MANAJEMEN LEMBAGA PAUD Oleh Linatussophy Tinjauan tentang Manajemen Manajemen Umum Lembaga atau satuan PAUD sebagai

salah satu bentuk layanan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan non formal yang mengutamakan kegiatan bermain sambil belajar. Penyelenggaraan satuan PAUD dapat dilaksanakan oleh lembaga baik swasta, pemerintah, organisasi masyarakat maupun perorangan yang memiliki kepedulian terhadap PAUD. Setiap penyelenggaraan program PAUD baik lembaga maupun perorangan harus memperoleh ijin pendirian dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota atau instansi lain yang ditunjuk oleh Pemerintah Daerah setempat. Adapun syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam pengajuan ijin penyelenggaraan PAUD, yaitu: 1. Surat permohonan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten, Cq KaBid PLSPO yang diketahui oleh lurah, camat dan penilik PLS Kecamatan. 2. Akta notaries pendirian yayasan. 3. Bentuk dan nama lembaga 4. Visi dan Misi lembaga 5. Program kegiatan mengajar 6. Sarana dan prasarana 7. Data keterangan yang berisi: - Data pengelola, pendidik, pengasuh ( fotocopy SK Pengangkatan, ijazah terakhir, jumlah jam mengajar ) - Data peserta didik - Denah lokasi - Surat keterangan kepemilikan bangunan - Surat ijin lingkungan diketahui RT/Kadus/Lurah - Struktur Organisasi Masa berlaku ijin penyelenggaraan PAUD adalah 3 tahun sejak tanggal diterbitkannya SK, atau disesuaikan dengan kebijakan yang ditetapkan oleh dinas terkait. Karena pada kenyataannya masing-masing Dinas Kabupaten dan Kota mempunyai kebijakan sendiri (otonomi daerah). Suatu lembaga pendidikan agar dapat berjalan secara efektif dan efisien diperlukan adanya penataan, pengaturan, pengelolaan dan kegiatan lain yang sejenis. Langkah-langkah tersebut harus dikonsepkan secara sistematis. Manajemen dapat diartikan sebagai pengelolaan, dalam hal ini pengelolaan lembaga menitik beratkan pada 4 komponen, yaitu: 1. Pengelolaan tenaga kerja, Pendidik dan Tenaga Kependidikan. 2. Peserta didik 3. Sarana prasarana 4. Pengelolaan Keuangan Eksistensi lembaga harus dibangun sendiri mungkin dengan menentukan perencanaan yang jelas.

konselor. Adanya aturan manajemen Keuangan 4. Pembinaan 3. dan sosiointerpersonal (social). Adanya aturan manajemen Sumber Daya Manusia 3.Hal-hal yang berkaitan dengan hal tersebut diatas adalah: 1. Pemberhentian / Mutasi Perekrutan Tenaga Pendidik Perekrutan tenaga pendidik merupakan usaha-usaha yang dilakukan oleh lembaga atau yayasan . menyimpulkan bahwa para educator atau tenaga pendidik professional dan semiprofesional dalam pendidikan Anak Usia Dini direkomendasikan untuk memiliki sejumlah kompetensi yaitu kompetensi akademik. Adanya aturan manajemen Sarpras Pengelolaan Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dalam dunia pendidikan. tutor. Rekruitmen / Perekrutan Tenaga Kependidikan 2. Manajemen Pendidik 1. personal. Pendidikan yang memadai. dimana seorang professional paling tidak mempunyai 3 unsur utama yaitu: 1. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas pasal 1 ayat (6) disebutkan bahwa pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru. Demikian halnya dengan praktik-praktik pengelolaan tenaga pendidik. instruktur. 3. Komitmen dalam tugasnya. Dedi Supriadi (1999:176) menyatakan bahwa tenaga pendidik PAUD semestinya disiapkan secara professional. bagaimanapun tidak dapat disamakan sepenuhnya dengan praktik-praktik pengelolaan tenaga kerja dalam organisasi lainnya. dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya serta berpartisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan. pengelolaan atas tenaga kerja ini berorientasi pada pembangunan pendidikan. 2. Dalam UU No. Adanya aturan manajemen Program Pendidikan 2. dimana bidang garapan dan keluarannya jelas berbeda dari bidang garapan dan keluaran perusahaan dan pemerintah atau lembaga lainnya. fasilitator. professional. pamong belajar. dosen. disiapkan secara khusus melalui lembaga pendidikan dengan kualifikasi tertentu. Hal tersebut sejalan dengan karakteristik aktifitas dunia pendidikan yang menjadi pembeda dengan aktivitas di bidang lainnya. widyaiswara. Pendidik PAUD sebagai sumber belajar merupakan salah satu komponen pening dalam menentukan keberhasilan program PAUD karena pendidik terlibat langsung dan bertanggung jawab terhadap keberhasilan proses pembelajaran. Kompetensi Pendidik PAUD Hasil Seminar Nasional dan Workshop tentang PAUD yang diselenggarakan oleh DitJen PLS Th 2003. Keahlian dalam bidangnya.

dapat melalui media publikasi atau rekomendasi terbatas. c.Pengalaman .Kesehatan fisik .Tujuan-tujuan . Pembinaan tenaga pendidik berorientasi pada perubahan tingkah laku dalam rangka peningkatan kemampuan professional dan atau teknis untuk pelaksanaan tugas sehari-hari sesuai denagn posisinya masing-masing. yaitu: a.Pengetahuan Umum . Menyelenggarakan pengujian berdasarkan standar seleksi dan dengan menggunakan teknikteknik seleksi atau cara-cara tertentu yang dibutuhkan. Standar-standar seleksi misalnya: . baik karena kebutuhan-kebutuhan yang . b. Menyebarluaskan pengumuman tentang kebutuhan tenaga pendidik dalam berbagai jenis dan kualifikasinya sebagaimana proses perencanaan yang telah ditetapkan. Pembinaan tenaga pendidik dilaksanakan untuk mendorong meningkatkan kontribusi setiap individu terhadap organisasi pendidikan atau system sekolah. Pendidik tenaga pendidik patut dilakukan untuk semua jenis tenaga pendidik. Prinsip-prinsip yang harus diperhatikan dalam penyelenggarakan pembinaan tenaga pendidik ini. sikap terhadap pekerjaannya dan ketrampilan dalam pelaksanaan tugasnya sehari-hari sehingga produktivitas kerja dapat ditingkatkan suatu program pembinaan tenaga pendidik biasanya diselenggarakan atas asumsi adanya berbagai kekurangan dilihat dari tuntutan organisasi. Langkah-langkah penting dalam proses perekrutan sebagai kelanjutan perencanaan tenaga pendidik.Keterampilan Komunikasi .Kesehatan mental .Pendidikan .Sikap dan nialai-nilai . Menentukan persyaratan bagi pelamar sesuai dengan persyaratan-persyaratan yang ditetapkan baik administrasi maupun akademis.Kepantasan bekerja di Dunia Pendidikan . Pembinaan tenaga pendidik dirintis dan diarahkan untuk mendidik dan melatih seseorang sebelum maupun sesudah menduduki jabatan/posisi. kesejahteraan dan intensif sebagai imbalannya guna menjamin terpenuhinya secara optimal kebutuhan social ekonomis maupun kebutuhan social-psikologis.Motivasi . dan menyediakan bentuk-bentuk penghargaan. b. wawasan berpikirnya.Penampilan . Tujuan dari kegiatan pembinaan ini adalah tumbuhnya kemampuan setiap tenaga pendidik yang meliputi pertumbuhan keilmuannya. yaitu: a. memajukan dan meningkatkan produktivitas kerja setiap tenaga pendidik yang ada. c. atau karena adanya kehendak dan kebutuhan untk tumbuh dan berkembang dikalangan tenaga kependidikan itu sendiri.untuk memperoleh tenaga pendidik yang dibutuhkan.Faktor lain yang ditetapkan penguasa Pembinaan/Pengembangan Tenaga Pendidik Pembinaan atau pengembangan tenaga pendidik merupakan usaha mendayagunakan. atau kerjasama dengan instansi lain. d.Minat .Umur .

Ijazah . Karena meninggalkan tugas dalam jangka waktu tertentu sebagai pelanggaran atas ketentuan yang berlaku. misalnya melanggar peraturan yang berlaku seperti melanggar sumpah jabatan. 7. diskusi panel. karena adanya penyederhanaan organisasi yang menyebabkan adanya penyederhanaan tugas disatu pihak lain diperoleh kelebihan tenaga kerja 5. seminar. Pemberhentian Tenaga Pendidik Pemberhentian tenaga pendidik merupakan proses yang membuat seseorang tenaga pendidik tidak dapat lagi melaksanakan tugas pekerjaan atau fungsi jabatannya baik untuk sementara waktu maupun untuk selama-lamanya. Karena yang bersangkutan melakukan penyelewengan atau tindakan pidana. Karena ijin mengembangkan diri. Banyak alasan yang menyebabkan seorang tenaga pendidik berhenti dari pekerjaannya (PHK). yaitu: 1. (misalnya magang). rapat-rapat. misalnya mengikuti kegiatan atau kesempatan. 9. dan sebagainya. pengembangan profesi. Karena yang bersangkutan tidak cukup cakap jasmani maupun rohani. symposium. pemecahan masalah. melanggar peraturan disiplin. Pembinaan tenaga pendidik sebenarnya dirancang untuk memenuhi tuntutan pertumbuhan dalam jabatan. on the job training. seperti cacat karena suatu hal yang menyebabkan tidak mampu lagi bekerja. mengidap penyakit yang membahayakan diri dan lingkungan. one-service training.Curriculum Vitae . Penilaian kinerja ybs menurun meskipun sudah diberikan peringatan oleh atasan. Karena meninggal dunia atau karena hilang sebagaimana dinyatakan oleh pejabat yang berwenang. Cara yang lebih popular dalam membina dan mengembangkan tenaga pendidik dilakukan melalui penataran (inservice training) baik dalam rangka penyegaran (refreshing) maupun dalam rangka peningkatan kemampuan mereka (up-grading) atau bersama-sama (collaborative effort). konferensi. Karena mencapai batas usia pensiun menurut ketentuan yang berlaku 4. 8. yaitu: Administrasi Kepegawaian: . 2. e. korupsi dan sebagainya.workshop.Riwayat Kesehatan Administrasi kelembagaan: .KK .Daftar hadir staff . berubah ingatan dan sebagainya. kegiatan-kegiatan remedial. pemeliharaan motivasi kerja dan ketahanan organisasi pendidikan. Karena permintaan sendiri untuk berhenti 3.berorientasi terhadap lowongan jabatan/posisi dimasa yang akan datang. 6. Administrasi yang diperlukan untuk pengelolaan tenaga pendidik.

3. pameran. dll. Syarat-syarat pendaftaran Syarat-syarat pendaftaran ditentukan oleh lembaga sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.Form permohonan ijin . . Seleksi Seleksi dilakukan apabila jumlah pendaftarnya melebihi daya tampung yang tersedia.Dan persyaratan yang lain yang sudah ditentukan yang dianggap perlu oleh lembaga. open house. pengumuman sekolah. 2.Mengumpulkan foto . Pendaftaran Jadwal penerimaan peserta didik tersebut disebarluaskan kepada masyarakat. bias melalui media massa. Pencatatan dan pelaporan kemajuan peserat didik Kegiatan ini sangat diperlukan sejak diterima di sekolah itu sampai mereka tamat atau meninggalkan sekolah tersebut. 4. yaitu mulai masuknya peserta didik sampai dengan keluarnya peserta didik tersebut dari suatu sekolah atau suatu lembaga. dilakukan sosialisasi aturan-aturan sekolah yang wajib dipenuhi oleh peserta didik baru. kepala sekolah terlebih dahulu membentuk panitia. Misalnya: .Daftar penerimaan gaji .SK Mengajar . sekolah disibukkan oleh penerimaan siswa baru.Data staff .Mengisi formulir . Kegiatan yang disiapkan yaitu: 1. Sebelum kegiatan ini dimulai. melainkan meliputi aspek yang lebih luas. Dengan demikian pengelolaan peserta didik itu bukanlah dalam bentuk pencatatan/pengelolaan data peserta didik saja. yang secara operasional dapat dipergunakan untuk membantu kelancaran upaya pertumbuhan dan perkembangan peserta didik melalui proses pendidikan di sekolah..Form tugas keluar . Rekruitmen Peserta Didik Setiap tahun ajaran baru. Pengumuman Setelah pengumuman penerimaan peserta didik baru.Form evaluasi staff secara berkala Pengelolaan Peserta Didik Pengertian Pengelolaan Peserta Didik Pengelolaan peserta didik menurut Hendayat Soetopo dan Wanty Soemanto (1982) adalah merupakan suatu penataan atau pengaturan segala aktivitas yang berkaitan dengan peserta didik.Membayar administrasi . penyebaran brosur.

minat. tetapi penulisannya disusun berdasarkan abjad. Buku catatan pribadi peserta didik Buku catatan peserta didik ini lebih lengkaplagi tentang data setiap peserat didik. Laporan perkembangan peserta didik . 4. . 6. 2. Garis besar tentang manajemen Sarana Prasarana meliputi hal-hal dibawah ini. dan dilengkapi pula dengan data lain setiap peserta didik. semester atau setahun.Pencatatan dan perlengkapan yang diperluakn berupa: 1. riwayat pendidikan serta hasil belajar. Hal ini untuk memudahkan pencarian data peserta didik jika sewaktu-waktu diperlukan.Laporan perkembangan peserta didik diperoleh dari hasil observasi guru dan analisa kegiatan anak didik sehingga orang tua dapat memperoleh informasi tentang perkembangan anak secara actual. Buku Klaper Pencatatan buku ini dapat diambil dari buku induk. 2. 5.Melalui buku komunikasi yang diberikan secara harian. ada peserta didik pindahan dan ada yang keluar. Buku ini antara lain berisi: identitas peserta didik. Daftar Presensi Daftar hadir peserta didik sangat penting sebab frekuensi kehadiran setiap peserta didik dapat diketahui/dikontrol. dan cita-cita) dan juga kegiatan diluar sekolah. Buku Induk Buku ini disebut juga buku pokok atau stambuk. mingguan atau bulanan yang isinya berupa informasi dari guru tentang kegatan yang diikuti oleh anak dan kemajuan perkembangan anak selama mengikuti kegiatan disekolah. Setiap pencatatn peserta didik disertai denagn nomor pokok atau stambuk. keadaan jasmani dan kesehatan. Proses pengadaan Dalam upaya proses pengadaan sarana pendidikan dapat diperoleh dengan beberapa jalan yang . keterangan mengenai keadaan keluarga. sekolah atau lembaga harus mempunyai buku/daftar mutasi peserta didik. 3. yaitu: 1. Daftar mutasi itu digunakan untuk mencatat keluar masuknya peserta didik dalam setiap bulan. Manajemen Sarana Prasarana Yang dimaksud dengan Prasarana pendidikan adalah bangunan sekolah dan alat perabot sekolah yang berperan dalam proses belajar mengajar walaupun secara tidak langsung. termasuk mereka yang melanjutkan pendidikan pada jenjang berikutnya. Buku ini berisi catatan tentang peserta didik yang masuk pada sekoalh tersebut. Buku daftar mutasi anak didik Untuk mengetahui jumlah anak didik yang tepat. Penentuan Kebutuhan Sebelum mengadakan alat-alat tertentu atau fasilitas yang lain lebih dahulu harus melihat kekayaan yang ada baru bisa menentukan sarana apa yang diperlukan berdasarkan kepentingan pendidikan di sekolah tersebut. data psikologi (sikap. Hal ini karena keadaan jumlah peserta didik tidak tetap.

Sedangkan penggunaan barang tidak habis pakai atau barang tetap dipertanggung jawabkan satu tahun sekali sehingga diperlukan adanya pemeliharaan dan barangbarang tersebut disebut dengan barang inventaris. Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) b. antara lain: a. Pemakaian Dari segi pemakaian atau penggunaan terutama alat perlengkapan dapat dibedakan atas: a. Anggaran Pembangunan. 3. Barang Habis Pakai b. Bantuan atau hibah dan lainnya yang sah menurut aturan yang ada. contoh untuk gaji pegawai.dll. Iuran BP3/ Komite sekolah c. biaya perawatan gedung. Buku Pembelian c. b. Buku Penghapusan d. Barang tidak Habis Pakai Penggunaan barang habis pakai harus digunakan secara maksimal dan dipertanggungjawabkan pada tiap triwulan. demikian pula dengan sekolah. Pencatatan / pengurusan Untuk keperluan pengurusan dan pencatatan ini disediakan instrumen administrasi berupa: a. Dana Masyarakat Yang termasuk dana masyarakat yaitu: a. Pertanggungjawaban Penggunaan barang-barang inventaris sekolah harus dipertanggungjawabkan dengan jalan membuat laporan penggunaan barang-barang tersebut yang ditujukan kepada instansi atasan. biaya ujian. untuk non fisik yaitu Pelatihan atau Diklat pendidik. Accounting / Pembukuan . Pembelian dengan biaya dari pemerintah b. yaitu: a. Prosedur manajemen keuangan yaitu: 1. Anggaran rutin. Manajemen Keuangan Setiap unit kerja selalu berhubungan dengan keuangan. contoh untuk kegiatan fisik yaitu pembuatan gedung. Bantuan dari BP3 atau komite sekolah d. Membuat Rencana Anggaran dan Belanja Sekolah (RAPBS) 2. Bantuan dari masyarakat lainnya. Sumber keuangan pendidikan berasal dari: Anggaran Negara. Buku inventaris b. Kartu Barang 5.bisa ditempuh. 4. Budgeting / penganggaran Yang termasuk dalam kegiatan ini yaitu penggalian sumber dana dan merancang penggunaan dana tersebut. Pembelian dengan biaya SPP c.

Surat pertanggungjawaban (SPJ). Pendayagunaan fasilitas 6. Daftar Pembayaran SPP 6. Jangan sampai mengurangi jumlah murid sekolah lain yang sudah ada. Lembaga pendidikan yang sudah ada 4. Perkembangan anak usia sekolah 3. dimana sumber-sumber yang ada dapat digunakan secara optimal. Lama tempuh tidak melebihi 15 menit atau 1. Mudah dijangkau b. Tidak bertolak belakang dengan perkembangan pemikiran (primitif) . antara lain : 1. 3. di samping itu diusahakan mutu pendidikan yang lebih berbobot dan mempunyai relevansi dengan pembangunan. Tujuan dari pemetaan sekolah yaitu: Menata jaringan sekolah Meningkatkan mutu pendidikan Perencanaan dalam menentukan lokasi sekolah (membuka Cabang sekolah baru) Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemetaan sekolah.5 Km perjalanan d. Apabila akan membangun sebuah lembaga sekolah. yaitu: 1. Buku kas tabelaris 3. sasaran optimal yang harus diperhatikan yaitu: a. yaitu: a. Daftar permintaan/penerimaan gaji (oleh bagian keuangan) 4. Dalam menentukan lokasi yang ideal untuk sekolah baru ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Jaringan transportasi 5. contoh: kwitansi. Auditing Pertanggungjawaban atau pengecekan antara laporan/pencatatan dengan hasil sesungguhnya dilapangan. Perkembangan pemukiman penduduk 2. Membangun sekolah ditempat yang banyak anak usia sekolah b. Rencana Anggaran Pendapatan dab Belanja Sekolah (RAPBS) Pemetaan Sekolah (School Maping) Metode perencanaan pendidikan secara mikro yang berupa proses penataan atau penataan kembali jaringan yang baru dengan daya tampung yang lebih besar. daftar penerimaan gaji 5. Buku kas umum 2.Yaitu proses pencatan transaksi penggunaan dana untuk pertanggungjawaban. Membangun sekolah ditempat yang belum ada sekolah khususnya daerah terpencil c. Instrumen administrasi keuangan. Jauh dari tempat yang ramai c. Cukup murid e. Penyelenggaraan kurikulum.

menginformasikan mereka mengenai kemajuan ke sasaran. Manajer juga mengandalkan komunikasi ke atas untuk memperoleh gagasan mengenai cara memperbaiki kondisi.Untuk menentukan daerah jangkauan digunakan rumus: E = p . memberikan intruksi pekerjaan. Beberapa contoh tentang komunikasi ke atas adalah laporan kinerja yang disiapkan oleh manajemen yang lebih rendah untuk ditinjau ulang oleh manajemen puncak. Komunikasi ke atas menyebabkan para manajer menyadari perasaan para karyawan terhadap pekerjaannya. Yang dimaksud dengan komunikasi organisasi pendidikan adalah proses penyampaian pesan dari pihak satu kepihak lain dalam lingkungan organisasi pendidikan. diskusi atasan bawahan. Dimana komunikasi organisasi harus terpelihara dengan baik agar keberlangsungan lembaga semakin berkembang. rekan sekerjanya. dan mengemukakan umpan balik tentang kinerja. Ke Bawah Komunikasi yang mengalir dari satu tingkat dalam kelompok atau organisasi ketingkat yang lebih bawah disebut dengan komunikasi ke bawah. d Dengan keterangan: E = Jumlah murid dalam daerah jangkauan p = koefisien untuk daerah jangkauan berbentuk lingkaran d = kepadatan penduduk usia sekolah /Km2 r = jarak terjauh dari sekolah Komunikasi Organisasi Pendidikan Hal yang tidak kalah penting dalam proses manajemen Pendidikan adalah proses komunikasi organisasi. survei tingkat karyawan. dan organisasi secara umum. prosedur keluhan. kotak saran. r2 . Ke Atas Komunikasi keatas mengalir ke tingkat yang lebih tinggi dalam lembaga atau organisasi. . Komunikasi ini digunakan untuk memberikan umpan balik ke atasan. dan menyampaikan masalah-masalah yang dihadapi. komunikasi memberikan informasi yang diperlukan individu dan kelompok untuk mengambil keputusan melalui penyampaian data. Tidak ada kelompok atau lembaga yang dapat bertahan tanpa komunikasi. Pola ini digunakan pemimpin lembaga dan manajer untuk menetapkan sasaran. untuk dimensi vertical dapat dibagi lebih lanjut menjadi ke arah bawah dan ke atas. Arah komunikasi Komunikasi dapat mengalir secara vertical atau horizontal. menginformasikan kebijakan dan prosedur kebawahan.

Hambatan Komunikasi Sejumlah hambatan dalam komunikasi dapat mengganggu atau memperlambat komunikasi yang efektif. 2. percakapan dua orang. 3. sikap otoriter. laporan berkala organisasi. Keuntungan dari komunikasi dengan cara ini adalah karena berwujud dan dapat dibuktikan. yaitu: · Sematik atau perbedaan bahasa · Kelebihan informasi · Hambatan perilaku. diantara anggota kelompok kerja tingkat yang sama atau diantara setiap personelyang secara horizontal ekuivalen. Hambatan-hambatan tersebut digolongkan dalam: a. pidato. atau alat-alat lain yang dikirimkan via kata-kata atau symbol tertulis. tertulis. surat.Komunikasi Horizontal Ketika komunikasi terjadi di antara anggota kelompok kerja yang sama. dan jarak fisik antara pengirim dan penerima. ekspresi wajah. Komunikasi Non-Verbal Komunikasi non-verbal mencakup gerakan tubuh. dan non-verbal. Komunikasi horizontal diperlukan untuk menghemat waktu dan mempermudah koordinasi. diskusi kelompok. Bisa dikatakan bahwa setiap gerakan tubuh mempunyai makna dan tidak ada gerakan yang bersifat kebetulan. pengiriman faksimili. perbedaan persepsi. sedangkan kerugian komunikasi lisan adalah ketika pesan tersebut melewati sejumlah orang. b. Komunikasi Lisan Sarana utama untuk menyampaikan pesan adalah komunikasi lisan. diantaranya: kecemasan. Komunikasi Tertulis Komunikasi tertulis mencakup memo. Komunikasi antar Pribadi Bagaimana cara anggota dalam sebuah lembaga menyampaikan ide diantara mereka? Ada tiga metode dasar yang digunakan yaitu komunikasi lisan. email. pengumuman dipapan bulletin. Hambatan Personal/Individu Hambatan ini disebabkan beberapa faktor diantaranya. Hambatan Organisasional . sikap egosentris. dan informasi berlebih. intonasi atau tekanan yang kita berikan pada kata-kata. 1. pesan dapat disimpan dalam waktu yang lama dan tidak terbatas. Namun komunikasi ini juga mempunyai beberapa kelemahan diantaranya adalah bahwa pesan tertulis akan memakan waktu lebih lama. dan desus-desus informal adalah bentuk-bentuk popular dari komunikasi lisan. Semakin banyak orang yang dilewati pesan itu. dinamakan sebagai komunikasi horizontal. selain itu kekurangan besar lainnya adalah dalam hal umpan balik. semakin besar pula kemungkinan terjadinya distorsi atau kesalahan. Keuntungan dari komunikasi lisan adalah kecepatan dan umpan balik yang dihasilkannya.

Cet. 2004. 2006. 2005. Kesepuluh. DAFTAR PUSTAKA B. Pemerintah Prop. Jakarta: Rineka Cipta. Bandung. Suryosubroto. Perilaku Organisasi. Jakarta: Indeks. 2006. Manjemen Pendidikan Di Sekolah. Dinas Pendidikan. DIY. Hambatan Teknis Yang termasuk kedalam hambatan teknis yaitu kesalahan komunikasi yang disebabkan akibat buruknya sarana. c. Stephen P. teknik dan metode komunikasi yang kurang tepat. . BPKB DIY. Pengelolaan Pendidikan. Tim Dosen Jurusan AP UPI. Robbins. Desain Pengkajian Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Yogyakarta.Penyebab dari hambatan komunikasi yang berasal dari organisasi atau lembaga yaitu sitem birokrasi dan struktur organisasi yang kurang sesuai untuk semua anggota organisasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful