1

BAB I PENDAHULUAN

1.

Latar Belakang Menulis merupakan kegiatan melahirkan pikiran dan perasaan. Menulis

juga dapat diartikan sebagai cara berkomunikasi dengan mengungkapkan pikiran, perasaan dan kehendak kepada orang lain secara tertulis. Keterampilan menulis tidak akan datang secara otomatis, melainkan harus melalui latihan dan praktek yang teratur (Tarigan 1986: 3-4). Menulis adalah kegiatan komunikasi berupa penyampaian pesan secara tertulis kepada pihak lain. Aktivitas menulis melibatkan unsur penulis sebagai penyampai pesan atau isi tulisan, saluran atau media tulisan dan pembaca adalah sebagai penerima (Suparno, 2006: 129). Kegiatan menulis juga merupakan suatu bentuk keterampilan yakni keterampilan berbahasa secara produktif yang dipergunakan secara tidak langsung, tidak secara tatap muka dengan orang lain, sudah barang tentu dalam Proses Belajar Mengajar menulis dituntut pula kesempatan para siswa untuk berlatih menulis. Materi pelajaran menulis cerita sudah tercantum di dalam buku Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan: Model Silabus Tematik Kelas II. Kelas II Semester 2 tercantum uraian materi pelajaran menulis karangan sederhana dengan huruf tegak bersambung. Standar Kompetensi materi ini yaitu menulis dengan

mendeskripsikan benda di sekitar, dan Kompetensi Dasar mendeskripsikan tumbuhan dan binatang di sekitar secara sederhana dengan bahasa tulis. Kegiatan

1

2

pembelajarannya adalah menuliskan cerita berdasarkan gambar yang telah disusun dengan huruf tegak bersambung. Dengan indikator menulis menggunakan huruf tegak bersambung dengan rapi dan dengan kecepatan tertentu (Depdiknas, 2008). Kemampuan menulis merupakan salah satu kemampuan dasar yang amat diperlukan baik di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari. Di sekolah, kemampuan menulis diperlukan untuk kegiatan mencatat, menyalin, dan membuat karya tulis pada semua mata pelajaran mulai dari tingkat pendidikan dasar sampai dengan pendidikan tinggi. Di dalam kehidupan sehari-hari, kemampuan menulis bermanfaat pada semua bidang kehidupan/pekerjaan. Dengan kemampuan menulis, siswa dapat menyelesaikan tugas-tugas yang berkenaan dengan pelajarannya. Dengan demikian, pembelajaran menulis untuk siswa di sekolah dasar, dititikberatkan pada keterampilan mengungkapkan perasaan secara tertulis, menuliskan informasi sesuai dengan konteks dan situasi, meningkatkan kegemaran menulis, serta meningkatkan ilmu pengetahuan sehingga dapat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Banyak cara untuk meningkatkan keterampilan menulis, antara lain guru memberi tugsa-tugas, misalnya menyusun gambar sehingga membentuk sebuah cerita, mendeskripsikan gambar benda, atau tugas lainnya yang sederhana yang sesuai dengan kurikulum. Ativitas menulis atau kadang disebut sebagai mengarang tidak banyak yang menyukai. Berdasarkan survei yang dilakukan terhadap guru bahasa Indonesia, umumnya responden mengatakan bahwa aspek pelajaran bahasa yang paling tidak disukai siswa dan gurunya adalah mengarang (Suparno, 2006: 1.4).

3

Peneliti menyadari bahwa pembelajaran menulis pada kelas II SD Negeri Dayeuhluhur 06 Kecamatan Dayeuhluhur Kabupaten Cilacap, masih kurang. Berdasarkan angket yang diberikan kepada siswa pada hari Kamis, tanggal 5 Januari 2011, tentang pembelajaran menulis di kelas didapatkan gambaran sebagai berikut; 1) pernyataan siswa tentang minat belajar terdapat 24 siswa tidak berminat atau 80%, 2) pernyataan tentang kesan siswa terhadap cara guru menyampaikan pembelajaran menulis terdapat 30 siswa menyatakan

membosankan, 3) pertanyaan apakah pelajaran menulis sering diberikan, 30 siswa memberi jawaban sering atau 100%. Berdasarkan hasil tes awal menulis yang dilaksanakan tanggal 13 Januari 2011, hasil nilai rata-rata kelas baru mencapai 59,80 dan ketuntasan belajar baru mencapai 26,66% atau 8 siswa tuntas. Sedangkan dari pengamatan proses

pembelajaran menulis di kelas II SD Negeri Dayeuhluhur 06, yang dilaksanakan pada tanggal 10 Januari 2011, komunikasi terfokus pada guru. Ketika guru

menjelaskan pada materi menulis (menulis cerita), unsur intrinsiknya 30% atau 9 siswa dari jumlah 30 siswa dalam kelas tuntas, antusias mengikuti penjelasan guru 70% siswa tidak menyimak. Kemudian setelah selesai menjelaskan

pelajaran, guru langsung memberi tugas mengarang dengan judul “Liburan Sekolah”. Setelah satu jam pelajaran siswa diminta mengumpulkan pekerjaan,

dan dari hasil pekerjaan siswa tersebut guru menemukan siswa yang mendapat nilai 66,0 ke atas 26,66% atau 8 siswa dari jumlah 30 siswa. Berdasarkan hasil wawancara mendalam pada tanggal 14 Januari 2011 terhadap guru kelas (Siti Saodah, S.Pd. SD), peneliti menemukan fenomena dampak lemahnya nilai menulis cerita siswa. Siti Saodah, S.Pd. SD lebih

4

lanjut menjelaskan dalam wawancara dengan peneliti bahwa siswa pada umumnya kurang berminat terhadap pembelajaran menulis sehingga

kompetensi menulis cerita para siswa di bawah KKM yang tidak diharapkan oleh sekolah Berdasarkan data-data di atas, peneliti berasumsi bahwa penyebab rendahnya hasil pembelajaran menulis adalah sebagai berikut : 1. Guru belum menerapkan model pembelajaran yang tepat. Pelaksanaan proses pembelajaran yang diamati peneliti di kelas II, model pembelajaran yang digunakan merupakan model pembelajaran yang tidak tepat. Dalam pembelajaran menulis metodenya hanya berupa tugas tanpa didukung dengan media pembelajaran apalagi dengan model-model

pembelajaran. Sehingga pembelajaran ini kurang menarik dan terkesan membosankan. Hal ini dapat dilihat adanya gejala pembelajaran yang belum dikemas untuk membangkitkan motivasi siswa dalam mengikuti dan melaksanakan proses pembelajaran. Pembelajaran juga belum dikaitkan

dengan kehidupan siswa untuk menumbuhkan kesadaran mereka terhadap manfaat dari perolehan pembelajaran. 2. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar masih menggunakan model tradisional guru dominan dan siswa sebagai pendengar. Komunikasi pembelajaran cenderung menggunakan metode ceramah. Durasi ceramah lebih banyak dibandingkan dengan durasi dialog. Dari 2 jam pelajaran (70 menit), 35 menit (50%) diisi dengan kegiatan ceramah, sedangkan 10 menit (15%) berupa kegiatan dialog, 20 menit (28%) siswa mengerjakan tugas. Pembahasan hasil hanya durasi 5 menit ( 7 %).

5

3. Pembelajaran menulis cerita belum memuaskan karena pembelajaran belum mendapatkan perhatian serius. Interaksi antara kelompok siswa dalam pembelajaran tidak disetting oleh guru, sehingga siswa kadang bicara sendiri dengan temannya dan tidak memperhatikan ceramah guru. 4. Penilaian hanya pada hasil belajar siswa, penilaian proses pembelajaran belum mendapatkan perhatian serius. Penilaian kelas merupakan suatu kegiatan guru yang berkaitan dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi atau hasil belajar siswa. Dalam model penilaian kelas, manfaat penilaian kelas yaitu: 1) untuk mengetahui tingkat pencapaian kompetensi selama dan setelah pembelajaran berlangsung, 2) untuk memberikan umpan balik bagi peserta didik agar mengetahui kekuatannya dan kelemahannya dalam proses pencapaian kompetensi, 3) untuk memantau kemajuan dan mendiagnosis

kesulitan belajar yang dialami peserta didik sehingga dapat dilakukan pengayaan dan remidial, 4) sebagai umpan balik bagi guru untuk memperbaiki metode, model pembelajaran dalam kegiatan dan sumber belajar yang digunakan, 5) untuk memberikan pilihan alternatif penilaian kepada guru, 6) untuk memberikan informasi kepada orangtua dan komite sekolah (Slamet, 2005: 27). Dengan mempertimbangankan keenam faktor kendala tersebut, maka untuk mengatasinya diperlukan adanya perubahan paradigma guru dalam proses pembelajaran. Dalam hal ini adalah penerapan model pembelajaran kooperatif dalam pembelajaran menulis. Untuk mengetahui seberapa besar

Model pembelajaran Kooperatif adalah salah satu strategi yang tepat dalam mewujudkan tercapainya kemampuan proses pembelajaran yang sesungguhnya. Pendekatan keterampilan proses penting diterapkan dalam proses pembelajaran menulis karena: 1. 3. Jika guru masih bersikap mengajar semua konsep berbagai ilmu pengetahuan. Contoh-contoh konkrit sesuai dengan situasi dan kondisi. perilaku sosial. Model pembelajaran kooperatif penting diterapkan dalam pembelajaran menulis karena: 1) meningkatkan kepekaan dan kesetiakawanan sosial. jelas target itu tidak akan terpenuhi. agama dan orientasi tugas. dan pandangan-pandangan. Dalam proses belajar mengajar pengembangan konsep tidak terlepas dari pengembangan sikap dan nilai dalam diri anak didik. ketrampilan. etnis. 5) menghilangkan sifat mementingkan diri sendiri atau egois. 2. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut perubahan terhadap cara mengajar. 3) memudahkan siswa melakukan penyesuaian sosial. 2) memungkinkan para siswa saling belajar mengenai sikap. maka perlu diadakan penelitian tindakan. 6) meningkatkan kegemaran berteman tanpa memandang perbedaan kemampuan. Berdasarkan pengalaman ahli psikologi.6 keefektivitasan model pembelajaran kooperatif dan pendekatan proses dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa. . 4) memungkinkan terbentuk dan berkembangnya nilai-nilai sosial dan komitmen. umumnya sependapat bahwa anak-anak lebih mudah memahami konsep jika disajikan dalam bentuk yang konkrit. kelas sosial. jenis kelamin. informasi.

pembelajaran dilandasi dengan perkembangan kognitif yang baru berupa gerakan dan perbuatan. 2) pembelajaran disajikan dalam bentuk konkrit lebih mudah dipahami. 5) pembelajaran mengaitkan pada keterkaitan antara materi pembelajaran dengan dunia kehidupan anak didik secara nyata. 4) siswa aktif.7 Atas dasar alasan ini peneliti memilih cara pembelajaran menulis dengan model pembelajaran Kooperatif dengan pendekatan keterampilan proses. Peneliti tertarik memilih model pembelajaran Kooperatif dengan pendekatan keterampilan proses sebagai kajian penelitian karena model dan pendekatan ini banyak mempunyai kelebihan. karena : 1) mendeskripsikan benda (hewan atau tumbuhan) merupakan inti kegiatan menulis. kreatif. yaitu : 1) memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengembangkan diri sesuai dengan kemampuannya. Peneliti tertarik mengambil materi menulis dengan mendeskripsikan dalam menulis cerita sebagai topik bahasan. Model ini sangat baik bagi anak yang belajar . 2) permasalahan mendeskripsikan dalam menulis cerita sangat penting bagi siswa karena dengan dikuasainya cara mendeskripsikan maka siswa pasti dapat menulis dengan baik. sehingga peserta dididk mampu menerapkan dan menghubungkan kompetensi dalam kehidupan sehari-hari. bahkan kecanduan belajar. 3) pembelajaran bersifat fleksibel sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi. Adapun kelebihan model pembelajaran Kooperatif yaitu anak cenderung lebih mudah menyusun kalimat-kalimat dalam menulis melalui mendeskripsikan benda tumbuhan dan hewan. dan menyenangkan. 6) pembelajaran dapat mendorong peserta didik memahami hakikat. makna dan manfaat belajar sesungguhnya sehingga memungkinkan mereka rajin dan termotivasi untuk senantiasa belajar.

Hasil PTK yang diperolehnya dapat disebarkan kepada teman sejawat. Alasan Dilaksanakan Penelitian Tindakan Kelas Berdasarkan uraian latar belakang di atas. sehingga mereka barangkali tergerak untuk mencobakan hasil penelitian ini atau paling tidak mencobakan hasilnya untuk memperbaiki pembelajaran di kelas. Kabupaten Cilacap Tahun Pelajaran 2010/2011).8 menulis cerita melalui mendeskrisikan. Dengan perkataan lain. 1. guru mampu menunjukkan otonominya sebagai pekerja profesional yang dituntut untuk . siswa akan lebih antusias dan berpikir secara kongkrit. Perbaikan ini akan menimbulkan rasa puas bagi guru karena sudah melakukan sesuatu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang dikelolanya.PTK dimanfaatkan oleh guru untuk memperbaiki pembelajaran yang dikelolanya. Kecamatan Dayeuhluhur. peneliti menggunakan bentuk penelitian tindakan kelas (PTK) karena hal-hal sebagai berikut. Sehubungan dengan hal di atas. Dengan melakukan PTK guru dapat berkembang secara profesional. Guru dapat menunjukkan bahwa ia mampu menilai dan memperbaiki pembelajaran yang dikelolanya. 2. 4. dalam penelitian ini peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan mengambil judul “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif untuk Meningkatkan Kemamampuan Menulis Cerita dengan Mendeskripsikan Tumbuhan dan Hewan” (Penelitian Tindakan di Kelas II SD Negeri Dayeuhluhur 06.

namun ia sendiri adalah perancang dan pelaku perbaikan tersebut yang menghasilkan berbagai teori dalam memperbaiki pembelajaran. B. Inilah yang diistilahkan sebagai theorizing by practitioners. Pelaksanaan proses kegiatan belajar mengajar materi menulis masih menggunakan model tradisional. 1998). Peneliti beranggapan lemahnya kemampuan menulis cerita siswa disebabkan oleh adanya kekeliruan guru dalam proses pembelajaran. Guru dalam pembelajaran perlu meninjau kembali apa yang telah dilaksanakan. yang membangun sendiri pengetahuan (self-constructed knowledge) berupa personal theory atau theory-inuse (Raka Joni. .Melalui PTK guru mendapat kesempatan untuk berperan aktif mengembangkan pengetahuan dan keterampilan sendiri. Guru tidak hanya menerima hasil perbaikan yang ditemukan orang lain. guru mendominasi pembelajaran sehimgga keterlibatan siswa masih sangat rendah. 1. Diharapkan selesainya penelitian ini dapat memberikan dampak positif bagi perkembangankan kemampuan siswa dalam menulis cerita. Alasan di atas cukup kuat bagi peneliti untuk menentukan pilihan dalam penyusunan tesis ini. sehingga ke depan mampu meningkatkan kemampuan siswa. 4.9 mampu mengembangkan diri dari pemula (novice) sampai ahli (expert) atau menurut Riel (1998) dari entry ke mentor sampai master teacher. Kardiwarman & Hadisubroto. maka permasalahan yang dapat teridentifikasi sebagai berikut: 1.Identifikasi Masalah Berdasarkan uraian latar belakang di atas.

5. dan menulis seharusnya dengan porsi yang seimbang secara dan terpadu. 3. 4. yaitu menyimak. guru cenderung mendominasi proses belajar mengajar dan tidak pernah memberikan umpan balik pada siswa dalam pembelajaran menulis. selama ini pendekatan yang digunakan masih menggunakan pendekatan tradisional. 7.10 2. membaca. Pembelajaran juga belum dikaitkan dengan kehidupan siswa untuk menumbuhkan kesadaran mereka terhadap manfaat dari perolehan pembelajaran. Rendahnya mutu keterampilan menulis siswa disebabkan oleh kenyataan bahwa pembelajaran menulis dianaktirikan. 6. Dalam pelaksanaan pembelajaran menulis. Iklim belajar mengajar di sekolah dasar tersebut kurang memungkinkan siswa belajar lebih aktif dan kreatif sehingga siswa menjadi pasif. Kurangnya kemandirian siswa dalam mengerjakan tugas-tugas di rumah dapat terjadi karena guru tidak pernah mengoreksi dan kurang tegas. berbicara. Sehingga fungsi bahasa . Hasil pembelajaran menulis (mengarang) di kelas II belum memuaskan karena pembelajaran hanya mementingkan aspek pengetahuan dan kurang memperhatikan model pembelajaran yang memotivasi siswa untuk menulis karangan. guru yang jarang mengoreksi menanyakan tugasnya kembali dapat membuat siswa tidak terdorong untuk mengerjakan tugas. Pembelajaran empat keterampilan berbahasa. Tingkat partisipasi aktif siswa terhadap menulis rendah bisa terjadi karena proses pembelajaran. Guru belum menerapkan model pembelajaran yang tepat dalam pembelajaran menulis karangan.

5. baik secara lisan maupun tertulis. 1. 2. Model Pembelajaran dan Pendekatan keterampilan proses dalam menulis mengandung pengertian sebagai model dan pendekatan yang selain mementingkan kualitas hasil tulisan. maka peneliti merumuskan masalah sebagai berikut: “Apakah penerapan model pembelajaran kooperatif dan pendekatan proses dapat meningkatkan kemampuan menulis cerita dengan mendeskripsikan tumbuhan dan hewan siswa kelas II SD Negeri Dayeuhluhur 06 Kecamatan Dayeuhluhur. Adapun permasalahan yang menjadi kajian peneliti adalah meningkatkan kemampuan menulis cerita melalui mendeskripsikan tumbuhan dan hewan dengan model pembelajaran kooperatif dan pendekatan proses pada kelas II SD Negeri Dayeuhluhur 06. Kabupaten Cilacap. sebab penelitian yang terlalu luas atau terlalu banyak permasalahan akan menghasilkan penelitian yang kurang valid.11 merupakan sebagai alat komunikasi. tidak semuanya akan diteliti. dan secara pemahaman maupun penggunaan tercapai. Pembatasan Masalah Permasalahan-permasalahan yang muncul dalam identifikasi masalah di atas. Kabupaten Cilacap Tahun Pelajaran 2010/2011. juga mementingkan tahapan yang dilakukan dalam proses menulis cerita. Tahun Pelajaran 2010/2011 ?” . Rumusan Masalah Berdasarkan hasil identifikasi masalah dan pembatasan masalah yang telah diuraikan sebelumnya. Kecamatan Dayeuhluhur.

1. Kabupaten Cilacap Tahun Pelajaran 2010/2011. Bagi Siswa Siswa lebih termotivasi untuk meningkatkan proses belajarnya. penelitian ini diharapkan dapat mempunyai konstribusi terhadap: 1. Secara khusus. penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. 1. Bagi Guru Meningkatkan profesionalisme khususnya dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran menulis melalui mendeskripsikan dengan model pembelajaran kooperatif di sekolah dasar. 3. Meningkatkan semangat dalam melaksanakan proses pembelajaran menulis. Tujuan Penelitian Sesuai dengan permasalahan di atas maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran kooperatif dan pendekatan proses dapat meningkatkan kemampuan menulis cerita dengan mendeskripsikan tumbuhan dan hewan pada siswa kelas II SD Negeri Dayeuhluhur 06 Kecamatan Dayeuhluhur. Memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru berkenaan dengan efektifitas pendekatan proses sebagai solusi meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis melalui mendeskripsikan tumbuhan dan hewan. 2. 3. Manfaat Penelitian Secara umum. Siswa lebih gemar menulis melalui mendeskripsikan dengan model pembelajaran kooperatif. 4. 2.12 3. .

1. Bagi Peneliti Memberikan sumbangan keilmuan dalam penerapan strategi pembelajaran menulis di tingkat dasar. 3.13 4. Bagi Sekolah Dengan melaksanakan penelitian tindakan kelas. Memberikan dorongan semangat untuk melakukan penelitian sejenis secara lebih intensif dengan jangkauan lebih luas. . dapat memberikan masukan kepada seluruh warga sekolah untuk meningkatkan kemampuan dalam menyelesaikan masalah pendidikan dan pembelajaran serta menerapkan prinsip pembelajaran berbasis penelitian. 2. 5. Memberikan pengalaman dan menambah wawasan tentang penerapan model pembelajaran kooperatif dalam meningkatkan pembelajaran menulis melalui mendeskripsikan di jejang pendidikan dasar.

bukanlah kegiatan menyampaikan pelajaran. Menurut Kingsley (1957: 12). 1996: 45). DAN KERANGKA BERPIKIR 1. mengorganisasi lingkungan yang ada di sekitar anak didik sehingga dapat menumbuhkan dan mendorong anak didik melakukan proses belajar (Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain. Hakikat Pembelajaran Menulis Konsep tentang mengajar merupakan satu rangkaian dengan konsep lain yang disebut belajar. melainkan suatu proses 14 . Selanjutnya. sedangkan mengajar menunjuk pada apa yang harus dilakukan oleh guru sebagai pengajar. tersirat bahwa peran seorang guru adalah Mengajar pemimpin belajar (learning manager) dan fasilitator belajar. Learning is the process by which behavior (in the broader sense) is originated or changed throught practice or training (belajar adalah proses tingkah laku (dalam arti yang luas) ditimbulkan atau diubah melalui praktik atau latihan). PENELITIAN YANG RELEVAN. Mengajar adalah proses mengatur. Belajar menunjuk pada apa yang harus dilakukan seseorang sebagai subjek yang menerima pelajaran. Sudjana (2000: 29) merumuskan pengertian mengajar adalah proses memberikan bimbingan/bantuan siswa dalam melakukan proses belajar. Mengajar dan belajar merupakan dua konsep yang berbeda.14 BAB II LANDASAN TEORI. Dalam konsep itu. Landasan Teori 1.

(4) informational purpose (tujuan informasional. bukan karena kemauan sendiri. (5) self-expressive purpose (tujuan pernyataan diri) yaitu tulisan yang bertujuan memperkenalkan atau . Tujuan Menulis Hartig (dalam Tarigan 1986: 24-25) mengungkapkan bahwa tujuan menulis adalah (1) assignment purpose (tujuan penugasan) yaitu penulis menulis sesuatu karena ditugaskan. menghargai perasaan dan penalarannya. (2) altruistic purpose (tujuan altruistic) yaitu penulis bertujuan untuk menyenangkan pembaca. Istilah pembelajaran dipakai untuk menunjukkan proses yang menekankan pada pola interaksi guru dan murid atau interaksi antara kegiatan mengajar dan kegiatan belajar. ingin membuat hidup para pembaca lebih mudah dan lebih menyenangkan dengan karyanya itu. Pembelajaran memiliki pengertian yang didalamnya mencakup sekaligus proses mengajar yang berisi serangkaian perbuatan guru untuk menciptakan situasi kelas dan proses belajar yang terjadi pada diri siswa yang berisi perbuatan murid untuk menghasilkan perubahan pada diri siswa sebagai akibat kegiatan belajar mengajar. (3) persuasive purpose (tujuan persuasif) yaitu tulisan yang bertujuan untuk menyakinkan para pembaca dan kebenaran gagasan yang diutarakan. ingin menolong para pembaca memahami. 2.15 membelajarkan siswa. menghindarkan kedukaan para pembaca. Keefektifan belajar mengajar sangat ditentukan bagaimana terjadi interaksi yang dinamis antara mengajar dan belajar. tujuan penerangan) yaitu tulisan yang bertujuan untuk memberi informasi atau keterangan/penerangan kepada para pembaca.

memberikan informasi tentang sesuatu yang berlangsung di suatu tempat pada suatu waktu. Dari kedua pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan menulis adalah untuk mengekspresikan perasaan.16 menyatakan diri sebagai sang pengarang kepada para pembaca. menjelaskan sesuatu. (3) penulis dapat lebih banyak menyerap. serta menguasai informasi . mencari. (6) creative purpose (tujuan kreatif) yaitu tulisan yang bertujuan untuk mencapai nilainilai artistic dan nilai-nilai kesenian. (7) problem-solving purpose (tujuan pemecahan masalah) yaitu tulisan yang bertujuan untuk mencerminkan atau menjelajahi pikiran-pikiran agar dapat dimengerti oleh pengarang. Menurut Sujanto (1988: 68) tujuan menulis adalah memproyeksikan sesuatu mengenai diri seseorang. dan memberi hiburan. tetapi harus menentukan siapa yang akan membaca tulisan tersebut. 3. dkk. mempengaruhi pembaca. memberikan arahan. (1991 dalam Suriamiharja dkk. Tujuan menulis juga dapat menceritakan kejadian. 1997: 4-5) banyak manfaat yang didapat dari kegiatan menulis bagi penulis itu sendiri yang diantaranya adalah (1) penulis dapat mengenali kemampuan dan potensi dirinya. (2) penulis dapat terlatih dalam mengembangkan berbagai gagasan. memberi informasi. Manfaat Menulis Akhadiah. meyakinkan. meringkas atau membuat rangkuman suatu tulisan sehingga menjadi lebih singkat.. Tulisan mengandung nada yang serasi dengan maksud dan tujuannya. Menulis tidak mengharuskan memilih suatu pokok pembicaraan yang cocok dan serasi.

4. Akhadiah (1997: 14) mengemukakan bahwa manfaat menulis adalah (1) menulis menyumbang kecerdasan. (3) menulis menumbuhkan keberanian. dan (4) menulis mendorong kemauan dan kemampuan mengumpulkan informasi. yaitu dengan menganalisisnya secara tersurat dalam konteks yang lebih konkrit. (4) penulis dapat terlatih dalam mengorganisasikan gagasan secara sistematis serta mengungkapkannya secara tersurat. (2) menulis mengembangkan daya inisiatif dan kreatif. Deskripsi berasal dari kata latin “descibere” yang artinya “menulis tentang atau memberikan suatu hal”. mengembangkan daya imajinatif dan kreatif. (6) dengan menulis sesuatu di atas kertas. Kata deskripsi dapat diterjemahkan menjadi “pemerian” yang berasal dari kata peri. penulis terdorong untuk terus belajar secara aktif. (5) penulis akan dapat meninjau serta menilai gagasannya sendiri secara objektif. memperikan berarti melukiskan suatu . dan (8) dengan kegiatan menulis yang terencanakan membiasakan penulis berpikir serta berbahasa secara tertib dan teratur. penulis akan lebih mudah memecahkan permasalahan.17 sehubungan dengan topik yang ditulis. (7) dengan menulis. Menulis Karangan Deskripsi Deskripsi adalah suatu bentuk tulisan yang hidup dan berpengaruh. Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa manfaat menulis adalah dapat membantu untuk mengungkapkan kemampuan menulis. dan menulis sangat membantu penulis menjadi terbiasa berpikir sistematis serta berbahasa secara tertib dan teratur.

perasaan serta perilaku jiwa. aspek tempat. namun demikian deskripsi juga bisa bersifat sangat objektif. (2004: 22). dkk. dan perasaan (Parera. Sedangkan menurut Dawud. Ahmadi (1995: 25) mengungkapkan bahwa menulis deskripsi bertujuan membangkitkan impresi/kesan yang dihasilkan oleh aspek orang. atau merasakan objek yang dilukiskan tersebut (Gunawan. suatu tempat. Tulisan deskripsi ialah tulisan yang berusaha memberikan perincian atau melukiskan dan mengemukakan objek yang sedang dibicarakan (seperti orang. Karangan deskripsi berhubungan dengan pengalaman pancaindera seperti penglihatan. mencium. karangan deskripsi adalah karangan yang bertujuan . 1995: 27). Keraff (1981: 93) menyatakan bahwa deskripsi atau pemerian merupakan sebuah bentuk tulisan yang bertalian dengan usaha untuk memberikan perincian-perincian dari objek yang sedang dibicarakan. aspek pemandangan atau lainnya.18 hal. suasana. Rusyana (1994: 135) dalam Atikah 2008 menyatakan bahwa deskripsi adalah menggambarkan sesuatu yang digambarkannya adalah penginderaan. perabaan. Sementara itu. yang diwarnai oleh interpretasi penulis/pembicara terhadap realita. tempat. pendengaran. tujuan utama deskripsi adalah untuk menggugah atau membangkitkan kesan yang dihasilkan oleh aspek tentang seseorang. suatu pemandangan. mendengar. atau hal lain) dengan tujuan pembaca seolah-olah melihat. 1997:13). Tarigan (1994: 63) mengemukakan bahwa deskripsi berarti menggambarkan. penciuman. atau memeriksa sesuatu secara verbal. melukiskan. dkk. Menurut Vivian (dalam Ahmadi. atau yang serupa dengan itu. 1993: 5)..

Atas dasar itu. Deskripsi ini banyak bersifat objektif. yakni orang dan tempat. Deskripsi keadaan fisik Tujuan deskripsi dalam bidang fisik adalah untuk memberi gambaran yang sejelas-jelasnya tentang keadaan tubuh seorang tokoh agar dapat dibayangkan kehadirannya oleh pembaca. Deskripsi keadaan sekitar Deskripsi keadaan sekitar merupakan penggambaran keadaan yang mengelilingi sang tokoh. ada dua objek yang diungkapkan dalam deskripsi.14). misalnya penggambaran tentang . yakni karangan deskripsi orang dan karangan deskripsi tempat (Suparno. 1. Macam-macam Deskripsi Berdasarkan kategori yang lazim. dapat disimpulkan bahwa karangan deskripsi adalah karangan yang bertujuan menggambarkan objek sedemikian rupa berdasarkan pengalaman pancaindera untuk menggugah atau membangkitkan kesan hidup dalam imajinasi pembaca sehingga pembaca seolah-olah dapat merasakan sendiri objek tersebut dengan pancainderanya. Berdasarkan pendapat beberapa ahli di atas.19 menggambarkan objek sedemikian rupa sehingga pembaca seolah-olah melihat sendiri objek tersebut. maka kita dapat melakukan beberapa cara atau bimbingan sebagai berikut. Deskripsi Orang Agar dapat membuat deskripsi orang. 1. 5. 2009: 4. karangan deskripsi dipilah atas dua kategori. 2.

gerak bibir dan gerak tubuh merupakan petunjuk tentang keadaan perasaan seseorang pada waktu itu. namun berdasarkan relasi antara unsur fisik dan perasaan. 5. yang ikut menggambarkan watak seseorang. mengidentifikasikan unsur-unsur dan kepribadian sang tokoh. dapat dimulai dengan menyebutkan kesan umum yang diikuti oleh perincian yang paling . Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mendeskripsikan suatu tempat. Pancaran wajah. Kedua. hal itu mungkin dapat dideskripsikan (Keraff. bergerak secara teratur menelusuri tempat itu dan menyebutkan apa saja yang dilihat.20 aktivitas-aktivitas yang dilakukan. Harus mampu menafsirkan tabir yang terkandung di balik fisik manusia. Sebuah kisah akan selalu mempunyai latar belakang tempat. 3. Deskripsi Tempat Tempat memegang peranan yang sangat penting dalam setiap peristiwa. Jalannya sebuah peristiwa akan lebih menarik jika dikaitkan dengan tempat terjadinya peristiwa (Akhadiah. 1981: 153). Tidak ada peristiwa yang terlepas dari lingkungan dan tempat. dan kendaraan. yang dapat memperlihatkan karakter yang digambarkan. tempat kediaman. pandangan mata. Deskripsi gagasan-gagasan tokoh Perasaan atau pikiran seseorang memang tidak dapat diserap. Pertama. 4. Deskripsi watak atau tingkah perbuatan Mendeskripsikan watak seseorang memerlukan kecermatan dan keahlian. 1997) dalam Suparno (2009). pekerjaan atau jabatan. pakaian.

21 menarik perhatian. 1981: 136). 1. Sikap pengarang ketika membuat karangan deskripsi mengenai tempat menunjukkan sifat dan suasana hati yang menguasai pikiran pengarang pada waktu itu. 1981). Dalam memilih cara yang paling baik untuk melukiskan tempat. Urutan penyajian Pengarang deskripsi dituntut mampu menetapkan urutan yang paling baik dalam menampilkan detail-detail yang dipilih (Keraff. Bagian yang relevan Pengarang deskripsi juga harus mampu memilih detail-detail yang relevan untuk dapat menggambarkan suasana hati itu. perlu dipertimbangkan beberapa pokok persoalan untuk menyusun deskripsinya. 2. Baru menyusul perincian lain yang kurang penting yang terdapat di sekitarnya. . 3. Sikap dan suasana hati itu dipertajam dengan pengalaman-pengalaman sehari-hari sehingga mempengaruhi pencerapan terhadap suatu objek deskripsi. Kegagalan dalam memilih bagian yang relevan untuk dideskripsikan akan mengakibatkan pembaca tidak dapat menciptakan kembali suasana hati dalam pikiran dan hatinya (Keraff. Suasana hati Pengarang harus dapat menetapkan suasana hati manakah yang paling meninjol untuk dijadikan landasan.

terinci dan sungguh-sungguh. Dengan diketahuinya faktor-faktor yang mendukung sebuah karangan deskripsi yaitu diksi. dan (5) mengembangkan kerangka karangan (Hasnun. . Karangan lukisan hadir di hadapan kita sebagai pembaca. 6. yaitu: (1) menentukan tema dan judul. Ide dan gagasan yang sudah terolah dalam diri dan pikiran penuh daya imajinasi yang diwujudkan dengan perantara bahasa karangan. 2006: 2−11). 5. 4. 2. Karangan deskripsi dapat disusun dengan menempuh langkah-langkah sebagai berikut (Rusyana. informasi dan lain-lain yang menunjang objek pengamatan.22 Selain objek yang berupa orang dan tempat. Pengamatan secara cermat. maka kita akan memperoleh kemudahan dalam menganalisis sebuah karangan deskripsi. (4) membuat kerangka. 1980: 512) dalam Atikah (2008) : 1. (3) menyeleksi bahan. 3. Menentukan objek yang akan dijadikan ide atau bahan. Faktor tersebut adalah ketepatan dalam memilih kata diksi (pemilihan kata yang bermakna tepat dan selaras). Mengumpulkan data. Langkah-langkah Menulis Karangan Deskripsi Menulis karangan deskripsi memerlukan langkah-langkah yang merupakan satu rangkaian yang harus diperhatikan dan dilaksanakan. terdapat faktor lain yang mendukung lahirnya sebuah karangan apabila dalam karangan deskripsi faktor ini dukup penting peranannya. (2) mengumpulkan bahan. Pengolahan dalam pikiran dan daya cipta. 4.

Guru harus terus menerus memperhatikan dan mendengarkan siswa. Oleh karena itu. (3) menatap. Seorang guru adalah pemimpin belajar (learning manager) dan fasilitator. (2) menyalin. Bagi siswa sekolah dasar kelas II perlu tersedianya media/alat peraga yang memadai sehingga mendorong siswa untuk belajar dengan inisiatifnya sendiri. (5) dikte. Strategi Pembelajaran Menulis Pemilihan pendekatan pembelajaran. Peran guru dalam proses pembelajaran terpadu sangat besar. dan menginterprestasi untuk memahami pemikiran siswa. Dalam Silabus Bahasa Indonesia latihan menulis permulaan dilaksanakan bersama-sama dengan membaca permulaan. (4) menulis halus/indah. Sebagai fasilitator pembelajaran guru harus menciptakan iklim belajar yang mendorong siswa untuk belajar. Menurut kurikulum 2006 (KTSP) untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar didasarkan prinsip pembelajaran terpadu. hendaknya disesuaikan dengan karakteristik materi ajar dan tingkat kemampuan siswa.23 7. Guru harus mampu menciptakan situasi belajar yang memungkinkan siswa belajar aktif. (6) mengarang sederhana. (7) mengarang dengan bantuan gambar. seorang guru memerlukan wawasan yang mantap tentang kemungkinan strategi pembelajaran yang sesuai dengan tujuan belajar Pembelajaran yang dapat melatih siswa untuk terampil menulis dapat dilakukan melalui kegiatan-kegiatan seperti berikut: (1) menjiplak. (8) mengarang dengan . artinya dalam pelaksanaan pembelajaran menulis dapat dipadukan dengan pembelajaran membaca.

(9) mengarang dengan mengurutkan kalimat dalam bentuk wacana (Sudarmi. Maksudnya tanpa memiliki keterampilan menulis yang memadai siswa SD akan mengalami kesulitan belajar di kemudian hari. tetapi juga bagi pelajaran yang lain. Belajar tentang bahasa Pada saat belajar menulis. sosial.24 menyelesaikan kalimat dalam bentuk wacana. Menurut Halliday (dalam Tompkins. serta belajar melalui tulisan. menyusun kerangka tulisan dan memperbaiki tulisannya akan menjadi pelajaran berharga bagi mereka untuk menulis selanjutnya. Belajar untuk menulis Melalui pengalaman-pengalaman yang diperolehnya. 1994). 1990) mengidentifikasikan ada tiga komponen yang dapat dideskripsikan sebagai peranan belajar menulis di SD. Pengalaman dalam mengumpulkan dan mengorganisasi ide. Dengan mempunyai keterampilan menulis siswa SD akan memperoleh pengetahuan yang bermanfaat bagi pertumbuhan dan berkembangnya daya nalar. dan emosionalnya. 2. tidak saja bagi pelajaran bahasa Indonesia. yakni para siswa dapat belajar untuk menulis. dari praktek menulis para siswa sekaligus dapat belajar untuk menulis yang lebih baik. Pembelajaran menulis di sekolah dasar merupakan salah satu bidang garapan pembelajaran bahasa Indonesia yang memegang peranan penting. 1. belajar tentang bahasa tulis. siswa akan menjumpai keunikankeunikan bahasa tulis dan atau teknik-teknik penulisan yang berbeda dari .

Mereka seringkali harus menggali dan memahami suatu hal untuk suatu tugas menulis. . Belajar melalui tulisan Tulisan merupakan sarana belajar bagi siswa yang sangat berharga karena dapat meliputi berbagai materi pelajaran. c) saling ketergantungan menyelesaikan tugas. Hubungan saling membutuhkan inilah yang dimaksud dengan saling ketergantungn positif.25 bahasa lisan. Keefektifan Pembelajaran Menulis dengan Model Pembelajaran Kooperatif 1. b) saling ketergantungan bahan dan sumber. guru menciptakan suasana yang mendorong agar siswa merasa saling membutuhkan. 3. d) saling ketergantungan hadiah. Konsep Pembelajaran Kooperatif Pembelajaran kooperatif merupakan pembelajaran yang secara sadar dan sengaja mengembangkan interaksi yang silih asuh untuk menghindari ketersinggungan dan kesalahpahaman yang dapat menimbulkan permusuhan. Saling ketergantungan positif Dalam pembelajaran kooperatif. 2. sebagai latihan hidup dimasyarakat. 4. huruf kapital. huruf kecil. Ciri-ciri Pembelajaran Kooperatif 1. Mereka dapat belajar menggunakan tanda-tanda baca. saling ketergantungan peran. Saling ketergantungan dapat dicapai melalui: a) saling ketergantungan mencapai tujuan. dan cara menuliskan kata dengan tepat.

etnis. Interaksi tatap muka Interaksi tatap muka siswa saling tatap muka dalam kelompok sehingga mereka dapat berdialog. Ini juga mencerminkan konsep pengajaran sebaya. 4. . normal atau cacat. 4. jenis kelamin. Meningkatkan kegemaran berteman tanpa memandang perbedaan kemampuan. Memungkinkan para siswa saling belajar mengenai sikap. Meningkatkan kemampuan menggunakan ide orang lain yang dirasakan lebih baik. 3. perilaku sosial. dan pandangan-pandangan. Keuntungan Penggunaan Pembelajaran Kooperatif 1. Memudahkan siswa melakukan penyesuaian.26 2. 5. 6. Meningkatkan kepekaan dan kesetiakawanan. Memungkinkan terbentuk dan berkembangnya nilai-nilai sosial. agama. ketrampilan. informasi. 2. kelas sosial. Akuntabilitas individual Pembelajaran kooperatif menampilkan wujudnya dalam belajar kelompok. dan orientasi tugas. 3. Hasil penilaian secara individual. Interaksi semacam ini penting karena siswa merasa lebih mudah belajar dari sesama. Dialog tidak hanya dilakukan dengan guru. disampaikan oleh guru kepada kelompok agar semua anggota kelompok mengetahui siapa anggota kelompok yang memerlukan bantuan dan siapa yang dapat memberi bantuan.

meskipun demikian. Dalam pembelajaran tradisional dikenal pula belajar kelompok. (2) interaksi tatap muka. manusia dapat saling asah. 2009: 37). dan asuh sehingga tercipta masyarakat belajar (learning community). kooperatif adalah suatu sistem yang di dalamnya terdapat elemen-elemen yang saling terkait. tetapi juga dari sesama teman (Sugiyanto. Manusia memiliki derajat potensi. asih. Elemen-elemen pembelajaran kooperatif menurut Lie (2004) adalah (1) saling ketergantungan positif. 2009: 40). dan (4) keterampilan untuk menjalin hubungan antarpribadi atau keterampilan sosial yang secara sengaja diajarkan. Beberapa Model Pembelajaran Kooperatif Pembelajaran kooperatif (cooperative learning) adalah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar (Sugiyanto. (3) akuntabilitas individual. Siswa tidak hanya belajar dari guru. Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang secara sadar dan sengaja mengembangkan interaksi yang silih asuh untuk menghindari ketersinggungan dan kesalahpahaman yang dapat menimbulkan Pembelajaran permusuhan. latar belakang historis. Pembelajaran kooperatif menciptakan interaksi yang asah. asih. Karena perbedaan itu. dan asuh (saling mencerdaskan). ada sejumlah perbedaan esensial antara kelompok . sebagai latihan hidup di masyarakat. serta harapan masa depan yang berbeda-beda.27 7.

jenis kelamin. kepemimpinan. saling membantu dan saling memberikan motivasi sehingga ada interaksi promotif. Keterampilan sosial yang diperlukan Keterampilan sosial sering tidak dalam kerja gotong royong seperti diajarkan secara langsung. masalah dalam kerja sama antar anggota kelompok.28 belajar kooperatif dengan kelompok belajar tradisional. Pada saat belajar kooperatif sedang Pemantauan melalui observasi dan berlangsung. Pemimpin kelompok dipilih secara demokratis atau bergilir untuk memberikan pengalaman memimpin bagi para anggota kelompok. dan sebagainya sehingga dapat saling mengetahui siapa yang memerlukan bantuan dan siapa yang dapat memberikan bantuan. Kelompok belajar biasanya homogen. Perhatikan tabel berikut: Tabel 1. kelompok-kelompok belajar. .etnik. Akuntabilitas individual sering diabaikan sehingga tugas-tugas sering diborong oleh salah seorang anggota kelompok. Adanya akuntabilitas individual yang mengukur penguasaan materi pelajaran tiap anggota kelompok. Pemimpin kelompok sering ditentukan oleh guru atau kelompok dibiarkan untuk memilih pemimpinnya dengan cara masingmasing. mempercayai orang lain. Kewlompok diberi umpan balik tentang hasil belajar para anggotanya sehingga dapat saling mengetahui siapa yang memerlukan bantuan dan siapa yang dapat memberikan bantuan. Perbedaan antar kelompok belajar Kelompok Belajar Kooperatif Adanya saling ketergantungan positif. guru terusmelakukan intervensi sering dilakukan oleh pemantauan melalui observasi dan guru pada saat belajar kelompok melakukan intervensi jika terjadi sedang berlangsung. Kelompok Belajar Tradisional Guru sering membiarkan adanya siswa yang mendominasi kelompok atau menggantungkan diri pada kelompok. baik dalam kemampuan akademik. Kelompok belajar heterogen. Guru memperhatikan secara langsung Guru sering tidak memperhatikan proses kelompok yang terjadi dalam proses kelompok yang terjadi dalam kelompok-kelompok belajar. ras. kemauan berkomunikasi. dan mengelola konflik secara langsung diajarkan. sedangkan anggota kelompok lainnya hanya ”enak-enak saja” di atas keberhasilan temannya yang dianggap ”pemborong”.

Memudahkan siswa melakukan penyesuaian sosial. Meningkatkan kepekaan dan kesetiakawanan sosial. hubungan interpersonal (hubungan antar pribadi yang saling menghargai). tetapi juga penyelesaian tugas.29 Penekanan tidak hanya pada Penekanan sering penyelesaian tugas. 3. 9. Membangun persahabatan yang dapat berlanjut hingga masa dewasa. Menghilangkan sifat mementingkan diri sendiri atau egois. 5. Meningkatkan kegemaran berteman tanpa memandang perbedaan kemampuan. hanya pada Ada banyak nilai pembelajaran kooperatif. etnis. 8. kelas sosial. Memungkinkan para siswa saling belajar mengenai sikap. 7. normal atau cacat. 4. dan pandangan-pandangan. perilaku sosial. Model pembelajaran Kooperatif (cooperative learning) yang guru kembangkan pada proses pembelajaran yaitu model struktural: berkirim . 10. 6. Meningkatkan kemampuan memandang masalah dan situasi dari berbagai perspektif. Memungkinkan terbentuk dan berkembangnya nilai-nilai sosial dan komitmen. Meningkatkan rasa saling percaya kepada sesama manusia. keterampilan. diantaranya adalah: 1. 2. Meningkatkan kesediaan menggunakan ide orang lain yang dirasakan lebih baik. agama dan orientasi tugas. informasi. 11. Berbagi keterampilan sosial yang diperlukan untuk memelihara hubungan saling membutuhkan dapat diajarkan dan dipraktekkan. jenis kelamin.

sebagai berikut: . 2. bercerita berpasangan. Salah satu keunggulan teknik ini adalah siswa mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik dalam suasana yang menyenangkan. Kemudian. Kegiatan berkirim salam dan soal digunakan guru pada saat pendalaman materi pembelajaran. 5. jawaban masing-masing kelompok dicocokkan dengan jawaban kelompok yang membuat soal. masing-masing kelompok mengirimkan satu orang utusan yang akan menyampaikan salam dan soal dari kelompoknya (salam kelompok yang disertai sorak kelompoknya). Setelah selesai. Guru membantu mengawasi dan membantu memilih soal-soal yang cocok. dan kancing gemerincing. Guru mengatur langkah teknik pembelajaran ini. Setiap kelompok mengerjakan soal kiriman dari kelompok lain. Model Pembelajaran Kooperatif dengan strategi “Mencari Pasangan” Teknik belajar mengajar mencari pasangan (make a match) dikembangkan oleh Larana Curran (1994). 3. 4. 1. Cara guru mengatur strategi tersebut langkah teknisnya adalah sebagai berikut: 1. Model pembelajaran kooperatif strategi ”Berkirim Salam dan Soal” Teknik belajar mengajar berkirim salam dan soal memberi kesempatan siswa untuk melatih pengetahuan dan keterampilan mereka.30 salam dan soal. Guru membagi siswa dalam siswa kelompok berempat-berempat. dan setiap kelompok ditugaskan untuk menuliskan beberapa pertanyaan yang akan dikirim ke kelompok lain. bertukar pasangan. mencari pasangan.

PBB. guru menuliskan kartu 3+9 pemegang kartu akan berkumpul dengan pemegang kartu 3x4. 6. Misalnya. KOPI ANNAN. Setiap siswa mendapat satu buah kartu. 5. Teknik ini bisa digunakan dalam semua mata pelajaran dan untuk semua tingkatan usia. Guru memberikan kesempatan setiap pasangan siswa untuk mendiskusikan menyelesaikan tugas secara bersama-sama. dan 6x2. 2. 2. Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya. 3. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik. 4. dst.31 1. Model strategi pembelajaran “Kancing Gemerincing” langkah strategi yang dilakukan guru. SEKRETARIAT. JENDERAL. sebagai berikut: 1. . Siswa juga bergabung dengan dua atau tiga siswa lan yang memegang kartu yang cocok. setiap siswa dalam masingmasing kelompok mendapat dua atau tiga buah kancing tergantung pada sukar tidaknya tugas yang diberikan. Sebelum kelompok memulai tugasnya. Siswa mencari pasangan dengan pemegang kartu tersebut sehingga satu kelompok menjadi satu materi yang tepat. Model Strategi pembelajaran “Kancing Gemerincing” Teknik belajar mengajar Kancing Gemerincing dikembangkan oleh Spancer Kagan (1992). Guru membuat kartu yang bertuliskan: LIMA. PERU. Guru menyediakan kotak kecil yang berisi kancing-kancing.

secara . media memiliki fungsi yang sangat penting. Oleh karena itu. Jika kancing yang dimiliki seseorang sudah habis. Selain itu. media pembelajaran dapat menambah efektivitas komunikasi dan interaksi antara pengajar dan siswa. Peranan Media Gambar dalam Mendeskripsikan Pembelajaran Menulis Dalam proses belajar mengajar. dan sudah tentu pengajaran lebih bermakna (meaningful). Penggunaan media dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan rasa ingin tahu dan minat. dia harus menyerahkan salah satu kancingnya dan meletakkan di tengah-tengah. Setiap kali seorang siswa berbicara atau mengeluarkan pendapat. Media pengajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa dalam pengajaran yang pada gilirannya dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapai (Sudjana dan Rivai 2001: 2). serta dapat mempengaruhi psikologi siswa. Secara umum fungsi media adalah sebagai penyalur pesan. media dapat digunakan secara tepat.32 3. asyik dan bekerja dengan suatu media itu akan lebih menyenangkan mereka. membangkitkan motivasi dan rangsangan dalam proses belajar mengajar. 4. dia tidak boleh berbicara lagi sampai semua rekannya juga menghabiskan kancing mereka. 5. Bahan pelajaran yang dimanipulasikan dalam bentuk media pengajaran yang menjadikan siswa seolah-olah bermain.

Dengan demikian. hanya dalam situasi-situasi yang konkret. (d) menumbuhkan pemikiran yang teratur dan seimbang. 1975) anak mampu melakukan aktivitas-aktivitas logis tertentu (opreasi).33 nyata membantu dan mempermudah proses belajar mengajar. dan perkembangan bahasa memerlukan simbol-simbol atau gambar. Seperti diutarakan oleh Pieget (dalam Anita. Hal ini karena anak usia sekolah dasar memiliki kemampuan berpikir secara konkret. Sudjana (2000: 100) mengatakan bahwa penggunaan media alam proses belajar mengajar (PBM) mempunyai nilai: (a) dapat meletakan dasar-dasar yang nyata untuk berpikir. bernalar. (c) dapat meletakan dasar untuk perkembangan belajar sehingga hasil belajar bertambah mantap. yaitu tanpa adanya bahan yang konkret. (f) membantu tumbuhnya pemikiran dan membantu berkembangnya kemampuan berbahasa. ia belum mampu menyelesaikan dengan baik. Pieget (dalam Tampubolon. . Sejalan dengan pendapat diatas. 1991: 4) bahwa anak usia sekolah dasar kemampuan berpikir. Lebih lanjut. bila anak dihadapkan suatu masalah (misalnya masalah klasifikasi) secara verbal. Dengan kata lain. (g) membantu berkembangnya efisiensi dan pengalaman belajar yang lebih sempurna. hasil pembelajaran dapat lebih optimal. Gambar-gambar yang dipakai berhubungan dengan tema/subtema dan sesuai dengan Silabus Bahasa Indonesia tahun 2006. Media gambar yang baik yang ada dalam pembelajaran menulis dapat memperjelas konsep sehingga akan menarik perhatian anak. (b) dapat memperbesar minat dan perhatian.

6. apabila hubungan guru dan siswa tidak baik. dengan demikian gambar itu merupakan penjelas dari benda-benda sebenarnya. . Keefektifan Pembelajaran Menulis dengan Pendekatan Proses Pembelajaran yang efektif akan terjadi apabila hubungan antara guru dan siswa baik. 1997: 23). (4) gambar mudah didapat dan harganya murah. (3) dapat digunakan untuk menjelaskan suatu masalah.34 Gambar sebagai rangsangan tugas menulis sangat baik diberikan pada siswa sekolah dasar tahap awal. yang tidak mungkin dilihat karena letak candi Borobudur yang jauh. gambar bernilai ekonomis. melalui gambar siswa dapat melihat dengan jelas sesuatu yang dibicarakan atau didiskusikan di kelas. (5) mudah digunakan. Ada beberapa alasan dasar penggunaan gambar dalam proses belajar mengajar sebagai berikut: (1) gambar bersifat konkret. termasuk bahasa Indonesia. teknik yang mengajar bagaimanapun baiknya tidak akan ada gunanya (Gordon & Bruch. menguntungkan. guru tidak perlu berganti dari satu peran ke peran lain. sehingga bernilai terhadap semua pelajaran di sekolah. (2) gambar mengatasi ruang dan waktu. Menurut Reigeluth & Merrill (dalam Nyoman Degeng. misalnya gambar candi Borobudur dapat dibawa dan dipelajari di Sumatera. Bila guru membangun hubungan baik. Untuk sekolah yang dananya terbatas apalagi yang sama sekali tidak mampu. baik untuk perorangan maupun kelompok. Sebaliknya. 1989) keefektifan pembelajaran biasanya diukur dengan tingkat pencapaian hasil belajar siswa.

maka guru harus betul-betul memahami aspek-aspek menulis di sekolah dasar. guru harus pandai menggunakan pendekatan secara arif dan bijaksana. Mengingat sangat pentingnya pembelajaran menulis di sekolah dasar. yaitu: (1) melibatkan siswa aktif. (4) prinsip individual.35 Menurut Uzer Usman (1996: 21-23) dalam menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif. siswa merasa bahagia sebab mereka aktif dan tidak menjadi pembelajar yang pasif. dan (5) peragaan dalam pembelajaran. tidak sekedar menceritakan atau mendengarkan cerita tentang ilmu pengetahuan. Di sisi yang lain. Pendekatan proses memungkinkan siswa menyelidiki sendiri berbagai hal. (2) menarik minat. Sehubungan dengan itu dalam mengajar. Funk (dalam Dimyati & Mudjiono. Dari pendapat tersebut dimaksudkan . bukan sembarang yang bisa merugikan anak didik. 1995: 62). sedikitnya ada lima jenis variable yang menentukan keberhasilan siswa. Dalam deskripsi tersebut tergambar bahwa keefektifan pembelajaran bukan saja bertalian dengan produk pembelajaran tetapi juga menunjuk pada proses. Salah satu usaha untuk meningkatkan keefektifan pembelajaran menulis adalah dengan menggunakan pendekatan proses. Menulis merupakan salah satu kemampuan yang perlu dimiliki oleh siswa sekolah dasar. karena keberhasilan belajar mengajar lebih banyak ditentukan oleh guru dalam mengelola kelas (Syaiful Bahri Djamarah & Aswan Zain. Hal ini. 1999: 138) bahwa pendekatan proses adalah pendekatan yang memberi kesempatan kepada siswa bekerja dengan ilmu pengetahuan. (3) membangkitkan motivasi siswa. yang selanjutnya berguna bagi perkembangan intelektual dan mental mereka.

oleh karena itu harus bisa mengakomodasi situasi kelas. setiap siswa mungkin akan berada pada tahap menulis yang tidak sama walaupun sebagian besar siswa mungkin ada pada tahap yang sama.36 bahwa pendekatan yang dipilih oleh guru mempunyai arti yang sangat penting bagi pembelajaran. pada dasarnya proses menulis bersifat non linier. ada yang sudah mandiri. Menurut Tompons & Hoskisson (1991). Kelima tahap penulisan tersebut menunjukan kegiatan yang berbeda. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan dalam pembelajaran menulis adalah pendekatan proses. dalam pelaksanaannya. Menurut Tompkins (1990). (d) editing (menyunting) dan (e) publishing/sharing (publikasi). (b) drafting (membuat draf). ada lima tahap kegiatan dalam menulis dengan menggunakan pendekatan proses. ada siswa yang cepat dan ada siswa yang lambat. Hal ini disebabkan karena perbedaan kecepatan berpikir. ke tahap pramenulis untuk melihat kesesuaian isi tulisan dengan tujuan menulis. bukan sebagai pemimpin kelas. (c) revising (merevisi). ada yang sangat membutuhkan orang lain yaitu guru. Disamping itu. Misalnya. Pendekatan tradisional dalam pembelajaran menulis ditekankan pada hasil berupa tulisan yang telah jadi. merupakan suatu putaran yang berulang. dan urutan tahap-tahap tersebut bukan merupakan urutan yang linier. yaitu: (a) prewriting (pra menulis). . Selama ini pembelajaran menulis di sekolah dasar masih dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan tradisional. Guru hendaknya dapat memberikan pertolongan untuk perkembangan keterampilan menulis siswa semaksimal mungkin. Guru sebagai kolaborator.

Keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran sangat berharga dan berguna untuk perkembangan keterampilan menulis sehingga keterampilan akan lebih meningkat. kalau ada peningkatan berarti pembelajaran menulis tersebut lebih efektif. wajar jika keterampilan siswa dalam menulis rendah. 7. hasil karangan/tulisan dikumpulkan. 1999: 7). Setelah selesai. 1. sehingga mengakibatkan siswa merasa jenuh dan kurang menyenangi pembelajaran menulis. Hasil penelitiannya dikatakan bahwa pendekatan proses dalam pembelajaran menulis terbukti meningkatkan keterampilan siswa sekolah dasar dalam menulis dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. tampak bahwa siswa terdapat banyak sekali kegiatan. Siswa langsung berpraktek menulis tanpa belajar bagaimana Pada umumnya. menulis. siswa diminta secara langsung menulis. Indikator keberhasilan ini terlihat dari meningkatnya skor . Jika dilihat tahap-tahap menulis seperti yang dilakukan dalam pembelajaran menulis dengan menggunakan pendekatan proses. Penelitian yang Relevan Ada beberapa hasil penelitian yang mendukung penelitian ini. guru menyediakan beberapa macam topik/judul dan meminta siswa untuk memilih salah satunya. Karena itu. dan dinilai oleh guru. Kegiatan ini terus-menerus terjadi. Artinya.37 tidak pada yang dikerjakan murid ketika menulis (Zucdhi dalam Syamsi. yaitu Kastam (1999) dalam penelitian yang berjudul “Peningkatan Keterampilan menulis dengan Menggunakan Pendekatan Proses Siswa Sekolah Dasar”. Kemudian. dikoreksi.

Suryanti (2004) mengadakan penelitian yang berjudul “Peningkatan Keterampilan Menulis Karangan Narasi Melalui Teknik Reka Cerita Gambar Pada Siswa Kelas 11D SLTP Negeri 1 Gombong. Sumarwati (1997) telah mengadakan penelitian eksperimen tentang “Perbedaan Menulis dengan Menggunakan Pendekatan Tradisional dengan Menggunakan Pendekatan Proses dan Menerapkan Teknik Koreksi Diri dan Koreksi Antarteman dalam Pembelajaran Menulis di Sekolah Dasar kelas V”. dalam meningkatkan kemampuan menulis siswa sekolah dasar. ditemukan bahwa pendekatan proses dengan teknik koreksi antarteman terbukti dapat menghasilkan prestasi belajar menulis siwa kelas V sekolah dasar menjadi lebih tinggi. Relevansi penelitian Suryanti (2004) dengan penelitian ini terletak pada jenis penelitian dan . 2. teknik koreksi lebih efektif daripada koreksi guru. Perubahan perilaku siswa juga tampak pada setiap pembelajaran menulis.38 keterampilan menulis siswa dan skor sikap siswa terhadap pembelajaran menulis. Selain itu. Artinya. 3. Hasil penelitian dsimpulkan bahwa terjadi perbedaan Siklus I dan Siklus II sebesar 20%. siswa sudah berperilaku positif. Kabupaten Pati Tahun Ajaran 2000/2001”. Hasilnya ditemukan bahwa pengajaran menulis dengan pendekatan proses. baik koreksi diri maupun koreksi antarteman. lebih efektif daripada pendekatan tradisional dengan menggunakan teknik koreksi guru. dan terbukti bahwa reka cerita gambar cerita dapat meningkatkan keterampilan menulis karangan narasi.

39

permasalahan yang diteliti, sedangkan perbedaannya terletak pada teknik atau pendekatan yang digunakan di dalam penyampaian pembelajaran. 4. Widyastuti (2004) dalam penelitian yang berjudul “Peningkatan

Kemampuan Siswa dalam Menulis Karangan Narasi Melalui Pembelajaran Mengarang dengan Teknik Berjenjang dengan Bantuan Gambar Berseri Pada Siswa Kelas IV SD PL. Santo Yusup Semarang Tahun Ajaran 2003/2004”. Memberikan kesimpulan bahwa: (1) teknik berjenjang

dengan bantuan gambar berseri memberikan kemudahan bagi siswa dalam memahami dan menerapkan keterampilan menulis narasi, (2)

pembelajaran menulis melalui model alat peraga gambar berseri dan teknik pelatihan berjenjang ternyata dapat meningkatkan kemampuan menulis narasi, (3) dari data angket dan hasil observasi dikemukakan bahwa penerapan teknik berjenjang dan ganbar berseri dapat

meningkatkan sikap positif siswa dalam meningkatkan menulis narasi. Relevansi penelitian Widyastuti (2004) dengan penelitian ini terletak pada jenis penelitian yang dilakukan dan penelitian yang teliti. 5. Sugiarto, dalam tesis yang berjudul “Upaya Meningkatkan Keterampilan Menulis Kelas V SD Negeri Jatilor Dengan Model CTL (Contextual Teaching Learning) Tahun 2007”, mengemukakan berdasarkan hasil analisis data dan rangkuman temuan empirik, serta implementasi tindakan dalam upaya meningkatkan kemampuan menulis siswa kelas V SD Negeri Jatilor melalui penerapan strategi pembelajaran dengan model (CTL) dapat ditarik kesimpulan bahwa, pada kondisi awal sebelum tindakan, faktor yang menyebabkan siswa kelas V SD Negeri Jatilor kurang terampil dalam

40

menulis (mengarang) adalah sebagai berikut: (1) Guru kurang tepat dalam menerapkan pendekatan dan metode pembelajaran di kelas. Dalam melaksanakan pembelajaran, guru mendominasi penggunaan metode ceramah dengan pendekatan konvensional, sehingga pembelajaran kurang dapat mengaktifkan siswa. Partisipasi siswa dalam pembelajaran tidak tampak karena peran guru sangat dominan, (2) Guru kurang memberikan latihan menulis (mengarang) sehingga pengetahuan dan pengalaman siswa tidak berkembang, (3) Guru belum sepenuhnya memberikan bimbingan teknik pembelajaran menulis secara hirarki yang meliputi tahap pramenulis, menulis dan pasca menulis, (4) guru belum memiliki pedoman penilaian menulis yang dapat digunakan untuk melakkan penilaian menulis secara obyektif, sehingga cara menilai yang dilakukan kurang profesional. Memperhatikan hasil-hasil penelitian yang secara umum mendukung kelebihan pembelajaran menulis dengan pendekatan proses dan dipihak lain memperhatikan kecenderungan sebagai besar guru sekolah dasar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia masih banyak menggunakan pendekatan tradisional. Oleh karena itu, penelitian tesis yang penulis lakukan adalah

berusaha meningkatkan kemampuan menulis cerita kelas II SD Negeri Dayeuhluhur 06, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap melalui

mendeskripsikan tumbuhan dan hewan dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif dan pendekatan proses. Peneliti berharap hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai penunjang pembelajaran menulis khususnya di SD Negeri Dayeuhluhur 06 Kecamatan

41

Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap dan sekolah lain pada tingkat berikutnya. Harapan peneliti selanjutnya adalah dengan meningkatnya kemampuan siswa mendeskripsikan maka kemampuan menulis cerita pun meningkat.

6.

Kerangka Pikir Berdasarkan permasalahan dan landasan teori di atas, maka guru harus

memahami kurikulum dan menguasai bahan ajar, tepat memilih model pembelajaran dan pendekatan, serta memahami tujuan pembelajaran dan mampu melaksanakan sesuai dengan program yang telah disusun. Penelitian ini dilaksanakan dengan siklus tindakan. Direncanakan tiga siklus dengan tahapan masing-masing siklus adalah perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Dalam proses pelaksanaan

tindakan memperhatikan lima tahapan menulis yang terdiri dari prapenulisan, penulisan, revisi, pengeditan, dan publikasi. Model pembelajaran yang Dengan demikian,

dipergunakan adalah model pembelajaran kooperatif.

pelaksanaan tindakan berpedoman pada indikator kemampuan kooperatif dengan pendekatan proses yang hendak dicapai pada setiap siklus. Tahapan-tahapan

penelitian dalam masing-masing tindakan terjadi secara berulang-ulang yang disebut dengan siklus tindakan. Setiap siklus dilakukan pengkajian atau analisa dikandung maksud tindakan yang sesuai dipertahankan dan yang masih lemah diperbaiki sehingga menghasilkan beberapa tindakan yang sesuai dengan harapan. Tahap-tahap tersebut membentuk spiral. (2009:151) digambarkan sebagai berikut: Spiral tindakan kelas oleh Hopkins

42

Perencanaan

Refleksi Tindakan/ Observasi Perbaikan Rencana Refleksi

Tindakan/ Observasi Perbaikan Rencana Refleksi

Tindakan/ Observasi Dan seterusnya

Bagan 2.1. Spiral penelitian tindakan kelas Hopkins (199:105) Lain halnya dengan pembelajaran menulis menggunakan model pembelajaran kooperatif, siswa akan didorong untuk belajar bagaimana menulis dan belajar bagaimana menggunakan bahasa untuk berkomunikasi secara tertulis. Dengan munculnya permasalahan tersebut, peneliti menggunakan penelitian tindakan berbasis kelas. Penelitian ini dilakukan melalui tiga siklus. Tiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu tahap perencanan, tindakan, observasi, dan refleksi. Dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif, disini siswa memiliki kesempatan untuk menentukan sendiri judul tulisannya; berkesempatan mengoreksi isi;

43

maupun segi tata tulisannya dan memperbaiki tulisannya. Dibawah bimbingan guru, koreksi dapat dilakukan dengan teknik koreksi diri dan koreksi antar teman. Koreksi diri yaitu para siswa mengoreksi tulisan yang telah mereka kerjakan. Kegiatan mengoreksi dapat dilakukan pada tahap revisi dan tahap menyunting. Pada tahap ini, siswa dapat mengubah tulisan dengan Guru dapat

memperhatikan komentar atau masukan dari teman atau guru.

membantu siswa menemukan kesalahan-kesalahan mekanik tulisan. Kemudian, pada tahap selanjutnya publikasi. Siswa diberi kesempatan untuk menunjukan hasil tulisannya kepada orang lain (guru, kepala sekolah, teman dari kelas lain), dengan memajang pada tempat yang telah disediakan. Hal ini akan menumbuhkan kebanggaan siswa. Kebanggaan tersebut akan dapat meningkatkan motivasi,

perasaan senang, sikap positif terhadap pembelajaran, sehingga siswa memiliki keterampilan menulis secara optimal. Pembelajaran menulis melalui mendeskripsikan dalam menulis cerita dengan model pembelajaran kooperatif dan pendekatan proses bentuk pelaksanaannya disesuaikan dengan kemampuan siswa SD dan kondisi lingkungan. Ada tujuh bentuk keterampilan dalam penerapan model Ketujuh keterampilan meliputi: (1) mengamati, (2)

pembelajaran kooperatif.

menggolongkan, (3) menafsirkan, (4) meramalkan, (5) menerapkan, (6) merencanakan, (7) mengkomunikasikan. Untuk siswa sekolah dasar khususnya dalam materi menulis kemampuan utama yang diharapkan adalah

mengkomunikasikan hasil baik secara lisan maupun tertulis. Penerapan tindakan dalam penelitian ini disesuaikan dengan

permasalahan yang dihadapi. Rancangan siklus tindakan tersebut di bawah ini:

4. kelemahan siklus I dan kelebihan siklus I dipertahankan. hipotesis dalam penelitian tindakan berbasis kelas ini adalah sebagai berikut: . Pembelajaran Pendekatan Proses dengan Media Gambar Masalah : Kurang terampil menulis cerita. Koreksi Bersama Kelebihan Memperbaiki dipertahankan. Siklus I Siklus II Hasil Siklus I Hasil Siklus II Terampil Menulis Cerita Refleksi : Kelemahan dicari dan dicarikan penyelesaiann untuk siklus II. 1. 3. Hipotesis Tindakan Dari uraian di atas. Mengamati model gambar. 2.44 Tindakan Latihan Menulis. 6.1 Skema kerangka berpikir 7. Merevisi. 5. Melakukan publikasi. Analisis data yang akan dijadikan hasil penelitian Gambar 2. Membuat draf. Menentukan topik. Mengedit.

45 “Dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif dan pendekatan proses dalam pembelajaran menulis dengan mendeskripsikan tumbuhan dan hewan. kemampuan menulis cerita siswa kelas II Sekolah Dasar Negeri Dayeuhluhur 06. Kecamatan Dayeuhluhurm Kabupaten Cilacap Tahun Pelajaran 2010/2011 dapat ditingkatkan”. .

terletak di daerah pedesaan. Kecamatan Dayeuhluhur.5 keatas. Sekolah Dasar Negeri Dayeuhluhur 06. Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2011 sampai dengan bulan April 2011. Desember 2010. 2. dan hasil ulangan harian didapatkan bahwa 35% siswa mendapatkan nilai 6. dengan pola pikir yang mempunyai karakteristik yang berbeda dengan sekolah dasar di daerah perkotaan. ditemukan beberapa siswa yang tidak mengerjakan tugas dengan baik. Waktu dan Subjek Penelitian Tempat Penelitian Berdasarkan observasi awal di Sekolah Dasar Negeri Dayeuhluhur 06.d. 2) Tahap observasi dilaksanakan 46 . Sekolah tidak memiliki alat-alat peraga yang menunjang keberhasilan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. 1. Kecamatan Dayeuhluhur. yaitu untuk penjajagan dengan kepala sekolah dan guru kelas II. Dalam proses belajar menulis. Sedikit sekali siswa yang berani menulis di depan. itupun banyak kesalahan tulisan yang dibuatnya. Adapun kegiatan penelitian meliputi: 1) Tahap persiapan pada bulan November s. Keseriusan siswa dalam menulis kurang. maka dipilih tempat penelitian di Sekolah Dasar Negeri Dayeuhluhur 06. Kabupaten Cilacap. terlihat perhatian siswa yang terbagi-bagi sewaktu guru menjelaskan maupun mengerjakan tugas. Kabupaten Cilacap pada tanggal 5 Januari 2011.46 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 1. Tempat.

Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah siswa kelas II SD Negeri Dayeuhluhur 06. sebagaimana diidentifikasi dalam penelitian ini.47 pada bulan Januari 2011. Kecamatan Dayeuhluhur. 4) Tahap pelaksanaan penelitian tindakan kelas bulan Januari s. . Adapun alasan kelas ini dipilih. karena: 1. 5) Tahap penyusunan laporan bulan Mei s. Guru kelas II. hanya sekitar 35% siswa yang mendapatkan nilai 6. Adanya keinginan guru kelas II untuk mengatasi permasalahan yang sedang dihadapi. Dengan adanya keinginan dan kebutuhan guru mengatasi masalah dan kepedulian peneliti untuk membantu guru mengatasi masalah yang sedang dihadapi guru. April 2011. Desember 2011.d. diharapkan dapat memperlancar proses penelitian tindakan. Disamping itu. 2. ada satu (1) orang sebagai subjek yang memberikan tindakan.5 keatas.d. letak Sekolah Dasar tersebut tidak jauh dengan tempat tinggal peneliti. Kabupaten Cilacap dengan jumlah 30 siswa terdiri dari 17 laki-laki dan 13 perempuan. sehingga akan mempermudah komunikasi. 3. Sudah ada jalinan yang akrab antara peneliti dengan guru kelas II Sekolah Dasar tersebut sebagai kolaborator sehingga diharapkan dapat terjadi kerjasama yang baik antara kedua belah pihak. salah satu diantaranya yang menonjol adalah kemampuan menulis siswa kelas II sangat rendah. Kelas tersebut memang mengalami masalah.

dkk. Taggart (1990: 11). Siklus ini terdiri atas empat komponen. yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan sederhana melalui mendeskripsikan pada siswa kelas II Sekolah Dasar Negeri Dayeuhluhur 06. metode. 2006:83). Penelitian tindakan merupakan kegiatan yang dilakukan oleh guru atau peneliti untuk memperbaiki atau meningkatkan hasil dengan mengubah cara. dan belajar dari pengalaman mereka sendiri. tindakan. Penelitian tindakan kelas adalah bentuk penelitian yang dilakukan secara kolaboratif dan partisipatif (Wiriaatmadja. Bentuk dan Strategi Penelitian Berdasarkan data yang diperoleh melalui pengamatan awal dalam proses pembelajaran menulis dan wawancara dengan guru kelas. Mereka dapat mencobakan suatu gagasan perbaikan dalam praktek pembelajaran mereka. Dalam penelitian tindakan berbasis kelas ini. dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif. Wiriaatmadja (2006:13) menyatakan bahwa penelitian tindakan kelas adalah bagaimana sekelompok guru dapat mengorganisasikan kondisi praktek pembelajaran mereka. yaitu perencanaan. atau teknik yang berbeda dari biasanya (Arikunto. pendekatan. yang dilakukan melalui proses kerja kolaborasi antara guru kelas II dengan peneliti. Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian tindakan berbasis kelas. dan melihat pengaruh nyata dari upaya itu. Kecamatan Dayeuhluhur. peneliti menggunakan model penelitian tindakan yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc. dan refleksi. perlu dilakukan penelitian yang bermaksud untuk memperbaiki proses pembelajaran. Kabupaten Cilacap. 2007:11).48 1. observasi.. Keempat komponen itu dipandang sebagai satu siklus. Jika siklus I nilai rata-rata belum .

Perencanaan Siswa terampil menulis cerita 2. Tindakan adalah pembelajaran macam apa yang dilakukan peneliti sebagai upaya peningkatan keterampilan menulis cerita. Tahap perencanaan dimulai dari penemuan masalah dan kemudian merancang tindakan yang akan dilakukan. Tindakan 3. Pengamatan 3. Tiap siklus terdiri atas empat langkah yaitu: 1. Refleksi Siklus II 2. Refleksi Siklus I 4. Tindakan 4. Perencanaan 1. Pelaksanaan penelitian tindakan berbasis kelas dalam dua siklus ini dapat digambarkan dengan mengikuti alur sebagai berikut: Masalah Hasil Siswa kurang terampil menulis cerita 1. Perencanaan adalah rencana tindakan yang akan dilakukan untuk meningkatkan keterampilan menulis cerita. Tindakan ini dipandu oleh perencanaan yang telah dibuat. akan dilakukan tindakan siklus II.1 Skema model tindak lanjut kelas Penelitian ini akan dilakukan dalam dua siklus. dalam arti perencanaan tersebut .49 mencapai target yang telah ditentukan. 2. Pengamatan Gambar 3. Perencanaan dalam siklus II dipersiapkan rencana pembelajaran yang telah diperbaiki dan disempurnakan.

Observasi atau pengamatan adalah upaya mengamati pelaksanaan tindakan. untuk melihat peningkatan keterampilan menulis cerita dan mengetahui perubahan perilaku siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran. dan untuk validasi data (Suyata dkk.50 dilihat sebagai rasional dari segala tindakan itu. Pada silkus II. Pada tahap ini guru menjelaskan kesalahan-kesalahan yang terdapat pada penulisan teks berita yang telah dibuat siswa. dan kepala sekolah selama guru kelas melaksanakan pembelajaran menulis. Masalah-masalah pada siklus I dicari pemecahannya. Dari hasil refleksi tersebut dapat disusun rencana untuk siklus II. Kegiatan observasi dilakukan oleh peneliti sendiri. sedangkan kelebihan-kelebihannya dipertahankan dan ditingkatkan. Data . 1995). Tindakan pada siklus II adalah penyempurnaan tindakan pada siklus I. 1.. koreksi data. Refleksi berfungsi sebagai sarana untuk menyamakan data. refleksi dilakukan untuk mengetahui keefektifan penggunaan model dalam pembelajaran menulis cerita. catatan lapangan dan interview. 3. Sumbar Data Data dalam penelitian ini dikumpulkan oleh peneliti dan kepala SD Negeri Dayeuhluhur 06 melalui observasi. Pengamatan akan dilakukan pada siklus I dan II terhadap kinerja siswa selama proses pembelajaran dan pengamatan terhadap hasil kerja siswa. Refleksi adalah kegiatan mengkaji dan mempertimbangkan hasil pengamatan sehingga dapat dilakukan revisi terhadap proses belajar mengajar selanjutnya. 4.

Pengalaman secara langsung merupakan alat yang ampuh untuk mengetes suatu kebenaran. “Pertama. seperti yang dikemukakan oleh Guba dan Lincoln sebagai berikut. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi. teknik observasi ini didasarkan atas pengalaman secara langsung. Keempat. . Situasi yang rumit mungkin terjadi jika peneliti ingin memperhatikan beberapa tingkah laku sekaligus. catatan lapangan. teknik observasi memungkinkan melihat mengamati sendiri. Jadi pengamat dapat menjadi alat yang ampuh untuk situasi-situasi yang rumit dan untuk perilaku yang komplek (Moleong. hasil monitoring tindak belajar atau perilaku belajar yang dihasilkan dari tindak mengajar. pengamatan memungkinkan peneliti mencatat peristiwa dalam situasi yang berkaitan dengan pengetahuan proporsional maupun pengetahuan yang langsung diperoleh dari data. 1. Ketiga. dan interview. dan hati-hati terhadap fenomena dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. serta hasil observasi aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis karangan sederhana melalui mendeskripsikan. 2000: 125-126)”.51 penelitian ini bersumber dari interaksi guru dan siswa. Data berupa hasil tes awal menulis siswa. cermat. kemudian mencatat perilaku dan kejadian sebagaimana yang terjadi pada keadaan sebenarnya. siswa dengan siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas II SD Negeri Dayeuhluhur 06 dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif dan pendekatan proses. Teknik observasi memiliki beberapa kelebihan. Teknik Observasi Teknik observasi dalam penelitian ini adalah mengamati secara langsung dengan teliti. 2. teknik pengamatan memungkinkan peneliti mampu memahami situasi-situasi yang rumit. Kedua.

2000: 153). dan keaktifan siswa yang berkaitan dengan permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini. 1. Interview Interview terhadap observasi yang dilakukan peneliti. Model catatan lapangan dalam penelitian ini adalah catatan pengamatan yang dilakukan oleh peneliti dan kepala sekolah.52 2. Menurut Bog dan Biklen (dalam Moleong. Catatan Lapangan Catatan lapangan merupakan alat yang sangat penting dalam penelitian kualitatif. Aspek yang ingin diungkap melalui tanggapan guru kelas II sebagai pengajar bahasa Indonesia adalah sebagai berikut. perhatian. 2. dan keaktifan dalam pembelajaran bahasa Indonesia setelah penelitian ini selesai dilakukan. 1. dialami. dilihat. perhatian. Dimaksudkan mengungkap tanggapan guru sekolah dasar kelas II secara tertulis mengenai motivasi. Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan dalam penelitian tindakan kolaboratif ini berupa: (1) panduan observasi untuk tindak belajar siswa dalam mengikuti . Kesimpulan tentang usaha peningkatan efektivitas pembelajaran bahasa Indonesia dan saran-saran untuk tindak lanjut. dan dipikirkan dalam rangka pengumpulan data dan refleksi terhadap data dalam penelitian kualitatif. catatan lapangan adalah catatan tertulis tentang apa yang didengar. 3. Motivasi.

Guru kelas sebagai kolaborator penelitian dalam memberikan skor untuk menilai keterampilan menulis karangan sederhana mengacu pada pedoman penilaian dari Tompkins yang sudah dimodifikasi (lihat . (c) merevisi. (2) perhatian siswa. (2) panduan observasi pembelajaran menulis dengan menggunakan pendekatan proses. Untuk menjaring data yang berhubungan dengan aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis karangan sederhana dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif dan pendekatan proses. (d) mengedit. peneliti beserta pengamat lainnya menggunakan pedoman observasi pembelajaran menulis karangan sederhana dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif dan pendekatan proses. Dengan menggunakan panduan observasi.53 pembelajaran menulis. peneliti akan mendapatkan informasi atau data tentang: (1) motivasi belajar siswa. peneliti beserta pengamat lainnya menggunakan pedoman observasi tindak belajar. dan (e) saat publikasi. Peneliti mendapatkan informasi atau data tentang bagaimana aktivitas siswa dalam: (a) menentukan: topik. Sedangkan untuk menjaring data yang berhubungan keterampilan menulis menggunakan pedoman penilaian dari Tompkins (1990: 391) yang sudah dimodifikasi untuk disesuaikan dengan tujuan pembelajaran menulis cerita melalui mendeskrisikan gambar tumbuhan dan hewan di kelas II Sekolah Dasar dan kurikulum terkait. dan (3) aktivitas belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis. (b) membuat draf tulisan. Untuk menjaring data yang berhubungan dengan tindak belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis karangan sederhana melalui mendeskripsikan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif dan pendekatan proses. dan (3) panduan penilaian tulisan siswa.

Validasi Data Sebelum data dianalisis. 2000: 178) pada dasarnya penggunaan suatu tim penelitian dapat direalisasikan. . Jumlah skor tertinggi untuk keterampilan menulis dari lima kemampuan yang dinilai sebesar 100 dan jumlah skor terendah 33. 1992). Triangulasi penyidik yaitu dengan jalan memanfaatkan pengamat lainnya untuk keperluan pengecekan kembali derajat kepercayaan data. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan untuk data prestasi belajar menulis cerita melalui mendeskripsikan gambar tumbuhan dan hewan siswa kelas II dianalisis dengan analisis statistik deskriptif dan data kualitatif dianalisis dengan model alur. Pemanfaatan pengamat lainnya membantu mengurangi kemencengan dalam pengumpulan data. penyajian data. Menurut Patton 1987 (dalam Moleong. Triangulasi sumber dalam penelitian ini dicapai dengan jalan membandingkan data hasil pengamatan dengan hasil wawancara dan angket. penarikan kesimpulan/verifikasi (Milles dan Huberman. Teknik ini terdiri dari tiga alur kegiatan yang berlangsung secara bersamaan yaitu reduksi data. 3. Denzin (Moleong. perlu diperiksa kembali keabsahannya. 2. keabsahan data diperiksa dengan triangulasi. 1994: 178) membedakan empat macam triangulasi sebagai teknik pemeriksaan yang memanfaatkan sumber dan penyidik. Untuk mendapatkan derajat kepercayaan yang tinggi.54 lampiran 3). Jadi jumlah rentangan skor nilai adalah antara 33 sampai dengan 100.

Untuk memperjelas teknik analisis data dalam penelitian ini. Hasil reduksi berupa uraian singkat yang telah digolongkan dalam suatu kegiatan tertentu. . diringkas dalam bentuk kategori-kategori sehingga mudah dipahami makna yang terkandung di dalamnya. kemudian diadakan verifikasi untuk memperoleh kesimpulan yang kokoh dengan cara berdiskusi terlebih dahulu dengan para informan. diatur. akan disajikan langkah-langkah analisis data dalam bentuk gambar sebagai berikut : Pengumpulan Data Penyajian Data Reduksi Data Penarikan Kesimpulan/Verifikasi Sumber : Miles dan Huberman (1992: 20) Gambar 3.55 Reduksi data adalah kegiatan pemilihan data. Penarikan kesimpulan dilakukan secara bertahap. yaitu dari kumpulan makna setiap kategori disimpulkan sementara.2 Model analisis interaktif Miles dan Huberman. Penyajian data berupa sekumpulan informasi dalam bentuk teks naratif yang disusun. penyederhanaan data serta transformasi data kasar dari catatan pengamatan.

peneliti bersama dengan kolabolator melakukan penyusunan langkah-langkah pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif dalam bentuk RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) Tematik. Penerapan model pembelajaran kooperatif dilakukan untuk mengatasi masalah-masalah yang dihadapi siswa di dalam kegiatan pembelajaran menulis. 1. kreatif. Penerapan model pembelajaran kooperatif selama kegiatan pembelajaran menulis mengandung mekna bahwa suasana pembelajaran aktif. Hasil Tindakan Tindakan Siklus I Tahap Perencanaan Tindakan Pada siklus pertama. siswa terlatih berpikir kritis. menyenangkan. Rancangan kegiatan pada siklus ini sebagai berikut: 56 . format evaluasi. Selanjutnya. dimulai dengan kegiatan pengenalan mendeskripsikan benda berupa gambar dengan model pembelajaran kooperatif kepada kolaborator. timbul semangat dan ada tantangan. partisipasi siswa dalam pembelajaran lebih besar. Dengan situasi tersebut diharapkan diperoleh hasil yang optimal. alat peraga yang digunakan. memuat skenario. Di dalam RPP. model dan sratategi pembalajaran. gembira dan berbobot (PAKEM Gembrot) sehingga siswa aktif. serta format observasi pembelajaran. efektif. 1.56 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1.

. 2. dan kegiatan siswa selama pembelajaran. revisi. penulisan.kupu.57 1. Pendahuluan Mengenalkan model pembelajaran kooperatif meliputi pengenalan elemen model dan metode. Menguatkan model pembelajaran kooperatif meliputi kemampuan: mengamati. yang didasarkan atas temuan permasalahan pada pembelajaran sebelum tindakan. menerapkan. Langkah-langkah pembelajaran dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif dengan metode struktural. disusun sebagaimana tersebut di bawah ini: 1. Memberi motivasi untuk memusatkan perhatian siswa terhadap pelajaran yang akan diberikan dengan memperlihatkan gambar hewan (kupu. 1. 3. 3. Apersepsi dengan menyanyikan lagu kupu-kupu. mengklasifikasi dan mengkomunikasikan hasil dengan cara learning community. Membimbing kegiatan menulis mendeskripsikan tumbuhan dan hewan melalui gambar berdasarkan tahapan thompkins meliputi: prapenulisan. 2. Menguatkan strategi pendukung pembelajaran dengan fokus tercapai kompetensi pembelajaran mendeskripsikan benda melalui gambar tumbuhan dan hewan dalam menulis cerita. Membuat skenario pembelajaran menulis cerita melalui mendeskripsikan gambar tumbuhan dan hewan dengan model pembelajaran kooperatif. kelinci.). dll. 4. kemampuan yang diharapkan. dan publikasi. pengeditan.

Kemampuan yang diharapkan pada Tindakan Kelas Siklus I Elemen Pembelajaran Kooperatif Mengamati No Kemampuan Menyimak. mengamati. mendengarkan penjelasan guru dan memperhatikan. mendengarkan. dilanjutkan dengan tugas rumah merevisi hasil pekerjaan menulis pada siklus I. menemukan. mengungkapkan dalam bentuk tulisan. 5. Kegiatan Inti Melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar sesuai dengan rencana program pembelajaran yang disusun berdasarkan pada model dan strategi pembelajaran kooperatif. mengklasifikasi. gagasan mendeskripsikan gambar tumbuhan dan hewan tersebut 1 2. Berlatih menemukan ide. menerapkan dan mengkomunikasikan hasil. Berlatih mendeskripsikan benda tersebut dari nama. Mengkomunikasikan 3 Mengkomunikasikan . mempublikasikan hasil. Kegiatan inti berakhir dengan evaluasi pembelajaran. Pembelajaran dengan alat bantu gambar benda dan metode struktural (mencari pasangan). Penutup Memberi penguatan berupa reward bagi yang memperoleh prestasi bagus. sehingga tercipta situasi belajar aktif dan siswa senang memperoleh kemampuan seperti: mengamati.58 4. kehidupan. Kemampuan yang diharapkan dari Tindakan Siklus I pada saat proses pembelajaran menulis mendeskripsikan dapat dilihat pada Tabel 3 di bawah ini: Tabel 3. dll. gagasan gambar benda tersebut Kegiatan siswa Menyimak. bentuk. Bertanya. Menemukan ide.

Kegiatan ini . Persiapan Peneliti bersama kolaborator mempersiapkan pembelajaran berupa aneka gambar benda (hewan). 4 Mengkomunikasikan Berkelompok mencari pasangan 5 Mengkomunikasikan Menulis Untuk lebih jelasnya perencanaan tertuang dalam RPP (lampiran 3). LKS. Menulis cerita melalui mendeskripsi gambar tunhuhan dan hewan tersebut. 6.59 No Elemen Pembelajaran Kooperatif Kemampuan Kegiatan siswa Berlatih menemukan cerita dari mendeskripsi gambar tumbuhan dan hewan tersebut melalui berkelompok mencari pasangan. Pelaksanaan Tindakan Pertemuan Pertama (2x35 menit) 1. solasi. 7. (3) aktivitas siwa lebih banyak dibanding sebelum dilaksanakan tindakan. mempersiapkan data pendukung lainnya seperti: paku jamur. Indikator Keberhasilan Tindakan Siklus I Indikator keberhasilan pada tindakan ini adalah: (1) siswa akitif dan senang. kartu kalimat. lembar observasi pembelajaran dan instrumen pembelajaran lainnya. (4) siswa mampu menemukan ide gagasan cerita dengan mendeskripsikan bambar tumbuhan dan hewan lebih dari 75%. (2) motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran meningkat.

Di bawah ini beberapa contoh media pembelajaran gambar (hewan) pada tindakan siklus I tahap I: Kupu-kupu Kelinci Media Gambar Benda (Hewan) 2.60 dimaksudkan agar tidak terjadi kendala pada saat pelaksanaan tindakan kelas. Selanjutnya guru . Kegiatan Awal Guru memasuki ruang kelas II. memberi salam dan siswa menjawab dengan serempak. Pada saat itu dari jumlah 30 anak hadir semua. kemudian menanyakan kehadiran siswa.

kemana engkau terbang. ia bercerita dari segi keindahan kupu-kupu. bunga-bunga yang indah. Kemudian guru mencoba untuk menanyakan senang tidaknya pada kupu-kupu. Kalian ternyata penyayang hewan. hilir mudik mencari. Guru mencoba menyuruh siswa bercerita tentang kupu-kupu. yaitu: “ Aku senang sekali jenis hewan kupu-kupu. “Wah. warna sayapnya indah berwarna-warni. . guru mengajak siswa bernyanyi tentang kupu-kupu. ia terbang mencari makan dengan mengisap madu pada bunga-bunga yang indah dan harum. berayun-ayun pada tangkai yang lemah. kompetensi dasar serta tujuan pembelajaran yang akan dicapai. tidakkah sayapmu merasa lelah”. Halaman rumahku menjadi terasa indah jika hadir kupu-kupu yang akan mengisap madu pada bunga-bunga kesayanganku. Dipanggil nama Melinda. kemudian menempel gambar kupu-kupu. dan senang kepada hewan. petikan lagu tersebut adalah sebagai berikut: ”Kupu-kupu yang lucu. Untuk membangkitkan minat siswa. bagus sekali cerita kalian. Jika kalian menceritakan hewan tersebut dari segi bentuknya. 3. aku senang kepadamu”. Guru bersama siswa bertepuk tangan atas keberanian siswa yang bernyanyi dan bercerita dari gambar hewan tersebut. Oh kupu-kupu. Kegiatan Inti Guru menunjuk siswa untuk menyanyikan lagu kupu-kupu. materi menulis (mendeskripsikan).61 memberikan informasi materi pembelajaran yakni pelajaran bahasa Indonesia. Siswa tersebut adalah Santi.

dari nama. Siswa menyimak penjelasan guru. selanjutnya guru menempel gambar kelinci di papan tulis dan membagikan gambar kelinci tersebut kepada siswa. bahwa gambar tersebut harus diberi identitas. Perhatian siswa sudah menampakan kesiapan. pelajaran hari ini akan menulis cerita melalui mendeskripsikan gambar benda. (Siswa yang lain tertawa). kandangnya di dapur. begitu bu guru”. sekarang kita akan menyebutkan identitas dari kelinci tersebut. tentu kalian akan mampu bercerita lebih panjang. Baiklah anak-anak. makanan. Firdaus: “Bu guru-bu guru. Dengan bimbingan guru. bentuk. Siswa : “Gambar Kelinci” Guru : “Ya. ternyata Firdaus). siswa menemukan identitas dari gambar tersebut. Simak baik-baik. Beberapa siswa serempak memberi jawaban). ada lima. Guru : “Oh. perhatiakan ke depan. Firdaus punya kelinci. suaranya rame duit-duit. lihat yang ditempel ibu di papan tulis! Gambar apakah itu?” (Sambil menunjuk gambar tersebut dengan penggaris panjang. Di bawah ini dialog guru dalam pembelajaran: Guru : “Anak-anak. benar!” (Tiba-tiba ada anak yang nyeletuk ngomong. dll. kehidupan. coba kita bersama-sama sebutkan!” . ya! Nah. baguslah jadi sudah tahu bagaimana identitas kelinci tersebut.62 makanannya. Guru menyampaikan penjelasan. ya”. kehidupannya. saya juga punya kelinci di rumah.

daun-daunan dan rumput”. hidungnya berkumis. mari kita coba!”. berdasarkan data yang telah disebutkan. bu. bentuk telinganya. sehingga membentuk satu kelompok dengan satu nama hewan. Guru membimbing siswa yang masih belum lancar membacanya. makanannya wortel.63 Siswa : “Ya. (Guru bersama kolaborator membagikan kertas pada setiap siswa. benar. cara berjalannya. Siswa : “Matanya dua. . Guru : “Perhatikan anak-anak. kalian akan dibagi kertas satu anak satu kertas yang masih digulung rapih. (Guru memantapkan menemukan identitas hewan tersebut melalui suatu permainan yaitu model pembelajaran kooperatif metode struktural dengan strategi permainan mencari pasangan). bagus! Apalagi yang belum disebutkan coba dari kelinci tersebut?”. nama gambar itu kelinci”. benar. telinganya panjang. mari kita belajar untuk menemukan nama hewan tersebut”. apa isi kalimatnya. dari namanya. makanannya. jumlah kakinya empat. Nanti kalian buka kertas tersebut. Ya. jumlah kakinya. ekornya pendek”. cara berjalannya melompat-lompat. Guru : “Baiklah anak-anak. Guru :”Ya. Siswa : “Warna bulunya putih. jumlah kakinya. sampai ekornya pendek. kita sebutkan semuanya ya!”. Warna bulunya. warna bulunya. Guru : “Ya. kemudian kalian mencari pasangan yang sesuai dengan kalimat tersebut.

Guru : “Anak-anak. sudah bu!”. (Siswa asyik menulis certia tersebut sesuai urutan pada kertas yang sudah dipasangkan pada kelompok tersebut). (Kemudian guru membimbing siwa yang belum menemukan pasangan kelompok. ia sangat lucu”. benar kelompok kalian berpasangan yang tepat. Setelah semua siswa bepasangan. Siswa : “Ini bu. Siswa : “Saya bu yang bacanya!”. coba baca jadikan satu cerita”. Guru : “Iya bagus. dengan baik dan benar!”. kemudian tulis cerita hewan tersebut pada buku tulismu. ia hidup dipelihara di kandang. Guru :”Ya. silakan kalian duduk secara berkelompok. telinganya dua panjang dan runcing.64 Anak-anak bersemangat mencari pasangan sambil membaca kalimat yang tertulis di kertasnya). kakinya empat jika berjalan meloncat-loncat. . suaranya cit-cit-cit. karena sudah membentuk sebuah cerita tentang Kelinci”. Guru : “Iya bagus sekali. Guru : “Kelompok mana yang sudah terbentuk?”. ia suka memakan wortel dan rumput. siswa disuruh duduk berkelompok kemudian menulis cerita tersebut pada buku tulis masing-masing). bulunya putih halus. silakan!” Siswa : “Namanya Kelinci.

bu!”. dari mencari pasangan menjadi kegiatan mandiri. Siswa : ”Sudah. Langkah selanjutnya guru meminta siswa untuk melakukan revisi dan menulis kembali pekerjaannya. Tahap ini berarti guru sudah melakukan kegiatan pembelajaran kooperatif. Kegiatan ini sebagai kegiatan revisi. kalian boleh kembali duduk di bangku masing-masing!”. Satu persatu kelompok pasangan membacakan hasil pekerjaannya.65 Guru : ”Sudah anak-anak?”. Kelompok berpasangan diminta salah seorang untuk membacakan cerita dari hasil mencari pasangan). Siswa diingatkan untuk memeriksa kembali hasil pekerjaannya dengan cermat. Guru meminta siswa untuk membacakan hasil pekerjaannya di depan kelas. Setelah selesai semua mendapat giliran. Selanjutnya. Guru memonitor. khususnya berkaitan dengan tata cara penulisannya. (Siswa serempak kembali ke posisi tempat duduk masing-masing). penggunaan ejaan dan tanda baca. Apabila menemukan kekeliruan dianjurkan untuk memperbaiki. Guru : ”Periksa terlebih dahulu pekerjaanmu!” (Guru memberikan waktu pada kelompok pasangan untuk memeriksa kembali pekerjaannya. Guru : ”Baiklah anak-anak. guru memberikan ulasan atas hasil kerja siswa. diserahkan kepada guru untuk . sesekali memberikan bimbingan kepada siswa yang menemukan kesulitan.

Siswa kelas II bergegas berbaris. Ketua kelas menyiapkan untuk mulai berdoa.66 mendapat nilai. Dalam pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan pada hari Selasa. alat bantu pelajaran.) memasuki ruang kelas II. Pertemuan Kedua (2x35 menit) Lonceng berbunyi tepat pukul 10. dan satu persatu anak-anak dipersilakan masuk ruangan dan langsung duduk dengan tertib di bangku masing-masing. Para siswa terlihat mengambil buku dan alat tulis. Guru menutup pembelajaran dengan mengucap salam yang dijawab oleh siswa dengan serempak. RPP. Pada tahap selanjutnya guru meminta siswa untuk memajang hasil pekerjaanya pada papan pajangan kelas. Peneliti bersama kolaborator membawa perlengkapan mengajar seperti: daftar kelas. selanjutnya berdiri di depan kelas. 19 Januari 2011. A. ketua kelas menyiapkan barisan. guru memberi informasi dan mengkaji siswa untuk merefleksi terhadap hasil pasangannya. memeriksa kuku. Guru meletakan perlengkapan mengajar di meja.00 tanda waktu masuk untuk siswa kelas II. namun ada juga yang masih berjalan-jalan ke bangku temannya. Setelah selesai semua mendapat nilai. Sedangkan kolaborator duduk di samping kanan ruang kelas . Meskipun demikian suasana cukup tenang. siswa berdoa bersama. buku nilai. serta perlengkapan pendukung pembelajaran lainnya. pertama-tama guru sekaligus sebagai peneliti (Esih Garningsih) di dampingi kolaborator (Oyo Sunarya. instrumen observasi.Ma.

dari 30 siswa ternyata masuk semua. 3) mengidentifikasi gambar. Guru memberikan pujian “Bagus... Setelah gambar di pasang. Ih. 2) memberi judul. Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam yang dijawab dengan serempak. takut. Bu. Guru : ”Anak-anak. Semua siswa memperhatikan. 4) menceritakan atau menulis cerita. Dan memperlihatkan gambar hewan lewat CD. Langkah selanjutnya. dan perhatikan gambar yang akan diputar bu guru! Gambar apa ini?” Siswa : “Gambar Harimau. kalian rajin semua.67 sambil membawa alat tulis dan instrumen pengamatan. Guru memasang alat peraga berupa gambar binatang. Guru memberikan pengertian deskripsi secara pengertian sederhana sesuai dengan daya simak anak kelas II. Cara mendeskripsikan gambar tersebut dimulai dengan: 1) mengamati gambar. . pada hari ini ibu akan meneruskan pelajaran menulis cerita dengan menceritakan gambar atau mendeskripsiskan”. guru mengadakan absensi. Berikut ini kutipan dialog selanjutnya. Anak-anak. Bu!”. perhatikan baik-baik gambar di papan tulis. guru melanjutkan pembelajaran.

binatang buas. Betul. di Jogya dan banyak lagi di daerah lain” Guru : ”Coba perhatikan gambar Harimau ini. kakinya. Guru : ”Iya. bulunya. kukunya. beri tepuk tangan!” . waktu saya piknik TK”. Coba siapa yang bisa menceritakan bulunya?” Siswa : ”Saya bu! (Fajar mulai menceritakan bulu Harimau). Harimau selain hidup di hutan belantara. beri tepuk tangan!” (Siswa serempak bertepuk tangan). (sebagian siswa serempak sudah melihat waktu piknik TK). binatang ini mempunyai bulu yang indah yaitu loreng. kelihatannya bulunya sangat halus”. Guru : ”Siapa yang berani menceritakan giginya?” Siswa : ”Saya bu!” (Siti mulai menceritaka gigi Harimau) Siti : “Harimau binatang buas. Guru :”Iya bagus.68 Guru : ”Siapa yang sudah pernah melihat Harimau. semua dapat kalian ceritakan. Fajar : “Harimau. harimau mempunyai gigi yang tajam. giginya untuk menerkan mangsa”. giginya. juga dipelihara di Kebun Binatang. ada yang sudah?” Siswa : ”Sudah Bu. bagus. Guru : ”Iya. seperti di Bandung. di Kebun Binatang Bandung. matanya.

bu!” Siswa mulai menulis cerita dengan memperhatikan gambar Harimau. sudah menerima lembar gambar semuanya?” Siswa : ”Sudah. kalian menceritakan gambar Harimau. namun masih ada sebagian yang terganggu pemahaman menulis ceritanya karena kesulitan menulis dengan huruf tegak bersambung. paham?” Siswa : ”Iya. Guru terus membimbing sampai siswa semua selesai menulis cerita binatang (Harimau). pada lembar kertas tersebut. bu!” Guru : ”Ya. Setelah selesai guru menjelaskan lembar gambar yang dibagikan tersebut). kalian sekarang akan menulis cerita dengan memperhatikan gambar Harimau ini. bu!” (Guru bersama kolaborator membagikan lembar gambar yang akan dikerjakan oleh siswa untuk menulis dan mendeskripsika gambar. Guru : ”Anak-anak. ya!” Siswa : ”Iya. dengan tulisannya tegak bersambung. Jangan lupa tulisannya tegak bersambung.69 (Siswa serempak bertepuk tangan). Siswa aktif menulis. Bu!” . Guru bersama kolaborator berkeliling membimbing siswa yang masih merasa kesulitan. Guru : ”Baiklah anak-anak. Guru : ”Sudah anak-anak?” Siswa : ”Sudah.

Bu!” (Nadia mengacungkan tangan sambil berlari ke depan mendekati guru). Aku pernah melihat harimau di kebun Binatang Bandung waktu piknik TK. Siswa : ”Saya. Kakinya empat dapat berlari dan melompat sangat kencang. Aku sangat takut mendengarnya”. giginya tajam buas suka menerkam hewan untuk dimakan. Sekarang ibu minta siapa yang berani membacakan ceritanya di depan kelas? Ayo. Coba siapa lagi yang berani membacakan ceritanya di depan?”. Nadia akan membaca ceritanya. bu!”. perhatikan anak-anak. Giginya tajam suka menerkam mangsa untuk dimakan.” Nadia : “Harimau. (Dandi maju ke depan kelas dan mulai membacakan ceritanya). Kukunya sangat runcing untuk merobek-robek mangsa. Harimau adalah hewan buas yang hidup di hutan belantara. Kukunya runcing. Guru : ”Iya. beri tepuk tangan! Sangat bagus ceritanya.70 Guru : ”Baiklah. Harimau bulunya belang. sudah mengarah pada gambar tersebut. kalau sudah semua. Bulu Harimau loreng dan halus. Suaranya mengaum. mata harimau dua bersinar terang. . Suaranya mengaum sangat keras. Dandi : “Harimau. Hewan yang mendengar sangat ketakutan”. Guru : ”Iya. siapa?” Siswa : ”Saya.

satu orang menjadi harimau untuk kerkirim salam dengan suara Harimau menuju kelompok lain. Paham?” Siswa : ”Paham. mampu menceritakan gambar yang dibagikan oleh ibu”. Guru :”Baiklah anak-anak. kalian berkelompok 5 orang. bagus juga ceritanya. mari kita mulai!” Guru membagikan gambar tersebut kepada lima anak tiap kelompok. yaitu dengan berkirim salam dan soal”. Yang didatangi atau tuan rumah bercerita tentang deskripsi Harimau sesuai yang ditunjuk panah tersebut misalnya giginya. jadi salah seorang kelompok tersebut menceritakan giginya. Kemudian menunjukan gambar yang sudah ada tanda panahnya. untuk memantapkan cerita tentang Harimau tadi. Guru menerapkan model pembelajaran kooperatif untuk memantapkan pembelajaran menulis agar lebih terampil. termotivasi. Guru memantau sambil memperhatikan keaktifan siswa tersebut. menambah . Beri tepuk tangan yang meriah! Iya kalian sudah hampir bagus semua. Siswa : ”Asyik.71 Guru : ”Iya. kalian akan bermain cerita. bu!” Guru : ”Iya nanti semua kebagian kirim salam atau terima soal. bu!” Guru : ”Ya. bu! Saya. Begini caranya.

(regu Dian). (Siswa mengumpulkan hasil pekerjaannya. bersorak hoooreee!”. Guru : “Baiklah anak-anak kalian duduk kembali kebangku masingmasing! Sekarang lihat lagi tulisanmu tentang Harimau yang telah ditulis tadi. kalau sudah pas kumpulkan ke depan di meja bu guru”. Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh”. Guru : ”Nah. anak-anak pelajaran menulis cerita dari gambar hewan yaitu Harimau telah selesai. kelompok Dian yang paling duluan selesai menceritakan setiap tamu yang datang. tulisannya akan dipajang pada papan pajangan pada pertemuan berikut.72 keterampilan bercerita melalui gambar. Guru : ”Iya. Baca kembali tulisannya. Ya. Siswa : ”Hooooreeee!!!”. Jadi juaranya Kelompok Dian. ibu akhiri pertemuan ini. menampilkan keberanian siswa mengungkapkan imajinasinya. Ayo. beri tepuk tangan! Kita rayakan kemenangan kelompok Dian. Guru menyusunnya dengan rapih untuk diberikan penilaian). (Siswa menjawab dengan serempak). Siswa : “Waalaikumsalam Warohmatullohi Wabarokatuh”. Hasil pekerjaan kalian akan ibu nilai dan yang paling bagus ceritanya. .

bertujuan agar siswa mengetahui apa .73 4. Ketika guru memberi pujian. Perhatian siswa terpusat pada pembelajaran. ternyata dari 30 siswa hadir semua. para siswa nampak bersemangat. Hasil Implementasi Tindakan Siklus I Dari pengamatan dan observasi tindakan siklus I tergambar pada catatan lapangan dari proses pembelajaran menulis pada hari Selasa. Pembelajaran inti menulis (mendeskripsikan) gambar dimulai. 19 Januri 2010 sebagai berikut: Kondisi kelas nampak tertib. guru mampu merubah perhatian siswa menjadi terpusat dan termotivasi. Tanggapan guru terhadap keadaan ini adalah merasa bangga dan memberi sanjungan dengan mengatakan “Kalian bagus rajin-rajin. Guru menyebutkan materi pelajaran. Salah seorang disuruh menyanyikan lagu tersebut di depan kelas. kompetensi dasar. pera siswa menjawab serempak. para siswa duduk di bangku masing-masing dengan tertib. Kegiatan ini merupakan pemanasan. Selajutnya guru menanyakan kehadiran siswa. Siswa mengikuti menyanyikan lagu kupu-kupu tersebut. dan tujuan pembelajaran di awal pembelajaran. Guru memberi contoh menyanyikan lagu kupu-kupu. semoga kalian menjadi anak yang pintar”. Tepuk tangan anakanak!”. Guru melakukan apersepsi dengan bernyanyi lagu kupu-kupu. Guru memulai pembelajaran dengan mengucap salam. rapih. Siswa yang lain bertepuk tangan memberi semangat gembira pada temannya. “Bagus sekali suaramu.

Siswa yang berani maju bernyanyi di depan kelas yaitu Melinda. Selanjutnya. Temuan Data Tindakan guru memberikan apersepsi. guru mengambil media pembelajaran yaitu gambar hewan kupu-kupu dan memasang di papan tulis. Pembelajaran oleh guru 1. dan siswa yang berani menceritakan gambar kupu-kupu tersebut adalah Santi. Hal tersebut perlu dilakukan untuk menarik simpati siswa terhadap pembelajaran dan melatih keberanian bernyanyi di depan kelas. Nyanyian tersebut nantinya akan memdasari kalimatkalimat untuk mampu mendeskripsikan gambar kupu-kupu tersebut. Siswa bercerita dengan bahasa dan kalimat yang terpatahpatah dan tidak lancar. dan memberikan stimulan berupa pujian merupakan upaya membangkitkan semangat dan motivasi siswa terhadap pembelajaran menulis. . (001/Ob//G) Pada tindakan di atas terdapat kendala komunikasi antara siswa dan guru. Refleksi Siklus I Keseluruhan 1. Guru membutuhkan waktu cukup lama berkisar 5 menit untuk meminta siswa menceritakan/mendeskripsikan gambar tersebut reaksi siswa lambat.74 materi. 5. tujuan pembelajaran. Informasi ini merupakan implementasi dari pengembangan pembelajaran model kooperatif yakni kemampuan mengkomunikasikan. meminta siswa menyanyikan lagu kupu-kupu sesuai dengan gambar yang akan dideskripsikan.

Guru menyuruh siswa mencari pasangan setelah siswa dibagi kertas yang bertuliskan kalimat (metode kooperatif strategi pasangan). Siswa kreatif menyusun kalimat demi kalimat sesama anggota teman yang sudah membentuk pasangan.dan mengkomunikasikan. berkumpul mencari Permainan ini melatih siswa bekerja sama.75 Guru melatih siswa mendeskripsikan gambar tersebut yang dimulai dari mengidentifikasi gambar tersebut. Setelah semua kelompok melaporkan hasilnya. makanan dengan metode tanya jawab dengan peraga gambar hewan yang dipasang di papan tulis. Proses pembelajaran menulis mendeskripsikan yang dimulai dari mengidentifikasi gambar tersebut dari segi bentuk. beberapa siswa menanyakan diantaranya Firdaus. Pada fase ini belum berjalan secara maksimal. kehidupan dan makanan dengan model permainan mencari pasangan kemudian secara berkelompok menulis menyusun kalimat tersebut dan menulisnya pada lembar kerja yang telah disediakan oleh guruh hasilnya langsung diberi nilai pada lembar kerja tersebut. (003/Ob/G). dari segi bentuk. bertoleransi. Selanjutnya. Guru memberi jawaban sesuai dengan pertanyaan siswa dengan jelas. guru . dan Fajar. memberi kesempatan tanya jawab. Hal ini melatih menyusun kalimat.(004/Ob/G). kehidupan. Dalam permainan ini masih terdapat kendala bagi siswa yang masih belum lancar membaca menjadi lambat mencari pasangan . dan menambah keceriaan tidak merasa jenuh dan membosankan.

guru memonitor meanamkan pendekatan proses untuk meminimalkan kekeliruan siswa dalam mengerjakan tugas. Pada saat siswa mengerjakan. Hal ini dikarenakan komunikasi guru dalam pembelajaran yang belum maksimal. Analisis Data Proses kegiatan pembelajaran dari pembukaan sampai penutup sudah sesuai dengan rencana. Pada langkah memonitor ditindak lanjuti dengan bimbingan kepada siswa yang ditemui mendapat kekeliruan (006/Ob/G) 2. . tetapi masih ada beberapa kendala. Kendala yang dimulai sebagai mana uraian di atas adalah: 1. Faktor penyebab komunikasi pembelajaran yang belum untuk membacakan deskripsi gambar tersebut. dan menyuruh siswa mengerjakan secara mandiri.76 membimbing siswa menyimpulkan dengan menugaskan salah satu siswa bernama Nadia (004/Ob/G) Tindakan selanjutnya guru menyuruh siswa kembali keposisi semula dan Memberikan gambar bunga Mawar untuk dideskripsikan. Guru perlu memaksimalkan volume suara. gerak tubuh dan mimik yang mampu menolong siswa untuk melakukan tanggapan. maksimal adalah komunikasi yang dibangun belum mamasuki dunia siswa sehingga siswa tidak merespon kalimat-kalimat yang diproduksi guru. Motivasi dan reaksi siswa dalam melaksanakan perintah guru untuk bernyanyi dan bercerita tentang kupu-kupu belum dijawab dengan cepat.

2) guru harus memberi petunjuk dengan jelas agar kegiatan yang diinginkan berjalan lancar. Kejadian ini khususnya pada saat berlangsung berkelompok pasangan dalam menyususn kalimat. Temuan Data Para siswa terlihat mengambil buku dan alat tulis. Belum semua siswa memperhatikan sehingga ada yang berbicara sendiri. 3) perhatian guru terhadap siswa lebih ditingkatkan lagi.77 2. . Hal ini dikarenakan petunjuk guru belum lengkap dan jelas. 3. 4. sehingga menarik perhatian siswa yang lain bereaksi tertawa serempak. ada yang bercanda dengan teman sebangkunya. Meskipun demikian suasana cukup tenang ketika guru memasuki ruangan (002/Ob/S). Siswa dalam Pembelajaran 1. Reaksi siswa dalam mencari pasangan dan membentuk satu kelompok masih ada yang kebingungan mencari pasangan. Dalam hal ini guru perlu merefleksi kata-kata petunjuk yang lebih jelas. namun ada yang masih bejalan-jalan ke bangku temannya. Siswa bernyanyi dan bercerita tentang kupu-kupu dan saat bercerita tentang kelinci. dan perhatian terhadap siswa menyeluruh. Hal ini karena guru belum memperhatikan secara menyeluruh. Berdasarkan tiga hal di atas guru berupaya: 1) membangun jembatan komunikasi untuk memasuki dunia siswa agar lebih kontak. ada yang berkesan menirukan suara kelinci.

Ada siswa yang sudah lancar ada juga yang masih kebingungan apa yang harus dikerjakan. (004/Ob/S). Kemudian menyusun kalimat deskripsi gambar tersebut ditulis dalam lembar tugas dengan tulisan tegak bersambung.66 %.78 (003/Ob/S) (para siswa mendeskripsikan gambar tersebut belum lancar masih terpatah-patah). Siswa berpasangan berkumpul membentuk kelompok. Peningkatan terjadi pada seluruh aspek menulis mendeskripsikan gambar hewan. Selanjutnya guru meminta siswa yang sudah mendapat pasangan berkumpul menyusun kalimat tersebut menjadi deskripsi gambar tersebut. Siswa mencari pasangan berkumpul berkelompok. (005/Ob/S) Siswa membacakan susunan kalimat deskripsi hasil berpasangannya di depan kelas perwakilan kelompoknya. Adapun kemampuan tiap aspeknya sebagai berikut: . Siswa yang pertama maju adalah Dandi dari kelompok pasangan kelinci. Terjadi kendala bagi siswa yang masih belum lancar membaca untuk mencari pasangan berkelompok. Siswa yang lain memperhatikan deskripsi dari kelompok tersebut (006/Ob/S) Prestasi siswa dalam tindakan siklus I mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil analisis evaluasi dari sejumlah 30 siswa ratarata hasil kerja pada pembelajaran menulis mendeskripsikan gambar hewan memcapai ketuntasan belajar 20 siswa atau 66.

79 1. .7% atau 20 siswa tuntas.0. 2. dengan nilai rata-rata 66.7% atau 26 siswa tuntas belajar. Analisis Data Berdasarkan obsevasi terhadap pembelajaran tentang aktifitas siswa dalam pembelajaran tidakan pada siklus I: 1.3%. hasil rata-rata 69.6 masih di bawah KKM. 3.7% atau 14 siswa tuntas. Adapun ketuntasan belajar baru mencapai 28 siswa atau 93. Kompetensi kata dalam kalimat. Guru harus memperbanyak latihan dan memberi motivasi agar keberanian siswa bisa tumbuh. 2. nilai rata-rata 69. Siswa bercerita dengan kalimat terpatah-patah.0 % atau 24 siswa tuntas. rata-rata kelas mencapai 69.0 ketuntasan mencapai 83. 5. dengan ketuntasan 46. dikarenakan siswa belum terbiasa mengemukakan pendapat di depan kelas. 4. Penentuan judul dengan isi hasil rata-rata 74. Siswa siap menerima pembelajaran. 7.3 dengan ketuntasan belajar mencapai 86.3% atau dari 25 siswa tuntas. 6.0 dengan ketuntasan 66. Kompetensi isi deskripsi keseluruhan. Kompetensi tulisan tegak bersambung rata-rata kelas mencapai 70. Kompetensi Ketepatan Penggunaan Ejaan dan Tanda Baca. Kompetensi Ketetapan penggunaan pilihan kata (Diksi).6 dengan ketuntasan belajar mencapai 80.

butir (4) keruntutan kata dalam kalimat. (001/Ob/MT). Setelah itu. 4. makanannya dan kehidupannya. dan keruntutan kalimat.80 3. sebagai awal langkah untuk mendeskripsikan. 5. kehidupan. Materi Pelajaran 1. jenis makanan. pada aspek penilaian butir (2) penerapan ejaan dan tanda baca. Siswa selanjutnya menyebutkan anggota badan. sehingga aspek tersebut dapat ditingkatkan hasilnya. Adapun materi pembelajaran siklus I sebagai berikut: . Siswa saat mencari pasangan nampak kebingungan. hasil belum mencapai KKM yang disyaratkan sehingga perlu memperbanyak latihan-latihan terhadap siswa dan memberikan penjelasan tentang penggunaan ejaan dan tata tulis. Gambar diamati dan diidentifikasi. dikarenakan petunjuk guru yang belum jelas. bentuknya. siswa menceritakan dalam bentuk mendeskripsikan gambar tersebut sehingga menjadi cerita yang padu. Masih ada sebagian siswa kurang aktif hal ini terjadi karena perhatian guru belum menyeluruh kesemua kelompok. Berdasarkan analisis hasil evaluasi tes siswa dalam menulis mendeskripsikan gambar. Guru disarankan memberi petunjuk lebih jelas lagi. siswa diminta menentukan bentuk. Temuan Data Materi yang disampaikan guru dalam siklus ini adalah menulis dengan aspek mendeskripsikan berdasarkan pengamatan gambar.

2) mendeskripsikan. Suaranya 2. 4) bercerita sesuai pengamatan. Langkah berikutnya. Bahan Kajian Menulis Mendeskripsikan (a). Kehidupannya 7. kalian mengembangkan kata hasil identifikasi dalam kalimat yang runtut. jadi berdasarkan identifikasi di atas terdapat sedikitnya tujuh kalimat. Gambaran tersebut disusun sehingga membentuk sebuah cerita yang runtut dan padu. Bulunya 5. Kemudian menyusun manjadi kalimat yang runtut. Cara menceritakan gambar bisa dengan: 1) menjawab pertanyaan. Kukunya 4. Mendeskripsikan adalah menceritakan hal-hal yang tampak pada gambar tersebut. 3) menganalisis objek. Langkah awal yaitu menidentifikasi dulu gambar tersebut.81 1. Identifikasi gambar hewan (Harimau) 1. Mendeskripsikan berdasarkan gambar . Giginya 3. . kemudian disusun menjadi cerita yang padu. Kakilnya 6. Makanannya. Ketujuh hasil identifikasi tersebut di atas mewakili jumlah kalimat dalam cerita tersebut.

Kemudian berilah judul sesuai dengan gambar tersebut. Suara harimau mengaung . 2. Contoh hasil deskripsi dari identifikasi gambar sampai menyusun kalimat dan membentuk sebuah cerita yang runtut dan padu. Harimau hidup di hutan belantara 7. 1. Jangan lupa menggunakan kata sambung. Kuku harimau sangat tajam 4. maka kalian menyusun kata-kata tersebut menjadi kalimat terlebih dahulu. Walaupaun judul merupakan tahapan akhir namun penulisan judul paling . Gigi harimau runcing 3. Bulunya loreng dan halus 5. (b). Kata-kata hasil identifikasi gambar dibuat kalimat secara runtut. Makanannya memangsa hewan. Kakinya kuat dapat berlari dan melompat cepat 6. Tulisanya tegak besambung. Kegiatan ini dimaksudkan agar cerita yang ditulisnya tidak loncat- loncat. Dalam hal ini yang tepat adalah menggunakan cara. Hasil mendeskripsikan gambar secara tulis dengan kalimat yang baik.82 5) memparafrasekan. Supaya cerita runtut dan padu. perhatikan contoh di atas. mendeskripsikan gambar dan menganalisis gambar. Merangkai kalimat menjadi cerita yang runtut dan padu. Jika dirasa sudah runtut tulislah dengan tata tulis dan ejaan yang benar.

ditulis di tengah dengan tata tulis yang benar. Materi sudah sesuai dengan tingkat kemampuan siswa 2. Metode Pembelajaran 1. 3. 3. Dari paparan materi di atas didapatkan temuan bahwa: 1. Guru telah menjelaskan disertai contoh-contoh cukup jelas. kelinci.83 atas. Temuan Data Sesuai kemampuan dengan pembahasan yang dikembangkan bahwa menulis cerita melalui mendeskripsikan gambar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif dengan srtategi mencari pasangan dan berkirim salam dan soal. Materi pokok membahas mendeskripsikan dengan media gambar hewan. dan harimau. Berdasarkan rencana bahwa permainan yang diharapkan muncul dalam pembelajaran siklus I meliputi permainan mengamati. Materi sudah ada relevansi dengan dunia siswa. yaitu mengenali hewan sepeti kupu-kupu. 2. sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai. Judul ditulis dibagian atas (kepala karangan). Analisis Data Dari hasil observasi terhadap materi ajar didapat data: guru telah melaksanakan sesuai dengan rencana. Bahan ajar yang disampaikan sudah ada kesesuaian dengan dunia anak. maka implementasi pembelajaran harus menerapkan permainan. Materi disampaikan dengan urut sesuai rencana pembelajaran. dan .

Setelah berpasangan membentuk kelompok siswa membacakan kalimat-kalimat tersebut dan yang sudah benar diberi oplos tepuk tangan. 3) menemukan. 2. Membentuk kelompok dari permainan dengan cara siswa yang sudah menerima kertas yang bertuliskan kalimat deskripsi mencari pasangan sehingga membentuk kelompok yang berisikan cerita deskripsi dari gambar yang diperolehnya. kemampuan yang diharapkan muncul. Adapun tindakan yang dilakukan meliputi: 1. 4) observasi harapan tersebut telah diwujudkan. Selanjutnya siswa duduk pasangan satu kelompok untuk menuliskan . 3. Mengkomunikasikan hasil siswa. lewat permainan mencari pasangan berkelompok secara lisan dan tertulis. 4. unsurunsur sudah diimplementasikan melalui permainan berpasangan sehingga membentuk kelompok pasangan meliputi. Mengamati gambar mengidentifikasi dan mendeskripsikan.84 mengkomunikasikan hasil. 1) mengamati. Dari hasil Untuk mencapai tujuan pembelajaran guru sudah berupaya menggunakan melakukan tindakan sehingga siswa dapat memperoleh kemampuan yang cepat dalam menulis cerita gambar dengan model permainan. Menganalisis gambar untuk dapat menuliskan kalimat-kalimat yang sesuai gambar. Kegiatan ini dapat diwujudkan dengan cara belajar siswa aktif. 2) mengkomunikasikan. menganalisis.

4 point. Penerapan model pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan keaktifan siswa. dapat disimpulkan bahwa kompetensi para siswa dalam hai ini banyak mengalami peningkatan. Kelompok siswa yang masih kebingungan measi gaduh. metode ini mampu meningkatkan gairah siswa dalam proses pembelajaran sehingga kemampuan siswa dalam menulis melalui mendeskripsikan meningkat.3. . yaitu: 1) beberapa siswa kebingungan dalam mencari pasangan dan saat berkirim soal. Hasil kompetensi rata-rata kelas 68. Dengan demikian. Dari penerapan model pembelajaran kooperatif strategi mencari pasangan. motivasi siswa dalam belajar dan dapat mengubah sikap dari kurang senang menjadi senang. sebelum tindakan baru mencapai 57. setelah mendapat petunjuk dari guru akhirnya kegiatan dapat berjalan dengan tertib. disarankan guru memberi petunjuk sebelum dimulai permainan. namun sudah ada peningkatan.85 cerita tersebut pada lembar kerja dengan tulisan tegak bersambung. Analisis Data Dalam proses pembelajaran dengan menerapka model pembelajaran kooperatif strategi permainan berkirim salam dan soal dan mencari pasangan memang sudah ditrapkan sesuai rencana.9 Ada peningkatan 10. 2) belum semua siswa memahami. 5. (Perhatikan lampiran transkrip pembelajaran dan lampiran wawancara halaman). Namun masih ada kendala.

Penggunaan kata depan dan kata penghubung umumnya sudah benar pemakaiannya. Sebelumnya nilai rata-rata kompetensi ini 56. 7. pada kompetensi ini data deskripsi siswa menunjukkan bahwa kata-kata pokok yang terwujud dalam tiap kalimat tampak jelas sesuai dengan judul. Kompetensi Ketepatan Penggunaan Pilihan Kata (Diksi) Kompetensi ketepatan penggunaan kata dalam kalimat secara umum meningkat. Kepaduan tulisan dalam cerita secara umum tampak baik.7 point. Dengan demikian.0. Makna gramatikal kata yang muncul dalam kalimat secara umum baik. Dengan .1 point. Sebelum tindakan baru mencapai 58.0.3 sedangkan pada siklus ini mencapai 70. tetapi pada siklus ini meningkat menjadi 69. Isi cerita dalam tiap kalimat sudah sesuai. baik kata secara umum.86 6. meningkat 12. Secara umum dari hasil yang tampak. hubungan makna antar kalimat semakin kohesif.9. kompetensi pengembangan kata menjadi kalimat dalam cerita sudah cukup baik. Hasil keruntutan dan kepaduan kalimat dalam cerita tersebut mengalami peningkatan. kata depan dan kata penghubung secara umum kualitas kompetensi meningkat 11. Sedikit sekali kata yang makna gramatikalnya dalam kalimat mengacaukan maksud makna kalimatnya. kompetensi para siswa berkaitan petepatan penggunaan kata. Kompetensi Pengembangan Kata Menjadi Kalimat dalam Cerita Setelah dilakukan pengamatan berdasarkan pedoman penilaian.

Data yang menunjukkan ketidak sempurnaan kalimat ada namun kualitasnya hanya sebagian kecil saja. Hasil sebelum tindakan 56. Hubungan penalaran dan makna antar kalimat dalam cerita secara umum tertata baik.3. pada kompetensi ini data hasil deskripsi siswa menunjukkan bahwa katakata pokok yang terwujud dalam kalimat tampak jelas sesuai dengan judul. Hasil rata-rata kompetensi sebelum tindakan 57. tetapi.9.87 demikian pembelajaran pada siklus ini berhasil meningkatkan kemampuan siswa.6. 9. Peningkatan berkisar 12. Para siswa kebanyakan tertib menggunakan subjek dan predikat yang menjadi syarat kesempurnaan kalimat.7 point. . sedangkan. Setelah tindakan siklus I menjadi 66. Kata penghubung dan.4 point. di awal kalimat yang menjadi kalimat tidak efektif berkurang pemakaiannya. kompetensi para siswa dalam hal ini dapat dikatakan meningkat baik. data deskripsi siswa menunjukkan bahwa kalimat yang digunakan oleh para siswa secara umum sudah meningkat baik kualitasnya. Dengan demikian.9 menjadi 69. Kompetensi Keruntutan dan Kepaduan Kalimat Setelah dilakukan pengamatan berdasarkan pedoman penilaian. ada peningkatan 8. Data yang lain yang menunjukkan belum optimal sangat sedikit. Kompetensi StrukturKalimat dalam Deskripsi Setelah dilakukan pengamatan berdasarkan pedoman penilaian. 8.

Kompetensi Kerapihan Hasil Cerita Deskripsi Keseluruhan Setelah dilakukan pengamatan berdasarkan pedoman penilaian. Secara kualitatif dan kualitatif semua kompetensi tersebut dapat dikategorikan baik.3. Hasil pada kompetensi ini mencapai 61. pada kompetensi ini data cerita deskripsi siswa menunjukkan bahwa dalam menulis sedikit demi sedikit coretan sudah mulai berkurang. pembelajaran menulis dengan model pembelajaran kooperatif pada siklus I ini secara kualitatif dapat dikatakan meningkat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kompetensi para siswa pada siklus ini banyak mengalami peningkatan. masih ada beberapa anak belum cermat dan teliti sehingga karangan belum rapih seluruhnya.4 sebelum tindakan baru mencapai 71. Namun begitu masih ada peningkatan.9 sebelum tindakan baru mencapai rata-rata 68. yakni 57.88 10.4 point. Ada peningkatan cukup lumayan berkisar 9.6. Secara kualitatif nilai rata-rata yang cukup tinggi. Untuk memberi gambaran tentang kemajuan belajar siswa dalam menulis mendeskripsikan gambar di bawah ini peneliti sampaikan diagram kemampuan para siswa dalam menulis cerita melalui mendeskripsikan pada siklus I.0. Ruang kolom LKS rata-rata terisi rata pada jalur kanan. Diagram Perbandingan Kemampuan Mendeskripsikan Gambar Tumbuhan dan Hewann dalam Menulis Cerita . Peningkatan berkisar 10. Dengan demikian uraian tersebut.

3. 5.89 Sebelum Tindakan Dan Tindakan Siklus I Keterangan Aspek Penilaian 1. Kesesuaian Judul dengan Isi Penggunaan Ejaan dan Tanda Baca Pilihan Kata (Diksi) 5. 4. Struktur Klimat 7. 2. Kerapihan Tulisan Keruntutan dan Kepaduan (Koheren dan Koherensi) Penyimpulan Data Berdasarkan temuan data keseluruhan di atas guru perlu merefleksikan kembali pembelajaran dan melakukan langkah-langkah yang cermat sebagaimana saran-saran yang telah diuraikan. Keruntutan Kata dalam kalimat 6. 1. Data Utama Penerapan pembelajaran model kooperatif pada pembelajaran menulis cerita melalui mendeskripsikan pada siklus I jika dibandingkan .

Melakukan pencermatan mendatar terhadap aspek pembelajaran yang hasilnya masih kurang baik. Berdasarkan nilai tes siklus I. Pembelajaran masih menggunakan media gambar benda. Penerapan model pembelajaran kooperatif pada pembelajaran menulis cerita melalui mendeskripsikan pada siklus I secara kualitatif lebih baik jika dibandingkan dengan hasil pratindakan mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. 2. Memberikan latihan-latihan sehingga siswa terampil dalammengidentifikasi dan mengembangkan menjadi pakimat yang runtut. sehingga siswa yang kurang aktif dapat lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran. Tindakan dan Observasi Siklus II . 3. 6. 4. Data Sampingan Perhatian pada siswa agar lebih menyeluruh.90 dengan hasil pra tindakan mampu meningkatkan kemampuan belajar siswa baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Meningkatkan latihan mengembangkan kata menjadi kalimat dan menggabungkan kalimat menjadi cerita hasil deskripsi. dan merasa bergairah dalam belajar. Masih perlu ditingkatkan lagi. model pembelajaran strategi permainan. 2. 1.40 (Periksa hasil nilai siklus I pada lampiran). Perhatian terhadap siswa lebih menyeluruh. Hal ini memang belum memuaskan. siswa lebih senang. rata-rata kelas mencapai68.3 dengan ketuntasan belajar mencapai 7. 5.

Kompetensi Dasar . 5) Bimbingan terhadap siswa diberikan tetapi tetap memperhatikan kemandirian dan pemusatan belajar pada siswa. 2) Memperbanyak latihan membuat kalimat sesuai media gambar. dengan cara: 1) Pembelajaran masih menggunakan media gambar. perasaan. 4) Memanfaatkan waktu dengan baik. ( Gambar tumbuhan). Skenario pembelajaran siklus kedua menguatkan elemen pembelajaran siklus I hasil refleksi.91 Sebelum siklus kedua disusun berdasarkan hasil refleksi dan analisis dan analisis silus pertama berupa temuan-temuan yang ada pada siklus I. 4 Pebruari 2010 dan hari Selasa 23 Pebruari 2010. surat undangan. 3) Mengatasi kelemahan dalam penerapan ejaan dan tata tulis dengan meningkatkan kegiatan monitiring atau kunjungan ke kelompok belajara. b. masing-masing pertemuan dengan alokasi waktu 2 kali 35 menit.Standar Kompetensi Menulis Mengungkapkan pikiran. di bawah ini: a. Skenario tindakan siklus kedua . Waktu tatap muka dijadwalkan pada hari Kamis. dan meningkatkan temuan yang masih dianggap lemah. informasi dan pengalaman secara tertulis dalam bentuk certia. dan dialog etrtulis. sehingga kegiatan merevisi dan mengedit kembali ceritanya dapat dilaksanakan. pembelajaran dilaksanakan melalui dua kali pertemuan. Perencanaan selanjutnya tertuang dalam RPP.

Siswa menulis cerita melalui mendeskripsikan gambar tumbuhan dengan ejaan dan tulisan tegak bersambung. Media Pembelajaran Gambar Tumbuhan g. Siswa dapat mengidentifikasi dari gambar tumbuhan.92 Menulis cerita melalui mendeskripsikan dengan memperhatikan pilihan kata dan ejaan. c. Materi Pembelajaran Mendeskripsikan gambar tumbuhan menjadi certia yang runtut dan padu. e. 2) Tindakan dan Observasi Siklus II . Instrumen Pembelajaran 1) Lembar Observasi 2) Lembar kerja siswa (LKS) 3) Lembar Penilaian. Tujuan Pembelajaran 1. Siswa dapat mengembangkan kata-kata menjadi kalimat yang runtut 3. Mengkontruksi kalimat dalam cerita melalui mendeskripsikan gambar tumbuhan.Indikator Menemukan ide dalam mendeskripsikan gambar tumbuhan. 2. f. d.

kemudian berdoa dan dilanjutkan absensi kehadiran siswa. 2) Guru membagikan lembar gambar tumbuhan. tanya jawab berkaitan dengan kegiatan siklus I. materi pelajaran dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Adapun tindakan Siklus II sebagai berikut: 3) Kegiatan Pendahuluan (5-7 menit) 1) Guru memasuki ruang kelas memberi salam. tentang menulis cerita melaluai mendeskripsikan gambar tumbuhan. 3) Apersepsi dengan. . selanjutnya melatih kembali menulis cerita melalui mendeskripsikan gambar tumbuhan tersebut. tindakan pada siklus II ini dilaksanakan secara spiral mengulang sebagian materi pada siklus sebelumnya. 3) Guru memonitor siswa dalam menulis cerita tersebut. Kegiatan Inti I ( 35 menulis) 1) Guru membimbing siswa untuk membentuk kelompok melalui permainan mencari pasangan.93 Sebagaimana yang telah direncanakan. 4) Guru membimbing merevisi dan mengedit 5) Siswa membacakan hasil pekerjaannya di depan kelas. dan memberi bimbingan kepada siswa yang menemukan masalah. 2) Guru mulai pembelajaran dengan menyebutkan mata pelajaran yang akan dipelajarai. Dengan tujuan agar siswa semakin terampil dan tidak melupakan tahapan menulis dasar.

diharapkan siswa memanfaatkan waktu ini. 7) Guru mengadakan tanya jawab. Kegiatan Akhir 1). bangku siswa berderet. Guru meminta siswa mengumpulkan tugas. Guru memberikan pesan bahwa pembelajaran diteruskan pada siklus yang akan datang.94 6) Guru memberi penjelasan temuan masalah yang masih dihadapi siswa dengan cara memberikan contoh di papan tulis dibantu media pembelajaran di sekitar kelas. 9) Guru meminta siswa yang sudah selesai merevisi tugas tersebut segera melakukan pengeditan ulang. 3) Guru mengucapkan salam. 2). membimbing siswa mengidentifikasi. 1) Hasil Implementasi Tindakan Siklus II Adapun hasil implementasi tindakan pada siklus II. tergambar dalam potret pembelajaran menulis cerita melalui mendeskripsikan gambar pada tanggal 4 Pebruari 2011 melalui rekaman vidio shooting berikut: Guru dan kolaborator memasuki ruang dan ruangan sudah tertata rapih. dan jika sudah seledai dikumpulkan. menulis kalimat dan menyusun kalimat tersebut menjadi sebuah cerita yang runtut dan padu. 3. 8) Guru melatih. Setelah guru meletakkan media dan peralatan pembelajaran di meja berdiri di depan kelas memulai membuka pelajaran sebagaimana disebutkan di bawah ini: . siswa menjawab salam dengan serempak.

Siswa kembali keposisi semula. Guru membagikan gambar tumbuhan dengan tema seperti pada pertemuan siklus I. (002/Ob/G) dan (002/ Ob/S). Sesekali guru memberikan arahan . Tahap selanjutnya guru mengadakan apersepsi dengan tanya jawab tentang pembelajaran menulis melalui mendeskripsikan gambar dari materi yang pernah dipelajari pada siklus sebelumnya. Guru menanyakan kehadiran siswa. Guru melatih menyusun kalimat menjadi cerita yang urut dan padu sesuai dengan gambar tersebut. Siswa membacakan hasil menulisnya di depan kelas secara bergilir perwakilan kelompok pasangan. Guru menyiapkan media dan mengambil model gambar tumbuhan untuk dipasang di depan.. Guru memberikan ulasan dan siswa diminta menanggapi atau mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Para siswa menjawab salam dari guru. (001/Ob/MT) Siswa diminta untuk meneliti. Guru memberi informasi materi pelajaran. merevisi dan menulis kembali sebelum hasilnya dikumpulkan. Dengan bimbingan guru siswa merefleksi hasil pekerjaannya dan menulis kembali secara mandiri. guru meminta siswa untuk menulis cerita tersebut dalam tulisan tegak bersambung. (002/Ob/S) dan (001/Ob/MT). Guru mengadakan tanya jawab untuk mengidentifikasi gambar tersebut.95 Guru mengucapkan salam sebagai pembuka proses pembelajaran. Gambar tumbuhan tersebut ditugaskan untuk dideskripsikan sesuai langkah-lanhkah yang sudah diajarkan pada siklus I. (001/Ob/G) dan (001/Ob/S). kompetensi dan tujuan pembelajaran pada siklus II. Guru meminta siswa menuliskan kalimat-kalimat berdasarkan deskripsi gambar tersebut.

. Dan (002/Ob/MD).. halaman . para siswa tetap bersemangat mengikuti pembalajran menulis dengan mendeskripsikan dengan model pembelajaran kooperatif dilanjutkan (Periksa lampiran . Walaupun cukup padat kegiatan. Guru meminta siswa untuk bekerja dengan cermat. (005/Ob/G) dan (004/Ob/S).. Dari data di atas dapat ditarik inferensi bahwa proses dan hasil pembelajaran siklus II lebih meningkat dibandingkan dengan tindakan siklus sebelumnya.. hati-hati khususnya dalam menulis agar berpedoman pada ejaan dan tata tulis yang benar (003/Ob/S)... setelah semua terkumpul guru menutup pembelajaran yang didahuluidengan pertanyaan tentang kelanjtan pembelajaran menulis....). Guru meminta siswa mengumpulkan tugas mandiri. Kepada siswa yang telah selesai diperintahkan untuk memriksa kembali pekerjaannya dan merevisi sesuatu yang dianggap masih belum benar. 2) Tahap Refleksi terhadap Tindakan Siklus II 1) Temuan Data Pembelajaran oleh Guru ........ Peningkatan terlihat pada penajaman materi yang diberikan... Siswa diminta mengisi sejujur-jujurnya lembar observasi pembelajaran siklus II..... (003/Ob/MD). dan menulis kembali sambil menunggu selesai teman yang lain.96 kepada siswa yang ditemui masih menghadapi permasalahan... Kolaborator membagikan instrumen wawancara kepada para siswa. Selanjutnya guru menutup dengan salam.. Siswa memberi jawaban agar pembelajaran menulis dilanjutkan lagi. siswa menjawab dengan serempak.

. Model pembelajaran ini mampu mengaktifkan siswa. serta aktif dalam menyelesaikan tugas. Gambar apa yang tampak dalam gambar ini. .. memupuk kerjasama. Guru memberikan bimbingan pada siswa yang masih merasa bingung mengembangkan kalimat supaya runtut. melatih berpikir kritis. “Anak-anak.. siapa bisa?”.97 Guru dapat menguasai kelas. siswa tertib dalam mengikuti pembelajaran..). kelemahan dan sekaligus dapat memperbaiki kekeliruan yang dihadapi siswa. Coba kalian ceritakan.. mengidentifikasi dan mengembangkan kata-kata tersebut menjadi kalimat yang runtut dengan cara mendeskripsikan gambar tumbuhan.. bekerja sama. “Gambar apa ini? Bagaimana warnanya? Bagaimana bunganya? “. menemukan. (Lihat lampiran wawancara halaman . mampu menarik perhatian siswa.. dan memupuk rasa solidaritas. Berikut cuplikan ketika guru melatih siswa mendeskripsikan gambar tumbuhan. Latihan merevisi disertai penilaian autentik dihadapan siswa langsung berjalan efektif.... Selanjutnya siswa menceritakan gambar tumbuhan melalui mendeskripsikan. Guru mengamati siswa. coba kalian teliti. dan memberi pancingan-pancingan berupa pertanyaan. Tindakan guru memberikan latihan. Metode kooperatif mencari pasangan dan berkirim salam dan soal sebagai latihan bersama dapat mengembangkan sikap saling menghargai. Ayo.. bahkan ada peningkatan kualitas belajar siswa.. Mari kita coba bersama-sama.. perhatikan gambar yang di pasang di papan tulis. marilah kita mulai menceritakan gambar ini.

Guru menerapkan model pembelajaran kooperatif untuk memantapkan materi mendeskripsikan tumbuhan melalui permainan mencari pasangan. Siswa yang sudah membentuk . Duri pada bunga mawar sebagai pelindung. Salah seorang siswa bernama Santi mengacungkan tangan. Guru bersama kolaborator membagikan kertas yang sudah berisi kalimat deskripsi. Bunga itu berwarna merah. Guru memberi reward dengan tepuk tangan kepada anak tersebut. Guru mempersilakan anak tersebut untuk maju dan membacakan hasil mendeskripsikan gambar tumbuhan. Bunga mawar sangat disukai oleh manusia maupun oleh hewan kupu-kupu. Itulah tumbuhan bunga mawar”. Guru bersama kolaborator membagikan lembar tugas yang berisi gambar tumbuhan bunga mawar untuk lembar menulis cerita mendeskripsikan gambar tersebut. Pohon dan tangkai bunga mawar berduri. karena bunga mawar baunya sangat harum. bu!”. Guru mengumpulkan hasil pekerjaan siswa.98 Guru menawarkan siapa yang berani membacakan hasil pekerjaannya di depan kelas. Daun bunga mawar berwarna hijau berduri. semangat belajar terbangun. Para siswa merasa bangga. “Saya. Ini terlihat dari raut muka para siswa yang menampakan kegembiraan. Berikut kutipan cerita: “Bunga mawar tumbuh di halaman rumah. Siswa dengan semangat dan riang mencari pasangan berkumpul membentuk kelompok membentuk cerita yang runtut dan padu. Guru mengoreksi dan memberi nilai di luar jam mengajar dan hasilnya diberikan pada pertemuan berikutnya. Guru menyarankan tulisannya sesuai ejaan dan tegak bersambung.

Setelah semua membacakan cerita sesuai pasangannya. 2. guru mempersilahkan siswa untuk duduk ketempat semula. para siswa menjawab dengan serempak. Guru memberi motivasi dan pesan-pesan agar para siswa terus giat berlatih. Dan pembungkus makanan yang dibuat untuk dikukus. Analisis Data . waktu selanjutnya dipersilakam kolaborator pedoman wawancara yang berisi tanggapan atas pembelajaran siklus II. Pohon pisang banyak manfaatnya seperti daunnya digunakan untuk membungkus nasi timbel. Pohon pisang berbuah namanya buah pisang.99 cerita bersorak gembira. Buah pisang yang sudah matang berwarna kuning. lontong dll”. Pembelajaran ditutup dengan salam. siapa tahu ada yang berbakat menjadi penulis terkenal. buras. Pembelajaran selesai. Guru memberi kesempatan pada pasangan cerita yang lainnya untuk membacakan hasilnya di depan. “Bagus. Rasa buah pisang manis. lemper. Ada juga gerumbul siswa yang masih belum berkumpul membentuk cerita sepertinya kebingungan. Siswa berderet berjajar berurutan sesuai dengan urutan kalimat. bacang. Guru menyuruh siswa yang sudah membentuk pasangan berkumpul membentuk cerita untuk membacakan hasilnya. Siswa mulai membacakan kalimat masing –masing sehingga terbentuk cerita yang runtut dan padu. “Pohon pisang merupakan jenis tumbuhan bertunas dan berpelepah. tepuk tangan untuk pasangan temanmu yang sudah membentuk carita”.

.. guru memberikan reward pada siswa reward berupa pujian dan nilai bagi siswa sangat bermanfaat untuk memberikan umpan balik mengenai kemajuan asosiasi emosi positif untuk meningkatkan motivasi belajar (periksa lampiran transkrip pembelajaran halaman .Temuan Data Salah satu siswa bercerita ke depan mendeskripsikan gambar tumbuhan (Tio Nugroho)..”..100 Kegiatan pembelajaran dari pembukaan sampai penutup dilaksanakan guru sesuai rencana pembelajaran. (002/Ob/S). (Siswa aktif menanggapi pembelajaran). Guru memberikan komentarkomentar dengan mengaitkan antara materi menulis mendeskripsikan gambar benda-benda. sesekali memberi petunjuk kepada siswa yang mengalami kesulitan dan memberikan jawaban kepada yang bertanya. Juga pada permainan mencari pasangan enam siswa berpasangan membentuk cerita dan membacakannya di depan kelas. Komunikasi pembelajaran yang sudah semakin baik pada siklus II dipertahankan guru dengan membangun jembatan kominikasi untuk memasuki dunia siswa agar lebih Full Contect dengan meningkatkan nada. Guru melanjutkan kegiatan dengan memonitor siswa. (003/Ob/S).... .... Pada kegiatan ini siswa diberi kebebasan mencari pasangan cerita hasil deskripsi yang disediakan... (Periksa lampiran wawancara halaman . Dengan tekun dan percaya diri para siswa mengerjakan tugas.). Untuk menjaga kevakuman dalam pembelajaran.... Terlihat siswa aktif mengerjakan tugas..... 2. mereka merayakan dengan bersorak “Horeeee. Siswa 1...... volume tempo dengan isyarat verbal dan nonverbal....)......

dengan ketuntasan belajar 24 siswa atau 80 %.. hasil rata-rata 75.30...90 dengan ketuntasan 100 % dari 30 siswa tuntas... 4) Kompetensi Keruntutan dan kepaduan kalimat. Adapun kemampuan tiap aspeknya sebagai berikut: 1) Kesesuaian judul dengan isi..3 %.. % mengalami peningkatan dari siklus sebelumnya ( Data pada lampiran hasil nilai halaman . dengan ketuntasan belajar baru mencapai 22 siswa atau73.20.. (periksa transkrip pembelajaran lampiran halaman ... 2...). Sesuai dengan permasalahan yang diteliti. dengan hasil ratarata 70... 2) Kompetensi penerapan ejaan dan tanda baca dalam menulis.30..70 %. Dari 30 siswa ratarata hasil kelas pada pembelajaran menulis mendeskripsikan gambar tumbuhan mencapai ketuntasan belajar 23 siswa atau. . dan siswa tuntas belajar mencapai 25 siswa..101 Siswa bersemangat mengerjakan tugas-tugas.... 76.. 3) Kompetensi pilihan kata atau diksi.. hasil rata-rata kelas mencapai 71.. hasil observasi terhadap pembelajaran siklus I. Analisis Data. atau 83... hal ini lebih baik dari pada sebelum tidakan... secara umum mengalami peningkatan.. karena metode guru membangkitkan semangat siswa berhasil baik. dengan rata-rata nilai 71..)...40. meningkat cukup tajam jika dibandingkan dengan sebelum tintakan.

Temuan Data Berdasarkan hasil observasi terhadap pembelajaran siklus II. dengan ketuntasan 21 siswa atau 70 %.30 siklus I.40 point. Mendeskrpsikan berarti memaparkan atau menggambarkan .. Ada peningkatan 13..30 dari sebelumnya 57. atau dilanjutkan berlayih membuat kalimat. dengan ketuntasan belajar mencapai 24 siswa atau 80 %.. Setelah siswa mantap memberi jawaban. Adapun materi pembelajaran yang disampaikan sebagai berikut: 1) Mengembangkan kalimat melalui mendeskripsikan gambar tumbuhan Guru mengawali penyampaian materi dengan tanya jawab tentang pengertian mendeskripsikan.. materi pembelajaran sudah sesuai dengan rencana pembelajaran. 69. Berikut kutipan materi yang disampaikan guru: Deskripsi adalah pemaparan atau penggambaran dengan kata-kata secara jelas dan terperinci.... dengan nilai rata-rata 73. nilai rata-rata 71.30. dengan nilai rata. 3) Materi Pembelajaran 1).40. kemudian mengembangkannya dalam kalimat. Rata-rata kemampuan siswa dalam kelas mencapai 71.0.90 sebelum tindakan dan 68. ).. 7) Kerapihan tulisan (tegak bersambung. (Untuk lebih jelasnya periksa lampiran 12 halaman . dengan ketuntasan belajar mencapai 30 siswa atau 100 %.102 5) Kompetensi Struktur Kalimat dalam Cerita. guru mengulang kembali tentang cara menetukan ciri-ciri dari identitas gambar tersebut.. 6) Kompetensi isi keseluruhan cerita.

........ Pertama mengidentipikasi gambar dari bentuk sampai kehidupannya... Pohon kelapa berbuah. Kalimat tersebut menjadi sebuah cerita yang runtut dan padu. Pohon kelapa tumbuh di kebun dan di daerah pantai.. mendeskripsikan gambar benda dan menganalisis gambar. daun kelapa yang masih muda dapat dibuat ketupat. 3) menganalisis objek. Dalam hal ini yang tepat menggunakan cara.. halaman .). buahnya untuk bahan minyak dan dibuat es kelapa muda.. 2) mendeskripsikan gambar...... Tumbuhan kelapa ini sangat berguna dari batang atau pohonya untuk kayu bahan bangunan....dan .. Sedangkan buah kelapa yang sudah matang berwarna coklat tua. dan 5) memparafrasekan puisi.. Itulah tentang pohon kelapa”.. 4) bercerita pengalaman. (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Selanjutnya mengembangkan kata-kata tersebut menjadi kalimat yang runtut. Buah kelapa yang masih muda berwarna hijau sangat digemari karena enak dimakan dibuat es kelapa muda... Caracara mengembangkan kalimat bisa dengan : 1) menjawab pertanyaan... kalian mengembangkan kalimat dalam cerita. “Pohon kelapa menjulang tinggi...103 dengan kata-kata secara jelas dan terperinci..... lidinya dibuat sapu lidi... Bahan ajar pokok meliputi mengembengkan kalimat melalui mendeskripsikan diberikan melalui tahapan latihan yang disesuaikan .. Langkah selanjutnya.. bentuknya bulat..... 2) Analisis Data Berdasarkan data-data di atas bahan ajar yang disampaikan sudah sesuai dengan rencana pembelajaran dan silabus.. suka dibuat kopra bahan minyak kelapa. (lihat lampiran .. Hasil deskripsi di bawah ini.

. 2) Menganalisis gambar tumbuhan untuk mengembangkan dalam kalimat.. 3) menemukan. dan 4) menganalisis.(. . meliputi: 1) mengamati.. dan mengembangkan kalimat yang ditemukan melalui mendeskripsikan gambar sudah mengena.. Berdasarkan rencana bahwa keterampilan yang diharapkan muncul dalam pembelajaran siklus II melalui mengamati gambar. mengkomunikasikan hasil. Metode Pembelajaran 1) Temuan Data Sesuai dengan permasalahan yang dikembangkan bahwa meningkatkan kemampuan mendeskripsikan dalam menulis cerita dengan model pembelajaran kooperatif dengan metode berkirim salam dan soal dan mencari pasangan.... (Data terdapat pada lampiran wawancara dengan kolaborator halaman.. Adapun tindakan yang dilakukan meliputi: 1) Mengamati gambar tumbuhan untuk diidentifikasi bentuk.. 2) mengkomunikasikan. kemampuan yang diharapkan muncul. maka implementasi pembelajaran harus menerapkan model pembelajaran tersebut. Dari hasil observasi harapan tersebut telah diwujudkan. menemukan. Tujuan yang diharapkan agar siswa memiliki keterampilan mengamati.. dan kehidupannya.104 dengan model pembelajaran kooperatif strategi permainan... 4. unsur-unsur sudah diimplementasikan dengan cara memberikan tugas secara mencari pasangan berkumpul berkelompok maupaun secara individu.. sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai..

.... Data observasi pada siklus II menyatakan sebagai berikut: (1) Pembelajaran lebih hidup dengan bentuk masyarakat belajar. guru lebih mudah .. mengakibatkan siswa senang. Data Utama Dalam proses pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif dengan metode struktural strategi permainan sudah diterapkan sesuai rencana.......) Penerapan model pembelajaran kooperatif dengan metode struktural dapat meningkatkan aktifitas siswa..... halaman .. wawancara halaman .........)..... 5) Penyimpulan Data 1........ siswa lebih aktif........ dan lampiran . (Data pada lampiran wawancara dengan kolaborator halaman . (Data terdapat pada lampiran transkrip pembelajaran halaman..). (2) Formasi permainan mencari pasangan kemudian berkumpul berkelompok. semangat siswa belajar dan dapat mengubah sikap siswa dari kurang senang menjadi senang. Hasil penerapan model pembelajaran kooperatif dengan memperhatikan temuan sampingan tindakan siklus I.... perhatian siswa meningkat... minat siswa terhadap pembelajaran meningkat (Lampiran 002/Ob/S..... halaman ........105 3) Mengkomunikasikan hasil siswa dilatih menyampaikan hasil kelompok dan bertanya serta menanggapi pekerjaan teman secara lisan dan tertulis.............. terdapat peningkatan.... (Data lampiran transkip pembelajaran siklus II..).

d. hasil rata-rata kelas mencapai. (Data terdapat pada lampiran hasil nilai halaman.90 Padahal siklus ini meningkat menjadi 71. Kompetensi penerapan ejaan dan tanda baca dalam cerita.106 memonitor pekerjaan (Upaya perbaikan pertemuan I. c. berhasil menjadi siswa lebih aktif dari sebelumnya).30 dengan ketuntasan belajar baru mencapai 22 siswa atau 73.20 dengan ketuntasan belajar 23 siswa atau tindakan. Kompetensi ketepatan Pilihan Kata / Diksi rata-rata kelas mencapai 71.30%. Kesesuaian judul dengan isi. 80% hal ini lebih baik dari pada sebelum . Kompetensi keruntutan dan kepaduan kalimat dengan rata-rata nilai 71..40 dan siswa tuntas belajar mencapai 24 siswa atau 80 %....30% mengalami peningkatan dari siklus sebelumnya.... b... Kompetennsi Ketepatan Penggunaan Ejaan dan Tanda Baca. meningkat cukup tajam jika dibandingkan dengan sebelum tindakan.90 masih di bawah KKM. (3) Kemampuan siswa dalam menulis mendeskripsikan gambar semakin meningkat sebelum tindakan baru mencapai rata-rata 57... Kompetensi pilihan kata/diksi. hasil rata-rata 57. 71.20 dengan ketuntasan 80% atau 23 siswa tuntas. hasil rata-rata 75. dengan hasil rata-rata 70. Adapun kemampuan tiap aspeknya sebagai berikut: a.90 dengan ketuntasan 100% atau dari 30 siswa tuntas.)..

30 dari sebelum tindakan 57.3 No Aspek 4 Keruntutan dalam Kalimat Kata 55.4 5 24 16 80 5 Keseluruhan cerita 55.7 %. Kerapihan tulisan (tegak bersambung) .3 .4 6 25 20 83.3 ST 5 9 5 S II 6 30 22 Rata.0 64. Kompetensi isi keseluruhan cerita dengan nilai rata-rata 71. Kompetensi Struktur kalimat dalam cerita nilai rata-rata 66.60 dengan ketuntasan belajar mencapai 24 siswa atau 86. Ada peningkatan 14.7 %. Untuk kompetensi ini semakin baik. Hasil Kemampuan Menulis Siklus II Nilai Rata Kelas ST 1 1 2 2 Kesesuaia Judul dan Isi Penerapan Ejaan dan Tanda Baca 3 Pilihan Kata/Diksi 56.90 dan 68.7 16 S II 8 100 73.0 6 17 20 80 3 58. Rata-rata kemampuan siswa dalam kelas mencapai 71. f.93 dengan ketuntasan belajar mencapai 26 siswa atau 86.dengan nilai rata-rata 6.9 70.30 siklus I.0 S II 4 75.Ketuntasan Frekuansi Prosentase /% ST 7 26.0 71. g.0dengan ketuntasan belajar mencapai 28 siswa atau 87 %.0 71. Tabel 4.30 point.107 e.6 56.

3 % atau 19 siswa tuntas perlu ditingkatkan lagi sehingga tercapai di atas 66 %....6 7 11 7 21 30 24 23 36 22.9 69.0 59.0 dengan ketuntasan 56.. Hal-hal yang masih lemah pada pelaksanaan siklus kedua sebagai berikut: 1) Siswa mulai jenuh dengan media gambar benda. supaya siswa tidak jenuh.....mencapai 65.0 dengan ketuntsan 63.. 5)Nilai kemampuan kerapihan tulisan atau tulisan tegak berangkai baru ..0 69.. 2) Pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif pelu dikembangkan dengan strategi yang baru.... dan hasil belajar siswa ...70 % atau 17 siswa tuntas perlu ditingkatkan lagi sehingga tercapai di atas 66 %. Perlu tantangan yang lebih besar lagi.3 65. 4) Nilai kemampuan untuk aspek pilihan kata/diksi baru mencapai 64.). ditingkatkan melalui menulis melalui mendeskripsikan benda yang ada disekitar lingkungan sekolah ..8 Setelah melakukan observasi dan pengukuran terhadap implementasi tindakan dan hasil refleksi terhadap pembelajaran siklus II.. 3) Menulis melalui mendeskripsikan gambar...5 70 100 83..... kecuali temuan positif ada kelemahan-kelemahan.. ( Data terdapat pada lampirab hasil wawancara halaman....... ...0 55.108 6 7 Struktur Kalimat Kerapihan Tulisan RATA-RATA 56.....

maka peneliti bersama kolaborator menyususn rencana tindakan siklus III ssbagai berikut: 1) Menyusun RPP siklus III berikut dengan instrumen pembelajaran pendukung.109 3. 4) Materi pembelajaran menulis dengan bahan kajian mendeskripsikan benda berdasarkan pengamatan lingkungan sekolah. 3) siswa senang tidak bosan mengikuti pembelajaran. Tindakan Siklus III Berdasarkan temuan-temuan pada tindakan II khususnya temuan sampingan (halaman 121) di atas. Fokus pembelajaran pada siklus III ini mengamati benda di sekitar lingkungan sekolah. 5) Metode yang digunakan adalah belajar kelompok dimaksudkan untuk menumbuhkan jiwa sisial dan sikap bekerja sama satu dengan yang lain. kemudian mengambil salah satu benda untuk dideskripsikan melalui menulis cerita. Indikator keberhasilan tindakan siklus III adalah: 1) meningkatkan aspek menulis tentang pilihan kata atau diksi dengan rata-rata di atas 66.0 dan. 2) ketuntasan belajar di atas 66 %. 2) Menyusun rancangan pembelajaran dengan pembelajaran di luar kelas 3) Pembelajaran di luar kelas dimaksudkan untuk menggairahkan siswa. Adapun skenario pembelajaran sebagai berikut: 1) Tahap Perencanaan Tindakan Siklus III . (Upaya perbaikan siklus II).

2) siswa jenuh dengan media gambar (kurang mendapat tantangan). Berdasarkan pengalaman di atas. Sedangkan tindakan yang perlu diperkuat lagi model belajar masyarakat. Tindakan yang diberikan memperbaiki kelemahan yang masih ada dan memperkuat elemen pembelajaran yang telah dilaksanakan. Lebih lanjut skenario tindakan pada siklus ketiga sebagai berikut: 2) Tahap Pelaksanaan Tindakan Siklus III Pertemuan pertama siklus III difocuskan pada: mendeskripsikan benda dengan memilih yang disukai dalam menulis cerita melalui pengamatan benda di sekitar sekolah.110 Berdasarkan atas refleksi Siklus II tahap kedua. Dengan demikian imajinasi siswa semakin berkembang dan karangan semakin berkualitas. Kelemahan pada pembelajaran Siklus II antara lain: 1) siswa mulai jenuh dengan situasi belajar di dalam kelas. mengamati. Diharapkan ide atau gagasan yang timbul dari pengamatan di luar kelas semakin meningkat. Kalimat yang dihasilkan semakin banyak. maka tindakan pada siklus III sebagai berikut: 1) mengubah media pembelajaran dari mendeskripsikan gambar benda menjadi belajar mendeskripsikan dari benda nyata yang ada di lingkungan sekolah. sehingga paragraf yang disusun tidak terbatas. 2) penggalian ide atau gagasan yang akan dideskripsikan didasarkan atas kondisi lingkungan sekolah secara nyata. Mengurangi kejenuhan pembelajaran dillaksanakan di luar kelas. mengobservasi perlu diiteruskan. Pembelajaran dilakukan di luar kelas dengan metode learning community menulis mendeskripsikan benda dengan media lingkungan sekolah dengan cara melakukan berobsevasi atau pengamatan. Langkah-langkah tindakan pada siklus III tahapan sebagai berikut: . menemukan sendiri.

4) memparafrasekan puisi.(002/Ob/G).00 bel berbunyi tanda waktu masuk setaelah istirahat kedua. ditata dalam posisi deret. . 5) menceritakan hasil pengamatan terhadap lingkungan. Melalui permainan suara hewan. mengucapkan salam (001/Ob/G). Guru Guru membuka pembelajaran dengan bersama kolaborator membagikan secarik kertas yang berisi tulisan suara hewan. Satu persatu memasuki kelas. Anak lekas II. tempat duduk sudah rapih. tepatnya pukul 11. 6) menjawab pertanyaan. duduk dengan tertib dibangku masing-masing (001/Ob/S). Peneliti meletakan persiapan mengajar berikut dengan peralatan pembelajaran di atas meja guru sementara kolaborator (Oyo Sunarya. 3) memaparkan peristiwa alam. Hal yang dibahas tentang cara-cara menulis cerita melalui objek di sekitar lingkungan sekolah dapat dilakukan dengan berbagai cara : 1) mendeskripsikan benda yang disenangi di sekitar lingkungan. SD Negeri Panulisan Barat 01 bergegas memasuki ruangan.111 Pada hari Rabu 10 Maret 2010. guru membentuk kelompok. A. 2) menulis pengalaman.Ma) duduk mengambil tempat di sudut di belakang ruang kelas sambil membawa alat tulis dan instrumen pengamatan. Ketika guru masuk ruangan bersama kolaborator. Mereka berpakaian batik.Para siswa sangat senang dengan kehadiran peneliti bersama kolaborator (002/Ob/S). Guru mengadakan apersepsi pembelajaran dengan melakukan dialog untuk menggali persepsi siswa tentang pengetahuan unsur instrinsik menulis melalui mendeskripsikan benda. Suasana sangat tentang pada raut muka siswa nampak kegembiraan. dan lain-lain.

Berikut pernyataan guru: “Nah. “Bagaimana supah paham ? Apakah ada yang akan ditanyakan ?”. Kalian tulis dengan rapih dengan tulisan tegak bersambung. guru memberikan tugas.112 selanjutnya siswa mencari pasangan untuk berkumpul membentuk kelompok. Setelah terbentuk kelompok. Ketika siswa melakukan observasi guru bersama kolaborator melakukan pengamatan terhadap keaktifan siswa. Siswa diminta mulai menulis dan boleh mencari tempat yang di sukai. dan memonitoring pembalajaran. Para siswa berkeliling sambil melakukan pengamatan dan mencatat atau mengidentifikasi segala sesuatu yang mereka anggap penting untuk bahan cerita tersebut (003/Ob/G). tugas yang akan kalian kerjakan adalah menilis cerita melalui mendeskripsikan benda dengan memilih salah satu benda yang ada di sekitar lingkungan sekolah. Satu persatu siwa keluar ruangan dan mencari benda yang mereka senangi untuk bahan dideskripsikan. mau di kelas atau di teras atau di halaman. Guru meminta siswa melakukan observasi terhadap benda yang menjadi objek untuk di buat cerita. (003/Ob/S). Guru membagikan lembar kerja kepada setiap kelompok. Mereka yang sudah mendapat benda yang menjadi objek menulis.(002/Ob/MD). (001/Ob/MT). . Hasil obsevasi dijadikan data untuk disusun dalam kalimat untuk dibentuk cerita yang runtut dan padu. langsung mencari tempat untuk mendiskusikan membentuk cerita dari benda tersebut. Semua siswa terbentuk 5 kelompok siswa berbaris di depan kelas.

cermat. Begitu pula tentang penerapan ejaan dan tanda baca. Setelah dipandang selesai dalam melaksanakan tugas. Sambil menunggu selesainya siswa mengerjakan LKS guru melakukan pengamatan terhadap siswa. Kalimat dalam cerita agar runtut sehingga membentuk cerita yang runtut dan padu (002/Ob/MT). hati-hati dan percaya diri. Perwakilan kelompok yang maju pertama kali adalah. siswa yang lain diberi kesempatan untuk membaca ulang dan memperbaiki apabila terdapat kalimat yang dianggap masih kurang runtut. sesekali mengingatkan bahwa kalimat harus tersusun dengan baik dan runtut. tidak seperti ketika pemaparan waktu sebelumnya. mereka tetap bekerja dengan tertib (003/Ob/S). Maskipun saling berjauhan antara kelompok yang satu dengan yang lain. Setelah Alisya membacakan hasil kerja kelompok menyusul kemudian Dimas Sesudah selesai seluruh kelompok menyampaikan hasil. masing- . setiap kelompok diminta menyampaikan hasil kerja.Alisya ia membacakan hasil dengan tenang. Tindakan guru selanjutnya memonitor. Sambil menunggu teman yang belum selesai menulis. dipersilakan memasuki ruang kelas.113 Siswa mengerjakan dengan seksama. Para siswa masih kelihatan antusias mengoreksi ulang tugas tersebut. Siswa yang telah selesai menilis cerita melalui mendeskripsikan benda yang ada di lingkungan sekolah . Hasil pengamatan sebagai masukan untuk mempertimbangkan apakah model pembelajaran kooperatif metode struktural yang didukung dengan berkelompok di luar kelas dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis cerita melalui mendeskripsikan benda (004/Ob/MT).

Seperti pada kegiatan sebelumnya. Kesungguhan siswa dalam mengerjakan akan LKS tampak dari sikap tenang dan percaya diri. Rata-rata dapat menyampaikan dengan baik. setelah melakukan tanya jawab. Hasil untuk mempertimbangkan apakah model masukan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif strategi struktural yang didukung oleh belajar di luar kelas dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis mendeskripsikan gambar hewan atau tumbuhan (004/Ob/MI). Guru mengingatkan siswa agar memeriksa kembali pekerjaannya sebelum dikumpulkan. Siswa diberi waktu untuk tanya jawab. Guru membimbing siswa merefleksi hasil kerja.114 masing telah menunjukkan peningkatan. petunjuk-petunjuk guru dijalankan dengan penuh semangat. . volume suara terdengar jelas. cermat. Hasil kesimpulan dicatat oleh setiap anak ( 004/Ob/G). Siswa bekerja dengan sungguh-sungguh. hati-hati dan perlu percaya diri. dan sikap tanggung jawab terhadap tugas (005/Ob/MI). dan meminta siswa mengerjakan dengan seksama. pernyataan ini dilakukan berapa kali (004/Ob/MD). dan membimbing membuat kesimpulan. Sambil menunggu selesainya siswa mengerjakan LKS guru pengamatan sebagai melakukan pengamatan terhadap siswa. sikap pada menyampaikan sudah tidak canggung (004/Ob/S). guru meminta siswa kembali duduk dibangku masing-masing. Hal ini membuktikan bahwa telah ada peningkatan pada diri siswa sikap percaya diri. Selanjutnya guru membagi LKS Siklus III. selesai penyampaian hasil diskusi dilakukan penilaian langsung.

Guru mengakhiri pembelajaran dengan pesan-pesan dan menutup pembelajaran tugas serta diakhiri dengan salam. . Selanjutnya guru menutup pembelajaran dengan pesan-pesan dan mengakhirinya dengan salam (006/Ob/S dan (005/Ob/G). Ketika guru mamasuki ruangan kelas nampak siswa duduk rapih. 10 Maret 2011 proses pembelajaran tindakan dilakukan jam pertama dan kedua. guru berusaha untuk menguasai kelas dengan memantau siswa dalam proses pembelajaran menulis mendeskripsikan gambar hewan atau tumbyhan dengan media benda yang ada di sekitar sekolah. Guru melanjutkan pembelajaran dengan melakukan kegiatan dialog untuk menggali persepsi siswa tentang pengetahuan menulis mendeskripsikan benda atau hewan. 4) Refleksi 1) Pembelajarn oleh Guru 1) Temuan Data Proses pembelajaran tindakan siklus III tahap pertama dilaksanakan pada hari Rabu. Pada kegiatan inti pembelajaran. (001/Ob/G). Guru melakukan kegiatan pembelajaran dengan membuka pertemuan dengan salam yang ditunjukan memeriksa keswiapan siswa dengan mengabsen siswa.115 Siswa mengumpulkan tugas mandiri setelah melakukan revisi dan pengeditan ulang. Kegiatan merevisi dan mengedit kembali sudah dilakukan. (002/Ob/G).

guru membagikan lembar kerja per kelompok. 2) melatih hidup bermasyarakat. Siswa diminta mempersiapkan alt tulis. Hal ini terlihat tidak ada waktu yang vakum ketika terjadi diskusi kelas dan siswa tidak tegang dalam mengikuti kegiatan pembelajaran (003/Ob/G). Proses pembelajaran selanjutnya. dan menjelaskan apa yang ditanyakan siswa (005/Ob/ G dan 006/Ob/G).116 Komunikasi antaraguru dengan siswa lebih baik dibandingkan dengan siklus II. di dalam siswa diminta merevisi dan melakukan pengeditan ulang hasil kerja kelompoknya. Permainan kelompok pasangan ini dimaksudkan untuk 1) mengurangi kejenuhan. Guru meneliti tulisan siswa tentang tentang tata tulis dan kerapihannya yang masih dianggap perlu ditingkatkan. Setelah siswa selesai guru meminta siswa masuk ruangan kelas. dan menjelaskan teknis kerja kelompok di luar kelas. selanjutnya guru meminta siswa keluar kelas mengambil tempat sesuai dengan keinginan dan mengadakan observasi lapangan (005/Ob/G). Guru memonitor kegiatan siswa melakukan pengamatan dan menentukan benda yang akan dijadikan sumber menulis mendeskripsikan. Stelah semua siswa mendapat pasangan dan membentuk satu kelompok . Guru membentuk permainan dengan strategi mencari pasangan untuk kelompok berpasangan. masing-masing kelompok diwakili oleh satu anak. guru melanjutkan menyampaikan tujuan pembelajaran. siswa diminta menulis hasil pekerjaannya pada lember kerja dengan tulisan tegak berangkai. 3) kepemimpinan. ( 004/Ob/G). Setelah seluruh . Selanjutnya guru memberikan waktu tanya jawab. 4) melatih kerja sama. Kemudian siswa diharap disuruh membacakan hasil kerja kelompoknya.

. 22 Maret 2010. Pembejaran berlangsung hidup.). dilakukan dengan tahapan-tahapan sesuai dengan rencana pembelajaran.... (Hasil wawancara dengan kolaborator halaman .. hal ini diakibatkan guru telah mempersiapkannya dengan matang.. Komunikasi pembelajaran yang sudah baik pada siklus II dipertahankan guru dengan membangun jembatan komunikasi untuk memasuki dunia siswa dengan meningkatkan nada. Langkah-langkah guru dalam pembelajaran (001/Ob/G sampai 008/Ob/G) dilakukan dengan baik. Komunikasi guru dengan siswa lancar..... tertib dan mengasikkan siswa .... sehingga apa yang dikhawatirkan tentang sulit memonitor tidak terjadi. sampai. (007/Ob/G)... Guru memberikan komentar-komentar dengan jawaban siswa dengan mengaitkan antara materi menulis mendeskripsikan benda yang ada di sekitar lingkungan sekolah.117 kelompok selesai guru mengomentar kekurangan dan kelebihan tiap-tiap kelompok. Pembelajaran ditutup dengan ucapan salam (008/Ob/G).. 2) Analisis Data Pembelajaran di luar kelas dalam wujud masyarakat belajar dengan berganti teman dalam kelompok dapat dilaksanakan pada tindakan siklus III. Guru memberikan reward pada siswa reward berupa . Kegiatan memonitor terhadap kegiatan pembelajaran di luar kelas dilakukan bersama kolaborator. hal ini dikarenakan guru talah mempersiapkan dengan baik.. volume tempo dan isyarat verbal dan nonverbal.... Pada hari Selasa.. Guru mengakhiri pembelajaran menulis melalui mendeskripsikan benda di sekitar lingkungan sekolah.

Mereka berpakaian batik. Para siswa sangat senang dengan kehadiran peneliti bersama kolaborator (002/Ob/S). Kegiatan ini positif. siswa sudah duduk dengan tertib. berbaris dengan tertib. bagi siswa sangat bermanfaat untuk meningkatkan motivasi belajar. SD Negeri Panulisan Barat 01 bergagas memasuli ruangan.118 pujian tepuk tangan dan memberikan kenang-kenangan pada tiap kelompok sesuai tingkat keberhasilan. duduk dengan tertib dibangku masing-masing. Anak kelas II. (001/Ob/S). Masing-masing kelompok telah menunjukan penungkatan. (Transkrip pembelajaran siklus III halaman ------------). Rata-rata dapat mentampaikan dengan . Ketika guru masuk ruangan bersama kolaborator. (003/Ob/S). tidak seperti ketika pemaparan waktu sebelumnya. Perwakilan kelompok yang maju pertama kali adalah Alisya. Satu persatu mereka memasuki kelas. 3) Terhadap Siswa 1) Temuan Data Pada hari Kamis. memiliki lima kelompok . tepatnya pukul 07. ia membawakan hasil dengan tenang.tenang pada raut muka siswa nampak kegembiraan. Kelompok yang terbentuk melalui strategi permainan mencari pasangan. 18 Maret 2010.00 bel berbunyi tanda waktu masuk. Setelah Alisya membacakan hasil kerja kelompok menyusul kemudian Dimas seluruh kelompok sudah menyampaikan hasil. Masing-masing kelompok mempunyai satu ketua kelompok.

sikap pada menyampaikan sudah tidak canggung (004/Ob/S)..... volume suara terdengar jelas. Kegiatan merevisi dan mengedit kembali sudah dilakukan... Kesungguhan siswa dalam mengerjakan akan LKS tampak dari sikap tenang dan percaya diri.. bergairah dalam mengikuti pembelajaran. Siswa bekerja dengan sungguh-sungguh. Meskipun saling berpencaran kelompok satu dengan yang lain. Transkrip pembelajaran siklus III pada lampiran halaman..). 2) Analisis Data Berdasarkan hasil observasi terhadap proses pembelajaran melalui video shooting pada tindakan siklus III terhadap data di atas...... maka terhadap data di atas sebagai berikut: a) Siswa terlihat aktif.. Para siswa terlihat antusias mengerjakan tugas. petunjuk-petunjuk guru dijalankan dengan penuh semangat.. dan sikap tanggung jawab terhadap tugas (006/Ob/S).. Hai ini membuktikan bahwa telah ada peningkatan pada diri siswa sikap percaya diri.. Siswa mengumpulkan tugas mandiri setelah melakukan revisi dan pengeditan ulang.... . mereka tetap bekerja dengan tertib dan penuh disiplin (005/Ob/S). dan merasa senang menghadapi tantangan pembelajaran di luar kelas. senang.119 baik. Selanjutnya guru menutup pembelajaran dengan pesan-pesan dan mengakhirinya dengan salam (007/Ob/S dan 005/Ob/G)..

... tertib dan disiplin sehingga pekerjaan cepat selesai. c) Keberanian siswa menyampaikan pendapat hasil belajar kelompok meningkat. Materi Pembelajaran 1) Temuan Data Materi pembelajaran pada tindakan siklus III adalah menulis melalui mendeskripsikan benda hewan atau tumbuhan dengan memilih yang ada di lingkungan sekolah. tidak membosankan dan memperoleh keterampilan.. .. adapun materi tersebut sebagai berikut: 1Mengembangkan kalimat melalui mendeskripsikan benda di lingkungan sekolah. volume suara cukup keras dan terdengar oleh seluruh siswa. Kemudian rangkaikan kaimat-kalimat tersebut secara runtut dan padu.... Langkah selanjutnya kalian menulis kalimat berdasarkan kata-kata tersebut.120 b) Siswa bekerja penuh semangat. pembicaraan lancar. Jangan lupa kalian menulis judul sesuai benda tang kalian deskripsikan”. c. Kalian identifikasi benda tersebut dengan kata-kata. Materi yang disampaikan oleh guru sebagai berikut: “Dalam menulis melalui mendeskripsikan benda di lingkungan sekolah... (Transkrip pembelajaran dan lampiran wawancara halaman . mereka senang karena dapat menambah pengetahuan.(. pertama kalian pilih objek benda apa yang akan kalian deskripsikan... d) Siswa memilih objek benda yang ada disekitar lingkungan sekolah untuk dideskripsikan dalam menulis melalui bekerja kelompok...

Berikut ini penjelasan guru : “Bagian-bagian dari hasil deskripsi tersebut kalian kembangkan menjadi kalimat yang utuh. Kalian tulis dengan baik sesuai dengan benda yang kalian deskripsikan..).. mata dua .suaranya kukuruyuk.bentuk ayam jago . jangan lupa diberi judul. . Silakan kalian mulai menulis mendeskripsikan dengan baik. nasi dll. (Lampiran bahan ajar halaman .121 Penjelsan guru selanjutnya: “Agar hasil deskripsi kalian utuh dan menyeluruh kalian dapat menganalisis bagian-bagian benda tersebut.makanannya biji-bijian....mempunyai ekor dan siih . dedak... Jangan lupa perhatikan tata tulis dan ejaan yang benar. Kalimat-kalimat yang telah kalian kembangkan rangkai menjadi cerita yang runtut dan padu dengan menggunakan kata sambung. Merangkai kata-kata menjadi kalimat... Contoh bagian-bagian deskripsi dari ayam: .. tulisan rapih tegak berangkai ”.. (2) Analisis Data ...berkaki dua.berbulu halus berotok .

semua rajin.122 Berdasarkan analisis data di atas. d. : “Coba bagaimana langkah pertama dalam mendeskripsikan?. : “Dengan cara mendaftar ciri-ciri identitas bevda tersebut”. guru menggunakan model kooperatif strategi struktural mencari pasangan. bu!”. ibu akan menyampaikan cara mendeskripsikan benda hewan atau tumbuhan. Anak-anak. : “ Bisa dengan cara mendaftar pertanyaan”. Siswa Guru Siswa Guru Siswa Guru : “Masih. Anak-anak. ternyata ingatan kalian sangat tajam. Metode Pembelajaran (1) Temuan Data Berdasarkan hasil observasi proses pembelajaran siklus III. namun bukan mendeskripsikan melalui gambar hewan atau tumbuhan. sehingga tidak mengalami kebingungan. hari ini Bapak kutipan dialog akan melanjutkan pelajaran menulis mendeskripsikan benda hewan atau tumbuhan. Pada saat mengawali pembelajaran implementasi dalam pembelajaran sebagai berikut: Guru : “Masuk semua. Ada lagi dengan cara apa?”. pada pertemuan ini. materi yang disajikan sudah sesuai dengan rencana pembelajaran yang tertuang dalam silabus. benar. : “Ya. : “Bagus. melainkan kalian akan diajak mendeskripsikan langsung pada benda yang terdapat . Masih ingat kalian tentang cara mendeskripsikan?”. Materi disampaikan dengan jelas disertai contoh. Hebat.

Kegiatan siswa berkelompok mengidentifikasi benda tumbuhan atau hewan secara langsung dan menulis hasil deskripsinya. . (2) Analisis Data Berdasarkan hasil observasi di atas. (001/Ob/MI) Ketika siswa sudah jelas terhadap materi yang dipelajari. diskusi dan observasi yang dikemas secara baik. Kutipan dialog guru pada saat menjelaskan teknik mengobservasi benda di lingkungan sekolah sebagai berikut: Amati hewan atau tumbuhan.123 di sekiltar lingkungan sekolah. kemudian kalian pilih benda apa yang akan kalian deskripsikan. (002/Ob/MD). Selanjutnya kalian rangkaikan kalimat-kalimat tersebut dengan menggunakan kata sambung menjadi cerita yang runtut dan padu. guru telah melakukan pembelajaran dengan metode yang bervariasi meliputi: problem soving. Kalian bisa memilih objek langsung yang kalian senangi”. Metode ini berkaitan langsung dengan metode observasi. Langkah selanjutnya kalian mengidentifikasi benda tersebut. Kemudian kembengkan menjadi kalimat yang runtut. dominasi guru dalam pembelajaran terkurangi bahkan pembelajaran sudah beralih pada diri siswa. (003/Ob/MD). selanjutnya guru mengembangkan pembelajaran dengan diskusi kelompok sebagai wujud masyarakat belajar. Metode yang diterapkan merupakan implementasi penerapan model pembelajaran kooperatif dengan tujuan membangun kreatifitas guru untuk mengupayakan pembelajaran berjalan dengan interaksi dua arah.

sebelum tindakan baru mencapai33. Hasil rata-rata kelas sebelum tindakan 55. Penyimpulan Data (1) Hasil Belajar Berdasarkan pengamatan terhadap lembar kerja siswa dan studi dokumen terhadap hasil belajar ditemukan data sebagai berikut: (1) Kemampuan siswa dalam menulis mendeskripsikan benda hewan atau tumbuhan semakin meningkat.124 Siswa melakukan pengamatan untuk menentukan sendiri benda yang akan dijadikan objek mendeskripsikan. e. Hasil penerapan metode ini adalah : 1) membangkitkan semangat siswa.0 (2) Ketuntasan belajar siswa dalam kelas. dan mengembangkan menjadi kalimat yang runtut.9 pada siklus I. 4) siswa dapat bertukar pikiran. mengidentifikasi benda.3 meningkat menjadi dan pada siklus III meningkat lagi menjadi 75.3 % atau 10 siswa tuntas dari 30 siswa. pada siklus II meningkat menjadi 86. 2) siswa merasa senang. Untuk memberi gambaran periksa tabel di bawah ini: Tabel 5 Analisa Kemampuan Mendeskripsikan Benda Tumbuhan dan Hewan . 68. pada siklus II. Pada siklus I meningkat menjadi 76. 71. serta merangkai kalimat-kalimat tersebut menjaddi sebuah cerita yang runtut dan padu. 3) pembelajaran tidak membosankan.7 % atau 23 siswa tuntas.3.6 % atau 26 siswa dan pada siklus III meningkat lagi menjadi 100% atau 30 siswa tuntas belajar dari 30 siswa di kelas. 4) belajar penuh kegembiran.

4 71.0 59. begitu pula pada pilihan kata dan pengorganisasian kalimat . S II = Tindakan Siklus II. 6.5 73.9 70.3 64.6 64.4 69. Kemampuan siswa dalam menulis mendeskripsikan benda hewan atau tumbuhan mengalami peningkatan cukup tajam.5 74.9 Keterangan : ST= Sebelum Tindakan. Aspek Kesesuaia Judul dengan Isi Ket Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat ST 58.0 55. Untuk memperjelas data tersebut di bawah ini kutipan hasil deskripsi siswa : Bunga Ekor Bia . 3. begitu juga isi setiap kalimat sudah menunjukan keruntutan dan keterpaduan.0 56.3 73.0 55.0 55. S I = Tindakan Siklus I.3 S III 79. Kesalahan dalam menerapkan ejaan dan tanda baca semakin kecil.0 Pilihan Kata (Diksi) Keruntutan kata dalam kalimat Pengorganisasian Kalimat Struktur Kalimat Kerapiahan Tulisan (Berangkai) Rata-rata Akhir 56. 2.0 71.0 Penerapan Ejaan dan Tanda Baca 56.8 75.1 74.1 74.5 75.3 65.0 68.3 S II 75.6 SI 74 69. 5.3 66. struktur kalimat semakin baik.125 Nilai Rata-Rata Kelas No 1. 4. 7.0 71. S III = Tindakan Siklus III.6 62.0 69 69.

Kompetensi Ketepatan Penggunaan Ejaan dan Tanda Baca . ada yang merah. Banyak sekali yang menggemari bunga ekor bia ini. Frekuensi siswa yang keliru tidak ada. 20. Kesimpulan untuk kompetensi kesesuaian judul dengan isi deskripsi dapat meningkat. Dulu waktu masih baru musim bunga ekor bia harganya mahal. Berdasarkan temuan data siklus III peneliti sampaikan hasil pekerjaan siswa menulis mendeskripsikan benda hewan atau tumbuhan masing-masing aspek sebagai berikut: a.126 “Bunga yang indah tumbuh dalam pot yang berjajar di teras sekolah.3 . Itulah bunga ekor bia”. sekarang sudah biasa tidak dianggap aneh lagi. Kompetensi Kesesuaian Judul dengan Isi Setelah dilakukan pengamatan terhadap pedoman penilaian. Untuk kompetensi ini rata-rata kelas semakin meningkat.7 point. Ketuntasan belajar untuk kompetensi ini 100 % dari 30 siswa seluruh siswa berhasdil melampaui KKM. Rata-rata judul yang dibuat sudah dapat mencerminkn isi secara keseliruhan. pada kompetensi kesesuaian judul dengan isi deskripsi siswa maka terdapat kesesuaian. Bunga itu berwarna-warni. dan oren. Pohon bunga ekor bia berduri.Dengan demikian terdapat kenaikan.0 siklus II 75. Hasil sebelum tindakan 58. putih. b. Bunga itu sedap dipandang namun sayang tidak wangi. Kalaupun ada hanyalah kurang sempurna dalam penulisan. Semua hasil deskripsi yang ditulis siswa judul sudah mencerminkan isi secara keseluruhan. bercabang dan daunnya berwarna hijau.9 dan siklus III meningkat menjadi 79.6 Setelah tindakan siklus I meningkat menjadi 74.

c. Siswa yang masih mengalami kesalahan dalam hal tersebut hanya beberapa siswa saja.2.6 siklus I.8. namun begitu sudah ada peningkatan.3 siklus II. Memang belum semua siswa. Begitupun penggunaan huruf pada awal kalimat dan nama binatang. Rata-rata sudah benar menggunakan huruf besar. Makna gramatikal kata yang muncul dalam kalimat secara umum cukup baik. 73. Penggunaan kata depan dan kata penghubung umumnya sudah benar pemakaiannya.point. Kata-kata yang digunakan sesuai dengan kontek kalimat. baik kata secara umum. Kompetensi Ketepatan Penggunaan Kata (Diksi). Kualitas kasalahannya juga semakin rendah.0). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kompetensi siswa dalam menerapkan tanda baca dan tata tulis berhasil melampaui KKM (66. pada kompetensi ini data hasil deskripsi para siswa menunjukan bahwa dalam menggunakan ejaan dan tanda baca secara umum dapat dikatakan meningkat baik.6 sebelum tindakan baru mencapai 69. kata depan dan kata penghubung secara umum kualitas kompetensi meningkat. 70. kompetensi para siswa berkaitan ketepatan penggunaan kata. Kompetensi ketepatan penggunaan pilihan kata dalam kalimat secara umum semakin meningkat. Hasil untuk kompetensi ini rata-rata kelas 56. Sebelum dilakukan . Kebanyakan para siswa dalam menuliskan judul sudah benar sesuai dengan aturan.127 Setelah dilakukan pengamatan berdasarkan pedomam penilaian. Dengan demikian. Penulisan tanda baca pada setiap akhir kalimat kebanyakan sudah menunjukkan kompetensinya. Sedikit sekali kata yang makna gramatikalnya dalam kalimat mengacaukan maksud makna kalimatnya. Terjadi peningkatan 17.

Hubungan makna antar kalimat dalam cerita tertata baik. Hubungan antara kalimat satu dengan kalimat lain saling bertautan. dihasilkan data bahwa karangan siswa menunjukkan bahwa ide-ide identifikasi yang dibangun jelas. siklus II 71. walaupun masih ada sedikit yang masih kurang.0 Setelah tindakan siklus III menjadi 75.128 tintadan nilai rata-rata 56. Data yang lain yang menunjukkan kalimat satu dengan yang lain dalam deskripsi rata-rata terdiri dari enam sampai delapan kaliamt. Kompetensi Keruntutan Kata dalam Kalimat. Sebelum tindakan baru 20 % atau demikian kompetensi ini peningkatan cukup tajam.0. Dengan demikian.4. Ketuntasan belajar siswa pada aspek ini mencapai 100 % atau 30 siswa tuntas. Setelah dilakukan pengamatan berdasarkan lembar observasi data uji kompetensi pada aspek pengorganisasian kalimat dalam deskripsi siswa tindakan siklus ketiga dihasilkan data bahwa kalimat dalam deskripsi siswa menunjukkan peningkatan tahap demi tahap semakin baik.5 piont.1 point.1. Hasil akhir siklus III mengalami peningkatan sebesar 19.0.0 Terdapat peningkatan 19. Dengan . 74. Kompetensi Keruntutan dan Kepaduan dalam Kalimat. siklus I 69. dan Siklus III. Hasil rata-rata kelas pada kopetensi ini Sebelum dilakukan tindakan baru mencapai 55. Kompetensi siswa dalam aspek ini dapat meningkat. kalimat satu dengan yang lain menunjukkan kaimat yang logis. e. Rata-rata kalimat enam sampai 6 siswa. dan menunjukkan bertautan. Kalimat yang tidak bertautan jumlahnya semakin berkurang. d. Setelah dilakukan pengamatan berdasarkan lembar observasi terhadap data uji keompetensi pada aspek kohesi dan koherensi dalam kalimat siswa.

ada subjek. Hasil rata-rata kompetensi sebelum tindakan 56.5 Dengan demikian tindakan padsa siklus ini sudah berhasil meningkatkan kemampuan siswa sebesar 19.0. tetapi. dihasilkan data bahwa deskripsi siswa semakin menunjukkan peningkatan. Secara umum kalimat yang dibuat sudah berpola. predikat . siklus II 69.4. hubungan antar kalimat satudengan yang lain semakin menunjukkan kohesi dan koherensi. Dengan demikian penerapan pembelajaran model kooperatif strategi struktural pada siklus ini dapat berhasil meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis melalui mendeskripsikan benda hewan atau tumbuhan.1 point. hubungan makna antar kalimat semakin kohesif.6. kompetensi pengorganisasian kalimat sudah baik.Penggunaan kata penghubung dan.1. Data akhir deskripsi siswa menunjukkan bahwa kalimat yang digunakan oleh para siswa secara umum semakin baik dan berkualitas. f. sedangkan di awal kalimat yang mengakibatkan kalimat tidak sefektif semakin berkurang pemakaiannya. .3 dan setelah tindakan siklus III meningkat menjadi 73.5 point. dan pada siklus III meningkat menjadi 74.3.0. pada siklus II 71. Hasil ketuntasan belajar kompetensi ini mengalami peningkatan. pada siklus I 69. objek bahkan sudah ada yang lengkap . Peningkatan berkisar 17. Kepaduan tulisan dalam keseluruhan kalimat secara umum tampak baik. sebelumnya nilai rata-rata kompetensi ini 55. Kompetensi Struktur Kaliamat dalam Mendeskripsikan Setelah dilakukan pengamatan berdasarkan lembar observasi terhadap data uji kompetensi pada aspek struktur kalimat dalam mendeskripsikan. siklus I 66. Secara umum dari hasil yang tampak. Pola kalimat semakin jelas dan bermakna.129 delapan kaliam.

dihasikan data bahwa deskripsi siswa menunjukkan sedikit demi sedikit coretan sudah mulai berkurang. siklus II. Kemampuan siswa sebelum tindakan baru mencapai 57. Sebelum dilakukan tindakan baru mencapai 59. Kompetensi Kerapihan Tulisan (Tegak Berangkai) Setelah dilakukan pengamatan lembar observasi terhadap data uji kompetensi pada aspek kerapihan tulisan cerita deskripsi keseluruhan. Cerita deskripsi siswa semakin rapih.0) pada materi menulis bahan kajian mendeskripsikan gambar hewan atau binatang telah dapat dicapai.9 Pada akhir tidakan silkus III rata-rata kelas mencapai 75. Berdasarkan uraian singkat analisis di atas dapat disimpulkan bahwa pencapaian target KKM (66. pengungkapan isi semakin terbaca jelas. kata hasil identifikasi yang dikembangkan semakin lancar. 65.5 point.0 dan siklus III meningkat menjadi 74.5 peningkatan cukup tajam berkisar 15. Untuk memperjelas periksa tabel 6 di bawah ini Tabel 6 Rekapitulasi Hasil Tes Menulis Mendeskripsikan Gambar Hewan dan Tumbuhan.130 g.0 Siklus I. dengan ketuntasan belajar mencapai 100 % sedangkan sebelum tindakan baru mencapai 36. Dengan demikian. Hasil rata-rata kompetensi ini .0 Terdapat peningkatan berkisar 15.5 point. dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif strategi struktural pada siklus III untuk kompetensi dalam aspek isi cerita deskripsi meningkat.6 %. ruang pada kolom LKS rata-rata terisi penuh. .0. 64.

0 75.9 57.6 74.00 64.1 Peningkatan 20.0 71.3 73.1 7 59.00 62.6 70.86 71.4 74.0 19.3 71.4 128.0 66.0 74.4 74. Tabel 7 Analisis Ketuntasan Belajar Dalam Prosen No Kompetensi Ketuntasan Dalam (%) ST SI S II S III Ket .3 73.3 217.0 69.14 68.9 79.9 198.1 17.0 65.131 Kompetensi / Aspek Uraian ST Siklus I Siklus II Siklus III 1 58.5 69.8 17.5 Jml Ratarata 173. Ketuntasan Belajar (1) Temuan Data Berdasarkan hasil observasi terhadap dokumen hasil belajar siswa selama siklus I sampai siklus III.5 15.3 206. ( Tabel 7 di bawah ini ).1 19.6 69.6 75.5 4 55.0 75.1 5 55.0 64.2 3 56.5 19.6 69.5 19.3 2 56. Peningkatan itu tidak hanya pada hasil rata-rata tetapi juga pada aspek kompetensi yang diharapkan dalam pembelajaran menulis.7 2. diperoleh data bahwa hasil menulis siswa mendeskripsikan gambar hewan atau tumbuhan dari siklus ke siklus semakin meningkat.5 6 56.

Kesatuan Kalimat Pengorganisasian Kalimat Struktur Kalimat Kerapihan Tulisan 30.7 83.6 20. pada siklus II .0 80.7 83. (2) Analisis Data Berdasarkan data tabel 7 di atas. 25 siswa tuntas. b.0 73.3 100 Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Rata-rata Ketuntasan Kelas Keterangan : ST = Sebelum Tindakan. S II = Tindakan Siklus II. sebelum tindakan 9 siswa atau 3.7 100 93.3 73.7 80.3 46.2 33.3 39.3 56.0 16.0 16.3 83. Aspek penerapan ejaan dan tanda baca.132 1 2 3 4 5 6 7 Kesesuaian Judul dengan Isi Penerapan EjaanTanda Baca Pilihan Kata (Diksi) Keterpaduan.3 76.6 20. pada siklus I siswa belajar mencapai 22 siswa atau 73.0 86. siklus I. begitu pula pada siklus II dan III tuntas 100 % dari jumlah 30 siswa. S I = Tindakan Siklus I.7 66. S III = Tindakan Siklus III.Kesesuaian isi dengan judul.7 100 96.7 100 96.3%.3%.7 80. siklus I .0 23. ketuntasan siswa dalam belajar menulis mendeskripsikan gambar hewan atau binatang berdasarkan kompetensi menulis setiap aspek sebelum tindakan sampai tindakan siklus III dapat disimpulkan sebagai berikut: a.0 86.3 70. meningkat 28 siswa atau 93.7 100 96.33 %.

133

meningkat mencapai 6 siswa dan siklus III meningkat lagi menjadi 29 siswa atau 96,7 %. c. Aspek pilihan kata (diksi) sebelum tindakan siswa tuntas baru mencapai 6 siswa dari jumlah 30 siswa atau 20.%. Pada siklus I meningkat menjadi 46,6 % atau 14 siswa, siklus II meningkat menjadi 56,7 atau 17 siswa, pada siklus III meningkat lagi menjadi 30 siswa atau 100 %. d. Aspek keterpaduan kata dalam kalimat, sebelum dilakukan tindakan ketuntasan baru mencapai 16,6% atau 5 siswa dari jumlah 30 siswa. Pada siklus I meningkat menjadi 66,7 % atau 20 .siswa, siklus II menungkat menjadi 80 % atau 24 siswa, pada siklus III meningkat lagi menjadi 29 siswa atau 96,7 %. e. Aspek Pengorganisasian kalimat dalam deskripsi, ketuntasan belajar sebelum tindakan baru mencapai 20 % atau 6 siswa, pada siklus I meningkat menjadi 83,3 % atau 25 siswa, pada sisklus II meningkat lagi menjadi 86,7% atau 27 siswa, pada siklus III meningkat lagi menjadi 100 % atau 30 siswa. f. Aspek Kerapihan Tulisan pada siklus I baru mencapai 73,3 % atau 23 siswa, pada siklus iI meningkat menjadi 80.% atau 24 siswa, pada siklus III meningkat lagi menjadi 83,3 % atau 25 siswa sedangkan pada siklus III meningkat lagi

menjadi 30 siswa atau 100 % tuntas. Indikator keberhasilan ketuntasan belajar siswa dalam kelas adalah dari jumlah siswa 23 atau 30 siswa lebih, maka diambil kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif pada pembelajaran menuliscerita mendeskripsikan gambar hewan dan tumbuhan dapat meningkatan kemampuan siswa dari 76,7 % menjadi 100 %. Cerita deskripsi siswa semakin berkualitas secara isi maupun

134

unsur-unsur yang terkandung kompetensi menulis. (Lihat lampiran hasil kerja pada halaman ........, ......... dan ......). Dari data tabel di atas diperjelas dengan diagram di bawah ini Diagram Perbandingan Hasil Ketuntasan Kemampuan Menulis Sebelum sampai Siklus III

ST

SI

SII

SIII

(4) Penyimpulan Data a) Data Tes (1) Temuan Data Berdasarkan data tes awal, tes siklus I, II, dan III dalam lampiran hasil ditemukan data tentang hasil tes uji kemampuan siswa dalam menulis

135

mendeskripsikan gambar benda hewan atau tumbuhan seperti tersebar di bawah ini: 1. Nilai tes awal rata-rata kelas adalah 57,90 2. Nilai tes siklus I rata-rata kelas 70,40 3. Nilai tes siklus II rata-rata kelas 72,79 4. Nilai tes siklus III rata-rata kelas 76,30 (Lampiran hasil tes tiap-tiap siklus halaman .............,.............,..........). (2). Analisis Data Berdasarkan pembobotan nilai menulis pada tabel I halaman ........... laporan ini dinyatakan bahwa taraf penguasaan kemampuan siswa dikualifikasi sebagai berikut: 1. Nilai 0-3 kualifikasi kurang, dinyatakan tidak berhasil 2. Nilai 3-5 kualifikasi baik, dinyatakan kurang berhasil 3. Nilai 3-9 kualifikasi sangat baik, dinyatakan berhasil. Dengan demikian tindakan yang dilakukan guru dalam pembelajaran menulis mendeskripsikan gambar hewan dan tumbuhan siklus I, II, dan III memiliki kualifikasi baik dan dinyatakan berhasil. b. Data Daya Serap (1) Temuan Data

136

Berdasarkan data tes awal, tes siklus I, II, dan siklus III pada lampiran halaman .........,..........,dan ............. pada lampiran ini diperoleh data sebagai berikut: 1. tes awal rata-rata kelas adalah 59,90 tuntas belajar 10 siswa atau 33,3 %. 2. tes siklus I rata-rata kelas adalah 70,49 , tuntas belajar. 15 siswa atau 50 %. 3. tes siklus II rata-rata kelas adalah ,tuntas belajar 72,70 siswa atau. 27 % 4. tes siklus III rata-rata kelas adalah 76,30, tuntas belajar 30 siswa atau 100 % (Lampiran hasil tes tiap-tiap siklus halaman .........,..........,.........). (3) Analisis Data Berdasarkan pembobotan terhadap penguasaan kemampuan siswa dalam menyerap materi menulis dengan bahan kajian mendeskripsikan gambar benda hewan atau tumbuhan maka diperoleh hasil sebagai berikut: 1. Pembelajaran sebelum tindakan dengan rata-rata nilai. 56,6 dan ketuntasan belajar 33,3,% atau 10 siswa dari jumlah 30 siswa dalam kelas dinyatakan bahwa siswa kurang mampu menulis ,mendeskripsikan gambar hewan atau tumbuhan . Model pembelajaran dan metode yang digunakan guru dalam pembelajaran tidak berhasil meningkatkan kemampuan. Data lampiran halaman ........... 2. Pembelajaran pada siklus I dengan hasil rata-rata kelas. 70,40 dengan

ketuntasan belajar mencapai 16 siswa atau 53,33 % dinyatakan bahwa siswa mampu menulis mendeskripsikan gambar hewan atau tumbuhan. Model pembelajarandan metode yang dipergunakan guru dalam pembelajaran berhasil

137

meningkatkan

kemampuan.

(Data

lampiaran

halaman

.........).

Tindakan

dilanjutkan karena masih ada aspek yang belum tuntas. 3. Pembelajaran oada siklus II dengan hasil rata-rata kelas. 72,79 dengan ketuntasan belajar mencapai 23 siswa atau 76,7 % dinyatakan bahwa siswa mampu menulis melalui mendeskripsikan gambar hewan atau tumbuhan . Model pembelajaran dan metode yang digunakan guru dalam pembelajaran berhasil meningkatkan kemampuan. (Data lampiran halaman...................) Tindakan dilanjutkan karena guru belum merasa puas. 4. Pembelajaran pada siklus III dengan rata-rata kelas 76,30. dengan ketuntasan belajar mencapai 29 siswa atau 96,7 % dinyatakan bahwa siswa mampu menulis mendeskripsikan gambar hewan atau tumbuhan . Model pembelajaran dan metode yang digunakan guru dalam pembelajaran berhasil meningkatkan kemampuan. (Data pada lampiaran halaman..........). Tindakan dihentikan karena guru merasa puas dengan hasil yang diperoleh para siswa. Untuk melengkapi data di atas di bawah ini peneliti sampaikan diagram perkembangan hasil belajar siswa dalam menulis mendeskripsikan gambar hewan atau tumbuhan siswa kelas II SD Panulisan Barat 01.

Keterangan Aspek Penilaian : 1. Kesesuaian Judul dengan Isi 2. Penggunaan Ejaan dan Tanda Baca 5. Pengorganisasian Kalimat 6. Struktur Kalimat

. pada tentang respon atau tanggapan siswa dalam pembelajaran diperoleh data sebagai berikut: 1.. KKM. Skor tindakan siklus I skor 17 3. Isi seluruh deskripsi 4.. Temuan Data Berdasarkan data observasi pada lampiran halaman . Perkembangan Hasil Belajar Siswa Keterangan: 1. Tuntas belajar jika jumlah siswa dalam kelas mendapatkan nilai. . Keruntutan dan kepaduan (kohesi dan koherensi) Diagram 4.138 3.. Pilihan Kata (Diksi) 7. Skor sebelum dilakukan tindakan skor 11 2. 66. Skor tindakan siklus III skor 23 Digambarkan dalam tabel di bawah ini.. Skor tindakan siklus II skor 21 4.. Tabel 8 Respon Siswa Terhadap Pembelajaran %.00 atau mencapai lebih dari 2) Siswa A.. 66 2.

0 Kategori kurang baik. .139 Skor Tiap Siklus No Indikator ST 1 Perhatian siswa terhadap Penjelasan guru 2 Intensitas 2 terhadap 2 3 3 4 4 5 4 SI S II S III Keterangan pertanyaan yang diberikan 3 Minat siswa terhadap 2 4 4 4 pertanyaan guru 4 Keaktifan mengerjakan LKS 5 Antusias pada tugas yang 2 diberikan guru Jumlah Skor Skor Maksimum 11 25 17 25 21 25 23 25 4 5 5 siswa 3 3 4 5 (2) Analisis Data Berdasarkan pembobotan terhadap perhatian siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis dengan kajian mendeskripsikan gambar benda hewan atau tumbuhan maka diperoleh hasil sebagai berikut: 1. Skor Sebelum Tindakan : 11 : 25 x 100 = 44.

0 Kategori cukup berhasil 3. Mereka aktif bertanya jawab dengan guru. Dalam uraian terdahulu disebutkan bahwa peningkatan kemampuan siswa mendeskripsikan gambar binatang dan tumbuhan dalam menulis meningkat dari 57... berkelompok dengan mencari pasangan...0 Kategori Amat Baik Data.....140 2. Respon siswa terhadap pembelajaran sewcara bertahap meningkat..7 Temuan data di atas menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Kooperatif pada pembelajaran menulis mendeskripsikan gambar benda atau hewan berpengaruh terhadap respon siswa..0 Kategori baik 4. Skor Tindakan Siklus II: 21 : 25 x 100 = 84.data di atas menunjukkan bahwa penerapan model bembelajaran Kooperatif Strategi permainan pada proses pembelajaran menulis berpengaruh terhadap respon siswa..0 Peningkatan berkisar 17.10 point dengan ketuntasan belajar 100 % dari jumlah 30 siswa.. .90 menjadi 75. Peningkatan ini memberi kontribusi terhadap kemampuan siswa dalam menulis mendeskripsikan gambar hewan atau tumbuhan . Skor siswa rata-rata dalam tugas siklus adalah 96. Periksa lampiran . Skor Tindakan Siklus III: 23 : 25 x 100 = 92..) Siswa secara aktif mengikuti jalannya proses pembelajaran. Peningkatan ini memberi kontribusi terhadap kemampuan siswa dalam menulis mendeskripsikan gambar benda atau hewan . berkirim salam dan soal. Respon siswa terhadap pembelajaran secara bertahap meningkat. data hasil observasi halaman ..... Skor Tindakan siklus I : 17 : 25 x 100 = 68.

Berdasarkan temuan yang telah dipaparkan di atas. Walaupun demikian sebagai sebuah model pembelajaran tidak berarti dapat digunakan dalam seluruh situasi dan kondisi. (d) menghilangkan sifat memntingkan diri sendiri atau egois. . Sehubungan dengan hal ini. keterampilan. perilaku sosial. (9) meningkatkan kemampuan memandang masalah dan situasi dari berbagai perspektif. (c) memungkinkan terbentuk dan berkembangnya nilai-nilai sosial dan komitmen. (a) meningkatkan kepekaan dan kesetiakawanan sosial. akan peneliti sampaikan kelebihan dan kekurangan dari model pembelajaran kooperatif dengan teknik metode struktural pada pembelajaran menulis mendeskripsikan gambar hewan dan tumbuhan.141 5) Kelebihan dan Kelemahan Pembelajaran Menulis Crita Mendeskripsikan Gambar Hewan dan Tumbuhan melalui model Pembelajaran Kooperatif. (6) membangun persahabatan yang dapat berlanjut sampai dewasa. (b) memungkinkan para siswa saling belajar mengenali sikap. terutama mendeskripsikan gambar benda hewan dan binatang. (8) meningkatkan rasa saling percaya kepada sesama manusia. dan pandangan-pandangan. informasi. Sehingga setiap model pembelajaran akan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. (7) berbagai keterampilan sosial yang diperlukan untuk memelihara hubungan saling membutuhkan dapat diajarkan dan dipraktekan. maka model pembelajaran kooperatif metode struktural dapat digunakan untuk meningkatkan proses pembelajaran menulis.

melalui lingkungan dan menidentifikasi benda asli. gembira dan berbobot. (4) Model pembelajaran kooperatif menyarankan pembelajaran menggunakan media pembelajaran langsung di luar kelas. menyenangkan. efektif. Berdasrkan masukan siswa kelas II SD Negeri Dayeuhluhur 06. aktif. agama dan orientasi tugas. kreatif. (11)meningkatkan kegemaran berteman tanpa memandang perbedaan kemampuan. (3) Model pembelajaran kooperatif menuntut guru mempersiapkan media pembelajaran. jenis kelamin. Kecamatan Dayeuhluhur kabupaten Cilacap terhadap pembelajaran mendeskripsikan gambae hewan atau tumbuhan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif memiliki kelebihan dan manfaat sebagai berikut: . jika tidak siswa dapat bermain sendiri sehingga pembelajaran berlangsung lama benyak waktu yang terbuang. Kelemahan Model Pembelajaran Kooperatif. (1) Model pembelajaran kooperatif dalam pembelajaran membutuhkan persiapan cukup rumit. kelas sosial. karena guru harus mempersiapkan ala atau media belajar yang sesuai dengan perkembangan jiwa siswa. b. etnis. normal atau cacat. dan lembar tugas siswa yang bervariasi. Proses pembelajaran di luar kelas membutuhkan pengawasan yang lebih ketat. inivatif.142 (10) meningkatkan kesediaan menggunakan ide orang lain yang dirasakan lebih baik. (2) Model pembelajaran kooperatif menyarankan belajar pembelajaran.

Siswa berani mengemukakan pendapat. bertanya dan menanggapi sebagai bahan mengidentifikasi untuk mendeskripsikan benda permasalahan pembelajaran. Siswa mendapat kesempatan mengkomunikasikan hasil baik secara tertulis maupun secara lesan. 6.143 1. Siswa menjadi senang dan lebih bergairah dalam mengikuti pembelajaran.Pembelajaran menulis mendeskripsikan gambar hewan dan tumbuhan dapat menambah keterampilan berbahasa. sehingga dapat mencurahkan gagasan dengan lancar. 4. benda dan benda yang ada dilingkungan tersebut. Siswa dapat belajar dengan bebas tanpa tekanan. . 2. 7. Siswa mendapat latihan mengamati gambar. Siswa bertambah pengetahuan dalam menulis khususnya cara mendeskripsikan bendan atau gambar. 3. 5.

90 Pada tindakan siklus pertama meningkat menjadi 68. Kecamatan Dayeuhluhur. Penerapan model pembelajaran kooperatif melalui tiga siklus dapat meningkatkan kemampuan menulis cerita melalui mendeskripsikan gambar tumbuhan dan hewan siswa kelas II SD Negeri Dayeuhluhur 06. 2. disertai dengan hasil refleksi dan analisa data hasil observasi setiap hasil tindakan disimpulkan sebagai berikut: 1. Kecamatan Dayeuhluhur.144 BAB V PENUTUP 1.3 dan pada tindakan siklus ketiga meningkat lagi menjadi 75. Ketuntasan belajar baik secara perorangan maupun kelas mengalami peningkatan. Kabupaten Cilacap tahun pelajaran 2009/2010. Sebelum dilakukan tindakan ketuntasan belajar baru mencapai 33. pada tindakan siklus kedua meningkat menjadi 71. 2. Kemampuan rata-rata kelas sebelum dilakukan tindakan baru mencapai 57. Peningkatan kemampuan menulis melalui mendeskripsikan gambar tumbuhan dan hewan ditunjukkan oleh data observasi sebagai berikut: 1. Kesimpulan Berdasarkan penelitian tindakan kelas yang dilakukan sebanyak tiga siklus tentang meningkatkan kemampuan menulis cerita melalui mendeskripsikan gambar tumbuhan dan hewan dengan model pembelajaran kooperatif di kelas II SD Negeri Dayeuhluhur 06.3.0. Kabupaten Cilacap.3% atau 10 siswa tuntas dengan nilai di atas atau sama 144 .

Kualitas pembelajaran pada setiap siklus dengan penerapan model pembelajaran kooperatif secara bertahap mengalami peningkatan. Setelah dilaksanakan tindakan siswa menjadi rajin dan memperhatikan penjelasan guru saat menyapaikan pelajaran. Indikasi yang menunjukkan perubahan sikap terlihat pada saat pembelajaran menulis sebelum tindakan dilakukan siswa malas dan kurang perhatian. sedangkan setelah dilaksanakan tindakan secara bertahap naik setiap siklusnya. Pada siklus I siswa tuntas belajar mencapai jumlah 23 siswa atau 76.7%.145 dengan 57. 3.6 % dan pada siklus III dari jumlah 29 siswa seluruhnya dapat mencapai nilai di atas KKM 66. tahap demi tahap semakin meningkat.90 dari jumlah siswa seluruhnya 30 siswa. setelah dilakukan tindakan berangsur-angsur menjadi tinggi. Saran . Motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis melalui mendeskripsikan gambar benda.0 atau tuntas 100%. 4. Peningkatan tersebut dapat terlihat pada proses siswa saat mengikuti proses pembelajaran baik dalam menjawab pertanyaan maupun dalam mengerjakan tugas dari guru. pada siklus II ketuntasan mencapai 26 siswa atau 86. siswa bergairah dan merasa senang saat mengikuti pembelajaran. 5. Sikap siswa terhadap pembelajaran menulis sebelum dilakukan tindakan tergolong rendah.

Guru mendorong setiap keingintahuan siswa lewat pertanyaan dan dialog tentang topik yang dibahas melalui tanya jawab. pasif dan takut dalam mengemukakan pendapat menjadi lebih antusias mengikuti pembelajaran. mengamati permasalahan yang sedang dihadapi sehingga berhasil menemukan jawaban. Guru mendorong setiap keingintahuan siswa lewat model-model pembelajaran yang inovatif diantaranya model pembelajaran kooperatif sehingga siswa yang tadinya diam. Guru membuat umpan balik dalam bentuk tanya jawab dengan siswa tentang kesulitan yang dihadapi dan pemecahannya. berdiskusi sehingga siswa yang tadinya diam. 3. serta . yang tadinya tidak berarti menjadi bermakna. pasif dan takut dalam mengemukaan pendapat menjadi lebih antusias mengikuti pembelajaran. Guru mengkondisikan siswa dalam proses pembelajaran ada kegiatan mengidentifikasi. maka peneliti mengajukan beberapa saran sebagai berikut: 1. 2.146 Berdasarkan temuan data dan hasil penelitian tindakan kelas pada penerapan model pembelajaran kooperatif meningkatkan kemampuan menulis cerita melalui mendeskripsikan gambar tumbuhan dan hewan di kelas II SD Negeri Dayeuhluhur 06. 5. Kecamatan Dayeuhluhur. berkelompok. 1. 4. yang dirasakan sulit menjadi mudah. Kabupaten Cilacap. Saran Kepada Guru Kelas Guru diharapkan mampu menjadikan dan mengemas pelajaran yang tadinya tidak menarik menjadi menarik.

Meningkatkan sarana sumber pembelajaran dengan melengkapi buku-buku perpustakaan dan akses internet.147 merekomendasikan kegiatan yang telah dilakukan. 6. 3. 2. kesan dan harapan siswa selama melakukan kegiatan pembelajaran. Guru diharapkan mampu berinovasi dalam pengelolaan kelas. 7. Kegiatan belajar yang bisa diamatai secara periodik perkembangan kompetensi siswa melalui kegiatan-keggiatan proses pembelajaran dan hasil pembelajaran (authentic assessment). Meningkatkan kompetensi guru kelas atau guru bahasa Indonesia dengan mengikut sertakan guru dalam pelatihan-pelatihan pembelajaran yang menggunakan model-model pembelajaran kooperatif. juga hendaknya mendukung upaya memediasi dan memfasilitasi para siswa dalam proses pembelajaran yang kondusif di kelas karene upaya tersebut dibutuhkan media dan fasilitas yang bervariasi serta memadai. Saran Kepada Kepala Sekolah Saran untuk kepala sekolah agar mendapatkan mendapatkan lebih maksimal terhadap mutu pembelajaran di SD Negeri Dayeuhluhur 06 adalah sebagai berikut: 1. khususnya pada saat saswa mempresentasikan hasil pekerjaannya. Saran untuk Anggota KKG Kegiatan KKG hendaknya membahas pengembangan model pembelajaran yang inovatif dengan model-model pembelajaran yang lain. 8. .

148 4. . oleh karena itu alangkah baiknya penelitian ini ditindaklanjuti dengan penelitian tindakan kelas yang menguatkan kembali penerapan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif kekurangan-kekurangan dalam penelitian ini dapat dilengkapi. Saran untuk Peneliti Penelitian ini belum sempurna.

L. Maleong. New Jersey: Prentice Hall Regents. Englewood Cliffc. Englewood Cliffc. Milles dan Huberman. M. Akhadiah. Qualitative Data Analysis. Jakarta: LP3S. 2000. Pendidikan di Indonesia. 1997. Metodologi Penelitian Kualitatif. 1994. Jakarta: Erlangga. Teaching by Principles an Interactive Approach to Language Pedagogy. C. Brown. H.L. 2003. Jakarta : Rineka Cipta. Belajar dan Pembelajaran. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. H. Jakarta : Rineka Cipta. 1957. Djamarah.149 DAFTAR PUSTAKA Ahmadi. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.W. New Jersey: Rutgers University. Jakarta: Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. M. Jakarta : Balai Pustaka.D. A. 1975. 1987. Jakarta: Erlangga. Kingsley. Depdikbud. Jakarta: Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Depdiknas. Anita. New Jersey: Prentice-Hall Inc. S. 1995. Depdiknas. & Zain. Dimyati dan Mudjiono. Beverly Hills: Sage Publisher.E. 1992. A Sourcebook of Method. . E. 1994. 1999. Beeby. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Educational Psychology for Teachers.J. 1999. Strategi Belajar Mengajar. Model Silabus Tematik Kelas II. Englewood Cliffc. 2008.B. Metode Pembelajaran Bahasa Indonesia. The Nature and Conditions of Learning.

Tarigan. Model-model Pembelajaran Inovatif: Yuma Pustaka. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. K. 1999. Bandung: Angkasa Bandung. Tarigan. 2009. Petunjuk Praktis Menulis. Media Pengajaran. Bandung: Angkasa. Yogyakarta: Adi Cita Karya Nusa. 2002. Mengembangkan Minat dan Kebiasaan Membaca Efektif dan Efisien. dan Budiasih.G. Menulis sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Kelas Rendah. . 1997. Suriamiharja. Zuchdi. Penuntun Mengarang. Bandung: Sinar Baru. PPS Yogyakarta. Jakarta : Sinar Baru Algensindo Sumarwati. Yogyakarta : Adi Cita. Sudjana. Peningkatan Keterampilan Siswa SD dalam Menulis. Sutejo. D. Tesis. N. Laporan Penelitian. M. Menjadi Guru Profesional. 2010. dkk. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. 2000. 1996. 1984.G. Bandung : Angkasa. Syamsi. Teknik Kreatifitas Pembelajaran. 1997. Pranggawidagda.150 Nursito. 2001. Uzer. Sudjana. Rivai. Drs. Strategi Penguasaan Bahasa. Tampubolon. Jakarta: Dirjen Dikti. Drs. 1983. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 1997. Sugiyanto. dan A.Hum.Si. S. H. H. 1999. Lentera Cendikia. M. N. Jakarta: Depdikbud. 1991. Keefektifan Pengajaran Menulis dengan Pendekatan Proses pada Siswa Kelas V SD Negeri dan Swasta Kota Madya Surakarta. H. Yogyakarta : IKIP. Surabaya.U. M.

Mengembangkan Kata Menjadi Kalimat Setelah gambar tersebut diidentifikasi atau disebutkan ciri-ciri gambar tersebut. telinga nya panjang. Ciri-ciri hewan tersebut adalah : Bentuk badannya kecil. Kalian identifikasi ciri hewan tersebut. makanannya rumput. Langkah pertama kalian identifikasi dulu gambar hewan tersebut! Agar lebih jelas perhatikan contoh-contoh berikut! Gambar tersebut diidentifikasi secara teliti. kaki dua. Materi Ajar Siklus I Menulis Mendeskripsikan Gambar Hewan A. selanjutnya kata-kata hasil identifikasi dikembangkan menjadi kalimat . Mengidentifikasi gambar hewan Kalian akan menulis melalui mendeskripsikan gambar hewan.151 Lampiran 2. berbulu putih bersih. B. hidup di kandang.

Judul ditulis dibagian atas (kepala karangan). Hewan ini sangat disenangi karena lucu apalagi bulunya yang putih dan bersih. Penulisan judul letaknya di paling atas. yaitu panjang dan runcing. Setelah kalian mengembangkan kata-kata tersebut menjadi kalimat yang runtut dan padu. Hewan yang mempunyai bentuk badan kecil ternyata hidupnya di kandang.152 yang runtut. Makanan hewan ini jenis rumput dan sayuran seperti kangkung dan wortel. langkah selanjutnya kalian memberi judul cerita tersebut. Contoh mengembangkan kata-kata hasil identifikasi gambar menjadi kalimat yang runtut. jalannya melompat-lompat. Hewan tersebut mempunyai kaki dua. Telinga hewan ini berbeda dengan hewan yang lain. ditulis di tengah dengan tata tulis yang benar. Lampiran PENGUMPULAN DATA DENGAN TEKNIK OBSERVASI MENGGUNAKAN REKAMAN VIDIO-SHOOTING .

Tempat Pelaku Kegiatan : SD Negeri Dayeuhluhur 06 : Peneliti : Pembelajaran menulis cerita melalui mendeskripsikan gambar tumbuhan dan hewan dengan model pembelajaran kooperatif dan pendekatan proses Waktu Tujuan : Kamis 13 Januari 2011 : Memperoleh gambaran data-data tentang proses pembelajaran yang menyangkut kinerja guru dalam pembelajaran menulis ceria melalui mendeskripsikan gambar tumbuhan dan hewan dengan model pembelajaran kooperatif. Anak kelas II SD Negeri Dayeuhluhur 06 bergegas memasuki ruangan.153 TENTANG PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS CERITA DALAM MENDESKRIPSIKAN TUMBUHAN DAN HEWAN. duduk dengan tertib dibangku masing-masing (001/Ob/S) . 13 Januari 2011. TRANSKRIP PEMBELAJARAN DAN TANGGAPAN PENELITI SIKLUS I Pada hari Kamis. tepatnya pukul 09.00 setelah waktu istirahat pertama. Satu persatu mereka memasuki kelas.

sedangkan kolaborator (Oyo Sunarya. media pembelajaran dan instrumen obsevasi. Kode 001/ Ob/G = Guru sebelum memulai pembelajaran A. S. :”Waalaikumsalam Warrohmatullahi Wabarokatuh”. (001/Ob/G).S. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam.154 Para siswa terlihat mengambil buku dan alat tulis.Pd) memasuki ruang kelas II.Pd) duduk di bangku belakang sambil membawa alat tulis dan instrumen pengamatan. Luar Biasa! Pendidikan Maju Terus! Yes”. Meskipun demikian suasana cukup tenang ketika guru memasuki ruangan (002/Ob/S) Kode 001/ Ob/S dan 002/Ob/S = Siswa sebelum pembelajaran Peneliti dan kolaborator memasuki ruangan membawa buku perlengkapan mengajar yang sudah dipersiapkan seperti : RPP. Guru Siswa Guru Siswa : ”Assalamualaikum Warrohmatullahi Wabarokatuh”. . namun ada yang sedang bercanda dengan teman sebangku. :”Apa kabar anak-anakku kelas II?” :”Allhamdulallah Ceria. Guru sebagai peneliti (Esih Garningsih) didampingi kolaborator (Oyo Sunarya.Kegiatan Awal Di bawah ini kutipan dialog guru saat membuka pembelajaran.

:”Kupu-kupu!”.155 Guru :”Ya! Syukurlah semua ceria. Siswa Guru :”Masuk semua. :”Ya allhamdulillah kelas II memang rajin-rajin. Kode 002/Ob/G = Guru melakukan apersepsi pembelajaran Guru menunjuk siswa untuk menyanyikan lagu kupu-kupu. Dipanggil . bu1’. :”Siapa yang takut kupu-kupu?” :”Tidak bu!”. bu!”. Guru mencoba menyuruh siswa bercerita tentang kupu-kupu. luar biasa. hari ini ibu akan menyampaikan pelajaran bahasa Indonesia dengan materi menulis cerita”. ibu beri contoh dulu. Anak-anak. petikan lagu tersebut adalah sebagai berikut:” Kupu-kupu yang lucu. :”Siapa yang bisa menyanyikan lagu kupu-kupu?” :”Belum bisa bu!. Anak-anak serempak menjawab. TV. tidaklah sayapmu merasa lelah”. Kemudian guru mencoba untuk menanyakan senang tidaknya pada kupukupu. Guru menempel gambar kupu-kupu. hilir mudik mencari. Guru Siswa Guru Siswa Guru Siswa Guru :”Hewan apakah itu?”. bunga-bunga yang indah. Siswa tersebut adalah Santi. “Aku bisa. kemana engkau terbang. :”Baiklah nyanyi bersama ya. Anak-anak siapa yang tidak masuk hari ini?”. berayunayun pada tangkai yang lemah. juga guru menanyangkan kupu-kupu lewat CD.

dll. (003/Ob/G ) dan (001/Ob/S) Kode 003/Ob/G = Guru memberi aparsepsi sesuai materi yang diajarkan Kode 002/Ob/S = Kegiatan siswa bernyanyi dan bercerita kupu-kupu dengan kalimat yang belum lancar.Halaman rumahku menjadi terasa indah jika hadir kupu-kupu yang akan mengisap madu pada bunga-bunga kesayanganku.156 nama Melinda. bahwa gambar tersebut harus diberi identitas. Siswa menyimak penjelasan guru. “Wah. lihat yang ditempel ibu di papan tulis!. ia bercerita dari segi keindahan kupu-kupu: “ Aku senang sekali jenis hewan kupu-kupu. Beberapa siswa serempak memberi jawaban. dari nama. selanjutnya guru menempel gambar kelincidi papan tulis dan membagikan gambar kelinci tersebut kepada siswa. Guru menyampaikan penjelasan. dengan bimbingan guru siswa menemukan identitas dari gambar tersebut. Oh kupu-kupu aku senang kepadamu”. ia terbang mencari makan dengan mengisap madu pada bunga-bunga yang indah dan harum. perhatiakan kedepan. bentuk. warna sayapnya indah berwarna-warni. Di bawah ini dialog guru dalam pembelajaran: Guru : “Anak-anak. makanan. . Perhatian siswa sudah menampakan kesiapan. kehidupan. Gambar apakah itu?” Sambil menunjuk gambar tersebut dengan penggaris panjang. bagus sekali cerita kalian. Guru bersama siswa memberi oplos atas keberanian siswa yang bernyanyi dan bercerita dari gambar hewan tersebut.

benar. jumlah kakinya. bu. jumlah kakinya empat. sampai ekornya pendek. begitu bu guru”. Firdaus punya kelinci. Nah. suaranya rame duit-duit. bagus! Apalagi yang belum disebutkan coba dari kelinci tersebut?”. (003/Ob/MT) . bagus lah jadi sudah tahu bagaimana identitas kelinci tersebut. cara berjalannya melompatlompat. Siswa :“Warna bulunya putih. Siswa : “Matanya dua. mari kita belajar untuk menemukan nama hewan tersebut”. benar!” Tiba-tiba ada anak yang nyeletuk ngomong. dari data yang telah disebutkan dari namanya. hidungnya berkumis. kandangnya di dapur. ada lima. telinganya panjang. Guru :“Ya. Guru : “Oh. makanannya daun-daunnan dan wortel”. nama gambar itu kelinci”. sekarang kita akan menyebutkan identitas dari kelinci tersebut. “Bu gurubu guru saya juga punya kelinci di rumah. ya!.157 Siswa : “Gambar Kelinci” (001/Ob/MT) Guru : “Ya. Guru : “Baiklah anak-anak. warna bulunya. ternyata si Firdaus. Mendengar itu anak-anak pada tertawa. coba kita bersama-sama sebutkan!” (002/Ob/MT) Siswa : “Ya. ekornya pendek”.

kemudian kalian mencari pasangan yang sesuai dengan kalimat tersebut. sudah bu!”. apa isi kalimatnya. bulunya putih halus. Siswa : “Ini bu.158 Guru memantapkan menemukan identitas hewan tersebut melalui suatu permainan yaitu model pembelajaran kooperatif metode struktural dengan strategi permainan mencari pasangan. kakinya empat jika berjalan meloncat-loncat. coba baca jadikan satu cerita”. Guru : “Kelompok mana yang sudah terbentuk?”. Guru :”Ya. Anak-anak bersemangat mencari pasangan sambil membaca kalimat yang tertulis di kertasnya. Siswa : “Saya bu yang bacanya!”. Guru membimbing siswa yang masih belum lancar membacanya. Ya kita Coba!”. Guru : “Iya bagus. silakan!” Siswa :“Namanya Kelinci. telinganya dua panjang dan runcing. (005/Ob/MT) Kode 005/Ob/MT = Menyusun kalimat menjadi cerita yang runtut dan padu Guru bersama kolaborator membagikan kertas pada setiap siswa. sehingga membentuk satu kelompok satu nama hewan. ia suka . Nanti kalian buka kertas tersebut. kalian akan dibagi kertas satu anak satu kertas yang masih digulung rapih. Guru :“Perhatikan anak-anak.

ia hidup dipelihara di kandang. siswa disuruh duduk berkelompok kemudian menulis cerita tersebut pada buku tulis masing-masing. Kemudian guru membimbing siswa yang belum menemukan pasangan kelompok. Setelah semua siswa bepasangan. bu!”. benar kelompok kalian berpasangan yang tepat. penggunaan ejaan dan tanda baca. Kelompok berpasangan diminta salah seorang untuk membacakan cerita dari hasil mencari pasangan. Guru :“Iya bagus sekali. karena sudah membentuk sebuah cerita tentang Kelinci”. Guru :”Periksa terlebih dahulu pekerjaanmu!” Guru memberikan waktu pada kelompok pasangan untuk memeriksa kembali pekerjaannya. Guru :”Sudah anak-anak?”. kemudian tulis cerita hewan tersebut pada buku tulismu.cit sangat lucu”. Siswa :”Sudah. Siswa asik menulis certia tersebut sesuai urutan pada kertas yang sudah dipasangkan pada kelompok tersebut. Guru :“Anak-anak kalian silakan duduk secara berkelompok. .159 memakan rumput. suaranya cit-cit. khususnya berkaitan dengan tata cara penulisannya. dengan baik dan benar!”. Kode 001/Ob/MT = Pokok bahasan yang dipelajari mengidentifikasi’ Kode 002/Ob/MT = Pokok bahasan yang dipelajari memukan kata-kata”.

kemudian kalian mencari pasangan yang sesuai dengan kalimat tersebut. Guru bersama kolaborator membagikan kertas pada setiap siswa. Ya kita Coba!”. Nanti kalian buka kertas tersebut. coba baca jadikan satu cerita”. Guru membimbing siswa yang masih belum lancar membacanya. Kode 004/Ob/MT = Pokok bahasan yang dipelajari menemukan judul”. Siswa : “Ini bu. sehingga membentuk satu kelompok satu nama hewan. Guru : “Perhatikan anak-anak.160 Kode 003/Ob/MT = Pokok bahasan yang dipelajari menyusun kata menjadi kalimat. Guru : “Iya bagus. Guru : “Kelompok mana yang sudah terbentuk?”. Guru :”Ya. Anak-anak bersemangat mencari pasangan sambil membaca kalimat yang tertulis di kertasnya. Guru memantapkan menemukan identitas hewan tersebut melalui suatu permainan yaitu model pembelajaran kooperatif metode struktural dengan strategi permainan mencari pasangan. Siswa : “Saya bu yang bacanya!”. silakan!” . apa isi kalimatnya. sudah bu!”. kalian akan dibagi kertas satu anak satu kertas yang masih digulung rapih.

meskipun begitu belajar dengan model kooperatif memberi semangat. bu!”. kemudian tulis cerita Kelinci tersebut pada buku tulismu.cit sangat lucu”. dengan tulisan tegak bersambung yang baik dan benar!”. Guru :”Sudah anak-anak?”. siswa disuruh duduk berkelompok kemudian menulis cerita tersebut pada buku tulis masing-masing. benar kelompok kalian berpasangan yang tepat. Siswa :”Sudah. suaranya cit-cit.161 Siswa : “Namanya Kelinci. bulunya putih halus. (003/Ob/S) Kode 003/Ob/S = Belum semua siswa aktif dalam proses pembelajaran. Kode 001/Ob/S = Siswa masih ada yang bingung menemukan kelompoknya. menemukan ciri-ciri melalui mendeskripsikan. telinganya dua panjang dan runcing. . kakinya empat jika berjalan meloncat-loncat. Siswa asik menulis certia tersebut sesuai urutan pada kertas yang sudah dipasangkan pada kelompok tersebut. Guru : “Anak-anak kalian silakan duduk secara berkelompok. Guru : “ Iya bagus sekali. mengidenifikasi. Setelah semua siswa bepasangan. ia hidup dipelihara di kandang. karena sudah membentuk sebuah cerita tentang Kelinci”. Kemudian guru membimbing siwa yang belum menemukan pasangan kelompok. ia suka memakan rumput.

dari mencari pasangan menjadi kegiatan mandiri. Guru meminta siswa untuk membacakan hasil pekerjaannya di depan kelas. Kelompok berpasangan diminta salah seorang untuk membacakan cerita dari hasil mencari pasangan. khususnya berkaitan dengan tata cara penulisannya. diserahkan kepada guru untuk mendapat nilai. kalian boleh kembali duduk masing!”. Tahap ini berarti guru sudah melakukan kegiatan pembelajaran kooperatif.162 Guru :”Periksa terlebih dahulu pekerjaanmu!” Guru memberikan waktu pada kelompok pasangan untuk memeriksa kembali pekerjaannya. Langkah selanjutnya guru meminta siswa untuk melakukan revisi dan menulis kembali pekerjaannya. guru memberi informasi dan mengkaji siswa untuk merefleksi terhadap hasil pasangannya. Siswa diingatkan untuk memeriksa kembali hasil pekerjaannya dengan cermat. sesekali memberikan bimbingan kepada siswa yang menemukan kesulitan. Setelah selesai semua mendapat nilai. Setelah selesai semua mendapat giliran. (003/Ob/G) Kode 003/Ob/G = Guru memberi bimbingan kepada siswa dalam pembelajaran Guru memonitor. di bangku masing- . Kegiatan ini sebagai kegiatan revisi. penggunaan ejaan dan tanda baca. Selanjutnya guru memberikan ulasan atas hasil kerja siswa. Guru :”Baiklah anak-anak. (003/Ob/S). Siswa serempak kembali ke posisi tempat duduk masing-masing. Apa bila menemukan kekeliruan dianjurkan untuk memperbaiki. Satu persatu kelompok pasangan membacakan hasil pekerjaannya.

para siswa menjawab dengan serempak. (004/Ob/G) Kode 004/Ob/G = Guru mengakhiri pembelajaran dengan memberi semangat. Guru menutup pembelajaran dengan mengucap salam.163 Kode 003/Ob/S = Siswa aktif melaksanakan tugas pembelajaran Pada tahap selanjutnya guru meminta siswa untuk memajang hasil pekerjaanya pada papan pajangan kelas. .

.. Perhatikan Gambar Hewan di bawah ini! Ceritakan gambar hewan ini....... dengan baik ! Gambar Kelinci: .........................................164 Lampiran : ALAT TES Lembar Tes Nama :.. No Absen :......

Soal : : Bahasa Indonesia : Menulis : II (dua) : 60 menit : Selasa. sehingga menjadi cerita yang baik! 3. Tulis namamu di sudut kanan atas! 2. Deskripsikan Gambar di bawah ini. rapih dan benar! B.165 Lampiran : Nama :------------------------LEMBAR SOAL SIKLUS I Mata Pelajaran Materi Kelas Waktu Hari/Tanggal A. Tulis dengan tulisan tegak bersambung. Petunjuk 1. 25 Januari 2011 .

10 55.30 45.70 70.70 52.00 65.10 60.60 65.166 Lampiran : HASIL TES SISWA SIKLUS I Kemampuan Belajar No 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Nama Awal 2 HERMA NUR LAELA FARID JUNIANTO IRFAN MAULANA SULISTIOWATI SELI MARSELINA AA MUHAMMAD ADHITIA YANUAR AINI SOFIYYA DENI REPIATNA DERI FAZRIANA DEWI FATIMAH DILA NUR ZAQIYAH DINA PUSPITA FATHUR ROHMAN IMAS AYU HASANAH NILA NURIKLIMA MUHHAMAD ARIF NURAFIATUL NURKHOLIS MAJID ROSIDIN SAIDAH NUR AZIZAH SALSA MUTIA SELA LESTARI 67.40 60.00 65.00 65.70 71.30 54.60 67.00 50.70 57.30 67.10 70.70 74.10 54.10 68.30 Siklus I 4 5 Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Keterangan .30 62.00 57.30 64.90 70.70 55.70 65.70 44.30 70.40 51.10 68.00 65.30 50.10 67.00 65.00 64.70 64.10 55.30 3 67.70 74.00 65.70 57.40 45.70 70.70 54.90 51.

40 Meningkat Meningkat Meningkat Keterangan : KKM : 66.70 72.00 65.90 63.00 Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat JUMLAH RATA-RATA KETUNTASAN BELAJAR 1.00 70.50 67.0 (enam puluh enam) Awal pembelajaran sebelum menerapkan model pembelajaran kooperatif dan pendekatan proses.70 50.00 60.70 70.80 2.796.167 24 25 26 27 28 29 30 SINTIA OKTAVIANI SITI NUR AISAH TIA FITRIANI TIO NUGROHO MELINDASARI SANTI TRILASMINI FIRDAUS 65.00 60.00 55. .112.00 50.00 70.00 72.10 80.40 59.

71 6.86 6.71 7.29 6.57 7.43 6.00 6.43 6.43 6.14 6.57 6.29 6.00 6.43 7.00 6.29 7.57 T B B T T KET T T T T T T T B T T T T T B B B .168 Lampiran : DAFTAR NILAI TINDAKAN SIKLUS I Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas / Semester : II / II Materi : Menulis Cerita Melalui Mendeskripsikan Gambar Tumbuhan dan hewan N o 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Nilai Aspek Nama HERMA NUR LAELA FARID JUNIANTO IRFAN MAULANA SULISTIOWATI SELI MARSELINA AA MUHAMMAD ADHITIA YANUAR AINI SOFIYYA DENI REPIATNA DERI FAZRIANA DEWI FATIMAH DILA NUR ZAQIYAH DINA PUSPITA FATHUR ROHMAN IMAS AYU HASANAH NILA NURIKLIMA MUHHAMAD ARIF NURAFIATUL NURKHOLIS 1 7 8 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 6 7 7 7 7 7 7 2 8 6 7 6 6 7 5 6 7 7 7 7 6 5 7 5 6 7 7 3 7 6 6 7 7 7 6 6 7 7 7 7 6 6 6 6 6 6 7 4 7 7 7 7 6 7 6 6 7 7 7 6 6 7 7 7 6 7 6 5 7 7 7 7 7 7 6 7 7 7 7 6 7 6 7 7 7 7 7 6 7 7 7 7 7 7 6 6 7 7 7 7 7 6 7 7 6 7 7 7 7 7 7 7 7 7 6 7 8 6 8 7 7 7 7 7 7 7 7 Juml Skor 51 47 47 48 46 50 42 46 52 47 51 46 45 44 49 45 45 49 46 Rata Rata 7.57 7.7 6.

19620831 198305 2 003 OYO SUNARYA NIP. 7. 6.00 6. Aspek penilaian 1.19830919 201001 1 019 .9 6.0 6. 5.43 T TIO NUGROHO 8 8 6 8 8 8 8 56 8.43 7. Kesesuaian judul 2.83 6.57 7.00 T SANTI TRI LASMI 6 6 6 6 6 6 7 43 6.4 6.10 47.14 Rata-rata nilai 7.83 B B 3.28 Jumlah Nilai 222 209 210 207 201 193 206 1387 198. 4.169 MAJID 20 ROSIDIN SAIDAH NUR 21 AZIZAH 22 SALSA MUTIA 23 SELA LESTARI SINTIA 24 OKTAVIANI 25 SITI NUR AISAH 7 6 7 7 7 7 7 6 7 7 7 7 6 7 6 7 7 6 7 7 7 7 6 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 8 7 7 8 7 7 7 49 46 52 49 46 49 7.00 T T T T T T No 26 27 28 29 30 Nama 1 2 Nilai Aspek 3 4 5 6 7 Juml Skor RataRata KET T B TIA FITRIANI 7 7 7 8 8 8 7 52 7.00 T MELINDASARI 6 7 7 7 7 7 8 49 7.96 7. Penggunaan ejaan Pilihan kata mengidentifikasi Keruntutan kata dalam kalimat Stuktur kalimat Isi keseluruhan cerita Kerapihan tulisan Peneliti Dayeuhluhur.14 FIRDAUS 6 6 6 6 7 6 7 44 6.00 6.66 7.93 6. 27 Januari 2011 Kolaborator ESIH GARNINGSIH NIP.57 7.

170 Mengetahui. Kepala Sekolah ESIH GARNINGSIH NIP. 19620831 198305 2 003 LEMBAR KERJA SISWA PENELITIAN TINDAKAN KELAS SIKLUS I PERTEMUAN II NAMA : ----------------------------------No Absen : ----------------------------------Materi : Menulis Tanggal : 25 Januari 2011 -------------------------------------- .

Bagaimana hasil mengarang siswa setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif dalam pembelajaran menulis? Jawaban : -------------------------------------------------------------------------------------- .171 Lampiran : PEDOMAN WAWANCARA DENGAN KOLABORATOR SETELAH DILAKUKAN TINDAKAN KELAS SIKLUS I Intrumen wawancara ini dimaksudkan untuk mengetahui cara mengelola dan respon siswa terhadap implementasi pembelajaran bahasa Indonesia dengan materi menulis cerita melalui mendeskripsikan gambar hewan dengan model pembelajaran kooperaif di kelas II SD Negeri Dayeuhluhur 06. Kecamatan Dayeuhluhur. Adapun hal yang ditanyakan adalah: 1. Kabupaten Cilacap.

Untuk meningkatkan pembelajaran selanjutnya mohon masukan dan saransarannya! Jawaban : ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- .Apakah siswa dilatih mengamati objek dalam pembelajaran menulis? Sebutkan objek apa saja ? Jawaban :------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------3.Bagaimana tanggapan dan antusias siswa terhadap implementasi model Pembelajaran kooperatif pada pembelajaran menulis cerita yang disampaikan guru? Jawaban : -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------4.172 --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------2.

Ma.Manfaat apa saja yang kalian peroleh dalam pembelajaran menulis cerita melalui gambar? .Apakah kalian berminat mengikuti pembejaran menulis mendeskripsikan? Jawab : --------------------------------------------------------------------------------------2.Apakah kalian senang mengikuti pembelajaran menulis cerita melalui gambar? Jawab : ----------------------------------------------------------------------------------------4.Pd Lampiran : Nama : --------------------------------INSTRUMEN WAWANCARA SIKLUS I 1.Kesulitan apa yang kalian alami dalam pembelajaran menulis cerita melalui gambar? Jawab : ----------------------------------------------------------------------------------------3. 25 Januari 2011 Kolaborator OYO SUNARYA.173 Dayeuhluhur. A.

Manfaat apa saja yang kalian peroleh dalam pembelajaran menulis cerita melalui gambar? .Apakah kalian senang mengikuti pembelajaran menulis cerita melalui gambar? Jawab : ----------------------------------------------------------------------------------------4.Kesulitan apa yang kalian alami dalam pembelajaran menulis cerita melalui gambar? Jawab : ----------------------------------------------------------------------------------------3.174 Jawab : ----------------------------------------------------------------------------------------5.Apa yang akan kalian lakukan jika mengalami kesulitan dalam menulis cerita melalui gambar? Jawab : --------------------------------------------------------------------------------------- Responden --------------------------------------Lampiran : Nama : --------------------------------INSTRUMEN WAWANCARA SIKLUS I 1.Apakah kalian berminat mengikuti pembejaran menulis mendeskripsikan? Jawab : --------------------------------------------------------------------------------------2.

Apakah kalian senang mengikuti pembelajaran menulis cerita melalui gambar? Jawab : ----------------------------------------------------------------------------------------4.Apa yang akan kalian lakukan jika mengalami kesulitan dalam menulis cerita melalui gambar? Jawab : --------------------------------------------------------------------------------------- Responden --------------------------------------Lampiran : Nama : --------------------------------INSTRUMEN WAWANCARA SIKLUS I 1.Kesulitan apa yang kalian alami dalam pembelajaran menulis cerita melalui gambar? Jawab : ----------------------------------------------------------------------------------------3.Manfaat apa saja yang kalian peroleh dalam pembelajaran menulis cerita melalui gambar? .Apakah kalian berminat mengikuti pembejaran menulis mendeskripsikan? Jawab : --------------------------------------------------------------------------------------2.175 Jawab : ----------------------------------------------------------------------------------------5.

merangkai kalimat menjadi cerita yang runtut dan padu.176 Jawab : ----------------------------------------------------------------------------------------5. Identifikasi gambar: 1. Mendeskripsikan gambar tersebut diawali melalui langkah-langkah mengamati.Mendeskripsikan Gambar Tumbuhan Mendeskripsikan adalah menggambarkan / melukiskan berupa cerita gambar tersebut secara tertulis. Suaranya 2. mengidentifikasi. Giginya .Apa yang akan kalian lakukan jika mengalami kesulitan dalam menulis cerita melalui gambar? Jawab : --------------------------------------------------------------------------------------- Responden --------------------------------------Lampiran : Materi Ajar Siklus II Menulis Cerita A. mengembangkan kata menjadi kalimat. Lihat kembali pelajaran terdahulu tentang mendeskripsikan Harimau.

177 3. Kuku harimau sangat tajam 4. Harimau hidup di hutan belantara 7. Kukunya sangat runcing untuk merobek-robek mangsa. Makanannya memangsa hewan. Mengembangkan kata menjadi kalimat: 1. Kakilnya 6. Kehidupannya 7. mata harimau dua bersinar terang. Kakinya kuat dapat berlari dan melompat cepat 6. Harimau adalah hewan buas yang hidup di hutan belantara. Suaranya mengaum.Makananannya daging dengan memangsa hewan. Giginya tajam suka menerkam mangsa untuk dimakan. Bulu Harimau loreng dan halus. Suara harimau mengaung . Kakinya empat dapat berlari dan melompat sangat kencang. . Makananya. 2. Bulunya loreng dan halus 5. Bulunya 5. Merangkai kalimat menjadi cerita yang runtut dan padu: “Harimau. Hewan yang mendengar sangat ketakutan”. Gigi harimau runcing 3. Kukunya 4.

Dalam kegiatan ini guru meningkatkan keterampilan melalui model pembelajaran kooperatif. 5. Mengidentifikasi gambar Tumbuhan Amati dulu gambar tumbuhan ini. Guru membimbing dan meningkatkan keterampilan mengembangkan kata menjadi kalimat melalui model pembelajaran kooperatif. dengan menggunakan kata penghubung yang tepat.178 B. Guru membimbing siswa dalam menulis tegak bersambung dengan tata tulis yang baik dan benar. 3.Menulis cerita dengan tulisan tegak bersambung. temukan kata-kata deskripsi dari gambar tumbuhan tersebut.Mengembangkan kata-kata menjadi kalimat Siswa mengembangkan kata-kata tersebut menjadi kalimat yang baik. .Mendeskripsikan Tumbuhan 1.Menyusun kalimat menjadi cerita yang runtut dan padu. yaitu mencari teman untuk terbentuk menjadi kelompok dengan menghasilkan sebuah cerita yang runtut dan padu. Siswa menyusun kalimat menjadi cerita yang runtut dan padu. 2. Penerapan diksi atau pilihan kata dapat meningkatkan kwalitas hasil tulisan.

15 Pebruari 2011 dan Kamis. 24 Pebruari 2011 Standar Kompetensi : .179 Lampiran : RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SIKLUS II Sekolah Mata Pelajaran Materi Kelas/Semester Alokasi Waktu Pelaksanaan : SD Negeri Panulisan Barat 01 : Bahasa Indonesia : Menulis : II /II : 4 x 35 menit (2 kali tatap muka) : Selasa.

1 Menulis cerita yang telah disusun dengan menggunakan huruf tegak bersambung dengan rapi dan dengan kecepatan tertentu. Siswa dapat menemukan ciri.Menulis permulaan dengan mendeskripsikan benda di sekitar .Siswa dapat mengamati gambar.1 Mendeskripsikan tumbuhan atau binatang di sekitar secara sederhana dengan bahasa tulis.Judul gambar tersebut adalah . 4.1. Indikator : 8. . Keterampilan yang diharapkan tertuang dalam tabel di bawah ini! NO Keteramlilan yang diharapkan Tujuan Pengajaran/Tujuan Instruksional Khusus Penilaian 1 Mengamati 1.Siswa dapat mengamati gambar tumbuhan 1.Siswa dapat menulis cerita berdasarkan gambar dengan huruf tegak bersambung dan membacakan tulisannya ke depan kelas.2. 3. 2. 2. Siswa dapat menemukan ciri-ciri atau mengidentifikasi gambar. Siswa dapat menyusun kata-kata menjadi kalimat yang runtut. Ciri-ciri gambar . Kompetensi Dasar : 8. .180 8. Tujuan Pembelajaran yang diharapkan 1.

Tulislah kata-kata 3 3. . Siswa dapat menulis kaimat Mengkominikasikan berdasarkan kata-kata tersebut. . 4. .181 2 Mengidentifikasi ciri melalui mengidentifikasi gambar tersebut untuk dideskripsikan. tersebut adalah . Siswa dapat menuysun 4 Menyusun kalimat tersebut menjadi cerita yang runtut dan padu tersebut menjadi kalimat yang runtut! Susunlah kalimat tersebut menjadi cerita yang runtut! Tahap yang bisa diamati : No Kegiatan Teliti Ceka tan Krea tif Disip lin Kerja sama Aktif Jujur Apresi asi 1 Mengamati V V V V V V V 2 Menyimak V V V 3 Menyusun V V V V V V .

Media elektronik. 2.182 4 Menulis V V V V V V 5 Membentuk V kelompok V V V V Media dan Metode Pembelajaran Media : 1. Metode Pembelajaran : 1. Gambar Tumbuhan : Pohon Kelapa. dianggap sulit . CD. Dijital. Bunga Epor Bia 2. Model pembelajaran kooperatif Pendekatan KeterampilanProses Pemecahan Masalah Langkah-langkah Pembelajaran: No Kegiatan Guru Pertemuan Pertama (2x35 Menit) 1. Kegiatan Awal (10 menit) Guru memberi salam. menanyakan Menjawab salam Kegiatan Siswa kehadiran siswa Guru menyampaikan informasi tentang Menyimak informasi guru materi dan tujuan pembelajaran Bertanya hal yang Guru mengadakan apersepsi dengan tanya jawab pelajaran yang telah lalu. 3.

Guru memberi salam. Kelompok yang lebih dahulu dapat menjawab salam dengan merangkai kata menjadi kalimat dinyatakan kelompok yang menang. tulisanya. . Ekplorasi Guru menyuruh siswa berkirim salam pada tiap kelompok. 3.183 2. Guru membagikan kertas yang berisi kata tentang ciri binatang tersebut. 2. Guru mengajak siswa untuk mengamati gambar harimau tersebut. Guru menutup dengan memberi tugas rumah merangkai kalimat tersebut menjadi cerita yang runtut dan padu. Kegiatan Inti ( 50 menit) 1. Ekflorasi Memperhatikan gambar Guru memperlihatkan gambar Harimau. Kegiatan Akhir (10 Menit) Guru bersama siswa merefleksi terhadap hasil kerja tiap kelompok. Kompirmasi Guru membimbing siswa untuk menulis kalimat hasil kirim salam tiap kelompok’ Guru membimbing siswa merevisi hasil 3.

mencermati. Guru menjelaskan cara menyusun kalimat menjadi cerita yang runtut dan padu. menanyakan kehadiran siswa. Menyimak. Guru menjelaskan cara mengembangkan kata-kata menjadi kalimat yang runtut.184 Pertemuan Kedua (2x35 Menit) 1. mencari Memeriksa tugas rumah dengan bimbingan guru Guru membagikan kertas pada siswa yang petunjuk berisi kalimat. Guru membimbing siswa yang masih mendapat kesulitan dalam menemukan teman untuk membentuk satu cerita. Menerima tugas membaca. Merasa senang akan hasil yang diraih . Kegiatan Inti (55 Menit) Guru menjelaskan cara mengidentifikasi gambar . Guru menanyakan tugas rumah. Guru membahas tugas rumah dilanjutkan tanya jawab. Guru memantapkan keterampilan menyusun kalimat menjadi cerita yang runtut dan padu melalui model pembelajaran kooperatif mencari pasangan membentuk cerita yang runtut dan padu. Guru mengadakan tanya jawab. 2. Pendahuluan (10 Menit) Guru memberi salam. untuk mencari teman sehingga membentuk satu kelompok cerita hewan yang runtut dan padu. memperhatikan pasangan.

Penerbit Erlangga . Menyerahkan hasil Guru memberi pesan-pesan dan saran agar siswa terus berlatih menulis cerita Mendengarkan pesan-pesan mendeskripsikan gambar. Bunga eporbia ) Bahan Sumber Bahan : Aneka Gambar Hewan dan Tumbuhan : .Lingkungan Sekitar (Benda sekitar tumbuhan atau hewan) . Guru menutup dengan salam.185 Guru memberikan reward pada kelompok yang sudah menemukan teman dan dapat membentuk satu cerita. Guru menyuruh tiap kelompok untuk membacakan kalimat.Media Cetak Aneka gambar hewan dan tumbuhan . Kegiatan Penutup (5 menit) Menulis dengan tulisan Guru meminta siswa mengumpulkan tugas tegak bersambung tulisan tersebut. Guru membimbing siswa untuk menulis cerita tersebut dengan tulisan tegak ceritanya sesuai urutan Membacakan hasil bersambung secara berkelompok.Buku Paket Pandai Berbahasa Indonesia. 3. Menjawab salam serempak Alat dan Bahan Alat : Gambar Hewan (Harimau) Gambar Tumbuhan (Pohon Kelapa. Proyektor) .Media Elektronik (LCD.

15 Januari 2011 Mengetahui.Pd ESIH GARNINGSIH. . Amati gambar tersebut dan identifikasi dengan tepat! b.S. Tempat Pelaku Kegiatan : SD Negeri Dayeuhluhur 06 : Peneliti : Pembelajaran menulis mendeskripsikan gambar hewan melalui model pembelajaran kooperatif.Pd NIP.Tulislah cerita tersebut dalam tulisan tegak berangkai dengan rapih! Dayeuhluhur.S. Setelah menerima gambar hewan.186 Penilaian Kekompakan Berkelompok 1. Kepala SDN Dyeuhluhur 06 Peneliti ESIH GARNINGSIH.Deskripsikan gambar tersebut menjadi cerita yang runtut dan padu! c.19620831 198305 2 003 NIP. 19620831 198305 2 003 PENGUMPULAN DATA DENGAN TEKNIK OBSERVASI MENGGUNAKAN REKAMAN VIDIO-SHOOTING TENTANG PEMBELAJARAN MENULIS MENDESKRIFSIKAN GAMBAR HEWAN DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF.

duduk dengan tertib di bangku masing-masing (001/Ob/S). 15 Pebruari 2011 : Memperoleh gambaran data-data tentang proses pembelajaran yang menyangkut kinerja guru dalam pembelajaran menulis cerita melalui mendeskripsikan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif. Satu persatu memasuki ruangan kelas. Ketua kelas memberi aba-aba untuk memberi salam pada guru dan langsung berdoa. media pembelajaran dan instrumen observasi serta perlengkapan pendukung pembelajaran lainnya. Kemudian siswa menyiapkan buku tulis masing-masing. 15 Pebruari 2011 tepatnya pukul 09. Mereka berpakaian merah putih.187 Waktu Tujuan : Selasa. Kode 001/Ob/S dan 002/Ob/S = Siswa sebelum pembelajaran. TRANSKRIP PEMBELAJARAN DAN TANGGAPAN PENELITI SIKLUS II Pada hari Selasa . (002/Ob/S). 15 Pebruari 2011 pertama-tama guru sekaligus sebagai peneliti (Esih . SD Negeri Dayeuhluhur 06 bergegas memasuki ruangan. Dalam pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan pada hari Selasa. Suasana cukup tenang.30 anak kelas II. Peneliti berjalan didampingi kolaborator membawa buku pelajaran Bahasa Indonesia kelas II dan perlengkapan mengajar lainnya seperti : RPP.

sehat semua. Luar Biasa. :”Apa kabar Kelas II?” :”Alhamdulillah Ceria. nampaknya siswa sedang berpikir. A. selanjutnya berdiri di depan kelas. . . :”Waalaikumsalam Warohmatullahi Wabarokatuh”. (001/Ob/G).Kegiatan awal Di bawah ini kutipan guru saat membuka pembelajaran. Itulah anak indonesia!” :”Anak-anak. Guru memperhatikan dan mengarahkan pandangannya keseluruh siswa. Pendidikan Maju Terus. bagaimana langkah-langkah apabila kita akan menceritakan gambar?”. Tak lama kemudian ada yang . sedangkan kolaborator (Oyo Sunarya. .) memasuki ruang kelas II.188 Garningsih) didampingi kolaborator (Oyo Sunarya.Ma. Siswa Guru :”Masih . kalian ceria. A. hari ini ibu akan melanjutkan pelajaran Bahasa Indonesia materi menulis cerita melalui mendeskripsikan gambar hewan.”. Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam. A. Guru Siswa Guru Siswa Guru Guru : “Assalamualaikum Warrohmatullahi Wabarokatuh”. masih ingatkah kalian tentang mendeskripsikan?”.Ma) duduk di belakang ruangan kelas sambil membawa alat tulis dan instrumen pangamatan. Suasana hening. Yes!”. :”Alhamdulillah. Kode 001/Ob/G = Guru sebelum pembelajaran dimulai. :”Coba. Guru meletakkan perlengkapan mengajar di atas meja.

Guru Siswa Guru :” Perhatikan gambar di papan tulis. saya bu!” siswa bergantian ingin mendapat perhatian. :”Coba. pohonnya berduri. berduri . berwarna merah. Guru Tio Guru :”Ya. bagaimana cara menceritakan gambar bunga mawar tersebut?” Siswa Guru :”Meneliti untuk menemukan ciri-ciri bunga mawar tersebut bu!” :”Iya. :”Pertama harus menyusun ciri-ciri gambar tersebut. daun hijau. !” siswa serempak menjawab. :”Ya. gambar apa itu?” :” Gambar bunga mawar. benar!. setelah tahu itu gambar bunga mawar. cabangnya berduri” . ibu tunjuk Dina Puspita sebutkan ciri-cirinya”’ :”Bunga mawar. coba Tio!”. bagus. Coba siapa yang bisa menyebutkan ciri-ciri bunga mawar?” Siswa Guru Dina Puspita :”Saya bu. pintar”. . . Setelah ditemukan ciri-ciri gambar tersebut terus bagaimana?” Siswa :” Dibuat kalimat bu . bu!” :”Iya. Selanjutnya guru menempel gambar bunga mawar di papan tulis serta membuka CD gamabar tumbuhan tersebut.189 berani menunjukkan jari. Perhatian guru tertuju pada siswa yang menunjukkan jari sambil berucap. bu !” Siswa serentak menjawab. tepuk tangan!. harum .

silahkan maju “ Guru mempersilakan anak Nila Nuriklima. Guru :”Bagus lancar sekali menceritakan bambar bunga mawar tersebut”. Bunga mawar sangat disukai oleh manusia maupun oleh hewan kupu-kupu. Nila. Pohon dan tangkai bunga mawar berduri. Duri pada bunga mawar sebagai pelindung. Itulah tumbuhan bunga mawar”. Guru : “ Oh iya. Guru menawarkan siapa yang berani membacakan hasil pekerjaannya di depan kelas. Daun bunga mawar berwarna hijau berduri. “Gambar apa ini? bunganya? “. Guru memberikan bimbingan pada siswa yang masih merasa bingung mengembangkan kalimat supaya runtut.190 Guru : Guru mengamati siswa. Salah seorang siswa bernama tangan. dan memberi pancingan-pancingan Bagaimana warnanya? Bagaimana berupa pertanyaan. . Berikut kutipan cerita: “Bunga mawar tumbuh di halaman rumah. Kode 001 /Ob/MT = Materi pembelajaran adalah mendeskripsikan gambar tumbuhan. Bunga itu berwarna merah. karena bunga mawar baunya sangat harum. Selanjutnya siswa menceritakan gambar tumbuhan melalui mendeskripsikan. Nila Nuriklima : “Saya. bu!”. mengacungkan tersebut untuk maju dan membacakan hasil mendeskripsikan gambar tumbuhan.

Guru Siswa Guru : “Jadi apa yang dimaksud mendeskripsikan?” :”Menceritakan keadaan gambar”. 4) menyusun kalimat tersebut menjadi cerita yang runtut dan padu. hanya satu dua tiga anak yang tidak menunjukkan jari. Guru memasang peraga berupa media gambar tumbuhan. :”Baik. 3) mengembangkan ciri-ciri ersebut menjadi kalimat. Cara mendeskripsikan antara lain melalui. Gambar .Kegiatan Inti Guru apa ini?”. Berikut ini kutioan dialog selanjutnya (001/Ob/MP). Para siswa memperhatikan. :” Anak-anak. perhatikan baik-baik gambar di papan tulis. Disampaikan oleh guru bahwa pelajaran saat ini adalah mendeskripsikan gambar tumbuhan dan menulis hasil deskripsi tersebut dengan tulisan tegak berangkai. B.(003/Ob/S). Siswa serentak menunjukkan jari. anak-anak. (002/Ob/MT). jawabanmu betul!.1) menjawab pertanyaan. Setelah gambar terpasang guru melanjutkan pembelajaran. 2) mengidentifikasi gambar atau menentukan ciri-ciri gambar tersebut. Sekarang perhatikan gambar berikut di papan tulis!” (003/Ob/G).191 Langkah berikutnya guru memberikan informasi materi pembelajaran. Kode 003/Ob/G = Guru belum benar bertanya.

(003/Ob/MT). Nah sekarang dari kata-kata yang telah disebutkan tadi . Kode 003/Ob/S = Siswa aktif mengikuti pembelajaran Guru :”Coba Irfan Maulana. Deri Fazriana :”Pohon kelapa. coklat yang sudah matang. tumbuh di kebun”. Baik coba Deri Fazriana maju sebutkan ciriciri pohon kelapa tersebut!”. gambar apa ini?”. atau memng sedang lengah. kelihatan siswa berpikir. “Anak-anak Coba amati gambar pohon kelapa ini dengan teliti! Identifikasi ciri-ciri pohon kelapa tersebut!”. jangan lengah lagi ya!”. Guru :”Coba siapa berani. Guru menunjuk siswa yang tidak mengangkat jari.(002/Ob/MT). Tepuk tangan. pintar. anak-anak. tuk menguji benar-benar tidak tahu. cerdas. mempunyai lidi. buahnyahijau yang masih muda. Ternyata kalian pintar.192 Kode 001/Ob/MP = Media pembelajaran yang dipergunakan oleh guru adalah gambar pohon kelapa. daunnya hijau. Kode 003/Ob/MT = Materi pembelajaran mengidentifikasi gambar tumbuhan. Selanjutnya guru memberi pertanyaan. Guru :”Bagus. luar biasa. Gambar pohon kelapa yang ditunjukkan guru tersebut di bawah ini: Suasana kembali hening. Irfan Maulana :”Gambar pohon kelapa yang tumbuh di tepi pantai:. Guru :”Bagus.

Daunnya yang masih muda untuk dibuat ketupat. Guru Siswa Guru :”Ayo kelompok siapa yang sudah mampu membetuk cerita?” :”Kelompok Pohon Kelapa bu”.193 keiata buata kalimat. Siap anak-anak?”. lidinya dibuat . siap?”. Siap!”. :”Ayo kelompok Tio. masingmasing kelompok mendapat enam kertas. Kata Tio Nugroho. Siswa Guru :”Siap bu! Asyik bu aku nanti yang menang!” :”Iya. pohonnya untuk bahan bangunan. Guru membimbing siswa yang masih kebingungan belum menemukan kelompok cerita. maju berderet berbaris sesuai urutan kalimat sambil baca kalimat masing-masing sehingga menjadi urutan cerita yang runtut dan padu”. Siswa mulai beraksi mencari pasangan membentuk satu kelompok cerita yang runtut dan padu. Kutipan 1 “Pohon kelapa tumbuh di pantai. Ayo gimana. kita mulai ibu akan membagikan dulu kertas ini. jadi tiap kelompok enam orang. Kita buat dalam permainan berkirim salam dan soal. Pohon kelapa banyak manfaatnya. Buahnya lebat ada yang masih muda berwarna hijau dan yang sudah matang berwarna coklat.. pohonnya menjulang tinggi. Daunnya berwarna hijau tertiup angin melambai-lambai. yang masih muda untuk degan atau rujak degan. buahnya yang sudah matang untuk bahan minyak goreng dan santan. Siswa :”Ya bu.

Dan pembungkus makanan yang dibuat untuk dikukus. Rasa buah pisang manis. (004/Ob/MT) :”Saya bu. lemper. Pohon pisang berbuah namanya buah pisang. lontong dll”. bacang. karena bunga mawar baunya sangat harum. Guru :“Bagus. Ayo kelompok membentuk cerita? Ayo maju!” Siswa Kutipan 3 “Pohon pisang merupakan jenis tumbuhan bertunas dan berpelepah. Kelompok berikutnya yang sudah membentuk cerita maju!” Siswa Kutipan 2 “Bunga eporbia tumbuh di halaman rumah. Pohon pisang banyak manfaatnya seperti daunnya digunakan untuk membungkus nasi timbel. Itulah tumbuhan bunga mawar”. Tempurung kelapa dapat dibuat peralatan rumah tangga dan dibuat areng dan briket. Bunga mawar sangat disukai oleh manusia maupun oleh hewan kupu-kupu.194 sapu lidi. . Buah pisang yang sudah matang berwarna kuning. Daun bunga mawar berwarna hijau berduri. kelompok Bunga Mawar”.”. Bunga itu berwarna merah. kelompok Pohon Pisang”. buras. Pihon dan tangkai bunga mawar berduri. Guru :“Bagus. Duri pada bunga mawar sebagai pelindung. tepuk tangan untuk pasangan temanmu yang sudah membentuk carita. tepuk tangan untuk pasangan temanmu yang sudah membentuk carita. siapa lagi yang sudah :”Saya bu.

“Kalian duduk berlingkar sesuai urutan kalimat dalam cerita tersebut.(005/Ob/G). kemudian tulis cerita tersebut dengan tulisan tegak bersambung. tepuk tangan untuk pasangan temanmu yang sudah membentuk carita”. Kode 004/Ob/G = Kegiatan guru sesuai dengan rencana pembelajaran. Pada saat siswa berkelompok. Bagaimana paham?”. Setelah semua membacakan pasangannya. Guru memberi kesempatan pada pasangan cerita yang lainnya untuk membacakan hasilnya di depan. Salah satunya kelompok pisang menanyakan cara menulisnya. Siswa menulis cerita tersebut dengan tulisan tegak bersambung. pohon kelapa. guru mendekati siswa memberikan bimbingan dan menanyakan permasalahan yang dihadapi.195 Guru :“Bagus.(004/Ob/G) Kode 004/Ob/MT = Materi pembelajaran menyusun kalimat menjadi cerita yang runtut dan padu. pohon pisang dan bunga mawar. guru mempersilahkan siswa untuk cerita sesuai ketempat duduk semula. Siswa berkelompok menyusun kalimat menjadi cerita yang runtut dan padu. Guru :”Anak-anak sekarang kalian duduk sesuai kelompok cerita masing-masing. Kemudian tulis cerita tersebut dengan tulisan tegak bersambung!”’ Guru mengatur siswa duduk berkelompok sesuai kelompok cerita. Tiap .

Ada juga kelompok yang bekerja lambat. namun ada yang masih kurang. kemudian salah satu dari perwakilan kelompok bunga mawar ditugaskan membaca ulang hasil tulisannya di depan kelas. . Ketika salah satu perwakilan kelompok mawar selesai membacakan hasil kerja kelompoknya (peneliti sendiri) memberikan penilaian berupa perkataan “Bagus. sehingga nanti menghasilkan tulisan yang rapih dan bagus sesuai aturan”. Menulis bersambung memerlukan kesabaran. namun akhirnya bisa selesai juga. Siswa :”Bu guru. Siswa :”Iya bu!”.196 kelompok bekerja dengan baik tenang dan tekun. (003/Ob/S0. telaten. (004/Ob/S). Setelah seluruh seluruh dapat menyelesaikan menulis cerita dengan tulisan tegak berangkai. atau kata lain sehingga tersusun menjadi cerita yang baik”. merangkai kalimat masih bingung?” “Bu guru. Tapi kalian telah mengerjakan tugas kelompok dengan penuh semangat. menulis tulisan bersambung susah bu!” Guru :”Iya pertanyaan kalian bagus”. Ada yang mau bertanya?”.Ob/S = Kegiatan siswa menulis cerita secara berkelompok. rajin. Berikut kutipan dialog setelah membacakan cerita bunga mawar: Guru :”Anaka-anak. tepuk tangan anak!”. Jawab anak-anak serentak. Kode 004/Ob/S = Kegiatan siswa membacakan hasil kerja kelompok. pekerjaan kalian sudah baik. Kode 003. Merangkai kalimat boleh memberi tambahan kata penghubung.

ya! Siapa tahu kalian nanti berbakat menjadi penyair yang handal. memandu pengisian instrumen wawancara siklus II. siapa tahu ada yang berbakat menjadi penulis terkenal. akan dipandu oleh bapak”. Ya silakan pa Oyo!”. Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh”. Transkip Pertemuan 2 Siklus II . :”Sudah. :”Mari kita bareng-bareng mengisinya. Kolaborator Siswa Kolaborator :” Anak-anak sudah mendapat kertas sumua?”. Pembelajaran selesai. Siswa mengisinya sesuai pendapat masing-masing. Guru :”Nah anak-anak. jangan lupa rajin menulis ya!. Nah sekarang pa guru akan membagikan kertas untuk diisi sesuai pendapat kalian. Siswa :”Waalaikumsalam Warohmatullahi Wabarokatuh”.197 Guru memberi motivasi dan pesan-pesan agar para siswa terus giat berlatih. para siswa menjawab dengan serempak. kalian harus rajin berlatih menulis. waktu selanjutnya dipersilakam kolaborator pedoman wawancara yang berisi tanggapan atas pembelajaran siklus II. Setelah selesai kolaborator mengumpulkan instrumen wawancara tersebut. pak guru!”. Pembelajaran ditutup dengan salam. Kolaborator dengan membacakan satu persatu sampai lima pertanyaan. Guru :” Baiklah anak-anak sampai ketemu dipertemuan berikut.

(001/Ob/G). A. selanjutnya berdiri di depan kelas. Ketua kelas memberi aba-aba untuk memberi salam pada guru dan langsung berdoa. sedangkan kolaborator (Oyo Sunarya.) memasuki ruang kelas II. Mereka berpakaian merah batik. Guru meletakkan mengajar di atas meja. Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam.Kegiatan awal Di bawah ini kutipan guru saat membuka pembelajaran. Satu persatu memasuki ruangan kelas. . Kode 001/Ob/S dan 002/Ob/S = Siswa sebelum pembelajaran. 24 Pebruari 2011. media pembelajaran dan instrumen observasi serta perlengkapan pendukung pembelajaran lainnya. Dalam pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan pada hari Kamis. Guru : “Assalamualaikum Warrohmatullahi Wabarokatuh”.Ma.Ma) duduk di belakang ruangan kelas sambil membawa alat tulis dan instrumen pangamatan.30 anak kelas II. Suasana cukup tenang. Kemudian siswa menyiapkan buku tulis masing-masing.198 Pada hari Kamis. Kode 001/Ob/G = Guru sebelum pembelajaran dimulai. (002/Ob/S). 24 Pebruari 2011tepatnya pukul 09. Peneliti berjalan didampingi kolaborator membawa buku pelajaran Bahasa Indonesia kelas II dan perlengkapan mengajar lainnya seperti : RPP. duduk dengan tertib di bangku masing-masing (001/Ob/S). pertama-tama guru sekaligus sebagai peneliti (Esih Garningsih) didampingi kolaborator (Oyo Sunarya. A. SD Negeri Dayeuhluhur 06 bergegas memasuki ruangan. A.

Pendidikan Maju Terus. masih ingatkah kalian tentang mendeskripsikan? Belajar menulis cerita di rumah?”. Siswa Guru :”Masih . . Guru membagikan lembar tes kepada para siswa dengan cara menuju ke bangku sisw masing-masing. Lembar tes diyakinkan sudah terbagi semua. :”Iya bagus.199 Siswa Guru Siswa Guru :”Waalaikumsalam Warohmatullahi Wabarokatuh”. sehat semua. :”Apa kabar Kelas II?” :”Alhamdulillah Ceria. Belajar . Yes!”. Masuk semua?”. guru berdiri di depan kelas dan memberikan petunjuk. Bu!. Siap anak -anak untuk tes menulis cerita?. Siswa :”Siap . memang kalian anak yang rajin dan pintar. Luar Biasa. Guru :”Anak-anak. Kode 005/Ob/G = Guru memberi petunjuk cara pengerjaan tes Guru :”Anak-anak sudah mendapat lembar tes semuanya? Nah kalian perhatikan gambar yang ada pada lembar tes. . Itulah anak indonesia Pasti bisa”. . kemudian ceritakan . Dibawah ini kutipan yang diberikan (005/Ob/G). . Bu!”. Bu!. pertemuan hari ini ibu akan memberikan eveluasi tentang menulis cerita mendeskripsikan gambar hewan. . Masuk semua bu!”. . :”Alhamdulillah. kalian ceria.

. sudah selesai?”.200 gambar tersebut dengan mendeskripsikan gambar tersebut. Guru kelbali . ”Anak-anak jangan lupa periksa kembali pekerjaanmu. Siswa kembali ketempat duduk semula. Kelihatan guru berkeliling mendekati dan melihat pekerjaan siswa sambil memberikan petunjuk jika didapatkan siswa belum benar dalam mengerjakan (006/Ob/G). :”Baiklah. Pada akhir pengerjaan tes guru meminta siswa untuk mengumpulkan tugas dengan cara meletakan pekerjaan di atas meja guru. Antusias siswa dalam mengerjakan tugas tampak dari ketenangan dan kesungguhannya. yang sudah selesai silahkan mengumpulkan. teliti. Siswa mulai mengerjakan dengan tenang. yang belum selesai jangan tergesa-gesa selesaikan dan periksa pekerjaanmu terlebih dahulu!”. mengumpulkan lembar tes dan menyimpannya di atas meja. (006/Ob/G). Siswa yang sudah selesai menuju ke depan. Guru selalu mengingatkan pada siswa agar mengoreksi lagi hasil pekerjaannya. Guru Siswa Guru :”Anak-anak. Taruh di atas meja Pak Guru. Kegiatan ini berlangsung 50 menit. jangan lupa menulisnya dengan tulisan tegak bersambung!”. . dan memberitahukan agar siswa peneliti pekerjaan terlebih dahulu (007/Ob/G). Perhatikan tata tulis dan ejaan!”. :”Sudah . Kode 006/Ob/G = Guru aktif mengingatkan siswa dalam mengerjakan tugas.”. Siswa yang belum jelas diperbolehkan bertanya. dan tertib sampai selesai.

Siswa Guru :”Ya . Bu!”. Assalamualaikum Warohmatullahi Kode 008/Ob/ G = Kegiatan guru pada pembelajaran sesuai dengan RPP.(008/Ob/G). Berikut kutipan kegiatan penutupan: Guru :”Anak-anak. kalian rajinlah membaca buku cerita di perpustakaan. pesan untuk kalian semua. :” Anak-anak.201 berdiri di depan kelas dan menutup pembelajaran. terimakasih atas perhatian kalian sampai ketemu dipertemuan Wabarokatuh” Siswa :”Waalaikumssalam Warohmatullahi Wabarokatuh”. Sebelum ibu tutup. Lampiran : LEMBAR TES LEMBAR SOAL SIKLUS II Mata Pelajaran Materi Kelas Waktu : Bahasa Indonesia : Menulis : II (Dua) : 60 Menit . Kode 008/Ob/S = Siswa bersemangat menjawab salam dari guru. untuk menambah pengetahuan. supaya pengetahuan kalian meningkat. . . mendatang. (008/Ob/S). Hasil pekerjaanmu akan ibu sampaikan pada pertemuan mendatang. kalian telah mengerjakan tes menulis cerita mendeskripsikan gambar hewan.”.

Kerjakan soal pada lembar jawab! 4.Petunjuk Umum : 1. Berdoalah sebelum mulai mengerjakan soal!. Tulislah cerita gambar tersebut dengan tuisan tegak bersambung dengan baik! Selamat Bekerja LEMBAR TES SISWA PENELITIAN TINDAKAN KELAS SIKLUS II PERTEMUAN II NAMA : ----------------------------------No Absen : ----------------------------------Materi : Menulis Tanggal : 24 Pebruari 2011 . jangan lupa berilah judul ! 3. 3. Periksa kembali pekerjaanmu sebelum dikumpulkan!. Amati gambar hewan tersebut! 2. Ceritakan atau deskripsikan gambar tersebut. Petunjuk Khusus: 1. Tulislah namamu pada lembar jawab! 2. 24 Pebruari 2011 A. B.202 Hari / Tanggal : Kamis.

203 ------------------------------------------------------- Lampiran : HASIL TES SISWA SIKLUS II .

60 67.30 50.60 70.00 65.60 67.30 68.40 60.70 65.90 51.10 67.40 Siklus I 4 5 Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Keterangan .30 45.70 44.90 78.60 67.40 65.70 55.43 68.60 71.90 71.60 81.30 54.10 55.204 Kemampuan Belajar No 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Nama Awal 2 HERMA NUR LAELA FARID JUNIANTO IRFAN MAULANA SULISTIOWATI SELI MARSELINA AA MUHAMMAD ADHITIA YANUAR AINI SOFIYYA DENI REPIATNA DERI FAZRIANA DEWI FATIMAH DILA NUR ZAQIYAH DINA PUSPITA FATHUR ROHMAN IMAS AYU HASANAH NILA NURIKLIMA MUHHAMAD ARIF NURAFIATUL NURKHOLIS MAJID ROSIDIN SAIDAH NUR AZIZAH SALSA MUTIA SELA LESTARI SINTIA OKTAVIANI SITI NUR AISAH TIA FITRIANI 67.30 65.90 65.00 55.40 51.10 55.10 60.70 72.10 54.70 57.10 7.00 74.70 65.10 78.10 80.00 65.70 70.90 72.10 68.10 72.40 45.70 68.70 67.70 57.00 72.70 54.70 3 77.70 52.00 57.00 50.

205

27 28 29 30

TIO NUGROHO MELINDASARI SANTI TRI LASMINI FIRDAUS

72,90 63,70 50,00 50,00

80,00 70,40 64,50 63,40

Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat

JUMLAH RATA-RATA KETUNTASAN BELAJAR

1,796,40 59,80

2.183,00 72,79

Meningkat Meningkat Meningkat

Keterangan : KKM : 66,0 (enam puluh enam) Pembelajaran setelah pendekatan proses. menerapkan model pembelajaran kooperatif dan

Lampiran : DAFTAR NILAI TINDAKAN SIKLUS II

206

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas / Semester : II / II Materi : Menulis Cerita Melalui Mendeskripsikan Gambar Tumbuhan dan Hewan. Nilai Aspek N o 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Nama HERMA NUR LAELA FARID JUNIANTO IRFAN MAULANA SULISTIOWATI SELI MARSELINA AA MUHAMMAD ADHITIA YANUAR AINI SOFIYYA DENI REPIATNA DERI FAZRIANA DEWI FATIMAH DILA NUR ZAQIYAH DINA PUSPITA FATHUR ROHMAN IMAS AYU HASANAH NILA NURIKLIMA MUHHAMAD ARIF NURAFIATUL NURKHOLIS MAJID ROSIDIN SAIDAH NUR AZIZAH 1 8 8 8 7 8 8 7 8 8 7 8 7 7 7 8 7 7 7 7 9 7 2 7 7 8 6 7 7 7 8 7 8 7 6 6 6 7 6 6 6 7 8 6 3 6 7 8 7 7 6 6 8 7 7 7 6 6 6 6 6 6 7 6 7 7 4 7 8 8 7 7 7 6 8 7 7 7 6 6 6 7 7 6 7 6 8 7 5 7 8 8 7 7 6 6 8 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 6 6 7 7 8 7 7 6 6 8 7 7 7 6 6 6 7 6 6 7 7 8 7 7 7 7 8 7 7 7 7 8 8 8 7 7 7 7 7 7 7 7 7 8 7 Ju ml Sk or 49 52 56 48 50 46 45 56 51 51 50 45 45 45 49 46 45 48 47 55 47 Rata Rata 7,00 7,43 8,00 6,86 7,14 6,57 6,40 8,00 7,29 7,29 7,14 6,43 6,40 6,40 7,00 6,57 6,40 6,86 6,71 7,86 6,71 B T T T T T KET T T T T T T T B T T T T T B B B

207

22 SALSA MUTIA 23 SELA LESTARI SINTIA 24 OKTAVIANI 25 SITI NUR AISAH

8 8 7 7

7 7 7 7

7 7 7 6

7 7 7 7

7 7 7 6

7 7 7 6

8 8 8 7

51 51 51 46

7,43 7,29 7.29 6,57

T T T T

No 26 27 28 \29 30

Nama TIA FITRIANI TIO NUGROHO MELINDASARI SANTI LASMINI FIRDAUS Jumlah Nilai Rata-rata nilai

1 8 9 9

2 7 8 8

Nilai Aspek 3 4 5 7 8 8 8 8 8 8 8 8

6 7 7 8

7 7 8 8

Juml Skor 51 55 57

RataRata 7,29 7,86 8,14

KET T B T T T T T

7 7 6 7 7 6 8 49 7,00 7 7 6 7 6 7 7 47 6,71 220 204 195 207 207 201 214 1448 206,86 7,59 7,03 6,72 7,14 7,14 6,93 7,38 49,93 7,13

Aspek penilaian 1. Kesesuaian judul 2. Penggunaan ejaan Pilihan kata / identifikasi Keruntutan kata dalam kalimat Struktur kalimat Isi keseluruhan kalimat Kerapihan Tulisan

3. 4. 5. 6. 7.

Peneliti

Dayeuhluhur,26 Pebruari 2011 Kolaborator

ESIH GARNINGSIH NIP. 19620831 198305 2 003

OYO SUNARYA NIP.19830919 201001 1 019

208

Mengetahui, Kepala Sekolah

ESIH GARNINGSIH NIP. 19620831 198305 2 003

Lampiran :

LEMBAR TES LEMBAR SOAL SIKLUS II

Mata Pelajaran Materi Kelas Waktu Hari / Tanggal

: Bahasa Indonesia : Menulis : II (Dua) : 60 Menit : Kamis, 24 Pebruari 2011

A.Petunjuk Umum : 1. Tulislah namamu pada lembar jawab! 2. Berdoalah sebelum mulai mengerjakan soal!. 3. Kerjakan soal pada lembar jawab! 4. Periksa kembali pekerjaanmu sebelum dikumpulkan!.

209

B. Petunjuk Khusus: 1. Amati gambar hewan tersebut! 2. Ceritakan atau deskripsikan gambar tersebut, jangan lupa berilah judul ! 3. Tulislah cerita gambar tersebut dengan tuisan tegak bersambung dengan baik! Selamat Bekerja

LEMBAR TES SISWA PENELITIAN TINDAKAN KELAS SIKLUS II PERTEMUAN II NAMA : ----------------------------------No Absen : ----------------------------------Materi : Menulis Tanggal : 24 Pebruari 2011

-------------------------------------------------------

10 55.70 67.43 Siklus I 4 5 Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Keterangan .00 72.30 50.70 65.00 57.30 54.60 71.90 51.10 55.10 80.00 74.00 50.10 7.40 60.10 67.30 68.70 57.40 3 77.40 65.70 52.10 54.90 71.210 Lampiran : HASIL TES SISWA SIKLUS II Kemampuan Belajar No 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Nama Awal 2 HERMA NUR LAELA FARID JUNIANTO IRFAN MAULANA SULISTIOWATI SELI MARSELINA AA MUHAMMAD ADHITIA YANUAR AINI SOFIYYA DENI REPIATNA DERI FAZRIANA DEWI FATIMAH DILA NUR ZAQIYAH 67.

00 72.0 (enam puluh enam) Pembelajaran setelah pendekatan proses.00 68.90 72.80 2.10 78.211 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 DINA PUSPITA FATHUR ROHMAN IMAS AYU HASANAH NILA NURIKLIMA MUHHAMAD ARIF NURAFIATUL NURKHOLIS MAJID ROSIDIN SAIDAH NUR AZIZAH SALSA MUTIA SELA LESTARI SINTIA OKTAVIANI SITI NUR AISAH TIA FITRIANI TIO NUGROHO MELINDASARI SANTI TRI LASMINI FIRDAUS 51.90 78.70 70.30 65.70 72.90 65.70 68.40 Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat JUMLAH RATA-RATA KETUNTASAN BELAJAR 1.70 72.70 65.70 54.00 65.10 68.90 63.40 80.70 57.40 45.40 59.60 67.60 81.00 65.40 64.50 63.10 72.00 50.60 67.79 Meningkat Meningkat Meningkat Keterangan : KKM : 66.30 45.00 70.70 50.10 60.60 70.60 67.70 44.00 55.183.796.70 55. menerapkan model pembelajaran kooperatif dan .

43 8.40 KET T T T T T T T B B .86 7.212 Lampiran : DAFTAR NILAI TINDAKAN SIKLUS II Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas / Semester : II / II Materi : Menulis Cerita Melalui Mendeskripsikan Gambar Tumbuhan dan Hewan.14 6.00 6. Nilai Aspek N o 1 2 3 4 5 6 7 Nama HERMA NUR LAELA FARID JUNIANTO IRFAN MAULANA SULISTIOWATI SELI MARSELINA AA MUHAMMAD ADHITIA YANUAR 1 8 8 8 7 8 8 7 2 7 7 8 6 7 7 7 3 6 7 8 7 7 6 6 4 7 8 8 7 7 7 6 5 7 8 8 7 7 6 6 6 7 7 8 7 7 6 6 7 7 7 8 7 7 7 7 Ju ml Sk or 49 52 56 48 50 46 45 Rata Rata 7.57 6.00 7.

71 220 204 195 207 207 201 214 1448 206.40 6.72 7.213 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 No 26 27 28 \29 30 AINI SOFIYYA DENI REPIATNA DERI FAZRIANA DEWI FATIMAH DILA NUR ZAQIYAH DINA PUSPITA FATHUR ROHMAN IMAS AYU HASANAH NILA NURIKLIMA MUHHAMAD ARIF NURAFIATUL NURKHOLIS MAJID ROSIDIN SAIDAH NUR AZIZAH SALSA MUTIA SELA LESTARI SINTIA OKTAVIANI SITI NUR AISAH Nama TIA FITRIANI TIO NUGROHO MELINDASARI SANTI LASMINI FIRDAUS Jumlah Nilai Rata-rata nilai 8 8 7 8 7 7 7 8 7 7 7 7 9 7 8 8 7 7 8 7 8 7 6 6 6 7 6 6 6 7 8 6 7 7 7 7 8 7 7 7 6 6 6 6 6 6 7 6 7 7 7 7 7 6 8 7 7 7 6 6 6 7 7 6 7 6 8 7 7 7 7 7 8 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 6 7 7 7 6 8 7 7 7 6 6 6 7 6 6 7 7 8 7 7 7 7 6 8 8 8 7 7 7 7 7 7 7 7 7 8 7 8 8 8 7 56 51 51 50 45 45 45 49 46 45 48 47 55 47 51 51 51 46 8.29 7.57 T T T T T B B T B T T T T T T T T Juml Skor 51 55 57 RataRata 7.86 6.57 6.40 7.43 6.14 6.93 7.13 .86 8.38 49.93 7.29 7.00 7.29 7.40 6.71 7.14 6.29 6.29 7.03 6.43 7.14 7.59 7.86 6.86 7.00 7 7 6 7 6 7 7 47 6.00 6.71 7.14 KET T B T T T T T 1 8 9 9 2 7 8 8 Nilai Aspek 3 4 5 7 8 8 8 8 8 8 8 8 6 7 7 8 7 7 8 8 7 7 6 7 7 6 8 49 7.

26 Pebruari 2011 Kolaborator ESIH GARNINGSIH NIP. 19620831 198305 2 003 Lampiran : PEDOMAM WAWANCARA DENGAN KOLABORATOR SETELAH DILAKUKAN TINDAKAN KELAS SIKLUS II Mengingat peneliti menghendaki mengetahui cara mengelola dan merespon siswa terhadap implementasi pembelajaran bahasa Indonesia dengan materi menulis cerita dalam mendeskripsikan gambar tumbuhan dan hewan melalui penerapan model pembelajaran kooperatif dan pendekatan proses di kelas II SD .Keruntutan kata dalam kalimat 5.214 Aspek penilaian 1.Struktur kalimat 6.Pilihan kata dalam mengidentifikasi 4.Kesesuaian judul 2. 19620831 198305 2 003 Mengetahui.Penggunaan ejaan 3. Kepala Sekolah OYO SUNARYA NIP.Isi keseluruhan cerita 7.19830919 201001 1 019 ESIH GARNINGSIH NIP.Kerapihan tulisan Peneliti Dayeuhluhur.

Kecamatan Dayeuhluhur Kabupaten Cilacap.Bagaimana tanggapan dan aktifitas siswa terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif dan pendekatan proses dalam pembelajaran menulis? Jawaban:--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Dayeuhluhur.Apakah siswa dilatih mengamati objek dalam pembelajaran menulis? Jawaban:-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------3.Bagaimana hasil menulis cerita siswa setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif dan pendekatan keterampilan proses? Jawaban:------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------2.Apakah kalian merasa mudah menulis cerita melalui mendeskripsikan gambar? Jawab:--------------------------------------------------------------------------------------- . Adapun Hal yang ingin peneliti ketahui adalah : 1.19830919 201001 1 019 Lampiran : INSTRUMEN WAWANCARA SIKLUS II 1.215 Negeri Dayeuhluhur 06.Apakah kalian merasa senang belajar menulis dengan menggunakan gambar? Jawab:-------------------------------------------------------------------------------------2. 26 Pebruari 2011 Kolaborator OYO SUNARYA NIP.

216 3.Manfaat apa yang kalian peroleh dalam pembelajaran menulis mendeskripsikan gambar tumbuhan? Jawab:----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Responden ------------------------ Lampiran : INSTRUMEN WAWANCARA SIKLUS II 1.Apakah kalian merasa mudah menulis cerita melalui mendeskripsikan gambar? Jawab:--------------------------------------------------------------------------------------- .Apakah kalian merasa senang belajar menulis dengan menggunakan gambar? Jawab:-------------------------------------------------------------------------------------2.Apakah kalian berminat mengikuti pembelajaran menulis cerita melalui mendeskripsikan? Jawab:-----------------------------------------------------------------------------------------4.Kesulitan apa yang kalian rasakan dalam menulis mendeskripsikan gambar? Jawab:-----------------------------------------------------------------------------------------5.

Kesulitan apa yang kalian rasakan dalam menulis mendeskripsikan gambar? Jawab:-----------------------------------------------------------------------------------------5.Apakah kalian merasa mudah menulis cerita melalui mendeskripsikan gambar? Jawab:--------------------------------------------------------------------------------------- .217 3.Apakah kalian merasa senang belajar menulis dengan menggunakan gambar? Jawab:-------------------------------------------------------------------------------------2.Apakah kalian berminat mengikuti pembelajaran menulis cerita melalui mendeskripsikan? Jawab:-----------------------------------------------------------------------------------------4.Manfaat apa yang kalian peroleh dalam pembelajaran menulis mendeskripsikan gambar tumbuhan? Jawab:----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Responden ------------------------ Lampiran : INSTRUMEN WAWANCARA SIKLUS II 1.

langkah-langkahnya sama dengan mendeskripsikan .Kesulitan apa yang kalian rasakan dalam menulis mendeskripsikan gambar? Jawab:-----------------------------------------------------------------------------------------5.218 3.Mengembangkan kata menjadi kalimat. Jika kalian akan menulis cerita mendeskripsikan benda yang ada di sekitar lingkungan sekolah.Apakah kalian berminat mengikuti pembelajaran menulis cerita melalui mendeskripsikan? Jawab:-----------------------------------------------------------------------------------------4.Manfaat apa yang kalian peroleh dalam pembelajaran menulis mendeskripsikan gambar tumbuhan? Jawab:----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Responden ---------------------- Lampiran : Materi Ajar Siklus III Menulis Cerita dengan Mendeskripsikan Benda Hewan atau Tumbuhan yang ada di lingkungan sekolah A.

Langkah selanjutnya menyusun kalimat menjadi cerita dengan menambah kata penghubung supaya menjadi cerita yang runtut dan padu. yaitu mengidentifikasi ciri-ciri benda tersebut nama.Menyusun Kalimat menjadi cerita. atau dengan keterangan. jenis. keadaannya sampai cara berkembang biaknya. kalian menyusun kalimatkalimat tersebut dan menambahnya dengan kata penghubung. Lampiran : RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS III Sekolah Mata Pelajaran Tema Materi : SD Negeri Dayeuhluhur 06 : Bahasa Indonesia : Kegiatan sehari-hari : Menulis . kalimat penjelas.219 melalui gambar. Menulis cerita tersebut menggunakan tulisan tegak bersambung. Cara menyusunnya sama dengan pelajaran terdahulu. bentuk. dan jangan lupa diberi judul. Kemudian ciri-ciri tersebut dibuat kalimat atau membuat kalimat yang runtut. dengan ejaan yang benar. B.

III.220 Kelas/Semester Alokasi Waktu Pelaksanaan : II/II : 4 x 35 menit (2 kali tatap muka) : Selasa 8 Maret 2011 dan Kamis 17 Maret 2011 I. *Menulis cerita dalam tulisan tegak berangkai dan rapi.Menulis permulaan dengan mendeskripsikan benda di sekitar dan menyalin puisi anak. V Materi Ajar *Mendeskripsikan tumbuhan atupun binatang yang ada di sekitar lingkungan.Tujuan Pembelajaran *Siswa mampu menulis cerita melalui mendeskripsikan benda tumbuhan dan binatang yang ada di lingkungan sekitar dengan bahasa tulis yang runtut dan padu. VI.Standar Kompetensi 8. IV. Metode *Model pembelajaran kooperatif * Memberikan Tugas *Demontrasi . Kompetensi Dasar Mendeskripsikan tumbuhan dan binatang di sekitar secara sederhana dengan bahasa tulis. Indikator *Menulis cerita melalui mendeskripsikan benda yang ada di sekitar lingkungan dengan cerita yang runtut dan padu. II.

221 Media *Benda Hewan yang ada di sekitar *Benda Tumbuhan yang ada di sekitar VII. mengabsen siswa.Siswa mampu mendeskripsikan benda melalui tahapan. * Siswa mengamati benda tersebut dan menggali melalui mengidentifikasi menjadi sebuah cerita yang runtut dan padu. mengidentifikasi. b. berdoa. * Bercerita atau bertanya jawab yang mengacu kepada materi yang akan disampaikan sebagai motivasi. B. menyusun kalimat menjadi cerita yang runtut dan padu dan menulis cerita dengan tulisan tegak bersambung. Eksploratif *. mengembangkan kata menjadi kalimat.Elaboratif * Guru mempersilakan siswa untuk dapat mengamati benda yang ada di sekitar lingkungan sekolah. salam. siswa dipersilakan mengamati dan memilih sendiri benda apa yang paling disenangi untuk dapat diceritakan secara benar sesuai tahapan-tahapan yang telah dipelajari sebelumnya.Kegiatan Awal (5 Menit) * Merapikan siswa. Langkah-langkah A. . * Menginformasikan atau menyampaikan materi yang akan diajarkan. mengamati gambar. Kegiatan Inti ( 60 Menit) Pertemuan Pertama a.

. Kegiatan Inti (60 Menit) a.222 c.Kegiatan Awal (5 Menit) *. Pertemuan Kedua A. * Menginformasikan atau menyampaikan materi yang akan diajarkan. c. b. *Siswa mampu mendeskripsikan benda secara langsung dari media lingkungan sekolah. menyusun kata menjadi kalimat. menyusun kalimat menjadi cerita yang baik runtut dan padu. dan mengungkapkan cerita tersebut secara berkelompok sehingga menghasilkan cerita yang runtut dan padu. mengabsen siswa.Merapikan siswa. B. salam.Elaboratif * Guru mengajak siswa keluar ruangan untuk mengamati benda secara langsung dari media lingkungan sekolah. berdoa.Kompirmatif *.Eksploratif * Siswa mampu menulis cerita melalui media langsung dari benda yang ada di lingkungan sekolah dengan menghasilkan cerita yang runtut. mengidentifikasi. * Siswa mampu menulis cerita tersebut dengan tulisan tegak berangkai. Siswa mampu mengembangkan cerita melalui mencari pasangan cerita secara berkelompok. Kompirmatif * Siswa mampu membacakan cerita tersebut di depan kelas dengan baik. melalui mengamati benda yang dia sukai hewan atau tumbuhan. * Bercerita atau bertanya jawab yang mengacu kepada materi yang akan disampaikan sebagai motivasi.

223 C. kalian amati. VIII.Penilaian : 1.Tulis cerita tersebut dengan tulisan tegak berangkai! B.Kalian amati benda yang kalian senangi hewan atau tumbuhan! 3.Kegiatan Akhir (5 Menit) * Guru memberikan beberapa pertanyaan sebagai penguatan sejauh mana materi dapat diserap dan dikuasai oleh siswa.Buat cerita yang baik runtut dan padu ! 4.Media Elektro Alat Tes: A.20 : 10 . Penilaian * Bentuk test : Tugas Mandiri *Alat dan Sumber : . C.Media Cetak .Kesesuaian isi dengan judul 2.Petunjuk 1. Tulis dengan tulisan tegak bersambung. *Guru menutup pertemuan dengan salam.20 .Amati benda yang ada di halaman lingkungan sekolah ! 2. serta ejaan yang benar.Buku Paket.Keruntutan cerita : 10 . Lisan. Buku Penunjang . * Memberikan penilaian secara : Tertulis. runtut dan padu. Perbuatan. kemudian susun menjadi cerita yang baik. identifikasi.Soal Setelah kalian memilih benda yang kalian senangi.Alat Peraga Media Lingkungan .

Pd NIP. S. Dayeuhluhur 06 ESIH GARNINGSIH. S.Koherensi antar kaliamat 4.Kerapihan tulisan : 10 . Tempat Pelaku Kegiatan : SDN.224 3.20 : 10 .Pd NIP.20 : 10 . 15 Maret 2011 Kolaborator Peneliti OYO SUNARYA. 19620831 198305 2 003 Lampiran : PENGUMPULAN DATA DENGAN TEKNIK OBSERVASI MENGGUNAKAN REKAMAN VIDIO-SHOOTING TENTANG PEMBELAJARAN MENULIS MENDESKRIFSIKAN GAMBAR HEWAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF.20 --------------------------------------------------------------------------------------------------Dayeuhluhur. S. 19620831 198305 2 003 Kepala SDN. Dayeuhluhur 06 : Peneliti : Pembelajaran menulis mendeskripsikan gambar hewan melalui model pembelajaran kooperatif.Pd NIP.Diksi / Pilihan kata 5. . 19830919 201001 1 019 Mengetahui ESIH GARNINGSIH.

Peneliti berjalan didampingi kolaborator membawa buku pelajaran Bahasa Indonesia kelas II dan perlengkapan mengajar lainnya seperti : RPP. Kemudian siswa menyiapkan buku tulis masing-masing. Satu persatu memasuki ruangan kelas. media pembelajaran dan instrumen observasi serta perlengkapan pendukung pembelajaran lainnya. 8 Maret 2011 tepatnya pukul 09. (002/Ob/S). Kode 001/Ob/S dan 002/Ob/S = Siswa sebelum pembelajaran. TRANSKRIP PEMBELAJARAN DAN TANGGAPAN PENELITI SIKLUS III Pada hari Selasa. Suasana cukup tenang. Ketua kelas memberi aba-aba untuk memberi salam pada guru dan langsung berdoa. SD Negeri Dayeuhluhur 06 bergegas memasuki ruangan. Dalam pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan pada hari Selasa. Mereka berpakaian putih merah. 8 Maret 2011 pertama-tama guru sekaligus sebagai peneliti (Esih . duduk dengan tertib di bangku masing-masing (001/Ob/S).225 Waktu Tujuan : Selasa.30 anak kelas II. 8 Maret 2011 : Memperoleh gambaran data-data tentang proses pembelajaran yang menyangkut kinerja guru dalam pembelajaran menulis cerita melalui mendeskripsikan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif.

selanjutnya berdiri di depan kelas. bagaimana langkah-langkah apabila kita akan menceritakan gambar?”. A. hari ini ibu akan melanjutkan pelajaran Bahasa Indonesia materi menulis cerita melalui mendeskripsikan gambar hewan. Siswa Guru :”Masih .Ma. Luar Biasa. :”Coba. Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam.226 Garningsih) didampingi kolaborator (Oyo Sunarya. sehat semua. Guru :”Ya. :”Apa kabar Kelas II?” :”Alhamdulillah Ceria. . kalian ceria. .Ma) duduk di belakang ruangan kelas sambil membawa alat tulis dan instrumen pangamatan. Guru meletakkan mengajar di atas meja. Guru :”Anak-anak. Guru Siswa Guru Siswa Guru : “Assalamualaikum Warrohmatullahi Wabarokatuh”. .Kegiatan awal Di bawah ini kutipan guru saat membuka pembelajaran. :”Waalaikumsalam Warohmatullahi Wabarokatuh”. Itulah anak indonesia Pasti bisa”. .”. A. Pendidikan Maju Terus.) memasuki ruang kelas II. masih ingatkah kalian tentang mendeskripsikan?”. coba Deni!”. A. :”Alhamdulillah. Kode 001/Ob/G = Guru sebelum pembelajaran dimulai. (001/Ob/G). Yes!”. sedangkan kolaborator (Oyo Sunarya.

227 Tio Guru :”Pertama harus menyusun ciri-ciri gambar tersebut. Jangan lupa tuisannya tegak berangkai. kalian di halaman silakan mengamati benda yang kalian senangi. bu!” :”Iya. !” kata Irfan. Bawa peralatan menulisnya!” Siswa Guru :”Siap. mau hewan atau tumbuhan. kalian akan menulis cerita di luar kelas yaitu di halaman lingkungan sekolah”. tulis menjadi sebuah cerita yang runtut dan padu. bu!” siswa secara tertib keluar ruangan kelas. mulai kalian cari benda apa yang akan kalian buat sebuah cerita”’ Sintia :”Pohon pisang boleh bu?”. Setelah ditemukan ciri-ciri gambar tersebut terus bagaimana?” Siswa :” Kemudian dibuat kalimat bu . bagus”. . :”Nah. :”Ya. Kemudian kalian amati. Paham?” (001 /Ob/ MT) Siswa Guru :”Ya. Selanjutnya guru mengajak siswa untuk belajar di halaman lingkungan sekolah. . Silakan kalian keluar dengan tertib!. bu!. Guru :”Anak-anak. Paham!” :”Iya. benar!. tepuk tangan!. Siswa Guru :”Horeee !” Siswa serentak bersorak. .

Guru : “ Oh ya. Guru memberikan bimbingan pada siswa yang masih merasa bingung mengembangkan kalimat supaya runtut. Para siswa terlihat antusias mengerjakan tugas menulis cerita dari benda yang ada di sekitar dengan pilihan benda yang siswa sukai. silahkan“ (003/Ob/MT) Guru mempersilakan anak tersebut untuk menuliskan ceritanya di dalam kela. bu!”. Guru mengamati siswa. boleh. (004/Ob/S) . silakan bebas benda apa yang kalian senangi”.228 Guru :”Boleh. Tapi siswa yang lain malah senang di luar kelas. nanti di tulisnya di kelas. (002/Ob/MT) Kode 002/Ob/MT = Materi mendeskripsikan menulis cerita dari benda sekitar. dan memberi pancingan-pancingan berupa pertanyaan. “Benda apa? Bagaimana ciri-cirinya? Bagaimana kehidupannya? “. boleh bu?”. Guru :”Bagaimana ada yang sudah selesai?”. Dina Puspita : “Bu. Selanjutnya siswa menceritakan benda tersebut melalui mendeskripsikan. Kode 003 /Ob/MT = Materi pembelajaran adalah menulis cerita dengan mendeskripsikan benda tumbuhan atau hewan yang ada di sekitar lingkungan sekolah. mau ditulis ciri-cirinya dulu. Guru : “Sudah mendapatkan benda yang akan diceritakan?” (002/Ob/G dan 003/Ob/S) Siswa :”Sudah.

Kode 007/Ob/S = Siswa menyampaikan hasil kerja mandiri dengan bahasa yang lebih lancar dari sebelumnya . Guru :”Baik.(007/Ob/S). periksa kembali hasil pekerjaanmu dan dipersilakan untuk diperbaiki!”. salah satu siswa dicoba membacakan hasil kerja. anak-anak. Kode 004/Ob/G = Guru mempersiapkan tahap pengkoreksian Setelah para siswa duduk dengan tertib. siswa dipersilakan memasuki ruang kelas kembali. setiap siswa diharapkan dapat memeriksa kembali hasil pekerjaannya diberi kesempatan (006/Ob Guru :” Anak-anak. Siswa serentak menunjukkan jari menyatakan sudah. hanya satu dua tiga anak yang tidak menunjukkan jari. Guru :”Bagaimana sudah. Rata-rata dapat menyampaikan dengan baik. Setelah semua pekerjaan siswa selesai. Masing-masing siswa yang telah maju sudah menunjukkan peningkatan. Kode 007/Ob/S = Siswa aktif mengikuti pembelajaran dan mengerjakan tugas. kalian silakan masuk ruang kelas dan duduk di bangku masing-masing!” (004/Ob/G).229 Kode 004/Ob/S = Siswa melaksanakan tugas pembelajaran dengan tertib Setelah dipandang selesai dalam melaksanakan tugas. Secara bergilir siswa diberi kesempatan untuk membaca hasil kerja. sikap pada menyampaikan tidak canggung (007/Ob/S). diperiksa kembali pekerjaanmu?”.

Guru memberi motivasi dan pesan-pesan agar para siswa terus giat berlatih. siapa tahu ada yang berbakat menjadi penulis terkenal. Guru :” Baiklah anak-anak sampai ketemu dipertemuan berikut. Setelah selesai kolaborator mengumpulkan instrumen wawancara tersebut. memandu pengisian instrumen wawancara siklus II. Siswa mengumpulkan tugas mandiri setelah melakukan revisi ulang. kalian harus rajin berlatih menulis. Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh”. (004/Ob/G) Kode 004/ Ob/G = Kegiatan guru membimbing siswa sudah sesuai dengan tujuan. Guru :”Nah anak-anak. jangan lupa rajin menulis ya!. Ya silakan pa Oyo!”. :”Mari kita bareng-bareng mengisinya. pak guru!”. ya! Siapa tahu kalian nanti berbakat menjadi penyair yang handal. para siswa menjawab dengan serempak. Pembelajaran selesai. Nah sekarang pa guru akan membagikan kertas untuk diisi sesuai pendapat kalian. Kolaborator dengan membacakan satu persatu sampai lima pertanyaan. Siswa mengisinya sesuai pendapat masing-masing. akan dipandu oleh bapak”. :”Sudah. .230 Guru membimbing siswa merefleksi hasil kerja. Kolaborator Siswa Kolaborator :” Anak-anak sudah mendapat kertas sumua?”. waktu selanjutnya dipersilakam kolaborator pedoman wawancara yang berisi tanggapan atas pembelajaran siklus III. Pembelajaran ditutup dengan salam.

Petunjuk 1. 17 Maret 2011 . Peneliti dan kolaborator mengemasi hasil pekerjaan siswa dan peralatan lainnya.Kalian amati benda yang kalian senangi hewan atau tumbuhan! 3.231 Siswa :”Waalaikumsalam Warohmatullahi Wabarokatuh”.Amati benda yang ada di halaman lingkungan sekolah ! 2. Lampiran : Alat Tes LEMBAR SOAL SIKLUS III Mata Pelajaran Kelas Materi Waktu Hari/Tanggal A. selanjutnya keluar dari ruangan kelas. (008/Ob/S) Kode 008/Ob/S = Siswa bersemangat menjawab salam dari guru.Buat cerita yang baik runtut dan padu ! : Bahasa Indonesia : II (dua) : Menulis : 60 Menit : Kamis.

Kesesuaian isi dengan judul 2.Koherensi antar kaliamat 4. LEMBAR TES SISWA PENELITIAN TINDAKAN KELAS SIKLUS III PERTEMUAN II NAMA : ----------------------------------No Absen : ----------------------------------Materi : Menulis Tanggal : 17 Maret 2011 ------------------------------------------------------- .20 : 10 .Penilaian : 1. serta ejaan yang benar.232 4.20 : 50 : 100. Tulis dengan tulisan tegak bersambung.20 : 10 .Keruntutan cerita 3.Kerapihan tulisan Jumlah Skor minimal Jumlah Skor maksimal : 10 . identifikasi. runtut dan padu.Soal Setelah kalian memilih benda yang kalian senangi.Diksi / Pilihan kata 5.20 : 10 . kemudian susun menjadi cerita yang baik.20 : 10 .Tulis cerita tersebut dengan tulisan tegak berangkai! B. C. kalian amati.

233 Lampiran : HASIL TES SISWA SIKLUS III Kemampuan Belajar No 1 1 2 3 Nama Awal 2 HERMA NUR LAELA FARID JUNIANTO IRFAN MAULANA 67.10 3 81.70 57.30 70.00 Siklus I 4 5 Meningkat Meningkat Meningkat Keterangan .40 74.10 55.

234 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 SULISTIOWATI SELI MARSELINA AA MUHAMMAD ADHITIA YANUAR AINI SOFIYYA DENI REPIATNA DERI FAZRIANA DEWI FATIMAH DILA NUR ZAQIYAH DINA PUSPITA FATHUR ROHMAN IMAS AYU HASANAH NILA NURIKLIMA MUHHAMAD ARIF NURAFIATUL NURKHOLIS MAJID ROSIDIN SAIDAH NUR AZIZAH SALSA MUTIA SELA LESTARI SINTIA OKTAVIANI SITI NUR AISAH TIA FITRIANI TIO NUGROHO MELINDASARI SANTI TRI LASMINI FIRDAUS 54.00 50.00 50.796.00 65.10 55.90 63.40 70.70 50.70 54.30 65.00 75.40 75.40 77.70 70.40 2.60 67.30 65.90 77.30 45.10 74.60 81.40 45.00 77.70 44.00 Meningkat .40 68.60 71.40 51.70 52.70 74.10 81.10 72.10 60.40 74.70 65.00 55.70 72.70 81.00 57.90 51.289.10 68.30 71.30 81.30 54.90 81.00 Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat JUMLAH 1.70 55.30 50.40 70.00 70.00 74.40 82.30 71.00 72.70 57.40 68.30 74.

235

RATA-RATA KETUNTASAN BELAJAR

59,80

76,30

Meningkat Meningkat

Keterangan : KKM : 66,0 (enam puluh enam) Pembelajaran setelah pendekatan proses. menerapkan model pembelajaran kooperatif dan

Lampiran : DAFTAR NILAI TINDAKAN SIKLUS III Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas / Semester : II / II Materi : Menulis Cerita Melalui Mendeskripsikan Gambar Tumbuhan dan Hewan.

N

Nama

Nilai Aspek

Jum

Rata

KET

236

o 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 No 26 27 HERMA NUR LAELA FARID JUNIANTO IRFAN MAULANA SULISTIOWATI SELI MARSELINA AA MUHAMMAD ADHITIA YANUAR AINI SOFIYYA DENI REPIATNA DERI FAZRIANA DEWI FATIMAH DILA NUR ZAQIYAH DINA PUSPITA FATHUR ROHMAN IMAS AYU HASANAH NILA NURIKLIMA MUHHAMAD ARIF NURAFIATUL NURKHOLIS MAJID ROSIDIN SAIDAH NUR AZIZAH SALSA MUTIA SELA LESTARI SINTIA OKTAVIANI SITI NUR AISAH Nama TIA FITRIANI TIO NUGROHO 2 3 4 5 6 7

l Sko r 57 52 53 57 52 50 48 50 57 51 51 52 46 52 57 52 52 50 48 57 49 53 52 50 54

Rata

T

B

9 8 8 9 8 8 7 8 8 7 7 7 8 8 8 7 9 7 8 8 7 7 9 9 9

8 7 7 8 8 7 7 8 9 8 7 6 7 8 7 7 7 7 8 7 7 8 7 8 8

8 8 8 7 8 8 7 7 8 7 8 7 7 7 8 8 8 7 7 8 7 8 8 7 8

8 8 7 7 8 8 8 8 7 7 7 7 7 7 7 7 8 8 8 8 7 7 7 6 8 8 8 7 7 7 7 7 7 8 7 7 8 7 8 8 7 7 7 7 8 7 7 7 7 7

8 8 8 8 7 7 7 6 8 7 7 8 7 6 7 8 7 7 7 9 7 7 8 7 7

8 7 7 8 7 7 7 7 8 7 8 8 7 8 8 8 8 8 7 8 7 7 7 7 7

8,14 7,43 7,57 8,14 7,43 7,14 6,86 7,14 7,71 7,29 7,71 7,43 6,57 7,43 8,14 7,43 7,43 7,14 6,86 8,14 7,00 7,57 7,43 7,00 7,71

T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T

1 7 7

2 8 8

Nilai Aspek 3 4 5 8 8 8 8 8 8

6 7 8

7 7 8

Juml Skor 57 58

RataRata 8,14 8,29

KET T BT T T

237

28

MELINDASARI SANTI 29 LASMINI 30 FIRDAUS Jumlah Nilai Rata-rata nilai

7

8

8

8

8

8

9

57

8,14

T

7 7 7 8 8 8 8 53 7,57 T 7 7 7 7 7 7 7 49 7,00 T 230 214 219 215 216 212 216 1522 217,4 7,93 7,38 7,55 7,41 7,45 7,31 7,45 52,48 7,50

Aspek penilaian 1. Kesesuaian judul 2. Penggunaan ejaan 3. Pilihan kata 4. Keruntutan kata dalam kalimat 5. Struktur kalimat 6. Isi keseluruhan cerita 7. Kerapihan tulisan

Peneliti

Dayeuhluhur, 19 Maret 2011 Kolaborator

ESIH GARNINGSIH NIP. 19620831 198305 2 003 Mengetahui, Kepala Sekolah

OYO SUNARYA NIP.19830919 201001 1 019

ESIH GARNINGSIH NIP. 19620831 198305 2 003

Lampiran : WAWANCARA DENGAN KOLABORATOR

238

DALAM PEMBELAJARAN SIKLUS III Peneliti : “Bagaimana pendapat Bapak tentang pembelajaran di luar kelas?” Pak Oyo : “Baik, anak terlihat gembira dan aktif dan penuh semangat dalam mengerjakan tugas.” Peneliti : “Adakah aspek inkuiri dalam pembelajaran tersebut. Jika ada tolong ditunjukan ?” Pak Oyo : “Jelas ada, dalam pembelajaran tadi, aspek inkuiri jelas terlihat pada saat siswa nenemukan gagasan, melakukan mengamati, mengidentifikasi, dan menulis cerita dengan baik.” Peneliti : “Menurut Bapak, hal apa yang menarik dengan pembelajaran di luar kelas ?” Pak Oyo : “Yang menarik dalam pembelajaran di luar kelas tadi, antara lain : kesungguhan dan ketertiban anak dalam menjalankan tugas semangat, dan tekun, kreatif lebih menambah wawasan

kemandirian siswa” Peneliti : “Menurut Bapak, apa saja kelemahan dalam proses pembelajaran di luar kelas ?, tolong sebutkan kelemahannya!” Pak Oyo : “Memang ada kelemahan proses pembelajaran di luar kelas, tetapi tidak mengganggu proses pembelajaran. Menurut saya antara laian kelemahanya guru kesulitan mengawasi kemampuan anak secara individu”. Lampiran : WAWANCARA DENGAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN SIKLUS III

239

Peneliti

: “Bagaimana pendapatmu dengan belajar menulis cerita di luar kelas ?”

Farid Peneliti Farid Peneliti Farid

: “Saya senang, belajar di luar kelas ?” : “Mengapa kamu senang belajar di luar kelas ?” : “Karena bebas dalam melakukan pengamatan.” : “Apa yang kamu lakukan saat kegiatan di luar kelas ?” : “Saya melakukan menentukan sendiri benda yang akan dibuat cerita yang ada lingkungan sekolah.”

Peneliti

: “Apakah ada kesulitan dalam menemukan ide atau gagasan pokok ?”

Farid Peneliti Farid Peneliti

: “Tidak ada kesulitan sama sekali.” : “Apakah ada kesulitan dalam merangkai kalimat?” : “Ada sedikit kesulitan awalnya, tetapi selanjutnya tidak.” :“Bagaimana pendapatmu tentang belajar menyusun cerita dengan mencari pasangan kelompok ?”

Farid

: “Saya senang, karena dapat menyusun sebuah cerita lebih cepat .”

PEDOMAN WAWANCARA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS CERITA DENGAN MENDESKRIPSIKAN GAMBAR TUMBUHAN DAN HEWAN MELALUI

......................................................... Senangkah kalian mengikuti pembelajaran menulis cerita ? Jawaban:.............................. adalah pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif dan pendekatan proses........................................ Sebutkan alasan kalian ? Jawaban............ Jika guru menyampaikan pebelajaran menulis menggunakan pendekatan model pembelajaran kooperatif dan pendekatan proses................ Pada saat pebelajaran................................................. 2....... apakah kalian dilatih mengamati dan menemukan serta mengemukakan pendapat ?” Jawaban....................................................................... Pembelajaran yang baru kalian ikuti..................................... Responden ______________ Lampiran : KISI-KISI INSTRUMEN WAWANCARA DIGUNAKAN UNTUK PENGGALIAN DATA PADA ................................... 3... 4............................................... Sebutkan alasannya ! Jawaban.................240 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF PENDEKATAN PROSES DAN ( Penelitian Tindakan Kelas di Kelas II SD Negeri Dayeuhluhur 06 ) Jawablah pertanyaan di bawah ini! 1...................... 5.......... apakah kalian menyukai ?” Jawaban................................

Kesulitan 2 3.Respon 3 4.Manfaat 5 .241 PENELITIAN TINDAKAN KELAS Pariabel Penelitian Meningkatkan kemampuan mengembangkan Paragraf dalam mengarang pada siswa kelas II SD Negeri Dayeuhluhur 06 dengan penerapan model pembelajaran kooperatif dan pendekatan proses.Minat Indikator Disajikan pertanyaan untuk mengetahui minat siswa terhadap pembelajaran mendiskripsikan gambar hewan dan tumbuhan sebelum dan sesudah dilaksanakan tindakan kelas. Isi Wawancara 1. Disajikan pertanyaan untuk mengetahui kesulitan dalam pembelajaran mendiskripsikan gambar hewan dan tumbuhan.Mengatasi kesulitan 4 5. Disajikan pertanyaan untuk mengetahui ketertarikan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran mendiskripsikan gambar hewan dan tumbuhan Disajikan pertanyaan untuk mengetahui cara mengatasi kesulitan dalam mendiskripsikan gambar hewan dan tumbuhan Ssisajikan prtanyaan untuk mengetahui manfaat mendiskripsikan Nomor Pertanyaan 1 2.

19620831 198305 2 003 OYO SUNARYA NIP.S.19830919 1 019 .242 Gambar hewan dan tumbuhan Dayeuhluhur. 2011 Peneliti Kolaborator Maret ESIH GARNINGSIH.Pd NIP.

3 dan sebelum tindakan 57.60. Sebelum Tindakan dan Tindakan Siklus I Keterangan Aspek Penilaian 1. Peningkatan berkisar 9. Keruntutan Kata dalam . Kesesuaian Judul dengan Isi kalimat 5.243 yakni 68. Untuk memberi gambaran tentang kemajuan belajar siswa dalam menulis cerita di bawah ini peneliti sampaikan diagram kemampuan para siswa dalam menulis cerita melalui mendeskripsikan timbuhan dan hewan siklus I. Diagram Perbandingan Kemampuan Menulis Cerita Melalui Mendeskripsikan Gambar Tumbuhan dan Hewan.9.

..244 2...... 4........ 3. Penggunaan Ejaan dan Tanda Baca 6....... Struktur Klimat Pilihan Kata (Diksi) 7.. laporan ini . Kerapihan Keruntutan dan Kepaduan (Koheren dan Koherensi) Berdasarkan temuan data keseluruhan di atas guru perlu merefleksi ( 3)Penyimpilan Data kembali pembelajaran dan melakukan langkah-langkah cermat sebagaimana saran-saran yang tertera pada halaman .

245 LEMBAR KERJA SISWA PENELITIAN TINDAKAN KELAS SIKLUS I PERTEMUAN I NAMA : ----------------------------------No Absen : ----------------------------------Materi : Menulis Tanggal : 13 Januari 2011 -------------------------------------------------------------- .

246 LEMBAR KERJA SISWA PENELITIAN TINDAKAN KELAS SIKLUS I PERTEMUAN I NAMA : ----------------------------------No Absen : ----------------------------------Materi : Menulis Tanggal : 13 Januari 2011 --------------------------------------------------------------- .

247 LEMBAR KERJA SISWA PENELITIAN TINDAKAN KELAS SIKLUS I PERTEMUAN II NAMA : ----------------------------------No Absen : ----------------------------------Materi : Menulis Tanggal : 25 Januari 2011 ------------------------------------------------------------------- .

248 __________________________________________________________________ LEMBAR KERJA SISWA PENELITIAN TINDAKAN KELAS SIKLUS I PERTEMUAN II NAMA : ----------------------------------No Absen : ----------------------------------Materi : Menulis Tanggal : 25 Januari 2011 ------------------------------------------------------------------- .

249 LEMBAR KERJA SISWA PENELITIAN TINDAKAN KELAS SIKLUS II PERTEMUAN I NAMA : ----------------------------------No Absen : ----------------------------------Materi : Menulis Tanggal : 15 Pebruari 2011 ----------------------------------------------------------------------- .

250 LEMBAR KERJA SISWA PENELITIAN TINDAKAN KELAS SIKLUS II PERTEMUAN I NAMA : ----------------------------------No Absen : ----------------------------------Materi : Menulis Tanggal : 15 Pebruari 2011 --------------------------------------------------------------- .

251 LEMBAR KERJA SISWA PENELITIAN TINDAKAN KELAS SIKLUS II PERTEMUAN II NAMA : ----------------------------------No Absen : ----------------------------------Materi : Menulis Tanggal : 24 Pebruari 2011 ------------------------------------------------------- .

252 LEMBAR TES SISWA LEMBAR KERJA SISWA PENELITIAN TINDAKAN KELAS SIKLUS II PERTEMUAN II NAMA : ----------------------------------No Absen : ----------------------------------Materi : Menulis Tanggal : 24 Pebruari 2011 ----------------------------------------------------------------- _____________________________________________________________ .

253 LEMBAR KERJA SISWA LEMBAR KERJA SISWA PENELITIAN TINDAKAN KELAS SIKLUS III PERTEMUAN I NAMA : ----------------------------------No Absen : ----------------------------------Materi : Menulis Tanggal : 8 Maret 2011 ------------------------------------------------------------------ .

254 LEMBAR KERJA SISWA LEMBAR KERJA SISWA PENELITIAN TINDAKAN KELAS SIKLUS III PERTEMUAN I NAMA : ----------------------------------No Absen : ----------------------------------Materi : Menulis Tanggal : 8 Maret 2011 ---------------------------------------------------------------- .

255 LEMBAR KERJA SISWA LEMBAR KERJA SISWA PENELITIAN TINDAKAN KELAS SIKLUS III PERTEMUAN II NAMA : ----------------------------------No Absen : ----------------------------------Materi : Menulis Tanggal : 17 Maret 2011 ---------------------------------------------------------------- .

256 __________________________________________________________________ Lampiran : REKAP NILAI UJI KOMPETENSI MENDESKRIPSIKAN HEWAN DAN TUMBUHAN SIKLUS I – SIKLUS III .

257 Lampiran : WAWANCARA DENGAN KOLABORATOR DALAM PEMBELAJARAN SIKLUS III Peneliti :”Bagaimana pendepat pa Oyo tentang pembelajaran menulis cerita mendeskripsikan benda yang ada di luar kelas ? Pa Oyo :”Bagus. anak terlihat aktif dan ceria penuh semangat dalam menulis cerita mendeskripsikan benda yang anak pilih sendiri” Peneliti :” .

258 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.