil dan tidak menyebar serta tidak ada titik pada pembuluh getah bening..M x : metastasis jauh belum dapat dinilai .N 2 : ada metastasis ke KGB aksilla yang sulit digerakkan .N 1 : ada metastasis ke KGB aksilla yang masih dapat digerakkan .bengkak.N 3 : ada metastasis ke KGB di atas tulang selangka (supraclavicula) atau pada KGB di mammary interna di dekat tulang sternum  M (Metastasis). penyebaran jauh : . ketiga faktor tersebut kemudian digabung dan didapatkan stadium kanker sebagai berikut :  Stadium 0 (T0 N0 M0) Disebut Ductal Carsinoma In Situ atau Non-invasive Cancer.M 0 : tidak terdapat metastasis jauh . kelenjar getah bening regional (KGB) : .

atau . atau . 28 .  Stadium IIB (T2 N1 M0 / T3 N0 M0) Pasien stadium ini. Stadium IIA (T0 N1 M0 / T1 N1 M0 / T2 N0 M0) Pada stdium ini : .Benjolan berukuran 2 cm atau lebih kecil dan sudah menyebar ke limfonodi axillaris.Lebih besar dari 5 cm tapi belum menyebar ke limfonodi axillaris. atau .2-5 cm dan sudah menyebar pada limfonodi axillaris. tetapi kanker ditemukan pada limfonodi axillaris (kelenjar limfe dibawah lengan).Tidak ada benjolan yang ditemukan pada payudara. benjolan berukuran : .Benjolan lebih besar dari 2 cm tetapi tidak lebih besar dari 5 cm (antara 2-5 cm) dan tidak menyebar ke limfonodi axillaris.

Benjolan lebih besar dari 5 cm. atau . Kanker ditemukan di limfonodi axillaris yang saling berdekatan satu sama lain atau pada jaringan lainnya. atau kanker mungkin sudah menyebar ke limfonodi sekitar tulang dada.Mungkin sudah menyebar ke limfonodi axillaris yang saling berdekatan satu sama lain atau pada jaringan lainnya. atau . Stadium IIIA (T0 N2 M0 / T1 N2 M0 / T2 N2 M0 / T3 N1 M0 / T2 N2 M0) Tidak ada benjolan yang ditemukan di payudara. atau kanker mungkin sudah menyebar ke limfonodi sekitar tulang dada 29 .Benjolan berukuran 2-5 cm.Benjolan berukuran 2 cm atau lebih kecil.Sudah menyebar ke dinding dada dan/atau kulit payudara. Kanker ditemukan di limfonodi axillaris yang saling berdekatan satu sama lin atau pada jaringan lainnya. Kanker sudah menyebar ke limfonodi axillaris yang saling berdekatan satu sama lain atau pada jaringan lainnya. Kanker sudah menyebar ke limfonodi axillaris yang saling berdekatan satu sama lain atau pada jaringan lainnya.  Stadium IIIB (T4 N0 M0 / T4 N1 M0 / T4 N2 M0) Benjolan bisa sebesar apapun dan kanker : . dan . atau bisa juga ditemukan pada limfonodi sekitar tulang dada atau : . atau kanker mungkin sudah menyebar ke limfonodi sekitar tulang dada. atau bisa juga ditemukan pada limfonodi sekitar tulang dada.

kanker : • Ditemukan dalam sepuluh atau lebih limfonodi axillaris. kanker sudah menyebar ke limfonodi diatas tulang leher. terdapat kanker payudara ataupun benjolan dalam berbagai ukuran dan mungkin sudah menyebar ke dinding dada dan/atau kulit payudara.Kanker yang sudah menyebar ke kulit payudara disebut kanker payudara inflamatorik (Inflammatory Breast Cancer)  Stadium IIIC (Tiap T N3 M0) Pada stadium ini.  Pada stadium IIIC yang dapat dioperasi. atau • Ditemukan dalam limfonodi axillaris dan limfonodi di sekitar tulang dada  Pada stadium IIIC yang tidak dapat dioperasi.  Stadium IV (Tiap T-Tiap N -M1) 30 . Kanker payudara stadium IIIC dibagi menjadi stadium IIIC yang dapat dioperasi dan tidak dapat dioperasi.Mungkin sudah menyebar ke limfonodi axillaris atau ke limfonodi di sekitar tulang dada. Selain itu. kanker juga : .Sudah menyebar ke linfonodi diatas atau dibawah tulang leher dan . atau • Ditemukan dalam limfonodi dibawah tulang leher.

dan otak. Penderita melihat perubahan pada payudara atau pada puting susunya  Perubahan ukuran maupun bentuk dalam payudara  Puting susu tertarik ke dalam payudara  Kulit payudara. hati. yang paling sering adalah ke tulang. aerola. 31 .. penderita menemukan benjolan pada payudaranya. ketidaknyamanan muskuloskeletal. c. Sel kanker juga dapat menyebar ke berbagai bagian tubuh lain. perubahan pada puting susu dapat berupa retraksi atau keluar sekret. Gejala (5) Gejala yang paling sering meliputi : a. paling sering ke tulang. atau otak. hati. biasanya sel anker dapat ditemukan di kelenjar limfe yang berada di sekitar payudara. ulserasi atau eritema kulit payudara. massa di ketiak. paruparu. atau bengkak. merah. Kulit mungkin berkerut-kerut seperti kulit jeruk. Jika sel kanker telah menyebar. Keluar sekret atau cairan dari puting susu Pada awal kanker payudara biasanya penderita tidak merasakan nyeri. Pada 33% kasus kanker payudara.Kanker sudah menyebar ke organ lain tubuh. DIAGNOSIS 1. VI. Penderita merasakan adanya perubahan pada payudara atau pada puting susunya  Benjolan atau penebalan dalam atau sekitar payudara atau di daerah ketiak  Puting susu terasa mengeras b. atau puting bersisik. Tanda dan gejala lain dari kanker payudara yang jarang ditemukan meliputi pembesaran atau asimetrisnya payudara.

harus dinilai lokasinya.50% wanita dengan kanker payudara tidak memiliki gejala apapun. dan eritema. Mammografi Mammografi merupakan pemeriksaan yang paling dapat diandalkan untuk mendeteksi kanker payudara sebelum benjolan atau massa dapat dipalpasi. Inspeksi Inspeksi bentuk. dan parasternal. 2. termasuk palpasi kelenjar limfe di aksila. Palpasi Dilakukan palpasi pada payudara apakah terdapat massa. Setiap massa yang teraba atau suatu lymphadenopathy. Pemeriksaan Fisik (5) a. retraksi kulit atau puting susu. supraklavikula. mobilitas atau fiksasinya. ukurannya. bentukk. ukuran. Karsinoma yang tumbuh lambat dapat diidentifikasi dengan 32 . Nyeri pada payudara biasanya berhubungan dengan kelainan yang bersifat jinak. konsistensinya. 3. Pemeriksaan Penunjang a. dan simetris dari kedua payudara. apakah terdapat edema (peau d’orange). b.

CC memberikan visualisasi yang lebih baik pada aspek medial dan memungkinkan kompresi payudara yang lebih besar.1 sentigray (cGy) setiap penggunannya.(6) 33 . Gambaran mikrokalsifkasi ini merupakan tanda penting karsinoma pada wanita muda. Dibandingkan dengan MLO. yaitu kraniokaudal (CC) dan oblik mediolateral (MLO). pemeriksaan payudara dilakukan setiap tahun disertai dengan pemeriksaan mammografi. Mammografi konvensional menyalurkan dosis radiasi sebesar 0. yang mungkin merupakan satu-satunya kelainan mammografi yang ada. Mammografi mempunyai 2 jenis gambaran. foto X-ray thoraks menyalurkan 25% dari dosis radiasi mammografi. penebalan asimetris jaringan mammaee dan kumpulan mikrokalsifikasi. dengan tingkat akurasi sebesar 90%. MLO memberikan gambaran jaringan mammae yang lebih luas.(5) Mammografi telah digunakan di Amerika Utara sejak tahunn1960 dan tekhnik ini terus dimodifikasi dan diimprovisasi untuk meningkatkan kualitas gambarnya. Protokol saat ini berdasarkan National Cancer Center Network (NCCN) menyarankan bahwa setiap wanita diatas 20 tahun harus dilakukan pemeriksaan payudara setiap 3 tahun. Pada usia di atas 40 tahun. menunjukkan reduksi sebesar 40% terhadap karsinoma mammae stadium II. Mammografi dapat digunakan baik sebagai skrining maupun diagnostik. termasuk kuadran lateralatas dan axillary tail of Spence. Mammografi lebih akurat daripada pemeriksaan klinis untuk mendeteksi karsinoma mammae stadium awal. III. Pada suatu penelitian atas screening mammography.mammografi setidaknya 2 tahun sebelum mencapai ukuran yang dapat dideteksi melalui palpasi.(6) Radiologis yang berpengalaman dapat mendeteksi karsinoma payudara dengan tingkat false-positive sebesar 10% dan false-negative sebesar 7%. Sebagai perbandingan. Gambaran mammografi yang spesifik untuk karsinoma mammae antara lain massa padat dengan atau tanpa gambaran seperti bintang (stellate). dan IV pada populasi yang dilakukan skrining dengan mammografi.

(5) c.(6) d. jika pada pemeriksaan klinis dan mammografi tidak didapatkan kelainan. core needle bipsy dan lokalisasi jarum pada lesi payudara. USG merupakan pemeriksaan yang praktis dan sangat dapat diterima oleh pasien tetapi tidak dapat mendeteksi lesi dengan diameter ≤ 1 cm. Biopsi Fine-needle aspiration biopsy (FNAB) dilanjutkan dengan pemeriksaan sitologi merupakan cara praktis dan lebih murah daripada biopsi eksisional dengan resiko yang rendah. lesi payudara lain dapat dideteksi.b. karena lesi yang dlam mungkin terlewatkan. Insiden 34 . maka kemungkinan untuk mendiagnosis karsinoma mammae sangat kecil. MRI berguna dalam membedakan karsinoma mammae yang rekuren atau jaringan parut. kista mammae mempunyai gambaran dengan batas yang tegas dengan batas yang halus dan daerah bebas echo di bagian tengahnya. tetapi dapat juga berbatas tegas dengan peningkatan akustik. echo yang lemah di bagian sentral dengan batas yang tegas.pada pemeriksaan untuk USG. berbentuk oval atau bulat. baik digunakan untuk menentukan massa yang kistik atau massa yang padat. Ultrasonografi (USG) Penggunaan USG merupakan pemeriksaan penunjang yang penting untuk membantu hasil mammografi yang tidak jelas atau meragukan. Magnetic Resonance Imaging (MRI) Sebagai alat diagnostik tambahan atas kelainan yang didapatkan pada mammografi. USG juga digunakan untuk mengarahkan fine-needle aspiration biopsy (FNAB). MRI juga bermanfaat dalam memeriksa mammae kontralateral pada wanita dengan karsinoma payudara. Akan tetapi. Massa payudara jinak biasanya menunjukkan kontur yang halus. Karsinoma mammae disertai dengan dinding yang tidak beraturan. Sebagai contoh. menentukan penyebaran dari karsinoma terutama karsinoma lobuler atau menentukan respon terhdap kemoterapi neoadjuvan.(5) MRI sangat sensitif tetapi tidak spesifik dan tidak seharusnya digunakan untuk skrining. Tekhnik ini memerlukan patologis yang ahli dalam diagnosis sitologi dari karsinoma mammae dan juga dalam masalah pengambilan sampel.

(6) Open biopsy dengan lokal anestesi sebagai prosedur awal sebelum memutuskan tindakan definitif merupakan cara diagnosis yang paling dapat dipercaya. memberikan hasil yang cepat dengan biaya dan resiko yang rendah. Open biopsy dapat berupa biopsy insisional atau biopsi eksisional. Biomarker ini mewakili gangguan biologik pada jaringan yang terjadi antara inisiasi dan perkembangan karsinoma. Biomarker Biomarker karsinoma mammae terdiri dari berbagai jenis.false-positive dalam diagnosis adalah sangat rendah. indeks dari proliferasi dan gangguan genetik yang mengarah pada karsinoma. seluruh massa payudara diambil.(6) Large-needle (core-needle) biopsy mengambil bagian sentral atau inti jaringan dengan jarum yang besar. FNAB atau core-needle biopsy. Pada biopsi eksisional.7) e.(6. Pada biopsi insisional mengambil sebagian massa payudara yang dicurigai.(5) Nilai prognostik dan prediktif dari biomarker untuk karsinoma mammae antara lain (1) petanda proliferasi seperti proliferating cell nuclear antigen 35 . kecuali secara klinis. Alat biopsy genggam membuat largecore needle biopsy dari massa yang dapat dipalpasi menjadi mudah dilakukan di klinik dan cost-effective dengan anestesi lokal. pencintraan dan pemeriksaan sitologi semuanya menunjukkan hasil negatif. Biomarker ini digunakan sebagai hasil akhir dalam penelitian kompreventif jangka pendek dan termasuk sebagai hasil akhir dalam penelitian kemopreventif jangka pendek dan termasuk perubahan histologis. ketika hasilnya positif. Biomarker sebagai salah satu faktor yang meningkatkan resiko karsinoma mammae. dilakukan bila tidak tersedianya core-needle biopsy atau massa tersebut hanya menunjukkan gambaran DCIS saja atau klinis curiga suatu inflammatory carcinoma tetapi tidak tersedia core-needle biopsy. Kebanyakan massa klinisi dominan yang yang berpengalaman menghiraukan mencurigakan jika hasil sitologi FNA adalah negatif. sekitar 1-2% dan tingkat false-negative tidak sebesar akan 10%. tetapi ketika hasilnya negatif maka hrus dilanjutkan dengan open biopsy.

Mempunyai gen mutasi dari BRCA 1 atau BRCA 2 .(PNAC). kakak-adik) yang memiliki gen mutasi dari BRCA 1 atau BRCA 2 tetapi belum pernah melakukan pemeriksaan genetik . BrUdr dan Ki-67. (2) petanda apoptosis seperti bel-2 dan raio bax.(5) VII. dan (5) p53. Unuk kemudian melakukan konsultasi ke dokter bila menemukan kelainan  Wanita yang berisiko tinggi tinggi (>20%) harus melakukan pemeriksaan MRI dan mammogram setiap tahun  Wanita yang resiko sedang (15-20%) harus melakukan mammogram setiap tahun. (4) growth factors dan growth factor reseptors seperti human epidermal growth receptor (HER)-2/neu dan epidermal growth factor receptor (EGFr). (3) petanda angiogenesis seperti vascular endothelial growth factor (VEGF) dan indeks angiogenesis.Mempunyai kerabat dekat tingkat pertama (orang tua. dianjurkan setiap tahun  Wanita berumur 20-30 tahun harus melakukan pemeriksaan klinis payudara (termasuk mammogram) sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan yang periodik oleh dokter dianjurkan setiap 3 tahun  Setiap wanita dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri mulai umur 20 tahun. Skrining Rekomendasi untuk deteksi kanker payudara dini menurut American Cancer Society (8) :  Wanita berumur ≥ 40 tahun harus melakukan screening mammogram secara terus-menerus selama mereka dalam keadaan sehat. dan konsultasi ke dokter apakah perlu disertai pemeriksaan MRI atau tidak  Wanita yang resiko rendah (<15%) tidk perlu pemeriksaan MRI periodik setiap tahun  Wanita termasuk resiko tinggi .Mempunyai resiko kanker ≥ 20-25% menurut penilaian faktor resiko terutama berdasarkan riwayat keluarga 36 .

II. atau ada kerabat dekat tingkat pertama memiliki salah satu sindrom-sindrom ini  Wanita termasuk resiko sedang .Mempunyai resiko kanker 15-20% menurut penilaian faktor resiko terutama berdasarkan riwayat keluarga .Mempunyai riwayat kanker pada satu payudara.Mempunyai Li-Fraumeni syndrome. Reseksi tumor payudara primer disebut juga sebagai reseksi segmental.Mempunyai kepadatan yang tidak merata atau berlebihan terlihat pada pemeriksaan mammogram VIII.(6) 1. radioterapi dan pemeriksaan status KGB (kelenjar getah bening) aksilla.Pernah mendapat radioterapi pada dinding dada dada saat umur 10-30 tahun . Terapi kuratif dianjurkan untuk stadium I. PENATALAKSANAAN Terapi dapat bersifat kuratif atau paliatif.T4) dan bahkan inflammatory carcinoma mungkin dapat disembuhkan dengan terapi multimodalitas. Pasien dengan tumor lokal lanjut (T3. Cowden syndrome.. atu atypical lobular hyperplasia (ALH) . atypical ductal hyperplasia (ADH). Terapi paliatif diberikan pada pasien dengan stadium IV dan untuk pasien dengan metastasis jauh atau untuk karsinoma lokal yang tiidak dapat direseksi. ductal carcinoma in situ (DCIS). lobular carcinom in situ (LCIS). Wanita dengan DCIS hanya memerlukan reseksi tumor primer dan radioterapi adjuvan. atau BannayanRiley-Ruvalcaba syndrome. Tindakan konservatif. Terapi secara pembedahan a. insisi dengan garis lengkung konsentrik pada nipple-areola complex dibuat pada kulit 37 . mastekstomi partial dan tylectomy. saat ini merupakan terapi standar untuk wanita dengan karsinoma mammae invasif stadium I dan II. Mastektomi partial (breast conservation) Tindakan konservatif terhadap jaringan payudara terdiri dari reseksi tumor primer hingga batas jaringan payudara normal. tetapi kebanyakan hanya bersifat paliatif. Ketika lumpectomy dilakukan. lumpectomy. III.

Batasan anatomis pada Modified Radical Mastectomy adalah batas anterior M. terapi radiasi. Saat ini. bagian inferiorny 2-3 cm dari lipatan infra-mammae dan bagian superiornya m. Pendarahan jadi setelah mastektomi dan sebaiknya dilakukan eksplorasi dini luka untuk mengontrol pendarhan dan pemasangan ulang closed-system suction drainage. diseksi KGB aksila tidak dilakukan. Diseksi KGB aksilla ekstensif. Modifikasi Patey mengangkat M.(5) 38 .diatas karsinoma mammae. Pectoralis mayor and M. adanya KBG patologis dan obesitas merupakan faktor-faktor predisposisi. Ketika sentinel node biopsy menunjukkan hasil negatif. Dilakukan juga permintaan atas status reseptor hormonal dan ekspresi HER-2/neu kepada patologis. Insidensi lymphedema fungsional setelah modified radical mastectomy sekitar 10%. garis tengah sternum pada bagian medial. Kateter dipertahankan hingga cairan drainage kurang dari 30 ml/hari. subclavia. sentinel node biopsy merupakan prosedur staging yang dipilih pada aksila yang tidak ditemukan adanya pembesaran KGB. Modified Radical Mastectomy Modified Radical Mastectomy mempertahankan baik M. Jaringan karsinoma diangkat dengan diliputi oleh jaringan mammae normal yang adekuat sejauh 2 mm dari tepi yang bebas dari jaringan tumor. sekitar 30% dari semua kasus. Pectoralis minor. Latissimus dorsi pada bagian lateral. dilakukan diseksi KGB aksila ipsilateral untuk penentuan stadium dan mengetahui penyebaran regional.(6) b.(6) Setelah penutupan luka payudara.(5) Seroma dibawah kulit dan di aksilla merupakan komplikasi tersering dari mastektomi dan diseksi KGB aksilla. Pemasangan closed-system suction drainage mengurangi insidensi dari komplikasi ini. dengan pengangkatan KGB aksilla level I dan II tetapi tidak level III. Infeksi luka jarang terjadi setelah mastekstomi dan kebanyakan terjadi sekunder terhadap nekrosis skin-flap. Pectoralis minor dan diseksi KGB aksila level III.

(5) Contoh regimen kemoterapi yang digunakan antara lain siklofosfamid. atau Iib setelah lumpectomy. (5) 39 . kemoterapi adjuvan cocok untuk diberikan.(5)  Neoadjuvant chemotherapy Kemoterapi neoadjuvan merupakan kemoterapi inisial yang diberikan sebelum dilakukan tindakan pembedahan. Faktor prognostik yang tidak menguntungkan termasuk invasi pembuluh darah atau limfe. Radioterapi Terapi radiasi dapat digunakan untuk semua stadium karsinoma mammae. dimana dilakukan apabila tumor terlalu besar untuk dilakukan lumpectomy. juga dilakukan untuk stadium I. tingkat kelainan histologis yang tinggi.(5) Untuk wanita ddengan karsinoma mammae yang reseptor hormonalnya negatif dan lebih besar dari 1 cm. Iia. doxorubisin.(5) Pada karsinoma mammae yang lanjut (stadium Iia atau IIIb). Rekomendasi pengobatan saat ini.(5) b.6 sampai 1 cm tanpa pembesaran KGB dan dengan resiko rekurensi tinggi maka kemoterapi dapat diberikan. dimana resiko rekurensi dan metastasis yang tinggi maka setelah tindakan pembedahan dilanjutkan dengan terapi radiasi adjuvan. overekspresi HER-2/neu dan status reseptor hormonal yang negatif sehingga direkomendasikan untuk diberikan kemoterapi adjuvan. Kemoterapi  Kemoterapi adjuvan Kemoterapi adjuvan memberikan hasil yang minimal pada karsinoma mammae tanpa pembesaran KGB dengan tumor 0.2. setelah dilakukan lumpectomy. radiasi adjuvan diberikan untuk mengurangi resiko rekurensi lokal. berdasarkan NSABP B-15. Radiasi juga diberikan pada kasus resiko/ kecurigaan metastasis yang tinggi. Terapi secara medikalis (non-pembedahan) a. untuk stadium IIIa yang operabel adalah modified radical mastectomy diikuti kemoterapi adjuvan dengan doxorubisin diikuti terapi radiasi. 5-fluorourasil dan methotrexate. Untuk wanita dengan DCIS.

Terapi anti-estrogen Dalam sitosol sel-sel karsinoma mammae terdapat protein pesifik berupa reseptor hormonal yaitu reseptor estrogen pada jaringan payudara. Untuk stadium IIIa inoperabel dan IIIb.Rekomendasi saat ini untuk karsinoma mammae stadium lanjut adalah kemoterapi neoadjuvan dengan regimen adriamycin diikuti mastektomi atau lumpectomy dengan terapi radiasi. Hal ini digunakan untuk tujuan prognistik pada pasien tanpa pembesarann KGB. Respon klinis terhadap anti-estrogen sekitar 60% pada wanita dengan karsinoma mammae dengan reseptor hormon yang positif. Pasien dengan overekspresi Her-2/neu mungkin dapat diobati dengan trastuzumab yang ditambahkan pada kemoterapi adjuvan. Nyeri tulang. muntah dan retensi cairan dapat terjadi pada penggunaan tamoxifen. Kelebihan tamoxifen dari kemoterapi adalah tidak adanya toksisitas yang berat. diikuti dengan kemoterapi dan radioterapi. Terapi dengan tamoxifen dihentikan setelah 5 tahun. sehingga memungkinkan untuk dilanjutkan modified radical mastectomy. mual. hot flushes. Untuk semua wanita dengan karsinoma mammae stadium IV. Terapi antibodi anti-HER2/neu Penentuan ekspresi HER-2/neu pada semua karsinoma mammae yang baru didiagnosis.(5) 40 . saat ini direkomendasikan. dipilih sebagai terapi awal.(5) d. kemoterapi neoadjuvan digunakan untuk menurunkan beban atau ukuran tumor tersebut. Beberapa ahli onkologi merekomendasikan tamoxifen untuk ditambahkan pada terapi neoadjuvan pada karsinoma mammae stadium lanjut terutama pada reseptor hormonal yang positif. untuk membantu pemilihan kemoterapi adjuvan karena dengan regimen adriamycin memberikan respon yang lebih baik pada karsinoma mammae dengan overekspresi HER-2/neu.(5) c. Resiko jangka panjang penggunaan tamoxifen adalah karsinoma endometrium. anti-estrogen (tamoxifen). tetapi lebih rendah yaitu sekitar 10% pada reseptor hormonal yang negatif.

IX. Angka kelangsungan hidup 5 tahun pada penderita kanker payudara yang telah menjalani pengobatan yang sesuai mendekati:  95% untuk stadium 0  88% untuk stadium I  66% untuk stadium II  36% untuk stadium III  7% untuk stadium IV 41 . PROGNOSIS (2) Stadium klinis dari kanker payudara merupakan indikator terbaik untuk menentukan prognosis penyakit ini.

Tumor payudara hampir selalu memberi kesan menakutkan bagi wanita. Berdasarkan sifatnya. kemungkinan penyebaran tumor semakin kecil dan tindakan bedah kuratif dapat diharapkan walaupun sifatnya sulit diramalkan karena kemungkinan mikrometastasis tidak dapat diabaikan. Kanker ini menduduki tempat kedua setelah kanker servik uteri. lipoma. Sedangkan tumor ganas payudara yang berasal dari jaringan penunjang disebut sarkoma. Tumor jinak payudara antara lain. pemeriksaan fisik. hati dan tulang. Setiap nodul pada payudara dianggap sebagai kanker terutama pada wanita golongan risiko tinggi walaupun kemungkinan tumor jinak tidak dapat diabaikan. papilloma intraduktus. yaitu komponen jaringan penunjang dan epitel. pemeriksaan radiologis dan pemeriksaan patologi anatomi. Insidensi kanker payudara di dunia merupakan 27% dari kanker pada wanita dan menyebabkan 20% kematian akibat kanker. tumor payudara dikelompokkan menjadi tumor jinak dan ganas.BAB IV KESIMPULAN Tumor payudara merupakan salah satu kelainan yang sering ditemukan di seluruh dunia. Semakin kecil tumor. 42 .80% ditemukan pada stadium lanjut yang berakibat fatal. Oleh sebab itu penanggulangan kanker payudara dewasa ini diprioritaskan pada upaya menemukan kanker pada ukuran sekecil mungkin. Tumor payudara dapat berasal dari semua komponen jaringan. Di Indonesia kanker payudara berada pada urutan ke dua dari jenis kanker yang ada dan lebih kurang 60 . adenoma. fibroadenoma. Tumor ganas payudara yang berasal dari epitel disebut karsinoma yang dibagi menjadi duktular dan alveolar. Diagnosis tumor payudara dapat ditegakkan dengan cara anamnesis. Tingkat pertumbuhan atau stadium kanker payudara ditentukaan tumor. namun unsur epitel lebih sering menimbulkan neoplasma pada payudara. penyebaran pads kelenjar getah bening di daerah ketiak ataupun supraklavikuler dan organ lain misalnya paru.

Staf Pengajar Bagian Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.Tangerang : Binarupa Aksara. Vaidy. 2005. David C. 5. 12. 11.Muchlis.T. Van de Velde C.. 2. pendahuluan 13.medscape.J. Semarang. 2008.R. Bosman F. Medscape Reference. Principles and Practice of Oncology 7th ed.. M. Philadelphia : W. Jakarta. Wim de Jong. 3. Fakults Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta: EGC. Sjamsuhidayat. 2005. [updated 2011 July 18th]. Breast Cancer. Vikas Publishing House PVT LTD 7. 2006. Jakarta 6. Halaman : 472-494. 2000. Djamaloeddin. 4. 9. Panitia Kanker RSUP dr.P. Accessed at http://www. Yogykarta.org/acs/groups/cid/documents/webcontent/003037-pdf.pdf on 12th September 2011. Buku Ajar Ilmu Bedah Edisi 2: Payudara.Saunders Co. Dalam: Deteksi Dini Kanker. A texetbook of Breast Cancer. Sabiston’s Essentials Surgery.H.S. 10. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Ramli. 1992. Pusat Data Kesehatan. American Cancer Society.J. Hal : 467-492. Part 1 : Breast. Kumpulan Naskah Ilmiah Muktamar Nasional VI Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia.DAFTAR PUSTAKA 1. capt 86.com/article/1947145-overview#showall September 2011. Acccessed at http://emedicine.Th. Principle of Internal Medicine 17th ed. Sabiston. [updated 2011 June 20th]. Harrisons. 1995. Profil Kesehatan Indonesia. Tjindarbumi. Devita et al. Halaman: 387-402.2003 8.. Onkologi Kedokteran.B. H. Kumpulan Kuliah Ilmu Bedah: Kanker Payudara. Breast Cancer. Ilmu Kandungan : Kelainan pada Mammae. Deteksi Dini Kanker Payudara dan Penanggulangannya. Eagener D. pendahuluan on 12th 43 .cancer. and Shukla. 1997. Sardjito. 1999.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful