You are on page 1of 285

BAB I PENDAHULUAN 1.1.

Latar Belakang

Salah satu bagian penting dalam ilmu statistika adalah persoalan inferensi yaitu penarikan lesimpulan secara statistik. Dua hal pokok yang menjadi pembicaraan dalam statistik inferens adalah penaksiran parameter populasi dan uji hipotesis. Teknik inferensi yang pertama dikembangkan adalah mengenai pembuatan sejumlah besar asumsi sifat populasi di mana sampel telah diambil. Teknik yang banyak digunakan pada metode-metode pengujian hipotesis dan penafsiran interval ini kemudian dikenal sebagai Statistik Parametrik, karena nilai-nilai populasi merupakan parameter. Distribusi populasi atau distribusi variabel acak yang digunakan pada teknik inferensi ini mempunyai bentuk matematik yang diketahui, akan tetapi memuat beberapa parameter yang tidak diketahui. Permasalahan yang harus diselesaikan adalah menaksir parameterparameter yang tidak diketahui tersebut dengan data sampel atau melakukan uji hipotesis tertentu yang berhubungan dengan parameter populasi. Pada kenyataannya sangatlah sulit untuk mendapatkan sampel yang memenuhi asumsi mempunyai distribusi tertentu. Kebanyakan sampel yang diperoleh hanyalah sebatas mendekati tertentu, seperti mendekati normal. Bahkan banyak juga sampel yang distribusinya tidak diketahui sama sekali. Oleh karena itu kemudian dikembangkan suatu teknk inferensi yang tidak memerlukan uji asumsi-asmsi tertentu mengenai distribusi sampelnya, dan juga tidak memerlukan uji hipotesis yang berhubungan dengan parameter populasinya. Teknik statistik ini dikenal dengan Statistik Bebas Distribusi atau Statistik Non-Parametrik. Sudah tentu apabila asumsi-asumsi tertentu yang diperlukan dalam suatu pengujian dapat dipenuhi, maka seharusnya uji non-parametrik tidak digunakan. Uji non-parametrik digunakan sebagai alternatif, bila mana distribusi sampel tidak dapat memenuhi asumsi distribusi normal.

1.2.

Perumusan Masalah

Rumusan masalah-masalahnya adalah sebagai berikut: 1. Bagaimana cara pengambilan data untuk memperoleh data penelitian? 2. Bagaimana menginterprestasikan dan menganalisa pengolahan data dengan non-parametrikr? 3. Bagaimana menginterprestasikan dan menyimpulkan data?

1.3.

Tujuan Praktikum

Tujuan dari praktikum statistik non parametrik adalah: 1

1. Agar praktikan dapat mengetahui data yang digunakan bersifat ordinal atau bersifat normal. 2. Agar praktikan dapat memahami kegunaan dan penerapan statistik parametric maupun non parametrik. 3. Agar praktikan mengetahui dan memahami pengujian data dengan statistik non parametric yang meliputi uji median, uji freadman, dan kruskall wallis. 4. Agar praktikan mengerti dan memahami teknik pengolahan data secara parametric dan non parametrik.

1.4.

Manfaat Praktikum

Manfaat yang didapat dari praktikun statistik non parametrik ini yaitu: 1. Agar praktikan dapat memahami kegunaan dan penerapan statistik parametrik maupun non parametrik. 2. Agar praktikan mampu melakukan pengujian data statistik non parametrik yang meliputi uji median, uji freadman, dan kruskall wallis. 3. Agar praktikan mengerti dan memahami teknik pengolahan data secara parametrik dan non parametrik.

2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Uji statistika parametrik adalah suatu uji yang modelnya menetapkan adanya syarat-syarat tentang parameter populasi yang merupakan sumber sampel penelitiannya (Siegel, 1994: 38). Penggunaan analisis statistika parametrik, tergantung dari asumsiasumsi dasar berkaitan dengan distribusi dan jenis skala data yang diperoleh dari populasi maupun sampel penelitiannya. Ada beberapa persyaratan asumsi dasar untuk menggunakan statistik parametrik, yaitu: a. data yang diperoleh dari observasi harus bersifat independent, dimana pemilihan salah satu kasus tidak tergantung pada pemilihan kasus lainnya. b. sampel yang diperoleh dari populasi berdistribusi normal, dan diambil secara random. c. sampel-sampelnya memiliki varians yang sama atau mendekati sama, terutama jika sampelnya kecil. d. variabel-variabel yang digambarkan berupa skala interval atau rasio. Data yang berskala nominal dan atau ordinal tidak memenuhi syarat untuk diolah dengan statistik parametrik. Berbeda dengan statistik parametrik, statistik nonparametrik adalah prosedur statistik yang tidak mengacu pada parameter tertentu. Itulah sebabnya, statistik nonparametrik sering disebut sebagai prosedur yang bebas distribusi (freedistibution procedures). Banyak orang berpendapat, jika data yang dikumpulkan terlalu kecil maka prosedur statistik nonparametrik lebih baik digunakan. Pendapat ini bisa benar dan bisa pula salah. Masalahnya adalah, bagaimana mendefinisikan besar-kecilnya suatu data? Bukankah hal ini sangat relatif? Yang jelas, kita pasti menggunakan statistik nonparametrik bila kita tidak mengetahui dengan pasti distribusi dari data yang kita amati. Namun jika kita yakin data yang diamati berdistribusi normal, misalkan dibuktikan dengan memakai uji statistik, maka kita bisa memakai prosedur statistik parametrik untuk distribusi normal. Sebaliknya, walaupun data yang dikumpukan berjumlah besar, tetapi tidak dapat dipastikan distribusinya, maka sebaiknya dipakai prosedur statistik nonparametrik. Statistik nonparametrik mempunyai Kelebihannya antara lain adalah: beberapa kelebihan dan kekurangan.

1. Tingkat kesalahan penggunaan prosedur statistik nonparametrik relatif kecil karena statistik jenis ini tidak memerlukan banyak asumsi. 2. Perhitungan yang harus dilakukan pada umumnya sederhana dan mudah, khususnya untuk data yang kecil. 3. Konsep dalam statistik nonparametrik mudah untuk dimengerti. 4. Dapat digunakan untuk menganalisa data yang berbentuk hitungan maupun peringkat (rank). Sebaliknya, kekurangan statistik non parametrik yang paling utama adalah hasil tidak selalu sesuai dengan yang diharapkan karena kesederhanaan perhitungannya. Namun, walaupun perhitungan dalam statistik nonparametrik sangat sederhana, bila jumlah datanya sangat besar maka dibutuhkan perhitungan yang sangat lama. Untuk kasus yang demikian, prosedur statistik parametrik lebih tepat untuk digunakan. 3

Berikut adalah beberapa uji statistik yang biasa dipakai. Kolom pertama menguraikan uji statistik parametrik, sementara kolom kedua menampilkan uji statistik non-parametrik yang sepadan. Uji Parametrik (menggunakan asumsi distribusi Normal) Uji non-parametrik yang bersesuaian Tujuan Uji - t untuk sample bebas Uji Mann-Whitney U; Uji Wilcoxon jumlah peringkat Membandingkan dua sample bebas Uji - t berpasangan Uji Wilcoxon pasangan dengan peringkat yang cocok Meneliti perbedaan dalam suatu grup Koefisien korelasi Pearson Koefisien korelasi peringkat Spearman Mengetahui hubungan korelasi linier antara dua peubah Analisa varians satu arah (Uji F ) Analisa varians dengan menggunakan peringkat Kruskal-Wallis Membandingkan tiga grup atau lebih Analisa varians dua arah Analisa varians dua arah Friedman Membandingkan tiga grup atau lebih dengan menggunakan dua faktor yang berbeda. Jadi dapat disumpulkan bahwa penggunaan statistik non-parametrik lebih diutamakan jika hipotetis yang akan diuji tidak melibatkan parameter dari populasi. Data yang diambil tidak memenuhi syarat yang ditetapkan oleh statistik parametrik dan asumsi-asumsinya ditolak, atau bila kita membutuhkan hasil yang cepat sebelum melakukan penelitian berikutnya. Keunggulan-keunggulan uji statistika non-parametrik antara lain: a.Jika sampel terlalu kecil, maka tidak ada alternatif lain menggunakan uji statistika non-parametrik, kecuali distribusi populasi diketahui dengan pasti. b.Uji non-parametrik ini memiliki asumsi yang lebih sedikit berkaitan dengan data dan mungkin lebih relevan pada situasi tertentu. Hipotesis yang diuji dengan non-parametrik ini mungkin lebih sesuai dengan tujuan penelitian. c.Uji non-parametrik dapat digunakan untuk menganalisis data yang pada dasarnya adalah data dalam bentuk ranking. Jadi peneliti hanya dapat mengatakan terhadap subyek penelitian bahwa yang satu memiliki lebih atau kurang karakteristik dibandingkan lainnya, tanpa dapat mengatakan seberapa besar lebih atau kurang itu. 2.1. VARIABEL DAN DATA STATISTIKA Variabel merupakan konsep yang mempunyai variasi nilai dengan minimal ada dua variasi. Dalam statistika, nilai-nilai dari variabel tersebut merupakan data yang akan diolah dengan prosedur statistika. Ukuran-ukuran dari variabel dapat dibedakan dalam empat tingkatan , yaitu : 2.1.1. Ukuran Nominal Ukuran nominal hanya mendasarkan diri pada konsep penggolongan kategori yang tidak tumpang tindih (mutually exclusive) dan tuntas (exhaustive). Angka yang diberikan tidak merefleksikan kedudukan dan tingkatan satu kategori terhadap kategori yang lain. Di sini tidak berlaku operasi matematis. Contoh : Jenis Kelamin diberi nilai 1 untuk wanita dan 2 untuk pria. Agama diberi nilai 1 untuk Islam, 2 untuk Nasrani, 3 untuk Yahudi, 4 untuk Hindu dan 5 untuk Budha. 2.1.2. Ukuran Ordinal Ukuran odinal mendasarkan diri pada pengurutan (order) yang merupakan tingkatan-tingkatan dimulai dari yang terendah sampai yang tertinggi. Urutan ini tidak mencerminkan suatu proses operasi matematis. 4

Contoh : Variabel kelas ekonomi, 1 untuk miskin, 2 untuk menengah dan 3 untuk kaya. Tingkat penghasilan penduduk, 1 rendah, 2 sedang dan 3 tinggi. 2.1.3. Ukuran Interval Ukuran interval merupakan ukuran yang tidak hanya mengurutkan obyek berdasarkan suatu atribut saja tetapi juga memberi informasi tentang interval antara satu obyek dengan obyek yang lain. Dalam ukuran ini, operasi matematis dapat dilakukan. Tetapi informasi absolut suatu obyek tidak dapat diperoleh. Contoh : Berat balita yang diukur dari berat bayi minimal atau berat rata-ratanya dan bukan dari titik nol yang sesungguhnya. 2.1.4. Ukuran Ratio Ukuran rasio diperoleh apabila selain informasi tentang urutan dan interval antara obyek, dipunyai juga informasi tambahan tentang jumlah absolut atribut yang dimiliki oleh salah satu dari obyek tersebut. Jadi ukuran ratio mirip dengan ukuran interval hanya jaraknya diukur tidak dari angka rata-rata atau angka minimal tetapi dari titik nol yang sesungguhnya.

5

Contoh : Hasil panen yang diukur dari nol sejati. Banyaknya hasil produksi yang diukur dari nol sejati juga. Data merupakan bagian yang sangat penting. Sebab, apa yang akan dikumpulkan, apa yang akan disajikan, apa yang akan diolah, disimpulkan, diuji dan diinterpretasikan adalah kumpulan data. Sehingga keberadaan data menjadi mutlak. Beberapa pengertian berkaitan dengan data adalah sebagai berikut : 1. Data Intern dan Ekstern Yang dimaksud dengan data intern adalah data yang dikumpulkan oleh badanbadan tentang aktifitas dirinya dan hasilnya dipakai untuknya juga. Sedangkan data ekstern adalah data yang diambil oleh badan-badan dari luar dirinya. 2. Data Primer dan Sekunder Data primer merupakan data yang diambil oleh badan-badan / orang-orang secara langsung dari sumbernya. Sedangkan data sekunder adalah data yang diambil oleh badan / orang-orang tidak langsung dari sumbernya, dapat dari data yang sudah ada maupun mengutip dari literatur. 3. Data diskrit dan Kontinu Data diskrit merupakan data yang diperoleh dengan jalan menghitung data yang ada. Sedangkan data kontinu merupakan data yang mempunyai nilai hanya jika berada dalam interval. 2.2. Uji Khi-Khuadrat (X2)

Untuk membandingkan antara data yang diamati atau diperoleh denagn apa yang diharapkan/teoritis digunakan uji Khi Khuadrat (X2) dengan rumus :

2 XH =

∑ (o
i =1

k

i

− Ei ) 2

Ei

Disini X 2 adalah nilai Khi Khuadrta yang akan diuji/dibandingkan X2 tabel Oi H adalah frekuensi/jumlah data yang diamati pada kategori ke-I Ei adalah frekuensi/jumlah yang diharapkan pada kategori ke I dan k adalah banyaknya kategori (i=1,2,3,….k). Bila selisih antara data yang diamati dengan yang diharapkan semakin besar berarti semakin menyimpang dari harapan dan nilai X 2 semakin besar, H sebaliknya jika selisih antara data yang diamati dengan yang diharapkan semakin kecil berarti semakin dekat dengan harapan dan nilai X 2 akan H semakin kecil. Berdasarkan hal tersebut dapat disusun hipotesis sebagai berikut : Ho : f1 =f2 =f3 =……=fk H1 ; fi ≠ fi’ untuk suatu fi 6

Jika: X 2 <X2(0,05;db=k-1), maka Ho diterima (P>0,05) H X 2 ≥X2(0,05;db=k-1), maka Ho ditolak(P<0,05) H X 2 <X2(0,01;db=k-1), maka Ho diterima (P<0,01) H Dalam kenyataannya apa yang diharapkan atau teori sering sekali tidak diketahui oleh peneliti karena yang dihadapi oelh peneliti sering hal-hal yang sifatnya masih baru. Misalnya jenis penyakit yang baru muncul sehingga tingkat kesembuhannya tidak diketahui maka perlu melakukan pendugaan terhadap apa yang diharapkan akan terjadi. 2.3. Uji Wilcoxon Tidak Berpasanganan

Uji ini umumnya digunakan jika skala pengukuran hanya ordinal dan skala interval maupun rasional yang tidak memenuhi syarat untuk uji t atau uji F katagori/perlakuan sama dengan dua (P=2). Hipotesisnya: Ho : r1 =r2 lawan H1:r1 ≠r2 Prosedur pengujian hipotesis 1. tentukan data dari kecil ke besar tanpa memandang apakah data tersebut dari perlakuan pertama (p1) atau perlakuan ke dua(p2). 2. Berikan rangking dari angka 1 sampai n (n=n1 +n2) dengan catatan data yang skor/nilainya samaharus diberikan rangking yang sama (rat-rata rangking) 3. Jumlahkan rangking dari perlakuan pertama (T1) dan rangking dari perlakuan kedua (T2). 4. cari daerah penerima dari Hopada tabel yang telah disediakan. 5. kriteria penerimaan Ho adalah sebagai berikut : a. Jika T1 atau T2 berada di dalam daerah penerimaan Ho dari tabel maka Ho diterima. b. Jika T1 atau T2 berada di luar daerah peneriaman Ho dari tabel maka ho ditolak. 2.4. Uji Mann-Whitney

Uji wilcoxon tidak berpasangan dapat pula didekati dengan uni Z (pendekata normal ), hal ini telah dilakukan oleh Mann dan Whetney tahun 1947. cara pengujian ini dikenal dengan uji Mann-Whitney data tidak berpasangan yaitu mencari pendekataan terhadap nilai tengah dan simpangan baku dari sebaran normal (n1<n2) dengan cara sebagai berikut :

µ= α=

n1(n1 + n 2 + 1 2 n1n2(n1 + n 2 + 1) 12

7

ZH =

T −µ α

Disini T adalah jumlah ranking dari perlakuan pertama (T1) atau perlakuan kedua (T2). Dalam ini antara T1 dan T2 ada hubungan kesetaraan yaitu : T1 = n1(n1+n2+1)-T2 Kriteria penerimaan Ho sebagai berikut : Jika ZH<Zα=0,05), maka Ho diterima (P>0,05) Jika ZH>Zα=0,05), maka Ho ditolak (P<0,05) Jika ZH>Zα=0,01), maka Ho ditolak (P<0,01) Dari contoh diatas kita dapat melakukan pengujian sebagai berikut : T1 = n1(n1+n2+1)-T2 T! = 8(8+8+1)-95,5 T1 =136-95,5=40,5

µ= α= α=

n1(n1 + n 2 + 1) 8(8 + 8 + 1) = = 68 2 2 n1n2(n1 + n 2 + 1) 12 8x8(8 + 8 + 1) = 90,67 = 9,52 12 T − µ 40,5 − 68 − 27,5 = = = −2,89 α 9,52 9,52 T − µ 95,5 − 68 27,5 = = = 2,89 α 9,52 9,52

ZH = ZH =

Jadi pengambilan T1 dan T2 sebagai T memberikan nilai yang sama hanya berbeda tanda saja maka untuk pengujian dua arah memberikan makna yang sama Dari hasil pengujian ditas maka diperoleh hasil ZH>Z(α=0,01)yaitu 2,89>2,576. jadi Ho ditolak pada taraf signifikansi 1 %maka kesimpulan sama dengan uji wilcoxon tidak berpasangan. Untuk p>2 maka uji Wilcoxon tidak praktik digunakan makadih=gunakan uji lain salah satu uji tersebut adalah uji KruskalWallis. 2.5. Uji Kruskal-Wallis

8

Uji ini umumnya digunakan jika skala pengukuran datanya ordinal dan skala interval maupun rasional yang tidak memenuhi syarta untuk uji t atau uji f. kategori/perlakuan yang diteliti lebih besar dari dua (P>2) dan termasuk klasifikasi satu arah (tidak ada peubah lain selain perlakuan ) atau tidak berpasangan atau dalam rancangan percobaan/lingkungan terkenal dengan nama Rancangan Acal Lengkap (RAL). Rumus uji Kuskal-Wallis adalah sebagai berikut :

K=

k 12 Ri 2 − 3( N + 1) ∑ N ( N + 1) i =1 ni

Keterangan: K; Nilai Kruskal-Wallis dari hasil perhitungan. Ri: Jumlah rank dari kategori/perlakuan ke i. Ni: Banyaknya ulangan pada kategori/perlakuan ke-i. k: Banyaknya kategori/perlakuan (i=1,2,3,…..,k). N: Jumlah seluruh data (N=n1+n2+n3+………..+nk). Hipotesis: Ho : r1 =r2=r3=……=rk H1 : ri≠ri’,untuk suatu pasangan ri ( i≠i) Disini ri adalah rata-rata rangking ke-I dalam hal ini dugaan untuk ri adalah Kriteria penerimaan Ho adalah sebagai berikut : Jika K<X2(0,05:db=(k-1),maka Ho diterima (P>0,05) Jika K>X2(0,05:db=(k-1),maka Ho diterima (P<0,05) Jika K>X2(0,01:db=(k-1),maka Ho diterima (P<0,01) Jika Ho ditolak berarti ada pasangan rata-rata rangking yang berbeda untuk mencari pasangan rata-rata rangking yang berbeda, untuk mencari pasangan mana yang berbeda maka kita harus malakukan uji lanjutan yaitu uji rata-rata rangking dengan rumus sebagai berikut :

Ri ni

t H = tα / 2; db = N − k ( S 2 S2 = N ( N + 1) 12

N −1− K 1 1 ) ( + N −k ni n ' i

Jika ri − ri ' < t H pada α=0,05, maka Ho diterma berarti pasangan rata-rata rangking perlakuan tersebut tidakberbeda nyata (P>0,05) sedangkan jika ri − ri ' ≥ t H pada α=0,05, maka Ho ditolak berarti pasangan rata-rata rangking 9

perlakuan tersebut berbeda nyata (P<0,05) dan jika ri − ri ' ≥ t H pada α=0,01, maka Ho ditolak berarti pasangan rata-rata rangking perlakuan tersebut berbeda sangat nyata (P>0,01).

2.6.

Pengujian Data Berpasangan Uji Tanda

2.6.1.

Uji tanda dipakai untuk data yang berpasangan dengan kategori/perlakuan dua (P=2) dan terbaik jika digunakan pada data dengan skala pengukuran nominal (ada/tidak, mati/hidup, sakit/sehat dan sebagainya). Hipotesis: Ho : p 1 = p 2 lawan H1 : p1≠p2 Disini p1 adalah jumlah pasangan positip dan p2 adalah jumlah pasangan negative. Dalam hal ini pi diperoleh jika Xi1>Xi2 dan p2 diperoleh jika Xi1<Xi2 jika Xi1 =Xi2 maka pasangan data tersebut tidak dipakai sehingga n= p1+p2 Jika p1=p2 maka p1/n=p2/n-0,5 jadi jika p1/n=p2/n=0,5 maka Ho diterima dan jika p1/n atau p2 dekat dengan 0,5 maka Ho mungkin diterima, sedangkan jika p1/n atau p2/n jauh lebih besar atau lebih kecil dari dari 0,5 maka Ho kemungkinan ditolak untuk membuat kriteria penerimaan Ho(diterimaatau ditolak) maka telah dibuat tabel (tabel uji tanda) sehingga : Jika p1 atau p2 berada di dalam daerah peneriman Ho pada tingkat kepercayaan 95% (α=0,05) maka Ho diterima (P>0,05) sedangkan jika berada di luar daerah penerimaan α=0,05 maka Ho ditolak (p<0,05) dan jika berada di luar daerah penerimaan untuk α=0,01 maka Ho ditolak (P<0,01).

2.6.2.

Uji Cochran

Uji ini umumnya digunakan jika skala pengukuran datanya nominal (ada/tidak, mati/hidup, sakit/sehat dan sebagainya) katagori/perlakuan yang diteliti lebih besar dari dua (p>2) dan termasuk klasifikasi dua arah (ada peubah lain/peubah sampingan selainperlakuan) atau berpasangan atau dalam rancangan percobaan/lingkungan terkenal dengan nama Rancangan Acal Kelompok (RAK) rumus uji Cochran adalah sebagai berikut :

T=

c(c − 1)∑ (Ci −
i =1 r j =1

c

N 2 ) c

∑ Rj (c − Rj )

Keterangan: 10

T: Nilai Cochran dari hasil perhitungan. c: Banyaknya katagori/perlakuan. Ci: Jumlah data pada katagori/perlakuan ke-i. r: Banyaknya kelompok ulangan. Rj: Jumlah data pada kelompok ulangan ke-j. N: jumlah seluruh data positip (N= ∑ Ci = ∑ Rj ).
i =1 j =1 c r

Hipotesis: Ho: p1 =p2 =p3=………….=pc H1 : p i ≠ p I’ untuk suatu pasangan pi( i≠i) Disini p I adalah katagori/perlakuan ke-i Kriteria penerimaan H0 adalah sebagai berikut : Jika T<X2(0,05;db=(c-1) maka Ho diterima (P>0,05) Jika T>X2(0,05;db=(c-1) maka Ho diterima (P<0,05) Jika T>X2(0,01;db=(c-1) maka Ho diterima (P>0,01) Jika Ho ditolak berarti ada kategori/perlakuan yang berbeda, untukmencari pasangan mana yang berbeda maka kita harus melakukan uji lanjutan lanjutan dari uji cochran yang biasa digunakan adalah uji Mc Nemar dengan rumus sebagai berikut : Rumus uji Mc Nemar.
T = (C − B) 2 ( B − C ) 2 = (B + C) (B + C)

Keterangan: B : banyaknya nilai negative dari dua pasang perlakuan yang dibandingkan(B=0-1). C : Banyaknya nilai positif dari dua pasang perlakuan yang dibandingkan (C=1-0). Kriteria penerimaan ho adalah sebagai berikut : Jika T<X2 α=0,05;db=1 maka Ho diterima berarti pasangan perlakuan tersebut tidak berbeda nyata (P>0,05). Dan jika T≥ X2 α=0,05;db=1 maka Ho ditolak 11

berarti pasangan perlakuan tersebut berbeda nyata (P>0,05). Dan jika T≥ X2 α=0,01;db=1 maka Ho ditolak berarti pasangan rata-rata rangking perlakuan tersebut berbeda sangat nyata (P<0,01). 2.6.3. Uji Wilcoxon Berpasangan

Uji ini umumnya digunakan jika skala pengukuran danya ordinal dan skala interval maupun rasional yang tida memenuhi syarat untuk uji t atau uji F katagori atau perlakuan sama dengan dua (P=2) dan berpasangan. Hipotesisnya : Ho : r 1 = r2 lawan H1 :r1 ≠r2 Prosedur pengujian hipotesis. 1. Untuk setiap pasangan data cari di (di = p1i –p2i) disini p1i adalah perlakuan pertama pada pasangan ke i dan p2i adalah perlakuan kedua pada pasangan ke-i. 2. Berikan rangking pada di dari angka 1 sampai n (banyaknya pasangan) tanpa memandang tanda (harga mutlaknya) dengan catatan data yang skornya/nilainya sama harus diberikan rangking yang sama (rata-rata rangking) dan jika di=0 pasangan tersebut dibuang/dianggap tidak ada, maka (n=banyaknya di≠0). 3. Berikan tanda (+) pada rangking yang berasal dari di positip (di>0) dan tanda (-) pada rangking yang berasal dari di negative (di<0). 4. Jumlahkan rangking yang bertanda positif (T1) dan rangking yang bertanda negative (T2). 5. Cari daerah penerima dari Ho pada tabel yang telah disediakan. 6. Kriteria penerimaan Ho adalah sebagai berikut: a. Jika T1 atau T2 berada di dalam daerah penerimaan Ho dari tabel maka Ho diterima. b. Jika T1 atau T2 berada di luar daerah penerimaan Ho dari tabel maka ho ditolak. 2.6.4. Uji Friedman

Uji ini umumnya digunakan jika skala pengukuran datanya ordinal dan skala interval maupun rasional yang tidak memenuhi syarat untuk uji t6 atau uji F katagori/perlakuan yang diteliti lebih besar dari dua (P>2) dan termasuk klasifikasi dua arah (ada peubah lain/sampingan selain perlakuan) atau berpasangan atau dalam rancangan percobaan/lingkungan terkenal dengan nama Rancangan Acal Kelompok (RAK) Rumus uji Friedman adalah sebagai berikut ;

F=
Keterangan :

k 12 ∑ Ri 2 − 3n(k + 1) nk ( k + 1) i =1

F: Nilai Friedman dari hasil perhitungan 12

Ri: jumlah rank dari kategori/perlakuan ke i k: Banyaknya katagori/perlakuan (i=1,2,3,……,k) n: Jumlah pasangan atau kelompok hipotesis: Ho : R1 = R2 = R3 =…………..=Rk H1 : Ri≠Ri’ untuk suatu pasngan Ri (i≠i) Disini Ri adalah jumlah rangking ke i Kriteria penerimaan Ho adalah sebagai berikut : Jika F<X2(0,05:db=(k-1), maka H diterima (P>0,05) Jika F>X20,05:db=(k-1), maka H ditolak(P<0,05) Jika F>X20,05:db=(k-1), maka Ho ditolak (P<0,01) Jika Ho ditolak berarti ada pasangan rata-rata rangking yang berbeda untuk mencari pasangan mana yang berbeda maka kita harus melakukan uji lanjutan yaitu uji jumlah rangking dengan rumus sebagai berikut :

t H = tα / 2; db = ( k − 1)(n − 1)

nk (k + 1) 6

Disini k adalah banyaknya katagori /perlakuan dan n adalah banyaknya pasangan atau kelompok. Jika

Ri − Ri ' < t H pada α=0,05 maka Ho diterima berate pasangan

rangking perlakuan tersebut berbeda nyata (P<0,05) dan jika Ri − Ri ' ≥ t H pada α=0,05 maka Ho ditolak berarti pasangan rangking perlakuan tersebut berbeda nyata (P<0,05) dan jika Ri − Ri ' ≥ t H pada α=0,01 maka Ho ditolak berarti pasangan rangking perlakuan tersebut berbeda sangat nyata (P>0,01) Catatan: Pada uji Kuskal Wallis perangkingan data dilakukan serempak seluruh data sedangkan uji Friedman perangkingan data dilakukan tiap pasangan atau kelompok.

13

BAB III METODOLOGI PENELITIAN Agar memperoleh data dan informasi yang diperlukan dalam praktikum ini, praktikan melakukan praktikum pembuatan kue yang dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2010. Praktikum dilaksanakan di laboratorium Decision Support System. Data dalam laporan praktikum ini berdasarkan percobaan pembuatan kue dengan menggunakan tiga jenis tepung yang berbeda, yaitu tepung Segitiga Biru, tepung Kereta Kencana, dan tepung biasa. 3.1. Flow Chart

14

3.2.

Prosedur Pelaksanaan Praktikum

3.2.1. Peralatan yang diperlukan adalah : 1. Timbangan kue 2. Peralatan memasak 3. Observation Sheet 4. Jangka sorong 5. Digital Anaytical Balance 3.2.2. Bahan yang dibutuhkan adalah : 1. Terigu 200 gram 2. Mentega 175 gram 3. Gula 120 gram 4. Telur 6 butir 5. Baking powder ½ sendok makan 6. Cream of tar-tar ½ sendok makan 7. Vanili ¼ sendok teh 8. Garam 1/8 sendok the 9. ½ sendok teh Cream of tar-tar 3.2.3. Pelaksanaan praktikum :

Lama pemanggangan 20 menit dan suhu 190º C. Pengambilan data I 1. Melakukan pembuatan adonan kue. Pertama memanaskan mentega yaitu dengan memasukkan mentega 175 gram dalam Teflon dan dimasak hingga mencair. Mencampur telur 6 butir dan gula 120 gram, aduk dengan mixer selama 5 menit dan dengan kecepatan mixer 3. setelah 5 menit, kecepatan pengadukan mixer diturunkan menjadi 1. kemudian masukkan tepung dan mentega yang sudah dipanaskan. Aduk hingga rata (kecepatan mixer 1). Setelah tercampur rata masukkan garan, kayu manis bubuk, dan vanilli. Tuangkan adonan dalam loyang yang dialasi kertas cup. 2. Setting oven dengan lama pemanggangan 20 menit dan suhu 190º C, jenis pemanggangannya adalah Super Bake 2. 3. Setelah itu loyang memanggang loyang yang telah berisi adonan dalam oven yang telah ditentukan dengan lama pemanggangan 25 menit dan suhu 190º C. 4. Pada bagian terakhir adalah pencatatan hasil pengamatan dalam Observatiuon Sheet yang telah disediakan.  Pengambilan data II Prosedur pelaksanaan praktikum sama dengan pengambilan data pertama. Akan tetapi pada pengambilan data II, lama pengadukan telur 6 butir dan gula 120 gram selama 10 menit tetap dengan kecepatan mixer 3.  Pengambilan data III Prosedur pelaksanaan sama dengan pengambilan data pertama dan kedua. Akan tetapi pada pengambilan ata III, lama pengadukan telur

15

6 butir dn gula 120 gram selama 15 menit tetap dengan kecepatan mixer 3.

16

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 4.1 Pengumpulan data Pengumpulan data pada praktikum Non Parametric ini dilakukan pada tanggal 23 Desember 2010 di laboratorium Decision Suport System. Pengumpulan data ini diambil berdasarkan praktikum yang mengambil data dari pembuatan roti yang terdiri atas 3 tepung yang berbeda,dengan 3 jenis suhu pemanasan yang berbeda, serta waktu pemanggangan yang berbeda. Dan juga lama pengadukan adonan yang berbeda. Sehingga pelaksanan praktikum kali ini mengambil data yang berupa berat dan tinggi masing-masing dari ketiga tepung. Data-data tersebut adalah : Pada Lampiran. 4.2. Pengolahan Data 4.2.1. Deskriptif Statistik 4.2.1.1. Rata-rata dan standar deviasi dengan menggunakan Microsoft Office Excel a. Tinggi Kue 1. Tepung Segitiga Biru Suhu 190 derajat lama pengadukan 5 menit
Tabel 1. Diskriptif Statistik

Column1 Mean Standard Error Median Mode Standard Deviation Sample Variance Kurtosis Skewness Range Minimum Maximum Sum Count Confidence Level(95.0%) 5.226 875 0.027 639 5.22 5.19 0.110 557 0.012 223 0.486 43 0.446 788 0.39 5.05 5.44 83.63 16 0.058 912

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan MS. Excell untuk data pada tinggi tepung Segitiga Biru dengan suhu 190 º C dan waktu pengadukan 5 menit. Disini dapat diketahui nilai mean sebesar 5,226875, Std. Error sebesar 0,27639, median sebesar 5,22, Mode sebesar 5,19 std deviasi sebesar 0,110557, Sample Variance sebesar 0,012223, Kurtosis sebesar -0,48643,

17

Skewness sebesar 0.446788, Range sebesar 0,39, Minimum sebesar 5,05, Maximum sebesar 5,44, Sum sebesar 83,63, dan Count sebesar 16. 2. Tepung Segitiga pengadukan 10 menit Column1 5.347 333 0.059 1 5.34 5.31 0.228 894 0.052 392 1.970 95 0.845 998 0.96 4.96 5.92 80.21 15 0.126 757 Biru Suhu 190 derajat lama

Tabel 2. Diskriptif Statistik

Mean Standard Error Median Mode Standard Deviation Sample Variance Kurtosis Skewness Range Minimum Maximum Sum Count Confidence Level(95.0%)

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan MS. Excell untuk data pada tinggi tepung Segitiga Biru dengan suhu 190 º C dan waktu pengadukan 10 menit. Disini dapat diketahui nilai mean sebesar 5,347333, Std. Error sebesar 0,0591, median sebesar 5,34, Mode sebesar 5,31 std deviasi sebesar 0,228894, Sample Variance sebesar 0,052392, Kurtosis sebesar 1,97095, Skewness sebesar 0.845998, Range sebesar 0,96, Minimum sebesar 0,496, Maximum sebesar 5,92, Sum sebesar 80,21, dan Count sebesar 15. 3. Tepung Segitiga pengadukan 15 menit Column1 Mean Standard Error Median Mode 18 5.542 0.070 001 5.5 #N/A Biru Suhu 190 derajat lama

Tabel 3. Diskriptif Statistik

Standard Deviation Sample Variance Kurtosis Skewness Range Minimum Maximum Sum Count Confidence Level(95.0%)

0.271 114 0.073 503 0.515 225 0.769 922 1.01 5.11 6.12 83.13 15 0.150 138

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan MS. Excell untuk data pada tinggi tepung Segitiga Biru dengan suhu 190 º C dan waktu pengadukan 15 menit. Disini dapat diketahui nilai mean sebesar 5,542, Std. Error sebesar 0,070001, median sebesar 5,5, std deviasi sebesar 0,271114, Sample Variance sebesar 0,73503, Kurtosis sebesar 0,515225, Skewness sebesar 0.769922, Range sebesar 1.01, Minimum sebesar 5,11, Maximum sebesar 6.12, Sum sebesar 83,13, dan Count sebesar 15.

19

4. Tepung Kereta Kencana 190 derajat lama pengadukan 5 menit
Tabel 4. Diskriptif Statistik

Column1 4.835 294 0.063 923 4.83 4.8 0.263 56 0.069 464 1.1712 74 0.028 601 1.16 4.27 5.43 82.2 17 0.135 51

Mean Standard Error Median Mode Standard Deviation Sample Variance Kurtosis Skewness Range Minimum Maximum Sum Count Confidence Level(95.0%)

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan MS. Excell untuk data pada tinggi tepung Kereta Kencana dengan suhu 190 º C dan waktu pengadukan 5 menit. Disini dapat diketahui nilai mean sebesar 4.835294, Std. Error sebesar 0,63923, median sebesar 4.83, Mode sebesar 4.8, std deviasi sebesar 0,26356, Sample Variance sebesar 0,069464, Kurtosis sebesar 1.171274, Skewness sebesar 0.028601, Range sebesar 1.16, Minimum sebesar 4.27, Maximum sebesar 5,43, Sum sebesar 82.2, dan Count sebesar 17. 5. Tepung Kereta Kencana 190 derajat lama pengadukan 10 menit
Tabel 5. Diskriptif Statistik

Column1 5.228 889 0.036 585 5.295 5.1 0.155 219 0.024 093

Mean Standard Error Median Mode Standard Deviation Sample Variance 20

Kurtosis Skewness Range Minimum Maximum Sum Count Confidence Level(95.0%)

0.629 08 0.581 61 0.5 4.92 5.42 94.12 18 0.077 188

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan MS. Excell untuk data pada tinggi tepung Kereta Kencana dengan suhu 190 º C dan waktu pengadukan 10 menit. Disini dapat diketahui nilai mean sebesar 5.228889, Std. Error sebesar 0.036585, median sebesar 5.295, Mode sebesar 5.1, std deviasi sebesar 0.155219, Sample Variance sebesar 0,024093, Kurtosis sebesar -0.62908, Skewness sebesar -0.58161, Range sebesar 0.5, Minimum sebesar 4.92, Maximum sebesar 5.42, Sum sebesar 94.12, dan Count sebesar 18. 6. Tepung Kereta Kencana 190 derajat lama pengadukan 15 menit
Tabel 6. Diskriptif Statistik

Column1 5.185 882 0.050 911 5.2 5.2 0.209 912 0.044 063 0.422 088 0.102 306 0.85 4.75 5.6 88.16 17 0.107 927

Mean Standard Error Median Mode Standard Deviation Sample Variance Kurtosis Skewness Range Minimum Maximum Sum Count Confidence Level(95.0%)

21

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan MS. Excell untuk data pada tinggi tepung Kereta Kencana dengan suhu 190 º C dan waktu pengadukan 15 menit. Disini dapat diketahui nilai mean sebesar 5.185882, Std. Error sebesar 0.050911, median sebesar 5.2, Mode sebesar 5.2, std deviasi sebesar 0.209912, Sample Variance sebesar 0,044063, Kurtosis sebesar 0.422088, Skewness sebesar 0.102306, Range sebesar 0.85, Minimum sebesar 4.75, Maximum sebesar 5.6, Sum sebesar 88.16, dan Count sebesar 17. 7. Tepung Biasa 190 derajat lama pengadukan 5 menit
Tabel 7. Diskriptif Statistik

Column1 5.249 474 0.056 229 5.18 5.1 0.245 096 0.060 072 0.596 846 0.820 214 0.99 4.83 5.82 99.74 19 0.1181 32

Mean Standard Error Median Mode Standard Deviation Sample Variance Kurtosis Skewness Range Minimum Maximum Sum Count Confidence Level(95.0%)

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan MS. Excell untuk data pada tinggi tepung Biasa dengan suhu 190 º C dan waktu pengadukan 5 menit. Disini dapat diketahui nilai mean sebesar 5.249474, Std. Error sebesar 0.056229, median sebesar 5.18, Mode sebesar 5.1, std deviasi sebesar 0.245096, Sample Variance sebesar 0,060072, Kurtosis sebesar 0.596846, Skewness sebesar 0.820214, Range sebesar 0.99, Minimum sebesar 4.83, Maximum sebesar 5.82, Sum sebesar 99.74, dan Count sebesar 19. 8. Tepung Biasa 190 derajat lama pengadukan 10 menit
Tabel 8. Diskriptif Statistik

Column1 5.039 5 0.035

Mean Standard Error 22

Median Mode Standard Deviation Sample Variance Kurtosis Skewness Range Minimum Maximum Sum Count Confidence Level(95.0%)

389 5.02 4.97 0.158 263 0.025 047 0.203 03 0.062 475 0.58 4.77 5.35 100.7 9 20 0.074 069

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan MS. Excell untuk data pada tinggi tepung Biasa dengan suhu 190 º C dan waktu pengadukan 10 menit. Disini dapat diketahui nilai mean sebesar 5.0395, Std. Error sebesar 0.035389, median sebesar 5.02, Mode sebesar 4.97, std deviasi sebesar 0.158263, Sample Variance sebesar 0,025047, Kurtosis sebesar -0.20303, Skewness sebesar 0.062475, Range sebesar 0.58, Minimum sebesar 4.77, Maximum sebesar 5.35, Sum sebesar 100.79, dan Count sebesar 20. 9. Tepung Biasa 190 derajat lama pengadukan 15 menit
Tabel 9. Diskriptif Statistik

Column1 5.364 5 0.063 53 5.46 5.46 0.284 114 0.080 721 2.747 67 1.373 81 1.26 4.53

Mean Standard Error Median Mode Standard Deviation Sample Variance Kurtosis Skewness Range Minimum 23

Maximum Sum Count Confidence Level(95.0%)

5.79 107.2 9 20 0.132 969

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan MS. Excell untuk data pada tinggi tepung Biasa dengan suhu 190 º C dan waktu pengadukan 15 menit. Disini dapat diketahui nilai mean sebesar 5.3645, Std. Error sebesar 0.06353, median sebesar 5.46, Mode sebesar 5.46, std deviasi sebesar 0.284114, Sample Variance sebesar 0,080721, Kurtosis sebesar 2.74.67, Skewness sebesar -1.37381, Range sebesar 1.26, Minimum sebesar 4.53, Maximum sebesar 5.79, Sum sebesar 107.29, dan Count sebesar 20. 10. Tepung Segitiga pengadukan 5 menit Column1 4.223 2 0.059 126 4.2 4.29 0.295 631 0.087 398 6.237 747 1.685 823 1.54 3.74 5.28 105.5 8 25 0.122 03 Biru Suhu 180 derajat lama

Tabel 10. Diskriptif Statistik

Mean Standard Error Median Mode Standard Deviation Sample Variance Kurtosis Skewness Range Minimum Maximum Sum Count Confidence Level(95.0%)

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan MS. Excell untuk data pada tinggi tepung Segitiga Biru dengan suhu 180 º C dan waktu pengadukan 5 menit. Disini dapat diketahui nilai mean sebesar 4.2232, Std. Error sebesar 0.059126, median sebesar 4.2, Mode sebesar 4.29, std deviasi sebesar 0.295631, Sample Variance sebesar 0,087398, Kurtosis sebesar 6.237747, Skewness sebesar 1.685823, Range sebesar 1.54, Minimum sebesar 3.74, Maximum sebesar 5.28, Sum sebesar 105.58, dan Count sebesar 25. 24

25

11. Tepung Segitiga pengadukan 10 menit Column1

Biru

Suhu

180

derajat

lama

Tabel 11. Diskriptif Statistik

Mean Standard Error Median Mode Standard Deviation Sample Variance Kurtosis Skewness Range Minimum Maximum Sum Count Confidence Level(95.0%)

5.358 571 0.053 131 5.285 5.61 0.198 799 0.039 521 0.189 17 0.758 457 0.7 5.07 5.77 75.02 14 0.114 783

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan MS. Excell untuk data pada tinggi tepung Segitiga Biru dengan suhu 180 º C dan waktu pengadukan 10 menit. Disini dapat diketahui nilai mean sebesar 5.358571, Std. Error sebesar 0.053131, median sebesar 5.285, Mode sebesar 5.61, std deviasi sebesar 0.198799, Sample Variance sebesar 0,039521, Kurtosis sebesar -0.18917, Skewness sebesar 0.758457, Range sebesar 0.7, Minimum sebesar 5.07, Maximum sebesar 5.77, Sum sebesar 75.02, dan Count sebesar 14. 12. Tepung Segitiga pengadukan 15 menit Column1 5.485 294 0.044 276 5.46 5.35 0.182 555 0.033 Biru Suhu 180 derajat lama

Tabel 12. Diskriptif Statistik

Mean Standard Error Median Mode Standard Deviation Sample Variance 26

Kurtosis Skewness Range Minimum Maximum Sum Count Confidence Level(95.0%)

326 0.749 3 0.116 55 0.64 5.14 5.78 93.25 17 0.093 861

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan MS. Excell untuk data pada tinggi tepung Segitiga Biru dengan suhu 180 º C dan waktu pengadukan 15 menit. Disini dapat diketahui nilai mean sebesar 5.485294, Std. Error sebesar 0.044276, median sebesar 5.46, Mode sebesar 5.35, std deviasi sebesar 0.182555, Sample Variance sebesar 0,033326, Kurtosis sebesar -0.7493, Skewness sebesar -0.11655, Range sebesar 0.64, Minimum sebesar 5.14, Maximum sebesar 5.78, Sum sebesar 93.25, dan Count sebesar 17. 13. Tepung Kereta Kencana 180 derajat lama pengadukan 5 menit
Tabel 13. Diskriptif Statistik

Column1 4.528 947 0.044 234 4.54 4.28 0.192 812 0.037 177 0.807 63 0.138 346 0.68 4.23 4.91 86.05 19 0.092 933

Mean Standard Error Median Mode Standard Deviation Sample Variance Kurtosis Skewness Range Minimum Maximum Sum Count Confidence Level(95.0%) 27

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan MS. Excell untuk data pada tinggi tepung Kereta Kencana dengan suhu 180 º C dan waktu pengadukan 5 menit. Disini dapat diketahui nilai mean sebesar 4.528947, Std. Error sebesar 0.044234, median sebesar 4.54, Mode sebesar 4.28, std deviasi sebesar 0.192812, Sample Variance sebesar 0.037177, Kurtosis sebesar -0.80763, Skewness sebesar 0.138346, Range sebesar 0.68, Minimum sebesar 4.23, Maximum sebesar 4.91, Sum sebesar 86.05, dan Count sebesar 19, confidence Level(95.0%) sebesar 0.092933. 14. Tepung Kereta Kencana 180 derajat lama pengadukan 10 menit
Tabel 14. Diskriptif Statistik

Column1 5.051 875 0.052 877 5.01 4.92 0.211 509 0.044 736 0.139 11 0.062 922 0.81 4.67 5.48 80.83 16 0.112 705

Mean Standard Error Median Mode Standard Deviation Sample Variance Kurtosis Skewness Range Minimum Maximum Sum Count Confidence Level(95.0%)

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan MS. Excell untuk data pada tinggi tepung Kereta Kencana dengan suhu 180 º C dan waktu pengadukan 10 menit. Disini dapat diketahui nilai mean sebesar 5.051875, Std. Error sebesar 0.052877, median sebesar 5.01, Mode sebesar 4.92, std deviasi sebesar 0.211509, Sample Variance sebesar 0.044736, Kurtosis sebesar -0.13911, Skewness sebesar 0.062922, Range sebesar 0.81, Minimum sebesar 4.67, Maximum sebesar 5.48, Sum sebesar 80.83, dan Count sebesar 16, confidence Level(95.0%) sebesar 0.112705. 15. Tepung Kereta Kencana 180 derajat lama pengadukan 15 menit
Tabel 15. Diskriptif Statistik

28

Column1 5.151 875 0.038 07 5.085 5.4 0.152 281 0.023 19 0.263 83 0.993 472 0.46 5 5.46 82.43 16 0.081 145

Mean Standard Error Median Mode Standard Deviation Sample Variance Kurtosis Skewness Range Minimum Maximum Sum Count Confidence Level(95.0%)

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan MS. Excell untuk data pada tinggi tepung Kereta Kencana dengan suhu 180 º C dan waktu pengadukan 15 menit. Disini dapat diketahui nilai mean sebesar 5.151875, Std. Error sebesar 0.03807, median sebesar 5.085, Mode sebesar 5.4, std deviasi sebesar 0.152281, Sample Variance sebesar 0.02319, Kurtosis sebesar -0.26383, Skewness sebesar 0.993472, Range sebesar 0.46, Minimum sebesar 5, Maximum sebesar 5.46, Sum sebesar 82.43, dan Count sebesar 16, confidence Level(95.0%) sebesar 0.081145. 16. Tepung Biasa 180 derajat lama pengadukan 5 menit
Tabel 16. Diskriptif Statistik

Column1 5.550 714 0.085 565 5.55 #N/A 0.320 155 0.102 499 0.206

Mean Standard Error Median Mode Standard Deviation Sample Variance Kurtosis

29

Skewness Range Minimum Maximum Sum Count Confidence Level(95.0%)

43 8.66E05 1.18 4.94 6.12 77.71 14 0.184 852

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan MS. Excell untuk data pada tinggi tepung Biasa dengan suhu 180 º C dan waktu pengadukan 5 menit. Disini dapat diketahui nilai mean sebesar 5.550714, Std. Error sebesar 0.085565, median sebesar 5.55, std deviasi sebesar 0.320155, Sample Variance sebesar 0.102499, Kurtosis sebesar -0.20643, Skewness sebesar 8.66E-05, Range sebesar 1.18, Minimum sebesar 4.94, Maximum sebesar 6.12, Sum sebesar 77.71, dan Count sebesar 14, confidence Level(95.0%) sebesar 0.184852. 17. Tepung Biasa 180 derajat lama pengadukan 10 menit
Tabel 17. Diskriptif Statistik

Column1 Mean Standard Error Median Mode Standard Deviation Sample Variance Kurtosis Skewness Range Minimum Maximum Sum Count Confidence Level(95.0%) 5.724 0.055 607 5.74 5.87 0.215 367 0.046 383 5.486 593 1.630 04 1 5.09 6.09 85.86 15 0.119 266

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan MS. Excell untuk data pada tinggi tepung Biasa dengan suhu 180 º C dan waktu pengadukan 10 menit. Disini dapat diketahui nilai mean sebesar 5.724, Std. Error sebesar 0.055607, median sebesar 5.74, Mode sebesar 5.87, std deviasi sebesar 0.215367, Sample Variance sebesar 0.046383, Kurtosis sebesar 5.486593, Skewness 30

sebesar -1.63004, Range sebesar 1, Minimum sebesar 5.09, Maximum sebesar 6.09, Sum sebesar 85.86, dan Count sebesar 15, confidence Level(95.0%) sebesar 0.119266.

31

18.

Tepung Biasa 180 derajat lama pengadukan 15 menit
Tabel 18. Diskriptif Statistik

Column1 5.347 857 0.092 012 5.42 5.27 0.344 276 0.118 526 9.395 426 2.862 23 1.35 4.24 5.59 74.87 14 0.198 779

Mean Standard Error Median Mode Standard Deviation Sample Variance Kurtosis Skewness Range Minimum Maximum Sum Count Confidence Level(95.0%)

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan MS. Excell untuk data pada tinggi tepung Biasa dengan suhu 180 º C dan waktu pengadukan 15 menit. Disini dapat diketahui nilai mean sebesar 5.347857, Std. Error sebesar 0.092012, median sebesar 5.42, Mode sebesar 5.27, std deviasi sebesar 0.344276, Sample Variance sebesar 0.118526, Kurtosis sebesar 9.395426, Skewness sebesar -2.86223, Range sebesar 1.35, Minimum sebesar 4.24, Maximum sebesar 5.59, Sum sebesar 74.87, dan Count sebesar 14, confidence Level(95.0%) sebesar 0.198779. 19. Tepung Segitiga pengadukan 5 menit Column1 5.174 375 0.049 159 5.09 5.06 0.1966 37 0.038 Biru Suhu 170 derajat lama

Tabel 19. Diskriptif Statistik

Mean Standard Error Median Mode Standard Deviation Sample Variance 32

Kurtosis Skewness Range Minimum Maximum Sum Count Confidence Level(95.0%)

666 0.000 749 1.041 916 0.63 4.95 5.58 82.79 16 0.104 781

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan MS. Excell untuk data pada tinggi tepung Segitiga Biru dengan suhu 170 º C dan waktu pengadukan 5 menit. Disini dapat diketahui nilai mean sebesar 5.174375, Std. Error sebesar 0.049159, median sebesar 5.09, Mode sebesar 5.06, std deviasi sebesar 0.196637, Sample Variance sebesar 0.038666, Kurtosis sebesar 0.000749, Skewness sebesar 1.041916, Range sebesar 0.63, Minimum sebesar 4.95, Maximum sebesar 5.58, Sum sebesar 82.79, dan Count sebesar 16, confidence Level(95.0%) sebesar 0.104781. 20. Tepung Segitiga pengadukan 10 menit Column1 4.673 5 0.075 416 4.695 #N/A 0.337 269 0.113 75 1.151 813 0.489 34 1.53 3.84 5.37 93.47 20 0.157 847 Biru Suhu 170 derajat lama

Tabel 20. Diskriptif Statistik

Mean Standard Error Median Mode Standard Deviation Sample Variance Kurtosis Skewness Range Minimum Maximum Sum Count Confidence Level(95.0%)

33

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan MS. Excell untuk data pada tinggi tepung Segitiga Biru dengan suhu 170 º C dan waktu pengadukan 10 menit. Disini dapat diketahui nilai mean sebesar 4.6735, Std. Error sebesar 0.075416, median sebesar 4.695, std deviasi sebesar 0.337269, Sample Variance sebesar 0.11375, Kurtosis sebesar 1.151813, Skewness sebesar -0.48934, Range sebesar 1.53, Minimum sebesar 3.84, Maximum sebesar 5.37, Sum sebesar 93.47, dan Count sebesar 20, confidence Level(95.0%) sebesar 0.157847. 21. Tepung Segitiga pengadukan 15 menit Column1 5.112 353 0.073 116 5.2 4.9 0.301 466 0.090 882 0.667 3 0.084 866 1.1 4.62 5.72 86.91 17 0.154 999 Biru Suhu 170 derajat lama

Tabel 21. Diskriptif Statistik

Mean Standard Error Median Mode Standard Deviation Sample Variance Kurtosis Skewness Range Minimum Maximum Sum Count Confidence Level(95.0%)

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan MS. Excell untuk data pada tinggi tepung Segitiga Biru dengan suhu 170 º C dan waktu pengadukan 15 menit. Disini dapat diketahui nilai mean sebesar 5.112353, Std. Error sebesar 0.073116, median sebesar 5.2, Mode sebesar 4.9, std deviasi sebesar 0.301466, Sample Variance sebesar 0.090882, Kurtosis sebesar -0.6673, Skewness sebesar 0.084866, Range sebesar 1.1, Minimum sebesar 4.62, Maximum sebesar 5.72, Sum sebesar 86.91, dan Count sebesar 17, confidence Level(95.0%) sebesar 0.154999. 22. Tepung Kereta Kencana 170 derajat lama pengadukan 5 menit
Tabel 22. Diskriptif Statistik

Column1 34

Mean Standard Error Median Mode Standard Deviation Sample Variance Kurtosis Skewness Range Minimum Maximum Sum Count Confidence Level(95.0%)

4.758 75 0.036 411 4.69 4.69 0.145 642 0.021 212 0.802 29 0.453 032 0.5 4.55 5.05 76.14 16 0.077 607

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan MS. Excell untuk data pada tinggi tepung Kereta Kencana dengan suhu 170 º C dan waktu pengadukan 5 menit. Disini dapat diketahui nilai mean sebesar 4.75875, Std. Error sebesar 0.036411, median sebesar 4.69, Mode sebesar 4.69, std deviasi sebesar 0.145642, Sample Variance sebesar 0.021212, Kurtosis sebesar -0.80229, Skewness sebesar 0.453032, Range sebesar 0.5, Minimum sebesar 4.55, Maximum sebesar 5.05, Sum sebesar 76.14, dan Count sebesar 17, confidence Level(95.0%) sebesar 0.077607. 23. Tepung Kereta Kencana 170 derajat lama pengadukan 10 menit
Tabel 23. Diskriptif Statistik

Column1 5.310 667 0.040 912 5.32 5.32 0.158 451 0.025 107 0.254 84

Mean Standard Error Median Mode Standard Deviation Sample Variance Kurtosis 35

Skewness Range Minimum Maximum Sum Count Confidence Level(95.0%)

0.329 66 0.57 5.01 5.58 79.66 15 0.087 747

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan MS. Excell untuk data pada tinggi tepung Kereta Kencana dengan suhu 170 º C dan waktu pengadukan 10 menit. Disini dapat diketahui nilai mean sebesar 5.310667, Std. Error sebesar 0.040912, median sebesar 5.32, Mode sebesar 5.32, std deviasi sebesar 0.158451, Sample Variance sebesar 0.025107, Kurtosis sebesar -0.25484, Skewness sebesar -0.32966, Range sebesar 0.57, Minimum sebesar 5.01, Maximum sebesar 5.58, Sum sebesar 79.66, dan Count sebesar 15, confidence Level(95.0%) sebesar 0.087747. 24. Tepung Kereta Kencana 170 derajat lama pengadukan 15 menit
Tabel 24. Diskriptif Statistik

Column1 Mean Standard Error Median Mode Standard Deviation Sample Variance Kurtosis Skewness Range Minimum Maximum Sum Count Confidence Level(95.0%) 5.34 0.045 711 5.36 5.23 0.177 039 0.031 343 0.684 06 0.717 931 0.64 5.11 5.75 80.1 15 0.098 041

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan MS. Excell untuk data pada tinggi tepung Kereta Kencana dengan suhu 170 º C dan waktu pengadukan 15 menit. Disini dapat diketahui nilai mean sebesar 5.34, Std. Error sebesar 0.045711, median sebesar 5.36, Mode sebesar 5.23, std deviasi sebesar 36

0.177039, Sample Variance sebesar 0.031343, Kurtosis sebesar 0.68406, Skewness sebesar 0.717931, Range sebesar 0.64, Minimum sebesar 5.11, Maximum sebesar 5.75, Sum sebesar 80.1, dan Count sebesar 15, confidence Level(95.0%) sebesar 0.098041.

37

25.

Tepung Biasa 170 derajat lama pengadukan 5 menit
Tabel 25. Diskriptif Statistik

Column1 5.453 684 0.032 563 5.43 5.42 0.141 939 0.020 147 4.423 708 1.385 647 0.67 5.22 5.89 103.6 2 19 0.068 413

Mean Standard Error Median Mode Standard Deviation Sample Variance Kurtosis Skewness Range Minimum Maximum Sum Count Confidence Level(95.0%)

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan MS. Excell untuk data pada tinggi tepung Biasa dengan suhu 170 º C dan waktu pengadukan 5 menit. Disini dapat diketahui nilai mean sebesar 5.453684, Std. Error sebesar 0.032563, median sebesar 5.43, Mode sebesar 5.42, std deviasi sebesar 0.141939, Sample Variance sebesar 0.020147, Kurtosis sebesar 4.423708, Skewness sebesar 1.385647, Range sebesar 0.67, Minimum sebesar 5.22, Maximum sebesar 5.89, Sum sebesar 103.62, dan Count sebesar 19, confidence Level(95.0%) sebesar 0.068413. 26. Tepung Biasa 170 derajat lama pengadukan 10 menit
Tabel 26. Diskriptif Statistik

Column1 5.376 667 0.038 186 5.365 5.22 0.162 009 0.026 247

Mean Standard Error Median Mode Standard Deviation Sample Variance 38

Kurtosis Skewness Range Minimum Maximum Sum Count Confidence Level(95.0%)

1.243 77 0.4116 73 0.48 5.17 5.65 96.78 18 0.080 565

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan MS. Excell untuk data pada tinggi tepung Biasa dengan suhu 170 º C dan waktu pengadukan 10 menit. Disini dapat diketahui nilai mean sebesar 5.376667, Std. Error sebesar 0.038186, median sebesar 5.365, Mode sebesar 5.22, std deviasi sebesar 0.162009, Sample Variance sebesar 0.026247, Kurtosis sebesar -1.24377, Skewness sebesar 0.411673, Range sebesar 0.48, Minimum sebesar 5.17, Maximum sebesar 5.65, Sum sebesar 96.78, dan Count sebesar 18, confidence Level(95.0%) sebesar 0.080565. 27. Tepung Biasa 170 derajat lama pengadukan 15 menit
Tabel 27. Diskriptif Statistik

Column1 5.281 765 0.031 567 5.25 5.36 0.130 155 0.016 94 0.141 55 0.094 96 0.51 5.01 5.52 89.79 17 0.066 92

Mean Standard Error Median Mode Standard Deviation Sample Variance Kurtosis Skewness Range Minimum Maximum Sum Count Confidence Level(95.0%)

39

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan MS. Excell untuk data pada tinggi tepung Biasa dengan suhu 170 º C dan waktu pengadukan 15 menit. Disini dapat diketahui nilai mean sebesar 5.281765, Std. Error sebesar 0.031567, median sebesar 5.25, Mode sebesar 5.36, std deviasi sebesar 0.130155, Sample Variance sebesar 0.01694, Kurtosis sebesar -0.14155, Skewness sebesar -0.09496, Range sebesar 0.51, Minimum sebesar 5.01, Maximum sebesar 5.52, Sum sebesar 89.79, dan Count sebesar 17, confidence Level(95.0%) sebesar 0.06692. b. Berat Kue 1. Tepung Segitiga Biru Suhu 1900 lama pengadukan 5 menit
Tabel 28. Diskriptif Statistik

Column1 45.46 8 0.708 894 45.12 2 #N/A 2.835 576 8.040 494 1.304 07 0.162 237 8.37 41.24 49.61 727.4 88 16 1.510 972

Mean Standard Error Median Mode Standard Deviation Sample Variance Kurtosis Skewness Range Minimum Maximum Sum Count Confidence Level(95.0%)

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan MS. Excell untuk data pada berat tepung Segitiga Biru dengan suhu 190 º C dan waktu pengadukan 5 menit. Disini dapat diketahui nilai mean sebesar 45.468, Std. Error sebesar 0.708894, median sebesar 45.122, std deviasi sebesar 2.835576, Sample Variance sebesar 8.040494, Kurtosis sebesar -1.30407, Skewness sebesar 0.162237, Range sebesar 8.37, Minimum sebesar 41.24, Maximum sebesar 49.61, Sum sebesar 727.488, dan Count sebesar 16, confidence Level(95.0%) sebesar 1.510972. 2. Tepung Segitiga Biru Suhu 1900 lama pengadukan 10 menit 40

Tabel 29. Diskriptif Statistik

Column1 50.41 733 0.678 657 50.45 5 #N/A 2.628 427 6.908 627 0.500 649 0.440 14 9.653 45.22 5 54.87 8 756.2 6 15 1.455 574

Mean Standard Error Median Mode Standard Deviation Sample Variance Kurtosis Skewness Range Minimum Maximum Sum Count Confidence Level(95.0%)

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan MS. Excell untuk data pada berat tepung Segitiga Biru dengan suhu 190 º C dan waktu pengadukan 10 menit. Disini dapat diketahui nilai mean sebesar 50.41733, Std. Error sebesar 0.678657, median sebesar 50.455, std deviasi sebesar 2.628427, Sample Variance sebesar 6.908627, Kurtosis sebesar 0.500649, Skewness sebesar -0.44014, Range sebesar 9.653, Minimum sebesar 45.225, Maximum sebesar 54.878, Sum sebesar 756.26, dan Count sebesar 15, Confidence Level(95.0%) sebesar 1.455574. 3. Tepung Segitiga Biru Suhu 1900 lama pengadukan 15 menit
Tabel 30. Diskriptif Statistik

Column1 48.53 247 1.029 084 49.44 8 #N/A

Mean Standard Error Median Mode 41

Standard Deviation Sample Variance Kurtosis Skewness Range Minimum Maximum Sum Count Confidence Level(95.0%)

3.985 627 15.88 522 3.382 821 1.274 05 16.78 9 37.68 5 54.47 4 727.9 87 15 2.207 167

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan MS. Excell untuk data pada berat tepung Segitiga Biru dengan suhu 190 º C dan waktu pengadukan 15 menit. Disini dapat diketahui nilai mean sebesar 48.53247, Std. Error sebesar 1.029084, median sebesar 49.448, std deviasi sebesar 3.985627, Sample Variance sebesar 15.88522, Kurtosis sebesar 3.382821, Skewness sebesar -1.27405, Range sebesar 16.789, Minimum sebesar 37.685, Maximum sebesar 54.474, Sum sebesar 727.987, dan Count sebesar 15, Confidence Level(95.0%) sebesar 2.207167. 4. Tepung Kereta Kencana Suhu 1900 lama pengadukan 5 menit
Tabel 31. Diskriptif Statistik

Column1 40.59 135 1.283 995 42.02 8 #N/A 5.294 047 28.02 693 0.461 732 0.365 182 21.84

Mean Standard Error Median Mode Standard Deviation Sample Variance Kurtosis Skewness Range 42

Minimum Maximum Sum Count Confidence Level(95.0%)

3 31.06 7 52.91 690.0 53 17 2.721 948

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan MS. Excell untuk data pada berat tepung Kereta kencana dengan suhu 190 º C dan waktu pengadukan 5 menit. Disini dapat diketahui nilai mean sebesar 40.59135, Std. Error sebesar 1.283995, median sebesar 42.028, std deviasi sebesar 5.294047, Sample Variance sebesar 28.02693, Kurtosis sebesar 0.461732, Skewness sebesar 0.365182, Range sebesar 21.843, Minimum sebesar 31.067, Maximum sebesar 52.91, Sum sebesar 690.053, dan Count sebesar 17, Confidence Level(95.0%) sebesar 2.721948. 5. Tepung Kereta Kencana Suhu 1900 lama pengadukan 10 menit
Tabel 32. Diskriptif Statistik

Column1 44.73 822 0.441 259 44.37 8 #N/A 1.872 103 3.504 77 0.359 473 0.257 17 7.456 40.71 48.166 805.2 88 18 0.930 975

Mean Standard Error Median Mode Standard Deviation Sample Variance Kurtosis Skewness Range Minimum Maximum Sum Count Confidence Level(95.0%)

43

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan MS. Excell untuk data pada berat tepung Kereta kencana dengan suhu 190 º C dan waktu pengadukan 10 menit. Disini dapat diketahui nilai mean sebesar 44.73822, Std. Error sebesar 0.441259, median sebesar 44.378, std deviasi sebesar 1.872103, Sample Variance sebesar 3.50477, Kurtosis sebesar 0.359473, Skewness sebesar -0.25717, Range sebesar 7.456, Minimum sebesar 40.71, Maximum sebesar 48.166, Sum sebesar 805.288, dan Count sebesar 18, Confidence Level(95.0%) sebesar 0.930975. 6. Tepung Kereta Kencana Suhu 1900 lama pengadukan 15 menit
Tabel 33. Diskriptif Statistik

Column1 43.14 176 0.754 029 42.93 6 #N/A 3.108 943 9.665 524 0.607 9 0.350 278 10.06 7 38.62 4 48.69 1 48.69 1 17 1.598 471

Mean Standard Error Median Mode Standard Deviation Sample Variance Kurtosis Skewness Range Minimum Maximum Sum Count Confidence Level(95.0%)

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan MS. Excell untuk data pada berat tepung Kereta kencana dengan suhu 190 º C dan waktu pengadukan 15 menit. Disini dapat diketahui nilai mean sebesar 43.14176, Std. Error sebesar 0.754029, median sebesar 42.936, std deviasi sebesar 3.108943, Sample Variance sebesar 9.665524, Kurtosis sebesar -0.6079, Skewness sebesar 0.350278, Range sebesar 10.067, Minimum sebesar 38.624, Maximum sebesar 48.691, Sum sebesar 48.691, dan Count sebesar 17, Confidence Level(95.0%) sebesar 1.598471.

44

7. Tepung Biasa Suhu 1900 lama pengadukan 5 menit
Tabel 34. Diskriptif Statistik

Column1 40.87 521 1.381 425 39.10 4 #N/A 6.021 492 36.25 837 11.199 34 3.0661 88 28.65 7 34.51 63.167 776.6 29 19 2.902 266

Mean Standard Error Median Mode Standard Deviation Sample Variance Kurtosis Skewness Range Minimum Maximum Sum Count Confidence Level(95.0%)

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan MS. Excell untuk data pada berat tepung Biasa dengan suhu 190 º C dan waktu pengadukan 5 menit. Disini dapat diketahui nilai mean sebesar 40.87521, Std. Error sebesar 1.381425, median sebesar 39.104, std deviasi sebesar 6.021492, Sample Variance sebesar 36.25837, Kurtosis sebesar 11.19934, Skewness sebesar 3.066188, Range sebesar 28.657, Minimum sebesar 34.51, Maximum sebesar 63.167, Sum sebesar 776.629, dan Count sebesar 19, Confidence Level(95.0%) sebesar 2.902266. 8. Tepung Biasa Suhu 1900 lama pengadukan 10 menit
Tabel 35. Diskriptif Statistik

Column1 35.02 02 0.805 178 34.87 3 #N/A

Mean Standard Error Median Mode 45

Standard Deviation Sample Variance Kurtosis Skewness Range Minimum Maximum Sum Count Confidence Level(95.0%)

3.600 867 12.966 24 0.240 87 0.206 14.08 7 27.7 41.78 7 700.4 04 20 1.685 258

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan MS. Excell untuk data pada berat tepung Biasa dengan suhu 190 º C dan waktu pengadukan 10 menit. Disini dapat diketahui nilai mean sebesar 35.0202, Std. Error sebesar 0.805178, median sebesar 34.873, std deviasi sebesar 3.600867, Sample Variance sebesar 12.96624, Kurtosis sebesar -0.24087, Skewness sebesar 0.206, Range sebesar 14.087, Minimum sebesar 27.7, Maximum sebesar 41.787, Sum sebesar 700.404, dan Count sebesar 20, Confidence Level(95.0%) sebesar 1.685258. 9. Tepung Biasa Suhu 1900 lama pengadukan 15 menit
Tabel 36. Diskriptif Statistik

Column1 34.97 235 0.600 615 35.27 85 #N/A 2.686 03 7.214 758 0.927 179 0.075 198 11.88 2 29.53 41.41 2

Mean Standard Error Median Mode Standard Deviation Sample Variance Kurtosis Skewness Range Minimum Maximum 46

Sum Count Confidence Level(95.0%)

699.4 47 20 1.257 101

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan MS. Excell untuk data pada berat tepung Biasa dengan suhu 190 º C dan waktu pengadukan 15 menit. Disini dapat diketahui nilai mean sebesar 34.97235, Std. Error sebesar 0.600615, median sebesar 35.2785, std deviasi sebesar 2.68603, Sample Variance sebesar 7.214758, Kurtosis sebesar 0.927179, Skewness sebesar 0.075198, Range sebesar 11.882, Minimum sebesar 29.53, Maximum sebesar 41.412, Sum sebesar 699.447, dan Count sebesar 20, Confidence Level(95.0%) sebesar 1.257101. 10. Tepung Segitiga Biru Suhu 1800 lama pengadukan 5 menit
Tabel 37. Diskriptif Statistik

Column1 28.04 456 0.590 079 28.79 #N/A 2.950 394 8.704 824 0.521 215 0.319 3 13.02 4 21.77 3 34.79 7 701.11 4 25 1.217 863

Mean Standard Error Median Mode Standard Deviation Sample Variance Kurtosis Skewness Range Minimum Maximum Sum Count Confidence Level(95.0%)

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan MS. Excell untuk data pada berat tepung Segitiga Biru dengan suhu 180 º C dan waktu pengadukan 5 menit. Disini dapat diketahui nilai mean sebesar 28.04456, Std. Error sebesar 0.590079, median sebesar 28.79, std deviasi sebesar 2.950394, Sample Variance sebesar 8.704824, Kurtosis sebesar 0.521215, Skewness sebesar 47

-0.3193, Range sebesar 13.024, Minimum sebesar 21.773, Maximum sebesar 34.797, Sum sebesar 701.114, dan Count sebesar 25, Confidence Level(95.0%) sebesar 1.217863. 11. Tepung Segitiga Biru Suhu 1800 lama pengadukan 10 menit
Tabel 38. Diskriptif Statistik

Column1 47.21 579 0.823 54 47.75 95 #N/A 3.081 403 9.495 046 1.129 03 0.164 8 9.953 42.08 7 52.04 661.02 1 14 1.779 149

Mean Standard Error Median Mode Standard Deviation Sample Variance Kurtosis Skewness Range Minimum Maximum Sum Count Confidence Level(95.0%)

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan MS. Excell untuk data pada berat tepung Segitiga Biru dengan suhu 180 º C dan waktu pengadukan 10 menit. Disini dapat diketahui nilai mean sebesar 47.21579, Std. Error sebesar 0.82354, median sebesar 47.7595, std deviasi sebesar 3.081403, Sample Variance sebesar 9.495046, Kurtosis sebesar -1.12903, Skewness sebesar -0.1648, Range sebesar 9.953, Minimum sebesar 42.087, Maximum sebesar 52.04, Sum sebesar 661.021, dan Count sebesar 14, Confidence Level(95.0%) sebesar 1.779149. 12. Tepung Segitiga Biru Suhu 1800 lama pengadukan 15 menit
Tabel 39. Diskriptif Statistik

Column1 43.25 235 0.842

Mean Standard Error 48

Median Mode Standard Deviation Sample Variance Kurtosis Skewness Range Minimum Maximum Sum Count Confidence Level(95.0%)

932 43.10 6 #N/A 3.475 499 12.07 909 0.398 353 0.497 079 13.88 8 37.09 1 50.97 9 735.2 9 17 1.786 937

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan MS. Excell untuk data pada berat tepung Segitiga Biru dengan suhu 180 º C dan waktu pengadukan 15 menit. Disini dapat diketahui nilai mean sebesar 43.25235, Std. Error sebesar 0.842932, median sebesar 43.106, std deviasi sebesar 3.475499, Sample Variance sebesar 9.495046, Kurtosis sebesar 0.398353, Skewness sebesar 0.497079, Range sebesar 13.888, Minimum sebesar 37.091, Maximum sebesar 50.979, Sum sebesar 735.29, dan Count sebesar 17, Confidence Level(95.0%) sebesar 1.786937. 13. Tepung Kereta Kencana Suhu 1800 lama pengadukan 5 menit
Tabel 40. Diskriptif Statistik

Column1 38.74 585 0.506 964 38.91 8 #N/A 2.267 212 5.140 251 0.016 88

Mean Standard Error Median Mode Standard Deviation Sample Variance Kurtosis 49

Skewness Range Minimum Maximum Sum Count Confidence Level(95.0%)

0.276 09 8.67 33.96 8 42.63 8 774.9 17 20 1.0610 88

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan MS. Excell untuk data pada berat tepung Kereta kencana dengan suhu 180 º C dan waktu pengadukan 5 menit. Disini dapat diketahui nilai mean sebesar 38.74585, Std. Error sebesar 0.506964, median sebesar 38.918, std deviasi sebesar 2.267212, Sample Variance sebesar 5.140251, Kurtosis sebesar -0.01688, Skewness sebesar -0.27609, Range sebesar 8.67, Minimum sebesar 33.968, Maximum sebesar 42.638, Sum sebesar 774.917, dan Count sebesar 20, Confidence Level(95.0%) sebesar 1.061088. 14. Tepung Kereta Kencana Suhu 1800 lama pengadukan 10 menit
Tabel 41. Diskriptif Statistik

Column1 45.00 956 0.947 954 44.38 45 #N/A 3.791 818 14.37 788 0.381 77 0.175 818 14.58 2 38.04 1 52.62 3 720.1 53

Mean Standard Error Median Mode Standard Deviation Sample Variance Kurtosis Skewness Range Minimum Maximum Sum 50

Count Confidence Level(95.0%)

16 2.020 517

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan MS. Excell untuk data pada berat tepung Kereta kencana dengan suhu 180 º C dan waktu pengadukan 10 menit. Disini dapat diketahui nilai mean sebesar 45.00956, Std. Error sebesar 0.947954, median sebesar 44.3845, std deviasi sebesar 3.791818, Sample Variance sebesar 14.37788, Kurtosis sebesar -0.38177, Skewness sebesar 0.175818, Range sebesar 14.582, Minimum sebesar 38.041, Maximum sebesar 52.623, Sum sebesar 720.153, dan Count sebesar 16, Confidence Level(95.0%) sebesar 2.020517. 15. Tepung Kereta Kencana Suhu 1800 lama pengadukan 15 menit
Tabel 42. Diskriptif Statistik

Column1 47.13 431 0.929 532 46.97 85 #N/A 3.718 127 13.82 447 0.640 92 0.042 97 13.72 8 39.92 7 53.65 5 754.1 49 16 1.981 25

Mean Standard Error Median Mode Standard Deviation Sample Variance Kurtosis Skewness Range Minimum Maximum Sum Count Confidence Level(95.0%)

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan MS. Excell untuk data pada berat tepung Kereta kencana dengan suhu 180 º C dan waktu pengadukan 15 menit. Disini dapat diketahui nilai mean sebesar 47.13431, Std. Error sebesar 0.929532, median sebesar 46.9785, std deviasi sebesar 3.718127, Sample 51

Variance sebesar 14.37788, Kurtosis sebesar -0.64092, Skewness sebesar -0.04297, Range sebesar 13.728, Minimum sebesar 39.927, Maximum sebesar 53.655, Sum sebesar 754.149, dan Count sebesar 16, Confidence Level(95.0%) sebesar 1.98125. 16. Tepung Biasa Suhu 1800 lama pengadukan 5 menit
Tabel 43. Diskriptif Statistik

Column1 49.01 85 1.445 646 48.37 #N/A 5.409 112 29.25 849 0.560 12 0.051 749 19.14 9 38.99 7 58.14 6 686.2 59 14 3.123 128

Mean Standard Error Median Mode Standard Deviation Sample Variance Kurtosis Skewness Range Minimum Maximum Sum Count Confidence Level(95.0%)

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan MS. Excell untuk data pada berat tepung Biasa dengan suhu 180 º C dan waktu pengadukan 5 menit. Disini dapat diketahui nilai mean sebesar 49.0185, Std. Error sebesar 1.445646, median sebesar 48.37, std deviasi sebesar 5.409112, Sample Variance sebesar 29.25849, Kurtosis sebesar -0.56012, Skewness sebesar 0.051749, Range sebesar 19.149, Minimum sebesar 38.997, Maximum sebesar 58.146, Sum sebesar 686.259, dan Count sebesar 14, Confidence Level(95.0%) sebesar 3.123128.

17. Tepung Biasa Suhu 1800 lama pengadukan 10 menit
Tabel 44. Diskriptif Statistik

Column1

52

Mean Standard Error Median Mode Standard Deviation Sample Variance Kurtosis Skewness Range Minimum Maximum Sum Count Confidence Level(95.0%)

50.29 62 1.064 853 49.32 3 #N/A 4.124 16 17.00 869 0.405 66 0.718 659 13.79 1 44.14 9 57.94 754.4 43 15 2.283 884

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan MS. Excell untuk data pada berat tepung Biasa dengan suhu 180 º C dan waktu pengadukan 10 menit. Disini dapat diketahui nilai mean sebesar 50.2962, Std. Error sebesar 1.064853, median sebesar 49.323, std deviasi sebesar 4.12416, Sample Variance sebesar 17.00869, Kurtosis sebesar -0.40566, Skewness sebesar 0.718659, Range sebesar 13.791, Minimum sebesar 44.149, Maximum sebesar 57.94, Sum sebesar 754.443, dan Count sebesar 15, Confidence Level(95.0%) sebesar 2.283884. 18. Tepung Biasa Suhu 1800 lama pengadukan 15 menit
Tabel 45. Diskriptif Statistik

Column1 47.63 846 3.756 128 50.74 #N/A 14.05 415 197.5 19 12.30 948

Mean Standard Error Median Mode Standard Deviation Sample Variance Kurtosis 53

Skewness Range Minimum Maximum Sum Count Confidence Level(95.0%)

3.426 32 56.21 16 0.036 4 56.24 8 666.93 84 14 8.1146 22

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan MS. Excell untuk data pada berat tepung Biasa dengan suhu 180 º C dan waktu pengadukan 15 menit. Disini dapat diketahui nilai mean sebesar 47.63846, Std. Error sebesar 3.756128, median sebesar 50.74, std deviasi sebesar 14.05415, Sample Variance sebesar 197.519, Kurtosis sebesar 12.30948, Skewness sebesar -3.42632, Range sebesar 56.2116, Minimum sebesar 0.0364, Maximum sebesar 56.248, Sum sebesar 666.9384, dan Count sebesar 14, Confidence Level(95.0%) sebesar 8.114622. 19. Tepung Segitiga Biru Suhu 1700 lama pengadukan 5 menit
Tabel 46. Diskriptif Statistik

Column1 44.92 3 0.796 094 44.14 3 #N/A 3.184 375 10.14 025 0.298 387 0.855 043 11.27 41.162 52.43 2 718.7 68 16 1.6968 34

Mean Standard Error Median Mode Standard Deviation Sample Variance Kurtosis Skewness Range Minimum Maximum Sum Count Confidence Level(95.0%) 54

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan MS. Excell untuk data pada berat tepung Segitiga Biru dengan suhu 170 º C dan waktu pengadukan 5 menit. Disini dapat diketahui nilai mean sebesar 44.923, Std. Error sebesar 0.796094, median sebesar 44.143, std deviasi sebesar 3.184375, Sample Variance sebesar 10.14025, Kurtosis sebesar 0.298387, Skewness sebesar 0.855043, Range sebesar 11.27, Minimum sebesar 41.162, Maximum sebesar 52.432, Sum sebesar 718.768, dan Count sebesar 16, Confidence Level(95.0%) sebesar 1.696834. 20. Tepung Segitiga Biru Suhu 1700 lama pengadukan 10 menit
Tabel 47. Diskriptif Statistik

Column1 39.25 36 0.753 024 38.83 45 #N/A 3.367 627 11.34 091 0.265 35 0.279 832 12.38 33.37 45.75 785.0 72 20 1.576 098

Mean Standard Error Median Mode Standard Deviation Sample Variance Kurtosis Skewness Range Minimum Maximum Sum Count Confidence Level(95.0%)

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan MS. Excell untuk data pada berat tepung Segitiga Biru dengan suhu 170 º C dan waktu pengadukan 10 menit. Disini dapat diketahui nilai mean sebesar 39.2536, Std. Error sebesar 0.753024, median sebesar 38.8345, std deviasi sebesar 3.367627, Sample Variance sebesar 11.34091, Kurtosis sebesar -0.26535, Skewness sebesar 0.279832, Range sebesar 12.38, Minimum sebesar 33.37, Maximum sebesar 45.75, Sum sebesar 785.072, dan Count sebesar 20, Confidence Level(95.0%) sebesar 1.576098. 21. Tepung Segitiga Biru Suhu 1700 lama pengadukan 15 menit
Tabel 48. Diskriptif Statistik

55

Column1 44.26 8 1.235 645 45.51 6 #N/A 5.094 695 25.95 591 0.328 01 0.371 036 18.48 5 36.90 2 55.38 7 752.5 56 17 2.619 45

Mean Standard Error Median Mode Standard Deviation Sample Variance Kurtosis Skewness Range Minimum Maximum Sum Count Confidence Level(95.0%)

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan MS. Excell untuk data pada berat tepung Segitiga Biru dengan suhu 170 º C dan waktu pengadukan 15 menit. Disini dapat diketahui nilai mean sebesar 44.268, Std. Error sebesar 1.235645, median sebesar 45.516, std deviasi sebesar 5.094695, Sample Variance sebesar 25.95591, Kurtosis sebesar -0.32801, Skewness sebesar 0.371036, Range sebesar 18.485, Minimum sebesar 36.902, Maximum sebesar 55.387, Sum sebesar 752.556, dan Count sebesar 17, Confidence Level(95.0%) sebesar 2.61945. 22. Tepung Kereta Kencana Suhu 1700 lama pengadukan 5 menit
Tabel 49. Diskriptif Statistik

Column1 43.92 013 0.730 425 43.38 45 #N/A

Mean Standard Error Median Mode 56

Standard Deviation Sample Variance Kurtosis Skewness Range Minimum Maximum Sum Count Confidence Level(95.0%)

2.921 699 8.536 324 1.459 28 0.189 448 8.338 40.00 3 48.34 1 702.7 22 16 1.556 863

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan MS. Excell untuk data pada berat tepung Kereta Kencana dengan suhu 170 º C dan waktu pengadukan 5 menit. Disini dapat diketahui nilai mean sebesar 43.92013, Std. Error sebesar 0.730425, median sebesar 43.3845, std deviasi sebesar 2.921699, Sample Variance sebesar 8.536324, Kurtosis sebesar -1.45928, Skewness sebesar 0.189448, Range sebesar 8.338, Minimum sebesar 40.003, Maximum sebesar 48.341, Sum sebesar 702.722, dan Count sebesar 16, Confidence Level(95.0%) sebesar 1.556863. 23. Tepung Kereta Kencana Suhu 1700 lama pengadukan 10 menit
Tabel 50. Diskriptif Statistik

Column1 50.02 273 0.687 59 49.68 3 #N/A 2.663 026 7.091 708 0.304 44 0.281 02 9.372

Mean Standard Error Median Mode Standard Deviation Sample Variance Kurtosis Skewness Range 57

Minimum Maximum Sum Count Confidence Level(95.0%)

44.57 6 53.94 8 750.3 41 15 1.474 735

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan MS. Excell untuk data pada berat tepung Kereta Kencana dengan suhu 170 º C dan waktu pengadukan 10 menit. Disini dapat diketahui nilai mean sebesar 50.02273, Std. Error sebesar 0.68759, median sebesar 49.683, std deviasi sebesar 2.663026, Sample Variance sebesar 7.091708, Kurtosis sebesar -0.30444, Skewness sebesar -0.28102, Range sebesar 9.372, Minimum sebesar 44.576, Maximum sebesar 53.948, Sum sebesar 750.341, dan Count sebesar 15, Confidence Level(95.0%) sebesar 1.474735.

58

24. Tepung Kereta Kencana Suhu 1700 lama pengadukan 15 menit
Tabel 51. Diskriptif Statistik

Column1 48.00 407 1.021 322 47.84 4 #N/A 3.955 565 15.64 649 0.797 29 0.093 83 12.34 2 41.43 2 53.77 4 720.0 61 15 2.190 519

Mean Standard Error Median Mode Standard Deviation Sample Variance Kurtosis Skewness Range Minimum Maximum Sum Count Confidence Level(95.0%)

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan MS. Excell untuk data pada berat tepung Kereta Kencana dengan suhu 170 º C dan waktu pengadukan 15 menit. Disini dapat diketahui nilai mean sebesar 48.00407, Std. Error sebesar 1.021322, median sebesar 47.844, std deviasi sebesar 3.955565, Sample Variance sebesar 15.64649, Kurtosis sebesar -0.79729, Skewness sebesar -0.09383, Range sebesar 12.342, Minimum sebesar 41.432, Maximum sebesar 53.774, Sum sebesar 720.061, dan Count sebesar 15, Confidence Level(95.0%) sebesar 2.190519. 25. Tepung Biasa Suhu 1700 lama pengadukan 5 menit
Tabel 52. Diskriptif Statistik

Column1 43.90 6 0.587 459

Mean Standard Error 59

Median Mode Standard Deviation Sample Variance Kurtosis Skewness Range Minimum Maximum Sum Count Confidence Level(95.0%)

43.68 7 #N/A 2.560 674 6.557 049 0.085 31 0.382 03 10.13 9 38.00 5 48.14 4 834.2 14 19 1.234 205

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan MS. Excell untuk data pada berat tepung Biasa dengan suhu 170 º C dan waktu pengadukan 5 menit. Disini dapat diketahui nilai mean sebesar 43.906, Std. Error sebesar 0.587459, median sebesar 43.687, std deviasi sebesar 2.560674, Sample Variance sebesar 6.557049, Kurtosis sebesar 0.08531, Skewness sebesar -0.38203, Range sebesar 10.139, Minimum sebesar 38.005, Maximum sebesar 48.144, Sum sebesar 834.214, dan Count sebesar 19, Confidence Level(95.0%) sebesar 1.234205. 26. Tepung Biasa Suhu 1700 lama pengadukan 10 menit
Tabel 53. Diskriptif Statistik

Column1 38.29 756 0.621 931 37.25 3 #N/A 2.638 628 6.962 356 1.096 92 0.353

Mean Standard Error Median Mode Standard Deviation Sample Variance Kurtosis Skewness 60

Range Minimum Maximum Sum Count Confidence Level(95.0%)

835 8.717 34.52 5 43.24 2 689.3 56 18 1.3121 59

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan MS. Excell untuk data pada berat tepung Biasa dengan suhu 170 º C dan waktu pengadukan 10 menit. Disini dapat diketahui nilai mean sebesar 38.29756, Std. Error sebesar 0.621931, median sebesar 37.253, std deviasi sebesar 2.638628, Sample Variance sebesar 6.962356, Kurtosis sebesar -1.09692, Skewness sebesar 0.353835, Range sebesar 8.717, Minimum sebesar 34.525, Maximum sebesar 43.242, Sum sebesar 689.356, dan Count sebesar 18, Confidence Level(95.0%) sebesar 1.312159. 27. Tepung Biasa Suhu 1700 lama pengadukan 15 menit
Tabel 54. Diskriptif Statistik

Column1 39.40 172 0.806 105 39.93 4 #N/A 3.420 014 11.696 5 0.285 42 0.766 493 11.801 34.84 6 46.64 7 709.2 31 18 1.700 733

Mean Standard Error Median Mode Standard Deviation Sample Variance Kurtosis Skewness Range Minimum Maximum Sum Count Confidence Level(95.0%)

61

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan MS. Excell untuk data pada berat tepung Biasa dengan suhu 170 º C dan waktu pengadukan 15 menit. Disini dapat diketahui nilai mean sebesar 39.40172, Std. Error sebesar 0.806105, median sebesar 39.934, std deviasi sebesar 3.420014, Sample Variance sebesar 11.6965, Kurtosis sebesar 0.28542, Skewness sebesar 0.766493, Range sebesar 11.801, Minimum sebesar 34.846, Maximum sebesar 46.647, Sum sebesar 709.231, dan Count sebesar 18, Confidence Level(95.0%) sebesar 1.700733.

4.2.1.2. Rata-Rata dan Standart Deviasi Dengan Menggunakan SPSS a. Tinggi Kue 1. Tepung Segitiga Biru Suhu 1900 lama pengadukan 5 menit
Tabel 55. Diskriptif Statistik

Statistics Tepung_SB_190_5 N Valid 16 0 5.2269 .02764 5.2200 5.13a .11056 .012 .447 .564 -.486 1.091 .39 5.05 5.44 83.63 5.4400 Missing Mean Std. Error of Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Percentile 95 s

a. Multiple modes exist. The smallest value is shown Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan SPSS untuk data pada berat tepung Segitiga Biru dengan suhu 190 º C dan waktu pengadukan 5 menit. Dapat diketahui nilai N sebesar 16, mean sebesar 5.2269, Std. Error sebesar 0.02764, median sebesar 5.2200, std deviasi sebesar 0.11056, Variance sebesar 0.012, Skewness sebesar 0.447, Std. Error of Skewness sebesar 0.564, Kurtosis sebesar -0.486, Std. Error of Kurtosis sebesar 1.091, Range sebesar 0.39, Minimum sebesar 5.05, Maximum sebesar 5.44, Sum sebesar 83.63, dan Percentiles 95 sebesar 5.4400. 62

Tabel 56. Frekuensi

Tepung_SB_190_5 Frequenc y Percent Valid 5.05 5.11 5.12 5.13 5.19 5.20 5.24 5.25 5.34 5.35 5.40 5.44 Total 1 1 1 2 2 1 2 2 1 1 1 1 16 6.3 6.3 6.3 12.5 12.5 6.3 12.5 12.5 6.3 6.3 6.3 6.3 100.0 Valid Percent 6.3 6.3 6.3 12.5 12.5 6.3 12.5 12.5 6.3 6.3 6.3 6.3 100.0 Cumulative Percent 6.3 12.5 18.8 31.3 43.8 50.0 62.5 75.0 81.3 87.5 93.8 100.0

Pada tabel frequensi di atas dapat kita lihat, terdapat total frekuensi sebesar 17, percent total 68.0, serta valid percent 100.0. 2. Tepung Segitiga Biru Suhu 1900 lama pengadukan 10 menit
Tabel 57. Diskriptif Statistik

63

Statistics Tepung_SB_190_10 N Valid 15 1 5.3473 .05910 5.3400 5.31a .22889 .052 .846 .580 1.971 1.121 .96 4.96 5.92 80.21 5.9200 Missing Mean Std. Error of Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Percentile 95 s

a. Multiple modes exist. The smallest value is shown Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan SPSS untuk data pada berat tepung Segitiga Biru dengan suhu 190 º C dan waktu pengadukan 10 menit. Dapat diketahui nilai N sebesar 15, mean sebesar 5.3473, Std. Error sebesar 0.05910, median sebesar 5.3400, std deviasi sebesar 0.22889, Variance sebesar 0.0052, Skewness sebesar 0.846, Std. Error of Skewness sebesar 0.580, Kurtosis sebesar 1.971, Std. Error of Kurtosis sebesar 1.121, Range sebesar 0.96, Minimum sebesar 4.96, Maximum sebesar 5.92, Sum sebesar 80.21, dan Percentiles 95 sebesar 5.9200.
Tabel 58. Frekuensi

64

Tepung_SB_190_10 Frequenc y Percent Valid 4.96 5.07 5.17 5.19 5.27 5.31 5.34 5.35 5.37 5.48 5.51 5.61 5.92 Total Missing System Total 1 1 1 1 1 2 1 2 1 1 1 1 1 15 1 16 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 12.5 6.3 12.5 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 93.8 6.3 100.0 Valid Percent 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 13.3 6.7 13.3 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 100.0 Cumulative Percent 6.7 13.3 20.0 26.7 33.3 46.7 53.3 66.7 73.3 80.0 86.7 93.3 100.0

Pada tabel frequensi di atas dapat kita lihat, terdapat total frekuensi sebesar 15, percent total 93.8, serta valid percent 100.0. 3. Tepung Segitiga Biru Suhu 1900 lama pengadukan 15 menit
Tabel 59. Diskriptif Statistik

65

Statistics Tepung_SB_190_15 N Valid 15 1 5.5420 .07000 5.5000 5.11a .27111 .074 .770 .580 .515 1.121 1.01 5.11 6.12 83.13 6.1200 Missing Mean Std. Error of Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Percentile 95 s

a. Multiple modes exist. The smallest value is shown Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan SPSS untuk data pada berat tepung Segitiga Biru dengan suhu 190 º C dan waktu pengadukan 15 menit. Dapat diketahui nilai N sebesar 15, mean sebesar 5.5420, Std. Error sebesar 0.07000, median sebesar 5.5000, std deviasi sebesar 0.27111, Variance sebesar 0.074, Skewness sebesar 0.770, Std. Error of Skewness sebesar 0.580, Kurtosis sebesar 0.515, Std. Error of Kurtosis sebesar 1.121, Range sebesar 1.101, Minimum sebesar 5.11, Maximum sebesar 6.12, Sum sebesar 83.13, dan Percentiles 95 sebesar 6.1200.
Tabel 60. Frekuensi

66

Tepung_SB_190_15 Frequenc y Percent Valid 5.11 5.22 5.34 5.40 5.43 5.44 5.45 5.50 5.51 5.52 5.61 5.65 5.83 6.00 6.12 Total Missing System Total 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 15 1 16 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 93.8 6.3 100.0 Valid Percent 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 100.0 Cumulative Percent 6.7 13.3 20.0 26.7 33.3 40.0 46.7 53.3 60.0 66.7 73.3 80.0 86.7 93.3 100.0

Pada tabel frequensi di atas dapat kita lihat, terdapat total frekuensi sebesar 15, percent total 93.8, serta valid percent 100.0. 4. Tepung Kereta Kencana Suhu 1900 lama pengadukan 5 menit
Tabel 61. Diskriptif Statistik

67

Statistics Tepung_KK_190_5 N Valid 17 3 4.8353 .06392 4.8300 4.80 .26356 .069 .029 .550 1.171 1.063 1.16 4.27 5.43 82.20 5.4300 Missing Mean Std. Error of Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Percentile 95 s

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan SPSS untuk data pada berat tepung Kereta Kencana dengan suhu 190 º C dan waktu pengadukan 5 menit. Dapat diketahui nilai N sebesar 17, mean sebesar 4.8353, Std. Error sebesar 0.06392, median sebesar 4.8300, std deviasi sebesar 0.26356, Variance sebesar 0.069, Skewness sebesar 0.029, Std. Error of Skewness sebesar 0.550, Kurtosis sebesar 1.171, Std. Error of Kurtosis sebesar 1.063, Range sebesar 1.16, Minimum sebesar 4.27, Maximum sebesar 5.43, Sum sebesar 82.20, dan Percentiles 95 sebesar 5.4300.

Tabel 62. Frekuensi

68

Tepung_KK_190_5 Frequenc y Percent Valid 4.27 4.53 4.56 4.60 4.70 4.80 4.83 4.90 4.97 5.00 5.14 5.43 Total Missing System Total 1 1 1 1 1 3 1 2 2 2 1 1 17 3 20 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 15.0 5.0 10.0 10.0 10.0 5.0 5.0 85.0 15.0 100.0 Valid Percent 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 17.6 5.9 11.8 11.8 11.8 5.9 5.9 100.0 Cumulative Percent 5.9 11.8 17.6 23.5 29.4 47.1 52.9 64.7 76.5 88.2 94.1 100.0

Pada tabel frequensi di atas dapat kita lihat, terdapat total frekuensi sebesar 17, percent total 85.0, serta valid percent 100.0.

5. Tepung Kereta Kencana Suhu 1900 lama pengadukan 10 menit
Tabel 63. Diskriptif Statistik

69

Statistics Tepung_KK_190_10 N Valid 18 2 5.2289 .03659 5.2950 5.10a .15522 .024 -.582 .536 -.629 1.038 .50 4.92 5.42 94.12 5.4200 Missing Mean Std. Error of Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Percentile 95 s

a. Multiple modes exist. The smallest value is shown Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan SPSS untuk data pada berat tepung Kereta Kencana dengan suhu 190 º C dan waktu pengadukan 10 menit. Dapat diketahui nilai N sebesar 18, mean sebesar 5.2289, Std. Error sebesar 0.03659, median sebesar 5.2950, std deviasi sebesar 0.15522, Variance sebesar 0.24, Skewness sebesar -0.582, Std. Error of Skewness sebesar 0.536, Kurtosis sebesar -0.629, Std. Error of Kurtosis sebesar 1.038, Range sebesar 0.50, Minimum sebesar 4.92, Maximum sebesar 5.42, Sum sebesar 94.12, dan Percentiles 95 sebesar 5.4200.

Tabel 64. Frekuensi

70

Tepung_KK_190_10 Frequenc y Percent Valid 4.92 4.95 5.10 5.12 5.15 5.20 5.29 5.30 5.33 5.39 5.40 5.42 Total Missing System Total 1 1 3 1 1 1 1 3 2 1 1 2 18 2 20 5.0 5.0 15.0 5.0 5.0 5.0 5.0 15.0 10.0 5.0 5.0 10.0 90.0 10.0 100.0 Valid Percent 5.6 5.6 16.7 5.6 5.6 5.6 5.6 16.7 11.1 5.6 5.6 11.1 100.0 Cumulative Percent 5.6 11.1 27.8 33.3 38.9 44.4 50.0 66.7 77.8 83.3 88.9 100.0

Pada tabel frequensi di atas dapat kita lihat, terdapat total frekuensi sebesar 18, percent total 90.0, serta valid percent 100.0.

6. Tepung Kereta Kencana Suhu 1900 lama pengadukan 15 menit
Tabel 65. Diskriptif Statistik

71

Statistics Tepung_KK_190_15 N Valid 17 3 5.1859 .05091 5.2000 5.20 .20991 .044 .102 .550 .422 1.063 .85 4.75 5.60 88.16 5.6000 Missing Mean Std. Error of Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Percentile 95 s

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan SPSS untuk data pada berat tepung Kereta Kencana dengan suhu 190 º C dan waktu pengadukan 15 menit. Dapat diketahui nilai N sebesar 17, mean sebesar 5.1859, Std. Error sebesar 0.05091, median sebesar 5.2000, std deviasi sebesar 0.20991, Variance sebesar 0.044, Skewness sebesar 0.102, Std. Error of Skewness sebesar 0.550, Kurtosis sebesar 0.422, Std. Error of Kurtosis sebesar 1.063, Range sebesar 0.85, Minimum sebesar 4.75, Maximum sebesar 5.60, Sum sebesar 88.16, dan Percentiles 95 sebesar 5.6000.
Tabel 66. Frekuensi

72

Tepung_KK_190_15 Frequenc y Percent Valid 4.75 4.96 5.00 5.02 5.16 5.17 5.18 5.20 5.21 5.23 5.32 5.46 5.50 5.60 1 1 2 1 1 1 1 3 1 1 1 1 1 1 5.0 5.0 10.0 5.0 5.0 5.0 5.0 15.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 Valid Percent 5.9 5.9 11.8 5.9 5.9 5.9 5.9 17.6 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 Cumulative Percent 5.9 11.8 23.5 29.4 35.3 41.2 47.1 64.7 70.6 76.5 82.4 88.2 94.1 100.0

Total 17 85.0 100.0 Missing System 3 15.0 Total 20 100.0 Pada tabel frequensi di atas dapat kita lihat, terdapat total frekuensi sebesar 17, percent total 85.0, serta valid percent 100.0. 7. Tepung Biasa Suhu 1900 lama pengadukan 5 menit
Tabel 67. Diskriptif Statistik

73

Statistics Tepung_Biasa_190_5 N Valid 19 1 5.2495 .05623 5.1800 5.10 .24510 .060 .820 .524 .597 1.014 .99 4.83 5.82 99.74 5.8200 Missing Mean Std. Error of Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Percentile 95 s

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan SPSS untuk data pada berat tepung Biasa dengan suhu 190 º C dan waktu pengadukan 5 menit. Dapat diketahui nilai N sebesar 19, mean sebesar 5.2495, Std. Error sebesar 0.05623, median sebesar 5.1800, std deviasi sebesar 0.24510, Variance sebesar 0.060, Skewness sebesar 0.820, Std. Error of Skewness sebesar 0.524, Kurtosis sebesar 0.597, Std. Error of Kurtosis sebesar 1.014, Range sebesar 0.99, Minimum sebesar 4.83, Maximum sebesar 5.82, Sum sebesar 99.74, dan Percentiles 95 sebesar 5.8200.
Tabel 68. Frekuensi

74

Tepung_Biasa_190_5 Frequenc y Percent Valid 4.83 4.97 5.07 5.10 5.11 5.15 5.18 5.21 5.25 5.27 5.35 5.40 5.42 5.58 5.68 5.82 1 1 1 3 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 5.0 5.0 5.0 15.0 5.0 10.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 Valid Percent 5.3 5.3 5.3 15.8 5.3 10.5 5.3 5.3 5.3 5.3 5.3 5.3 5.3 5.3 5.3 5.3 Cumulative Percent 5.3 10.5 15.8 31.6 36.8 47.4 52.6 57.9 63.2 68.4 73.7 78.9 84.2 89.5 94.7 100.0

Total 19 95.0 100.0 Missing System 1 5.0 Total 20 100.0 Pada tabel frequensi di atas dapat kita lihat, terdapat total frekuensi sebesar 19, percent total 95.0, serta valid percent 100.0. 8. Tepung Biasa Suhu 1900 lama pengadukan 10 menit
Tabel 69. Diskriptif Statistik

75

Statistics Tepung_Biasa_190_10 N Valid 20 0 5.0395 .03539 5.0200 4.97 .15826 .025 .062 .512 -.203 .992 .58 4.77 5.35 100.79 5.3465 Missing Mean Std. Error of Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Percentile 95 s

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan SPSS untuk data pada berat tepung Biasa dengan suhu 190 º C dan waktu pengadukan 10 menit. Dapat diketahui nilai N sebesar 20, mean sebesar 5.0395, Std. Error sebesar 0.03539, median sebesar 5.0200, std deviasi sebesar 0.15826, Variance sebesar 0.25, Skewness sebesar 0.062, Std. Error of Skewness sebesar 0.512, Kurtosis sebesar -0.203, Std. Error of Kurtosis sebesar 0.992, Range sebesar 0.58, Minimum sebesar 4.77, Maximum sebesar 5.35, Sum sebesar 100.79, dan Percentiles 95 sebesar 5.3465.
Tabel 70. Frekuensi

76

Tepung_Biasa_190_10 Frequenc y Percent Valid 4.77 4.78 4.79 4.95 4.97 5.00 5.01 5.03 5.04 5.06 5.07 5.16 5.17 5.18 5.24 5.28 5.35 1 1 1 1 3 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 5.0 5.0 5.0 5.0 15.0 10.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 Valid Percent 5.0 5.0 5.0 5.0 15.0 10.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 Cumulative Percent 5.0 10.0 15.0 20.0 35.0 45.0 50.0 55.0 60.0 65.0 70.0 75.0 80.0 85.0 90.0 95.0 100.0

Total 20 100.0 100.0 Pada tabel frequensi di atas dapat kita lihat, terdapat total frekuensi sebesar 20, percent total 100, serta valid percent 100.0. 9. Tepung Biasa Suhu 1900 lama pengadukan 15 menit
Tabel 71. Diskriptif Statistik

77

Statistics Tepung_Biasa_190_15 N Valid 20 0 5.3645 .06353 5.4600 5.25a .28411 .081 -1.374 .512 2.748 .992 1.26 4.53 5.79 107.29 5.7830 Missing Mean Std. Error of Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Percentile 95 s

a. Multiple modes exist. The smallest value is shown Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan SPSS untuk data pada berat tepung Biasa dengan suhu 190 º C dan waktu pengadukan 15 menit. Dapat diketahui nilai N sebesar 20, mean sebesar 5.3645, Std. Error sebesar 0.06353, median sebesar 5.64500, std deviasi sebesar 0.28411, Variance sebesar 0.81, Skewness sebesar -1.374, Std. Error of Skewness sebesar 0.512, Kurtosis sebesar 2.748, Std. Error of Kurtosis sebesar 0.992, Range sebesar 1.26, Minimum sebesar 4.53, Maximum sebesar 5.79, Sum sebesar 107.29, dan Percentiles 95 sebesar 5.7830.
Tabel 72. Frekuensi

78

Tepung_Biasa_190_15 Frequenc y Percent Valid 4.53 4.98 5.04 5.22 5.23 5.24 5.25 5.44 5.46 5.48 5.50 5.51 5.52 5.57 5.60 5.65 5.79 1 1 1 1 1 1 2 1 2 1 1 1 1 2 1 1 1 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 10.0 5.0 10.0 5.0 5.0 5.0 5.0 10.0 5.0 5.0 5.0 Valid Percent 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 10.0 5.0 10.0 5.0 5.0 5.0 5.0 10.0 5.0 5.0 5.0 Cumulative Percent 5.0 10.0 15.0 20.0 25.0 30.0 40.0 45.0 55.0 60.0 65.0 70.0 75.0 85.0 90.0 95.0 100.0

Total 20 100.0 100.0 Pada tabel frequensi di atas dapat kita lihat, terdapat total frekuensi sebesar 20, percent total 100, serta valid percent 100.0. 10. Tepung Segitiga Biru Suhu 1800 lama pengadukan 5 menit
Tabel 73. Diskriptif Statistik

79

Statistics Tepung_SB_180_5 N Valid 25 0 4.2232 .05913 4.2000 4.08a .29563 .087 1.686 .464 6.238 .902 1.54 3.74 5.28 105.58 5.0460 Missing Mean Std. Error of Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Percentile 95 s

a. Multiple modes exist. The smallest value is shown Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan SPSS untuk data pada berat tepung Segitiga biru dengan suhu 180 º C dan waktu pengadukan 5 menit. Dapat diketahui nilai N sebesar 25, mean sebesar 4.2232, Std. Error sebesar 0.05913, median sebesar 4.2000, std deviasi sebesar 0.29563, Variance sebesar 0.087, Skewness sebesar 1.686, Std. Error of Skewness sebesar 0.464, Kurtosis sebesar 6.238, Std. Error of Kurtosis sebesar 0.902, Range sebesar 1.54, Minimum sebesar 3.74, Maximum sebesar 5.28, Sum sebesar 105.58, dan Percentiles 95 sebesar 5.0460.
Tabel 74. Frekuensi

80

Tepung_SB_180_5 Frequenc y Percent Valid 3.74 3.76 3.89 4.00 4.06 4.08 4.11 4.13 4.14 4.15 4.20 4.21 4.29 4.33 4.36 4.37 4.39 4.40 4.48 4.50 5.28 1 1 1 1 1 2 1 1 2 1 2 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 8.0 4.0 4.0 8.0 4.0 8.0 4.0 8.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 Valid Percent 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 8.0 4.0 4.0 8.0 4.0 8.0 4.0 8.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 Cumulative Percent 4.0 8.0 12.0 16.0 20.0 28.0 32.0 36.0 44.0 48.0 56.0 60.0 68.0 72.0 76.0 80.0 84.0 88.0 92.0 96.0 100.0

Total 25 100.0 100.0 Pada tabel frequensi di atas dapat kita lihat, terdapat total frekuensi sebesar 25, percent total 100, serta valid percent 100.0. 11. Tepung Segitiga Biru Suhu 1800 lama pengadukan 10 menit
Tabel 75. Diskriptif Statistik

81

Statistics Tepung_SB_180_10 N Valid 14 11 5.3586 .05313 5.2850 5.61 .19880 .040 .758 .597 -.189 1.154 .70 5.07 5.77 75.02 5.7700 Missing Mean Std. Error of Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Percentile 95 s

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan SPSS untuk data pada berat tepung Segitiga biru dengan suhu 180 º C dan waktu pengadukan 10 menit. Dapat diketahui nilai N sebesar 14, mean sebesar 5.3586, Std. Error sebesar 0.05313, median sebesar 5.2850, std deviasi sebesar 0.19880, Variance sebesar 0.040, Skewness sebesar 0.758, Std. Error of Skewness sebesar 0.597, Kurtosis sebesar -0.189, Std. Error of Kurtosis sebesar 1.154, Range sebesar 0.70, Minimum sebesar 5.07, Maximum sebesar 5.77, Sum sebesar 75.02, dan Percentiles 95 sebesar 5.7700.
Tabel 76. Frekuensi

82

Tepung_SB_180_10 Frequenc y Percent Valid 5.07 5.17 5.21 5.23 5.24 5.27 5.28 5.29 5.35 5.40 5.52 5.61 5.77 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 8.0 4.0 Valid Percent 7.1 7.1 7.1 7.1 7.1 7.1 7.1 7.1 7.1 7.1 7.1 14.3 7.1 Cumulative Percent 7.1 14.3 21.4 28.6 35.7 42.9 50.0 57.1 64.3 71.4 78.6 92.9 100.0

Total 14 56.0 100.0 Missing System 11 44.0 Total 25 100.0 Pada tabel frequensi di atas dapat kita lihat, terdapat total frekuensi sebesar 14, percent total 56, serta valid percent 100.0. 12. Tepung Segitiga Biru Suhu 1800 lama pengadukan 15 menit
Tabel 77. Diskriptif Statistik

83

Statistics Tepung_SB_180_15 N Valid 17 8 5.4853 .04428 5.4600 5.35 .18256 .033 -.117 .550 -.749 1.063 .64 5.14 5.78 93.25 5.7800 Missing Mean Std. Error of Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Percentile 95 s

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan SPSS untuk data pada berat tepung Segitiga biru dengan suhu 180 º C dan waktu pengadukan 15 menit. Dapat diketahui nilai N sebesar 17, mean sebesar 5.4853, Std. Error sebesar 0.04428, median sebesar 5.4600, std deviasi sebesar 018256, Variance sebesar 0.033, Skewness sebesar -0.117, Std. Error of Skewness sebesar 0.550, Kurtosis sebesar -0.749, Std. Error of Kurtosis sebesar 1.063, Range sebesar 0.64, Minimum sebesar 5.14, Maximum sebesar 5.78, Sum sebesar 93.25, dan Percentiles 95 sebesar 5.7800.
Tabel 78. Frekuensi

84

Tepung_SB_180_15 Frequenc y Percent Valid 5.14 5.22 5.33 5.35 5.37 5.42 5.44 5.46 5.53 5.55 5.59 5.61 5.69 5.70 5.72 5.78 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 4.0 4.0 4.0 8.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 Valid Percent 5.9 5.9 5.9 11.8 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 Cumulative Percent 5.9 11.8 17.6 29.4 35.3 41.2 47.1 52.9 58.8 64.7 70.6 76.5 82.4 88.2 94.1 100.0

Total 17 68.0 100.0 Missing System 8 32.0 Total 25 100.0 Pada tabel frequensi di atas dapat kita lihat, terdapat total frekuensi sebesar 17, percent total 68, serta valid percent 100.0. 13. Tepung Kereta Kencana 1800 lama pengadukan 5 menit
Tabel 79. Diskriptif Statistik

85

Statistics Tepung_KK_180_5 N Valid 19 6 4.5289 .04423 4.5400 4.28a .19281 .037 .138 .524 -.808 1.014 .68 4.23 4.91 86.05 4.9100 Missing Mean Std. Error of Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Percentile 95 s

a. Multiple modes exist. The smallest value is shown Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan SPSS untuk data pada berat tepung Kereta Kencana dengan suhu 180 º C dan waktu pengadukan 5 menit. Dapat diketahui nilai N sebesar 19, mean sebesar 4.5289, Std. Error sebesar 0.04423, median sebesar 4.5400, std deviasi sebesar 0.19281, Variance sebesar 0.037, Skewness sebesar 0.138, Std. Error of Skewness sebesar 0.524, Kurtosis sebesar -0.808, Std. Error of Kurtosis sebesar 1.014, Range sebesar 0.68, Minimum sebesar 4.23, Maximum sebesar 4.91, Sum sebesar 86.05, dan Percentiles 95 sebesar 4.9100.
Tabel 80. Frekuensi

86

Tepung_KK_180_5 Frequenc y Percent Valid 4.23 4.28 4.31 4.33 4.42 4.43 4.46 4.52 4.54 4.56 4.57 4.65 4.66 4.68 4.76 4.78 4.91 Total Missing System Total 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 19 6 25 4.0 8.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 8.0 4.0 4.0 4.0 76.0 24.0 100.0 Valid Percent 5.3 10.5 5.3 5.3 5.3 5.3 5.3 5.3 5.3 5.3 5.3 5.3 5.3 10.5 5.3 5.3 5.3 100.0 Cumulative Percent 5.3 15.8 21.1 26.3 31.6 36.8 42.1 47.4 52.6 57.9 63.2 68.4 73.7 84.2 89.5 94.7 100.0

Pada tabel frequensi di atas dapat kita lihat, terdapat total frekuensi sebesar 19, percent total 76, serta valid percent 100.0. 14. Tepung Kereta Kencana 1800 lama pengadukan 10 menit
Tabel 81. Diskriptif Statistik

87

Statistics Tepung_KK_180_10 N Valid 16 9 5.0519 .05288 5.0100 4.92 .21151 .045 .063 .564 -.139 1.091 .81 4.67 5.48 80.83 5.4800 Missing Mean Std. Error of Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Percentile 95 s

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan SPSS untuk data pada berat tepung Kereta Kencana dengan suhu 180 º C dan waktu pengadukan 10 menit. Dapat diketahui nilai N sebesar 16, mean sebesar 5.0519, Std. Error sebesar 0.05288, median sebesar 5.0100, std deviasi sebesar 0.21151, Variance sebesar 0.045, Skewness sebesar 0.063, Std. Error of Skewness sebesar 0.564, Kurtosis sebesar -0.139, Std. Error of Kurtosis sebesar 1.091, Range sebesar 0.81, Minimum sebesar 4.67, Maximum sebesar 5.48, Sum sebesar 80.83, dan Percentiles 95 sebesar 5.4800.
Tabel 82. Frekuensi

88

Tepung_KK_180_10 Frequenc y Percent Valid 4.67 4.73 4.92 4.95 4.98 5.04 5.16 5.18 5.21 5.22 5.24 5.26 5.48 Total Missing System Total 1 1 3 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 16 9 25 4.0 4.0 12.0 8.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 64.0 36.0 100.0 Valid Percent 6.3 6.3 18.8 12.5 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 100.0 Cumulative Percent 6.3 12.5 31.3 43.8 50.0 56.3 62.5 68.8 75.0 81.3 87.5 93.8 100.0

Pada tabel frequensi di atas dapat kita lihat, terdapat total frekuensi sebesar 16, percent total 64, serta valid percent 100.0. 15. Tepung Kereta Kencana 1800 lama pengadukan 15 menit
Tabel 83. Diskriptif Statistik

89

Statistics Tepung_KK_180_15 N Valid 16 9 5.1519 .03807 5.0850 5.01a .15228 .023 .993 .564 -.264 1.091 .46 5.00 5.46 82.43 5.4600 Missing Mean Std. Error of Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Percentile 95 s

a. Multiple modes exist. The smallest value is shown Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan SPSS untuk data pada berat tepung Kereta Kencana dengan suhu 180 º C dan waktu pengadukan 15 menit. Dapat diketahui nilai N sebesar 16, mean sebesar 5.1519, Std. Error sebesar 0.03807, median sebesar 5.0850, std deviasi sebesar 0.15228, Variance sebesar 0.023, Skewness sebesar 0.993, Std. Error of Skewness sebesar 0.564, Kurtosis sebesar -0.264, Std. Error of Kurtosis sebesar 1.091, Range sebesar 0.46, Minimum sebesar 5.00, Maximum sebesar 5.46, Sum sebesar 82.43, dan Percentiles 95 sebesar 5.4600.
Tabel 84. Frekuensi

90

Tepung_KK_180_15 Frequenc y Percent Valid 5.00 5.01 5.03 5.04 5.05 5.07 5.10 5.16 5.17 5.23 5.40 5.46 Total Missing System Total 1 2 1 1 1 2 1 1 1 2 2 1 16 9 25 4.0 8.0 4.0 4.0 4.0 8.0 4.0 4.0 4.0 8.0 8.0 4.0 64.0 36.0 100.0 Valid Percent 6.3 12.5 6.3 6.3 6.3 12.5 6.3 6.3 6.3 12.5 12.5 6.3 100.0 Cumulative Percent 6.3 18.8 25.0 31.3 37.5 50.0 56.3 62.5 68.8 81.3 93.8 100.0

Pada tabel frequensi di atas dapat kita lihat, terdapat total frekuensi sebesar 16, percent total 64, serta valid percent 100.0.

91

16. Tepung Biasa 1800 lama pengadukan 5 menit
Tabel 85. Diskriptif Statistik

Statistics Tepung_Biasa_180_5 N Valid Missing Mean Std. Error of Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Percentile 95 s 14 11 5.5507 .08557 5.5500 4.94a .32016 .102 .000 .597 -.206 1.154 1.18 4.94 6.12 77.71 6.1200

a. Multiple modes exist. The smallest value is shown Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan SPSS untuk data pada berat tepung Tepung Biasa dengan suhu 180 º C dan waktu pengadukan 5 menit. Dapat diketahui nilai N sebesar 14, mean sebesar 5.5507, Std. Error sebesar 0.08557, median sebesar 5.5500, std deviasi sebesar 0.32016, Variance sebesar 0.102, Skewness sebesar 0.000, Std. Error of Skewness sebesar 0.597, Kurtosis sebesar -0.206, Std. Error of Kurtosis sebesar 1.154, Range sebesar 1.18, Minimum sebesar 4.94, Maximum sebesar 6.12, Sum sebesar 77.71, dan Percentiles 95 sebesar 6.1200.
Tabel 86. Frekuensi

92

Tepung_Biasa_180_5 Frequenc y Percent Valid 4.94 5.21 5.27 5.34 5.39 5.43 5.48 5.62 5.64 5.67 5.76 5.86 5.98 6.12 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 Valid Percent 7.1 7.1 7.1 7.1 7.1 7.1 7.1 7.1 7.1 7.1 7.1 7.1 7.1 7.1 Cumulative Percent 7.1 14.3 21.4 28.6 35.7 42.9 50.0 57.1 64.3 71.4 78.6 85.7 92.9 100.0

Total 14 56.0 100.0 Missing System 11 44.0 Total 25 100.0 Pada tabel frequensi di atas dapat kita lihat, terdapat total frekuensi sebesar 14, percent total 56, serta valid percent 100.0. 17. Tepung Biasa 1800 lama pengadukan 10 menit
Tabel 87. Diskriptif Statistik

93

Statistics Tepung_Biasa_180_10 N Valid 15 10 5.7240 .05561 5.7400 5.64a .21537 .046 -1.630 .580 5.487 1.121 1.00 5.09 6.09 85.86 6.0900 Missing Mean Std. Error of Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Percentile 95 s

a. Multiple modes exist. The smallest value is shown Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan SPSS untuk data pada berat tepung Tepung Biasa dengan suhu 180 º C dan waktu pengadukan 10 menit. Dapat diketahui nilai N sebesar 15, mean sebesar 5.7240, Std. Error sebesar 0.05561, median sebesar 5.7400, std deviasi sebesar 0.21537, Variance sebesar 0.046, Skewness sebesar -1.630, Std. Error of Skewness sebesar 0.580, Kurtosis sebesar 5.487, Std. Error of Kurtosis sebesar 1.121, Range sebesar 1.00, Minimum sebesar 5.09, Maximum sebesar 6.09, Sum sebesar 85.86, dan Percentiles 95 sebesar 6.0900.
Tabel 88. Frekuensi

94

Tepung_Biasa_180_10 Frequenc y Percent Valid 5.09 5.62 5.64 5.67 5.68 5.69 5.74 5.75 5.82 5.83 5.86 5.87 6.09 Total Missing System Total 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 15 10 25 4.0 4.0 8.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 8.0 4.0 60.0 40.0 100.0 Valid Percent 6.7 6.7 13.3 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 13.3 6.7 100.0 Cumulative Percent 6.7 13.3 26.7 33.3 40.0 46.7 53.3 60.0 66.7 73.3 80.0 93.3 100.0

Pada tabel frequensi di atas dapat kita lihat, terdapat total frekuensi sebesar 15, percent total 60, serta valid percent 100.0. 18. Tepung Biasa 1800 lama pengadukan 15 menit
Tabel 89. Diskriptif Statistik

95

Statistics Tepung_Biasa_180_15 N Valid 13 12 5.3292 .09733 5.3700 5.27 .35091 .123 -2.810 .616 8.994 1.191 1.33 4.24 5.57 69.28 5.5700 Missing Mean Std. Error of Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Percentile 95 s

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan SPSS untuk data pada berat tepung Tepung Biasa dengan suhu 180 º C dan waktu pengadukan 15 menit. Dapat diketahui nilai N sebesar 13, mean sebesar 5.3292, Std. Error sebesar 0.09733, median sebesar 5.3700, std deviasi sebesar 0.35091, Variance sebesar 0.123, Skewness sebesar -2.810, Std. Error of Skewness sebesar 0.616, Kurtosis sebesar 8.994, Std. Error of Kurtosis sebesar 1.191, Range sebesar 1.33, Minimum sebesar 4.24, Maximum sebesar 5.57, Sum sebesar 69.28, dan Percentiles 95 sebesar 5.5700.
Tabel 90. Frekuensi

96

Tepung_Biasa_180_15 Frequenc y Percent Valid 4.24 5.26 5.27 5.36 5.37 5.47 5.53 5.55 5.56 5.57 Total Missing System Total 1 1 3 1 1 1 1 1 2 1 13 12 25 4.0 4.0 12.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 8.0 4.0 52.0 48.0 100.0 Valid Percent 7.7 7.7 23.1 7.7 7.7 7.7 7.7 7.7 15.4 7.7 100.0 Cumulative Percent 7.7 15.4 38.5 46.2 53.8 61.5 69.2 76.9 92.3 100.0

Pada tabel frequensi di atas dapat kita lihat, terdapat total frekuensi sebesar 13, percent total 52, serta valid percent 100.0.

19. Tepung Segitiga Biru 1700 lama pengadukan 5 menit
Tabel 91. Diskriptif Statistik

Statistics Tepung_SB_170_5 N Valid Missing Mean Std. Error of Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Percentile 95 s 97 16 9 5.1744 .04916 5.0900 5.06 .19664 .039 1.042 .564 .001 1.091 .63 4.95 5.58 82.79 5.5800

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan SPSS untuk data pada berat tepung Segitiga Biru dengan suhu 170 º C dan waktu pengadukan 5 menit. Dapat diketahui nilai N sebesar 16, mean sebesar 5.1744, Std. Error sebesar 0.04916, median sebesar 5.0900, std deviasi sebesar 0.19664, Variance sebesar 0.039, Skewness sebesar 1.042, Std. Error of Skewness sebesar 0.564, Kurtosis sebesar 0.001, Std. Error of Kurtosis sebesar 1.091, Range sebesar 0.63, Minimum sebesar 4.95, Maximum sebesar 5.58, Sum sebesar 82.79, dan Percentiles 95 sebesar 5.5800.
Tabel 92. Frekuensi

Tepung_SB_170_5 Frequenc y Percent Valid 4.95 4.97 5.01 5.06 5.07 5.08 5.10 5.11 5.17 5.29 5.35 5.38 5.55 5.58 Total Missing System Total 1 1 1 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 16 9 25 4.0 4.0 4.0 12.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 64.0 36.0 100.0 Valid Percent 6.3 6.3 6.3 18.8 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 100.0 Cumulative Percent 6.3 12.5 18.8 37.5 43.8 50.0 56.3 62.5 68.8 75.0 81.3 87.5 93.8 100.0

Pada tabel frequensi di atas dapat kita lihat, terdapat total frekuensi sebesar 16, percent total 64, serta valid percent 100.0.

98

20. Tepung Segitiga Biru 1700 lama pengadukan 10 menit
Tabel 93. Diskriptif Statistik

Statistics Tepung_SB_170_10 N Valid Missing Mean Std. Error of Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Percentile 95 s 20 5 4.6735 .07542 4.6950 3.84a .33727 .114 -.489 .512 1.152 .992 1.53 3.84 5.37 93.47 5.3515

a. Multiple modes exist. The smallest value is shown Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan SPSS untuk data pada berat tepung Segitiga Biru dengan suhu 170 º C dan waktu pengadukan 10 menit. Dapat diketahui nilai N sebesar 20, mean sebesar 4.6735, Std. Error sebesar 0.07542, median sebesar 4.6950, std deviasi sebesar 0.33727, Variance sebesar 0.114, Skewness sebesar -0.489, Std. Error of Skewness sebesar 0.512, Kurtosis sebesar 1.152, Std. Error of Kurtosis sebesar 0.992, Range sebesar 1.53, Minimum sebesar 3.84, Maximum sebesar 5.37, Sum sebesar 93.47, dan Percentiles 95 sebesar 5.3515.
Tabel 94. Frekuensi

99

Tepung_SB_170_10 Frequenc y Percent Valid 3.84 4.21 4.24 4.42 4.53 4.55 4.56 4.57 4.64 4.68 4.71 4.74 4.78 4.84 4.91 4.95 4.96 4.97 5.00 5.37 Total Missing System Total 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 20 5 25 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 80.0 20.0 100.0 Valid Percent 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 100.0 Cumulative Percent 5.0 10.0 15.0 20.0 25.0 30.0 35.0 40.0 45.0 50.0 55.0 60.0 65.0 70.0 75.0 80.0 85.0 90.0 95.0 100.0

Pada tabel frequensi di atas dapat kita lihat, terdapat total frekuensi sebesar 20, percent total 80, serta valid percent 100.0. 21. Tepung Segitiga Biru 1700 lama pengadukan 15 menit
Tabel 95. Diskriptif Statistik

100

Statistics Tepung_SB_170_15 N Valid 17 8 5.1124 .07312 5.2000 4.90a .30147 .091 .085 .550 -.667 1.063 1.10 4.62 5.72 86.91 5.7200 Missing Mean Std. Error of Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Percentile 95 s

a. Multiple modes exist. The smallest value is shown Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan SPSS untuk data pada berat tepung Segitiga Biru dengan suhu 170 º C dan waktu pengadukan 15 menit. Dapat diketahui nilai N sebesar 17, mean sebesar 5.1124, Std. Error sebesar 0.07312, median sebesar 5.2000, std deviasi sebesar 0.30147, Variance sebesar 0.0091, Skewness sebesar 0.085, Std. Error of Skewness sebesar 0.550, Kurtosis sebesar -0.667, Std. Error of Kurtosis sebesar 1.063, Range sebesar 0.10, Minimum sebesar 4.62, Maximum sebesar 5.72, Sum sebesar 86.91, dan Percentiles 95 sebesar 5.7200.
Tabel 96. Frekuensi

101

Tepung_SB_170_15 Frequenc y Percent Valid 4.62 4.72 4.74 4.87 4.88 4.90 5.11 5.20 5.21 5.27 5.31 5.32 5.40 5.43 5.72 Total Missing System Total 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 2 1 1 1 1 17 8 25 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 8.0 4.0 4.0 4.0 4.0 8.0 4.0 4.0 4.0 4.0 68.0 32.0 100.0 Valid Percent 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 11.8 5.9 5.9 5.9 5.9 11.8 5.9 5.9 5.9 5.9 100.0 Cumulative Percent 5.9 11.8 17.6 23.5 29.4 41.2 47.1 52.9 58.8 64.7 76.5 82.4 88.2 94.1 100.0

Pada tabel frequensi di atas dapat kita lihat, terdapat total frekuensi sebesar 17, percent total 68, serta valid percent 100.0.

22. Tepung Kereta Kencana 1700 lama pengadukan 5 menit
Tabel 97. Diskriptif Statistik

102

Statistics Tepung_KK_170_5 N Valid 16 9 4.7587 .03641 4.6900 4.69 .14564 .021 .453 .564 -.802 1.091 .50 4.55 5.05 76.14 5.0500 Missing Mean Std. Error of Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Percentile 95 s

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan SPSS untuk data pada berat tepung Kereta Kencana dengan suhu 170 º C dan waktu pengadukan 5 menit. Dapat diketahui nilai N sebesar 16, mean sebesar 4.7587, Std. Error sebesar 0.03461, median sebesar 4.6900, std deviasi sebesar 0.14564, Variance sebesar 0.021, Skewness sebesar 1.453, Std. Error of Skewness sebesar 0.564, Kurtosis sebesar -0.802, Std. Error of Kurtosis sebesar 1.091, Range sebesar 0.50, Minimum sebesar 4.55, Maximum sebesar 5.05, Sum sebesar 76.14, dan Percentiles 95 sebesar 5.0500.
Tabel 98. Frekuensi

103

Tepung_KK_170_5 Frequenc y Percent Valid 4.55 4.58 4.63 4.65 4.66 4.67 4.69 4.84 4.85 4.86 4.88 4.89 4.96 5.05 Total Missing System Total 1 1 1 1 1 1 3 1 1 1 1 1 1 1 16 9 25 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 12.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 64.0 36.0 100.0 Valid Percent 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 18.8 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 100.0 Cumulative Percent 6.3 12.5 18.8 25.0 31.3 37.5 56.3 62.5 68.8 75.0 81.3 87.5 93.8 100.0

Pada tabel frequensi di atas dapat kita lihat, terdapat total frekuensi sebesar 16, percent total 64, serta valid percent 100.0.

104

23. Tepung Kereta Kencana 1700 lama pengadukan 10 menit
Tabel 99. Diskriptif Statistik

Statistics Tepung_KK_170_10 N Valid Missing Mean Std. Error of Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Percentile 95 s 15 10 5.3107 .04091 5.3200 5.32 .15845 .025 -.330 .580 -.255 1.121 .57 5.01 5.58 79.66 5.5800

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan SPSS untuk data pada berat tepung Kereta Kencana dengan suhu 170 º C dan waktu pengadukan 10 menit. Dapat diketahui nilai N sebesar 15, mean sebesar 5.3107, Std. Error sebesar 0.04091, median sebesar 5.3200, std deviasi sebesar 0.15845, Variance sebesar 0.025, Skewness sebesar -0.330, Std. Error of Skewness sebesar 0.580, Kurtosis sebesar -0.225, Std. Error of Kurtosis sebesar 1.121, Range sebesar 0.57, Minimum sebesar 5.01, Maximum sebesar 5.58, Sum sebesar 79.66, dan Percentiles 95 sebesar 5.5800.
Tabel 100. Frekuensi

105

Tepung_KK_170_10 Frequenc y Percent Valid 5.01 5.08 5.11 5.23 5.24 5.29 5.32 5.34 5.36 5.39 5.43 5.45 5.51 5.58 Total Missing System Total 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 15 10 25 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 8.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 60.0 40.0 100.0 Valid Percent 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 13.3 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 100.0 Cumulative Percent 6.7 13.3 20.0 26.7 33.3 40.0 53.3 60.0 66.7 73.3 80.0 86.7 93.3 100.0

Pada tabel frequensi di atas dapat kita lihat, terdapat total frekuensi sebesar 15, percent total 60, serta valid percent 100.0. 24. Tepung Kereta Kencana 1700 lama pengadukan 15 menit
Tabel 101. Diskriptif Statistik

106

Statistics Tepung_KK_170_15 N Valid 15 10 5.3400 .04571 5.3600 5.11a .17704 .031 .718 .580 .684 1.121 .64 5.11 5.75 80.10 5.7500 Missing Mean Std. Error of Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Percentile 95 s

a. Multiple modes exist. The smallest value is shown Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan SPSS untuk data pada berat tepung Kereta Kencana dengan suhu 170 º C dan waktu pengadukan 15 menit. Dapat diketahui nilai N sebesar 15, mean sebesar 5.3400, Std. Error sebesar 0.04571, median sebesar 5.3600, std deviasi sebesar 0.17704, Variance sebesar 0.031, Skewness sebesar 0.718, Std. Error of Skewness sebesar 0.580, Kurtosis sebesar 0.684, Std. Error of Kurtosis sebesar 1.121. Range sebesar 0.64, Minimum sebesar 5.11, Maximum sebesar 5.75, Sum sebesar 80.10, dan Percentiles 95 sebesar 5.7500.
Tabel 102. Frekuensi

107

Tepung_KK_170_15 Frequenc y Percent Valid 5.11 5.13 5.23 5.24 5.33 5.36 5.37 5.39 5.45 5.58 5.75 Total Missing System Total 2 1 2 1 1 1 2 1 2 1 1 15 10 25 8.0 4.0 8.0 4.0 4.0 4.0 8.0 4.0 8.0 4.0 4.0 60.0 40.0 100.0 Valid Percent 13.3 6.7 13.3 6.7 6.7 6.7 13.3 6.7 13.3 6.7 6.7 100.0 Cumulative Percent 13.3 20.0 33.3 40.0 46.7 53.3 66.7 73.3 86.7 93.3 100.0

Pada tabel frequensi di atas dapat kita lihat, terdapat total frekuensi sebesar 15, percent total 60, serta valid percent 100.0. 25. Tepung Biasa 1700 lama pengadukan 5 menit
Tabel 103. Diskriptif Statistik

Statistics Tepung_Biasa_170_5 N Valid Missing Mean Std. Error of Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Percentile 95 s 108 19 6 5.4537 .03256 5.4300 5.42 .14194 .020 1.386 .524 4.424 1.014 .67 5.22 5.89 103.62 5.8900

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan SPSS untuk data pada berat tepung Biasa dengan suhu 170 º C dan waktu pengadukan 5 menit. Dapat diketahui nilai N sebesar 19, mean sebesar 5.4537, Std. Error sebesar 0.3256, median sebesar 5.4300, std deviasi sebesar 0.14194, Variance sebesar 0.020, Skewness sebesar 1.386, Std. Error of Skewness sebesar 0.524, Kurtosis sebesar 4.424, Std. Error of Kurtosis sebesar 1.014, Range sebesar 0.67, Minimum sebesar 5.22, Maximum sebesar 5.89, Sum sebesar 103.62, dan Percentiles 95 sebesar 5.8900.
Tabel 104. Frekuensi

Tepung_Biasa_170_5 Frequenc y Percent Valid 5.22 5.25 5.33 5.38 5.41 5.42 5.43 5.45 5.46 5.51 5.52 5.57 5.59 5.89 Total Missing System Total 1 1 1 2 1 3 1 2 1 1 2 1 1 1 19 6 25 4.0 4.0 4.0 8.0 4.0 12.0 4.0 8.0 4.0 4.0 8.0 4.0 4.0 4.0 76.0 24.0 100.0 Valid Percent 5.3 5.3 5.3 10.5 5.3 15.8 5.3 10.5 5.3 5.3 10.5 5.3 5.3 5.3 100.0 Cumulative Percent 5.3 10.5 15.8 26.3 31.6 47.4 52.6 63.2 68.4 73.7 84.2 89.5 94.7 100.0

Pada tabel frequensi di atas dapat kita lihat, terdapat total frekuensi sebesar 19, percent total 76, serta valid percent 100.0.

26. Tepung Biasa 1700 lama pengadukan 10 menit
Tabel 105. Diskriptif Statistik

109

Statistics Tepung_Biasa_170_10 N Valid 18 7 5.3767 .03819 5.3650 5.22 .16201 .026 .412 .536 -1.244 1.038 .48 5.17 5.65 96.78 5.6500 Missing Mean Std. Error of Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Percentile 95 s

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan SPSS untuk data pada berat tepung Biasa dengan suhu 170 º C dan waktu pengadukan 10 menit. Dapat diketahui nilai N sebesar 18, mean sebesar 5.3767, Std. Error sebesar 0.03819, median sebesar 5.3650, std deviasi sebesar 0.16201, Variance sebesar 0.026, Skewness sebesar 0.412, Std. Error of Skewness sebesar 0.536, Kurtosis sebesar -1.244, Std. Error of Kurtosis sebesar 1.038, Range sebesar 0.48, Minimum sebesar 5.17, Maximum sebesar 5.65, Sum sebesar 96.78, dan Percentiles 95 sebesar 5.6500.
Tabel 106. Frekuensi

110

Tepung_Biasa_170_10 Frequenc y Percent Valid 5.17 5.21 5.22 5.24 5.36 5.37 5.42 5.56 5.57 5.58 5.63 5.65 Total Missing System Total 1 2 3 1 2 2 2 1 1 1 1 1 18 7 25 4.0 8.0 12.0 4.0 8.0 8.0 8.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 72.0 28.0 100.0 Valid Percent 5.6 11.1 16.7 5.6 11.1 11.1 11.1 5.6 5.6 5.6 5.6 5.6 100.0 Cumulative Percent 5.6 16.7 33.3 38.9 50.0 61.1 72.2 77.8 83.3 88.9 94.4 100.0

Pada tabel frequensi di atas dapat kita lihat, terdapat total frekuensi sebesar 18, percent total 72, serta valid percent 100.0. 27. Tepung Biasa 1700 lama pengadukan 15 menit
Tabel 107. Diskriptif Statistik

111

Statistics Tepung_Biasa_170_15 N Valid 17 8 5.2818 .03157 5.2500 5.22a .13016 .017 -.095 .550 -.142 1.063 .51 5.01 5.52 89.79 5.5200 Missing Mean Std. Error of Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Percentile 95 s

a. Multiple modes exist. The smallest value is shown Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan SPSS untuk data pada berat tepung Biasa dengan suhu 170 º C dan waktu pengadukan 1 5 menit. Dapat diketahui nilai N sebesar 17, mean sebesar 5.2818, Std. Error sebesar 0.03157, median sebesar 5.2500, std deviasi sebesar 0.13016, Variance sebesar 0.017, Skewness sebesar -0.095, Std. Error of Skewness sebesar 0.550, Kurtosis sebesar -0.142, Std. Error of Kurtosis sebesar 1.063, Range sebesar 0.51, Minimum sebesar 5.01, Maximum sebesar 5.52, Sum sebesar 89.79, dan Percentiles 95 sebesar 5.5200.
Tabel 108. Frekuensi

112

Tepung_Biasa_170_15 Frequenc y Percent Valid 5.01 5.14 5.16 5.17 5.21 5.22 5.25 5.31 5.35 5.36 5.38 5.42 5.46 5.52 Total Missing System Total 1 1 1 1 1 2 2 1 1 2 1 1 1 1 17 8 25 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 8.0 8.0 4.0 4.0 8.0 4.0 4.0 4.0 4.0 68.0 32.0 100.0 Valid Percent 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 11.8 11.8 5.9 5.9 11.8 5.9 5.9 5.9 5.9 100.0 Cumulative Percent 5.9 11.8 17.6 23.5 29.4 41.2 52.9 58.8 64.7 76.5 82.4 88.2 94.1 100.0

Pada tabel frequensi di atas dapat kita lihat, terdapat total frekuensi sebesar 17, percent total 68, serta valid percent 100.0 b. Berat Kue 1. Tepung Segitiga Biru Suhu 1900 lama pengadukan 5 menit
Tabel 109. Diskriptif Statistik

113

Statistics Tepung_SB_190_5

N

Valid Missing

16 9 45.4680 .70889 45.1220 41.24a 2.83558 8.040 .162 .564 -1.304 1.091 8.37 41.24 49.61 727.49 49.6100

Mean Std. Error of Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Percentile 95 s

a. Multiple modes exist. The smallest value is shown

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan SPSS untuk data pada berat tepung Segitiga Biru dengan suhu 190 º C dan waktu pengadukan 5 menit. Dapat diketahui nilai N sebesar 16, mean sebesar 45.4680, Std. Error sebesar 0.70889, median sebesar 45.122, std deviasi sebesar 2.83558, Variance sebesar 8.040, Skewness sebesar 0.162, Std. Error of Skewness sebesar 0.564, Kurtosis sebesar -1.304, Std. Error of Kurtosis sebesar 1.091, Range sebesar 8.37, Minimum sebesar 41.24, Maximum sebesar 49.61, Sum sebesar 727.49, dan Percentiles 95 sebesar 49.6100.
Tabel 110. Frekuensi

114

Tepung_SB_190_5

Frequenc y Percent Valid 41.24 41.73 42.26 43.34 43.52 43.82 43.87 44.88 45.36 46.19 46.62 47.67 48.62 49.31 49.46 49.61 Total Missing System Total 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 16 9 25 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 64.0 36.0 100.0

Valid Percent 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 100.0

Cumulative Percent 6.3 12.5 18.8 25.0 31.3 37.5 43.8 50.0 56.3 62.5 68.8 75.0 81.3 87.5 93.8 100.0

Pada tabel frequensi di atas dapat kita lihat, terdapat total frekuensi sebesar 16, percent total 64.0, serta valid percent 100.0. Dari data diatas menunjukkan bahwa tiap data hanya memiliki masing–masing frekuensi sebanyak 1. Sehingga dari data di atas tidak terdapat data yang bernilai sama satu diantara lain.

115

2. Tepung Segitiga Biru Suhu 1900 lama pengadukan 10 menit
Tabel 111. Diskriptif Statistik

Statistics Tepung_SB_190_10 N Valid Missing Mean Std. Error of Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Percentile 95 s 15 10 50.4173 .67866 50.4550 45.23a 2.62843 6.909 -.440 .580 .501 1.121 9.65 45.23 54.88 756.26 54.8780

a. Multiple modes exist. The smallest value is shown

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan SPSS untuk data pada berat tepung Segitiga Biru dengan suhu 190 º C dan waktu pengadukan 10 menit. Dapat diketahui nilai N sebesar 15, mean sebesar 50.4173, Std. Error sebesar 0.67866, median sebesar 50.4550, std deviasi sebesar 2.62843, Variance sebesar 6.909, Skewness sebesar -.440, Std. Error of Skewness sebesar 0.580, Kurtosis sebesar 0.501, Std. Error of Kurtosis sebesar 1.121, Range sebesar 9.65, Minimum sebesar 45.23, Maximum sebesar 54.88, Sum sebesar 756.26, dan Percentiles 95 sebesar 54.8780.
Tabel 112. Frekuensi

116

Tepung_SB_190_10

Frequenc y Percent Valid 45.23 45.76 48.15 49.71 49.80 50.04 50.36 50.46 50.72 51.43 51.59 51.74 52.12 54.28 54.88 Total Missing System Total 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 15 10 25 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 60.0 40.0 100.0

Valid Percent 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 100.0

Cumulative Percent 6.7 13.3 20.0 26.7 33.3 40.0 46.7 53.3 60.0 66.7 73.3 80.0 86.7 93.3 100.0

Pada tabel frequensi di atas dapat kita lihat, terdapat total frekuensi sebesar 15, percent total 60.0, serta valid percent 100.0. Dari data diatas menunjukkan bahwa tiap data hanya memiliki masing–masing frekuensi sebanyak 1. Sehingga dari data di atas tidak terdapat data yang bernilai sama satu diantara lain. 3. Tepung Segitiga Biru Suhu 1900 lama pengadukan 15 menit
Tabel 113. Diskriptif Statistik

117

Statistics Tepung_SB_190_15

N

Valid Missing

15 10 48.5325 1.02908 49.4480 37.69a 3.98563 15.885 -1.274 .580 3.383 1.121 16.79 37.69 54.47 727.99 54.4740

Mean Std. Error of Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Percentile 95 s

a. Multiple modes exist. The smallest value is shown

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan SPSS untuk data pada berat tepung Segitiga Biru dengan suhu 190 º C dan waktu pengadukan 15 menit. Dapat diketahui nilai N sebesar 15, mean sebesar 48.5325, Std. Error sebesar 1.02908, median sebesar 49.4480, std deviasi sebesar 3.98563, Variance sebesar 15.885, Skewness sebesar -1.274, Std. Error of Skewness sebesar 0.580, Kurtosis sebesar 3.383, Std. Error of Kurtosis sebesar 0.580, Range sebesar 16.79, Minimum sebesar 37.69, Maximum sebesar 54.47, Sum sebesar 727.99, dan Percentiles 95 sebesar 54.4740.

118

Tabel 114. Frekuensi
Tepung_SB_190_15 Frequency Valid 37.69 44.09 46.92 47.18 47.22 48.15 48.36 49.45 49.57 49.97 50.15 50.38 50.39 54.00 54.47 Total Missing Total System 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 15 10 25 Percent 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 60.0 40.0 100.0 Valid Percent 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 100.0 Cumulative Percent 6.7 13.3 20.0 26.7 33.3 40.0 46.7 53.3 60.0 66.7 73.3 80.0 86.7 93.3 100.0

Pada tabel frequensi di atas dapat kita lihat, terdapat total frekuensi sebesar 15, percent total 60.0, serta valid percent 100.0. Dari data diatas menunjukkan bahwa tiap data hanya memiliki masing–masing frekuensi sebanyak 1. Sehingga dari data di atas tidak terdapat data yang bernilai sama satu diantara lain. 4. Tepung Kereta kencana Suhu 1900 lama pengadukan 5 menit
Tabel 115. Diskriptif Statistik

119

Statistics Tepung_KK_190_5

N

Valid Missing

17 8 40.5914 1.28399 42.0280 31.07a 5.29405 28.027 .365 .550 .462 1.063 21.84 31.07 52.91 690.05 52.9100

Mean Std. Error of Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Percentile 95 s

a. Multiple modes exist. The smallest value is shown

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan SPSS untuk data pada berat tepung kereta kencana dengan suhu 190 º C dan waktu pengadukan 5 menit. Dapat diketahui nilai N sebesar 17, mean sebesar 40.5914, Std. Error sebesar 1.28399, median sebesar 42.0280, std deviasi sebesar 5.29405, Variance sebesar 28.027, Skewness sebesar 0.365, Std. Error of Skewness sebesar 0.550, Kurtosis sebesar 0.462, Std. Error of Kurtosis sebesar 1.063, Range sebesar 21.84, Minimum sebesar 31.07, Maximum sebesar 52.91, Sum sebesar 690.05, dan Percentiles 95 sebesar 52.9100.
Tabel 116. Frekuensi

120

Tepung_KK_190_5

Frequenc y Percent Valid 31.07 34.84 34.88 36.00 37.26 37.55 37.73 38.51 42.03 42.21 43.34 43.45 43.77 43.88 45.16 45.48 52.91 Total Missing System Total 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 17 8 25 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 68.0 32.0 100.0

Valid Percent 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 100.0

Cumulative Percent 5.9 11.8 17.6 23.5 29.4 35.3 41.2 47.1 52.9 58.8 64.7 70.6 76.5 82.4 88.2 94.1 100.0

Pada tabel frequensi di atas dapat kita lihat, terdapat total frekuensi sebesar 17, percent total 68.0, serta valid percent 100.0. Dari data diatas menunjukkan bahwa tiap data hanya memiliki masing–masing frekuensi sebanyak 1. Sehingga dari data di atas tidak terdapat data yang bernilai sama satu diantara lain.

121

5. Tepung Kereta kencana Suhu 1900 lama pengadukan 10 menit
Tabel 117. Diskriptif Statistik
Statistics Tepung_KK_190_10

N

Valid Missing

18 7 44.7382 .44126 44.3780 40.71a 1.87210 3.505 -.257 .536 .359 1.038 7.46 40.71 48.17 805.29 48.1660

Mean Std. Error of Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Percentile 95 s

a. Multiple modes exist. The smallest value is shown

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan SPSS untuk data pada berat tepung kereta kencana dengan suhu 190 º C dan waktu pengadukan 10 menit. Dapat diketahui nilai N sebesar 18, mean sebesar 44.7382, Std. Error sebesar 0.44126, median sebesar 44.3780, std deviasi sebesar 1.87210, Variance sebesar 3.505, Skewness sebesar -0.257, Std. Error of Skewness sebesar 0.536, Kurtosis sebesar 0.359, Std. Error of Kurtosis sebesar 1.038, Range sebesar 7.46, Minimum sebesar 40.71, Maximum sebesar 48.17, Sum sebesar 805.29, dan Percentiles 95 sebesar 48.1660.
Tabel 118. Frekuensi

122

Tepung_KK_190_10

Frequenc y Percent Valid 40.71 41.57 43.63 43.70 43.89 43.97 44.13 44.30 44.36 44.40 45.03 45.21 45.23 46.31 46.60 46.91 47.18 48.17 Total Missing System Total 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 18 7 25 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 72.0 28.0 100.0

Valid Percent 5.6 5.6 5.6 5.6 5.6 5.6 5.6 5.6 5.6 5.6 5.6 5.6 5.6 5.6 5.6 5.6 5.6 5.6 100.0

Cumulative Percent 5.6 11.1 16.7 22.2 27.8 33.3 38.9 44.4 50.0 55.6 61.1 66.7 72.2 77.8 83.3 88.9 94.4 100.0

Pada tabel frequensi di atas dapat kita lihat, terdapat total frekuensi sebesar 18, percent total 72.0, serta valid percent 100.0. Dari data diatas menunjukkan bahwa tiap data hanya memiliki masing–masing frekuensi sebanyak 1. Sehingga dari data di atas tidak terdapat data yang bernilai sama satu diantara lain 6. Tepung Kereta kencana Suhu 1900 lama pengadukan 15 menit
Tabel 119. Diskriptif Statistik

123

Statistics Tepung_KK_190_15

N

Valid Missing

17 8 43.1418 .75403 42.9360 38.62a 3.10894 9.666 .350 .550 -.608 1.063 10.07 38.62 48.69 733.41 48.6910

Mean Std. Error of Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Percentile 95 s

a. Multiple modes exist. The smallest value is shown

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan SPSS untuk data pada berat tepung kereta kencana dengan suhu 190 º C dan waktu pengadukan 15 menit. Dapat diketahui nilai N sebesar 17, mean sebesar 43.1418, Std. Error of Mean sebesar 0.75403, median sebesar 42.9360, std deviasi sebesar 3.10894, Variance sebesar 9.666, Skewness sebesar 0.350, Std. Error of Skewness sebesar 0.550, Kurtosis sebesar -0.608, Std. Error of Kurtosis sebesar 1.063, Range sebesar 10.07, Minimum sebesar 38.62, Maximum sebesar 48.69, Sum sebesar 733.41, dan Percentiles 95 sebesar 48.6910.

124

Tabel 120. Frekuensi
Tepung_KK_190_15

Frequenc y Percent Valid 38.62 39.05 39.22 40.48 40.67 41.39 42.22 42.85 42.94 43.69 43.90 44.20 44.50 45.18 47.31 48.50 48.69 Total Missing System Total 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 17 8 25 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 68.0 32.0 100.0

Valid Percent 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 100.0

Cumulative Percent 5.9 11.8 17.6 23.5 29.4 35.3 41.2 47.1 52.9 58.8 64.7 70.6 76.5 82.4 88.2 94.1 100.0

Pada tabel frequensi di atas dapat kita lihat, terdapat total frekuensi sebesar 17, percent total 68.0, serta valid percent 100.0. Dari data diatas menunjukkan bahwa tiap data hanya memiliki masing–masing frekuensi sebanyak 1. Sehingga dari data di atas tidak terdapat data yang bernilai sama satu diantara lain 7. Tepung Biasa Suhu 1900 lama pengadukan 5 menit
Tabel 121. Diskriptif Statistik

125

Statistics Tepung_Biasa_190_5 N Valid 19 6 40.8752 1.38143 39.1040 34.51a 6.02149 36.258 3.066 .524 11.199 1.014 28.66 34.51 63.17 776.63 63.1670 Missing Mean Std. Error of Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Percentile 95 s

a. Multiple modes exist. The smallest value is shown

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan SPSS untuk data pada berat tepung biasa dengan suhu 190 º C dan waktu pengadukan 5 menit. Dapat diketahui nilai N sebesar 19, mean sebesar 40.8752, Std. Error of Mean sebesar 1.38143, Median sebesar 39.1040, Std Deviasi sebesar 6.02149, Variance sebesar 36.258, Skewness sebesar 3.066, Std. Error of Skewness sebesar 0.524, Kurtosis sebesar 11.199, Std. Error of Kurtosis sebesar 1.014, Range sebesar 28.66., Minimum sebesar 34.51, Maximum sebesar 63.17, Sum sebesar 776.63, dan Percentiles 95 sebesar 63.1670.
Tabel 122. Frekuensi

126

Tepung_Biasa_190_5 Frequenc Valid y Percent Percent Valid 34.51 36.23 37.70 38.05 38.39 38.46 38.49 38.61 38.70 39.10 39.81 40.02 40.55 40.60 41.47 41.93 45.31 45.53 63.17 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 76.0 24.0 100.0 5.3 5.3 5.3 5.3 5.3 5.3 5.3 5.3 5.3 5.3 5.3 5.3 5.3 5.3 5.3 5.3 5.3 5.3 5.3 100.0 Cumulative Percent 5.3 10.5 15.8 21.1 26.3 31.6 36.8 42.1 47.4 52.6 57.9 63.2 68.4 73.7 78.9 84.2 89.5 94.7 100.0

Total 19 Missing System 6 Total 25

Pada tabel frequensi di atas dapat kita lihat, terdapat total frekuensi sebesar 19, percent total 76.0, serta valid percent 100.0. Dari data diatas menunjukkan bahwa tiap data hanya memiliki masing–masing frekuensi sebanyak 1. Sehingga dari data di atas tidak terdapat data yang bernilai sama satu diantara lain

8. Tepung Biasa Suhu 1900 lama pengadukan 10 menit
Tabel 123. Diskriptif Statistik

127

Statistics Tepung_Biasa_190_10 N Valid 20 5 35.0202 .80518 34.8730 27.70a 3.60087 12.966 .206 .512 -.241 .992 14.09 27.70 41.79 700.40 41.7391 Missing Mean Std. Error of Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Percentile 95 s

a. Multiple modes exist. The smallest value is shown

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan SPSS untuk data pada berat tepung biasa dengan suhu 190 º C dan waktu pengadukan 10 menit. Dapat diketahui nilai N sebesar 20, mean sebesar 35.0202, Std. Error of Mean sebesar 0.80518, Median sebesar 34.8730, Std Deviasi sebesar 3.60087, Variance sebesar 12.966, Skewness sebesar 0.206, Std. Error of Skewness sebesar 0.512, Kurtosis sebesar -0.241, Std. Error of Kurtosis sebesar 0.992, Range sebesar 14.09, Minimum sebesar 27.70, Maximum sebesar 41.79, Sum sebesar 700.40, dan Percentiles 95 sebesar 41.7391.

Tabel 124. Frekuensi

128

Tepung_Biasa_190_10 Frequency Valid 27.70 30.93 31.93 32.26 32.32 32.66 32.81 33.20 33.21 34.79 34.96 35.02 36.22 36.44 36.71 37.35 39.20 40.09 40.83 41.79 Total Missing Total System 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 20 5 25 Percent 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 80.0 20.0 100.0 Valid Percent 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 100.0 Cumulative Percent 5.0 10.0 15.0 20.0 25.0 30.0 35.0 40.0 45.0 50.0 55.0 60.0 65.0 70.0 75.0 80.0 85.0 90.0 95.0 100.0

Pada tabel frequensi di atas dapat kita lihat, terdapat total frekuensi sebesar 20, percent total 80.0, serta valid percent 100.0. Dari data diatas menunjukkan bahwa tiap data hanya memiliki masing–masing frekuensi sebanyak 1. Sehingga dari data di atas tidak terdapat data yang bernilai sama satu diantara lain.

9. Tepung Biasa Suhu 1900 lama pengadukan 15 menit
Tabel 125. Diskriptif Statistik

129

Statistics Tepung_Biasa_190_15 N Valid 20 5 34.9724 .60061 35.2785 29.53a 2.68603 7.215 .075 .512 .927 .992 11.88 29.53 41.41 699.45 41.2456 Missing Mean Std. Error of Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Percentile 95 s

a. Multiple modes exist. The smallest value is shown

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan SPSS untuk data pada berat tepung biasa dengan suhu 190 º C dan waktu pengadukan 15 menit. Dapat diketahui nilai N sebesar 20, Mean sebesar 34.9724, Std. Error of Mean sebesar 0.60061, Median sebesar 35.2785, Std Deviasi sebesar 2.68603, Variance sebesar 7.215, Skewness sebesar 0.075, Std. Error of Skewness sebesar 0.512, Kurtosis sebesar 0.927, Std. Error of Kurtosis sebesar 0.992, Range sebesar 11.88, Minimum sebesar 29.53, Maximum sebesar 41.41, Sum sebesar 699.45, dan Percentiles 95 sebesar 41.2456.
Tabel 126. frekuensi

130

Tepung_Biasa_190_15 Frequenc y Percent Valid 29.53 30.74 32.10 32.18 32.61 33.92 34.21 34.65 35.11 35.25 35.31 35.62 35.90 36.00 36.33 36.51 36.91 37.08 38.08 41.41 Total Missing System Total 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 20 5 25 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 80.0 20.0 100.0 Valid Percent 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 100.0 Cumulative Percent 5.0 10.0 15.0 20.0 25.0 30.0 35.0 40.0 45.0 50.0 55.0 60.0 65.0 70.0 75.0 80.0 85.0 90.0 95.0 100.0

Pada tabel frequensi di atas dapat kita lihat, terdapat total frekuensi sebesar 20, percent total 80.0, serta valid percent 100.0. Dari data diatas menunjukkan bahwa tiap data hanya memiliki masing–masing frekuensi sebanyak 1. Sehingga dari data di atas tidak terdapat data yang bernilai sama satu diantara lain. 10. Tepung Segitiga Biru Suhu 1800 lama pengadukan 5 menit
Tabel 127. Diskriptif Statistik

131

Statistics Tepung_SB_180_5 N Valid 25 0 28.0446 .59008 28.7900 21.77a 2.95039 8.705 -.319 .464 .521 .902 13.02 21.77 34.80 701.11 33.7206 Missing Mean Std. Error of Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Percentile 95 s

a. Multiple modes exist. The smallest value is shown

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan SPSS untuk data pada berat tepung segitiga biru dengan suhu 180 º C dan waktu pengadukan 5 menit. Dapat diketahui nilai N sebesar 25, Mean sebesar 28.0446, Std. Error of Mean sebesar 0.59008, Median sebesar 28.7900, Std Deviasi sebesar 2.95039, Variance sebesar 8.705, Skewness sebesar -0.319, Std. Error of Skewness sebesar 0.464, Kurtosis sebesar 0.521, Std. Error of Kurtosis sebesar 0.902, Range sebesar 13.02, Minimum sebesar 21.77, Maximum sebesar 34.80, Sum sebesar 701.11, dan Percentiles 95 sebesar 33.7206.
Tabel 128. Frekuensi

132

Tepung_SB_180_5 Frequenc y Percent Valid 21.77 22.62 23.01 25.05 25.33 26.12 26.20 27.08 27.47 27.77 27.97 28.55 28.79 28.81 28.99 29.01 29.21 29.60 29.69 30.16 30.42 30.71 30.79 31.21 34.80 Total 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 25 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 100.0 Valid Percent 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 100.0 Cumulative Percent 4.0 8.0 12.0 16.0 20.0 24.0 28.0 32.0 36.0 40.0 44.0 48.0 52.0 56.0 60.0 64.0 68.0 72.0 76.0 80.0 84.0 88.0 92.0 96.0 100.0

Pada tabel frequensi di atas dapat kita lihat, terdapat total frekuensi sebesar 25, percent total 100.0, serta valid percent 100.0. Dari data diatas menunjukkan bahwa tiap data hanya memiliki masing–masing frekuensi sebanyak 1. Sehingga dari data di atas tidak terdapat data yang bernilai sama satu diantara lain. 11. Tepung Segitiga Biru Suhu 1800 lama pengadukan 10 menit
Tabel 129. Diskriptif Statistik

133

Statistics Tepung_SB_180_10 N Valid 14 11 47.2158 .82354 47.7595 42.09a 3.08140 9.495 -.165 .597 -1.129 1.154 9.95 42.09 52.04 661.02 52.0400 Missing Mean Std. Error of Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Percentile 95 s

a. Multiple modes exist. The smallest value is shown

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan SPSS untuk data pada berat tepung segitiga biru dengan suhu 180 º C dan waktu pengadukan 10 menit. Dapat diketahui nilai N sebesar 14, Mean sebesar 47.2158, Std. Error of Mean sebesar 0.82354, Median sebesar 47.7595, Std Deviasi sebesar 3.08140, Variance sebesar 9.495, Skewness sebesar -0.165, Std. Error of Skewness sebesar 0.597, Kurtosis sebesar -1.129, Std. Error of Kurtosis sebesar 1.154, Range sebesar 9.95, Minimum sebesar 42.09, Maximum sebesar 52.04, Sum sebesar 661.02, dan Percentiles 95 sebesar 52.0400.
Tabel 130. Frekuensi

134

Tepung_SB_180_10 Frequenc y Percent Valid 42.09 43.49 43.52 44.63 44.96 46.64 47.19 48.33 48.54 48.79 49.63 50.33 50.86 52.04 Total Missing System Total 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 14 11 25 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 56.0 44.0 100.0 Valid Percent 7.1 7.1 7.1 7.1 7.1 7.1 7.1 7.1 7.1 7.1 7.1 7.1 7.1 7.1 100.0 Cumulative Percent 7.1 14.3 21.4 28.6 35.7 42.9 50.0 57.1 64.3 71.4 78.6 85.7 92.9 100.0

Pada tabel frequensi di atas dapat kita lihat, terdapat total frekuensi sebesar 14, percent total 56.0, serta valid percent 100.0. Dari data diatas menunjukkan bahwa tiap data hanya memiliki masing–masing frekuensi sebanyak 1. Sehingga dari data di atas tidak terdapat data yang bernilai sama satu diantara lain. 12. Tepung Segitiga Biru Suhu 1800 lama pengadukan 15 menit
Tabel 131. Diskriptif Statistik

135

Statistics Tepung_SB_180_15 N Valid 17 8 43.2524 .84293 43.1060 37.09a 3.47550 12.079 .497 .550 .398 1.063 13.89 37.09 50.98 735.29 50.9790 Missing Mean Std. Error of Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Percentile 95 s

a. Multiple modes exist. The smallest value is shown

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan SPSS untuk data pada berat tepung segitiga biru dengan suhu 180 º C dan waktu pengadukan 15 menit. Dapat diketahui nilai N sebesar 17, Mean sebesar 43.2524, Std. Error of Mean sebesar 0.84293, Median sebesar 43.1060, Std Deviasi sebesar 3.47550, Variance sebesar 12.079, Skewness sebesar 0.497, Std. Error of Skewness sebesar 0.550, Kurtosis sebesar 0.398, Std. Error of Kurtosis sebesar 1.063, Range sebesar 13.89, Minimum sebesar 37.09, Maximum sebesar 50.98, Sum sebesar 735.29, dan Percentiles 95 sebesar 50.9790.
Tabel 132. Frekuensi

136

Tepung_SB_180_15 Frequenc y Percent Valid 37.09 39.28 40.14 40.16 41.15 41.30 41.79 42.50 43.11 43.84 44.06 44.23 45.29 45.58 46.08 48.74 50.98 Total Missing System Total 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 17 8 25 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 68.0 32.0 100.0 Valid Percent 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 100.0 Cumulative Percent 5.9 11.8 17.6 23.5 29.4 35.3 41.2 47.1 52.9 58.8 64.7 70.6 76.5 82.4 88.2 94.1 100.0

Pada tabel frequensi di atas dapat kita lihat, terdapat total frekuensi sebesar 17, percent total 68.0, serta valid percent 100.0. Dari data diatas menunjukkan bahwa tiap data hanya memiliki masing–masing frekuensi sebanyak 1. Sehingga dari data di atas tidak terdapat data yang bernilai sama satu diantara lain.

137

13. Tepung Kereta kencana Suhu 1800 lama pengadukan 5 menit
Tabel 133. Diskriptif Statistik

Statistics Tepung_KK_180_5 N Valid Missing Mean Std. Error of Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Percentile 95 s 20 5 38.7459 .50696 38.9180 33.97a 2.26721 5.140 -.276 .512 -.017 .992 8.67 33.97 42.64 774.92 42.6370

a. Multiple modes exist. The smallest value is shown

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan SPSS untuk data pada berat tepung kereta kencana dengan suhu 180 º C dan waktu pengadukan 5 menit. Dapat diketahui nilai N sebesar 20, Mean sebesar 38.7459, Std. Error of Mean sebesar 0.50696, Median sebesar 38.9180, Std Deviasi sebesar 2.26721, Variance sebesar 5.140, Skewness sebesar -0.276, Std. Error of Skewness sebesar 0.512, Kurtosis sebesar -0.017, Std. Error of Kurtosis sebesar 0.992, Range sebesar 8.67, Minimum sebesar 33.97, Maximum sebesar 42.64, Sum sebesar 774.92, dan Percentiles 95 sebesar 42.6370.
Tabel 134. Frekuensi

138

Tepung_KK_180_5

Frequenc y Percent Valid 33.97 35.10 35.86 36.57 37.60 37.64 37.99 38.06 38.39 38.68 39.16 39.32 39.36 40.08 40.41 40.41 40.45 40.63 42.62 42.64 Total Missing System Total 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 20 5 25 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 80.0 20.0 100.0

Valid Percent 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 100.0

Cumulative Percent 5.0 10.0 15.0 20.0 25.0 30.0 35.0 40.0 45.0 50.0 55.0 60.0 65.0 70.0 75.0 80.0 85.0 90.0 95.0 100.0

Pada tabel frequensi di atas dapat kita lihat, terdapat total frekuensi sebesar 20, percent total 80.0, serta valid percent 100.0. Dari data diatas menunjukkan bahwa tiap data hanya memiliki masing–masing frekuensi sebanyak 1. Sehingga dari data di atas tidak terdapat data yang bernilai sama satu diantara lain. 14. Tepung Kereta kencana Suhu 1800 lama pengadukan 10 menit
Tabel 135. Diskriptif Statistik

139

Statistics Tepung_KK_180_10 N Valid 16 9 42.4456 2.97197 44.5570 .04a 11.88786 141.321 -3.364 .564 12.508 1.091 52.58 .04 52.62 679.13 52.6230 Missing Mean Std. Error of Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Percentile 95 s

a. Multiple modes exist. The smallest value is shown

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan SPSS untuk data pada berat tepung kereta kencana dengan suhu 180 º C dan waktu pengadukan 10 menit. Dapat diketahui nilai N sebesar 16, Mean sebesar 42.4456, Std. Error of Mean sebesar 2.97197, Median sebesar 44.5570, Std Deviasi sebesar 11.88786, Variance sebesar 141.321, Skewness sebesar -3.364, Std. Error of Skewness sebesar 0.564, Kurtosis sebesar 12.508, Std. Error of Kurtosis sebesar 1.091, Range sebesar 52.58, Minimum sebesar 0.04, Maximum sebesar 52.62, Sum sebesar 679.13, dan Percentiles 95 sebesar 52.6230.
Tabel 136. Frekuenisi

140

Tepung_KK_180_10 Frequenc y Percent Valid .04 38.04 41.37 42.02 42.05 42.79 43.40 43.70 45.41 46.60 47.10 47.95 48.51 48.62 48.91 52.62 Total Missing System Total 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 16 9 25 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 64.0 36.0 100.0 Valid Percent 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 100.0 Cumulative Percent 6.3 12.5 18.8 25.0 31.3 37.5 43.8 50.0 56.3 62.5 68.8 75.0 81.3 87.5 93.8 100.0

Pada tabel frequensi di atas dapat kita lihat, terdapat total frekuensi sebesar 16, percent total 64.0, serta valid percent 100.0. Dari data diatas menunjukkan bahwa tiap data hanya memiliki masing–masing frekuensi sebanyak 1. Sehingga dari data di atas tidak terdapat data yang bernilai sama satu diantara lain. 15. Tepung Kereta kencana Suhu 1800 lama pengadukan 15 menit
Tabel 137. Diskriptif Statistik

141

Statistics Tepung_KK_180_15 N Valid 16 9 47.1343 .92953 46.9785 39.93a 3.71813 13.824 -.043 .564 -.641 1.091 13.73 39.93 53.66 754.15 53.6550 Missing Mean Std. Error of Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Percentile 95 s

a. Multiple modes exist. The smallest value is shown

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan SPSS untuk data pada berat tepung kereta kencana dengan suhu 180 º C dan waktu pengadukan 15 menit. Dapat diketahui nilai N sebesar 16, Mean sebesar 47.1343, Std. Error of Mean sebesar 0.92953, Median sebesar 46.9785, Std Deviasi sebesar 3.71813, Variance sebesar 13.824, Skewness sebesar -0.043, Std. Error of Skewness sebesar 0.564, Kurtosis sebesar -0.641, Std. Error of Kurtosis sebesar 1.091, Range sebesar 13.73, Minimum sebesar 39.93, Maximum sebesar 53.66, Sum sebesar 754.15, dan Percentiles 95 sebesar 53.6550.
Tabel 138. Frekuensi

142

Tepung_KK_180_15 Frequenc y Percent Valid 39.93 43.41 43.80 44.24 44.46 44.94 44.96 45.85 48.11 48.81 49.53 49.61 50.39 50.41 52.05 53.66 Total Missing System Total 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 16 9 25 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 64.0 36.0 100.0 Valid Percent 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 100.0 Cumulative Percent 6.3 12.5 18.8 25.0 31.3 37.5 43.8 50.0 56.3 62.5 68.8 75.0 81.3 87.5 93.8 100.0

Pada tabel frequensi di atas dapat kita lihat, terdapat total frekuensi sebesar 16, percent total 64.0, serta valid percent 100.0. Dari data diatas menunjukkan bahwa tiap data hanya memiliki masing–masing frekuensi sebanyak 1. Sehingga dari data di atas tidak terdapat data yang bernilai sama satu diantara lain. 16. Tepung Biasa Suhu 1800 lama pengadukan 5 menit
Tabel 139. Diskriptif Statistik

143

Statistics Tepung_Biasa_180_5 N Valid 14 11 45.1816 3.74256 47.1450 .05a 14.00337 196.094 -2.852 .597 9.535 1.154 58.09 .05 58.15 632.54 58.1460 Missing Mean Std. Error of Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Percentile 95 s

a. Multiple modes exist. The smallest value is shown

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan SPSS untuk data pada berat tepung biasa dengan suhu 180 º C dan waktu pengadukan 5 menit. Dapat diketahui nilai N sebesar 14, Mean sebesar 45.1816, Std. Error of Mean sebesar 3.74256, Median sebesar 47.1450, Std Deviasi sebesar 14.00337, Variance sebesar 196.094, Skewness sebesar -2.852, Std. Error of Skewness sebesar 0.597, Kurtosis sebesar -9.535, Std. Error of Kurtosis sebesar 1.154, Range sebesar 58.09, Minimum sebesar 0.05, Maximum sebesar 58.15, Sum sebesar 632.54, dan Percentiles 95 sebesar 58.1460.
Tabel 140. Frekuensi

144

Tepung_Biasa_180_5 Frequenc y Percent Valid .05 39.00 43.49 44.63 45.14 45.99 47.06 47.23 49.51 49.69 51.42 55.57 55.62 58.15 Total Missing System Total 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 14 11 25 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 56.0 44.0 100.0 Valid Percent 7.1 7.1 7.1 7.1 7.1 7.1 7.1 7.1 7.1 7.1 7.1 7.1 7.1 7.1 100.0 Cumulative Percent 7.1 14.3 21.4 28.6 35.7 42.9 50.0 57.1 64.3 71.4 78.6 85.7 92.9 100.0

Pada tabel frequensi di atas dapat kita lihat, terdapat total frekuensi sebesar 14, percent total 56.0, serta valid percent 100.0. Dari data diatas menunjukkan bahwa tiap data hanya memiliki masing–masing frekuensi sebanyak 1. Sehingga dari data di atas tidak terdapat data yang bernilai sama satu diantara lain. 17. Tepung Biasa Suhu 1800 lama pengadukan 10 menit
Tabel 141. Diskriptif Statistik

145

Statistics Tepung_Biasa_180_10 N Valid 15 10 43.0175 4.59416 47.9710 .05a 17.79309 316.594 -2.208 .580 3.800 1.121 57.00 .05 57.05 645.26 57.0470 Missing Mean Std. Error of Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Percentile 95 s

a. Multiple modes exist. The smallest value is shown

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan SPSS untuk data pada berat tepung biasa dengan suhu 180 º C dan waktu pengadukan 10 menit. Dapat diketahui nilai N sebesar 15, Mean sebesar 43.0175, Std. Error of Mean sebesar 4.59416, Median sebesar 47.9710, Std Deviasi sebesar 17.79309, Variance sebesar 316.594, Skewness sebesar -2.208, Std. Error of Skewness sebesar 0.580, Kurtosis sebesar 3.800, Std. Error of Kurtosis sebesar 1.121, Range sebesar 57.00, Minimum sebesar 0.05, Maximum sebesar 57.05, Sum sebesar 645.26, dan Percentiles 95 sebesar 57.0470.

146

Tabel 142. Frekuensi

Tepung_Biasa_180_10 Frequenc y Percent Valid .05 .06 44.15 46.47 46.83 47.27 47.87 47.97 48.73 49.32 49.86 50.20 53.05 56.37 57.05 Total Missing System Total 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 15 10 25 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 60.0 40.0 100.0 Valid Percent 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 100.0 Cumulative Percent 6.7 13.3 20.0 26.7 33.3 40.0 46.7 53.3 60.0 66.7 73.3 80.0 86.7 93.3 100.0

Pada tabel frequensi di atas dapat kita lihat, terdapat total frekuensi sebesar 15, percent total 60.0, serta valid percent 100.0. Dari data diatas menunjukkan bahwa tiap data hanya memiliki masing–masing frekuensi sebanyak 1. Sehingga dari data di atas tidak terdapat data yang bernilai sama satu diantara lain. 18. Tepung Biasa Suhu 1800 lama pengadukan 15 menit
Tabel 143. Diskriptif Statistik

147

Statistics Tepung_Biasa_180_15 N Valid 14 11 47.6385 3.75613 50.7400 .04a 14.05415 197.519 -3.426 .597 12.309 1.154 56.21 .04 56.25 666.94 56.2480 Missing Mean Std. Error of Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Percentile 95 s

a. Multiple modes exist. The smallest value is shown

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan SPSS untuk data pada berat tepung biasa dengan suhu 180 º C dan waktu pengadukan 15 menit. Dapat diketahui nilai N sebesar 14, Mean sebesar 47.6385, Std. Error of Mean sebesar 3.75613, Median sebesar 50.7400, Std Deviasi sebesar 14.05415, Variance sebesar 197.519, Skewness sebesar -3.426, Std. Error of Skewness sebesar 0.597, Kurtosis sebesar 12.309, Std. Error of Kurtosis sebesar 1.154, Range sebesar 56.21, Minimum sebesar 0.04, Maximum sebesar 56.25, Sum sebesar 666.94, dan Percentiles 95 sebesar 56.2480.
Tabel 144. Frekuensi

148

Tepung_Biasa_180_15 Frequenc y Percent Valid .04 44.11 48.34 49.68 49.69 50.20 50.53 50.95 50.97 52.79 53.46 54.09 55.84 56.25 Total Missing System Total 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 14 11 25 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 56.0 44.0 100.0 Valid Percent 7.1 7.1 7.1 7.1 7.1 7.1 7.1 7.1 7.1 7.1 7.1 7.1 7.1 7.1 100.0 Cumulative Percent 7.1 14.3 21.4 28.6 35.7 42.9 50.0 57.1 64.3 71.4 78.6 85.7 92.9 100.0

Pada tabel frequensi di atas dapat kita lihat, terdapat total frekuensi sebesar 14, percent total 56.0, serta valid percent 100.0. Dari data diatas menunjukkan bahwa tiap data hanya memiliki masing–masing frekuensi sebanyak 1. Sehingga dari data di atas tidak terdapat data yang bernilai sama satu diantara lain.

149

19. Tepung Segitiga Biru Suhu 1700 lama pengadukan 5 menit
Tabel 145. Diskriptif Statistik

Statistics Tepung_SB_170_5 N Valid Missing Mean Std. Error of Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Percentile 95 s 16 9 44.9230 .79609 44.1430 41.16a 3.18438 10.140 .855 .564 .298 1.091 11.27 41.16 52.43 718.77 52.4320

a. Multiple modes exist. The smallest value is shown

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan SPSS untuk data pada berat tepung segitiga biru dengan suhu 170 º C dan waktu pengadukan 5 menit. Dapat diketahui nilai N sebesar 16, Mean sebesar 44.9230, Std. Error of Mean sebesar 0.79609, Median sebesar 44.1430, Std Deviasi sebesar 3.18438, Variance sebesar 10.140, Skewness sebesar 0.855, Std. Error of Skewness sebesar 0.564, Kurtosis sebesar 0.298, Std. Error of Kurtosis sebesar 1.091, Range sebesar 11.27, Minimum sebesar 41.16, Maximum sebesar 52.43, Sum sebesar 718.77, dan Percentiles 95 sebesar 52.4320.
Tabel 146. Frekuensi

150

Tepung_SB_170_5 Frequenc y Percent Valid 41.16 41.35 42.18 42.24 42.26 42.79 42.90 44.04 44.25 46.17 46.19 46.88 46.91 48.08 48.95 52.43 Total Missing System Total 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 16 9 25 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 64.0 36.0 100.0 Valid Percent 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 100.0 Cumulative Percent 6.3 12.5 18.8 25.0 31.3 37.5 43.8 50.0 56.3 62.5 68.8 75.0 81.3 87.5 93.8 100.0

Pada tabel frequensi di atas dapat kita lihat, terdapat total frekuensi sebesar 16, percent total 64.0, serta valid percent 100.0. Dari data diatas menunjukkan bahwa tiap data hanya memiliki masing–masing frekuensi sebanyak 1. Sehingga dari data di atas tidak terdapat data yang bernilai sama satu diantara lain. 20. Tepung Segitiga Biru Suhu 1700 lama pengadukan 10 menit
Tabel 147. Diskriptif Statistik

151

Statistics Tepung_SB_170_10 N Valid 20 5 39.2536 .75302 38.8345 33.37a 3.36763 11.341 .280 .512 -.265 .992 12.38 33.37 45.75 785.07 45.7445 Missing Mean Std. Error of Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Percentile 95 s

a. Multiple modes exist. The smallest value is shown

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan SPSS untuk data pada berat tepung segitiga biru dengan suhu 170 º C dan waktu pengadukan 10 menit. Dapat diketahui nilai N sebesar 20, Mean sebesar 39.2536, Std. Error of Mean sebesar 0.75302, Median sebesar 38.8345, Std Deviasi sebesar 3.36763, Variance sebesar 11.341, Skewness sebesar 0.280, Std. Error of Skewness sebesar 0.512, Kurtosis sebesar -0.265, Std. Error of Kurtosis sebesar 0.992, Range sebesar 12.38, Minimum sebesar 33.37, Maximum sebesar 45.75, Sum sebesar 785.07, dan Percentiles 95 sebesar 45.7445.

152

Tabel 148. Frekuensi

Tepung_SB_170_10 Frequenc y Percent Valid 33.37 34.37 35.52 36.28 36.44 37.11 37.61 38.02 38.29 38.48 39.19 40.36 40.73 41.00 41.08 41.27 41.70 42.88 45.64 45.75 Total Missing System Total 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 20 5 25 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 80.0 20.0 100.0 Valid Percent 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 100.0 Cumulative Percent 5.0 10.0 15.0 20.0 25.0 30.0 35.0 40.0 45.0 50.0 55.0 60.0 65.0 70.0 75.0 80.0 85.0 90.0 95.0 100.0

Pada tabel frequensi di atas dapat kita lihat, terdapat total frekuensi sebesar 20, percent total 80.0, serta valid percent 100.0. Dari data diatas menunjukkan bahwa tiap data hanya memiliki masing–masing frekuensi sebanyak 1. Sehingga dari data di atas tidak terdapat data yang bernilai sama satu diantara lain. 21. Tepung Segitiga Biru Suhu 1700 lama pengadukan 15 menit
Tabel 149. Diskriptif Statistik

153

Statistics Tepung_SB_170_15 N Valid 17 8 44.2680 1.23564 45.5160 36.90a 5.09469 25.956 .371 .550 -.328 1.063 18.49 36.90 55.39 752.56 55.3870 Missing Mean Std. Error of Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Percentile 95 s

a. Multiple modes exist. The smallest value is shown

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan SPSS untuk data pada berat tepung segitiga biru dengan suhu 170 º C dan waktu pengadukan 15 menit. Dapat diketahui nilai N sebesar 17, Mean sebesar 44.2680, Std. Error of Mean sebesar 1.23564, Median sebesar 45.5160, Std Deviasi sebesar 5.09469, Variance sebesar 25.956, Skewness sebesar 0.371, Std. Error of Skewness sebesar 0.550, Kurtosis sebesar -0. 328, Std. Error of Kurtosis sebesar 1.063, Range sebesar 18.49, Minimum sebesar 36.90, Maximum sebesar 55.39, Sum sebesar 752.56, dan Percentiles 95 sebesar 55.3870.
Tabel 150. Frekuensi

154

Tepung_SB_170_15 Frequenc y Percent Valid 36.90 37.36 38.95 39.58 40.10 40.46 41.61 42.90 45.52 45.82 46.64 46.68 47.23 47.86 49.29 50.29 55.39 Total Missing System Total 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 17 8 25 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 68.0 32.0 100.0 Valid Percent 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 5.9 100.0 Cumulative Percent 5.9 11.8 17.6 23.5 29.4 35.3 41.2 47.1 52.9 58.8 64.7 70.6 76.5 82.4 88.2 94.1 100.0

Pada tabel frequensi di atas dapat kita lihat, terdapat total frekuensi sebesar 17, percent total 68.0, serta valid percent 100.0. Dari data diatas menunjukkan bahwa tiap data hanya memiliki masing–masing frekuensi sebanyak 1. Sehingga dari data di atas tidak terdapat data yang bernilai sama satu diantara lain. 22. Tepung Kereta kencana Suhu 1700 lama pengadukan 5 menit
Tabel 151. Diskriptif Statistik

155

Statistics Tepung_KK_170_5 N Valid 16 9 43.9201 .73042 43.3845 40.00a 2.92170 8.536 .189 .564 -1.459 1.091 8.34 40.00 48.34 702.72 48.3410 Missing Mean Std. Error of Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Percentile 95 s

a. Multiple modes exist. The smallest value is shown

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan SPSS untuk data pada berat tepung kereta kencana dengan suhu 170 º C dan waktu pengadukan 5 menit. Dapat diketahui nilai N sebesar 16, Mean sebesar 43.9201, Std. Error of Mean sebesar 0.73042, Median sebesar 43.3845, Std Deviasi sebesar 2.92170, Variance sebesar 8.536, Skewness sebesar 0.189, Std. Error of Skewness sebesar 0.564, Kurtosis sebesar -1.459, Std. Error of Kurtosis sebesar 1.091, Range sebesar 8.34, Minimum sebesar 40.00, Maximum sebesar 48.34, Sum sebesar 702.72, dan Percentiles 95 sebesar 48.3410.
Tabel 152. Frekuensi

156

Tepung_KK_170_5 Frequenc y Percent Valid 40.00 40.44 40.67 40.72 41.20 42.74 42.78 43.01 43.76 44.26 46.02 46.42 46.56 47.89 47.90 48.34 Total Missing System Total 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 16 9 25 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 64.0 36.0 100.0 Valid Percent 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 6.3 100.0 Cumulative Percent 6.3 12.5 18.8 25.0 31.3 37.5 43.8 50.0 56.3 62.5 68.8 75.0 81.3 87.5 93.8 100.0

Pada tabel frequensi di atas dapat kita lihat, terdapat total frekuensi sebesar 16, percent total 64.0, serta valid percent 100.0. Dari data diatas menunjukkan bahwa tiap data hanya memiliki masing–masing frekuensi sebanyak 1. Sehingga dari data di atas tidak terdapat data yang bernilai sama satu diantara lain. 23. Tepung Kereta kencana Suhu 1700 lama pengadukan 10 menit
Tabel 153. Diskriptif Statistik

157

Statistics Tepung_KK_170_10 N Valid 15 10 50.0227 .68759 49.6830 44.58a 2.66303 7.092 -.281 .580 -.304 1.121 9.37 44.58 53.95 750.34 53.9480 Missing Mean Std. Error of Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Percentile 95 s

a. Multiple modes exist. The smallest value is shown

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan SPSS untuk data pada berat tepung kereta kencana dengan suhu 170 º C dan waktu pengadukan 10 menit. Dapat diketahui nilai N sebesar 15, Mean sebesar 50.0227, Std. Error of Mean sebesar 0.68759, Median sebesar 49.6830, Std Deviasi sebesar 2.66303, Variance sebesar 7.092, Skewness sebesar -0.281, Std. Error of Skewness sebesar 0.580, Kurtosis sebesar -0.304, Std. Error of Kurtosis sebesar 1.121, Range sebesar 9.37, Minimum sebesar 44.58, Maximum sebesar 53.95, Sum sebesar 750.34, dan Percentiles 95 sebesar 53.9480.
Tabel 154. Frekuensi

158

Tepung_KK_170_10 Frequenc y Percent Valid 44.58 46.62 48.10 48.12 48.76 48.82 49.51 49.68 50.13 51.54 51.98 52.08 52.60 53.88 53.95 Total Missing System Total 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 15 10 25 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 60.0 40.0 100.0 Valid Percent 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 100.0 Cumulative Percent 6.7 13.3 20.0 26.7 33.3 40.0 46.7 53.3 60.0 66.7 73.3 80.0 86.7 93.3 100.0

Pada tabel frequensi di atas dapat kita lihat, terdapat total frekuensi sebesar 15, percent total 60.0, serta valid percent 100.0. Dari data diatas menunjukkan bahwa tiap data hanya memiliki masing–masing frekuensi sebanyak 1. Sehingga dari data di atas tidak terdapat data yang bernilai sama satu diantara lain. 24. Tepung Kereta kencana Suhu 1700 lama pengadukan 15 menit
Tabel 155. Diskriptif Statistik

159

Statistics Tepung_KK_170_15 N Valid 15 10 48.0041 1.02132 47.8440 41.43a 3.95556 15.646 -.094 .580 -.797 1.121 12.34 41.43 53.77 720.06 53.7740 Missing Mean Std. Error of Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Percentile 95 s

a. Multiple modes exist. The smallest value is shown

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan SPSS untuk data pada berat tepung kereta kencana dengan suhu 170 º C dan waktu pengadukan 15 menit. Dapat diketahui nilai N sebesar 15, Mean sebesar 48.0041, Std. Error of Mean sebesar 1.02132, Median sebesar 47.8440, Std Deviasi sebesar 3.95556, Variance sebesar 15.646, Skewness sebesar -0.094, Std. Error of Skewness sebesar 0.580, Kurtosis sebesar -0.797, Std. Error of Kurtosis sebesar 1.121, Range sebesar 12.34, Minimum sebesar 41.43, Maximum sebesar 53.77, Sum sebesar 720.06, dan Percentiles 95 sebesar 53.7740.
Tabel 156. Frekuensi

160

Tepung_KK_170_15 Frequenc y Percent Valid 41.43 41.63 44.95 45.13 45.33 46.58 47.48 47.84 48.15 49.89 50.04 51.11 53.18 53.55 53.77 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 Valid Percent 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 6.7 Cumulative Percent 6.7 13.3 20.0 26.7 33.3 40.0 46.7 53.3 60.0 66.7 73.3 80.0 86.7 93.3 100.0

Total 15 60.0 100.0 Missing System 10 40.0 Total 25 100.0 Pada tabel frequensi di atas dapat kita lihat, terdapat total frekuensi sebesar 15, percent total 60.0, serta valid percent 100.0. Dari data diatas menunjukkan bahwa tiap data hanya memiliki masing–masing frekuensi sebanyak 1. Sehingga dari data di atas tidak terdapat data yang bernilai sama satu diantara lain.

161

25. Tepung Biasa Suhu 1700 lama pengadukan 5 menit
Tabel 157. Diskriptif Statistik

Statistics Tepung_Biasa_170_5 N Valid Missing Mean Std. Error of Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Percentile 95 s 19 6 39.2801 3.21743 43.3920 .04a 14.02445 196.685 -2.653 .524 5.977 1.014 48.10 .04 48.14 746.32 48.1440

a. Multiple modes exist. The smallest value is shown

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan SPSS untuk data pada berat tepung biasa dengan suhu 170 º C dan waktu pengadukan 5 menit. Dapat diketahui nilai N sebesar 19, Mean sebesar 39.2801, Std. Error of Mean sebesar 3.21743, Median sebesar 43.3920, Std Deviasi sebesar 14.02445, Variance sebesar 196.685, Skewness sebesar -2.653, Std. Error of Skewness sebesar 0.524, Kurtosis sebesar 5.977, Std. Error of Kurtosis sebesar 1.014, Range sebesar 48.10, Minimum sebesar 0.04, Maximum sebesar 48.14, Sum sebesar 746.32, dan Percentiles 95 sebesar 48.1440.
Tabel 158. Frekuensi

162

Tepung_Biasa_170_5 Frequenc y Percent Valid .04 .05 38.01 40.81 41.83 42.34 42.69 42.72 43.30 43.39 43.69 44.39 44.85 44.95 45.72 45.95 46.17 47.32 48.14 Total Missing System Total 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 19 6 25 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 76.0 24.0 100.0 Valid Percent 5.3 5.3 5.3 5.3 5.3 5.3 5.3 5.3 5.3 5.3 5.3 5.3 5.3 5.3 5.3 5.3 5.3 5.3 5.3 100.0 Cumulative Percent 5.3 10.5 15.8 21.1 26.3 31.6 36.8 42.1 47.4 52.6 57.9 63.2 68.4 73.7 78.9 84.2 89.5 94.7 100.0

Pada tabel frequensi di atas dapat kita lihat, terdapat total frekuensi sebesar 19, percent total 76.0, serta valid percent 100.0. Dari data diatas menunjukkan bahwa tiap data hanya memiliki masing–masing frekuensi sebanyak 1. Sehingga dari data di atas tidak terdapat data yang bernilai sama satu diantara lain. 26. Tepung Biasa Suhu 1700 lama pengadukan 10 menit
Tabel 159. Diskriptif Statistik

163

Statistics Tepung_Biasa_170_10 N Valid 18 7 34.2494 2.99372 37.0195 .04a 12.70128 161.323 -2.500 .536 5.276 1.038 43.21 .04 43.24 616.49 43.2420 Missing Mean Std. Error of Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Percentile 95 s

a. Multiple modes exist. The smallest value is shown

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan SPSS untuk data pada berat tepung biasa dengan suhu 170 º C dan waktu pengadukan 10 menit. Dapat diketahui nilai N sebesar 18, Mean sebesar 34.2494, Std. Error of Mean sebesar 2.99372, Median sebesar 37.0195, Std Deviasi sebesar 12.70128, Variance sebesar 161.323, Skewness sebesar -2.500, Std. Error of Skewness sebesar 0.536, Kurtosis sebesar 5.276, Std. Error of Kurtosis sebesar 1.038, Range sebesar 43.21, Minimum sebesar 0.04, Maximum sebesar 43.24, Sum sebesar 616.49, dan Percentiles 95 sebesar 43.2420.
Tabel 160. Frekuensi

164

Tepung_Biasa_170_10 Frequenc y Percent Valid .04 .04 34.53 34.82 36.30 36.32 36.49 36.85 37.01 37.03 39.26 39.39 39.83 40.62 41.46 41.48 41.81 43.24 Total Missing System Total 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 18 7 25 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 72.0 28.0 100.0 Valid Percent 5.6 5.6 5.6 5.6 5.6 5.6 5.6 5.6 5.6 5.6 5.6 5.6 5.6 5.6 5.6 5.6 5.6 5.6 100.0 Cumulative Percent 5.6 11.1 16.7 22.2 27.8 33.3 38.9 44.4 50.0 55.6 61.1 66.7 72.2 77.8 83.3 88.9 94.4 100.0

Pada tabel frequensi di atas dapat kita lihat, terdapat total frekuensi sebesar 18, percent total 72.0, serta valid percent 100.0. Dari data diatas menunjukkan bahwa tiap data hanya memiliki masing–masing frekuensi sebanyak 1. Sehingga dari data di atas tidak terdapat data yang bernilai sama satu diantara lain. 27. Tepung Biasa Suhu 1700 lama pengadukan 15 menit
Tabel 161. Diskriptif Statistik

165

Statistics Tepung_Biasa_170_15 N Valid 18 7 37.1368 2.32477 38.6750 .04a 9.86318 97.282 -3.385 .536 13.311 1.038 46.61 .04 46.65 668.46 46.6470 Missing Mean Std. Error of Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Percentile 95 s

a. Multiple modes exist. The smallest value is shown

Pengolahan statistik deskriptif numeris dengan SPSS untuk data pada berat tepung biasa dengan suhu 170 º C dan waktu pengadukan 15 menit. Dapat diketahui nilai N sebesar 18, Mean sebesar 37.1368, Std. Error of Mean sebesar 2.32477, Median sebesar 38.6750, Std Deviasi sebesar 9.86318, Variance sebesar 97.282, Skewness sebesar -3.385, Std. Error of Skewness sebesar 0.536, Kurtosis sebesar 13.311, Std. Error of Kurtosis sebesar 1.038, Range sebesar 46.61, Minimum sebesar 0.04, Maximum sebesar 46.65, Sum sebesar 668.46, dan Percentiles 95 sebesar 46.6470.
Tabel 162. Frekuensi

166

Tepung_Biasa_170_15 Frequenc y Percent Valid .04 34.85 35.63 35.78 36.16 36.34 36.49 37.63 38.02 39.33 40.54 40.57 40.68 40.90 41.18 41.23 46.46 46.65 Total Missing System Total 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 18 7 25 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 72.0 28.0 100.0 Valid Percent 5.6 5.6 5.6 5.6 5.6 5.6 5.6 5.6 5.6 5.6 5.6 5.6 5.6 5.6 5.6 5.6 5.6 5.6 100.0 Cumulative Percent 5.6 11.1 16.7 22.2 27.8 33.3 38.9 44.4 50.0 55.6 61.1 66.7 72.2 77.8 83.3 88.9 94.4 100.0

Pada tabel frequensi di atas dapat kita lihat, terdapat total frekuensi sebesar 18, percent total 72.0, serta valid percent 100.0. Dari data diatas menunjukkan bahwa tiap data hanya memiliki masing–masing frekuensi sebanyak 1. Sehingga dari data di atas tidak terdapat data yang bernilai sama satu diantara lain. 4.2.2. Boxplot a. Tinggi Kue

1. Suhu 190 Tepung Segitiga Biru

167

Grafik 1. Boxplot segitiga biru 190

Box Plot Tepung Segitiga Biru dengan suhu 190 º C untuk data tinggi menunjukkan bahwa nilai sebaran tinggi pada tepung segitiga biru, data berada disekitar 5.10 – 5.70 cm. Garis hitam pada Box Plot diatas menunjukkan median dari data. Namun terdapat data ke-23, ke-40, ke-42 yang outliyer dari sebaran yaitu bernilai 5.9 cm, 6 cm, dan 6.12 cm.

2. Suhu 190 Tepung Kereta Kencana

Grafik 2. Boxplot

Box Plot Tepung Kereta kencana dengan suhu 190 º C untuk data tinggi menunjukkan bahwa nilai sebaran tinggi pada tepung kereta kencana, data berada disekitar 4.75 – 5.50 cm. Garis hitam pada Box Plot diatas menunjukkan median dari data. Namun terdapat data ke9 yang outliyer dari sebaran yaitu bernilai 4.5 cm.

168

3. Suhu 190 Tepung Biasa

Grafik 3. Boxplot

Box Plot Tepung Biasa dengan suhu 190 º C untuk data tinggi menunjukkan bahwa nilai sebaran tinggi pada tepung biasa, data berada disekitar 5.00 – 5.60 cm. Garis hitam pada Box Plot diatas menunjukkan median dari data. Dan tidak terdapat data yang outliyer.

4. Suhu 180 Tepung Segitiga Biru

Grafik 4. Boxplot

Box Plot Tepung Segitiga Biru dengan suhu 180 º C untuk data tinggi menunjukkan bahwa nilai sebaran tinggi pada segitiga biru, data berada disekitar 4.00 – 5.50 cm. Garis hitam pada Box Plot diatas 169

menunjukkan median dari data. Dan tidak terdapat data yang outliyer. 5. Suhu 180 Tepung Kereta kencana

Grafik 5. Boxplot

Box Plot Tepung Kereta Kencana dengan suhu 180 º C untuk data tinggi menunjukkan bahwa nilai sebaran tinggi pada kereta kencana, data berada disekitar 4.50 – 5.25 cm. Garis hitam pada Box Plot diatas menunjukkan median dari data. Dan tidak terdapat data yang outliyer. 6. Suhu 180 Tepung biasa

Grafik 6. Boxplot

170

Box Plot Tepung Biasa dengan suhu 180 º C untuk data tinggi menunjukkan bahwa nilai sebaran tinggi pada tepung biasa, data berada disekitar 5.00 – 6.00 cm. Garis hitam pada Box Plot diatas menunjukkan median dari data. Namun terdapat data ke-42 yang outliyer dari sebaran yaitu bernilai 4.35 cm.

171

7. Suhu 170 Tepung Segitiga Biru

Grafik 7. Boxplot

Box Plot Tepung Segitiga Biru dengan suhu 170 º C untuk data tinggi menunjukkan bahwa nilai sebaran tinggi pada tepung segitiga biru, data berada disekitar 4.50 – 5.50 cm. Garis hitam pada Box Plot diatas menunjukkan median dari data. Namun terdapat data ke-23 yang outliyer dari sebaran yaitu bernilai 3.95 cm.

8. Suhu 170 Tepung Kereta Kencana

Grafik 8. Boxplot

172

Box Plot Tepung Kereta kencana dengan suhu 170 º C untuk data tinggi menunjukkan bahwa nilai sebaran tinggi pada tepung kereta kencana, data berada disekitar 4.80 – 5.40 cm. Garis hitam pada Box Plot diatas menunjukkan median dari data. Dan tidak ada data yang outliyer.

173

9. Suhu 170 Tepung Biasa

Grafik 9. Boxplot

Box Plot Tepung Biasa dengan suhu 170 º C untuk data tinggi menunjukkan bahwa nilai sebaran tinggi pada tepung biasa, data berada disekitar 5.20 – 5.60 cm. Garis hitam pada Box Plot diatas menunjukkan median dari data. Namun terdapat data ke-1 yang outliyer dari sebaran yaitu bernilai 5.90 cm. b. Berat Kue 1. Suhu 190 Tepung Segitiga Biru

Grafik 10. Boxplot

174

Box Plot Tepung Segitiga Biru dengan suhu 190 º C untuk data berat menunjukkan bahwa nilai sebaran berat pada tepung Segitiga Biru, data berada disekitar 45.00 – 55.00 gram. Garis hitam pada Box Plot diatas menunjukkan median dari data. Namun terdapat data ke-46 yang outliyer dari sebaran yaitu bernilai 37.90 gram. 2. Suhu 190 Tepung Kereta Kencana

Grafik 11. Boxplot

Box Plot Tepung Kereta Kencana dengan suhu 190 º C untuk data berat menunjukkan bahwa nilai sebaran berat pada tepung kereta kencana, data berada disekitar 40.00 – 45.00 gram. Garis hitam pada Box Plot diatas menunjukkan median dari data. Namun terdapat data ke-1 dan ke9 yang outliyer dari sebaran yaitu bernilai 32.90 gram, dan 54, 05 gram. 3. Suhu 190 Tepung Biasa

175

Grafik 12. Boxplot

Box Plot Tepung biasa dengan suhu 190 º C untuk data berat menunjukkan bahwa nilai sebaran berat pada tepung biasa, data berada disekitar 30.00 – 40.00 gram. Garis hitam pada Box Plot diatas menunjukkan median dari data. Namun terdapat data ke-5 yang outliyer dari sebaran yaitu bernilai 64.53 gram. 4. Suhu 180 Tepung Segitiga Biru

Grafik 13. Boxplot

Box Plot Tepung Segitiga Biru dengan suhu 180 º C untuk data berat menunjukkan bahwa nilai sebaran berat pada tepung segitiga biru, data 176

berada disekitar 20.00 – 50.00 gram. Garis hitam pada Box Plot diatas menunjukkan median dari data. Dan tidak ada data yang outliyer. 5. Suhu 180 Tepung Kereta Kencana

Grafik 14. Boxplot

Box Plot Tepung Kereta Kencana dengan suhu 180 º C untuk data berat menunjukkan bahwa nilai sebaran berat pada tepung kereta kencana, data berada disekitar 30.00 – 50.00 gram. Garis hitam pada Box Plot diatas menunjukkan median dari data. Dan tidak ada data yang outliyer. 6. Suhu 180 Tepung Biasa

Grafik 15. Boxplot

177

Box Plot Tepung biasa dengan suhu 180 º C untuk menunjukkan bahwa nilai sebaran berat pada tepung biasa, disekitar 45.00 – 55.00 gram. Garis hitam pada Box menunjukkan median dari data. Namun terdapat data outliyer dari sebaran yaitu bernilai 36.00 gram. 7. Suhu 170 Tepung Segitiga Biru

data berat data berada Plot diatas ke-42 yang

Grafik 16. Boxplot

Box Plot Tepung Segitiga Biru dengan suhu 170 º C untuk data berat menunjukkan bahwa nilai sebaran berat pada tepung segitiga biru, data berada disekitar 35.00 – 50.00 gram. Garis hitam pada Box Plot diatas menunjukkan median dari data. Dan tidak ada data yang outliyer. 8. Suhu 170 Tepung Kereta Kencana

178

Grafik 17. Boxplot

Box Plot Tepung Kereta Kencana dengan suhu 170 º C untuk data berat menunjukkan bahwa nilai sebaran berat pada tepung kereta kencana, data berada disekitar 42.50 – 50.00 gram. Garis hitam pada Box Plot diatas menunjukkan median dari data. Dan tidak ada data yang outliyer. 9. Suhu 170 Tepung Biasa

Grafik 18. Boxplot

Box Plot Tepung Biasa dengan suhu 170 º C untuk data berat menunjukkan bahwa nilai sebaran berat pada tepung biasa, data berada disekitar 35.00 – 45.00 gram. Garis hitam pada Box Plot diatas menunjukkan median dari data. Dan tidak ada data yang outliyer.

179

4.2.3. Uji Friedman I a. Tinggi Kue 1. Tepung segitiga biru suhu 1900
Tabel 163. Ranks tepung SB 1900

Ranks Mean Rank SB_190_5 SB_190_10 SB_190_15 1.33 2.00 2.67

Dari table diatas dapat dilihat bahwa kue dengan lama pengadukan 5 menit mempunyai mean rank 1.33. Untuk lama pengadukan 10 menit mempunyai mean rank 2.00. Sedangkan pada pengadukan 15 menit mempunyai mean rank 2.67.
Tabel 164. Test Statistics SB 1900

Test Statisticsa N Chi-Square Df Asymp. Sig. Monte Carlo Sig. 15 13.333 2 .001 .000 Lower Bound Upper Bound a. Friedman Test .000 .000

Sig. 95% Confidence Interval

Table di atas menunjukkan bahwa jumlah sampel sebanyak 15 buah dengan nilai chi-square hitung yaitu 13.333, dengan df yaitu 2, dan nilai signifikansi 0.001. Hipotesis : H0 : populasi dalam satu blok identik H1 : populasi tidak dalam satu blok identik Dasar pengambilan keputusan 180

Chi-square : jika nilai Chi-square hitung < Chi table maka H0 diterima. Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka H0 diterima ( )

2. Tepung segitiga biru suhu 1800
Tabel 165. Ranks tepung SB 1800
Ranks Mean Rank SB_180_5 SB_180_10 SB_180_15 1.07 2.32 2.61

Dari table diatas dapat dilihat bahwa kue dengan lama pengadukan 5 menit mempunyai mean rank 1.07. Untuk lama pengadukan 10 menit mempunyai mean rank 2.32. Sedangkan pada pengadukan 15 menit mempunyai mean rank 2.61.
Tabel 166. Test Statistics SB 1800
Test Statisticsa N Chi-Square Df Asymp. Sig. Monte Carlo Sig. 14 19.018 2 .000 .000 Lower Bound Upper Bound a. Friedman Test .000 .000

Sig. 95% Confidence Interval

Table di atas menunjukkan bahwa jumlah sampel sebanyak 14 buah dengan nilai chi-square hitung yaitu 19.018, dengan df yaitu 2, dan nilai signifikansi 0.000. Hipotesis : H0 : populasi dalam satu blok identik H1 : populasi tidak dalam satu blok identik Dasar pengambilan keputusan Chi-square : jika nilai Chi-square hitung < Chi table maka H0 diterima. Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka H0 diterima ( )

3. Tepung segitiga biru suhu 1700
Tabel 167. Ranks tepung SB 1700

181

Ranks Mean Rank SB_170_5 SB_170_10 SB_170_15 2.50 1.19 2.31

Dari table diatas dapat dilihat bahwa kue dengan lama pengadukan 5 menit mempunyai mean rank 2.50. Untuk lama pengadukan 10 menit mempunyai mean rank 1.19. Sedangkan pada pengadukan 15 menit mempunyai mean rank 2.31.
Tabel 168. Test Statistics tepung SB 1700

Test Statisticsa N Chi-Square Df Asymp. Sig. Monte Carlo Sig. 16 16.125 2 .000 .000 Lower Bound Upper Bound a. Friedman Test Table di atas menunjukkan bahwa jumlah sampel sebanyak 15 buah dengan nilai chi-square hitung yaitu 16.125, dengan df yaitu 2, dan nilai signifikansi 0.000. Hipotesis : H0 : populasi dalam satu blok identik H1 : populasi tidak dalam satu blok identik Dasar pengambilan keputusan Chi-square : jika nilai Chi-square hitung < Chi table maka H0 diterima. Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka H0 diterima ( ) .000 .001

Sig. 95% Confidence Interval

4. Tepung Kereta kencana suhu 1900
Tabel 169. Ranks tepung KK 1900

Ranks Mean Rank KK_190_5 KK_190_10 KK_190_15 182 1.24 2.41 2.35

Dari table diatas dapat dilihat bahwa kue dengan lama pengadukan 5 menit mempunyai mean rank 1.24. Untuk lama pengadukan 10 menit mempunyai mean rank 2.41. Sedangkan pada pengadukan 15 menit mempunyai mean rank 2.35.
Tabel 170. Test Statistics tepung KK 1900

Test Statisticsa N Chi-Square Df Asymp. Sig. Monte Carlo Sig. 17 14.941 2 .001 .000 Lower Bound Upper Bound a. Friedman Test Table di atas menunjukkan bahwa jumlah sampel sebanyak 15 buah dengan nilai chi-square hitung yaitu 14.941, dengan df yaitu 2, dan nilai signifikansi 0.001. .000 .001

Sig. 95% Confidence Interval

183

Hipotesis : H0 : populasi dalam satu blok identik H1 : populasi tidak dalam satu blok identik Dasar pengambilan keputusan Chi-square : jika nilai Chi-square hitung < Chi table maka H0 diterima. Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka H0 diterima ( )

5. Tepung Kereta Kencana Suhu 1800
Tabel 171. Ranks tepung KK 1800

Ranks Mean Rank KK_180_5 KK_180_10 KK_180_15 1.00 2.31 2.69

Dari table diatas dapat dilihat bahwa kue dengan lama pengadukan 5 menit mempunyai mean rank 1.00. Untuk lama pengadukan 10 menit mempunyai mean rank 2.31. Sedangkan pada pengadukan 15 menit mempunyai mean rank 2.69.
Tabel 172. Test Statistics tepung KK 1800

Test Statisticsa N Chi-Square Df Asymp. Sig. Monte Carlo Sig. 16 25.125 2 .000 .000 Lower Bound Upper Bound a. Friedman Test Table di atas menunjukkan bahwa jumlah sampel sebanyak 16 buah dengan nilai chi-square hitung yaitu 25.125, dengan df yaitu 2, dan nilai signifikansi 0.000. Hipotesis : H0 : populasi dalam satu blok identik H1 : populasi tidak dalam satu blok identik Dasar pengambilan keputusan 184 .000 .000

Sig. 95% Confidence Interval

Chi-square : jika nilai Chi-square hitung < Chi table maka H0 diterima. Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka H0 diterima ( )

6. Tepung Kereta kencana suhu 1700
Tabel 173. Ranks tepung KK 1700

Ranks Mean Rank KK_170_5 KK_170_10 KK_170_15 1.00 2.50 2.50

Dari table diatas dapat dilihat bahwa kue dengan lama pengadukan 5 menit mempunyai mean rank 1.00. Untuk lama pengadukan 10 menit mempunyai mean rank 2.50. Sedangkan pada pengadukan 15 menit mempunyai mean rank 2.50.
Tabel 174. Test Statistics tepung KK 1700

Test Statisticsa N Chi-Square Df Asymp. Sig. Monte Carlo Sig. 15 22.881 2 .000 .000 Lower Bound Upper Bound a. Friedman Test Table di atas menunjukkan bahwa jumlah sampel sebanyak 15 buah dengan nilai chi-square hitung yaitu 22.881, dengan df yaitu 2, dan nilai signifikansi 0.000. Hipotesis : H0 : populasi dalam satu blok identik H1 : populasi tidak dalam satu blok identik Dasar pengambilan keputusan Chi-square : jika nilai Chi-square hitung < Chi table maka H0 diterima. Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka H0 diterima ( ) .000 .000

Sig. 95% Confidence Interval

7. Tepung Biasa suhu 1900 185

Tabel 175. Ranks tepung TB 1900

Ranks Mean Rank TB_190_5 TB_190_10 TB_190_15 2.03 1.42 2.55

Dari table diatas dapat dilihat bahwa kue dengan lama pengadukan 5 menit mempunyai mean rank 2.03. Untuk lama pengadukan 10 menit mempunyai mean rank 1.42. Sedangkan pada pengadukan 15 menit mempunyai mean rank 2.55.
Tabel 176. Test Statistics tepung TB 1900

Test Statisticsa N Chi-Square Df Asymp. Sig. Monte Carlo Sig. 19 12.514 2 .002 .002 Lower Bound Upper Bound a. Friedman Test Table di atas menunjukkan bahwa jumlah sampel sebanyak 19 buah dengan nilai chi-square hitung yaitu 12.514, dengan df yaitu 2, dan nilai signifikansi 0.002. Hipotesis : H0 : populasi dalam satu blok identik H1 : populasi tidak dalam satu blok identik Dasar pengambilan keputusan Chi-square : jika nilai Chi-square hitung < Chi table maka H0 diterima. Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka H0 diterima ( ) .001 .002

Sig. 95% Confidence Interval

8. Tepung Biasa suhu 1800
Tabel 177. Ranks tepung TB 1800

186

Ranks Mean Rank TB_180_5 TB_180_10 TB_180_15 1.88 2.62 1.50

Dari table diatas dapat dilihat bahwa kue dengan lama pengadukan 5 menit mempunyai mean rank 1.88. Untuk lama pengadukan 10 menit mempunyai mean rank 2.62. Sedangkan pada pengadukan 15 menit mempunyai mean rank 1.50.
Tabel 178. Test Statistics tepung TB 1800

Test Statisticsa N Chi-Square Df Asymp. Sig. Monte Carlo Sig. 13 8.510 2 .014 .011 Lower Bound Upper Bound a. Friedman Test Table di atas menunjukkan bahwa jumlah sampel sebanyak 13 buah dengan nilai chi-square hitung yaitu 8.510, dengan df yaitu 2, dan nilai signifikansi 0.014. Hipotesis : H0 : populasi dalam satu blok identik H1 : populasi tidak dalam satu blok identik Dasar pengambilan keputusan Chi-square : jika nilai Chi-square hitung < Chi table maka H0 diterima. Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka H0 diterima ( ) .009 .013

Sig. 95% Confidence Interval

9. Tepung Biasa suhu 1700
Tabel 179. Ranks tepung TB 1700

Ranks Mean Rank TB_170_5 TB_170_10 TB_170_15 2.44 2.06 1.50

187

Dari table diatas dapat dilihat bahwa kue dengan lama pengadukan 5 menit mempunyai mean rank 2.44. Untuk lama pengadukan 10 menit mempunyai mean rank 2.06. Sedangkan pada pengadukan 15 menit mempunyai mean rank 1.50.
Tabel 180. Test Statistics tepung TB 1700

Test Statisticsa N Chi-Square Df Asymp. Sig. Monte Carlo Sig. 17 7.731 2 .021 .019 Lower Bound Upper Bound a. Friedman Test Table di atas menunjukkan bahwa jumlah sampel sebanyak 17 buah dengan nilai chi-square hitung yaitu 7.731, dengan df yaitu 2, dan nilai signifikansi 0.021. .017 .022

Sig. 95% Confidence Interval

188

Hipotesis : H0 : populasi dalam satu blok identik H1 : populasi tidak dalam satu blok identik Dasar pengambilan keputusan Chi-square : jika nilai Chi-square hitung < Chi table maka H0 diterima. Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka H0 diterima ( b. Berat Kue 1. Tepung Segitiga Biru suhu 1900
Tabel 181. Ranks tepung SB 1900

)

Ranks Mean Rank SB_190_5 SB_190_10 SB_190_15 1.33 2.60 2.07

Dari table diatas dapat dilihat bahwa kue dengan lama pengadukan 5 menit mempunyai mean rank 1.33. Untuk lama pengadukan 10 menit mempunyai mean rank 2.60. Sedangkan pada pengadukan 15 menit mempunyai mean rank 2.07.
Tabel 182. Test Statistics tepung SB 1900

Test Statisticsa N Chi-Square Df Asymp. Sig. Monte Carlo Sig. 15 12.133 2 .002 .002 Lower Bound Upper Bound a. Friedman Test Table di atas menunjukkan bahwa jumlah sampel sebanyak 15 buah dengan nilai chi-square hitung yaitu 12.133, dengan df yaitu 2, dan nilai signifikansi 0.002. Hipotesis : H0 : populasi dalam satu blok identik H1 : populasi tidak dalam satu blok identik .001 .003

Sig. 95% Confidence Interval

189

Dasar pengambilan keputusan Chi-square : jika nilai Chi-square hitung < Chi table maka H0 diterima. Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka H0 diterima ( )

2. Tepung Segitiga Biru suhu 1800
Tabel 183. Ranks tepung SB 1800

Ranks Mean Rank SB_180_5 SB_180_10 SB_180_15 1.00 2.79 2.21

Dari table diatas dapat dilihat bahwa kue dengan lama pengadukan 5 menit mempunyai mean rank 1.00. Untuk lama pengadukan 10 menit mempunyai mean rank 2.79. Sedangkan pada pengadukan 15 menit mempunyai mean rank 2.21.
Tabel 184. Test Statistics tepung SB 1800

Test Statisticsa N Chi-Square Df Asymp. Sig. Monte Carlo Sig. 14 23.286 2 .000 .000 Lower Bound Upper Bound a. Friedman Test Table di atas menunjukkan bahwa jumlah sampel sebanyak 14 buah dengan nilai chi-square hitung yaitu 23.286, dengan df yaitu 2, dan nilai signifikansi 0.000. Hipotesis : H0 : populasi dalam satu blok identik H1 : populasi tidak dalam satu blok identik Dasar pengambilan keputusan Chi-square : jika nilai Chi-square hitung < Chi table maka H0 diterima. Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka H0 diterima ( ) .000 .000

Sig. 95% Confidence Interval

190

3. Tepung Segitiga Biru suhu 1700
Tabel 185. Ranks tepung SB 1700

Ranks Mean Rank SB_170_5 2.50 SB_170_10 1.19 SB_170_15 2.31 Dari table diatas dapat dilihat bahwa kue dengan lama pengadukan 5 menit mempunyai mean rank 2.50. Untuk lama pengadukan 10 menit mempunyai mean rank 1.19. Sedangkan pada pengadukan 15 menit mempunyai mean rank 2.31.
Tabel 186. Test Statistics tepung SB 1700

Test Statisticsa N Chi-Square Df Asymp. Sig. Monte Carlo Sig. 16 16.125 2 .000 .000 Lower Bound Upper Bound a. Friedman Test Table di atas menunjukkan bahwa jumlah sampel sebanyak 16 buah dengan nilai chi-square hitung yaitu 16.125, dengan df yaitu 2, dan nilai signifikansi 0.000. Hipotesis : H0 : populasi dalam satu blok identik H1 : populasi tidak dalam satu blok identik Dasar pengambilan keputusan Chi-square : jika nilai Chi-square hitung < Chi table maka H0 diterima. Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka H0 diterima ( ) .000 .000

Sig. 95% Confidence Interval

4. Tepung Kereta Kencana suhu 1900
Tabel 187. Ranks tepung KK 1900

191

Ranks Mean Rank KK_190_5 KK_190_10 KK_190_15 1.65 2.35 2.00

Dari table diatas dapat dilihat bahwa kue dengan lama pengadukan 5 menit mempunyai mean rank 1.65. Untuk lama pengadukan 10 menit mempunyai mean rank 2.35. Sedangkan pada pengadukan 15 menit mempunyai mean rank 2.00.
Tabel 188. Test Statistics tepung KK 1900

Test Statisticsa N Chi-Square Df Asymp. Sig. Monte Carlo Sig. 17 4.235 2 .120 .139 Lower Bound Upper Bound a. Friedman Test Table di atas menunjukkan bahwa jumlah sampel sebanyak 17 buah dengan nilai chi-square hitung yaitu 4.235, dengan df yaitu 2, dan nilai signifikansi 0.120. Hipotesis : H0 : populasi dalam satu blok identik H1 : populasi tidak dalam satu blok identik Dasar pengambilan keputusan Chi-square : jika nilai Chi-square hitung < Chi table maka H0 diterima. Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka H0 diterima ( ) .132 .146

Sig. 95% Confidence Interval

5. Tepung Kereta Kencana suhu 1800
Tabel 189. Ranks tepung KK 1800
Ranks Mean Rank KK_180_5 KK_180_10 KK_180_15 1.13 2.19 2.69

192

Dari table diatas dapat dilihat bahwa kue dengan lama pengadukan 5 menit mempunyai mean rank 1.13. Untuk lama pengadukan 10 menit mempunyai mean rank 2.19. Sedangkan pada pengadukan 15 menit mempunyai mean rank 2.69.
Tabel 190. Test Statistics tepung KK 1800
Test Statisticsa N Chi-Square df Asymp. Sig. a. Friedman Test 16 20.375 2 .000

Table di atas menunjukkan bahwa jumlah sampel sebanyak 16 buah dengan nilai chi-square hitung yaitu 20.375, dengan df yaitu 2, dan nilai signifikansi 0.000. Hipotesis : H0 : populasi dalam satu blok identik H1 : populasi tidak dalam satu blok identik

193

Dasar pengambilan keputusan Chi-square : jika nilai Chi-square hitung < Chi table maka H0 diterima. Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka H0 diterima ( )

6. Tepung Kereta Kencana suhu 1700
Tabel 191. Ranks tepung KK 1700

Ranks Mean Rank KK_170_5 KK_170_10 KK_170_15 1.33 2.47 2.20

Dari table diatas dapat dilihat bahwa kue dengan lama pengadukan 5 menit mempunyai mean rank 1.33. Untuk lama pengadukan 10 menit mempunyai mean rank 2.47. Sedangkan pada pengadukan 15 menit mempunyai mean rank 2.20.
Tabel 192. Test Statistics tepung KK 1700

Test Statisticsa N Chi-Square Df Asymp. Sig. Monte Carlo Sig. 15 10.533 2 .005 .003 Lower Bound Upper Bound a. Friedman Test Table di atas menunjukkan bahwa jumlah sampel sebanyak 15 buah dengan nilai chi-square hitung yaitu 10.533, dengan df yaitu 2, dan nilai signifikansi 0.005. Hipotesis : H0 : populasi dalam satu blok identik H1 : populasi tidak dalam satu blok identik Dasar pengambilan keputusan Chi-square : jika nilai Chi-square hitung < Chi table maka H0 diterima. Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka H0 diterima ( 7. Tepung Biasa suhu 1900 194 ) .002 .005

Sig. 95% Confidence Interval

Tabel 193. Ranks tepung TB 1900

Ranks Mean Rank TB_190_5 TB_190_10 TB_190_15 2.74 1.74 1.53

Dari table diatas dapat dilihat bahwa kue dengan lama pengadukan 5 menit mempunyai mean rank 2.74. Untuk lama pengadukan 10 menit mempunyai mean rank 1.74. Sedangkan pada pengadukan 15 menit mempunyai mean rank 1.53.
Tabel 194. Test Statistics tepung TB 1900

Test Statisticsa N Chi-Square Df Asymp. Sig. Monte Carlo Sig. 19 15.895 2 .000 .000 Lower Bound Upper Bound a. Friedman Test Table di atas menunjukkan bahwa jumlah sampel sebanyak 19 buah dengan nilai chi-square hitung yaitu 15.895, dengan df yaitu 2, dan nilai signifikansi 0.000. Hipotesis : H0 : populasi dalam satu blok identik H1 : populasi tidak dalam satu blok identik Dasar pengambilan keputusan Chi-square : jika nilai Chi-square hitung < Chi table maka H0 diterima. Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka H0 diterima ( ) .000 .000

Sig. 95% Confidence Interval

8. Tepung Biasa suhu 1800
Tabel 195. Ranks tepung TB 1800
Ranks Mean Rank TB_180_5 TB_180_10 TB_180_15 1.71 2.00 2.29

195

Dari table diatas dapat dilihat bahwa kue dengan lama pengadukan 5 menit mempunyai mean rank 1.71. Untuk lama pengadukan 10 menit mempunyai mean rank 2.00. Sedangkan pada pengadukan 15 menit mempunyai mean rank 2.29.

196

Tabel 196. Test Statistics tepung TB 1800
Test Statisticsa N Chi-Square df Asymp. Sig. a. Friedman Test 14 2.286 2 .319

Table di atas menunjukkan bahwa jumlah sampel sebanyak 14 buah dengan nilai chi-square hitung yaitu 2.286, dengan df yaitu 2, dan nilai signifikansi 0.319. Hipotesis : H0 : populasi dalam satu blok identik H1 : populasi tidak dalam satu blok identik Dasar pengambilan keputusan Chi-square : jika nilai Chi-square hitung < Chi table maka H0 diterima. Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka H0 diterima ( )

9. Tepung Biasa suhu 1700
Tabel 197. Ranks tepung TB 1700
Ranks Mean Rank TB_170_5 TB_170_10 TB_170_15 2.83 1.56 1.61

Dari table diatas dapat dilihat bahwa kue dengan lama pengadukan 5 menit mempunyai mean rank 2.83. Untuk lama pengadukan 10 menit mempunyai mean rank 1.56. Sedangkan pada pengadukan 15 menit mempunyai mean rank 1.61.
Tabel 198. Test Statistics tepung TB 1700
Test Statisticsa N Chi-Square Df Asymp. Sig. a. Friedman Test 18 18.778 2 .000

Table di atas menunjukkan bahwa jumlah sampel sebanyak 18 buah dengan nilai chi-square hitung yaitu 18.778, dengan df yaitu 2, dan nilai signifikansi 0.000. Hipotesis : H0 : populasi dalam satu blok identik 197

H1 : populasi tidak dalam satu blok identik

198

Dasar pengambilan keputusan Chi-square : jika nilai Chi-square hitung < Chi table maka H0 diterima. Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka H0 diterima ( 4.2.4. Uji Friedman II )

Tinggi Kue 1. Tepung segitiga biru dengan lama pengadukan 5 menit
a.
Tabel 199. Ranks tepung SB 5 menit
Ranks Mean Rank SB_190_5 SB_180_5 SB_170_5 2.75 1.06 2.19

Pada tepung Cakra Kembar dengan suhu pemanggangan 190 º C dan lama pengadukan adonan selama 5 menit untuk data tinggi, memiliki mean rank sebesar 2.75, untuk suhu pemanggangan 180 º C dan lama pengadukan adonan selama 5 menit memiliki mean rank sebesar 1.06, kemudian untuk suhu pemanggangan 170 º C dan lama pengadukan adonan selama 5 menit memiliki mean rank sebesar 2.19.
Tabel 200. Tes statistik tepung SB 5 menit
Test Statistics a

Tabel diatas menunjukkan bahwa jumlah sampel a. Friedman Test sebanyak 16 buah dengan nilai chi-square hitung yaitu 23.625 dengan df yaitu 2 dan nilai signifikansi 0.000. Hipotesis: Ho : populasi dalam satu blok identik H1 : populasi tidak dalam satu blok identik
N Chi-Square df Asymp. Sig. 16 23.625 2 .000

Dasar pengambilan keputusan:

Chi-square : jika nilai Chi-square hitung < Chi tabel maka Ho diterima. Signifikansi : jika nilai sign. > 0.005 maka Ho diterima (α = 0.005). 2. Tepung segitiga biru dengan lama pengadukan 10 menit
Tabel 201. Ranks tepung SB 10 menit

199

Ranks Mean Rank SB_190_10 SB_180_10 SB_170_10 2.79 2.21 1.00

Pada tepung segitiga biru dengan suhu pemanggangan 190 º C dan lama pengadukan adonan selama 10 menit untuk data tinggi, memiliki mean rank sebesar 2.79, untuk suhu pemanggangan 180 º C dan lama pengadukan adonan selama 10 menit memiliki mean rank sebesar 2.21, kemudian untuk suhu pemanggangan 170 º C dan lama pengadukan adonan selama 10 menit memiliki mean rank sebesar 1.00.
Tabel 202. Tes statistik tepung SB 10 menit
Test Statistics a N Chi-Square Df Asymp. Sig. a. Friedman Test 14 23.286 2 .000

Tabel diatas menunjukkan bahwa jumlah sampel sebanyak 14 buah dengan nilai chi-square hitng yaitu 23.286 dengan df yaitu 2 dan nilai signifikansi 0.000. Hipotesis: Ho : populasi dalam satu blok identik H1 : populasi tidak dalam satu blok identik
Dasar pengambilan keputusan:

Chi-square : jika nilai Chi-square hitung < Chi tabel maka Ho diterima. Signifikansi : jika nilai sign. > 0.005 maka Ho diterima (α = 0.005)
3. Tepung segitiga biru dengan lama pengadukan 15 menit
Tabel 203. Ranks tepung SB 15 menit
Ranks Mean Rank SB_190_15 SB_180_15 SB_170_15 2.60 1.53 1.87

Pada tepung segitiga biru dengan suhu pemanggangan 190 º C dan lama pengadukan adonan selama 15 menit untuk data tinggi, memiliki mean rank sebesar 2.60, untuk suhu pemanggangan 180 º C dan lama pengadukan adonan selama 15 menit memiliki mean rank sebesar 1.53, kemudian untuk suhu pemanggangan 170 º C dan lama pengadukan adonan selama 15 menit memiliki mean rank sebesar 1.87. 200

Tabel 204. Tes statistik tepung SB 15 menit
Test Statistics a N Chi-Square Df Asymp. Sig. 15 8.933 2 .011

a. Friedman Test

Tabel diatas menunjukkan bahwa jumlah sampel sebanyak 15 buah dengan nilai chi-square hitng yaitu 8.933 dengan df yaitu 2 dan nilai signifikansi 0.011. Hipotesis: Ho : populasi dalam satu blok identik H1 : populasi tidak dalam satu blok identik
Dasar pengambilan keputusan:

Chi-square : jika nilai Chi-square hitung < Chi tabel maka Ho diterima. Signifikansi : jika nilai sign. > 0.005 maka Ho diterima (α = 0.005) 4. Tepung kereta kencana dengan lama pengadukan 5 menit
Tabel 205. Ranks tepung KK 5 menit
Ranks Mean Rank KK_190_5 KK_180_5 KK_170_5 2.06 1.31 2.63

Pada tepung kereta kencana dengan suhu pemanggangan 190 º C dan lama pengadukan adonan selama 5 menit untuk data tinggi, memiliki mean rank sebesar 2.06, untuk suhu pemanggangan 180 º C dan lama pengadukan adonan selama 5 menit memiliki mean rank sebesar 1.31, kemudian untuk suhu pemanggangan 170 º C dan lama pengadukan adonan selama 5 menit memiliki mean rank sebesar 2.63.

.
Tabel 206. Tes statistik tepung KK 5 menit
Test Statistics a N Chi-Square Df Asymp. Sig. a. Friedman Test 16 13.875 2 .001

Tabel diatas menunjukkan bahwa jumlah sampel sebanyak 16 buah dengan nilai chi-square hitng yaitu 13.875 dengan df yaitu 2 dan nilai signifikansi 0.001.
201

Hipotesis: Ho : populasi dalam satu blok identik H1 : populasi tidak dalam satu blok identik
Dasar pengambilan keputusan:

Chi-square : jika nilai Chi-square hitung < Chi tabel maka Ho diterima. Signifikansi : jika nilai sign. > 0.005 maka Ho diterima (α = 0.005) 5. Tepung kereta kencana dengan lama pengadukan 10 menit
Tabel 207. Ranks tepung KK 10 menit
Ranks Mean Rank KK_190_10 KK_180_10 KK_170_10 1.53 1.60 2.87

Pada tepung kereta kencana dengan suhu pemanggangan 190 º C dan lama pengadukan adonan selama 10 menit untuk data tinggi, memiliki mean rank sebesar 1.53, untuk suhu pemanggangan 180 º C dan lama pengadukan adonan selama 10 menit memiliki mean rank sebesar 1.60, kemudian untuk suhu pemanggangan 170 º C dan lama pengadukan adonan selama 10 menit memiliki mean rank sebesar 2.87.
Tabel 208. Tes statistik tepung KK 10 menit
Test Statistics a N Chi-Square Df Asymp. Sig. 15 16.933 2 .000

a. Friedman Test

Tabel diatas menunjukkan bahwa jumlah sampel sebanyak 15 buah dengan nilai chi-square hitng yaitu 16.933 dengan df yaitu 2 dan nilai signifikansi 0.000. Hipotesis: Ho : populasi dalam satu blok identik H1 : populasi tidak dalam satu blok identik
Dasar pengambilan keputusan:

Chi-square : jika nilai Chi-square hitung < Chi tabel maka Ho diterima. Signifikansi : jika nilai sign. > 0.005 maka Ho diterima (α = 0.005) 6. Tepung kereta kencana dengan lama pengadukan 15 menit
202

Tabel 209. Ranks tepung KK 15 menit
Ranks Mean Rank KK_190_15 KK_180_15 KK_170_15 1.33 2.33 2.33

Pada tepung kereta kencana dengan suhu pemanggangan 190 º C dan lama pengadukan adonan selama 15 menit untuk data tinggi, memiliki mean rank sebesar 1.33, untuk suhu pemanggangan 180 º C dan lama pengadukan adonan selama 15 menit memiliki mean rank sebesar 2.33, kemudian untuk suhu pemanggangan 170 º C dan lama pengadukan adonan selama 15 menit memiliki mean rank sebesar 2.33.
Tabel 210. Tes statistik tepung KK 15 menit
Test Statistics a N Chi-Square Df Asymp. Sig. 15 10.000 2 .007

a. Friedman Test

Tabel diatas menunjukkan bahwa jumlah sampel sebanyak 15 buah dengan nilai chi-square hitng yaitu 10.000 dengan df yaitu 2 dan nilai signifikansi 0.007.

203

Hipotesis: Ho : populasi dalam satu blok identik H1 : populasi tidak dalam satu blok identik
Dasar pengambilan keputusan:

Chi-square : jika nilai Chi-square hitung < Chi tabel maka Ho diterima. Signifikansi : jika nilai sign. > 0.005 maka Ho diterima (α = 0.005) 7. Tepung biasa dengan lama pengadukan 5 menit
Tabel 211. Ranks tepung biasa 5 menit
Ranks Mean Rank TB_190_5 TB_180_5 TB_170_5 1.14 2.93 1.93

Pada tepung kereta kencana dengan suhu pemanggangan 190 º C dan lama pengadukan adonan selama 5 menit untuk data tinggi, memiliki mean rank sebesar 1.14, untuk suhu pemanggangan 180 º C dan lama pengadukan adonan selama 5 menit memiliki mean rank sebesar 2.93, kemudian untuk suhu pemanggangan 170 º C dan lama pengadukan adonan selama 5 menit memiliki mean rank sebesar 1.93.
Tabel 212. Tes statistik tepung biasa 5 menit
Test Statistics a N Chi-Square Df Asymp. Sig. 14 22.429 2 .000

a. Friedman Test

Tabel diatas menunjukkan bahwa jumlah sampel sebanyak 14 buah dengan nilai chi-square hitng yaitu 22.429 dengan df yaitu 2 dan nilai signifikansi 0.000. Hipotesis: Ho : populasi dalam satu blok identik H1 : populasi tidak dalam satu blok identik
Dasar pengambilan keputusan:

Chi-square : jika nilai Chi-square hitung < Chi tabel maka Ho diterima. Signifikansi : jika nilai sign. > 0.005 maka Ho diterima (α = 0.005) 8. Tepung biasa dengan lama pengadukan 10 menit
204

Tabel 213. Ranks tepung biasa 10 menit
Ranks Mean Rank TB_190_10 TB_180_10 TB_170_10 1.27 3.00 1.73

Pada tepung biasa dengan suhu pemanggangan 190 º C dan lama pengadukan adonan selama 10 menit untuk data tinggi, memiliki mean rank sebesar 1.27, untuk suhu pemanggangan 180 º C dan lama pengadukan adonan selama 10 menit memiliki mean rank sebesar 3.00, kemudian untuk suhu pemanggangan 170 º C dan lama pengadukan adonan selama 10 menit memiliki mean rank sebesar 1.73.
Tabel 214. Tes statistik tepung biasa 10 menit
Test Statistics a N Chi-Square Df Asymp. Sig. 15 24.133 2 .000

a. Friedman Test

Tabel diatas menunjukkan bahwa jumlah sampel sebanyak 15 buah dengan nilai chi-square hitng yaitu 24.133 dengan df yaitu 2 dan nilai signifikansi 0.000. Hipotesis: Ho : populasi dalam satu blok identik H1 : populasi tidak dalam satu blok identik
Dasar pengambilan keputusan:

Chi-square : jika nilai Chi-square hitung < Chi tabel maka Ho diterima. Signifikansi : jika nilai sign. > 0.005 maka Ho diterima (α = 0.005) 9. Tepung biasa dengan lama pengadukan 15 menit
Tabel 215. Rank tepung biasa 15 menit
Ranks Mean Rank TB_190_15 TB_180_15 TB_170_15 1.29 2.93 1.79

Pada tepung biasa dengan suhu pemanggangan 190 º C dan lama pengadukan adonan selama 15 menit untuk data tinggi, memiliki mean rank sebesar 1.29, untuk suhu pemanggangan 180 º C dan lama pengadukan adonan selama 15 menit memiliki mean rank sebesar 2.93, kemudian untuk suhu pemanggangan 170 º C dan 205

lama pengadukan adonan selama 15 menit memiliki mean rank sebesar 1.79.
Tabel 216. Tes statistik tepung biasa 15 menit
Test Statistics a N Chi-Square Df Asymp. Sig. 14 19.857 2 .000

a. Friedman Test

Tabel diatas menunjukkan bahwa jumlah sampel sebanyak 14 buah dengan nilai chi-square hitng yaitu 19.857 dengan df yaitu 2 dan nilai signifikansi 0.000.

206

Hipotesis: Ho : populasi dalam satu blok identik H1 : populasi tidak dalam satu blok identik
Dasar pengambilan keputusan:

Chi-square : jika nilai Chi-square hitung < Chi tabel maka Ho diterima. Signifikansi : jika nilai sign. > 0.005 maka Ho diterima (α = 0.005)
b. Berat kue 1. Tepung Segitiga Biru dengan lama pengadukan 5 menit
Tabel 217. Ranks tepung SB 5 menit
Ranks Mean Rank SB_190_5 SB_180_5 SB_170_5 2.50 1.00 2.50

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa kue dengan suhu 1900 mempunyai mean rank 2.50. Untuk suhu 1800 mempunyai mean rank 1.00. Sedangkan pada suhu 1700 mempunyai mean rank 2.50.
Tabel 218. Tes statistik tepung SB 5 menit
Test Statisticsa N Chi-Square Df Asymp. Sig. a. Friedman Test 16 24.000 2 .000

Table diatas menunjukkan bahwa jumlah sampel 16 kue. Dengan nilai chi-square hitung adalah 24. Dengan df 2. Dan nilai signiikansi 0.000. Hipotesis : H0 : populasi dalam satu blok identik H1 : populasi tidak dalam satu blok identik Dasar pengambilan keputusan Chi-square : jika nilai Chi-square hitung < Chi table maka H0 diterima. Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka H0 diterima ( ) 2. Tepung Segitiga Biru dengan lama pengadukan 10 menit

207

Tabel 219. Ranks tepung SB 10 menit
Ranks Mean Rank SB_190_10 SB_180_10 SB_170_10 2.79 2.21 1.00

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa kue dengan suhu 1900 mempunyai mean rank 2.79. Untuk suhu 1800 mempunyai mean rank 2.21. Sedangkan pada suhu 1700 mempunyai mean rank 1.00.
Tabel 220. Tes statistik tepung SB 10 menit
Test Statisticsa N Chi-Square df Asymp. Sig. a. Friedman Test 14 23.286 2 .000

Table diatas menunjukkan bahwa jumlah sampel 14 kue. Dengan nilai chi-square hitung adalah 23.286. Dengan df 2. Dan nilai signiikansi 0.000. Hipotesis : H0 : populasi dalam satu blok identik H1 : populasi tidak dalam satu blok identik Dasar pengambilan keputusan Chi-square : jika nilai Chi-square hitung < Chi table maka H0 diterima. Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka H0 diterima ( )

3.

Tepung Segitiga Biru dengan lama pengadukan 15 menit
Tabel 221. Ranks tepung SB 15 menit
Ranks Mean Rank SB_190_15 SB_180_15 SB_170_15 2.67 1.53 1.80

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa kue dengan suhu 1900 mempunyai mean rank 2.67. Untuk suhu 1800 mempunyai mean rank 1.53. Sedangkan pada suhu 1700 mempunyai mean rank 1.80.
Tabel 222. Tes statistik tepung SB 15 menit

208

Test Statisticsa N Chi-Square df Asymp. Sig. a. Friedman Test 15 10.533 2 .005

Table diatas menunjukkan bahwa jumlah sampel 15 kue. Dengan nilai chi-square hitung adalah 10.533. Dengan df 2. Dan nilai signiikansi 0.005.

209

Hipotesis : H0 : populasi dalam satu blok identik H1 : populasi tidak dalam satu blok identik Dasar pengambilan keputusan Chi-square : jika nilai Chi-square hitung < Chi table maka H0 diterima. Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka H0 diterima ( ) 4. Tepung Kereta Kencana Dengan Lama Pengadukan 5 Menit
Tabel 223. Ranks tepung KK 5 menit
Ranks Mean Rank KK_190_5 KK_180_5 KK_170_5 2.06 1.31 2.63

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa kue dengan suhu 1900 mempunyai mean rank 2.06. Untuk suhu 1800 mempunyai mean rank 1.31. Sedangkan pada suhu 1700 mempunyai mean rank 2.63.
Tabel 224. Tes statistik tepung KK 5 menit
Test Statisticsa N Chi-Square df Asymp. Sig. a. Friedman Test 16 13.875 2 .001

Table diatas menunjukkan bahwa jumlah sampel 16 kue. Dengan nilai chi-square hitung adalah 13.875. Dengan df 2. Dan nilai signiikansi 0.001. Hipotesis : H0 : populasi dalam satu blok identik H1 : populasi tidak dalam satu blok identik Dasar pengambilan keputusan Chi-square : jika nilai Chi-square hitung < Chi table maka H0 diterima. Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka H0 diterima ( )

5.

Tepung Kereta Kencana Dengan Lama Pengadukan 10 Menit
Tabel 225. Ranks tepung KK 10 menit

210

Ranks Mean Rank KK_190_10 KK_180_10 KK_170_10 1.53 1.60 2.87

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa kue dengan suhu 1900 mempunyai mean rank 1.53. Untuk suhu 1800 mempunyai mean rank 1.60. Sedangkan pada suhu 1700 mempunyai mean rank 2.87.
Tabel 226. Tes statistik tepung KK 10 menit
Test Statisticsa N Chi-Square df Asymp. Sig. a. Friedman Test 15 16.933 2 .000

Table diatas menunjukkan bahwa jumlah sampel 15 kue. Dengan nilai chi-square hitung adalah 16.933. Dengan df 2. Dan nilai signiikansi 0.000. Hipotesis : H0 : populasi dalam satu blok identik H1 : populasi tidak dalam satu blok identik Dasar pengambilan keputusan Chi-square : jika nilai Chi-square hitung < Chi table maka H0 diterima. Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka H0 diterima ( )

6.

Tepung Kereta Kencana Dengan Lama Pengadukan 15 Menit
Tabel 227. Ranks tepung KK 15 menit
Ranks Mean Rank KK_190_15 KK_180_15 KK_170_15 1.33 2.33 2.33

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa kue dengan suhu 1900 mempunyai mean rank 1.33. Untuk suhu 1800 mempunyai mean rank 2.33. Sedangkan pada suhu 1700 mempunyai mean rank 2.33.
Tabel 228. Tes statistik tepung KK 15 menit

211

Test Statisticsa N Chi-Square df Asymp. Sig. a. Friedman Test 15 10.000 2 .007

Table diatas menunjukkan bahwa jumlah sampel 15 kue. Dengan nilai chi-square hitung adalah 10.000. Dengan df 2. Dan nilai signiikansi 0.007. Hipotesis : H0 : populasi dalam satu blok identik H1 : populasi tidak dalam satu blok identik Dasar pengambilan keputusan Chi-square : jika nilai Chi-square hitung < Chi table maka H0 diterima. Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka H0 diterima ( )

7.

Tepung Biasa Dengan Lama Pengadukan 5 Menit
Tabel 229. Ranks tepung TB 5 menit
Ranks Mean Rank TB_190_5 TB_180_5 TB_170_5 1.14 2.93 1.93

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa kue dengan suhu 1900 mempunyai mean rank 1.14. Untuk suhu 1800 mempunyai mean rank 2.93. Sedangkan pada suhu 1700 mempunyai mean rank 1.93.
Tabel 230. Tes statistik tepung TB 5 menit
Test Statisticsa N Chi-Square df Asymp. Sig. a. Friedman Test 14 22.429 2 .000

Table diatas menunjukkan bahwa jumlah sampel 14 kue. Dengan nilai chi-square hitung adalah 22.429. Dengan df 2. Dan nilai signiikansi 0.000. Hipotesis : H0 : populasi dalam satu blok identik H1 : populasi tidak dalam satu blok identik 212

Dasar pengambilan keputusan Chi-square : jika nilai Chi-square hitung < Chi table maka H0 diterima. Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka H0 diterima ( )

8.

Tepung Biasa Dengan Lama Pengadukan 10 Menit
Tabel 231. Ranks tepung TB 10 menit
Ranks Mean Rank TB_190_10 TB_180_10 TB_170_10 1.27 3.00 1.73

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa kue dengan suhu 1900 mempunyai mean rank 1.27. Untuk suhu 1800 mempunyai mean rank 3.00. Sedangkan pada suhu 1700 mempunyai mean rank 1.73.
Tabel 232. Tes statistik tepung TB 10 menit
Test Statisticsa N Chi-Square Df Asymp. Sig. a. Friedman Test 15 24.133 2 .000

Table diatas menunjukkan bahwa jumlah sampel 15 kue. Dengan nilai chi-square hitung adalah 24.133. Dengan df 2. Dan nilai signiikansi 0.000. Hipotesis : H0 : populasi dalam satu blok identik H1 : populasi tidak dalam satu blok identik Dasar pengambilan keputusan Chi-square : jika nilai Chi-square hitung < Chi table maka H0 diterima. Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka H0 diterima ( )

9.

Tepung Biasa Dengan Lama Pengadukan 15 Menit
Tabel 233. Ranks tepung TB 15 menit

213

Ranks Mean Rank TB_190_15 TB_180_15 TB_170_15 1.29 2.93 1.79

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa kue dengan suhu 1900 mempunyai mean rank 1.29. Untuk suhu 1800 mempunyai mean rank 2.93. Sedangkan pada suhu 1700 mempunyai mean rank 1.79.
Tabel 234. Tes statistik tepung TB 15 menit
Test Statisticsa N Chi-Square Df Asymp. Sig. a. Friedman Test 14 19.857 2 .000

Table diatas menunjukkan bahwa jumlah sampel 14 kue. Dengan nilai chi-square hitung adalah 19.857. Dengan df 2. Dan nilai signiikansi 0.000. Hipotesis : H0 : populasi dalam satu blok identik H1 : populasi tidak dalam satu blok identik

214

Dasar pengambilan keputusan Chi-square : jika nilai Chi-square hitung < Chi table maka H0 diterima. Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka H0 diterima ( ) 4.2.5. Uji Kruskall-wallis a. Tinggi 1. Suhu 190 derajat dengan lama pengadukan 5 menit Tabel 235. ranks suhu 190 º C dengan pengadukan 5 menit Ranks Jenis_Tepung Tinggi_190_ Sigitiga_Biru 5 Kereta_Kencan a Tepung_Biasa Total N 16 17 19 52 Mean Rank 34.34 12.09 32.79

Pada Tabel diatas terlihat bahwa untuk data tinggi roti dengan suhu pemanggangan 190 derajat dengan lama pengadukan 5 menit terlihat bahwa, untuk tepung segitiga biru memiliki N = 16, serta nilai mean rank 34.34 . Lalu untuk tepung kereta kencana memiliki nilai N = 17 dengan nilai mean rank 12.09. Kemudian untuk tepung biasa dengan N =19 dan nilai mean rank 32.79 . Serta untuk jumlah total data N = 52.
Tabel 236. test statistik suhu 190 º C dengan pengadukan 5 menit

Test Statisticsa,b Tinggi_190_5 Chi-Square df Asymp. Sig. 22.958 2 .000

a. Kruskal Wallis Test b. Grouping Variable: Jenis_Tepung

Pada suhu 190 º C dengan pengadukan adonan selama 5 menit untuk data tinggi, nilai Chi-Scuare 22.958, nilai df sebesar 2, dengan α = 0.05 maka didapat nilai Chi-Square dari Tabel sebesar 5.991, dan nilai Asymp. Sig. = 0.000 . Hipotesis : 215

Ho = ketiga populasi identik. H1 = ketiga populasi tidak identik. Dasar pengambilan keputusan : - Chi-Square : Jika nilai Chi-Square hitung < chi tabel maka Ho diterima. - Signifikansi : Jika nilai Signifikansi > 0.05, maka Ho diterima ( α = 0.05). 2. Suhu 190 derajat dengan lama pengadukan 10 menit
Tabel 237. ranks suhu 190 º C dengan pengadukan 10 menit

Ranks Jenis_Tepung Tinggi_190_1 Segitiga Biru 0 Kereta Kencana Tepung Biasa Total N 15 18 20 53 Mean Rank 37.47 30.58 15.93

Pada Tabel diatas terlihat bahwa untuk data tinggi roti dengan suhu pemanggangan 190 derajat dengan lama pengadukan 10 menit terlihat bahwa, untuk tepung segitiga biru memiliki N = 15, serta nilai mean rank 37.47. Lalu untuk tepung kereta kencana memiliki nilai N = 18 dengan nilai mean rank 30.58. Kemudian untuk tepung biasa dengan N =20 dan nilai mean rank 15.93. Serta untuk jumlah total data N = 53.
Tabel 238. test statistik suhu 190 º C dengan pengadukan 10 menit

Test Statisticsa,b Tinggi_190_1 0 Chi-Square df Asymp. Sig. 18.162 2 .000

a. Kruskal Wallis Test b. Grouping Variable: Jenis_Tepung

Pada suhu 190 º C dengan pengadukan adonan selama 10 menit untuk data tinggi, nilai Chi-Scuare 18.162, nilai df sebesar 2, dengan α = 0.05 maka didapat nilai Chi-Square dari Tabel sebesar 5.991, dan nilai Asymp. Sig. = 0.000. Hipotesis : 216

Ho = ketiga populasi identik. H1 = ketiga populasi tidak identik. Dasar pengambilan keputusan : - Chi-Square : Jika nilai Chi-Square hitung < chi tabel maka Ho diterima. - Signifikansi : Jika nilai Signifikansi > 0.05, maka Ho diterima ( α = 0.05). 3. Suhu 190 derajat dengan lama pengadukan 15 menit
Tabel 239. ranks suhu 190 º C dengan pengadukan 15 menit

Ranks Jenis_tepung Tinggi_190_1 Segitiga Biru 5 Kereta Kencana Tepung Biasa Total N 15 17 20 52 Mean Rank 34.97 15.88 29.18

Pada Tabel diatas terlihat bahwa untuk data tinggi roti dengan suhu pemanggangan 190 derajat dengan lama pengadukan 15 menit terlihat bahwa, untuk tepung segitiga biru memiliki N = 15, serta nilai mean rank 34.97. Lalu untuk tepung kereta kencana memiliki nilai N = 17 dengan nilai mean rank 15.88. Kemudian untuk tepung biasa dengan N =20 dan nilai mean rank 29.18. Serta untuk jumlah total data N = 52.
Tabel 240 test statistik suhu 190 º C dengan pengadukan 15 menit

Test Statisticsa,b Tinggi_190_1 5 Chi-Square df Asymp. Sig. 13.662 2 .001

a. Kruskal Wallis Test b. Grouping Variable: Jenis_tepung

Pada suhu 190 º C dengan pengadukan adonan selama 15 menit untuk data berat, nilai Chi-Scuare 13.662, nilai df sebesar 2, dengan α = 0.05 maka didapat nilai Chi-Square dari Tabel sebesar 5.991, dan nilai Asymp. Sig. = 0.001. Hipotesis : Ho = ketiga populasi identik. H1 = ketiga populasi tidak identik. 217

Dasar pengambilan keputusan : - Chi-Square : Jika nilai Chi-Square hitung < chi tabel maka Ho diterima. - Signifikansi : Jika nilai Signifikansi > 0.05, maka Ho diterima ( α = 0.05). 4. Suhu 180 derajat dengan lama pengadukan 5 menit
Tabel 241. ranks suhu 180 º C dengan pengadukan 5 menit

Ranks Jenis_Tepung Tinggi_180_ Segitiga Biru 5 Kereta Kencana Tepung Biasa Total N 25 19 14 58 Mean Rank 15.74 31.55 51.29

Pada Tabel diatas terlihat bahwa untuk data tinggi roti dengan suhu pemanggangan 180 derajat dengan lama pengadukan 5 menit terlihat bahwa, untuk tepung segitiga biru memiliki N = 25 , serta nilai mean rank 15.74 . Lalu untuk tepung kereta kencana memiliki nilai N = 19 dengan nilai mean rank 31.55. Kemudian untuk tepung biasa dengan N =14 dan nilai mean rank 51.29. Serta untuk jumlah total data N = 58.
Tabel 242 test statistik suhu 180 º C dengan pengadukan 5 menit

Test Statisticsa,b Tinggi_180_5 Chi-Square Df Asymp. Sig. 40.189 2 .000

a. Kruskal Wallis Test b. Grouping Variable: Jenis_Tepung

Pada suhu 180 º C dengan pengadukan adonan selama 5 menit untuk data berat, nilai Chi-Scuare 40.189, nilai df sebesar 2, dengan α = 0.05 maka didapat nilai Chi-Square dari Tabel sebesar 5.991, dan nilai Asymp. Sig. = 0.000 . Hipotesis : Ho = ketiga populasi identik. H1 = ketiga populasi tidak identik. Dasar pengambilan keputusan : 218

- Chi-Square : Jika nilai Chi-Square hitung < chi tabel maka Ho diterima. - Signifikansi : Jika nilai Signifikansi > 0.05, maka Ho diterima ( α = 0.05). 5. Suhu 180 derajat dengan lama pengadukan 10 menit
Tabel 243. ranks suhu 180 º C dengan pengadukan 10 menit

Ranks Jenis_tepung Tinggi_180_1 Segitiga Biru 0 Kereta Kencana Tepung Biasa Total N 14 16 15 45 Mean Rank 23.00 10.69 36.13

Pada Tabel diatas terlihat bahwa untuk data tinggi roti dengan suhu pemanggangan 180 derajat dengan lama pengadukan 10 menit terlihat bahwa, untuk tepung segitiga biru memiliki N = 14, serta nilai mean rank 23.00. Lalu untuk tepung kereta kencana memiliki nilai N = 16 dengan nilai mean rank 10.69. Kemudian untuk tepung biasa dengan N =15 dan nilai mean rank 36.13. Serta untuk jumlah total data N = 45.
Tabel 244. test statistik suhu 180 º C dengan pengadukan 10 menit

Test Statisticsa,b Tinggi_180_1 0 Chi-Square df Asymp. Sig. 29.079 2 .000

a. Kruskal Wallis Test b. Grouping Variable: Jenis_tepung

Pada suhu 180 º C dengan pengadukan adonan selama 10 menit untuk data berat, nilai Chi-Scuare 29.079, nilai df sebesar 2, dengan α = 0.05 maka didapat nilai Chi-Square dari Tabel sebesar 5.991, dan nilai Asymp. Sig. = 0.000 . Hipotesis : Ho = ketiga populasi identik. H1 = ketiga populasi tidak identik. Dasar pengambilan keputusan : 219

-Chi-Square : Jika nilai Chi-Square hitung < chi tabel maka Ho diterima. -Signifikansi : Jika nilai Signifikansi > 0.05, maka Ho diterima ( α = 0.05). 6. Suhu 180 derajat dengan lama pengadukan 15 menit
Tabel 245. ranks suhu 180 º C dengan pengadukan 15 menit

Ranks Jenis_tepung Tinggi_180_1 Segitiga Biru 5 Kereta Kencana Tepung Biasa Total N 17 16 14 47 Mean Rank 32.03 12.28 27.64

Pada Tabel diatas terlihat bahwa untuk data tinggi roti dengan suhu pemanggangan 180 derajat dengan lama pengadukan 15 menit terlihat bahwa, untuk tepung segitiga biru memiliki N = 17, serta nilai mean rank 32.03. Lalu untuk tepung kereta kencana memiliki nilai N = 16 dengan nilai mean rank 12.28. Kemudian untuk tepung biasa dengan N =14 dan nilai mean rank 27.64. Serta untuk jumlah total data N = 47.
Tabel 246. test statistik suhu 180 º C dengan pengadukan 15 menit

Test Statisticsa,b Tinggi_180_1 5 Chi-Square df Asymp. Sig. 18.522 2 .000

a. Kruskal Wallis Test b. Grouping Variable: Jenis_tepung

Pada suhu 180 º C dengan pengadukan adonan selama 15 menit untuk data berat, nilai Chi-Scuare 18.522, nilai df sebesar 2, dengan α = 0.05 maka didapat nilai Chi-Square dari Tabel sebesar 5.991, dan nilai Asymp. Sig. = 0.000 .

220

Hipotesis : Ho = ketiga populasi identik. H1 = ketiga populasi tidak identik. Dasar pengambilan keputusan : -Chi-Square : Jika nilai Chi-Square hitung < chi tabel maka Ho diterima. -Signifikansi : Jika nilai Signifikansi > 0.05, maka Ho diterima ( α = 0.05). 7. Suhu 170 derajat dengan lama pengadukan 5 menit
Tabel 247. ranks suhu 170 º C dengan pengadukan 5 menit

Ranks Jenis_tepung Tinggi_170_ Segitiga Biru 5 Kereta Kencana Tepung Biasa Total N 16 16 19 51 Mean Rank 26.88 8.75 39.79

Pada Tabel diatas terlihat bahwa untuk data tinggi roti dengan suhu pemanggangan 170 derajat dengan lama pengadukan 5 menit terlihat bahwa, untuk segitiga biru memiliki N = 16, serta nilai mean rank 26.88. Lalu untuk tepung kereta kencana memiliki nilai N = 16 dengan nilai mean rank 8.75. Kemudian untuk tepung biasa dengan N =19 dan nilai mean rank 39.79. Serta untuk jumlah total data N = 51.
Tabel 248. test statistik suhu 170 º C dengan pengadukan 5 menit

Test Statisticsa,b Tinggi_170_5 Chi-Square df Asymp. Sig. 37.977 2 .000

a. Kruskal Wallis Test b. Grouping Variable: Jenis_tepung

Pada suhu 170 º C dengan pengadukan adonan selama 5 menit untuk data tinggi, nilai Chi-Scuare 37.977, nilai df sebesar 2, dengan α = 0.05 maka didapat nilai Chi-Square dari Tabel sebesar 5.991, dan nilai Asymp. Sig. = 0.000 . Hipotesis : 221

Ho = ketiga populasi identik. H1 = ketiga populasi tidak identik. Dasar pengambilan keputusan : -Chi-Square : Jika nilai Chi-Square hitung < chi tabel maka Ho diterima. -Signifikansi : Jika nilai Signifikansi > 0.05, maka Ho diterima ( α = 0.05). 8. Suhu 170 derajat dengan lama pengadukan 10 menit
Tabel 249. ranks suhu 170 º C dengan pengadukan 10 menit

Ranks Jenis_tepung Tinggi_170_1 Segitiga Biru 0 Kereta Kencana Tepung Biasa Total N 20 15 18 53 Mean Rank 11.50 34.93 37.61

Pada Tabel diatas terlihat bahwa untuk data tinggi roti dengan suhu pemanggangan 170 derajat dengan lama pengadukan 10 menit terlihat bahwa, untuk tepung segitiga biru memiliki N = 20, serta nilai mean rank 11.50. Lalu untuk tepung kereta kencana memiliki nilai N = 15 dengan nilai mean rank 34.93. Kemudian untuk tepung biasa dengan N =18 dan nilai mean rank 37.61. Serta untuk jumlah total data N = 53.
Tabel 250. test statistik suhu 170 º C dengan pengadukan 10 menit

Test Statisticsa,b Tinggi_170_1 0 Chi-Square df Asymp. Sig. 32.625 2 .000

a. Kruskal Wallis Test b. Grouping Variable: Jenis_tepung

Pada suhu 170 º C dengan pengadukan adonan selama 10 menit untuk data tinggi, nilai Chi-Scuare 32.625, nilai df sebesar 2, dengan α = 0.05 maka didapat nilai Chi-Square dari Tabel sebesar 5.991, dan nilai Asymp. Sig. = 0.000 . Hipotesis :

222

Ho = ketiga populasi identik. H1 = ketiga populasi tidak identik. Dasar pengambilan keputusan : - Chi-Square : Jika nilai Chi-Square hitung < chi tabel maka Ho diterima. - Signifikansi : Jika nilai Signifikansi > 0.05, maka Ho diterima ( α = 0.05). 9. Suhu 170 derajat dengan lama pengadukan 15 menit
Tabel 251. ranks suhu 170 º C dengan pengadukan 15 menit

Ranks Jenis_tepung Tinggi_170_1 Segitiga Biru 5 Kereta Kencan Tepung Biasa Total N 17 15 17 49 Mean Rank 18.44 30.53 26.68

Pada Tabel diatas terlihat bahwa untuk data tinggi roti dengan suhu pemanggangan 170 derajat dengan lama pengadukan 15 menit terlihat bahwa, untuk tepung segitiga biru memiliki N = 17, serta nilai mean rank 18.44. Lalu untuk tepung kereta kencana memiliki nilai N = 15 dengan nilai mean rank 30.53. Kemudian untuk tepung biasa dengan N =17 dan nilai mean rank 26.68. Serta untuk jumlah total data N = 49.
Tabel 252. test statistik suhu 170 º C dengan pengadukan 15 menit

Test Statisticsa,b Tinggi_170_1 5 Chi-Square df Asymp. Sig.
a. Kruskal Wallis Test b. Grouping Variable: Jenis_tepung

6.071 2 .048

Pada suhu 170 º C dengan pengadukan adonan selama 15 menit untuk data tinggi, nilai Chi-Scuare 6.071, nilai df sebesar 2, dengan α = 0.05 maka didapat nilai Chi-Square dari Tabel sebesar 5.991, dan nilai Asymp. Sig. = 0.048 . Hipotesis : Ho = ketiga populasi identik. 223

H1 = ketiga populasi tidak identik. Dasar pengambilan keputusan : - Chi-Square : Jika nilai Chi-Square hitung < chi tabel maka Ho diterima. - Signifikansi : Jika nilai Signifikansi > 0.05, maka Ho diterima ( α = 0.05). b. Berat Kue 1. Suhu 190 derajat dengan lama pengadukan 5 menit
Tabel 253. ranks suhu 190 º C dengan pengadukan 5 menit

Ranks Jenis_tepung Berat_190_ Segitiga Biru 5 Kereta Kencana Tepung Biasa Total N 16 17 19 52 Mean Rank 38.69 22.00 20.26

Pada Tabel diatas terlihat bahwa untuk data berat roti dengan suhu pemanggangan 190 derajat dengan lama pengadukan 5 menit terlihat bahwa, untuk tepung segitiga biru memiliki N =16 ,serta nilai mean rank 38.69. Lalu untuk tepung kereta kencana memiliki nilai N = 17 dengan nilai mean rank 22.00. Kemudian untuk tepung biasa dengan N = 19 dan nilai mean rank 20.26. Serta untuk jumlah total data N = 52
Tabel 254. test statistik suhu 190 º C dengan pengadukan 5 menit

Test Statisticsa,b Berat_190_5 Chi-Square df Asymp. Sig. 15.065 2 .001

a. Kruskal Wallis Test b. Grouping Variable: Jenis_tepung

Pada suhu 190 º C dengan pengadukan adonan selama 5 menit untuk data berat, nilai Chi-Scuare 15.065, nilai df sebesar 2, dengan α = 0.05 maka didapat nilai Chi-Square dari Tabel sebesar 5.991, dan nilai Asymp. Sig. = 0.001. Hipotesis : Ho = ketiga populasi identik. H1 = ketiga populasi tidak identik. 224

Dasar pengambilan keputusan : Chi-Square : Jika nilai Chi-Square hitung < chi tabel maka Ho diterima. Signifikansi : Jika nilai Signifikansi > 0.05, maka Ho diterima ( α = 0.05). 2. Suhu 190 derajat dengan lama pengadukan 10 menit
Tabel 255. ranks suhu 190 º C dengan pengadukan 10 menit

Ranks Jenis_tepung Berat_190_1 Segitiga Biru 0 Kereta Kecana Tepung Biasa Total N 15 18 20 53 Mean Rank 45.23 29.97 10.65

Pada Tabel diatas terlihat bahwa untuk data berat roti dengan suhu pemanggangan 190 derajat dengan lama pengadukan 10 menit terlihat bahwa, untuk tepung segitiga biru memiliki N =15 ,serta nilai mean rank 45.23. Lalu untuk tepung kereta kencana memiliki nilai N = 18 dengan nilai mean rank 29.97. Kemudian untuk tepung biasa dengan N = 20 dan nilai mean rank 10.65. Serta untuk jumlah total data N = 53
Tabel 256. test statistik suhu 190 º C dengan pengadukan 10 menit

Test Statisticsa,b Berat_190_1 0 Chi-Square Df Asymp. Sig. 43.995 2 .000

a. Kruskal Wallis Test b. Grouping Variable: Jenis_tepung

Pada suhu 190 º C dengan pengadukan adonan selama 10 menit untuk data berat, nilai Chi-Scuare 43.995, nilai df sebesar 2, dengan α = 0.05 maka didapat nilai Chi-Square dari Tabel sebesar 5.991, dan nilai Asymp. Sig. = 0.000 . Hipotesis : Ho = ketiga populasi identik. H1 = ketiga populasi tidak identik. Dasar pengambilan keputusan : 225

- Chi-Square : Jika nilai Chi-Square hitung < chi tabel maka Ho diterima. - Signifikansi : Jika nilai Signifikansi > 0.05, maka Ho diterima ( α = 0.05). 3. Suhu 190 derajat dengan lama pengadukan 15 menit
Tabel 257. Ranks suhu 190 º C dengan pengadukan 15 menit

Ranks Jenis_tepung Berat_190_1 segitiga Biru 5 Kereta Kencana Tepung Biasa Total N 15 17 20 52 Mean Rank 42.47 30.76 10.90

Pada Tabel diatas terlihat bahwa untuk data berat roti dengan suhu pemanggangan 190 derajat dengan lama pengadukan 15 menit terlihat bahwa, untuk tepung segitiga biru memiliki N =15 ,serta nilai mean rank 42.47. Lalu untuk tepung kereta kencana memiliki nilai N = 17 dengan nilai mean rank 30.76. Kemudian untuk tepung biasa dengan N = 20 dan nilai mean rank 10.90. Serta untuk jumlah total data N = 52
Tabel 258. test statistik suhu 190 º C dengan pengadukan 15 menit

Test Statisticsa,b Berat_190_1 5 Chi-Square df Asymp. Sig. 39.189 2 .000

a. Kruskal Wallis Test b. Grouping Variable: Jenis_tepung

Pada suhu 190 º C dengan pengadukan adonan selama 15 menit untuk data berat, nilai Chi-Scuare 39.189, nilai df sebesar 2, dengan α = 0.05 maka didapat nilai Chi-Square dari Tabel sebesar 5.991, dan nilai Asymp. Sig. = 0.000 .

226

Hipotesis : Ho = ketiga populasi identik. H1 = ketiga populasi tidak identik. Dasar pengambilan keputusan : Chi-Square : Jika nilai Chi-Square hitung < chi tabel maka Ho diterima. Signifikansi : Jika nilai Signifikansi > 0.05, maka Ho diterima ( α = 0.05). 4. Suhu 180 derajat dengan lama pengadukan 5 menit
Tabel 259. Ranks suhu 180 º C dengan pengadukan 5 menit

Ranks Jenis_tepung Berat_180_ Segitiga Biru 5 Kereta Kencana Tepung Biasa Total N 25 20 14 59 Mean Rank 14.04 36.95 48.57

Pada Tabel diatas terlihat bahwa untuk data berat roti dengan suhu pemanggangan 180 derajat dengan lama pengadukan 5 menit terlihat bahwa, untuk tepung segitiga biru memiliki N =25 ,serta nilai mean rank 14.04. Lalu untuk tepung kereta kencana memiliki nilai N = 20 dengan nilai mean rank 39.95. Kemudian untuk tepung biasa dengan N = 14 dan nilai mean rank 48.57. Serta untuk jumlah total data N = 59
Tabel 260. test statistik suhu 180 º C dengan pengadukan 5 menit

Test Statisticsa,b Berat_180_5 Chi-Square df Asymp. Sig. 41.229 2 .000

a. Kruskal Wallis Test b. Grouping Variable: Jenis_tepung

Pada suhu 180 º C dengan pengadukan adonan selama 5 menit untuk data berat, nilai Chi-Scuare 41.229, nilai df sebesar 2, dengan α = 0.05 maka didapat nilai Chi-Square dari Tabel sebesar 5.991, dan nilai Asymp. Sig. = 0.000. Hipotesis : Ho = ketiga populasi identik. 227

H1 = ketiga populasi tidak identik. Dasar pengambilan keputusan : Chi-Square : Jika nilai Chi-Square hitung < chi tabel maka Ho diterima. Signifikansi : Jika nilai Signifikansi > 0.05, maka Ho diterima ( α = 0.05).

228

5. Suhu 180 derajat dengan lama pengadukan 10 menit
Tabel 261. Ranks suhu 180 º C dengan pengadukan 10 menit

Ranks Jenis_tepung Berat_180_1 Segitiga Biru 0 Kereta Kencana Tepung Biasa N 14 16 15 Mean Rank 23.21 15.38 30.93

Total 45 Pada Tabel diatas terlihat bahwa untuk data berat roti dengan suhu pemanggangan 180 derajat dengan lama pengadukan 10 menit terlihat bahwa, untuk tepung segitiga biru memiliki N =14 ,serta nilai mean rank 23.21.Lalu untuk tepung kereta kencana memiliki nilai N = 16 dengan nilai mean rank 15.38. Kemudian untuk tepung biasa dengan N = 15 dan nilai mean rank 30.93. Serta untuk jumlah total data N = 45
Tabel 262. test statistik suhu 180 º C dengan pengadukan 10 menit

Test Statisticsa,b Berat_180_1 0 Chi-Square df Asymp. Sig. 10.869 2 .004

a. Kruskal Wallis Test b. Grouping Variable: Jenis_tepung

Pada suhu 180 º C dengan pengadukan adonan selama 10 menit untuk data berat, nilai Chi-Scuare 10.869, nilai df sebesar 2, dengan α = 0.05 maka didapat nilai Chi-Square dari Tabel sebesar 5.991, dan nilai Asymp. Sig. = 0.004. Hipotesis : Ho = ketiga populasi identik. H1 = ketiga populasi tidak identik. Dasar pengambilan keputusan : Chi-Square : Jika nilai Chi-Square hitung < chi tabel maka Ho diterima. Signifikansi : Jika nilai Signifikansi > 0.05, maka Ho diterima ( α = 0.05). 6. Suhu 180 derajat dengan lama pengadukan 15 menit
Tabel 263. Ranks suhu 180 º C dengan pengadukan 15 menit

229

Ranks Jenis_tepung Berat_180_1 Segitiga Biru 5 Kereta Kencana Tepung Biasa Total N 17 16 14 47 Mean Rank 14.41 25.19 34.29

Pada Tabel diatas terlihat bahwa untuk data berat roti dengan suhu pemanggangan 180 derajat dengan lama pengadukan15 menit terlihat bahwa, untuk tepung segitiga biru memiliki N =17 ,serta nilai mean rank 14.41. Lalu untuk tepung kereta kencana memiliki nilai N = 16 dengan nilai mean rank 25.19. Kemudian untuk tepung biasa dengan N = 14 dan nilai mean rank 34.29. Serta untuk jumlah total data N = 47.
Tabel 264. test statistik suhu 180 º C dengan pengadukan 15 menit

Test Statisticsa,b Berat_180_1 5 Chi-Square df Asymp. Sig. 16.312 2 .000

a. Kruskal Wallis Test b. Grouping Variable: Jenis_tepung

Pada suhu 180 º C dengan pengadukan adonan selama 15 menit untuk data berat, nilai Chi-Scuare 16.312, nilai df sebesar 2, dengan α = 0.05 maka didapat nilai Chi-Square dari Tabel sebesar 5.991, dan nilai Asymp. Sig. = 0.000 . Hipotesis : Ho = ketiga populasi identik. H1 = ketiga populasi tidak identik. Dasar pengambilan keputusan : Chi-Square : Jika nilai Chi-Square hitung < chi tabel maka Ho diterima. Signifikansi : Jika nilai Signifikansi > 0.05, maka Ho diterima ( α = 0.05). 7. Suhu 170 derajat dengan lama pengadukan 5 menit
Tabel 265. Ranks suhu 170 º C dengan pengadukan 5 menit

230

Ranks Jenis_tepung Berat_170_ Segitiga Biru 5 Kereta kencana Tepung Biasa Total N 16 16 19 51 Mean Rank 29.50 25.25 23.68

Pada Tabel diatas terlihat bahwa untuk data berat roti dengan suhu pemanggangan 170 derajat dengan lama pengadukan 5 menit terlihat bahwa, untuk tepung segitiga biru memiliki N =16 ,serta nilai mean rank 29.50. Lalu untuk tepung kereta kencana memiliki nilai N = 16 dengan nilai mean rank 25.25. Kemudian untuk tepung biasa dengan N = 19 dan nilai mean rank 23.68. Serta untuk jumlah total data N = 51.

231

Tabel 266 test statistik suhu 170 º C dengan pengadukan 5 menit

Test Statisticsa,b Berat_170_5 Chi-Square Df Asymp. Sig. 1.389 2 .499

a. Kruskal Wallis Test b. Grouping Variable: Jenis_tepung

Pada suhu 170 º C dengan pengadukan adonan selama 5 menit untuk data berat, nilai Chi-Scuare 1.389, nilai df sebesar 2, dengan α = 0.05 maka didapat nilai Chi-Square dari Tabel sebesar 5.991, dan nilai Asymp. Sig. = 0.499. Hipotesis : Ho = ketiga populasi identik. H1 = ketiga populasi tidak identik. Dasar pengambilan keputusan : - Chi-Square : Jika nilai Chi-Square hitung < chi tabel maka Ho diterima. - Signifikansi : Jika nilai Signifikansi > 0.05, maka Ho diterima ( α = 0.05).

8. Suhu 170 derajat dengan lama pengadukan 10 menit
Tabel 267. Ranks suhu 170 º C dengan pengadukan 10 menit

Ranks Jenis_tepung Berat_170_1 Segitiga Biru 0 Kereta Kencana Tepug Biasa Total N 20 15 18 53 Mean Rank 21.00 45.87 17.94

Pada Tabel diatas terlihat bahwa untuk data berat roti dengan suhu pemanggangan 170 derajat dengan lama pengadukan 10 menit terlihat bahwa, untuk tepung segitiga biru memiliki N =20 ,serta nilai mean rank 21.00. Lalu untuk tepung kereta kencana memiliki nilai N = 15 dengan nilai mean rank 45.87. Kemudian untuk tepung biasa dengan N = 18 dan nilai mean rank 17.94. Serta untuk jumlah total data N = 53
Tabel 268. test statistik suhu 170 º C dengan pengadukan 10 menit

232

Test Statisticsa,b Berat_170_1 0 Chi-Square df Asymp. Sig. 31.595 2 .000

a. Kruskal Wallis Test b. Grouping Variable: Jenis_tepung

Pada suhu 170 º C dengan pengadukan adonan selama 10 menit untuk data berat, nilai Chi-Scuare 31.595, nilai df sebesar 2, dengan α = 0.05 maka didapat nilai Chi-Square dari Tabel sebesar 5.991, dan nilai Asymp. Sig. = 0.000 . Hipotesis : Ho = ketiga populasi identik. H1 = ketiga populasi tidak identik. Dasar pengambilan keputusan : Chi-Square : Jika nilai Chi-Square hitung < chi tabel maka Ho diterima. Signifikansi : Jika nilai Signifikansi > 0.05, maka Ho diterima ( α = 0.05). 9. Suhu 170 derajat dengan lama pengadukan 15 menit
Tabel 4269. Ranks suhu 170 º C dengan pengadukan 15 menit

Ranks Jenis_tepung Berat_170_1 Segitiga Biru 5 Kereta Kencana Tepung Biasa Total N 17 15 18 50 Mean Rank 27.24 37.33 14.00

Pada Tabel diatas terlihat bahwa untuk data berat roti dengan suhu pemanggangan 170 derajat dengan lama pengadukan 15 menit terlihat bahwa, untuk tepung segitiga biru memiliki N =17 ,serta nilai mean rank 27.24. Lalu untuk tepung kereta kencana memiliki nilai N = 15 dengan nilai mean rank 37.43. Kemudian untuk tepung biasa dengan N = 18 dan nilai mean rank 14.00. Serta untuk jumlah total data N = 50
Tabel 270. test statistik suhu 170 º C dengan pengadukan 15 menit

233

Test Statisticsa,b Berat_170_1 5 Chi-Square df Asymp. Sig. 21.328 2 .000

a. Kruskal Wallis Test b. Grouping Variable: Jenis_tepung

Pada suhu 170 º C dengan pengadukan adonan selama 15 menit untuk data berat, nilai Chi-Scuare 21.328, nilai df sebesar 2, dengan α = 0.05 maka didapat nilai Chi-Square dari Tabel sebesar 5.991, dan nilai Asymp. Sig. = 0.000 . Hipotesis : Ho = ketiga populasi identik. H1 = ketiga populasi tidak identik.

234

Dasar pengambilan keputusan : Chi-Square : Jika nilai Chi-Square hitung < chi tabel maka Ho diterima. Signifikansi : Jika nilai Signifikansi > 0.05, maka Ho diterima ( α = 0.05). 4.2.6. Uji Median a. Tinggi Kue 1. Suhu 190 derajat dengan lama pengadukan 5 menit
Tabel 271. Frequencies suhu 190 º C dengan pengadukan 5 menit

Frequencies Jenis_Tepung Sigitiga_Bir Kereta_Kenc Tepung_Bias u ana a Tinggi_190_ > Median 5 <= Median 11 5 2 15 12 7

Berdasarkan tabel frekuensi di atas dapat diketahui tinggi kue yang di oven dengan suhu 190 derajat dan lama pengadukan selama 5 menit. Dari ketiga jenis tepung, tepung biasa mempunyai data terbanyak yang nilai medianya lebih besar yaitu sebanyak 12 data, sedangkan tepung yang mempunyai data terbanyak dengan nilai kurang dari median adalah tepung kereta kencana.
Tabel 272. test statistik suhu 190 º C dengan pengadukan 5 menit

Test Statisticsb Tinggi_190_5 N Median Chi-Square df Asymp. Sig. 52 5.1300 13.450a 2 .001

a. 0 cells (.0%) have expected frequencies less than 5. The minimum expected cell frequency is 7.7. b. Grouping Variable: Jenis_Tepung

Berdasarkan tabel test statistics di atas, dapat diketahui bahwa jumlah data ada 52 data. Median dari data-data tersebut yaitu 5,1300. Dari pengolahan data yang telah dilakukan menggunakan metode Chi-Square didapatkan nilai sebesar 13,450 dengan df sebesar 2 dan nilai signifikansinya yaitu 0,001. Hipotesis: H0 = ketiga populasi memiliki median yang sama (homogen). 235

H1 = ketiga populasi memiliki median yang tidak sama (heterogen). Dasar pengambialn keputusan: Chi-square = jika nilai Chi-square hitung < chi table maka H0 diterima. Signifikansi = jika nilai signifikansi > 0,05 maka H0 diterima (Alpha = 0,05).

236

2. Suhu 190 derajat dengan lama pengadukan 10 menit
Tabel 273. Frequencies suhu 190 º C dengan pengadukan 10 menit

Frequencies Segitiga Biru Tinggi_190_1 > Median 0 <= Median 12 3 Jenis_Tepung Kereta Kencana 11 7 Tepung Biasa 3 17

Berdasarkan tabel frekuensi di atas dapat diketahui tinggi kue yang di oven dengan suhu 190 derajat dan lama pengadukan selama 10 menit. Dari ketiga jenis tepung, tepung segitiga biru mempunyai data terbanyak yang nilai medianya lebih besar yaitu sebanyak 12 data, sedangkan tepung yang mempunyai data terbanyak dengan nilai kurang dari median adalah tepung biasa yaitu sebanyak 17 data.
Tabel 274. test statistik suhu 190 º C dengan pengadukan 10 menit

Test Statisticsb Tinggi_190_1 0 N Median Chi-Square df Asymp. Sig. 53 5.1800 16.076a 2 .000

a. 0 cells (.0%) have expected frequencies less than 5. The minimum expected cell frequency is 7.4. b. Grouping Variable: Jenis_Tepung

Berdasarkan tabel test statistics di atas, dapat diketahui bahwa jumlah data ada 53 data. Median dari data-data tersebut yaitu 5,1800. Dari pengolahan data yang telah dilakukan menggunakan metode Chi-Square didapatkan nilai sebesar 16,076 dengan df sebesar 2 dan nilai signifikansinya yaitu 0,001. Hipotesis: H0 = ketiga populasi memiliki median yang sama (homogen). H1 = ketiga populasi memiliki median yang tidak sama (heterogen). Dasar pengambialn keputusan: Chi-square = jika nilai Chi-square hitung < chi table maka H0 diterima. Signifikansi = jika nilai signifikansi > 0,05 maka H0 diterima (Alpha = 0,05). 3. Suhu 190 derajat dengan lama pengadukan 15 menit 237

Tabel 275. Frequencies suhu 190 º C dengan pengadukan 15 menit

Frequencies Segitiga Biru Tinggi_190_1 > Median 5 <= Median 11 4 Jenis_tepung Kereta Kencana 3 14 Tepung Biasa 12 8

Berdasarkan tabel frekuensi di atas dapat diketahui tinggi kue yang di oven dengan suhu 190 derajat dan lama pengadukan selama 15 menit. Dari ketiga jenis tepung, tepung biasa mempunyai data terbanyak yang nilai medianya lebih besar yaitu sebanyak 12 data, sedangkan tepung yang mempunyai data terbanyak dengan nilai kurang dari median adalah tepung kereta kencana yaitu sebanyak 14 data.
Tabel 276. test statistik suhu 190 º C dengan pengadukan 15 menit

Test Statisticsb Tinggi_190_1 5 N Median Chi-Square df Asymp. Sig. 52 5.4150 11.184a 2 .004

a. 0 cells (.0%) have expected frequencies less than 5. The minimum expected cell frequency is 7.5. b. Grouping Variable: Jenis_tepung

Berdasarkan tabel test statistics di atas, dapat diketahui bahwa jumlah data ada 52 data. Median dari data-data tersebut yaitu 5,4150. Dari pengolahan data yang telah dilakukan menggunakan metode Chi-Square didapatkan nilai sebesar 11,184 dengan df sebesar 2 dan nilai signifikansinya yaitu 0,004. Hipotesis: H0 = ketiga populasi memiliki median yang sama (homogen). H1 = ketiga populasi memiliki median yang tidak sama (heterogen). Dasar pengambialn keputusan: Chi-square = jika nilai Chi-square hitung < chi table maka H0 diterima. Signifikansi = jika nilai signifikansi > 0,05 maka H0 diterima (Alpha = 0,05).

238

4. Suhu 180 derajat dengan lama pengadukan 5 menit
Tabel 277. Frequencies suhu 180 º C dengan pengadukan 5 menit

Frequencies Segitiga Biru Tinggi_180_ > Median 5 <= Median 3 22 Jenis_Tepung Kereta Kencana 12 7 Tepung Biasa 14 0

Berdasarkan tabel frekuensi di atas dapat diketahui tinggi kue yang di oven dengan suhu 180 derajat dan lama pengadukan selama 5 menit. Dari ketiga jenis tepung, tepung biasa mempunyai data terbanyak yang nilai medianya lebih besar yaitu sebanyak 14 data, sedangkan tepung yang mempunyai data terbanyak dengan nilai kurang dari median adalah tepung segitiga biru yaitu sebanyak 22 data.

239

Tabel 278. test statistik suhu 180 º C dengan pengadukan 5 menit

Test Statisticsb Tinggi_180_5 N Median Chi-Square df Asymp. Sig. 58 4.4450 29.756a 2 .000

a. 0 cells (.0%) have expected frequencies less than 5. The minimum expected cell frequency is 7.0. b. Grouping Variable: Jenis_Tepung

Berdasarkan tabel test statistics di atas, dapat diketahui bahwa jumlah data ada 58 data. Median dari data-data tersebut yaitu 4.4450. Dari pengolahan data yang telah dilakukan menggunakan metode Chi-Square didapatkan nilai sebesar 29.756 dengan df sebesar 2 dan nilai signifikansinya yaitu 0,000. Hipotesis: H0 = ketiga populasi memiliki median yang sama (homogen). H1 = ketiga populasi memiliki median yang tidak sama (heterogen). Dasar pengambialn keputusan: Chi-square = jika nilai Chi-square hitung < chi table maka H0 diterima. Signifikansi = jika nilai signifikansi > 0,05 maka H0 diterima (Alpha = 0,05). 5. Suhu 180 derajat dengan lama pengadukan 10 menit
Tabel 279. Frequencies suhu 180 º C dengan pengadukan 10 menit

Frequencies Segitiga Biru Tinggi_180_1 > Median 0 <= Median 7 7 Jenis_tepung Kereta Kencana 1 15 Tepung Biasa 14 1

Berdasarkan tabel frekuensi di atas dapat diketahui tinggi kue yang di oven dengan suhu 180 derajat dan lama pengadukan selama 10 menit. Dari ketiga jenis tepung, tepung biasa mempunyai data terbanyak yang nilai medianya lebih besar yaitu sebanyak 14 data, sedangkan tepung yang mempunyai data terbanyak dengan nilai kurang dari median adalah tepung kereta kencana yaitu sebanyak 15 data. 240

Tabel 280. test statistik suhu 180 º C dengan pengadukan 10 menit

Test Statisticsb Tinggi_180_1 0 N Median Chi-Square df Asymp. Sig. 45 5.2800 23.506a 2 .000

a. 0 cells (.0%) have expected frequencies less than 5. The minimum expected cell frequency is 6.8. b. Grouping Variable: Jenis_tepung

Berdasarkan tabel test statistics di atas, dapat diketahui bahwa jumlah data ada 45 data. Median dari data-data tersebut yaitu 5,2800. Dari pengolahan data yang telah dilakukan menggunakan metode Chi-Square didapatkan nilai sebesar 23.506 dengan df sebesar 2 dan nilai signifikansinya yaitu 0,000. Hipotesis: H0 = ketiga populasi memiliki median yang sama (homogen). H1 = ketiga populasi memiliki median yang tidak sama (heterogen). Dasar pengambialn keputusan: Chi-square = jika nilai Chi-square hitung < chi table maka H0 diterima. Signifikansi = jika nilai signifikansi > 0,05 maka H0 diterima (Alpha = 0,05). 6. Suhu 180 derajat dengan lama pengadukan 15 menit
Tabel 281. Frequencies suhu 180 º C dengan pengadukan 15 menit

Frequencies Segitiga Biru Tinggi_180_1 > Median 5 <= Median 12 5 Jenis_tepung Kereta Kencana 3 13 Tepung Biasa 8 6

Berdasarkan tabel frekuensi di atas dapat diketahui tinggi kue yang di oven dengan suhu 180 derajat dan lama pengadukan selama 15 menit. Dari ketiga jenis tepung, tepung segitiga biru mempunyai data terbanyak yang nilai medianya lebih besar yaitu sebanyak 12 data, sedangkan tepung yang mempunyai data terbanyak

241

dengan nilai kurang dari median adalah tepung kereta kencana yaitu sebanyak 13 data.
Tabel 282. test statistik suhu 180 º C dengan pengadukan 15 menit

Test Statisticsb Tinggi_180_1 5 N Median Chi-Square df Asymp. Sig. 47 5.3600 9.401a 2 .009

a. 0 cells (.0%) have expected frequencies less than 5. The minimum expected cell frequency is 6.9. b. Grouping Variable: Jenis_tepung

Berdasarkan tabel test statistics di atas, dapat diketahui bahwa jumlah data ada 47 data. Median dari data-data tersebut yaitu 5,3600. Dari pengolahan data yang telah dilakukan menggunakan metode Chi-Square didapatkan nilai sebesar 9,401 dengan df sebesar 2 dan nilai signifikansinya yaitu 0,009.

242

Hipotesis: H0 = ketiga populasi memiliki median yang sama (homogen). H1 = ketiga populasi memiliki median yang tidak sama (heterogen). Dasar pengambialn keputusan: Chi-square = jika nilai Chi-square hitung < chi table maka H0 diterima. Signifikansi = jika nilai signifikansi > 0,05 maka H0 diterima (Alpha = 0,05). 7. Suhu 170 derajat dengan lama pengadukan 5 menit
Tabel 283. Frequencies suhu 170 º C dengan pengadukan 5 menit

Frequencies Segitiga Biru Tinggi_170_ > Median 5 <= Median 6 10 Jenis_tepung Kereta Kencana 0 16 Tepung Biasa 19 0

Berdasarkan tabel frekuensi di atas dapat diketahui tinggi kue yang di oven dengan suhu 170 derajat dan lama pengadukan selama 5 menit. Dari ketiga jenis tepung, tepung biasa mempunyai data terbanyak yang nilai medianya lebih besar yaitu sebanyak 19 data, sedangkan tepung yang mempunyai data terbanyak dengan nilai kurang dari median adalah tepung kereta kencana yaitu sebanyak 16 data.
Tabel 284. test statistik suhu 170 º C dengan pengadukan 5 menit

Test Statisticsb Tinggi_170_5 N Median Chi-Square df Asymp. Sig. 51 5.1100 35.994a 2 .000

a. 0 cells (.0%) have expected frequencies less than 5. The minimum expected cell frequency is 7.8. b. Grouping Variable: Jenis_tepung

Berdasarkan tabel test statistics di atas, dapat diketahui bahwa jumlah data ada 51 data. Median dari data-data tersebut yaitu 5,1100. Dari pengolahan data yang telah dilakukan menggunakan metode Chi-Square didapatkan nilai sebesar 35.994 dengan df sebesar 2 dan nilai signifikansinya yaitu 0,000. 243

Hipotesis: H0 = ketiga populasi memiliki median yang sama (homogen). H1 = ketiga populasi memiliki median yang tidak sama (heterogen). Dasar pengambialn keputusan: Chi-square = jika nilai Chi-square hitung < chi table maka H0 diterima. Signifikansi = jika nilai signifikansi > 0,05 maka H0 diterima (Alpha = 0,05). 8. Suhu 170 derajat dengan lama pengadukan 10 menit
Tabel 285. Frequencies suhu 170 º C dengan pengadukan 10 menit

Frequencies Segitiga Biru Tinggi_170_1 > Median 0 <= Median 1 19 Jenis_tepung Kereta Kencana 12 3 Tepung Biasa 12 6

Berdasarkan tabel frekuensi di atas dapat diketahui tinggi kue yang di oven dengan suhu 170 derajat dan lama pengadukan selama 10 menit. Dari ketiga jenis tepung, tepung biasa dan tepung kereta kencana mempunyai data terbanyak yang nilai medianya lebih besar yaitu sebanyak 12 data, sedangkan tepung yang mempunyai data terbanyak dengan nilai kurang dari median adalah tepung segitiga biru yaitu sebanyak 19 data.
Tabel 286. test statistik suhu 170 º C dengan pengadukan 10 menit

Test Statisticsb Tinggi_170_1 0 N Median Chi-Square df Asymp. Sig. 53 5.2200 23.506a 2 .000

a. 0 cells (.0%) have expected frequencies less than 5. The minimum expected cell frequency is 7.1. b. Grouping Variable: Jenis_tepung

Berdasarkan tabel test statistics di atas, dapat diketahui bahwa jumlah data ada 53 data. Median dari data-data tersebut yaitu 5,2200. Dari pengolahan data yang 244

telah dilakukan menggunakan metode Chi-Square didapatkan nilai sebesar 23,506 dengan df sebesar 2 dan nilai signifikansinya yaitu 0,000. Hipotesis: H0 = ketiga populasi memiliki median yang sama (homogen). H1 = ketiga populasi memiliki median yang tidak sama (heterogen). Dasar pengambialn keputusan: Chi-square = jika nilai Chi-square hitung < chi table maka H0 diterima. Signifikansi = jika nilai signifikansi > 0,05 maka H0 diterima (Alpha = 0,05).

9. Suhu 170 derajat dengan lama pengadukan 15 menit
Tabel 287. Frequencies suhu 170 º C dengan pengadukan 15 menit

Frequencies Segitiga Biru Tinggi_170_1 > Median 5 <= Median 7 10 Jenis_tepung Kereta Kencan 9 6 Tepung Biasa 8 9

Berdasarkan tabel frekuensi di atas dapat diketahui tinggi kue yang di oven dengan suhu 170 derajat dan lama pengadukan selama 15 menit. Dari ketiga jenis tepung, tepung kereta kencana mempunyai data terbanyak yang nilai medianya lebih besar yaitu sebanyak 9 data, sedangkan tepung yang mempunyai data terbanyak dengan nilai kurang dari median adalah tepung segitiga biru yaitu sebanyak 10 data.
Tabel 288. test statistik suhu 170 º C dengan pengadukan 15 menit

Test Statisticsb Tinggi_170_1 5 N Median Chi-Square df Asymp. Sig. 49 5.2500 1.168a 2 .558

a. 0 cells (.0%) have expected frequencies less than 5. The minimum expected cell frequency is 7.3. b. Grouping Variable: Jenis_tepung

245

Berdasarkan tabel test statistics di atas, dapat diketahui bahwa jumlah data ada 49 data. Median dari data-data tersebut yaitu 5,2500. Dari pengolahan data yang telah dilakukan menggunakan metode Chi-Square didapatkan nilai sebesar 1,168 dengan df sebesar 2 dan nilai signifikansinya yaitu 0,556. Hipotesis: H0 = ketiga populasi memiliki median yang sama (homogen). H1 = ketiga populasi memiliki median yang tidak sama (heterogen). Dasar pengambialn keputusan: Chi-square = jika nilai Chi-square hitung < chi table maka H0 diterima. Signifikansi = jika nilai signifikansi > 0,05 maka H0 diterima (Alpha = 0,05).

b. Berat Kue 1. Suhu 190 derajat dengan lama pengadukan 5 menit
Tabel 289. Frequencies suhu 190 º C dengan pengadukan 5 menit

Frequencies Segitiga Biru Berat_190_ > Median 5 <= Median 14 2 Jenis_tepung Kereta Kencana 9 8 Tepung Biasa 3 16

Berdasarkan tabel frekuensi di atas dapat diketahui berat kue yang di oven dengan suhu 190 derajat dan lama pengadukan selama 5 menit. Dari ketiga jenis tepung, tepung segitiga biru mempunyai data terbanyak yang nilai medianya lebih besar yaitu sebanyak 14 data, sedangkan tepung yang mempunyai data terbanyak dengan nilai kurang dari median adalah tepung biasa yaitu sebanyak 16 data.

246

Tabel 290. test statistik suhu 190 º C dengan pengadukan 5 menit

Test Statisticsb Berdasarkan tabel test statistics di atas, dapat diketahui bahwa jumlah data ada 52 data. Median dari data-data tersebut yaitu 41.9775. Dari pengolahan data yang telah dilakukan menggunakan metode ChiSquare didapatkan nilai sebesar 17,954 dengan df sebesar 2 dan nilai signifikansinya yaitu 0,000. Hipotesis: Berat_190_5 N Median Chi-Square df Asymp. Sig. 52 41.9775 17.954a 2 .000

a. 0 cells (.0%) have expected frequencies less than 5. The minimum expected cell frequency is 8.0. b. Grouping Variable: Jenis_tepung

H0 = ketiga populasi memiliki median yang sama (homogen). H1 = ketiga populasi memiliki median yang tidak sama (heterogen). Dasar pengambialn keputusan: Chi-square = jika nilai Chi-square hitung < chi table maka H0 diterima. Signifikansi = jika nilai signifikansi > 0,05 maka H0 diterima (Alpha = 0,05). 2. Suhu 190 derajat dengan lama pengadukan 10 menit
Tabel 291. Frequencies suhu 190 º C dengan pengadukan 10 menit

Frequencies Segitiga Biru Berat_190_1 > Median 0 <= Median 15 0 Jenis_tepung Kereta Kecana 11 7 Tepung Biasa 0 20

Berdasarkan tabel frekuensi di atas dapat diketahui berat kue yang di oven dengan suhu 190 derajat dan lama pengadukan selama 10 menit. Dari ketiga jenis tepung, tepung segitiga biru mempunyai data terbanyak yang nilai medianya lebih besar yaitu sebanyak 15 data, sedangkan tepung yang mempunyai data terbanyak dengan nilai kurang dari median adalah tepung biasa yaitu sebanyak 20 data.
Tabel 292. test statistik suhu 190 º C dengan pengadukan 10 menit

247

Test Statisticsb Berat_190_1 0 N Median Chi-Square df Asymp. Sig. 53 44.1300 35.883a 2 .000

a. 0 cells (.0%) have expected frequencies less than 5. The minimum expected cell frequency is 7.4. b. Grouping Variable: Jenis_tepung

Berdasarkan tabel test statistics di atas, dapat diketahui bahwa jumlah data ada 53 data. Median dari data-data tersebut yaitu 44.1300. Dari pengolahan data yang telah dilakukan menggunakan metode Chi-Square didapatkan nilai sebesar 35.883 dengan df sebesar 2 dan nilai signifikansinya yaitu 0,000. Hipotesis: H0 = ketiga populasi memiliki median yang sama (homogen). H1 = ketiga populasi memiliki median yang tidak sama (heterogen). Dasar pengambialn keputusan: Chi-square = jika nilai Chi-square hitung < chi table maka H0 diterima. Signifikansi = jika nilai signifikansi > 0,05 maka H0 diterima (Alpha = 0,05). 3. Suhu 190 derajat dengan lama pengadukan 15 menit
Tabel 293. Frequencies suhu 190 º C dengan pengadukan 15 menit

Frequencies segitiga Biru Berat_190_1 > Median 5 <= Median 14 1 Jenis_tepung Kereta Kencana 11 6 Tepung Biasa 1 19

Berdasarkan tabel frekuensi di atas dapat diketahui tinggi kue yang di oven dengan suhu 190 derajat dan lama pengadukan selama 15 menit. Dari ketiga jenis tepung, tepung segitiga biru mempunyai data terbanyak yang nilai medianya lebih besar yaitu sebanyak 14 data, sedangkan tepung yang mempunyai data terbanyak dengan nilai kurang dari median adalah tepung biasa yaitu sebanyak 19 data.
Tabel 294. test statistik suhu 190 º C dengan pengadukan 10 menit

248

Test Statisticsb Berat_190_1 5 N Median Chi-Square df Asymp. Sig. 52 41.4030 28.937a 2 .000

a. 0 cells (.0%) have expected frequencies less than 5. The minimum expected cell frequency is 7.5. b. Grouping Variable: Jenis_tepung

Berdasarkan tabel test statistics di atas, dapat diketahui bahwa jumlah data ada 52 data. Median dari data-data tersebut yaitu 41.4030. Dari pengolahan data yang telah dilakukan menggunakan metode Chi-Square didapatkan nilai sebesar 28,937 dengan df sebesar 2 dan nilai signifikansinya yaitu 0,000. Hipotesis: H0 = ketiga populasi memiliki median yang sama (homogen). H1 = ketiga populasi memiliki median yang tidak sama (heterogen). Dasar pengambialn keputusan: Chi-square = jika nilai Chi-square hitung < chi table maka H0 diterima. Signifikansi = jika nilai signifikansi > 0,05 maka H0 diterima (Alpha = 0,05). 4. Suhu 180 derajat dengan lama pengadukan 5 menit
Tabel 295. Frequencies suhu 180 º C dengan pengadukan 5 menit

Frequencies

Berdasarkan tabel frekuensi di atas dapat diketahui tinggi kue yang di oven dengan suhu 180 derajat dan lama pengadukan selama 5 menit. Dari ketiga jenis tepung, tepung kereta kencana mempunyai data terbanyak yang nilai medianya lebih besar yaitu sebanyak 15 data, sedangkan tepung yang mempunyai data terbanyak dengan nilai kurang dari median adalah tepung segitiga biru yaitu sebanyak 25 data.
Tabel 296. test statistik suhu 180 º C dengan pengadukan 5 menit

249

Test Statisticsb

Berdasarkan tabel test statistics di atas, dapat diketahui bahwa jumlah data ada 59 data. Median dari data-data tersebut yaitu 37,6020. Dari pengolahan data yang telah dilakukan menggunakan metode Chi-Square didapatkan nilai sebesar 43,996 dengan df sebesar 2 dan nilai signifikansinya yaitu 0,000. Hipotesis: H0 = ketiga populasi memiliki median yang sama (homogen). H1 = ketiga populasi memiliki median yang tidak sama (heterogen). Dasar pengambialn keputusan: Chi-square = jika nilai Chi-square hitung < chi table maka H0 diterima. Signifikansi = jika nilai signifikansi > 0,05 maka H0 diterima (Alpha = 0,05).

250

5. Suhu 180 derajat dengan lama pengadukan 10 menit
Tabel 297. Frequencies suhu 180 º C dengan pengadukan 10 menit

Frequencies Segitiga Biru Berat_180_1 > Median 0 <= Median 7 7 Jenis_tepung Kereta Kencana 5 11 Tepung Biasa 10 5

Berdasarkan tabel frekuensi di atas dapat diketahui tinggi kue yang di oven dengan suhu 190 derajat dan lama pengadukan selama 10 menit. Dari ketiga jenis tepung, tepung biasa mempunyai data terbanyak yang nilai medianya lebih besar yaitu sebanyak 10 data, sedangkan tepung yang mempunyai data terbanyak dengan nilai kurang dari median adalah tepung kereta kencana yaitu sebanyak 11 data.
Tabel 298. test statistik suhu 180 º C dengan pengadukan 10 menit

Test Statisticsb Berat_180_1 0 N Median Chi-Square df Asymp. Sig. 45 47.8710 3.896a 2 .143

a. 0 cells (.0%) have expected frequencies less than 5. The minimum expected cell frequency is 6.8. b. Grouping Variable: Jenis_tepung

Berdasarkan tabel test statistics di atas, dapat diketahui bahwa jumlah data ada 45 data. Median dari data-data tersebut yaitu 47,8710. Dari pengolahan data yang telah dilakukan menggunakan metode Chi-Square didapatkan nilai sebesar 3,896 dengan df sebesar 2 dan nilai signifikansinya yaitu 0,001. Hipotesis: H0 = ketiga populasi memiliki median yang sama (homogen). H1 = ketiga populasi memiliki median yang tidak sama (heterogen). Dasar pengambialn keputusan: Chi-square = jika nilai Chi-square hitung < chi table maka H0 diterima.

251

Signifikansi = jika nilai signifikansi > 0,05 maka H0 diterima (Alpha = 0,05). 6. Suhu 180 derajat dengan lama pengadukan 15 menit
Tabel 299. Frequencies suhu 180 º C dengan pengadukan 15 menit

Frequencies Segitiga Biru Berat_180_1 > Median 5 <= Median 3 14 Jenis_tepung Kereta Kencana 8 8 Tepung Biasa 12 2

Berdasarkan tabel frekuensi di atas dapat diketahui tinggi kue yang di oven dengan suhu 180 derajat dan lama pengadukan selama 15 menit. Dari ketiga jenis tepung, tepung biasa mempunyai data terbanyak yang nilai medianya lebih besar yaitu sebanyak 12 data, sedangkan tepung yang mempunyai data terbanyak dengan nilai kurang dari median adalah tepung segitiga biru yaitu sebanyak 14 data.
Tabel 300. test statistik suhu 180 º C dengan pengadukan 15 menit

Test Statisticsb Berat_180_1 5 N Median Chi-Square df Asymp. Sig. 47 45.8470 14.246a 2 .001

a. 0 cells (.0%) have expected frequencies less than 5. The minimum expected cell frequency is 6.9. b. Grouping Variable: Jenis_tepung

Berdasarkan tabel test statistics di atas, dapat diketahui bahwa jumlah data ada 47 data. Median dari data-data tersebut yaitu 45,8470. Dari pengolahan data yang telah dilakukan menggunakan metode Chi-Square didapatkan nilai sebesar 14,246 dengan df sebesar 2 dan nilai signifikansinya yaitu 0,001. Hipotesis: H0 = ketiga populasi memiliki median yang sama (homogen). H1 = ketiga populasi memiliki median yang tidak sama (heterogen). Dasar pengambialn keputusan: 252

Chi-square = jika nilai Chi-square hitung < chi table maka H0 diterima. Signifikansi = jika nilai signifikansi > 0,05 maka H0 diterima (Alpha = 0,05). 7. Suhu 170 derajat dengan lama pengadukan 5 menit
Tabel 301. Frequencies suhu 170 º C dengan pengadukan 5 menit

Frequencies Segitiga Biru Berat_170_ > Median 5 <= Median 9 7 Jenis_tepung Kereta kencana 8 8 Tepung Biasa 8 11

Berdasarkan tabel frekuensi di atas dapat diketahui tinggi kue yang di oven dengan suhu 170 derajat dan lama pengadukan selama 5 menit. Dari ketiga jenis tepung, tepung segitiga biru dan tepung biasa mempunyai data terbanyak yang nilai medianya lebih besar yaitu sebanyak 9 data, sedangkan tepung yang mempunyai data terbanyak dengan nilai kurang dari median adalah tepung biasa yaitu sebanyak 11 data.

253

Tabel 302. test statistik suhu 170 º C dengan pengadukan 5 menit

Test Statisticsb Berat_170_5 N Median Chi-Square df Asymp. Sig. 51 43.6870 .704a 2 .703

a. 0 cells (.0%) have expected frequencies less than 5. The minimum expected cell frequency is 7.8. b. Grouping Variable: Jenis_tepung

Berdasarkan tabel test statistics di atas, dapat diketahui bahwa jumlah data ada 51 data. Median dari data-data tersebut yaitu 43,6870. Dari pengolahan data yang telah dilakukan menggunakan metode Chi-Square didapatkan nilai sebesar 0,704 dengan df sebesar 2 dan nilai signifikansinya yaitu 0,703. Hipotesis: H0 = ketiga populasi memiliki median yang sama (homogen). H1 = ketiga populasi memiliki median yang tidak sama (heterogen). Dasar pengambialn keputusan: Chi-square = jika nilai Chi-square hitung < chi table maka H0 diterima. Signifikansi = jika nilai signifikansi > 0,05 maka H0 diterima (Alpha = 0,05).

8. Suhu 170 derajat dengan lama pengadukan 10 menit
Tabel 303. Frequencies suhu 170 º C dengan pengadukan 10 menit

Frequencies Segitiga Biru Berat_170_1 > Median 0 <= Median 7 13 Jenis_tepung Kereta Kencana Tepug Biasa 15 0 4 14

Berdasarkan tabel frekuensi di atas dapat diketahui tinggi kue yang di oven dengan suhu 170 derajat dan lama pengadukan selama 10 menit. Dari ketiga jenis tepung, tepung kereta kencana mempunyai data terbanyak yang nilai medianya lebih besar yaitu sebanyak 15 data, sedangkan tepung yang mempunyai data terbanyak dengan nilai kurang dari median adalah tepung biasa yaitu sebanyak 14 data. 254

Tabel 304. test statistik suhu 170 º C dengan pengadukan 10 menit

Test Statisticsb Berat_170_1 0 N Median Chi-Square df Asymp. Sig. 53 40.7300 22.345a 2 .000

a. 0 cells (.0%) have expected frequencies less than 5. The minimum expected cell frequency is 7.4. b. Grouping Variable: Jenis_tepung

Berdasarkan tabel test statistics di atas, dapat diketahui bahwa jumlah data ada 53 data. Median dari data-data tersebut yaitu 40,7300. Dari pengolahan data yang telah dilakukan menggunakan metode Chi-Square didapatkan nilai sebesar 22,345 dengan df sebesar 2 dan nilai signifikansinya yaitu 0,000. Hipotesis: H0 = ketiga populasi memiliki median yang sama (homogen). H1 = ketiga populasi memiliki median yang tidak sama (heterogen). Dasar pengambialn keputusan: Chi-square = jika nilai Chi-square hitung < chi table maka H0 diterima. Signifikansi = jika nilai signifikansi > 0,05 maka H0 diterima (Alpha = 0,05). 9. Suhu 170 derajat dengan lama pengadukan 15 menit
Tabel 305. Frequencies suhu 170 º C dengan pengadukan 15 menit

Frequencies Segitiga Biru Berat_170_1 > Median 5 <= Median 10 7 Jenis_tepung Kereta Kencana 13 2 Tepung Biasa 2 16

Berdasarkan tabel frekuensi di atas dapat diketahui tinggi kue yang di oven dengan suhu 170 derajat dan lama pengadukan selama 15 menit. Dari ketiga jenis tepung, tepung kereta kencana mempunyai data terbanyak yang nilai medianya lebih besar yaitu sebanyak 13 data, sedangkan tepung yang mempunyai data 255

terbanyak dengan nilai kurang dari median adalah tepung biasa yaitu sebanyak 16 data.
Tabel 306. test statistik suhu 170 º C dengan pengadukan 15 menit

Test Statisticsb Berat_170_1 5 N Median Chi-Square df Asymp. Sig. 50 42.2645 19.485a 2 .000

a. 0 cells (.0%) have expected frequencies less than 5. The minimum expected cell frequency is 7.5. b. Grouping Variable: Jenis_tepung

Berdasarkan tabel test statistics di atas, dapat diketahui bahwa jumlah data ada 50 data. Median dari data-data tersebut yaitu 42,2645. Dari pengolahan data yang telah dilakukan menggunakan metode Chi-Square didapatkan nilai sebesar 19,485 dengan df sebesar 2 dan nilai signifikansinya yaitu 0,000. Hipotesis: H0 = ketiga populasi memiliki median yang sama (homogen). H1 = ketiga populasi memiliki median yang tidak sama (heterogen). Dasar pengambialn keputusan: Chi-square = jika nilai Chi-square hitung < chi table maka H0 diterima. Signifikansi = jika nilai signifikansi > 0,05 maka H0 diterima (Alpha = 0,05).

256

BAB V ANALISA DAN INTERPRETASI

5.1. Tepung Segitiga Biru 5.1.1. Deskriptif Statistik dengan SPSS dan Microsoft Office Excel A. Tinggi 1. Deskriptif Statistik Tepung Segitiga Biru Dengan Suhu 190 º C Dan Waktu Pengadukan 5 Menit. Pada pengolahan data menggunakan SPSS dan Microsoft Office Excel data tinggi tepung Segitiga Biru menunjukkan dimana ratio skewnees pada tinggi = 0.447. Karena ratio skewness berada diantara -2 sampai +2, maka data berdistribusi normal. Serta pada rasio kurtosis bernilai = -0.4455. Oleh karena rasio kurtosis berada antara -2 sampai +2, maka dapat disimpulkan jika data tinggi, pada kue tepung Segitiga Biru dengan suhu 190 º C dan waktu pengadukan 5 menit berdistribusi normal. 2. Deskriptif Statistik Tepung Segitiga Biru Dengan Suhu 190 º C Dan Waktu Pengadukan 10 Menit. Pada pengolahan data menggunakan SPSS dan Microsoft Office Excel data tinggi tepung Segitiga Biru menunjukkan dimana ratio skewnees pada tinggi = 0.846. Karena ratio skewness berada diantara -2 sampai +2, maka data berdistribusi normal. Serta pada rasio kurtosis bernilai = 1.971. Oleh karena rasio kurtosis berada antara -2 sampai +2, maka dapat disimpulkan jika data tinggi, pada kue tepung Segitiga Biru dengan suhu 190 º C dan waktu pengadukan 10 menit berdistribusi normal. 3. Deskriptif Statistik Tepung Segitiga Biru Dengan Suhu 190 º C Dan Waktu Pengadukan 15 Menit. Pada pengolahan data menggunakan SPSS dan Microsoft Office Excel data tinggi tepung Segitiga Biru menunjukkan dimana ratio skewnees pada tinggi = 0.770. Karena ratio skewness berada diantara -2 sampai +2, maka data berdistribusi normal. Serta pada rasio kurtosis bernilai = 0.515. Oleh karena rasio kurtosis berada antara -2 sampai +2, maka dapat disimpulkan jika data tinggi, pada kue tepung Segitiga Biru dengan suhu 190 º C dan waktu pengadukan 15 menit berdistribusi normal. 4. Deskriptif Statistik Tepung Segitiga Biru Dengan Suhu 180 º C Dan Waktu Pengadukan 5 Menit. Pada pengolahan data menggunakan SPSS dan Microsoft Office Excel data tinggi tepung Segitiga Biru menunjukkan dimana ratio skewnees pada tinggi =1.686. Karena ratio skewness berada diantara -2 sampai +2, maka data berdistribusi normal. Serta pada rasio kurtosis bernilai = 6.238. Oleh karena rasio kurtosis tidak berada antara -2 sampai +2, maka dapat disimpulkan jika data tinggi, pada kue tepung Segitiga Biru dengan suhu 180 º C dan waktu pengadukan 5 menit tidak berdistribusi normal.

257

5. Deskriptif Statistik Tepung Segitiga Biru Dengan Suhu 180 º C Dan Waktu Pengadukan 10 Menit. Pada pengolahan data menggunakan SPSS dan Microsoft Office Excel data tinggi tepung Segitiga Biru menunjukkan dimana ratio skewnees pada tinggi = 0.758. Karena ratio skewness berada diantara -2 sampai +2, maka data berdistribusi normal. Serta pada rasio kurtosis bernilai = -0.189. Oleh karena rasio kurtosis berada antara -2 sampai +2, maka dapat disimpulkan jika data tinggi, pada kue tepung Segitiga Biru dengan suhu 180 º C dan waktu pengadukan 10 menit berdistribusi normal. 6. Deskriptif Statistik Tepung Segitiga Biru Dengan Suhu 180 º C Dan Waktu Pengadukan 15 Menit. Pada pengolahan data menggunakan SPSS dan Microsoft Office Excel data tinggi tepung Segitiga Biru menunjukkan dimana ratio skewnees pada tinggi = -0.117. Karena ratio skewness berada diantara -2 sampai +2, maka data berdistribusi normal. Serta pada rasio kurtosis bernilai = -0.749. Oleh karena rasio kurtosis berada antara -2 sampai +2, maka dapat disimpulkan jika data tinggi, pada kue tepung Segitiga Biru dengan suhu 180 º C dan waktu pengadukan 15 menit berdistribusi normal. 7. Deskriptif Statistik Tepung Segitiga Biru Dengan Suhu 170 º C Dan Waktu Pengadukan 5 Menit. Pada pengolahan data menggunakan SPSS dan Microsoft Office Excel data tinggi tepung Segitiga Biru menunjukkan dimana ratio skewnees pada tinggi = 1.042. Karena ratio skewness berada diantara -2 sampai +2, maka data berdistribusi normal. Serta pada rasio kurtosis bernilai = 0.001. Oleh karena rasio kurtosis berada antara -2 sampai +2, maka dapat disimpulkan jika data tinggi, pada kue tepung Segitiga Biru dengan suhu 170 º C dan waktu pengadukan 5 menit berdistribusi normal. 8. Deskriptif Statistik Tepung Segitiga Biru Dengan Suhu 170 º C Dan Waktu Pengadukan 10 Menit. Pada pengolahan data menggunakan SPSS dan Microsoft Office Excel data tinggi tepung Segitiga Biru menunjukkan dimana ratio skewnees pada tinggi = -0.489. Karena ratio skewness berada diantara -2 sampai +2, maka data berdistribusi normal. Serta pada rasio kurtosis bernilai = 1.152. Oleh karena rasio kurtosis berada antara -2 sampai +2, maka dapat disimpulkan jika data tinggi, pada kue tepung Segitiga Biru dengan suhu 170 º C dan waktu pengadukan 5 menit berdistribusi normal. 9. Deskriptif Statistik Tepung Segitiga Biru Dengan Suhu 170 º C Dan Waktu Pengadukan 15 Menit. Pada pengolahan data menggunakan SPSS dan Microsoft Office Excel data tinggi tepung Segitiga Biru menunjukkan dimana ratio skewnees pada tinggi = 0.085. Karena ratio skewness berada diantara -2 sampai +2, maka data berdistribusi normal. Serta pada rasio kurtosis bernilai = -0.667. Oleh karena rasio kurtosis berada antara -2 sampai +2, maka dapat disimpulkan jika data tinggi, pada kue tepung Segitiga Biru dengan suhu 170 º C dan waktu pengadukan 15 menit berdistribusi normal.

258

B. Berat 1. Deskriptif Statistik Tepung Segitiga Biru Dengan Suhu 190 º C Dan Waktu Pengadukan 5 Menit. Pada data pengolahan dengan menggunakan SPSS dan Microsoft Office Excel data berat tepung Segitiga Biru menunjukkan dimana ratio skewnees pada data berat = 0.162. Karena ratio skewness berada diantara -2 sampai +2, maka data berdistribusi normal. Serta pada rasio kurtosis bernilai = -1.304. Oleh karena rasio kurtosis berada antara -2 sampai +2, maka dapat disimpulkan jika data berat, pada kue tepung Segitiga Biru dengan suhu 190 º C dan waktu pengadukan 5 menit berdistribusi normal. 2. Deskriptif Statistik Tepung Segitiga Biru Dengan Suhu 190 º C Dan Waktu Pengadukan 10 Menit. Pada data pengolahan dengan menggunakan SPSS dan Microsoft Office Excel data berat tepung Segitiga Biru menunjukkan dimana ratio skewnees pada data berat = -0.440. Karena ratio skewness berada diantara -2 sampai +2, maka data berdistribusi normal. Serta pada rasio kurtosis bernilai = 0.500. Oleh karena rasio kurtosis berada antara -2 sampai +2, maka dapat disimpulkan jika data berat, pada kue tepung Segitiga Biru dengan suhu 190 º C dan waktu pengadukan 10 menit berdistribusi normal. 3. Deskriptif Statistik Tepung Segitiga Biru Dengan Suhu 190 º C Dan Waktu Pengadukan 15 Menit. Pada data pengolahan dengan menggunakan SPSS dan Microsoft Office Excel data berat tepung Segitiga Biru menunjukkan dimana ratio skewnees pada data berat = -1.274. Karena ratio skewness berada diantara -2 sampai +2, maka data berdistribusi normal. Serta pada rasio kurtosis bernilai = 3.382. Oleh karena rasio kurtosis tidak berada antara -2 sampai +2, maka dapat disimpulkan jika data berat, pada kue tepung Segitiga Biru dengan suhu 190 º C dan waktu pengadukan 15 menit tidak berdistribusi normal. 4. Deskriptif Statistik Tepung Segitiga Biru Dengan Suhu 180 º C Dan Waktu Pengadukan 5 Menit. Pada data pengolahan dengan menggunakan SPSS dan Microsoft Office Excel data berat tepung Segitiga Biru menunjukkan dimana ratio skewnees pada data berat = -0.319. Karena ratio skewness berada diantara -2 sampai +2, maka data berdistribusi normal. Serta pada rasio kurtosis bernilai = 0.521. Oleh karena rasio kurtosis berada antara -2 sampai +2, maka dapat disimpulkan jika data berat, pada kue tepung Segitiga Biru dengan suhu 180 º C dan waktu pengadukan 5 menit berdistribusi normal. 5. Deskriptif Statistik Tepung Segitiga Biru Dengan Suhu 180 º C Dan Waktu Pengadukan 10 Menit. Pada data pengolahan dengan menggunakan SPSS dan Microsoft Office Excel data berat tepung Segitiga Biru menunjukkan dimana ratio skewnees pada data berat = -0.164. Karena ratio skewness berada diantara -2 sampai +2, maka data berdistribusi normal. Serta pada rasio kurtosis bernilai = -1.129. Oleh karena rasio kurtosis berada antara -2 sampai +2, maka dapat disimpulkan jika data berat, pada kue tepung Segitiga Biru dengan suhu 180 º C dan waktu pengadukan 10 menit berdistribusi normal. 259

6. Deskriptif Statistik Tepung Segitiga Biru Dengan Suhu 180 º C Dan Waktu Pengadukan 15 Menit. Pada data pengolahan dengan menggunakan SPSS dan Microsoft Office Excel data berat tepung Segitiga Biru menunjukkan dimana ratio skewnees pada data berat = 0.497. Karena ratio skewness berada diantara -2 sampai +2, maka data berdistribusi normal. Serta pada rasio kurtosis bernilai = 0.398. Oleh karena rasio kurtosis berada antara -2 sampai +2, maka dapat disimpulkan jika data berat, pada kue tepung Segitiga Biru dengan suhu 180 º C dan waktu pengadukan 15 menit berdistribusi normal. 7. Deskriptif Statistik Tepung Segitiga Biru Dengan Suhu 170 º C Dan Waktu Pengadukan 5 Menit. Pada data pengolahan dengan menggunakan SPSS dan Microsoft Office Excel data berat tepung Segitiga Biru menunjukkan dimana ratio skewnees pada data berat = 0.855. Karena ratio skewness berada diantara -2 sampai +2, maka data berdistribusi normal. Serta pada rasio kurtosis bernilai = 0.298. Oleh karena rasio kurtosis berada antara -2 sampai +2, maka dapat disimpulkan jika data berat, pada kue tepung Segitiga Biru dengan suhu 170 º C dan waktu pengadukan 5 menit berdistribusi normal. 8. Deskriptif Statistik Tepung Segitiga Biru Dengan Suhu 170 º C Dan Waktu Pengadukan 10 Menit. Pada data pengolahan dengan menggunakan SPSS dan Microsoft Office Excel data berat tepung Segitiga Biru menunjukkan dimana ratio skewnees pada data berat = 0.279. Karena ratio skewness berada diantara -2 sampai +2, maka data berdistribusi normal. Serta pada rasio kurtosis bernilai = -0.265. Oleh karena rasio kurtosis berada antara -2 sampai +2, maka dapat disimpulkan jika data berat, pada kue tepung Segitiga Biru dengan suhu 170 º C dan waktu pengadukan 10 menit berdistribusi normal.

260

9. Deskriptif Statistik Tepung Segitiga Biru Dengan Suhu 170 º C Dan Waktu Pengadukan 15 Menit. Pada data pengolahan dengan menggunakan SPSS dan Microsoft Office Excel data berat tepung Segitiga Biru menunjukkan dimana ratio skewnees pada data berat = 0.371. Karena ratio skewness berada diantara -2 sampai +2, maka data berdistribusi normal. Serta pada rasio kurtosis bernilai = -0.328. Oleh karena rasio kurtosis berada antara -2 sampai +2, maka dapat disimpulkan jika data berat, pada kue tepung Segitiga Biru dengan suhu 170 º C dan waktu pengadukan 15 menit berdistribusi normal. 5.1.2. Box Plot A. Tinggi Kue 1. Tepung Segitiga Biru Dengan Suhu 190 º C. Pada tabel bloxplot tinggi tepung segitiga biru pada suhu 190º C sebaran data pada umumnya normal akan tetapi terdapat satu data yang outliyer dan tidak bergabung dengan data yang seragam lainnya yaitu pada data ke-23,40 dan ke-42 hal tersebut dapat dikarenakan tinggi kue pada data ke-23,40 dan ke-42 ekstrim dan tidak seragam. 2. Tepung Segitiga Biru Dengan Suhu 180 º C. Pada tabel bloxplot tinggi tepung segitiga biru pada suhu 180º C sebaran data pada umumnya normal dan tidak terdapat data yang keluar dari populasi atau sering disebut dengan data outliyer hal tersebut dikarenakan tidak terdapat data yang ekstrim dan data bersifat normal. 3. Tepung Segitiga Biru Dengan Suhu 170 º C. Pada tabel bloxplot tinggi tepung segitiga biru pada suhu 190º C sebaran data pada umumnya normal akan tetapi terdapat satu data yang outliyer dan tidak bergabung dengan data yang seragam lainnya yaitu pada data ke-23 hal tersebut dapat dikarenakan tinggi kue pada data ke-23 ekstrim dan tidak seragam. B. Berat Kue 1. Tepung Segitiga Biru Dengan Suhu 190 º C. Pada tabel bloxplot berat tepung segitiga biru pada suhu 190º C sebaran data pada umumnya normal akan tetapi terdapat satu data yang outliyer dan tidak bergabung dengan data yang seragam lainnya yaitu pada data ke- 46 hal tersebut dapat dikarenakan berat kue pada data ke-46 ekstrim dan tidak seragam. 2. Tepung Segitiga Biru Dengan Suhu 180 º C. Pada tabel bloxplot berat tepung segitiga biru pada suhu 180º C sebaran data pada umumnya normal dan tidak terdapat data yang keluar dari populasi atau sering disebut dengan data outliyer hal tersebut dikarenakan tidak terdapat data yang ekstrim. 3. Tepung Segitiga Biru Dengan Suhu 170 º C. Pada tabel bloxplot berat tepung segitiga biru pada suhu 170º C sebaran data pada umumnya normal dan tidak terdapat data yang keluar dari populasi atau sering disebut dengan data outliyer hal tersebut dikarenakan tidak terdapat data yang ekstrim dan data bersifat normal. 261

5.1.3. Uji Friedman I A. 1. Tinggi Tepung Segitiga Biru 190 º C Pada tepung Cakra Kembar dengan suhu pemanggangan 190 º C , untuk data tinggi, menunjukkan nilai chi square hitung 13.333 > 5.991 nilai chi table. Maka H0 ditolak, sehingga populasi tidak dalam satu blok identik. Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.001 < 0.05 sehingga H0 ditolak dan populasi tidak dalam satu blok identik.

2.

Tepung Segitiga Biru 180 º C Pada tepung Cakra Kembar dengan suhu pemanggangan 180 º C , untuk data tinggi, menunjukkan nilai chi square hitung 19.018 > 5.991 nilai chi table. Maka H0 ditolak, sehingga populasi tidak dalam satu blok identik. Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.000 < 0.05 sehingga H0 ditolak dan populasi tidak dalam satu blok identik. Tepung Segitiga Biru 170 º C Pada tepung Cakra Kembar dengan suhu pemanggangan 170 º C , untuk data tinggi, menunjukkan nilai chi square hitung 16.125 > 5.991 nilai chi table. Maka H0 ditolak, sehingga populasi tidak dalam satu blok identik. Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.000 < 0.05 sehingga H0 ditolak dan populasi tidak dalam satu blok identik Berat Tepung Segitiga Biru 190 º C Pada tepung Cakra Kembar dengan suhu pemanggangan 190 º C , untuk data berat, menunjukkan nilai chi square hitung 12.133 > 5.991 nilai chi table.Maka H0 ditolak, sehingga populasi tidak dalam satu blok identik. Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.002 < 0.05 sehingga H0 ditolak dan populasi tidak dalam satu blok identik. Tepung Segitiga Biru 180 º C Pada tepung Cakra Kembar dengan suhu pemanggangan 180 º C , untuk data berat, menunjukkan nilai chi square hitung 23.286 > 5.991 nilai chi table.Maka H0 ditolak, sehingga populasi tidak dalam satu blok identik. Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.000 < 0.05 sehingga H0 ditolak dan populasi tidak dalam satu blok identik. Tepung Segitiga Biru 170 º C Pada tepung Cakra Kembar dengan suhu pemanggangan 170 º C ,untuk data berat, menunjukkan nilai chi square hitung 16.125 > 5.991 nilai chi table.Maka H0 ditolak, sehingga populasi tidak dalam satu blok identik. Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0. 000 < 0.05 sehingga H0 ditolak dan populasi tidak dalam satu blok identik.

3.

B. 1.

2.

3.

262

5.1.4. Uji Friedmann II A. Tinggi 1. Tepung Segitiga Biru Dengan Pengadukan 5 Menit Pada tepung Cakra Kembar dengan pengadukan 5 menit , untuk data tinggi, menunjukkan nilai chi square hitung 23.625 > 5.991 nilai chi table.Maka H0 ditolak, sehingga populasi tidak dalam satu blok identik. Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.000 < 0.05 , sehingga H0 ditolak dan populasi tidak dalam satu blok identik. 2. Tepung Segitiga Biru Dengan Pengadukan 10 Menit Pada tepung Cakra Kembar dengan pengadukan 10 menit , untuk data tinggi , menunjukkan nilai chi square hitung 23.286 > 5.991 nilai chi table.Maka H0 ditolak, sehingga populasi tidak dalam satu blok identik. Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.000 < 0.05 , sehingga H0 ditolak dan populasi tidak dalam satu blok identik. 3. Tepung Segitiga Biru Dengan Pengadukan 5 Menit Pada tepung Cakra Kembar dengan pengadukan 15 menit , untuk data tinggi, menunjukkan nilai chi square hitung 8.933 > 5.991 nilai chi table.Maka H0 ditolak, sehingga populasi tidak dalam satu blok identik. Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.011 < 0.05 , sehingga H0 ditolak dan populasi tidak dalam satu blok identik.

263

B.

Berat 1. Tepung Segitiga Biru Dengan Pengadukan 5 Menit Pada tepung Cakra Kembar dengan pengadukan 5 menit , untuk data berat, menunjukkan nilai chi square hitung 24.000 > 5.991 nilai chi table.Maka H0 ditolak, sehingga populasi tidak dalam satu blok identik. Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.000 < 0.05 , sehingga H0 ditolak dan populasi tidak dalam satu blok identik.

2. Tepung Segitiga Biru Dengan Pengadukan 10 Menit Pada tepung Cakra Kembar dengan pengadukan 10 menit , untuk data berat, menunjukkan nilai chi square hitung 23.286 > 5.991 nilai chi table.Maka H0 ditolak, sehingga populasi tidak dalam satu blok identik. Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.000 < 0.05 , sehingga H0 ditolak dan populasi tidak dalam satu blok identik. 3. Tepung Segitiga Biru Dengan Pengadukan 15 Menit Pada tepung Cakra Kembar dengan pengadukan 15 menit , untuk data berat, menunjukkan nilai chi square hitung 10.533 > 5.991 nilai chi table.Maka H0 ditolak, sehingga populasi tidak dalam satu blok identik. Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.005 < 0.05 , sehingga H0 ditolak dan populasi tidak dalam satu blok identik. 5.2. Tepung Kereta Kencana 5.2.1. Statistik deskriptif dengan SPSS dan Microsoft Office Excel A. Tinggi 1. Deskriptif Statistik Kereta Kencana Dengan Suhu 190 º C Dan Waktu Pengadukan 5 Menit. Pada pengolahan data menggunakan SPSS dan Microsoft Office Excel data tinggi tepung Kereta Kencana menunjukkan dimana ratio skewnees pada tinggi = 0.029. Karena ratio skewness berada diantara -2 sampai +2, maka data berdistribusi normal. Serta pada rasio kurtosis bernilai = 1.171. Oleh karena rasio kurtosis berada antara -2 sampai +2, maka dapat disimpulkan jika data tinggi, pada kue tepung Kereta Kencana dengan suhu 190 º C dan waktu pengadukan 5 menit berdistribusi normal. 2. Deskriptif Statistik Kereta Kencana Dengan Suhu 190 º C Dan Waktu Pengadukan 10 Menit. Pada pengolahan data menggunakan SPSS dan Microsoft Office Excel data tinggi tepung Kereta Kencana menunjukkan dimana ratio skewnees pada tinggi = -0.582. Karena ratio skewness berada diantara -2 sampai +2, maka data berdistribusi normal. Serta pada rasio kurtosis bernilai = -0.629. Oleh karena rasio kurtosis berada antara -2 sampai +2, maka dapat disimpulkan jika data tinggi, pada kue tepung Kereta Kencana dengan suhu 190 º C dan waktu pengadukan 10 menit berdistribusi normal. 3. Deskriptif Statistik Kereta Kencana Dengan Suhu 190 º C Dan Waktu Pengadukan 15 Menit. Pada pengolahan data menggunakan SPSS dan Microsoft Office Excel data tinggi tepung Kereta Kencana menunjukkan dimana 264

ratio skewnees pada tinggi = 0.102. Karena ratio skewness berada diantara -2 sampai +2, maka data berdistribusi normal. Serta pada rasio kurtosis bernilai = 0.422. Oleh karena rasio kurtosis berada antara -2 sampai +2, maka dapat disimpulkan jika data tinggi, pada kue tepung Kereta Kencana dengan suhu 190 º C dan waktu pengadukan 15 menit berdistribusi normal. 4. Deskriptif Statistik Kereta Kencana Dengan Suhu 180 º C Dan Waktu Pengadukan 5 Menit. Pada pengolahan data menggunakan SPSS dan Microsoft Office Excel data tinggi tepung Kereta Kencana menunjukkan dimana ratio skewnees pada tinggi = 0.138. Karena ratio skewness berada diantara -2 sampai +2, maka data berdistribusi normal. Serta pada rasio kurtosis bernilai =-0.808. Oleh karena rasio kurtosis berada antara -2 sampai +2, maka dapat disimpulkan jika data tinggi, pada kue tepung Kereta Kencana dengan suhu 180 º C dan waktu pengadukan 5 menit berdistribusi normal. 5. Deskriptif Statistik Kereta Kencana Dengan Suhu 180 º C Dan Waktu Pengadukan 10 Menit. Pada pengolahan data menggunakan SPSS dan Microsoft Office Excel data tinggi tepung Kereta Kencana menunjukkan dimana ratio skewnees pada tinggi = 0.063. Karena ratio skewness berada diantara -2 sampai +2, maka data berdistribusi normal. Serta pada rasio kurtosis bernilai = -0.139. Oleh karena rasio kurtosis berada antara -2 sampai +2, maka dapat disimpulkan jika data tinggi, pada kue tepung Kereta Kencana dengan suhu 180 º C dan waktu pengadukan 10 menit berdistribusi normal. 6. Deskriptif Statistik Kereta Kencana Dengan Suhu 180 º C Dan Waktu Pengadukan 15 Menit. Pada pengolahan data menggunakan SPSS dan Microsoft Office Excel data tinggi tepung Kereta Kencana menunjukkan dimana ratio skewnees pada tinggi = 0.993. Karena ratio skewness berada diantara -2 sampai +2, maka data berdistribusi normal. Serta pada rasio kurtosis bernilai = -0.264. Oleh karena rasio kurtosis berada antara -2 sampai +2, maka dapat disimpulkan jika data tinggi, pada kue tepung Kereta Kencana dengan suhu 180 º C dan waktu pengadukan 15 menit berdistribusi normal. 7. Deskriptif Statistik Kereta Kencana Dengan Suhu 170 º C Dan Waktu Pengadukan 5 Menit. Pada pengolahan data menggunakan SPSS dan Microsoft Office Excel data tinggi tepung Kereta Kencana menunjukkan dimana ratio skewnees pada tinggi = 0.453. Karena ratio skewness berada diantara -2 sampai +2, maka data berdistribusi normal. Serta pada rasio kurtosis bernilai = -0.802. Oleh karena rasio kurtosis berada antara -2 sampai +2, maka dapat disimpulkan jika data tinggi, pada kue tepung Kereta Kencana dengan suhu 170 º C dan waktu pengadukan 5 menit berdistribusi normal. 8. Deskriptif Statistik Kereta Kencana Dengan Suhu 170 º C Dan Waktu Pengadukan 10 Menit. Pada pengolahan data menggunakan SPSS dan Microsoft Office Excel data tinggi tepung Kereta Kencana menunjukkan dimana 265

ratio skewnees pada tinggi = -0.330. Karena ratio skewness berada diantara -2 sampai +2, maka data berdistribusi normal. Serta pada rasio kurtosis bernilai = -0.255. Oleh karena rasio kurtosis berada antara -2 sampai +2, maka dapat disimpulkan jika data tinggi, pada kue tepung Kereta Kencana dengan suhu 170 º C dan waktu pengadukan 10 menit berdistribusi normal. 9. Deskriptif Statistik Kereta Kencana Dengan Suhu 170 º C Dan Waktu Pengadukan 15 Menit. Pada pengolahan data menggunakan SPSS dan Microsoft Office Excel data tinggi tepung Kereta Kencana menunjukkan dimana ratio skewnees pada tinggi = 0.718. Karena ratio skewness berada diantara -2 sampai +2, maka data berdistribusi normal. Serta pada rasio kurtosis bernilai = 0.684. Oleh karena rasio kurtosis berada antara -2 sampai +2, maka dapat disimpulkan jika data tinggi, pada kue tepung Kereta Kencana dengan suhu 170 º C dan waktu pengadukan 15 menit berdistribusi normal. B. Berat 1. Deskriptif Statistik Kereta Kencana Dengan Suhu 190 º C Dan Waktu Pengadukan 5 Menit. Pada pengolahan data menggunakan SPSS dan Microsoft Office Excel data berat tepung Kereta Kencana menunjukkan dimana ratio skewnees pada berat = 0.365. Karena ratio skewness berada diantara -2 sampai +2, maka data berdistribusi normal. Serta pada rasio kurtosis bernilai = 0.462. Oleh karena rasio kurtosis berada antara -2 sampai +2, maka dapat disimpulkan jika data berat, pada kue tepung Kereta Kencana dengan suhu 190 º C dan waktu pengadukan 5 menit berdistribusi normal. 2. Deskriptif Statistik Kereta Kencana Dengan Suhu 190 º C Dan Waktu Pengadukan 10 Menit. Pada data pengolahan menggunakan SPSS dan Microsoft Office Excel data berat tepung Kereta Kencana menunjukkan dimana ratio skewnees pada data berat = -0.257. Karena ratio skewness berada diantara -2 sampai +2, maka data berdistribusi normal. Serta pada rasio kurtosis bernilai = 0.359. Oleh karena rasio kurtosis berada antara -2 sampai +2 maka data berat kue pada tepung Kereta Kencana dengan suhu 190 º C dan waktu pengadukan 10 menit berdistribusi normal. 3. Deskriptif Statistik Kereta Kencana Dengan Suhu 190 º C Dan Waktu Pengadukan 15 Menit. Pada data pengolahan menggunakan SPSS dan Microsoft Office Excel data berat tepung Kereta Kencana menunjukkan dimana ratio skewnees pada data berat = 0.350. Karena ratio skewness berada diantara -2 sampai +2, maka data berdistribusi normal. Serta pada rasio kurtosis bernilai = -0.6079. Oleh karena rasio kurtosis berada antara -2 sampai +2 maka data berat kue pada tepung Kereta Kencana dengan suhu 190 º C dan waktu pengadukan 15 menit berdistribusi normal. 4. Deskriptif Statistik Kereta Kencana Dengan Suhu 180 º C Dan Waktu Pengadukan 5 Menit.

266

Pada pengolahan data menggunakan SPSS dan Microsoft Office Excel data berat tepung Kereta Kencana menunjukkan dimana ratio skewnees pada berat = -0.276. Karena ratio skewness berada diantara -2 sampai +2, maka data berdistribusi normal. Serta pada rasio kurtosis bernilai = -0.0168. Oleh karena rasio kurtosis berada antara -2 sampai +2, maka dapat disimpulkan jika data berat, pada kue tepung Kereta Kencana dengan suhu 180 º C dan waktu pengadukan 5 menit berdistribusi normal. 5. Deskriptif Statistik Kereta Kencana Dengan Suhu 180 º C Dan Waktu Pengadukan 10 Menit. Pada pengolahan data menggunakan SPSS dan Microsoft Office Excel data berat tepung Kereta Kencana menunjukkan dimana ratio skewnees pada berat = 0.176. Karena ratio skewness berada diantara -2 sampai +2, maka data berdistribusi normal. Serta pada rasio kurtosis bernilai = -0.382. Oleh karena rasio kurtosis berada antara -2 sampai +2, maka dapat disimpulkan jika data berat, pada kue tepung Kereta Kencana dengan suhu 180 º C dan waktu pengadukan 10 menit berdistribusi normal. 6. Deskriptif Statistik Kereta Kencana Dengan Suhu 180 º C Dan Waktu Pengadukan 15 Menit. Pada pengolahan data menggunakan SPSS dan Microsoft Office Excel data berat tepung Kereta Kencana menunjukkan dimana ratio skewnees pada berat = -0.043. Karena ratio skewness berada diantara -2 sampai +2, maka data berdistribusi normal. Serta pada rasio kurtosis bernilai = -0.641. Oleh karena rasio kurtosis berada antara -2 sampai +2, maka dapat disimpulkan jika data berat, pada kue tepung Kereta Kencana dengan suhu 180 º C dan waktu pengadukan 15 menit berdistribusi normal. 7. Deskriptif Statistik Kereta Kencana Dengan Suhu 170 º C Dan Waktu Pengadukan 5 Menit. Pada pengolahan data menggunakan SPSS dan Microsoft Office Excel data berat tepung Kereta Kencana menunjukkan dimana ratio skewnees pada berat = 0.189. Karena ratio skewness berada diantara -2 sampai +2, maka data berdistribusi normal. Serta pada rasio kurtosis bernilai = -1.459. Oleh karena rasio kurtosis berada antara -2 sampai +2, maka dapat disimpulkan jika data berat, pada kue tepung Kereta Kencana dengan suhu 170 º C dan waktu pengadukan 5 menit berdistribusi normal. 8. Deskriptif Statistik Kereta Kencana Dengan Suhu 170 º C Dan Waktu Pengadukan 10 Menit. Pada pengolahan data menggunakan SPSS dan Microsoft Office Excel data berat tepung Kereta Kencana menunjukkan dimana ratio skewnees pada berat = -0.281. Karena ratio skewness berada diantara -2 sampai +2, maka data berdistribusi normal. Serta pada rasio kurtosis bernilai = -0.304. Oleh karena rasio kurtosis berada antara -2 sampai +2, maka dapat disimpulkan jika data berat, pada kue tepung Kereta Kencana dengan suhu 170 º C dan waktu pengadukan 10 menit berdistribusi normal. 9. Deskriptif Statistik Kereta Kencana Dengan Suhu 170 º C Dan Waktu Pengadukan 15 Menit. 267

Pada pengolahan data menggunakan SPSS dan Microsoft Office Excel data berat tepung Kereta Kencana menunjukkan dimana ratio skewnees pada berat = -0.094. Karena ratio skewness berada diantara -2 sampai +2, maka data berdistribusi normal. Serta pada rasio kurtosis bernilai = -0.797. Oleh karena rasio kurtosis berada antara -2 sampai +2, maka dapat disimpulkan jika data berat, pada kue tepung Kereta Kencana dengan suhu 170 º C dan waktu pengadukan 15 menit berdistribusi normal. 5.2.2. Box Plot A. Tinggi Kue 1. Tepung Kereta Kencana 190 º C Pada tabel bloxplot tinggi tepung Kereta Kencana pada suhu 180º C sebaran data pada umumnya normal akan tetapi terdapat satu data yang outliyer dan tidak bergabung dengan data yang seragam lainnya yaitu pada data ke-9 hal tersebut dapat dikarenakan tinggi kue pada data ke-9 ekstrim dan tidak seragam. 2. Tepung Kereta Kencana 180 º C Pada tabel bloxplot tinggi tepung Kereta Kencana pada suhu 180º C sebaran data pada umumnya normal dan tidak terdapat data yang keluar dari populasi atau sering disebut dengan data outliyer hal tersebut dikarenakan tidak terdapat data yang ekstrim dan data bersifat normal. Tepung Kereta Kencana 170 º C Pada tabel bloxplot tinggi tepung Kereta Kencana pada suhu 170º C sebaran data pada umumnya normal dan tidak terdapat data yang keluar dari populasi atau sering disebut dengan data outliyer hal tersebut dikarenakan tidak terdapat data yang ekstrim dan data bersifat normal.

3.

B.

Berat Kue 1. Tepung Kereta Kencana 190 º C Pada tabel bloxplot berat tepung Kereta Kencana pada suhu 190º C sebaran data pada umumnya normal akan tetapi terdapat satu data yang outliyer dan tidak bergabung dengan data yang seragam lainnya yaitu pada data ke-1 dan ke-9 hal tersebut dapat dikarenakan berat kue pada data ke- 1 dan ke-9 ekstrim dan tidak seragam. 2. Tepung Kereta Kencana 180 º C Pada tabel bloxplot berat tepung Kereta Kencana pada suhu 180º C sebaran data pada umumnya normal akan tetapi terdapat satu data yang outliyer dan tidak bergabung dengan data yang seragam lainnya yaitu pada data ke-30 hal tersebut dapat dikarenakan berat kue pada data ke-30 ekstrim dan tidak seragam. Tepung Kereta Kencana 170 º C Pada tabel bloxplot Berat tepung Kereta Kencana pada suhu 170º C sebaran data pada umumnya normal dan tidak terdapat data yang keluar dari populasi atau sering disebut dengan data outliyer hal tersebut dikarenakan tidak terdapat data yang ekstrim dan data bersifat normal. 268

3.

5.2.3. Uji Friedman I A. Tinggi Kue 1. Tepung Kereta Kencana 190 º C Pada tepung segitiga biru dengan suhu pemanggangan 190 º C , untuk data tinggi, menunjukkan nilai chi square hitung 14.941 > 5.991 nilai chi table.Maka H0 ditolak, sehingga populasi tidak dalam satu blok identik. Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.001 > 0.05 sehingga H0 ditolak dan populasi tidak dalam satu blok identik. 2. Tepung Kereta Kencana 180 º C Pada tepung segitiga biru dengan suhu pemanggangan 180 º C , untuk data tinggi, menunjukkan nilai chi square hitung 25.125 > 5.991 nilai chi table.Maka H0 ditolak, sehingga populasi tidak dalam satu blok identik. Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.000 > 0.05 sehingga H0 ditolak dan populasi tidak dalam satu blok identik. 3. Tepung Kereta Kencana 170 º C Pada tepung segitiga biru dengan suhu pemanggangan 170 º C , untuk data tinggi, menunjukkan nilai chi square hitung 22.881 > 5.991 nilai chi table.Maka H0 ditolak, sehingga populasi tidak dalam satu blok identik. Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.000 > 0.05 sehingga H0 ditolak dan populasi tidak dalam satu blok identik. B. Berat Kue 4. Tepung Kereta Kencana 190 º C Pada tepung segitiga biru dengan suhu pemanggangan 190 º C , untuk data berat, menunjukkan nilai chi square hitung 4.235 < 5.991 nilai chi table.Maka H0 diterima, sehingga populasi dalam satu blok identik. Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.120 > 0.05 sehingga H0 diterima dan populasi dalam satu blok identik. 5. Tepung Kereta Kencana 180 º C Pada tepung segitiga biru dengan suhu pemanggangan 180 º C , untuk data berat, menunjukkan nilai chi square hitung 20.375 > 5.991 nilai chi table.Maka H0 ditolak, sehingga populasi tidak dalam satu blok identik. Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.000 > 0.05 sehingga H0 ditolak dan populasi tidak dalam satu blok identik. Tepung Kereta Kencana 170 º C Pada tepung segitiga biru dengan suhu pemanggangan 170 º C , untuk data berat, menunjukkan nilai chi square hitung 10.533 > 5.991 nilai chi table.Maka H0 ditolak, sehingga populasi tidak dalam satu blok identik. Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.005 > 0.05 sehingga H0 ditolak dan populasi tidak dalam satu blok identik.

6.

5.2.4. Uji Friedmann II A. Tinggi Kue 1. Tepung Kereta Kencana Dengan Pengadukan 5 Menit 269

Pada tepung segitiga biru dengan suhu dengan pengadukan 5 menit , untuk data tinggi, menunjukkan nilai chi square hitung 13.875 > 5.991 nilai chi table.Maka H0 ditolak, sehingga populasi tidak dalam satu blok identik. Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.001 > 0.05 sehingga H0 ditolak dan populasi tidak dalam satu blok identik 2. Tepung Kereta Kencana Dengan Pengadukan 10 Menit Pada tepung segitiga biru dengan suhu dengan pengadukan 10 menit , untuk data tinggi, menunjukkan nilai chi square hitung 16.933 > 5.991 nilai chi table.Maka H0 ditolak, sehingga populasi tidak dalam satu blok identik. Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.000 > 0.05 sehingga H0 ditolak dan populasi tidak dalam satu blok identik.

270

3. Tepung Kereta Kencana Dengan Pengadukan 15 Menit Pada tepung segitiga biru dengan suhu dengan pengadukan 15 menit , untuk data tinggi, menunjukkan nilai chi square hitung 10.000 > 5.991 nilai chi table.Maka H0 ditolak, sehingga populasi tidak dalam satu blok identik. Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.007 > 0.05 sehingga H0 ditolak dan populasi tidak dalam satu blok identik. B. Berat Kue 1. Tepung Kereta Kencana Dengan Pengadukan 5 Menit Pada tepung segitiga biru dengan suhu dengan pengadukan 5 menit , untuk data berat, menunjukkan nilai chi square hitung 13.875 > 5.991 nilai chi table.Maka H0 ditolak, sehingga populasi tidak dalam satu blok identik. Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.001 > 0.05 sehingga H0 ditolak dan populasi tidak dalam satu blok identik. 2. Tepung Kereta Kencana Dengan Pengadukan 10 Menit Pada tepung segitiga biru dengan suhu dengan pengadukan 10 menit , untuk data berat, menunjukkan nilai chi square hitung 16.933 > 5.991 nilai chi table.Maka H0 ditolak, sehingga populasi tidak dalam satu blok identik. Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.000 > 0.05 sehingga H0 ditolak dan populasi tidak dalam satu blok identik. Tepung Kereta Kencana Dengan Pengadukan 15 Menit Pada tepung segitiga biru dengan suhu dengan pengadukan 15 menit , untuk data berat, menunjukkan nilai chi square hitung 10.000 > 5.991 nilai chi table.Maka H0 ditolak, sehingga populasi tidak dalam satu blok identik. Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.007 > 0.05 sehingga H0 ditolak dan populasi tidak dalam satu blok identik. 3.

5.3. Tepung Biasa 5.3.1. Statistik Deskriptif dengan SPSS dan Microsoft Office Excel A. Tinggi Kue 1. Deskriptif Statistik Tepung Biasa Dengan Suhu 190 º C Dan Waktu Pengadukan 5 Menit. Pada pengolahan data menggunakan SPSS dan Microsoft Office Excel data tinggi tepung Biasa menunjukkan dimana ratio skewnees pada tinggi = 0.820. Karena ratio skewness berada diantara -2 sampai +2, maka data berdistribusi normal. Serta pada rasio kurtosis bernilai = 0.597. Oleh karena rasio kurtosis berada antara -2 sampai +2, maka dapat disimpulkan jika data tinggi, pada kue tepung Biasa dengan suhu 190 º C dan waktu pengadukan 5 menit berdistribusi normal. 2. Deskriptif Statistik Tepung Biasa Dengan Suhu 190 º C Dan Waktu Pengadukan 10 Menit. Pada pengolahan data menggunakan SPSS dan Microsoft Office Excel data tinggi tepung Biasa menunjukkan dimana ratio skewnees pada tinggi = 0.062. Karena ratio skewness berada diantara -2 271

sampai +2, maka data berdistribusi normal. Serta pada rasio kurtosis bernilai = -0.203. Oleh karena rasio kurtosis berada antara -2 sampai +2, maka dapat disimpulkan jika data tinggi, pada kue tepung Biasa dengan suhu 190 º C dan waktu pengadukan 10 menit berdistribusi normal. 3. Deskriptif Statistik Tepung Biasa Dengan Suhu 190 º C Dan Waktu Pengadukan 15 Menit. Pada pengolahan data menggunakan SPSS dan Microsoft Office Excel data tinggi tepung Biasa menunjukkan dimana ratio skewnees pada tinggi = -1.374. Karena ratio skewness berada diantara -2 sampai +2, maka data berdistribusi normal. Serta pada rasio kurtosis bernilai = 2.748. Oleh karena rasio kurtosis tidak berada antara -2 sampai +2, maka dapat disimpulkan jika data tinggi, pada kue tepung Biasa dengan suhu 190 º C dan waktu pengadukan 15 menit tidak berdistribusi normal. Deskriptif Statistik Tepung Biasa Dengan Suhu 180 º C Dan Waktu Pengadukan 5 Menit. Pada pengolahan data menggunakan SPSS dan Microsoft Office Excel data tinggi tepung Biasa menunjukkan dimana ratio skewnees pada tinggi = 0.000. Karena ratio skewness berada diantara -2 sampai +2, maka data berdistribusi normal. Serta pada rasio kurtosis bernilai = -0.206. Oleh karena rasio kurtosis berada antara -2 sampai +2, maka dapat disimpulkan jika data tinggi, pada kue tepung Biasa dengan suhu 180 º C dan waktu pengadukan 5 menit berdistribusi normal. Deskriptif Statistik Tepung Biasa Dengan Suhu 180 º C Dan Waktu Pengadukan 10 Menit. Pada pengolahan data menggunakan SPSS dan Microsoft Office Excel data tinggi tepung Biasa menunjukkan dimana ratio skewnees pada tinggi = -1.630. Karena ratio skewness berada diantara -2 sampai +2, maka data berdistribusi normal. Serta pada rasio kurtosis bernilai = 5.487. Oleh karena rasio kurtosis tidak berada antara -2 sampai +2, maka dapat disimpulkan jika data tinggi, pada kue tepung Biasa dengan suhu 180 º C dan waktu pengadukan 10 menit tidak berdistribusi normal.

4.

5.

6.

Deskriptif Statistik Tepung Biasa Dengan Suhu 180 º C Dan Waktu Pengadukan 15 Menit. Pada pengolahan data menggunakan SPSS dan Microsoft Office Excel data tinggi tepung Biasa menunjukkan dimana ratio skewnees pada tinggi = -2.810. Karena ratio skewness tidak berada diantara -2 sampai +2, maka data tidak berdistribusi normal. Serta pada rasio kurtosis bernilai = 8.994. Oleh karena rasio kurtosis tidak berada antara -2 sampai +2, maka dapat disimpulkan jika data tinggi, pada kue tepung Biasa dengan suhu 180 º C dan waktu pengadukan 15 menit tidak berdistribusi normal. Deskriptif Statistik Tepung Biasa Dengan Suhu 170 º C Dan Waktu Pengadukan 5 Menit. Pada pengolahan data menggunakan SPSS dan Microsoft Office Excel data tinggi tepung Biasa menunjukkan dimana ratio skewnees 272

7.

pada tinggi = 1.386. Karena ratio skewness berada diantara -2 sampai +2, maka data berdistribusi normal. Serta pada rasio kurtosis bernilai = 4.424. Oleh karena rasio kurtosis tidak berada antara -2 sampai +2, maka dapat disimpulkan jika data tinggi, pada kue tepung Biasa dengan suhu 170 º C dan waktu pengadukan 5 menit tidak berdistribusi normal. 8. Deskriptif Statistik Tepung Biasa Dengan Suhu 170 º C Dan Waktu Pengadukan 10 Menit. Pada pengolahan data menggunakan SPSS dan Microsoft Office Excel data tinggi tepung Biasa menunjukkan dimana ratio skewnees pada tinggi = 0.412. Karena ratio skewness berada diantara -2 sampai +2, maka data berdistribusi normal. Serta pada rasio kurtosis bernilai = -1.244. Oleh karena rasio kurtosis berada antara -2 sampai +2, maka dapat disimpulkan jika data tinggi, pada kue tepung Biasa dengan suhu 170 º C dan waktu pengadukan 10 menit berdistribusi normal. Deskriptif Statistik Tepung Biasa Dengan Suhu 170 º C Dan Waktu Pengadukan 15 Menit. Pada pengolahan data menggunakan SPSS dan Microsoft Office Excel data tinggi tepung Biasa menunjukkan dimana ratio skewnees pada tinggi = -0.095. Karena ratio skewness berada diantara -2 sampai +2, maka data berdistribusi normal. Serta pada rasio kurtosis bernilai = -0.142. Oleh karena rasio kurtosis berada antara -2 sampai +2, maka dapat disimpulkan jika data tinggi, pada kue tepung Biasa dengan suhu 170 º C dan waktu pengadukan 15 menit berdistribusi normal.

9.

B. Berat Kue 1. Deskriptif Statistik Tepung Biasa Dengan Suhu 190 º C Dan Waktu Pengadukan 5 Menit. Pada data pengolahan menggunakan SPSS dan Microsoft Office Excel data berat tepung Biasa, menunjukkan dimana ratio skewnees pada data berat = 3.066. Karena ratio skewness tidak berada diantara -2 sampai +2, maka data tidak berdistribusi normal. Serta pada rasio kurtosis bernilai = 11.199. Oleh karena rasio kurtosis tidak berada antara -2 sampai +2 maka data berat kue pada tepung biasa dengan suhu 190 º C dan waktu pengadukan 5 menit tidak berdistribusi normal. 2. Deskriptif Statistik Tepung Biasa Dengan Suhu 190 º C Dan Waktu Pengadukan 10 Menit. Pada data pengolahan menggunakan SPSS dan Microsoft Office Excel data berat tepung Biasa, menunjukkan dimana ratio skewnees pada data berat = 0.206. Karena ratio skewness berada diantara -2 sampai +2, maka data berdistribusi normal. Serta pada rasio kurtosis bernilai = -0.2408. Oleh karena rasio kurtosis berada antara -2 sampai +2 maka data berat kue pada tepung biasa dengan suhu 190 º C dan waktu pengadukan 10 menit berdistribusi normal. Deskriptif Statistik Tepung Biasa Dengan Suhu 190 º C Dan Waktu Pengadukan 15 Menit.

3.

273

Pada data pengolahan menggunakan SPSS dan Microsoft Office Excel data berat tepung Biasa, menunjukkan dimana ratio skewnees pada data berat = 0.075. Karena ratio skewness berada diantara -2 sampai +2, maka data tidak berdistribusi normal. Serta pada rasio kurtosis bernilai = 0.927. Oleh karena rasio kurtosis berada diantara -2 sampai +2 maka data berat kue pada tepung biasa dengan suhu 190 º C dan waktu pengadukan 15 menit berdistribusi normal. 4. Deskriptif Statistik Tepung Biasa Dengan Suhu 180 º C Dan Waktu Pengadukan 5 Menit. Pada data pengolahan menggunakan SPSS dan Microsoft Office Excel data berat tepung Biasa, menunjukkan dimana ratio skewnees pada data berat = 0.051. Karena ratio skewness berada diantara -2 sampai +2, maka data berdistribusi normal. Serta pada rasio kurtosis bernilai = -0.560. Oleh karena rasio kurtosis berada diantara -2 sampai +2 maka data berat kue pada tepung biasa dengan suhu 180 º C dan waktu pengadukan 5 menit berdistribusi normal. Deskriptif Statistik Tepung Biasa Dengan Suhu 180 º C Dan Waktu Pengadukan 10 Menit. Pada pengolahan data menggunakan SPSS dan Microsoft Office Excel data berat tepung Biasa menunjukkan dimana ratio skewnees pada berat = 0.719. Karena ratio skewness berada diantara -2 sampai +2, maka data berdistribusi normal. Serta pada rasio kurtosis bernilai = -0.406. Oleh karena rasio kurtosis berada antara -2 sampai +2, maka dapat disimpulkan jika data berat, pada kue tepung Biasa dengan suhu 180 º C dan waktu pengadukan 10 menit berdistribusi normal. Deskriptif Statistik Tepung Biasa Dengan Suhu 180 º C Dan Waktu Pengadukan 15 Menit. Pada pengolahan data menggunakan SPSS dan Microsoft Office Excel data berat tepung Biasa menunjukkan dimana ratio skewnees pada berat = -3.426. Karena ratio skewness tidak berada diantara -2 sampai +2, maka data tidak berdistribusi normal. Serta pada rasio kurtosis bernilai = 12.309. Oleh karena rasio kurtosis tidak berada antara -2 sampai +2, maka dapat disimpulkan jika data berat, pada kue tepung Biasa dengan suhu 180 º C dan waktu pengadukan 15 menit tidak berdistribusi normal. Deskriptif Statistik Tepung Biasa Dengan Suhu 170 º C Dan Waktu Pengadukan 5 Menit. Pada pengolahan data menggunakan SPSS dan Microsoft Office Excel data berat tepung Biasa menunjukkan dimana ratio skewnees pada berat = 0.719. Karena ratio skewness berada diantara -2 sampai +2, maka data berdistribusi normal. Serta pada rasio kurtosis bernilai = -0.406. Oleh karena rasio kurtosis berada antara -2 sampai +2, maka dapat disimpulkan jika data berat, pada kue tepung Biasa dengan suhu 170 º C dan waktu pengadukan 5 menit berdistribusi normal.

5.

6.

7.

274

8.

Deskriptif Statistik Tepung Biasa Dengan Suhu 170 º C Dan Waktu Pengadukan 10 Menit. Pada pengolahan data menggunakan SPSS dan Microsoft Office Excel data berat tepung Biasa menunjukkan dimana ratio skewnees pada berat = 0.855. Karena ratio skewness berada diantara -2 sampai +2, maka data berdistribusi normal. Serta pada rasio kurtosis bernilai = 0.298. Oleh karena rasio kurtosis berada antara -2 sampai +2, maka dapat disimpulkan jika data berat, pada kue tepung Biasa dengan suhu 170 º C dan waktu pengadukan 10 menit berdistribusi normal. Deskriptif Statistik Tepung Biasa Dengan Suhu 170 º C Dan Waktu Pengadukan 15 Menit. Pada pengolahan data menggunakan SPSS dan Microsoft Office Excel data berat tepung Biasa menunjukkan dimana ratio skewnees pada berat = 0.280. Karena ratio skewness berada diantara -2 sampai +2, maka data berdistribusi normal. Serta pada rasio kurtosis bernilai = 0.279. Oleh karena rasio kurtosis berada antara -2 sampai +2, maka dapat disimpulkan jika data berat, pada kue tepung Biasa dengan suhu 170 º C dan waktu pengadukan 15 menit berdistribusi normal.

9.

5.3.2. Box Plot A. Tinggi Kue 1. Tepung Biasa 190 º C Pada tabel bloxplot Berat tepung Biasa pada suhu 190º C sebaran data pada umumnya normal dan tidak terdapat data yang keluar dari populasi atau sering disebut dengan data outliyer hal tersebut dikarenakan tidak terdapat data yang ekstrim dan data bersifat normal.

2.

Tepung Biasa 180 º C Pada tabel bloxplot berat tepung Biasa pada suhu 180º C sebaran data pada umumnya normal akan tetapi terdapat satu data yang outliyer dan tidak bergabung dengan data yang seragam lainnya yaitu pada data ke-42 hal tersebut dapat dikarenakan tinggi kue pada data ke-42 ekstrim dan tidak seragam.

3. Tepung Biasa 170 º C Pada tabel bloxplot berat tepung Biasa pada suhu 170º C sebaran data pada umumnya normal akan tetapi terdapat satu data yang outliyer dan tidak bergabung dengan data yang seragam lainnya yaitu pada data ke-1 hal tersebut dapat dikarenakan tinggi kue pada data ke-1 ekstrim dan tidak seragam. B. Berat Kue 1. Tepung Biasa 190 º C Pada tabel bloxplot berat tepung Biasa pada suhu 190º C sebaran data pada umumnya normal akan tetapi terdapat satu data yang outliyer dan tidak bergabung dengan data yang seragam lainnya yaitu pada data ke-5 hal tersebut dapat dikarenakan berat kue pada data ke-5 ekstrim dan tidak seragam. 275

2.

Tepung Biasa 180 º C Pada tabel bloxplot berat tepung Biasa pada suhu 180º C sebaran data pada umumnya normal akan tetapi terdapat satu data yang outliyer dan tidak bergabung dengan data yang seragam lainnya yaitu pada data ke-42 hal tersebut dapat dikarenakan berat kue pada data ke-42 ekstrim dan tidak seragam. Tepung Biasa 170 º C Pada tabel bloxplot berat tepung Biasa pada suhu 170º C sebaran data pada umumnya normal dan tidak terdapat data yang keluar dari populasi atau sering disebut dengan data outliyer hal tersebut dikarenakan tidak terdapat data yang ekstrim dan data bersifat normal.

3.

5.3.4. Uji Friedman I A. Tinggi Kue 1. Tepung Biasa 190 º C Pada tepung Biasa dengan suhu pemanggangan 190 º C , untuk data tinggi, menunjukkan nilai chi square hitung 12.514 > 5.991 nilai chi table.Maka H0 ditolak, sehingga populasi dalam satu blok tidak identik. Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.002 < 0.05 sehingga H0 ditolak dan populasi tidak dalam satu blok identik. 2. Tepung Biasa 180 º C Pada tepung Biasa dengan suhu pemanggangan 180 º C , untuk data tinggi, menunjukkan nilai chi square hitung 8.510 > 5.991 nilai chi table.Maka H0 ditolak, sehingga populasi dalam satu blok tidak identik. Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.014 > 0.05 sehingga H0 diterima dan populasi dalam satu blok identik. 3. Tepung Biasa 170 º C Pada tepung Biasa dengan suhu pemanggangan 170 º C , untuk data tinggi, menunjukkan nilai chi square hitung 7.731 > 5.991 nilai chi table.Maka H0 ditolak, sehingga populasi dalam satu blok tidak identik. Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.021 > 0.05 sehingga H0 diterima dan populasi dalam satu blok identik. B. Berat Kue 1. Tepung Biasa 190 º C Pada tepung Biasa dengan suhu pemanggangan 190 º C , untuk data berat, menunjukkan nilai chi square hitung 15.895 > 5.991 nilai chi table.Maka H0 ditolak, sehingga populasi dalam satu blok tidak identik. Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.000 < 0.05 sehingga H0 ditolak dan populasi tidak dalam satu blok identik. 2. Tepung Biasa 180 º C Pada tepung Biasa dengan suhu pemanggangan 180 º C , untuk data berat, menunjukkan nilai chi square hitung 2.286 < 5.991 nilai chi table.Maka H0 diterima, sehingga populasi dalam satu blok identik. Kemudian nilai signifikansi pada table 276

menunjukkan 0.319 > 0.05 sehingga H0 diterima dan populasi dalam satu blok identik. 3. Tepung Biasa 170 º C Pada tepung Biasa dengan suhu pemanggangan 170 º C , untuk data berat, menunjukkan nilai chi square hitung 18.778 > 5.991 nilai chi table.Maka H0 ditolak, sehingga populasi dalam satu blok tidak identik. Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.000 < 0.05 sehingga H0 ditolak dan populasi tidak dalam satu blok identik

5.3.5 Uji Friedmann II A. Tinggi Kue 1. Tepung Biasa Dengan Waktu Pengadukan 5 Menit Pada tepung Biasa dengan waktu pengadukan 5 menit , untuk data tinggi, menunjukkan nilai chi square hitung 22.429 > 5.991 nilai chi table.Maka H0 ditolak, sehingga populasi dalam satu blok tidak identik. Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.000 < 0.05 sehingga H0 ditolak dan populasi tidak dalam satu blok identik.. 2. Tepung Biasa Dengan Waktu Pengadukan 10 Menit Pada tepung Biasa dengan waktu pengadukan 10 menit , untuk data tinggi, menunjukkan nilai chi square hitung 24.133 > 5.991 nilai chi table.Maka H0 ditolak, sehingga populasi dalam satu blok tidak identik. Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.000 < 0.05 sehingga H0 ditolak dan populasi tidak dalam satu blok identik. 3. Tepung Biasa Dengan Waktu Pengadukan 15 Menit Pada tepung Biasa dengan waktu pengadukan 15 menit , untuk data tinggi, menunjukkan nilai chi square hitung 19.857 > 5.991 nilai chi table.Maka H0 ditolak, sehingga populasi dalam satu blok tidak identik. Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.000 < 0.05 sehingga H0 ditolak dan populasi tidak dalam satu blok identik. B. Berat Kue 1. Tepung Biasa Dengan Waktu Pengadukan 5 Menit Pada tepung Biasa dengan waktu pengadukan 5 menit , untuk data berat, menunjukkan nilai chi square hitung 22.429 > 5.991 nilai chi table.Maka H0 ditolak, sehingga populasi dalam satu blok tidak identik. Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.000 < 0.05 sehingga H0 ditolak dan populasi tidak dalam satu blok identik. 2. Tepung Biasa Dengan Waktu Pengadukan 10 Menit Pada tepung Biasa dengan waktu pengadukan 10 menit, untuk data berat, menunjukkan nilai chi square hitung 24.133 > 5.991 nilai chi table.Maka H0 ditolak, sehingga populasi dalam satu blok tidak identik. Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.000 < 0.05 sehingga H0 ditolak dan populasi tidak dalam satu blok identik. 3. Tepung Biasa Dengan Waktu Pengadukan 15 Menit

277

Pada tepung Biasa dengan waktu pengadukan 15 menit , untuk data berat, menunjukkan nilai chi square hitung 19.857 > 5.991 nilai chi table.Maka H0 ditolak, sehingga populasi dalam satu blok tidak identik. Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.000 < 0.05 sehingga H0 ditolak dan populasi tidak dalam satu blok identik. 5.4. Uji Kruskall-wallis A. Tinggi Kue 1. Suhu 190 º C Dengan Pengadukan 5 Menit Pada Suhu 190 º C dengan pengadukan 5 menit , untuk data tinggi, menunjukkan nilai chi square hitung 22.958 > 5.991 nilai chi table. Maka H0 ditolak, sehingga ketiga populasi tidak identik. Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.000 < 0.05 , sehingga H0 ditolak dan ketiga populasi tidak identik. 2. Suhu 190 º C Dengan Pengadukan 10 Menit Pada Suhu 190 º C dengan pengadukan 10 menit , untuk data tinggi, menunjukkan nilai chi square hitung 18.162 > 5.991 nilai chi table. Maka H0 ditolak, sehingga ketiga populasi tidak identik. Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.000 < 0.05 , sehingga H0 ditolak dan ketiga populasi tidak identik. 3. Suhu 190 º C Dengan Pengadukan 15 Menit Pada Suhu 190 º C dengan pengadukan 15 menit , untuk data tinggi, menunjukkan nilai chi square hitung 13.662 > 5.991 nilai chi table. Maka H0 ditolak, sehingga ketiga populasi tidak identik. Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.001 < 0.05 , sehingga H0 ditolak dan ketiga populasi tidak identik. 4. Suhu 180 º C Dengan Pengadukan 5 Menit Pada Suhu 180 º C dengan pengadukan 5 menit , untuk data tinggi, menunjukkan nilai chi square hitung 40.189 > 5.991 nilai chi table. Maka H0 ditolak, sehingga ketiga populasi tidak identik. Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.000 < 0.05 , sehingga H0 ditolak dan ketiga populasi tidak identik. 5. Suhu 180 º C Dengan Pengadukan 10 Menit Pada Suhu 180 º C dengan pengadukan 10 menit , untuk data tinggi, menunjukkan nilai chi square hitung 29.079 > 5.991 nilai chi table. Maka H0 ditolak, sehingga ketiga populasi tidak identik. Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.000 < 0.05 , sehingga H0 ditolak dan ketiga populasi tidak identik.

6. Suhu 180 º C Dengan Pengadukan 15 Menit Pada Suhu 180 º C dengan pengadukan 15 menit , untuk data tinggi, menunjukkan nilai chi square hitung 18.522 > 5.991 nilai chi table. Maka H0 ditolak, sehingga ketiga populasi tidak identik. Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.000 < 0.05 , sehingga H0 ditolak dan ketiga populasi tidak identik. 7. Suhu 170 º C Dengan Pengadukan 5 Menit

278

Pada Suhu 170 º C dengan pengadukan 5 menit , untuk data tinggi, menunjukkan nilai chi square hitung 37.977 > 5.991 nilai chi table. Maka H0 ditolak, sehingga ketiga populasi tidak identik. Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.000 < 0.05 , sehingga H0 ditolak dan ketiga populasi tidak identik. 8. Suhu 170 º C Dengan Pengadukan 10 Menit Pada Suhu 170 º C dengan pengadukan 10 menit , untuk data tinggi, menunjukkan nilai chi square hitung 32.625 > 5.991 nilai chi table. Maka H0 ditolak, sehingga ketiga populasi tidak identik. Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.000 < 0.05 , sehingga H0 ditolak dan ketiga populasi tidak identik. 9. Suhu 170 º C Dengan Pengadukan 15 Menit Pada Suhu 170 º C dengan pengadukan 15 menit , untuk data tinggi, menunjukkan nilai chi square hitung 6.071 > 5.991 nilai chi table. Maka H0 ditolak, sehingga ketiga populasi tidak identik. Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.000 < 0.05 , sehingga H0 ditolak dan ketiga populasi tidak identik. B. Berat 1. Suhu 190 º C Dengan Pengadukan 5 Menit Pada Suhu 190 º C dengan pengadukan 5 menit , untuk data berat, menunjukkan nilai chi square hitung 15.065 > 5.991 nilai chi table.Maka H0 ditolak, sehingga ketiga populasi tidak identik. Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.001 < 0.05 , sehingga H0 ditolak dan ketiga populasi tidak identik. 2. Suhu 190 º C Dengan Pengadukan 10 Menit Pada Suhu 190 º C dengan pengadukan 10 menit , untuk data berat, menunjukkan nilai chi square hitung 43.995 > 5.991 nilai chi table. Maka H0 ditolak, sehingga ketiga populasi tidak identik. Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.000 < 0.05 , sehingga H0 ditolak dan ketiga populasi tidak identik. 3. Suhu 190 º C Dengan Pengadukan 15 Menit Pada Suhu 190 º C dengan pengadukan 15 menit , untuk data berat, menunjukkan nilai chi square hitung 39.189 > 5.991 nilai chi table. Maka H0 ditolak, sehingga ketiga populasi tidak identik. Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.000 < 0.05 , sehingga H0 ditolak dan ketiga populasi tidak identik. 4. Suhu 180 º C Dengan Pengadukan 5 Menit Pada Suhu 180 º C dengan pengadukan 5 menit , untuk data berat, menunjukkan nilai chi square hitung 41.229 > 5.991 nilai chi table. Maka H0 ditolak, sehingga ketiga populasi tidak identik. Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.000 < 0.05 , sehingga H0 ditolak dan ketiga populasi tidak identik. 5. Suhu 180 º C Dengan Pengadukan 10 Menit Pada Suhu 180 º C dengan pengadukan 10 menit , untuk data berat, menunjukkan nilai chi square hitung 10.869 > 5.991 nilai chi table. Maka H0 ditolak, sehingga ketiga populasi tidak identik. Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.004 < 0.05 , sehingga H0 ditolak dan ketiga populasi tidak identik. 279

6. Suhu 180 º C Dengan Pengadukan 15 Menit Pada Suhu 180 º C dengan pengadukan 15 menit , untuk data berat, menunjukkan nilai chi square hitung 16.312 > 5.991 nilai chi table. Maka H0 ditolak, sehingga ketiga populasi tidak identik. Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.000 < 0.05 , sehingga H0 ditolak dan ketiga populasi tidak identik. 7. Suhu 170 º C Dengan Pengadukan 5 Menit Pada Suhu 170 º C dengan pengadukan 5 menit , untuk data berat, menunjukkan nilai chi square hitung 1.389 < 5.991 nilai chi table. Maka H0 diterima, sehingga ketiga populasi identik. Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.499 > 0.05 , sehingga H0 diterima dan ketiga populasi dentik. 8. Suhu 170 º C Dengan Pengadukan 10 Menit Pada Suhu 170 º C dengan pengadukan 10 menit , untuk data berat, menunjukkan nilai chi square hitung 31.595 > 5.991 nilai chi table. Maka H0 ditolak, sehingga ketiga populasi tidak identik. Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.000 < 0.05 , sehingga H0 ditolak dan ketiga populasi tidak identik. 9. Suhu 170 º C Dengan Pengadukan 15 Menit Pada Suhu 170 º C dengan pengadukan 15 menit , untuk data berat, menunjukkan nilai chi square hitung 21.328 > 5.991 nilai chi table. Maka H0 ditolak, sehingga ketiga populasi tidak identik. Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.000 < 0.05 , sehingga H0 ditolak dan ketiga populasi tidak identik. 5.5. Uji Median A. Tinggi Kue 1. Suhu 190 º C Dengan Pengadukan 5 Menit Pada Suhu 190 º C dengan pengadukan 5 menit , untuk data tinggi, menunjukkan nilai chi square hitung 13.450 > 5.991 nilai chi table. Maka H0 ditolak, sehingga ketiga populasi memiliki median yang tidak sama (homogen). Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.001< 0.05 , sehingga H0 ditolak dan ketiga populasi memiliki median yang tidak sama (homogen). 2. Suhu 190 º C Dengan Pengadukan 10 Menit Pada Suhu 190 º C dengan pengadukan 10 menit , untuk data tinggi, menunjukkan nilai chi square hitung 16.076 > 5.991 nilai chi table. Maka H0 ditolak, sehingga ketiga populasi memiliki median yang tidak sama (homogen). Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.000< 0.05 , sehingga H0 ditolak dan ketiga populasi memiliki median yang tidak sama (homogen). 3. Suhu 190 º C Dengan Pengadukan 15 Menit Pada Suhu 190 º C dengan pengadukan 15 menit , untuk data tinggi, menunjukkan nilai chi square hitung 11.184 > 5.991 nilai chi table. Maka H0 ditolak, sehingga ketiga populasi memiliki median yang tidak sama (homogen). Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.004 < 0.05 , sehingga H0 ditolak dan ketiga populasi memiliki median yang tidak sama (homogen). 4. Suhu 180 º C Dengan Pengadukan 5 Menit 280

Pada Suhu 180 º C dengan pengadukan 5 menit , untuk data tinggi, menunjukkan nilai chi square hitung 29.756 > 5.991 nilai chi table. Maka H0 ditolak, sehingga ketiga populasi memiliki median yang tidak sama (homogen). Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.000< 0.05 , sehingga H0 ditolak dan ketiga populasi memiliki median yang tidak sama (homogen). 5. Suhu 180 º C Dengan Pengadukan 10 Menit Pada Suhu 180 º C dengan pengadukan 10 menit , untuk data tinggi, menunjukkan nilai chi square hitung 23.506> 5.991 nilai chi table. Maka H0 ditolak, sehingga ketiga populasi memiliki median yang tidak sama (homogen). Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.000< 0.05 , sehingga H0 ditolak dan ketiga populasi memiliki median yang tidak sama (homogen). 6. Suhu 180 º C Dengan Pengadukan 15 Menit Pada Suhu 180 º C dengan pengadukan 15 menit , untuk data tinggi, menunjukkan nilai chi square hitung 9.401 > 5.991 nilai chi table. Maka H0 ditolak, sehingga ketiga populasi memiliki median yang tidak sama (homogen). Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.009 < 0.05 , sehingga H0 ditolak dan ketiga populasi memiliki median yang tidak sama (homogen). 7. Suhu 170 º C Dengan Pengadukan 5 Menit Pada Suhu 170 º C dengan pengadukan 5 menit , untuk data tinggi, menunjukkan nilai chi square hitung 35.994 > 5.991 nilai chi table. Maka H0 ditolak, sehingga ketiga populasi memiliki median yang tidak sama (homogen). Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.000 < 0.05 , sehingga H0 ditolak dan ketiga populasi memiliki median yang tidak sama (homogen). 8. Suhu 170 º C Dengan Pengadukan 10 Menit Pada Suhu 170 º C dengan pengadukan 10 menit , untuk data tinggi, menunjukkan nilai chi square hitung 23.506 > 5.991 nilai chi table. Maka H0 ditolak, sehingga ketiga populasi memiliki median yang tidak sama (homogen). Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.000< 0.05 , sehingga H0 ditolak dan ketiga populasi memiliki median yang tidak sama (homogen). 9. Suhu 170 º C Dengan Pengadukan 15 Menit Pada Suhu 170 º C dengan pengadukan 15 menit , untuk data tinggi, menunjukkan nilai chi square hitung 1.168 < 5.991 nilai chi table. Maka H0 diterima, sehingga ketiga populasi memiliki median yang sama (homogen). Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0558 > 0.05 , sehingga H0 diterima dan ketiga populasi memiliki median yang sama (homogen). B. Berat Kue 1. Suhu 190 º C Dengan Pengadukan 5 Menit Pada Suhu 190 º C dengan pengadukan 5 menit , untuk data berat, menunjukkan nilai chi square hitung 17.954 > 5.991 nilai chi table. Maka H0 ditolak, sehingga ketiga populasi memiliki median yang tidak sama (homogen). Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.000 < 0.05 , sehingga H0 ditolak dan ketiga populasi memiliki median yang tidak sama (homogen). 281

2. Suhu 190 º C Dengan Pengadukan 10 Menit Pada Suhu 190 º C dengan pengadukan 10 menit , untuk data berat, menunjukkan nilai chi square hitung 35.883 > 5.991 nilai chi table. Maka H0 ditolak, sehingga ketiga populasi memiliki median yang tidak sama (homogen). Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.000 < 0.05 , sehingga H0 ditolak dan ketiga populasi memiliki median yang tidak sama (homogen).

282

3. Suhu 190 º C Dengan Pengadukan 15 Menit Pada Suhu 190 º C dengan pengadukan 15 menit , untuk data berat, menunjukkan nilai chi square hitung 28.937 > 5.991 nilai chi table. Maka H0 ditolak, sehingga ketiga populasi memiliki median yang tidak sama (homogen). Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.000 < 0.05 , sehingga H0 ditolak dan ketiga populasi memiliki median yang tidak sama (homogen). 4. Suhu 180 º C Dengan Pengadukan 5 Menit Pada Suhu 180 º C dengan pengadukan 5 menit , untuk data berat, menunjukkan nilai chi square hitung 42.481 > 5.991 nilai chi table. Maka H0 ditolak, sehingga ketiga populasi memiliki median yang tidak sama (homogen). Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.000 < 0.05 , sehingga H0 ditolak dan ketiga populasi memiliki median yang tidak sama (homogen). 5. Suhu 180 º C Dengan Pengadukan 10 Menit Pada Suhu 180 º C dengan pengadukan 10 menit , untuk data berat, menunjukkan nilai chi square hitung 3.896 < 5.991 nilai chi table. Maka H0 diterima, sehingga ketiga populasi memiliki median yang sama (homogen). Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.143 > 0.05 , sehingga H0 ditrima dan ketiga populasi memiliki median yang sama (homogen). 6. Suhu 180 º C Dengan Pengadukan 15 Menit Pada Suhu 180 º C dengan pengadukan 15 menit , untuk data berat, menunjukkan nilai chi square hitung 14.246 > 5.991 nilai chi table. Maka H0 ditolak, sehingga ketiga populasi memiliki median yang tidak sama (homogen). Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.001 < 0.05 , sehingga H0 ditolak dan ketiga populasi memiliki median yang tidak sama (homogen). 7. Suhu 170 º C Dengan Pengadukan 5 Menit Pada Suhu 170 º C dengan pengadukan 5 menit , untuk data berat, menunjukkan nilai chi square hitung 0.704 < 5.991 nilai chi table. Maka H0 diterima, sehingga ketiga populasi memiliki median yang sama (homogen). Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.703 > 0.05 , sehingga H0 ditrima dan ketiga populasi memiliki median yang sama (homogen). 8. Suhu 170 º C Dengan Pengadukan 10 Menit Pada Suhu 170 º C dengan pengadukan 10 menit , untuk data berat, menunjukkan nilai chi square hitung 22.345 > 5.991 nilai chi table. Maka H0 ditolak, sehingga ketiga populasi memiliki median yang tidak sama (homogen). Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.000 < 0.05 , sehingga H0 ditolak dan ketiga populasi memiliki median yang tidak sama (homogen). 9. Suhu 170 º C Dengan Pengadukan 15 Menit Pada Suhu 170 º C dengan pengadukan 15 menit , untuk data berat, menunjukkan nilai chi square hitung 19.485 > 5.991 nilai chi table. Maka H0 ditolak, sehingga ketiga populasi memiliki median yang tidak sama (homogen). Kemudian nilai signifikansi pada table menunjukkan 0.000 < 0.05 , sehingga H0 ditolak dan ketiga populasi memiliki median yang tidak sama (homogen). 283

BAB VI PENUTUP 6.1. Kesimpulan dan Saran 6.1.1. Kesimpulan 1. Cara pengambilan data pada praktikum kali ini adalah dengan cara melakukan suatu percobaan yang mana percobaan tersebut adalah pembuatan kue dengan berbagai macam variasi bahan tepung yaitu mulai dari tepung segitiga biru, tepung kereta kencana dan juga tepung biasa.
2. Pada analisa data serta intepretasi kita harus terlebih dahulu

menetukan hipotsesis yang akan kita uji dan setelah itu maka kita menentukan nilai signifikansinya untuk uji signifikansinya yang mana nilainya sebesar 0.05 pada uji friedman I dan friedman II dan untuk uji median, Uji Kruskall-wallis dan untuk statistic deskritif dengan menggunakan ratio skwenes nan kurtosis yaitu antara -2 sampai 2. Dari pengolahan data yang telah dilakukan dapat disimpulkan jika sebagian besar data berdistribusi normal karena berada didalam ratio -2 sampai 2.
3. Dengan cara membandingkan nilai yang kita peroleh dari

pengolahan data yaitu yang berupa nilai skewness,kurtosis,dengan rasio -2 sampai 2 dan nilai chi kuadrat yang kita bandingkan dengan nilai chi table lalu kita tinggal menentukan apakah data termasuk dalam non-parametrik dan berdistribusi normal. Chi-square : jika nilai Chi-square hitung < Chi table maka H0 diterima.Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka H0 diterima ( ) 6.1.2. Saran / Evaluasi perbaikan 1. Di dalam format laporan ukuran huruf mohon dibesarkan agar laporan mudah untuk dibaca serta tidak terlalu kecil hurufnya dan untuk spasi mohon dijadikan 1.5 spasi dan bukan 1 spasi agar laporan mudah dibaca dan enak dipandang. 2. Ketetapan waktu praktikum lebih dipertegas dan diperjelas dari awal agar tidak berganti-ganti jam. 3. Setiap asisten diharapkan dapat membantu masalah-masalah yang di hadapi oleh praktikan di luar waktu asistensi yang telah ditentukan.

284

285