You are on page 1of 82

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam hidup ini, hampir semua kejadian sifatnya tidak pasti. Artinya kita
tidak bisa mengetahui secara pasti hasil akhir kejadian tersebut. Terlebih lagi
jika kejadian itu menyajngkut masa yang akan datang. Untuk menghadapi
keadaan yang tidak pasti tersebut, biasanya orang hanya mengandalkan
tebakan. Dari tebakan itu, muncul kemungkinan atau peluang atau probabilitas
kejadian yang bersangkutan yang kemudian melahirkan sebuah teori yang
dikenal sebagai teori probabilitas.
Statistika sering disebut sebagai suatu studi tentang variasi karena
membahas dan menyediakan cara-cara untuk menyelidiki variasi gejala alam
dan sosial serta membuat kesimpulan tentang hal-hal yang melatarbelakangi
terjadinya variasi itu. Variasi bahasa ibu, kecerdasan siswa, prestasi belajar,
tingkat ekonomi dan lain-lain merupakan topik yang menarik minat para
peneliti dalam ilmu-ilmu sosial. Seorang guru mungkin tertarik terhadap suatu
gejala siswa-siswi di suatu kelas menunjukkan minat minat dan prestasi belajar
yang beragam.
Analisis varisansi (ANOVA) adalah teknik analisis statistik yang
dikembangkan dan diperkenalkan pertama kali oleh Sir Ronald A. Fisher
(Kennedy & Bush, 1985). ANOVA dapat juga dipahami sebgai perluasan dari Uji-
t sehingga penggunannya tidak sebatas kepada pengujian perbedaan tiga buah
rata-rata populasi atau lebih sekaligus.
Tujuan dari pengujian ANOVA adalah untuk mengetahui apakah ada
pengaruh dari berbagai kriteria yang diuji terhadap hasil yang diinginkan. Misal,
seorang manejer produksi menguji apakah ada pengaruh kebisingan yang
ditimbulkan oleh mesin-mesin produksi di pabrik pada hasil perakitan sebuah
komponen yang cukup kecil dan sebuah sirkuit yang memerlukan konsentrasi
yang tinggi dari operator rakit. Dari hal diatas diasumsikan bahwa populasi-
populasi dari berbagai kelompok sempel ini berdistribusi normal dengan besar
varian sama. Dengan demikian dapat dilakukan uji terhadap rata-rata apakah
dari rata-rata populasi dar mana sempel-sempel tersebut diambil adalah sama
atau memang berbeda secara nyata.
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka
dapat dirumuskan suatu permasalahan sebagai berikut :
1. Bagaimana hasil pengujian data dengan percobaan one way ?
2. Bagaimana hasil pengujian data dengan percobaan two way ?
3. Bagaimana hasil pengujian data dengan percobaan SPSS dan Excell ?
1.3 Tujuan Praktikum
Tujuan dari praktikum Analysis of Variance ini adalah :
1. Memahami dan melakukan uji statistik dengan menggunakan ANOVA,
baik menggunakan software SPSS maupun Microsoft Excell.
2. Mampu menyelesaikan persoalan dan masalah-masalah yang berkaitan
dengan uji ANOVA satu arah dan dua arah serta menarik kesimpulan
yang sesuai dengan persoalan yang diujikan.
1.4 Manfaat Praktikum
Manfaat yang didapat dari praktikum Analysis of Variance ini yaitu :
1
1. Dapat mengetahui dan memahami penggunaan hipotesis pada ANOVA
(Analysis of Variance).
2. Mampu mengaplikasikan kegunaan ANOVA (Anlysis of Variance) dalam
kehidupan sehari-hari.
1.5 Batasan dan Asumsi
1.5.1 Batasan Masalah
1. Menggunakan jangka sorong untuk mengukur tinggi dan timbangan kue
untuk menimbang berat kue tersebut.
2. Penyediaan alat-alat memasak seperti: mixer, kompor listrik,mangkuk,
sendok, oven, dll.
3. Bahan yang dibutuhkan seperti: terigu, telur, mentega, gula, baking
powder, cream of tar-tar, vanili, garam, kayu manis, susu.
1.5.2 Asumsi
1. Pengambilan data dilakukan dengan cara melakukan pengukuran dan
penimbangan hasil Pembuatan kue.
2. Lokasi praktikum bertempat di laboraturium DSSL program studi teknik
industri fakultas sains dan teknologi universitas islam negri sunan
kalijaga yogyakarta.
3. Praktikum dilakukan tiga kali dengan menggunakan bahan dan ukuran
yang sama.
4. Pemixeran untuk bahan pertama selama 5menit, kedua 10 menit, ketiga
15 menit dengan suhu pemanggangan masing-masing 170°,180°, dan
190°C.
2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Pengertian ANOVA (Analysis of Variance)
ANOVA (Analysis of Variance) adalah teknik analisis statistik yang dapat
memberi jawaban atas ada tidaknya perbedaan skor pada masing-masing
kelompok (khususnya untuk kelompok yang banyak), dengan suatu resiko
kesalahan yang sekecil mungkin. Di samping itu, ANOVA mempunyai kemampuan
membedakan antar banyak kelompok dengan resiko kesalahan yang kecil dan
dapat memberi informasi tentang ada tidaknya interaksi antar variabel bebas
sehubungan dengan pengukuran terhadap variabel terikat.
Apabila kita mengambil langkah pengujian perbedaan rata-rata tersebut
satu-persatu (dengan t tes) akan memakan waktu, tenaga yang banyak. Disamping
itu, kita akan mengahadapi risiko salah yang besar. Untuk itu, telah ditemukan
cara analisis yan mengandung kesalahan yang lebih kecil dan dapat menghemat
waktu serta tenaga yaitu dengan Anova (Analisys of Variences).
Pada dasarnya pola sample dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok, yaitu :
a. Seluruh sample, baik yang berada pada kelompok pertama sampai dengan
yang ada di kelompok lain, berasal dari populasi yang sama.
b. Sampel yang ada di kelompok satu berasal dari populasi yang berbeda
dengan populasi sample yang ada di kelompok lainnya.
Mengingat Anova berkaitan dengan pengujian hipotesis yang multiple (ganda)
maka perhitungannya lebih kompleks daripada t Tes. Pada saat melakukan
pengujian hipotesis (perbedaan dua rata-rata) dengan menggunakan t tes selalu
menanggung kesalahan tipe I sebesar alpha. Untuk ANOVA kesalahan tipe I disebut
dengan Experiment wise alpha level yang besarnya :
1 – (1 – ) N α
N merupakan banyaknya tes jika menggunakan t tes (dilakukan satu persatu).
MACAM-MACAM ANOVA
Pada dasarnya ANOVA dapat dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu :
1) Beberapa kelompok yang dihadapi merupakan pembagian dari satu
independent variable (variable bebas). Kondisi ini yang sering disebut
dengan single factor experiment (analisis variance satu arah), yang
merupakan topic bahasan pada bab ini.
2) Beberapa kelompok yang dihadapi merupakan pembagian dari beberapa
independent varibel (variable bebas). Kondisi ini yang sering disebut dengan
two factor experiment (analisis variance dua arah), yang akan dibahas pada
bab ANOVA dua arah.
Untuk mempermudah memahami konsep pengelompokkan ANOVA dalam dua
bagian besar, perlu kiranya kita lihat suatu contoh model ANOVA yang mungkin
ditemui:
1. Singel Factor Experiment :
Metode Belajar
A B C D Sampel Sampel Sampel Sampel
2. Two Factor Experiment :
Metode Belajar
Jenis Kelamin L Sampel Sampel Sampel
Kelamin P Sampel Sampel Sampel
VARIABILITAS DALAM ANOVA DAN PENGUJIANNYA
3
Pengukuran total variabilitas atas data yang ada dapat dikelompokkan menjadi 3
(tiga) lapisan :
1. Variabilitas antar kelompok (between treatments variability) merupakan
variasi rata-rata kelompok sample terhadap rata-rata keseluruhannya.
Variasi disini lebih terpengaruh oleh adanya perbedaan perlakuan
(treatments) antar kelompok, disingkat SSb.
2. Variabilitas dalam kelompok (within treatments variability), merupakan
variasi yang ada dalam masing-masing kelompok. Banyaknya variansi akan
tergantung pada banyaknya kelompok, dan variansi di sini tidak
terpengaruh / tergantuing oleh perbedaan perlakuan anta kelompok,
disingkat SSw.
3. Jumlah kuadrat penyimpangan total (total sum of squares) merupakan
jumlah kuadrat selisih antara skor individual dengan rat-rata totalnya,
disingkat SSt .
ANOVA SAMPEL BERBEDA
Pembahasan di atas berkaitan dengan sample yang sama antara kelompok
satu dengan kelompok lain. Dalam suatu eksperimen kadang-kadang sukar untuk
menentukan jumlah sample yang sama untuk setiap kelompok. Sebenarnya ANOVA
lebih akurat untuk menghadapi jumlah sampelyang sama setiap kelompok.
Walaupun demikian bukan berarti sample yang tidak sama lalu dapat dianalisisnya.
ANOVA masih dikatakan valid untuk menganalisis perbedaan rata-rata dari
beberapa kelompok sample walaupun jumlah sampel antar kelompok tidak sama,
asalkan sampelnya cukup besar dan perbedaan jumlah sampel tidak terlalu
mencolok.
ASUMSI DASAR DALAM ANOVA
1. Kenormalan
Setiap harga dalam sampel berasal dari distribusi normal, sehingga distribusi
skor sampel dalam kelompok pun hendaknya normal. Kenormalan dapat diatasi
dengan memperbanyak sampel dalam kelompok, karena semakin banyak n
maka distribusi akan mendekati normal. Apabila sampel tiap kelompok kecil
dan tidak dapat pula diatasi dengan jalan melakukan transformasi.
2. Kesamaan Variasi
Masing-masing kelompok hendaknya berasal dari populasi yang mempunyai
variansi yang sama. Untuk sampel yang sama pada setiap kelompok, kesamaan
variansi dapat diabaikan. Tetapi jika banyaknya sampel pada masing-masing
kelompok tidak sama, maka kesamaan variansi populasi memang sangat
diperlukan. Kalau hal ini diabaikan bisa menyesatkan (terutama dalam
pengambilan keputusan). Apabila variansi berbeda dengan banyaknya sampel
tiap kelompok tidak sama, diperlukan langkah penyelamatan yaitu dengan jalan
melakukan transformasi (misalnya, dengan mentransformasikan dengan
logaritma).
3. Pengamatan Bebas
Sampel hendaknya diambil secara acak (random), sehingga setiap pengamatan
merupakan informasi yang bebas. Asumsi ini merupakan asumsi yang tidak bisa
ditawar lagi, dengan kata lain tidak ada cara untuk mengatasi tidak
terpenuhinya asumsi ini. Dengan demikian maka setiap peneliti harus
merencanakan secara cermat dalam pengambilan sampel.
Asumsi-asumsi diatas hendaknnya dipenuhi oleh data yang akan dianalisis
dengan ANOVA. Ketidakterpenuhinya asumsi ini dapat menimbulkan
kesimpulan yangsalah. Hal ini mengandung arti bahwa kesimpulan penelitian
yang dianalisis dengan ANOVA tidak memberi arti apa-apa. Walaupun ada
asumsi yang sifatnya tidak kaku. Artinya dapat diatasi dengan jumlah sampel
4
namun pengujian atas terpenuhinya asumsi merupakan tindakan yang
disarankan.
ANOVA SATU ARAH DENGAN RANK
Apabila variabel terikat mempunyai skala ordinal, maka analisys of
varience mempunyai langkah yang agak berbeda dengan yang telah kita pelajari di
muka. Setelah kita menghadapi data berskala ordinal, maka masalah normalitas
tidak lagi menjadi persyaratan. Hal ini disebabkan karena asumsi yang dupakai
disini, bahwa data sampel diperoleh dari populasi yang berdistribusi frekuensi.
ANOVA satu arah unutk menghadapi data yang berskala ordinal adalah Kruskal-
Walles.
Kruskal-Walles menggunakan asumsi bahwa masing-masing kelompok sampel
doambil dari populasi yang sama. Sedangkan distribusi Kruskal-Walles (H) dapat
ditaksir memalui distribusi chisquare dengan derajat kebebasan sebesar k – 1.
Langkah-langkah pengujian hipotesis dengan skala ordianal adalah :
1. Menyusun Hipotesis.
2. Menyusun Rank.
3. Menghitung Kruskal-Walles
4. Membandingkan hasil perhitungan H dengan table (Chisquare distribution)
berdasarkan al[ha dan derajat kebebasan = k – 1.
5. Mengambil Kesimpulan.
ANOVA PENGUKURAN ULANG
Dalam dunia pendidikan sering kita menghadapi perubahan perilaku siswa
setelah diajar / dididik. Perubahan tersebut dapat diikuti dengan suatu tes yang
berulang-ulang. Dengan demikian akan terkumpul beberapa skor untuk setiap
individu untuk satu variabel terikat. Dengan melakukan pengujian / pengukuran
yang berulang-ulang kita dapat mengetahui perkembangan perilaku / kemampuan
subjek penelitian atas efek eksperimen.
Sumber variabilitas yang mempengaruhi variabilitas antar kelompok adalah :
1. Efek kesperimen
2. Kesalahn eksperimen
Sedangkan sumber kesalahan variabilitas antar kelompok tanpa pengulangan
pengukuran terdiri dari :
1. Efek eksperimen
2. Kesalahan eksperimen
3. Perbedaan individual
Sumber variabilitas dalam kelompok tetap sama, yaitu :
1. Perbedaaan Individu (between subject variability)
2. Kesalahan eksperimen (error variability)
Anova Dua Arah
Apabila design yang dikembangkan untuk mencari ada tidaknya perbedaan
dari 2 variabel bebas, dan masing-masing variable bebas dibagi dalam beberapa
kelompok, maka design yang dikembangkan tersebut sering disebut dengan two
factorial design.
Misalnya kita mempunyai variable bebas metode mengajar, dan jenis kelamin
untuk variable bebas metode mengajar dikelompokkan menjadi 3 yaitu metode A,
B dan C. sedangkan untuk jenis kelamin dibagi dua yaitu : Laki-laki dan
perempuan.
Perbandingan Anova Satu arah dan dua Arah
5
Anova satu arah dapat dipakai untuk menghadapi kasus variable bebas lebih
dari satu. Hanya saja terpaksa analisisnya harus dilakukan satu persatu maka akan
menghadapi banyak kasus N. Perincian Analisis :
Anova khusus untuk variable bebas : metode mengajar, kita akan
menghadapi sample sebanyak 120 yang terdiri dari :
METODE MENGAJAR
A B C
Sample laki-laki 20 Sample laki-laki 20 Sample laki-laki 20
Sample perempuan 20 Sample perempuan 20 Sample perempuan 20
Jadi N = 40 Jadi N = 40 Jadi N = 40
Anova yang berkaitan dengan variable jenis kelamin akan melibatkan sample
sebanyak 120 yang terdiri dari:
JENIS KELAMIN
Laki-laki Perempuan
Sample yang diajar dengan metode Sample yang diajar dengan metode
A = 20 A = 20
B = 20 B = 20
C = 20 C = 20
Jadi N = 60 Jadi N = 60
Untuk setiap Analisis kita akan berhadapan dengan 120 kasus, sehingga 2
kali Analisis kita akan menghadapi 240 kasus. Apabila analisis dilakukan serentak
dengan dua arah maka kasus yang dihadapi hanya sebanyak 120 kasus . hal ini
disebabkan karena pada saat kita menganalisis perbedaan efek metode mengajar
terhadap hasil belajar. Selain itu dengan melakukan analisis of fariance dua arah
akan dihindari pula terjadinya noise suatu kemungkinan yang menyatakan tempat.
Hipotesis
Terdiri dari :
1. Yang berkaitan dengan pengaruh factor pertama A atau efek berbaris
• H
o :
μ
A1 =
μ
A2
Ini berarti bahwa tidak terdapat perbedaan hasil belajar siswa antara laki-
laki dan perempuan.
• H
o :
μ
A1 ≠
μ
A2
Ini berarti bahwa terdapat perbedaan antara hasil belajar siswa laki-laki dan
perempuan
6
2. Yang berkaitan dengan pengaruh factor kedua B atau efek kolom
H
o :
μ
B1 =
μ
B2 =
μ
B3
Ini berarti bahwa tidak terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang diajar engan
meode A, B dan C.
Perhitungan Anova 2 Arah
Variance antar kelompok diasumsikan disebabkan oleh : Efek perlakuan,
dimana berkemungkinan hanya factor A atau factor B atau interaksi A x B yang
berpengaruh.
• Perbedaan individual
• Error Experimental
Variance dalam kelompok diasumsikan disebabkan oleh :
• perbedaan individual
• Error Eksperimental
Rumus : SS
t
= ∑X ²– G²/N
Derajat kebebasan adalah : N-1
Sedangkan SSb dapat di hitung dengan :
SSb = ∑ AB ²/n – G²/n
Perubahan rumus SSb disebabkan karena jumlah setiap sel adalah AB bukan T
seperti pada Anova satu Arah. Sedangkan derajat kebebasannya berkaitan dengan
banyaknya sel sehingga besarnya adalah : pq – 1
Dalam Anova dua arah mengandung asumsi yang agak berbeda dengan Anova
Satu arah. Sehingga SSb terdiri dari :
SS
A
merupakan besarnya sumbangan factor A terhadap keseluruhan efek
perlakuan.
SS
b
merupakan besarnya sumbangan factor B terhadap keseluruhan efek
perlakuan.
SS
AB
merupakan besarnya sumbangan kedua factor secara bersama
terhadap keseluruhan efek perlakuan.
Sum of sequare dapat dihitung dengan rumus :
SS
A
= ∑ A²/qn – G²/N
SS
B
= ∑ B²/pn – G²/n
SS
AB
= SS
b
-SS
A
-SS
Derajat kebebasan untuk masing-masing SS diatas adalah :
dk SS
A
= p-1
dk SS
B
= q-1
dk SS
AB
= dk SS
b
-dk SS
A
- dk SS
B
Mean squares dalam Anova dua arah terdiri dari tiga macam.
• Mean squares factor A
MS
A =
SS
A
/dk SS
A
• Mean squares factor B dihitung dengan rumus :
MS
B =
SS
B
/dkSS
B
• Sedangkan sum squares untuk interaksi dihitung dengan rumus
MS
AB
= SS
AB
/dkSS
AB
Fratio terdiri dari 3 macam yang dapat dihitung dengan rumus :
F
A
= MS
A/
MS
W
F
B
= MS
B/
MS
W
F
AB
= MS
AB/
MS
W
Asumsi dalam Anova dua Arah
Ada beberapa asumsi yang dipakai dalam Anova dua arah :
1. Setiap skor dalam sel harus berdistribusi normal. Asumsi ini dapat sedikit
diabaikan jika sample tiap sel cukup banyak .
2. Variasi Skor pada setiap sel hendaknya homogen atau sama
7
3. Skor yang ada bebas dari pengaruh variable yang tidak teliti. Hal ini dapat
dicapai dengan mengambil sample acak dari populasi yang sudah
diklasifikasikan sesuai dengan sel yang ada. Disamping itu perlu dilakukan
control atas terjadinya pengaruh factor lain maupun antar kelompok itu
sendiri.
Seperti halnya Anova satu arah, anova dua arah pun bias dilakukan untuk jumlah
sample yang tidak sama antar sel yang satu dan yang lainnya. Tetapi anova dua
arah dengan jumlah sample berbeda.
8
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Data yang Digunakan
Dalam praktikum Analysis of Variance ini, data yang digunakan untuk
pengolahan data meliputi :
1. Jenis tepung terigu yang dipakai yaitu tepung segitiga biru, tepung cakra,
dan tepung biasa
2. Berat roti dinyatakan dalam gram
3. Tinggi roti dinyatakan dalam cm.
4. Suhu pada oven yaitu 190, 180, 170

derajat Celcius
5. Lamanya mencampur adonan dibedakan menjadi 3, yaitu : 5 menit, 10
menit dan 15 menit
3.2 Waktu dan Tempat Praktikum
Praktikum Analysis of Variance ini dilakukan di Laboratorium Decision
Support System (DSS) Program Studi Teknik Industri UIN Sunan Kalijga
Yogyakarta pada hari Sabtu tanggal 9 Desember 2010.
3.3 Metode Pengumpulan Data
Dalam praktikum kali ini, metode yang digunakan di dalam pengumpulan
data adalah sebagai berikut :
1. Observasi (pengamatan langsung)
Yaitu pengamatan secara langsung terhadap praktikum dan obyek yang
dikerjakan untuk mendapatkan data-data yang dikehendaki untuk
dipergunakan pada pengolahan data berikutnya.
2. Studi Pustaka
Studi literatur penunjang yang dapat mendukung dalam pengumpulan data
dan membahas obyek praktikum. Studi pustaka dalam hal ini dilakukan
untuk mempelajari tema praktikum dengan literatur yang terkait dengan
eksplorasi dan analisis data.
3.4 Diagram Alir (Flowchart)
Diagram alir praktikum dapat diuraikan kedalam beberapa langkah
praktikum yang dilakukan dalam pemecahan masalah. Langkah-langkah
tersebut dapat dilihat dalam diagram alir (flow chart) praktikum seperti pada
gambar berikut ini :
9
10
Identifikasi
Masalah
Studi
Kepustakaan
Pengambilan
Data
Sampel
Pendahulua
n Populasi 1
Sampel
Pendahulua
n Populasi 2
Perhitungan &
Pengambilan Sampel
Sebenarnya
Rata-rata satu populasi
Rata-rata dua populasi
Proporsi satu populasi
Proporsi dua populasi
Menghitung parameter
taksiran dan menentukan
distribusi sampel serta
peluang distribusinya
Estimasi
ANOVA
One Way
ANOVA
Two Way
ANOVA
Sumber
Variansi
Oven dan
Operator
Membangun
Hipotesis
Uji
Hipotesis
Analisa dan
Intepretasi
Kesimpulan
estimasi
3.5 Prosedur Praktikum
Peralatan yang digunakan adalah :
1. Timbangan roti
2. Peralatan memasak
3. Observation sheet
Bahan yang dibutuhkan adalah :
1. Terigu biasa 200 gram
2. Tepung maizena 200 gram
3. Gula 200 gram
4. Telur 6 butir
5. Margarin 200 gram
6. Ovalet ½ sendok makan
7. Vanili ¼ sendok teh
8. Garam 1/8 sendok teh
9. Kayu manis secukupnya
10.Kacang secukupnya
11.Pewarna secukupnya
3.6 Pelaksanaan Praktikum
Pelaksanaan praktikum ini dilakukan dengan beberapa langkah yaitu :
1. Buat 3 resep roti, namun harus dibedakan dalam proses pembuatannya
(beda cara pengadukan dan suhu pada mesin oven).
2. Mengukur berat dan menghitung rata-rata, standard deviasi dari masing-
masing sampel pendahuluan.
3. Masukkan hasil perhitungan dalam rekap.
4. Setelah didapatkan, maka dihitung ukuran sampel sebenarnya dengan
rumus sebagai berikut :
05 . 0 1 , 0 ,
2
· ·
1
]
1

¸

· α
σ
α
e
e
Z
n
Masing-masing populasi (populasi 1, populasi 2, populasi 3) dicari nilai
n-nya
Catatan : untuk perhitungan nilai n, hanya membutuhkan sampel
berukuran 3 1 ≤ ≤ n , jika terjadi di luar itu, maka nilai error (e) harus
disesuaikan agar diperoleh nilai n pada rentang tersebut (keterbatasan
data) lihat excel praktikum
5. Pengambilan sampel sebenarnya dengan pengembalian (sampel
pendahuluan dihitung kembali)
6. Mengukur berat, tinggi dan menghitung rata-rata dan standard deviasi,
serta proporsi cacat dari masing-masing sampel sebenarnya.
7. Masukkan dalam rekap data berat dan tinggi kue bolu pada sampel
sebenarnya di sheet excel langkah praktikum.
8. Lakukan pengolahan sesuai petunjuk di modul.
9. Lakukan pengambilan data untuk ANOVA dan uji statistik nonparametric,
masukkan data di sheet excel.
10. Lakukan pengolahan sesuai petunjuk asisten.
11
BAB IV
PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
4.1 Pengumpulan Data
Dari praktikum yang telah dilakukan di laboraturium DSSL UIN Sunan
Kalijaga pada tanggal 9 Desember 2010. Data yang diambil adalah tinggi dan berat
kue hasil percobaan dengan waktu pengadukan dan suhu yang berbeda serta dari
jenis tepung yang berbeda. Untuk datanya terlampir.
4.2 Pengolahan Data
4.2.1. One way anova
A. Tinggi
1. Tepung segitiga biru
1. Levene's Test of Equality of Error Variances
a
Tabel 1. levene’s test equality of error variances Tinggi segitiga biru
Levene's Test of Equality of Error
Variances
a
Dependent
Variable:tinggi_segitiga_biru
F df1 df2 Sig.
2.359 8 146 .020
Berdasarkan tabel test of equality di atas, dapat diketahui bahwa
nilai F sebesar 2,359. Kemudian df1 sebesar 8 dan df2 sebesar
146. Nilai signifikansinya yaitu 0,020.
Hipotesis:
H0 : Semua variansi populasi adalah identik
H1 : Semua variansi populasi tidak identik
Dasar pengambilan keputusan :
Signifikansi : jika nilai signifikansi >0.05 maka Ho diterima
(Alpha = 0.05)
2. Tests of Between-Subjects Effects
Tabel 2. Tests of Between-Subjects Effects Tinggi Segitiga Biru
Tests of Between-Subjects Effects
Dependent Variable:tinggi_segitiga_biru
Source
Type III Sum
of Squares df
Mean
Square F Sig.
Corrected Model 32.324
a
8 4.040 72.263 .000
Intercept 3962.376 1 3962.376 70866.62
7
.000
suhu 4.346 2 2.173 38.861 .000
lama_pengadukan 6.990 2 3.495 62.506 .000
suhu *
lama_pengadukan
16.043 4 4.011 71.734 .000
Error 8.163 146 .056
Total 4001.863 155
Corrected Total 40.487 154
a. R Squared = .798 (Adjusted R Squared = .787)
12
Dari tabel test between diatas dapat diketahui, pada suhu nilai
signifikansi sebesar 0.000, pada lama pengadukan nilai signifikansi sebesar
0.000, pada suhu dan lama pengadukan nilai signifikansi sebesar 0.000. Nilai
eror untutk tinggi tepung segitiga biru pada type III sum of squares sebesar
8.163, pada df sebesar 146, pada mean square sebesar 0.056, untuk Total
pada type III sum of squares sebesar 4001.863, pada df sebesar 155, untuk
Corrected Total pada type III sum of squares sebesar 40.487, dan pada df
sebesar 154.
Hipotesis keputusan suhu :
H0 : Ketiga tingkatan suhu memberikan pengaruh yang sama
H1 : Ketiga tingkatan suhu tidak memberikan pengaruh yang sama
Hipotesis waktu pengadukan :
H0 : Ketiga waktu pengadukan memberikan pengaruh yang sama
H1 : Ketiga waktu pengadukan tidak memberikan pengaruh yang sama.
Hipotesis suhu dan waktu pengadukan :
H0 : Tidak ada interaksi antara suhu dan lama waktu pengadukan
H1 : Minimal ada satu pasang interaksi antara suhu dan lama waktu
pengadukan yang berbeda.
Dasar pengambilan keputusan :
Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka Ho diterima (Alpha =
0.05)
3. Multiple Comparisons Suhu
Tabel 3. Multiple Comparisons, Suhu, Tinggi Segitiga Biru
Multiple Comparisons
Dependent Variable:tinggi_segitiga_biru
(I) suhu (J) suhu
Mean Difference
(I-J) Std. Error Sig.
95% Confidence Interval
Lower Bound Upper Bound
LSD 190.00 180.00 .4864
*
.04705 .000 .3934 .5794
170.00 .4029
*
.04765 .000 .3087 .4970
180.00 190.00 -.4864
*
.04705 .000 -.5794 -.3934
170.00 -.0835 .04531 .067 -.1731 .0060
170.00 190.00 -.4029
*
.04765 .000 -.4970 -.3087
180.00 .0835 .04531 .067 -.0060 .1731
Based on observed means.
The error term is Mean Square(Error) = .056.
*. The mean difference is significant at the .05 level.
Pada table multiple comparation suhu pada tepung segitiga biru diatas dapat
dilihat bahwa :
1. Untuk LSD (I) 190 (J) 180, nilai mean difference (I-J) sebesar 0.4864, nilai std.
error sebesar 0.04705, nilai sig. 0.000. Untuk nilai 95% confidence Iinterval
pada lower bound sebesar 0.3934 dan pada upper bound sebesar 0.5794.
Untuk LSD (I) 190 (J) 170 nilai mean difference (I-J) sebesar 0.4029, nilai std.
error sebesar 0.04765, nilai sig. 0.000. Untuk nilai 95% confidence Iinterval
pada lower bound sebesar 0.3087 dan upper bound sebesar 0.4970.
2. Untuk LSD (I) 180 (J) 190, nilai mean difference (I-J) sebesar -0.4864, nilai
std. error sebesar . 0.04705, nilai sig. 0.000. Untuk nilai 95% confidence
Iinterval pada lower bound sebesar -0.5794 dan upper bound sebesar
-0.3934. Untuk LSD (I) 180 (J) 170, nilai mean difference (I-J) sebesar
13
-0.0835, nilai std. error sebesar . 0.04531, nilai sig. 0.067. Untuk nilai 95%
confidence Iinterval pada lower bound sebesar -0.1731 dan upper bound
sebesar 0.0060.
3. Untuk LSD (I) 170 (J) 190, nilai mean difference (I-J) sebesar -0.4029, nilai
std. error sebesar . 0.04765, nilai sig. 0.000. Untuk nilai 95% confidence
Iinterval pada lower bound sebesar -0.4970 dan upper bound sebesar
-0.3087. Untuk LSD (I) 170 (J) 180, nilai mean difference (I-J) sebesar 0.0835,
nilai std. error sebesar . 0.04531, nilai sig. 0.067. Untuk nilai 95%
confidence Iinterval pada lower bound sebesar -0.0060 dan upper bound
sebesar 0.1731.
Hipotesis :
Ho = Tidak ada perbedaan signifikan antar suhu pemanggangan
H1 = Ada perbedaan signifikan antar suhu pemanggangan
Dasar pengambilan keputusan :
Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka Ho diterima (Alpha = 0.05)
14
4. Duncan Untuk Suhu
Tabel 4. Duncan, Suhu, Tinggi Segitiga Biru
tinggi_segitiga_biru
suhu
Subset
N 1 2
Duncan
a,,b,,c
180.00 56 4.8825
170.00 53 4.9660
190.00 46 5.3689
Sig. .076 1.000
Pada table di atas dapat dilihat bahwa untuk table uji Duncan pada suhu,
tinggi tepung segitiga biru, terlihat untuk suhu 180 derajat dengan nilai N
sebesar 56, dan memiliki nilai subset pada kolom 1 sebesar 4.8825. Untuk suhu
170 derajat dengan nilai N sebesar 53, dan memiliki nilai subset pada kolom 1
sebesar 4.9660. Untuk suhu 190 derajat dengan nilai N sebesar 46, dan
memiliki nilai subset pada kolom 2 sebesar 5.3689. dan untuk signifikansi
subset pada kolom 1 sebesar 0.076, subset pada kolom 2 sebesar 1.000.
5. Multiple Comparisons Lama Pengadukan
Tabel 5. Multiple Comparisons, Lama Pengadukan, Tinggi Segitiga Biru
Multiple Comparisons
Dependent Variable:tinggi_segitiga_biru
(I)
lama_peng
adukan
(J)
lama_peng
adukan
Mean Difference
(I-J) Std. Error Sig.
95% Confidence Interval
Lower Bound Upper Bound
LSD 5menit 10menit -.3321
*
.04607 .000 -.4232 -.2411
15menit -.6201
*
.04607 .000 -.7111 -.5291
10menit 5menit .3321
*
.04607 .000 .2411 .4232
15menit -.2880
*
.04777 .000 -.3824 -.1935
15menit 5menit .6201
*
.04607 .000 .5291 .7111
10menit .2880
*
.04777 .000 .1935 .3824
Based on observed means.
The error term is Mean Square(Error) = .056.
*. The mean difference is significant at the .05 level.
Pada table multiple comparation waktu pengadukan pada tepung segitiga biru
diatas dapat dilihat bahwa :
1. Untuk LSD (I) 5 menit (J) 10 menit, nilai mean difference (I-J) sebesar
-0.3321, nilai std. error sebesar 0.04607, nilai sig. 0.000. Untuk nilai 95%
confidence Iinterval pada lower bound sebesar -0.4232 dan pada upper
bound sebesar -0.2411. Untuk LSD (I) 5 menit (J) 10 menit, nilai mean
difference (I-J) sebesar -0.6201, nilai std. error sebesar 0.04607, nilai sig.
0.000. Untuk nilai 95% confidence Iinterval pada lower bound sebesar
-0.7111 dan upper bound sebesar –0.5291.
2. Untuk LSD (I) 10 menit (J) 5 menit, nilai mean difference (I-J) sebesar 0.3321,
nilai std. error sebesar . 0.04607, nilai sig. 0.000. Untuk nilai 95%
confidence Iinterval pada lower bound sebesar 0.2411 dan upper bound
sebesar . 0.4232. Untuk LSD (I) 10 menit (J) 15 menit, nilai mean difference
(I-J) sebesar -0.2880, nilai std. error sebesar 0.04777, nilai sig. 0.000. Untuk
nilai 95% confidence Iinterval pada lower bound sebesar -0.3824 dan upper
bound sebesar -0.1935.
3. Untuk LSD (I) 15 menit (J) 5 menit, nilai mean difference (I-J) sebesar 0.6201,
nilai std. error sebesar . 0.04607, nilai sig. 0.000. Untuk nilai 95%
15
confidence Iinterval pada lower bound sebesar 0.5291 dan upper bound
sebesar 0.7111. Untuk LSD (I) 15 menit (J) 10 menit, nilai mean difference (I-
J) sebesar 0.2880, nilai std. error sebesar 0.04777, nilai sig. 0.000. Untuk
nilai 95% confidence Iinterval pada lower bound sebesar 0.1935 dan upper
bound sebesar 0.3824.
Hipotesis :
Ho = Tidak ada perbedaan signifikan antar waktu pengadukan
H1 = Ada perbedaan signifikan antar waktu pengadukan
Dasar pengambilan keputusan :
Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka Ho diterima (Alpha = 0.05)
6. Duncan Untuk Waktu Pengadukan
Tabel 6. Duncan, Lama Pengadukan, Tinggi Segitiga Biru
tinggi_segitiga_biru
lama_pe
ngaduka
n
Subset
N 1 2 3
Duncan
a,,b,,c
5menit 57 4.7544
10menit 49 5.0865
15menit 49 5.3745
Sig. 1.000 1.000 1.000
Pada table di atas dapat dilihat bahwa untuk table uji Duncan pada lama
pengadukan, tinggi tepung segitiga biru, terlihat untuk waktu 5 menit dengan
nilai N sebesar 57, dan memiliki nilai subset pada kolom 1 sebesar 4.8825.
Untuk waktu 10 menit dengan nilai N sebesar 49, dan memiliki nilai subset
pada kolom 2 sebesar 5.0865. Untuk waktu 15 menit dengan nilai N sebesar
49, dan memiliki nilai subset pada kolom 3 sebesar 5.3745. dan untuk
signifikansi subset pada kolom 1, 2, 3 sebesar 1.000.
2. Tepung Kereta Kencana
1. Levene’s Test of Equality of Error Variances Tinggi Kereta
Kencana
Tabel 7. levene’s test equality of error variances, Tinggi Kereta Kencana
Levene's Test of Equality of Error Variances
a
Dependent Variable:tinggi_kereta_kencana
F df1 df2 Sig.
.860 8 140 .552
Tests the null hypothesis that the error variance of
the dependent variable is equal across groups.
a. Design: Intercept + suhu + lama_pengadukan +
suhu * lama_pengadukan
Berdasarkan tabel test of equality di atas, dapat diketahui bahwa nilai
F sebesar 0.860. Kemudian df1 sebesar 8 dan df2 sebesar 140. Nilai
signifikansinya yaitu 0,552.
Hipotesis:
H0 : Semua variansi populasi adalah identik
H1 : Semua variansi populasi tidak identik
Dasar pengambilan keputusan :
16
Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka Ho diterima (Alpha
= 0.05)
2.Tests of Betwen-Subjects Effects Tinggi Kereta Kencana
Tabel 8. Tests of Between-Subjects Effects, Tinggi Kereta Kencana
Tests of Between-Subjects Effects
Dependent Variable:tinggi_kereta_kencana
Source
Type III Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
Corrected Model 10.422
a
8 1.303 29.325 .000
Intercept 3767.633 1 3767.633 84807.069 .000
Suhu 1.308 2 .654 14.725 .000
lama_pengadukan 8.534 2 4.267 96.048 .000
suhu * lama_pengadukan .262 4 .065 1.474 .213
Error 6.220 140 .044
Total 3788.488 149
Corrected Total 16.642 148
a. R Squared = .626 (Adjusted R Squared = .605)
Dari tabel test between diatas dapat diketahui, pada suhu nilai
signifikansi sebesar 0.000, pada lama pengadukan nilai signifikansi sebesar
0.000, pada suhu dan lama pengadukan nilai signifikansi sebesar 0.213. Nilai
eror untutk tinggi tepung kereta kencana pada type III sum of squares sebesar
6.220, pada df sebesar 140, pada mean square sebesar 0.0544, untuk Total
pada type III sum of squares sebesar 3788.488, pada df sebesar 149, untuk
Corrected Total pada type III sum of squares sebesar 16.642, dan pada df
sebesar 148.
Hipotesis keputusan suhu :
H0 : Ketiga tingkatan suhu memberikan pengaruh yang sama
H1 : Ketiga tingkatan suhu tidak memberikan pengaruh yang sama
Hipotesis waktu pengadukan :
H0 : Ketiga waktu pengadukan memberikan pengaruh yang sama
H1 : Ketiga waktu pengadukan tidak memberikan pengaruh yang sama.
Hipotesis suhu dan waktu pengadukan :
H0 : Tidak ada interaksi antara suhu dan lama waktu pengadukan
H1 : Minimal ada satu pasang interaksi antara suhu dan lama waktu
pengadukan yang berbeda.
Dasar pengambilan keputusan :
Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka Ho diterima (Alpha =
0.05)
3.Multple Comparisons Suhu
Tabel 9. Multiple Comparisons, Tinggi Kereta Kencana
17
Multiple Comparisons
Dependent Variable:tinggi_kereta_kencana
(I) suhu (J) suhu
Mean Difference
(I-J) Std. Error Sig.
95% Confidence Interval
Lower Bound Upper Bound
LSD 190.00 180.00 .2173
*
.04154 .000 .1352 .2995
170.00 -.0011 .04266 .979 -.0855 .0832
180.00 190.00 -.2173
*
.04154 .000 -.2995 -.1352
170.00 -.2185
*
.04286 .000 -.3032 -.1337
170.00 190.00 .0011 .04266 .979 -.0832 .0855
180.00 .2185
*
.04286 .000 .1337 .3032
Based on observed means.
The error term is Mean Square(Error) = .044.
*. The mean difference is significant at the .05 level.
Pada table multiple comparation suhu pada tepung Kereta Kencana diatas
dapat dilihat bahwa :
1. Untuk LSD (I) 190 (J) 180, nilai mean difference (I-J) sebesar 0.2173, nilai std.
error sebesar 0.04154, nilai sig. 0.000. Untuk nilai 95% confidence Iinterval
pada lower bound sebesar 0.1352 dan pada upper bound sebesar 0.2995.
Untuk LSD (I) 190 (J) 170 nilai mean difference (I-J) sebesar -0.0011, nilai std.
error sebesar 0.04266, nilai sig. 0.979. Untuk nilai 95% confidence Iinterval
pada lower bound sebesar -0.0855 dan upper bound sebesar 0.0832.
2. Untuk LSD (I) 180 (J) 190, nilai mean difference (I-J) sebesar -0.2173, nilai
std. error sebesar . 0.04154, nilai sig. 0.000. Untuk nilai 95% confidence
Iinterval pada lower bound sebesar -0.3032 dan upper bound sebesar
-0.1352. Untuk LSD (I) 180 (J) 170, nilai mean difference (I-J) sebesar
-0.2185, nilai std. error sebesar . 0.04286, nilai sig. 0.000. Untuk nilai 95%
confidence Iinterval pada lower bound sebesar -0.3032 dan upper bound
sebesar -0.1337.
3. Untuk LSD (I) 170 (J) 190, nilai mean difference (I-J) sebesar 0.0011, nilai std.
error sebesar 0.04266, nilai sig. 0.979. Untuk nilai 95% confidence Iinterval
pada lower bound sebesar -0.0832 dan upper bound sebesar 0.0855. Untuk
LSD (I) 170 (J) 180, nilai mean difference (I-J) sebesar 0.2185, nilai std. error
sebesar . 0.04286, nilai sig. 0.000. Untuk nilai 95% confidence Iinterval
pada lower bound sebesar 0.1337 dan upper bound sebesar 0.3032.
Hipotesis :
Ho = Tidak ada perbedaan signifikan antar suhu pemanggangan
H1 = Ada perbedaan signifikan antar suhu pemanggangan
Dasar pengambilan keputusan :
Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka Ho diterima (Alpha = 0.05)
4.Duncan Untuk Suhu
Tabel 10. Duncan, Suhu, Tinggi Kereta Kencana
18
tinggi_kereta_kencana
suhu N
Subset
1 2
Duncan
a,,b,,c
180.00 51 4.8880
190.00 52 5.1054
170.00 46 5.1065
Sig. 1.000 .979
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
Based on observed means.
The error term is Mean Square(Error) = .044.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 49.523.
b. The group sizes are unequal. The harmonic mean of the group
sizes is used. Type I error levels are not guaranteed.
c. Alpha = .05.
Pada table di atas dapat dilihat bahwa untuk table uji Duncan pada suhu,
tinggi Kereta Kencana, terlihat untuk suhu 180 derajat dengan nilai N sebesar
51, dan memiliki nilai subset pada kolom 1 sebesar 4.8880. Untuk suhu 170
derajat dengan nilai N sebesar 52, dan memiliki nilai subset pada kolom 2
sebesar 5.1054. Untuk suhu 190 derajat dengan nilai N sebesar 46, dan
memiliki nilai subset pada kolom 2 sebesar 5.1055. dan untuk signifikansi
subset pada kolom 1 sebesar1.000, subset pada kolom 2 sebesar 0.979.
5.Multiple Comparation Lama Pengadukan
Tabel 11. Multiple Comparisons, Tinggi Kereta Kencana
Multiple Comparisons
Dependent Variable:tinggi_kereta_kencana
(I)
lama_peng
adukan
(J)
lama_peng
adukan
Mean Difference
(I-J) Std. Error Sig.
95% Confidence Interval
Lower Bound Upper Bound
LSD 5menit 10menit -.4967
*
.04196 .000 -.5797 -.4137
15menit -.5233
*
.04219 .000 -.6067 -.4399
10menit 5menit .4967
*
.04196 .000 .4137 .5797
15menit -.0266 .04280 .536 -.1112 .0580
15menit 5menit .5233
*
.04219 .000 .4399 .6067
10menit .0266 .04280 .536 -.0580 .1112
Based on observed means.
The error term is Mean Square(Error) = .044.
*. The mean difference is significant at the .05 level.
Pada table multiple comparation suhu pada tepung Kereta Kencana diatas
dapat dilihat bahwa :
1. Untuk LSD (I) 5 menit (J) 10 menit, nilai mean difference (I-J) sebesar
-0.4967, nilai std. error sebesar 0.04196, nilai sig. 0.000. Untuk nilai 95%
confidence Iinterval pada lower bound sebesar -0.5797 dan pada upper
bound sebesar -0.4137. Untuk LSD (I) 5 menit (J) 10 menit, nilai mean
difference (I-J) sebesar –0.5233, nilai std. error sebesar 0.04219, nilai sig.
0.000. Untuk nilai 95% confidence Iinterval pada lower bound sebesar
-0.6067 dan upper bound sebesar –0.4399.
2. Untuk LSD (I) 10 menit (J) 5 menit, nilai mean difference (I-J) sebesar 0.4967,
nilai std. error sebesar . 0.04196, nilai sig. 0.000. Untuk nilai 95%
confidence Iinterval pada lower bound sebesar 0.4137 dan upper bound
19
sebesar . 0.5797. Untuk LSD (I) 10 menit (J) 15 menit, nilai mean difference
(I-J) sebesar -0.0266, nilai std. error sebesar 0.04280, nilai sig. 0.000. Untuk
nilai 95% confidence Iinterval pada lower bound sebesar -0.1112 dan upper
bound sebesar 0.0580.
3. Untuk LSD (I) 15 menit (J) 5 menit, nilai mean difference (I-J) sebesar 0.5233,
nilai std. error sebesar . 0.04219, nilai sig. 0.000. Untuk nilai 95%
confidence Iinterval pada lower bound sebesar 0.4399 dan upper bound
sebesar 0.6067. Untuk LSD (I) 15 menit (J) 10 menit, nilai mean difference (I-
J) sebesar 0.0266, nilai std. error sebesar 0.04280, nilai sig. 0.536. Untuk
nilai 95% confidence Iinterval pada lower bound sebesar -0.0580 dan upper
bound sebesar 0.1112.
Hipotesis :
Ho = Tidak ada perbedaan signifikan antar suhu pemanggangan
H1 = Ada perbedaan signifikan antar suhu pemanggangan
Dasar pengambilan keputusan :
Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka Ho diterima (Alpha = 0.05)
6.Duncan Untuk Waktu Pengadukan
Tabel 12. Duncan, Lama Pengadukan, Tinggi Kereta Kencana
tinggi_kereta_kencana
lama_peng
adukan N
Subset
1 2
Duncan
a,,b,,c
5menit 52 4.6994
10menit 49 5.1961
15menit 48 5.2227
Sig. 1.000 .531
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
Based on observed means.
The error term is Mean Square(Error) = .044.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 49.610.
b. The group sizes are unequal. The harmonic mean of the group
sizes is used. Type I error levels are not guaranteed.
c. Alpha = .05.
Pada table di atas dapat dilihat bahwa untuk table uji Duncan pada lama
pengadukan, tinggi tepung Kereta Kencana, terlihat untuk waktu pengadukan 5
menit dengan nilai N sebesar 52, dan memiliki nilai subset pada kolom 1
sebesar 4.6994. Untuk waktu pengadukan 10 menit dengan nilai N sebesar 49,
dan memiliki nilai subset pada kolom 2 sebesar 5.1961. Untuk waktu
pengadukan 15 menit dengan nilai N sebesar 48, dan memiliki nilai subset
pada kolom 2 sebesar 5.2227. dan untuk signifikansi subset pada kolom 1
sebesar 1.000, subset pada kolom 2 sebesar 1.000.
1. Tepung Biasa
1. Levene's Test of Equality of Error Variances Tinggi Tepung
Biasa
Tabel 13. levene’s test equality of error variances, Tinggi Tepung Biasa
20
Levene's Test of Equality of Error Variances
a
Dependent Variable:tinggi_tepung_biasa
F df1 df2 Sig.
1.983 8 148 .052
Tests the null hypothesis that the error variance of
the dependent variable is equal across groups.
a. Design: Intercept + suhu + lama_pengadukan +
suhu * lama_pengadukan
Berdasarkan tabel test of equality di atas, dapat diketahui bahwa nilai
F sebesar 1.983. Kemudian df1 sebesar 8 dan df2 sebesar 148. Nilai
signifikansinya yaitu 0,052.
Hipotesis:
H0 : Semua variansi populasi adalah identik
H1 : Semua variansi populasi tidak identik
Dasar pengambilan keputusan :
Signifikansi : jika nialai ssssignifikansi >0.05 maka Ho diterima
(Alpha = 0.05)
2. Tests of Between-Subjects Effects Tinggi Tepung Biasa
Tabel 14. Tests of Between-Subjects Effects, Tinggi Tepung Biasa
Tests of Between-Subjects Effects
Dependent Variable:tinggi_tepung_biasa
Source
Type III Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
Corrected Model 5.213
a
8 .652 13.566 .000
Intercept 4473.082 1 4473.082 93122.816 .000
Suhu 2.086 2 1.043 21.711 .000
lama_pengadukan .067 2 .033 .697 .500
suhu * lama_pengadukan 2.975 4 .744 15.484 .000
Error 7.109 148 .048
Total 4549.172 157
Corrected Total 12.322 156
a. R Squared = .423 (Adjusted R Squared = .392)
Dari tabel test between diatas dapat diketahui, pada suhu nilai
signifikansi sebesar 0.000, pada lama pengadukan nilai signifikansi sebesar
0.000, pada suhu dan lama pengadukan nilai signifikansi sebesar 0.500. Nilai
eror untutk tinggi tepung biasa pada type III sum of squares sebesar 7.109,
pada df sebesar 148, pada mean square sebesar 0.048, untuk Total pada type
III sum of squares sebesar 4549.172, pada df sebesar 157, untuk Corrected
Total pada type III sum of squares sebesar 12.322, dan pada df sebesar 156.
Hipotesis keputusan suhu :
H0 : Ketiga tingkatan suhu memberikan pengaruh yang sama
H1 : Ketiga tingkatan suhu tidak memberikan pengaruh yang sama
Hipotesis waktu pengadukan :
H0 : Ketiga waktu pengadukan memberikan pengaruh yang sama
H1 : Ketiga waktu pengadukan tidak memberikan pengaruh yang sama.
Hipotesis suhu dan waktu pengadukan :
H0 : Tidak ada interaksi antara suhu dan lama waktu pengadukan
21
H1 : Minimal ada satu pasang interaksi antara suhu dan lama waktu
pengadukan yang berbeda.
Dasar pengambilan keputusan :
Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka Ho diterima (Alpha =
0.05)
22
3. Multiple Comparisons Suhu
Tabel 15. Multiple Comparisons, Tinggi Tepung Biasa
Multiple Comparisons
Dependent Variable:tinggi_tepung_biasa
(I) suhu (J) suhu
Mean Difference
(I-J) Std. Error Sig.
95% Confidence Interval
Lower Bound Upper Bound
LSD 190.00 180.00 -.2939
*
.04395 .000 -.3808 -.2071
170.00 -.1254
*
.04108 .003 -.2065 -.0442
180.00 190.00 .2939
*
.04395 .000 .2071 .3808
170.00 .1686
*
.04461 .000 .0804 .2567
170.00 190.00 .1254
*
.04108 .003 .0442 .2065
180.00 -.1686
*
.04461 .000 -.2567 -.0804
Based on observed means.
The error term is Mean Square(Error) = .048.
*. The mean difference is significant at the .05 level.
Pada table multiple comparisons suhu pada tepung biasa diatas dapat dilihat
bahwa :
1. Untuk LSD (I) 190 (J) 180, nilai mean difference (I-J) sebesar -0.2939, nilai
std. error sebesar 0.04395, nilai sig. 0.000. Untuk nilai 95% confidence
Iinterval pada lower bound sebesar -0.3808 dan pada upper bound sebesar-
0.2071. Untuk LSD (I) 190 (J) 170 nilai mean difference (I-J) sebesar -0.1254,
nilai std. error sebesar 0.04108, nilai sig. 0.003. Untuk nilai 95% confidence
Iinterval pada lower bound sebesar -0.3808 dan upper bound sebesar
-0.2071.
2. Untuk LSD (I) 180 (J) 190, nilai mean difference (I-J) sebesar 0.2939, nilai std.
error sebesar . 0.04395, nilai sig. 0.000. Untuk nilai 95% confidence
Iinterval pada lower bound sebesar -0.2065 dan upper bound sebesar
-0.3808. Untuk LSD (I) 180 (J) 170, nilai mean difference (I-J) sebesar 0.1686,
nilai std. error sebesar . 0.04461, nilai sig. 0.000. Untuk nilai 95%
confidence Iinterval pada lower bound sebesar 0.0804 dan upper bound
sebesar 0.2567.
3. Untuk LSD (I) 170 (J) 190, nilai mean difference (I-J) sebesar 0.1254, nilai std.
error sebesar . 0.04108, nilai sig. 0.003. Untuk nilai 95% confidence
Iinterval pada lower bound sebesar 0.0442 dan upper bound sebesar
0.2065. Untuk LSD (I) 170 (J) 180, nilai mean difference (I-J) sebesar -0.1686,
nilai std. error sebesar . 0.04461, nilai sig. 0.000. Untuk nilai 95%
confidence Iinterval pada lower bound sebesar -0.2567 dan upper bound
sebesar -0.0804.
Hipotesis :
Ho = Tidak ada perbedaan signifikan antar suhu pemanggangan
H1 = Ada perbedaan signifikan antar suhu pemanggangan
Dasar pengambilan keputusan :
Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka Ho diterima (Alpha = 0.05)
4.Duncan untuk suhu
Tabel 16. Duncan, Suhu, Tinggi Tepung Biasa
23
tinggi_tepung_biasa
suhu N
Subset
1 2 3
Duncan
a,,b,,c
190.00 59 5.2512
170.00 55 5.3765
180.00 43 5.5451
Sig. 1.000 1.000 1.000
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
Based on observed means.
The error term is Mean Square(Error) = .048.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 51.381.
b. The group sizes are unequal. The harmonic mean of the group sizes is
used. Type I error levels are not guaranteed.
c. Alpha = .05.
Pada table di atas dapat dilihat bahwa untuk table uji Duncan pada suhu,
tinggi tepung biasa, terlihat untuk suhu 180 derajat dengan nilai N sebesar 59,
dan memiliki nilai subset pada kolom 1 sebesar 5.2512. Untuk suhu 170 derajat
dengan nilai N sebesar 55, dan memiliki nilai subset pada kolom 2 sebesar
5.3765. Untuk suhu 190 derajat dengan nilai N sebesar 43, dan memiliki nilai
subset pada kolom 4 sebesar 5.5451. dan untuk signifikansi subset pada kolom
1, 2 ,3 sebesar 1.000.
5.Multiple Comparisons Lama Pengadukan
Tabel 17. Multiple Comparisons, Tinggi Tepung Biasa
Multiple Comparisons
Dependent Variable:tinggi_tepung_biasa
(I)
lama_peng
adukan
(J)
lama_peng
adukan
Mean Difference
(I-J) Std. Error Sig.
95% Confidence Interval
Lower Bound Upper Bound
LSD 5menit 10menit .0575 .04278 .181 -.0271 .1420
15menit .0308 .04298 .475 -.0542 .1157
10menit 5menit -.0575 .04278 .181 -.1420 .0271
15menit -.0267 .04278 .534 -.1112 .0578
15menit 5menit -.0308 .04298 .475 -.1157 .0542
10menit .0267 .04278 .534 -.0578 .1112
Based on observed means.
The error term is Mean Square(Error) = .048.
Pada table multiple comparisons suhu pada tepung Biasa diatas dapat dilihat
bahwa :
1. Untuk LSD (I) 5 menit (J) 10 menit, nilai mean difference (I-J) sebesar 0.0575,
nilai std. error sebesar 0.04278, nilai sig. 0.181. Untuk nilai 95% confidence
Iinterval pada lower bound sebesar -0.0271 dan pada upper bound sebesar
0.1420. Untuk LSD (I) 5 menit (J) 10 menit, nilai mean difference (I-J)
sebesar 0.0308, nilai std. error sebesar 0.04298, nilai sig. 0.475. Untuk nilai
95% confidence Iinterval pada lower bound sebesar -0.0542 dan upper
bound sebesar 0.1420.
2. Untuk LSD (I) 10 menit (J) 5 menit, nilai mean difference (I-J) sebesar
-0.0575, nilai std. error sebesar . 0.04278, nilai sig. 0.181. Untuk nilai 95%
confidence Iinterval pada lower bound sebesar -0.1420 dan upper bound
sebesar 0.0271. Untuk LSD (I) 10 menit (J) 15 menit, nilai mean difference
24
(I-J) sebesar -0.0267, nilai std. error sebesar 0.04278, nilai sig. 0.534. Untuk
nilai 95% confidence Iinterval pada lower bound sebesar -0.1112 dan upper
bound sebesar 0.0578.
3. Untuk LSD (I) 15 menit (J) 5 menit, nilai mean difference (I-J) sebesar
-0.0308, nilai std. error sebesar . 0.04298, nilai sig. 0.475. Untuk nilai 95%
confidence Iinterval pada lower bound sebesar -0.1157 dan upper bound
sebesar 0.0542. Untuk LSD (I) 15 menit (J) 10 menit, nilai mean difference (I-
J) sebesar 0.0267, nilai std. error sebesar 0.04278, nilai sig. 0.534. Untuk
nilai 95% confidence Iinterval pada lower bound sebesar -0.0578 dan upper
bound sebesar 0.1112.
Hipotesis :
Ho = Tidak ada perbedaan signifikan antar waktu pengadukan
H1 = Ada perbedaan signifikan antar waktu pengadukan
Dasar pengambilan keputusan :
Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka Ho diterima (Alpha = 0.05)
25
6.Duncan Untuk Lama Pengadukan
Tabel 18. Duncan, Lama Pengadukan, Tinggi Tepung Biasa
tinggi_tepung_biasa
lama_pengadukan N
Subset
1
Duncan
a,,b,,c
10menit 53 5.3477
15menit 52 5.3744
5menit 52 5.4052
Sig. .209
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
Based on observed means.
The error term is Mean Square(Error) = .048.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 52.329.
b. The group sizes are unequal. The harmonic mean of the group sizes
is used. Type I error levels are not guaranteed.
c. Alpha = .05.
Pada table di atas dapat dilihat bahwa untuk table uji Duncan pada lama
pengadukan, tinggi tepung biasa, terlihat untuk suhu 180 derajat dengan nilai
N sebesar 53, dan memiliki nilai subset pada kolom 1 sebesar 5.3477. Untuk
suhu 170 derajat dengan nilai N sebesar 52, dan memiliki nilai subset pada
kolom 1 sebesar 5.3744. Untuk suhu 190 derajat dengan nilai N sebesar 52,
dan memiliki nilai subset pada kolom 1 sebesar 5.4052. dan untuk signifikansi
subset pada kolom 1 sebesar 0.209.
B. Berat
1. Tepung Segitiga Biru
1. Levene's Test of Equality of Error Variances
a
Tabel 19. levene’s test equality of error variances, Berat segitiga biru
Levene's Test of Equality of Error Variances
a
Dependent Variable:berat_segitiga_biru
F df1 df2 Sig.
1.848 8 146 .073
Tests the null hypothesis that the error variance of
the dependent variable is equal across groups.
a. Design: Intercept + suhu + lama_pengadukan +
suhu * lama_pengadukan
Berdasarkan tabel test of equality di atas, dapat diketahui bahwa nilai
F sebesar 2,359. Kemudian df1 sebesar 8 dan df2 sebesar 146. Nilai
signifikansinya yaitu 0,020.
Hipotesis:
H0 : Semua variansi populasi adalah identik
H1 : Semua variansi populasi tidak identik
Dasar pengambilan keputusan :
Signifikansi : jika nilai signifikansi >0.05 maka Ho diterima (Alpha =
0.05)
2. Tests of Between-Subjects Effects
Tabel 20. Tests of Between-Subjects Effects, Berat Segitiga Biru
26
Tests of Between-Subjects Effects
Dependent Variable:berat_segitiga_biru
Source
Type III Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
Corrected Model 7526.954
a
8 940.869 78.566 .000
Intercept 285024.260 1 285024.260 23800.465 .000
Suhu 1850.162 2 925.081 77.247 .000
lama_pengadukan 1261.419 2 630.709 52.666 .000
suhu * lama_pengadukan 3046.383 4 761.596 63.596 .000
Error 1748.434 146 11.976
Total 287382.004 155
Corrected Total 9275.388 154
a. R Squared = .811 (Adjusted R Squared = .801)
Dari tabel test between diatas dapat diketahui, pada suhu nilai
signifikansi sebesar 0.000, pada lama pengadukan nilai signifikansi sebesar
0.000, pada suhu dan lama pengadukan nilai signifikansi sebesar 0.000. Nilai
error untuk berat tepung segitiga biru pada type III sum of squares sebesar
1748.434, pada df sebesar 146, pada mean square sebesar 11.975, untuk
Total pada type III sum of squares sebesar 287382.004, pada df sebesar 155,
untuk Corrected Total pada type III sum of squares sebesar 9275.388, dan
pada df sebesar 154.
Hipotesis keputusan suhu :
H0 : Ketiga tingkatan suhu memberikan pengaruh yang sama
H1 : Ketiga tingkatan suhu tidak memberikan pengaruh yang sama
Hipotesis waktu pengadukan :
H0 : Ketiga waktu pengadukan memberikan pengaruh yang sama
H1 : Ketiga waktu pengadukan tidak memberikan pengaruh yang sama.
Hipotesis suhu dan waktu pengadukan :
H0 : Tidak ada interaksi antara suhu dan lama waktu pengadukan
H1 : Minimal ada satu pasang interaksi antara suhu dan lama waktu
pengadukan yang berbeda.
Dasar pengambilan keputusan :
Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka Ho diterima (Alpha =
0.05)
3. Multiple Comparation Suhu
Tabel 21. Multiple Comparisons, Berat Segitiga Biru
Multiple Comparisons
Dependent Variable:berat_segitiga_biru
(I) suhu (J) suhu
Mean Difference
(I-J) Std. Error Sig.
95% Confidence Interval
Lower Bound Upper Bound
LSD 190.00 180.00 10.6272
*
.68861 .000 9.2662 11.9881
170.00 5.5077
*
.69735 .000 4.1295 6.8859
180.00 190.00 -10.6272
*
.68861 .000 -11.9881 -9.2662
170.00 -5.1195
*
.66318 .000 -6.4302 -3.8088
170.00 190.00 -5.5077
*
.69735 .000 -6.8859 -4.1295
180.00 5.1195
*
.66318 .000 3.8088 6.4302
Based on observed means.
The error term is Mean Square(Error) = 11.976.
*. The mean difference is significant at the .05 level.
27
Pada table multiple comparation suhu pada berat tepung segitiga biru diatas
dapat dilihat bahwa :
1. Untuk LSD (I) 190 (J) 180, nilai mean difference (I-J) sebesar 10.6272, nilai
std. error sebesar 0.68861, nilai sig. 0.000. Untuk nilai 95% confidence
Iinterval pada lower bound sebesar 9.2662 dan pada upper bound sebesar
11.9881. Untuk LSD (I) 190 (J) 170 nilai mean difference (I-J) sebesar 5.5077,
nilai std. error sebesar 0.69735, nilai sig. 0.000. Untuk nilai 95% confidence
Iinterval pada lower bound sebesar 4.1295 dan upper bound sebesar 6.8859.
2. Untuk LSD (I) 180 (J) 190, nilai mean difference (I-J) sebesar -10.6272, nilai
std. error sebesar 0.68861, nilai sig. 0.000. Untuk nilai 95% confidence
Iinterval pada lower bound sebesar -11.9881 dan upper bound sebesar
-9.2662. Untuk LSD (I) 180 (J) 170, nilai mean difference (I-J) sebesar
-5.1195, nilai std. error sebesar . 0.66318, nilai sig. 0.000. Untuk nilai 95%
confidence Iinterval pada lower bound sebesar -6.8088 dan upper bound
sebesar -3.8088.
3. Untuk LSD (I) 170 (J) 190, nilai mean difference (I-J) sebesar -5.5077, nilai
std. error sebesar . 0.69735, nilai sig. 0.000. Untuk nilai 95% confidence
Iinterval pada lower bound sebesar -6.8859 dan upper bound sebesar
-4.1295. Untuk LSD (I) 170 (J) 180, nilai mean difference (I-J) sebesar 5.1195,
nilai std. error sebesar 0.66318, nilai sig. 0.000. Untuk nilai 95% confidence
Iinterval pada lower bound sebesar 3.8088 dan upper bound sebesar 6.4302.
Hipotesis :
Ho = Tidak ada perbedaan signifikan antar suhu pemanggangan
H1 = Ada perbedaan signifikan antar suhu pemanggangan
Dasar pengambilan keputusan :
Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka Ho diterima (Alpha = 0.05)
4.Duncan Untuk Suhu
Tabel 22. Duncan, Suhu, Berat Segitiga Biru
berat_segitiga_biru
suhu N
Subset
1 2 3
Duncan
a,,b,,c
180.00 56 37.4540
170.00 53 42.5735
190.00 46 48.0812
Sig. 1.000 1.000 1.000
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
Based on observed means.
The error term is Mean Square(Error) = 11.976.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 51.313.
b. The group sizes are unequal. The harmonic mean of the group sizes is
used. Type I error levels are not guaranteed.
c. Alpha = .05.
Pada table di atas dapat dilihat bahwa untuk table uji Duncan pada suhu
berat tepung segitiga biru, terlihat untuk suhu 180 derajat dengan nilai N
sebesar 56, dan memiliki nilai subset pada kolom 1 sebesar 37.4540. Untuk
suhu 170 derajat dengan nilai N sebesar 53, dan memiliki nilai subset pada
kolom 2 sebesar 42.5735. Untuk suhu 190 derajat dengan nilai N sebesar 46,
dan memiliki nilai subset pada kolom 3 sebesar 48.0812. dan untuk signifikansi
subset pada kolom 1, 2, 3 sebesar 1.000.
5.Multiple Comparaisons Lama Pengadukan
28
Tabel 23. Multiple Comparisons, Berat Segitiga Biru
Multiple Comparisons
Dependent Variable:berat_segitiga_biru
(I)
lama_peng
adukan
(J)
lama_peng
adukan
Mean Difference
(I-J) Std. Error Sig.
95% Confidence Interval
Lower Bound Upper Bound
LSD 5menit 10menit -7.2725
*
.67416 .000 -8.6048 -5.9401
15menit -7.5483
*
.67416 .000 -8.8807 -6.2159
10menit 5menit 7.2725
*
.67416 .000 5.9401 8.6048
15menit -.2758 .69914 .694 -1.6576 1.1059
15menit 5menit 7.5483
*
.67416 .000 6.2159 8.8807
10menit .2758 .69914 .694 -1.1059 1.6576
Based on observed means.
The error term is Mean Square(Error) = 11.976.
*. The mean difference is significant at the .05 level.
Pada table multiple comparisons suhu pada tepung Segitiga Biru diatas dapat
dilihat bahwa :
1. Untuk LSD (I) 5 menit (J) 10 menit, nilai mean difference (I-J) sebesar
-7.2725, nilai std. error sebesar 0.67416, nilai sig. 0.000. Untuk nilai 95%
confidence Iinterval pada lower bound sebesar -8.6048 dan pada upper
bound sebesar -5.9401. Untuk LSD (I) 5 menit (J) 10 menit, nilai mean
difference (I-J) sebesar -7.5483, nilai std. error sebesar 0.67416, nilai sig.
0.000. Untuk nilai 95% confidence Iinterval pada lower bound sebesar
-8.8807 dan upper bound sebesar -6.2159.
2. Untuk LSD (I) 10 menit (J) 5 menit, nilai mean difference (I-J) sebesar 7.2725,
nilai std. error sebesar . 0.67416, nilai sig. 0.000. Untuk nilai 95%
confidence Iinterval pada lower bound sebesar 5.9401 dan upper bound
sebesar -5.9401. Untuk LSD (I) 10 menit (J) 15 menit, nilai mean difference
(I-J) sebesar -0.2758, nilai std. error sebesar 0.69914, nilai sig. 0.694. Untuk
nilai 95% confidence Iinterval pada lower bound sebesar -1.6575 dan upper
bound sebesar 1.1059.
3. Untuk LSD (I) 15 menit (J) 5 menit, nilai mean difference (I-J) sebesar 7.5483,
nilai std. error sebesar . 0.67416, nilai sig. 0.000. Untuk nilai 95%
confidence Iinterval pada lower bound sebesar 6.2159 dan upper bound
sebesar 8.8807. Untuk LSD (I) 15 menit (J) 10 menit, nilai mean difference (I-
J) sebesar 0.2758, nilai std. error sebesar 0.69914, nilai sig. 0.694. Untuk
nilai 95% confidence Iinterval pada lower bound sebesar -1.1059 dan upper
bound sebesar 1.6576.
Hipotesis :
Ho = Tidak ada perbedaan signifikan antar suhu pemanggangan
H1 = Ada perbedaan signifikan antar suhu pemanggangan
Dasar pengambilan keputusan :
Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka Ho diterima (Alpha =
0.05)
6.Duncan Untuk Lama Pengadukan
Tabel 24. Duncan, Lama Pengadukan, Berat Segitiga Biru
29
berat_segitiga_biru
lama_peng
adukan N
Subset
1 2
Duncan
a,,b,,c
5menit 57 37.6732
10menit 49 44.9456
15menit 49 45.2214
Sig. 1.000 .687
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
Based on observed means.
The error term is Mean Square(Error) = 11.976.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 51.405.
b. The group sizes are unequal. The harmonic mean of the group
sizes is used. Type I error levels are not guaranteed.
c. Alpha = .05.
Pada table di atas dapat dilihat bahwa untuk table uji Duncan pada
lama pengadukan, berat tepung segitiga biru, terlihat untuk waktu 5 menit
dengan nilai N sebesar 57, dan memiliki nilai subset pada kolom 1 sebesar
37.6732. Untuk waktu 10 menit dengan nilai N sebesar 49, dan memiliki
nilai subset pada kolom 2 sebesar 44.9456. Untuk waktu 15 menit dengan
nilai N sebesar 49, dan memiliki nilai subset pada kolom 2 sebesar 45.2214.
dan untuk signifikansi subset pada kolom 1 sebesar 1.000, kolom 2 sebesar
o.687
2. Tepung Kereta Kencana
1.L evene's Test of Equality of Error Variances

Berat Tepung
Kereta Kencana
Tabel 25. levene’s test equality of error variances, Berat Kereta Kencana
Levene's Test of Equality of Error Variances
a
Dependent Variable:berat_kereta_kencana
F df1 df2 Sig.
4.206 8 142 .000
Tests the null hypothesis that the error variance of
the dependent variable is equal across groups.
a. Design: Intercept + suhu + lama_pengadukan +
suhu * lama_pengadukan
Berdasarkan tabel test of equality di atas, dapat diketahui bahwa nilai
F sebesar 4.206. Kemudian df1 sebesar 8 dan df2 sebesar 142. Nilai
signifikansinya yaitu 0,00.
Hipotesis:
H0 : Semua variansi populasi adalah identik
H1 : Semua variansi populasi tidak identik
Dasar pengambilan keputusan :
Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka Ho diterima (Alpha
= 0.05)
2. Tests of Between-Subjects Effects Berat Segitiga Biru
Tabel 26. Tests of Between-Subjects Effects, Berat Kereta Kencana
30
Tests of Between-Subjects Effects
Dependent Variable:berat_kereta_kencana
Source
Type III Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
Corrected Model 1760.268
a
8 220.034 18.685 .000
Intercept 298620.021 1 298620.021 25357.992 .000
Suhu 539.085 2 269.542 22.889 .000
lama_pengadukan 970.428 2 485.214 41.203 .000
suhu * lama_pengadukan 208.855 4 52.214 4.434 .002
Error 1672.216 142 11.776
Total 301150.203 151
Corrected Total 3432.484 150
a. R Squared = .513 (Adjusted R Squared = .485)
Dari tabel test between diatas dapat diketahui, pada suhu nilai
signifikansi sebesar 0.000, pada lama pengadukan nilai signifikansi sebesar
0.000, pada suhu dan lama pengadukan nilai signifikansi sebesar 0.002. Nilai
error untutk berat tepung kereta kencana pada type III sum of squares sebesar
1672.216, pada df sebesar 142, pada mean square sebesar 11.776, untuk
Total pada type III sum of squares sebesar 301150.203, pada df sebesar 151,
untuk Corrected Total pada type III sum of squares sebesar 3432.484, dan
pada df sebesar 150.
Hipotesis keputusan suhu :
H0 : Ketiga tingkatan suhu memberikan pengaruh yang sama
H1 : Ketiga tingkatan suhu tidak memberikan pengaruh yang sama
Hipotesis waktu pengadukan :
H0 : Ketiga waktu pengadukan memberikan pengaruh yang sama
H1 : Ketiga waktu pengadukan tidak memberikan pengaruh yang sama.
Hipotesis suhu dan waktu pengadukan :
H0 : Tidak ada interaksi antara suhu dan lama waktu pengadukan
H1 : Minimal ada satu pasang interaksi antara suhu dan lama waktu
pengadukan yang berbeda.
Dasar pengambilan keputusan :
Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka Ho diterima (Alpha =
0.05)
31
3. Multiple Comparisons Suhu
Tabel 27. Multiple Comparisons, Berat kereta kencana
Multiple Comparisons
Dependent Variable:berat_kereta_kencana
(I) suhu (J) suhu
Mean Difference
(I-J) Std. Error Sig.
95% Confidence Interval
Lower Bound Upper Bound
LSD 190.00 180.00 -.5938 .66982 .377 -1.9179 .7303
170.00 -4.3820
*
.69460 .000 -5.7551 -3.0089
180.00 190.00 .5938 .66982 .377 -.7303 1.9179
170.00 -3.7882
*
.69152 .000 -5.1552 -2.4212
170.00 190.00 4.3820
*
.69460 .000 3.0089 5.7551
180.00 3.7882
*
.69152 .000 2.4212 5.1552
Based on observed means.
The error term is Mean Square(Error) = 11.776.
*. The mean difference is significant at the .05 level.
Pada table multiple comparation suhu pada tepung Kereta Kencana diatas
dapat dilihat bahwa :
1. Untuk LSD (I) 190 (J) 180, nilai mean difference (I-J) sebesar -0.5938, nilai
std. error sebesar 0.66982, nilai sig. 0.377. Untuk nilai 95% confidence
Iinterval pada lower bound sebesar -1.9179 dan pada upper bound sebesar
0.7303. Untuk LSD (I) 190 (J) 170 nilai mean difference (I-J) sebesar -4.3820,
nilai std. error sebesar 0.69152, nilai sig. 0.000. Untuk nilai 95% confidence
Iinterval pada lower bound sebesar -5.7551 dan upper bound sebesar
-3.0089.
2. Untuk LSD (I) 180 (J) 190, nilai mean difference (I-J) sebesar 0.5938, nilai std.
error sebesar . 0.66982, nilai sig. 0.377. Untuk nilai 95% confidence interval
pada lower bound sebesar -0.7303 dan upper bound sebesar 1.9179. Untuk
LSD (I) 180 (J) 170, nilai mean difference (I-J) sebesar -3.7882, nilai std. error
sebesar o.69152, nilai sig. 0.000. Untuk nilai 95% confidence Iinterval pada
lower bound sebesar -0.7303. dan upper bound sebesar -2.4212.
3. Untuk LSD (I) 170 (J) 190, nilai mean difference (I-J) sebesar 4.3820, nilai std.
error sebesar 0.69460, nilai sig. 0.000 Untuk nilai 95% confidence Iinterval
pada lower bound sebesar 3.0089 dan upper bound sebesar 5.7551. Untuk
LSD (I) 170 (J) 180, nilai mean difference (I-J) sebesar 3.7882, nilai std. error
sebesar 0.69152, nilai sig. 0.000. Untuk nilai 95% confidence Iinterval pada
lower bound sebesar 2.4212 dan upper bound sebesar 5.1552.
Hipotesis :
Ho = Tidak ada perbedaan signifikan antar suhu pemanggangan
H1 = Ada perbedaan signifikan antar suhu pemanggangan
Dasar pengambilan keputusan :
Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka Ho diterima (Alpha = 0.05)
4.Duncan Untuk Suhu
Tabel 28. Duncan, Suhu, Bera Kereta kencana
32
berat_kereta_kencana
suhu N
Subset
1 2
Duncan
a,,b,,c
190.00 52 42.8598
180.00 53 43.4536
170.00 46 47.2418
Sig. .388 1.000
Pada table di atas dapat dilihat bahwa untuk table uji Duncan pada suhu,
Berat Kereta Kencana, terlihat untuk suhu 180 derajat dengan nilai N sebesar
52, dan memiliki nilai subset pada kolom 1 sebesar 42.8598. Untuk suhu 170
derajat dengan nilai N sebesar 53, dan memiliki nilai subset pada kolom 1
sebesar 43.4536. Untuk suhu 190 derajat dengan nilai N sebesar 46, dan
memiliki nilai subset pada kolom 2 sebesar 47.2418. dan untuk signifikansi
subset pada kolom 1 sebesar 0.388, subset pada kolom 2 sebesar 1.000.
5. Multiple Comparation Lama Pengadukan
Tabel 29. Multiple Comparisons, Berat Kereta Kencana
Multiple Comparisons
Dependent Variable:berat_kereta_kencana
(I)
lama_peng
adukan
(J)
lama_peng
adukan
Mean Difference
(I-J) Std. Error Sig.
95% Confidence Interval
Lower Bound Upper Bound
LSD 5menit 10menit -5.5454
*
.68009 .000 -6.8898 -4.2010
15menit -5.2528
*
.68009 .000 -6.5972 -3.9084
10menit 5menit 5.5454
*
.68009 .000 4.2010 6.8898
15menit .2926 .69330 .674 -1.0779 1.6631
15menit 5menit 5.2528
*
.68009 .000 3.9084 6.5972
10menit -.2926 .69330 .674 -1.6631 1.0779
Based on observed means.
The error term is Mean Square(Error) = 11.776.
*. The mean difference is significant at the .05 level.
Pada table multiple comparation suhu pada tepung Kereta Kencana diatas
dapat dilihat bahwa :
1. Untuk LSD (I) 5 menit (J) 10 menit, nilai mean difference (I-J) sebesar
-5.5454, nilai std. error sebesar 0.68009, nilai sig. 0.000. Untuk nilai 95%
confidence Iinterval pada lower bound sebesar -6.8898 dan pada upper
bound sebesar -4.2010. Untuk LSD (I) 5 menit (J) 10 menit, nilai mean
difference (I-J) sebesar -5.2528, nilai std. error sebesar 0.68009, nilai sig.
0.000. Untuk nilai 95% confidence Iinterval pada lower bound sebesar
-6.8898 dan upper bound sebesar -3.9084.
2. Untuk LSD (I) 10 menit (J) 5 menit, nilai mean difference (I-J) sebesar 5.5454,
nilai std. error sebesar . 0.68009, nilai sig. 0.000. Untuk nilai 95%
confidence Iinterval pada lower bound sebesar 4.2010 dan upper bound
sebesar 6.8898. Untuk LSD (I) 10 menit (J) 15 menit, nilai mean difference
(I-J) sebesar 0.2926, nilai std. error sebesar 0.69330, nilai sig. 0.674. Untuk
33
nilai 95% confidence interval pada lower bound sebesar -1.0779 dan upper
bound sebesar 1.6631.
3. Untuk LSD (I) 15 menit (J) 5 menit, nilai mean difference (I-J) sebesar5.2528,
nilai std. error sebesar . 0.68009, nilai sig. 0.000. Untuk nilai 95%
confidence Iinterval pada lower bound sebesar 3.9084 dan upper bound
sebesar 6.5972. Untuk LSD (I) 15 menit (J) 10 menit, nilai mean difference (I-
J) sebesar -0.2926, nilai std. error sebesar 0.69330, nilai sig. 0.674. Untuk
nilai 95% confidence Iinterval pada lower bound sebesar -1.6631 dan upper
bound sebesar 1.0779.
Hipotesis :
Ho = Tidak ada perbedaan signifikan antar suhu pemanggangan
H1 = Ada perbedaan signifikan antar suhu pemanggangan
Dasar pengambilan keputusan :
Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka Ho diterima (Alpha = 0.05)
6. Duncan Untuk Waktu Pengadukan
Tabel 30. Duncan, Lama Pengadukan, Berat Kereta Kencana
berat_kereta_kencana
lama_peng
adukan N
Subset
1 2
Duncan
a,,b,,c
5menit 53 40.8991
15menit 49 46.1519
10menit 49 46.4445
Sig. 1.000 .670
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
Based on observed means.
The error term is Mean Square(Error) = 11.776.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 50.265.
b. The group sizes are unequal. The harmonic mean of the group
sizes is used. Type I error levels are not guaranteed.
c. Alpha = .05.
Pada table di atas dapat dilihat bahwa untuk table uji Duncan pada
lama pengadukan, beat Kereta Kencana, terlihat untuk waktu pengadukan 5
menit dengan nilai N sebesar 53, dan memiliki nilai subset pada kolom 1
sebesar 40.8991. Untuk waktu pengadukan 10 menit dengan nilai N sebesar
49, dan memiliki nilai subset pada kolom 2 sebesar 46.4445. Untuk waktu
pengadukan 15 menit dengan nilai N sebesar 49, dan memiliki nilai subset
pada kolom 2 sebesar 46.4445. dan untuk signifikansi subset pada kolom 1
sebesar 1.000, subset pada kolom 2 sebesar 0.670
3. Tepung Biasa
1. Levene's Test of Equality of Error Variances Berat Tepung
Biasa
Tabel 31. levene’s test equality of error variances, Berat Tepung Biasa
Levene's Test of Equality of Error Variances
a
Dependent Variable:berat_tepung_biasa
F df1 df2 Sig.
1.338 8 148 .229
Tests the null hypothesis that the error variance of
the dependent variable is equal across groups.
a. Design: Intercept + suhu + lama_pengadukan +
suhu * lama_pengadukan
34
Berdasarkan tabel test of equality di atas, dapat diketahui bahwa nilai
F sebesar 1.338. Kemudian df1 sebesar 8 dan df2 sebesar 148. Nilai
signifikansinya yaitu 0,229.
Hipotesis:
H0 : Semua variansi populasi adalah identik
H1 : Semua variansi populasi tidak identik
Dasar pengambilan keputusan :
Signifikansi : jika nialai ssssignifikansi >0.05 maka Ho diterima
(Alpha = 0.05)
2. Tests of Between-Subjects Effects Berat Tepung Biasa
Tabel 32. Tests of Between-Subjects Effects, Berat Tepung Biasa
Tests of Between-Subjects Effects
Dependent Variable:berat_tepung_biasa
Source
Type III Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
Corrected Model 5072.546
a
8 634.068 38.773 .000
Intercept 277436.911 1 277436.911 16965.041 .000
Suhu 4242.994 2 2121.497 129.728 .000
lama_pengadukan 360.420 2 180.210 11.020 .000
suhu * lama_pengadukan 321.640 4 80.410 4.917 .001
Error 2420.310 148 16.353
Total 280972.504 157
Corrected Total 7492.857 156
a. R Squared = .677 (Adjusted R Squared = .660)
Dari tabel test between diatas dapat diketahui, pada suhu nilai
signifikansi sebesar 0.000, pada lama pengadukan nilai signifikansi sebesar
0.000, pada suhu dan lama pengadukan nilai signifikansi sebesar 0.001. Nilai
eror untutk berat tepung Biasa pada type III sum of squares sebesar 2420.310,
pada df sebesar 148, pada mean square sebesar 16.353, untuk Total pada
type III sum of squares sebesar 280972.504, pada df sebesar 157, untuk
Corrected Total pada type III sum of squares sebesar 7492.857, dan pada df
sebesar 156.
Hipotesis keputusan suhu :
H0 : Ketiga tingkatan suhu memberikan pengaruh yang sama
H1 : Ketiga tingkatan suhu tidak memberikan pengaruh yang sama
Hipotesis waktu pengadukan :
H0 : Ketiga waktu pengadukan memberikan pengaruh yang sama
H1 : Ketiga waktu pengadukan tidak memberikan pengaruh yang sama.
Hipotesis suhu dan waktu pengadukan :
H0 : Tidak ada interaksi antara suhu dan lama waktu pengadukan
H1 : Minimal ada satu pasang interaksi antara suhu dan lama waktu
pengadukan yang berbeda.
Dasar pengambilan keputusan :
Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka Ho diterima (Alpha =
0.05)
3.Multiple Comparisons Suhu
Tabel 33. Multiple Comparisons, Berat Tepung Biasa
35
Multiple Comparisons
Dependent Variable:berat_tepung_biasa
(I) suhu (J) suhu
Mean Difference
(I-J) Std. Error Sig.
95% Confidence Interval
Lower Bound Upper Bound
LSD 190.00 180.00 -12.9546
*
.81086 .000 -14.5570 -11.3523
170.00 -3.7069
*
.75797 .000 -5.2047 -2.2090
180.00 190.00 12.9546
*
.81086 .000 11.3523 14.5570
170.00 9.2478
*
.82319 .000 7.6210 10.8745
170.00 190.00 3.7069
*
.75797 .000 2.2090 5.2047
180.00 -9.2478
*
.82319 .000 -10.8745 -7.6210
Based on observed means.
The error term is Mean Square(Error) = 16.353.
*. The mean difference is significant at the .05 level.
Pada table multiple comparation suhu pada tepung biasa diatas dapat dilihat
bahwa :
1. Untuk LSD (I) 190 (J) 180, nilai mean difference (I-J) sebesar -12.9546, nilai
std. error sebesar 0.81086, nilai sig. 0.000. Untuk nilai 95% confidence
Iinterval pada lower bound sebesar -14.5570 dan pada upper bound sebesar
-11.3523. Untuk LSD (I) 190 (J) 170 nilai mean difference (I-J) sebesar-
3.7069, nilai std. error sebesar 0.75797, nilai sig. 0.000. Untuk nilai 95%
confidence Iinterval pada lower bound sebesar -5.2047 dan upper bound
sebesar -2.2090.
2. Untuk LSD (I) 180 (J) 190, nilai mean difference (I-J) sebesar 12.9546, nilai
std. error sebesar 0.81086 nilai sig. 0.000. Untuk nilai 95% confidence
Iinterval pada lower bound sebesar 11.3523 dan upper bound sebesar
14.5570. Untuk LSD (I) 180 (J) 170, nilai mean difference (I-J) sebesar
9.2478, nilai std. error sebesar 0.82319, nilai sig. 0.000. Untuk nilai 95%
confidence Iinterval pada lower bound sebesar 7.6210 dan upper bound
sebesar 10.8745.
3. Untuk LSD (I) 170 (J) 190, nilai mean difference (I-J) sebesar 3.7069, nilai std.
error sebesar 0.75797, nilai sig. 0.000. Untuk nilai 95% confidence Iinterval
pada lower bound sebesar 2.2090 dan upper bound sebesar 5.2047. Untuk
LSD (I) 170 (J) 180, nilai mean difference (I-J) sebesar -9.2478, nilai std. error
sebesar 0.82319, nilai sig. 0.000. Untuk nilai 95% confidence Iinterval pada
lower bound sebesar -10.8745 dan upper bound sebesar -7.6210.
Hipotesis :
Ho = Tidak ada perbedaan signifikan antar suhu pemanggangan
H1 = Ada perbedaan signifikan antar suhu pemanggangan
Dasar pengambilan keputusan :
Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka Ho diterima (Alpha = 0.05)
4. Duncan Untuk Suhu
Tabel 34. Duncan, Suhu, Berat Tepung Biasa
36
berat_tepung_biasa
suhu N
Subset
1 2 3
Duncan
a,,b,,c
190.00 59 36.8895
170.00 55 40.5964
180.00 43 49.8441
Sig. 1.000 1.000 1.000
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
Based on observed means.
The error term is Mean Square(Error) = 16.353.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 51.381.
b. The group sizes are unequal. The harmonic mean of the group sizes is
used. Type I error levels are not guaranteed.
c. Alpha = .05.
Pada table di atas dapat dilihat bahwa untuk table uji Duncan pada suhu,
berat tepung biasa, terlihat untuk suhu 180 derajat dengan nilai N sebesar 59,
dan memiliki nilai subset pada kolom 1 sebesar 36.8895. Untuk suhu 170
derajat dengan nilai N sebesar 55, dan memiliki nilai subset pada kolom 2
sebesar 40.5964. Untuk suhu 190 derajat dengan nilai N sebesar 43, dan
memiliki nilai subset pada kolom 3 sebesar 49.8441. dan untuk signifikansi
subset pada kolom 1, 2 ,3 sebesar 1.000.
5.Multiple Comparisons Lama Pengadukan
Tabel 35. Multiple Comparisons, Berat Tepung Biasa
Multiple Comparisons
Dependent Variable:berat_tepung_biasa
(I)
lama_peng
adukan
(J)
lama_peng
adukan
Mean Difference
(I-J) Std. Error Sig.
95% Confidence Interval
Lower Bound Upper Bound
LSD 5menit 10menit 3.7184
*
.78933 .000 2.1586 5.2782
15menit 3.5736
*
.79308 .000 2.0064 5.1408
10menit 5menit -3.7184
*
.78933 .000 -5.2782 -2.1586
15menit -.1448 .78933 .855 -1.7046 1.4150
15menit 5menit -3.5736
*
.79308 .000 -5.1408 -2.0064
10menit .1448 .78933 .855 -1.4150 1.7046
Based on observed means.
The error term is Mean Square(Error) = 16.353.
*. The mean difference is significant at the .05 level.
Pada table multiple comparation suhu pada tepung Biasa diatas dapat dilihat
bahwa :
1. Untuk LSD (I) 5 menit (J) 10 menit, nilai mean difference (I-J) sebesar 3.7184,
nilai std. error sebesar 0.78933, nilai sig. 0.000. Untuk nilai 95% confidence
Iinterval pada lower bound sebesar 2.1586 dan pada upper bound sebesar
5.2782. Untuk LSD (I) 5 menit (J) 10 menit, nilai mean difference (I-J)
sebesar 3.5736, nilai std. error sebesar 0.79308, nilai sig. 0.000. Untuk nilai
95% confidence Iinterval pada lower bound sebesar 2.0064 dan upper bound
sebesar 5.1408.
2. Untuk LSD (I) 10 menit (J) 5 menit, nilai mean difference (I-J) sebesar
-3.7184, nilai std. error sebesar . 0.78933, nilai sig. 0.000. Untuk nilai 95%
confidence interval pada lower bound sebesar -5.2782 dan upper bound
37
sebesar -2.1586. Untuk LSD (I) 10 menit (J) 15 menit, nilai mean difference
(I-J) sebesar -0.1448, nilai std. error sebesar 0.78933, nilai sig. 0.000. Untuk
nilai 95% confidence Iinterval pada lower bound sebesar -1.7046 dan upper
bound sebesar 1.4150.
3. Untuk LSD (I) 15 menit (J) 5 menit, nilai mean difference (I-J) sebesar
-3.5736, nilai std. error sebesar 0.79308, nilai sig. 0.000. Untuk nilai 95%
confidence Iinterval pada lower bound sebesar -5.1408 dan upper bound
sebesar-2.0064. Untuk LSD (I) 15 menit (J) 10 menit, nilai mean difference (I-
J) sebesar 0.1448, nilai std. error sebesar 0.78933, nilai sig. 0.000. Untuk
nilai 95% confidence Iinterval pada lower bound sebesar -1.4150 dan
upper bound sebesar1.7046.
Hipotesis :
Ho = Tidak ada perbedaan signifikan antar waktu pengadukan
H1 = Ada perbedaan signifikan antar waktu pengadukan
Dasar pengambilan keputusan :
Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka Ho diterima (Alpha = 0.05)
6.Duncan Untuk Lama Pengadukan
Tabel 36. Duncan, Lama Pengadukan, Berat Tepung Biasa
berat_tepung_biasa
lama_peng
adukan N
Subset
1 2
Duncan
a,,b,,c
10menit 53 40.4567
15menit 52 40.6014
5menit 52 44.1750
Sig. .855 1.000
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
Based on observed means.
The error term is Mean Square(Error) = 16.353.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 52.329.
b. The group sizes are unequal. The harmonic mean of the group
sizes is used. Type I error levels are not guaranteed.
c. Alpha = .05.
Pada table di atas dapat dilihat bahwa untuk table uji Duncan pada lama
pengadukan, berat tepung biasa, terlihat untuk suhu 180 derajat dengan nilai
N sebesar 53, dan memiliki nilai subset pada kolom 1 sebesar 40.6014. Untuk
suhu 170 derajat dengan nilai N sebesar 52, dan memiliki nilai subset pada
kolom 1 sebesar 40.6014. Untuk suhu 190 derajat dengan nilai N sebesar 52,
dan memiliki nilai subset pada kolom 2 sebesar 44.1750. dan untuk signifikansi
subset pada kolom 1 sebesar 0.855, kolom 2 sebesar 1.000.
4.2.2 Two Way Anova
A. Tinggi
Tabel 37. Levene's Test of Equality of Error Variances
a
, tinggi
38
Levene's Test of Equality of Error
Variances
a
Dependent Variable:Tinggi
F df1 df2 Sig.
1.860 26 433 .007
Tests the null hypothesis that the
error variance of the dependent
variable is equal across groups.
Pada table levene’s test of equality of error variances diatas, dapat
dilihat output pada data dependent variable tinggi. Dimana
menunjukkan nilai F sebesar 1.860 , kemudian nilai df1 bernilai 26
dan niali df2 adalah 433, dan nilai signifikansi sebesar 0.007.
Hipotesis :
Ho = Semua variansi adalah populasi adalah identik
H1 = Semua variansi populasi tidak identik
Dasar pengambilan keputusan :
Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka Ho diterima
(Alpha = 0.05).
Tabel 38. Tests of Between-Subjects Effects, tinggi
Tests of Between-Subjects Effects
Dependent Variable:Tinggi
Source
Type III Sum
of Squares df
Mean
Square F Sig.
Corrected Model 56.291
a
26 2.165 42.608 .000
Intercept 12136.229 1 12136.
229
23884
3.725
.000
Jenis_Tepung 9.081 2 4.540 89.353 .000
Suhu .408 2 .204 4.015 .019
Lama_Pengadukan 8.092 2 4.046 79.624 .000
Jenis_Tepung * Suhu 8.008 4 2.002 39.398 .000
Jenis_Tepung *
Lama_Pengadukan
7.192 4 1.798 35.385 .000
Suhu *
Lama_Pengadukan
5.851 4 1.463 28.787 .000
Jenis_Tepung * Suhu
* Lama_Pengadukan
10.410 8 1.301 25.610 .000
Error 22.002 43
3
.051
Total 12290.284 46
0
Corrected Total 78.292 45
9
a. R Squared = .719 (Adjusted R Squared = .702)
Pada table Tests of Between-Subjects Effects diatas menunjukkan
nilai-nilai yaitu antara lain :
39
1. Corrected Model dengan Type III Sum of Squares sebesar
56.291, df sebesar 26, Mean Square sebesar 2.165, nilai F sebesar
42.608, dan nilai sig. sebesar 0.000.
2. Intercept dengan Type III Sum of Squares sebesar 12136.229,
df sebesar 1, Mean Square sebesar 12136.229, nilai F sebesar
238843.725, dan nilai sig. sebesar 0.000.
3. Jenis Tepung dengan Type III Sum of Squares nilainya sebesar
9.081, df sebesar 2, Mean Square sebesar 4.540, nilai F sebesar
89.353, dan nilai sig. sebesar 0.000.
4. Suhu dengan Type III Sum of Squares nilainya sebesar 0.408, df
sebesar 2, Mean Square sebesar 0.204, nilai F sebesar 4.015, dan
nilai sig. sebesar 0.019.
5. Lama_Pengadukan dengan Type III Sum of Squares nilainya
sebesar 8.092, df sebesar 2, Mean Square sebesar 4.046, nilai F
sebesar 79.624, dan nilai sig. sebesar 0.000.
6. Jenis Tepung dan Suhu dengan Type III Sum of Squares nilainya
sebesar 8.008, df sebesar 4, Mean Square sebesar 2.002, nilai F
sebesar 39.398, dan nilai sig. sebesar 0.000.
7. Jenis Tepung dan Lama Pengadukan dengan Type III Sum of
Squares nilainya sebesar 7.192, df sebesar 4, Mean Square
sebesar 1.798, nilai F sebesar 35.385, dan nilai sig. sebesar 0.000.
8. Suhu dan Lama Pengadukan dengan Type III Sum of Squares
nilainya sebesar 5.851, df sebesar 4, Mean Square sebesar 1.463,
nilai F sebesar 28.787, dan nilai sig. sebesar 0.000.
9. Jenis Tepung, Suhu, dan Lama Pengadukan dengan Type III
Sum of Squares nilainya sebesar 10.410, df sebesar 8, Mean
Square sebesar 1.301, nilai F sebesar 25.610, dan nilai sig.
sebesar 0.000.
10.Pada error dengan Type III Sum of Squares nilainya sebesar
22.002, df sebesar 433, mean square sebesar 0.051.
11.Kemudian pada total dengan Type III Sum of Squares nilainya
sebesar 12290.284, df sebesar 460,
12.Dan pada corrected dengan Type III Sum of Squares nilainya
sebesar 78.292, df sebesar 459.
Hipotesis suhu :
Ho = Ketiga tingkatan suhu memberikan pengaruh yang sama .
H1 = Ketiga tingkatan suhu tidak memberikan pengaruh yang
sama
Dasar pengambilan keputusan :
Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka Ho diterima
(Alpha = 0.05)
Hipotesis waktu pengadukan :
Ho = Ketiga waktu pengadukan memberikan pengaruh yang
sama .
H1 = Ketiga waktu pengadukan tidak memberikan pengaruh
yang sama
Dasar pengambilan keputusan :
Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka Ho diterima
(Alpha = 0.05)
Hipotesis jenis tepung :
Ho = Ketiga jenis tepung memberikan pengaruh yang sama .
H1 = Ketiga jenis tepung tidak memberikan pengaruh yang
sama
40
Dasar pengambilan keputusan :
Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka Ho diterima
(Alpha = 0.05)
Hipotesis suhu dan waktu pengadukan :
Ho = Tidak ada interaksi antara suhu dan lama waktu
pengadukan.
H1 = Minimal ada 1 pasang interaksi antara suhu dan lama
waktu pengadukan yang berbeda.
Dasar pengambilan keputusan :
Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka Ho diterima
(Alpha = 0.05)
Hipotesis jenis tepung dan waktu pengadukan :
Ho = Tidak ada interaksi antara jenis tepung dan lama waktu
pengadukan.
H1 = Minimal ada 1 pasang interaksi antara jenis tepung dan
lama waktu pengadukan yang berbeda.
Dasar pengambilan keputusan :
Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka Ho diterima
(Alpha = 0.05)
Hipotesis jenis tepung dan suhu :
Ho = Tidak ada interaksi antara jenis tepung dan suhu.
H1 = Minimal ada 1 pasang interaksi antara jenis tepung dan
suhu yang berbeda.
Dasar pengambilan keputusan :
Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka Ho diterima
(Alpha = 0.05)
1. Lama Pengadukan
Tabel 39. Multiple Comparisons, lama pengadukan, tinggi
41
Multiple Comparisons
Dependent Variable:Tinggi
(I)
Lama_P
engaduk
an
(J)
Lama_P
engaduk
an
Mean
Differen
ce (I-J)
Std.
Error Sig.
95%
Confidence
Interval
Lowe
r
Boun
d
Upper
Bound
LSD 5 menit 10
menit
-.2570
*
.
0255
4
.000 -.307
2
-.2068
15
menit
-.3572
*
.
0256
7
.000 -.407
6
-.3067
10
menit
5 menit .2570
*
.
0255
4
.000 .
2068
.3072
15
menit
-.1001
*
.
0260
7
.000 -.151
4
-.0489
15
menit
5 menit .3572
*
.
0256
7
.000 .
3067
.4076
10
menit
.1001
*
.
0260
7
.000 .
0489
.1514
Based on observed means.
The error term is Mean Square(Error) = .051.
*. The mean difference is significant at the .05 level.
Pada table multiple comparation lama pengadukan pada data tinggi
diatas terlihat bahwa terdapat nilai–nilai sebagai berikut:
1. Untuk LSD (I) 5 menit, (J) 10 menit, nilai mean difference
(I-J) sebesar -0.2570, nilai std. error sebesar 0.02554, nilai sig.
0.000, kemudian nilai 95% confidence Iinterval pada lower
bound sebesar -0.3072, dan upper bound sebesar -0.2063.
2. Untuk LSD (I) 5 menit, (J) 15 menit, nilai mean difference
(I-J) sebesar -0.3572, nilai std. error sebesar 0.02567, nilai sig.
0.000, kemudian nilai 95% confidence Iinterval pada lower
bound sebesar -0.4076, dan upper bound sebesar -0.3067.
3. Untuk LSD (I) 10 menit, (J) 5 menit, nilai mean difference
(I-J) sebesar 0.2570, nilai std. error sebesar 0.02554, nilai sig.
0.000, kemudian nilai 95% confidence Iinterval pada lower
bound sebesar 0.2068, dan upper bound sebesar 0.3072.
4. Untuk LSD (I) 10 menit, (J) 15 menit, nilai mean
difference (I-J) sebesar -0.1001, nilai std. error sebesar
0.02607, nilai sig. 0.000, kemudian nilai 95% confidence
Iinterval pada lower bound sebesar -0.1514, dan upper bound
sebesar -0.0489.
42
5. Untuk LSD (I) 15 menit, (J) 5 menit, nilai mean difference
(I-J) sebesar 0.3572, nilai std. error sebesar 0.02567, nilai sig.
0.000, kemudian nilai 95% confidence Iinterval pada lower
bound sebesar 0.3067, dan upper bound sebesar 0.4076.
6. Untuk LSD (I) 15 menit, (J) 10 menit, nilai mean
difference (I-J) sebesar 0.1001, nilai std. error sebesar 0.02607,
nilai sig. 0.000, kemudian nilai 95% confidence Iinterval pada
lower bound sebesar 0.489, dan upper bound sebesar 0.1514.
Hipotesis :
Ho = Tidak ada perbedaan signifikan antar waktu pengadukan
H1 = Ada perbedaan signifikan antar waktu pengadukan.
Dasar pengambilan keputusan :
Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka Ho diterima
(Alpha = 0.05)
Tabel 40. Duncan, lama pengadukan, tinggi
Tinggi
Lama_P
engaduk
an N
Subset
1 2 3
Duncan
a,,b,,c
5 menit 161 4.9532
10
menit
151 5.2102
15
menit
148 5.3103
Sig. 1.000 1.000 1.000
Means for groups in homogeneous subsets are
displayed.
Based on observed means.
The error term is Mean Square(Error) = .051.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 153.136.
b. The group sizes are unequal. The harmonic
mean of the group sizes is used. Type I error
levels are not guaranteed.
c. Alpha = .05.
Pada table diatas dapat dilihat bahwa untuk table uji Duncan
pada lama pengadukan untuk data tinggi, terlihat untuk waktu 5
menit dengan N sebesar 161, dan nilai subset pada 1 sebesar
4.9532, untuk waktu 10 menit dengan N sebesar 151, dan nilai
subset pada 2 sebesar 5.2102. Untuk waktu 15 menit dengan N
sebesar 148, dan nilai subset pada 3 sebesar 5.3103. Dan untuk
nillai sig. pada subset 1 adalah 1.000 , subset 2 adalah 1.000, dan
subset 3 adalah 1.000.
2. Suhu
Tabel 41. Multiple Comparisons, suhu, tinggi
43
Multiple Comparisons
Dependent Variable:Tinggi
(I)
Suhu
(J)
Suhu
Mean
Differen
ce (I-J)
Std.
Error Sig.
95% Confidence
Interval
Lower
Bound
Upper
Bound
LSD 190 180 .1409
*
.
02574
.000 .0904 .1915
170 .0597
*
.
02561
.020 .0094 .1100
180 190 -.1409
*
.
02574
.000 -.1915 -.0904
170 -.0812
*
.
02590
.002 -.1321 -.0303
170 190 -.0597
*
.
02561
.020 -.1100 -.0094
180 .0812
*
.
02590
.002 .0303 .1321
Based on observed means.
The error term is Mean Square(Error) = .051.
*. The mean difference is significant at the .05 level.
Pada table multiple comparation suhu pada data tinggi diatas
terlihat bahwa terdapat nilai–nilai sebagai berikut:
1. Untuk LSD (I) 190, (J) 180, nilai mean difference (I-J)
sebesar 0.1409, nilai std. error sebesar 0.02574, nilai sig. 0.000,
kemudian nilai 95% confidence Iinterval pada lower bound
sebesar 0.0904, dan upper bound sebesar 0.1915.
2. Untuk LSD (I) 190 menit, (J) 170 menit, nilai mean
difference (I-J) sebesar 0.0597, nilai std. error sebesar 0.02561,
nilai sig. 0.020, kemudian nilai 95% confidence Iinterval pada
lower bound sebesar -0.0094, dan upper bound sebesar 0.1100.
3. Untuk LSD (I) 180 menit, (J) 190 menit, nilai mean
difference (I-J) sebesar -0.1409, nilai std. error sebesar 0.02574,
nilai sig. 0.000, kemudian nilai 95% confidence Iinterval pada
lower bound sebesar -0.1915, dan upper bound sebesar -0.0904.
4. Untuk LSD (I) 180 menit, (J) 170 menit, nilai mean
difference (I-J) sebesar -0.0812, nilai std. error sebesar 0.02590,
nilai sig. 0.002, kemudian nilai 95% confidence Iinterval pada
lower bound sebesar -0.1321, dan upper bound sebesar -0.0303.
5. Untuk LSD (I) 170 menit, (J) 190 menit, nilai mean
difference (I-J) sebesar -0.0597, nilai std. error sebesar 0.02561,
nilai sig. 0.020, kemudian nilai 95% confidence Iinterval pada
lower bound sebesar -0.1100, dan upper bound sebesar -0.0094.
6. Untuk LSD (I) 170 menit, (J) 180 menit, nilai mean
difference (I-J) sebesar 0.0812, nilai std. error sebesar 0.02590,
nilai sig. 0.002, kemudian nilai 95% confidence Iinterval pada
lower bound sebesar 0.0303, dan upper bound sebesar 0.1321.
Hipotesis :
Ho = Tidak ada perbedaan signifikan antar suhu pemanggangan
44
H1 = Ada perbedaan signifikan antar suhu pemanggangan
Dasar pengambilan keputusan :
Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka Ho diterima (Alpha
= 0.05)
Tabel 41. Duncan, suhu, tinggi
Tinggi
Suhu N
Subset
1 2 3
Duncan
a,,b,,c
180 150 5.0773
170 153 5.1586
190 157 5.2183
Sig. 1.000 1.000 1.000
Means for groups in homogeneous subsets are
displayed.
Based on observed means.
The error term is Mean Square(Error) = .051.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 153.280.
b. The group sizes are unequal. The harmonic mean of
the group sizes is used. Type I error levels are not
guaranteed.
c. Alpha = .05.
Pada table diatas dapat dilihat bahwa untuk table uji Duncan
pada suhu untuk data tinggi, terlihat untuk suhu 180 dengan N
sebesar 150, dan nilai subset pada 1 sebesar 5.0773, untuk suhu 170
menit dengan N sebesar 153, dan nilai subset pada 2 sebesar
5.1586. Untuk suhu 190 dengan N sebesar 157, dan nilai subset pada
3 sebesar 5.2183. Dan untuk nillai sig. pada subset 1 adalah 1.000 ,
subset 2 adalah 1.000, dan subset 3 adalah 1.000.
3. Jenis Tepung
Tabel 42. Multiple Comparisons, Jenis Tepung, tinggi
45
Multiple Comparisons
Dependent Variable:Tinggi
(I)
Jenis_Tepung
(J)
Jenis_Tepun
g
Mean
Differen
ce (I-J)
Std.
Error Sig.
95%
Confidence
Interval
Lower
Boun
d
Upper
Bound
LSD Segitiga Biru Kereta
Kencana
.0265 .
02586
.306 -.024
3
.0774
Tepung
Biasa
-.3039
*
.
02556
.
000
-.354
1
-.2536
Kereta
Kencana
Segitiga
Biru
-.0265 .
02586
.306 -.077
4
.0243
Tepung
Biasa
-.3304
*
.
02582
.
000
-.381
1
-.2796
Tepung
Biasa
Segitiga
Biru
.3039
*
.
02556
.
000
.2536 .3541
Kereta
Kencana
.3304
*
.
02582
.
000
.2796 .3811
Based on observed means.
The error term is Mean Square(Error) = .051.
*. The mean difference is significant at the .05 level.
Pada table multiple comparation jenis tepung pada data tinggi diatas
terlihat bahwa terdapat nilai–nilai sebagai berikut:
1. Untuk LSD (I) Segitiga Biru, (J) Kereta Kencana, nilai mean
difference (I-J) sebesar 0.0265, nilai std. error sebesar 0.02586,
nilai sig. 0.306, kemudian nilai 95% confidence Iinterval pada
lower bound sebesar -0.0243, dan upper bound sebesar 0.0774.
2. Untuk LSD (I) Segitiga Biru, (J) Tepung Biasa, nilai mean
difference (I-J) sebesar -0.3039, nilai std. error sebesar 0.02556,
nilai sig. 0.000, kemudian nilai 95% confidence Iinterval pada
lower bound sebesar -0.3541, dan upper bound sebesar -0.2536.
3. Untuk LSD (I) Kereta Kencana, (J) Segitiga Biru, nilai mean
difference (I-J) sebesar -0.0265, nilai std. error sebesar 0.02586,
nilai sig. 0.306, kemudian nilai 95% confidence Iinterval pada
lower bound sebesar -0.0774, dan upper bound sebesar 0.0243.
4. Untuk LSD (I) Kereta Kencana, (J) Tepung Biasa, nilai mean
difference (I-J) sebesar -0.3304, nilai std. error sebesar 0.02582,
nilai sig. 0.000, kemudian nilai 95% confidence Iinterval pada
lower bound sebesar -0.3811, dan upper bound sebesar -0.2796.
5. Untuk LSD (I) Tepung Biasa, (J) Segitiga Biru, nilai mean
difference (I-J) sebesar 0.3039, nilai std. error sebesar 0.02556,
nilai sig. 0.000, kemudian nilai 95% confidence Iinterval pada
lower bound sebesar 0.2536, dan upper bound sebesar 0.3541.
6. Untuk LSD (I) Tepung Biasa, (J) Kereta Kencana, nilai mean
difference (I-J) sebesar 0.3304, nilai std. error sebesar 0.02582,
nilai sig. 0.000, kemudian nilai 95% confidence Iinterval pada
lower bound sebesar 0.2796, dan upper bound sebesar 0.3811.
Hipotesis :
46
Ho = Tidak ada perbedaan signifikan antar waktu pengadukan
H1 = Ada perbedaan signifikan antar waktu pengadukan
Dasar pengambilan keputusan :
Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka Ho diterima
(Alpha = 0.05)
Tabel 43. Duncan, Jenis Tepung, tinggi
Tinggi
Jenis_Tepung N
Subset
1 2
Duncan
a,,b,,c
Kereta
Kencana
149 5.0315
Segitiga Biru 155 5.0580
Tepung Biasa 156 5.3619
Sig. .304 1.000
Means for groups in homogeneous subsets are
displayed.
Based on observed means.
The error term is Mean Square(Error) = .051.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 153.270.
b. The group sizes are unequal. The harmonic mean of
the group sizes is used. Type I error levels are not
guaranteed.
c. Alpha = .05.
Pada table diatas terlihat bahwa untuk table uji Duncan pada
jenis tepung untuk data Tinggi, terlihat untuk tepung Kereta Kencana
dengan nilai N sebesar 149, dan memiliki nilai subset pada 1
sebesar 5.0315, tepung segitiga biru dengan nilai N sebesar 155, dan
memiliki nilai subset pada 1 sebesar 5.0580. Serta tepung biasa
dengan nilai N sebesar 156, dan memiliki nilai subset pada 2 sebesar
5.3619. Kemudian untuk nillai sig. pada subset 1 sebesar 0.304 dan
subset 2 sebesar 1.000.
B. Berat
Tabel 44. Levene's Test of Equality of Error Variances
a
, berat
Levene's Test of Equality of Error
Variances
a
Dependent Variable:Berat
F df1 df2 Sig.
2.382 26 436 .000
Tests the null hypothesis that the
error variance of the dependent
variable is equal across groups.
Pada table levene’s test of equality of error variances diatas,
dapat dilihat output pada data dependent variable berat. Dimana
menunjukkan nilai F sebesar 2.382 , kemudian nilai df1 bernilai 26 dan
niali df2 adalah 436, dan nilai signifikansi sebesar 0.000.
47
Hipotesis :
Ho = Semua variansi adalah populasi adalah identik
H1 = Semua variansi populasi tidak identik
Dasar pengambilan keputusan :
Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka Ho diterima (Alpha =
0.05).
Tabel 45. Tests of Between-Subjects Effects, berat
Tests of Between-Subjects Effects
Dependent Variable:Berat
Source
Type III Sum
of Squares df
Mean
Square F Sig.
Corrected Model 14517.726
a
26 558.374 30.139 .000
Intercept 857262.186 1 857262.
186
46271.
913
.000
Jenis_Tepung 466.505 2 233.253 12.590 .000
Suhu 161.970 2 80.985 4.371 .013
Lama_Pengadukan 685.528 2 342.764 18.501 .000
Jenis_Tepung * Suhu 5888.402 4 1472.10
0
79.459 .000
Jenis_Tepung *
Lama_Pengadukan
1996.215 4 499.054 26.937 .000
Suhu *
Lama_Pengadukan
1816.206 4 454.052 24.508 .000
Jenis_Tepung * Suhu
* Lama_Pengadukan
1527.012 8 190.876 10.303 .000
Error 8077.607 436 18.527
Total 868256.190 463
Corrected Total 22595.332 462
a. R Squared = .643 (Adjusted R Squared = .621)
Pada table Tests of Between-Subjects Effects diatas menunjukkan nilai-
nilai yaitu antara lain :
1. Corrected Model dengan Type III Sum of Squares sebesar 14517.726,
df sebesar 26, Mean Square sebesar 558.374, nilai F sebesar 30.139,
dan nilai sig. sebesar 0.000.
2. Intercept dengan Type III Sum of Squares sebesar 857262.186, df
sebesar 1, Mean Square sebesar 857262.186, nilai F sebesar
46271.913, dan nilai sig. sebesar 0.000.
3. Jenis Tepung dengan Type III Sum of Squares nilainya sebesar
466.505, df sebesar 2, Mean Square sebesar 233.253, nilai F sebesar
12.590, dan nilai sig. sebesar 0.000.
4. Suhu dengan Type III Sum of Squares nilainya sebesar 161.970, df
sebesar 2, Mean Square sebesar 80.985, nilai F sebesar 4.371, dan
nilai sig. sebesar 0.013.
5. Lama_Pengadukan dengan Type III Sum of Squares nilainya sebesar
685.528, df sebesar 2, Mean Square sebesar 342.764, nilai F sebesar
18.501, dan nilai sig. sebesar 0.000.
48
6. Jenis Tepung dan Suhu dengan Type III Sum of Squares nilainya
sebesar 5888.402, df sebesar 4, Mean Square sebesar 1472.100, nilai
F sebesar 79.459, dan nilai sig. sebesar 0.000.
7. Jenis Tepung dan Lama Pengadukan dengan Type III Sum of Squares
nilainya sebesar 1996.215, df sebesar 4, Mean Square sebesar
499.054, nilai F sebesar 26.937, dan nilai sig. sebesar 0.000.
8. Suhu dan Lama Pengadukan dengan Type III Sum of Squares nilainya
sebesar 1816.206, df sebesar 4, Mean Square sebesar 454.052, nilai F
sebesar 24.508, dan nilai sig. sebesar 0.000.
9. Jenis Tepung, Suhu, dan Lama Pengadukan dengan Type III Sum of
Squares nilainya sebesar 1527.012, df sebesar 8, Mean Square
sebesar 190.876, nilai F sebesar 10.303, dan nilai sig. sebesar 0.000.
10. Pada error dengan Type III Sum of Squares nilainya sebesar
8077.607, df sebesar 436, mean square sebesar 18.527.
11. Kemudian pada total dengan Type III Sum of Squares nilainya
sebesar 868256.190, df sebesar 463,
12. Dan pada corrected dengan Type III Sum of Squares nilainya
sebesar 22595.332, df sebesar 462.
Hipotesis suhu :
Ho = Ketiga tingkatan suhu memberikan pengaruh yang sama .
H1 = Ketiga tingkatan suhu tidak memberikan pengaruh yang sama
Dasar pengambilan keputusan :
Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka Ho diterima (Alpha =
0.05)
Hipotesis waktu pengadukan :
Ho = Ketiga waktu pengadukan memberikan pengaruh yang sama .
H1 = Ketiga waktu pengadukan tidak memberikan pengaruh yang
sama
Dasar pengambilan keputusan :
Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka Ho diterima (Alpha =
0.05)
Hipotesis jenis tepung :
Ho = Ketiga jenis tepung memberikan pengaruh yang sama .
H1 = Ketiga jenis tepung tidak memberikan pengaruh yang sama
Dasar pengambilan keputusan :
Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka Ho diterima (Alpha =
0.05)
Hipotesis suhu dan waktu pengadukan :
Ho = Tidak ada interaksi antara suhu dan lama waktu pengadukan.
H1 = Minimal ada 1 pasang interaksi antara suhu dan lama waktu
pengadukan yang berbeda.
Dasar pengambilan keputusan :
Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka Ho diterima (Alpha =
0.05)
Hipotesis jenis tepung dan waktu pengadukan :
Ho = Tidak ada interaksi antara jenis tepung dan lama waktu
pengadukan.
H1 = Minimal ada 1 pasang interaksi antara jenis tepung dan lama
waktu pengadukan yang berbeda.
49
Dasar pengambilan keputusan :
Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka Ho diterima (Alpha =
0.05)
Hipotesis jenis tepung dan suhu :
Ho = Tidak ada interaksi antara jenis tepung dan suhu.
H1 = Minimal ada 1 pasang interaksi antara jenis tepung dan suhu
yang berbeda.
Dasar pengambilan keputusan :
Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka Ho diterima (Alpha =
0.05)
50
1. Lama Pengadukan
Tabel 46. Multiple Comparisons, lama pengadukan, berat
Multiple Comparisons
Dependent Variable:Berat
(I)
Lama_P
engadu
kan
(J)
Lama_P
engadu
kan
Mean
Difference
(I-J)
Std.
Error Sig.
95% Confidence
Interval
Lower
Bound
Upper
Bound
LSD 5 Menit 10
Menit
-3.04072
*
.
48688
3
.000 -
3.9976
4
-
2.08379
15
Menit
-2.87012
*
.
48772
2
.000 -
3.8287
0
-
1.91154
10
Menit
5 Menit 3.04072
*
.
48688
3
.000 2.0837
9
3.99764
15
Menit
.17059 .
49618
9
.731 -.8046
3
1.14581
15
Menit
5 Menit 2.87012
*
.
48772
2
.000 1.9115
4
3.82870
10
Menit
-.17059 .
49618
9
.731 -
1.1458
1
.80463
Based on observed means.
The error term is Mean Square(Error) = 18.527.
*. The mean difference is significant at the .05 level.
Pada table multiple comparation lama pengadukan pada data tinggi diatas
terlihat bahwa terdapat nilai–nilai sebagai berikut:
1. Untuk LSD (I) 5 menit, (J) 10 menit, nilai mean difference (I-J)
sebesar -3.04072, nilai std. error sebesar 0.486883, nilai sig. 0.000,
kemudian nilai 95% confidence Iinterval pada lower bound sebesar
-3.99764, dan upper bound sebesar -2.08379.
2. Untuk LSD (I) 5 menit, (J) 15 menit, nilai mean difference (I-J)
sebesar -2.87012, nilai std. error sebesar 0.487722, nilai sig. 0.000,
kemudian nilai 95% confidence Iinterval pada lower bound sebesar
-3.82870, dan upper bound sebesar -1.91154.
3. Untuk LSD (I) 10 menit, (J) 5 menit, nilai mean difference (I-J)
sebesar 3.04072, nilai std. error sebesar 0.486883, nilai sig. 0.000,
kemudian nilai 95% confidence Iinterval pada lower bound sebesar
2.8379, dan upper bound sebesar 3.99764.
4. Untuk LSD (I) 10 menit, (J) 15 menit, nilai mean difference (I-J)
sebesar 0.17059, nilai std. error sebesar 0.496189, nilai sig. 0.731,
kemudian nilai 95% confidence Iinterval pada lower bound sebesar
-0.80463, dan upper bound sebesar 1.14581.
5. Untuk LSD (I) 15 menit, (J) 5 menit, nilai mean difference (I-J)
sebesar 2.87012, nilai std. error sebesar 0.487722, nilai sig. 0.000,
51
kemudian nilai 95% confidence Iinterval pada lower bound sebesar
1.91154, dan upper bound sebesar 3.82870.
6. Untuk LSD (I) 15 menit, (J) 10 menit, nilai mean difference (I-J)
sebesar -0.17059, nilai std. error sebesar 0.496189, nilai sig. 0.731,
kemudian nilai 95% confidence Iinterval pada lower bound sebesar
-1.14581, dan upper bound sebesar 0.80463.
Hipotesis :
Ho = Tidak ada perbedaan signifikan antar waktu pengadukan
H1 = Ada perbedaan signifikan antar waktu pengadukan.
Dasar pengambilan keputusan :
Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka Ho diterima (Alpha =
0.05)
52
Tabel 47. Duncan, Lama pengadukan, berat
Berat
Lama_P
engadu
kan N
Subset
1 2
Duncan
a,,b,,c
5 Menit 162 40.81583
15
Menit
150 43.68595
10
Menit
151 43.85654
Sig. 1.000 .728
Means for groups in homogeneous subsets are
displayed.
Based on observed means.
The error term is Mean Square(Error) = 18.527.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 154.146.
b. The group sizes are unequal. The harmonic
mean of the group sizes is used. Type I error
levels are not guaranteed.
c. Alpha = .05.
Pada table diatas dapat dilihat bahwa untuk table uji Duncan pada
lama pengadukan untuk data berat, terlihat untuk waktu 5 menit
dengan N sebesar 162, dan nilai subset pada 1 sebesar 40.81583, untuk
waktu 15 menit dengan N sebesar 150, dan nilai subset pada 2 sebesar
43.68595. Untuk waktu 10 menit dengan N sebesar 151, dan nilai
subset pada 2 sebesar 43.85654. Dan untuk nillai sig. pada subset 1
adalah 1.000, subset 2 adalah 0.728.
2. Suhu
Tabel 48. Multiple Comparisons, Suhu, berat
53
Multiple Comparisons
Dependent Variable:Berat
(I)
Suhu
(J)
Suhu
Mean
Differen
ce (I-J)
Std.
Error Sig.
95% Confidence
Interval
Lower
Bound
Upper
Bound
LSD 190 180 -.67022 .
48978
5
.172 -
1.6328
5
.29242
170 -
1.1155
4
*
.
48816
7
.023 -
2.0750
0
-.15609
180 190 .67022 .
48978
5
.172 -.29242 1.6328
5
170 -.44533 .
49212
6
.366 -
1.4125
6
.52191
170 190 1.1155
4
*
.
48816
7
.023 .15609 2.0750
0
180 .44533 .
49212
6
.366 -.52191 1.4125
6
Based on observed means.
The error term is Mean Square(Error) = 18.527.
*. The mean difference is significant at the .05 level.
Pada table multiple comparation suhu pada data berat diatas terlihat
bahwa terdapat nilai–nilai sebagai berikut:
1. Untuk LSD (I) 190, (J) 180, nilai mean difference (I-J) sebesar
-0.67022, nilai std. error sebesar 0.489785, nilai sig. 0.172,
kemudian nilai 95% confidence Iinterval pada lower bound sebesar
-1.63285, dan upper bound sebesar 0.29242.
2. Untuk LSD (I) 190 menit, (J) 170 menit, nilai mean difference (I-
J) sebesar -1.11554, nilai std. error sebesar 0.488167, nilai sig.
0.023, kemudian nilai 95% confidence Iinterval pada lower bound
sebesar –2.07500, dan upper bound sebesar -0.15609.
3. Untuk LSD (I) 180 menit, (J) 190 menit, nilai mean difference (I-
J) sebesar 0.67022, nilai std. error sebesar 0.489785, nilai sig.
0.172, kemudian nilai 95% confidence Iinterval pada lower bound
sebesar –0.29242, dan upper bound sebesar 1.63285.
4. Untuk LSD (I) 180 menit, (J) 170 menit, nilai mean difference (I-
J) sebesar -0.44533, nilai std. error sebesar 0.492126, nilai sig.
0.366, kemudian nilai 95% confidence Iinterval pada lower bound
sebesar -1.41256, dan upper bound sebesar 0.52191.
5. Untuk LSD (I) 170 menit, (J) 190 menit, nilai mean difference (I-
J) sebesar 1.11554, nilai std. error sebesar 0.488167, nilai sig.
0.023, kemudian nilai 95% confidence Iinterval pada lower bound
sebesar 0.15609, dan upper bound sebesar 2.07500.
54
6. Untuk LSD (I) 170 menit, (J) 180 menit, nilai mean difference (I-
J) sebesar 0.44533, nilai std. error sebesar 0.492126, nilai sig.
0.366, kemudian nilai 95% confidence Iinterval pada lower bound
sebesar -0.52191, dan upper bound sebesar 1.41256.
Hipotesis :
Ho = Tidak ada perbedaan signifikan antar suhu pemanggangan
H1 = Ada perbedaan signifikan antar suhu pemanggangan
Dasar pengambilan keputusan :
Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka Ho diterima (Alpha =
0.05)
Tabel 49. Duncan, Suhu, berat
Berat
Suhu N
Subset
1 2
Duncan
a,,b,,c
190 157 42.14628
180 152 42.81650 42.81650
170 154 43.26182
Sig. .172 .364
Means for groups in homogeneous subsets are
displayed.
Based on observed means.
The error term is Mean Square(Error) = 18.527.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 154.306.
b. The group sizes are unequal. The harmonic
mean of the group sizes is used. Type I error
levels are not guaranteed.
c. Alpha = .05.
Pada table diatas dapat dilihat bahwa untuk table uji Duncan pada
suhu untuk data berat, terlihat untuk suhu 190 dengan N sebesar 157,
dan nilai subset pada 1 sebesar 42.14628, untuk suhu 180 menit
dengan N sebesar 152, dan nilai subset pada 1 sebesar 42.81650,
subset 2 sebesar 42.81650. Untuk suhu 170 dengan N sebesar 154, dan
nilai subset pada 2 sebesar 43.26182. Dan untuk nillai sig. pada subset 1
adalah 0.172 , dan subset 2 adalah 0.364.
3. Jenis Tepung
Tabel 50. Multiple Comparisons, Jenis Tepung, berat
55
Multiple Comparisons
Dependent Variable:Berat
(I)
Jenis_Tepun
g
(J)
Jenis_Tepun
g
Mean
Differe
nce (I-J)
Std.
Error Sig.
95%
Confidence
Interval
Lower
Bound
Upper
Bound
LSD Segitiga Biru Kereta
Kencana
-
2.0450
0
*
.
49215
8
.
000
-
3.0123
0
-
1.0777
0
Tepung
Biasa
.84937 .
48737
1
.
082
-.10852 1.8072
6
Kereta
Kencana
Segitiga Biru 2.0450
0
*
.
49215
8
.
000
1.0777
0
3.0123
0
Tepung
Biasa
2.8943
7
*
.
49060
9
.
000
1.9301
2
3.8586
2
Tepung
Biasa
Segitiga Biru -.84937 .
48737
1
.
082
-
1.8072
6
.10852
Kereta
Kencana
-
2.8943
7
*
.
49060
9
.
000
-
3.8586
2
-
1.9301
2
Based on observed means.
The error term is Mean Square(Error) = 18.527.
*. The mean difference is significant at the .05 level.
Pada table multiple comparation jenis tepung pada data berat diatas terlihat
bahwa terdapat nilai–nilai sebagai berikut:
1. Untuk LSD (I) Segitiga Biru, (J) Kereta Kencana, nilai mean difference (I-J)
sebesar -2.04500, nilai std. error sebesar 0.492158, nilai sig. 0.000,
kemudian nilai 95% confidence Iinterval pada lower bound sebesar
-3.01230, dan upper bound sebesar -1.07770.
2. Untuk LSD (I) Segitiga Biru, (J) Tepung Biasa, nilai mean difference (I-J)
sebesar 0.84937, nilai std. error sebesar 0.487371, nilai sig. 0.082,
kemudian nilai 95% confidence Iinterval pada lower bound sebesar
-0.10852, dan upper bound sebesar 1.80726.
3. Untuk LSD (I) Kereta Kencana, (J) Segitiga Biru, nilai mean difference (I-J)
sebesar 2.04500, nilai std. error sebesar 0.492158, nilai sig. 0.000,
kemudian nilai 95% confidence Iinterval pada lower bound sebesar
1.07770, dan upper bound sebesar 3.01230.
4. Untuk LSD (I) Kereta Kencana, (J) Tepung Biasa, nilai mean difference (I-J)
sebesar 2.89437, nilai std. error sebesar 0.490609, nilai sig. 0.000,
kemudian nilai 95% confidence Iinterval pada lower bound sebesar
1.93012, dan upper bound sebesar 3.85862.
5. Untuk LSD (I) Tepung Biasa, (J) Segitiga Biru, nilai mean difference (I-J)
sebesar -0.84937, nilai std. error sebesar 0.487371, nilai sig. 0.082,
kemudian nilai 95% confidence Iinterval pada lower bound sebesar
-1.80726, dan upper bound sebesar 0.10852.
56
6. Untuk LSD (I) Tepung Biasa, (J) Kereta Kencana, nilai mean difference (I-J)
sebesar -2.89437, nilai std. error sebesar 0.490609, nilai sig. 0.000,
kemudian nilai 95% confidence Iinterval pada lower bound sebesar
-3.85862, dan upper bound sebesar -1.93012.
Hipotesis :
Ho = Tidak ada perbedaan signifikan antar waktu pengadukan
H1 = Ada perbedaan signifikan antar waktu pengadukan
Dasar pengambilan keputusan :
Signifikansi : jika nilai signifikansi > 0.05 maka Ho diterima (Alpha =
0.05)
Tabel 51. Duncan, Jenis Tepung, berat
Berat
Jenis_Tepung N
Subset
1 2
Duncan
a,,b,,c
Tepung Biasa 157 41.50905
Segitiga Biru 155 42.35843
Kereta
Kencana
151 44.40342
Sig. .084 1.000
Means for groups in homogeneous subsets are
displayed.
Based on observed means.
The error term is Mean Square(Error) = 18.527.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 154.293.
b. The group sizes are unequal. The harmonic mean of
the group sizes is used. Type I error levels are not
guaranteed.
c. Alpha = .05.
Pada table diatas terlihat bahwa untuk table uji Duncan pada jenis
tepung untuk data berat, terlihat untuk tepung biasa dengan nilai N sebesar
157, dan memiliki nilai subset pada 1 sebesar 41.50905, tepung segitiga
biru dengan nilai N sebesar 155, dan memiliki nilai subset 1 sebesar
42.35843. Serta tepung kereta kencana dengan nilai N sebesar 151, dan
memiliki nilai subset 2 sebesar 44.40342. Kemudian untuk nillai sig. pada
subset 1 sebesar 0.084 dan subset 2 sebesar 1.000.
4.2.3 Anova Excel
A. Tinggi
A = Suhu
B = Lama Pengadukan
C = Jenis Tepung
Mula-mula Membuat Tabel Dwi Arah :
Tabel 4.2.3.A.1 tabel dua arah tinggi tepung segitiga biru

Tepung Segitiga Biru
Jumlah
5 Menit 10 Menit 15 Menit
190 derajad (20
Menit) 83.63 80.21 83.13 246.97
180 derajad (20
Menit) 104.58 75.56 93.28 273.42
170 derajad (20
Menit) 82.79 93.47 86.94 263.20
57
Jumlah 271.00 249.24 263.35 783.59
Tabel 4.2.3.A.2 tabel dua arah tinggi tepung kereta kencana

Tepung Kereta Kencana
Jumlah
5 Menit 10 Menit 15 Menit
190 derajad (20
Menit) 82.20 94.12 89.16 265.48
180 derajad (20
Menit) 86.03 80.83 82.43 249.29
170 derajad (20
Menit) 76.14 79.66 79.10 234.90
Jumlah 244.37 254.61 250.69 749.67
Tabel 4.2.3.A.3 tabel dua arah tinggi tepung biasa

Tepung Biasa
Jumlah
5 Menit 10 Menit 15 Menit
190 derajad (20
Menit) 99.74 100.79 109.29 309.82
180 derajad (20
Menit) 77.71 85.86 74.87 238.44
170 derajad (20
Menit) 103.62 96.78 95.31 295.71
Jumlah 281.07 283.43 279.47 843.97
Tabel 4.2.3.A.4 tabel hubungan perlakuan A dan B
Lama Pengadukan
Jumlah
5 Menit 10 Menit 15 Menit
190 derajad (20
Menit) 265.57 275.12 281.58 822.27
180 derajad (20
Menit) 268.32 242.25 250.58 761.15
170 derajad (20
Menit) 262.55 269.91 261.35 793.81
Jumlah 796.44 787.28 793.51
2,377.
23
Tabel 4.2.3.A.5 tabel hubungan perlakuan A dan C

Jenis Tepung
Jumlah
SB KK BB
190 derajad (20
Menit) 246.97 265.48 309.82 822.27
180 derajad (20
Menit) 273.42 249.29 238.44 761.15
170 derajad (20
Menit) 263.20 234.90 295.71 793.81
Jumlah 783.59 749.67 843.97
2,377.
23
Tabel 4.2.3.A.6 tabel hubungan perlakuan B dan C

Jenis Tepung
Jumlah
SB KK BB
58
5 Menit 271.00 244.37 281.07 796.44
10 Menit 249.24 254.61 283.43 787.28
15 Menit 263.35 250.69 279.47 793.51
Jumlah 783.59 749.67 843.97
2,377.
23
Jumlah kuadrat perlakuan A (Suhu) :

,
_

¸
¸

,
_

¸
¸
+ + ·
461
23 , 2377
154
81 , 793
150
15 , 761
157
27 , 822
2
= 12.260,66 – 12.258,62
= 2,04
Hipotesis SS
A
(suhu) :
H0 : ketiga jenis tingkatan suhu memberikan pengaruh yang sama
H1 : minimal ada satu pasang suhu yang berbeda secara signifikan
Dasar pengambilan keputusan :
Jika nilai F hitung < F tabel maka H0 diterima
Jika nilai F hitung > F tabel maka H0 ditolak
Jumlah kuadrat perlakuan B (Lama Pengadukan) :

,
_

¸
¸

,
_

¸
¸
+ + ·
461
23 , 377 . 2
149
51 , 793
151
28 , 787
161
44 , 794
2
= 12.270,45 – 12.258,62
= 11,83
Hipotesis SS
B
(jenis tepung) :
H0 : ketiga jenis tepung memberikan pengaruh yang sama
H1 : minimal ada satu pasang jenis tepung yang berbeda secara
signifikan
Dasar pengambilan keputusan :
Jika nilai F hitung < F tabel maka H0 diterima
Jika nilai F hitung > F tabel maka H0 ditolak
Jumlah kuadrat perlakuan C (Jenis Tepung) :

,
_

¸
¸

,
_

¸
¸
+ + ·
461
23 , 377 . 2
157
97 , 843
149
67 , 749
155
59 , 783
2
= 12.270,07– 12.258,62
= 11,45
Hipotesis SS
C
(waktu pengadukan) :
59
H0 : ketiga jenis waktu pengadukan memberikan pengaruh yang sama
H1 : minimal ada satu pasang jenis waktu pengadukan yang berbeda
secara signifikan
Dasar pengambilan keputusan :
Jika nilai F hitung < F tabel maka H0 diterima
Jika nilai F hitung > F tabel maka H0 ditolak
Jumlah Kuadrat Perlakuan A dan B :
( ) ( ) 62 , 258 . 12 45 , 270 . 12 66 , 260 . 12 81 , 282 . 12 − + − ·
= 12.282,81– 12.272,49
= 10,32
Hipotesis SS
AB
(suhu Vs jenis tepung) :
H0 : tidak ada interaksi antar suhu dan jenis tepung
H1 : minimal ada satu pasang interaksi antara suhu dan jenis tepung
yang berbeda secara signifikan
Dasar pengambilan keputusan :
Jika nilai F hitung < F tabel maka H0 diterima
Jika nilai F hitung > F tabel maka H0 ditolak
Jumlah Kuadrat Perlakuan A dan C :
( ) ( ) 62 , 258 . 12 07 , 270 . 12 66 , 260 . 12 43 , 280 . 12 − + − ·
= 12.280,43– 12.272,11
= 8,32
Hipotesis SS
AC
(suhu Vs waktu pengadukan) :
H0 : tidak ada interaksi antar suhu dan waktu pengadukan
H1 : minimal ada satu pasang interaksi antara suhu dan waktu
pengadukan yang berbeda secara signifikan
Dasar pengambilan keputusan :
Jika nilai F hitung < F tabel maka H0 diterima
Jika nilai F hitung > F tabel maka H0 ditolak
Jumlah Kuadrat Perlakuan B dan C :
( ) ( ) 12.258,62 12.270,07 12.270,45 12.289,18 − + − ·
= 12.289,18 – 12.281,90
= 7,27
Hipotesis SS
BC
(jenis tepung Vs waktu pengadukan) :
H0 : tidak ada interaksi antar jenis tepung dan waktu pengadukan
60
H1 : minimal ada satu pasang interaksi antara jenis tepung dan waktu
pengadukan yang berbeda secara signifikan
Dasar pengambilan keputusan :
Jika nilai F hitung < F tabel maka H0 diterima
Jika nilai F hitung > F tabel maka H0 ditolak
Jumlah Kuadrat Perlakuan A, B dan C :
( )

,
_

¸
¸
+ −
+ +
− ·
12.258,62 12.270,07 12.270,45 -
12.260,66 - 12.289,18 43 , 280 . 12 81 , 282 . 12
12.318,03
= 12.318,03 – 12.309,86
= 8,17
Hipotesis SS
ABC
(jenis tepung Vs waktu pengadukan) :
H0 : tidak ada interaksi antar suhu, jenis tepung dan waktu pengadukan
H1 : minimal ada satu pasang interaksi antara suhu, jenis tepung dan
waktu pengadukan yang berbeda secara signifikan
Dasar pengambilan keputusan :
Jika nilai F hitung < F tabel maka H0 diterima
Jika nilai F hitung > F tabel maka H0 ditolak
Jumlah Kuadrat Total :
= 12.339,52 – 12.258,62
= 80,91
Jumlah Kuadrat Error :
SSabc SSbc SSac SSab SSc SSb SSa SST SSE − − − − − − − ·
= 80,91- 2,04 – 11,83 – 11,45 – 10,32 – 8,32 – 7,27 – 8,17
= 21,49
Rumus Analisis Variansi :
MSE =
df
G
SS
F hitung
A
=
G
MS
A
MS
MS
A
=
df
A
SS
F hitung
B
=
G
MS
B
MS
MS
B
=
df
B
SS
F hitung
C
=
G
MS
C
MS
MS
C
=
df
C
SS
F hitung
AB
=
G
MS
AB
MS
MS
AB
=
df
AB
SS
F hitung
AC
=
G
MS
AC
MS
MS
AC
=
df
AC
SS
F hitung
BC
=
G
MS
BC
MS
61
MS
BC
=
df
BC
SS
F hitung
ABC
=
G
MS
ABC
MS
MS
ABC
=
df
ABC
SS
Tabel Analisis Variansi Tinggi
Sumber
Variasi
Jumlah
Kuadra
t
Derajad
Kebebas
an
Rataa
n
Kuadr
at
f
Hitungan
Pengaruh Utama
A (Suhu) 2.04 2 1.02 20.60
B (Lama
Pengadukan) 11.83 2 5.92 119.47
C (Jenis Tepung) 11.45 2 5.73 115.66

Interaksi Dwi
Faktor
AB 10.32 4 2.58 52.12
AC 8.32 4 2.08 42.00
BC 7.27 4 1.82 36.72

Interaksi Tri
Faktor
ABC 8.17 8 1.02 20.62

Galat 21.49 434 0.05
Jumlah 80.91 460
B. Berat
A = Suhu
B = Lama Pengadukan
C = Jenis Tepung
Mula-mula Membuat Tabel Dwi Arah :
Tabel 4.2.3.B.1 tabel dua arah tinggi tepung segitiga biru

Tepung Segitiga Biru
Jumlah
5 Menit 10 Menit 15 Menit
190 derajad (20
Menit) 727.49 756.26 727.99 2,211.74
180 derajad (20
Menit) 701.11 661.02 735.29 2,097.43
170 derajad (20
Menit) 718.77 785.05 752.57 2,256.40
Jumlah
2,147.3
7
2,202.3
4
2,215.8
5 6,565.56
Tabel 4.2.3.B.2 tabel dua arah tinggi tepung kereta kencana

Tepung Kereta Kencana
Jumlah
5 Menit 10 Menit 15 Menit
62
190 derajad (20
Menit) 690.01 805.29 733.41 2,228.71
180 derajad (20
Menit) 774.92 720.15 807.97 2,303.04
170 derajad (20
Menit) 702.72 750.34 720.06 2,173.12
Jumlah
2,167.6
5
2,275.7
8
2,261.4
4 6,704.88
Tabel 4.2.3.B.3 tabel dua arah tinggi tepung biasa

Tepung Biasa
Jumlah
5 Menit 10 Menit 15 Menit
190 derajad (20
Menit) 776.63 700.40 699.45 2,176.48
180 derajad (20
Menit) 686.26 754.44 702.60 2,143.30
170 derajad (20
Menit) 834.21 689.36 709.23 2,232.80
Jumlah
2,297.1
0
2,144.2
0
2,111.2
7 6,552.58
Tabel 4.2.3.B.4 tabel hubungan perlakuan A dan B
Tabel Hubungan A-
B

Lama Pengadukan
Jumlah
5 Menit 10 Menit
15
Menit
190 derajad (20
Menit)
2,194.1
3 2,261.95
2,160.8
4
6,616.
93
180 derajad (20
Menit)
2,162.2
9 2,135.62
2,245.8
6
6,543.
77
170 derajad (20
Menit)
2,255.7
0 2,224.75
2,181.8
7
6,662.
32
Jumlah
6,612.
12 6,622.32
6,588.
57
19,823
.01
Tabel 4.2.3.B.5 tabel hubungan perlakuan A dan C
Tabel Hubungan A-
C

Jenis Tepung
Jumlah
SB KK BB
190 derajad (20
Menit)
2,211.7
4 2,228.71
2,176.4
8
6,616.
93
180 derajad (20
Menit)
2,097.4
3 2,303.04
2,143.3
0
6,543.
77
170 derajad (20
Menit)
2,256.4
0 2,173.12
2,232.8
0
6,662.
32
Jumlah
6,565.
56 6,704.88
6,552.
58
19,823
.01
Tabel 4.2.3.B.6 tabel hubungan perlakuan B dan C
Tabel Hubungan B-
C
63

Jenis Tepung
Jumlah
SB KK BB
5 Menit
2,147.3
7 2,167.65
2,297.1
0
6,612.
12
10 Menit
2,202.3
4 2,275.78
2,144.2
0
6,622.
32
15 Menit
2,215.8
5 2,261.44
2,111.2
7
6,588.
57
Jumlah
6,565.
56 6,704.88
6,552.
58
19,823
.01
Jumlah kuadrat perlakuan A (Suhu) :

,
_

¸
¸

,
_

¸
¸
+ + ·
463
19.823,01
154
6.662,32
152
6.543,77
157
6.616,93
2
= 848.817,52 – 848.708,04
= 109,48
Hipotesis SS
A
(suhu) :
H0 : ketiga jenis tingkatan suhu memberikan pengaruh yang sama
H1 : minimal ada satu pasang suhu yang berbeda secara signifikan
Dasar pengambilan keputusan :
Jika nilai F hitung < F tabel maka H0 diterima
Jika nilai F hitung > F tabel maka H0 ditolak
Jumlah kuadrat perlakuan B (Lama Pengadukan) :

,
_

¸
¸

,
_

¸
¸
+ + ·
463
19.823,01
150
6.588,57
151
6.622,32
162
6.612,12
2
= 849.703,85 – 848.708,04
= 995,81
Hipotesis SS
B
(jenis tepung) :
H0 : ketiga jenis tepung memberikan pengaruh yang sama
H1 : minimal ada satu pasang jenis tepung yang berbeda secara
signifikan
Dasar pengambilan keputusan :
Jika nilai F hitung < F tabel maka H0 diterima
Jika nilai F hitung > F tabel maka H0 ditolak
Jumlah kuadrat perlakuan C (Jenis Tepung) :
64

,
_

¸
¸

,
_

¸
¸
+ + ·
463
19.823,01
150
6552.58
151
6704.88
162
6565.56
2
= 849.303,94 – 848.708,04
= 595,90
Hipotesis SS
C
(waktu pengadukan) :
H0 : ketiga jenis waktu pengadukan memberikan pengaruh yang sama
H1 : minimal ada satu pasang jenis waktu pengadukan yang berbeda
secara signifikan
Dasar pengambilan keputusan :
Jika nilai F hitung < F tabel maka H0 diterima
Jika nilai F hitung > F tabel maka H0 ditolak
Jumlah Kuadrat Perlakuan A dan B :
( ) ( ) 848.708,04 849.703,85 848.817,52 852.956 − + − ·
= 852.956 – 849.813,33
= 3.142,67
Hipotesis SS
AB
(suhu Vs jenis tepung) :
H0 : tidak ada interaksi antar suhu dan jenis tepung
H1 : minimal ada satu pasang interaksi antara suhu dan jenis tepung
yang berbeda secara signifikan
Dasar pengambilan keputusan :
Jika nilai F hitung < F tabel maka H0 diterima
Jika nilai F hitung > F tabel maka H0 ditolak
Jumlah Kuadrat Perlakuan A dan C :
( ) ( ) 848.708,04 849.303,94 848.817,52 856.986,35 − + − ·
= 856.986,35 – 849.413,42
= 7.572,93
Hipotesis SS
AC
(suhu Vs waktu pengadukan) :
H0 : tidak ada interaksi antar suhu dan waktu pengadukan
H1 : minimal ada satu pasang interaksi antara suhu dan waktu
pengadukan yang berbeda secara signifikan
Dasar pengambilan keputusan :
Jika nilai F hitung < F tabel maka H0 diterima
Jika nilai F hitung > F tabel maka H0 ditolak
Jumlah Kuadrat Perlakuan B dan C :
65
( ) ( ) 848.708,04 849.303,94 849.703,85 852.752,65 − + − ·
= 852.752,65 – 850.299,75
= 2,452.90
Hipotesis SS
BC
(jenis tepung Vs waktu pengadukan) :
H0 : tidak ada interaksi antar jenis tepung dan waktu pengadukan
H1 : minimal ada satu pasang interaksi antara jenis tepung dan waktu
pengadukan yang berbeda secara signifikan
Dasar pengambilan keputusan :
Jika nilai F hitung < F tabel maka H0 diterima
Jika nilai F hitung > F tabel maka H0 ditolak
Jumlah Kuadrat Perlakuan A, B dan C :
( )

,
_

¸
¸
+ −
+ +
− ·
848.708,04 849.303,94 849.703,85 -
848.817,52 - 852.752,65 856.986,35 852.956,00
863.663,72
= 863.663,72 – 863.577,73
= 85,99
Hipotesis SS
ABC
(jenis tepung Vs waktu pengadukan) :
H0 : tidak ada interaksi antar suhu, jenis tepung dan waktu pengadukan
H1 : minimal ada satu pasang interaksi antara suhu, jenis tepung dan
waktu pengadukan yang berbeda secara signifikan
Dasar pengambilan keputusan :
Jika nilai F hitung < F tabel maka H0 diterima
Jika nilai F hitung > F tabel maka H0 ditolak
Jumlah Kuadrat Total :
= 869504.67 – 848708.04
= 20.796,63
Jumlah Kuadrat Error :
SSabc SSbc SSac SSab SSc SSb SSa SST SSE − − − − − − − ·
= 20.796,63 - 109,48 - 995,81 - 595,90 - 3.142,67 - 7.572,93 - 2,452.90
- 85,99
= 5840.95
Rumus Analisis Variansi :
MSE =
df
G
SS
F hitung
A
=
G
MS
A
MS
MS
A
=
df
A
SS
F hitung
B
=
G
MS
B
MS
MS
B
=
df
B
SS
F hitung
C
=
G
MS
C
MS
66
MS
C
=
df
C
SS
F hitung
AB
=
G
MS
AB
MS
MS
AB
=
df
AB
SS
F hitung
AC
=
G
MS
AC
MS
MS
AC
=
df
AC
SS
F hitung
BC
=
G
MS
BC
MS
MS
BC
=
df
BC
SS
F hitung
ABC
=
G
MS
ABC
MS
MS
ABC
=
df
ABC
SS
Tabel Analisis Variansi Berat
Sumber Variasi
Jumlah
Kuadrat
Derajad
Kebebas
an
Rataan
Kuadrat
f
Hitungan
Pengaruh Utama
A (Suhu) 109.48 2.00 54.74 4.09
B (Lama Pengadukan) 995.81 2.00 497.90 37.17
C (Jenis Tepung) 595.90 2.00 297.95 22.24

Interaksi Dwi Faktor
AB 3142.67 4.00 785.67 58.65
AC 7572.93 4.00 1893.23 141.32
BC 2452.90 4.00 613.22 45.77

Interaksi Tri Faktor
ABC 85.99 8.00 10.75 0.80

Galat 5840.95 436.00 13.40
Jumlah
20796.6
3 462.00
67
BAB V
ANALISA DAN INTERPRETASI
5.1. One Way Anova
5.1.1. Tinggi
A. Segitiga Biru
1. Tabel Levene’s Test Quality Of Error Variances
Berdasarkan pada tabel levenes test quality of error variances tinggi
segitiga biru, didapatkan nilai signifikansi sebesar 0.020. Karena nilai
signifikansi < 0.05 maka H0 ditolak, sehingga semua variansi
populasi tidak identik.
2. Tabel Test Between Subject Effects
Pada tabel Test Between Subject Effects tinggi segitiga biru
didapatkan nilai signifikansi, untuk suhu pada tepung Segitiga Biru
didapat nilai signifikansi sebesar 0.000. Sehingga < 0.05, oleh karena
itu H0 ditolak dan dapat diambil keputusan jika ketiga tingkatan suhu
tidak memberikan pengaruh yang sama. Untuk lama
pengadukan,pada tabel menunjukkan nilai signifikansi sebesar
0.000.Sehingga H0 ditolak serta hal ini menunjukkan jika ketiga
waktu pengadukan tidak memberikan pengaruh yang sama. Dan
untuk suhu dan lama pengadukan didapatkan nilai signifikansi
sebesar 0.000 < 0.05, sehingga H0 ditolak Serta dapat disimpulkan
jika minimal ada satu pasang interaksi antara suhu dan lama waktu
pengadukan yang berbeda.
3. Tabel Multiple comparisons suhu
Pada tabel Multiple comparisons suhu tinggi segitiga biru
menunjukkan nilai signifikansi rata-rata antar suhu pemanggangan
menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.000. Kecuali pada antar
suhu (I) 180 derajat dengan suhu(J) 170 derajat Serta pada antar
suhu (I) 170 derajat dengan suhu(J) 180 derajat, dimana memiliki
nilai signifikansi 0.067. Sehingga nillai signifikansi > 0.05 dan H0
diterima sehingga tidak ada perbedaan signifikan antar suhu
pemanggangan. Namun untuk antar suhu lainnya karena nilai
signifikansi < 0.05 maka H0 ditolak .Oleh karena itu, Ada perbedaan
signifikan antar suhu pemanggangan.
4. Tabel Duncan suhu
Pada tabel uji duncan suhu tinggi segitiga biru nilai yang
menghasilkan rata-rata tertinggi adalah 5.3689 pada suhu 190
derajat dibanding rata-rata pada suhu 180 derajat dan 170 derajat
yang masing-masing 4.8825 dan 4.9660. Sehingga suhu
pemanggangan yang paling baik adalah 190 derajat..
5. Tabel Multiple Comparisons Waktu Pengadukan
Pada tabel Multiple Comparisons waktu pengadukan tinggi segitiga
biru menunjukkan nilai signifikansi rata–rata antar waktu
pengadukan menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.000 < 0.05
sehingga menunjukkan ada perbedaan signifikan antar waktu
pengadukan.
68
6. Tabel Duncan Waktu Pengadukan
Pada tabel duncan waktu pengadukan tinggi segitiga biru terlihat
bahwa untuk waktu pengadukan 15 menit memilki nilai rata-rata
tertinggi yaitu sebesar 5.3745.Dibandingkan waktu pengadukan 10
menit dengan nilai rata-rata sebesar 5.0865 dan 5 menit
menunjukkan nilai rata-rata sebesar 4.7544.Oleh karena itu waktu
pengadukan yang paling baik adalah 15 menit.
B. Kereta Kencana
1. Tabel Levene’s Test Quality Of Error Variances
Pada tabel levenes test quality of error variances tinggi Kereta
Kencana, didapatkan nilai signifikansi sebesar 0.552. Karena nilai
signifikansi > 0.05 maka H0 diterima, sehingga semua variansi
populasi identik.
2. Tabel Test Between Subject Effects
Pada tabel Test Between Subject Effects tinggi Kereta Kencana
didapatkan nilai signifikansi, untuk suhu pada tepung Kereta Kencana
didapat nilai signifikansi sebesar 0.000 < 0.05, maka H0 ditolak dan
dapat diambil keputusan jika ketiga tingkatan suhu tidak
memberikan pengaruh yang sama. Untuk lama pengadukan,pada
tabel menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.000 < 0.05, maka H0
ditolak serta hal ini menunjukkan jika ketiga waktu pengadukan tidak
memberikan pengaruh yang sama. Serta pada suhu dan lama
pengadukan didapatkan nilai signifikansi sebesar 0.213 > 0.05, maka
H0 diterima Serta dapat disimpulkan jika Tidak ada interaksi antara
suhu dan lama waktu pengadukan.
3. Tabel Multiple comparisons suhu
Pada tabel Multiple comparisons suhu tinggi Kereta Kencana
menunjukkan nilai signifikansi rata-rata antar suhu pemanggangan
menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.000 yaitu pada antar suhu
(I) 190 derajat dengan suhu(J) 180 derajat, pada antar suhu (I) 180
derajat dengan suhu(J) 190 derajat, serta pada antar suhu (I) 170
derajat dengan suhu(J) 180 derajat. Dan pada antar suhu (I) 190
derajat dengan suhu(J) 170 derajat Serta pada antar suhu (I) 170
derajat dengan suhu(J) 190 derajat, dimana memiliki nilai signifikansi
0.979. Sehingga nillai signifikansi > 0.05 dan H0 diterima sehingga
tidak ada perbedaan signifikan antar suhu pemanggangan. Namun
untuk antar suhu lainnya karena nilai signifikansi < 0.05 maka H0
ditolak .Oleh karena itu, Ada perbedaan signifikan antar suhu
pemanggangan.
4. Tabel Duncan suhu
Pada tabel duncan suhu tinggi Kereta Kencana nilai yang
menghasilkan rata-rata tertinggi adalah 5.1065 pada suhu 170
derajat dibanding rata-rata pada suhu 180 derajat dan 190 derajat
yang masing-masing 5.1054 dan 4.8880. Sehingga suhu
pemanggangan yang paling baik adalah 170 derajat..
5. Tabel Multiple Comparisons Lama Pengadukan
Pada tabel Multiple Comparisons lama pengadukan tinggi Kereta
Kencana menunjukkan nilai signifikansi rata–rata antar lama
pengadukan menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.000 < 0.05
69
sehingga menunjukkan ada perbedaan signifikan antar waktu
pengadukan.Dan kecuali pada lama pengadukan antar waktu 10
menit dengan 15 menit dan sebaliknya, memiliki nilai signifikansi
sebesar 0.536. Sehingga > 0.05 dan H0 diterima .Oleh karena itu
antar waktu pengadukan 10 menit dengan 15 menit dan sebaliknya
menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antar waktu
pengadukan.
6. Tabel Duncan Waktu Pengadukan
Pada tabel duncan waktu pengadukan tinggi Kereta Kencana terlihat
bahwa untuk waktu pengadukan 15 menit memilki nilai rata-rata
tertinggi yaitu sebesar 5.2227.Dibandingkan waktu pengadukan 10
menit dengan nilai rata-rata sebesar 5.1961 dan 5 menit
menunjukkan nilai rata-rata sebesar 4.6994.Oleh karena itu waktu
pengadukan yang paling baik adalah 15 menit.
C. Tepung Biasa
1. Tabel Levene’s Test Quality Of Error Variances
Berdasarkan pada tabel levenes test quality of error variances tinggi
Tepung Biasa, didapatkan nilai signifikansi sebesar 0.052. Karena
nilai signifikansi > 0.05 maka H0 diterima, sehingga semua variansi
populasi identik.
70
2. Tabel Test Between Subject Effects
Pada tabel Test Between Subject Effects tinggi Tepung Biasa
didapatkan nilai signifikansi, untuk suhu pada tepung Tepung Biasa
didapat nilai signifikansi sebesar 0.000 < 0.05, maka H0 ditolak dan
dapat diambil keputusan jika ketiga tingkatan suhu tidak
memberikan pengaruh yang sama. Untuk lama pengadukan,pada
tabel menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.500 > 0.05, maka H0
diterima serta hal ini menunjukkan jika ketiga waktu pengadukan
memberikan pengaruh yang sama. Serta pada suhu dan lama
pengadukan didapatkan nilai signifikansi sebesar 0.000 < 0.05,
sehingga H0 ditolak Serta dapat disimpulkan jika minimal ada satu
pasang interaksi antara suhu dan lama waktu pengadukan yang
berbeda.
3. Tabel Multiple comparisons suhu
Pada tabel Multiple comparisons suhu tinggi Tepung Biasa
menunjukkan nilai signifikansi rata-rata antar suhu pemanggangan
menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.000. Dan kecuali pada antar
suhu (I) 190 derajat dengan suhu(J) 170 derajat Serta pada antar
suhu (I) 170 derajat dengan suhu(J) 190 derajat, dimana memiliki
nilai signifikansi 0.003. Sehingga nillai signifikansi < 0.05 dan H0
ditolak sehingga tidak ada perbedaan signifikan antar suhu
pemanggangan.
4. Tabel Duncan suhu
Pada tabel uji duncan suhu tinggi Tepung Biasa nilai yang
menghasilkan rata-rata tertinggi adalah 5.5451 pada suhu 180
derajat dibanding rata-rata pada suhu 170 derajat dan 190 derajat
yang masing-masing 5.3765 dan 5.2512. Sehingga suhu
pemanggangan yang paling baik adalah 180 derajat..
5. Tabel Multiple Comparisons Lama Pengadukan
Pada tabel Multiple Comparisons lama pengadukan tinggi Tepung
Biasa menunjukkan nilai signifikansi lama pengadukan antar waktu 5
menit dengan 10 menit dan sebaliknya sebesar 0.181 > 0.05, serta
pada 5 menit dengan 15 menit dan sebaliknya sebesar 0.475 > 0.05,
dan untuk antar waktu 10 menit dengan 15 menit dan sebaliknya,
memiliki nilai signifikansi sebesar 0.534. Sehingga > 0.05 dan H0
diterima .Oleh karena itu dapat disimpulkan jika kesemua antar
waktu lama pengadukan menunjukkan tidak ada perbedaan
signifikan antar waktu pengadukan.
6. Tabel Duncan Waktu Pengadukan
Pada tabel duncan waktu pengadukan tinggi Tepung Biasa terlihat
bahwa untuk waktu pengadukan 5 menit memilki nilai rata-rata
tertinggi yaitu sebesar 5.4052.Dibandingkan waktu pengadukan 15
menit dengan nilai rata-rata sebesar 5.3744 dan 10 menit
menunjukkan nilai rata-rata sebesar 5.3477.Oleh karena itu waktu
pengadukan yang paling baik adalah 5 menit.
5.1.2. Berat
A. Segitiga Biru
1. Tabel Levene’s Test Quality Of Error Variances
71
Berdasarkan pada tabel levenes test quality of error variances berat
segitiga biru, didapatkan nilai signifikansi sebesar 0.070. Karena nilai
signifikansi > 0.05 maka H0 diterima, sehingga semua variansi
populasi identik.
2. Tabel Test Between Subject Effects
Pada tabel Test Between Subject Effects berat segitiga biru
didapatkan nilai signifikansi, untuk suhu pada berat segitiga biru
didapat nilai signifikansi sebesar 0.000. Sehingga < 0.05, oleh karena
itu H0 ditolak dan dapat diambil keputusan jika ketiga tingkatan suhu
tidak memberikan pengaruh yang sama. Untuk lama
pengadukan,pada tabel menunjukkan nilai signifikansi sebesar
0.000.Sehingga H0 ditolak serta hal ini menunjukkan jika ketiga waktu
pengadukan tidak memberikan pengaruh yang sama. Dan untuk suhu
dan lama pengadukan didapatkan nilai signifikansi sebesar 0.000 <
0.05, sehingga H0 ditolak Serta dapat disimpulkan jika minimal ada
satu pasang interaksi antara suhu dan lama waktu pengadukan yang
berbeda.
3. Tabel Multiple comparisons suhu
Pada tabel Multiple comparisons suhu berat segitiga biru
menunjukkan nilai signifikansi rata-rata antar suhu pemanggangan
menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.000, karena nilai signifikansi
< 0.05 maka H0 ditolak . Maka dapat diambil kesimpulan jika ada
perbedaan signifikan antar suhu pemanggangan.
4. Tabel Duncan suhu
Pada tabel uji duncan suhu berat segitiga biru nilai yang
menghasilkan rata-rata tertinggi adalah 48.0812 pada suhu 190
derajat dibanding rata-rata pada suhu 180 derajat dan 170 derajat
yang masing-masing 37.4540 dan 42.5735. Sehingga suhu
pemanggangan yang paling baik adalah 190 derajat..
5. Tabel Multiple Comparisons Lama Pengadukan
Pada tabel Multiple Comparisons waktu pengadukan berat segitiga
biru menunjukkan nilai signifikansi rata–rata antar waktu
pengadukan menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.000 < 0.05
maka H0 ditolak, sehingga menunjukkan ada perbedaan signifikan
antar waktu pengadukan. Dan kecuali pada antar waktu pengadukan
10 menit dengan 15 menit dan sebaliknya memiliki nilai signifikansi
sebesar 0.694 > 0.05 H0 diterima, sehingga tidak ada perbedaan
signifikan antar waktu pengadukan.
6. Tabel Duncan Waktu Pengadukan
Pada tabel duncan waktu pengadukan berat segitiga biru terlihat
bahwa untuk waktu pengadukan 15 menit memilki nilai rata-rata
tertinggi yaitu sebesar 45.2214.Dibandingkan waktu pengadukan 10
menit dengan nilai rata-rata sebesar 44.9456 dan 5 menit
menunjukkan nilai rata-rata sebesar 37.6732.Oleh karena itu waktu
pengadukan yang paling baik adalah 15 menit.
B. Kereta Kencana
1. Tabel Levene’s Test Quality Of Error Variances
pada tabel levenes test quality of error variances berat Kereta
Kencana, didapatkan nilai signifikansi sebesar 0.000. Karena nilai
72
signifikansi < 0.05 maka H0 ditolak, sehingga semua variansi
populasi tidak identik.
2. Tabel Test Between Subject Effects
Pada tabel Test Between Subject Effects berat Kereta Kencana
didapatkan nilai signifikansi, untuk suhu pada berat tepung Kereta
Kencana didapat nilai signifikansi sebesar 0.000. Sehingga < 0.05,
oleh karena itu H0 ditolak dan dapat diambil keputusan jika ketiga
tingkatan suhu tidak memberikan pengaruh yang sama. Untuk lama
pengadukan,pada tabel menunjukkan nilai signifikansi sebesar
0.000.Sehingga H0 ditolak serta hal ini menunjukkan jika ketiga
waktu pengadukan tidak memberikan pengaruh yang sama. Serta
pada suhu dan lama pengadukan didapatkan nilai signifikansi
sebesar 0.002 < 0.05, sehingga H0 ditolak Serta dapat disimpulkan
jika minimal ada satu pasang interaksi antara suhu dan lama waktu
pengadukan yang berbeda.
3. Tabel Multiple comparisons suhu
Pada tabel Multiple comparisons suhu berat Kereta Kencana
menunjukkan nilai signifikansi rata-rata antar suhu pemanggangan
menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.000. Dan kecuali pada antar
suhu (I) 190 derajat dengan suhu(J) 180 derajat Serta pada antar
suhu (I) 180 derajat dengan suhu(J) 190 derajat, dimana memiliki
nilai signifikansi 0.377. Sehingga nillai signifikansi > 0.05 dan H0
diterima sehingga tidak ada perbedaan signifikan antar suhu
pemanggangan. Namun untuk antar suhu lainnya karena nilai
signifikansi < 0.05 maka H0 ditolak .Oleh karena itu, Ada perbedaan
signifikan antar suhu pemanggangan.
4. Tabel Duncan suhu
Pada tabel uji duncan suhu berat Kereta Kencana nilai yang
menghasilkan rata-rata tertinggi adalah 47.2418 pada suhu 170
derajat dibanding rata-rata pada suhu 180 derajat dan 190 derajat
yang masing-masing 43.4536 dan 42.8598. Sehingga suhu
pemanggangan yang paling baik adalah 170 derajat..
5. Tabel Multiple Comparisons Lama Pengadukan
Pada tabel Multiple Comparisons lama pengadukan berat Kereta
Kencana menunjukkan nilai signifikansi rata–rata antar lama
pengadukan menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.000 < 0.05 H0
maka ditolak,sehingga menunjukkan ada perbedaan signifikan antar
waktu pengadukan.Dan kecuali pada lama pengadukan antar waktu
10 menit dengan 15 menit dan sebaliknya, memiliki nilai signifikansi
sebesar 0.674. Sehingga > 0.05 dan H0 diterima .Oleh karena itu
antar waktu pengadukan 10 menit dengan 15 menit dan sebaliknya
menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antar waktu
pengadukan.
6. Tabel Duncan Waktu Pengadukan
Pada tabel duncan waktu pengadukan berat Kereta Kencana terlihat
bahwa untuk waktu pengadukan 10 menit memilki nilai rata-rata
tertinggi yaitu sebesar 46.4445.Dibandingkan waktu pengadukan 15
menit dengan nilai rata-rata sebesar 46.1519 dan 5 menit
menunjukkan nilai rata-rata sebesar 40.8991.Oleh karena itu waktu
pengadukan yang paling baik adalah 10 menit.
73
C. Tepung Biasa
1. Tabel Levene’s Test Quality Of Error Variances
Berdasarkan pada tabel levenes test quality of error variances berat
Tepung Biasa, didapatkan nilai signifikansi sebesar 0.229. Karena
nilai signifikansi > 0.05 maka H0 diterima, sehingga semua variansi
populasi identik.
2. Tabel Test Between Subject Effects
Pada tabel Test Between Subject Effects berat Tepung Biasa
didapatkan nilai signifikansi, untuk suhu pada tepung berat Tepung
Biasa didapat nilai signifikansi sebesar 0.000. Sehingga < 0.05, oleh
karena itu H0 ditolak dan dapat diambil keputusan jika ketiga
tingkatan suhu tidak memberikan pengaruh yang sama. Untuk lama
pengadukan,pada tabel menunjukkan nilai signifikansi sebesar
0.000.Sehingga H0 ditolak serta hal ini menunjukkan jika ketiga
waktu pengadukan tidak memberikan pengaruh yang sama. Serta
pada suhu dan lama pengadukan didapatkan nilai signifikansi
sebesar 0.001 < 0.05, sehingga H0 ditolak Serta dapat disimpulkan
jika minimal ada satu pasang interaksi antara suhu dan lama waktu
pengadukan yang berbeda.
3. Tabel Multiple comparisons suhu
Pada tabel Multiple comparisons suhu berat Tepung Biasa
menunjukkan nilai signifikansi rata-rata antar suhu pemanggangan
menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.000, karena semua nillai
signifikansi < 0.05, maka H0 ditolak sehingga tidak ada perbedaan
signifikan antar suhu pemanggangan.
4. Tabel Duncan suhu
Pada tabel uji duncan suhu berat Tepung Biasa nilai yang
menghasilkan rata-rata tertinggi adalah 49.8441 pada suhu 180
derajat dibanding rata-rata pada suhu 170 derajat dan 190 derajat
yang masing-masing 40.5964 dan 36.8895. Sehingga suhu
pemanggangan yang paling baik adalah 180 derajat..
5. Tabel Multiple Comparisons Lama Pengadukan
Pada tabel Multiple Comparisons lama pengadukan berat Tepung
Biasa rata-rata menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.000 < 0.05,
maka H0 ditolak,sehingga menunjukkan ada perbedaan signifikan
antar waktu pengadukan.Dan kecuali pada lama pengadukan antar
waktu 10 menit dengan 15 menit dan sebaliknya, memiliki nilai
signifikansi sebesar 0.855. Sehingga > 0.05 dan H0 diterima .Oleh
karena itu antar waktu pengadukan 10 menit dengan 15 menit dan
sebaliknya menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antar waktu
pengadukan.
6. Tabel Duncan Waktu Pengadukan
Pada tabel duncan waktu pengadukan berat Tepung Biasa terlihat
bahwa untuk waktu pengadukan 5 menit memilki nilai rata-rata
tertinggi yaitu sebesar 44.1750.Dibandingkan waktu pengadukan 15
menit dengan nilai rata-rata sebesar 40.6014 dan 10 menit
menunjukkan nilai rata-rata sebesar 40.4567.Oleh karena itu waktu
pengadukan yang paling baik adalah 5 menit.
74
5.2. Two Way Anova
5.2.1. Tinggi
5.2.1.1. Tabel Levene’s Test Quality Of Error Variances
Pada tabel levenes test quality of error variances, didapatkan nilai
signifikansi sebesar 0.007. Karena nilai signifikansi < 0.05 maka H0
ditolak, sehingga semua variansi tidak identik.
5.2.1.2. Tabel Test Between Subject Effects
Pada tabel Test Between Subject Effects menunjukkan nilai
signifikansi pada tabel, untuk suhu pada data tinggi didapat nilai
signifikansi sebesar 0.000 < 0.05, maka H0 ditolak dan ketiga
tingkatan suhu tidak memberikan pengaruh yang sama. Untuk lama
pengadukan, pada tabel menunjukkan nilai signifikansi sebesar
0.000 < 0.05, maka H0 ditolak dan menunjukkan ketiga waktu
pengadukan tidak memberikan pengaruh yang sama. Untuk jenis
tepung,pada tabel menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.000 <
0.05, maka H0 ditolak dan menunjukkan ketiga jenis tepung tidak
memberikan pengaruh yang sama. Dan pada hipotesis untuk suhu
dan lama pengadukan menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.000
< 0.05, maka H0 ditolak dan minimal ada satu pasang interaksi
antara suhu dan lama waktu pengadukan yang berbeda . Untuk jenis
tepung dan lama pengadukan,pada tabel menunjukkan nilai
signifikansi sebesar 0.000 < 0.05. maka H0 ditolak dan minimal ada
satu pasang interaksi antara jenis tepung dan lama pengadukan
yang berbeda. Untuk jenis tepung dan suhu,pada tabel menunjukkan
nilai signifikansi sebesar 0.000 < 0.05, maka H0 ditolak dan minimal
ada satu pasang interaksi antara jenis tepung dan suhu yang
berbeda.
5.2.1.3. Tabel Multiple Comparisons Lama Pengadukan
Pada tabel Multplei Comparisons Lama Pengadukan menunjukkan
nilai signifikansi antar waktu pengadukan 5 dan 10 menit dan
sebaliknya menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.000 < 0.05,
maka H0 ditolak dan ada perbedaan signifikan antar waktu
pengadukan. Dan pada antar waktu pengadukan 5 dan 15 menit
nilai signifikansi 0.000 < 0.05 ,maka H0 ditolak dan dapat
disimpulkan jika ada perbedaan signifikan antar waktu pengadukan.
Serta pada lama pengadukan antar waktu 10 menit dengan 15 menit
dan sebaliknya, memiliki nilai signifikansi sebesar 0.000 < 0.05,
maka H0 ditolak, sehingga ada perbedaan signifikan antar waktu
pengadukan.
5.2.1.4. Tabel Duncan Lama Pengadukan
Pada tabel duncan terlihat bahwa untuk waktu pengadukan 15
menit memilki nilai rata-rata tertinggi yaitu sebesar 5.3103.
Dibandingkan waktu pengadukan 10 menit dengan nilai rata-rata
sebesar 5.2102 dan 5 menit menunjukkan nilai rata-rata sebesar
4.9532. Oleh karena itu waktu pengadukan yang paling baik adalah
15 menit.
5.2.1.5. Tabel Multiple comparisons suhu
Pada tabel menunjukkan nilai signifikansi semua antar suhu
pemanggangan menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.000.
Namun untuk antar suhu pemanggangan (I) 190 dengan (J) 170 dan
75
sebaliknya, menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.020 > 0.05,
sehingga H0 diterima dan tidak ada perbedaan antar suhu
pemanggangan. Serta ntuk antar suhu pemanggangan (I) 180
dengan (J) 170 dan sebaliknya memiliki signifikansi yaitu sebesar
0.002, karena semua antar suhu lainnya nilai signifikansi < 0.05.
Oleh karena itu semua antar suhu tersebut menunjukkan ada
perbedaan signifikan antar suhu pemanggangan.
5.2.1.6. Tabel Duncan suhu
Pada tabel duncan nilai yang menghasilkan rata-rata tertinggi
adalah 5.2183, pada suhu 190 derajat dibanding rata-rata pada suhu
170 derajat dan 180 derajat yang masing-masing 5.1586 dan
5.0773 . Sehingga suhu pemanggangan yang paling baik adalah 190
derajat..
5.2.1.7. Tabel Multiple Comparisons Jenis Tepung
Pada tabel Multiple Comparisons Jenis Tepung menunjukkan nilai
signifikansi antar jenis tepung segitiga biru dengan kereta kencana
dan sebaliknya, menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.306 > 0.05,
maka H0 diterima dan menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan
antar jenis tepung. Lalu pada jenis tepung segitiga biru dengan
tepung biasa dan sebaliknya, nilai signifikansi 0.000 < 0.05, maka
H0 ditolak dan menunjukkan ada perbedaan signifikan antar jenis
tepung. Pada jenis tepung kereta kencana dengan tepung biasa dan
sebaliknya, memiliki nilai signifikansi sebesar 0.000 < 0.05, maka H0
ditolak .Oleh karena itu ada perbedaan signifikan antar waktu
pengadukan tersebut.
5.2.1.8. Tabel Duncan Jenis Tepung
Pada tabel duncan Jenis Tepung terlihat bahwa untuk jenis tepung
biasa memilki nilai rata-rata tertinggi yaitu sebesar 5.3619.
Dibandingkan tepung segitiga biru dengan nilai rata-rata sebesar
5.0580 dan tepung kereta kencana menunjukkan nilai rata-rata
sebesar 5.0315. Oleh karena itu jenis tepung yang paling baik
adalah tepung biasa.
5.2.2. Berat
5.2.2.1. Tabel Levene’s Test Quality Of Error Variances
Pada tabel levenes test quality of error variances, didapatkan nilai
signifikansi sebesar 0.000. Karena nilai signifikansi < 0.05, maka H0
ditolak, sehingga semua variansi tidak identik.
5.2.2.2. Tabel Test Between Subject Effects
Pada tabel Test Between Subject Effects nilai signifikansinya adalah,
untuk suhu pada data berat didapat nilai signifikansi sebesar 0.013
< 0.05, maka H0 ditolak dan ketiga tingkatan suhu tidak
memberikan pengaruh yang sama. Untuk waktu pengadukan,pada
tabel menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.000 < 0.05, maka H0
ditolak dan menunjukkan ketiga waktu pengadukan tidak
memberikan pengaruh yang sama. Untuk jenis tepung,pada tabel
menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.000 < 0.05, maka H0
ditolak dan menunjukkan ketiga jenis tepung tidak memberikan
pengaruh yang sama. Dan pada hipotesis untuk suhu dan waktu
76
pengadukan menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.000 < 0.05,
maka H0 ditolak dan minimal ada satu pasang interaksi antara suhu
dan lama waktu pengadukan yang berbeda . Untuk jenis tepung dan
waktu pengadukan,pada tabel menunjukkan nilai signifikansi
sebesar 0.000 < 0.05, maka H0 ditolak dan minimal ada satu pasang
interaksi antara jenis tepung dan lama pengadukan yang berbeda.
Untuk jenis tepung dan suhu,pada tabel menunjukkan nilai
signifikansi sebesar 0.000 < 0.05, maka H0 ditolak dan minimal ada
satu pasang interaksi antara jenis tepung dan suhu yang berbeda.
5.2.2.3. Tabel Multiple Comparisons Lama Pengadukan
Pada tabel Multiple Comparisons Lama Pengadukan menunjukkan
nilai signifikansi antar waktu pengadukan 5 dan 10 menit dan
sebaliknya menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.000 < 0.05,
maka H0 ditolak dan ada perbedaan signifikan antar waktu
pengadukan. Lalu pada antar waktu pengadukan 5 dan 15 menit
nilai signifikansi 0.000 < 0.05, maka H0 ditolak dan menunjukkan
ada perbedaan signifikan antar waktu pengadukan. Kecuali pada
lama pengadukan antar waktu 10 menit dengan 15 menit dan
sebaliknya, memiliki nilai signifikansi sebesar 0.731 > 0.05, maka H0
diterima, dan dapat disimpulkan jika tidak ada perbedaan signifikan
antar waktu pengadukan tersebut.
77
5.2.2.4. Tabel Duncan Lama Pengadukan
Pada tabel duncan Lama Pengadukan terlihat bahwa untuk waktu
pengadukan 10 menit memilki nilai rata-rata tertinggi yaitu sebesar
43.85654. Dibandingkan waktu pengadukan 15 menit dengan nilai
rata-rata sebesar 43.68595 dan 5 menit menunjukkan nilai rata-rata
sebesar 40.81583. Oleh karena itu waktu pengadukan yang paling
baik adalah 10 menit.
5.2.2.5. Tabel Multiple comparisons suhu
Pada tabel Multiple comparisons suhu menunjukkan nilai signifikansi
antar suhu pemanggangan (I) 190 dengan (J) 180 dan sebaliknya
menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.172 > 0.05, dan untuk
antar suhu pemanggangan (I) 190 dengan (J) 170 dan sebaliknya,
menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.023 > 0.05, serta untuk
antar suhu pemanggangan (I) 180 dengan (J) 170 dan sebaliknya,
memiliki nilai signifikansinya sebesar 0.366 >0.05, sehingga H0
diterima dan tidak ada perbedaan antar suhu pemanggangan.
5.2.2.6. Tabel Duncan suhu
Pada tabel duncan suhu nilai yang menghasilkan rata-rata tertinggi
adalah 43.26182, pada suhu 170 derajat dibanding rata-rata pada
suhu 180 derajat dan 190 derajat yang masing-masing 42.81650
dan 42.14628. Sehingga suhu pemanggangan yang paling baik
adalah 190 derajat..
5.2.2.7. Tabel Multiple Comparisons Jenis Tepung
Pada tabel Multiple Comparisons Jenis Tepung menunjukkan nilai
signifikansi antar jenis tepung segitiga biru dengan kereta kencana
dan sebaliknya, menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.000 < 0.05.
Sehingga H0 ditolak dan dapat disimpulkan jika ada perbedaan
signifikan antar waktu pengadukan. Lalu pada jenis tepung segitiga
biru dengan tepung biasa dan sebaliknya, nilai signifikansi 0.082 >
0.05, maka H0 diterima dan dapat disimpulkan jika tidak ada
perbedaan signifikan antar waktu pengadukan. Pada jenis tepung
kereta kencana dengan tepung biasa dan sebaliknya, memiliki nilai
signifikansi sebesar 0.000 < 0.05 dan H0 ditolak maka dapat
disimpulkan jika tidak ada perbedaan signifikan antar waktu
pengadukan.
5.2.2.8. Tabel Duncan Jenis Tepung
Pada tabel duncan Jenis Tepung terlihat bahwa untuk jenis tepung
kereta kencana memilki nilai rata-rata tertinggi yaitu sebesar
44.40342. Dibandingkan tepung segitiga biru dengan nilai rata-rata
sebesar 42.35843 dan tepung biasa menunjukkan nilai rata-rata
sebesar 41.50905. Oleh karena itu jenis tepung yang paling baik
adalah tepung kereta kencana.
5.3. Pengolahan Dengan Excel
5.3.1. Tinggi Kue
5.3.1.1. Jumlah Kuadrat perlakuan A (suhu kue)
Dari table analisa variansi diketahui nilai Df adalah 2 dan f hitung
20.60 yang nilainya lebih besar dari f table (19.50). Maka H
0
78
ditolak. Ini berarti minimal ada satu pasang suhu yang berbeda
secara signifikan.
5.3.1.2. Jumlah Kuadrat perlakuan B (Lama Pengadukan)
Dari table analisa variansi diketahui nilai Df adalah 2 dan f hitung
119.47 yang nilainya lebih besar dari f table (19.50). Maka H
0
ditolak. Ini berarti minimal ada satu pasang jenis lama pengadukan
yang berbeda secara signifikan.
5.3.1.3. Jumlah Kuadrat perlakuan C (Jenis Tepung)
Dari table analisa variansi diketahui nilai Df adalah 2 dan f hitung
115.66 yang nilainya lebih besar dari f table (19.50). Maka H
0
ditolak. Ini berarti minimal ada satu pasang jenis tepung yang
berbeda secara signifikan.
5.3.1.4. Jumlah Kuadrat perlakuan AB (Suhu dan Lama
Pengadukan )
Dari table analisa variansi diketahui nilai Df adalah 4 dan f hitung
52.12 yang nilainya lebih besar dari f table (5.63). Maka H
0
ditolak.
Ini berarti minimal ada satu pasang interaksi antara suhu dan lama
pengadukan yang berbeda secara signifikan.
79
5.3.1.5. Jumlah Kuadrat perlakuan AC ( Suhu Dan Jenis Tepung )
Dari table analisa variansi diketahui nilai Df adalah 4 dan f hitung
42.00 yang nilainya lebih besar dari f table (5.63). Maka H
0
ditolak.
Ini berarti minimal ada satu pasang interaksi antara suhu dan jenis
tepung yang berbeda secara signifikan.
5.3.1.6. Jumlah Kuadrat perlakuan BC ( Lama Pengadukan dan
Jenis Tepung )
Dari table analisa variansi diketahui nilai Df adalah 4 dan f hitung
36.72 yang nilainya lebih besar dari f table (5.63). Maka H
0
ditolak.
Ini berarti minimal ada satu pasang interaksi antara lama
pengadukan dan jenis tepung yang berbeda secara signifikan.
5.3.1.7. Jumlah Kuadrat perlakuan ABC ( Suhu-Lama
Pengadukan –Jenis Tepung )
Dari table analisa variansi diketahui nilai Df adalah 8 dan f hitung
20.62 yang nilainya lebih besar dari f table (2.93). Maka H
0
ditolak.
Ini berarti minimal ada satu pasang interaksi antara suhu, lama
pengadukan, dan jenis tepung yang berbeda secara signifikan.
5.3.2. Berat Kue
5.3.2.1. Jumlah Kuadrat perlakuan A (suhu kue)
Dari table analisa variansi diketahui nilai Df adalah 2 dan f hitung
4.09 yang nilainya lebih besar dari f table (19.50). Maka H
0
diterima. Ini berarti ketiga jenis tingkatan suhu memberikan
pengaruh yang sama.
5.3.2.2. Jumlah Kuadrat perlakuan B (Lama Pengadukan)
Dari table analisa variansi diketahui nilai Df adalah 2 dan f hitung
37.17yang nilainya lebih besar dari f table (19.50). Maka H
0
ditolak.
Ini berarti minimal ada satu pasang jenis lama pengadukan yang
berbeda secara signifikan.
5.3.2.3. Jumlah Kuadrat perlakuan JKC (Jenis Tepung)
Dari table analisa variansi diketahui nilai Df adalah 2 dan f hitung
22.24 yang nilainya lebih besar dari f table (19.50). Maka H
0
ditolak. Ini berarti minimal ada satu pasang jenis tepung yang
berbeda secara signifikan.
5.3.2.4. Jumlah Kuadrat perlakuan AB (Suhu-Lama Pengadukan)
Dari table analisa variansi diketahui nilai Df adalah 4 dan f hitung
58.65 yang nilainya lebih besar dari f table (5.63). Maka H
0
ditolak.
Ini berarti minimal ada satu pasang interaksi antara suhu dan lama
pengadukan yang berbeda secara signifikan.
5.3.2.5. Jumlah Kuadrat perlakuan AC (Suhu-Jenis Tepung)
Dari table analisa variansi diketahui nilai Df adalah 4 dan f hitung
141.32 yang nilainya lebih besar dari f table (5.63). Maka H
0
ditolak. Ini berarti minimal ada satu pasang interaksi antara suhu
dan jenis tepung yang berbeda secara signifikan.
5.3.2.6. Jumlah Kuadrat perlakuan BC (Lama Pengadukan – Jenis
Tepung)
80
Dari table analisa variansi diketahui nilai Df adalah 4 dan f hitung
45.77 yang nilainya lebih besar dari f table (5.63). Maka H
0
ditolak.
Ini berarti minimal ada satu pasang interaksi antara lama
pengadukan dan jenis tepung yang berbeda secara signifikan.
5.3.2.7. Jumlah Kuadrat perlakuan ABC (Suhu-Lama
Pengadukan-jenis Tepung)
Dari table analisa variansi diketahui nilai Df adalah 8 dan f hitung
0.80 yang nilainya lebih besar dari f table (2.93). Maka H
0
diterima.
Ini berarti tidak ada interaksi antara suhu, lama pengadukan, dan
jenis tepung.
81
BAB VI
PENUTUP
6.1. Kesimpulan dan Saran
6.1.1. Kesimpulan
1. Pada tabel duncan Lama Pengadukan terlihat bahwa untuk waktu
pengadukan 10 menit memilki nilai rata-rata tertinggi yaitu sebesar
43.85654. Dibandingkan waktu pengadukan 15 menit dengan nilai
rata-rata sebesar 43.68595 dan 5 menit menunjukkan nilai rata-rata
sebesar 40.81583. Oleh karena itu waktu pengadukan yang paling baik
adalah 10 menit. Pada tabel duncan suhu nilai yang menghasilkan
rata-rata tertinggi adalah 43.26182, pada suhu 170 derajat dibanding
rata-rata pada suhu 180 derajat dan 190 derajat yang masing-masing
42.81650 dan 42.14628. Sehingga suhu pemanggangan yang paling
baik adalah 190 derajat
2. Pada tabel Multiple comparisons suhu menunjukkan nilai signifikansi
antar suhu pemanggangan (I) 190 dengan (J) 180 dan sebaliknya
menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.172 > 0.05, dan untuk antar
suhu pemanggangan (I) 190 dengan (J) 170 dan sebaliknya,
menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.023 > 0.05, serta untuk antar
suhu pemanggangan (I) 180 dengan (J) 170 dan sebaliknya, memiliki
nilai signifikansinya sebesar 0.366 >0.05, sehingga tidak ada
perbedaan yang signifikan antar suhu pemanggangan.
3. Hasil Penghitunagan Anova Excel Dengan Anova SPSS menghasilkan
nilai yang hampir sama. Perbedaan hasil disebabkan karena
pembulatan ankga yang tidak konsisten.
6.1.2. Saran / Evaluasi perbaikan
1. Ketetapan waktu praktikum lebih dipertegas dan diperjelas dari awal
agar tidak berganti-ganti jam.
2. Untuk Praktikum berikutnya laporan jangan di print bolak-balik.
Walaupun pada awalnya lebih hemat kertas, tetapi ketika revisi lebih
boros. Soalnya jika salah pada satu halaman saja, halaman berikutnya
juga harus di print ulang lagi.
82