Mia Diniati 1106154324

 Dengan

mengontrol potensial elektroda sehingga logam menjadi imun atau pasif (proteksi katoda atau anoda)  Memperlambat laju korosi dengan penambahan inhibitor ke lingkungan  Pemilihan material yang tepat dan desain komponen yang tepat pula

Anoda Korban Impressed Current Proteksi Anoda Inhibitor Coating Material selection Komponen desain Pemaduan

Proteksi katodik  perlindungan korosi secara elektrokimia di mana reaksi oksidasi pada sel galvanik dikonsentrasikan pada anoda dan menghilangkan korosi pada katoda. Struktur yang akan dilindungi secara listrik dibuat negatif sehingga bertindak sebagai katoda. Elektroda yang lain secara listrik dibuat positip dan bertindak sebagai anoda hingga tercipta suatu sistem rangkaian arus listrik searah tertutup sebagaimana hanlnya bila sepotong logam terkorosi. Sistem ini membutuhkan anoda, katoda, aliran listrik di antara keduanya dan adanya elektrolit. Dengan kata lain, penerapannya hanya mungkin bila struktur yang diproteksi dan anoda berada pada hubungan secara langsung baik secara elektronik maupun elektrolit. Proteksi katodik dapat diterapkan dengan dua cara, yaitu Anoda Korban dan Impressed current

 

Prinsip dari anoda korban (sacrificial anode)  penempatan suatu bahan pada logam yang dilindungi dengan perhitungan deret galvanik bahwa bahan tersebut akan melindungi logam utama dengan cara mengorbankan bahan itu sendiri. Potensial dari logam yang menjadi anoda harus lebih reaktif daripada logam yang akan diproteksi. Anoda-anoda tersebut dihubungkan dengan struktur dan harus mempunyai kontak listrik yang baik dengan struktur yang dilindungi. Setiap anoda tersebut juga memiliki ketahanan dalam jangka waktu tertentu sehingga harus diganti dengan yang baru setelah mengalami ketebalan kritis.

Metallic Path
eeeee-

e-

Anode (corrodes) e-

Electrolyte (water, soil, mud, etc.)

Magnesiu m

ee-

Copper

e-

Cathodes (protected)
Mekanisme anoda korban

Steel

Berikut ini merupakan kriteria pemilihan anoda korban:


 

logam aktif dengan potensial korosi lebih kecil/negatif dari potensial korosi yang diproteksi potensial korosi harus mampu melawan hambatan elektrolit polarisasinya rendah, tidak dalam kondisi pasif pada lingkungan kerja efisiensi tinggi nilai ekonomis tinggi.

Anoda korban yang sering digunakan adalah a. Aluminum: biasanya digunakan di lingkungan air laut, air saline b. Magnesium : biasnya digunakan di tanah c. Zinc : biasanya digunakan di sungai, air laut Gambar di samping ini merupakan plot dari diagram pourbaix baja saat sudah diproteksi dengan logam lainnya.

Keuntungan: 1. Dapat digunakan walaupun tidak ada sumber listrik dari luar. 2. Tidak mengeluarkan tambahan biaya untuk pemakaian alat-alat listrik. 3. Sangat mudah pengawasannya sehingga tidak dibutuhkan orang yang benar-benar ahli. 4. Arus tidak mungkin mengalir pada arah yang salah sehingga proteksi benar-benar terjadi. 5. Pemasangan anoda korban sederhana.

Kerugian : 1. Arus yang tersedia bergantung pada luasan anoda, tentunya bersifat lebih konsumtif bila struktur yang diproteksi sangat besar. 2. Bila ada sumber arus DC maka energi yang dibutuhkan dapat tersedia dengan biaya lebih murah.

Contoh permukaan baja yang terproteksi dan tidak

Metode impressed current atau metode arus tanding merupakan metode perlindungan katodik untuk mencegah korosi pada logam dengan memanfaatkan sumber arus luar DC (arus searah) yang dihasilkan dari rectifier. Pengaliran arus dari rectifier ini berfungsi untuk menghantarkan elektron menuju katoda sehingga dapat memberikan suplai elektron ke katoda, sehingga mencegah terlarutnya logam katoda menjadi ionnya.

Terdapat 4 komponen dasar pada impressed current:
A. Anoda B. Anoda backfill C. Penghubung D. Struktur


1.

2.

Keuntungan: Jika tersedia cukup tegangan listrik maka arus proteksi dapat ditingkatkan sesuai yang diinginkan, selama material anoda tetap berfungsi. Tegangan tidak perlu besar walaupun ada kehilangan karena tahanan, karena hal ini dapat diatur dengan meningkatkan arus.

 1.

Kerugian: Membutuhkan pembangkit arus DC yang tersedia cukup dan kontinu. Harus selalu memperhatikan arah arus yang diberikan agar tidak terbalik Membutuhkan pengawasan tenaga ahli. Anodanya harus tersekat dan tahan air jika pencelupannya memungkinkan, terjadinya korosi pada bagian sekatnya. Sistem arus tanding dengan anoda dari logam-logam inert harus ada pelindung arus.

2.

3.

4.

5.

Kriteria proteksi NACE Standard RP 0169-83:
a) b)

c)

d)

e)

potensial terukur terhadap Cu/CuSO4 maksimal –850 mV (untuk baja), polarisasi katodik lebih dari 300 mV aktif terhadap potensial korosi struktur (dengan faktor IR), polarisasi katodik lebih dari 100 mV aktif terhadap potensial korosi struktur (tanpa faktor IR), besar potensial polarisasi katodik berdasarkan sifat yang diinginkan menurut kurva Tafel (E-log I), dan arus proteksi yang mencapai struktur merupakan nilai bersih.

Menjaga agar material tetap berada di rentang anoda atau pasif, seperti pada gambar disamping.  Proteksi anoda dapat menurunakan laju korosi  Parameter proteksi anoda:

Rentang potensial dimana logam berada di keadaan pasif  Rapat arus kritis  Flade potential

Proteksi anoda Aplikasi Korosif Biaya investasi relatif Biaya operasi relatif Peralatan Hanya logam aktif pasif Weak - aggressive High Very low Potentiostat + cathode/s

Proteksi katoda Seluruh logam Weak - moderate Low Mediums - high Sacrificial anodes or DC power supply + ICCP anode/s

Metode ini termasuk dalam proteksi korosi yang melawan korosi elektrokimia Inhibitor ditambahkan ke elektrolit dan akan bermigrasi ke katoda maupun anoda yang dapat menyebabkan polarisasi dan mengurangi laju korosi Inhibitor senyawa kimia ditambahkan dalam jumlah kecil

Terdapat beberapa macam inhibitor, yaitu:
1. Interface inhibisi : interaksi inhibitor dengan permukaan logam membentuk lapisan tipis (presipitasi). 2. Interphase inhibisi : yaitu modifikasi lingkungan yang korosif , misal : penangkapan oksigen, netralisasi gas yang bersifat asam, pengaturan pH dan lain sebagainya.

 Efisiensi

dari inhibitor yang digunakan dapat dilihat dengan menggunakan perhitungan sebagai berikut:

Inhibitor Efficiency (%) = 100·(CRuninhibitedCRinhibited)/ Cruninhibited dimana  CRuninhibited = laju korosi sistem yang tidak diinbisi  CRinhibited =laju korosi sistem yang diinhibisi

Mekanisme inhibitor dibedakan 4 jenis : 1. Oxidizer 2. Oxygen scavengers 3. Precipitation inhibitors 4. Adsorpsion inhibitor

Berikut ini merupakan aplikasi dari penggunaan inhibitor: Digunakan di sistem air misalnya: Automotive cooling systems Cooling towers Boilers, khususnya high pressure steam Temporary preservatives untuk metals Volatile corrosion inhibitors Paints dan primers

Macam – macam inhibitor

 Coating adalah metode proteksi korosi yang

biasanya dengan melapisa logam. Coating terbagi menjadi dua yaitu metallic dan organic coatings  Metallic coatings biasanya digunakan untuk memproteksi baja dengan membuat logam lain yang lebih atraktir  Zn dan paduan ZN di baja  biasanya disebut juga dengan Galvanizing  Al di baja  Aluminizing  Ni + Cr di baja, brass atau zinc untuk memberikan hasil yang lebih terang  Cu + Ni + Cr juga digunakan untuk hasil yang lebih terang

 lapisan penghalang untuk menjaga

material dari air  Adesi merupakan kunci kesuksesan dari proteksi ini  Rentan terhadap thermal damage  Rentan terhadap UV damage

 Penambahan >11% Cr (stainless steel)  Penambahan >2% Mo to stainless (ketahanan

pitting meningkat)
 Penambahan Si, P, Cu, Cr dan lainnya untuk

obtain weathering steel

 Material

selection merupakan salah satu metode proteksi pada setiap material  Standar mengenai material selection dapat dilihat di NACE MR 0175 untuk lingkungan H2S  Contoh dari material selection: untuk di lingkungan laut, antara carbon steel vs SS 316, maka SS 316 lebih bagus karena memiliki paduang – paduan yang membuat SS 316 lebih tahan korosi

CPT table

NACE MR0175

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful