Kerajaan Kutai

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi, cari

Salah satu yupa dengan inskripsi, kini di Museum Nasional Republik Indonesia, Jakarta.
Artikel ini bagian dari seri

Sejarah Indonesia

Lihat pula: Garis waktu sejarah Indonesia Sejarah Nusantara
Prasejarah

Kerajaan Hindu-Buddha
Kutai (abad ke-4) Tarumanagara (358–669) Sriwijaya (abad ke-7 sampai ke-11) Sailendra (abad ke-8 sampai ke-9) Kerajaan Medang (752–1045) Kerajaan Sunda (932–1579) Kediri (1045–1221)

Dharmasraya (abad ke-12 sampai ke-14) Singhasari (1222–1292) Majapahit (1293–1500) Malayapura (abad ke-14 sampai ke-15)

Kerajaan Islam
Kesultanan Ternate (1257–sekarang) Kerajaan Pagaruyung (1500-1825) Kesultanan Malaka (1400–1511) Kerajaan Inderapura (1500-1792) Kesultanan Demak (1475–1548) Kesultanan Aceh (1496–1903) Kesultanan Banten (1527–1813) Kesultanan Mataram (1588—1681) Kesultanan Siak (1723-1945)

Kerajaan Kristen
Kerajaan Larantuka (1600-1904)

Kolonialisme bangsa Eropa
Portugis (1512–1850) VOC (1602-1800) Belanda (1800–1942)

Kemunculan Indonesia
Kebangkitan Nasional (1899-1942) Pendudukan Jepang (1942–1945) Revolusi nasional (1945–1950)

Indonesia Merdeka
Orde Lama (1950–1959)

Demokrasi Terpimpin (1959–1966) Orde Baru (1966–1998) Era Reformasi (1998–sekarang)
l•b•s

Kutai Martadipura adalah kerajaan bercorak Hindu di Nusantara yang memiliki bukti sejarah tertua. Berdiri sekitar abad ke-4. Kerajaan ini terletak di Muara Kaman, Kalimantan Timur, tepatnya di hulu sungai Mahakam.[1][2] Nama Kutai diberikan oleh para ahli mengambil dari nama tempat ditemukannya prasasti yang menunjukkan eksistensi kerajaan tersebut. Tidak ada prasasti yang secara jelas menyebutkan nama kerajaan ini dan memang sangat sedikit informasi yang dapat diperoleh.

Daftar isi

• • • •

1 Sejarah o 1.1 Yupa o 1.2 Mulawarman o 1.3 Aswawarman o 1.4 Berakhir 2 Nama-Nama Raja Kutai 3 Lain-lain 4 Pranala luar 5 Catatan kaki

Sejarah
Yupa

Mulawarman Mulawarman adalah anak Aswawarman dan cucu Kundungga. Putra Aswawarman adalah Mulawarman. yang artinya pembentuk keluarga. Kerajaan Kutai mengalami masa keemasan. Aswawarman Aswawarman adalah Anak Raja Kudungga. Yupa adalah tugu batu yang berfungsi sebagai tiang untuk menambat hewan yang akan dikorbankan.000 ekor sapi kepada kaum brahmana. Wilayah kekuasaannya meliputi hampir seluruh wilayah Kalimantan Timur. Nama Mulawarman dan Aswawarman sangat kental dengan pengaruh bahasa Sanskerta bila dilihat dari cara penulisannya. Ada tujuh buah yupa yang menjadi sumber utama bagi para ahli dalam menginterpretasikan sejarah Kerajaan Kutai. Aswawarman memiliki 3 orang putera. Dari yupa diketahui bahwa pada masa pemerintahan Mulawarman. Rakyat Kutai hidup sejahtera dan makmur.Prasasti Kerajaan Kutai Informasi yang ada diperoleh dari Yupa / prasasti dalam upacara pengorbanan yang berasal dari abad ke-4. . Dari salah satu yupa tersebut diketahui bahwa raja yang memerintah kerajaan Kutai saat itu adalah Mulawarman. dan salah satunya adalah Mulawarman. Namanya dicatat dalam yupa karena kedermawanannya menyedekahkan 20.Ia juga diketahui sebagai pendiri dinasti Kerajaan Kutai sehingga diberi gelar Wangsakerta. Kerajaan Kutai seakan-akan tak tampak lagi oleh dunia luar karena kurangnya komunikasi dengan pihak asing. Kundungga adalah pembesar dari Kerajaan Campa (Kamboja) yang datang ke Indonesia. Kundungga sendiri diduga belum menganut agama Budha. hingga sangat sedikit yang mendengar namanya.

Kutai Kartanegara inilah. Maharaja Nalasinga Warman 9. Perlu diingat bahwa Kutai ini (Kutai Martadipura) berbeda dengan Kerajaan Kutai Kartanegara yang ibukotanya pertama kali berada di Kutai Lama (Tanjung Kute). Maharaja Marawijaya Warman 5. Maharaja Sangga Warman Dewa . Maharaja Indra Warman Dewa 12. Nama-Nama Raja Kutai Peta Kecamatan Muara Kaman 1. Maharaja Gajayana Warman 6.Berakhir Kerajaan Kutai berakhir saat Raja Kutai yang bernama Maharaja Dharma Setia tewas dalam peperangan di tangan Raja Kutai Kartanegara ke-13. Aji Pangeran Anum Panji Mendapa. Maharaja Jayanaga Warman 8. Maharaja Aswawarman (anak Kundungga) 3. di tahun 1365. Maharaja Gadingga Warman Dewa 11. Maharaja Tungga Warman 7. Maharaja Kundungga. Maharaja Mulawarman 4. Maharaja Nala Parana Tungga 10. gelar anumerta Dewawarman pendiri 2. yang disebutkan dalam sastra Jawa Negarakertagama. Kutai Kartanegara selanjutnya menjadi kerajaan Islam yang disebut Kesultanan Kutai Kartanegara.

Maharaja Sri Aji Dewa 18. 4th13th centuries 2. Pemerintahan -Raja pertama -Raja terakhir Sejarah -Didirikan 1478 -Zaman kejayaan 1478-1526 -Krisis suksesi 1526 . Pranala luar • • (Indonesia)SEJARAH PEMERINTAHAN DI KOTA BANGUN (Indonesia) Labok keturunan Kutai Martapura Catatan kaki 1. ^ Hinduism and Buddhism in the archipelago. Hal ini di dasarkan pada kenyataan bahwa kata Warman berasal dari bahasa Sanskerta. Maharaja Nala Pandita 20. ca A. Maharaja Indra Paruta Dewa 21.13. Barito Kuala (Bandar Perdagangan) Banjar Klasik Syiwa-Buddha Kaharingan Islam (minoritas) Monarki Maharaja Sari Kaburangan sejak ±1478 Maharaja Tumenggung sampai tahun 1526. lihat Kerajaan Kadiri. 450 ntuk Kerajaan Daha yang terletak di Jawa Timur. Maharaja Guna Parana Dewa 16. Maharaja Wijaya Warman 17. Hulu Sungai Selatan Bandar Muara Bahan. ^ States and courts in the archipelago. Kata itu biasanya digunakan untuk ahkiran nama-nama masyarakat atau penduduk India bagian Selatan. Maharaja Mulia Putera 19. Negara Daha Berdiri Didahului oleh 1478-1526 Kerajaan Kuripan Digantikan oleh Kesultanan Banjar Ibu kota dan Bandar Perdagangan Bahasa Agama Nagara. Sementara putranya yang bernama Asmawarman diduga telah terpengaruh budaya Hindu.D. Maharaja Candrawarman 14. Maharaja Dharma Setia Lain-lain Nama Maharaja Kundungga oleh para ahli sejarah ditafsirkan sebagai nama asli orang Indonesia yang belum terpengaruh dengan nama budaya India. Maharaja Sri Langka Dewa 15.

[1] Kerajaan Negara Daha merupakan kelanjutan dari Kerajaan Negara Dipa yang saat itu berkedudukan di Kuripan/Candi Agung. Kerajaan Negara Dipa merupakan pendahulu Kesultanan Banjar. Raden Sukarama bergelar Maharaja Sukarama. Hulu Sungai Selatan).Artefak yang ditemukan di situs Candi Laras koleksi Museum Lambung Mangkurat. Pemindahan ibukota dari Kuripan adalah untuk menghindari bala bencana karena kota itu dianggap sudah kehilangan tuahnya. ratu terakhir Negara Dipa 2. kakek dari Sultan Suriansyah (Sultan Banjar I)[1][4] 3. Kerajaan Negara Daha adalah sebuah kerajaan Hindu (Syiwa-Buddha)yang pernah berdiri di Kalimantan Selatan sejaman dengan kerajaan Islam Giri Kedaton. Barito Kuala). sedangkan bandar perdagangan dipindahkan dari pelabuhan lama Muara Rampiau (sekarang desa Marampiau) ke pelabuhan baru pada Bandar Muara Bahan (sekarang kota Marabahan. (sekarang kota Amuntai). Pusat pemerintahan/ibukota kerajaan ini berada di Muhara Hulak/kota Negara (sekarang kecamatan Daha Selatan. Raja Negara Daha Raja-raja Negara Daha:[2] 1. Raden Panjang bergelar Pangeran Tumenggung[1] . Pusat pemerintahan dipindah ke arah hilir sungai Negara (sungai Bahan) menyebabkan nama kerajaan juga berubah sehingga disebut dengan nama yang baru sesuai letak ibukotanya yang ketiga ketika dipindahkan yaitu Kerajaan Negara Daha. Raden Paksa bergelar Pangeran Mangkubumi[1] 4. Raden Sakar Sungsang/Raden Sari Kaburungan/Ki Mas Lalana bergelar Maharaja Sari Kaburungan[1] atau Panji Agung Rama Nata[3] putera dari Putri Kalungsu/Putri Kabu Waringin.

Negara Dipa merupakan sebuah negeri yang didirikan Ampu Jatmika yang berasal dari Keling (Coromandel). yang masingmasing dipimpin oleh seorang Mantri Sakai.[3] Aksara Arab-Melayu telah digunakan sebelum berdirinya Kesultanan Banjar. Islam datang ke daerah Kalimantan Selatan dari Giri pada masa Raden Sekar Sungsang yang pernah merantau ke pulau Jawa dan disana telah memiliki anak bernama Raden Panji Sekar yang menikahi putri dari Sunan Giri kemudian bergelar Sunan Serabut. Sebuah pemerintahan Sakai kira-kira sama dengan pemerintahan lalawangan (distrik) pada masa Kesultanan Banjar.Wilayah pengaruh kerajaan ini meliputi propinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. sedangkan sebelah timur berbatasan dengan Kerajaan Kutai Kartanegara. Artefak yang ditemukan di situs Candi Laras koleksi Museum Lambung Mangkurat. Menurut Hikayat Banjar. Karena kemelut di Kuripan/Negara Daha. Kerajaan Negara Dipa memiliki daerah-daerah bawahan yang disebut Sakai. Kerajaan Negara Daha terbentuk karena perpindahan ibukota kerajaan dari Amuntai (ibukota Negara-Dipa di hulu) ke Muhara Hulak (di hilir). sebelah barat berbatasan dengan Kerajaan Tanjungpura.[3] .[1] Kerajaan ini adalah pendahulu Kerajaan Negara Daha. beberapa tumenggung melarikan diri ke negeri Paser di perbatasan Kerajaan Kutai Kartanegara dan kemudian mendirikan Kerajaan Sadurangas di daerah tersebut. Salah satu negeri bawahan Kuripan adalah Negara Dipa. Sejak masa pemerintahan Lambung Mangkurat wilayahnya terbentang dari Tanjung Silat sampai Tanjung Puting.[5] Peninggalan Kerajaan Negara Daha dapat dilihat Kota Negara (Daha) dan Amuntai Kerajaan Negara Dipa adalah kerajaan yang berada di pedalaman Kalimantan Selatan.[3] Tetapi Islam baru menjadi agama negara pada tahun 1526 pada masa kekuasaan Sultan Suryanullah[1] atau Sultan Suriansyah.

Ibukota waktu itu berada di Candi Agung yang terletak di sekitar hulu sungai Bahan (= sungai Negara) yang bercabang menjadi sungai Tabalong dan sungai Balangan dan sekitar sungai Pamintangan (sungai kecil anak sungai Negara). tetapi walau demikian Ampu Jatmika tidak menyebut dirinya sebagai raja.Menurut Veerbek (1889:10) Keling. Keturunan Lambung Mangkurat dan keturunan mereka berdua inilah yang kelak sebagai raja-raja di Negara Dipa. Depdikbud. Ketiga negeri/distrik ini dan ditambah negeri Batung Batulis dan Baparada (= Balangan) . Geografi Dialek Bahasa Banjar Hulu. Ampu Jatmika bukanlah keturunan bangsawan dan juga bukan keturunan raja-raja Kuripan. propinsi Majapahit di barat daya Kediri. (Fudiat Suryadikara. Penggantinya Lambung Mangkurat (Lembu Mangkurat) setelah bertapa di sungai berhasil memperoleh Putri Junjung Buih yang kemudian dijadikan Raja Putri di Negara Dipa. Raja Putri ini sengaja dipersiapkan sebagai jodoh bagi seorang Pangeran yang sengaja dijemput dari Majapahit yaitu Raden Putra yang kelak bergelar Pangeran Suryanata I. Kerajaan Kuripan ini disebutkan dalam Hikayat Banjar Resensi II. Kerajaan Kahuripan adalah kerajaan yang lebih dulu berdiri sebelum Kerajaan Negara Dipa. saudagar kaya dari Keling pendiri Negara Dipa tahun 1387 dengan mendirikan negeri Candi Laras di hilir kemudian mendirikan (atau menaklukan?) negeri Candi Agung di hulu di sebalik negeri Kuripan. hal 401 dan 435. Periode Raja-raja Kuripan yang tidak diketahui nama penguasa dan masa pemerintahannya. 2. yaitu nama daerah yang didiami oleh Empu Jatmika. dia berasal dari Majapahit. Karena raja Kerajaan Kahuripan menyayangi Empu Jatmika sebagai anaknya sendiri maka setelah dia tua dan mangkat kemudian seluruh wilayah kerajaannya (Kahuripan) dinamakan sebagai Kerajaan Negara Dipa. 1984) Kerajaan Negara Dipa semula beribukota di Candi Laras (Distrik Margasari) dekat hilir sungai Bahan tepatnya pada suatu anak sungai Bahan. Raja Negara Dipa 1. Menurut Tutur Candi.Menurut Paul Michel Munos dalam Kerajaan-kerajaan Awal Kepulauan Indonesia dan Senanjung Malaysia. kemudian ibukotanya pindah ke hulu sungai Bahan yaitu Candi Agung (Amuntai). Kerajaan ini dikenal sebagai penghasil intan pada zamannya. Diduga Ampu Jatmika menjabat sebagai Sakai di Negara Dipa (situs Candi Laras)(Margasari). tetapi Ampu Jatmaka mengganggap dirinya hanya sebagai Penjabat Raja. Ampu Jatmaka gelar Maharaja di Candi. tetapi hanya sebagai Penjabat Raja (pemangku). Empu Jamatka (maksudnya Ampu Jatmika) mendirikan pada tahun 1387. sehingga nama Kerajaan Kuripan berubah menjadi Kerajaan Negara Dipa. kemudian Ampu Jatmika menggantikan kedudukan Raja Kuripan (negeri yang lebih tua) yang mangkat tanpa memiliki keturunan. Ampu Jatmaka sebagai penerus ayah angkatnya raja tua Kerajaan Kuripan [= raja negeri lama yang berdiri sebelumnya] yang tidak memiliki keturunan. tetapi kemudian dia berhasil menggantikan kedudukan raja Kuripan sebagai penguasa Kerajaan Kuripan yang wilayahnya lebih luas tersebut.

. diduga Ratu I ini berasal dari Majapahit yang disebut Bhre Tanjungpura. Ia berhasil memperluas wilayah kerajaan dari Tanjung Silat/Selatn sampai Tanjung Puting yaitu wilayah dari sungai Barito sampai sungai Seruyan. 4. 5.yang muncul di dalam Hikayat Banjar Resensi II teks Cense. raja Kutai. orang besar Berau dan raja Karasikan. suami Putri Junjung Buih yang dilamar/didatangkan dari Majapahit dengan persembahan 10 biji intan. batang Balangan dan batang Pitap. Bhre Tanjungpura Manggalawardhani Dyah Suragharini yang berkuasa 1429-1464 adalah puteri Bhre Tumapel II 1389-1427 [= abangnya Suhita] dengan istrinya Bhre Lasem V. Candi Agung. Raden Galuh Ciptasari alias Putri Ratna Janggala Kadiri gelar anumerta Putri Junjung Buih [= perwujudan putri buih/putri bunga air menurut mitos Melayu] yaitu puteri angkat Lambung Mangkurat. Setelah beberapa lama memerintah [pada tahun 1464?] Putri Junjung Buih dan Maharaja Suryanata mengatakan hendak pulang ke tempat asalnya dan pemerintahan dilanjutkan oleh putera-puteranya. Nama Rajasa yang digunakan raja ini kemungkinan kependekan dari Rajasawardhana alias Dyah Wijayakumara alias Sang Sinagara. Widuga wilayah inilah yang menjadi ibukota baru Tanjungpura di negara bagian Tanjungnagara (Kalimantan-Filipina). yaitu putera sulung Bhre Tumapel III Dyah Kertawijaya 1429-1447. Raja ini berhasil menaklukan raja Sambas. Menurut Hikayat Banjar Versi II. Wijayakarana. Menurut Prasasti Trailokyapuri Manggalawardhani adalah Bhre Daha VI 1464-1474 yakni ibu Ranawijaya (janda Sang Sinagara). Dari perkawinan itu lahir empat orang anak. dan Ranawijaya (= Bhre Kertabhumi= Kartapura?= Tanjungpura?). Batung Batulis dan Baparada [= Batu Piring?] serta Kuripan. Dyah Wijayakumara [= Bhre Kahuripan VI] memiliki istri bernama Manggalawardhani Bhre Tanjungpura. orang besar/penguasa Kotawaringin. yaitu Samarawijaya [= Bhre Kahuripan VII]. raja Sukadana/Tanjungpura. Lambung Mangkurat [= logat Banjar untuk Lembu Mangkurat] bergelar Ratu Kuripan. [= Bhre Mataram V]. 3. Wijayakusuma (= Bhre Pamotan II). Diduga Bhre Tanjungpura menikah lagi dengan Bhre Pamotan I Rajasawardhana Dyah Wijayakumara. putera Ampu Jatmika (sebagai Penjabat Raja). orang-orang besar/penguasa Batang Lawai (= sungai Kapuas). Bhre Tanjungpura [= Bhre Kalimantan] dan Bhre Pajang III Sureswari 1429-1450 [= adik bungsu Manggalawardhani] keduanya menjadi istri Bhre Paguhan III 14001440 [= ayahnya Sripura] tetapi perkawinan ini tidak memiliki keturunan (menurut Pararaton). Kemudian Empu Jatmika memerintahkan Tumenggung Tatahjiwa memperluas wilayah dengan menaklukan batang Tabalong. Menurut Pararaton. Rahadyan Putra alias Raden Aria Gegombak Janggala Rajasa gelar anumerta Maharaja Suryanata [= perwujudan raja dewa matahari]. (b) Undan Kulon dan Undan Kecil (c) Candi Laras. batang Labuan Amas dan batang Amandit. pasangan ini memperoleh tiga putera yakni Pangeran Suryawangsa. Ia jua memerintahkan Arya Megatsari menaklukan batang Alai. maka inilah wilayah awal Negara Dipa. Pangeran Suryaganggawangsa dan Pangeran Aria Dewangsa [adi-vamsa = pengasas dinasti]. orang besar Pasir. Ketiga putera ini memerintah di daerah yang berlainan (a) Undan Besar dan Undan Kuning.

Maharaja Carang Lalean kemudian melantik Lambung Mangkurat sebagai pemangku. tidak ada penjelasan atau catatan yang pasti mengenai siapakah yang pertama kalinya mendirikan kerajaan Tarumanegara. pusat pemerintahan dipindah ke arah hilir pada percabangan anak sungai Bahan yaitu Muara Hulak yang kemudian diganti menjadi Negara Daha (sekarang kecamatan Daha Selatan) sehingga kerajaan disebut dengan nama yang baru sesuai letak ibukotanya ketika dipindahkan yaitu Kerajaan Negara Daha. Menurut Hikayat Banjar versi I. putera dari Putri Kabu Waringin alias Putri Kalungsu. Nama sungai Bahan pun berganti menjadi sungai Negara. permaisuri Maharaja Carang Lalean (= Aria Dewangga?) sempat menjadi wali raja ketika Raden Sakar Sungsang masih berumur enam tahun sewaktu Maharaja Carang Lalean (= Raden Aria Dewangsa?) mengatakan bahwa ia hendak pulang ke tempat asalnya (dan jika raja ini putera Manggalawardhani maka kemungkinan kepulangannya ke tempat asal/Majapahit untuk membantu kakaknya Samarawijaya berperang melawan pamannya Raja Majapahit?). Sumber Sejarah Bila menilik dari catatan sejarah ataupun prasasti yang ada. Selesai penggalian. Sunan Serabut dari Giri inilah yang menuntut upeti kepada Putri Ratna Sari gelar Ratu Lamak (puteri dari Raden Sekar Sungsang dengan Putri Ratna Minasih yang menggantikannya sebagai raja). Ratu Lamak kemudian digantikan adiknya Ratu Anom yang pernah ditawan ke Jawa karena gagal membayar upeti. tetapi menurut Hikayat Banjar versi I adalah cicit Putri Junjung Buih dan juga cicit Lambung Mangkurat. sang prabu mengadakan selamatan dengan menyedekahkan 1. . Menurut versi II. cucu Putri Junjung Buih dan juga cucu Lambung Mangkurat adalah putera dari pasangan Pangeran Aria Dewangsa dengan Putri Kabu Waringin menurut Hikayat Banjar versi II. Pada tahun 417 ia memerintahkan penggalian Sungai Gomati dan Candrabaga (Kali Bekasi) sepanjang 6112 tombak (sekitar 11 km).000 ekor sapi kepada kaum brahmana. Raden Sekar Sungsang. Pada masa Maharaja Sari Kaburungan alias Raden Sekar Sungsang. 7. menikahi Putri Mandusari alias Putri Huripan [yang ibunya meninggal ketika melahirkannya] gelar Putri Kabu Waringin [karena minum air susu kerbau putih yang diikat di pohon beringin] yaitu puteri dari Lambung Mangkurat (= Ratu Kuripan) dengan Dayang Diparaja. Raja yang pernah berkuasa dan sangat terkenal dalam catatan sejarah adalah Purnawarman. Raden Sekar Sungsang [= Panji Agung Rama Nata] pernah merantau ke Jawa [dan diduga sudah memeluk Islam] dan di Jawa ia mengawini wanita setempat dan memperoleh dua putera bernama Raden Panji Dekar dan Raden Panji Sekar [yang kemudian bergelar Sunan Serabut karena menikahi puteri Raja Giri]. Aria Dewangsa putera bungsu Putri Junjung Buih dengan Maharaja Suryanata (Hikayat Banjar versi II). untuk menghindari bala bencana ibukota kerajaan dipindahkan dari Candi Agung (Amuntai) karena dianggap sudah kehilangan tuahnya.6. ibu Raden Sekar Sungsang yaitu Putri Kalungsu alias Putri Kabu Waringin.

aksara tersebut belum mencapai taraf modifikasi bentuk khasnya sebagaimana yang digunakan naskah-naskah (lontar) abad ke-16. Ciampea. dan kekeringan yang terjadi pada musim kemarau. Pada zaman ini. Banten. Bogor 2. Kerajaan Tarumanegara ialah kelanjutan dari Kerajaan Salakanagara. berisi pujian kepada Raja Purnawarman. Kabupaten Bekasi. 3. Kecamatan Tarumajaya. yang mengacu pada model aksara Kamboja dengan beberapa cirinya yang masih melekat. Kecamatan Munjul. Prasasti Tugu. sekarang disimpan di museum di Jakarta. Citeureup. ditemukan di Kampung Batutumbu. ditemukan di aliran Sungai Cidanghiang yang mengalir di Desa Lebak. Sekarang termasuk wilayah Kecamatan Cibungbulang. Prasasti Cidanghiyang atau Prasasti Munjul. Lima di Bogor. Prasasti Kebon Kopi. Nanggung. Bogor Lahan tempat prasasti itu ditemukan berbentuk bukit rendah berpermukaan datar dan diapit tiga batang sungai: Cisadane. tempat itu masih dilaporkan dengan nama Pasir Muara. Prasasti Jambu. Cianten dan Ciaruteun. Ciampea. Sampai abad ke-19 jalur sungai itu masih digunakan untuk angkutan hasil perkebunan kopi. ditemukan di perkebunan kopi milik Jonathan Rig. Ciampea. Sekarang masih digunakan oleh pedagang bambu untuk mengangkut barang dagangannya ke daerah hilir. yang pada awalnya merupakan perkembangan dari aksara tipe Pallawa Lanjut. Bogor 7. Bogor 6. Kampung Muara tempat prasasti Ciaruteun dan Telapak Gajah ditemukan. dibuat sekitar 400 M (H Kern 1917). Kabupaten Pandeglang. Prasasti Muara Cianten.Bukti keberadaan Kerajaan Taruma diketahui dengan tujuh buah prasasti batu yang ditemukan. Sampai abad ke-19. 4. satu di Jakarta dan satu di Lebak Banten. Makam Rajadirajaguru Jayasingawarman ada di sekitar sungai Gomati (wilayah Bekasi). Prasasti pada zaman ini menggunakan aksara Sunda kuno. Prasasti tersebut isinya menerangkan penggalian Sungai Candrabaga oleh Rajadirajaguru dan penggalian Sungai Gomati oleh Purnawarman pada tahun ke-22 masa pemerintahannya. Bogor 5.Penggalian sungai tersebut merupakan gagasan untuk menghindari bencana alam berupa banjir yang sering terjadi pada masa pemerintahan Purnawarman. . dahulu merupakan sebuah "kota pelabuhan sungai" yang bandarnya terletak di tepi pertemuan Cisadane dengan Cianten. Dari prasasti-prasasti ini diketahui bahwa kerajaan dipimpin oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358 M dan beliau memerintah sampai tahun 382 M. Desa Tugu. Dahulu termasuk bagian tanah swasta Ciampea. Prasasti Pasir Awi. Prasasti yang ditemukan 1. Prasasti Ciaruteun.

halaman 161. prasasti ditemukan di Pasir Muara. di antara bawahan Tarumanagara pada masa pemerintahan Purnawarman terdapat nama "Rajamandala" (raja daerah) Pasir Muhara. Kehadiran prasasti Purnawarman di kampung itu menunjukkan bahwa daerah itu termasuk kawasan kekuasaannya. beraksara Palawa. Dalam prasasti itu dituliskan : ini sabdakalanda rakryan juru panga-mbat i kawihaji panyca pasagi marsa-n desa barpulihkan haji su-nda Terjemahannya menurut Bosch: Ini tanda ucapan Rakryan Juru Pengambat dalam tahun (Saka) kawihaji (8) panca (5) pasagi (4). Isinya adalah puisi empat baris. ada pula gambar sepasang "padatala" (telapak kaki). Selain itu. yang berbunyi: vikkrantasyavanipateh shrimatah purnavarmmanah tarumanagararendrasya vishnoriva padadvayam Terjemahannya menurut Vogel: Kedua (jejak) telapak kaki yang seperti (telapak kaki) Wisnu ini kepunyaan raja dunia yang gagah berani yang termashur Purnawarman penguasa Tarumanagara. berbahasa Sanskerta. seratus meter dari pertemuan sungai tersebut dengan Ci Sadane. . Prasasti Ciaruteun Prasasti Ciaruteun ditemukan pada aliran Ci Aruteun. yang menunjukkan tanda kekuasaan &mdash& fungsinya seperti "tanda tangan" pada zaman sekarang. di tepi sawah. Karena angka tahunnya bercorak "sangkala" yang mengikuti ketentuan "angkanam vamato gatih" (angka dibaca dari kanan). Prasasti ini peninggalan Purnawarman. pemerintahan begara dikembalikan kepada raja Sunda. sarga 3. namun pada tahun 1981 diangkat dan diletakkan di dalam cungkup. maka prasasti tersebut dibuat dalam tahun 458 Saka atau 536 Masehi.Prasasti Pasir Muara Di Bogor. Prasasti itu kini tak berada ditempat asalnya. Menurut Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa II. tidak jauh dari prasasti Telapak Gajah peninggalan Purnawarman.

Ukiran kepala gajah bermahkota teratai ini oleh para ahli diduga sebagai "huruf ikal" yang masih belum terpecahkan bacaaanya sampai sekarang. Keterangan pustaka dari Cirebon tentang bendera Taruma dan ukiran sepasang "bhramara" (lebah) sebagai cap pada mahkota Purnawarman dalam segala "kemudaan" nilainya sebagai sumber sejarah harus diakui kecocokannya dengan lukisan yang terdapat pada prasasti Ciaruteun. Ukiran bendera dan sepasang lebah itu dengan jelas ditatahkan pada prasasti Ciaruteun yang telah memancing perdebatan mengasyikkan di antara para ahli sejarah mengenai makna dan nilai perlambangannya. Demikian pula tentang ukiran sepasang tanda di depan telapak kaki ada yang menduganya sebagai lambang labah-labah. matahari kembar atau kombinasi surya-candra (matahari dan bulan). Karawang. Tarumanagara sekitar abad ke-7 Masehi. gajah perang Purnawarman diberi nama Airawata seperti nama gajah tunggangan Indra. . Demikian pula mahkota yang dikenakan Purnawarman berukiran sepasang lebah. bendera Kerajaan Tarumanagara berlukiskan rangkaian bunga teratai di atas kepala gajah. sarga 1. Menurut Pustaka Parawatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I. Airawata adalah nama gajah tunggangan Batara Indra dewa perang dan penguawa Guntur. Prasasti Telapak Gajah bergambar sepasang telapak kaki gajah yang diberi keterangan satu baris berbentuk puisi berbunyi: jayavi s halasya tarumendrsaya hastinah airavatabhasya vibhatidam padadavayam Terjemahannya: Kedua jejak telapak kaki adalah jejak kaki gajah yang cemerlang seperti Airawata kepunyaan penguasa Tarumanagara yang jaya dan berkuasa. Jawa Barat.Prasasti Telapak Gajah Dua arca Wishnu dari Cibuaya. Bahkan diberitakan juga. Mahkotanya yang berbentuk tabung menyerupai gaya seni Khmer Kamboja. Menurut mitologi Hindu.

kepunyaannyalah kedua jejak telapak kaki ini. masih ada satu lagi prasasti lainnya yaitu prasasti batu peninggalan Tarumanagara yang terletak di puncak Bukit Koleangkak. tahun 414M dalam bukunya yang berjudul Fa Kao Chi menceritakan bahwa di Ye-po-ti ("Jawadwipa") hanya sedikit dijumpai orang-orang yang beragama Buddha. juga menceritakan bahwa tahun 666 dan 669 telah datang utusan dari To-lo-mo. yang selalu berhasil menghancurkan benteng musuh. meskipun saat ini Pugung Raharjo terletak puluhan kilometer dari pantai tetapi tidak jauh dari situs tersebut ditemukan batu-batu karang yg menunjukan daerah tersebut dulu adalah daerah pantai persis penuturan Fa hien[rujukan?] 2. Kecamatan Leuwiliang. tetapi ada pendapat lain yang mengajukan bahwa Ye-Po-Ti adalah Way Seputih di Lampung. Sumber berita dari luar negeri Sumber-sumber dari luar negeri semuanya berasal dari berita Tiongkok. Pada bukit ini mengalir (sungai) Cikasungka. Berita Dinasti Tang. tetapi merupakan duri bagi musuh-musuhnya. Berita Dinasti Sui. yang selalu menghadiahkan jamuan kehormatan (kepada mereka yang setia kepadanya).Prasasti Jambu Di daerah Bogor. Desa Pasir Gintung. . Prasasti inipun berukiran sepasang telapak kaki dan diberi keterangan berbentuk puisi dua baris: shriman data kertajnyo narapatir . Maka berdasarkan sumber-sumber yang telah dijelaskan sebelumnya maka dapat diketahui beberapa aspek kehidupan tentang Taruma. Dari tiga berita di atas para ahli[siapa?] menyimpulkan bahwa istilah To-lo-mo secara fonetis penyesuaian kata-katanya sama dengan Tarumanegara. Ye Po Ti selama ini sering dianggap sebutan Fa Hien untuk Jawadwipa. Berita Fa Hien. yang banyak adalah orang-orang yang beragama Hindu dan "beragama kotor" (maksudnya animisme). 1. di daerah aliran way seputih (sungai seputih) ini ditemukan bukti-bukti peninggalan kerajaan kuno berupa punden berundak dan lain-lain yang sekarang terletak di taman purbakala Pugung Raharjo. 3. Terjemahannya menurut Vogel: Yang termashur serta setia kepada tugasnya ialah raja yang tiada taranya bernama Sri Purnawarman yang memerintah Taruma serta baju perisainya tidak dapat ditembus oleh panah musuh-musuhnya. menceritakan bahwa tahun 528 dan 535 telah datang utusan dari To-lo-mo ("Taruma") yang terletak di sebelah selatan.asamo yah pura tarumayam nama shri purnnavarmma pracurarupucara fedyavikyatavammo tasyedam padavimbadavyam arnagarotsadane nitya-dksham bhaktanam yangdripanam bhavati sukhahakaram shalyabhutam ripunam.

Nas. meliputi hapir seluruh Jawa Barat yang membentang dari Banten. Berdasarkan prasast-prasati tersebut diketahui raja yang memerintah pada waktu itu adalah Purnawarman.no.514a Mus.Nas. no.6363 settlement pattern settlement pattern 4 5 6 7 8 Tanjung Barat Tanjungpriok Tidak diketahui Cilincing Buni .no.771 Mus. Nama Situs Artepak 1 Kampung Muara Menhir (3) Batu dakon (2) Arca batu tidak berkepala Struktur Batu kali Kuburan (tua) 2 Ciampea Arca gajah (batu) 3 Gunung Cibodas Arca 3 arca duduk arca raksasa arca (?) Arca dewa Arca dwarapala Arca brahma Arca (berdiri) (Kartikeya?) Arca singa (perunggu) Arca siwa (duduk) perunggu Arca Durga-Kali Batu granit Arca Rajaresi sejumlah besar pecahan perhiasan emas dalam periuk Tempayan Beliung Logam perunggu Keterangan Rusak berat Terbuat dari batu kapur Fragmen Duduk diatas angsa (Wahana Hamsa) dilengkapi padmasana Fragmen kaki dan lapik Mus.Nas. Jakarta.Kerajaan Tarumanegara diperkirakan berkembang antara tahun 400-600 M. Wilayah kekuasaan Purnawarman menurut prasasti Tugu.Nas.no.296a Mus. Bogor dan Cirebon. Kepurbakalaan Masa Tarumanagara Candi Jiwa di situs Percandian Batujaya No.

Dharmayawarman (382-395). Dinamainya kota itu Sundapura--pertama kalinya nama "Sunda" digunakan. Maharaja Purnawarman adalah raja Tarumanagara yang ketiga (395-434 M).561 M) Raja Tarumanagara ke-7. yang kemudian digantikan oleh putranya. sedangkan putranya di tepi kali Candrabaga. Dalam tahun tersebut yang menjadi penguasa Tarumanagara adalah Suryawarman (535 . parwa . Pustaka Jawadwipa. Sayangnya. Jayasingawarman dipusarakan di tepi kali Gomati. Tarumanegara didirikan oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358. Pada Naskah Wangsakerta dari Cirebon itu. Prasasti Pasir Muara yang menyebutkan peristiwa pengembalian pemerintahan kepada Raja Sunda itu dibuat tahun 536 M. Ia membangun ibukota kerajaan baru pada tahun 397 yang terletak lebih dekat ke pantai.Logam besi Gelang kaca Manik-manik batu dan kaca Tulang belulang manusia Sejumlah besar gerabah bentuk wadah 9 Batujaya (Karawang) Unur (hunyur) sruktur bata Percandian Segaran I Segaran II Segaran III Segaran IV Segaran V Segaran VI Talagajaya I Talagajaya II Talagajaya III Talagajaya IV Talagajaya V Talagajaya VI Talagajaya VII 10 Cibuaya Arca Wisnu I Arca Wisnu II Arca Wisnu III Lmah Duwur Wadon Candi I Lmah Duwur Lanang Candi II Pipisan batu Naskah Wangsakerta Penjelasan tentang Tarumanagara cukup jelas di Naskah Wangsakerta. naskah ini mengundang polemik dan banyak pakar sejarah yang meragukan naskah-naskah ini bisa dijadikan rujukan sejarah.

. merupakan gejala bahwa Ibukota Sundapura telah berubah status menjadi sebuah kerajaan daerah. yang disebut Argyre oleh Ptolemeus dalam tahun 150 M. sarga 1 (halaman 80 dan 81) memberikan keterangan bahwa dalam masa pemerintahan Candrawarman (515-535 M). menantu Suryawarman.162) menyebutkan bahwa di bawah kekuasaan Purnawarman terdapat 48 raja daerah yang membentang dari Salakanagara atau Rajatapura (di daerah Teluk Lada Pandeglang) sampai ke Purwalingga (sekarang Purbolinggo) di Jawa Tengah. Yang belum jelas adalah mengapa prasasti mengenai pengembalian pemerintahan kepada Raja Sunda itu terdapat di sana? Apakah daerah itu merupakan pusat Kerajaan Sunda atau hanya sebuah tempat penting yang termasuk kawasan Kerajaan Sunda? Baik sumber-sumber prasasti maupun sumber-sumber Cirebon memberikan keterangan bahwa Purnawarman berhasil menundukkan musuh-musuhnya. Jayasingawarman pendiri Tarumanagara adalah menantu Raja Dewawarman VIII. Kehadiran Prasasti Purnawarman di Pasir Muara. Suryawarman tidak hanya melanjutkan kebijakan politik ayahnya yang memberikan kepercayaan lebih banyak kepada raja daerah untuk mengurus pemerintahan sendiri. misalnya. Ditinjau dari segi ini. Hal ini berarti. Rakeyan Juru Pengambat yang tersurat dalam prasasti Pasir Muara mungkin sekali seorang pejabat tinggi Tarumanagara yang sebelumnya menjadi wakil raja sebagai pimpinan pemerintahan di daerah tersebut. Kota ini sampai tahun 362 menjadi pusat pemerintahan Raja-raja Dewawarman (dari Dewawarman I VIII). Prasasti Munjul di Pandeglang menunjukkan bahwa wilayah kekuasaannya mencakup pula pantai Selat Sunda. maka Suryawarman melakukan hal yang sama sebagai lanjutan politik ayahnya. daerah Nagreg antara Bandung dan Limbangan. Dalam tahun 526 M. banyak penguasa daerah yang menerima kembali kekuasaan pemerintahan atas daerahnya sebagai hadiah atas kesetiaannya terhadap Tarumanagara. Perkembangan daerah timur menjadi lebih berkembang ketika cicit Manikmaya mendirikan Kerajaan Galuh dalam tahun 612 M. pusat pemerintahan Tarumanagara telah bergeser ke tempat lain. yang memberitakan Raja Sunda dalam tahun 536 M. Contoh serupa dapat dilihat dari kedudukaan Rajatapura atau Salakanagara (kota Perak). ayah Suryawarman. Garut. Secara tradisional Cipamali (Kali Brebes) memang dianggap batas kekuasaan raja-raja penguasa Jawa Barat pada masa silam. melainkan juga mengalihkan perhatiannya ke daerah bagian timur. parwa II sarga 3 (halaman 159 . Manikmaya.I. mendirikan kerajaan baru di Kendan. Putera tokoh Manikmaya ini tinggal bersama kakeknya di ibukota Tarumangara dan kemudian menjadi Panglima Angkatan Perang Tarumanagara. Ia sendiri seorang Maharesi dari Salankayana di India yang mengungsi ke Nusantara karena daerahnya diserang dan ditaklukkan Maharaja Samudragupta dari Kerajaan Magada. Ketika pusat pemerintahan beralih dari Rajatapura ke Tarumangara. Pustaka Nusantara. maka Salakanagara berubah status menjadi kerajaan daerah.

yaitu Sunda yang sebelumnya berada dalam kekuasaan Tarumanagara. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi. yaitu Tarusbawa. yang sulung bernama Manasih menjadi istri Tarusbawa dari Sunda dan yang kedua bernama Sobakancana menjadi isteri Dapuntahyang Sri Jayanasa pendiri Kerajaan Sriwijaya. Kekuasaan Tarumanagara berakhir dengan beralihnya tahta kepada Tarusbawa. Tarusbawa.Tarumanagara sendiri hanya mengalami masa pemerintahan 12 orang raja. Linggawarman sendiri mempunyai dua orang puteri. hanya Galuh yang tidak sepakat dan memutuskan untuk berpisah dari Sunda yang mewarisi wilayah Tarumanagara. raja Tarumanagara terakhir. Raja-raja Tarumanagara menurut Naskah Wangsakerta Raja-raja Tarumanegara No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Raja Jayasingawarman Dharmayawarman Purnawarman Wisnuwarman Indrawarman Candrawarman Suryawarman Kertawarman Sudhawarman Hariwangsawarman Nagajayawarman Linggawarman Masa pemerintahan 358-382 382-395 395-434 434-455 455-515 515-535 535-561 561-628 628-639 639-640 640-666 666-669 Kerajaan Kalingga Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Pada tahun 669. cari . Secara otomatis. Linggawarman. Atas pengalihan kekuasaan ke Sunda ini. digantikan menantunya. tahta kekuasaan Tarumanagara jatuh kepada menantunya dari putri sulungnya. karena Tarusbawa pribadi lebih menginginkan untuk kembali ke kerajaannya sendiri.

akan dipotong tangannya. Kalingga telah ada pada abad ke-6 Masehi dan keberadaannya diketahui dari sumber-sumber Tiongkok. kemungkinan berada di suatu tempat antara Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Jepara sekarang. dan naskah Carita Parahyangan yang disusun berabad-abad kemudian pada abad ke-16 menyinggung secara singkat mengenai Ratu Shima dan kaitannya dengan Kerajaan Galuh. yang dikenal memiliki peraturan barang siapa yang mencuri. Sumber sejarah kerajaan ini masih belum jelas dan kabur. kebanyakan diperoleh dari sumber catatan China. Kerajaan ini pernah diperintah oleh Ratu Shima. Daftar isi • • • • 1 Catatan dari sumber lokal o 1. Kalingga atau Ho-ling (sebutan dari sumber Tiongkok) adalah sebuah kerajaan bercorak Hindu yang muncul di Jawa Tengah sekitar abad ke-6 masehi.1 Catatan dari zaman Dinasti Tang o 2.2 Catatan I-Tsing 3 Prasasti 4 Referensi Catatan dari sumber lokal Kisah lokal Terdapat kisah yang berkembang di Jawa Tengah utara mengenai seorang Maharani legendaris yang menjunjung tinggi prinsip keadilan dan kebenaran dengan keras tanpa .2 Carita Parahyangan 2 Berita Cina o 2.Peta yang menggambarkan letak pusat kerajaan Kalingga. tradisi kisah setempat.1 Kisah lokal o 1. Letak pusat kerajaan ini belumlah jelas.

Kemudian Raja Sanjaya menikahi Sudiwara puteri Dewasinga. Ia menerapkan hukuman yang keras yaitu pemotongan tangan bagi siapa saja yang mencuri. putri Maharani Shima. Hingga tiga tahun kemudian kantung itu disentuh oleh putra mahkota dengan kakinya. Kisah legenda ini bercerita mengenai Ratu Shima yang mendidik rakyatnya agar selalu berlaku jujur dan menindak keras kejahatan pencurian. Parwati. maka sang pangeran dijatuhi hukuman dipotong kakinya. Pada tahun 752. yaitu Brantasenawa.[1] Carita Parahyangan Berdasarkan naskah Carita Parahyangan yang berasal dari abad ke-16. yang kemudian menjadi raja kedua dari Kerajaan Galuh.[2] Berita Cina Berita keberadaan Ho-ling juga dapat diperoleh dari berita yang berasal dari zaman Dinasti Tang dan catatan I-Tsing. Sanaha dan Bratasenawa memiliki anak yang bernama Sanjaya yang kelak menjadi raja Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh (723-732 M). Setelah Maharani Shima meninggal di tahun 732 M. dan memiliki putra yaitu Rakai Panangkaran. Keterangan tentang Kerajaan Ho-ling didapat dari prasasti dan catatan dari negeri Cina. Ratu Shima demi menjunjung hukum menjatuhkan hukuman mati kepada putranya. yaitu Tamperan Barmawijaya alias Rakeyan Panaraban. Untuk mengujinya ia meletakkan sekantung uang emas di persimpangan jalan dekat pasar. dan kemudian mendirikan Dinasti/Wangsa Sanjaya di Kerajaan Mataram Kuno. Karena kaki sang pangeranlah yang menyentuh barang yang bukan miliknya. Pada abad ke-5 muncul Kerajaan Ho-ling (atau Kalingga) yang diperkirakan terletak di utara Jawa Tengah. Ketiga kerajaan tersebut menjadi pesaing kuat jaringan perdagangan Sriwijaya-Buddha. Kerajaan Ho-ling menjadi wilayah taklukan Sriwijaya dikarenakan kerajaan ini menjadi bagian jaringan perdagangan Hindu.pandang bulu. Raja Kalingga Selatan atau Bumi Sambara. Kekuasaan di Jawa Barat diserahkannya kepada putranya dari Tejakencana. Tak ada sorang pun rakyat Kalingga yang berani menyentuh apalagi mengambil barang yang bukan miliknya. menikah dengan putera mahkota Kerajaan Galuh yang bernama Mandiminyak. Pada suatu ketika seorang raja dari seberang lautan mendengar mengenai kemashuran rakyat kerajaan Kalingga yang terkenal jujur dan taat hukum. dewan menteri memohon agar Ratu mengampuni kesalahan putranya. bersama Malayu dan Tarumanagara yang sebelumnya telah ditaklukan Sriwijaya. . Maharani Shima memiliki cucu yang bernama Sanaha yang menikah dengan raja ketiga dari Kerajaan Galuh. Sanjaya menggantikan buyutnya dan menjadi raja Kerajaan Kalingga Utara yang kemudian disebut Bumi Mataram.906 M) memberikan tentang keterangan Ho-ling sebagai berikut. Catatan dari zaman Dinasti Tang Cerita Cina pada zaman Dinasti Tang (618 M .

tetapi cerita ini berbeda dengan cerita Nirwana dalam agama Buddha Hinayana. Jawa Tengah. yang menerjemahkan salah satu kitab agama Buddha ke dalam Bahasa Cina. yaitu ayahnya bernama Santanu. Prasasti Prasasti peninggalan Kerajaan Ho-ling adalah Prasasti Tukmas. Prasasti ini bersifat keagamaan Siwais. Desa Lebak. beratap daun palem. Prasasti ini beraksara Kawi dan berbahasa Melayu Kuna dan berasal dari sekitar abad ke-7 masehi. Catatan dari berita Cina ini juga menyebutkan bahwa sejak tahun 674. tepatnya di Dusun Dakawu. ibunya bernama Bhadrawati. Kecamatan Reban. emas. di sebelah timurnya terletak Po-Li (Pulau Bali) dan di sebelah barat terletak Pulau Sumatera. Boechari berpendapat bahwa tokoh yang bernama Dapunta Selendra adalah cikal-bakal raja-raja keturunan Wangsa Sailendra yang berkuasa di Kerajaan Mataram Hindu. Dapunta Selendra. Penduduk Kerajaan Ho-ling sudah pandai membuat minuman keras dari bunga kelapa Daerah Ho-ling menghasilkan kulit penyu. kelasangka. Drs. kapak.[3] Sementara di Desa Sojomerto. Sungai yang mengalir dari sumber air tersebut disamakan dengan Sungai Gangga di India.• • • • • Ho-ling atau disebut Jawa terletak di Lautan Selatan. Kabupaten Batang. . Catatan ini menunjukkan kemungkinan adanya hubungan dengan Wangsa Sailendra atau kerajaan Medang yang berkembang kemudian di Jawa Tengah Selatan. Prof. Prasasti bertuliskan huruf Pallawa yang berbahasa Sanskerta. sedangkan istrinya bernama Sampula. Prasasti menyebutkan tentang mata air yang bersih dan jernih. perak. kendi. Isi prasasti memuat keluarga dari tokoh utamanya. Pada masa pemerintahannya Kerajaan Ho-ling sangat aman dan tentram. rakyat Ho-ling diperintah oleh Ratu Hsi-mo (Shima). Ibukota Ho-ling dikelilingi oleh tembok yang terbuat dari tonggak kayu. Kedua temuan prasasti ini menunjukkan bahwa kawasan pantai utara Jawa Tengah dahulu berkembang kerajaan yang bercorak Hindu Siwais. Ia bekerjasama dengan pendeta Jawa bernama Janabadra. Pada prasasti itu ada gambar-gambar seperti trisula. Kitab terjemahan itu antara lain memuat cerita tentang Nirwana. Catatan I-Tsing Catatan I-Tsing (tahun 664/665 M) menyebutkan bahwa pada abad ke-7 tanah Jawa telah menjadi salah satu pusat pengetahuan agama Buddha Hinayana. Kecamatan Grabag. cula badak dan gading gajah. Ia adalah seorang ratu yang sangat adil dan bijaksana. ditemukan Prasasti Sojomerto. cakra dan bunga teratai yang merupakan lambang keeratan hubungan manusia dengan dewa-dewa Hindu. Di Ho-ling ada pendeta Cina bernama Hwining. dan singgasananya terbuat dari gading. Di sebelah utaranya terletak Ta Hen La (Kamboja). Raja tinggal di suatu bangunan besar bertingkat. Prasasti ini ditemukan di ditemukan di lereng barat Gunung Merapi. Magelang di Jawa Tengah.

Kerajaan Medang akhirnya runtuh pada awal abad ke-11. padahal berdasarkan prasasti-prasasti yang telah ditemukan. serta membangun banyak candi baik yang bercorak Hindu maupun Buddha. nama Medang sudah dikenal sejak periode sebelumnya. Daftar isi • • • • • • • • • • • • • • 1 Nama 2 Pusat Kerajaan Medang 3 Awal berdirinya kerajaan 4 Dinasti yang berkuasa 5 Daftar raja-raja Medang 6 Struktur pemerintahan 7 Keadaan penduduk 8 Konflik takhta periode Jawa Tengah 9 Teori van Bammelen 10 Permusuhan dengan Sriwijaya 11 Peristiwa Mahapralaya 12 Peninggalan sejarah 13 Kepustakaan 14 Lihat pula Nama Pada umumnya. yaitu merujuk kepada salah daerah ibu kota kerajaan ini. istilah Kerajaan Medang hanya lazim dipakai untuk menyebut periode Jawa Timur saja. kemudian berpindah ke Jawa Timur pada abad ke-10. Pusat Kerajaan Medang . Para raja kerajaan ini banyak meninggalkan bukti sejarah berupa prasasti-prasasti yang tersebar di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kerajaan Medang periode Jawa Tengah biasa pula disebut dengan nama Kerajaan Mataram Kuno atau Kerajaan Mataram Hindu. nama yang lazim dipakai untuk menyebut Kerajaan Medang periode Jawa Tengah adalah Kerajaan Mataram. Kadang untuk membedakannya dengan Kerajaan Mataram Islam yang berdiri pada abad ke-16. yaitu periode Jawa Tengah.Kerajaan Medang (atau sering juga disebut Kerajaan Mataram Kuno atau Kerajaan Mataram Hindu) adalah nama sebuah kerajaan yang berdiri di Jawa Tengah pada abad ke8. Sementara itu.

Sementara itu. • • • • • • • Medang i Bhumi Mataram (zaman Sanjaya) Medang i Mamrati (zaman Rakai Pikatan) Medang i Poh Pitu (zaman Dyah Balitung) Medang i Bhumi Mataram (zaman Dyah Wawa) Medang i Tamwlang (zaman Mpu Sindok) Medang i Watugaluh (zaman Mpu Sindok) Medang i Wwatan (zaman Dharmawangsa Teguh) Menurut perkiraan. Ia hanya memberitakan adanya raja lain yang memerintah pulau Jawa sebelum dirinya. bernama Sanna. . Sesungguhnya. Sanjaya kemudian tampil menjadi raja. Tamwlang sekarang disebut dengan nama Tembelang. yaitu Wwatan. Awal berdirinya kerajaan Prasasti Mantyasih tahun 907 atas nama Dyah Balitung menyebutkan dengan jelas bahwa raja pertama Kerajaan Medang (Rahyang ta rumuhun ri Medang ri Poh Pitu) adalah Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya. misalnya prasasti Minto dan prasasti Anjuk ladang. Istilah Mataram kemudian lazim dipakai untuk menyebut nama kerajaan secara keseluruhan. Bhumi Mataram adalah sebutan lama untuk Yogyakarta dan sekitarnya. meskipun tidak selamanya kerajaan ini berpusat di sana. negara menjadi kacau. bahkan sampai ke daerah Jawa Timur sekarang.Letak Mataram Kuno periode Jawa Tengah. Sepeninggal Sanna. Sanjaya sendiri mengeluarkan prasasti Canggal tahun 732. yang terletak di daerah Madiun. yaitu Sannaha saudara perempuan Sanna. sekarang disebut dengan nama Wotan. Mataram terletak di daerah Yogyakarta sekarang. pusat Kerajaan Medang pernah mengalami beberapa kali perpindahan. Di daerah inilah untuk pertama kalinya istana Kerajaan Medang diperkirakan berdiri (Rajya Medang i Bhumi Mataram). Beberapa daerah yang pernah menjadi lokasi istana Medang berdasarkan prasasti-prasasti yang sudah ditemukan antara lain. Pusat Kerajaan Medang periode Jawa Timur. atas dukungan ibunya. Istana terakhir. namun tidak menyebut dengan jelas apa nama kerajaannya. Mamrati dan Poh Pitu diperkirakan terletak di daerah Kedu. sedangkan Watugaluh sekarang disebut Megaluh. Nama ini ditemukan dalam beberapa prasasti. Keduanya terletak di daerah Jombang.

Menurut teori van Naerssen.Sena akhirnya melarikan diri ke Pakuan. Untuk itu ia meminta bantuan Tarusbawa (mertuanya yangg merupakan sahabat sanna). dan Resi Guru Demunawan. Dinasti yang berkuasa Bukti terawal sistem mata uang di Jawa. yaitu sekitar abad ke-16. yaitu Wangsa Sanjaya dan Wangsa Sailendra pada periode Jawa Tengah. berniat menuntut balas terhadap keluarga Purbasora. anak Sannaha saudara perempuan Sanna. Sunda dan Galuh menjadi kekuasaan Tamperan. Akhirnya Sanjaya menjadi penguasa Kerajaan Sunda. Dalam tahun 732 M Sanjaya mewarisi tahta Kerajaan Mataram dari orangtuanya.Sanna juga dikenal dengan nama sena atau Bratasenawa. yaitu Sanjaya. serta Wangsa Isyana pada periode Jawa Timur.716 M). kekuasaan atas Medang direbut oleh Wangsa Sailendra yang beragama Buddha Mahayana. bahkan berhasil pula menguasai Kerajaan Sriwijaya di Pulau Sumatra. ia mengatur pembagian kekuasaan antara puteranya. Emas atau keping tahil Jawa. sedangkan Kerajaan Kuningan dan Galunggung diperintah oleh Resi Guru Demunawan. seorang . meminta perlindungan pada Raja Tarusbawa. Tamperan. Hasratnya dilaksanakan setelah menjadi Raja Sunda yang memerintah atas nama isterinya. Kerajaan Galuh dan Kerajaan Kalingga (setelah Ratu Shima mangkat). sekitar tahun 840-an. Persahabatan ini pula yang mendorong Tarusbawa mengambil Sanjaya menjadi menantunya. yang merupakan raja Kerajaan Galuh yang ketiga (709 . Sanjaya. Pada umumnya para sejarawan menyebut ada tiga dinasti yang pernah berkuasa di Kerajaan Medang. pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran (pengganti Sanjaya sekitar tahun 770-an). Istilah Wangsa Sanjaya merujuk pada nama raja pertama Medang.Bratasenawa alias Sanna atau Sena digulingkan dari tahta Galuh oleh Purbasora (saudara satu ibu sanna) dalam tahun 716 M. putera bungsu Sempakwaja. Sebelum ia meninggalkan kawasan Jawa Barat. Sampai akhirnya. Mulai saat itu Wangsa Sailendra berkuasa di Pulau Jawa. Dinasti ini menganut agama Hindu aliran Siwa. sekitar abad ke-9. Kisah hidup Sanjaya secara panjang lebar terdapat dalam Carita Parahyangan yang baru ditulis ratusan tahun setelah kematiannya. Tarusbawa yang merupakan raja pertama Kerajaan Sunda (setelah tarumanegara pecah menjadi Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh) adalah sahabat baik sanna.

Daftar raja-raja Medang Apabila teori Slamet Muljana benar. Sedangkan kebangkitan Wangsa Sanjaya baru dimulai sejak Rakai Pikatan naik takhta menggantikan Rakai Garung. Nama aslinya ditemukan dalam prasasti Kalasan. Alasannya ialah. Slamet Muljana kemudian mengidentifikasi Rakai Panunggalan sampai Rakai Garung dengan nama-nama raja Wangsa Sailendra yang telah diketahui. raja-raja Medang versi Prasasti Mantyasih mulai dari Rakai Panangkaran sampai dengan Rakai Garung adalah anggota Wangsa Sailendra. Dengan demikian pendapat ini menolak teori van Naerssen tentang kekalahan Rakai Panangkaran oleh seorang raja Sailendra. Dalam prasasti-prasastinya. yaitu Dyah Pancapana. Sementara itu. Contoh yang diajukan Slamet Muljana adalah Rakai Panangkaran yang diyakininya bukan putra Sanjaya. yang bermakna “penguasa di”. Menurut teori Bosch. Sementara itu Slamet Muljana berpendapat bahwa daftar tersebut adalah daftar raja-raja yang pernah berkuasa di Medang. Dinasti ini didirikan oleh Mpu Sindok yang membangun istana baru di Tamwlang sekitar tahun 929. Peristiwa tersebut dianggap sebagai awal kebangkitan kembali Wangsa Sanjaya. dinasti ketiga yang berkuasa di Medang adalah Wangsa Isana yang baru muncul pada ‘’periode Jawa Timur’’. Jadi. prasasti Kalasan tahun 778 memuji Rakai Panangkaran sebagai “permata wangsa Sailendra” (Sailendrawangsatilaka). nama raja-raja Medang dalam Prasasti Mantyasih dianggap sebagai anggota Wangsa Sanjaya secara keseluruhan. dan memindahkan istananya ke Mamrati. maka daftar raja-raja Medang sejak masih berpusat di Bhumi Mataram sampai berakhir di Wwatan dapat disusun secara lengkap sebagai berikut: . gelar Rakai Panangkaran sama artinya dengan “Penguasa di Panangkaran”. misalnya Dharanindra ataupun Samaratungga. yang selama ini cenderung dianggap bukan bagian dari daftar para raja versi Prasasti Mantyasih. dan bukan daftar silsilah keturunan Sanjaya. Mpu Sindok menyebut dengan tegas bahwa kerajaannya adalah kelanjutan dari Kadatwan Rahyangta i Medang i Bhumi Mataram. Menurut teori Slamet Muljana. Istilah Rakai pada zaman Medang identik dengan Bhre pada zaman Majapahit. Berkat perkawinan itu ia bisa menjadi raja Medang.keturunan Sanjaya bernama Rakai Pikatan berhasil menikahi Pramodawardhani putri mahkota Wangsa Sailendra.

Ketika Rakai Panangkaran dari Wangsa Sailendra berkuasa.Candi Prambanan dari abad ke-9. Rakai Warak alias Samaragrawira 5. pendiri Kerajaan Medang 2. Mpu Daksa 11. Gelar ini setara dengan Datu yang berarti "pemimpin". Rakai Watuhumalang 9. Rakai Pikatan suami Pramodawardhani. Makuthawangsawardhana 16. Mpu Sindok. Sanjaya sebagai raja pertama memakai gelar Ratu. 1. Keduanya merupakan gelar asli Indonesia. Struktur pemerintahan Raja merupakan pemimpin tertinggi Kerajaan Medang. terletak di Prambanan. Sanjaya. dan setelah dikuasai Wangsa Sailendra juga berubah menjadi Sri Maharaja. Kerajaan Medang berakhir Pada daftar di atas hanya Sanjaya yang memakai gelar Sang Ratu. Kasus yang sama terjadi pada Kerajaan Sriwijaya di mana raja-rajanya semula bergelar Dapunta Hyang. Rakai Garung alias Samaratungga 6. Rakai Panangkaran. Rakai Layang Dyah Tulodong 12. Pada zaman itu istilah Ratu belum identik dengan kaum perempuan. awal berkuasanya Wangsa Syailendra 3. Yogyakarta. Rakai Watukura Dyah Balitung 10. awal periode Jawa Timur 14. gelar Ratu dihapusnya dan diganti dengan gelar Sri Maharaja. Sri Lokapala suami Sri Isanatunggawijaya 15. Rakai Panunggalan alias Dharanindra 4. Rakai Kayuwangi alias Dyah Lokapala 8. sedangkan raja-raja sesudahnya semua memakai gelar Sri Maharaja. dibangun antara masa pemerintahan Rakai Pikatan dan Dyah Balitung. . Dharmawangsa Teguh. Rakai Sumba Dyah Wawa 13. awal kebangkitan Wangsa Sanjaya 7.

Jabatan sesudah Mahamantri i Hino secara berturut-turut adalah Mahamantri i Halu dan Mahamantri i Sirikan. Jabatan Rakryan Mapatih Hino pada zaman ini berbeda dengan Rakryan Mapatih pada zaman Majapahit. Patih zaman Majapahit setara dengan perdana menteri namun tidak berhak untuk naik takhta. Jabatan ini dipegang oleh putra atau saudara raja yang memiliki peluang untuk naik takhta selanjutnya. Ketika Sailendrawangsa berkuasa. Mungkin semacam perdana menteri pada zaman sekarang atau setara dengan Rakryan Mapatih pada zaman Majapahit. Pada zaman Majapahit jabatan-jabatan ini masih ada namun hanya sekadar gelar kehormatan saja.Pemakaian gelar Sri Maharaja di Kerajaan Medang tetap dilestarikan oleh Rakai Pikatan meskipun Wangsa Sanjaya berkuasa kembali. Mpu Sindok merupakan Mapatih Hino pada masa pemerintahan Dyah Wawa. Hal ini dapat dilihat dalam daftar raja-raja versi Prasasti Mantyasih yang menyebutkan hanya Sanjaya yang bergelar Sang Ratu. Misalnya. Jabatan tertinggi sesudah raja ialah Rakryan Mahamantri i Hino atau kadang ditulis Rakryan Mapatih Hino. sedangkan saingannya. Jabatan Rakryan Kanuruhan pada zaman Majapahit memang masih ada. Keadaan penduduk Temuan Wonoboyo berupa artifak emas menunjukkan kekayaan dan kehalusan seni budaya kerajaan Medang. yaitu Kerajaan Sriwijaya merupakan negara maritim. namun kiranya setara dengan menteri dalam negeri pada zaman sekarang. Kerajaan Medang memang terkenal sebagai negara agraris. Penduduk Medang sejak periode Bhumi Mataram sampai periode Wwatan pada umumnya bekerja sebagai petani. Agama resmi Kerajaan Medang pada masa pemerintahan Sanjaya adalah Hindu aliran Siwa. Jabatan tertinggi di Medang selanjutnya ialah Rakryan Kanuruhan sebagai pelaksana perintah raja. Pada zaman Wangsa Isana berkuasa masih ditambah lagi dengan jabatan Mahamantri Wka dan Mahamantri Bawang. agama resmi kerajaan berganti menjadi Buddha .

ditemukan beberapa prasasti atas nama raja-raja lain. agama Hindu dan Buddha tetap hidup berdampingan dengan penuh toleransi. Kemudian pada saat Rakai Pikatan dari Sanjayawangsa berkuasa. raja sesudah Rakai Kayuwangi adalah Rakai Watuhumalang. karena raja selanjutnya yang bertakhta di Jawa Timur bernama Mpu Sindok. Tulodhong akhirnya tersingkir oleh pemberontakan Dyah Wawa yang sebelumnya menjabat sebagai pegawai pengadilan. bahkan sampai Bali. Prasasti tertuanya berangka tahun 929. bernama Dyah Tulodhong. Dyah Balitung yang diduga merupakan menantu Rakai Watuhumalang berhasil mempersatukan kembali kekuasaan seluruh Jawa. Tidak diketahui dengan pasti apakah proses suksesi ini berjalan damai ataukah melalui kudeta pula. Hal ini menunjukkan kalau pada saat itu Rakai Kayuwangi bukanlah satu-satunya maharaja di Pulau Jawa. Ia sendiri kemudian digantikan oleh menantunya. Dinasti yang berkuasa di Medang periode Jawa Timur bukan lagi Sanjayawangsa. Istana Medang yang diperkirakan kembali berada di Bhumi Mataram hancur. Permusuhan dengan Sriwijaya . Tidak diketahui dengan pasti apakah Dyah Wawa tewas dalam bencana alam tersebut ataukah sudah meninggal sebelum peristiwa itu terjadi. ia dapat mewarisi takhta mertuanya. membentuk Gunung Gendol dan lempengan Pegunungan Menoreh. Letusan tersebut disertai gempa bumi dan hujan material vulkanik berupa abu dan batu. yang merujuk pada gelar abhiseka Mpu Sindok yaitu Sri Isana Wikramadharmottungga. Kemudian lapisan tanah begeser ke arah barat daya sehingga terjadi lipatan. Teori van Bammelen Menurut teori van Bammelen. Konflik takhta periode Jawa Tengah Pada masa pemerintahan Rakai Kayuwangi putra Rakai Pikatan (sekitar 856 – 880–an). Sedangkan menurut prasasti Mantyasih. Konon sebagian puncak Merapi hancur. Mpu Sindok yang menjabat sebagai Rakryan Mapatih Hino mendirikan istana baru di daerah Tamwlang. Pemerintahan Balitung diperkirakan berakhir karena terjadinya kudeta oleh Mpu Daksa yang mengaku sebagai keturunan asli Sanjaya. melainkan sebuah keluarga baru bernama Isanawangsa. perpindahan istana Medang dari Jawa Tengah menuju Jawa Timur disebabkan oleh letusan Gunung Merapi yang sangat dahsyat. yang antara lain. Mungkin karena kepahlawanannya itu.aliran Mahayana. yaitu Maharaja Rakai Gurunwangi dan Maharaja Rakai Limus Dyah Dewendra.

Ketika ia mengadakan pesta perkawinan putrinya. Tahun terjadinya peristiwa tersebut tidak dapat dibaca dengan jelas sehingga muncul dua versi pendapat. Kronik Cina dari Dinasti Song mencatat telah beberapa kali Dharmawangsa mengirim pasukan untuk menggempur ibu kota Sriwijaya sejak ia naik takhta tahun 991. Peristiwa Mahapralaya Mahapralaya adalah peristiwa hancurnya istana Medang di Jawa Timur berdasarkan berita dalam prasasti Pucangan. Menurut teori de Casparis. sedangkan yang lainnya menyebut tahun 1016.Selain menguasai Medang. Pertempuran terjadi di daerah Anjukladang (sekarang Nganjuk. Hubungan senasib antara Jawa dan Sumatra berubah menjadi permusuhan ketika Wangsa Sanjaya bangkit kembali memerintah Medang. Pada tahun 1006 (atau 1016) Dharmawangsa lengah. Sebagian sejarawan menyebut Kerajaan Medang runtuh pada tahun 1006. Pangeran itu bernama Airlangga yang mengaku bahwa ibunya adalah keturunan Mpu Sindok. Perselisihan antara kedua raja ini berkembang menjadi permusuhan turun-temurun pada generasi selanjutnya. Peninggalan sejarah . Medang dan Sriwijaya juga bersaing untuk menguasai lalu lintas perdagangan di Asia Tenggara. pasukan Sriwijaya datang menyerangnya. Jawa Timur) yang dimenangkan oleh pihak Mpu Sindok. Raja terakhir Medang adalah Dharmawangsa Teguh. istana Medang di Wwatan diserbu oleh Aji Wurawari dari Lwaram yang diperkirakan sebagai sekutu Kerajaan Sriwijaya. Dharmawangsa tewas. Wangsa Sailendra juga menguasai Kerajaan Sriwijaya di pulau Sumatra. Rakai Pikatan berhasil menyingkirkan seorang anggota Wangsa Sailendra bernama Balaputradewa putra Samaragrawira. Selain itu. Rasa permusuhan Wangsa Sailendra terhadap Jawa terus berlanjut bahkan ketika Wangsa Isana berkuasa. Hal ini ditandai dengan ditemukannya Prasasti Ligor tahun 775 yang menyebut nama Maharaja Wisnu dari Wangsa Sailendra sebagai penguasa Sriwijaya. Tiga tahun kemudian. cicit Mpu Sindok. seorang pangeran berdarah campuran Jawa–Bali yang lolos dari Mahapralaya tampil membangun kerajaan baru sebagai kelanjutan Kerajaan Medang. Sewaktu Mpu Sindok memulai periode Jawa Timur. Kerajaan yang ia dirikan kemudian lazim disebut dengan nama Kerajaan Kahuripan. Balaputradewa kemudian menjadi raja Sriwijaya di mana ia tetap menyimpan dendam terhadap Rakai Pikatan. Permusuhan antara Jawa dan Sumatra semakin memanas saat itu. sekitar tahun 850–an. Dalam peristiwa tersebut.

