USUL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

PEMANFAATAN KANDANG PUPUK KASCING SEDERHANA SEBAGAI INOVASI TEKNOLOGI AGROINDUSTRI BERBASIS LINGKUNGAN

BIDANG KEGIATAN PKM-PENERAPAN TEKNOLOGI

DIUSULKAN OLEH: I Putu Tedy Indrayana I Gede Putu Dharma Yusa (NIM. 0913021082/2009) (NIM. 0913021074/2009)

Made Krisna Wisesa Yuda (NIM. 0913021087/2009) Ratih Ayu Apsari I Gede Eri Sastrawan (NIM. 0813011043/2008) (NIM. 0613011058/2006)

UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA SINGARAJA 2009

Respository POKJA KIM Undiksha-Dilarang menjiplak sebagian atau keseluruhan hasil karya ini.

NIP : 132 008 753 c.com : 4 orang 5. M.00 :: 8 bulan Singaraja. Jangka Waktu Pelaksanaan : Rp 9. Biaya Kegiatan Total a. Ketua Pelaksana Kegiatan a. Ketua Jurusan Pendidikan Fisika FMIPA Undiksha Singaraja Ketua Pelaksana Kegiatan Drs.Si. M. d. : Jl. Judul Kegiatan : Kandang Pupuk Kascing Sederhana sebagai Inovasi Teknologi Agroindustri Berbasis Lingkungan 2. b. 0913021082 Pembantu Rektor III Undiksha Singaraja Dosen Pendamping Drs. Bidang Ilmu : Pertanian 4. : Perumahan Puri Sukasada No. Rai Sujanem.300. f. Dikti b. M. 1. Rajawali Gg.Telp.Telp. e. 131 782 334 Drs.Pd NIP. Singaraja. Alamat Rumah dan No. Bidang Kegiatan : PKM Penerapan Teknologi (PKM-T) 3. 131 477 322 I Putu Tedy Indrayana NIM.Si NIP. Alamat email : tedyindrayana@ymail. Rai Sujanem. FMIPA Universitas : Universitas Pendidikan Ganesha Alamat Rumah dan No.S NIP. b. Sumber lain 8. Anggota Pelaksana Kegiatan 6. Kaliindah No.968. Dosen Pendamping a. Nama Lengkap : I Putu Tedy Indrayana NIM : 0913021082 Jurusan : Pendidikan Fisika.HALAMAN PENGESAHAN USUL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA 1. c. . Nama Lengkap : Drs. M. Made Mariawan. I Putu Sriartha. 132 008 753 Respository POKJA KIM Undiksha-Dilarang menjiplak sebagian atau keseluruhan hasil karya ini. A33/(0362) 27838 7. 9 Oktober 2009 Menyetujui.

Namun dalam masyarakat. Judul Kandang Pupuk Kascing Sederhana (KPK-S) Sebagai Inovasi Teknologi Agroindustri Berbasis Lingkungan B. (2000) dan Kariada et. P. batang dan kulit pisang. 2003). baik sisa-sisa tumbuhan maupun hewan seperti kotoran ternak. (2004) dalam studi komparatif kualitas pupuk organik terhadap tanaman. pertanian organik telah mampu merevolusi sektor pertanian dengan hanya mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan-bahan kimia sintetis. Kenggulan dalam penyediaan unsur hara (N. sehingga hasilnya masih jauh dari target yang diharapkan. Ca dan Mg) dalam jumlah seimbang dan hormon-hormon pertumbuhan tanaman menyebabkan pupuk kascing sering disebut „pupuk organik plus‟ (Kartini. bernutrisi tinggi. dan ramah lingkungan juga mengakibatkan permintaan produk pertanian organik meningkat secara pesat (Anonim. 2002). pembuatan media cacing tanah hanya terfokus pada satu bahan dan bahkan jarang terintegrasi dengan bahan-bahan organik lainnya. Tak pelak. menunjukkan hasil bahwa pupuk kascing merupakan pupuk organik yang kualitasnya terbaik. dan tentunya Respository POKJA KIM Undiksha-Dilarang menjiplak sebagian atau keseluruhan hasil karya ini. sekam. 2003). Demikian pula. dan ampas tebu (Trimulat.A. Pupuk kascing yang berasal dari hasil campuran kotoran cacing tanah jenis Lumbricus rubellus dengan sisa media atau pakan dalam budidaya cacing tanah mempunyai beberapa keunggulan khas dibandingkan dengan pupuk organik lainnya. sampah organik. Bagaimana tidak? Dengan jargon back to nature. Hal ini tentunya menyebabkan asas pengelolaan lingkungan dalam produksi pupuk kascing belum tercapai secara optimal. tidak meratanya pengomposan cacing tanah. al. Latar Belakang Masalah Agroindustri dalam spesifikasi pertanian organik telah menjadi harapan baru dalam pengembangan sektor pertanian Indonesia. 2000 dan Trimulat. Pada dasarnya. pupuk kascing dapat diproduksi dengan menggunakan berbagai macam media yang berfungsi sebagai tempat hidup dan makanan cacing tanah. pupuk organik pun menjadi pilihan masyarakat dalam pelaksanaan intensifikasi pertanian. al. kulit jagung. Penelitian Nurmawati et. proses pembudidayaan cacing tanah yang menghasilkan pupuk kascing masih dilaksanakan secara konvensional oleh masyarakat. jerami. Penelitian Ming Dewi (2006) dalam proses produksi kascing dengan menggunakan bedengan menunjukkan sejumlah kendala-kendala. . K. seperti sirkulasi media yang terbatas. Preferensi jaminan produk agar aman untuk dikonsumsi.

mekanisme pemeliharaan secara lebih efisien. „Kandang Pupuk Kascing Sederhana (KPK-S) yang dimaksud dalam tulisan ini dapat didefinisikan sebagai media yang digunakan dalam proses produksi pupuk kascing. „sebagai inovasi teknologi agroindustri berbasis lingkungan‟ yang dimaksud dalam tulisan ini dapat didefinisikan sebagai suatu teknologi terbarukan dalam bidang industri pertanian secara menyeluruh yang ramah lingkungan. Konstruksi alat dibuat menyerupai kandang unggas lima tingkat dengan fokus rancangan pada sirkulasi cacing tanah antar tingkat secara periodik. tentunya dalam menunjang proses intensifikasi pertanian secara organik di Indonesia. penulis mencoba membuat sebuah inovasi rancang bangun „Kandang Pupuk Kascing Sederhana (KPK-S)‟ dengan bahan baku media tumbuh cacing tanah hasil integrasi berbagai bahan organik. Perpaduan dalam konstruksi berupa kandang pupuk kascing dengan integrasi media tumbuh cacing tanah dari berbagai bahan organik merupakan suatu inovasi yang belum pernah dikaji sebelumnya. Respository POKJA KIM Undiksha-Dilarang menjiplak sebagian atau keseluruhan hasil karya ini. dan sirkulasi media tumbuh dan cacing ke tingkatan bawahnya secara periodik. Sehingga. teknologi.proses pemanenan dalam filtrasi pupuk dan cacing tanah kurang efektif. Kualitas produk yang buruk tentu mengakibatkan terjadinya penurunan penawaran. dan mekanisme pemanenan dengan hasil berupa pupuk kascing dan kokon (telur cacing) secara maksimal. Permasalahan belum optimalnya integrasi bahan organik dalam pembuatan media tumbuh cacing tanah dan belum efektifnya proses pembuatan pupuk kascing memberikan motivasi bagi penulis untuk mencari solusi atas dua permasalahan tersebut. C. Sedangkan. sirkulasi media tumbuh secara merata. Seiring perkembangan ilmu pengetahuan. sangat menarik dilaksanakan kajian secara kompherensif dan dipandang perlu dirancang konstruksi „Kandang Pupuk Kascing Sederhana (KPK-S) Sebagai Inovasi Teknologi Agroindustri Berbasis Lingkungan‟. dibuat menyerupai kandang unggas berbentuk balok lima tingkat. Hal ini tentu sangat berimbas pada kualitas produk pupuk kascing yang akan ditawarkan kepada konsumen. Perumusan Masalah Secara operasional. sirkulasi air secara efisien. pada nantinya diperoleh suatu transfer gagasan prototipe dan produk dalam proses pembutan pupuk kascing secara sederhana. mengingat bahan baku media tumbuh cacing tanah yang digunakan adalah sampah-sampah organik dan kotoran hewan ternak. dan seni (IPTEKS). Oleh karena itu. . maka dengan mengelaborasikan ilmu-ilmu sains dan penerapan teknologi.

. D. 3. Lebih lanjut. 1. Bagaimanakah mekanisme produksi pupuk kascing dengan menggunakan Kandang Pupuk Kascing Sederhana ? Proses analisis data. Kandang Pupuk Kascing Sederhana mempunyai daya tahan (resistensi) yang baik terhadap perubahan lingkungan. Luaran yang Diharapkan Hasil Program Kegiatan Mahasiswa (PKM) yang dilaksanakan dalam bentuk penerapan teknologi ini pada dasarnya diharapkan mampu menghasilkan produk berupa konstruksi Kandang Pupuk Kascing Sederhana (KPK-S). Sedangkan.Berdasarkan latar belakang. permasalahan yang dirumuskan dalam PKM adalah sebagai berikut. hal-hal yang diharapkan dalam Kandang Pupuk Kascing Sederhana adalah sebagai berikut. pembuatan desain prototipe. Bagaimanakah mekanisme pembuatan Kandang Pupuk Kascing Sederhana ? 2. Respository POKJA KIM Undiksha-Dilarang menjiplak sebagian atau keseluruhan hasil karya ini. 2. tujuan khusus dari kegiatan PKM Penerapan Teknologi adalah sebagai berikut. Kandang Pupuk Kascing Sederhana memberikan kemudahan dan efisiensi bagi masyarakat yang memanfaatkannya. E. 1. biologi. 2. Kandang Pupuk Kascing Sederhana memberikan kualitas dan kuantitas yang lebih pada proses produksi pupuk kascing. fisika. Untuk mengetahui mekanisme pembuatan Kandang Pupuk Kascing Sederhana. Tujuan Tujuan umum dari kegiatan PKM Penerapan Teknologi ini adalah untuk menghasilkan dan mengaktualisasikan desain prototipe Kandang Pupuk Kascing Sederhana sebagai suatu inovasi teknologi dalam bidang agroindustri yang ramah lingkungan sehingga dapat dimanfaatkan oleh petani Indonesia untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Untuk mengetahui mekanisme produksi pupuk kascing dengan menggunakan Kandang Pupuk Kascing Sederhana. dan kimia) secara kualitatif dan kuantitatif. dan pembuatan konstruksi „Kandang Pupuk Kascing Sederhana (KPK-S)‟ ini menggunakan pendekatan disiplin ilmu sains (matematika. 1.

1 Pupuk Kascing G. 2006). sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan nilai ekonomis pupuk kascing. G. 2000). .1 Definisi dan Komposisi Pupuk Kascing Trimulat (2003). Tekstur pupuk kascing serupa ukuran pasir (diameter 0. Kegunaan Program dan hasil penerapan teknologi ini pada nantinya diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut: 1. Masyarakat dapat memanfaatkan Kandang Pupuk Kascing Sederhana dalam memproduksi pupuk kascing dengan kualitas yang lebih baik dan kuantitas yang lebih banyak.69%. dan Pheretima capensis.00 mm).05-2. 2. S = 0. mudah pecah. Baturiti.F. Ponthoscolex corethrus. Masyarakat dapat memperoleh informasi terkait dengan inovasi teknologi agroindustri pupuk kascing yang ramah lingkungan berupa konstruksi Kandang Pupuk Kascing Sederhana. “Kascing merupakan pupuk organik yang dibuat oleh cacing tanah dengan bantuan mikroba pengurai bahan organik. Bali menunjukkan hasil sebagai berikut. K = 0. 3.26%. Masyarakat dapat mengaplikasikan konsep konstruksi Kandang Pupuk Kascing Sederhana dalam menunjang usaha produksi pupuk kascing berskala kecil dan menengah. 4. cacing tanah Lumbricus rubellus yang paling baik kualitasnya (Ming Dewi. 2006) menyatakan kascing tampak seperti tanah kering yang telah digiling dan secara nyata meningkatkan kesuburan tanah. P = 3. Respository POKJA KIM Undiksha-Dilarang menjiplak sebagian atau keseluruhan hasil karya ini. Tabanan. Tinjauan Pustaka G. bersifat remah. Pheretima alexandra. Eisenia fetide. Periomyx excavates.1. Beberapa jenis cacing tanah yang digunakan adalah Lumbricus rubellus. Cu = 0.081% (Anonim. untuk memproduksi pupuk kascing. sehingga diharapkan terjadi penyempurnaan kontruksi secara berkesinambungan seiring perkembangan IPTEKS di Indonesia. berwarna hitam.92%. Penelitian Aribawa dan Kariada (2005) tentang hasil analisis kimia pupuk kascing di dusun Pemuderan Candikuning. dan agak kering.045% serta Fe = 0. menurut Praswati dan Hidayat (dalam Ming Dewi. Namun.” Sedangkan. Masyarakat dapat mengembangkan konsep konstruksi Kandang Pupuk Kascing Sederhana. antara lain unsur N = 1. Pupuk kascing mengandung unsur hara yang sangat baik.99%.

3. Respository POKJA KIM Undiksha-Dilarang menjiplak sebagian atau keseluruhan hasil karya ini.40 13. Dengan penyerapan yang efektif. Mengembalikan Kesuburan Lahan Pertanian Secara Menyeluruh Pupuk kascing dapat membantu mengembalikan kesuburan lahan pertanian karena terdapat mikroorganisme dan C organik secara kompleks.2 Manfaat Pupuk Kascing Trimulat (2003) menyatakan beberapa manfaat pupuk kascing secara umum sebagai berikut. dan mikroorganisme juga berperan dalam meningkatkan ketersediaan dan daya kerja nutrisi yang terkandung di dalam tanah. sehingga mendorong perkembangan ekosistem dan rantai makanan tanah. 4. proses penggunaan pupuk kascing dapat merevitalisasi tanah. Hasil Analisis Kimia Pupuk Kascing. No. seperti giberelin (2.05%).64 0.25 11. Mengurangi Polusi Lingkungan Secara preventif.Tabel 1. 2. Tanah yang subur mendorong pertumbuhan akar.842. Meningkatkan Kuantitas dan Kualitas Produksi Pertanian Dengan penggunaan pupuk kascing. 6. Uraian PH C-org (%) N-Total (%) P Tersedia (ppm) K Tersedia (ppm) Kadar Air (%) Analisis kimia 9. dan auksin 3.70 624. sehingga dapat mengembalikan kesuburan tanah guna mengurangi pencemaran lingkungan. 5. 3.75%). sitokinin (1. tanaman dapat memberikan hasil yang lebih optimal dibandingkan dengan pupuk kimia yang cenderung merusak ekosistem tanah. 4.1.80%).45 17. Kandungan nutrisi. Secara represif. 1. media tumbuh dengan sampah organik diharapkan dapat menekan polusi sampah organik dan kotoran hewan yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. sehingga nutrisi semakin banyak diserap. 2. Mempercepat Proses Pertumbuhan Tanaman Unsur-unsur kimia baik makro maupun mikro siap diserap tanaman untuk mempercepat proses pertumbuhan. 1. produksi pertanian dimulai dari peremajaan kembali tanah agar ekosistem tanah hidup. zpt. Kascing mengandung hormon pertumbuhan tanaman.18 G. .

D. 2006). dan metode ekstraksi pelarut.4%.5%. E dan K serta pro-vitamin A (Winarno. asam koprat (C-6) 0. Metode Pelaksanaan Program kreativitas mahasiswa ini dilaksanakan di Kota Singaraja sesuai dengan jadwal program.2 Media Tumbuh Cacing Tanah G. Pemecahan masalah dan pencapaian tujuan program dilaksanakan dalam tahap-tahap sebagai berikut.2. Tahap Studi Pendahuluan Pada tahap ini. Klintar (dalam Anonim. mula-mula santan diparut dan diambil larutan santan setelah difiltrasi.5% dan 1. Pada metode ini. Metode ini sangat sederhana dan dapat dilakukan dengan peralatan-peralatan konvensional. asam kaprat (C-10) 6. Larutan kemudian dipanaskan (pemanasan pendahuluan) untuk menguapkan air dan menggumpalkan bagian yang bukan minyak (blondo). . asam palmitat (C-16) 8. G. asam miristat (C-14) 17.5%. Namun demikian.5%.5%. Respository POKJA KIM Undiksha-Dilarang menjiplak sebagian atau keseluruhan hasil karya ini. “Minyak kelapa juga mengandung sejumlah asam lemak.0%. H. Hasil pemanasan pendahuluan kemudian dipanaskan kembali untuk menghasilkan minyak kelapa yang dipisahkan dari blondo (Kemal. Secara umum dikenal tiga jenis metode pembuatan minyak kelapa.” Berdasarkan komposisi asam-asam lemak tersebut minyak kelapa mengandung asam lemak rantai medium yang tinggi.6%.2. asam strearat (C-18) 2.7% (Anonim. yaitu asam laurat (C-12) 48. 2008). oleat atau omega-9 dan linoleat atau omega-6 masing-masing 6. asam kaprilat (C-8) 8.1 Sampah Organik Minyak kelapa mempunyai fungsi esensial bagi metabolisme dalam tubuh. 1.G.4%. Metode-metode yang digunakan dalam pengumpulan data studi pendahuluan adalah sebagai berikut. yaitu metode basah. 1990). karena minyak kelapa mengandung vitamin-vitamin yang larut dalam lemak yaitu A. dalam skala rumah tangga proses pembuatan minyak kelapa didominasi metode basah tradisional. Kandungan minyak pada daging buah kelapa tua adalah sebanyak 34.2 Kotoran Ternak Minyak kelapa merupakan salah satu produk berharga dari buah kelapa. metode press. dilaksanakan studi pendahuluan sebagai acuan dalam merumuskan masalah secara relevan untuk selanjutnya dapat diperhitungkan kajian dan analisisnya dalam tahap pelaporan. 2006).

Sedangkan. 2. pemanenan pupuk kascing dan penetasan kokon (telur cacing tanah). Proses pengerjaannya dilaksanakan secara sederhana dan manual tanpa memerlukan keahlian khusus. dengan melaksanakan tanya jawab secara langsung terhadap narasumber dan informan (format pertanyaan wawancara tidak terstruktur). Tabanan. kebutuhan kotoran ternak dipenuhi dengan melaksanakan kerja sama dengan beberapa peternak (sapi. dan Pasar Banyuasri. Respository POKJA KIM Undiksha-Dilarang menjiplak sebagian atau keseluruhan hasil karya ini. pembuatan pakan cacing tanah. harus diperhatikan beberapa aspek. 4. dilaksanakan beberapa proses diantaranya pembuatan media tumbuh cacing tanah berupa campuran kotoran ternak dengan sampah organik. dan aspek estetika (seni). Tahap Persiapan Alat dan Bahan Pada tahap ini. Dalam hal ini. dan unggas) di Kota Singaraja. dibuat konstruksi Kandang Pupuk Kascing Sederhana sesuai dengan desain produk (terlampir). b. kebutuhan sampah organik dipenuhi dengan melaksanakan kerja sama dengan beberapa pasar tradisional di Kota Singaraja. Secara khusus. dan sebagainya. babi. seperti Pasar Anyar. disiapkan alat dan bahan yang digunakan dalam proses konstruksi Kandang Pupuk Kascing Sederhana dan pembuatan media tumbuh cacing tanah.a. laporan penelitian. Tahap Pembuatan Kandang Pupuk Kascing Sederhana Pada tahap ini. aspek daya guna dan kemudahan pemakaian. Metode observasi. seperti aspek kekuatan alat. dengan melaksanakan studi kasus dan pengamatan terhadap proses produksi dan penggunaan pupuk kascing di kelompok tani Kanti Sembada. Metode studi pustaka. Pasar Karang Anyar. Data-data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatifkuantitatif untuk proses penyusunan usulan program kreativitas mahasiswa dalam bidang penerapan teknologi ini. c. ensiklopedia. dengan mengumpulkan sumber-sumber tertulis dan data-data relevan dari buku-buku. Tahap Produksi Pupuk Kascing dengan KPK-S Pada tahap ini. penanaman cacing tanah. Berikut ini digambarkan bagan metode pelaksanaan program kreativitas mahasiswa dalam bidang penerapan teknologi ini. Pasar Buleleng. 3. data-data internet. pemeliharaan cacing tanah. Metode wawancara. . media cetak. Bali.

Bagan Metode Pelaksanaan Program. . Respository POKJA KIM Undiksha-Dilarang menjiplak sebagian atau keseluruhan hasil karya ini. I. Jadwal Kegiatan Program Kegiatan program kreativitas mahasiswa ini dilaksanakan selama sembilan bulan mulai bulan September 2009 sampai dengan bulan Mei 2010.Studi Pendahuluan Kajian Pustaka Wawancara Observasi Usulan PKM Pelaporan PKM Persiapan Alat dan Bahan Pembuatan KPK-S Produksi Pupuk Kascing dengan KPK-S Pembuatan media tumbuh Penetasan kokon Pembuatan pakan Pemanenan pupuk kascing Penanaman cacing tanah Pemeliharaan cacing tanah Gambar 1.

00 26. Pengiriman laporan akhir Bulan 9 10 11 12 1 2 3 4 5 J. No.000.00 25. Bar-chart Jadwal Kegiatan Program. revisi.00 336.1 Biaya Bahan Habis Pakai Bahan habis pakai meliputi bahan-bahan yang diperlukan dalam proses pembuatan konstruksi KPK-S (nomor 1 – 18) dan bahan-bahan yang diperlukan dalam proses pembuatan pupuk kascing dengan KPK-S (nomor 19 – 21).Tabel 2.000. 10.000.000.440. 4. Rancangan Biaya J.000.000.000. Tabel 3. 3. Kegiatan Studi pendahuluan Penyusunan usulan PKM Pengajuan usulan PKM Pengumuman diterima DIKTI Persiapan alat dan bahan Pembuatan Kandang Pupuk Kascing Sederhana (KPK-S) 7.00 1. 1. 2.00 21. Evaluasi alat dan hasil Penyusunan laporan akhir Seminar. .000.00 756.000.00 Biaya Total (Rp) 174.000. dan penggandaan laporan 11.00 40.000. 2. 3.00 25. No. 6. 6.00 Respository POKJA KIM Undiksha-Dilarang menjiplak sebagian atau keseluruhan hasil karya ini. Produksi pupuk kascing dengan menggunakan KPK-S 8. 9. Rincian Biaya Bahan Habis Pakai.00 56. 5. Asbes Perlak Kayu usuk (4 x 6 cm) Kayu reng (3 x 5 cm) Jaring kawat kotak kecil Kawat tali Nama Barang Jumlah 6 bidang 1 meter 6 batang 36 batang 36 meter 1 gulung Biaya Satuan (Rp) 29.00 26.000. 1. 5. 4.

000.00 Total Biaya (Rp) 72.000.00 J.00 15.00 15.00 19.000. 6.00 540.000. Tabel 4. 21.7.00 43.00 45.000. Rincian Biaya Peralatan Penunjang PKM.00 19.00 4.500. Nama Barang Gergaji kayu Palu Tang Gunting kawat Meteran gulung Siku-siku Pahat lurus Kuas ukuran sedang Pisau parang Jumlah 2 buah 3 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 3 buah 4 buah Biaya Satuan (Rp) 52.000.00 19. Triplek Paku paying Paku ukuran 2 cm Paku ukuran reng Paku ukuran usuk Lem kayu Wadah plastic Kait pintu Engsel Cat kayu ukuran besar Tinner Minyak tanah Cacing Lumbricus rubellus Air PDAM Plastik polybag (3 kg) 2 bidang ½ kg ¼ kg ½ kg ½ kg 3 buah 30 buah 6 buah 6 set 1 kaleng 1 kaleng 2 liter 12 kg 40.00 30.00 45.500.000.000. 7.00 6.00 Biaya Total (Rp) 104. 16.00 40.00 19.000.00 Respository POKJA KIM Undiksha-Dilarang menjiplak sebagian atau keseluruhan hasil karya ini. 15. 18.000.00 43.00 5.500.000.00 30. 19.000.000.00 15. .00 3 pak 24.00 6.000.000. 8. 11.000. 17.00 25.000.000. 13.00 12.00 12.000.00 25. 20. 9.000.500.000.00 19.000.000.00 12. 12.878.000.000.000.500.000.00 7. 10.000.000.000.00 7.2 Biaya Peralatan Penunjang PKM Peralatan penunjang PKM meliputi alat-alat yang digunakan dalam proses pembuatan konstruksi KPK-S (nomor 1 – 8) dan alat-alat yang digunakan dalam proses pembuatan pupuk kascing dengan KPK-S (nomor 9 – 15).00 27.000.000.000.00 27. 14. 8. 4.00 20.000. 2.00 12.00 1.00 42.00 12. 9.00 14.00 45.000.000. 3.000.000.00 80.00 45.00 50. No.00 45.000.000. 1.00 60.200.00 28.000. 5.00 20.000.000.

Tabanan.00 25.00 J. Berikut merupakan rincian biaya dokumentasi.00 925. Respository POKJA KIM Undiksha-Dilarang menjiplak sebagian atau keseluruhan hasil karya ini.00 108.00 100.000.000. No.00 5 orang 3 orang 150.000. 2.000.00 18. Bali.00 Total Biaya (Rp) 68.000.3 Biaya Perjalanan Kegiatan perjalanan dilaksanakan mulai dari tahap studi pendahuluan. 12. hingga tahap pembuatan pupuk kascing dengan KPK-S di daerah Kota Singaraja dan daerah Baturiti.10. Pengumpulan sampah organik dari pasar-pasar tradisional dan kotoran ternak dari peternak di Kota Singaraja Total Biaya (Rp) 560.000.00 4 orang 120.00 125. 11.000. sangat diperlukan adanya dokumentasi sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap kegiatan yang dilaksanakan. 14.00 Pelaksana 4 orang Biaya (Rp) 200. Tabel 5.000. tahap persiapan alat dan bahan.000.00 90. . Bali.4 Biaya Dokumentasi Dalam tahapan-tahapan metode pelaksanaan.000.000. 13. 3.00 150.00 36.000. Berikut merupakan rincian biaya perjalanan tersebut. 1.00 125.000.500. 15.00 9.00 J. tahap pembuatan konstruksi KPK-S. Studi pendahuluan di Kota Singaraja Pembelian alat dan bahan konstruksi KPK-S dan produksi pupuk kascing di Kota Singaraja 4. Kegiatan Perjalanan Observasi dan permohonan kerja sama mitra di daerah Baturiti.000. Tabanan. Rincian Biaya Perjalanan.000. Talenan ukuran besar Sendok kayu besar Cetok ukuran sedang Ember plastik besar Selang air Timbangan 4 buah 4 buah 4 buah 6 buah 30 meter 1 buah 17.000.00 5.000.

000. Rincian Biaya Dokumentasi.000. 6.000.00 Total Biaya (Rp) Biaya Total (Rp) 150.000.000.00 J.00 1. 5. 5. korek.000.00 2.000. memerlukan sarana banten yang perincian biayanya sebagai berikut.00 50. 4.000.00 Biaya Total (Rp) 200.000.00 15. Rincian Biaya Kerohanian No. Nama Barang Banten pejati Canang raka Canang sari Segehan cacah Dupa.000.00 45.000.00 50.00 50.000.00 50.000.00 325.00 100.6 Biaya Lain-lain Biaya lain-lain meliputi biaya-biaya yang diperlukan dalam proses pencetakan usulan PKM dan laporan akhir PKM. . Dokumentasi Sewa handycam Kaset handycam Sewa kamera digital Baterai digital Transfer data handycam Transfer foto ke CD Cetak foto Jumlah 1 set 1 keping 1 set 4 buah 2 CD 2 CD 30 lembar Biaya Satuan (Rp) 150.000.5 Biaya Kerohanian Di Bali. Tabel 7.00 8.00 J.000.000. Respository POKJA KIM Undiksha-Dilarang menjiplak sebagian atau keseluruhan hasil karya ini.00 553. 1.00 4.00 1. 2. Berikut merupakan rincian biaya tersebut.00 100. 2.000. 3.00 30.00 1.00 12.00 150.500.500. No.000.000. 3. 4.000. setiap penyelenggaraan suatu kegiatan selalu dibuatkan banten (sarana persembahyangan dan pemujaan Tuhan) agar kegiatan yang dilaksanakan dapat berjalan dengan lancar sesuai rencana dan memperoleh hasil sesuai dengan yang diharapkan.000.000. 1.00 30.000.Tabel 6. 7. tuak-arak Total Biaya (Rp) Jumlah 4 soroh 25 tanding 30 tanding 30 tanding Biaya Satuan (Rp) 50.00 75. Demikian pula dalam kegiatan PKM ini.

2002. 2000.000.800.000. Bebas Bahan Kimia. total biaya yang diperlukan untuk program kreativitas mahasiswa ini adalah sebagai berikut.000.00 500. Sarana Petani Bali.000.000.00 553.00 + : Rp 7.00 4.000.00 50. Pupuk Organik Kascing (POK) . 14 September 2009].800.go. Rincian Biaya Lain-lain.000.442.500. Biaya bahan habis pakai 2.Tabel 8.00 5.878.000. .000.00 5.000. Denpasar: CV.00 100. Biaya kerohanian 6.000.000. Respository POKJA KIM Undiksha-Dilarang menjiplak sebagian atau keseluruhan hasil karya ini.00 560. 5.00 Dengan demikian.id/article/ProspekPertanianOrganikdiIndonesia.00 K.000. 2. 7.000. Prospek Pertanian Organik di Indonesia. (dalam [Diakses: http://www. 1. Daftar Pustaka Anonim. 1.00 100. Ramah Lingkungan.00 2.00 200.00 6. Biaya dokumentasi 5.htm).00 : Rp : Rp : Rp : Rp : Rp 925. Biaya peralatan penunjang PKM 3. 3. 6.00 21.300.deptan.00 10.00 50. Biaya perjalanan 4.800.00 27.00 Total Biaya (Rp) Biaya Total (Rp) 15. Biaya lain-lain Total Biaya : Rp 4. Nama Barang Print usulan PKM Fotokopi usulan PKM Penjilidan usulan PKM Print laporan akhir PKM Fotokopi laporan akhir Penjilidan laporan akhir Transfer data laporan akhir PKM Pencetakan label CD Jumlah 30 lembar 9 x 30 lembar (9 eksemplar) 10 eksemplar 12 lembar 9 x 12 lembar (9 eksemplar) 10 eksemplar 7 CD 7 lembar Biaya Satuan (Rp) 500.00 200. 4. No. Alami. Anonim.000. 8.00 28.00 325.

al.1. Singaraja. Singaraja : IKIP Singaraja (tidak dipublikasikan). 1994. Udayana. Ming Dewi. 23 Agustus 1991 : Laki-laki : Pendidikan Fisika : Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) : Universitas Pendidikan Ganesha : Jl. Krishnawati. 2000. et. Ida Bagus Aribawa. Manfaat Ekonomis dan Ekologi Daur Ulang Limbah Kotoran Ternak Sapi Menjadi Kascing (Studi Kasus di PT. Kariada. Ni Wayan Julianingsih. Lampiran L. dan Dosen Pendamping L. Bogor: Institut Pertanian Bogor. Anang Suhardianto. et. 2003. 2006. Ida Bagus dan I Ketut Kariada. S. A.1 Biodata Ketua Kelompok Nama Lengkap NIM/Angkatan Tempat.al.Aribawa. Pengaruh Pemberian Pupuk Kascing terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Kentang. L. Membuat & Memanfaatkan Kascing Pupuk Organik Berkualitas. Desiree. Zahid. Nusa Duta. Laporan Akir Pengkajian Sistim Usaha Tani Integrasi Ternak Sapi Potong dan Sayuran Pada FSZ Lahan Kering Dataran Tinggi Beriklim Basah. Kartini. Subekti. . 2003. Lahir Jenis Kelamin Jurusan Fakultas Institusi Alamat Lengkap Institusi : I Putu Tedy Indrayana : 0913021082/2009 : Gunaksa. Ni Luh. Tengah Kampus. Bali. 4 (9-12). 2004. Pertanian Organik (disampaikan dalam Seminar Nasional IP2TP. Studi Perbandingan Penggunaan Pupuk Kotoran Sapi dengan Pupuk Kascing terhadap Produksi Tanaman Selada (Lactuca sativa). Trimulat.P. Anggota Kelompok. Nurmawati. Jakarta: PSI-UT. BPTP Bali. Pengaruh Pemberian Bekas-bekas Cacing (Kascing) dengan Berat yang Berbeda-beda terhadap Pertumbuhan Biomassa Tanaman Bayam Cabut (Amaranthus tricolor L. 2000.1 Biodata Ketua. Strategi Pengembangan Pertanian Lahan Kering yang Ramah Lingkungan Melalui Integrasi Ternak Sapi dan Tanaman.). BPTP Bali. Ciamis). Denpasar). Jurnal KAPPA. 2005. Respository POKJA KIM Undiksha-Dilarang menjiplak sebagian atau keseluruhan hasil karya ini. Jakarta: Agromedia Pustaka. Tgl. I Ketut.

khususnya di kabupaten Klungkung). Singaraja : Tahun Lulus : 2003 Tahun Lulus : 2006 Tahun Lulus : 2009 Tahun Lulus :- 1. Pengaruh Konsentrasi Ragi yang Berbeda dalam Starter terhadap Volume dan Warna Minyak Hasil Fermentasi. . Cara Baru Menentukan Kadar Logam Terlarut dalam Air dengan Menggunakan Metode Ohm. 3. Alokasi Waktu Kegiatan PKM : 3 jam/minggu Singaraja. sebagai Pusaka Adat Desa Gunaksa. 2. 0913021082 Respository POKJA KIM Undiksha-Dilarang menjiplak sebagian atau keseluruhan hasil karya ini.Agama Hobby Motto Hidup Riwayat Pendidikan SD SMP SMA S-1 Pengalaman Menulis : Hindu : Membaca : Selalu mencari dan mencoba melakukannya : : SD Negeri 3 Gunaksa : SMP Negeri 2 Dawan : SMA Negeri 1 Dawan : Undiksha. Menyibak Nilai-nilai Menyama Braya pada Tradisi Nandan. 4. Eksistensi Pura Dasar Bhuwana Gelgel sebagai Pemersatu Adat Bali terhadap Pengaruh Budaya Global (studi kasus penyatuan sekte-sekte di Bali. 28 September 2009 I Putu Tedy Indrayana Putra NIM.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful