APLIKASI SEMEN DALAM PEMBANGUNAN TAMAN ATAP (ROOF GARDEN) SEBAGAI “RUANG HIJAU ALTERNATIF” DI KAWASAN PERKOTAAN (MEMAHAMI

EKSISTENSI SEMEN DALAM MENDUKUNG PEMBANGUNAN KOTA YANG BERKELANJUTAN)

Pembangunan Kota Berkelanjutan (Sustainable City) Berbagai permasalahan lingkungan global dan isu keberlanjutan (sustainability issue) yang dalam dua dekade terakhir marak dibicarakan dalam forum-forum internasional telah berimplikasi luas dalam banyak bidang kehidupan, tak terkecuali bagi paradigma pembangunan kota (Roychansyah, 2006). Negara-negara maju seperti Amerika, Jepang, Korea, dan negara Skandinavia di kawasan Eropa telah melakukan pembangunan kota dengan menitik beratkan pada aspek keberlanjutan (sustainability) sejak dua dasawarsa terakhir. Saat ini telah berkembang banyak paradigma dan model pembangunan kota yang menghendaki terciptanya kota berkelanjutan (sustainable city). Beberapa diantaranya adalah paradigma kota kompak (compact city), kota sehat (healthy city), dan kota ekologis atau kota hijau (green city). Tampak di sini bahwa ketiga paradigma tersebut menghendaki substansi keberlanjutan sebagai suatu landasan ideal (esensi) bagi pembangunan kota saat ini dan masa mendatang. Pembangunan kota berkelanjutan sendiri terintegrasi dengan tiga aspek utama yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan dimana ketiganya harus dijalankan secara seimbang agar tujuan “keberlanjutan” dapat dicapai (Gambar 2.1). Menurut Dharma (2005) dalam wacana kota yang berkelanjutan, dapat dijelaskan bahwa hubungan aspek ekonomi dengan masyarakat kota tercermin dari taraf hidup, hubungan ekonomi dengan lingkungan tercermin dari kegiatan konservasi, dan hubungan masyarakat dengan lingkungan tercermin dari ko-eksistensi mereka. Wacana sustainability dalam arsitektur dan perencanaan tata ruang kota merupakan isu pembangunan kota yang sulit direalisasikan. Hal tersebut disebabkan karena banyaknya aspek yang perlu diperhatikan, antara lain: topografi dan iklim mikro, efisiensi infrastruktur, tata guna lahan, transportasi, dan sumber energi.
External force: pemanasan global & keterbatasan SDA EKONOMI PERANGKAT UKUR : • Teknologi • Informasi • Partisipasi publik • Pendidikan KRITERIA : • Rendah emisi • Sehat • Aman • Nyaman • Ramah (menyenangkan)

SOSIAL

LINGKUNGAN

“Human Well Being” (Sustainability) PRINSIP : pemerintahan, kebijakan terintegrasi, ekosistem, dan kerjasama (partnership)

Gambar 2.1 Sketsa Kasar Sustainable City (Dharma, 2005)

Transportasi. lingkungan alam. Keduanya menurut Wegener (2004) mempunyai hubungan kuat untuk mempengaruhi kondisi lingkungan kota. 2004). Sebagai salah satu unsur kota yang penting khususnya dilihat dari fungsi ekologis. terutama dilihat dari makro-fisik kota. 2006) pengertian Ruang Terbuka Hijau (RTH) adalah “sebentang lahan terbuka tanpa bangunan yang mempunyai ukuran. salah satunya adalah ruang terbuka hijau (RTH) kota. bisa dibedakan ke dalam tiga bagian yang besar atau trimatra. Tautan aksi-reaksi ini berjalan begitu dinamis dan terus-menerus seiring pembangunan kota.2 Tautan antara Morfologi. dan Lingkungan (Wegener. kondisi lingkungan yang secara langsung memberi umpan balik pada model morfologi sebuah kota dan model transportasinya (Gambar 2. menuntut munculnya ide-ide responsif dalam mengusung pembangunan yang makin bersahabat dengan masa depan dalam sebuah ruang kota (sustainable urban development). sosial. MORFOLOGI TRANSPORTASI LINGKUNGAN Pengaruh Umpan balik Gambar 2.2). Akibat sifat perubahan yang cepat (fast speed of change) pada matra transportasi ini. Dalam pembangunan kota yang berkelanjutan. Dalam rangka mencapai keseimbangan tersebut maka penting untuk mempertahankan dan melestarikan “ruang hijau” yang berada di kawasan kota. Ketiga. barang. Perubahan pada morfologi kota membawa perubahan cepat pada transportasi dan lingkungan kota. ekonomi. bentuk kota yang menggambarkan perwujudan fisik kota yang sangat dipengaruhi oleh fungsi lahan perkotaan. Pertama. Pengertian dan Manfaat Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Kecenderungan yang terjadi pada kota-kota dunia sampai saat ini adalah menata kembali kotanya menuju ke arah keseimbangan antara daerah ’hijau’ dengan ’non hijau’ sehingga tercapai lingkungan perkotaan yang layak huni yaitu kondisi lingkungan kota yang sehat.Kota secara garis besar. dan kegiatan manusia antar-ruang kota. Kedua. Perubahan berbagai faktor dalam sebuah entitas wilayah kota (penduduk. ketiga matra ini merupakan titik tolak menuju perubahan yang lebih baik (Roychansyah. 1995 (dalam Direktorat Jenderal Penataan Ruang. masalah pelik akibat degradasi lingkungan global maupun lokal. termasuk pembagian maupun penggunaan ruang oleh beragam aktivitas dalam kota. dan lain sebagainya) akan membawa perubahan pada ketiganya. maka perubahan kebijakan transportasi kota pun lebih dinamis dibandingkan matra yang lain. Menurut Purnomohadi. bentuk dan batas geografis tertentu dengan status . maka sudah seharusnya RTH Kota (Urban Green Open Space) dipandang sebagai salah satu komponen vital pembangunan kota. budaya. Di sisi lain. 2006). transportasi kota yang berfungsi sebagai penghubung warga. nyaman dan berkelanjutan. Sebaliknya kondisi transportasi yang berubah cepat ini akan membawa perubahan pada bentukan dan lingkungan kota selanjutnya.

meningkatkan kenyamanan. RTH merupakan bagian atau salah satu sub-sistem dari sistem kota secara keseluruhan. Fungsi bio-ekologis (fisik). Austria Inggris. rerumputan. Perancis. demikian juga dengan Swiss yang mulai intensif mengembangkan taman atap sejak tahun 1990. Di Inggris. Dapat tercipta suasana serasi. dan Aplikasinya Pengembangan taman atap modern (roof garden atau green roof) merupakan fenomena yang relatif baru. Austria (kota Linz) telah mengembangkan proyek taman atap sejak tahun 1983. serta penahan angin. jalur hijau jalan. atau kegiatan sosialisasi lain. dan Swedia (www. 2. RTH didefinisikan sebagai “bagian dari ruang-ruang terbuka (open spaces) suatu wilayah perkotaan yang diisi oleh tumbuhan. RTH menjadi bagian dari sistem sirkulasi udara (’paru-paru kota’) dan pengatur iklim mikro sehingga sistem sirkulasi udara dan air secara alami dapat berlangsung lancar. Taman Atap (Roof Garden): Sejarah. berbuah dan berdaun indah. dan seimbang antara berbagai bangunan gedung. berolahraga. penyerap (pengolah) polutan udara. sebagai tumbuhan pelengkap. tanaman berbunga. memperindah lingkungan kota (baik dari skala mikro: halaman rumah. Manfaat. kesejahteraan. kemudian menjadi populer di Atlanta. Mampu menstimulasi kreativitas dan produktivitas warga kota. semak. serta bisa menjadi bagian dari usaha pertanian. Bahkan saat ini diperkirakan 10% dari semua bangunan yang ada di Jerman telah memiliki taman atap. kehutanan. yang sekaligus menghasilkan ’keseimbangan kehidupan fisik dan psikis’. menurut Direktorat Jenderal Penataan Ruang Departemen Pekerjaan Umum. kenyamanan.efbgreenroof. ekonomi (produktif) dan budaya. air dan tanah. Italia. lingkungan permukiman. dan vegetasi (endemik. Keberadaan RTH di kawasan kota mempunyai fungsi dasar yang secara umum dibedakan sebagai berikut (Direktorat Jenderal Penataan Ruang. 2006): 1. 3.penguasaan apapun. infrastruktur jalan dengan pepohonan hutan kota. dan keindahan wilayah perkotaan” (Departemen Arsitektur Lanskap IPB. Fungsi estetis. introduksi) guna mendukung manfaat langsung dan/atau tidak langsung yang dihasilkan oleh RTH dalam kota tersebut yaitu keamanan. yang di dalamnya terdapat tetumbuhan hijau berkayu dan tahunan (perennial woody plants). dan lain-lain. dengan pepohonan sebagai tumbuhan penciri utama dan tumbuhan lainnya (perdu. Juga bisa berekreasi secara aktif maupun pasif. taman gedung. penyedia habitat satwa. tempat pendidikan. produsen oksigen. Ekosistem perkotaan. sebagai peneduh. sekaligus merupakan media komunikasi warga kota. tanaman. maupun makro: lansekap kota secara keseluruhan). Teknologi taman atap pertama kali dikembangkan di Jerman pada tahun 1980-an yang selanjutnya menyebar ke berbagai negara Eropa lainnya seperti Swiss. Belanda. serta benda-benda lain yang juga sebagai pelengkap dan penunjang fungsi RTH yang bersangkutan”. serta jalur biru bantaran kali. 2005) Dalam masalah perkotaan. 4. dan penelitian. Portland. seperti: bermain. . RTH mampu menggambarkan ekspresi budaya lokal. dan tumbuhan penutup tanah lainnya).eu). bantaran rel kereta api. Pengembangan taman atap juga populer di Amerika meskipun tidak seintensif di Eropa. taman kota pertanian dan perhutanan. tempat rekreasi. produsen oksigen. Sementara itu. penyerap air hujan. pemerintah kota London dan Sheffield bahkan telah membuat kebijakan khusus mengenai pengembangan taman atap. Di Amerika konsep taman atap pertama kali dikembangkan di Chicago. Selain Jerman. Fungsi sosial. taman kota.

komposisi vegetasi pada taman atap memiliki potensi yang baik dalam meredam kebisingan yang berasal dari luar bangunan (suara bising kendaraan bermotor atau aktivitas industri) 5. Meningkatkan kenaekaragaman hayati kota. memiliki potensi besar untuk dikembangkan taman . China. kedalaman tanah (media tanam). Mengurangi polusi suara/ kebisingan. taman atap jenis ini membutuhkan biaya perawatan yang cukup murah. khususnya di kota-kota besar (metropolis) memiliki peran penting seperti halnya ruang hijau lainnya. Beberapa negara di Asia seperti Jepang. taman atap dapat menyimpan sebagian air yang berasal dari air hujan sehingga menyediakan mekanisme evaporasi-transpirasi yang lebih efisien. taman atap dapat berfungsi sebagai habitat sekaligus penghubung bagi pergerakan organisme (wildlife) antar ruang hijau di kawasan perkotaan Berdasarkan jumlah biaya (perawatan) yang dibutuhkan. Green Roof Project (New York dan Washington) (Joga. taman atap dibedakan menjadi tiga macam yaitu (The Environment Site. atau dinding. Di kawasan perkotaan yang sebagian besar ruangnya dipenuhi dengan bangunanbangunan besar (pencakar langit). atap rumah. Taman atap ini mempunyai skala bangunan yang ringan dan sempit sehingga banyak digunakan pada bagian rumah yang tidak terlalu luas seperti garasi. dan Singapura merupakan penggiat dalam proyek-proyek taman atap. teras. 2008). Taman Atap Ekstensif (Extensive Green Roof). Taman Atap Semi Ekstensif (Semi-Extensive Green Roof). 2006): 1. Taman atap jenis ini banyak digunakan pada bangunan-bangunan besar (pencakar langit) serta dapat dimanfaatkan sebagai sarana rekreasi. Mengurangi tingkat polusi udara. asri. taman atap ini mempunyai ukuran yang luas dengan struktur bangunan yang besar dan kuat. Holladay. Konservasi air. Menampilkan keindahan pada aspek bangunan (estetika). Skyrise Greening Project (Singapura). taman atap juga berperan dalam menstabilkan jumlah gas rumah kaca (karbon dioksida) di atmosfir kota sehingga dapat menekan efek rumah kaca. dan tanaman yang digunakan adalah tanaman hias ringan. dan nyaman. 4. dan New York (Wikipedia.org. 2008. media tanam (tanah) yang dangkal. 6. Taman atap ini membutuhkan struktur bangunan yang lebih kuat dan berat. Hongkong. 2. 2. Ancaman terhadap eksistensi RTH akibat pembangunan infrastruktur-infrastruktur kota dapat diimbangi atau dikompensasi dengan mengembangkan taman atap. 3. 3.Washington. 2006) : 1. Ecoroof Project (Berlin). Keberadaan taman atap. sama halnya dengan fungsi taman pada umumnya. dan jenis tanaman yang digunakan. Taman Atap Intensif (Intensive Green Roof). mampu menampung berbagai jenis tanaman baik kecil maupun besar (pohon). Pada umumnya manfaat taman atap (roof garden) adalah sebagai berikut (Green Rooftops. Beberapa contoh proyek pengembangan taman atap yang sukses adalah Flying Green Project (Tokyo dan Hong Kong). Menurunkan suhu udara. Korea. mampu menampung sejumlah besar jenis tanaman dan lebih dekoratif. taman atap (green roof) menyediakan keindahan bagi aspek bangunan sehingga tampak lebih hidup. vegetasi pada taman atap mampu merubah polutan (toksin) di udara menjadi senyawa tidak berbahaya melalui proses reoksigenasi. taman atap ini mempunyai kedalaman media tanam (tanah) yang lebih dibandingkan taman atap ekstensif. keberadaan taman atap dapat mengurangi efek panas radiasi sinar matahari yang berasal dari dinding bangunan maupun dari tanah (heat island effect). 2008).

semen jenis umum dengan perubahan-perubahan (Modified Portland Cement). Amerika. Besi Oksida (Fe2O3) dan Magnesium Oksida (MgO). semen Portland tahan sulfat (Sulfate Resisting Portland Cement). Aplikasi taman atap dapat dilakukan di kawasan perkotaan (urban areas). − Tipe II. hotel. Singapura. Inggris. Namba Park di Osaka. IV.atap (roof garden). stasiun. di kawasan industri seperti pada pabrik-pabrik. atau di air yang tinggi kadar alkalinya. . museum. II. Amerika (Wikipedia. tidak hanya terbatas pada gedung-gedung pencakar langit melainkan dapat dikembangkan pada bangunan rumah sekalipun. atau rumah susun. Alumunium Oksida (Al2O3). semen Portland jenis umum (Normal Portland Cement). dibentuk dari bahan utama batu kapur/gamping berkadar kalsium tinggi yang diolah dalam tanur yang bersuhu dan bertekanan tinggi. perpustakaan. sekolah. apartemen. Beberapa contoh bangunan yang dilengkapi dengan taman atap antara lain Gedung ACROS (Asian Crossroads Over The Sea) di kota Fukuoka. Semen putih (gray cement) adalah semen yang lebih murni dari semen abu dan digunakan untuk pekerjaan penyelesaian (finishing). − Tipe I. Batu kapur/gamping adalah bahan alam yang mengandung senyawa Calcium Oksida (CaO). Semen digolongkan menjadi beberapa jenis sebagai berikut (Beacukai. sedangkan lempung/tanah liat adalah bahan alam yang mengandung senyawa Silika Oksida (SiO2). 2002): 1. Amerika. dan di tempat-tempat lainnya seperti taman hiburan (rekreasi). seperti sebagai filler atau pengisi. airport. dan lain sebagainya (Green Rooftops. Jenis ini untuk membangun struktur bangunan yang menuntut kekuatan tinggi atau cepat mengeras. Chicago City Hall. yaitu tipe I. semen Portland dengan panas hidrasi yang rendah (Low Heat Portland Cement). universitas. − Tipe IV. III. Ballard Library di Seattle. yaitu jenis semen Portland untuk penggunaan dalam konstruksi beton secara umum yang tidak memerlukan sifat-sifat khusus. Untuk menghasilkan semen. 2008). bahan baku tersebut dibakar sampai meleleh. Jepang. − Tipe V. museum L'Historial de la Vendée. Perancis. Jenis ini khusus untuk penggunaan panas hidrasi serendahrendahnya. Semen jenis ini dibuat dari bahan utama kalsit (calcite) limestone murni. 2. Jepang. yaitu jenis semen yang tahan terhadap sulfat dan panas hidrasi sedang. di kawasan atau kompleks perumahan (residential). 2008). dan V. rumah sakit. yaitu pada gedung-gedung perkantoran. semen Portland dengan kekuatan awal tinggi (High Early Strength Portland Cement). Semen ini biasa digunakan sebagai perekat untuk memplester. Jenis ini merupakan jenis khusus untuk penggunaan pada bangunan-bangunan yang terkena sulfat seperti di tanah. Horniman Museum dan Canary Wharf di Londond. dan Golden Gate Park di San Fransisco. Semen ini berdasarkan prosentase kandungan penyusunannya terdiri dari lima tipe. Semen abu atau semen portland adalah bubuk/bulk berwarna abu kebiru-biruan. mall. sebagian untuk membentuk clinkernya yang kemudian dihancurkan dan ditambah dengan gips (gypsum) dalam jumlah yang sesuai. Rumah Sakit Mount Elizabeth. Aplikasi taman atap saat ini telah berkembang luas. Semen: Jenis dan Kegunaanya Semen (cement) adalah hasil industri dari paduan bahan baku berupa batu kapur/gamping sebagai bahan utama dan lempung/tanah liat atau bahan pengganti lainnya dengan hasil akhir berupa padatan berbentuk bubuk/bulk. − Tipe III.

1). Pozzolan buatan (fly ash) merupakan hasil sampingan dari pembakaran batubara yang mengandung amorphous silika. Taman atap terutama berperan penting dalam menyuplai pasokan oksigen dan mereduksi jumlah polutan udara (air quality improvement) serta efek panas kota (urban heat island effect) (Townshend dan Duggie. pembangunan sarana transportasi seperti pembuatan jalan. Dalam hal ini taman atap adalah batu pijakan (stepping stone) bagi pergerakan rantai ekologi (ecological and wildlife) antara taman atap dengan ruang hijau di kawasan kota maupun dengan "kawasan sumber" (resources pool) yang berada di luar kota (Pramukanto. 1990). besi oksida dan oksida lainnya dalam berbagai variasi jumlah. Dalam hal ini beton adalah produk penting dari semen yang mendominasi hampir seluruh kegiatan konstruksi. tiang listrik dan sebagainya (Dirjen Kimia Dasar. baik di darat maupun di lepas pantai. dan membentuk relief. dan sebagainya) (Sagel. bantalan kereta api beton. keramik. 4. Penggunaan semen dan beton ini antara lain untuk pembangunan perumahan. 3. Semen ini digunakan sebagai campuran untuk membuat beton. Beton dibentuk dari agregat campuran (halus dan kasar) dan ditambah dengan pasta semen yang berfungsi mengikat pasir dan bahan-bahan agregat lain (batu kerikil. Pengembangan taman atap (roof garden atau green roof) di kawasan kota-kota besar (metropolis) merupakan salah satu solusi cerdas yang layak ditawarkan untuk mengatasi minimnya ketersediaan RTH kota. 2007. Menilai Potensi Pengembangan Taman Atap (Roof Garden) sebagai Upaya Mempertahankan Fungsi RTH Kota Ketika alih fungsi ruang terbuka hijau (RTH) kota tidak dapat dihindari akibat kebijakan pembangunan kota. Sama halnya dengan manfaat ruang hijau lainnya. Semen merupakan salah satu komoditi strategis karena peranannya yang sangat vital sebagai komponen penunjang dalam pembangunan fisik dan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat banyak dalam hal pembangunan. 1997). Pembangunan taman atap di pusat-pusat kota turut berkontribusi dalam mengimbangi atau ‘mengkompensasi’ berbagai bentuk penurunan kualitas lingkungan akibat pembangunan fisik kota. merekatkan bata.Oil well cement atau semen sumur minyak adalah semen khusus yang digunakan dalam proses pengeboran minyak bumi atau gas alam. Semen dibutuhkan dalam pembuatan beton dan pondasi. jembatan. taman atap juga memberikan banyak keuntungan apabila dikembangkan secara intensif khususnya di pusat-pusat kota. Keberadaan taman atap juga menjadi titik-titik awal bagi terciptanya jejaring infrastruktur alam di kawasan kota (green roof network) sehingga dapat mengatasi isolasi dan kesulitan untuk membangun jejaring ekologis yang kontinu pada ruang kota. Gambar 3. pelabuhan. . maka sesungguhnya diperlukan upaya alternatif untuk menggantikan keberadaan atau fungsi RTH tersebut mengingat bahwa fungsi ekologis RTH yang sifatnya tak tergantikan. serta ekonomi. Townshend dan Duggie (2007) menjelaskan bahwa green roof telah dikembangkan di sejumlah negara dan terbukti memiliki berbagai manfaat yang signifikan dalam aspek kenyamanan dan estetika. basait. gedung. Mixed & fly ash cement adalah campuran semen abu dengan Pozzolan buatan (fly ash). melicinkan dinding. aluminium oksida. lingkungan. 2005). sehingga menjadi lebih keras. batu alam.

Akibatnya. Potensi tersebut berkaitan dengan dua hal yaitu pertama. paradigma pembangunan kota yang cenderung kuat mengancam eksistensi ruang hijau sekaligus semakin kuatnya tuntutan dan tekanan dari banyak pihak untuk melestarikannya. Diakui atau tidak taman atap mempunyai potensi besar untuk dikembangkan hampir di semua kawasan perkotaan.1 Peran Taman Atap dalam Mengurangi Efek Panas Kota dan Meningkatkan Kualitas Udara (www. . 2005). Seperti telah diketahui bahwa salah satu masalah utama di kawasan kota adalah peningkatan suhu udara (urban heat island effect). terutama di kota-kota metropolitan dan megapolitan yang tidak lagi memiliki cukup ruang terbuka hijau (RTH). kehadiran taman atap sekaligus memberikan keuntungan estetik dan ekonomi. Beberapa keuntungan ekonomi lainnya dari pengembangan taman atap adalah mengurangi penggunaan AC berdaya (watt) tinggi.net. SOx.INPUT Mengurangi penggunaan AC dalam ruangan INFRASTRUKTUR TAMAN ATAP PROSES Mengurangi konsumsi energi OUTPUT Menghemat biaya konsumsi energi Mengurangi risiko gangguan kesehatan Mengurangi konsentrasi partikulat dan debu Kadar CHGs. meningkatkan insulasi terhadap bising (Dunnett dan Kingsbury. Berkaitan dengan hal tersebut. 2005) Selain berperan penting dalam proses-proses penyehatan lingkungan kota. dan polutan udara lain berkurang Mengurangi kadar radikal bebas dan gas rumah kaca (GRK) • fungsi naungan • fungsi evapo-transpirasi • fungsi penyaring (filter) Menurunkan suhu udara di luar ruangan melalui pendinginan uap panas (evaporate cooling) Mengurangi penggunaan AC pada semua bangunan Sumber area pemantul panas (radiasi) berkurang Membatasi reaksi dan jangkauan asap /polutan menangkap partikulat/polutan di sekitar bangunan Gambar 3. 2004). Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Florida menemukan bahwa rata-rata maksimum suhu udara siang hari di Florida (periode Juli sampai September 2005) pada permukaan atap bangunan tanpa taman atap adalah 1300 F (± 550 C). keberadaan taman atap telah diketahui turut berkontribusi menekan konsumsi energi dari peralatan listrik untuk pendingin ruangan (AC) melalui peranannya mereduksi efek panas kota. Menurut Holladay (2006) taman atap dapat menekan fluktuasi suhu udara sehingga relatif stabil sepanjang hari. NOx. melindungi atap bangunan dari kerusakan mekanis maupun fisik akibat sinar matahari dan air hujan sehingga lebih tahan lama (Porsche dan Köhler.greenroofs. sedangkan pada bangunan dengan taman atap adalah 910 F (± 360 C). 2003). sebagian besar bangunan (gedung) di kawasan kota menggunakan peralatan listrik untuk pendingin ruangan (AC) sehingga berdampak terhadap meningkatnya konsumsi energi (listrik). Jika demikian kenyataanya. berpotensi dikembangkan sebagai tempat rekreasi (tergantung tipe dan keunikannya) serta memberikan nuansa baru dalam bisnis properti (Environmental Design and Construction.

munculnya trend baru dalam bidang arsitektur dan bisnis properti yang menghendaki pengembangan bangunan ramah lingkungan (green building). sehat. Hong Kong. dan nyaman. Namun demikian. Di samping itu. Jelaslah kiranya bahwa pengembangan taman atap (roof garden) di kawasan kota boleh jadi adalah salah satu solusi terbaik dalam rangka menjamin ketersediaan ruang hijau kota yang berkelanjutan sekaligus menampilkan aspek estetik kota. Konsep Dasar Pengembangan Taman Atap (Roof Garden) Hampir semua taman atap dibangun di atas atap bangunan atau struktur bangunan yang lain seperti teras bangunan. Dalam hal ini roof garden adalah salah satu komponen unik dalam bangunan ramah lingkungan yang memberikan banyak keuntungan baik ekologis. Hasil tersebut mulai tampak jelas ketika pengembangan taman atap dilakukan secara intensif dan berkelanjutan sekaligus disesuaikan dengan kebutuhan ruang hijau kota. sehingga pada realisasinya tidak menimbulkan masalah serius terkait pemanfaatan ruang. 2) banyaknya gedung (bangunan) raksasa di kawasan perkotaan menyediakan potensi ruang bagi pengembangan taman atap. Korea. maupun estetik. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan hunian berkonsep ramah lingkungan tidak hanya sekedar trend tetapi juga mulai mengarah kepada gaya hidup (life style). pembangunan taman atap menjadi sangat relevan sebagai suatu upaya alternatif untuk memenuhi kebutuhan ‘ruang hijau’ secara berkelanjutan di dalam ruang kota yang terfragmentasi oleh bangunan-bangunan beton. Pengembangan taman atap dalam bisnis properti tidak lagi terbatas pada bangunanbangunan pencakar langit melainkan telah meluas untuk perumahan (real estate). berikut adalah beberapa definisi dari taman atap. . haruslah disadari bahwa manfaat yang diperoleh dari pengembangan taman atap terkait dengan perbaikan kualitas lingkungan kota tidaklah serta merta menunjukkan hasil yang signifikan mengingat banyak faktor yang mempengaruhi. atau bahkan pada dinding-dinding bangunan. Hal tersebut terutama didasarkan pada beberapa hal sebagai berikut: 1) kenyataan bahwa aktivitas pemanfaatan ruang kota untuk pembangunan infrastruktur seringkali mengorbankan ruang terbuka hijau (RTH) kota. 3) pengalaman dari beberapa negara seperti Jepang. Dalam kasus semacam ini. Berkaitan dengan konsep pengembangan taman atap. ekonomi. ruang kota pada umumnya dipenuhi oleh bangunan pencakar langit dan gedung-gedung raksasa yang tersebar secara acak (tidak tertata) sehingga menyebabkan ruang kota menjadi terfragmentasi. Dampak perubahan iklim akibat pemanasan global telah memaksa sebagian besar pelaku industri properti untuk mengembangkan konsep rumah dan bangunan ramah lingkungan. Artinya. Keadaan tersebut mengakibatkan kesulitan tersendiri dalam mengembangkan suatu area terbuka hijau konvensional yang membutuhkan lahan cukup luas. pembangunan taman atap tidak memerlukan lahan khusus yang cukup luas sebagaimana RTH lainnya. Lahan yang dibutuhkan untuk pengembangan taman atap berupa atap-atap atau struktur bangunan (gedung) yang memang memungkinkan untuk dikembangkan menjadi taman atap. tangga. Jika hal ini telah dilakukan maka selanjutnya taman-taman atap yang ada akan membentuk suatu jaringan ekologis di dalam ruang kota yang pada gilirannya akan menciptakan ekosistem kota yang lebih ‘hidup’.taman atap tentu menjadi sebuah alternatif terbaik oleh karena pengembangannya sejalan dengan model pembangunan kota seperti yang dimaksud. Amerika. Kedua. dan negara di kawasan Eropa memperlihatkan bahwa banyak keuntungan yang bisa diperoleh dengan mengembangkan proyek-proyek taman atap (green roof project).

membran penyaring. 2005) 2. Kedua. Pada umumnya pemilihan model atau jenis taman atap paling tidak ditentukan oleh tiga hal yaitu grand desain bangunan. Ketiganya haruslah dipertimbangkan dengan baik dan cermat agar pengembangan taman atap nantinya memberikan hasil yang optimal. sistem saluran air. yaitu suatu model taman yang dikembangkan secara khusus pada bagian atap bangunan (atau struktur bangunan lain yang memungkinkan) untuk tujuan tertentu. Dari pengertian ini diperoleh suatu konsep dasar bagi pengembangan taman atap yaitu terintegrasi (menyatu) dengan suatu bangunan. Suatu sistem atap yang didesain secara khusus untuk mendukung pertumbuhan tanaman (vegetasi) (Liu dan Baskaran. Terkait dengan tujuan pengembangannya. sistem penangkis akar (root repellent).1. dan ekonomi) yang dibutuhkan bagi peningkatan nilai suatu bangunan. serta tujuan pengembangan taman atap itu sendiri. Dalam hal ini taman atap dikembangkan sebagai upaya untuk memperoleh sejumlah keuntungan (terutama ekologis. Pengembangan atap bangunan menjadi suatu (sistem) taman yang terdiri atas membran kedap air. biaya pemeliharaan (maintenance). sebagai sebuah taman atap yang diperuntukkan bagi sarana rekreasi dimana orang-orang dapat menikmati indahnya alam. serta jenis substrat dan tanaman yang digunakan.2. bersantai. orang-orang yang berada di dalamnya. . Asosiasi Taman Atap Internasional (International Green Roof Association) menjelaskan bahwa terdapat dua pilihan utama dalam menggunakan taman atap. terdapat dua jenis taman atap yaitu ekstensif (extensive green roof) dan intensif (intensive green roof). keseluruhan ukuran dan struktur bangunan. media tanam (tanah). atau dengan kata lain taman atap bukanlah model taman yang dikembangkan secara terpisah (sendiri) pada lahan tertentu sebagaimana taman-taman pada umumnya. sebagai suatu area yang hanya diperuntukkan bagi habitat flora dan fauna di dalam belantara beton kota (the concrete jungle of urban) (Jim. Sebagian literatur juga menyebutkan terdapat jenis taman atap semi-ekstensif (semi-extensive green roof). Atap bangunan yang sebagian atau seluruhnya ditutupi dengan tanaman dan media tanam (tanah) yang dilengkapi dengan lapisan (membran) kedap air (Wikipedia.org) 3. dan vegetasi (Environmental Design and Construction. 2007). 2005) Dari beberapa definisi tersebut dapat diambil suatu pengertian umum mengenai taman atap (roof garden). maupun bagi lingkungan masyarakat sekitarnya. Contoh-contoh bangunan dengan taman atap dapat dilihat pada gambar 3. Berdasarkan beberapa karakteristik seperti kemampuan menahan beban (kapasitas). estetik. Pertama. atau melakukan suatu pekerjaan.

. Singapura I-4: Chicago City Hall. dan jenis tanaman yang digunakan sebagian besar adalah golongan tanaman ringan seperti rumput-rumputan. Jepang I-2: Business Innovation Center. E-1: Gimbels Building. kedalaman media tanam (tanah) relatif dangkal. biaya perawatan rendah.2 Bangunan-bangunan dengan Jenis Taman Atap yang Berbeda Ket: E : ekstensif (extensive green roof). tanaman hias dan bunga-bungaan. Belanda I-3: Punggol Roof Garden. USA E-2: Augustenborg's Botanical Roof Garden. Swedia E-3: Cook & Fox Architects.E-1 E-2 E-3 E-4 I-1 I-2 I-3 I-4 SE-1 I : intensif (intensive green roof) I-1: ACROS Fukuoka. Stuttgart Taman atap jenis ekstensif memiliki karakteristik antara lain kemampuan menahan beban (kapasitas) kecil. USA E-4: The Landesbank. USA Gambar 3.

mulai dari rumput. struktur bangunan secara keseluruhan. Mengenai yang pertama.1 Tabel 3. dan jenis tanaman yang digunakan beranekaragam. Townshend dan Duggie. Selain itu juga terdapat taman atap yang mengkombinasikan jenis ekstensif maupun intensif. diversitas vegetasi tinggi.Sebaliknya. Sedangkan pada kasus yang kedua. dan seringkali kurang menarik (khususnya pada musim kering) Intensive Green Roof 300 – 1000 200 – 2000 Rumput. semak. biaya pembangunan relatif murah (400-1000$/m2).1 Spesifikasi antara Taman Atap Ekstensif dan Intensif (sumber: Liu dan Baskaran. semak hingga pohon (Liu dan Baskaran. Di kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta dan Surabaya sebagian besar bangunan-bangunannya ternyata tidak didesain untuk dilengkapi dengan sebuah taman atap. cocok untuk area yang luas. Karakteristik khusus antara taman atap ekstensif dan intensif dapat dibaca pada tabel 3. 2007. Saat ini kebanyakan taman atap di negara-negara maju dikembangkan sebagai bagian dari grand desain konsep ‘bangunan hijau’ seperti yang tampak pada gedung ACROS (Asian Crossroads Over The Sea) di Fukuoka Jepang atau Punggol Roof Garden di Singapura. ruang terbuka. 2007) Kriteria/ Parameter Bobot (kg/m ) Kedalaman media tanam (mm) Komunitas tanaman (vegetasi) Biaya perawatan ($/m2/tahun) Irigasi Fungsi 2 Extensive Green Roof < 300 50 – 200 Lumut. menyediakan jasa insulasi. 2005). biaya perawatan mahal. Dengan demikian tidak terdapat kendala yang berarti dalam realisasinya. air. pembangunan taman atap sudah direncanakan sejak awal sehingga jenis taman atap yang akan dikembangkan telah ditentukan sebelumnya. atau produksi tanaman pangan). semak 1 – 3 (murah) Minim (jarang) Menyediakan manfaat ekologis dan estetik Sesuai untuk proyek jangka pendek. taman atap jenis intensif mempunyai kapasitas yang besar. pembangunan taman atap dilakukan pada bangunan yang sudah berdiri sehingga jenis taman atap yang akan dikembangkan harus disesuaikan terlebih dahulu dengan luas atap bangunan. tidak dapat diakses. maka pelaksanaan pembangunan taman atap di kawasan kota dapat dibedakan menjadi dua yaitu pembangunan yang direncakan sebagai bagian dari grand desain dan pembangunan yang dilakukan pada bangunan yang sudah berdiri (existing building). hal ini tampak dari minimnya bangunan (gedung) yang memiliki taman atap. dan fungsi bangunan itu sendiri. herba. 2005. dapat dikembangkan pada atap dengan kemiringan hingga 300 Diversitas tanaman terbatas. taman atap seperti ini disebut extensive-intensive green roof. membutuhkan sejumlah besar media tanam. perdu.membutuhkan konsumsi energi. IGRA. Oleh . Sedangkan taman atap yang memiliki karakteristik antara jenis ekstensif dan intensif dapat dikategorikan sebagai taman atap semi ekstensif (semi-extensive green roof). dan material dalam jumlah besar Kelebihan Kelemahan Mengacu pada konsep dasar dan jenis taman atap seperti telah dijelaskan sebelumnya. rumput. pohon 10 – 50 (relatif mahal) Teratur Menyediakan manfaat dan fitur taman secara lengkap Mempunyai beragam manfaat (tempat rekreasi. dapat dikembangkan secara atraktif biaya pembangunan mahal (10005000$/m2).

Menurut Caudrey (2005). membangun taman atap baik ekstensif.karena itu jenis taman atap yang lebih cocok dikembangkan pada bangunan-bangunan di kota (existing building) adalah jenis ekstensif atau semi-ekstensif. stasiun. Secara umum struktur taman atap dapat dilihat pada gambar 3. Seperti yang disampaikan oleh Grant et al (2003) bahwa pembangunan taman atap intensif pada bangunan yang sudah berdiri membutuhkan struktur tambahan dengan biaya konstruksi sangat mahal sehingga pilihan seringkali jatuh pada taman atap jenis ekstensif. sepenuhnya tergantung pada keseluruhan struktur bangunan yang sekaligus menjadi penyokong tunggal bagi berdirinya taman atap. Keterkaitan Antara Pemanfaatan Semen dengan Pengembangan Taman Atap Membahas mengenai pembangunan taman atap dengan segala manfaatnya tidaklah terlepas dari bagaimana taman atap itu sendiri dibangun. Hal ini dikarenakan sebagian bangunan atau gedung berukuran besar yang berada di kawasan kota telah memiliki struktur yang kuat sehingga memungkinkan bagi pengembangan taman atap jenis intensif. dan potensi bobot lainnya (mesin dan manusia). airport. sehingga dengan sendirinya pembangunan taman atap bersifat terintegrasi (menyatu) dengan struktur bangunan secara keseluruhan. Artinya. Salah satu material bangunan yang peranannya sangat luas dan belum tergantikan hingga saat ini adalah semen.3 . selain itu pengembangan taman atap ekstensif tidak membutuhkan biaya yang mahal sehingga kemungkinan realisasinya menjadi lebih besar. plesteran/acian dinding. lingkungan. intensif maupun semi-ekstensif. yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan taman atap jenis intensif pada bangunan yang sudah berdiri adalah kapasitas (bobot) total taman meliputi bobot vegetasi. mulai dari campuran beton. gedung perkantoran. mall. rumah susun. dan campuran untuk memasang bata/batako. maupun sosial budaya. hotel. Maka dari itulah pembangunan taman atap menjadi sangat erat (tak terpisahkan) dengan kebutuhan akan material-material bangunan yang merupakan komponen dasar bagi eksistensi suatu bangunan. maka perlu untuk diketahui bagaimana aplikasi semen dalam pembangunan taman atap sekaligus eksistensinya dalam mendukung pembangunan fisik. Alasannya adalah jenis taman atap tersebut memiliki bobot yang cukup ringan sehingga risiko yang ditimbulkan lebih kecil. Dikarenakan perannya yang fundamental dan mencakup hampir seluruh kegiatan konstruksi. Meskipun demikian tidak menutup kemungkinan bagi pengembangan taman atap jenis intensif pada bangunan-bangunan yang sudah berdiri. Aplikasi Semen dalam Struktur Taman Atap (Roof Garden) Taman atap merupakan suatu model taman yang dikembangkan secara khusus pada atap bangunan sebagai lahannya (wadah tanam) sehingga membutuhkan beberapa perlengkapan (teknologi) tambahan guna memberikan hasil yang optimal. atau gedung sekolah. Seperti telah diketahui bahwa hampir semua taman atap dikembangkan pada atap ataupun struktur bangunan yang lain. media tanam (tanah). Fungsi vital semen tidak lain adalah sebagai bahan pengikat campuran pada hampir semua kegiatan konstruksi dan pengecoran. Pengembangan taman atap tipe ekstensif atau semi ekstensif di kawasan kota dapat diterapkan pada berbagai jenis bangunan mulai dari apartemen.

Aplikasi semen dalam pembangunan taman atap dapat dilihat dari dua bagian yang sesungguhnya merupakan satu kesatuan. Material beton mempunyai ketahanan yang sangat baik terhadap benturan/impak dan temperatur yang sangat tinggi tanpa kehilangan kemampuan integritas strukturnya. Struktur atap yang kuat dan kokoh menjadi syarat penting untuk mendukung pengembangan taman atap. Oleh karena itu. pemanfaatan semen dalam pengembangan taman atap menjadi kebutuhan mendasar yang tidak tergantikan.3 tampak bahwa semua komponen taman atap ditopang sepenuhnya oleh struktur dasar yang tidak lain adalah atap bangunan (roof). agar atap bangunan mampu memberikan daya tahan yang kuat (maksimal) terhadap seluruh beban yang ada maka dibutuhkan teknik dan komponen khusus dalam pembuatannya. Singapura Aplikasi semen dalam konstruksi atap bangunan sebagai structural deck dari taman atap terkait dengan penggunaan beton sebagai bahan konstruksinya. Keunggulan-keunggulan yang dimiliki beton menjadikannya sangat dibutuhkan dalam pembangunan taman atap. Di sini atap bangunan berfungsi sebagai pijakan dasar sekaligus wadah tanam bagi taman atap. khususnya jenis taman atap intensif yang memiliki bobot sangat besar (300–1000kg/m2). kolom.4). yaitu atap bangunan yang sekaligus menjadi struktur pijakan taman atap (structural deck) dan badan bangunan sebagai struktur penopang taman atap (Gambar 3.3 Struktur Dasar Taman Atap (Ekstensif dan Intensif) Sumber: Townshend dan Duggie. Beton merupakan salah satu bahan konstruksi yang mempunyai sifat khas yaitu mampu memikul gaya tekan yang besar sehingga banyak digunakan dalam aneka kegiatan konstruksi (sebagai balok. Menurut . Dengan demikian. 2007 Pada gambar 3.TANAMAN (VEGETASI) MEDIA TANAM (SUBSTRAT) LAPISAN PENYARING (FILTER) LAPISAN SALURAN AIR LAPISAN PENYERAP LEMBAB (PILIHAN) LAPISAN KEDAP AIR & PENAHAN AKAR LAPISAN PEMISAH/ INSULATOR PANAS/ PENGATUR UAP AIR/ KELEMBABAN (PILIHAN) STRUKTUR DASAR Gambar 3. VEGETASI ATAP BANGUNAN BADAN BANGUNAN BADAN BANGUNAN Gambar 3.4 Struktur Bangunan dengan Taman Atap Foto: Punggol Roof Garden. maupun pelat).

3. Badan bangunan yang dimaksud adalah keseluruhan struktur bangunan yang menopang keberadaan taman atap. maka aplikasi semen dalam pembangunan taman atap sekaligus terkait dengan pembangunan badan bangunan. 2008). maka aplikasi semen pada pembangunan taman atap dapat dikembangkan lebih lanjut melalui teknologi pembuatan beton khusus. Oleh karena beton mempunyai peran penting dalam konstruksi taman atap. dan air. Kesemuanya sekaligus menunjukkan bahwa peran dan aplikasi semen dalam pembangunan taman atap bersifat mendasar dan menyeluruh. Beton kedap air (waterproof concrete) memungkinkan tidak digunakannya membran kedap air (waterproof layer) pada struktur taman atap sehingga desain dan proses konstruksi taman atap menjadi lebih sederhana. mulai dari pondasi. dan komponen lain) dalam jangka waktu yang lama. selain itu penggunaan beton juga menghasilkan permukaan atap yang lebih rata (Anonim. Beton termal (thermal concrete) memungkinkan tidak digunakannya insulator suhu (thermal insulator) pada struktur taman atap sehingga mengurangi biaya produksi dan menjadikan proses konstruksi lebih sederhana. agregat (kasar dan halus). Dapat dikatakan bahwa keberhasilan realisasi . jenis semen tertentu dapat diaplikasikan sebagai campuran bahan plesteran/acian untuk melapisi permukaan atap bangunan ataupun dinding sekitar taman atap dari kerusakan tertentu. balok. vegetasi. atau keretakan dapat diminimalisir dengan menggunakan jenis semen khusus. Mengingat bahwa keberadaaan taman atap terintegrasi dengan keseluruhan bangunan (gedung). Baik taman atap jenis ekstensif maupun intensif. Lebih daripada itu. pelapukan. Penggunaan semen hampir mendominasi semua bagian badan bangunan. konstruksi keduanya tidak dapat dilepaskan dari semen. meliputi pondasi (pile cap dan sloof) dan struktur atas bangunan (balok. Peran penting beton dalam konstruksi atap bangunan yang sekaligus sebagai struktur dasar taman atap (structural deck) sesungguhnya tidak terlepas dari peran semen sebagai komponen esensial dalam pembuatan beton. Selain digunakan sebagai campuran beton. keberadaan jenis-jenis semen tertentu dapat diaplikasikan dalam konstruksi taman atap untuk menghasilkan jenis beton dengan fungsi khusus yang memberikan banyak keuntungan. Beton khusus tersebut dapat dibuat dengan menggunakan jenis semen tertentu dan atau menambahkan material aditif. 2. Berikut adalah beberapa jenis beton khusus yang sesuai diaplikasikan bagi pembangunan taman atap sekaligus manfaatnya: 1. Selain itu aplikasi beton ringan akan mengurangi beban pada struktur atap. Seperti telah diketahui bahwa beton dibuat dari campuran semen. Pembangunan badan bangunan ini tentunya membutuhkan semen dalam jumlah yang jauh lebih besar daripada struktur atap bangunan.Grant et al (2003) pembangunan taman atap jenis intensif (intensive green roof) membutuhkan struktur beton bertulang (reinforced concrete) untuk menahan beban akibat banyaknya media tanam yang digunakan (ketebalan tanah hingga 2000mm). pelat dan dinding. Beton ringan (lightweight concrete) dalam konstruksi atap dapat digunakan untuk menghasilkan struktur taman atap dengan tingkat kemiringan tertentu. kolom. baik diaplikasikan sebagai plesteran dinding ataupun campuran beton. pelat dan dinding). Beberapa kemungkinan kerusakan yang dapat terjadi pada struktur dinding taman atap seperti korosi. Beton bertulang mampu menahan beban berat seluruh komponen taman atap (media tanam. kolom. Semen berfungsi sebagai material perekat yang menyatukan agregat kasar dan halus melalui reaksi hidrasi dengan air sehingga menghasilkan struktur beton yang keras. Misalnya penggunaan jenis semen Portland tipe V (semen portland tahan sulfat) untuk melindungi permukaan atap dan dinding sekitar taman yang rentan mengalami korosi akibat kontak dengan tanah dan air.

mall. apartemen.3. menjadikan pengembangan taman atap sebagai solusi jalan tengah yang feasible.5 MATERIAL BANGUNAN: SEMEN DAN BETON INFRASTRUKTUR TAMAN ATAP JEJARING TAMAN ATAP (GREEN ROOF NETWORK) SUSTAINABLE URBAN DEVELOPMENT MENYEDIAKAN “RUANG HIJAU ALTERNATIF” YANG BERKELANJUTAN Gambar 3. Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa pembangunan dan pengembangan roof garden pada bangunan-bangunan beton di kawasan kota merupakan suatu tindakan efektif yang mempunyai banyak nilai dan manfaat. Ketika taman atap mulai dikembangkan secara intensif bersamaan dengan pembangunan infrastruktur lainnya. Keterkaitan antara eksistensi semen dalam infrastruktur taman atap dengan pembangunan kota dapat dilihat pada gambar 3. maka pada gilirannya akan tercipta suatu jejaring taman atap yang terus meluas sekaligus saling bersinergi satu sama lain. pembangunan taman atap membutuhkan material-material konstruksi yang kesemuanya dapat diwujudkan menjadi suatu infrastruktur taman atap jika atau hanya jika kebutuhan akan semen terpenuhi.taman atap ditentukan oleh keseluruhan proses konstruksi bangunan sehingga eksistensi taman atap menjadi tidak terpisahkan dengan semen. sesungguhnya kedua hal tersebut sekaligus menyiratkan bahwasanya eksistensi semen dalam infrastruktur taman atap memiliki makna filosofis tersendiri bagi pembangunan kota secara keseluruhan. dapatlah dipahami bahwasanya semen mempunyai manfaat lebih daripada sekedar material perekat dalam kegiatan konstruksi bangunan. Dalam keseluruhan aspek pembangunan taman atap. Menyadari terdapat keterkaitan erat antara “nilai dan manfaat taman atap” dengan “semen”.2 Eksistensi Semen dalam Taman Atap: Memadukan Pembangunan Fisik dan Lingkungan Kota Setelah mengetahui peran dan aplikasi semen dalam pembangunan taman atap. Hal tersebut terkait erat dengan nilai dan manfaat taman atap itu sendiri. gedung perkantoran. Pengembangan taman atap sangat memungkinkan berjalannya pembangunan fisik kota secara kontinyu tanpa harus menyebabkan hilangnya potensi ekologis lingkungan kota.5 Keterkaitan antara Eksistensi Semen dalam Jejaring Infrastruktur Taman Atap dengan Pembangunan Kota Berkelanjutan Pada gambar 3.5 di atas dapat dilihat bahwa semen dan beton diperlukan dalam pembangunan infrastruktur taman atap. Pertama. Pemanfaatan ruang kota yang seringkali menimbulkan problem-problem dilematis khususnya antara kepentingan pembangunan fisik dan pelestarian ‘ruang hijau’. dan lain-lain. Infrastruktur taman atap merupakan semua bangunan atau gedung-gedung yang nantinya digunakan sebagai sarana bagi pengembangan taman atap. Jejaring taman atap dapat menjadi ‘ruang hijau alternatif’ yang menyediakan . bisa berupa hotel. airport. 3. kehadiran jejaring taman atap di kawasan kota adalah sebuah kebutuhan sekaligus tuntutan yang cepat atau lambat harus dipenuhi guna menyediakan ‘ruang hijau alternatif’. setidaknya terdapat dua hal pokok yang penting untuk diperhatikan. museum. Kedua.

Konsep dasar pengembangan taman atap adalah terintegrasi (menyatu) dengan keseluruhan bangunan. hadirnya trend baru dalam bidang arsitektur dan bisnis properti yang menghendaki pengembangan bangunan berkonsep ramah lingkungan (green building). kesimpulan yang dapat disusun dari hasil penulisan karya tulis ini adalah: 1. Di sini peran semen tidak lagi sekedar sebagai material untuk pembangunan fisik semata melainkan telah meluas sebagai material perekat yang menghubungkan pembangunan fisik dan lingkungan. Bahkan sangat mungkin jejaring taman atap ini dapat dikembangkan menjadi semacam aset wisata yang menarik. lingkungan. eksistensi semen adalah sebagai material perekat yang turut memadukan pembangunan fisik dan lingkungan (ekologis) kota. ekonomi. kedua. 3. dengan sendirinya peran semen menjadi komponen integral di dalamnya. 2. Oleh karena itu dapatlah dimengerti bahwa pemanfaatan semen dalam pembangunan taman atap (roof garden) dengan sendirinya menjadi bagian penting dalam skenario pembangunan kota berkelanjutan (sustainable city). Pengembangan taman atap sangat memungkinkan berjalannya pembangunan fisik kota secara kontinyu tanpa harus menyebabkan hilangnya potensi ekologis liingkungan kota. Aplikasi semen pada kedua bagian tersebut terutama terkait dengan penggunaan teknologi beton. bahkan dapat menggantikan secara efektif fungsi ekologis RTH kota. paradigma pembangunan kota yang cenderung kuat mengancam eksistensi ruang terbuka hijau (RTH) sekaligus kebutuhan untuk melestarikannya. intensif. dan biaya pemeliharaan. Taman atap bisa dikembangkan dengan tipe ekstensif. ataupun semiekstensif tergantung kepada kapasitas atap dan struktur bangunan. Hal tersebut terutama didasari oleh dua hal yaitu: pertama. Oleh karena jejaring taman atap hanya dapat diwujudkan melalui ketersediaan infrastruktur yang memadai. Kesimpulan Berdasarkan uraian secara keseluruhan. − Aplikasi semen dalam pembangunan taman atap dapat dilihat dari dua bagian yang sesungguhnya merupakan satu kesatuan. dapat dikembangkan pada bangunan yang sudah berdiri (existing building) ataupun sebagai sebuah grand desain ‘bangunan hijau’.beraneka ragam manfaat dan keuntungan. maupun manfaat sosial budaya. ekonomi. baik ekologis. − Pengembangan taman atap (roof garden) di kawasan perkotaan mempunyai potensi besar untuk direalisasikan. jenis vegetasi serta kuantitas media tanam (tanah). sosial maupun budaya. Dalam konteks pembangunan jejaring infrastruktur taman atap. yaitu atap bangunan yang sekaligus menjadi struktur pijakan taman atap (structural deck) dan badan bangunan sebagai struktur penopang taman atap. − Kehadiran jejaring taman atap di kawasan kota akan menciptakan ‘ruang hijau alternatif’ yang berkontribusi dalam mengimbangi atau ‘mengkompensasi’ berbagai bentuk penurunan kualitas lingkungan kota. yaitu . Kontribusi semen dalam pengembangan taman atap mencakup ke dalam segenap aspek fisik. estetik. sehingga semen menjadi bagian tak terpisahkan dari citacita pembangunan. Pembangunan taman atap dapat ditujukan sebagai sarana publik yang bisa diakses (tempat rekreasi) atau hanya diperuntukkan bagi habitat flora dan fauna tanpa bisa diakses oleh publik.

dan beton ringan. sosial maupun budaya. khususnya yang berkaitan dengan penetapan kriteria-kriteria dasar dalam menentukan jenis taman atap yang akan dikembangkan pada bangunan yang sudah berdiri (existing building). atau retak. penggunaan semen jenis tertentu baik sebagai campuran beton maupun plesteran/acian dinding dapat meningkatkan ketahanan struktur dinding taman atap dari kemungkinan kerusakan seperti korosi. 2. pelapukan. dan tahan lama. ekonomi. beton termal.beton bertulang. Perlu adanya studi lapangan mengenai model spesifik pengembangan taman atap di kawasan kota-kota besar di Indonesia. menjadikan kontribusi semen dalam pengembangan taman atap mencakup ke dalam segenap aspek fisik. lingkungan. efisien. . Saran 1. Penggunaan jenis beton tersebut dalam konstruksi taman atap memungkinkan dihasilkannya struktur taman atap yang lebih sederhana. Selain itu. Berbagai manfaat dan keuntungan yang diperoleh dari keberadaan jejaring taman atap. sehingga semen menjadi bagian tak terpisahkan dari cita-cita pembangunan. misalnya beton kedap air atau beton ringan. Perlu dilakukan kajian penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas penggunaan jenis semen tertentu untuk menghasilkan struktur atau jenis beton tertentu yang memiliki sejumlah keunggulan terkait konstruksi taman atap. Oleh karena itu aplikasi semen dalam pembangunan taman atap dengan sendirinya menjadi bagian penting dalam skenario pembangunan kota berkelanjutan (sustainable city). − Eksistensi semen dalam konteks pembangunan infrastruktur taman atap adalah sebagai material perekat yang memadukan pembangunan fisik dan lingkungan (ekologis) kota. beton kedap air.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful