PENDAHULUAN

Penulis mengangkat tema ini dikarenakan dua hal :banyaknya pertanyaan masyarakat mengenai hukumnya dan kemajuan ilmu kedokteran,sehingga dengan kemajuan tersebut praktek aborsi dapat dengan mudah dilakukan.Seorang suami cukup dengan sekedar membawa istrinya atau bahkan seorang istri dapat pergi sendiri ke dokter laki-laki ataupun perempuan dan dalam waktu sekejap apa yang ada dalam kandungannya dengan mudah digugurkan. Pengertian aborsi secara etimologi: Aborsi adalah menggugurkan anak,sehingga ia tidak hidup. Adapun secara terminologi; Aborsi adalah praktek seorang wanita yang menggugurkan janinnya baik dilakukan sendiri ataupun orang lain. Aborsi merupakan salah satu topik yang selalu hangat & menjadi perbincangan di berbagai kalangan masyarakat, di banyak tempat & di berbagai negara, baik itu di dalam forum resmi maupun forum-forum non-formal lainnya. Sebenarnya, masalah ini sudah banyak terjadi sejak zaman dahulu. Pada akhir abad 18 Masehi, aborsi merupakan hasil dari propaganda pembatasan jumlah penduduk dan pertumbuhan populasi manusia. Orang yang pertama kali mempropagandakan ide ini yaitu ide untuk membatasi jumlah penduduk dan pertumbuhan populasi manusia adalah “Malthus”. Ide ini muncul ketika ia beranggapan bahwa banyaknya jumlah penduduk akan mengakibatkan dampak yang berbahaya bagi

sumber daya alam. Dimana jumlah penduduk akan terus bertambah secara teknis dan berkesinambungan dua,empat,delapan,enam belas,tiga dua dan seterusnya. Sedangkan sumber daya alam bertambah secara bilangan dua, tiga, empat dan seterusnya. Propaganda ini kemudian mendapatkan sambutan baik dari Amerika. Padahal, pada mulanya timbul banyak pertentangan baik dari masyarakat maupun pemerintah. Akan tetapi setelah itu pada tahun 1942 telah berdiri di Amerika Planned Parenthood Federation yaitu organisasi yang mempropagandakan Kemudian pemakaian alat kontrasepsi, diantaranya aborsi.

pada tahun 1964 Organisasi tersebut menjadi bagian dari Persatuan Bangsa

Bangsa (PBB) yang selanjutnya memiliki banyak cabang di banyak negara hingga negara Islam. Uni Soviet adalah Negara yang pertama kali memperbolehkan aborsi yaitu pada tahun 1920.Kemudian pada tahun 1935 aborsi dilarang karena meningkatnya angka kematian ibu yamg melakukan praktek aborsi. Hal ini dikarenakan, aborsi dapat menimbulkan dampak yang berbahaya bagi sang ibu yang melakukan aborsi. Bahaya tersebut antara lain:

000 – 200. Pengobatannya harus dilakukan kuretase untuk mengeluarkan sisa plasenta ini. Aborsi buatan. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO). maupun sebab lainnya.jumlah janin yang diaborsi antara tahun 1973 sampai tahun 1983. Padahal aborsi adalah . kecelakaan. setelah paktek tersebut diperbolehkan. tak diinginkan. janin sudah terlepas & keluar dari dalam rahim namun masih ada sisa plasenta yang menempel dalam rahim.atau sekitar sepuluh tahun. Keadaan seperti masih dapat diselamatkan dengan pemberian obat hormonal serta istirahat total.pendarahan hebat.dimana ia adalah penyebab meningkatnya angka kematian. Di Amerika. kerusakan leher rahim.adalah 15 juta janin. Jenis seperti ini biasanya janin sudah tidak dapat lagi diselamatkan. Aborsi insipiens. 4. di mana terjadi perdarahan yang banyak disertai janin yang terlepas dari rahim. yaitu adanya tanda-tanda perdarahan yang mengancam adanya aborsi. sepsis (keracunan darah). Tidak sedikit perempuan Indonesia yang mengalami kehamilan Bahkan 1 . Di kota Newyork terdapat lebih dari 300 klinik Aborsi. yaitu aborsi yang sedang berlangsung. Aborsi dibagi menjadi aborsi spontan yang terjadi akibat keadaan kondisi fisik yang turun. ketidakseimbangan hormon didalam tubuh. kematian. jumlah janin yang digugurkan hingga tahun 1984 mencapai lima juta janin. dilakukan oleh tenaga medis/non-medis yang tidak kompeten. serta tidak memenuhi syarat & cara-cara yang dibenarkan oleh peraturan perundangan. yaitu sudah terjadi pembukaan rahim. Dari segi medis adapun tahapan tahapan aborsi spontan adalah sebagai berikut: 1. yaitu aborsi di mana janin & plasenta sudah keluar secara lengkap dari dalam rahim. Aborsi iminens.Sedangkan angka kematian ibu disebabkan aborsi berkisar antara 170. Aborsi provokatus terapetikus adalah pengguguran kandungan yang dilakukan menurut syarat-syarat medis & cara yang dibenarkan oleh peraturan perundangan. Aborsi inkomplitus. Aborsi komplitus. walaupun masih ada sisa-sisa perdarahan yang kadang masih memerlukan tindakan kuretase untuk membersihkannya. gangguan kesehatan mental.2 juta perempuan Indonesia melakukan aborsi setiap tahun. yang dibagi menjadi aborsi provokatus terapetikus (buatan legal) & aborsi provokatus kriminalis (buatan ilegal). infeksi. biasanya karena alasan medis untuk menyelamatkan nyawa/mengobati ibu. Biasanya di dalamnya mengandung unsur kriminal atau kejahatan. 2. 3.000 orang. Aborsi provokatus kriminalis adalah pengguguran kandungan yang tujuannya selain untuk menyelamatkan/mengobati ibu. & menimbulkan perdahan yang banyak sebelum akhirnya plasenta benar-benar keluar dari rahim. kerusakan organ lain. di mana janin sendiri belum terlepas dari rahim. Dari angka diatas jelaslah bahaya yang ditimbulkan aborsi.

Dari banyaknya penyebab permasalahan aborsi di atas. 5. di mana ternyata pada ibu hamil yang sudah melakukan pemeriksaan kehamilan mendapatkan kenyataan bahwa bayi yang dikandungnya cacat secara fisik. seperti para pekerja seks komersial." ujar Prof. Faktor ekonomi. MPA. seperti penyakit pre-eklampsia atau eklampsia yang mengancam nyawa ibu. 6. 3. sulit untuk membiarkan seorang ibu yang harus merawat kehamilan yang tidak diinginkan terutama karena hasil pemerkosaan. 2. Dapat juga menimpa para perempuan korban hasil hubungan saudara sedarah (incest). di mana dalam perjalanan kehamilan ternyata berkembang menjadi pencetus. hasil hubungan seks komersial (dengan pekerja seks komersial) maupun ibu yang mengetahui bahwa janin yang dikandungnya mempunyai cacat fisik yang berat. Faktor lainnya. „perempuan simpanan‟. Faktor usia. Faktor penyakit ibu. "Aborsi di Indonesia menurut ahli demografi kesehatan masyarakat. Muhadjir Darwin. 4. banyak perempuan merasa mempunyai hak atas mengontrol tubuhnya sendiri. di mana dari pihak pasangan suami isteri yang sudah tidak mau menambah anak lagi karena kesulitan biaya hidup. sebagian besar dari jumlah tersebut merupakan aborsi yang dilakukan oleh remaja. Faktor penyakit herediter. saat konferensi pers di Grha Sabha Pramana. lebih dari 1 juta bahkan ada yang mengatakan hingga 2 juta per tahun. Di sisi lain. pasangan yang belum menikah dengan kehidupan seks bebas atau pasangan yang salah satu/keduanya sudah bersuami/beristri (perselingkuhan) yang terlanjur hamil. di mana para pasangan muda-mudi yang masih muda yang masih belum dewasa & matang secara psikologis karena pihak perempuannya terlanjur hamil. di mana pada para perempuan korban pemerkosaan yang hamil harus menanggung akibatnya. Rabu (19/10/2011). Dari sisi moral & kemasyarakatan. atau dapat juga karena kontrasepsi yang gagal. harus membangun suatu keluarga yang prematur. semua pihak dihadapkan pada pertentangan baik secara moral & kemasyarakatan di satu sisi maupun dengan secara agama & hukum di lain sisi. ayah tiri ataupun anggota keluarga dalam lingkup rumah tangganya. Dr. Ketua Panitia 'The 6th Asia Pacific Conference on Reproductive and Sexual Health and Right 2011'. namun tidak memasang kontrasepsi. Menurut Prof Muhadjir. Faktor psikologis. Yogyakarta. Dan sebagian besar lagi dilakukan secara tidak aman karena tidak ada pelayanan aborsi ilegal di Indonesia. Di samping itu. atau anak-anak perempuan oleh ayah kandung. dari segi . Adapun para penyebab dari kejadian aborsi ini antara lain adalah: 1.salah satu tindakan yang bisa menimbulkan banyak dampak buruk bagi kesehatan.

terdapat isu yang cukup hangat. Maka dari itu. Gereja Katolik Roma tak henti-hentinya mengutuk aborsi . dan karenanya mengakhiri kehidupan manusia yang tidak bersalah. yaitu membunuh bayi yang masih dalam usia kandungan. untuk mengakhiri secara langsung kehidupan manusia yang tidak bersalah” (“Donum vitae. merupakan kejahatan moral.” 5). masih ada perdebatan-perdebatan & pertentangan dari yang pro & yang kontra PANDANGAN AGAMA Di Amerika dewasa ini. umat Kristen Katolik percaya bahwa semua kehidupan adalah kudus sejak dari masa pembuahan hingga kematian yang wajar. yang menentukan kematiannya adalah ibunya sendiri yang mengandungnya. Gereja mengajarkan. Tragisnya. agama manapun tidak akan memperbolehkan manusia melakukan tindakan penghentian kehamilan dengan alasan apapun. tak peduli seberapa muda usianya. yang membentuk engkau sejak dari kandungan dan yang menolong engkau…” . Hanya Allah sajalah Tuhan kehidupan sejak awal sampai akhir: tidak ada seorang pun boleh berpretensi mempunyai hak. Sedangkan dari segi hukum. Kitab suci mengajarkan bahwa manusia sudah terbentuk sebagai manusia sejak dalam kandungan ibu: Yes 44:2: “Beginilah firman TUHAN yang menjadikan engkau. Umumnya mereka yang setuju aborsi menyebut diri sebagai „pro. yang tak jarang mengundang perdebatan.ajaran agama. karena „pro-choice„ sebenarnya bukan „choice„. “Kehidupan manusia adalah kudus karena sejak awal ia membutuhkan 'kekuasaan Allah Pencipta' dan untuk selama-lamanya tinggal dalam hubungan khusus dengan Penciptanya. Sebenarnya secara objektif terminologi yang dipakai sudah rancu. sebab ia ditentukan untuk mati. Dalam Kitab Suci juga diajarkan ajaran – ajaran yang melarang aborsi. Pada prinsipnya.yang secara langsung dan terencana mencabut nyawa bayi yang belum dilahirkan. tujuan satu-satunya. baik sebelum ataupun sesudah ia dilahirkan.choice„ -karena mengacu kepada hak ibu untuk „memilih‟ nasib dirinya dan bayi yang dikandungnya. sebab pilihan yang diambil dalam hal ini hanya satu. yaitu mengenai aborsi. sedangkan yang tidak setuju menyebut diri „pro-life„. Gereja Katolik sendiri selalu ada dalam posisi “pro-life” karena Gereja Katolik selalu mendukung kehidupan manusia. 1. termasuk mereka yang masih di dalam kandungan. dalam keadaan mana pun. Sang bayi yang kecil dan lemah itu tidak membuat pilihan.

dan sebelum engkau keluar dari kandungan. ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi. Ayb 31: 15: “Bukankah Ia. yang membuat aku dalam kandungan.Allah sendiri mengatakan telah membentuk kita sejak dari kandungan. 15-16: “Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku.” Aborsi yang pada akhirnya membunuh janin. Gal 5:14: “Kasihilah sesamamumanusia seperti dirimu sendiri” . berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku. membuat orang itu juga? Bukankah satu juga yang membentuk kami dalam rahim?” Ayub menyadari bahwa ia dan juga orang-orang lain telah diciptakan/ dibentuk oleh Allah sejak dalam kandungan. mata-Mu melihat selagi aku bakal anak. dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah. yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya. Aku telah menguduskan engkau.Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa. entah di dalam atau di luar kandungan. Ul 5:17.supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi. Kel 20: 13. 2. Aku telah mengenal engkau. Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk memperhatikan dan mengasihi saudara-saudari kita yang terkecil dan terlemah. adalah tindakan pembunuhan yang bertentangan dengan perintah Yesus untuk memperhatikan dan mengasihi saudari-saudari kita yang terkecil dan terlemah. Rom 13:9. 19:18: “Jangan membunuh. atau jika mau dikatakan dengan kalimat positif. sebelum ada satupun dari padanya. menenun aku dalam kandungan ibuku…. Mrk 12:31. maka sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia” 3. yang sudah dikenal oleh Tuhan: Yer 1:5: “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu. Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu. sejak dalam kandungan kita sudah menjadi manusia yang telah dipilih-Nya. Kitab Suci mengajarkan bahwa setiap kehidupan di dalam rahim ibu adalah ciptaan yang unik. Mat 5:21-22. kita harus mengasihi sesama kita. dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk. kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. Luk 10:27. 4.” Mat 22:36-40. Mat 25:45: “… sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini. artinya. Kitab Suci menuliskan bahwa kita tidak boleh membunuh.” Gal 1:15-16: “Tetapi waktu Ia.” Mazmur 139: 13. sebab dengan demikian kita melakukannya untuk Kristus sendiri.

Atau. Maka menjadi suatu ironi yang mengenaskan: ikan lumba-lumba dilindungi mati-matian. sehingga kaum buruh diperalat sematamata untuk menarik keuntungan…. Kel 4:8). yang pura-pura tidak tahu nasib saudaranya sendiri. bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya. seperti kondisikondisi hidup yang tidak layak manusiawi. Suatu permenungan: seandainya kita adalah janin itu. apa pun yang melanggar keutuhan pribadi manusia. tetapi bayi-bayi manusia dimatikan dan tidak dilindungi. jika manusia malahan melakukan aborsi yang membunuh sesama manusia. “Di mana Habel adikmu itu?” Ia (Kain) menjawab. perbudakan. tentu kitapun tak ingin ditusuk dan dipotong-potong sampai mati. begitu pula kondisi-kondisi kerja yang memalukan. Konsili Vatikan II. “Selain itu apa saja yang berlawanan dengan kehidupan sendiri. Gaudium et Spes 27. jika kita tidak ingin diperlakukan demikian. Maka.” Jika di dunia ini mulai banyak kampanye untuk melindungi binatang-binatang. eutanasia atau bunuh diri yang disengaja. 5. kita sama dengan Kain. Dan kamu tahu. Dan sementara mencoreng peradaban manusiawi. pelacuran. Magisterium Gereja Katolik dengan teguh menjunjung tinggi kehidupan manusia dan menentang aborsi. pengguguran (aborsi). adalah seorang pembunuh manusia. perbuatan-perbuatan .” Padahal tidak mungkin ia tidak tahu sebab Kain sendirilah yang memukul Habel adiknya hingga ia mati (lih. penumpasan suku. 1. “Aku tidak tahu. itu semua dan hal-hal lain yang serupa memang perbuatan yang keji. kalau kita mengatakan bahwa kita mengimani Kristus Tuhan yang hadir di dalam mahluk ciptaan-Nya yang terkecil itu. maka adalah suatu ironi. Kitab Suci menuliskan. maka sudah selayaknya kita tidak menyiksanya apalagi membunuhnya! Kita malah harus sedapat mungkin memeliharanya dan memperlakukannya dengan kasih.1 Yoh 3:15 “Setiap orang yang membenci saudaranya. Apalagi jika aborsi dilegalkan/ diperbolehkan secara hukum. Kel 4: 9 Firman Tuhan kepada Kain. janganlah kita melakukannya terhadap bayi itu. pemenjaraan yang sewenang-wenang. perdagangan wanita dan anak-anak muda. bahwa jika kita tidak peduli akan nasib saudara-saudari kita yang lemah ini. pembuangan orang-orang. apa pun yang melukai martabat manusia. yang derajatnya lebih tinggi dari binatang. karena memang demikianlah yang sudah diajarkan oleh para rasul dan diimani Gereja sepanjang sejarah. …. misalnya bentuk pembunuhan yang mana pun juga. (terutama binatang langka).

it is rather the life of a new human being with his own growth. Sesungguhnya atas dasar pengakuan akan hak untuk hidup inilah setiap komunitas manusia dan komunitas politik didirikan. this individual person with his characteristic aspects already well determined. This has always been clear. It would never be made human if it were not human already. Humanae Vitae 13 mengutip Paus Yohanes XXIII mengatakan. manusia tidak mempunyai dominasi penuh atas kemampuannya berkembang biak justru karena pemberian kemampuan berkembang biak itu ditentukan oleh Allah untuk memberi kehidupan baru.” 2. 2:14-15) tentang kesakralan kehidupan manusia dari sejak awal mula sampai akhirnya. ia secara langsung melibatkan tindakan penciptaan oleh Allah. Congregation for the Doctrine of the Faith. Right from fertilization the adventure of a human life begins. Setiap orang yang terbuka terhadap kebenaran dan kebaikan akan mengenali hukum kodrat yang tertulis di dalam hatinya (lih. 738: “…from the time that the ovum is fertilized. 3. PANDANGAN AHLI .” Karena hidup manusia dimulai saat konsepsi/ fertilisasi. “Hidup manusia adalah sesuatu yang sakral. maka manusia harus dihormati dan diperlakukan sebagai manusia sejak masa konsepsi dan karenanya. di mana Tuhan adalah sumber dan asalnya. dan dengan demikian dapat mengakui adanya hak dari setiap orang untuk dapat hidup. dari pada mereka yang menanggung ketidak-adilan. terutama haknya untuk hidup.” Maka manusia tidak mempunyai dominasi yang tak terbatas terhadap tubuhnya secara umum. dari sejak permulaannya. lagi pula sangat berlawanan dengan kemuliaan Sang Pencipta. It has demonstrated that from the first instant there is established the programme of what this living being will be: a person. and … modern genetic science offers clear confirmation. AAS (1974). nos 12-13. Evangelium Vitae menekankan bahwa Injil Kehidupan (the Gospel of Life) yang diterima Gereja dari Tuhan Yesus sebenarnya telah menggema di hati semua orang. Declaration on Procured Abortion: (18 November 1974). Yohanes Paulus II dalam surat ensikliknya. and each of its capacities requires time-a rather lengthy time-to find its place and to be in a position to act. Paus Paulus VI dalam surat ensikliknya. 4. hak-haknya sebagai manusia harus diakui. a life is begun which is neither that of the father nor the mother.itu lebih mencemarkan mereka yang melakukannya. sejak saat konsepsi.

Dalam hak otonomi ini. Hipokrates sudah bersumpah antara lain bahwa ia “tidak akan memberikan obat kepada seorang perempuan untuk menggugurkan kandungannya”. Namun. baik teknologi maupun hukum sampai saat ini. Karenanya dihimbau bagi para dokter ataupun tenaga kesehatan lainnya agar: 1.hari.26/1960. tindakan aborsi ini sangat bertentangan dengan sumpah dokter sebagai pihak yang selalu menjadi pelaku utama (selain para tenaga kesehatan baik formal maupun nonformal lainnya) dalam hal tindakan aborsi ini.faktor lainnya. Karenanya. Sejak abad 5 SM. Pengguguran atau aborsi dianggap suatu pelanggaran pidana. bila dilihat dari sisi para pelaku pelayanan kesehatan ini. maka pasien akan berupaya untuk menuntut ganti rugi atas dasar kelalaian yang dilakukan dokter tersebut. yang terutama menyoroti hal pengguguran berdasarkan indikasi medis. banyak faktor-faktor yang berperan. atau penentuan dari pihak perempuan yang merasa berhak juga untuk menentukan nasibnya sendiri terhadap adanya kehamilan yang tidak diinginkannya. Timbulnya berbagai pembicaraan & undang-undang soal hak otonomi perempuan membuat hak atas diri sendiri ini memasuki area wacana soal aborsi. seorang dokter pada waktu lulus. Sedangkan jika tidak puas.Dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Sikap para dokter se-dunia terhadap pengguguran terutama dirumuskan dalam “Pernyataan Oslo” pada tahun 1970. Suatu keputusan untuk menghentikan kehamilan. 2. Sumpah itu kemudian kemudian menjadi dasar bagi sumpah dokter sampai sekarang. Namun pada kehidupan sehari . para dokter kini harus berhadapan dengan adanya hak otonomi pasien. Pernyataan itu juga termuat dalam sumpah dokter Indonesia yang dirumuskan dalam PP no. faktor kemudahan mendapatkan uang dari praktik aborsi yang memakan biaya tidak sedikit ataupun faktor . karena itu hendaknya para dokter agar selalu menjaga sumpah jabatan & kode etik profesi dalam melakukan pekerjaannya. Setiap dokter pada waktu baru lulus bersumpah untuk menghormati hidup mulai sejak saat pembuahan. maupun berhak menolaknya. sedapat mungkin disetujui secara tertulis . seperti rasa kasihan pada perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan. pasien berhak menentukan sendiri tindakan apa yang hendak dilakukan dokter terhadap dirinya. Pernyataan Geneva yang dirumuskan pada tahun 1984 & memuat sumpah dokter antara lain menyatakan bahwa para dokter akan “menghormati setiap hidup insani mulai dari saat pembuahan”.Tindakan aborsi hanya dilakukan sebagai suatu tindakan terapeutik. sudah bersumpah untuk akan tetap selalu menghormati setiap kehidupan insani mulai dari saat pembuahan sampai saat meninggal.

Dimana hak sang ibu atas kesehatannya terutama berkaitan dengan organ reproduksinya. sementara angka kematian ibu di Indonesia (AKI) ini adalah yang tertinggi di Asia. Bahkan menurut Azrul Azwar. menjadi bertentangan dengan . secara adanya kesepakatan bahwa aborsi dapat dilakukan dengan mempertimbangkan penyebab. 4. Begitu juga dengan ahli sosial kemasyarakatan yang mempunyai pandangan yang tidak berbeda jauh dengan ahli kesehatan. meskipun jika berhadapan dengan masalah kesehatan (keselamatan nyawa ibu) mereka dapat memahami dapat dilakukannya aborsi buatan. karena ada abortus atau aborsi. tuntutan.oleh minimal dua orang dokter yang kompeten & berwenang. masa depan anak serta alasan psikologis keluarga terutama ibu. Selain memahami & menghayati sumpah profesi & kode etik.dan kebutuhan hukum rakyatnya. setiap negara memiliki undang-undang yang melarang dilakukannya aborsi buatan meskipun pelarangannya tidak bersifat mutlak. Ahli kesehatan secara mutlak belum samar-samar terlihat memberikan tanggapan yang pasti. Prosedur tersebut hendaknya dilakukan oleh seorang dokter yang kompeten di instansi kesehatan tertententu yang diakui oleh suatu otoritas yang sah. asal dilakukan dengan cara-cara yang memenuhi kondisi & syarat-syarat tertentu. 5. maka hendaknya ia mengundurkan diri serta menyerahkan pelaksanaan tindakan medis ini pada teman sejawat lainnya yang juga kompeten . Jika dokter tersebut merasa bahwa hati nuraninya tidak sanggup melakukan tindakan pengguguran. baik yang legal maupun yang ilegal. para dokter & tenaga kesehatan juga perlu meningkatkan pemahaman agama yang dianutnya. Namun pada umumnya. Negara Kesatuan Republik Indonesia haruslah menjamin bahwa seluruh hak asasi rakyatnya dilindungi dalam suatu bentuk Undang-Undang yang berkekuatan hukum. sumbangan aborsi ilegal di Indonesia mencapai kurang lebih 50 persen dari angka kematian ibu (AKI). PANDANGAN HUKUM Sebagai sebuah negara hukum. Sampai saat ini praktik aborsi masih terus berlangsung. serta memenuhi perkembangan. 3. para ahli-ahli tersebut menentang dilakukannya aborsi buatan. Kenyataannya hal ini tidak selalu menjadi perkara yang mudah. Dilihat dari adanya undang-undang yang diberlakukan di banyak negara. Abortus selama ini selalu melibatkan pertentangan antara 2 hak yaitu: Hak sang ibu atas organ reproduksinya dan Hak sang anak atas nyawanya.

” Dari segi hukum. Baik dari UU kesehatan. diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau denda paling banyak tiga ribu rupiah. UU praktik kedokteran. berhak untuk hidup.hak sang anak atas nyawanya saat diperhadapkan dengan pilihan abortus. adapun pasal tersebut berbunyi sebagai berikut: “Hak khusus yang melekat pada diri wanita dikarenakan fungsi reproduksinya. diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun. dijamin dan di lindungi oleh hukum”. 346 s/d 349: Pasal 229: Barang siapa dengan sengaja mengobati seorang perempuan atau menyuruhnya supaya diobati. mempertahankan hidup. (2) Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya perempuan tersebut. Pasal 347: (1) Barang siapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seorang perempuan tanpa persetujuannya.ketentuan yang berkaitan dengan soal aborsi & penyebabnya dapat dilihat pada: KUHP Bab XIX Pasal 229. bahwa karena pengobatan itu hamilnya dapat digugurkan. diancam dengan pidana penjara tujuh tahun. dijamin oleh pasal 49 ayat(3) Undang-Undang Nomor 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan. UU penghapusan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Pasal 346: Seorang perempuan yang dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungannya atau menyuruh orang lain untuk itu. Sedangkan hak anak atas kehidupannya di atur dalam pasal 53 ayat(1) Undang-Undang Nomor 39 tahun 1999 tentang hak asasi manusia yang menyatakan bahwa: ”Setiap anak sejak dalam kandungan. diancam dengan pidana penjara paling lama limabelas tahun. Hak perempuan atas kesehatan organ reproduksinya. . masih ada perdebatan-perdebatan & pertentangan dari yang pro & yang kontra soal persepsi atau pemahaman mengenai undang-undang yang ada sampai saat ini. Di Indonesia adapun ketentuan . (2) Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya perempuan tersebut. kitab undang-undang hukum pidana (KUHP). dan meningkatkan taraf kehidupannya. dengan diberitahukan atau ditimbulkan harapan. Pasal 348: (1) Barang siapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seorang perempuan dengan persetujuannya. & UU hak azasi manusia (HAM). diancam dengan pidana penjara paling lama duabelas tahun.

Pasal 76: Aborsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 hanya dapat dilakukan: a. UU Kesehatan: Pasal 75: (1) Setiap orang dilarang melakukan aborsi. penyedia layanan kesehatan yang memenuhi syarat yang ditetapkan oleh Menteri. atau b. tidak aman. oleh tenaga kesehatan yang memiliki keterampilan dan kewenangan yang memiliki sertifikat yang ditetapkan oleh menteri. kecuali korban perkosaan. dan e. (4) Ketentuan lebih lanjut mengenai indikasi kedaruratan medis dan perkosaan. dan tidak bertanggung jawab serta bertentangan dengan norma agama dan ketentuan peraturan perundang-undangan. indikasi kedaruratan medis yang dideteksi sejak usia dini kehamilan. Pasal 77: Pemerintah wajib melindungi dan mencegah perempuan dari aborsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 ayat (2) dan ayat (3) yang tidak bermutu. dengan persetujuan ibu hamil yang bersangkutan. (2) Larangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dikecualikan berdasarkan: a. kehamilan akibat perkosaan yang dapat menyebabkan trauma psikologis bagi korban perkosaan. kecuali dalam hal kedaruratan medis. dengan izin suami. yang menderita penyakit genetik berat dan/atau cacat bawaan. b. maupun yang tidak dapat diperbaiki sehingga menyulitkan bayi tersebut hidup di luar kandungan. c. maka pidana yang ditentukan dalam pasal itu dapat ditambah dengan sepertiga & dapat dicabut hak untuk menjalankan pencaharian dalam mana kejahatan dilakukan. (3) Tindakan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) hanya dapat dilakukan setelah melalui konseling dan/atau penasehatan pra tindakan dan diakhiri dengan konseling pasca tindakan yang dilakukan oleh konselor yang kompeten dan berwenang.Pasal 349: Jika seorang dokter. d. sebelum kehamilan berumur 6 (enam) minggu dihitung dari hari pertama haid terakhir. Pada penjelasan UU Kesehatan pasal 77 dinyatakan sebagai berikut: . ataupun membantu melakukan salah satu kejahatan dalam pasal 347 & 348. bidan atau juru obat membantu melakukan kejahatan berdasarkan pasal 346. sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) diatur dengan Peraturan Pemerintah. baik yang mengancam nyawa ibu dan/atau janin.

Kehidupan. jelas tidak mendukung tindakan ini karena aborsi sama saj adengan membunuh dan menyakiti diri sendiri (ibu yang melakukan aborsi). Berdasarkan indikasi medis yang kuat yang mengharuskan diambilnya tindakan tersebut. c. seperti halnya kematian adalah sesuatu yang menjadi hak Allah. yakni mereka yang sedang terbentuk di dalam rahim para ibu. . sang ibu dapat mengalami gangguan mental. PANDANGAN ANALISA PRIBADI Aborsi adalah suatu tindakan pembunuhan menusia yang tak bersalah. “Kehidupan manusia adalah sakral karena sejak dari awalnya melibatkan tindakan penciptaan Allah”. Dengan persetujuan ibu hamil yang bersangkutan atau suami ataupun keluarganya. diskriminatif. sebab. Sebab Yesus bersabda. d. Oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian & kewenangan. pendarahan hebat. “Apa yang kau lakukan terhadap saudaramu yang paling kecil ini. Maka dari itu. b. Semoga kita dapat memiliki hati nurani yang jernih. Gereja Katolik tidak pernah urung dalam menyatakan sikapnya yang “pro-life“ (mendukung kehidupan). sebagai umat Tuhan yang taat ajaranNya marilah kita berani menolak aborsi dan mewartakan Injil Kehidupan. engkau lakukan untuk Aku…” (lih. atau lebih mengutamakan imbalan materi dari pada indikasi medis. Pada Alkitab dan Gereja Katolik menyatakan. bahkan kematian. Pada sarana kesehatan tertentu. kerusakan leher rahim dan organ lain. yang menyatakan kepenuhan kebenaran tentang manusia dan tentang kehidupan manusia. sehingga kita dapat mendengar seruan Tuhan untuk memperhatikan dan mengasihi sesama kita yang terkecil.Yang dimaksud dengan praktik aborsi yang tidak bermutu. Dari penjelasan tersebut. dan tidak bertanggung jawab adalah aborsi yang dilakukan dengan paksaan dan tanpa persetujuan perempuan yang bersangkutan. tidak aman. tanpa mengikuti standar profesi dan pelayanan yang berlaku. yaitu memenuhi syarat sebagai berikut: a. didapatkan gambaran mengenai aborsi legal & ilegal. Gereja menghormati Allah Pencipta yang memberikan kehidupan itu. Saya sebagai wanita. yang dilakukan oleh tenaga kesehatan yang tidak profesional. Sebab dengan melakukan aborsi. Selain itu jika melakukan aborsi. sama saja dengan melanggar ajaran Tuhan dan agama. aborsi provokatus/buatan legal yaitu aborsi buatan yang sesuai dengan ketentuan-ketentuan sebagaimana diatur dalam UU Kesehatan. Mat 25:45). dan manusia tidak berkuasa untuk „mempermainkannya‟.

DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2010. Anonim. http://yesaya.kompas. diakses tanggal 17 Maret 2012. Larson’s Book of Family Issues (Wheaton. 2012. http://hukumkes.html. 297. Anonim. diakses tanggal 17 Maret 2012. http://katolisitas.org/2812/mengapa-aborsi-itu-dosa.net/id560.com/urban-life/44654-1-2-juta-perempuan-indonesia-lakukanaborsi-setiap-tahun.indocell. Bob Larson.wordpress.com/2010/12/16/aborsi-menurut-hukum-diindonesia/. http://forum. diakses tanggal 18 Maret . p. IL: Tyndale House).htm. 1986. Anonim. diakses tanggal 17 Maret 2012.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful