You are on page 1of 9

Pemeriksaan fisik 1. inspeksi : a. Tanda-tanda kehamilan seperti perubahan pada payudara, pigmentasi. b.

Tanda-tanda kekerasan  bisa dilakukan oleh si ibu atau org lain, seperti melakukan gerakan fisik berlebihan, jatuh, pemijatan/pengurutan perut bagian bawah, kekerasan langsung pada perut dan uterus. 2. periksa • • • • apakah ada komplikasi akibat penggunaan obat-obat untuk mengugurkan kandungan seperti: perdarahan akibat luka jalan lahir, atonia uteri, sisa jaringan syok akibat refleks vasovagal atau nerogenik. Emboli udara akibat penyemprotan udara ke dalam uterus. Inhibisa vagus, hampir selalu terjadi pada abortus tanpa tertinggal, diatesa hemoragik.

dilakukan anastesi pada ibu. 3. pemeriksaan ginekologis

Pemeriksaan laboratorium • Terhadap perempuannya: 1. pemeriksaan toksikologi dari darah dan urin  untuk mencari apakah terdapat obat/zat tertentu yang diguanakan agar janin mati tetapi si ibu cukup kuat untuk bisa selamat. 2. pemeriksaan mikroskopik  meliputi adanya sel trofoblas yang merupakan tanda kehamilan, kerusakan jaringan yang merupakan jejas/tanda usaha penghentian kehamilan, dan ditemukan sel radang PMN sebagai tanda dari intravitalitas. 3. pemeriksaan golongan darah 4. pemeriksaan DNA • Terhadap hasil suction:

hasil (+) : akan memberikan warna merah muda. Bila pada kedua rekasi tersebut. 2. • reaksi Wagenaar hasil (+) : terlihat kristal acetonhemin berbentuk batang berwarna cokelat. pemeriksaan mikroskopik sel-sel darah merah Interpretasi hasil pemeriksaan Hanya dapat menentukan kelas dan .  untuk melihat morfologi bukan spesies darah tersebut.1. pemeriksaan darah. Hasil (-) : bercak tsb bukan darah Hasil (+) : bercak tsb mungkin darah dan diperlukan pemeriksaan lebih lanjut. berdasarkan bercak yang dicurigai harus di buktikan bahwa: bercak tersebut adalah benar darah darah dari manusia atau hewan golongan darah (bila benar-benar terbukti darah manusia) pemeriksaan-pemeriksaan yang harus dilakukan adalah: Jenis pemeriksaan 1.kelas mamalia: sel darah merah berbentuk cakram dan tidak berinti. . pemeriksaan penentuan darah • reaksi Teichman hasil (+) : tampak kristal hemin HCl berbentuk batang berwarna cokelat. 3. pemeriksaan penyaring darah: • • reaksi benzidin hasil (+) : timbul warna merah reaksi fenoftalin biru gelap pada kertas saring. Bila pada kedua reaksi tersebut.

5. • Hasil tersebut manusia. tersebut memang berasal dari janin yang telah di gugurkan. Hasil (+) : bercak tsb PASTI darah. TINJAUAN PUSTAKA ABORSI A. Tetapi pemeriksaan ini tidak bisa memastikan hal tsb diatas. pemeriksaan serologik: a. .Rhesus) disesuaikan dengan golongan darah perempuan yang dicurigai telah menggugurkan kandungan. 4. b. penentuan spesies: • reaksi cincin (reaksi hasil (+) : tampak sebagai cincin presipitasi yang keruh pada perbatasan kedua cairan. penentuan golongan darah  penentuan golongan darah hasil suction (ABO. Pendahuluan : Pengertian Abortus (aborsi).Hasil (-) : bercak tsb PASTI bukan darah. • reaksi presipitasi dalam hasil (+) : memberikan presipitum agar jernih pada perbatasan lubang tengah dan lubang tepi. pemeriksaan DNA • DNA mitokondria (dari  bila ditemukan separuh pita dengan ibu besar maka jaringan kemungkinan jaringan yang berasal dari cocok botol suction) (+) menunjukan merupakan darah darah presipitasi dalam tabung).

Di kalangan ahli kedokteran dikenal dua macam abortus (keguguran kandungan) yakni abortus spontan dan abortus buatan. • Abortus spontan adalah merupakan mekanisme alamiah yang menyebabkan terhentinya proses kehamilan sebelum berumur 28 minggu. ahli hukum. dilakukan oleh tenaga yang tidak kompeten serta tidak memenuhi syarat dan cara-cara yang dibenarkan oleh undang-undang. yaitu: 1. Abortus buatan legal pengguguran kandungan yang dilakukan menurut syarat dan cara-cara yang dibenarkan oleh undang-undang. sosial danekonomi memberikan pandangan yang berbeda terhadap dilakukannya abortus buatan. Populer juga disebut dengan abortus provocatus therapcutius. jika ditinjau dari aspek hukum dapat digolongkan ke dalam dua golongan. Ahli agama melihatnya dari kaca dosa dan mereka sepakat bahwa melakukan abortus buatan adalah perbuatan dosa. Abortus buatan. Begitu pula dengan ahli ekonomi. karena alasan yang sangat mendasar untuk melakukannya adalah untuk menyelamatkan nyawa/menyembuhkan si ibu. Pandangan Umum Tentang Abortus Buatan Para ahli dari berbagai disiplin ilmu seperti ahli agama. Abortus golongan ini sering juga disebut dengan abortus provocatus criminalis. karena di dalamnya mengandung unsur kriminal atau kejahatan. • abortus buatan. 2. B. abortus dengan jenis ini merupakan suatu upaya yang disengaja untuk menghentikan proses kehamilan sebelum berumur 28 minggu. Abortus buatan ilegal  pengguguran kandungan yang tujuannya selain dari pada untuk menyelamatkan/ menyembuhkan si ibu. mereka sepakat bahwa alasan ekonomi tidak dapat dijadikan alasan untuk membenarkan dilakukannya pengguguran kandungan. dimana janin (hasil konsepsi) yang dikeluarkan tidak bisa bertahan hidup di dunia luar. Penyebabnya dapat oleh karena penyakit yang diderita si ibu ataupun sebab-sebab lain yang pada umumnya berhubungan dengan kelainan pada sistem reproduksi. .

Kita lihat saja misalnya di negara Indonesia. pada umumnya setiap negara memiliki undang-undang yang melarang dilakukannya abortus buatan meskipun pelarangan tersebut tidak bersifat mutlak. Ketentuan-ketentuan Abortus Buatan Dalam Perundang-undangan. dimana dalam Kitab Undang. (2) Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut. Pasal 347 : (1) Barang siapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seorang wanita tanpa persetujuannya. diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun. Namun dalam undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 Tentang kesehatan pada pasal 15 dinyatakan bahwa dalam keadaan darurat sebagai upaya untuk menyelamatkan jiwa ibu hamil atau janinnya. bidan atau juru obat membantu melakukan kejahatan berdasarkan pasal 346. Dengan demikian jelas bagi kita bahwa melakukan abortus buatan dapat merupakan tindakan kejahatan. Pasal 349 : “Jika seorang dokter. ataupun membantu melakukan salah satu kejahatan dalam pasal . tetapi juga bisa merupakan tindakan ilegal yang dibenarkan undang-undang. dapat dilakukan tindakan medis tertentu. (2) Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut. Pasal 348: (1) Barang siapa dengan sengaja menggunakan atau mematikan kandungan seorang wanita dengan persetujuannya. diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun”. Demikian halnya dengan negara-negara di dunia.Undang Hukum Pidana (KUHP) tindakan pengguguran kandungan yang disengaja digolongkan ke dalam kejahatan terhadap nyawa (Bab XIX pasal 346 s/d 249). C. diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun. diancam dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun. diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan.Pada umumnya para ahli tersebut menentang dilakukannya abortus buatan meskipun jika berhadapan dengan masalah kesehatan (keselamatan nyawa ibu) mereka dapat memahami dilakukannya abortus buatan. Dalam KUHP Bab XIX Pasal 346 s/d 350 dinyatakan sebagai berikut : Pasal 346 : “Seorang wanita yang sengaja menggugurkan atau mematikan kandungannya atau menyuruh orang lain untuk itu.

4. yaitu seorang dokter ahli kebidanan dan penyakit kandungan. Seorang wanita hamil yang sengaja melakukan abortus atau ia menyuruh orang lain. 3.5 tahun penjara dan bila ibu hamilnya mati diancam hukuman 7 tahun penjara. Ayat (2) Butir a : Indikasi medis adalah suatu kondisi yang benar-benar mengharuskan diambil tindakan medis tertentu. Pasal 15 ayat (1) dan ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan pidana denda paling banyak Rp. diancam hukuman empat tahun penjara. bidan atau juru obat (tenaga kesehatan) ancaman hukumannya ditambah sepertiganya dan hak untuk berpraktek dapat dicabut. diancam hukuman penjara 12 tahun. dan jika ibu hamil tersebut mati. Butir c : Hak utama untuk memberikan persetujuan ada pada ibu hamil yang bersangkutan. dilarang karena bertentangan dengan norma hukum. norma kesusilaan dan norma kesopanan”. maka pidana yang ditentukan dalam pasal itu dapat dditambah dengan sepertiga dan dapat dicabut hak untuk menjalankan pencaharian dalam mana kejahatan dilakukan”. Dari rumusan pasal-pasal tersebut diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa : 1. Pada penjelasan UU No. 2. diancam 15 tahun penjara.23 Tahun 1992 Pasal 15 dinyataka sebagai berikut : Ayat (1) : “Tindakan medis dalam bentuk pengguguran kandungan dengan alasan apapun. ibu hamil dan janinnya terancam bahaya maut. 500. . sebbab tanpa tindakan medis tertentu itu. Butir b : Tenaga kesehatan yang dapat melakukan tindakan medis tertentu adalah tenaga yang memiliki keahlian dan kewenangan untuk melakukannya. maka diancam hukuman 5.347 dan 348.000. Jika dengan persetujuan ibu hamil. dapat diminta dari suami atau keluarganya. Seseorang yang sengaja melakukan abortus terhadap ibu hamil. Jika yang melakukan dan atau membantu melakukan abortus tersebut seorang dokter. dengan tanpa persetujuan ibu hamil tersebut. kecuali dalam keadaan tidak sadar atau tidak dapat memberikan persetujuannya. norma agama. Namun dalam keadaan darurat sebagai upaya untuk menyelamatkan jiwa ibu atau janin yang dikandungnya dapat diambil tindakan medis tertentu.000 (lima ratus juta rupiah).

Dalam deklarasi Oslo (1970) tentang pengguguran kandungan atas indikasi medik. tenaga kesehaan mempunyai keahlian dan kewenagan bentuk persetujuan.Butir d : Sarana kesehatan tertentu adalah sarana kesehatan yang memiliki tenaga dan peralatan yang memadai untuk tindakan tersebut dan telah ditunjuk oleh pemerintah. Upaya Mengurangi Abortus Buatan Ilegal Di Kalangan Tenaga Kesehatan Para dokter dan tenaga medis lainnya. Kaitannya Dengan proses Pembuktian Dari penjabaran di atas secara gamblang kita dapat membedakan antara abortus buatan legal dan ilegal. Pengguguran hanya dilakukan sebagai suatu tindakan terapeutik. D. Ayat (3) : Dalam Peraturan Pemerintah sebagai pelaksanaan dari pasal ini dijabarkan antara lain mengenal keadaan darurat dalam menyelamatkan jiwa ibu hamil atau janinnya. sarana kesehatan yang ditunjuk. Jika hal ini secara konsekwen dilakukan pengurangan kejadian abortus buatan ilegal akan secara signifikan dapat dikurangi. c. b. Pada sarana kesehatan tertentu. hanya dapat dilakukan dengan syarat-syarat berikut”: 1. E. yakni harus memenuhi anasir sebagai berikut : a. disebutkan bahwa moral dasar yang dijiwai seorang dokter adalah butir Lafal Sumpah Dokter yang berbunyi : ”Saya akan menghormati hidup insani sejak saat pembuahan : oleh karena itu Abortus buatan dengan indikasi medik. d.23 Tahun 1992 tentang kesehatan. hendaklah selalu menjaga sumpah profesi dan kode etiknya dalam melakukan pekerjaan. Oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenagan. . Membedakan Abortus Buatan Legal dan Ilegal. yaitu abortus buatan yang sesuai dengan ketentuan-ketentuan sebagaimana diatur dalam pasal 15 UU No. Berdasarkan indikasi medis yang mengharuskan diambilnya tindakantersebut. Dengan persetujuan ibu hamil yang bersangkutan atau suami atau keluarganya. Abortus buatan legal.

F. Proses pembuktian atas kasus Abortus Buatan Ilegal sangat sulit dan rumit. 4. 2. sedangkan tentang Abortus Buatan Legal diatur dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan. Selain memahami dan menghayati sumpah profesi dan kode etik. Dalam perundang-undangan Negara Republik Indonesia pengaturan tentang abortus terdapat dalam dua Undang-undang yakni Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dan Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan. Suatu keputusan untuk menghentikan kehamilan. Abortus secara umum dibagi atas dua macam yaitu Abortus Spontan dan Abortus Buatan. diharapkan para tenaga kesehatan dalam menjalankan profesinya selalu mendasarkan tindakannya kepada tuntunan agama. KESIMPULAN Berdasarkan uraian di atas dapatlah kiranya kita menarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Berdasarkan poin 3 di atas. Bidan dan Juru Obat. 4. sedapat mungkin disetujui secara tertulis oleh dua orang dokter yang dipilih berkat kompetensi profesional mereka. . Prosedur itu hendaklah dilakukan seorang dokter yang kompeten di instalasi yang diakui oleh suatu otoritas yang sah. ancaman pidana melakukan perbuatan Abortus Buatan Ilegal dapat ditambah sepertiga dari ancaman hukumannya.2. khususnya Dokter. 6. mengingat para pihak dalam melakukan perbuatan tersebut selalu didahului pemukatan (jahat) untuk saling merahasiakan. Melalui pemahaman agama yang benar. para tenaga kesehatan perlu pula meningkatkan pemahaman agama yang dianutnya. 7. 3. Abortus Buatan. maka ia hendak mengundurkan diri dan menyerahkan pelaksanaan tindakan medik itu kepada sejawatnya yang lain yang kompeten. 3. Bagi tenaga kesehatan. Dalam KUHP hanya mengatur tentang ancaman hukuman melakukan Abortus Buatan (Ilegal). dilihat dari aspek hukum dapat digolongkan menjadi dua golongan yaitu Abortus Buatan Legal (Abortus Provocatus Therapeticus) dan Abortus Buatan Ilegal (Abortus Provocatus Criminalis). 5. maka sangat sedikit kasus Abortus Buatan Ilegal yang sampai ke tahap penyidikan dan tuntutan. Jika dokter itu merasa bahwa hati nuraninya tidak memberanikan ia melakukan pengguguran tersebut. 5.

lebih lagi jika dibarengi dengan pendalaman dan pengamatan ajaran agama.8. Penghayatan dan pengamalan Sumpah Profesi dan Kode Etik masing-masing tenaga kesehatan secara tidak langsung dapat mengurangi terjadinya Abortus Buatan Ilegal. .