Candi megah yang dibangun oleh Sailendrawangsa ini telah ditetapkan UNESCO (PBB) sebagai salah satu warisan budaya dunia. (Kanan) Dewi Tantra lengan-empat (Chundā?). baik itu yang bercorak Hindu maupun Buddha.5 cm.2 2. tembaga. Klaten. yang terletak di sekitar Kota Kediri sekarang. Berlin-Dahlem. abad ke 10.1 1. perunggu. Pada saat Daha menjadi ibu kota Panjalu o 5. Pada saat Daha menjadi ibu kota kerajaan yang masih utuh o 5. Wonosobo. 12. abad ke-9/ke-10. abad ke9/10.(Kiri) Avalokitesvara lengan-dua. Candi Pawon. Selain meninggalkan bukti sejarah berupa prasasti-prasasti yang tersebar di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Terletak di Museum für Indische Kunst. Candi-candi peninggalan Kerajaan Medang antara lain. Pada saat Daha menjadi ibu kota Kadiri o 5. Kerajaan Kediri atau Kerajaan Panjalu. Jawa Tengah. Candi Kalasan. dan tentu saja yang paling kolosal adalah Candi Borobudur. Jawa Tengah. Jawa Tengah.5 cm.0 x 7.3 3. menunjukkan kekayaan dan kehalusan seni budaya kerajaan Medang. 11 x 8 cm. Kerajaan ini berpusat di kota Daha. Candi Mendut. Temuan Wonoboyo berupa artifak emas yang ditemukan tahun 1990 di Wonoboyo. adalah sebuah kerajaan yang terdapat di Jawa Timur antara tahun 1042-1222. Pada saat Daha menjadi bawahan Singhasari o 5. Candi Plaosan. Candi Prambanan. perunggu. Dataran Tinggi Dieng. Pada saat Daha menjadi bawahan Majapahit . 15 x 7. Kerajaan Medang juga membangun banyak candi. Daftar isi • • • • • 1 Latar Belakang Kerajaan Kediri 2 Perkembangan Kediri 3 Karya Sastra Zaman Kadiri 4 Runtuhnya Kadiri 5 Raja-Raja yang Pernah Memerintah Kediri o 5. Jawa Tengah. Prambanan. (Tengah: Chundā lengan-empat.4 4.5 5. Candi Sewu.

nama kerajaan yang dipimpin Airlangga sudah bernama Panjalu. Hal ini dapat dijumpai dalam prasasti-prasasti yang diterbitkan oleh raja-raja Kadiri. nama Panjalu juga dikenal sebagai Pu-chia-lung dalam kronik Cina berjudul Ling wai tai ta (1178). Bahkan. yaitu Kahuripan. Putra yang bernama Sri Samarawijaya mendapatkan kerajaan barat bernama Panjalu yang berpusat di kota baru. saat akhir pemerintahan Airlangga. berasal dari Kediri.6 6. sebelum dibelah menjadi dua. Nama ini terdapat dalam prasasti Pamwatan yang dikeluarkan Airlangga tahun 1042. Daha merupakan singkatan dari Dahanapura. Menurut Nagarakretagama. yaitu Daha. abad ke-12 dan ke-13. Pada saat Daha menjadi ibu kota Majapahit 6 Kepustakaan Latar Belakang Kerajaan Kediri Arca Wishnu. Hal ini sesuai dengan berita dalam Serat Calon Arang bahwa. Airlangga terpaksa membelah wilayah kerajaannya karena kedua putranya bersaing memperebutkan takhta. melainkan pindah ke Daha. Kerajaan Janggala lahir sebagai pecahan dari Panjalu. Pada akhir November 1042. Pada mulanya.o • 5. yang berpusat di Daha. nama Panjalu atau Pangjalu memang lebih sering dipakai dari pada nama Kadiri. pusat kerajaan sudah tidak lagi berada di Kahuripan. Sesungguhnya kota Daha sudah ada sebelum Kerajaan Kadiri berdiri. . yang berarti kota api. Sedangkan putra yang bernama Mapanji Garasakan mendapatkan kerajaan timur bernama Janggala yang berpusat di kota lama. Adapun Kahuripan adalah nama kota lama yang sudah ditinggalkan Airlangga dan kemudian menjadi ibu kota Janggala. Jadi.

sebagai kiasan kemenangan Sri Jayabhaya atas Janggala. dan Sumatra.Perkembangan Kediri Masa-masa awal Kerajaan Panjalu atau Kadiri tidak banyak diketahui. Kitab ini bersumber dari Mahabharata yang berisi kemenangan Pandawa atas Korawa. sedangkan Sumatra dikuasai Kerajaan Sriwijaya. Prasasti Turun Hyang II (1044) yang diterbitkan Kerajaan Janggala hanya memberitakan adanya perang saudara antara kedua kerajaan sepeninggal Airlangga. Pada tahun 1157 Kakawin Bharatayuddha ditulis oleh Mpu Sedah dan diselesaikan Mpu Panuluh. di Jawa ada Kerajaan Panjalu. Selain itu. Kemudian pada zaman pemerintahan Kertajaya terdapat pujangga bernama Mpu Monaguna yang menulis Sumanasantaka dan Mpu Triguna yang menulis Kresnayana. Runtuhnya Kadiri . Kerajaan Panjalu mengalami masa kejayaannya. Kerajaan Panjalu di bawah pemerintahan Sri Jayabhaya berhasil menaklukkan Kerajaan Janggala dengan semboyannya yang terkenal dalam prasasti Ngantang (1135). bahwa pada masa itu negeri paling kaya selain Cina secara berurutan adalah Arab. Wilayah kerajaan ini meliputi seluruh Jawa dan beberapa pulau di Nusantara. Pada masa pemerintahan Sri Jayabhaya inilah. Mpu Panuluh juga menulis Kakawin Hariwangsa dan Ghatotkachasraya. Terdapat pula pujangga zaman pemerintahan Sri Kameswara bernama Mpu Dharmaja yang menulis Kakawin Smaradahana. yang diyakini sebagai peninggalan Kerajaan Kadiri diharapkan dapat membantu memberikan lebih banyak informasi tentang kerajaan tersebut. sedangkan urutan raja-raja sesudah Sri Jayawarsa sudah dapat diketahui dengan jelas berdasarkan prasasti-prasasti yang ditemukan. Karya Sastra Zaman Kadiri Seni sastra mendapat banyak perhatian pada zaman Kerajaan Panjalu-Kadiri. Jawa. Hal ini diperkuat kronik Cina berjudul Ling wai tai ta karya Chou Ku-fei tahun 1178. Saat itu yang berkuasa di Arab adalah Bani Abbasiyah. Raja-raja sebelum Sri Jayawarsa hanya Sri Samarawijaya yang sudah diketahui. bahkan sampai mengalahkan pengaruh Kerajaan Sriwijaya di Sumatra. yaitu Panjalu Jayati. Sejarah Kerajaan Panjalu mulai diketahui dengan adanya prasasti Sirah Keting tahun 1104 atas nama Sri Jayawarsa. Penemuan Situs Tondowongso pada awal tahun 2007. atau Panjalu Menang.

putra Kertajaya sebagai bupati Kadiri. Tahun 1258 Jayasabha digantikan putranya yang bernama Sastrajaya. Ken Arok mengangkat Jayasabha. Kerajaan Panjalu-Kadiri runtuh pada masa pemerintahan Kertajaya. abad X/XI. Pasukan Ken Arok berhasil menghancurkan pasukan Kertajaya. Pada tahun 1271 Sastrajaya digantikan putranya. Raden Wijaya. Raja-Raja yang Pernah Memerintah Kediri . dan dikisahkan dalam Pararaton dan Nagarakretagama. Jayakatwang memberontak terhadap Singhasari yang dipimpin oleh Kertanegara. yaitu Jayakatwang. koleksi Museum für Indische Kunst.Arca Buddha Vajrasattva zaman Kadiri. yang sejak saat itu kemudian menjadi bawahan Tumapel atau Singhasari. Setelah Ken Arok mengangkat Kertajaya. Setelah berhasil membunuh Kertanegara. karena dendam masa lalu dimana leluhurnya Kertajaya dikalahkan oleh Ken Arok. Kebetulan Ken Arok juga bercita-cita memerdekakan Tumapel yang merupakan daerah bawahan Kadiri. Kadiri menjadi suatu wilayah dibawah kekuasaan Singhasari. namun hanya bertahan satu tahun dikarenakan serangan gabungan yang dilancarkan oleh pasukan Mongol dan pasukan menantu Kertanegara. Jerman. Perang antara Kadiri dan Tumapel terjadi dekat desa Ganter. Pada tahun 1222 Kertajaya sedang berselisih melawan kaum brahmana yang kemudian meminta perlindungan Ken Arok akuwu Tumapel. Berlin-Dahlem. Dengan demikian berakhirlah masa Kerajaan Kadiri. Jayakatwang membangun kembali Kerajaan Kadiri.

yaitu: • • • • Mahisa Wunga Teleng putra Ken Arok Guningbhaya adik Mahisa Wunga Teleng Tohjaya kakak Guningbhaya Kertanagara cucu Mahisa Wunga Teleng (dari pihak ibu). Pada saat Daha menjadi ibu kota Panjalu • • • • • • • • • Sri Samarawijaya. berdasarkan prasasti Jaring (1181). Tahun 1292 ia memberontak hingga menyebabkan runtuhnya Kerajaan Singhasari. Sri Jayawarsa. Pada saat Daha menjadi bawahan Singhasari Kerajaan Panjalu runtuh tahun 1222 dan menjadi bawahan Singhasari. berdasarkan prasasti Angin (1171). yang kemudian menjadi raja Singhasari 4. adalah keturunan Kertajaya yang menjadi bupati Gelang-Gelang. Sri Kameswara. prasasti Palah (1197). Pada saat Daha menjadi ibu kota kerajaan yang masih utuh Airlangga. Prasasti Kamulan (1194). dan Kakawin Bharatayuddha (1157). Sri Aryeswara. Ketika ia turun takhta tahun 1042. ibu kota Kadiri: 1. Sri Sarweswara. yaitu Panjalu. Daha kemudian menjadi ibu kota kerajaan bagian barat. Jayakatwang . prasasti Wates Kulon (1205). Nagarakretagama. dan Pararaton. 2. prasasti Panumbangan (1120). dan prasasti Tangkilan (1130). Berdasarkan prasasti Mula Malurung. berdasarkan prasasti Sirah Keting (1104). 3. kerajaan yang dipimpin Airlangga tersebut sebelum dibelah sudah bernama Panjalu. merupakan raja terbesar Panjalu. berdasarkan prasasti Padelegan II (1159) dan prasasti Kahyunan (1161). Sri Bameswara. Pada saat Daha menjadi ibu kota Kadiri Jayakatwang. Menurut Nagarakretagama. Sri Jayabhaya. berdasarkan prasasti Ngantang (1135). merupakan putra Airlangga yang namanya ditemukan dalam prasasti Pamwatan (1042). berdasarkan prasasti Padelegan I (1117). berdasarkan prasasti Ceker (1182) dan Kakawin Smaradahana.Berikut adalah nama-nama raja yang pernah memerintah di Daha. Sri Gandra. prasasti Talan (1136). wilayah kerajaan dibelah menjadi dua. Kertajaya. Tidak diketahui dengan pasti apakah ia adalah pengganti langsung Sri Samarawijaya atau bukan. diketahui raja-raja Daha zaman Singhasari. berdasarkan prasasti Galunggung (1194). merupakan pendiri kota Daha sebagai pindahan kota Kahuripan.

adalah sebuah kerajaan di Jawa Timur yang didirikan oleh Ken Arok pada tahun 1222. karena pemerintahan harian dilaksanakan oleh patih Daha. Malang.27:15. Pada saat Daha menjadi bawahan Majapahit Sejak tahun 1293 Daha menjadi negeri bawahan Majapahit yang paling utama. Suhita 1415-1429 ? 5. Kerajaan Singhasari atau sering pula ditulis Singasari atau Singosari. Bhre Daha yang pernah menjabat ialah: 1. Tapi pada tahun 1293 ia dikalahkan Raden Wijaya pendiri Majapahit.47:2.didampingi Patih Arya Tilam. 31:34. pada tahun 1513 Daha menjadi ibu kota Majapahit yang dipimpin oleh Bhatara Wijaya. Prasasti Sukamerta . Waringin Pitu 6. Rajadewi 1309-1375 Pararaton. Indudewi 1375-1415 Pararaton. Lokasi kerajaan ini sekarang diperkirakan berada di daerah Singosari. 3.21 4.29:19. Sejak saat itu nama Kediri lebih terkenal dari pada Daha. Nama raja ini identik dengan Dyah Ranawijaya yang dikalahkan oleh Sultan Trenggana raja Demak tahun 1527.4:1 . 2. Raja yang memimpin bergelar Bhre Daha tapi hanya bersifat simbol. Nag. Jayeswari 1429-1464 Pararaton. 5. Daftar isi • • • • • • • • • • • 1 Nama ibu kota 2 Awal berdiri 3 Silsilah Wangsa Rajasa 4 Prasasti Mula Malurung 5 Pemerintahan bersama 6 Kejayaan 7 Keruntuhan 8 Hubungan dengan Majapahit 9 Kepustakaan 10 Catatan 11 Lihat pula .didampingi Patih Lembu Sora. kemudian Gajah Mada.kemudian membangun kembali Kerajaan Kadiri. 32:18. 29:31. Jayanagara 1295-1309 Nagarakretagama.30:8. Manggalawardhani 1464-1474 Prasasti Trailokyapuri 6. 31:10. Pada saat Daha menjadi ibu kota Majapahit Menurut Suma Oriental tulisan Tome Pires.

ibu kota Kerajaan Tumapel bernama Kutaraja. Nagarakretagama juga menyebut tahun yang sama untuk pendirian Kerajaan Tumapel. Maka. Para brahmana lalu menggabungkan diri dengan Ken Arok yang mengangkat dirinya menjadi raja pertama Tumapel bergelar Sri Rajasa Sang Amurwabhumi. Menurut Nagarakretagama. Ken Arok kemudian berniat melepaskan Tumapel dari kekuasaan Kadiri. Mungkin nama ini adalah gelar anumerta dari Ranggah Rajasa. Awal berdiri Menurut Pararaton. Ken Arok juga yang mengawini istri Tunggul Ametung yang bernama Ken Dedes. pendiri kerajaan Tumapel bernama Ranggah Rajasa Sang Girinathaputra yang berhasil mengalahkan Kertajaya raja Kadiri. nama resmi Kerajaan Singhasari yang sesungguhnya ialah Kerajaan Tumapel. Prasasti Mula Malurung atas nama Kertanagara tahun 1255. Pada tahun 1254 terjadi perseteruan antara Kertajaya raja Kadiri melawan kaum brahmana. menyebutkan kalau pendiri Kerajaan Tumapel adalah Bhatara Siwa. Tumapel semula hanya sebuah daerah bawahan Kerajaan Kadiri. Selain itu. Dalam naskah itu. karena dalam Nagarakretagama arwah pendiri kerajaan Tumapel tersebut dipuja sebagai Siwa. Pararaton juga menyebutkan bahwa. Ia mati dibunuh dengan cara tipu muslihat oleh pengawalnya sendiri yang bernama Ken Arok. sebelum maju perang melawan Kadiri.Nama ibu kota Berdasarkan prasasti Kudadu. Kerajaan Tumapel pun terkenal pula dengan nama Kerajaan Singhasari. Silsilah Wangsa Rajasa . ketika pertama kali didirikan tahun 1222. Nama Singhasari yang merupakan nama ibu kota kemudian justru lebih terkenal daripada nama Tumapel. yang kemudian menjadi akuwu baru. Pada tahun 1253. Perang melawan Kadiri meletus di desa Ganter yang dimenangkan oleh pihak Tumapel. Ken Arok lebih dulu menggunakan julukan Bhatara Siwa. Raja Wisnuwardhana mengangkat putranya yang bernama Kertanagara sebagai yuwaraja dan mengganti nama ibu kota menjadi Singhasari. Yang menjabat sebagai akuwu (setara camat) Tumapel saat itu adalah Tunggul Ametung. namun tidak menyebutkan adanya nama Ken Arok. Nama Tumapel juga muncul dalam kronik Cina dari Dinasti Yuan dengan ejaan Tu-mapan.

1249) 3. Wisnuwardhana (1248 .Silsilah Wangsa Rajasa dari sumber prasasti dan naskah kepujanggaan Silsilah wangsa Rajasa.1292) .1272) Versi Nagarakretagama adalah: 1.1250) 4. Terdapat perbedaan antara Pararaton dan Nagarakretagama dalam menyebutkan urutan raja-raja Singhasari. Tohjaya (1249 . Anusapati (1227 .1227) 2.1248) 3. Anusapati (1247 .1247) 2. Rangga Rajasa Sang Girinathaputra (1222 . Ranggawuni alias Wisnuwardhana (1250 . dan berlanjut pada kerajaan Majapahit. keluarga penguasa Singhasari dan Majapahit. Versi Pararaton adalah: 1. Penguasa ditandai dengan blok warna dalam gambar ini. Kertanagara (1254 . Keluarga kerajaan ini menjadi penguasa Singhasari.[1] Wangsa Rajasa yang didirikan oleh Ken Arok. Ken Arok alias Rajasa Sang Amurwabhumi (1222 .1254) 4.

Kertanagara (1272 . Dalam Prasasti Mula Malurung (yang dikeluarkan Kertanagara atas perintah Wisnuwardhana) ternyata menyebut Tohjaya sebagai raja Kadiri. Anusapati mati dibunuh Tohjaya (anak Ken Arok dari selir). 22.1292) Kisah suksesi raja-raja Tumapel versi Pararaton diwarnai pertumpahan darah yang dilatari balas dendam. baru pada tahun 1268 ia bertakhta di Singhasari. Penemuan prasasti Mula Malurung memberikan pandangan lain yang berbeda dengan versi Pararaton yang selama ini dikenal mengenai sejarah Tumapel. Di antara para raja di atas hanya Wisnuwardhana dan Kertanagara saja yang didapati menerbitkan prasasti sebagai bukti kesejarahan mereka. Prasasti Mula Malurung Mandala Amoghapāśa dari masa Singhasari (abad ke-13). . Sementara itu versi Nagarakretagama tidak menyebutkan adanya pembunuhan antara raja pengganti terhadap raja sebelumnya. Kemungkinannya adalah bahwa Kertanagara menjadi raja muda di Kadiri dahulu. Jerman. Diagram silsilah di samping ini adalah urutan penguasa dari Wangsa Rajasa.5. Hal ini memperkuat kebenaran berita dalam Nagarakretagama. Hal ini dapat dimaklumi karena Nagarakretagama adalah kitab pujian untuk Hayam Wuruk raja Majapahit. pemberitaan kalau Kertanagara naik takhta tahun 1254 dapat diperdebatkan. perunggu. Peristiwa berdarah yang menimpa leluhur Hayam Wuruk tersebut dianggap sebagai aib. Ken Arok mati dibunuh Anusapati (anak tirinya). Tohjaya mati akibat pemberontakan Ranggawuni (anak Anusapati). Dengan demikian. Berlin-Dahlem. Prasasti tersebut dikeluarkan oleh Kertanagara tahun 1255 selaku raja bawahan di Kadiri. yang bersumber dari Pararaton. Hanya Ranggawuni yang digantikan Kertanagara (putranya) secara damai. Koleksi Museum für Indische Kunst.5 x 14 cm. bukan raja Tumapel.

Kerajaan Tumapel disebutkan didirikan oleh Rajasa yang dijuluki "Bhatara Siwa". Sepeninggalnya. Pahang. Apabila kisah kudeta berdarah dalam Pararaton benar-benar terjadi. Pada tahun 1275 ia mengirim pasukan Ekspedisi Pamalayu untuk menjadikan Sumatra sebagai benteng pertahanan dalam menghadapi ekspansi bangsa Mongol. Pada tahun 1284. Tumapel dipimpin Anusapati sedangkan Kadiri dipimpin Bhatara Parameswara (alias Mahisa Wonga Teleng). Nagarakretagama menyebutkan daerah-daerah bawahan Singhasari di luar Jawa pada masa Kertanagara antara lain. Dalam Pararaton disebutkan nama asli Narasingamurti adalah Mahisa Campaka. Bali. Gurun. Pemerintahan bersama Pararaton dan Nagarakretagama menyebutkan adanya pemerintahan bersama antara Wisnuwardhana dan Narasingamurti. Namun permintaan itu ditolak tegas oleh Kertanagara. setelah menaklukkan Kadiri. kerajaan terpecah menjadi dua. yaitu Kertanagara. Kejayaan Kertanagara adalah raja terakhir dan raja terbesar dalam sejarah Singhasari (1268 . Parameswara digantikan oleh Guningbhaya. Keruntuhan . Kertanagara juga mengadakan ekspedisi menaklukkan Bali. dan Bakulapura. kemudian Tohjaya. Anusapati digantikan oleh Seminingrat yang bergelar Wisnuwardhana. dengan dikirimkannya bukti arca Amoghapasa yang dari Kertanagara. Sementara itu. Melayu. Prasasti Mula Malurung juga menyebutkan bahwa sepeninggal Tohjaya. Pada tahun 1289 Kaisar Kubilai Khan mengirim utusan ke Singhasari meminta agar Jawa mengakui kedaulatan Mongol. Wisnuwardhana merupakan cucu Tunggul Ametung sedangkan Narasingamurti adalah cucu Ken Arok. Saat itu penguasa Sumatra adalah Kerajaan Dharmasraya (kelanjutan dari Kerajaan Malayu). maka dapat dipahami maksud dari pemerintahan bersama ini adalah suatu upaya rekonsiliasi antara kedua kelompok yang bersaing. Kerajaan Tumapel dan Kadiri dipersatukan kembali oleh Seminingrat. sebagai tanda persahabatan kedua negara. Kerajaan ini akhirnya dianggap telah ditundukkan.1292). Kadiri kemudian menjadi kerajaan bawahan yang dipimpin oleh putranya. Ia adalah raja pertama yang mengalihkan wawasannya ke luar Jawa.

ia kemudian diampuni oleh Jayakatwang dan diberi hak mendirikan desa Majapahit. Riwayat Kerajaan Tumapel-Singhasari pun berakhir. sekaligus besan dari Kertanagara sendiri. Nagarakretagama. . Berkat bantuan Aria Wiraraja (penentang politik Kertanagara). Pada tahun 1292 terjadi pemberontakan Jayakatwang bupati Gelang-Gelang. Kerajaan Singhasari yang sibuk mengirimkan angkatan perangnya ke luar Jawa akhirnya mengalami keropos di bagian dalam. Raden Wijaya dengan siasat cerdik ganti mengusir tentara Mongol keluar dari tanah Jawa. yang merupakan sepupu. Setelah runtuhnya Singhasari. Hubungan dengan Majapahit Pararaton. Jayakatwang menjadi raja dan membangun ibu kota baru di Kadiri. Setelah Kadiri runtuh. sekaligus ipar. dan menyatakan dirinya sebagai anggota Wangsa Rajasa. Raden Wijaya kemudian mendirikan Kerajaan Majapahit sebagai kelanjutan Singhasari. dan prasasti Kudadu mengisahkan Raden Wijaya cucu Narasingamurti yang menjadi menantu Kertanagara lolos dari maut. Mereka dimanfaatkan Raden Wijaya untuk mengalahkan Jayakatwang di Kadiri. Dalam serangan itu Kertanagara mati terbunuh. yaitu dinasti yang didirikan oleh Ken Arok.Candi Singhasari dibangun sebagai tempat pemuliaan Kertanegara. raja terakhir Singhasari. Pada tahun 1293 datang pasukan Mongol yang dipimpin Ike Mese untuk menaklukkan Jawa.

Majapahit adalah sebuah kerajaan yang berpusat di Jawa Timur.3 Jatuhnya Majapahit 3 Kebudayaan 4 Ekonomi 5 Struktur pemerintahan o 5. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya menjadi kemaharajaan raya yang menguasai wilayah yang luas di Nusantara pada masa kekuasaan Hayam Wuruk.Arca Prajnaparamita ditemukan dekat candi Singhasari dipercaya sebagai arca perwujudan Ken Dedes (koleksi Museum Nasional Indonesia).2 Kejayaan Majapahit o 2. Sumatra. Kerajaan Majapahit adalah kerajaan Hindu-Buddha terakhir yang menguasai Nusantara dan dianggap sebagai salah satu dari negara terbesar dalam sejarah Indonesia. meskipun wilayah kekuasaannya masih diperdebatkan.[2] Kekuasaannya terbentang di Jawa. Indonesia. Keindahan arca ini mencerminkan kehalusan seni budaya Singhasari. Semenanjung Malaya. hingga Indonesia timur.1 Aparat birokrasi o 5.[3] Daftar isi • • • • • • 1 Historiografi 2 Sejarah o 2.1 Berdirinya Majapahit o 2. Kalimantan. yang berkuasa dari tahun 1350 hingga 1389. yang pernah berdiri dari sekitar tahun 1293 hingga 1500 M.2 Pembagian wilayah 6 Raja-raja Majapahit .

tetapi memiliki arti supernatural dalam hal dapat mengetahui masa depan.[8] Keakuratan semua naskah berbahasa Jawa tersebut dipertentangkan. terdapat beberapa prasasti dalam bahasa Jawa Kuno maupun catatan sejarah dari Tiongkok dan negara-negara lain. hal yang terjadi tidaklah jelas.2 Komik dan strip komik o 8.3 Roman/novel sejarah o 8.[7] Pararaton terutama menceritakan Ken Arok (pendiri Kerajaan Singhasari) namun juga memuat beberapa bagian pendek mengenai terbentuknya Majapahit.3 Persenjataan 8 Kesenian modern o 8.[9] Namun demikian.1 Legitimasi politik o 7.2 Arsitektur o 7.[5] Sumber utama yang digunakan oleh para sejarawan adalah Pararaton ('Kitab Raja-raja') dalam bahasa Kawi dan Nagarakretagama[6] dalam bahasa Jawa Kuno.C. Setelah masa itu. Berg menganggap semua naskah tersebut bukan catatan masa lalu. banyak pula sarjana yang beranggapan bahwa garis besar sumber-sumber tersebut dapat diterima karena sejalan dengan catatan sejarah dari Tiongkok. khususnya daftar penguasa dan keadaan kerajaan yang tampak cukup pasti. Tidak dapat disangkal bahwa sumber-sumber itu memuat unsur non-historis dan mitos. Sementara itu.1 Puisi lama o 8. Nagarakertagama merupakan puisi Jawa Kuno yang ditulis pada masa keemasan Majapahit di bawah pemerintahan Hayam Wuruk.[8] Selain itu.4 Film/Sinetron 9 Referensi 10 Lihat pula 11 Pranala luar Historiografi Hanya terdapat sedikit bukti fisik sisa-sisa Majapahit. Beberapa sarjana seperti C.[4] dan sejarahnya tidak jelas.• • • • • 7 Warisan sejarah o 7.[5] Sejarah Berdirinya Majapahit .

Atas saran Aria Wiraraja. adipati Kediri. penguasa Dinasti Yuan di Tiongkok. meskipun . Ketika itu. Ketika pasukan Mongol tiba. dan rasa "pahit" dari buah tersebut. Sora. sudah menggulingkan dan membunuh Kertanegara. Kertanagara. Ia dinobatkan dengan nama resmi Kertarajasa Jayawardhana. Jayakatwang. Ia mengirim utusan yang bernama Meng Chi[10] ke Singhasari yang menuntut upeti. dewa gabungan Siwa dan Wisnu sebagai penggambaran Kertarajasa. penguasa kerajaan Singhasari yang terakhir menolak untuk membayar upeti dan mempermalukan utusan tersebut dengan merusak wajahnya dan memotong telinganya.[10][11] Kublai Khan marah dan lalu memberangkatkan ekspedisi besar ke Jawa tahun 1293. dan Nambi memberontak melawannya. Tanggal pasti yang digunakan sebagai tanggal kelahiran kerajaan Majapahit adalah hari penobatan Raden Wijaya sebagai raja. Ia membuka hutan itu dan membangun desa baru. termasuk Ranggalawe. menantu Kertanegara. Sebelum berdirinya Majapahit. kini menjadi koleksi Museum Nasional Republik Indonesia. Berlokasi semula di Candi Simping. Jayakatwang memberikan pengampunan kepada Raden Wijaya.Arca Harihara. Wijaya bersekutu dengan pasukan Mongol untuk bertempur melawan Jayakatwang. Blitar. yaitu tanggal 15 bulan Kartika tahun 1215 saka yang bertepatan dengan tanggal 10 November 1293. Raden Wijaya kemudian diberi hutan Tarik. Singhasari telah menjadi kerajaan paling kuat di Jawa. yang namanya diambil dari buah maja. Kerajaan ini menghadapi masalah. yang datang menyerahkan diri. Beberapa orang terpercaya Kertarajasa. Desa itu dinamai Majapahit.[12][13] Saat itu juga merupakan kesempatan terakhir mereka untuk menangkap angin muson agar dapat pulang. Raden Wijaya berbalik menyerang sekutu Mongolnya sehingga memaksa mereka menarik pulang kembali pasukannya secara kalang-kabut karena mereka berada di negeri asing. Setelah berhasil menjatuhkan Jayakatwang. Hal ini menjadi perhatian Kubilai Khan. atau mereka terpaksa harus menunggu enam bulan lagi di pulau yang asing.

yang berarti "penjahat lemah".pemberontakan tersebut tidak berhasil. Halayudha ditangkap dan dipenjara. Rajapatni menunjuk anak perempuannya Tribhuwana Wijayatunggadewi untuk menjadi ratu Majapahit. Ibu tirinya yaitu Gayatri Rajapatni seharusnya menggantikannya. Pada tahun 1336. Hayam Wuruk. seorang pendeta Italia. Pada tahun 1328. Putra dan penerus Wijaya adalah Jayanegara. Tribhuwana berkuasa di Majapahit sampai kematian ibunya pada tahun 1350. Jayanegara dibunuh oleh tabibnya. Namun setelah kematian pemberontak terakhir (Kuti). Tribhuwana menunjuk Gajah Mada sebagai Mahapatih. agar ia dapat mencapai posisi tertinggi dalam pemerintahan. Slamet Muljana menduga bahwa mahapatih Halayudha lah yang melakukan konspirasi untuk menjatuhkan semua orang tepercaya raja. Kira-kira pada suatu waktu dalam kurun pemerintahan Jayanegara. kerajaan Majapahit berkembang menjadi lebih besar dan terkenal di kepulauan Nusantara. Tanca. Ia diteruskan oleh putranya. pada saat pelantikannya Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa yang menunjukkan rencananya untuk melebarkan kekuasaan Majapahit dan membangun sebuah kemaharajaan. Kejayaan Majapahit . Selama kekuasaan Tribhuwana. akan tetapi Rajapatni memilih mengundurkan diri dari istana dan menjadi bhiksuni. Pararaton menyebutnya Kala Gemet. Odorico da Pordenone mengunjungi keraton Majapahit di Jawa.[13] Wijaya meninggal dunia pada tahun 1309. dan lalu dihukum mati.

dan Vietnam. Gajah Mada. Di bawah perintah Gajah Mada (1313-1364). bunuh diri untuk membela kehormatan negaranya.[15][2] Selain melancarkan serangan dan ekspedisi militer. Birma bagian selatan. Kemungkinan karena didorong alasan politik.Bidadari Majapahit yang anggun. dengan hati remuk redam melakukan "bela pati". juga disebut Rajasanagara. batasan alam dan ekonomi menunjukkan bahwa daerah-daerah kekuasaan tersebut tampaknya tidaklah berada di bawah kekuasaan terpusat Majapahit. Namun demikian. kepulauan Nusa Tenggara. Hampir seluruh rombongan keluarga kerajaan Sunda dapat dibinasakan secara kejam. putri Kerajaan Sunda sebagai permaisurinya. Sumber ini menunjukkan batas terluas sekaligus puncak kejayaan Kemaharajaan Majapahit. Maluku. semenanjung Malaya. tetapi terhubungkan satu sama lain oleh perdagangan yang mungkin berupa monopoli oleh raja[15]. Kalimantan. Papua. Meski dengan gagah berani memberikan perlawanan. Menurut Kakawin Nagarakretagama pupuh XIII-XV.[17] Tradisi menyebutkan bahwa sang putri yang kecewa. Majapahit menguasai lebih banyak wilayah. daerah kekuasaan Majapahit meliputi Sumatra. dan bahkan mengirim duta-dutanya ke Tiongkok. Akan tetapi Gajah Mada melihat hal ini sebagai peluang untuk memaksa kerajaan Sunda takluk di bawah Majapahit. arca cetakan emasapsara (bidadari surgawi) gaya khas Majapahit menggambarkan dengan sempurna zaman kerajaan Majapahit sebagai "zaman keemasan" nusantara.[18] Kisah Pasunda Bubat menjadi tema utama dalam naskah Kidung . Sulawesi. Hayam Wuruk. Pada 1357 rombongan raja Sunda beserta keluarga dan pengawalnya bertolak ke Majapahit mengantarkan sang putri untuk dinikahkan dengan Hayam Wuruk. Tumasik ( Singapura) dan sebagian kepulauan Filipina[14]. Majapahit juga memiliki hubungan dengan Campa. memerintah Majapahit dari tahun 1350 hingga 1389. Pada masanya Majapahit mencapai puncak kejayaannya dengan bantuan mahapatihnya. Siam. Majapahit juga menempuh jalan diplomasi dan menjalin persekutuan. Hayam Wuruk berhasrat mempersunting Citraresmi (Pitaloka).[16] Pihak Sunda menganggap lamaran ini sebagai perjanjian persekutuan. Terakota wajah yang dipercaya sebagai potret Gajah Mada. Pertarungan antara keluarga kerajaan Sunda dengan tentara Majapahit di lapangan Bubat tidak terelakkan. keluarga kerajaan Sunda kewalahan dan akhirnya dikalahkan. Kamboja.

Setelah wafatnya Hayam Wuruk pada tahun 1389. tiba di Jawa . Majapahit memasuki masa kemunduran akibat konflik perebutan takhta. yang menikahi sepupunya sendiri. di luar daerah itu hanya semacam pemerintahan otonomi luas. Kisah ini disinggung dalam Pararaton tetapi sama sekali tidak disebutkan dalam Nagarakretagama. kekuasaan Majapahit berangsur-angsur melemah. antara Wirabhumi melawan Wikramawardhana. pangeran Wikramawardhana.[5] Perang saudara yang disebut Perang Paregreg diperkirakan terjadi pada tahun 1405-1406. Hayam Wuruk juga memiliki seorang putra dari selirnya Wirabhumi yang juga menuntut haknya atas takhta.[2] Meskipun penguasa Majapahit memperluas kekuasaannya pada berbagai pulau dan kadangkadang menyerang kerajaan tetangga. beberapa tahun setelah kematian Gajah Mada. dan pengakuan kedaulatan Majapahit atas mereka. serta sistem ritual keagamaan yang rumit. Pewaris Hayam Wuruk adalah putri mahkota Kusumawardhani. Tampaknya perang saudara ini melemahkan kendali Majapahit atas daerah-daerah taklukannya di seberang.Sunda yang disusun pada zaman kemudian di Bali. Majapahit melancarkan serangan laut untuk menumpas pemberontakan di Palembang. perhatian utama Majapahit nampaknya adalah mendapatkan porsi terbesar dan mengendalikan perdagangan di kepulauan Nusantara. anggun. semetara Wirabhumi ditangkap dan kemudian dipancung. Kakawin Nagarakretagama yang disusun pada tahun 1365 menyebutkan budaya keraton yang adiluhung.[19] Pada tahun 1377. dan canggih. serangkaian ekspedisi laut Dinasti Ming yang dipimpin oleh laksamana Cheng Ho. seorang jenderal muslim China. Pada kurun pemerintahan Wikramawardhana. Administrasi pemerintahan langsung oleh kerajaan Majapahit hanya mencakup wilayah Jawa Timur dan Bali. Pada saat inilah pedagang muslim dan penyebar agama Islam mulai memasuki kawasan ini. pembayaran upeti berkala. Akan tetapi segala pemberontakan atau tantangan bagi ketuanan Majapahit atas daerah itu dapat mengundang reaksi keras. Perang ini akhirnya dimenangi Wikramawardhana. Sang pujangga menggambarkan Majapahit sebagai pusat mandala raksasa yang membentang dari Sumatera ke Papua. mencakup Semenanjung Malaya dan Maluku. Jatuhnya Majapahit Pasukan Majapahit Sesudah mencapai puncaknya pada abad ke-14. dengan cita rasa seni dan sastra yang halus dan tinggi. Tradisi lokal di berbagai daerah di Nusantara masih mencatat kisah legenda mengenai kekuasaan Majapahit.

Pada saat bersamaan. putra Kertawijaya. dan Ampel.beberapa kali antara kurun waktu 1405 sampai 1433. Ia adalah putri kedua Wikramawardhana dari seorang selir yang juga putri kedua Wirabhumi.[8]. Di bagian barat kemaharajaan yang mulai runtuh ini. Ia kemudian wafat pada 1466 dan digantikan oleh Singhawikramawardhana. maka Islam pun mulai memiliki pijakan di pantai utara Jawa. naik takhta pada 1456. sebuah kerajaan perdagangan baru yang berdasarkan Islam. Pada 1447. Ketika Majapahit didirikan. Bhre Pamotan menjadi raja dengan gelar Rajasawardhana dan memerintah di Kahuripan. mulai muncul di bagian barat Nusantara[20]. Ia memerintah hingga tahun 1451. pengaruh Majapahit di seluruh Nusantara mulai berkurang. Majapahit tak kuasa lagi membendung kebangkitan Kesultanan Malaka yang pada pertengahan abad ke-15 mulai menguasai Selat Malaka dan melebarkan kekuasaannya ke Sumatera. Demak. Sementara itu beberapa jajahan dan daerah taklukan Majapahit di daerah lainnya di Nusantara. Tuban. Singhawikramawardhana memindahkan ibu kota kerajaan lebih jauh ke pedalaman di Daha (bekas ibu kota Kerajaan Kediri) dan terus memerintah disana hingga digantikan oleh putranya Ranawijaya pada tahun 1474. dan diteruskan oleh putrinya. Pada 1478 Ranawijaya mengalahkan Kertabhumi dan mempersatukan kembali Majapahit menjadi satu kerajaan. Wikramawardhana memerintah hingga tahun 1426. Malaysia. Ratu Suhita. Pada 1468 pangeran Kertabhumi memberontak terhadap Singhawikramawardhana dan mengangkat dirinya sebagai raja Majapahit. yang memerintah pada tahun 1426 sampai 1447. seperti di Semarang. adik laki-lakinya. Terjadi jeda waktu tiga tahun tanpa raja akibat krisis pewarisan takhta. Ia wafat pada tahun 1453 AD. . Ranawijaya memerintah pada kurun waktu 1474 hingga 1519 dengan gelar Girindrawardhana. satu per satu mulai melepaskan diri dari kekuasaan Majapahit. Pada akhir abad ke-14 dan awal abad ke-15. pedagang Muslim dan para penyebar agama sudah mulai memasuki Nusantara. yaitu Kesultanan Malaka. Meskipun demikian kekuatan Majapahit telah melemah akibat konflik dinasti ini dan mulai bangkitnya kekuatan kerajaan-kerajaan Islam di pantai utara Jawa. Girisawardhana. Suhita mangkat dan pemerintahan dilanjutkan oleh Kertawijaya. Sebuah tampilan model kapal Majapahit di Museum Negara Malaysia. Kuala Lumpur. Setelah Kertawijaya wafat. Sejak tahun 1430 ekspedisi Cheng Ho ini telah menciptakan komunitas muslim China dan Arab di beberapa kota pelabuhan pantai utara Jawa.

Arti sengkala ini adalah “sirna hilanglah kemakmuran bumi”. berakhirnya abad dianggap sebagai waktu lazim pergantian dinasti dan berakhirnya suatu pemerintahan[21]) hingga tahun 1527.[23] Sejumlah besar abdi istana. Beberapa kantung masyarakat Hindu Tengger hingga kini masih bertahan di pegunungan Tengger. raja ke-11 Majapahit. Demak memastikan posisinya sebagai kekuatan regional dan menjadi kerajaan Islam pertama yang berdiri di tanah Jawa. dan Italia (Pigafetta) mengindikasikan bahwa telah terjadi perpindahan kekuasaan Majapahit dari tangan penguasa Hindu ke tangan Adipati Unus. sisa kerajaan Hindu yang masih bertahan di Jawa hanya tinggal kerajaan Blambangan di ujung timur. antara tahun 1518 dan 1521 M[22]. serta Kerajaan Sunda yang beribukota di Pajajaran di bagian barat. legitimasi Raden Patah karena ia adalah putra raja Majapahit Brawijaya V dengan seorang putri China. Dalam tradisi Jawa ada sebuah kronogram atau candrasengkala yang berbunyi sirna ilang kretaning bumi. yaitu tahun 1400 Saka. Catatan sejarah dari Tiongkok. Portugis (Tome Pires). Namun demikian yang sebenarnya digambarkan oleh candrasengkala tersebut adalah gugurnya Bhre Kertabumi. dan anggota keluarga kerajaan mengungsi ke pulau Bali. diakui sebagai penerus kerajaan Majapahit. Sengkala ini konon adalah tahun berakhirnya Majapahit dan harus dibaca sebagai 0041. Menurut prasasti Jiyu dan Petak. seniman.Waktu berakhirnya Kemaharajaan Majapahit berkisar pada kurun waktu tahun 1478 (tahun 1400 saka. Menurut Babad Tanah Jawi dan tradisi Demak. Dengan jatuhnya Daha yang dihancurkan oleh Demak pada tahun 1527. oleh Girindrawardhana[22]. Peperangan ini dimenangi Demak pada tahun 1527. kawasan Bromo dan Semeru Kebudayaan . Ranawijaya mengaku bahwa ia telah mengalahkan Kertabhumi [22] dan memindahkan ibu kota ke Daha (Kediri). kekuatan kerajaan Islam pada awal abad ke-16 akhirnya mengalahkan sisa kerajaan Majapahit[24]. penguasa dari Kesultanan Demak. atau 1478 Masehi. pendeta. Perlahan-lahan Islam mulai menyebar seiring mundurnya masyarakat Hindu ke pegunungan dan ke Bali. karena penguasa Demak adalah keturunan Kertabhumi. Saat itu setelah keruntuhan Majapahit. Demak dibawah pemerintahan Raden (kemudian menjadi Sultan) Patah (Fatah). Peristiwa ini memicu perang antara Daha dengan Kesultanan Demak. Pengungsian ini kemungkinan besar untuk menghindari pembalasan dan hukuman dari Demak akibat selama ini mereka mendukung Ranawijaya melawan Kertabhumi.

maupun Wisnu. Siwa. Atap itu bagaikan rambut gadis yang berhiaskan bunga.. Bangunan ini masih tegak berdiri di Trowulan. gerbang masuk salah satu kompleks bangunan penting di ibu kota Majapahit. menyenangkan hati siapa saja yang memandangnya". arsitek Majapahitlah yang paling ahli menggunakannya[26].Gapura Bajang Ratu. akan tetapi sangat mungkin terdapat beberapa pegawai atau abdi istana muslim saat itu. Agama Buddha.[2] Walaupun batu bata telah digunakan dalam candi pada masa sebelumnya. dan raja dianggap sekaligus titisan Buddha. wilayah-wilayah di Jawa Timur dan Bali yang secara langsung dikepalai oleh pejabat yang ditunjuk langsung oleh raja. — Gambaran ibu kota Majapahit kutipan dari Nagarakertagama. serta wilayahwilayah taklukan di kepulauan Nusantara yang menikmati otonomi luas. indah bagai pemandangan dalam lukisan.. dengan cita rasa seni dan sastra yang halus. Nagarakretagama menyebutkan budaya keraton yang adiluhung dan anggun. Kawasan Majapahit secara sederhana terbagi dalam tiga jenis: keraton termasuk kawasan ibu kota dan sekitarnya. serta sistem ritual keagamaan yang rumit. Peristiwa utama dalam kalender tata negara digelar tiap hari pertama bulan Caitra (Maret-April) ketika semua utusan dari semua wilayah taklukan Majapahit datang ke istana untuk membayar upeti atau pajak. tidak ada tiang yang luput dari ukiran halus dan warna indah" [Dalam lingkungan dikelilingi tembok] "terdapat pendopo anggun beratap ijuk. Siwa. dan Waisnawa (pemuja Wisnu) dipeluk oleh penduduk Majapahit. Kelopak bunga katangga gugur tertiup angin dan bertaburan di atas atap.[25] Ibu kota Majapahit di Trowulan merupakan kota besar dan terkenal dengan perayaan besar keagamaan yang diselenggarakan setiap tahun. Candi-candi Majapahit berkualitas baik secara geometris dengan memanfaatkan getah tumbuhan merambat dan gula merah sebagai . "Dari semua bangunan. Nagarakertagama sama sekali tidak menyinggung tentang Islam.

Karena sangat besar. [Dan] pulaunya berpenduduk banyak. akan tetapi selalu gagal dan raja ini selalu berhasil mengalahkannya.. kemukus. menyeberangi Laut Hitam dan menembus Persia. pala.. penuh bersepuh emas dan perak.. Ekonomi . Lalu menuju kepulauan Nikobar hingga mencapai Sumatera.. Disebutkan juga di pulau ini terdapat banyak cengkeh. Kerajaan Jawa yang disebutkan disini tak lain adalah Majapahit yang dikunjungi pada suatu waktu dalam kurun 1318-1330 pada masa pemerintahan Jayanegara.. Kini Khan Agung dari China beberapa kali berperang melawan raja ini. tangga dan bagian dalam ruangannya berlapis emas dan perak.. terus mengikuti Jalur Sutra menuju Eropa pada 1330. dan Srilanka. Ia dikirim Paus untuk menjalankan misi Katolik di Asia Tengah.perekat batu bata." — Gambaran Majapahit menurut Mattiussi (Pendeta Odorico da Pordenone). Ia kembali ke Italia melalui jalan darat lewat Vietnam. seorang pendeta Ordo Fransiskan dalam bukunya: "Perjalanan Pendeta Odorico da Pordenone". Raja [Jawa] memiliki bawahan tujuh raja bermahkota. Di buku ini ia menyebut kunjungannya di Jawa tanpa menjelaskan lebih rinci nama tempat yang ia kunjungi. Disebutkan raja Jawa menguasai tujuh raja bawahan. ". Contoh candi Majapahit yang masih dapat ditemui sekarang adalah Candi Tikus dan Gapura Bajang Ratu di Trowulan. China. bahkan atapnya pun bersepuh emas. Ia mengunjungi beberapa tempat di Nusantara: Sumatera.[27] Catatan yang berasal dari sumber Italia mengenai Jawa pada era Majapahit didapatkan dari catatan perjalanan Mattiussi. dan berbagai rempah-rempah lainnya. Ia juga menyebutkan raja Mongol beberapa kali berusaha menyerang Jawa. Jawa. merupakan pulau terbaik kedua yang pernah ada. lalu mengunjungi Jawa dan Banjarmasin. Pada 1318 ia berangkat dari Padua. Raja pulau ini memiliki istana yang luar biasa mengagumkan. dan Banjarmasin di Kalimantan. tetapi selalu gagal dan berhasil diusir kembali. terus hingga mencapai Kolkata. Madras. Ia menyebutkan istana raja Jawa sangat mewah dan mengagumkan. Mojokerto.

Badan Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Timur memastikan bahwa koin tersebut berasal dari era Majapahit.Celengan zaman Majapahit. abad 14-15 Masehi Trowulan. hingga penjual minuman. pada masa pemerintahan raja pertama Majapahit. catatan Odorico da Pordenone. sebagian dengan dukungan pemerintah. Menurut catatan Wang Ta-Yuan. Faktor pertama. namun proporsi populasi yang mencari pendapatan dan bermata pencarian di luar pertanian semakin meningkat pada era Majapahit.388 keping koin China kuno seberat sekitar 40 kilogram digali dari halaman belakang seorang penduduk di Sidoarjo. dan burung kakak tua. Peran ini tidak cocok dan tidak dapat dipenuhi oleh uang emas dan perak yang mahal. lembah sungai Brantas dan Bengawan Solo di dataran rendah Jawa Timur utara sangat cocok untuk pertanian padi. perak. Siam. Jawa Timur. Sekitar tahun 1300. dan barang dari besi. Khmer. Faktor kedua. (Koleksi Museum Gajah. Pajak yang dikenakan pada komoditas rempah-rempah yang melewati Jawa merupakan sumber pemasukan penting bagi Majapahit. dan permata. menyebutkan bahwa istana raja Jawa penuh dengan perhiasan emas. maka diperlukan uang pecahan kecil atau uang receh dalam sistem mata uang Majapahit agar dapat digunakan dalam aktivitas ekonomi sehari-hari di pasar Majapahit. dan tembaga[29]. timah hitam.[25] Prasasti dari masa Majapahit menyebutkan berbagai macam pekerjaan dan spesialisasi karier. emas. dan China.[28] Alasan penggunaan uang logam atau koin asing ini tidak disebutkan dalam catatan sejarah. dan jagal atau tukang daging. pedagang Tiongkok. Pajak khusus dikenakan pada orang asing terutama yang menetap semi-permanen di Jawa dan melakukan pekerjaan selain perdagangan internasional. perak.[25] Beberapa gambaran mengenai skala ekonomi dalam negeri Jawa saat itu dikumpulkan dari berbagai data dan prasasti. sebuah perubahan moneter penting terjadi: keping uang dalam negeri diganti dengan uang "kepeng" yaitu keping uang tembaga impor dari China. barang keramik. Majapahit memiliki pejabat sendiri . biarawan Katolik Roma dari Italia yang mengunjungi Jawa pada tahun 1321. garam. Prasasti Canggu yang berangka tahun 1358 menyebutkan sebanyak 78 titik perlintasan berupa tempat perahu penyeberangan di dalam negeri (mandala Jawa). sutra. [30] Kemakmuran Majapahit diduga karena dua faktor. Meskipun banyak di antara pekerjaan-pekerjaan ini sudah ada sejak zaman sebelumnya. Jakarta) Majapahit merupakan negara agraris dan sekaligus negara perdagangan[15].[25] Nagarakretagama menyebutkan bahwa kemashuran penguasa Wilwatikta telah menarik banyak pedagang asing. sedangkan komoditas impornya adalah mutiara. Pada November 2008 sekitar 10. Pajak dan denda dibayarkan dalam uang tunai. Pada masa jayanya Majapahit membangun berbagai infrastruktur irigasi. akan tetapi kebanyakan ahli menduga bahwa dengan semakin kompleksnya ekonomi Jawa. Mata uangnya dibuat dari campuran perak. mulai dari pengrajin emas dan perak. di antaranya pedagang dari India. kain. komoditas ekspor Jawa pada saat itu ialah lada. Ekonomi Jawa telah sebagian mengenal mata uang sejak abad ke-8 pada masa kerajaan Medang yang menggunakan butiran dan keping uang emas dan perak. Selain itu. timah putih. pelabuhan-pelabuhan Majapahit di pantai utara Jawa mungkin sekali berperan penting sebagai pelabuhan pangkalan untuk mendapatkan komoditas rempah-rempah Maluku.

para pejabat keagamaan • • Dalam Rakryan Mantri ri Pakira-kiran terdapat seorang pejabat yang terpenting yaitu Rakryan Mapatih atau Patih Hamangkubhumi. dengan para putra dan kerabat dekat raja memiliki kedudukan tinggi. Majapahit memiliki struktur pemerintahan dan susunan birokrasi yang teratur pada masa pemerintahan Hayam Wuruk. Aparat birokrasi Raja dibantu oleh sejumlah pejabat birokrasi dalam melaksanakan pemerintahan. Struktur pemerintahan Arca dewi Parwati sebagai perwujudan anumerta Tribhuwanottunggadewi. Perintah raja biasanya diturunkan kepada pejabat-pejabat di bawahnya. dewan menteri yang melaksanakan pemerintahan • Dharmmadhyaksa. Raja dianggap sebagai penjelmaan dewa di dunia dan ia memegang otoritas politik tertinggi. para pejabat hukum keagamaan • Dharmma-upapatti. Pejabat ini dapat dikatakan sebagai perdana . dan tampaknya struktur dan birokrasi tersebut tidak banyak berubah selama perkembangan sejarahnya [32]. biasanya dijabat putra-putra raja Rakryan Mantri ri Pakira-kiran. ratu Majapahit ibunda Hayam Wuruk.untuk mengurusi pedagang dari India dan Tiongkok yang menetap di ibu kota kerajaan maupun berbagai tempat lain di wilayah Majapahit di Jawa[31]. antara lain yaitu: Rakryan Mahamantri Katrini.

Selain itu. sekarang Surabaya) Daha (bekas ibukota dari Kediri) Tumapel (bekas ibukota dari Singhasari) Wengker (sekarang Ponorogo) Matahun (sekarang Bojonegoro) Gelar Penguasa Hubungan dengan Raja 1 Bhre Tribhuwanatunggadewi ibu suri Kahuripan bibi sekaligus ibu mertua ayah paman sekaligus ayah mertua suami dari Putri Lasem. sepupu raja 2 Bhre Daha Rajadewi Maharajasa Bhre Tumapel Bhre Wengker Bhre Matahun 3 Kertawardhana 4 Wijayarajasa 5 Rajasawardhana . Wanua: dikelola oleh thani. Selama masa pemerintahan Hayam Wuruk (1350 s. Daerah ini diperintah oleh uparaja yang disebut Paduka Bhattara yang bergelar Bhre atau "Bhatara i". 5. dan mengirimkan upeti ke pusat. Kabuyutan: dusun kecil atau tempat sakral. memungut pajak. Hierarki dalam pengklasifikasian wilayah di kerajaan Majapahit dikenal sebagai berikut: 1. diperintah oleh Raja 2. Biasanya posisi ini hanyalah untuk kerabat dekat raja. kerajaan Majapahit merupakan kelanjutan Singhasari[13]. Tugas mereka adalah untuk mengelola kerajaan mereka. 6.d. atau bhre (pangeran atau bangsawan) 3. terdiri atas beberapa kawasan tertentu di bagian timur dan bagian tengah Jawa. Watek: dikelola oleh wiyasa. atau natha (tuan). yang dikelola oleh kerabat dekat raja. Bhumi: kerajaan. terdapat pula semacam dewan pertimbangan kerajaan yang anggotanya para sanak saudara raja. 4. dan mengelola pertahanan di perbatasan daerah yang mereka pimpin. Kuwu: dikelola oleh lurah.menteri yang bersama-sama raja dapat ikut melaksanakan kebijaksanaan pemerintahan. 1389) ada 12 wilayah di Majapahit. yang disebut Bhattara Saptaprabhu. No Provinsi Kahuripan (atau Janggala. Nagara: diperintah oleh rajya (gubernur). Gelar ini adalah gelar tertinggi bangsawan kerajaan. Pembagian wilayah Dalam pembentukannya.

Sedangkan dalam Prasasti Wingun Pitu (1447 M) disebutkan bahwa pemerintahan Majapahit dibagi menjadi 14 daerah bawahan. yang dipimpin oleh seseorang yang bergelar Bhre. pasangan ini lalu menjadi pewaris tahta. atau Negara Utama. Area ini . Yang termasuk area ini adalah ibukota kerajaan dan wilayah sekitarnya dimana raja secara efektif menjalankan pemerintahannya. keponakan perempuan raja. sebagai hasilnya. konsep teritorial yang lebih besar pun terbentuk: • Negara Agung. inti kerajaan.6 7 8 9 Wirabhumi (Blambangan) Paguhan Kabalan Pawanuan Bhre Wirabhumi Bhre Paguhan Bhre Kabalan Bhre Pawanuan Bhre Wirabhumi1 Singhawardhana Kusumawardhani2 Surawardhani anak saudara lakilaki ipar anak perempuan keponakan perempuan sepupu saudara perempuan keponakan laku-laki Lasem (kota 10 pesisir di Jawa Tengah) Pajang 11 (sekarang Surakarta) Mataram 12 (sekarang Yogyakarta) Bhre Lasem Rajasaduhita Indudewi Bhre Pajang Rajasaduhita Iswari Bhre Mataram Wikramawardhana2 Catatan: 1 Bhre Wirabhumi sebenarnya adalah gelar: Pangeran Wirabhumi (blambangan). nama aslinya tidak diketahui dan sering disebut sebagai Bhre Wirabhumi dari Pararaton. 2 Kusumawardhani (putri raja) menikah dengan Wikramawardhana (keponakan laki-laki raja). Dia menikah dengan Nagawardhani. beberapa negara bagian di luar negeri juga termasuk dalam lingkaran pengaruh Majapahit. Area awal Majapahit atau Majapahit Lama selama masa pembentukannya sebelum memasuki era kemaharajaan.[33] Daerah-daerah bawahan tersebut yaitu: • • Daha Jagarag a Kabalan • • • Kahuripan Keling Kelinggapur a • • • Kemban g Jenar Matahun Pajang • • Singhapura Tanjungpur a Tumapel • • Wengker Wirabum i • • Saat Majapahit memasuki era kemaharajaan Thalasokrasi saat pemerintahan Gajah Mada.

Rajapura dan Sinhanagari (kerajaan di Myanmar). dan dapat tersusun atas beberapa unit politik bawahan tanpa integrasi administratif lebih lanjut. Ketiga kategori itu masuk ke dalam lingkaran pengaruh Kerajaan Majapahit. Wilayah Mancanegara termasuk didalamnya seluruh daerah Pulau Jawa lainnya. yang merupakan kerabat dekat raja. yaitu wilayah Mancanegara dan Nusantara. akan tetapi. tantangan apa pun yang terlihat mengancam ketuanan Majapahit atas wilayah itu akan menuai reaksi keras. Pola kesatuan politik khas sejarah Asia Tenggara purba seperti ini kemudian diidentifikasi oleh sejarahwan modern sebagai "mandala". dan Majapahit tidak merasa penting untuk menempatkan birokratnya atau tentara militernya di sini. Dharmmanagari (Kerajaan Nakhon Si Thammarat). Wilayah-wilayah bawahan ini meskipun sedikit-banyak dipengaruhi Majapahit. Mancanegara. Lampung dan Palembang di Sumatra. Termasuk dalam area ini adalah kerajaan kecil dan koloni di Maluku. Marutma. area-area tersebut biasanya memiliki penguasa atau raja pribumi. umumnya memiliki pemimpin asli penguasa daerah tersebut yang menikmati kebebasan internal cukup luas. Sulawesi. dan Yawana (Annam).[35] Daerah-daerah bawahan yang termasuk dalam lingkup mandala Majapahit. yang secara harafiah berarti "mitra dengan tatanan (aturan) yang sama".• • meliputi setengah bagian timur Jawa. dan wajib membayar upeti tahunan. bangsa asing adalah Syangkayodhyapura (Ayutthaya di Thailand). yaitu kesatuan yang politik ditentukan oleh pusat atau inti kekuasaannya daripada perbatasannya. Hal itu menunjukkan negara independen luar negeri yang dianggap setara oleh Majapahit. Nusantara. Kalimantan. tetap menjalankan sistem pemerintahannya sendiri tanpa terintegrasi lebih lanjut oleh kekuasaan pusat di ibu kota Majapahit. Kamboja (Kamboja). karena kerajaan asing di luar negeri seperti China dan India tidak termasuk dalam kategori ini meskipun Majapahit telah melakukan hubungan luar negeri dengan kedua bangsa ini. Bali. Kerajaan Majapahit menempatkan birokrat dan pegawainya di tempattempat ini dan mengatur kegiatan perdagangan luar negeri mereka dan mengumpulkan pajak. adalah area yang tidak mencerminkan kebudayaan Jawa. bukan sebagai bawahan dalam kekuatan Majapahit. Kepulauan Nusa Tenggara. area yang melingkupi Negara Agung. Kerajaan Champa. dan juga Dharmasraya. Madura. Menurut Negarakertagama pupuh 15. dengan semua provinsinya yang dikelola oleh para Bhre (bangsawan). Pola kekuasaan mandala ini juga ditemukan .[34] Mitreka Satata dapat dianggap sebagai aliansi Majapahit. namun mereka menikmati otonomi internal yang cukup besar. Area ini secara langsung dipengaruhi oleh kebudayaan Jawa. tetapi termasuk ke dalam koloni dan mereka harus membayar upeti tahunan. yang kemungkinan membentuk persekutuan atau menikah dengan keluarga kerajaan Majapahit. Pagaruyung. Akan tetapi. Akan tetapi Majapahit juga mengenal lingkup keempat yang didefinisikan sebagai hubungan diplomatik luar negeri: • Mitreka Satata. Mereka menikmati otonomi yang cukup luas dan kebebasan internal. dan Semenanjung Malaya.

yang dirintis oleh Sri Ranggah Rajasa. Berikut adalah daftar penguasa Majapahit. Perhatikan bahwa terdapat periode kekosongan antara pemerintahan Rajasawardhana (penguasa ke-8) dan Girishawardhana yang mungkin diakibatkan oleh krisis suksesi yang memecahkan keluarga kerajaan Majapahit menjadi dua kelompok[8]. Ayutthaya dan Champa.1328 1328 . Penguasa ditandai dalam gambar ini.1350 1350 . keluarga penguasa Singhasari dan Majapahit. seperti Sriwijaya dan Angkor.dalam kerajaan-kerajaan sebelumnya. Nama Raja Raden Wijaya Kalagamet Sri Gitarja Hayam Wuruk Gelar Kertarajasa Jayawardhana Sri Jayanagara Tribhuwana Wijayatunggadewi Sri Rajasanagara Tahun 1293 .1309 1309 .[36] Para penguasa Majapahit adalah penerus dari keluarga kerajaan Singhasari. pendiri Wangsa Rajasa pada akhir abad ke-13. serta mandalamandala tetangga Majapahit yang sezaman.1389 . Raja-raja Majapahit Silsilah wangsa Rajasa.

menurut babadbabad keraton Demak dinyatakan sebagai anak Kertabhumi dan seorang Putri Cina. Raden Patah.1453 1456 . Jerman. Demak menyatakan legitimasi keturunannya melalui Kertabhumi. Pajang. Keraton-keraton Jawa Tengah memiliki tradisi dan silsilah yang berusaha membuktikan hubungan para rajanya dengan keluarga kerajaan .1466 1466 . Majapahit telah menjadi sumber inspirasi kejayaan masa lalu bagi bangsa-bangsa Nusantara pada abad-abad berikutnya. yang dikirim ke luar istana sebelum ia melahirkan.1518 Warisan sejarah Arca pertapa Hindu dari masa Majapahit akhir.Wikramawardhana Suhita Kertawijaya Rajasawardhana Purwawisesa atau Girishawardhana Bhre Pandansalas.1451 1451 . Legitimasi politik Kesultanan-kesultanan Islam Demak. dan Mataram berusaha mendapatkan legitimasi atas kekuasaan mereka melalui hubungan ke Majapahit. Berlin-Dahlem.1498 1498 . Penaklukan Mataram atas Wirasaba tahun 1615 yang dipimpin langsung oleh Sultan Agung sendiri memiliki arti penting karena merupakan lokasi ibukota Majapahit. Koleksi Museum für Indische Kunst.1468 1468 . pendirinya.1429 1429 . atau Suraprabhawa Bhre Kertabumi Girindrawardhana Patih Udara Dyah Ayu Kencana Wungu Brawijaya I Brawijaya II Brawijaya III Brawijaya IV Brawijaya V Brawijaya VI 1389 .1447 1447 .1478 1478 .

Penggambaran bentuk paviliun (pendopo) berbagai bangunan di ibukota Majapahit dalam kitab Negarakretagama telah menjadi inspirasi bagi arsitektur berbagai bangunan keraton di Jawa serta Pura dan kompleks perumahan masyarakat di Bali masa kini. termasuk mereka yang terlibat Gerakan Kebangkitan Nasional di awal abad ke-20. telah merujuk pada Majapahit. San Francisco) Majapahit memiliki pengaruh yang nyata dan berkelanjutan dalam bidang arsitektur di Indonesia. Semboyan nasional Indonesia. sebagai contoh gemilang masa lalu Indonesia. dikutip dari "Kakawin Sutasoma" yang ditulis oleh Mpu Tantular.[15] Dalam propaganda yang dijalankan tahun 1920-an. Demikian pula bendera armada kapal perang TNI Angkatan Laut berupa garis-garis merah dan putih juga berasal dari warna Majapahit. yang di Jawa merupakan bukti penting — dan legitimasi dianggap meningkat melalui hubungan tersebut.[38] Sebagaimana Majapahit.[26] Para penggerak nasionalisme Indonesia modern. disamping Sriwijaya. Beberapa simbol dan atribut kenegaraan Indonesia berasal dari elemen-elemen Majapahit. dan masyarakat Bali menganggap diri mereka penerus sejati kebudayaan Majapahit. seorang pujangga Majapahit. Bendera kebangsaan Indonesia "Sang Merah Putih" atau kadang disebut "Dwiwarna" ("dua warna"). Partai Komunis Indonesia menyampaikan visinya tentang masyarakat tanpa kelas sebagai penjelmaan kembali dari Majapahit yang diromantiskan. Arsitektur Sepasang patung penjaga gerbang abad ke-14 dari kuil Majapahit di Jawa Timur (Museum of Asian Art. berasal dari warna Panji Kerajaan Majapahit.Majapahit — sering kali dalam bentuk makam leluhur.[37]Sukarno juga mengangkat Majapahit untuk kepentingan persatuan bangsa. negara Indonesia modern meliputi wilayah yang luas dan secara politik berpusat di pulau Jawa. Majapahit kadang dijadikan acuan batas politik negara Republik Indonesia saat ini. Persenjataan . sedangkan Orde Baru menggunakannya untuk kepentingan perluasan dan konsolidasi kekuasaan negara. "Bhinneka Tunggal Ika". Bali secara khusus mendapat pengaruh besar dari Majapahit.

terutama di Indonesia. terutama di bagian barat. yaitu prasasti Kedukan Bukit di Palembang. Penggunaan keris sebagai tanda kebesaran kalangan aristokrat juga berkembang pada masa ini dan meluas ke berbagai penjuru Nusantara. Kesenian modern Kebesaran kerajaan ini dan berbagai intrik politik yang terjadi pada masa itu menjadi sumber inspirasi tidak henti-hentinya bagi para seniman masa selanjutnya untuk menuangkan kreasinya. Berikut adalah daftar beberapa karya seni yang berkaitan dengan masa tersebut.[3][4] Selanjutnya prasasti yang paling tua mengenai Sriwijaya juga berada pada abad ke-7. bilah keris yang ringan tetapi kuat menjadi petunjuk kualitas sebuah keris.[6] Setelah jatuh. Bukti awal mengenai keberadaan kerajaan ini berasal dari abad ke-7. dan penyebaran teknik pembuatan keris berikut fungsi sosial dan ritualnya. Keris pra-Majapahit dikenal berat namun semenjak masa ini dan seterusnya. I Tsing. dan wijaya berarti "kemenangan" atau "kejayaan". pelestarian. Sriwijaya (atau juga disebut Srivijaya.[7] Daftar isi • • • • • • • 1 Catatan sejarah 2 Pembentukan dan pertumbuhan 3 Agama 4 Budaya 5 Perdagangan 6 Penyebaran penduduk Kemaharajaan Bahari 7 Hubungan dengan wangsa Sailendra . dan tahun 1025 serangan Rajendra Chola I dari Koromandel. menulis bahwa ia mengunjungi Sriwijaya tahun 671 dan tinggal selama 6 bulan. Teknik pembuatan keris mengalami penghalusan dan pemilihan bahan menjadi semakin selektif. bertarikh 682. dan pesisir Kalimantan. kerajaan ini terlupakan dan keberadaannya baru diketahui kembali lewat publikasi tahun 1918 dari sejarawan Perancis George Cœdès dari École française d'Extrême-Orient. Thailand Selatan.[5] Kemunduran pengaruh Sriwijaya terhadap daerah bawahannya mulai menyusut dikarenakan beberapa peperangan[2] di antaranya serangan dari raja Dharmawangsa Teguh dari Jawa pada tahun 990.[1][2] Dalam bahasa Sanskerta.Pada zaman Majapahit terjadi perkembangan.[2] maka nama Sriwijaya bermakna "kemenangan yang gilang-gemilang". selanjutnya tahun 1183 kekuasaan Sriwijaya di bawah kendali kerajaan Dharmasraya. Thai: ศศศศศศศศ atau "Ṣ̄ī wichạy") r adalah salah satu kemaharajaan bahari yang pernah berdiri di pulau Sumatera dan banyak memberi pengaruh di Nusantara dengan daerah kekuasaan membentang dari Kamboja. Semenanjung Malaya. Selain keris. sri berarti "bercahaya" atau "gemilang". Jawa. berkembang pula teknik pembuatan dan penggunaan tombak. Sumatera. seorang pendeta Tiongkok.

Pierre-Yves Manguin melakukan observasi dan berpendapat bahwa pusat Sriwijaya berada di Sungai Musi antara Bukit Seguntang dan Sabokingking (terletak . dan kerajaan besar Nusantara selain Majapahit di Jawa Timur. Orang Tionghoa menyebutnya Shih-li-foshih atau San-fo-ts'i atau San Fo Qi. kedua kerajaan tersebut menjadi referensi oleh kaum nasionalis untuk menunjukkan bahwa Indonesia merupakan satu kesatuan negara sebelelum kolonialisme Belanda.[6] Sekitar tahun 1993.[10] Sayang. Selain bangkai perahu.[10] Sriwijaya menjadi simbol kebesaran Sumatera awal. dan beberapa prasasti dalam Melayu Kuno merujuk pada kekaisaran yang sama. Kabupaten Ogan Komering Ilir.• • • • • • • 8 Hubungan dengan kekuatan regional 9 Masa keemasan 10 Masa penurunan 11 Struktur pemerintahan 12 Raja yang memerintah 13 Warisan sejarah 14 Rujukan o 14. Tercatat ada 17 keping perahu yang terdiri dari bagian lunas. kepala perahu kuno itu sudah hilang dan sebagian papan perahu itu digunakan justru buat jembatan. keramik.[2] Sementara dari peta Ptolemaeus ditemukan keterangan tentang adanya 3 pulau Sabadeibei yang kemungkinan berkaitan dengan Sriwijaya. 14 papan perahu yang terdiri dari bagian badan dan bagian buritan untuk menempatkan kemudi. Bangsa Arab menyebutnya Zabaj dan Khmer menyebutnya Malayu. Banyaknya nama merupakan alasan lain mengapa Sriwijaya sangat sulit ditemukan.[10] Perahu ini dibuat dengan teknik pasak kayu dan papan ikat yang menggunakan tali ijuk. telah ditemukan oleh Balai Arkeologi Palembang sebuah perahu kuno yang diperkirakan ada sejak masa awal atau proto Kerajaan Sriwijaya di Desa Sungai Pasir. Kecamatan Cengal. Sumatera Selatan. ketika sarjana Perancis George Cœdès mempublikasikan penemuannya dalam surat kabar berbahasa Belanda dan Indonesia.[8] Coedès menyatakan bahwa referensi Tiongkok terhadap "San-fots'i". dan alat kayu.1 Bacaan Lanjutan 15 Pranala luar • Catatan sejarah Tidak terdapat catatan lebih lanjut mengenai Sriwijaya dalam sejarah Indonesia.[8] Sriwijaya disebut dengan berbagai macam nama. masa lalunya yang terlupakan dibentuk kembali oleh sarjana asing. seperti tembikar. Pada abad ke-20.[9] Selain berita-berita diatas tersebut. Dalam bahasa Sanskerta dan bahasa Pali. Tidak ada orang Indonesia modern yang mendengar mengenai Sriwijaya sampai tahun 1920-an. ditemukan juga sejumlah artefak-artefak lain yang berhubungan dengan temuan perahu. Cara ini sendiri dikenal dengan sebutan teknik tradisi Asia Tenggara. sebelumnya dibaca "Sribhoja". kerajaan Sriwijaya disebut Yavadesh dan Javadeh.

serta jaringan kanal dengan luas areal meliputi 20 hektar. Kerajaan Melayu yang ditaklukkan Sriwijaya. antara Muara Sabak sampai ke Muara Tembesi (di provinsi Jambi sekarang). Sriwijaya telah beribukota di Kadaram (Kedah sekarang). Di kawasan ini ditemukan banyak peninggalan purbakala yang menunjukkan bahwa kawasan ini pernah menjadi pusat permukiman dan pusat aktifitas manusia. Reruntuhan Wat (Candi) Kaew yang berasal dari zaman Sriwijaya di Chaiya. berdasarkan prasasti Tanjore. candi Buddha di Muaro Jambi.[2] Pendapat ini didasarkan dari foto udara tahun 1984 yang menunjukkan bahwa situs Karanganyar menampilkan bentuk bangunan air.[6] dengan catatan Malayu tidak di kawasan tersebut. Thailand Selatan. tepatnya di sekitar situs Karanganyar yang kini dijadikan Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya. yaitu jaringan kanal.[12] yang sebelumnya juga telah berpendapat bahwa letak dari pusat kerajaan Sriwijaya berada pada kawasan Candi Muara Takus (provinsi Riau sekarang). . jika Malayu pada kawasan tersebut. Bangunan air ini terdiri atas kolam dan dua pulau berbentuk bujur sangkar dan empat persegi panjang.di provinsi Sumatera Selatan sekarang). kolam serta pulau buatan yang disusun rapi yang dipastikan situs ini adalah buatan manusia.[11] Namun sebelumnya Soekmono berpendapat bahwa pusat Sriwijaya terletak pada kawasan sehiliran Batang Hari.[13] serta hal ini dapat juga dikaitkan dengan berita tentang pembangunan candi yang dipersembahkan oleh raja Sriwijaya (Se li chu la wu ni fu ma tian hwa atau Sri Cudamaniwarmadewa) tahun 1003 kepada kaisar Cina yang dinamakan cheng tien wan shou (Candi Bungsu. salah satu bagian dari candi yang terletak di Muara Takus). ia cendrung kepada pendapat Moens.[6] Pembentukan dan pertumbuhan Candi Gumpung.[14] Namun yang pasti pada masa penaklukan oleh Rajendra Chola I. dengan asumsi petunjuk arah perjalanan dalam catatan I Tsing. parit.

Untuk mencegah hal tersebut. Prasasti ini juga menyebutkan bahwa Sri Jayanasa telah melancarkan ekspedisi militer untuk menghukum Bhumi Jawa yang tidak berbakti kepada Sriwijaya. Tidak seperti Dharmasetu yang ekspansionis. kemaharajaan ini telah menguasai bagian selatan Sumatera. dan Selat Karimata. Laut China Selatan. Maharaja Dharmasetu melancarkan beberapa serangan ke kota-kota pantai di Indochina. juga berada di bawah pengaruh Sriwijaya. pada masa ini pula wangsa Sailendra bermigrasi ke Jawa Tengah dan berkuasa disana.Belum banyak bukti fisik mengenai Sriwijaya yang dapat ditemukan. sedangkan daerah pendukungnya diperintah oleh datu setempat. antara lain Tarumanegara dan Holing berada di bawah kekuasaan Sriwijaya. Di abad ke-7. memutuskan hubungan dengan Sriwijaya pada abad yang sama. ia membangun candi Borobudur di Jawa Tengah yang selesai pada tahun 825. yang terletak di sebelah utara Langkasuka. sampai raja Khmer Jayawarman II. Samaratungga tidak melakukan ekspansi militer. selain itu kemungkinan kerajaan ini biasa memindahkan pusat pemerintahannya. Setelah Dharmasetu. Berdasarkan observasi. peristiwa ini bersamaan dengan runtuhnya Tarumanagara di Jawa Barat dan Holing (Kalingga) di Jawa Tengah yang kemungkinan besar akibat serangan Sriwijaya. pulau Bangka dan Belitung. Samaratungga menjadi penerus kerajaan. pendiri kemaharajaan Khmer. Selama masa kepemimpinannya.[8] Kerajaan ini menjadi pusat perdagangan dan merupakan negara bahari. orang Tionghoa mencatat bahwa terdapat dua kerajaan yaitu Malayu dan Kedah menjadi bagian kemaharajaan Sriwijaya.300 mil di barat. namun kerajaan ini tidak memperluas kekuasaannya di luar wilayah kepulauan Asia Tenggara.[2] Agama .[2] Berdasarkan prasasti Kota Kapur yang berangka tahun 686 ditemukan di pulau Bangka. di awal abad ke-8 berada di bawah kendali Sriwijaya. Di abad ke-7 ini. Kemaharajaan Sriwijaya telah ada sejak 671 sesuai dengan catatan I Tsing. Beberapa ahli masih memperdebatkan kawasan yang menjadi pusat pemerintahan Sriwijaya. Langkasuka di semenanjung Melayu menjadi bagian kerajaan. tetapi lebih memilih untuk memperkuat penguasaan Sriwijaya di Jawa. dengan pengecualian berkontribusi untuk populasi Madagaskar sejauh 3. Sriwijaya meneruskan dominasinya atas Kamboja. Ia berkuasa pada periode 792 sampai 835. dari prasasti Kedukan Bukit pada tahun 682 di diketahui imperium ini di bawah kepemimpinan Dapunta Hyang. Selat Sunda. Menurut catatan. Laut Jawa.[2] Di masa berikutnya. Kota Indrapura di tepi sungai Mekong. Di abad ini pula. hingga Lampung. Ekspansi kerajaan ini ke Jawa dan Semenanjung Malaya. Sriwijaya tumbuh dan berhasil mengendalikan jalur perdagangan maritim di Selat Malaka. Pan Pan dan Trambralinga. pelabuhan Cham di sebelah timur Indochina mulai mengalihkan banyak pedagang dari Sriwijaya. ditemukan reruntuhan candi-candi Sriwijaya di Thailand dan Kamboja. menjadikan Sriwijaya mengendalikan dua pusat perdagangan utama di Asia Tenggara.[2] Di akhir abad ke-8 beberapa kerajaan di Jawa. namun kawasan yang menjadi ibukota tetap diperintah secara langsung oleh penguasa.

77 meter.[16] Kerajaan Sriwijaya banyak dipengaruhi budaya India. Sebagai pusat pengajaran Buddha Vajrayana. banyak raja dan pemimpin yang berada di pulau-pulau pada Lautan Selatan percaya dan mengagumi Buddha. Selain itu ajaran Buddha aliran Buddha Hinayana dan Buddha Mahayana juga turut berkembang di Sriwijaya. berasal dari abad ke-7 sampai ke-8 masehi... dinyatakan bahwa terdapat 1000 orang pendeta yang belajar agama Budha pada Sakyakirti. sehingga secara langsung turut serta mengembangkan bahasa Melayu beserta kebudayaannya di Nusantara. seorang pendeta terkenal di Sriwijaya. yang belajar dengan tekun dan mengamalkannya dengan baik. I Tsing melaporkan bahwa Sriwijaya menjadi rumah bagi sarjana Buddha sehingga menjadi pusat pembelajaran agama Buddha. Atiśa. ditemukan di situs Bukit Seguntang.. ". Di dalam benteng kota Sriwijaya dipenuhi lebih dari 1000 biksu Budha. [15] Pengunjung yang datang ke pulau ini menyebutkan bahwa koin emas telah digunakan di pesisir kerajaan.Arca Buddha dalam langgam Amarawati setinggi 2.. yang melakukan kunjungan ke Sumatera dalam perjalanan studinya di Universitas Nalanda. Selain berita diatas.. pada tahun 671 dan 695. terdapat berita yang dibawakan oleh I Tsing. India. Jika seorang biarawan Cina ingin pergi ke India untuk . Palembang. Antara lain pendeta dari Tiongkok I Tsing. pertama oleh budaya Hindu kemudian diikuti pula oleh agama Buddha.. Menjelang akhir abad ke-10. Sriwijaya menarik banyak peziarah dan sarjana dari negara-negara di Asia. Raja-raja Sriwijaya menguasai kepulauan Melayu melalui perdagangan dan penaklukkan dari kurun abad ke-7 hingga abad ke-9. dihati mereka telah tertanam perbuatan baik. seorang sarjana Buddha asal Benggala yang berperan dalam mengembangkan Buddha Vajrayana di Tibet dalam kertas kerjanya Durbodhāloka menyebutkan ditulis pada masa pemerintahan Sri Cudamani Warmadewa penguasa Sriwijayanagara di Malayagiri di Suvarnadvipa.

seni Sriwijaya sekitar abad ke-9 M. lebih baik ia tinggal dulu di sini selama satu atau dua tahun untuk mendalami ilmunya sebelum dilanjutkan di India". disaat melemahnya pengaruh Sriwijaya. sehingga beberapa kerajaan yang semula merupakan bagian dari Sriwijaya.belajar Sabda. Pada salah satu naskah surat yang ditujukan kepada khalifah Umar bin Abdul Aziz (717-720) berisi permintaan agar khalifah sudi mengirimkan ulama ke istana Sriwijaya. Beberapa prasasti Siddhayatra abad ke-7 seperti Prasasti Talang Tuwo menggambarkan ritual Budha untuk memberkati peristiwa penuh berkah yaitu peresmian taman Sriksetra. sebuah masyarakat yang kompleks dan kosmopolitan yang sangat dipengaruhi alam pikiran Budha Wajrayana digambarkan bersemi di ibu kota Sriwijaya. kemudian tumbuh menjadi cikal-bakal kerajaan-kerajaan Islam di Sumatera kelak. tentunya menarik minat para pedagang dan ulama muslim dari Timur Tengah. sehingga mungkin kehidupan sosial Sriwijaya adalah masyarakat sosial yang di dalamnya terdapat masyarakat Budha dan Muslim sekaligus.[4] Sangat dimungkinkan bahwa Sriwijaya yang termahsyur sebagai bandar pusat perdagangan di Asia Tenggara. anugerah Maharaja Sriwijaya untuk rakyatnya. Sumatera Selatan. Tercatat beberapa kali raja Sriwijaya berkirim surat ke khalifah Islam di Damaskus. karena pengaruh orang muslim Arab yang banyak berkunjung dan berdagang di Sriwijaya. Prasasti . Suriah. maka seorang raja Sriwijaya yang bernama Sri Indrawarman pada tahun 718 diduga masuk Islam[17] atau setidaknya tertarik untuk mempelajari Islam dan kebudayaan Arab. Ada sumber yang menyebutkan. Berdasarkan berbagai sumber sejarah.[18] Budaya Arca Maitreya dari Komering. — Gambaran Sriwijaya menurut I Tsing.

dan timah. sementara Prasasti Kota Kapur menyebutkan keperkasaan balatentara Sriwijaya atas Jawa. seperti yang ditemukan di pulau Jawa. dan arca-arca Bodhisatwa Awalokiteswara dari Jambi[21]. Beberapa arca-arca bersifat Budhisme.Telaga Batu menggambarkan kerumitan dan tingkatan jabatan pejabat kerajaan. kepulaga. Sriwijaya hanya meninggalkan sedikit tinggalan purbakala di jantung negerinya di Sumatera. Candi Muara Takus. candi di Sumatera terbuat dari bata merah. pala. kayu gaharu. Sangat berbeda dengan episode Sriwijaya di Jawa Tengah saat kepemimpinan wangsa Syailendra yang banyak membangun monumen besar. Bidor. dan Biaro Bahal. Semua arca-arca ini menampilkan keanggunan dan langgam yang sama yang disebut "Seni Sriwijaya" atau "Langgam/Gaya Sriwijaya" yang memperlihatkan kemiripan — mungkin diilhami — oleh langgam Amarawati India dan langgam Syailendra Jawa (sekitar abad ke8 sampai ke-9).[24] Perdagangan Model kapal Sriwijaya tahun 800-an Masehi yang terdapat pada candi Borobudur. emas. Sejak abad ke-7. yang membuat raja Sriwijaya sekaya raja-raja di India. Sriwijaya menjadi pengendali jalur perdagangan antara India dan Tiongkok. bahasa Melayu menjadi lingua franca dan digunakan secara meluas oleh banyak penutur di Kepulauan Nusantara. Di dunia perdagangan. karena bahasa ini menjadi alat komunikasi bagi kaum pedagang.[13] Kekayaan yang melimpah ini telah memungkinkan Sriwijaya membeli . leluhur bahasa Melayu dan bahasa Indonesia modern. dan Borobudur. Semua prasasti ini menggunakan bahasa Melayu Kuno.[19] Meskipun disebut memiliki kekuatan ekonomi dan keperkasaan militer. Akan tetapi tidak seperti candi periode Jawa Tengah yang terbuat dari batu andesit. Palembang[20]. cengkeh. yakni dengan penguasaan atas Selat Malaka dan Selat Sunda. Perak[22] dan Chaiya. Ditandai dengan ditemukannya berbagai prasasti Sriwijaya dan beberapa prasasti berbahasa Melayu Kuno di tempat lain. Sejak saat itu. Candi-candi Budha yang berasal dari masa Sriwijaya di Sumatera antara lain Candi Muaro Jambi. seperti Candi Kalasan.[23] dan arca Maitreya dari Komering. Hubungan dagang yang dilakukan berbagai suku bangsa Nusantara menjadi wahana penyebaran bahasa Melayu. Orang Arab mencatat bahwa Sriwijaya memiliki aneka komoditas seperti kapur barus. Candi Sewu. gading. seperti berbagai arca Budha yang ditemukan di Bukit Seguntang. Sumatera Selatan. bahasa Melayu kuno telah digunakan di Nusantara.

karena saat itu wangsa Sailendra di Jawa adalah bagian dari mandala Sriwijaya. di antara kejatuhan dinasti Tang dan naiknya dinasti Song. Karena alasan itulah Sriwijaya harus terus menjaga dominasi perdagangannya dengan selalu mengawasi — dan jika perlu — memerangi pelabuhan pesaing di negara jirannya. dengan mendapatkan restu. Kejayaan bahari Sriwijaya terekam di relief Borobudur yaitu menggambarkan Kapal Borobudur. Dengan berperan sebagai entreport atau pelabuhan utama di Asia Tenggara. perdagangan dengan luar negeri cukup marak. persetujuan. dan kemudian dari kronik Tiongkok disebutkan Shih-li-fo-shih dengan rajanya Shih-li-t-'o-pamo (Sri Indrawarman) pada tahun 724 mengirimkan hadiah buat kaisar Cina. kerajaan Min dan kerajaan Nan Han dengan negeri kayanya Guangdong. Oseania. Disebutkan dalam catatan sejarah Champa adanya serangkaian serbuan angkatan laut yang berasal dari Jawa terhadap beberapa pelabuhan di Champa dan Kamboja. Mungkin angkatan laut penyerbu yang dimaksud adalah armada Sriwijaya. terutama Fujian. kemaharajaan bahari yang menguasai kawasan pada kurun abad ke-7 hingga ke-13 masehi. Tak diragukan lagi Sriwijaya mendapatkan keuntungan dari perdagangan ini. Kota Kapur di pulau Bangka. dan Samudra Hindia. kapal kayu bercadik ganda dan bertiang layar yang melayari lautan Nusantara sekitar abad ke-8 Masehi.kesetiaan dari vassal-vassal-nya di seluruh Asia Tenggara.[25] Pada paruh pertama abad ke-10. Sriwijaya juga menjalin perdagangan dengan tanah Arab. dan bandar Kedah dan Chaiya di semenanjung Melaya adalah beberapa bandar pelabuhan yang ditaklukan dan diserap kedalam lingkup pengaruh Sriwijaya. Kemungkinan utusan Maharaja Sri Indrawarman yang mengantarkan surat kepada khalifah Umar bin Abdul-Aziz dari Bani Umayyah tahun 718. berupa ts'engchi (bermaksud sama dengan Zanji dalam bahasa Arab). Kapal layar bercadik yang diabadikan dalam relief Borobudur mungkin adalah jenis kapal yang digunakan armada Sailendra dan Sriwijaya dalam pelayaran antarpulaunya. Sriwijaya senantiasa mengelola jejaring perdagangan bahari dan menguasi urat nadi pelayaran antara Tiongkok dan India. Cadik tunggal atau cadik ganda adalah ciri khas perahu bangsa Austronesia dan perahu bercadik inilah yang membawa bangsa Austronesia berlayar di seantero Asia Tenggara. Hal ini merupakan upaya Sriwijaya untuk menjamin monopoli perdagangan laut di Asia Tenggara dengan menggempur bandar pelabuhan pesaingnya. Keperluan untuk menjaga monopoli perdagangan inilah yang mendorong Sriwijaya menggelar ekspedisi militer untuk menaklukkan bandar pelabuhan pesaing di kawasan sekitarnya dan menyerap mereka ke dalam mandala Sriwijaya. Kalingga di Jawa Tengah. Fungsi cadik ini adalah untuk menyeimbangkan dan menstabilkan perahu. kembali ke Sriwijaya dengan membawa hadiah Zanji (budak wanita berkulit hitam). Bandar Malayu di Jambi. Penyebaran penduduk Kemaharajaan Bahari . Selain menjalin hubungan dagang dengan India dan Tiongkok. dan perlindungan dari Kaisar China untuk dapat berdagang dengan Tiongkok. Tarumanagara dan pelabuhan Sunda di Jawa Barat.

Para peneliti meyakini mereka adalah pemukim asal Kerajaan Sriwijaya.[30] Hubungan dengan wangsa Sailendra Candi Borobudur. Diduga penduduk yang berasal dari Sriwijaya telah mengkoloni dan membangun populasi di pulau Madagaskar yang terletak 3300 mil atau 8000 kilometer di sebelah Barat di seberang Samudra Hindia. dengan pengecualian pulau Madagaskar. pengaruh Sriwijaya jarang masuk hingga jauh di wilayah pedalaman. Sriwijaya kebanyakan menerapkan kedaulatannya di kawasan pesisir pantai dan kawasan sungai besar yang dapat dijangkau armada perahu angkatan lautnya di wilayah Nusantara. Sementara pada prasasti Sojomerto dijumpai nama Dapunta Selendra.Upaya Sriwijaya untuk menjamin dominasi perdagangan bahari di Asia Tenggara berjalan seiring dengan perluasan Sriwijaya sebagai sebuah kemaharajaan bahari atau thalasokrasi. hal ini merupakan sebuah petunjuk bahwa penduduk Madagaskar dikoloni oleh penduduk yang berasal dari Sriwijaya. Dengan menaklukkan bandar pelabuhan negara jiran yang berpotensi sebagai pesaingnya. bahwa nenek moyang penduduk Madagaskar adalah orang Indonesia. menyebabkan salah satu . Sriwijaya secara otomatis juga melebarkan pengaruh dan wilayah kekuasaannya di kawasan. dan prasasti Nalanda di India. [26] Sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh Jurnal Proceedings of The Royal Society.[31] Kemudian Moens menambahkan kedatangan Dapunta Hyang ke Palembang.[29] Periode kolonisasi Madagaskar bersamaan dengan kurun ketika Sriwijaya mengembangkan jaringan perdagangan bahari di seantero Nusantara dan Samudra Hindia. pembangunannya diselesaikan pada masa Samaratungga Artikel utama untuk bagian ini adalah: Wangsa Sailendra Munculnya keterkaitan antara Sriwijaya dengan dinasti Sailendra dimulai karena adanya nama Śailendravamśa pada beberapa prasasti di antaranya pada prasasti Kalasan di pulau Jawa. Sebagai kemaharajaan bahari. keduanya berasal dari Kalinga di selatan India. Berdasarkan penelitian DNA mitokondria. Walau asal-usul dinasti ini masih diperdebatkan sampai sekarang.[13] Majumdar berpendapat dinasti Sailendra ini terdapat di Sriwijaya (Suwarnadwipa) dan Medang (Jawa).[28] Bahasa Malagasy mengandung kata serapan dari bahasa Sansekerta dengan modifikasi linguistik melalui bahasa Jawa dan bahasa Melayu.[27] Migrasi ke Madagaskar diperkirakan terjadi 1200 tahun yang lalu sekitar kurun tahun 830 M. suku pribumi Malagasy dapat merunut silsilah mereka kepada 30 perempuan perintis yang berlayar dari Indonesia 1200 tahun yang lalu. prasasti Ligor di selatan Thailand.

Sri Indrawarman kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz. rempah wangi.[34] Hubungan dengan kekuatan regional Pagoda Borom That bergaya Sriwijaya di Chaiya.[32] Sementara Poerbatjaraka berpendapat bahwa dinasti ini berasal dari Nusantara.[35] Pada tahun 100 Hijriyah (718 Masehi) Maharaja Sriwijaya bernama Sri Indrawarman mengirimkan sepucuk surat kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz dari Kekhalifahan Umayyah. yang kebun binatangnya dipenuhi ribuan gajah. Meskipun demikian surat ini bukanlah berarti bahwa raja . Sriwijaya menjalin hubungan diplomasi dengan kekaisaran China. Untuk memperkuat posisinya atas penguasaan kawasan Asia Tenggara. Kepada Raja Arab yang tidak menyembah tuhan-tuhan lain selain Allah. yang berisi permintaan kepada Khalifah untuk mengirimkan ulama yang dapat menjelaskan ajaran dan hukum Islam kepadanya." — Surat Maharaja Sriwijaya.keluarga dalam dinasti ini pindah ke Jawa. yang isterinya pun adalah cucu dari ribuan raja. yang aroma harumnya menyebar hingga 12 mil. Aku telah mengirimkan kepadamu bingkisan yang tak seberapa sebagai tanda persahabatan. Thailand. didasarkan atas Carita Parahiyangan[33] kemudian dikaitkan dengan beberapa prasasti lain di Jawa yang berbahasa Melayu Kuna di antaranya prasasti Sojomerto. dan secara teratur mengantarkan utusan beserta upeti. pala. Kuharap engkau sudi mengutus seseorang untuk menjelaskan ajaran Islam dan segala hukum-hukumnya kepadaku. Dalam surat itu tertulis: " Dari Raja sekalian para raja yang juga adalah keturunan ribuan raja. dan jeruk nipis.[25] Peristiwa ini membuktikan bahwa Sriwijaya telah menjalin hubungan diplomatik dengan dunia Islam atau dunia Arab. yang wilayah kekuasaannya terdiri dari dua sungai yang mengairi tanaman lidah buaya.

Pengaruh Sriwijaya nampak pada bangunan pagoda Borom That yang bergaya Sriwijaya. Thatong (Kanchanadit). di mana raja Sriwijaya di Kadaram mengirimkan utusan yang meminta dikeluarkannya pengumuman pembebasan cukai pada kawasan sekitar Vihara Culamanivarmma tersebut. membantu perbaikan candi dekat Kanton pada tahun 1079. pada prasasti Nalanda berangka 860 mencatat bahwa raja Balaputradewa mendedikasikan sebuah biara kepada Universitas Nalanda. India. Sriwijaya juga berhubungan dekat dengan kerajaan Pala di Benggala.Sriwijaya telah memeluk agama Islam. Relasi dengan Dinasti Chola di selatan India juga cukup baik. Thailand Selatan. Setelah kejatuhan Sriwijaya. dan Khirirat Nikhom. Kemudian hubungan ini kembali membaik pada masa Kulothunga Chola I. yakni Tiongkok. Dari prasasti Leiden disebutkan raja Sriwijaya di Kataha Sri Mara-Vijayottunggawarman telah membangun sebuah vihara yang dinamakan dengan Vihara Culamanivarmma. dan pada masa dinasti Yuan disebut dengan nama Yuan Miau Kwan. Kronik Tiongkok menyebutkan bahwa Kulothunga Chola I (Ti-hua-ka-lo) sebagai raja San-fo-ts'i. budaya. Chaiya terbagi menjadi tiga kota yakni (Mueang) Chaiya. Kerajaan Khmer merupakan daerah jajahan Sriwijaya. di propinsi Surat Thani. melainkan hanya menunjukkan hasrat sang raja untuk mengenal dan mempelajari berbagai hukum. namun menjadi buruk setelah Rajendra Chola I naik tahta yang melakukan penyerangan pada abad ke-11. sebagai ibu kota kerajaan tersebut. Pada masa awal.[6] Masa keemasan . dan Timur Tengah. dan adat-istiadat dari berbagai rekan perniagaan dan peradaban yang dikenal Sriwijaya saat itu. Pada masa dinasti Song candi ini disebut dengan nama Tien Ching Kuan. Namun demikian pada masa ini Sriwijaya dianggap telah menjadi bagian dari dinasti Chola. Banyak sejarawan mengklaim bahwa Chaiya.

melindungi kapal-kapal dagang. Indonesia. menjadikan Sriwijaya sebagai pengendali rute perdagangan rempah dan perdagangan lokal yang mengenakan biaya atas setiap kapal yang lewat. di mana Haji Wurawari dari Lwaram yang kemungkinan merupakan raja bawahan Sriwijaya. memungut cukai. Kemaharajaan Sriwijaya bercirikan kerajaan maritim.[6] Masa penurunan Sebuah lukisan dari Siam menunjukkan penyerangan Chola di Kedah. Meskipun demikian Rajendra Chola I tetap . pada tahun 1006 atau 1016 menyerang dan menyebabkan terbunuhnya raja Medang terakhir Dharmawangsa Teguh. seluruh imperium Sriwijaya telah berada dalam pengaruh dinasti Chola. Berdasarkan prasasti Tanjore bertarikh 1030. Rajendra Chola I.[2] dan Filipina. Jambi. Selama beberapa dekade berikutnya. mengirim ekspedisi laut untuk menyerang Sriwijaya. Vietnam. raja dari dinasti Chola di Koromandel. Dalam prasasti Pucangan disebutkan sebuah peristiwa Mahapralaya. Kerajaan Chola telah menaklukan daerah-daerah koloni Sriwijaya. Semenanjung Malaya.Arca emas Avalokiteçvara bergaya Malayu-Sriwijaya. Tahun 1017 dan 1025. yaitu peristiwa hancurnya istana Medang di Jawa Timur.[36] Dari catatan sejarah dan bukti arkeologi. sekaligus berhasil menawan raja Sriwijaya yang berkuasa waktu itu SangramaVijayottunggawarman. pada abad ke-9 Sriwijaya telah melakukan kolonisasi di hampir seluruh kerajaan-kerajaan Asia Tenggara. menguasai dan membangun beberapa kawasan strategis sebagai pangkalan armadanya dalam mengawasi. India selatan. Sriwijaya mengumpulkan kekayaannya dari jasa pelabuhan dan gudang perdagangan yang melayani pasar Tiongkok. dan India.[37] Dominasi atas Selat Malaka dan Selat Sunda. Jawa. Sriwijaya juga disebut berperan dalam menghancurkan Kerajaan Medang di Jawa. antara lain: Sumatera. serta untuk menjaga wilayah kedaulatan dan kekuasaanya. Thailand. Kamboja. Mengandalkan hegemoni pada kekuatan armada lautnya dalam menguasai alur pelayaran. jalur perdagangan. ditemukan di Rantaukapastuo. Muarabulian.

Kronik Tiongkok menyebutkan bahwa pada tahun 1079. terhadap hegemoni Sriwijaya atas raja-raja bawahannya melemah.memberikan peluang kepada raja-raja yang ditaklukannya untuk tetap berkuasa selama tetap tunduk kepadanya. dan 13 potong pakaian. serta menyerahkan pula 227 tahil perhiasan.[40] Ekspedisi Chola mengubah jalur perdagangan dan melemahkan Palembang. rumbia. Pada tahun 1079 dan 1088.[38] Hal ini dapat dikaitkan dengan adanya berita utusan San-fo-ts'i ke Cina tahun 1028. Kemudian juga mengirimkan utusan berikutnya pada tahun 1088. Beberapa daerah taklukan melepaskan diri. masing-masing duta besar tersebut mengunjungi Cina.[39] Kawasan Sriwijaya dalam prasasti Tanjore Nama kawasan Pannai Malaiyur Mayirudingam Ilangasogam Mappappalam Mevilimbangam Valaippanduru Takkolam Madamalingam Ilamuri-Desam Nakkavaram Kadaram Tambralingga Lamuri Nikobar Kedah Langkasuka Keterangan Pannai Malayu Namun demikian pada masa ini Sriwijaya dianggap telah menjadi bagian dari dinasti Chola. catatan Cina menunjukkan bahwa Sriwijaya mengirimkan duta besar pada Cina.[40] Khususnya pada tahun 1079. yang merupakan surat dari putri raja yang diserahi urusan negara San-fo-tsi.[2] Pengaruh invasi Rajendra Chola I. yang kemudian mengirimkan utusan untuk membantu perbaikan candi dekat Kanton.[40] Ini menunjukkan bahwa ibu kota Sriwijaya selalu bergeser dari satu kota maupun kota lainnya selama periode tersebut. Sumatera. Kulothunga Chola I (Tihua-ka-lo) raja dinasti Chola disebut juga sebagai raja San-fo-ts'i. yang memungkinkan Jambi untuk mengambil kepemimpinan Sriwijaya pada abad ke-11. sampai Jawa bagian barat. Duta besar tersebut menyampaikan surat dari raja Kien-pi bawahan San-fo-tsi. Selanjutnya dalam berita Cina yang berjudul Sung Hui Yao disebutkan bahwa kerajaan San-fo-tsi pada tahun 1082 masih mengirimkan utusan pada masa Cina di bawah pemerintahan Kaisar Yuan Fong. sampai muncul Dharmasraya dan Pagaruyung sebagai kekuatan baru yang kemudian menguasai kembali wilayah jajahan Sriwijaya mulai dari kawasan Semenanjung Malaya.[41] .

Berdasarkan sumber Tiongkok pada buku Chu-fan-chi[42] yang ditulis pada tahun 1178, Chou-Ju-Kua menerangkan bahwa di kepulauan Asia Tenggara terdapat dua kerajaan yang sangat kuat dan kaya, yakni San-fo-ts'i dan Cho-po (Jawa). Di Jawa dia menemukan bahwa rakyatnya memeluk agama Budha dan Hindu, sedangkan rakyat San-fo-ts'i memeluk Budha, dan memiliki 15 daerah bawahan yang meliputi; Si-lan (Kamboja), Tan-ma-ling (Tambralingga, Ligor, selatan Thailand), Kia-lo-hi (Grahi, Chaiya sekarang, selatan Thailand), Ling-ya-si-kia (Langkasuka), Kilantan (Kelantan), Pong-fong (Pahang), Tongya-nong (Terengganu), Fo-lo-an (muara sungai Dungun daerah Terengganu sekarang), Jilo-t'ing (Cherating, pantai timur semenanjung malaya), Ts'ien-mai (Semawe, pantai timur semenanjung malaya), Pa-t'a (Sungai Paka, pantai timur Semenanjung Malaya), Lan-wu-li (Lamuri di Aceh), Pa-lin-fong (Palembang), Kien-pi (Jambi), dan Sin-t'o (Sunda).[6][12] Namun demikian, istilah San-fo-tsi terutama pada tahun 1178 tidak lagi identik dengan Sriwijaya, melainkan telah identik dengan Dharmasraya. Dari daftar 15 negeri bawahan San-fo-tsi tersebut, ternyata adalah wilayah jajahan Kerajaan Dharmasraya. Walaupun sumber Tiongkok tetap menyebut San-fo-tsi sebagai kerajaan yang berada di kawasan Laut Cina Selatan. Hal ini karena dalam Pararaton telah disebutkan Malayu. Kitab ini mengisahkan bahwa Kertanagara raja Singhasari, mengirim sebuah ekspedisi Pamalayu atau Pamalayu, dan kemudian menghadiahkan Arca Amoghapasa kepada raja Melayu, Srimat Tribhuwanaraja Mauli Warmadewa di Dharmasraya sebagaimana yang tertulis pada prasasti Padang Roco. Peristiwa ini kemudian dikaitkan dengan manuskrip yang terdapat pada prasasti Grahi. Begitu juga dalam Nagarakretagama yang menguraikan tentang daerah jajahan Majapahit, juga sudah tidak menyebutkan lagi nama Sriwijaya untuk kawasan yang sebelumnya merupakan kawasan Sriwijaya.

Struktur pemerintahan

Candi Muara Takus, salah satu kawasan yang dianggap sebagai ibukota Sriwijaya. Pembentukan satu negara kesatuan dalam dimensi struktur otoritas politik Sriwijaya, dapat dilacak dari beberapa prasasti yang mengandung informasi penting tentang kadātuan, vanua, samaryyāda, mandala dan bhūmi.[43] Kadātuan dapat bermakna kawasan dātu, (tnah rumah) tempat tinggal bini hāji, tempat disimpan mas dan hasil cukai (drawy) sebagai kawasan yang mesti dijaga. Kadātuan ini dikelilingi oleh vanua, yang dapat dianggap sebagai kawasan kota dari Sriwijaya yang

didalamnya terdapat vihara untuk tempat beribadah bagi masyarakatnya. Kadātuan dan vanua ini merupakan satu kawasan inti bagi Sriwijaya itu sendiri. Menurut Casparis, samaryyāda merupakan kawasan yang berbatasan dengan vanua, yang terhubung dengan jalan khusus (samaryyāda-patha) yang dapat bermaksud kawasan pedalaman. Sedangkan mandala merupakan suatu kawasan otonom dari bhūmi yang berada dalam pengaruh kekuasaan kadātuan Sriwijaya. Penguasa Sriwijaya disebut dengan Dapunta Hyang atau Maharaja, dan dalam lingkaran raja terdapat secara berurutan yuvarāja (putra mahkota), pratiyuvarāja (putra mahkota kedua) dan rājakumāra (pewaris berikutnya).[44] Prasasti Telaga Batu banyak menyebutkan berbagai jabatan dalam struktur pemerintahan kerajaan pada masa Sriwijaya.

Raja yang memerintah
Para Maharaja Sriwijaya[2][6] Prasasti, catatan pengiriman utusan ke Tiongkok serta peristiwa Catatan perjalanan I Tsing pada tahun 671-685, Penaklukan Malayu, penaklukan Jawa Prasasti Kedukan Bukit (683), Talang Tuo (684), Kota Kapur (686), Karang Brahi dan Palas Pasemah Utusan ke Tiongkok 702716, 724 Utusan ke Khalifah Muawiyah I dan Khalifah Umar bin Abdul Aziz Utusan ke Tiongkok 728742 Belum ada berita pada periode ini Prasasti Ligor B tahun 775 di Nakhon Si Thammarat, selatan Thailand dan menaklukkan Kamboja Wangsa Sailendra

Tahun

Nama Raja

Ibukota

671

Dapunta Hyang atau Sri Jayanasa

Srivijaya Shih-li-fo-shih

Sri Indrawarman 702 Shih-li-t-'o-pa-mo Rudra Vikraman 728 Lieou-t'eng-wei-kong 743-774

Sriwijaya Shih-li-fo-shih Sriwijaya Shih-li-fo-shih

775

Sri Maharaja

Sriwijaya Pindah ke Jawa

Tahun

Nama Raja

778

Dharanindra atau Rakai Panangkaran

Prasasti, catatan Ibukota pengiriman utusan ke Tiongkok serta peristiwa (Jawa Tengah atau mengantikan Wangsa Yogyakarta) Sanjaya Prasasti Kelurak 782 di sebelah utara kompleks Candi Prambanan Jawa Prasasti Kalasan tahun 778 di Candi Kalasan Prasasti Nalanda dan prasasti Mantyasih tahun 907 Prasasti Karang Tengah tahun 824, 825 menyelesaikan pembangunan candi Borobudur Kebangkitan Wangsa Sanjaya, Rakai Pikatan Kehilangan kekuasaan di Jawa, dan kembali ke Suwarnadwipa Prasasti Nalanda tahun 860, India Belum ada berita pada periode ini

782

Samaragrawira atau Rakai Warak

Jawa

792

Samaratungga atau Rakai Garung

Jawa

840

856

Balaputradewa

Suwarnadwipa

861-959 Sri Udayaditya Warmadewa Se-li-hou-ta-hia-li-tan 980 988 Sri Cudamani Warmadewa Se-li-chu-la-wu-ni-fuma-tian-hwa Sriwijaya Malayagiri (Suwarnadwipa) San-fo-ts'i Sriwijaya San-fo-ts'i

960

Utusan ke Tiongkok 960, & 962 Utusan ke Tiongkok 980 & 983: dengan raja, Hie-tche (Haji) 990 Jawa menyerang Sriwijaya, Catatan Atiśa, Utusan ke Tiongkok 988992-1003, pembangunan candi untuk

Ha-ch'i-su-wa-ch'a-p'u (Haji Sumatrabhumi (?)). catatan pengiriman utusan ke Tiongkok serta peristiwa kaisar Cina yang diberi nama cheng tien wan shou 1008 Sri MaraVijayottunggawarman Se-li-ma-la-pi San-fo-ts'i Kataha Prasasti Leiden & utusan ke Tiongkok 1008 Utusan San-fo-ts'i ke Tiongkok 1017: dengan raja. 1017 1025 SangramaVijayottunggawarman Sriwijaya Kadaram 1030 1079 1082 10891177 1178 1183 Srimat Trailokyaraja Dharmasraya . Tanjore. India Dibawah Dinasti Chola dari Koromandel Utusan San-fo-ts'i dengan raja Kulothunga Chola I (Tihua-ka-lo) ke Tiongkok 1079 membantu memperbaiki candi Tien Ching di Kuang Cho (dekat Kanton) Utusan San-fo-ts'i dari Kien-pi (Jambi) ke Tiongkok 1082 dan 1088 Belum ada berita Laporan Chou-Ju-Kua dalam buku Chu-fan-chi berisi daftar koloni San-fots'i Dibawah Dinasti Mauli. gelar haji biasanya untuk raja bawahan Diserang oleh Rajendra Chola I dan menjadi tawanan Prasasti Tanjore bertarikh 1030 pada candi Rajaraja.Tahun Nama Raja Ibukota Prasasti.

Tahun Nama Raja Maulibhusana Warmadewa Ibukota Prasasti. Warisan terpenting Sriwijaya mungkin adalah bahasanya. penemuan kembali kemaharajaan bahari ini oleh Coedès pada tahun 1920-an telah membangkitkan kesadaran bahwa suatu bentuk persatuan politik raya. catatan pengiriman utusan ke Tiongkok serta peristiwa Kerajaan Melayu. seperti lagu dan tarian tradisional Gending Sriwijaya. Bahasa ini menjadi bahasa kerja atau bahasa yang berfungsi sebagai penghubung (lingua franca) yang digunakan di berbagai bandar dan pasar di kawasan Nusantara. kaum nasionalis Indonesia juga mengagungkan Sriwijaya sebagai sumber kebanggaan dan bukti kejayaan masa lampau Indonesia. Di samping Majapahit.[45] Tersebar luasnya Bahasa Melayu Kuno ini mungkin yang telah membuka dan memuluskan jalan bagi Bahasa Melayu sebagai bahasa nasional Malaysia. setidaknya di kawasan pesisir. Keluhuran Sriwijaya telah menjadi inspirasi seni budaya. dan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu Indonesia modern. kekuatan ekononomi dan keperkasaan militernya telah berperan besar atas tersebarluasnya penggunaan Bahasa Melayu Kuno di Nusantara. dan berjaya pada masa lalu. Selama berabad-abad. Hal yang sama juga berlaku bagi masyarakat selatan Thailand yang menciptakan kembali tarian Sevichai yang berdasarkan pada keanggunan seni budaya Sriwijaya. Meskipun Sriwijaya hanya menyisakan sedikit peninggalan arkeologi dan keberadaanya sempat terlupakan dari ingatan masyarakat pendukungnya. khususnya bagi penduduk kota Palembang. Prasasti Grahi tahun 1183 di selatan Thailand Warisan sejarah Busana gadis penari Gending Sriwijaya yang raya dan keemasan menggambarkan kegemilangan dan kekayaan Sriwijaya. berupa kemaharajaan yang terdiri atas persekutuan kerajaan-kerajaan bahari. nama Sriwijaya telah digunakan dan diabadikan sebagai nama jalan di berbagai kota. pernah bangkit. tumbuh. Sumatera Selatan.[46] Kegemilangan Sriwijaya telah menjadi sumber kebanggaan nasional dan identitas daerah. Di Indonesia. dan nama ini juga digunakan oleh Universitas Sriwijaya yang didirikan .

Pada tanggal 11 November 2011 digelar upacara pembukaan SEA Games 2011 di Stadion Gelora Sriwijaya. memuliakan. Upacara pembukaan ini menampilkan tarian kolosal yang bertajuk "Srivijaya the Golden Peninsula" menampilkan tarian tradisional Palembang dan juga replika ukuran sebenarnya perahu Sriwijaya untuk menggambarkan kejayaan kemaharajaan bahari ini. PT Pupuk Sriwijaya (Perusahaan Pupuk di Sumatera Selatan). Sriwijaya Post (Surat kabar harian di Palembang). dan Sriwijaya Football Club (Klab sepak bola Palembang). dan merayakan kemaharajaan Sriwijaya yang gemilang. Semuanya dinamakan demikian untuk menghormati.tahun 1960 di Palembang. Palembang. Demikian pula Kodam II Sriwijaya (unit komando militer). Sriwijaya TV.[47][48] . Sriwijaya Air (maskapai penerbangan). Stadion Gelora Sriwijaya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful