SATUAN ACARA PENYULUHAN KESEHATAN LANSIA ( REMATIK DAN HIPERTENSI ) DAN KESEHATAN LINGKUNGAN A.

Nama kegiatan Pendidikan kesehatan ( pankes )

B. Judul Penyuluhan Kesehatan lansia (rematik dan hipertensi) dan Kesehatan lingkungan

C. Tempat dan Waktu Penyuluhan Tempat :

Hari / tanggal : Waktu :

D. Tujuan Umum Setelah diberikan penyuluhan Kesehatan Lansia diharapkan Lansia dapat memahami apa-apa saja yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatannya

E. Tujuan Khusus Setelah diadakan penyuluhan diharapkan masyarakat dapat: 1. Menjelaskan arti penuaan 2. Mengetahui tentang Pola makan lansia 3. Mengetahui Menu yang cocok untuk lansia 4. Mengetahui Penyakit yang sering pada lansia ( rematik dan hipertensi ) 5. Mengetahui cara pencegahan Penyakit Lansia

6. Mengetahui tanda dan gejala Penyakit Lansia

F. Sasaran Seluruh warga Dusun Serut

G. Materi 1. Pengertian penuaan 2. Pola makan lansia 3. Menu yang cocok untuk lansia 4. Penyakit yang sering pada lansia (rematik dan hipertensi) 5. Mengetahui cara pencegahan 6. Mengetahui tanda dan gejala 7. Kriteria Sanitasi Lingkungan sehat dan bersih

H. Metode  Ceramah  Tanya jawab

I. Media  Laptop dan LCD  Lefleat

J. Pembagian No Kegiatan 1 Pendahuluan :  Menyasmpaikan salam  Memperkenalkan diri  Apersepsi 2 Penyampaian materi :  Pengertian  Kebutuhan makanan  Alasan menjadi tua Mendengarkan memperhatikan dan 20 Menit Respon peserta  Membalas salam  Mendengarkan  Memberi respon Waktu 5 Menit

 Cara usila yang sehat dan sukses  Cara pencegahan  Tanda dan gejala

3

Penutup:  Tanya jawab /tanggapan  Feedback peserta  Menyimpulkan hasil  Salam penutup

 Menyampaikan pertanyaan  Memberikan respon  Mendengarkan  Menjawab salam

20 menit

K. Setting dan tempat Duduk, bersila, berjajar dan menghadap kedepan kearah penyaji. L. Kriteria Evaluasi 1. Evaluasi Struktur a. Warga Dusun Serut hadir ditempat penyuluhan. b. Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di Balai Desa Dusun Serut c. Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan sebelumnya.

2. Evaluasi Proses a. Warga antusias terhadap materi penyuluhan.

b. Warga tidak meninggalkan tempat penyuluhan sebelum kegiatan selesai. c. Warga terlibat aktif dalam kegiatan penyuluhan

3. Evaluasi Hasil a. Warga mengerti tentang, dapat menyebutkan pengertian, pola makan lansia, menu makan bagi lansia, penyakit pada lansi, pencagahan serta tanda dan gejala. b. Warga hadir saat pertemuan/penyuluhan.

II.

Pengorganisasian Pembicara / fasilitator;

KESEHATAN LANSIA

Teori Penuaan 1. Teori Biologis a. Biological Programming Theory Teori program biologis merupakan suatu proses sepanjang kehidupan sel yang terjadi sesuai dengan sel itu sendiri. Teori waktu kehiduan makhluk memperlihatkan adanya kemunduran biologis, kognitif, dan fungsi psikomotor yang tidak dapat dihindari dan diperbaiki, walaupun perubahan diet atau hipotermi dalam waktu yang lama dapat menunda proses tersebut. b. Wear and Tear Theory Teori wear and tear ini menyatakan bahwa perubahan struktur dan fungsi dapat dipercepat oleh perlakuan kejam dan diprlambat oleh perawatan. Masalah-masalah yang berkaitan dengan penuaan merupakan hasil dari akumulasi stres, trauma, luka, infeksi, nutrisi yang tidak adekuat, gangguan metabolik dan imunologi, dan perlakuan kasar yang lama.Konsep penuaan ini memperlihatkan penerimaan terhadap mitos dan stereotif penuaan. c. Stress-Adaptasi Theory Teori adaptasi stres ini menegaskan efek positif dan negatif dari stres pada perkembangan biopsikososial. Sebagai efek positif, stres

menstimulasi seseorang untuk melakukan sesuatu yang baru, jalan adaptasi yang lebih efektif. Efek negatif dari stres bisa menjadi ketidakmampuan fungsi karena perasaan yang terlalu berlebihan. Stres sering di asumsikan dapat mempercepat proses penuaan. Stres dapat mempengaruhi kemampuan penerimaan seseorang, baik secara fisiologi, psikologis, sosial dan ekonomi. Hal ini dapat berakibat sakit atau injuri.

2. Teori psikologis, a. Erikson’s Stage of Ego Integrity Teori Erikson tentang perkembangan manusia mengidentifikasi tugas yang harus dicapai pada setiap tahap kehidupan. Tugas terakhir, berhubungan dengan refleksi tentang kehidupan seseorang dan pencapaiannya, ini diidentifikasi sebagai integritas ego. Jika ini tidak tercapai maka akan mengakibatkan terjadinya gangguan. b. Life Review Theory Pada lansia, melihat kembali kehidupan sebelumnya merupakan proses yang normal berkaitan dengan pendekatan terhadap kematian. Reintegrasi yang sukses dapat memberikan arti dalam kehidupan dan mempersiapkan seseorang untuk mati tanpa disertai dengan

kecemasan dan rasa takut. Hasil diskusi terakhir tentang proses ini menemukan bahwa melihat kembali kehidupan sebelumnya

merupakan salah satu strategi untuk merawat masalah kesehatan jiwa pada lansia. c. Stability of Personality Perubahan kepribadian secara radikal pada lansia dapat

mengakibatkan penyakit otak. Para peneliti menemukan bahwa periode krisis psikologis pada saat dewasa tidak akan terjadi pada interval regular. Perubahan peran, perilaku dan situasi membutuhkan respon tingkah laku yang baru. Mayoritas lansia pada studi ini memperlihatkan adaptasi yang efektif terhadap kebutuhan ini. 3. Teori Sosiokultural a. Disengagement Theory Postulat pada teori ini menyatakan bahwa lansia dan penarikan diri dari lingkungan sosial merupakan bagian dari proses penuaan yang normal. Terdapat stereotype yang kuat dari teori ini termasuk ide

bahwa lansia merasa nyaman bila berhubungan dengan orang lain seusianya. b. Activity Theory Teori aktivitas berpendapat bahwa penuaan harus disertai dengan keaktifan beraktifitas sebisa mungkin. Teori ini memperlihatkan efek positif dari aktivitas terhadap kepribadian lansia, kesehatan jiwa, dan kepuasan dalam hidup. c. The Family in Later Life Teori keluarga berfokus pada keluarga sebagai unti dasar perkembangan emosi seseorang. Teori ini berpendapat bahwa pusat proses siklus kehidupan adalah perubahan sistem hubungan dengan orang lain untuk medukung fungsi masuk, keluar dan perkembangan anggota keluarga. Gejala fisik, emosi, dan sosial dipercaya merupakan repleksi dari masalah negosiasi dan transisi pada siklus kehidupan keluarga. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menu bagi lansia adalah : 1. Membuat masakan dengan bumbu yang tidak merangsang seperti pedas, atau asam karena dapat mengganggu kesehatan lambung dan alat pencernaan. Mengurangi pemakaian garam yakni tidak lebih dari 4 gram perhari untuk mengurangi risiko tekanan darah tinggi. 2. Mengurangi santan, daging yang berlemak dan minyak agar kolesterol darah tidak tinggi.Memperbanyak makanan yang berkalsium tinggi seperti susu dan ikan. Pada lanjut usia khususnya ibu-ibu yang menopause sangat perlu mengonsumsi kalsium untuk mengurangi risiko keropos tulang. 3. Memperbanyak makanan serat, sayuran mentah agar pencernaan lancar dan tidak sembelit.

4. Menggurangi mengonsumsi gula dan maknan yang mengandung karbohidrat tinggi agar gula darah Pada lanjut usia (lansia), akibat proses menua yang menyebabkan fungsi organ-organ dan sel-sel tubuh yang menurun, maka penyakit-penyakit selalu mengintai dan siap menyerang para lansia kapan saja, apalagi jika kita tidak memperdulikan tanda-tanda yang membahayakan kesehatan, seperi.tekanan darah tinggi, kadar kolesterol, gula dan asam urat yang tinggi di dalam darah, perubahan berat badan dan lain-lain. Bagaimana kiat agar para lansia selalu dalam kesehatan yang prima dan terhindar dari deretan penyakit yang mematikan tersebut ? Jawabannya adalah dengan mengatur hidup anda. Mulai saat ini, anda perlu memahami tiga hal yang dapat anda lakukan sendiri, yaitu mengatur pola makan setiap hari, mengatur aktivitas dan mengawasi tanda-tanda yang membahayakan kesehatan yang didapati pada tubuh. Pola makan Salah satu ajaran Hipocrates (Bapak ilmu kedokteran) adalah let food be your medicine yang berarti makanan/pola makan erat kaitannya dengan timbulnya beragam penyakit. Tips hidup sehat sehubungan dengan makanan adalah pada jam makan selingan, yaitu antara jam 9-10 pagi dan jam 3-4 sore hindari memakan makanan tinggi kalori seperti wafer, donat, coklat, es krim dan lain-lain, dan sebagai penggantinya adalah buah-buahan tinggi serat tetapi rendah kalori. Hindari waktu makan malam yang terlalu dekat dengan waktu tidur, paling sedikit 3 jam sebelumnya, karena pada waktu tidur aktivitas tubuh sangat rendah sehingga penyerapan makanan menjadi paling banyak.

Demikian juga, hindari makanan atau minuman yang serba manis karena kandungan gulanya sangat cepat diedarkan ke seluruh tubuh, biasakan minum air putih atau yang mengandung serat yang rendah kalori yang dapat mengurangi penyerapan gula dan kolesterol. Kebiasaan. mengkonsumsi makanan yang tinggi kolesterol seperti jeroan perlu dikurangi dan jangan menggunakan minyak goreng bekas (jelanta) karena merupakan racun bagi tubuh (radikal bebas). Tanda-tanda Penuaan Buang air besar (BAB) : kesulitan bab dapat disebabkan kurangnya konsumsi serat dan air, kurangnya aktivitas fisik, gangguan usus. Agar buang air besar normal, tingkatkan konsumsi serat dan minum air, aktivitas fisik yang cukup, membiasakan jadwal bab teratur dan jangan menunda keinginan bab. Sebaiknya BAB rutin setiap hari, tidak mengedan, tanpa rasa sakit, tidak berdarah, tidak menunggu lama dan tuntas, dengan bentuk tinja tidak keras maupun cair. Kolesterol : kadar yang tinggi ( kolesterol total 200 mg% atau lebih, kolesterol ' jahat'/LDl 130 mg% atau lebih, kolesterol 'baik'/HDL 45 mg% atau kurang) merupakan tanda awal pada tubuh akan munculnya penyakit jantung koroner atau strok. Untuk mengatasinya tingkatkan konsumsi serat untuk membuang kolesterol yang berlebihan dari tubuh, kurangi konsumsi lemak jenuh seperti jeroan, daging berlemak, minyak kelapa dan tingkatkan konsumsi lemak tidak jenuh seperti ikan, minyak ikan. Lakukan olahraga secara teratur, periksa kadar kolesterol paling sedikit 6 bulan sekali.

Gula darah : gula darah yang meningkat merupakan tanda awal dari penyakit kencing manis (diabetes melitus) dengan gejala sering haus, sering buang air kecil, kesemutan, gatal dan luka yang lama sembuhnya. tips sehat menjaga

kadar gula normal (gula darah puasa kurang dari 130 mg % dan atau 2 jam sesudah makan kurang dari 200 mg %) adalah meningkatkan konsumsi serat, pertahankan berat badan normal, cukup olahraga, kontrol gula darah paling sedikit sekali dalam 3 bulan.

Asam urat. : kadar asam yang tinggi (pria di atas 7 mg% dan wanita di atas 6 mg %) merupakan tanda awal dari tubuh akan munculnya penyakit gout, dengan penyebab utamanya terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak asam urat seperti jeroan, seafood, sarden, bayam, melinjo, petai dan jengkol, mentega, santan, lemak daging, tape, alkohol dan lain-lain.

Tanda awal penyakit gout adalah rasa nyeri mendadak, merah, bengkak di persendian terutama pangkal ibu jari kaki. Untuk mempertahankan kadar asam urat normal perlu dihindari makanan yang tinggi asam urat dan alkohol serta kegemukan, banyak minum air untuk membantu mengeluarkan kelebihan asam urat.

Tekanan darah : gejala tekanan darah tinggi (melebihi 130/85 mmHg) dapat berupa sakit kepala, rasa berat ditengkuk,cepat capek, lesu, pandangan berkunang-kunang, telinga berdengung dan lain-lain. Agar tekanan darah normal, perbanyak konsumsi serat, kurangi garam, olahraga secara teratur dan kendalikan stres. Massa tulang : berkurangnya massa tulang merupakan tanda awal dari osteoporosis, sehingga pada suatu waktu dengan benturan ringan saja dapat menyebabkan tulang patah. Untuk mengatasi hal ini perbanyak konsumsi serat, terpapar sinar matahari pagi selama 5-10 menit, cukupi kebutuhan kalsium dan vitamin D per hari, tingkatkan aktivitas fisik.

Berdasarkan hal-hal yang telah diuraikan di atas maka klinik lansia bukanlah hanya melayani mereka yang sedang menderita penyakit, akan tetapi yang lebih penting adalah bagaimana upaya agar tlansia dapat mengetahui penyakitnya sedini mungkin dengan memeriksakan kesehatan secara teratur dan mengikuti nasihat-nasihat dokter tentang kesehatan lansia. Para lansia hendaknya perlu memahami bahwa perbedaan antara lansia dan orang dewasa bukanlah hanya berbeda dalam usia, melainkan akibat proses menua akan memberikan gambaran atau karakteristik penyakit yang jauh berbeda dari penyakit pada orang dewasa. Antara lain penyakit pada lansia biasanya berupa penyakit degeneratif (penyakit yang terjadi akibat berkurangnya fungsi dari sel-sel dan organ-organ tubuh), umumnya menderita lebih dari satu jenis penyakit (multipatologi), gejala dan tanda tidak khas bahkan sering tanpa gejala sehingga seorang dokter harus jeli untuk mengenal penyakit pada lansia sedini mungkin karena jika tidak demikian akan menyebabkan penanganan yang terlambat dan angka kematian yang tinggi. Sering pula menderita gangguan jiwa selain dari pada gangguan fisik yang dilaporkan pasien, masalah pemberian obat yang sangat kompleks yang jika tidak diperhatikan dengan sungguh-sungguh akan menyebabkan lansia mengalami kerusakan sel-sel dan organ tubuh yang lebih berat, interaksi dan keracunan obat. Hipertensi dan Rematik Pengertian Hipertensi adalah tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg, atau bila pasien memekan obat anti hipertensi. 1. Penyebab Hipertensi :

      

Faktor keturunan Obesitas (kegemukan) Kurang Olah Raga Strees Minum Alkohol dan merokok Banyak makan garam Terlalu banyak minum kopi

2. Patofisiologi Didalam jantung, meningkatkan resistensi dikopensasikan dengan meningkatnya tekanan dari kontraksi myocardial, dan kelebihan waktu hipertropi ventrikel kiri mengakumulasi meningkatnya beban kerja. Meningkatnya volume darah sesudah meningkatnya masing-masing tekanan systole di kamar jantung sampai aliran darah kembali ke vena pulmonary dan pembuluh kapiler paru-paru.

Obesitas

Stress

Kelebihan Na

Iskemia Ginjal

Insulin

Katekolamin

Hormon Nutriuretik

Rennin-Angiotensin

Faktor pertumbuhan

Faktor Genetik

Perubahan fungsi membran sel

Faktor autokrin dan parankrin

Kalsium Intrasel

Pertukaran Na+/H+

pH

Kontraksi otot polos

Hipertropi vascular Tahanan perifer

3. Tanda dan

Hipertensi

4.

Gejala Hipertensi :      Sakit kepala dan pusing Tekanan darah > 140/90 mmHg Tersa sakit didaerah tengkuk Mudah marah Telinga berdengung

   

Susah tidur Mual muntah Pegal dibahu Kurang nafsu makan

Perawatan Hipertensi : 1. Pencegahan :    Menghindari makanan tinggi garam dan berpengawet Menghindari dan mengurangi BB yang berlebihan Tidak merokok dan tidak minum alcohol

2. Perawatan :     Istirahat yang cukup Olah raga secara teratur Minum obat secara teratur (Bila ada) Memeriksakan tekanan darah (Tensi) secara teratur

3. Makanan yang diperbolehkan : Semua makanan yang pengolahannya tanpa garam dapur, tanpa soda kue, tanpa MSG (Vetsin), rendah kolesterol dan tanpa pengawet.  Makanan apa saja yang harus dihindari : Daging / Dendeng, ikan asin, telur asin, kopi, MSG (Vetsin), jeroan, kecap asin, dan acar.

 Komplikasi penyakit akibat Hipertensi :

o Penyakit ginjal o Jantung koroner o Kelumpuhan o Payah jantung / Gagal jantung o Penyumbatan pembuluh darah otak (STROKE) Rematik Rematik atau biasa disebut arthritis adalah penyakit yang menyerang persendian dan struktur di sekitarnya. Penyebab rematik salah satunya adalah masalah kekebalan tubuh berbalik menyerang jaringan persendian. Hal ini mengakibatkan tulang rawan di sekitar sendi menipis dan membentuk tulang baru. Pada saat tubuh digerakkan, tulang-tulang di persendian bersinggungan sehingga memicu rasa nyeri.

Gejala Gejala dari rematik antara lain; nyeri persendian setelah beraktivitas, nyeri pada saat cuaca berubah dari panas ke dingin, peradangan dan hiangnya fleksibilitas sendir, sendi terlihat kemerahan dan terasa panas, sendi kaku di pagi hari, sendi bengkak, gerak terbatas, nyeri persendian. Sanitasi lingkungan bersih dan sehat Sanitasi lingkungan merupakan salah satu indikator kesehatan, jika sanitasi tidak baik akan menimbulkan berbagai dampak terhadap kesehatan karenanya pemeliharaan sanitasi lingkungan yang baik sangat perlu diperhatikan.

Sanitasi lingkungan yang jelek merupakan media penularan penyakit yang berbahaya bagi kesehatan keluarga dan masyarakat. Oleh karena itu pengetahuan tentang lingkungan yang baik sangat diperlukan bagi keluarga yang memilliki lingkungan jelek a. Sumber air Jenis air yang dikaitkan dengan sumber atau asalnya, di bedakan menjadi:    Air hujan (embun) yaitu air yang diperolah dari udara. Air permukaan tanah dapat berupa air yang tergenang atau air mengalir, misalnya danau, sungai, laut, air sumber dangkal. Air tanah yaitu air permukaan yang meresap dalam tanah sehingga telah mengalami penyaringan oleh tanah, batu-batuan maupun pasir. Syarat air minum di tentukan oleh syarat fisik, kimia, dan bakteriologis:   Syarat fisik, jika air itu tidak berwarna, tidak mempunyai rasa, tidak berbau, jernih dengan suhu sebaiknya dibawah suhu udara. Syarat kimia, tidak mengandung zat kimia atau mineral yang berbahaya bagi kesehatan misalnya CO2, H2S, NH4, dll. b. Syarat bakteriologis, tidak mengandung bakteri E.Coli yang melampau batas yang di tentukan, jumlah bakteri tidak boleh lebih dari 4 untuk setiap 100cc air, tidak boleh dari 7 untuk setiap 200cc air, serta tidak lebih dari 132 untuk setiap 500cc air. Pembuangan kotoran manusia Syarat pembuangan kotoran adalah:      Tidak mengotori tanah permukaan. Tidak mengotori air permukaan. Tidak mengotori air tanah. Kotoran tidak boleh terbuka sehingga dapat dipergunakan oleh lalat untuk bertelur atau berkembangbiak. Kakus harus terlindung atau tertutup.

      

Pembuatannya mudah dan murah.

Bangunan kakus yang memenuhi syarat kesehatan terdiri ats: Rumah kakus Lantai kakus sebaiknya semen Slab (tempat kaki atau pijakan) Kloset tempat feses masuk Pit-sumur penampung feses (cubluk) Bidang resapan

c. Pembuangan sampah Yang dimaksud dengan sampah adalah semua zat atau benda yang sudah tidak terpakai baik yang berasal dari rumah tangga atau hasil produksi industry. Ada 2 jenis sampah:   Garbage : sisa pengolahan atau sisa makanan yang membusuk Rabbish : zat yang tidak membusuk misalnya gelas, kaca plastic yang tidak mudah terbakar dan kayu yang mudah terbakar. Agar sampah tidak membahayakan manusia, maka perlu pengaturan, yaitu:    Penyimpanannya Pengumpulan Pembuangan

Penyimpanan sampah diperlukan tempat sampah di setiap rumah. Tempat sampah harus:     Terbuat dari bahan yang mudah di bersihkan dan tidak mudah rusak Harus tertutup rapat Ditempatkan di luar rumah

Pengumpulan sampah dapat di lakukan secara: Perseorangan : dikumpulkan oleh keluarga ditempat tertentu.

Pemerintah : dikota-kota dilakkukan dengan truk atau gerobak swasta atau secara kolektif di RT atau RW.

Pembuangan dapat di lakukan dengan cara:    Sampah dikumpulkan dilubang sampah kemudian dibakar dipekarangan masing-masing. Sampah dibuang ditempat yang rendah, kemudian diuruk supaya tidak dikorek oleh binatang (misalnya anjing). Sampah dibuang ditempat rendah, biasanya diluar kota dan sebaiknya jenis rubbish. d. Pembuangan air limbah rumah tangga. Yang dimaksud dengan air limbah adalah terdiri dari kotoran manusia, kotoran air dapur, kamar mandi termasuk air kotoran dari permukaan tanah. Pengaturan air limbah adalah supaya:        Mencegah pengotoran sumber air rumah tangga. Menjaga kebersihan makanan, supaya sayuran dan bahan makana lain tidak terkontaminasi. Melindungi ikan dari pencemaran. Melindungi air minum dari ternak. Mencegah perkembangbiakan bibit penyakit (cacing, lalat, dll) Menghilangkan adanya bau-bauan dan pemandangan tak sedap.

Cara-cara pembuangan air limbah: Dengan ppengenceran air limbah dibuang ke sungai, danau atau laut. Air limbah akan mengalami purifikasi alami, dengan syarat-syarat yang harus dipenuhi:  Sungai atau danau tidak boleh dipergunakan untuk keperluan lain.  Airnya harus cukup sehingga pengenceran paling sedikit 30-40 kali.  Air mengalir, jadi cukup mengandung oksigen.

Menyerupai sumur, dibuat pada tanah yang berpasir agar air buangan mudah dan cepat meresap ke dalam tanah. Bagian atasnya beton, bila sudah penuh (±6 bulan) lumpur disedot keluar atau membuat secara berangkai jarak dari sumber air minimum 45 meter dan dari pondasi rumah minimal 6 meter.

 

Sumur resapan yaitu sumur yang hanya menerima air limbah yang telah mengalami pengolahan. Cara terbaik, memerlukan tanah yang luas.

e. Perumahan Rumah yang sehat harus: 1. Memenuhi kebutuhan fisiologis: Yaitu suhu ruangan tidak banyak berubah, berkisar antara 18-200C. Suhu ruangan tergantung pada:        Suhu udara yang luas Pergeseran udara Kelembaban udara Suhu benda sekitarnya Cukup mendapat penerangan (sinar) Cukup terjadi pertukaran hawa (ventilasi) Cukup mempunyai isolasi suara.

2. Memenuhi kebutuhan psikologi: 3. Menghindari terjadinya kecelakaan.     Konstruksi dan bahan bangunan harus kuat Ada sarana pencegahan terjadinya kecelakaan di sumur, kolam dan lain-lain, terutama untuk anak-anak. Tidak mudah terbakar Ada alat pemadam kebakaran.

4. Menghindari terjadinya penyakit.

   

Adanya sumber air yang sehat, cukup kualitas dan kuantitas. Ada tempat pembuangan kotoran, sampah dan air limbah yang baik. Dapat mencegah perkembangbiakan vector penyakit. Cukup luas, dimana luas kamar tidur ± 7 m2 per kapita per luas lantai. Luas ruangan perorangan dikatakan:  Kurang, jika luas ruangn kurang dari 7 m2  Cukup, jika luas ruangan antara 7 – 10 m2  Baik, jika luas ruangan lebih dari 10 m2

Rumah yang terlalu sempit akan mempengaruhi adanya terjadi penyakit:     Kebersihan kurang Fasilitas dalam rumah untuk setiap anggota keluarga kurang. Memudahkan terjadinya penularan penyakit. Privasi setiap anggota keluarga terganggu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful