Ragam Model Penyelamatan Krisis Menghadapi Perang Salib Modern

Asy-Syeikh Abu Mus'ab As-Suri hafidhohulloh

Ragam Model Penyelamatan Krisis Menghadapi Perang Salib Modern

1|jahizuna

‫أ‬ ‫أ‬ 2001-1996 ‫الأفكار التي طرحت لدى الجهاديين للخروج من الأزمة منذ‬
Al-Afkaru lati tharahat laday al-jihdiyin lilkhuruj minal azmah mundzu 1996-2001 Penulis Asy-Syeikh Al-Mujahid Abu Mus'ab As-Suri hafidhohulloh Judul Terjemahan Ragam Model Penyelamatan Krisis Menghadapi Perang Salib Modern Alih Bahasa Imran Baihaqy hafidhohulloh Publikasi Jahizuna Publishing www.jahizuna.com | facebook: jahizuna Sya'ban 1433 dari hijrah Rasul sholallahu alaihi wassalam .

Judul Asli Seri Dakwah Al-Muqawamah Juz 1 Sub Pasal dari Pasal 6

2|jahizuna

Daftar Isi
Muqadimah...................................................................................................................4 Madrasah Damai Sebagai Solusi Krisis........................................................................5 Madrasah Tsabat dan Mempertahankan Metode Tradisional.....................................10 Madrasah Jihad Global ...............................................................................................11 Analisa Singkat Masing-masing Madrasah................................................................12

3|jahizuna

Muqadimah
Di penghujung dekade akhir abad dua puluh, komponen-komponen gerakan jihad dengan berbagai macam tanzhim dan bentuknya telah jatuh kedalam berbagai krisis. Para pemimpin dan senior gerakan jihad yakin bahwa riwayat gerakan jihad telah mencapai jalan buntu, krisis telah mencapai puncaknya. Melanjutkan dan meneruskan metodemetode perjuangan model ini tampaknya tidak mungkin lagi. Usaha-usaha gerakan jihad tampak gagal, apinya satu persatu mulai padam. Bahkan sebagian jama'ah jihad hancur. Kehidupan sebagian pemimpin dan sebagian kadernya terhanyut dalam pekerjaan-pekerjaan nyaman yang melenakan atau tinggal di tempattempat persembunyian baik berbaur dengan masyarakat sisanya mengucilkan diri. Mereka eksodus dari negara masing-masing, sebagiannya tertangkap. Mereka yang ditangkap terdiri dari para mujahid, penopang dan simptisan yang membantu aktivitas jama'ah. Belum lagi kondisi mengenaskan para keluarga tawanan dan mujahid yaitu anak-anak, istri-istri yang hidup dibawah standar sosial. Krisis ini semakin menambah krisis yang telah kita bahas sebelumnya pada seluruh bidang seperti intelektual, politik, pendanaan, dan organisasi. Komplikasi krisis yang terus mencekik, hampir mustahil untuk bertahan. Puncak dari segala krisis ini yaitu pasca bencana mengerikan yang terjadi pada eksperimen jihad Al-Jazair setelah intelejen sukses mengaktifkan benih ekstremisme dan keluguan di berisan mujahidin. Mereka menyusupkan agen-agen intelejen untuk membentuk pemikiran takfir, keras menyalahkan pemikiran lain, dan pembantaian berdarah. Kemudian membangun sebuah shock terapi agar mujahidin dan seluruh komponennya bahkan seluruh mukminin trauma dengan pemikiran jihad musalah. Begitulah... Kemudian senior-senior serta sisa-sia mujahidin mencari solusi dan jalan keluar. Inilah yang terlihat di negeri surga mujahidin Imarah Islamiyah Afghanistan setelah para tokoh-tokoh jihadis hijrah, mereka melakukan review dan diskusi. Secara umum, ada tiga pokok madrasah pemikiran sebagai upaya untuk keluar dari krisis yaitu: 1. Madrasah damai, meletakkan senjata serta mengevaluasi prinsip perjuangan. 2. Madrasah konsisten pada prinsip namun tetap mempertahankan strategi lama dan pola perjuangan lama. 3. Madrasah jihad global yang cendrung melancarkan jihad shoil (jihad defensif) dengan sasaran musuh-musuh eksternal dari Amerika dan aliansi.

4|jahizuna

Madrasah Damai Sebagai Solusi Krisis
Rangkuman pemikiran madrasah ini adalah: Krisis timbul akibat hasil dari operasi jihad, krisis ini akan terus berlanjut kecuali jika menghentikan sebab tersebut (hukum aksi-reaksi -pent). Maka solusinya adalah dengan meletakkan senjata dan mencari jalan lain untuk kembali bangkit. Sejatinya, pemikiran madrasah ini secara eksplisit telah muncul pada pertengahan tahun delapan puluhan hingga sembilan puluhan ketika harakah-harakah jihad mengalami awal krisis tatkala hampir seluruh gerakan-gerakan jihad kalah tempur di negara masingmasing. Mula-mula ide diserukan oleh pemimpin Al-Ikhwanul Muslimin di Suriah ketika terjadi tragedi Hamah tahun 1982. Pada waktu itu mereka mengistilahkannya dengan “Perdamaian dengan rezim”. Ikhwanul Muslimin berupaya mengetuk pintu Hafidh Asad yang ternyata tidak menggubris mereka, kemudian anaknya Basyar Asadpun tetap menutup pintu dengan rapat. Puing-puing tanzhim At-Thali'ah Al-Muqotilah di Suriah telah menggariskan langkahlangkah kongrit menuju jalan menyerah atas nama perdamaian. Sekian banyak anggotanya kembali kepada negara atas nama amnesti hukum. Jika ada yang tidak menerima amnesti ini mereka secara pribadi dan diam-diam menyatakan menyerah dan bertobat. Masalah ini terjadi dalam tubuh At-Thali'at kemudian menular pada tubuh Al-Ikhwan. Mereka merilis pertobatan mereka dengan muqodimah firman Allah:

َِ َ ُ ْ َ ّ َ َ ْ َ َ ّ َ ‫رب بِما أاْنعمت عَلي فَلن أاكنون ظهيًرا لّْلمجرمين‬ َ ِِ ْ ُ
"Ya Tuhanku, demi nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, aku sekali-kali tiada akan menjadi penolong bagi orang-orang yang berdosa". (Al-Qoshos: 17) Namun Al-Ikhwanul Muslimin di Suriah ingin menyerah dengan gengsi “setengah mulia”. Maka mereka kemudian mengajukan penyerahan diri melalui bentuk politik dengan mengubah jama'ahnya serupa dengan partai politik. Penggagas ide ini adalah Syeikh Sa'id Ramadhan Al-Buthi dan kawan-kawan yang bersikeras menyatakan bahwa kondisi Al-Ikhwan kini dalam situasi lemah karena kesalahan mereka telah melakukan operasi bersenjata, sebuah kesalahan tergesa-gesaan melakukan konfrontasi dengan negara. Mereka juga merilis buku penelitian politik syar'i penuh dengan dalil ayat dan hadits yang menunjukkan bahwa jalan yang mereka tempuh selama ini salah. Mereka meminta amnesti secara individu tanpa memelihara kemuliaan diri namun ternyata tetap saja ditolak untuk hidup aman di Iraq, Yordania, Saudi, Teluk dan negara lain. Mereka terus melanjutkan penawaran perdamaian dengan mengirim pimpinan umum Al-Ikhwanul Muslimin di Suriah, yaitu Ali Shadruddin Al-Bayanouni untuk mengajukan permintaan perdamaian di depan media dan channel tv satelit dengan nama hak sebagai warganegara dalam sistem demokrasi dan persamaan politik. Mereka kembali kepangkuan ibu pertiwi tanpa syarat dan perundingan. Tetapi rezim menolak pengajuan ini dan mengatakan bahwa amnesti tergantung dengan berat ringan masing-masing kasus. Harus melewati terlebih dahulu uji pidana bagi mereka yang terbukti bersalah atas kejahatan melawan negara, rakyat dan bangsa.
5|jahizuna

Mayoritas warga Suriah yang lari keluar negeri walau tidak terlibat dalam revolusi ditangkap oleh pemerintah setempat kemudian diserahkan kepada kedutaan besar Suriah. Dibawah rayuan amnesti mereka harus menuliskan riwayat perjalanan mereka semenjak keluar dari Suriah hingga ditangkap. Kemudian mereka dilepaskan, namun beberapa diantaranya ditangkap kembali untuk ditahan atau di interograsi setelah pemerintah mendapatkan data-data baru intelejen atas keterlibatan mereka. Lalu mereka dicekal keluar negeri, diawasi secara ketat untuk dilacak informasi profiler mereka, kerabat dan temanteman mereka serta merekrut diantara mereka untuk dijadikan informan. Kondisi ini terjadi juga di Tunisia dibawah slogan pensyariatan taubat bagi kaum tertindas pertengahan 90 an, meskipun mayoritas mereka adalah oposisi partai Islam bukan gerakan jihad. Rezim Zainal Abidin menawarkan syarat-syarat yang menghinakan dengan menerima pertaubatan sebagian dan menolak sebagian lain. Syeikh Rasyid AlGhanwasy menolak metode ini dengan menulis strategi-strategi menghadapi rezim Tunisia dan menolak menjadi bagian dari pemerintah thaghut sekalipun dalam bidang politik. Di Al-Jazair, pada tahun 1996 pemerintah berhasil membongkar kelompok bersenjata dan menggalangnya menunju pemahaman takfir, memompa untuk melakukan operasi sembrono tanpa berlandaskan syariat dan melakukan pembantaian masal. Pemerintah juga berhasil melibatkan beberapa faksi lain dalam kelompok ini bahkan berhasil menyeret agar melakukan operasi mandiri. Kemudian pemerintah menawarkan amnesti umum yang disebut rekonsiliasi nasional dimana mendapat dukungan dan inisiatif dari para ulama pemerintah di Saudi dan negara lain serta seruan kaum muslimin agar para pemberontak turun gunung. Hasilnya, banyak dari mereka yang turun dan menyerahkan senjatanya. Tetapi praktek-praktek rekonsiliasi dengan pemerintah yang paling parah dan memalukan yang dilakukan oleh gerakan jihad adalah yang terjadi di Mesir yang dikenal dengan sebutan “inisiatif damai”. Pemrakarsanya adalah Al-Jama'ah Al-Islamiyah Mesir. Maksud dari inisiatif adalah inisiatif sepihak tanpa meminta penerimaan pemerintah untuk meletakkan senjata dan meninggalkan metode kekerasan. Keinginan mereka hanyalah pembebasan kaum islamiyun dari tekanan dan menghentikan krisis. Inisiatif ini terus berkelanjutan antara pasang dan surut dari tahun 1966 hingga pertengahan 2003 dimana pemerintah Mesir mulai membuka tangannya. Hal yang paling berbahaya yang dilakukan oleh petinggi-petinggi Al-Jama'ah AlIslamiyah ketika melakukan eksperimen “inisiatif” adalah terbitan-terbitan tulisan mereka yang mengutuk pendekatan manhaj jihad musalah, menjulukinya dengan jalan kekerasan, menerbitkan serial kekeliruan fiqih serta pemikiran pada metode jihad dan politik syar'i yang dilakukan oleh gerakan-gerakan jihad. Mereka mengupas panjang lebar dalam karya-karya ini. Cerminan dari kerusakan pemikiran tokoh-tokoh ini adalah ketika mereka sekarang menganggap bahwa operasi asasin atas Anwar Sadat adalah kesalahan fatal sejarah gerakan Islam bahkan mereka menyebut kematian Anwar Sadat sebagai syahid! Jadilah thaghut murtad menjadi syahid dan jadilah menjihadi thaghut sebagai yahudi! Insya Allah saya akan berusaha menemukan serial buku-buku dan makalah tersebut untuk dipelajari dan disanggah serta dibantah syubhat yang ada didalamnya jika Allah masih memberiku waktu di sisa-sisa hidupku. Sanggahan atas alasaan-asalan rusak ini merupakan pertahanan penting gerakan jihad,
6|jahizuna

terlepas dari rasa hormat kami atas sejarah dan jasa yang telah mereka sumbangsihkan serta udzur yang mereka sampaikan. Terlepas dari posisi mereka yang mengeluarkan statemen ini dari dalam penjara namun pasca bebas dari penjara kecil justru malah tertawan dalam penjara besar. Tidak ada pelajaran berharga yang bisa diambil dari orangorang yang telah kehilangan irodah. Semoga Allah membantu mereka lepas dari ujian ini, menerima amal-amal kebaikan mereka dan mengampuni kelemahan-kelemahan atau apa yang dipaksakan atas mereka.* Pemikiran madrasah ini semakin menguat dan terbuka pasca serangan september 2001 dan kampanye perang global melawan teror dibawah kepemimpinan Amerika. Pemikiran inisiatif Al-Jama'ah Al-Islamiyah kemudian diadopsi secara membabi buta untuk

*Al-Jama'ah Al-Islamiyah Mesir, bekas jama'ah jihad

terbesar di Mesir resmi mendirikan partai politik Hizbul Bina’ wat Tanmiyah (Partai Pembangunan dan Pengembangan) pada tanggal 20 Juni 2011 disela-sela revolusi Mesir 25 januari. Partai ini berkoalisi dengan dua belas partai lainnya dan menghimbau rakyat Mesir untuk memilih capres yang lahir dari rahim revolusi, yaitu Dr. Muhammad Mursi. Dalam pernyataan bersama yang dirilis hari ini disebutkan, “Memperhatikan kondisi Mesir sekarang ini dan dampaknya pada masa mendatang bagi tuntutan revolusi dan kemuliaan putra-putri Mesir, maka kami menyeru kepada semua rakyat Mesir untuk memilih dan memenangkan capres revolusi, Dr. Mursi.” Pernyataan itu menegaskan juga bahwa memilih capres lain berarti mematikan revolusi yang selama ini diperjuangkan rakyat Mesir, berarti kembali pada masa tirani, kembali pada rezim yang korup dan merusak semua sendi-sendi kehidupan; sosial, pendidikan, politik, kebebasan, pengangguran, kebodohan, eksploitasi kekayaan alam hanya untuk segelintir orang dan kepentingan asing dan menghancurkan masa depan putra-putri bangsa Mesir yang agung ini. Disebutkan juga bahwa golput pada saat ini, dengan alasan apapun hanya akan memberi peluang bagi kemenangan rezim yang sudah tumbang. Hani Nuruddin, Seorang anggota majelis konstituen dari Partai Pembangunan dan Pengembangan, mengatakan bahwa partainya akan memperjuangkan syariat Islam sebagai konstitusi negara dan mempertahankan pasal kedua dari Konstitusi 1971, yang menyatakan bahwa prinsip-prinsip hukum Islam menjadi sumber utama legislasi di negara Mesir. Menurut keterangan Nuruddin kepada Al Mishry Al Yaum, tidak ada perbedaa pendapat di kalangan partai politik tentang pasal kedua Konstitusi 1971 itu, dan pihaknya terbuka untuk semua masukan yang sesuai dengan prinsipprinsip hukum Islam. Partainya, kata Nuruddin telah menyelesaikan pembuatan rancangan konstitusi yang akan dipaparkan dalam rapat majelis konstituen. Rancangan itu dibuat oleh dewan syura partai, petinggi partai serta dibantu pakar-pakar hukum. “Kami bertujuan untuk mengajukan, bukan memaksakan pandangan kami lewat rancangan itu,” kata Nuruddin. “Kami akan menghormati semua pandangan yang berbeda, dalam rangka menyusun konstitusi yang merangkul seluruh rakyat Mesir,” imbuhnya. Lebih lanjut Nuruddin mengatakan bahwa pihaknya juga melakukan koordinasi dengan partai bentukan Al-Ikhwan dan Salafi. Ia berharap, semua perbedaan yang ada di antara kekuatan politik diarahkan untuk mencapai konsesus demi kepentingan negara. Partai yang mengusung slogan pembangunan-pengembangan-syari'at islam-kebebasan politik-keadilan sosial dalam situs resminya http://benaaparty.com/ menetapkan tujuan strategis dan taktis perjuangan.

Tujuan strategis: Meraih ridho Allah ta'ala kemudian meraih kemaslahatan negara dan rakyat dengan cara meningkatkan kemakmuran di dunia dan kebahagiaan akherat hingga Mesir setara dengan negara-negara maju lainnya.

Tujuan taktis: 1. 2. 3. 4. 5. Mempertahankan identitas Islam dan Arab Mesir. Melawan upaya-upaya pengkerdilan identitas Islam dan Arab Mesir. Menolak upaya westernisasi dan sekulerisasi. Mengatasi kekacauan, penyimpangan dan kerusakan moral masyarakat. Memelihara hasil-hasil revolusi 25 januari.

7|jahizuna

memutar balikkan prinsip-prinsip pemikiran jihadi dan prinsip-prinsip politik syar'i dibawah tekanan Amerika dan antek-anteknya. Gagasan ini semakin meningkat tatkala rezim Saudi menangkap sekelompok ulama jihadiy di Saudi kemudian membujuk dan menekan mereka untuk merubah pemikiran lalu menyeru kepada mujahidin agar meletakkan senjata. Sebagaimana pula diberitakan melalui media informasi Saudi bahwa rezim telah merekrut puluhan ulama dan dai senior untuk merealisasikan dan memajukan madrasah ini. Inilah yang terjadi pasca kegagalan dan kemunduran, mereka mencari jalan keluar dengan menghilangkan penyebab krisis yang mereka anggap yaitu operasi bersenjata. Tentu saja sebagaimana sifat manusia ketika hendak menutupi aib-aib dan tarojunya, mereka tidak menamakan metode ini dengan “metode menyerah kalah” atau “metode kehancuran” tetapi mereka mencari nama dan julukan yang bagus untuk pembenaran dan kesesuaian fiqih. Maka mereka menamakannya dengan “kaedah memaafkan”, “rekonsiliasi”, “kerukunan berbangsa”, “gencatan senjata”, “maslahat ummat”, “inisiatif damai”. Bermacam-macam sebutan dibawah klaim hikmah, kesesuaian akal dan realistis yang maknanya satu; menyerah. Musibah ini agak sedikit ringan andai mereka memiliki sifat sebagaimana doa Rasulullah shalallahu alaihi wassalam berlindung dari padanya, yaitu berlindung dari kekhawatiran, kesedihan, kelemahan, kegagalan dan berlindung dari kepengecutan, kekikiran, utang serta penindasan manusia. Musibah ini dirasa lebih ringan jika mereka terus terang menyatakan: “Wahai kaumku, sesungguhnya kami telah bekerja keras memberikan terbaik apa yang kami mampu namun kemudian kami tersingkir dan kami tidak mampu kembali bangkit. Sekarang kami melakukan genjatan senjata, menyerah dan mengumumkan kekalahan ini. Kami telah kalah dalam pergulatan ini dan Allah akan membangkitkan kaum lain yang akan meneruskan jihad ini dan mendapat pertolongan Allah. Semoga masa depan bisa lebih baik daripada apa yang telah kami persembahkan”. Mereka persilahkan jama'ah lain untuk terus berjihad ketika mereka telah keluar dari gelanggang konfrontasi. Yang menyedihkan adalah ketika mereka menyebut istilah-istilah indah atas penyerahan dan pembenaran sikap mereka ini. Berbagai bencana baru ini semakin menyakitkan tatkala buku-buku dan tulisan taroju mereka dimanfaatkan oleh musuh. Mereka membuat rumit apa yang telah di semai oleh mujahidin fi sabilillah yang benih ini telah bertahan bertahun-tahun dengan pengorbanan darah, penderitaan, penyiksaan diatas jalan syahadah dan tsabat (konsistensi). Upaya mereka ini ingin menghentikan kesungguhan para pemuda agar bola tidak dioper menuju gawang lawan. Ini persis apa yang diinginkan oleh musuh yang licik bersama badan-badan intelejen, pusat-pusat studi psikologi kontra mujahidin dan badan nasional penanggulangan terorisme. Mereka ingin membunuh benih-benih pemberontakan melawan kelaliman dan penindasan
6. 7. 8. 9. Bekerja untuk mencapai reformasi politik dan konstituen yang menetapkan sistem hukum sesuai dengan kehendak revolusi. Menyebarkan pemahaman politik Islam dan melawan kampanye fitnah yang dilayangkan kepada teori politik Islam. Menegakkan keadilan masyarakat dan meningkatkan taraf hidup masyarakat yang bermartabat dari kebutuhan primer seperti sandang, pangan, kesehatan, pendidikan dan perumahan. Dll.

-pent, dari berbagai sumber.

8|jahizuna

serta perang melawan kekafiran dan kemerdekaan. Musuh mencoba untuk memadamkan cahaya Allah dengan harta kekayaan mereka. Entah memang bodoh atau berlagak bodoh mereka seolah-olah memiliki kemampuan untuk memadamkan cahaya Allah. Cahaya Allah akan selalu eksis walaupun orang-orang kafir membenci. Hingga kini, saya masih bingung ketika saya membaca siroh tentang Abu Jahal bin Hisyam laknatullah, ketika ia terlentang tak berdaya pada perang Badar, sedang sahabat mulia Abdullah bin Mas'ud berdiri diatas dadanya dan mengangkat kepalanya. Abu Jahal bertanya di akhir hidupnya: “Siapa yang menang hari ini?” Abdullah bin Mas'ud menjawab: “Allah dan rasul-Nya, Allah telah mengalahkanmu”. Abu Jahal berkata: “Sampaikan kepada Muhammad, hingga detik ini saya tidak menyesal memusuhinya”. Sekejap kemudian dia mampus. Saya heran, bagaimana bisa kafir ini yang telah kalah tempur, telah terluka parah dan hampir mati bersiap menuju jahanam bersikap seperti ini? Kesombongan yang menyebabkannya. Jika dia tulus dan memiliki wibawa maka dia tidak akan jatuh dalam kesesatan yang jauh. Saya berharap dengan keperwiraan dan kemuliaan kita, penghormatan pada darah-darah syuhada, penderitaan para tawanan, air mata janda dan yatim kita. Bahkan jika masih ada rasa pembelaan pada dien dan panji kita serta al-haq yang yang kita sungguh-sungguh membelanya, kita akan katakan kepada musuh-musuh kita walaupun sebagian kerja kita tercabik dan kita kalah di beberapa pertempuran di perang abadi ini. Kita akan katakan kepada musuh-musuh kita: “Sampaikan kepada pimpinan-pimpinan kalian dari para thaghut dan pelindung-pelindung kalian yahudi serta nasrani: Kami sekali-kali tidak akan menyesal atas permusuhan kami kepada kalian, kami tidak menyesal diatas kejamnya detik-detik kekalahan dan pengorbanan. Kami yakin pertolongan Allah akan datang. Kami yakin pertolongan Allah akan datang membimbing jalan kami, serta memandu manhaj kami sebagaimana Allah telah memandu orang-orang sebelum kami. Hingga kami mencapai prestasi yang telah dicapai para mujahidin dan penempuhnya semenjak kepemimpinan sayyidul mursalin shalallahu alaihi wassalam. Kami tetap di atas al-haq insya Allah baik kami menang atau hancur berkalang tanah dalam peperangan ideologi ini.” Bagaimana kita tidak tsabat dan tabah, dengannya akan menyelamatkan kita dari panasnya api neraka? Bagaimana kita tidak mau tabah padahal gantinya adalah surga insya Allah. Kami mengimani bahwa Allah adalah wali kami bukan walinya orang kafir. Oh... Seandainya orang-orang yang bingung itu memahami isarat Nabi shalallahu alaihi wassalam kepada Khobab saat dia datang meminta doa kemenangan ketika ikhwanikhwannya telah kalah dan disiksa, Nabi kemudian mengingatkan pengorbanan kaum sebelum mereka lalu menegur: “Tetapi kalian tergesa-gesa”.

9|jahizuna

Madrasah Tsabat dan Mempertahankan Metode Tradisional
Madrasah ini didirikan oleh sebagian besar pimpinan-pimpinan jihad dari tanzhimtanzhim, jama'ah-jama'ah jihadiyah, kader-kader dan tokoh-tokoh jihadis meskipun penderitaan dan kepayahan terus menerpa. Ini adalah posisi mayoritas mereka yang berkunjung ke Afghanistan di zaman Thaliban berkuasa. Kesemangatan mereka tumbuh kembali untuk terus beramal tanpa kenal lelah. Tampak dalam ketsabatan mereka, kesungguhan pelaksanaan faridhoh syar'iyah yang kaum muslimin tidak boleh lalai darinya dan melihat menyerah kepada musuh atau melarikan diri sesuatu yang tidak mungkin dilakukan. Saya melihat, mereka yang hidup dalam madrasah ini terbagi menjadi dua kelompok: 1. Tsabat (konsisten) positif. 2. Tsabat negatif. Tsabat positif adalah: konsisten pada prinsip-prinsip, panji dan amanah untuk terus melaksanakan syariat dan kemuliaan diri, izzah, martabat dan kesucian. Tsabat negatif: adalah konsisten pada metode-metode perjuangan lama dengan cara kerja dan bentuk tanzhimnya. Mereka terus bekerja sesuai dengan konsep lokal-rahasiastruktural dengan melanjutkan tujuan masa lalu yaitu menjatuhkan rezim murtad untuk kemudian mendirikan syariat Allah diatas reruntuhannya. Mereka mempertahankan pedoman-pedoman perjuangan mereka yang kuno dan tradisional serta sistem lainnya. Sepertinya, bagi mereka ini, pergeseran realita yang dibawa oleh tatanan dunia baru dan aturan perang global melawan terorisme, runtuhnya margin keamanan serta putusnya kebebasan lintas batas negara dan berbagai macam kesulitan baru lainnya yang pernah kita diskusikan sebelumnya, tidak merubah pikiran mereka untuk melakukan perubahan gerak jihad. Meskipun banyak dari metode-metode dan pemikiran-pemikiran kuno tersebut tidak sesuai dengan zaman dan telah terbukti tidak efektif, kok mereka masih enjoy mempertahankannya.

10 | j a h i z u n a

Madrasah Jihad Global
Ringkasan dari madrasah ini, hasil pertempuran dengan rezim tidak menguntungkan pada akhirnya, dan bahwa Amerika bersama aliansi dari salibis dan yahudi justru mendapatkan manfaat dari gesekan yang menguras energi pengusung al-haq ini. Solusinya adalah dengan menjihadi kepala ular Amerika yang akan menyebabkan runtuhnya semua rezim. Jika rezim runtuh, maka lebih mudah untuk kemudian mengisinya dengan penegakan hukum-hukum syariat baik di arab maupun dunia Islam lainnya. Syeikh Usamah bin Ladin dan tanzhim Al-Qaidah yang paling menonjol mengikuti teori ini. Mereka telah mulai bergerak kearah sana sejak tahun 1996. Strategi ini dibuka dengan mengeluarkan statemen jihad melawan Amerika setelah mereka melakukan berbagai eksperimen pada tahun-tahun sebelumnya. Saya meyakini secara umum bahwa seruan ini dengan berbagai perubahan rincian teori telah mengarah ke arah yang benar dan sesuai dengan perkembangan zaman pasca deklarasi tatanan dunia baru di bawah kepemimpinan Amerika, dunia kini menjadi potongan kecil dibawah kekuatan raksasa.

11 | j a h i z u n a

Analisa Singkat Masing-masing Madrasah
Dengan mengevaluasi ide-ide diatas dan membandingkan dengan gagasan-gagasan saya, saya menyimpulkan analisa hasil dari tiga madrasah ini sebagai berikut: Madrasah Pertama Bahwa usulan madrasah penyerahan diri dan meletakkan senjata serta mencela jalan jihad merupakan madrasah yang telah jatuh pemikiran syar'inya dan bodoh akan realitas. Sebagaimana ditujukan nash-nash syar'i dan fakta sejarah yang terjadi pada eksperimen sebelumnya di negeri kita dan eksperimen ummat-ummat lalu. Selama kita tidak meninggalkan jihad dan pedang, maka kita tidak akan terjatuh pada kehancuran dan penyerahan, bukan hanya pada masalah kesuksesan mencapai tujuan tetapi juga pada kesuksesan individu. Madrasah Kedua Madrasah konsisten diatas jalan jihad dengan metode kuno, hanya akan mengulang kegagalan masa lalu. Madrasah ini telah gagal di masa silam sebelum berdirinya Tatanan Dunia Baru, setelah itu maka kemungkinan kegagalannya lebih banyak dan menyakitkan. Lebih dari itu, madrasah ini tidak mau mereview kembali metode-metode jihad lain untuk mencapai tujuan. Apa pendapat anda ketika dunia telah berubah dan tidak mungkin bekerja dengan cara-cara tempoe doeloe? Dalam waktu lima tahun 1996-2001, metode ini telah mengalami kemandulan dan tanzhimtanzhim jihadiyah tidak mampu bergerak mendekati tujuan atau suatu progres yang berarti. Bahkan hanya menghasilkan perpecahan, kehancuran, kerugian dari matinya para syuhada atau personal yang tertawan dari kerja dalam ruang lingkup terbatas belum lagi kekalahan propaganda yang gencar dilancarkan oleh rezim yang memisahkan antara pejuang, bangsa dan rakyatnya. Akhirnya kelompok ini menjadi kelompok-kelompok minor pinggiran yang melamun diatas alunan ombak khayal dan harapan. Impian itu hari demi hari semakin fiksi. Madrasah Ketiga Seruan yang diajukan oleh Syeikh Usamah dengan Al-Qaidah sebagai penopangnya untuk bekerja atas dasar aturan mengambil pertempuran melawan Amerika merupakan pintu gerbang kepada metode jihad yang benar, memobilisasi ummat kemudian bergerak dari pintu ini untuk menyelesaikan masalah-masalah kekinian yang terjadi pada kaum muslimin secara prioritas. Metode ini adalah metode yang paling aman dan paling dekat dengan realitas permusuhan, sesuai dengan fakta pembentukan tatanan dunia baru. Saya telah melihat harapan dan kesempatan untuk memperbarui serta menciptakan pijakan yang kuat untuk memperbaiki perjalanan jihad dan aliran jihadi, yang turun untuk membuat pendekatan serius dan sistematis serta pengembangan dalam manajemen serta bentuk sesuai dengan fase. Saya berharap bukan hanya tujuannya saja yang sudah tepat, tetapi juga tepat dalam wasilah. Inovasi ini membutuhkan pergeseran tujuan, metode beramal yang memerlukan
12 | j a h i z u n a

banyak sumbangan pemikiran untuk membentuk kerangka pondasinya sebagaimana memerlukan pemikiran untuk pengembangan sistem kerjanya. Namun seringkali zaman segera cepat berlalu sebelum kita sempurna memikirkannya. Kita memerlukan sebuah teori darurat untuk beramal agar segera menutupi kekosongan besar dalam menghadapi pergeseran konfrontasi. Dan setelah perenungan panjang dan mengambil berbagai pelajaran berharga dari serial jihad sepanjang sepuluh tahun sebagaimana saya jelaskan pada latar depan, ide-ide madrasah ini dibesarkan di medan Afghanistan sebagai titik tolak dari madarasah baru dalam rangka upaya mentransformasi gerakan jihad dan bekerja untuk dapat keluar dari krisis yang saya namakan: Dakwah Saroyah Al-Muqowamah Al-Islamiyah Al-Alamiyah (Seruan Batlyon Perlawanan Islam global). Teori ini tegak diatas tiga asas: 1. Ats-Tsabat (konsistensi). 2. At-Tashih (perbaikan). 3. At-Tathwir (pengembangan). Pemikiran ini telah saya diskusikan dengan banyak tokoh-tokoh jihadis dan kader-kader utamanya sekitar tahun 1998-1999. Kemudian dari hasil diskusi ini diperoleh kebutuhan untuk membentuk inti dari sebuah gerakan jihad baru dalam rangka mempraktekkannya dan mengembangkan ide-idenya. Inti gerakan ini dimulai awal tahun 2000. Lalu terjadi peristiwa September... Kertas menjadi penuh dengan coretan-coretan, pekerjaan menjadi semakin berat, situasi berubah total, menghentikan gerak seluruh jihadis, islamiyun bahkan seluruh kaum muslimin seluruh dunia dihadapan fase baru, panggung baru yang memecah dunia menjadi dua kubu sebagaimana diidentifikasi oleh presiden Amerika dengan kampanye “perang salib baru”. Dia berkata, singkatnya, “Siapapun yang tidak berperang bersama Amerika maka dia musuh Amerika, tidak ada kelompok netral”. Kemudian terbunuh dan tertawan sebagian besar kader-kader utama dan tokoh senior jihad generasi awal. Tatanan menjadi carut marut dan pecah berhamburan. Lalu Amerika menyerang Irak dan menempatkan rencana untuk membebaskan Timur Tengah lalu mengendalikan dunia Islam. Amerika telah menciptakan situasi baru yang menempatkan madrasah yang memungkinkan untuk membawa ummat keluar dari krisis ini adalah madrasah jihad shoil global melawan Amerika dan aliansi sebagai satu-satunya solusi yang masuk akal. Ramalan ini telah diprediksi sejak tahun 1991. Prediksi tersebut menyebutkan kebutuhan untuk membawa perubahan dalam gerakan jihad menyesuaikan arus globalisasi dan menggalang pertahanan jihad semesta melawan Amerika dan aliansi. Prediksi ini sekarang tampak tepat dan merupakan satu-satunya solusi untuk keluar dari krisis.

Upgrade fikrah jihadi antum dengan mentelaah serial tarjamah Dakwah AlMuqawamah di Maktabah Jahizuna

13 | j a h i z u n a

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful