You are on page 1of 10

1

Nama Mahasiswa Ruangan

: Friskilla Elvita Handayani : ICU Siloam Hospital Kebon Jeruk

LAPORAN PENDAHULUAN Gagal Jantung Kongesif
A. 1. TINJAUAN TEORITIS MEDIS Definisi

Gagal jantung merupakan kondisi dimana jantung gagal untuk memompa darah guna memenuhi kebutuhan metabolik dari tubuh. Secara khas penyakit ini disertai dengan bertumpuknya darah pada sirkulasi vena (vena pulmoner dan sistemik) sehingga terjadinya gagal jantung kongesif (Daniels, 2004). Gagal jantung kongestif adalah ketidakmampuan jantung untuk memompa darah yang adekuat untuk memenuhi kebutuhan jaringan akan oksigen dan nutrisi (Smeltzer & Bare, 2001). Gagal jantung adalah kondisi yang mana jantung tidak dapat memompa cukup darah keseluruh tubuh (MedlinePlus, 2011).

2.

Etiologi

Gagal jantung dapat disebabkan oleh banyak hal. Secara epidemiologi cukup penting untung mengetahui penyebab dari gagal jantung, di negara berkembang penyakit arteri koroner dan hipertensi merupakan penyebab terbanyak sedangkan di negara berkembang yang menjadi penyebab terbanyak adalah penyakit jantung katup dan penyakit jantung akibat malnutrisi. Pada beberapa keadaan sangat sulit untuk menentukan penyebab dari gagal jantung. Terutama pada keadaan yang terjadi bersamaan pada penderita (Mariyono & Santoso, 2007). Mekanisme yang mendasari terjadinya gagal jantung kongestif meliputi gangguan kemampuan konteraktilitas jantung, yang menyebabkan curah jantung lebih rendah dari curah jantung normal. Tetapi pada gagal jantung masalah yang utama terjadi adalah kerusakan serabut otot jantung, volume sekuncup berkurang, dan curah jantung normal masih dapat dipertahankan. Volume sekuncup adalah jumlah darah yang

nokturia dan lemah.1 Gagal Jantung Kiri Kongestif paru terjadi pada venterikel kiri. - Preload adalah jumlah darah yang mengisi jantung berbanding langsung dengan tekanan yang ditimbulkan oleh panjangnya regangan serabut otot jantung. 2. Peningkatan tekanan dalam sirkulasi paru menyebabkan cairan terdorong ke jaringan paru. maka curah jantung berkurang (Brunner & Suddarth. jika salah satu atau lebih faktor ini terganggu. Hal ini terjadi karena sisi kanan jantung tidak mampu mengosongkan volume darah dengan adekuat sehingga tidak dapat mengakomodasi semua darah yang secara normal kembali dari sirkulasi vena. - Kontraktilitas mengacu pada perubahan kekuatan kontraksi yang terjadi pada tingkat sel dan berhubungan dengan perubahan panjang serabut jantung dan kadar kalsium - Afterload mengacu pada besarnya tekanan venterikel yang harus dihasilkan untuk memompa darah melawan perbedaan tekanan yang ditimbulkan oleh tekanan arteriol. 2. denyut jantung cepat (takikardi) dengan bunyi S3. dan kegelisahan. anoreksia dan mual. Pada gagal jantung. konteraktilitas. batuk. . karena venterikel kiri tidak mampu memompa darah yang datang dari paru. maka yang menonjol adalah kongestif visera dan jaringan perifer. pertambahan berat badan. kecemasan. mudah lelah. Manifestasi klinis yang tampak meliputi edema ekstremitas bawah (edema dependen). yang biasanya merupakan pitting edema. 2001). hepatomegali (pembesaran hepar). asites (penimbunan cairan di dalam rongga peritoneal). Manifestasi klinis yang dapat terjadi meliputi dispnu.2 dipompa pada setiap konteraksi tergantung pada tiga faktor: yaitu preload. afterload.2 Gagal Jantung Kanan Bila venterikel kanan gagal memompakan darah. distensi vena jugularis (vena leher). Gagal jantung dapat dibagi menjadi gagal jantung kiri dan gagal jantung kanan.

dan integrasi sistem lainnya (misal pada sistem pernapasan. Pada awalnya sesak nafas hanya terjadi pada saat melakukan aktivitas. dan tidak pernah terjadi pencampuran darah antara kedua ventrikel pada jantung yang sehat. 4. nutrien. Manifestasi Klinis Penderita gagal jantung yang tidak terkompensasi akan merasakan lelah dan lemah jika melakukan aktivitas fisik karena otot-ototnya tidak mendapatkan jumlah darah yang cukup. pergelangan kaki. Kadang sesak nafas terjadi pada malam hari ketika penderita sedang berbaring. tungkai. sistem vascular sirkulasi. tetapi sejalan dengan memburuknya penyakit. Gagal jantung kanan cenderung mengakibatkan pengumpulan darah yang mengalir ke bagian kanan jantung. yang menyebabkan sesak nafas yang hebat. Selain dipengaruhi oleh gaya gravitasi. sesak nafas juga akan timbul pada saat penderita tidak melakukan aktivitas. Penderita sering terbangun dan bangkit untuk menarik nafas atau mengeluarkan bunyi mengi. dan efek pembengkakan juga dipengaruhi oleh sisi jantung yang mengalami gangguan. pencernaan. karena cairan bergerak ke dalam paru-paru. Atrium dan ventrikel dipisahkan satu dari yang lain oleh katup satu arat. Hal ini menyebabkan pembengkakan di kaki. Keempat ruang jantung tersebut adalah atrium kiri dan kanan serta ventrikel kiri dan kanan. Jantung terdapat didalam sebuah kantong longgar berisi cairan yang disebut pericardium. dan substansi lain ke jaringan lain dan membuang produk sisa metbolisme selular melalui pompa jantung. Pada sisi kri jantung memompa darah . 1997). Atrium terletak diatas ventrikel dan saling berdampingan. kecuali pada masa janin. sedikit ke sebelah kiri sternum. Fungsi sistem jantung ialah mengantarkan oksigen . dibawah perlindungan tulang iga. hati dan perut.3 3. Jantung mencapai suplai persarafan yang luas. Sisi kiri dan kanan jantung dipisahkan oleh dinding jaringan yang disebut dengan septum. Anatomi dan Fisiologi Jantung Jantung adalah sebuah organ berotot dengan empat ruang yang terletak dirongga dada. Semua ruang tersebut dikelilingi oleh jaringan ikat. Pembengkakan juga menyebabkan berbagai gejala. lokasi. dan ginjal) (Potter & Perry. Gagal jantung kiri menyebabkan pengumpulan cairan di dalam paru-paru (edema pulmoner). Dalam keadaan normal tidak terjadi pencampuran darah antara edua atrium.

yang disebut katup trikuspid. 2008). Arteri pulmonalis bercabang – cabang menjadi arteri pulmonalis kanan dan kiri yang masing – masing mengalir ke paru kanan dan kiri.1 Sirkulasi Sistemik Darah masuk ke atrium kiri dari vena pulmonalis. Aliran keluar darah dari ventrikel kiri adalah menuju ke sebuah arteri besar berotot.2 Sirkulasi Paru Darah diatrium kanan mengalir ke ventrikel kanan melalui katup AV lainnya. yang kemudian menyatu kembali untuk membentuk vena. Kedua vena kava bermuara di atrium kanan. Vena – vena menyatu untuk membentuk vena pulmonalis besar. arteriol. ke dalam arteri pulmonalis. vena kava inferior. Semua kapiler menyatu kembali untuk menjadi venula. Katup ini disebut katup mitral. Darah mengalir dari ventrikel kiri ke aorta melalui katup aorta. Masing – masing kapiler memperfusi alveolus yang merupakan unit pernapasan. Darah keluar dari ventrikel kanan dan mengalir melewati katup ke empat. Sisi kanan jantung memompa darah ke sirkulasi paru (pulmonalis). arteri pulmonalis bercabang berkali – kali menjadi arteriol dan kemudian kapiler. 4. dan venula menjadi vena. 4. yang terletak di taut atrium dan ventrikel kiri. Vena dari bagian bawah tubuh mengembalikan darah ke vena terbesar. Darah aorta disalurkan keseluruh sirkulasi sistemik. yang menjangkau seluruh seltubuh kecuali sel – sel yang berperan dalam pertukaran gas di paru. . dan kapiler. yang mengalir hanya ke paru untuk mendapat oksigen. Vena dari bagian atas tubuh mengembalikan darah ke vena kava superior. Diparu. melalui arteri. katup pulmonalis. berturut – turut. yang disebut aorta.4 ke sirkulasi sistemik. Darah di atrium kiri mengalir kedalam ventrikel kiri melewati katup aatrioventrikel (AV). Semua katup jantung terbuka jika tekanan dalam ruang jantung atau pembuluh yang berada diatasnya lebih besar dari tekanan didalam ruang atau pembuluh darah yang ada dibawah. Darah mengalir didalam vena pulmonalis kembali ke atrium kiri untuk menyelesaikan siklus aliran darah (Corwin.

5 5. Patofisiologi .

B-blocker (bisoprolol. kandesartan) 3. 6.1 Penatalaksanaan dan Pengobatan Medis Terapi Farmakologi Terdiri atas obat . sangat panas atau lembab. Vasodilator lain (hidralazin. Hati-hati atau hindari obat tertentu: NSAID. hindari tempat tinggi. 5. 2. tiazid) 4. karvedilol) 6.2 Terapi Non Farmakologik 1. 4. lisinopril. Antitrombotik (warfarin) 10. dobutamin) 9. Diet: Pembatasan asupan NaCl dan cairan dan diet lain sesuai penyakit penyerta. Anti aritmia (amiodaron. Inotropik (digoksin) 8. Coxib. Memperbaiki kontraksi miokard atau perfusi sistemik - Istirahat total atau tirah baring dalam posisi semi fowler Memberikan terapi Oksigen sesuai dengan kebutuhan Memberikan terapi medik : digitalis untuk memperkuat kontraksi otot jantung . Penghambat ACE (kaptropil. dll 6. diuretik (furosemid. Antagonis angiotensin (losartan. dan penerbangan jarak jauh. – isosorbid dinitrat) 7. Aktivitas fisik.6 6. Berpergian. Antagonis aldosteron (eplerenon) 5. B-blocker) 6. Obat inotropik lain (dopamin. Istirahat. untuk gagal jantung akut dan tidak stabil. 6. olahraga teratur seperti berjalan atau bersepeda dianjurkan untuk pasien gagal jantung yang stabil. kortikosteroid. Berhenti merokok 3. ramipril) 2.3 Menurut prioritas terbagi atas 4 kategori : 1.obat golongan : 1.

makanan tinggi lemak. Menurunkan volume cairan yang berlebihan - Memberikan terapi medik: diuretik untuk mengurangi cairan di jaringan Mencatat intak dan output Menimbang berat badan Restriksi garam atau diet rendah garam 3. stres. serta pencegahan kekambuhan - Menjelaskan tentang perjalanan penyakit dan prognosisnya Menjelaskan tentang kegunaan obat-obat yang digunakan. 5. anoreksia. Bila ekokardiografi menunjukkan sistol ventrikel kiri 55 mm. serta memberikan jadwal pemberian obat - Merubah gaya hidup atau kebiasaan yang salah: merokok. Pengobatan pembedahan (Komisurotomi) Hanya pada regurgitasi aorta akibat infeksi aorta. (Nufidwi. atau fractional shortening 25% dipertimbangkan untuk tindakan operasi sebelum timbul gagal jantung. minum alkohol. berdebar-debar. Sedangkan pada regurgitasi aorta akibat penyakit lainnya umumnya harus diganti dengan katup artifisial. kerja berat. Indikasi pada keluhan sesak napas yang tidak dapat diatasi dengan pengobatan symptomatik. keringat dingin - Menganjurkan untuk kontrol semua secara teratur walaupun tanpa gejala Memberikan dukungan mental. klien dapat menerima keadaan dirinya secara nyata atau realitas akan dirinya baik. prognosis. reparasi katup aorta dapat dipertimbangkan. sesak napas. keracunan digitalis - Memeriksa atau memonitor EKG 4. obat-obatan. 2010) . dan kolesterol - Menjelaskan tentang tanda-tanda serta gejala yang menyokong terjadinya gagal jantung terutama yang berhubungan dengan kelelahan. Mencegah terjadinya komplikasi setelah operasi - Mengatur jadwal mobilisasi secara bertahap sesuai keadaan klien Mencegah terjadinya immobilisasi akibat tirah baring Merubah posisi tidur Memperhatikan efek samping pemberian medika mentosa. lekas lelah.7 2. Pendidikan kesehatan yang menyangkut penyakit.

distensi vena paru. - Trombus ventrikuler kiri: pada gagal jntung kongestif akut dan kronik. Cardio-thoragic ratio meningkat - EKG: Dapat ditemukan kelainan primer jantung (iskemik. penurunan suplai oksigen dan lebih jauh gangguan perfusi. Transudasi cairan terjadi dari kapiler masuk ke dalam ruang pleura. emboli paru) - Ekokardiografi: Untuk deteksi gangguan fungsional serta anatomis yang menjadi penyebab gagal jantung 8. terjadi fibrosis dan akhirnya sirosis. Efusi pleura biasanya terjadi pada lobus bawah darah. . Pembentukan emboli dari thrombus dapat terjadi dan dapat disebabkan dari Cerebrivaskular accident (CVA). Pemeriksaan laboratorium dibutuhkan untuk mengetahui sejauh mana gagal jantung telah mengganggu fungsi-fungsi organ lain seperti: hati. Pemeriksaan Penunjang Tidak ada pemeriksaan khusus yang dapat menegakkan diagnosis gagal jantung. Pemeriksaan penunjang lain adalah: - Radiologi: Bayangan paru yang tebal dan melebar. maka mengurangi kontraktilitas dari ventrikel kiri. Kematian sel hati. hipertropi ventrikel. ginjal dan lain-lain. kepadatan makin ke pinggir berkurang. pembesaran ventrikel kiri dan penurunan curah jantung beradaptasi terhadap adanya pembentukan trombus pada ventrikel kiri. pembesaran jantung. komplikasi gagal jantung kongestif adalah sebagai berikut : - Efusi pleura: Dihasilkan dari peningkatan tekanan kapiler.8 7. hidrothorak. Ketika trombus terbentuk. - Aritmia: Pasien dengan gagal jantung kongestif mempunyai risiko untuk mengalami aritmia. biasanya disebabkan karena takiaritmias ventrikuler yang akhirnya menyebabkan kematian mendadak. Komplikasi Menurut Davay (2002). - Hepatomegali: karena lobus hati mengalami kongestif dengan darah vena sehingga menyebabkan perubahan fungsi hati. gangguan irama) dan tanda – tanda faktor pencetus akut (infark miokard. lapangan paru bercak-bercak karena edema paru.

9 9. Prognosis Prognosis CHF tergantung dari derajat disfungsi miokardium. Sedangkan kelas IV mortalitas 1 tahun adalah sekitar 40%50%. . Menurut New York Heart Assosiation. CHF kelas I-III didapatkan mortalitas 1 dan 5 tahun masingmasing 25% dab 52%.

(1997).10. Heart Failure. J. (2001). dari situs: http://ejournal. (2004). S. (2001).pdf MedlinePlus.id/nufidwi/ . H. Keperawatan Medikal Bedah 2 edisi 8. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.id/abstrak/9_gagal%20jantung. A. Handbook of Pathophysiology.10 REFERENSI Brunner & Suddarth. G. (2005). P. Bare.ac. Keperawatan Medikal Bedah Vol 2. Di akses pada tanggal 27 November 2011. G. B. E.. (2008).univpancasila. (2011). (2010). A. Santoso. Corwin. R. dan Praktik. USA: Lippincott Williams & Wilkins Daniels. pukul 02. Nursing Fundamentals Caring & Decision Making. Di akses pada tanggal 27 November 2011. (2007). C. Jakarta: EGC Smeltzer.nlm.ac. 3rd ed. ed 8. Proses.unud. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Mariyono. H. Buku Ajar Fundamental Keperawatan Konsep. A. pukul: 02.gov/medlineplus/heartfailure.html Nufidwi. dari situs: http://www. Davay. USA: Thomson Delmar Learning. Di akses pada tanggal 27 November 2011. Gagal Jantung. Jakarta: EMS Potter. pukul.. Terapi Gagal Jantung.30.nih. At A Glance Medicine. 01. P..40. dari situs: http://siswa. Perry.