BAB I GEOLOGI 1.

1 Pengertian Geologi Secara Etimologis Geologi berasal dari bahasa Yunani yaitu Geo yang artinya bumi dan Logos yang artinya ilmu, Jadi Geologi adalah ilmu yang mempelajari bumi. Secara umum Geologi adalah ilmu yang mempelajari planet Bumi, termasuk Komposisi, keterbentukan, dan sejarahnya. Karena Bumi tersusun oleh batuan, pengetahuan mengenai komposisi, pembentukan,dan sejarahnya merupakan hal utama dalam memahami sejarah bumi. Dengan kata lain batuan merupakan objek utama yang dipelajari dalam geologi. 1.2 Ruang Lingkup Geologi Secara keseluruhan bumi ini terdiri dari beberapa lapisan yaitu : 1. Atmosfer, yaitu lapisan udara yang menyelubungi Bumi 2. Hidrosfer, yaitu lapisan air yang berada di permukaan Bumi 3. Biosfer, yaitu Lapisan tempat makhluk hidup 4. Lithosfer, yaitu lapisan batuan penyusun Bumi Ruang lingkup pembelajaran geologi yaitu lithosfer yang merupakan lapisan batuan penyusun bumi dari permukaan sampai inti bumi. Geologi juga mempelajari benda-benda luar angkasa, dan bukan tak mugkin suatu saat nanti kita dapat mengetahui keadaan geologi bulan misalnya. Cabang-cabang ilmu geologi Kajian geologi memiliki ruang lingkup yang luas, di dalamnya terdapat kajian-kajian yang kemudian berkembang menjadi ilmu yang berdiri sendiri walaupun sebenarnya ilmu-ilmu tersebut tidak dapat dipisahkan dan saling menunjang satu sama lain. ilmu-ilmu tersebut yaitu : 1. Mineralogi, yaitu ilmu yang mempelajari mineral, berupa pendeskripsian mineral yang meliputi warna, kilap, goresan, belahan, pecahan dan sifat lainnya.

2. Petrologi, yaitu ilmu yang mempelajari batuan, didalamnya termasuk deskripsi,klasifikasi
dan originnya. 3. Sedimentologi, yaitu ilmu yang mempelajari batuan sediment, meliputi deskripsi, klasifikasi dan proses pembentukan batuan sediment. 4. Stratigrafi, yaitu ilmu tentang urut-urutan perlapisan batuan, pemeriannya dan proses pembentukannya. 5. Geologi Struktur, adalah ilmu yang mempelajari arsitektur kerak bumi dan proses pembentukannya.

6. Palentologi, yaitu ilmu yang mempelajari aspek kehidupan masa lalu yang berupa fosil.
Paleontology berguna untuk penentuan umur dan geologi sejarah. 7. Geomorfologi, yaitu ilmu yang mempelajari bentuk bentang alam dan proses0proses pembentukan bentang alam tersebut. Ilmu ini berguna dalam menentukan struktur geologi dan batuan penyusun suatu daerah.

8. Geologi Terapan, merupakan ilmu-ilmu yang dikembangkan dari geologi yang digunakan
untuk kepentingan umat manusia, diantaranya Geologi Migas, Geologi Batubara,Geohidrologi, Geologi Teknik, Geofisila, Geothermal dan sebagainya. Konsep Dalam Geologi Ada dua konsep dalam geologi yaitu teori Katastropisme dan teori Uniformitarisme

Teori Katastropisme Teori Katastropisme ini dikemukakan oleh Cuvier yang berekabangsaan Prancis pada tahun 1830. Teori malapetaka menjelaskan bentukan bumi yang sekarang ini seperti pegunungan dan lembah merupakan hasil dari malapetaka-malapetaka yang sebelumnya terjadi. Teori ini juga menjelaskan bahwa musnahnya salah satu individu mahluk hidup disebabkan oleh malapetaka tersebut yang kemudian diikuti oleh kemunculan mahluk baru yang berbeda dengan mahluk hidup sebelumnya. Teori Uniformitarisma Teori ini dikemukakan oleh James Hutton yaitu “ The Present Is The Key To The Past”. Teori ini menjelaskan bahwa proses-proses yang kita lihat sekarang terjadi juga pada masa lampau, seperti erosi perbukitan, pengangkutan material sediment di sungai, letusan gunung api, gempa bumi dan sebagainya. Hal ini membawa kita pada pemahaman bahwa pembentukan pegunungan, pembentukan lembah yang dalam, pembentukan lapisan-lapisan sediment tidak terjadi dalam waktu yang singkat tetapi melalui waktu yang cukup panjang bahkan sampai jutaan tahun. BAB II STRUKTUR BUMI 2.1 Kedudukan Bumi dalam jagat Raya Sampai saat ini bumi merupakan satu-satunya planet yang dapat mendukung kelangsungan hidup seluruh makhluk, diantara planet-planet anggota tata-surya lainnya. Oleh karenanya pengetahuan mengenai bumi dianggap sangat vital guna kelangsungan hidup penghuninya termasuk manusia. Bumi merupakan anggota tata-surya bersama 8 planet lainnya yang sama sama mengelilingi matahari dengan waktu tempuh yang berbeda-beda sesuai dengan jari-jari lintasannya. Bumi berjarak rata-rata 150 juta km terhadap Matahari dan mengelilingi Matahari selama 365 hari, yang dijadikan dasar system kalender. Anggota tata-surya secara lengkap secara berturut turut yaitu: Matahari sebagai pusat, Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, Pluto. Tata-surya merupakan bagian dari suatu galaksi yang dinamakan galaksi bima sakti (Milky Way). Diameter galaksi bima sakti sekitar 80.000-100.000 tahun cahaya. Di jagat raya ini masih banyak galaksi yang belum didiketahui yang jaraknya kemungkinan bisa jutaan tahun cahaya. Dari data-data ini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa ruang lingkup ilmu kita masih sangat kecil bila dibandingkan dengan luasnya jagat raya. Ini juga merupakan bukti bahwa Alloh Maha Besar, Maha Mengetahui atas segalanya dan kita tidak sepatutnya sombong dengan pengetahuan kita yang sangat sedikit ini. 2.2. Struktur dan Komposisi Bumi Berdasarkan kecepatan gelombang seismic struktur internal bumi dapat dibedakan menjadi tiga komponen utama, yaitu inti (core), mantel (mantle) dan kerak (crust).

Gambar 2.1. Kecepatan Gelombang Seismik Pada Setiap Lapisan Bumi

Gambar 2.2 Struktur Bumi Inti bumi (core) Dipusat bumi terdapat inti yang berkedalaman 2900-6371 km. Terbagi menjadi dua macam yaitu inti luar dan inti dalam. Inti luar berupa zat cair yang memiliki kedalaman 2900-5100 km dan inti dalam berupa zat padat yang berkedalaman 5100-6371 km. Inti luar dan inti dalam dipisahkan oleh Lehman Discontinuity. Dari data Geofisika material inti bumi memiliki berat jenis yang sama dengan berat jenis meteorit logam yang terdiri dari besi dan nikel. Atas dasar ini para ahli percaya bahwa inti bumi tersusun oleh senyawa besi dan nikel. Mantel bumi (mantle) Inti bumi dibungkus oleh mantel yang berkomposisi kaya magnesium. Inti dan mantel dibatasi oleh Gutenberg Discontinuity. Mantel bumi terbagi menjadi dua yaitu mantel atas yang

bersifat plastis sampai semiplastis memiliki kedalaman sampai 400 km. Mantel bawah bersifat padat dan memiliki kedalaman sampai 2900 km. Mantel atas bagian atas yang mengalasi kerak bersifat padat dan bersama dengan kerak membentuk satu kesatuan yang dinamakan litosfer. Mantel atas bagian bawah yang bersifat plastis atau semiplastis disebut sebagi asthenosfer. Kerak bumi (crust) Kerak bumi merupakan bagian terluar lapisan bumi dan memiliki ketebalan 5-80 km. kerak dengan mantel dibatasi oleh Mohorovivic Discontinuity. Kerak bumi dominan tersusun oleh feldsfar dan mineral silikat lainnya. Kerak bumi dibedakan menjadi dua jenis yaitu : Kerak samudra, tersusun oleh mineral yang kaya akan Si, Fe, Mg yang disebut sima. Ketebalan kerak samudra berkisar antara 5-15 km (Condie, 1982)dengan berat jenis rata-rata 3 gm/cc. Kerak samudra biasanya disebut lapisan basaltis karena batuan penyusunnya terutama berkomposisi basalt.

Gambar 2.3 Penampang vertikal Kerak Samudra

Kerak benua, tersusun oleh mineral yang kaya akan Si dan Al, oleh karenanya di sebut sial. Ketebalan kerak benua berkisar antara 30-80 km (Condie !982) rata-rata 35 km dengan berat jenis rata-rata sekitar 2,85 gm/cc. kerak benua biasanya disebut sebagai lapisan granitis karena batuan penyusunya terutama terdiri dari batuan yang berkomposisi granit. Disamping perbedaan ketebalan dan berat jenis, umur kerak benua biasanya lebih tua dari kerak samudra. Batuan kerak benua yang diketahui sekitar 200 juta tahun atau Jura. Umur ini sangat muda bila dibandingkan dengan kerak benua yang tertua yaitu sekitar 3800 juta tahun. Penyebab perbedaan umur ini akan dibahas pada bab selanjutnya.

Dibawah kerak terdapat lapisan yang disebut mantel. 9. akan tetapi pada kedalaman sekitar 70-80 km terjadi penurunan kecepatan gelombang seismic (low velocity zone). sedangkan lapisan cair liat dibawahnya disebut sebagai astenosfer.Plate Tectonic Theory (late 1967-early 1970) 3. hal ini membuktikan bahwa lapisan ini merupakan lapisan yang cair liat. 1968) Global mountain belts (Dewey and Bird. 5. Tharp. Continental drift (Wegener.Gambar 2. Misalkan kecepatan lempeng 5cm/tahun dan waktunya 50 juta tahun maka lempeng tersebut akan bergerak sejauh 2500 km. Sejarah Teori Tektonik Lempeng 1. 7. zona pemisah antara kerak dengan mantel disebut Mohorovivic discontinuity. 1931) Sea-floor mapping (Heezen. 1963) Transform fault (Wilson. gempa bumi. Hess. pembentukan batuan dan kejadian geologi lainnya.4 Kelimpahan berbagai unsur di kerak bumi BAB III TEORI TEKTONIK LEMPENG 3. Lapisan mantel atas bagian atas merupakan bagian yang padat. 1970) New Global Tectonic . Litosfer tersebut mengapung diatas lapisan astenosfer dan terpotong potong menjadi beberapa keratan yang disebut lempeng (plates). 4. 2. Dalam kejadian-kejadian geologi waktu . 1961-1962) Symmetric magnetic stripping across mid-oceanic ridge (Vine and Matthews. Ewing.1. tetapi dengan waktu berjuta-juta tahun akan menyebabkan kejadian yang berarti seperti kejadian geologi yang disebutkan sebelumnya. 6.2. 1965) Global seismic zones (Lynn and Sykes. pembentukan struktur geologi. 1959-1965) Sea-floor spreading (Dietz. 3. 8. Lempeng lempeng tersebut bergerak satu sama lain dengan kecepatan yang berbeda-beda dan terjadi interaksi yang menyebabkan terjadinya kejadian-kejadian geologi seperti pembentukan gunung api. 1912) Convection current of mantle (Holmes. Lempeng (Plates) Telah dijelaskan sebelumnya bahwa bagian terluar dari lapisan bumi adalah kerak bumi yang terbagi menjadi kerak samudra dan kerak benua. Walaupun kecepatan rata-rata lempeng tersebut hanya sekitar 7cm/tahun dan kita tidak bisa merasakannya. Kerak bumi beserta mantel atas bagian atas yang padat menjadi satu kesatuan yang disebut litosfer.

waktu ini disusun dalam skala waktu geologi. lempeng Eurasia. Gambar 3.2 Lempeng-lempeng di Bumi . Gambar 3. lempeng Pasifik.yang diperlukan cukup panjang yaitu dengan satuan juta tahun. lempeng Amerika Selatan.1 Skala waktu geologi Contoh lempeng-lempeng yang besar diantaranya. lempeng Amerika Utara. Lempeng Indo Australia dan Lempeng Afrika.

jenis interaksi yang terjadi yaitu : Batas Divergen Batas Divergen adalah batas dimana dua buah lempeng atau lebih saling menjauh. Contoh batas divergen yaitu Mid Atlantic Ridge. Hal ini terjadi karena berat jenis dari lempeng samudra lebih berat dari lempeng benua sehingga lempeng benua seperti menunggang atau mengapung.3 Batas Divergen Batas Konvergen Batas Konvergen yaitu batas dimana dua buah lempeng saling mendekat. Selain itu akan terjadi berbagai macam struktur geologi seperti sesar dan lipatan yang diakibatkan gaya kompresional dari interaksi tersebut. Hal inilah yang menyebabkan batuan di kerak benua umurnya lebih tua dari umur batuan di kerak samudra. yang diakibatkan peleburan kerak samudra yang menunjam sehingga memicu pembentukan magma yang kemudian naik dan membentuk gunung api. Contoh interaksi ini yaitu bagian Barat Sumatera dan Selatan Jawa. Jika kejadian ini berlangsung tanpa adanya penunjaman kembali lempeng di sisi yang lain maka dapat dibayangkan bumi ini akan terus membesar. Akibat kejadian ini akan terjadi kejadian kejadian geologi seperti pembentukan jalur gunung api pada kerak yang menunggangi dalam hal ini kerak benua. Subduksi Bila lempeng samudra dengan lempeng benua terjadi interaksi jenis ini maka lempeng samudra akan menunjam kebawah lempeng benua. Gambar 3. • . gaya yang bekerja pada batas ini adalah gaya tarikan (tensional). hal ini mengakibatkan terjadinya subduksi atau kolisi.Batas lempeng Sudah disebutkan bahwa antara satu lempeng dengan lempeng lainnya yang berdampingan akan terjadi interaksi pada batas lempengnya. Gaya yang timbul pada interaksi ini yaitu gaya kompresional. Hal ini mengakibatkan lempeng saling menjauh dan mengakibatkan naiknya magma dari astenosfer dan terjadilah pembentukan kerak baru dalam hal ini kerak samudra.

5 Batas Konvergen Lempeng Samudra dengan Lempeng Samudra Kolisi Apabila lempeng benua bertemu dengan lempeng benua maka lempeng tersebut tidak ada yang tertunjam karena keduanya sama-sama ringan. Contoh yang paling nyata yaitu pegunungan himalaya yang diakibatkan interaksi antara lempeng Eurasia dengan India.Gambar 3. Contoh interaksi ini yaitu kepulauan Jepang Gambar 3. Hal ini akan mengakibatkan pembentukan jalur kepulauan gunungapi (island arc) pada lempeng yang menunggangi. hal ini mengakibatkan pembentukan pegunungan lipatan yang biasanya sangat tinggi. • Gambar 3.6 Batas Konvergen Lempeng benua dengan lempeng benua .4 Batas Konvergen Lempeng Samudra dengan Lempeng Benua Bila lempeng samudra dengan lempeng samudra terjadi interaksi konvergen maka salah satu lempeng akan menunjam.

dan dibentuk oleh alam (Warsito Kusumoyudo.7 Pembentukan Himalaya Sesar Transform Yaitu batas antara lempeng yang saling berpapasan. Mineral adalah zat padat anorganik yang mempunyai komposisi kimia tertentu dengan susunan atom yang teratur. .7 Batas-batas Lempeng BAB IV BATUAN 4. 1986).Gambar 3. atau kumpulan yang terbentuk secara alami yang tersusun oleh butiran mineral. material organik yang terubah. yang terjadi tidak dengan perantara manusia dan tidak berasal dari tumbuh-tumbuhan dan hewan.1 Pengertian Batuan Batuan adalah agregat padat dari mineral. Kristal adalah zat padat yang mempunyai bentuk bangun yang beraturan yang terdiri dari atam-atom dengan susunan yang teratur. gelas. biasanya batas ini terjadi karena batas konvergen yang tidak lurus. Gambar 3. dan kombinasi semua komponen tersebut.

sedimen. Fosfat. Panas dan tekanan disini berbeda dengan kondisi dipermukaan. Kilap. Halida. Karbonat. Kekerasan Tabel Kekerasan Mineral Kekerasan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Mineral Talk Gipsum Kalsit Fluorit Apatit Ortoklas Kuarsa Topas Korondum Intan 4. Sulfat. Silikat. atau cairan kimia aktif. Lodat. contohnya Kalsit 6. Nitrat. contohnya emas.Berzelius mengklasifikasikan mineral menjadi 8 golongan. contohnya Barit 7. dan metamorf.2 Pembagian Batuan Berdasarkan pembentukannya batuan dibedakan menjadi tiga yaitu batuan beku. Oksida dan Hidroksida. Khromat. tembaga dan intan 2. Molibdenat. Sulfida. Sifat-sifat mineral diantaranya: Warna. contohnya korondum 4. yaitu: 1. sediment atau metamorf yang berubah secara mineralogy. tekanan. Mineral memiliki sifat-sifat khusus yang dapat kita jadikan sebagai penciri mineral tertentu. Arenat dan Vanadat. Batuan beku adalah batuan yang terbentuk dari kristalisasi (pembekuan) magma. Goresan. Belahan. Borat. (3) kombinasi material-material tersebut. Piroksen. Batuan sediment terbentuk dibawah kondisi permukaan dan terdiri dari kumpulan (1) presipitasi kimia dan biokimia. contohnya Apatit 8. Elemen native. Feldspar. Pecahan. contohnya Halite 5. (2) fragmen atau butiran batuan. mineral dan fosil. tekstur atau keduanya tanpa mengalami peleburan yang diakibatkan oleh panas. dan Tungstat. Batuan metamorf adalah batuan yang asalnya adalah batuan beku. perak. Ketiga Jenis batuan ini memiliki hubungan genesis satu sama lain berupa siklus yang disebut sebagai siklus batuan. pirit 3. contohnya Galena. contohnya kuarsa. .

BAB V BATUAN BEKU 5. Magma yang terbentuk pada mantel atas naik ke level yang lebih tinggi didalam kerak dan mengalami kristalisasi. batuan sediment menutupi sekitar 66 % dari total batuan yang tersingkap (Blatt dan Jones. Chlorine (Cl).1 Pengertian Batuan Beku Batuan beku (Igneous Rock) adalah batuan yang terbentuk dari kristalisasi atau pembekuan dari magma. Sulfur (S). Perbedaan tempat pembentukan ini pada ahirnya akan digunakan dalam klasifikasi dan mempengaruhi sifat-sifat batuan yang terbentuk. Umumnya unsur-unsur yang sukar larut akan mengkristal terlebih dulu seperti apatit.3 Penyebaran Batuan di Bumi Bumi adalah tubuh padat.Gambar 4. mantel dan kerak telah terubah dikarenakan tekanan dan temperature yang tinggi. . Volatile ini terutama terdiri dari CO2. mengandung oksida. maka magma akan mulai mengkristal. Di bawah samudra kebanyakan ditutupi oleh material sediment atau batuan sediment yang tipis.1 Siklus Batuan 4. didominasi oleh batuan beku dan metamorf. Sisanya sekitar 34 % adalah batuan kristalin yang berupa batuan beku dan metamorf. sulfide serta volatile. 5. Batuan sediment terbentuk di permukaan atau dekat permukaan. Temperatur magma turun hingga mencapai titik jenuhnya.2 Magma dan Deret Bowen Magma adalah cairan silikat yang sangat panas. Dibawah tutupan sediment. kecuali pada inti luar. Fluorine (F) dan Boron (B) yang dikeluarkan ketika magma membeku.Batuan beku yang terbentuk di permukaan disebut batuan volkanik (ekstrusif) dan yang terbentu di jauh di bawah permukaan bumu disebut batuan plutonik (intrusif). dimana kedua jenis magma ini merupakan induk batuan beku. Kebanyakan dari material yang padat merupakan batuan metamorf. ini dikarenakan batuan di inti dalam. Di daratan. 1975). dan beberapa tempat yang relative kecil didalam mantel atas dan kerak. Pembekuan ini dapat berlangsung di permukaan atau jauh di bawah permukaan. yang cair. Temperatur magma berkisar antara 6000 C ( magma asam) sampai 12500 C (magma basa).

amfibol. titanit. Interaksi yang terjadi yaitu meleburnya batuan samping. terjadi reaksi dengan batuan samping dan pelarutan batuan samping. rutile. Tahap Hydrothermal. Dalam perjalanannya magma mengalami perubahan yang terdiri dari tiga proses utama. Tahap Pneumatolitik. chromit. Hal ini disebabkan oleh migrasi ion atau molekul dalam larutan magma karena adanya perubahan temperatur dan tekanan. sedangkan cairan yang belum membeku akan terus naik dan akhirnya keseluruhan cairan magma itu membeku. Differensiasi magma. Ketika magma naik menuju ke permukaan. magnetit. hal ini akan menyebabkan terjadinya interaksi antara magma dan batuan samping. dengan demikian magma akan mengalami perubahan . Berupa larutan sisa yang kaya akan gas dan larutan/cairan. Bowen menggambarkannya berupa chart yang disebut Deret Bowen (Bowen’s Series) Gambar 5. dan selanjutnya seperti yang dikemukakan oleh Bowen (1922). Tahap Pegmatitik. 2. Tahap Orthomagmatik. Ketika magma mengalami penurunan tekanan dan temperatur. Assimilasi. maka mineral yang memiliki titik lebur yang tinggi mulai mengkristal. magma tersebut tentunya melewati batuan samping. yang mula-mula mengkristal dan selanjutnya yaitu olivin. yaitu pembekuan magma yang pertama kali dengan temperatur > 8000C 2.zircon. yaitu pembekuan magma pada temperatur antara 6000C – 8000C 3. Sementara mineral yang mudah larut mengkristal kemudian dan terjebak di sekitar kristal yang terbentuk terlebih dahulu. yaitu pembekuan magama berkisar antara 100 0C – 4000C. ilmenit. piroksen. Mineral utama pembentuk batuan juga mengalami hal yang serupa. yaitu : 1. yaitu suatu proses yang menyebabkan magma yang asalnya relatif homogen terpecah-pecah menjadi beberapa bagian atau fraksi dengan komposisi yang berbeda-beda. yaitu pembekuan magma pada temperatur antara 400 0C – 6000C serta kaya akan gas 4.1 Deret Bowen Urutan pembekuan magma berdasarkan temperaturnya dapat dibedakan menjadi beberapa tahap pembekuan yaitu : 1.

Dalam perjalanannya magma dapat bertemu dengan magma dengan komposisi yang berbeda. yaitu struktur yang menyerupai bantal yang bergumpal-gumpal. 1. Lubang ini terbentuk akibat pelepasan gas pada saat pembekuan.  Struktur aliran. kuarsa atau zeolit. Hal ini diakibatkan proses pembekuan terjadi pada lingkungan air. yaitu struktur yang memperlihatkan lubang-lubang pada batuan beku. Gambar 5.  Columnar joint. Tingkat perubahan komposisi pada magma tergantung pada jenis magma. jenis batuan samping. yaitu struktur vesikular yang kemudian terisi oleh mineral lain seperti kalsit. Batuan beku ekstrusif ini yaitu lava yang memiliki berbagi struktur yang memberi petunjuk mengenai proses yang terjadi pada saat pembekuan lava tersebut.komposisi.  Amigdaloidal. Kenampakan inilah yang disebut sebagai struktur batuan beku.  Vesikular. Struktur ini diantaranya:  Masif.2 Struktur Batuan Beku Vesikular . yaitu struktur yang memperlihatkan batuan terpisah poligonal seperti batang pensil. dan jauh dekatnya jarak yang ditempuh oleh magma. 5.  Sheeting joint.  Pillow lava. yaitu struktur yang memperlihatkan suatu masa batuan yang terlihat seragam. hal ini tentunya akan merubah komposisi magma. yaitu struktur batuan beku yang terlihat sebagai lapisan. Hal ini pada nantinya akan menyebabkan perbedaan pada tekstur masing masing batuan tersebut. yaitu struktur yang memperlihatkan adanya kesejajaran mineral pada arah tertentu akibat aliran. 3. Kenampakan dari batuan beku yang tersingkap merupakan hal pertama yang harus kita perhatikan.3 Struktur batuan beku Berdasarkan tempat pembekuannya batuan beku dibedakan menjadi batuan beku extrusive dan intrusive. Struktur batuan beku ekstrusif Batuan beku ekstrusif adalah batuan beku yang proses pembekuannya berlangsung dipermukaan bumi. Pencampuran magma.

2) Laccolith. Konkordan Tubuh batuan beku intrusif yang sejajar dengan perlapisan disekitarnya. jenis jenis dari tubuh batuan ini yaitu : 1) Sill. Gambar 5. yaitu bentuk tubuh batuan yang cembung ke bawah. dimana perlapisan batuan yang asalnya datar menjadi melengkung akibat penerobosan tubuh batuan ini. Diameter laccolih berkisar dari 2 sampai 4 mil dengan kedalaman ribuan meter. bentuk tubuh batuan yang merupakan kebalikan dari laccolith. sedangkan bagian dasarnya tetap datar. berdasarkan kedudukannya terhadap perlapisan batuan yang diterobosnya struktur tubuh batuan beku intrusif terbagi menjadi dua yaitu konkordan dan diskordan.Gambar 5.3 Struktur Lava Bantal Gambar 5. tubuh batuan beku yang berbentuk kubah (dome). Lopolith memiliki diameter yang lebih besar dari laccolith. tubuh batuan yang berupa lembaran dan sejajar dengan perlapisan batuan disekitarnya.3 Laccolith 3) Lopolith. yaitu puluhan sampai ratusan kilometer dengan kedalaman ribuan meter. .3 Struktur Sheeting Joint pada lava 2. Struktur Batuan Beku Intrusif Batuan beku ekstrusif adalah batuan beku yang proses pembekuannya berlangsung dibawah permukaan bumi.

yaitu tubuh batuan yang memiliki ukuran yang sangat besar yaitu > 100 km2 dan membeku pada kedalaman yang besar. Karena terjadi penurunan temperatur. 3) Stock. Diskordan Tubuh batuan beku intrusif yang memotong perlapisan batuan disekitarnya. Ketebalannya dari beberapa sentimeter sampai puluhan kilometer dengan panjang ratusan meter. 2) Batolith. yaitu tubuh batuan yang memotong perlapisan disekitarnya dan memiliki bentuk tabular atau memanjang. larutan magma ini mengalami kristalisasi.Gambar 5. . perubahan tekanan dan perubahan dalam komposisi. yaitu tubuh batuan yang mirip dengan Batolith tetapi ukurannya lebih kecil yaitu< 100 km2 Gambar 5. Perbedaan kombinasi hal-hal tersebut pada saat pembekuan magma mengakibatkan terbentuknya batuan yang memilki tekstur yang berbeda. Ketebalan paccolith berkisar antara ratusan sampai ribuan kilometer.4 Lopolith 4) Paccolith. tubuh batuan beku yang menempati sinklin atau antiklin yang telah terbentuk sebelumnya.5 Berbagai bentu tubuh batuan beku 5.4 Tekstur Batuan Beku Magma merupakan larutan yang kompleks. Jenis-jenis tubuh batuan ini yaitu: 1) Dike.

Bentuk mineral yang terlihat melalui pengamatan mikroskop yaitu: Euhedral. Ukuran butir Phaneritic. dan mineral yang terbentuk biasanya berukuran relatif kecil. Tingkat kristalisasi Holokristalin. yaitu batuan beku yang hampir seluruhnya tersusun oleh mineral berukuran halus. yaitu batuan beku yang hampir seluruhnya disusun oleh kristal Hipokristalin. 4. Bentuk kristal Ketika pembekuan magma. yaitu bentuk kristal yang tidak sempurna. yaitu bentuk kristal yang sempurna Subhedral. yaitu batuan beku yang hampir seluruhnya tersusun oleh gelas 2. yaitu sebagian besar kristalnya dibatasi oleh bidang kristal atau bentuk kristal euhedral (sempurna) Hypidiomorf (Hypautomorf). yaitu batuan beku yang hampir seluruhmya tersusun oleh mineral-mineral yang berukuran kasar. Porphyritic. Berdasarkan kombinasi bentuk kristalnya Panoidiomorf (Automorf). 3. mineral-mineral yang terbentuk pertama kali biasanya berbentuk sempurna sedangkan yang terbentuk terakhir biasanya mengisi ruang yang ada sehingga bentuknya tidak sempurna.Ketika batuan beku membeku pada keadaan temperatur dan tekanan yang tinggi di bawah permukaan dengan waktu pembekuan cukup lama maka mineral-mineral penyusunya memiliki waktu untuk membentuk sistem kristal tertentu dengan ukuran mineral yang relatif besar. Sedangkan pada kondisi pembekuan dengan temperatur dan tekanan permukaan yang rendah. yaitu batuan beku yang tersusun oleh kristal dan gelas Holohyalin.6 Gelas (obsidian) Berdasarkan hal di atas tekstur batuan beku dapat dibedakan berdasarkan : 1. sehingga terbentuklah gelas (obsidian) yang tidak memiliki sistem kristal. Gambar 5. . yaitu bentuk kristal yang kurang sempurna Anhedral. yaitu batuan beku yang tersusun oleh mineral berukuran kasar (fenokris) dan mineral berukuran halus (masa dasar) Aphanitic. yaitu sebagian besar kristalnya berbentuk euhedral dan subhedral. mineral-mineral penyusun batuan beku tidak sempat membentuk sistem kristal tertentu.

yaitu batuan beku yang terbentuk di permukaan bumi Berdasarkan warnanya. yaitu batuan beku yang terbentu tidak jauh dari permukaan bumu 3. Ryolit.60% Melanocratic rock. 2. Klasifikasi batuan beku berdasarkan warnanya yaitu: Leucocratic rock. kandungan SiO2 > 65%.6 Granit 2. contohnya Granit. kimia. yaitu batuan beku yang terbentuk jauh di perut bumi. mineral pembentuk batuan beku ada dua yaitu mineral mafic (gelap) seperti olivin. Berdasarkan kandungan kimianya yaitu kandungan SiO2nya batuan beku diklasifikasikan menjadi empat yaitu: 1. 3.52%. Batuan beku asam (acid). Batuan beku menengah (intermediat). Batuan beku Plutonik. Berdasarkan keseragaman antar butirnya Equigranular. kuarsa dan feldspatoid. tekstur. kandungan mineral mafic > 90% 1. muskovit. Batuan beku Hypabisal. dan mineral felsic (terang) seperti Feldspar.Allotriomorf (Xenomorf). sebagian bear penyusunnya merupakan kristal yang berbentuk anhedral. kandungan mineral mafic < 30% Mesocratic rock. Berdasarkan tempat terbentuknya batuan beku dibedakan atas : 1. Batuan beku vulkanik. 2. Contohnya Diorit. kandungan SiO2 65% . kandungan mineral mafic 30% . piroksen.90% Hypermalanic rock. 5. Gambar 5. yaitu ukuran butir penyusun batuannya tidak sama 5. 4. kandungan mineral mafic 60% . warna.5 Klasifikasi Batuan Beku Batuan beku diklasifikasikan berdasarkan tempat terbentuknya. yaitu ukuran butir penyusun batuannya hampir sama Inequigranular. amphibol dan biotit. Andesit . dan mineraloginya.

dunit. Batuan beku ultra basa (ultra basic). kandungan SiO2 52% . Gambar 5. contohnya Gabbro. kandungan piroksenit.9 Piroksenit . Batuan beku basa (basic).45%.8 Gabbro 4.Gambar 5. SiO2 < 45%. Basalt Gambar 5.7 Andesit 3. contohnya peridotit.

dan Quarsa. .10 berbagai jenis batuan berdasarkan tekstur dan mineraloginya Mineralogi dan tekstur biasanya menjadi suatu dasar yang tidak terpisahkan dalam pengklasifikasian batuan beku. K-Feldspar. Berdasarkan mineraloginya (Streickeisen) batuan beku terbagi menjadi 2 yaitu : Kelas A dengan mineral mafic <90% Kelas B dengan mineral mafic >90% Penamaan nama batuan pada kelas A dengan kandungan mineral mafic < 90 % didasarkan pada persentase tiga mineral yaitu Plagioklas. Batuan yang mengandung Feldspatoid tidak akan mengandung kuarsa sehingga klasifikasinya menggunakan segitiga yang bawah.Gambar 5.

11 Klasifikasi batuan beku kelas A bertekstur phaneritic (Fo id ) Ga bb ro . Diorite/ Qtz.Q Quartzolite 90 90 Quartz-rich Granitoid 60 60 Alka li Fe ldsp ar G ran it e lit e na To Granite Granodiorite Alkali Fs. Syenite (Foid)-bearing Diorite/Gabbro (Foid) Monzosyenite (Foid) Monzodiorite 60 60 (Foid)olites F Keterangan : A (K-Feldspar) P (Plagioklas) Q (Kuarsa) F (Feldspatoid) Gambar 5. Quartz Syenite Alkali Fs. Gabbro 5 Diorite/Gabbro/ A 10 Syenite (Foid)-bearing Syenit e id ) (Fo Sy it e en Monzonite (Foid)-bearing Monzonite Monzodiorite (Foid)-bearing Monzodiorit e 90 Anorthosite P 10 (Foid)-bearing Alkali Fs. Syenite 5 20 20 Quartz Syenite 10 Quartz Monzonite 35 Quartz Monzodiorit e 65 Qtz.

6 Klasifikasi batuan beku kelas A bertekstur Aphanitic .Q 60 60 Rhyolite Dacite 20 20 Trachyte Latite 35 Andesite/Basalt 65 A 10 (foid)-bearing Trachyte (foid)-bearing Latite (foid)-bearing Andesite/Basalt P 10 Phonolite Tephrite 60 60 (Foid)ites F Keterangan : A (K-Feldspar) P (Plagioklas) Q (Kuarsa) F (Feldspatoid) Gambar 5.

lingkungan laut dan ekosistem. Dengan melihat aspek tersebut dapat dipelajari banyak hal seperti keadaan iklim pada masa lalu. Rekaman dari proses keterbentukan batuan sedimen ini dapat memudahkan dalam interpretasi batuan untuk menentukan lingkungan terbentuknya. walaupun semua batuan (beku. maupun strukturnya. sejarah sistem daratan pada masa lampau.Klasifikasi Batuan beku kelas B. dan interpretasi sedimen dan batuan sedimen serta proses terbentuknya suatu formasi atau lapisan batuan berdasarkan mekanisme sedimentasi yang meliputi pelapukan. transportasi dan pengendapan suatu material yang kemudian terakumulasi sebagai sedimen di lingkungan pengendapannya baik di lingkungan benua maupun samudera. batuan harus disayat tipis dan kemudian dilakukan deskripsi melalui mikroskop. Lingkungan pengendapan : tempat dimana material sedimen terakumulasi sehingga membentuk batuan sedimen dan lebih jauh lagi menjadi bagian dari suatu lapisan. Batuan Sedimen sedimen sendiri menutupi kurang lebih ¾ bagian permukaan bumi. lokasi dan komposisi sistem pegunungan yang telah lama lenyap. ia dapat member ibanyak informasi yang kita perlukan seperti dari aspek kandungan fosilnya. Contoh : Cekungan Sedimen yang terbentuk karena pengaruh proses tektonik. dengan mineral mafic >90% Gambar 5. asal.7 Klasifikasi batuan beku kelas B Untuk klasifikasi berdasarkan mineralogi. Pembelajaran mengenai proses dan produk sedimentasi dapat memudahkan kita untuk menginterpretasikan lingkungan pengendapan suatu batuan sedimen. Namun batuan sedimen berbeda dengan yang lain. dan metamorf) dapat memberi petunjuk untuk menginterpretasi sejarah bumi. . Kapasitas volume dan penyebarannya yang banyak di permukaan menyebabkan geologist tertarik untuk mempelajari lebih banyak tentang batuan sedimen.1 Pendahuluan Sedimentologi merupakan ilmu yang mempelajari klasifikasi.sedimen. tekstur. BAB VI BATUAN SEDIMEN 6.

Talus Slope. air yang membeku mengembang diantara celah batuan sehingga memecah batuan menjadi fragmen yang lebih kecil. paleoecology. bio-kimia.W Gore. gipsum.1 Proses Pelapukan Fisika. biasanya berupa fragmen yang menyudut. celah tersebut terisi air. Erosi dan Pengendapan Pelapukan Semua sedimen berasal dari proses pelapukan batuan yang telah ada sebelumnya seperti batuan beku. fosforit. (Jones. Banyak batuan sedimen memiliki nilai ekonomis yang signifikan seperti tempat terakumulasinya minyak dan gas. West Virginia . batuan metamorf maupun batuan sedimen itu sendiri. 1982). Ketika batuan tersingkap kepermukaan maka batuan tersebut mengalami perubahan konstan yang dipengaruhi oleh agenagen tertentu. juga batubara. paleogeography. Batuan asal terpisahkan oleh faktor fisika (Link. 2001) Sehingga dapat diartikan bahwa pelapukan adalah mekanisme dimana batuan terpisahkan dan terdistribusikan oleh agen-agen tertentu kemudian tertransport dalam wujud fragmen-fragmen menuju tempat pengendapan yang baru (Link. dsb. melalui agen tersebut dihasilkanlah material sedimen yang tertransport dan terendapkan untuk membentuk batuan sedimen baru.2 Proses Pelapukan.Lebih jauh lagi studi sedimen dapat berguna sebagai dasar untuk studi climatology. kelembaban air menyebabkan celah kecil diantara batas antar butir. Dalam prosesnya. dan juga paleooceanografy. Tipe pelapukan mekanis antaralain : a. 2004). Sedimen sendiri merupakan partikel material lepas yang mengalami sementasi dan kompaksi sehingga membentuk batuan sedimen (J.  Pelapukan Mekanis (Fisika) Ketika batuan secara fisika terpisahkan dari fragmen yang lebih besar menjadi fragmen yang lebih kecil maka proses pelapukan secara mekanis yang berperan. Lost River. Pemahaman mengenai pelapukan dalam pembelajaran batuan sedimen sangatlah penting karena merupakan proses dimana batuan terpisahkan dari batuan sebelumnya sehingga mendukung keterbentukan batuan sedimen. kimiawi.6. dan banyak mineral ekonomis lain yang juga terbentuk pada batuan sedimen 6. biologis atau dapat pula bekerja bersama atau dapat disebut pelapukan fisika-kimia. Mekanisme pemisahannya sendiri dapat secara mekanis (fisika). air dan material kimiawi merupakan agen-agen yang berperan dalam proses pelapukan. 1982). Uranium. Siklus Pembekuan (Freeze Cycle/Frost Wedging). Gambar. Angin.

1982). pertumbuhan akar mempenetrasi celah yang ada pada batuan. Eksfoliasi. e. pendinginan menyebabkan kontraksi. panas menyebabkan ekspansi. kristalisasi garam ketika terjadi pengeringan menyebabkan mineral garam mengembang diantara celah batuan dan memisahkannya. tanah. umumnya dipengaruhi oleh reaksi kimia yang berhubungan dengan air. Fenomena ini disebabkan ekspansi batuan ketika tekanan dari batuan diatas batuan induk tersingkir oleh erosi. Ekspansi Garam. batuan induk terpecah dan terpisahkan menjadi lembaranlembaran tipis sepanjang kekar-kekar atau rekahan yang ada dan berarah pararel terhadap permukaan tanah. Ekspansi Termal. AS Gambar 6. dan aliran sungai.2 Eksfoliasi Aktif di Virginia.3 Eksfoliasi di Stone Mountain membentuk gunung yang membundar d. melebarkan celah tersebut dan memisahkan batuan yang ada. Perulangan dari proses pemanasan dan pendinginan batuan menyebabkan batuan terpecah dan terpisahkan. Pelapukan Kimiawi Alterasi kimia dan pemecahan kimiawi batuan yang tersingkap didukung oleh kontak dengan agen kimia di atmosfer. disebut juga sebagai penghilangan beban (unloading). Gambar 6.b. Akar Tanaman. Mineral-mineral yang berbeda mengembang dan bereaksi pada kisaran yang berbeda menyebabkan tekanan sepanjang batas-batas sepanjang mineral.  . c. Air merupakan agen yang signifikan dalam pelapukan kimia yang efektif ketika iklim hangat dan lembab (Link.

tipe mineral ini terbentuk melalui proses evaporasi dari air laut yang disebut sebagai evaporit. b. Mineral seperti halit. Ketika mineral bereaksi dengan air. Tipe pelapukan kimiawi antara lain : a.  Erosi Batuan yang telah mengalami pelapukan menghasilkan mineral yang lepas-lepas yang kemudian terkikis oleh agen transport seperti air. gipsum. Hidrolisis. Mineral juga dapat terbentuk melalui mataair panas seperti travertin. Sehingga pelapukan kimia dapat disederhanakan sebagai fungsi jumlah air hujan dan komposisi kimia terhadap batuan yang tersingkap. Mineral alumino-silikat yang mengandung besi terlapukkan menjadi tanah merah lempungan. es atau angin. Mineral silikat yang mengandung besi yang juga memiliki kandungan alumunium (seperti piroksen. Disolusi. hewan dan lumut. gipsum dan kalsit adalah mineral yang mudah larut di air khususnya air yang komposisinya asam. mineral-mineral terlarut tadi terpresipitasi atau terkristalisasi menjadi mineral yang solid. Tipe dan kecepatan dari media transportasi . air atau masa aliran. Ketika danau atau laut terevaporasi. termasuk tanaman. merupakan alterasi batuan dengan mengubah dan memindahkan mineral yang mudah larut. karena air merupakan pelarut yang baik pada berbagai tempat. Contohnya. potasium-feldspar membentuk mineral kaolinit. KAlSi3O8 +H2O 2 HAlSi3O8 + 9 H2O HAlSi3O8 + K+ + OHAl2Si2O5(OH)4 + 4 H4SiO4 c.Hampir dari setiap mineral pembentuk batuan memiliki tingkat kelarutan pada air. Oksidasi. amfibol dan biotit) mengalami oksidasi dan hidrolisis. Ion-ion tersebut terbawa sebagai beban terlarut oleh aliran sungai yang mengalir menuju danau atau laut. merupakan proses dimana mineral yang mengandung besi terlapukkan menghasilkan besi oksida. Proses pengikisan ini disebut erosi. Pelapukan Biologis Merupakan pemisahan dan pemecahan batuan dikarenakan aktivitas organisme hidup. Contohnya : halit. Proses Transportasi Pembentukan tubuh sedimen dipengaruhi baik oleh transportasi partikel sedimen ke wilayah pengendapannya serta pertumbuhan kimiawi dan biologis dari suatu material di tempat tertentu. merupakan proses dimana feldspar dan beberapa mineral yang mengandung alumunium-silikat terlapukkan menjadi mineral lempung. Proses transportasi yang membawa material dipengaruhi oleh pergerakan agen transportasinya antara lain angin. ion-ion seperti Ca dan Na tersingkirkan. Setelah terjadi erosi material tersebut ditransportasikan menuju tempat pengendapan. Contohnya pada lumut yang merupakan kombinasi dari jamur dan alga. Lumut dapat hidup pada batuan dan memecahkan batuan tersebut oleh zat sekresi kimia yang dimilikinya. membentuk oksida besi dan lempung. atao kalsit.

Dinamika Fluida Aliran Laminer dan Turbulen Pergerakan fluida dapat terbagi menjadi 2 cara yang berbeda. Ia melakukan penelitian terhadap aliran pada suatu silinder. Sama halnya dengan mineral evaporit di danau. es atau campuran masa jenis sedimen dan air. Pada kecepatan rendah air mengalir secara laminar dan pada saat kecepatan bertambah aliran menjadi turbulen. laguna. air. • Aliran turbulen. Rumusnya : Re = u. antara lain : • Aliran Laminer. Pada fluida yang heterogen hampir tidak ada pencampuran selama mengalir. bentuk dan distribusi partikel yang menyusun suatu tubuh batuan sedimen dapat menjadi petunjuk bagaimana suatu material sediment terbawa dan terendapkan. beberapa disebabkan oleh aliran material saat proses pengendapan dan yang lainnya erosional. Proses ini juga termasuk pembentukan struktur sediment yang terawetkan pada batuan sediment. Pergerakan detritus dapat disebabkan oleh gravitasi. Ukuran. dan menyadari bahwa rata-rata aliran masuk dan keluar tidak menunjukkan nilai yang sama. baik pada lingkungan alami maupun rekayasa di laboratorium. dan akumulasi cangkang terbentuk di tempatnya langsung (In Place) tanpa transportasi material. Reynold pada akhir abad 19. lapisan mikroba. angka ini didapatkan dengan melakukan perhitungan antara kecepatan aliran (u). Berdasarkan percobaan tersebut didapatlah parameter “Angka Reynold”. rasio antara densitas fluida dengan kecepatan fluida atau disebut sebagai viskositas (v) dan panjang (l) (kedalaman aliran). Fluida yang heterogen hampir seluruhnya bercampur. Apa yang menyebabkan perubahan ini ? Pembedaan antara aliran laminar dan turbulen pertamakali di temukan oleh O. Namun hamper seluruh endapan sediment terbentuk dari transportasi material. Struktur sediment ini terpreservasi di batuan dan merekam proses yang terjadi selama pengendapan terjadi.serta jumlah dan ukuran material yang dibawa akan menentukan asal muasal sedimen yang telah terakmulasi. Proses transportasi dan pengendapan dapat ditentukan dengan melihat suatu lapisan sedimen. namun lebih banyak dipengaruhi oleh hasil aliran angina. Serta kondisi kecepatan aliran dan kedalaman air dapat dideteksi dengan cara mengenali ukuran dan bentuk dari suatu struktur sedimen (misalnya : ripple) pada batuan sediment yang diasumsikan terbentuk pada kecepatan dan kedalaman aliran yang relatif sama. molekul pada fluida bergerak ke segala arah namun dengan pergerakan relatif ke arah tertentu. Interaksi material sedimen dengan media transportasi menghasilkan terbentuknya struktur sediment. dan sepanjang pantai tidak dipengaruhi oleh pergerakan dari masa partikel sedimen. semua molekul pada fluida bergerak pararel satu sama lain pada arah transportasinya.l/ v Keterangan : Re < 500 : aliran laminer . Terumbu karbonat. Struktur sedimen primer seperti ripple dapat dilihat keterbentukannya pada material sedimen pasir.

aliran cenderung untuk menjadi turbulen. Ada beberapa jenis aliran masa yang dapat diketahui :  Debris Flow . Ada beberapa faktor yang mengontrol pergerakan partikel pada fluida yang mengalami turbulensi seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Aliran air hanya laminar pada kecepatan rendah atau pada kedalaman dangkal. Kecepatan Ketika kecepatan meningkat. Energi Turbulensi Peningkatan energi turbulensi mendukung daya dorong keatas untuk mempertahankan partikel sedimen tetap mengalami suspensi. energi kinetik pada fluida juga meningkat  material sedimen meninggalkan permukaan lapisan dan bergerak secara saltasi.Re > 2000 : aliran turbulen Dengan pertambahan kecepatan. Tipe aliran seperti ini sering disebut sebagai mass flow atau gravity flow (Middleton dan Hampton. 2. menyebabkan energi aliran fluida yang mengangkatnya harus lebih besar pula untuk mempertahankan pergerakan suspensi atau saltasi 4. seperti pada pergerakan es dan aliran lava yang kesemuanya memiliki viskositas diatas air. • • Pertama. mereka dapat bergerak menggelinding (rolling) pada dasar aliran air atau udara tanpa kehilangan kontak dengan permukaan lapisan. pergerakannya berupa rentetan lompatan secara periodik meninggalkan permukaan lapisan dan terbawa pada jarak yang pendek pada tubuh aliran sebelum akhirnya kembali ke permukaan lapisan. seperti udara. ini disebut dengan suspensi. Fluida dengan viskositas rendah. ini disebut dengan saltasi. Aliran laminar terjadi pada aliran debris. turbulensi pada aliran dapat menghasilkan pergerakan keatas untuk mempertahankan partikel pada fluida yang bergerak tetap berlanjut. Luas Permukaan Partikel Partikel dengan luas permukaan yang relatif luas (contoh : mineral Mika) cenderung hanya membutuhkan kecepatan aliran yang rendah untuk mempertahankan material tersebut pada posisi suspensi. 3. antara lain : 1. 1973). Masa Partikel Partikel dengan masa yang lebih besar. Jenis aliran ini membutuhkan kemiringan untuk menyediakan energi potensial untuk menggerakkan masa tersebut. Transportasi Partikel Sedimen Pada Fluida Partikel ukuran apapun dapat bergerak pada fluida dengan mekanisme tertentu. yang bergerak karena pengaruh gaya gravitasi oleh beberapa mekanisme fisika tertentu. • Ketiga. Hampir semua aliran di air maupun udara yang membawa volume sedimen yang cukup banyak bersifat turbulen. Kedua. Mass Flow (Aliran Masa) Merupakan campuran antara detritus (pecahan material sedimen) dan fluida. alirannya turbulen pada kecepatan rendah sehingga semua aliran udara yang membawa partikel suspensi adalah turbulen.

Sehingga terdapat batasan tertentu agar suatu aliran dapat bergerak secara turbidit yang dipengaruhi oleh kontras densitasnya. baik pada air laut dan air tawar. . dan umumnya menunjukkan lapisan yang bergradasi (Middleton. di lingkungan yang beriklim arid (pasokan air sangat sedikit) serta berkembang pada lingkungan bawah laut. Debris flow terdapat pada daratan. Arus turbidit bergerak pada kemiringan tertentu sehingga terdapat energi potensial yang mendukung pergerakan fluida. 1962) sehingga kemudian disebut sebagai sekuen Bouma. meskipun di lapangan tidak selalu ditemukan kesemua divisi tersebut. namun memiliki densitas (masa jenis) yang lebih rendah dibandingkan dengan aliran debris dan memiliki angka Reynolds yang lebih tinggi. 1966). 1982). Secara detil. jika pada densitas tertentu arus tersebut tidak dapat lagi mengalir dan mempertahankan momentumnya maka berangsur-angsur aliran akan berhenti mencapai titik nol dari aliran. pola tekstur serta struktur sedimen yang terdapat pada endapan turbidit pertamakali ditulis oleh (Bouma. Pemilahan yang terbentuk karena adanya proses aliran yang perlahan ini dapat menyebabkan lapisan mengalami gradasi yang terbalik (semakin kasar kebagian atas dari lapisan) atau menyebabkan keterdapatan butiran yang beragam mulai berukuran lempung sampai bongkah dalam lapisan tersebut. Percampuran sedimen dan air ini bergerak dengan pengaruh gravitasi yang tinggi pada media yang lebih rendah masa jenisnya. Air yang terkandung umumnya kurang dari 10% dari masa pada aliran ini. Suatu endapan turbidit dapat mengandung 5 divisi pada skema Bouma (’a’ – ’e’). Tidak adanya aliran yang turbulen menyebabkan tidak adanya dinamika pemilahan pada material menjadi ukuran yang berbeda selama mengalir dan menyebabkan pemilahan pada sedimen tersebut terpilah sangat buruk. dimana volume dan masa sedimen yang ada melebihi kandungan air (Leeder.   Turbidity Currents Grain Flow Liquified Flow Debris Flow Debris flow merupakan jenis aliran yang terdiri dari campuran material sedimen dan air yang bermasa jenis dan kekentalan yang cukup tinggi. Pemilahan yang terjadi pada arus turbidit dapat membagi antara material kasar yang lebih dulu terendapkan dengan material yang lebih halus yang tetap terbawa arus turbulen sampai beberapa saat sampai akhirnya juga ikut terendapkan. karakteristik internal dari endapan turbidit menunjukkan pola gradasi yang tidak sederhana. Suatu arus turbidit dapat kehilangan densitasnya ketika mulai terjadi pengendapan pada proses pengalirannya (Allen. Ciri endapan seperti ini disebut sebagai endapan turbidit. Arus Turbidit Arus turbidit merupakan campuran sedimen dan air. sehingga aliran yang ada bersifat laminer.1997). Aliran yang bermasa jenis dan berviskositas tinggi memiliki angka Reynold yang rendah.

1982). namun laminasi pada divisi ini lebih sulit ditentukan dibandingkan laminasi di divisi ‘b’. tidak berstruktur. Sekuen Bouma yang Tampak Pada Endapan Tubidit Batupasir (Ta-Te) di North Island. terdiri dari batupasir yang terpilah buruk . Divisi ‘c’ (Tc) Terdapat lapisan batupasir silang-siur yang berbutir sedang sampai halus. 3. Laminasi horizontal terbentuk ketika terjadi pemisahan butiran halus. Produk dari grain flow berciri khas mengalami reverse . Grain Flow Mekanisme dari transportasi masa grain flow adalah dengan proses terjunnya material ke bagian bawah dari suatu lereng yang curam (Leeder. Struktur sedimen ripple yang berbutir halus-sedang ini terbentuk pada kecepatan menengah dan mewakili penurunan kecepatan aliran jika dibandingkan dengan divisi ‘b’ dibawahnya. Selandia Baru Divisi-divisi tersebut antara lain : 1. 2. terdiri dari sedimen berbutir halus baik lanau maupun lempung. Partikel penyusun aliran ini terpisah dengan media fluida yang menghantarkannya disertai dengan benturan-benturan pada saat material-material tersebut berjatuhan. Terbentuk pada aliran yang semakin melemah dan pada zona yang lapisannya hampir terendapkan seluruhnya. Divisi ‘e’ (Te) Divisi ini merupakan bagian teratas dari endapan turbidit sekuen Bouma. terdapat juga laminasi ripple. Divisi ‘d’ (Td) Batupasir halus dan lanau pada lapisan ini merupakan hasil dari arus turbidit yang semakin melambat. divisi ini terbentuk dibagian tengah dari sekuen Bouma. ukuran butir lebih halus daripada lapisan di divisi ‘a’ dan material sedimennya terpilah lebih baik. Divisi ‘a’ (Ta) Terdapat pada bagian terbawah dari sekuen Bouma. 4. konsentrasi tinggi dan turbulensi berkurang. Struktur sedimen pararel laminasi yang ada terbentuk melalui pemisahan butiran pada proses transportasi rezim aliran atas. Material tersebut terendapkan melalui proses suspensi material seiring dengan berhentinya arus turbidit.Gambar. Divisi ‘b’ (Tb) Pada lapisan ini terdapat laminasi dari batupasir. Pemilahannya sedikit dan tidak terdapat struktur sedimen pada divisi ini. 5.

konglomerat. dll. 6. erosi. tuf. batubara. Biochemical-Biogenic-Organic Deposits Batuan sedimen ini terbentuk dari akumulasi bahan-bahan organik (baik flora maupun fauna) dan proses pelapukan yang terjadi pada umumnya bersifat kimia. 2. serta keterbentukan struktur sedimen dishes diantara lapisan sedimen. Setelah proses pengendapan tersebut material batuan dapat kembali tererosi dan tertransportasi atau dapat juga secara permanen terendapkan dan terbentuk menjadi batuan yang solid. transportasi. Contoh: agglomerat. batupasir. 1999). .3 Tipe Batuan Sedimen Terdapat 4 kelompok utama batuan sedimen berdasarkan proses terjadinya.graded atau mengalami pembalikan gradasi. Contoh: gipsum. Pengendapan Setelah material batuan tererosi dan tertransportasi terjadilah proses pengendapan. Dalam hal ini kontras densitas diantara lapisan-lapisan dari campuran fluida sedimen akan menghasilkan pergerakan keatas dari material yang lebih ringan. Dapat terbentuk pada sedimen berbutir kasar yang bercampur dengan proses aliran lainnya pada suatu kemiringan seperti pada kipas delta atau lingkungan transisi lainnya (Nichols. dll. Terrigeneous Clastics Terbentuk dari hasil rombakan batuan lainnya melalui proses pelapukan. breksi. 3. Jika sedimen dapat mencapai permukaan lapisan akan membentuk struktur sedimen sand volcanoe yang lebih lanjut akan dibahas. sedimentasi dan pembatuan (litifikasi). Pelapukan yang berperan disini adalah pelapukan yang bersifat fisika. yaitu 1. Melalui proses aliran ini dapat terbentuk struktur sedimen pillar yang terbentuk melalui proses lolosnya fluida secara vertikal pada lapisan sedimen. dll. Contoh: breksi. Liquified Flow Aliran ini terjadi ketika campuran sedimen dan air menjadi subjek getaran yang berenergi tinggi seperti getaran seismik dari gempabumi. Chemical Precipitates-Evaporates Batuan sedimen jenis ini terbentuk dari akumulasi kristal-kristal dan larutan kimia yang diendapkan setelah medianya mengalami penguapan. batugaram. atau singkatnya ketika terjadi proses liquifaksi. Contoh: batugamping. Volcaniclastics Batuan sedimen jenis ini dihasilkan dari akumulasi material-material gunungapi. Hal ini akan berkaitan dengan bahasan selanjutnya yakni keterbentukan struktur sedimen. rijang. 4. batulempung.

labradorit. Lithic Fragment Fragmen dari : Batugamping Shale Batuan Vulkanik Batuan Metamorf dll. & anatase . Mineral lempung terdiri dari kelompok kaolinite.4 Komposisi Umum Batuan Sedimen Klastik Komposisi batuan sedimen klastik terbagi menjadi 4 penyusun utama menurut Samboggs Jr (1995) yaitu: • Mineral Utama (Major minerals) Terdiri dari dua bagian utama yaitu : 1) Mineral stabil (tahan terhadap perubahan komposisi kimia) yaitu kuarsa. rutile. 2) Mineral kurang stabil a. dan anortoklas) dan plagioklas (albit. illite. Material Biogenik Tediri dari : Shells Skeletal material Plant debris Algae/bacteria Bone dll. smectite (monmorilonite dan variasinya). Feldspar termasuk K-feldspar (ortoklas. mikroklin. bitonit. Stable nonopaque minerals : zircon. sanidin. dan chlorite. andesin. • Mineral Tambahan (Accesory Minerals) Terdiri dari 2 bagian utama yaitu : 1) Mika kasar : muskovit dan biotit 2) Mineral Berat (Heavy Minerals) : mineral yang memiliki specific gravity lebih dari terbagi lagi menjadi beberapa jenis. 6. tourmalin. oligoklas.Tabel Klasifikasi Batuan Sedimen BATUAN SEDIMEN Clastics Non-clastics Volcaniclas -tics Tuffs Ignimbrite Terrigeneous Clastics Shale Sandstones Conglomerate Carbonates Limestone Others Coal Ironstones Siliceous Deposit Evaporites Mineral Grains Terdiri dari : Kuarsa Mika Feldspar Kalsit dll. dan anortit) b. a. Presipitasi Kimia Terdiri dari : Carbonates Klorida Sulfat Silika dll.

batupasir dan shale • Konglomerat Konglomerat merupakan batuan sedimen yang utamanya tersusun oleh komponen berupa sedimen gravel (ukuran butir > 2 mm) yang secara lebih detil dibagi menjadi boulders. pebbles. slate. ilmenite. Stable opaque minerals : hematite & limonite d. batulempung.b. argilite. opal. dan batugamping (jarang pada sedimen klastik) • Semen Kimia (Chemical Cements) Terdiri dari 4 kelompok utama yang bertindak sebagai semen pada batuan sedimen terigeneous clastics yaitu: 1) 2) Mineral Silika : didominasi oleh kuarsa. batulanau. jenis lainnya aragonit. Fragmen Batuan Sedimen : fragmen dari konglomerat. andesit. dan zeolite. 3) 4) 6. limonit. dan gneiss. batupasir. dan siderit.5 Batuan Sedimen Terrigenous Clastic Material sedimen dan batuan sedimen akan sangat berkaitan. lanau. Mineral Oksida Besi : hematit. c. Lempung. gabro. phyllite. batulanau. & etc. apabila material sedimen tersebut telah mengalami proses litifikasi maka kita sebut batuan sedimen. sphene. pyroxenes. olivine. karena material sedimen tertentu akan membentuk jenis batuan sedimen tertentu. dan granules serta matriks yang berukuran pasir dan lempung yang telah mengalami . Mineral Karbonat : utamanya kalsit. zoisite. Metastable nonopaque minerals: magnetite. dan barite. Secara umum batuan sediment klastik terbagi menjadi 3 jenis yaitu :konglomerat & breksi. chlorite. Sebelum membahas lebih lanjut perlu dibedakan terlebih dahulu antara sedimen dengan batuan sedimen. & leucoxene • Fragmen Batuan (Rock Fragments) Terdiri dari 3 kelompok utama yaitu : 1) Fragmen Batuan Beku : fragmen dari granit. dan goethite. dolomit. apatite. Mineral Sulfat : anhydrite. 2) 3) Fragmen Batuan Metamorf : fragmen dari metaquarzite. jenis lainnya kalsedon. schist. monacite. dan batupasir. dan jenis batuan beku lainnya. cobbles. pasir merupakan kumpulan material sedimen apabila telah mengalami litifikasi maka penamaanya akan berubah menjadi batulempung. Sedimen merupakan kumpulan material klastik lepas (loose aggregates) yang belum mengalami proses litifikasi (pembatuan). basalt. Metastable nonopaque minerals : amphiboles. garnet. rijang (cherts). Jenis-jenis Batuan Sedimen Terrigeneous Clastics Jenis batuan sediment klastik dibagi berdasarkan ukuran butir material sediment penyusunnya. gypsum. topaz.

4 Konglomerat sebagai Hand Specimen Tekstur Konglomerat Konglomerat memiliki tiga penyusun utama yaitu komponen (Clast).proses litifikasi. rudaceous. sedangkan konglomerat dengan tekstur matrix supported dinamakan paraconglomerate. Konglomerat juga bisa dinamakan berdasarkan dominasi dari jenis gravelnya.5 Penyusun Breksi (Kiri) dan Konglomerat (kanan) Komposisi Konglomerat . istilah ini berlaku apabila kandungan matriks lebih dari 20% . dan semen. Gambar 6. matriks merupakan material sedimen yang lebih halus terdapat antara komponen. sedangkan semen merupakan penghubung/perekat antara komponen dengan komponen dan juga penghubung/perekat antara komponen dengan matriks. konglomerat yang bentuk Gambar 6. Komponen merupakan gravel penyusun utama dari konglomerat. matriks. Berdasarkan hubungan antara komponen dengan matriksnya terdapat istilah clast supported (yang menandakan antar komponen saling bersentuhan dalam batuan) dan matrix supported (yang menandakan bahwa kebanyakan komponen tidak saling bersentuhan dan dikelilingi oleh matriks). Terdapat beberapa penamaan konglomerat berdasarkan teksturnya. Konglomerat dengan tekstur clast supported dinamakan orthoconglomerate. Berdasarkan proporsi kandungan matriks dalam konglomerat terdapat istilah Konglomerat pasiran (sandy conglomerate) dan konglomerat lempungan (muddy conglomerate) yang penamaannya tergantung pada ukuran butir dari matriksnya. Jenis batuan ini disebut juga sebagai komponennya relatif menyudut disebut breksi. sebagai contoh konglomerat yang didominasi oleh jenis gravel berukuran antara 64 mm sampai 256 mm dinamakan cobble conglomerate.

Butiran yang terbentuk dalam lingkungan pengendapan berasal dari proses biogenic namun ada juga yang terbentuk akibat reaksi kimia.Hampir semua jenis litologi ditemukan sebagai komponen pada batuan konglomerat. dan istilah polimik digunakan apabila konglomerat memiliki komponen berbagai jenis.6 Batupasir sebagai Hand Specimen Komposisi Batupasir Butiran pasir dibentuk oleh penghancuran batuan yang telah ada sebelumnya akibat proses pelapukan dan erosi dan dari material yang terbentuk di lingkungan transportasi dan pengendapan. berdasarkan variasi jenis dari batuan terdapat istilah konglomerat monomyct. Istilah monomik digunakan untuk konglomerat yang memiliki komponen hanya satu jenis. oligomyct. Kuarsa berasal dari batuan beku granit dan batuan metamorf gneiss. oligomik digunakan untuk konglomerat yang memiliki komponen dua atau tiga jenis. merupakan mineral yang paling stabil dan tahan terhadap proses penghancuran kimia. Sehingga jenis batuan sediment klastik ini memiliki komposisi penyusun yang bermacam-macam dari berbagai jenis batuan (sediment. beku. Terdapat istilah intraformational conglomerate yang digunakan apabila jenis material penyusun komponen sama dengan jenis material penyusun matriks. Produk penghancuran ini terbagi menjadi dua kelompok utama yaitu detrital mineral grains dan lithic fragment. Jenis batuan sediment ini disebut juga sebagai arenaceous. Butiran kuarsa dihancurkan dan diabrasi selama transportasi tetapi dengan nilai kekerasan 7 pada skala Mohs membutuhkan jarak dan waktu yang cukup lama untuk menghancurkan butiran kuarsa. Variasi dari komposisi jenis komponen merupakan hal yang penting dalam penamaan konglomerat. Detrital Mineral Grains Banyak sekali jenis mineral yang terdapat pada batupasir yang akan dijelaskan disini hanya jenis mineral yang paling umum terdapat pada batupasir :  Kuarsa Kuarsa merupakan mineral yang paling umum ditemukan sebagai butiran dalam batupasir. dan polymict. • Batupasir Batupasir merupakan jenis batuan sediment klastik yang tersusun utamanya oleh komponen sediment yang berukuran pasir (antara 63 mikronmeter hingga 2 mm) dan matriks dengan ukuran butir kurang dari 63 mikron meter yang telah mengalami proses litifikasi. dan metamorf).  Feldspar . Gambar 6.

Muskovit lebih tahan terhadap pelapukan dibandingkan dengan biotit. Berasal dari berbagai jenis batuan beku dan pada beberapa jenis batuan metamorf. umumnya kurang dari 1%. Mika berasal dari batuan beku dengan komposisi asam dan menengah dan dari batuan metamorf jenis schists dan gneiss. Mineral Autigenik Mineral yang kristalnya tumbuh pada lingkungan pengendapan dinamakan mineral autigenik. Kebanyakan batupasir mengandung proporsi yang sedikit. rutile. feldspar.  Fragmen Batuan (Lithic Fragment) Fragmen batuan merupakan fragmen hasil penghancuran batuan yang telah ada sebelumnya yang berukuran pasir. Feldspar umumnya ditemukan pada kondisi dimana pelapukan kimia pada batuan dasar (bedrock) tidak terlalu intensif dan jalur transportasi dari sumber ke tempat pengendapan relatif dekat. Fragmen batuan pada batupasir berasal dari berbagai jenis batuan baik batuan sedimen. apatit. turmalin. dan batuan metamorf.Feldspar merupakan mineral yang kurang stabil. Batuan sedimen klastik jenis kurang mendapatkan perhatian dibandingkan dengan jenis batuan sedimen klastik lainnya padahal pada kenyataannya secara volumetri shale paling umum diantara jenis batuan sedimen klastik lainnya. Penamaan & Klasifikasi Batupasir Penamaan batupasir akan sangat berkaitan dengan klasifikasi yang akan digunakan karena klasifikasi yang berbeda akan memberikan penamaan yang berbeda pula. Jenis mineral berat yang umum terdapat pada batupasir yaitu: zirkon. • Shale Batuan sedimen klastik yang tersusun oleh material sedimen yang berukuran kurang dari 63 mikronmeter yang telah mengalami proses litifikasi (pembatuan). Mineral autigenik ini sangat penting sebagai indikator lingkungan pengendapan tertentu. dan bagian dari tanaman darat lainnya bisa terawetkan pada batupasir yang diendapkan di lingkungan darat dan laut. dan garnet. lebih mudah mengalami perubahan kimia selama proses pelapukan dan memiliki kekerasan yang lebih rendah dibandingkan dengan kuarsa. dan fragmen batuan. Fragmen tulang dan gigi juga ditemukan tetapi umumnya langka. dan Folks. Partikel Biogenik Bagian kecil dari kalsium karbonat ditemukan pada batupasir hancuran dari kulit moluska dan organisme lainnya yang memiliki bagian gampingan (calcareous) yang keras. Mika Dua mineral mika yang paling umum dan terdapat melimpah sebagai butiran detritus pada batupasir yaitu biotit dan muskovit. mineral berat. batuan beku. .  Mineral Berat (Heavy Mineral) Mineral berat adalah mineral yang memiliki berat jenis lebih dari 2. Sistem klasifikasi batupasir pada umumnya didasarkan pada kandungan mineralogi. Kayu. Pada klasifikasi tertentu seperti pada Pettijohn (1975) mengkombinasikan antara kriteria tekstural (kandungan matriks) dan kandungan mineralogi. biji.85 gr/cm3. Sistem klasifikasi batupasir lainnya meliputi klasifikasi yang diajukan oleh McBride. Sebagai contoh glauconite yang menandakan lingkungan pengendapan laut dangkal. Selley. yaitu kandungan komposisi penyusun batupasir yang utama meliputi kandungan kuarsa.

Contoh: Batupasir berwarna segar abu-abu kehijau-hijauan. Warna Terdiri dari warna segar dan warna lapuk. 2.Material Sedimen Penyusun Shale Seperti yang telah disebutkan diatas bahwa material sedimen penyusun shale berukuran kurang dari 63 mikronmeter. Jenis Shale Berdasarkan material sedimen penyusunnya shale bisa dibagi menjadi beberapa jenis menurut Folk (1974).7 Hand Specimen Shale (Mudrock) 6. Batulempung (Claystone) : Shale yang tersusun oleh material berukuran lempung (< 4 mikronmeter) lebih dari 1/3 bagian.6 Deskripsi Batuan Sedimen 1. Gambar 6. sertakan pula variasi warnanya untuk memperjelas pemerian. yaitu : 1. Mudstone : Shale yang tersusun oleh mud (material sedimen campuran antara lempung dan lanau) dengan komposisi lempung dan lanau masing-masing lebih dari 1/3 bagian. Pada skala Wentworth ukuran butir yang kurang dari 63 mikronmeter terdapat dua jenis material sedimen yaitu : 1. Lanau (Silt) : material sedimen berukuran antara 4 sampai 63 mikronmeter Material sedimen hasil campuran antara lempung dan lanau tanpa proporsi yang jelas disebut dengan istilah Mud. Lempung (Clay) : material sedimen berukuran kurang dari 4 mikronmeter 2. Nama batuan 2. Pemerian warna ini . 3. Batulanau (Siltstone) : Shale yang penyusunnya didominasi oleh material sedimen berukuran lanau (4 – 63 mikronmeter).

Besar butir ini mencerminkan energi sedimentasi lingkungannya. menunjukkan keadaan reduksi (marine) kaya akan bahan organik. Warna kuning-coklat. merupakan reduksi dari warna merah. kalau perlu bisa dibantu dengan menggunakan Loupe. . dan gunakanlah istilah sebagai berikut : • Menyudut (Angular) • Menyudut Tanggung (Subangular) • Membundar Tanggung (Subrounded) • Membundar (Rounded) • Sangat Membundar (Very Rounded) Untuk melihat butiran ini dapat dilakukan dengan bantuan Loupe (untuk batupasir).8 Bentuk Butir - Kemas adalah hubungan antar butir penyusun batuan. mengandung glauconite. Gambar 6. Kemas ini merupakan salah satu hal yang penting terutama didalam pendeskripsian untuk breksi atau . Tekstur Adalah sifat-sifat butiran. Contoh batupasir membundar-membundar tanggung. jika suatu batuan berbutir kasar. menunjukkan keadaan oksidasi (non-marine) banyak mengandung Fe atau hematite Warna hijau. dan jangan lupa tentukan pula kisaran ukurannya. dalam hal ini adalah sifat hubungan antar butiran sebagai unsur penyusun dari batuan. dalam artian bahwa jika memiliki bentuk butir yang cenderung membundar maka butiran ini telah tertransportasikan jauh dari batuan asalnya.Bentuk Butir: ditentukan dengan bantuan Chart yang telah tersedia pada komparator. menunjukkan keadaan oksidasi. kandungan mineral dan membantu dalam interpretasi lingkungan pengendapan batuan itu sendiri. Sedangkan bila butiranbutirannya tidak saling bersentuhan. Warna abu-abu. zeolite. Warna merah.mencerminkan tingkat oksidasi. dan tentukan pula ukuran minimum dan maksimum dari butiran atau komponennya. maka dinyatakan dengan kemas terbuka. Sedangkan untuk breksi dan konglomerat dapat ditentukan dengan bantuan mistar kecil.Besar Butir: ditentukan dengan cara membandingkan dengan skala Wentworth. mengandung limonite dan oksida besi. Besar butir ini mencerminkan tingkat transportasi butiran-butirannya. Bila butiran-butirannya saling bersentuhan maka dapat dinyatakan dengan kemas tertutup. 3. Tekstur sendiri meliputi : . Sebagai contoh. maka kemungkinan batuan tersebut diendapkan dengan arus yang cepat dan begitu pula sebaliknya.

Paralel Lamination. Ripple Mark. dan material lainnya dengan ketebalan < 1 cm. mineral. Struktur Sedimen Adalah suatu fenomena atau kenampakan struktur tertentu pada batuan sedimen yang merefleksikan proses. karena dengan analisis kemas dalam batuan. Penentuan struktur sedimen sangat berguna didalam menentukan lapisan atas (Top) dan lapisan bawah (Bottom) dari suatu lapisan. yaitu gradasi butiran yang menghalus kearah atas. yaitu pola kelurusan butiran. Secara garis besar struktur sedimen dapat dibagi menjadi dua kategori.konglomerat. arah arus purba (Paleocurrent) dan interpretasi lingkungan pengendapan. . Struktur sedimen primer contohnya adalah : • • • Graded Bedding. yang merefleksikan kondisi arus pada saat pengendapan batuan tersebut. kita dapat melakukan pendekatan interpretatif mengenai viskositas (kekentalan) dari medianya. yaitu Struktur Sedimen Primer (terbentuk bersamaan dengan proses deposisi atau pengendapan) dan Struktur Sedimen Sekunder (terbentuk setelah proses deposisi atau pengendapan). fosil. mekanisme. yaitu jejak gelembur gelombang. dan kondisi tertentu pada saat pengendapan maupun setelah pengendapan. Tabel Besar Butir Phi Units∗ Size Sediment/Rock Name Wenworth Size Class ∗ Udden – Wentworth Scale 4.

contohnya: Flute Cast. yaitu lensa-lensa lempung di dalam lapisan batupasir • Dan lain-lain. yaitu struktur sedimen berbentuk gumuk pasir yang juga dapat merefleksikan kondisi arus pada saat itu. 2. Lenticular . contohnya: Slump Structure. Gambar Groove Cast 5. dll. Bila cairannya diserap dengan lambat. 2. Sand Dike. 4. Permeabilitas Adalah kemampuan suatu batuan untuk meloloskan fluida. Convolute. Load Cast. 6. Struktur Biogenik (terbentuk oleh aktifitas hewan-hewan). Bila cairan diserap dengan cukup cepat. Struktur Deformasi (terbentuk oleh adanya gaya).• • • • Dune and Sand Wave. maka nyatakanlah bahwa permeabilitasnya buruk. dll. Cara untuk menentukan dari permeabilitas adalah sebagai berikut : 1. yaitu struktur berbentuk silang siur yang membentuk sudut terhadap bidang perlapisan. yaitu lensa-lensa pasir di dalam lapisan batulempung Flaser. Cross Stratification. maka nyatakanlah bahwa permeabilitasnya baik. 3. Struktur Erosional (terbentuk karena erosi oleh arus atau oleh material yang terbawa arus). . maka nyatakanlah bahwa permeabilitasnya sedang. Teteskan air diatas permukaan sampel yang akan diperiksa. Groove Cast. Porositas Adalah perbandingan volume rongga-rongga pori terhadap volume total seluruh batuan dan dinyatakan dengan persen. prod marks. Bila air diserap dengan cepat. contohnya: Bioturbation. 3. 5. Struktur Sedimen Sekunder contohnya adalah : 1. Perhatikan apakah air tersebut diserap atau tidak oleh batuan tersebut. dll.

Pemilahan Adalah tingkat keseragaman besar butir penyusun batuan. Gunakan istilah : 1. jika besar butirnya relatif seragam. Jika pemilahannya baik maka diendapkan oleh media yang cair atau encer dengan energi arus yang kecil dan begitu pula sebaliknya.Ø= Volume Pori-pori Volume Total BatuanX 100% Pembagian porositas bisa dipergunakan sebagai berikut : Negligible Poor Fair Good Very Good Excellent 0-5 % 5-10% 10-15% 15-20% 20-25% 25-40% 7. Terpilah Buruk (Poorly Sorted). dan mencerminkan viskositas media pengendapan serta energi mekanik atau arus gelombang medianya. jika besar butirnya seragam. Terpilah Sedang (Medium Sorted). 2. jika besar butirnya tidak seragam. Terpilah Baik (Well Sorted). 3. . 1 3 5 7 7 Gambar Parameter Pemilahan Dan untuk menentukan pemilahan ini dapat dibantu dengan menggunakan Loupe (untuk batupasir).

Kandungan karbonat (CO3) Ditentukan dengan jalan meneteskan larutan HCl 0. dari kelas pelecypoda. jika batuan tersebut berbuih maka batuan tersebut bersifat karbonatan (mengandung CO3). 10. Kandungan Fosil Kandungan fosil dapat ditentukan di lapangan tentu saja fosil-fosil yang bersifat makro (besar). maka itu adalah Moluska dari kelas Gastropoda. jika ia berongga atau bolong-bolong maka fosil tersebut kemungkinan adalah Koral (Filum Coelenterata. dan jika berbentuk seperti bintang laut. Kandungan Mineral Mineral-mineral aksesoris (dalam jumlah yang tidak terlalu besar. dalam pendeskripsiannya disebutkan minimal kelas atau filumnya.8. maka itu adalah Echinodermata. jika memiliki dua cangkang yang sama besar. Khusus untuk fosil yang bersifat makro (besar).1 N pada permukaan sampel batuan yang masih segar. sedangkan untuk fosil-fosil yang bersifat mikro (kecil) dapat ditemukan di laboratorium. Pirit. Glaukonit. Kaolinit. jika memiliki dua cangkang yang tidak sama besar maka fosil tersebut adalah Brachiphoda. Jika berbentuk menyerupai keong mas. Dari analisis fosil-fosil makro tersebut. dll. hingga sekarang menjadi batuan.kuarsa. artinya berongga). dan begitu pula sebaliknya. maka dapat di perkirakan keadaan lingkungan pada kala itu ( paleogeografi) karena fosil-fosil tersebut diendapkan bersamaan dengan material sedimen pada waktu tersebut. maka itu adalah Molusca. dll. Aragonit. s G Gambar Fosil Makro . 9. kecuali pada batugamping dan dolomit) yang umum terdapat dalam batuan sedimen misalnya Kalsit.

bila tidak bisa dicukil dengan jarum penguji. Kekerasan Kekerasan merupakan tingkat kekuatan partikel suatu batuan terhadap disagregasi. bila dapat diremas dengan menggunakan jari tangan.Sedangkan fosil-fosil mikro berguna untuk analisis umur relatif batuan dan zona kisaran kedalaman laut (bathimetry). bila dapat dipotong-potong dengan mudah dengan menggunakan dengan jarum penguji. Contoh fosil-fosil mikro: • • • • • • Orbulina universa Globigerina nephentes Globorotalia menardii Radiolaria Uvigerina Dll Gambar Fosil-Fosil Mikro 11. Keras. Spongy. Agak keras. . bila dapat hancur ketika ditekan dengan jarum penguji. Gunakan istilah : • • • • • • Kompak. Lunak. . bila sifatnya seperti karet busa (elastis). Dapat diremas. bila masih dapat dicukil dengan jarum penguji.

64 mm 2 .0.5 mm 0.125 . Particle name Gravel Boulders Cobbles Pebbles Granules Sand Particle diameter > 256 mm 64 . bentuk butir dan orientasinya di lapangan.Kontak Interkalasi . bentuk butir.12. Tekstur merupakan aspek yang penting dalam deskripsi batuan sedimen dan dapat digunakan dalam menginterpretasikan mekanisme dan lingkungan pengendapan batuan sedimen. dan kebundaran dari butiran yang ada. pemilahan. Seperti halnya batuan sedimen yang berukuran pasir atau lanau yang jika kita melakukan penelitian di lapangan hanya terbatas pada perkiraan ukuran butir.2 mm sand Coarse sand Medium sand Fine sand 0. distribusi.25 mm . morfologi dan kenampakan permukaan dari butiran. Kontak Adalah hubungan antar perlapisan batuan. kemas. Namun tekstur dari banyak batuan sedimen hanya dapat dipelajari secara spesifik melalui mikroskop dan sayatan tipis.0. Ukuran Butir Sedimen dapat dibedakan menjadi empat kelompok utama berdasarkan ukuran butirnya.1 mm 0. Serta juga merupakan pengontrol utama porositas dan permeabilitas batuan sedimen.Kontak Progresif Kontak erosional Tekstur Batuan Sedimen Tekstur batuan sedimen mencakup ukuran butir.4 mm Very coarse 1 . Kontak perlapisan terdiri dari beberapa jenis. antara lain : Bongkah (Gravel) Pasir (Sand) Lanau (Silt) Lempung (Clay) Skala ukuran butir batuan sedimen dikenal sebagai Skala Wenworth.256 mm 2 . serta warna.5 . Lain halnya dengan konglomerat dan breksi yang dapat diinterpretasi secara akurat ukuran butir.25 . yaitu : • • • Kontak tajam/tegas Kontak berangsur : .

selama dan setelah proses pengendapan. 2. arah dari arus sedimentasi dan pada lapisan batuan yang terlipat dapat diketahui bagian atas dari suatu lapisan.125 mm 1/256 1/16 mm (or 0. Sehingga dapat dikenali beberapa kategori struktur sedimen (Tucker. antara lain : Struktur Struktur Struktur Struktur Sedimen Sedimen Sedimen Sedimen Erosional Pengendapan Post-Pengendapan Biogenik Berdasarkan waktu terbentuknya struktur sedimen dapat terbagi lagi menjadi 2 (Gore.0625 . Interaksi material sedimen dengan media transportasinya menghasilkan suatu bentuk struktur sedimen. Beberapa struktur sedimen terbentuk ketika pengendapan namun adakalanya terbentuk karena proses erosi. Sole marks . Struktur sedimen terdapat pada bagian bawah dan atas dari permukaan lapisan atau dapat pula diantara lapisan batuan sedimen. serta juga karena proses biogenik. Struktur sedimen terbentuk melalui proses fisika dan kimia. Channels yang terdapat dibawah permukaan suatu lapisan. Struktur sedimen berbeda-beda dan banyak terdapat di berbagai jenis litologi. 1982).004 . Struktur Sedimen Primer Yakni struktur sedimen yang terbentuk selama proses pengendapan berlangsung atau tidak lama setelah pengendapan sedimen tersebut. antara lain : 1.Very sand Silt Clay fine 0. Struktur Sedimen Sekunder Yakni struktur sedimen yang terbentuk setelah sedimentasi berlangsung (terbentuk batuan sedimen).004 mm) mm Proses Transportasi dan Struktur Sedimen Struktur Sedimen Struktur sedimen merupakan salah satu hal yang penting dalam batuan sedimen.0.0. Struktur sedimen dapat digunakan dalam menyimpulkan proses dan kondisi pengendapan.0625 mm) < 1/256 (or < 0. 2004). a. dan Scour Marks. Groove Marks Tool Marks. Struktur Sedimen Erosional Struktur sedimen kelompok ini antara lain : Sole Marks : Flute Marks.

brush. Tool Marks beserta arah arusnya (Pamela Gore. Terbentuk melalui pengisian celah (groove). 2004) Groove Cast Struktur ini berbentuk lonjong pada bagian bawah lapisan. meloncat-loncat (skipping). Jika pasir terbentuk setelah lempung. Marks atau tanda-tanda ini dapat berupa prod. Objek-objek tersebut dapat berupa batang kayu. Struktur ini berpola pararel sesuai arah pergerakan arus. dimana celah tersebut terbentuk melalui gerusan suatu benda seperti potongan lempung atau kayu yang terbawa oleh arus. Gambar. menyeret (dragging) sepanjang permukaan sedimen. Dari kenampakan samping struktur ini tampak asimetrik dengan bagian yang lebih dalam di hulu. tulang atau batuan sedimen yang berukuran kerikil yang terbawa oleh arus-arus. dan skip atau sederhananya kesemua tanda tersebut dapat disebut tool marks. puluhan derajat atau lebih. (Struktur ini jarang terlihat pada lapisan batulempung karena dapat dengan mudah tererosi). Banyak terdapat pada endapan batupasir fluvial dan endapan badai. memantul (bouncing). roll. cangkang. maka besar kemungkinan terjadi pengisian yang membentuk struktur ini.Merupakan struktur pada lapisan pengendapan yang terdapat dibagian bawah suatu lapisan. menggelinding (rolling). Panjang dari struktur ini beragam mulai dari beberapa sentimeter sampai puluhan sentimeter. Berikut akan dibahas beberapa macam dari Sole Marks. Umumnya terpreservasikan dibagian bawah permukaan lapisan batupasir. Tool Marks Struktur ini terbentuk ketika objek-objek (benda-benda) yang terbawa oleh arus berkontak dengan permukaan sedimen. bentukan ini akan terpreservasikan dalam bentuk suatu relief dibagian bawah lapisan batupasir. . Groove Cast dapat pararel satusamalain atau dapat pula bervariasi seuai arah kemiringan. Secara umum struktur ini merupakan hasil dari pengisian sedimen pada permukaan sedimen lempungan yang mengalami aksi penggerusan oleh objek-objek tertentu yang terbawa oleh arus. berukuran beberapa milimeter sampai puluhan sentimeter. Flute Cast Dari kenampakan atas bentuk dari struktur sedimen ini relatif lonjong – segitiga atau dapat pula bulat atau berujung runcing dibagian hulunya dan melebar dibagian hilirnya. bounce.

Scour Mark dapat terjadi pada setiap litologi atau lingkungan asalkan arus yang ada cukup kuat untuk mengerosi sedimen dibawahnya. Permukaan yang tergerus biasanya kasar. Jejak menyuling ini merupakan indikator yang baik dalam mengetahui arah arus purba (paleocurrent) yang didapat melalui pengukuran orientasi pengendapan struktur sedimen ini.Bentukan flute ini. Flute Marks beserta arah arusnya (Pamela Gore. umumnya kurang dari satu meter dan terdapat pada bagian bawah lapisan. atau dalam bahasa Indonesia berbentuk seperti suling atau menyuling. Channels Struktur ini berskala lebih luas. b. ireguler. Struktur ini juga terdapat pada batupasir lingkungan fluvial atau sungai. dan berelief. dan biasanya isian awal dari suatu channel berupa lapisan basal konglomerat. Struktur channel dapat dikenali dengan hubungan tidak selaras (memotong) dengan sedimen dibawahnya. struktur ini melonjong sesuai dengan arah arus. Gambar. Pengukuran orientasi struktur ini dapat berguna dalam mengindikasikan arah kemiringan-purba dan rekonstruksi paleogeografi. yang merupakan wilayah transportasi sedimen untuk waktu yang relatif lama. Flute Cast merupakan ciri khas dari endapan turbidit batupasir. Kenampakan khas dari struktur ini adalah tererosinya sedimen dibawahnya dengan isian sedimen yang lebih kasar diatas lapisan yang tergerus tadi. Channel ini umumnya terisi oleh sedimen yang lebih kasar. terbentuk melalui erosi sedimen lempungan oleh arus turbulen atau arus acak lalu bekasbekas arus turbulen tadi terisi oleh sedimen yang mengalir setelahnya. Struktur Sedimen Pengendapan . (Tucker. Banyak channel yang berbentuk cekung jika terlihat dari penampang samping dan terisi oleh sedimen yang membentuk kenampakan tali sepatu jika terihat dari kenampakan peta (dari atas). beberapa meter sampai kilometer. Dari kenampakan atas. 1982). Lapisan batupasir silang-siur (cross bedded sandstone) banyak mengisi channels. 2004) Scour Mark Terminologi scour mark digunakan untuk struktur erosional yang berskala kecil.

Struktur sedimen pengendapan antara lain perlapisan (stratifcations) : lapisan (bedding), laminasi, perlapisan silang siur (cross-stratifications), gelembur (ripple), dan retakan lempung (mudcrack). Berbeda dengan struktur sedimen erosional yang berada dibagian bawah lapisan, struktur sedimen pengendapan terdapat dibagian atas permukaan lapisan. Khusus pada batugamping terdapat beberapa struktur sedimen seperti cavity dan stromatolite yang terbentuk melalui sementasi selama proses pengendapan serta pelarutan. (Tucker, 1982).

Stratifikasi (Perlapisan) Perlapisan merupakan kenampakan batuan sedimen yang sangat jelas. Perlapisan tersebut tampak karena perbedaan warna atau tekstur. Lapisan yang lebih tebal dari 1 cm disebut sebagai bed dan yang kurang dari 1cm disebut sebagai laminasi atau lamina. Bagian atas dan bawah dari lapisan ini disebut sebagai bidang perlapisan. (Gore, 2004). Lapisan (Bedding) Lapisan terbentuk melalui perubahan pola sedimentasi, dapat didefinisikan sebagai perubahan ukuran butir sedimen, warna atau komposisi mineralogi. Batas lapisan dapat berupa :     Kontak Tegas Kontak Planar Kontak Ireguler Kontak Gradasional

Gambar. Perlapisan di Batuan Berumur Paleozoik di Brimingham, Alabama (Gore, 1988) Suatu bidang lapisan dapat diketahui pelamparannya melalui struktur sedimen tertentu seperti struktur sedimen erosional. Bidang lapisan batuan sedimen silisiklastik berbeda dengan bidang lapisan batugamping yang tergolong batuan sedimen karbonat. Bidang lapisan pada batugamping dapat berupa permukaan karst atau permukaan keras lainnya yang terbentuk melalui sementasi selama proses pengendapan. Namun batas lapisan dapat hancur karena adanya proses kompaksi dan pembebanan. Pergerakan tektonik juga dapat mempengaruhi pertemuan antar lapisan. Laminasi Pararel (Parallel Lamination) Dibedakan melalui perubahan ukuran butir, mineralogi, komposisi atau warna. Struktur internal ini dapat dihasilkan melalui beberapa cara :

 Fase Laminasi Bidang Atas Lapisan : melalui pengendapan arus kuat, dengan kecepatan aliran yang relatif tinggi.  Fase Laminasi Bidang Bawah Lapisan : melalui pengendapan suspensi, arus turbidit bermasa jenis rendah atau arus traksi yang lemah.

Gambar. Pararel Laminasi (Gore, 1984) Namun pararel laminasi secara umum terbentuk oleh pengendapan material suspensi atau oleh arus turbidit yang bermasa jenis rendah pada litologi batuan sedimen berbutir halus, khususnya batuan sedimen lempungan, batupasir halus dan batugamping halus. Laminasi juga dapat terbentuk melalui presipitasi mineral yang periodik seperti kalsit, halit atau gipsum. Lingkungan yang ideal bagi terbentuknya struktur pararel laminasi adalah pada daerah yang terisolasi seperti laguna, danau dan cekungan laut dalam. Catatan :  Dilapangan gunakanlah lup pembesar untuk membedakan dan meneliti penyebab dari laminasi : apakah interkalasi dari litologi yang berbeda (batulempung, batulanau, atau batugamping) atau perubahan ukuran butir (gradasi laminasi lanau ke lempung)! Ukur rata-rata ketebalan rata-rata dari lamina-lamina yang ada. Cari kumpulan lamina yang ada, sehingga dapat menunjukkan waktu pengendapan yang relatif lebih lama!

Gelembur (Ripple) , Gumuk (Dune) dan Ombak Pasir (Sand Waves) Struktur sedimen ini terbentuk pada sedimen berukuran pasir, baik pada batupasir, batugamping, rijang, gipsum dan batubesi. Faktor pembentuk struktur sedimen ini dapat berupa air dan angin. Ripple Ripple merupakan undulasi permukaan sedimen yang dihasilkan karena adanya pergerakan air atau angin pada material sedimen berukuran pasir. Ripple yang terbentuk pada arus acak seperti di sungai cenderung asimetris. Puncak-puncak dari ripple yang asimetris dapat berupa bidang lurus, sinus atau cembung tergantung kecepatan alirannya. Ripple yang asimetris memiliki kemiringan yang curam pada hilir dan kemiringan yang landai pada hulu. Karena geometri yang unik ini, ripple yang asimetris dapat digunakan sebagai penunjuk arah arus purba. Namun pada arus yang bergelombang atau berosilasi, terbentuklah ripple yang simeris, dimana bagian puncaknya relatif lurus namun cenderung kasar.

Gambar. Arus air yang berosilasi membentuk ripple simetris

Gambar. Ripple simetris di Virginia (Gore, 1985)

Gambar. Ripple Asimetris di Pantai (Gore, 1985)

(Tucker, 1982), menyebutkan bahwa Ripple dapat terbagi mandi 3 macam berdasarkan agen pembentuknya antara lain :  Wave Formed Ripple Struktur ini terbentuk melalui aksi ombak atau sedimen non-kohesif, khususnya pada sedimen berbutir lanau sampai kasar dan umumnya berbentuk simetris.  Current Ripple Ripple yang disebabkan oleh arus terbentuk oleh arus satu arah sehingga berbentuk asimetris dengan bagian yang curam pada hilir disebut sebagai : lee side dan bagian yang landai pada hulu disebut sebagai stoss side. Berdasarkan bentuknya current ripple dapat terbagi lagi menjadi 3 macam : 1. Berpuncak lurus ; 2. Sinus ; dan 3. Linguoid  Wind Ripple Struktur ini berbentuk memanjang, lurus dan berpuncak pararel. Agen dari ripple ini adalah angin sehingga jarang terpreservasikan. Dune dan Sand waves Subaqueous dune sering disebut sebagai mega-ripple dan sandwaves (bar) merupakan ripple yang berskala lebih besar. Meskipun jarang terpreservasikan, lapisan silang siur yang dihasilkan dari erosi struktur ini sangat banyak ditemukan. Subaqueous dune berukuran beberapa meter sampai lebih dari puluhan meter panjangnya dan tinggi dapat mencapai 0.5 meter. Bentuk spesifiknya menyerupai Ripple yang telah dibahas sebelumnya. Cross Stratification Merupakan terminologi umum untuk struktur internal lapisan yang dihasilkan pada sedimen berukuran pasir oleh aktivitas angin atau air. Jika lapisan miring tersebut lebih tebal dari 1 cm, perlapisan silang siur (cross stratification) ini disebut lapisan silang siur (cross bedding)

namun jika kurang dari 1cm disebut dengan laminasi stratification terbentuk diantara ripple dan dunes. membentuk sudut terhadap bidang horizontal, dan tersebut. Maka dari itu, struktur sedimen perlapisan mengindikasikan arah arus purba.

silang-siur (cross lamination). Cross Perlapisan yang terbentuk miring berarah ke bawah dari kemiringan silang siur dapat digunakan dalam

Gambar. Asymetrical Bedding

Ripple

dan

Cross Gambar. Cross Stratification

Macam-macam cross stratification :  Cross Bedding  Cross Lamination  Flaser Bedding  Lenticular Bedding  Wavy Bedding  Storm Bedding : Hummocky Graded Bedding Gradded Bedding dihasilkan ketika suatu arus bermuatan sedimen (seperti arus turbidit) mulai mengalami pengurangan kecepatan aliran. Ukuran butir yang terdapat pada suatu lapisan bergradasi ini berangsur dari ukuran yang lebih kasar dibagian bawah lapisan sampai ukuran yang lebih halus dibagian atas. Maka, graded beds dapat digunakan sebagai indikator lapisan bagian atas. (Gore, 2004)

Gambar. Graded Bedding Massive Bedding Termasuk kedalam massive bedding atau lapisan masif adalah lapisan yang tidak memiliki struktur internal didalamnya. Ada beberapa alasan tentang terbentuknya lapisan yang tidak memiliki struktur ini, yakni :

dan pengurangan air (dewatering). rekristalisasi. Umumnya terdapat di lingkungan gurun dan paparan lakustrin Struktur Pengendapan Pada Batugamping Struktur Berongga (Cavity Structure) Kebanyakan batugamping mengandung struktur yang pada awalnya berongga namun kemudian terisi oleh sedimen atau dalam hal ini semen karbonat setelah terjadinya pengendapan. grain flow dan debris flow. Pada saat terendapkan lapisan tersebut memang tidak memiliki struktur karena proses sedimentasi yang berlangsung cepat. menyebabkan pengerutan sampai akhirnya terpecah-pecah seperti layaknya rekahan permukaan sawah ketika kering. 2. Rain Spots Merupakan depresi-depresi kecil dipermukaan lapisan sedimen yang berbentuk membundar.1. Mud Crack Struktur ini sering terdapat pada sedimen berbutir halus. dimana tidak tersedia waktu yang cukup untuk pembentukan lapisan. Sehingga lapisan yang masif dapat digunakan sebagai penciri suatu proses sedimentasi seperti arus turbidit. khususnya batulempung dan batugamping berukuran lempung yang umumnya terbentuk dari proses pengeringan dan pengurangan kandungan air ketika sedimen tersingkap kepermukaan. Struktur berongga ini antara lain : • Struktur Geopetal . terbentuk karena dampak dari air hujan yang mengenai permukaan lapisan sediment yang masih lunak ataupun berbutir halus. Struktur pada lapisan tersebut rusak dan hilang karena proses tertentu seperti bioturbasi.

Kenampakan dari hardground umumnya nodular yang merupakan hasil dari aktivitas pemboran dan bioturbasi organisme yang terbentuk sebelum sedimen terlitifikasi. baik pada lereng atau dekat dengan lereng. c.• Struktur Fenestrae • Struktur Stromataktik • Struktur Sheet Cracks dan Neptunian • Stuktur Rongga Karst. bivalvia. Sebagai hasil dari sementasi syn sedimenter pada sedimen karbonat tersebut permukaan lapisan yang mengalami sementasi dapat mengembang dan pecah membentuk pola polygonal. merupakan hasil dari aktivitas patahan selama pengendapan dan erosi dari gawir sesar. Struktur Sedimen Post-Pengendapan Banyak variasi dari struktur yang terbentuk setelah proses pengendapan. serpulida. Megabreccia dan Slides Ketika terendapkan. Bentuknya bermacammacam mulai dari berlaminasi. Terbentuk melalui pemerangkapan dan pengikatan partikel karbonat oleh lapisan alga umumnya cyanobacteria dan presipitasi biokimia karbonat. Slide merupakan kegiatan tertransportasinya masa sediment pada masa sedimen yang memiliki deformasi internal yang sedikit. Lapisan yang tersemen tersebut dapat terdorong keatas membentuk antiklin semu atau dapat disebut sebagai tepee. Permukaan yang memiliki struktur hardground umumnya terikat oleh organisme tertentu seperti oister. Permukaan seperti ini umumnya memiliki topografi yang tidak beraturan dan biasanya tertimbun oleh lapisan lempung yang tipis atau dapat juga tanah. beberapa melalui pergerakan masa sedimen (slumping and sliding) dan yang lainnya melalui reorganisasi internal karena pengurangan air dan pembebanan Slumps. Megabreccia merupakan istilah yang digunakan untuk endapan blok-blok masa sediment yang besar. lubang dan gua Hardgrounds dan Tepee Struktur ini terdapat pada batugamping yang mengalami sementasi saat pengendapan (synsedimentary) maka sedimen tersebut sebagian atau bahkan secara keseluruhan terlitifikasi (mengalami pengerasan) pada lantai samudra. sehingga diantara struktur ini terdapat gua-gua yang terisikan oleh semen. berbentuk kubah dan kolom-kolom. Paleokarstic Surfaces Permukaan paleokarst terbentuk melalui kontak sedimen karbonat dengan permukaan (udara) dan pelarutan meteoric atau air hujan (karstifikasi). dan sponge. Stromatolites Stromatolit merupakan struktur laminasi biogenik yang memiliki struktur tumbuh yang bervariasi. masa sedimen dapat tertransport kebawah lereng. dan crinoida serta terpenetrasi oleh aktivitas pemboran organisme seperti anelida. Megabreccia yang berkomposisikan batugamping dan terdapat pada bagian .

terjadi pada sediment laminasi silang siur (cross lamination) dengan laminasi yang terdeformasi menjadi gulungan. berbentuk cekung. menunjukkan deformasi yang lebih sedikit pada suatu lapisan. merupakan hasil dari lapisan lempung yang dibebani oleh lapisan batupasir diatasnya sehingga terinjeksikan keatas mempenetrasi lapisan batupasir.bawah suatu kemiringan kemungkinan terendapkan pada saat penurunan muka air laut dan runtuhnya batas paparan karbonat. Beberapa contoh dari load structure : • Load Cast. convolute dan contorted dapat digunakan untuk suatu lapisan yang dihasilkan selama sedimentasi dan telah mengalami deformasi. antiklin asimetris dan sinklin serta sesar naik dalam ukuran lokal. Dish Structures dan Pillar Structures Struktur ini terbentuk melalui aliran air baik secara lateral maupun vertikal pada suatu material sediment (Tucker. Contorted dan disrupted. terdapat pada bidang lapisan. Convolute Bedding. kipas laut dalam serta bagian terdalam dari kemenerusan laut dalam tersebut. Sandstone Dykes dan Sand Volcanoes Struktur ini terbentuk melalui proses pengurangan air dan lolosnya air. . yakni adanya lipatan tak beraturan dan disorientasi lapisan secara local. 1982). karena getaran gempa bumi. sehingga berbentuk seperti struktur yang membundar tanpa adanya orientasi tertentu. Umumnya terjadi pada endapan aliran gravitasi (sediment gravity flow) pada kemiringan laut dalam. Konvolusi seperti ini umumnya asimetris dan merupakan kebalikan dari arah arus purba. Sumbu lipatan berorientasi pararel dengan strike kemiringan dan arah dari pembalikan lipatan menuju ke bagian bawah kemiringan. dan sinklin tajam. merupakan pembebanan lapisan batupasir terhadap lapisan batulempung dibawahnya. • Flame Structure. antiklin kecil. Keterdapatan slump atau slide dalam suatu kemenerusan lapisan dapat dideduksikan dari keterdapatan lapisan yang normal (undisturbed beds) diatas dan bawah dari lapisan yang mengalami slump atau slide. Load Structures Struktur ini terbentuk melalui pembebanan suatu lapisan terhadap lapisan lainnya. Maka dari itu pengukuran orientasi sumbu lipatan dan bidang lipatan slump berguna untuk memastikan arah dari slumping dan kemiringan purba. Deformed Bedding Deformed bedding atau istilah lain seperti disrupted. namun tidak terdapat pergerakan lateral dari sediment tersebut. Penyebab dari deformed bedding dapat berasal dari pemotongan oleh arus permukaan sedimen dan penyeretan friksional oleh pergerakan partikel pasir yang menyebabkan terjadinya convolute bedding dan overturned bedding. Kenampakan dari slump menunjukkan lipatan : lipatan rebah. sedangkan pillar berbentuk lonjong dan tidak berstruktur internal. Dish. Sandstone dykes berbentuk pemotongan lapisan oleh terobosan batupasir dan Sand volcanoe berbentuk membundar dengan depresi di bagian tengah. Slump merupakan istilah ketika bagian dalam masa sedimen terhancurkan selama pergerakan menuruni kemiringan.

d. Nodul dapat secara acak tersebar atau terkonsentrasi sepanjang horizon tertentu. Organisme dapat berupa hewan yang berjalan atau menggali pad sedimen tertentu. namun dalam kasus tertentu disebabkan proses pengendapan. Pressure Dissolution dan Compaction Struktur ini terbentuk sebagai hasil dari tekanan pembebanan dan proses tektonik. rekahan pada lapisan batugamping yang tersementasi dengan baik. Seperti halnya dalam geologi struktur bahwa joint dalam terminology sediment juga merupakan rekahan yang terbentuk karena tekanan tektonik. Beberapa macam nodul terbentuk diseputar fosil atau bekas burrowing organisme tertentu namun dapat juga terdapat pada rekahan sediment yang berbentuk radial dan konsentrik yang diisi oleh kristal-kristal tertentu. serta pelarutan yang terjadi pada masa batuan sediment sepanjang bidang lapisan. Namun vein juga dapat terbentuk melalui proses diagenesa. Beef dan Joints Umumnya vein terbentuk melalui aktivitas tektonik dan termineralisasi melalui aliran fluida hidrotermal. atau dapat berupa koloni bakteri yang terperangkap dan terikat pada sedimen sehingga membentuk struktur perlapisan tertentu. Veins. Terdapat dalam bentuk tampalan-tampalan dari sementasi sedimen tertentu.• Ball and Pillow Structure. Struktur Sedimen Biogenik Struktur sedimen biogenik merupakan struktur yang terbentuk akibat aktivitas organisme yang berinteraksi dengan sedimen. Mineral-mineral penyusun nodul umumnya yang berbutir halus dari kalsit. umumnya terjadi karena tekanan pembebanan karena proses selama pengendapan berlangsung. Bentuk nodul dapat membundar sampai pipih. Bentuk vein sendiri berupa terobosan atau retakan yang terisi mineral tertentu yang memotong suatu perlapisan. lonjong atau tak beraturan. dolomit. Nodules Struktur nodul ini disebut juga konkresi umumnya terbentuk pada sedimen setelah pengendapan. pirit. dapat berupa akar tanaman yang mempenetrasi sedimen. Efek tekanan pelarutan ini umum terlihat pada batas antara lapisan pada batugamping dalam bentuk stylolite. Lembaran dari kalsit yang pararel terhadap lapisan batulempung (umumnya yang mengandung masa organik) dan terdiri dari kristal-kristal yang berorientasi vertical disebut sebagai beef. siderit. Sedimentary vein terdiri atas gypsum yang terdapat pada batulempung dan terbentuk melalui hidrasi anhidrit selama pengangkatan dari lapisan evaporit. . kuarsa dan anhidrit. lapisan batupasir yang membebani lapisan batulempung dibawahnya dapat masuk tenggelam kedalam celah pada lapisan batulempung sehingga memecahkan dan memisahkan masa lapisan lempung tersebut membentuk pola-pola seperti bola dan bantal (ball and pillow). Seperti cooling joints pada endapan vulkaniklastik. proses keterbentukan seperti ini kemudian disebut sebagai sedimentary vein oleh Tucker.

. Organisme dapat membuat semacam terowongan yang merusak struktur sediment primer seperti laminasi dan meinggalkan jejak galian. tidak terdapat perlapisan. hasil isian ini dapat tersementasi dan menjadi keras. Terdapat pula bioturbasi yang terbentuk dari aktivitas organisme yang merusak sediment tertentu. • Burrow merupakan bekas galian oleh binatang pada sediment lunak. pemboran (boring) dan tanda lainnya pada sedimen.Trace Fossil (Fosil Jejak) atau Ichnofossil Ichnofossil termasuk kedalamnya jejak (tracks). • Track atau jejak kaki merupakan impresi dari permukaan suatu lapisan sediment yang dihasilkan dari kaki binatang. jalur (trails). dimana sediment tersebut mengisi jejak yang ada. • Trail merupakan impresi dari permukaan suatu lapisan sediment yang dihasilkan dari organisme yang melata atau menyeret anggota tubuhnya untuk berjalan. Pada beberapa kasus. Contohnya jejak kaki dinosaurus atau burung. jejak ini ditemukan sebagai bagian bawah dari suatu lapisan sediment. galian (burrows). Galian ini umumnya terisi oleh sediment dengan warna dan tekstur yang berbeda dengan sediment disekitarnya. dapat berupa kurva atau kelurusan. Bioturbasi yang berlangsung lama dapat mencampur sedimen sehingga kenampakannya homogen (massif).

Lingkungan pengendapan yang dominan proses fisikanya terbagi lagi menjadi dua macam unsur yakni. dan es. dan biologi tertentu yang menghasilkan suatu tubuh batuan sedimen dengan sifat-sifat tekstur. aliran air. ingesti oleh organisme serta ekstraksi silika dan kalsium karbonat dari material cangkang) serta keterdapatan organisme sebagai material sedimen. Berbentuk bercabang kearah bawah menerobos lapisan tanah tertentu. Dapat dibedakan dari wilayah yang lain berdasarkan karakteristik fisika. lacustrine dan lingkungan lainnya. Sementara dominasi proses kimia dalam suatu lingkungan pengendapan seperti salinitas. desert. cangkang. material pengendapan seperti gravel siliklastik. Lingkungan Pengendapan Lingkungan pengendapan (sedimentary environment) didefinisikan sebagai suatu tempat dipermukaan bumi yang kompleks dimana terdapat terdapat kemenerusan batuan sedimen yang diendapkan. dan temperatur. Faktor biologi ini merefleksikan aspek fisika dan kimia suatu endapan. kimia. seperti densitas. dan potensial oksidasi-reduksi (eH). khususnya lingkungan pengendapan sedimen seperti lingkungan delta. yang kesemua hal tersebut mempengaruhi arus dan gelombang. Kontrol biologi dalam suatu lingkungan pengendapan dapat dirujuk sebagai pengaruh aktivitas organisme (pertumbuhan tanaman. energi kinetis pada angin. . • Root Mark Merupakan jejak yang ditimbulkan oleh akar tanaman pada tanah purba (paleosol). dan biologi didalamnya (Gore. turbulensi dan arus ombak. marine. kedalaman air. seperti perubahan temperatur atau iklim. hujan. Unsur statis termasuk kedalam pembahasan mengenai geometri cekungan. struktur ini biasanya memiliki warna yang berbeda dengan sediment sekitarnya. karena organisme sangat dipengaruhi oleh kondisi tersebut. perubahan salinitas. pasir. bahan dan medium sedimentasi. Unsur dinamis mencakup faktor-faktor seperti energi dan arah hembusan angin. 2004). Lingkungan pengendapan dicirikan oleh parameter-parameter fisika. statis dan dinamis. Berbentuk membundar pada penampang. energi air laut. Hasil atau produk dari endapan lingkungan pengendapan. Faktor kimia dikaitkan dengan proses kimia. 1955).• Boring Merupakan lubang yang dibentuk oleh binatang pada material keras. Faktor fisika dikaitkan dengan proses fisika. dan lempung. penggalian. Eh dan kandungan karbondioksida serta oksigen mempengaruhi proses kimiawi seperti presipitasi kimia dan pelarutan. struktur. kimia. dan komposisi tertentu (Bogss. fluvial. derajat keasaman-kebasaan (pH). batuan atau sediment keras. pH. sedangkan faktor biologi dikaitkan aktivitas organisme ( struktur perubahan cangkang sebagai sedimen dan material organik (C-H)). dan salju. Siput dan cacing menghasilkan “lubang bor” ini biasanya untuk mencari makan. viskositas. pelubangan. seperti kayu.

1988) . Pemaparan yang komprehensif mengenai lingkungan pengendapan salah satunya telah dilakukan oleh Crosby (1972). kimia dan biologi yang berpengaruh dalam menghasilkan fasies tersebut. Praktisnya klasifikasi lingkungan pengendapan adalah yang memiliki jumlah sub-lingkungan yang sederhana namun dapat digunakan untuk membedakan lingkungan satu dengan lainnya dengan menggunakan interpretasi lingkungan pengendapan yang ada. Setiap lingkungan pengendapan dicirikan oleh parameter fisika. Lingkungan Laut (Marine) Setiap lingkungan pengendapan utama tersebut dapat terbagi lagi menjadi beberapa sublingkungan. Berikut tabel yang membagi lingkungan pengendapan secara umum. Sehingga fasies sedimen merupakan suatu masa batuan sedimen yang dapat dibedakan berdasarkan geometri. Deskripsi tersebut dapat melalui studi bawah permukaan melalui well log dan seismik serta data core dan cutting. Sehingga suatu pengklasifikasian tidak semuanya dapat diterima oleh geologis maupun pihak lain yang menggunakan. litologi. Lingkungan Darat (Continental) 2.Proses dan Produk Sedimen Dalam pembelajaran mengenai lingkungan pengendapan sangatlah penting untuk mengetahui perbedaan antara lingkungan pengendapan dan fasies pengendapan. Tabel 1 Penyederhanaan Klasifikasi Lingkungan Pengendapan (Boggs. Jika dibandingkan dengan sedimen tertentu fasies dapat dihubungkan dengan lingkungan pengendapan moderen (Selley. Memang dalam pengklasifikasian lingkungan pengendapan terdapat banyak pendapat dan kepentingan. Namun dapat pula melalui studi singkapan melihat litologi dan data paleontologi yang ada. Jadi salah satu permasalahan dalam menentukan sedimen purba adalah dengan melihat pada lingkungan pengendapannya ataupun sebaliknya. Sangatlah penting menentukan lingkungan pengendapan berdasarkan fasies pengendapannya dengan dasar desrkriptif dari sedimen yang ada. 1995) Tempat Pengendapan Lingkungan Utama Sub-Lingkungan Utama Darat *Fluvial *Kipas Aluvial *Braided Stream *Meandering Stream *Gurun Lacustrine *Glasial Transisi *Deltaic *Delta Plain *Delta Front *Prodelta *Beach/barrier bar . Karena fasies sedimen merupakan produk dari lingkungan pengendapan. struktur sedimen. 1985). yaitu : 1. Klasifikasi Lingkungan Pengendapan Terdapat tiga pembagian lingkungan pengendapan utama (Selley. Namun pembagian menurut Crosby tersebut tidak begitu praktis karena mengandung terlalu banyak jenis lingkungan. pola arus purba dan fosil. Lingkungan Transisi (Transition) 3.

Kipas aluvial Lingkungan Pengendapan Sistem Kipas Aluvial . lakustrin dan glasial. Para ahli geologi membagi lingkungan pengendapan darat menjadi 4 jenis lingkungan : fluvial (kipas aluvial dan sungai). Meskipun sub-lingkungan dari sistem fluvial banyak keterdapatannya. minyak bumi. Lingkungan Pengendapan Sistem Fluvial Merupakan pengendapan yang dihasilkan oleh aktivitas aliran sungai dan berasosiasi dengan proses gravitasi sedimen. lembab sampai iklim dingin (glasial). Pengendapannya berbentuk layaknya kipas pada dasar gunung. gurun. Pada lingkungan darat dapat mengandung jumlah yang cukup besar dari gas alam. batubara. karbonat. seperti gunung atau gawir sesar. Sedimen non-siliklastik juga terdapat di lingkungan darat seperti batugamping airtawar dan evaporit. yaitu :   Sub-Li Lingkungan ini terbentuk karena adanya wilayah dengan relief tinggi. evaporit atau campuran namun dipengaruhi juga oleh kondisi pengendapan. Gambar. namun pembagian umumnya terbagi menjadi 3 sub-lingkungan.1.Laut *Estuarine/lagoonal Tidal Flat Neritik Oceanik Paparan **Organic reef Slope Deep Ocean Floor * Dominan Pengendapan Siliklastik ** Dominan Pengendapan Karbonat Catatan : Lingkungan tidak mutlak menandakan bahwa pengendapan yang terjadi adalah siliklastik. Fasies yang terendapkan pada lingkungan darat didominasi oleh sedimen siliklastik yang dicirikan oleh jarangnya keterdapatan fosil dan tidak terdapatnya fosil laut. dan uranium. Lingkungan Pengendapan Darat Lingkungan darat merupakan lingkungan-lingkungan yang terdapat diwilayah darat . Pengendapan dilingkungan sistem fluvial terjadi dalam kondisi iklim yang beragam dari mulai iklim gurun. Sketsa Lingkungan Pengendapan Darat A. Beberapa sedimen darat memiliki nilai yang ekonomis. oil shale.

 . Produk sedimen dari sungai menganyam dimulai dari bagian dengan wilayah topografi tinggi berupa material kerakal dan berangsur berkurang ukuran butirnya seiring dengan gradasi ke arah hilir (relief rendah) sampai terendapkan material berukuran pasir. Tingkat erosi aliran sungai meandering terjadi secara lateral sehingga mendukung pembentukan saluran sungai yang berkelok-kelok. tipe material sedimennya lebih halus ukurannya dibandingkan sungai menganyam. Material sedimen yang terbentuk pada kipas aluvial biasanya kasar. tanggul alam. Unsurunsur dari sungai meander antara lain saluran utama. Gambar 3. dan dataran limpah banjir. Gambar 2. Sketsa Sungai Menganyam (Braided River) Sub-Lingkungan Pengendapan Meandering River Lingkungan sungai meander merupakan kelanjutan dari sungai menganyam kearah hilir dimana topografi bentangannya semakin landai sehingga terbentuklah saluran sungai yang memiliki sinusitas tinggi (meandering) dan hanya terdiri dari satu saluran utama. Sedangkan. kerikil dengan pemilahan buruk dan pasir.biasa terdapat pada wilayah arid atau semi-arid dimana curah hujan sedikit dan banyak terjadi erosi. Selain itu sungai menganyam juga dicirikan dengan banyaknya saluran (channel) yang dipisahkan oleh bar atau pulau kecil. Kipas Aluvial  Sub-Lingkungan Pengendapan Sungai Menganyam (Braided River) Lingkungan sungai menganyam ditandai dengan sub-aliran yang anastomoting yang memilki tingkat sinusitas yang lebih rendah dibandingkan sungai meander. point bar.

Lingkungan Pengendapan Lakustrin . Sungai Meandering Erosi dari aliran sungai ini berarah ke thalweg-nya dan sebaliknya material sedimen diendapkan dibagian bank bersebrangan dengan bagian erosi. B. Gambar 5. Lingkungan Pengendapan Lakustrin Lingkungan pengendapan lakustrin atau danau. terbentuk ditempat dengan topografi yang rendah dan distribusi air atau material sedimen kedalamnya. Sketsa Sungai Meandering Beserta Elemen-elemennya.Gambar 4. Material sedimen di lingkungan lakustrin umumnya berasal dari sungai dan/atau evaporasi di permukaan. Gambar 6. Lakustrin merupakan daerah yang tidak berhubungan dengan laut dan umumnya merupakan lingkungan pengendapan dari sedimen klastik walaupun juga terdapat karbonat da material evaporit.

Di lingkungan ini didominasi oleh endapan pasir yang berstruktur dune.Fasies yang terendapkan pada lingkungan ini dikontrol oleh kedalaman air. estuarin. Lingkungan lakustrin yang dangkal biasanya terendapkan batuan sedimen kasar meskipun karbonat dan endapan evaporit dapat juga mungkin terdapat. termasuk konglomerat. batuan karbonat. serpih. Sand dune umumnya silang siur. Lingkungan Pengendapan Gurun Lingkungan gurun merupakan lingkungan dimana curah hujan sedikit serta minimnya vegetasi. tanpa asosiasi dengan kerakal ataupun lempung. batupasir. Lingkungan Pengendapan Transisi Lingkungan pengendapan transisi terletak diantara perbatasan lingkungan pengendapan darat dan laut. gelombang dan pasang-surut. lagun. Salinitas di daerah ini bervariasi mulai dari airtawar sampai supersaline. dan dataran penghalang. sehingga merupakan tempat “bertekanan tinggi“ untuk organisme. Rekaman dari pengendapan sistem glasial dimulai pada wilayah dataran tinggi dan tertransport menuju kedataran rendah sebagai endapan klastik mencapai lingkungan laut. Tipe sedimen yang diendapkan di lingkungan ini bervariasi. Lingkungan Pengendapan Glasial Kondisi di lingkungan ini berupa iklim yang dingin dengan temperatur dibawah 00 . pasokan sedimen dan kimia air. Maka. dataran tepilaut. Lingkungan pengendapan transisi antara lain : delta. dan evaporit. pantai. dan dataran pasang-surut. Baik sedimen siliklastik yang terendapkan melalui transportasi aliran sungai ke pinggiran pantai maupun endapan transisi juga banyak keterdapatannya. dan didominasi oleh proses aliran sungai. Es sendiri merupakan agen erosi batuan yang kuat dan dapat mentransport detritus pada jarak yang cukup jauh sebelum akhirnya meleleh dan mengendapkan material sedimen pada wilayah glasial. Presipitasi terjadi sebagai salju yang terakumulasi menjadi tubuh es yang permanen ataupun semi-permanen. Di lingkungan yang lebih dalam terendapkan material suspensi dan arus turbidit yang berasal dari batas dengan wilayah lakustrin dangkal. Banyak bagian dari lingkungan transisi didominasi oleh arus dan gelombang berenergi tinggi. Material di gurun tererosi dan tertransport oleh angin sehingga terakumulasi sebagai sedimen aeolian. D. berpilah baik dan membundar baik. meskipun beberapa lingkungan lagun dan estuarin didominasi oleh kondisi air-tenang. . Wilayah ini tidak begitu luas. organisme yang tinggal di lingkungan transisi cenderung merupakan spesies dengan tingkat adaptasi dan toleransi yang tinggi. Kondisi berenergi tinggi ini menyebabkan salinitas dan temperatur bervariasi. C.

Lingkungan Pengendapan Transisi A. Lingkungan Pengendapan Delta Merupakan lingkungan transisi yang dicirikan oleh sedimen yang tertransport sampai bagian hilir sungai dan terendapkan pada batas pertemuan antara aliran sungai dan genangan air laut atau danau. maupun pasangsurut. yang kesemuanya mempengaruhi tipe dan distribusi sedimen di lingkungan delta. Lingkungan delta terpengaruh oleh besarnya aliran sungai. Sehingga pengaruh gelombang laut dan aliran sungai mempengaruhi bentukan dari delta. Pembagian Lingkungan Delta Sedimen lingkungan darat terbawa oleh aliran sungai sampai ke mulut sungai. baik yang didominasi aliran sungai.Gambar 7. Delta terbagi menjadi beberapa bagian :    Delta Plain : Delta Front : Pro-Delta : Terdiri dari distributary channel dan masih terdapat fluvial maupun danau. pengaruh sistem Merupakan bagian yang lebih ke arah laut dan dicirikan dengan distributary mouth bar. Gambar 8. Bagian yang paling distal dan sudah mulai memasuki perbatasan dengan laut dangkal. gelombang laut. . iklim dan energi yang berasosiasi dengan gelombang.

Pantai juga terdapat pada sistem delta. Tubuh pantai berupa pasir yang dapat berpotongan dengan dataran utama. lingkungan laut atau bahkan lakustrin yang tidak terdapat hubungan dengan delta. Sedangkan pulau penghalang atau barrier island hampir sama dengan dataran pantai namun terpisah dari dataran oleh lagun. Pulau penghalang ini terbentuk oleh saluran pasangsurut. dan lagun. estuarin. belakang dataran penghalang dan delta. Sedimen yang terendapkan berupa sedimen klastik lempungan ataupun pasiran yang dipengaruhi oleh pasangsurut. Lingkungan ini dapat diklasifikasikan berdasarkan kedalaman air laut serta tipe sedimen yang mengendap (Gore. Lingkungan Pengendapan Laut Lingkungan laut mencakup semua wilayah di samudera dan di lautan. lingkungan ini juga terpengaruh oleh pasangsurut dan merupakan lokasi terendapnya sedimen klastik. D. Lingkungan Pengendapan Estuarin/Lagun Estuarin merupakan lokasi pengendapan pada mulut sungai dimana terdapat pencampuran dengan airlaut. 2003). . Lingkungan Pengendapan Pantai Pantai merupakan akumulasi pasir di tempat yang sempit dan berbentuk pararel dengan garis pantai dan sebagai tambahan dataran utama. Keterdapatannya mencakup daerah estuarin.Gambar 9 . Lingkungan ini berkembang pada wilayah sepanjang pantai yang berelief rendah dan energi gelombangnya rendah dan terlindungi oleh dataran penghalang maupun terumbu. Diagram Klasifikasi Delta B. estuarin atau rawa. delta. Lingkungan Pengendapan Dataran Pasangsurut Dataran pasangsurut terbentuk umumnya pada garis pantai mesotidal atau mikrotidal dimana tidak terdapat gelombang yang kuat. C.

dipengaruhi pasangsurut. angin atau badai yang mendominasi gaya gerak sedimen. Wilayah dengan sedimentasi kabonat dikenal dengan carbonat platform. gelombang. Lingkungan Pengendapan Laut Dalam . Material sedimen klastik terdistribusi dan terpisahkan pada fasies pengendapan yang berbeda oleh arus pasangsurut. dataran pasangsurut. atau dekat dengan daratan.  Lingkungan Laut Dangkal Siliklastik Lingkungan ini dicirikan dengan adanya pengendapan detritus pada kedalaman sedang (10-200m). Sedimen yang terendapkan di lingkungan laut dangkal sangat beraneka ragam. 2005). Sedimen yang terendapkan termasuk bersal dari estuarin. Platform terdapat pada wilayah di paparan daratan yang terbentang di garis pantai sampai pada wilayah epikontinental laut B. A. badai dan arus laut Proses yang sama juga berpengaruh terhadap sedimen karbonat yang banyak keterdapatannya pada kondisi iklim.  Lingkungan Laut Dangkal Karbonat Lingkungan ini dicirikan dengan pengendapan karbonat yang dipengaruhi oleh proses biokimia pada laut dangkal (<100m). Lingkungan Pengendapan Laut Dangkal Lingkungan pengendapan ini mencakup akumulasi dari sedimen klastik yang tertransport dari daratan serta sedimentasi batuan karbonat yang berasal dari keterdapatan organisme yang hidup di laut.Gambar 10. densitas air. dan garis pinggir pantai (Satyana. temperatur. pulau penghalang. variasi salinitas dan gaya pasangsurut. dan produksi organisme tertentu (Nichols. selama energi yang lebih tinggi mempengaruhi dasar laut. Pengaruh gelombang ini berdampak kepada kedalaman air sampai beberapa meter mencapai tingkatan yang lebih dalam. Lingkungan Pengendapan Laut Arus yang terdapat di laut berasal dari pengaruh angin. gelombang. endapan badai.1999). kedalaman air.

Sekitar 65% dari permukaan bumi mencakup continental slope. Lingkungan Laut Dalam Dari Penyusun : Penekanan pada sub bab sebelumnya adalah pada proses sedimentasi. tetapi pengecualian pada palung dalam dapat terbentang mencapai 10000m dan semakin kearah laut kedalamannya semakin bertambah (Boggs. dan dasar laut yang dalam (Nichols. Batas bawahnya terletak pada kedalaman 1500-4000m. karakteristik paleontologi. Namun perkecualian untuk lingkungan kipas laut dalam yang dekat dengan kemiringan. lingkungan laut dalam dapat terbagi menjadi :  Continental Slope. hubungan antar umur . Sedimen yang terendapkan pada lingkungan ini adalah tubuh pasir yang sangat tebal. dipermukaannya banyak terdapat organisme namun dibawah zona photik organismenya lebih sedikit. Pada lingkungan laut dalam. 2001). tetapi juga bermaksud untuk membahas skala yang lebih besar secara vertikal dan hubungan yang menyeluruh secara lateral antara satuan-satuan dalam batuan sedimen yang dapat terangkum dalam pembahasan ciri fisik litologi. terbentang mulai dari paparan dengan kedalaman 130m sampai permulaan dasar laut.Lingkungan laut dalam merupakan daerah terbesar yang menyusun permukaan bumi dengan kedalaman lebih dari 200m. Wilayah ini mencakup 80% lingkungan lantai samudera. continental rise. dimana rata-rata sedimen terderivasi oleh arus turbidit yang dapat bergerak 10m/1000tahun dan produk arus turbidit dapat mencapai ketebalan ribuan meter. Secara garis besar bahasan sebelumnya terfokus pada berbagai aspek dalam batuan sedimen. struktur sedimen. lingkungan pengendapan dan ciri fisik batuan sedimen itu sendiri. Bagian terdalam dari samudera terbagi menjadi dua komponen fisiografis yakni : lantai samudera dan oceanic ridge. 1995). wilayah ini mencakup bagian laut dalam yang berada di bagian distal dari continental slope. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Continental Rise dan Cekungan Laut Dalam. palung laut dalam. Sedimen laut dalam memang lebih sedikit keterdapatannya dibandingkan dengan sedimen laut dangkal.  Gambar 11. Namun penekanan dalam bab ini tidak hanya tentang proses sedimentasi dan ciri fisik batuan sedimen yang detil.

dan penjelasan tentang sejarah pergerakan kerak benua dan samudera. dan lingkungan dari lapisan dibawah permukaan serta sedimen di samudera. Prinsip-prinsip yang ia kembangkan merupakan tulangpunggung dari stratigrafi sekarang ini. kronostratigrafi dan biostratigrafi pada suatu wilayah. Kronostratigrafi Berhubungan dengan umur lapisan batuan dan hubungan waktunya.  Litostratigrafi Berhubungan dengan litologi atau ciri fisik dari suatu lapisan dan hubungan satuan-satuan stratigrafinya berdasarkan karakteristik litologi. untuk kemudian dapat diinterpretasikan kedalam aspek-aspek yang lebih luas.serta posisi geografi dan distribusinya. dan seismik . Selain itu stratigrafi terkait dengan hubungan antar perlapisan batuan. III. Selain itu ada pula perkembangan dari stratigrafi yang memberikan kontribusi penting dalam pembelajaran hubungan fisik stratigrafi. pergerakan batas garis pantai (transgresi dan regresi). mineral tambang dsb. disiplin ilmu stratigrafi masih banyak membahas tentang penamaan stratigrafi itu sendiri. yang membahas paket lapisan yang dibatasi oleh ketidakselarasan. korelasi perlapisan suatu daerah bahkan perlapisan dalam cakupan yang lebih luas seperti antar benua dan penyusunan urutan lapisan-lapisan dalam kolom geologi. Kita harus mengerti hubungan antara stratigrafi dengan sistem pengendapan serta hubungan antara aplikasi stratigrafi dengan prinsip sedimentologi untuk menginterpretasikan lapisan dalam konteks lempeng tektonik global. pencarian minyak dan gas. Kesemua hal tersebut termasuk kedalam disiplin ilmu stratigrafi. karena stratigrafi menyediakan kerangka yang sistematik dalam pembelajaran geologi khususnya studi sedimentologi. Stratigrafi Stratigrafi merupakan ilmu yang mempelajari perlapisan atau urut-urutan batuan berdasarkan karakteristik batuan yang membedakan waktu pengendapan yang berbeda. Biostratigrafi Merupakan studi tentang batuan berdasarkan kandungan fosilnya. konsep yang masih klasik adalah penamaan hubungan litostratigrafi. umur. dan kenampakan lainnya dalam suatu pemahaman. berkembang konsep urut-urutan pengendapan. Seperti studi sejarah bumi. serta korelasinya antar satu wilayah dengan yang lainnya. yang kemudian berkembang menjadi disiplin ilmu sekuen stratigrafi.   Kemudian masih pada 1960an. succession of beds. yang berhubungan dengan ciri fisik magnet dari suatu batuan sedimen dan batuan vulkanik yang berlapis. yaitu magnetostratigrafi. namun sekarang siswa harus mengerti prinsip dasar dari stratigrafi. Selain itu stratigrafi penting dalam studi rekonstruksi lempeng (plate tectonics). Pada 1970an. Stratigrafi dapat menjadi alat bantu geologist dalam merangkum komposisi sedimen. tekstur. pendekatan klasik terhadap stratigrafi diperbaharui oleh Weller dengan bukunya ”Stratigraphic Principle and Practice”. Sejarah Perkembangan Stratigrafi Pada tahun 1960an. Pengertian mengenai prinsip dan terminologi dalam stratigrafi sangatlah penting dalam studi geologi secara keseluruhan. struktur.

semua masa yang berada diatasnya adalah fluida. Principle of Initial Horizontality Lapisan terendapkan secara horizontal dan kemudian terdeformasi menjadi beragam posisi. Kolom Stratigrafi 2. lapisan yang lebih muda berada diatas lapisan yang lebih tua. Dalam subbab ini akan lebih banyak dibahas prinsip-prinsip dasar dari stratigrafi itu sendiri. "Material yang membentuk suatu perlapisan terbentuk secara menerus pada permukaan bumi walaupun beberapa material yang padat langsung berhenti pada saat mengalami transportasi.. Lateral Continuity Suatu lapisan dapat diasumsikan terendapkan secara lateral dan berkelanjutan jauh sebelum akhirnya terbentuk sekarang. Principle of Cross Cutting Relationship .pada waktu suatu lapisan terbentuk (saat terjadinya pengendapan)." Steno. yang merupakan studi stratigrafi dan fasies pengendapan berdasarkan interpretasi data seismik. pada saat suatu lapisan yang lebih dulu terbentuk." Steno. 3. Sebagai dasar dari studi ini Nicolas Steno membuat empat prinsip tentang konsep dasar perlapisan dikenal sekarang dengan “Steno’s Law” Empat prinsip Steno tersebut adalah : 1. Gambar. 1669 4.The Principles of Superposition (Prinsip Superposisi) Dalam suatu urutan perlapisan.. ".stratigrafi. Prinsip-prinsip Dasar Stratigrafi Dalam pembelajaran stratigrafi permulaannya adalah pada prinsip-prinsip dasar yang sangat penting aplikasinya sekarang ini." Steno. tidak ada keterdapatan lapisan diatasnya. pada awalnya pararel terhadap horizon. maka. 1669. 1669. "Lapisan baik yang berposisi tegak lurus maupun miring terhadap horizon.

Terminologi litologi digunakan oleh banyak geologist dengan dua macam cara. Berdasarkan hal tersebut kita dapat mendefinisikan satuan litologi sebagai satuan batuan yang didasarkan dengan karakteristik fisik sedangkan litostratigrafi berkaitan dengan studi mengenai hubungan stratigrafi antara lapisan yang dapat diidentifikasi berdasarkan litologi. ia pun menyimpulkan suatu hukum yaitu “Law of Faunal Succession”. Satuan litostratigrafi ini dapat dikenali berdasarkan karakteristik batuan yang dapat diteliti. Litologi. Ahli Stratigrafi lain seperti D’Orbigny dan Albert Oppel juga berperan besar dalam perkembangan ilmu stratigrafi. Litostratigrafi Litostratigrafi berhubungan dengan studi dan susunan lapisan berdasarkan karakteristik litologi. merupakan pembelajaran dan deskripsi dari karakteristik fisik dari batuan khususnya pada batuan sampel dan di singkapan (Bates dan Jackson. D’Orbigny mengemukakan suatu perlapisan secara sistematis mengikuti yang lainnya yang memiliki karakteristik fosil yang sama. metasedimen atau metamorf yang dibedakan berdasarkan karakteristik litologi. yang merupakan satu perlapisan. beku. Sedangkan Oppel berjasa dalam mencetuskan konsep “Biozone”. merupakan karakteristik fisik seperti : tipe batuan. Biozone adalah satu unit skala kecil yang mengandung semua lapisan yang diendapkan selama eksistensi/keberadaan fosil organisme tertentu. . Dalam studi hubungan fosil antar perlapisan batuan. Batas antara setiap satuan yang berbeda dapat diidentifikasi secara jelas dengan adanya kontak atau dapat dideskripsikan secara arbitrer karena bersifat gradasional. Tipe Satuan litostratigrafi Satuan litostratigrafi merupakan tubuh batuan sedimen. pernyataan umum yang menerangkan bahwa fosil suatu organisme terdapat dalam data rekaman stratigrafi dan dapat digunakan sebagai petunjuk untuk mengetahui sejarah geologi yang pernah dilauinya. 1669. Smith adalah insinyur yang bekerja disebuah bendungan. komposisi mineral. Jasanya sebagai pencetus biostratigrafi membuat ia dikenal dengan sebuatan “Bapak Stratigrafi”. tubuh tersebut pasti terbentuk setelah perlapisan tersebut terbentuk. William Smith (1769-1839) seorang peneliti dari Inggris. maka suatu lapisan yang satu dapat dikorelasikan dengan lapisan yang lain. 1980). warna.Suatu hal (sesar atau tubuh intrusi) yang memotong perlapisan selalu berumur lebih muda dari batuan yang diterobosnya "Jika suatu tubuh atau diskontinuitas memotong perlapisan. Kedua orang inilah yang juga mencetuskan pembuatan standar kolom stratigrafi. dan ukuran butir. Dengan korelasi stratigrafi maka dapat diketahui sejarah geologinya pula. Smith mengungkapkan dengan menganalisa keterdapatan fosil dalam suatu batuan. ia mengemukakan Teori biostratigrafi dan korelasi stratigrafi." Steno. antara lain :   Litologi.

Satuan litostratigrafi yang paling mendasar antara lain :  Formasi. Anggota. yang mewakili adanya hiatus.Hal yang penting adalah membedakan dan memahami kontak antara litologi tersebut secara vertikal dan lateral. yang memisahkan lapisan yang lebih muda dengan lapisan yang lebih tua. disebut tidakselaras. Lapisan yang memiliki kontak selaras dicirikan dengan susunan pengendapan yang tidak rusak (menerus). penggalian. Karena kontak yang selaras mengindikasikan tidak ada jeda pengendapan yang signifikan atau hiatus. Perlapisan.Pembedaan satuan stratigrafi ini didasarkan oleh stratotipe (tipe satuan yang ditentukan). Pengelompokan satuan stratigrafi menjadi satuan litostratigrafi yang lebih spesifik cakupannya dapat berguna untuk menelusuri dan mengkorelasikan lapisan baik pada singkapan dan di bawah permukaan. merupakan bagian dari anggota (anggota dapat terbagi menjadi beberapa satuan stratigrafi yang lebih kecil yang disebut perlapisan). lokasi ditemukan. daerah tambang atau lubang bor. atau tidak sesuai kemenerusannya sebagai satu bagian. Permukaan yang memisahkan lapisan yang selaras ini disebut keselarasan (conformity). Umumnya satuan-satuan tersebut terdiri dari beberapa litologi yang saling berhubungan dan berbatasan. yang permukaannya dapat berupa bidang datar atau tidak beraturan (ireguler) diantara tipe batuan yang berbeda. Kontak Stratigrafi Satuan-satuan litologi yang berbeda terpisahkan satu sama lainnya oleh kontak. Sementara kontak antara lapisan yang tidak menerus dengan lapisan dibawahnya pada rentang waktu tertentu.     Supergrup. Kelompok/Grup. Suatu ketidakselarasan meripakan permukaan yang terbentuk sebagai hasil erosi atau nondeposisi. Hiatus mewakili periode waktu geologi dimana tidak terdapat sedimen atau lapisan yang terbentuk. yang merupakan suatu permukaan yang memisahkan lapisan yang lebih muda dengan lapisan batuan yang lebih tua namun disepanjang bidangnya tidak terdapat bukti dari periode non deposisi. Formasi dapat terdiri dari satu litologi atau beberapa litologi yang berbeda. singkapan. merupakan bagian dari formasi (formasi dapat terbagi menjadi beberapa satuan stratigrafi yang lebih kecil yang disebut anggota). Di lapangan satuan stratigrafi yang terdiri dari hanya satu litologi saja jarang ditemukan. kombinasi dari beberapa kelompok. Hiatus merupakan jeda atau pemotongan kontinuitas dari pengendapan pada suatu rekaman waktu geologi. kombinasi dari beberapa formasi. dapat terdiri dari batuan yang ada. yang kesemuanya mengacu pada kriteria batuan. Ketidakselarasan menunjukkan sedikitnya kontinuitas dari . merupakan satuan stratigrafi yang secara litologi dapat dibedakan dengan jelas dan dengan skala yang cukup luas cakupannya untuk dipetakan di permukaan atau ditelusuri dibawah permukaan. Lapisan yang berurutan secara vertikal dapat dikatakan selaras atau tidak selaras tergantung dari kemenerusan pengendapan. umumnya terendapkan secara pararel.

Kontak Selaras Kontak antara lapisan yang selaras dapat berupa :  Kontak Tegas. Kontak Gradasional.pengendapan dan berkaitan dengan periode nondeposisi. Kontak gradasional dapat terbagi lagi menjadi beberapa tipe :  1. Kontak Progresif. disebut kontak gradasional jika perubahan dari satu litologi ke yang lain memiliki tanda yang kurang jelas dibanding kontak tegas. Angular Unconformity 2. merupakan kontak gradasional yang terjadi karena bertambahnya perselingan antara beberapa litologi. merupakan hasil dari perubahan yang jelas dan tiba-tiba dari litologi yang berbeda. Kontak antara tubuh yang berbatasan secara lateral dapat bergradasi. 2. kontak juga terdapat secara lateral pada satuan litostratigrafi yang saling berbatasan. pelapukan atau erosi. Selain terdapat secara vertikal. Paraconformity 4. Kontak ini terbentuk antara satuan batuan dari umur yang sama dan terdiri dari litologi yang berbeda serta menunjukkan kondisi lingkungan pengendapan yang berbeda. kurang lebihnya bergradasi secara seragam pada ukuran butir. Selain itu ada pula kontak secara lateral yang disebabkan oleh patahan setelah terjadinya pengendapan. Kontak Interkalatif. melidah (intertonguing) . komposisi mineral. Kontak tegas juga dapat disebabkan oleh alterasi kimia setelah pengendapan yang mengakibatkan perubahan warna dikarenakan proses oksidasi dan reduksi dari mineral yang mengandung besi. Kontak Tidak Selaras Terdapat empat tipe dari kontak tidak selaras yang dapat dikenali. antara lain : 1. Umumnya terjadi pada pengendapan bidang perlapisan primer yang terbentuk sebagai hasil dari perubahan kondisi pengendapan lokal. pinching atau wedging. baik secara subaerial maupun subakueous. serta perubahan ukuran butir disebabkan oleh rekristalisasi atau dolomitisasi atau perubahan yang diakibatkan sementasi oleh mineral silika atau karbonat. Nonconformity . terjadi ketika satu litologi bergradasi dengan litologi lainnya secara progresif. Disconformity 3. atau karakteristik fisika. Contohnya : Batupasir secara progresif bergradasi menjadi batulempung kearah atas atau batupasir kuarsa berubah menjadi batupasir arenit secara progresif kearah atas.

ireguler. umumnya lebih curam. membentuk sudut dengan batuan yang lebih muda. 3 tipe pertama terjadi antara tubuh batuan sedimen dan tipe terakhir (nonconformity) terjadi antara batuan sedimen dan metamorf atau batuan beku. Nonconformity Nonconformity terbentuk antara batuan sedimen dan batuan beku yang berumur lebih tua atau batuan metamorf yang masif. Berikut akan dibahas satu persatu tipe ketidakselarasan. atau tidak lazim. yang telah terekspos. keterdapatan permukaan erosional yang memisahkan lapisan. 4. tererosi. Kontak Lateral . 2. Paraconformity tidak dapat dengan mudah dikenali dan harus diidentifikasi berdasarkan jeda antara rekaman batuan (disebabkan periode nondeposisi atau erosi). Disconformity Kenampakannya berupa suatu permukaan ketidakselarasan atas dan bawah dari bidang perlapisan yang secara umum pararel dan kontak antara lapisan yang lebih tua dan mudanya ditandai oleh permukaan erosional yang jelas. sampai akhirnya tertimbun oleh sedimen. 1. Paraconformity Merupakan ketidakselarasan yang tidak tampak dengan jelas. karena dicirikan oleh lapisan atas dan bawah bidang ketidakselarasan yang pararel dan tidak terdapat permukaan erosional atau bukti fisik lainnya dari suatu ketidakselarasan yang jelas. 3. Ditentukan dari bukti paleontologi seperti keterdapatan suatu zona fauna atau perubahan fauna yang jelas tampak. Angular Unconformity Merupakan suatu tipe ketidakselarasan dimana sedimen yang lebih muda terendapkan diatas permukaan erosi dari batuan yang lebih tua dimana sebelumnya batuan tersebut mengalami pengangkatan atau perlipatan. batuan yang lebih tua tersebut memiliki dip yang berbeda. dan keaslian batuan dibawah permukaan ketidakselarasan. maka.Ketidakselarasan dikenali berdasarkan keterdapatan suatu hubungan yang menyudut antara lapisan yang tidak selaras.

Pinch Out Perubahan litologi secara lateral yang dicirikan oleh penipisan litologi tertentu secara progresif sampai akhirnya hilang dan berganti menjadi litologi lainnya. Awal Kapur. Macam-macam kontak lateral antara lain : 1.Satuan stratigrafi juga memiliki batas lateral yang jelas. 3. Pertengahan Kapur dan Akhir Kapur . Jura. yang merupakan pembagian waktu dalam tahun atau dalam penamaan tertentu yang merepresentasikan waktu tertentu. Kejadian-kejadian tersebut digambarkan dalam terminologi waktu dan penentuan waktu yang berjalan pada setiap material geologi. Fanerozoikum terbagi menjadi Paleozoikum. Waktu Geologi. Proterozoikum dan Fanerozoikum  Era Eon terbagi lagi menjadi beberapa era. Waktu Geologi Alur waktu sejak terbentuknya bumi terbagi menjadi satuan-satuan geokronologi. 2. Batasan tersebut tidaklah selalu terbentang secara lateral dan planar tapi dapat pula berterminasi (menunjukkan pola-pola tertentu). terbagi menjadi 3 eon : Arkeozoikum. sehingga kedua penjelasan diatas saling berhubungan. Hierarki dari waktu geologi telah ditetapkan. yang meliputi jutaan tahun yang lampau sejak keterbentukan bumi. contohnya Mesozoikum terbagi menjadi Triasik. Hubungan Stratigrafi dan Waktu Geologi Terdapat dua penjelasan yang berbeda tentang stratigrafi. antara lain : 1. untuk kejadian-kejadian dalam sejarah bumi. berikut dari periode terpanjang sampai terpendek : Eon Merupakan periode waktu terpanjang. baik secara jelas sebagai hasil dari erosi atau bergradasi oleh perubahan litologi yang berbeda. Intertonguing Pemisahan lateral dari satuan litologi pada banyak satuan-satuan stratigrafi yang tipis dan menjorok kedalam litologi lainnya secara tidak beraturan. Namun dari pandangan keilmuan yang objektif kedua konsep tersebut tetap terpisah dan sangat penting keberadaannya. dan Kenozoikum    Period Merupakan bagian dari era. Gradasi Lateral Progresif Sama dengan gradasi vertikal progresif pada kontak vertikal. Mineral dan Fosil. Bukti Material Batuan. Kapur Epoch Pembagian selanjutnya dari periode contohnya . 2. Mesozoikum.

 Alostratigrafi Satuan alostratigrafi merupakan suatu tubuh batuan yang dibedakan berdasarkan posisinya relatif terhadap ketidakselarasan atau permukaan lainnya yang merefleksikan perubahan dasar selama pengendapan. Dengan runtutan permukaan kronostratigrafi pada suatu tubuh batuan adalah mungkin untuk membuat suatu seri rekonstruksi dan untuk membentuk suatu model dari evolusi lingkunganpurba. Kandungan fosil digunakan untuk menentukan posisi batuan pada suatu urut-urutan perlapisan relatif terhadap batuan lainnya. Lingkungan pengendapan ditentukan melalui fasies sedimen yang ada pada waktu tertentu dan digunakan untuk merekonstruksikan paleogeografi. Suatu permukaan yang isokron terbentuk pada waktu yang sama dimanapun.  Aplikasi Kronostratigrafi Salah satu tujuan dari analisis sedimentologi dan stratigrafi suatu batuan adalah untuk melakukan rekonstruksi lingkungan purba. Ada lima tipe dasar dari material stratigrafi yang dapat dikenali. Untuk membandingkan batuan yang terbentuk pada lingkungan yang berbeda pada waktu yang sama dalam suatu urutan batuan di suatu cekungan pengendapan. Biostratigrafi Satuan biostratigrafi merupakan suatu tubuh batuan yang dibedakan dan dicirikan dengan kandungan fosilnya atau kandungan organisme. satuan stratigrafi didasarkan pada kesatuan materialnya. Material Satuan Stratigrafi Kontras dengan waktu geologi. bahwa satuan litostratigrafi dapat didefinisikan sebagai suatu tubuh batuan yang dapat dibedakan berdasarkan karakteristik litologi dan posisi stratigrafi relatif terhadap tubuh batuan lainnya.  Kronostratigrafi Merupakan suatu tubuh batuan yang batas atas dan bawahnya memiliki permukaan yang isokron (memiliki kesamaan waktu). antara lain : Litostratigrafi Melengkapi pembahasan tentang litostratigrafi sebelumnya. Satuan kronostratigrafi merupakan kesatuan fisik bukanlah konsep abstrak. ”Sekuen Stratigrafi” merupakan pendekatan pendekatan alostratigrafi dalam membedakan material satuan stratigrafi. Age Merupakan pembagian akhir yang hanya terdiri dari rentang beberapa juta tahun. Satuan kronostratigrafi dibedakan dengan menentukan umur-umur dari batuan-batuan yang ada baik langsung melalui perhitungan isotop atau dengan kalibrasi informasi biostratigrafi. yang memiliki persamaan langsung dengan satuan waktu geologi.  . Hal ini memerlukan pengetahuan kronostratigrafi. Untuk dapat merekonstruksi lingkunganpurba pada waktu lampau sangatlah penting untuk mengetahui lingkungan pengendapan yang terdapat pada waktu tersebut.

PH2O. ketika batuan masuk pada kondisi yang berbeda. Recrystalization atau Neocrystalization sebagai respon terhadap kondisi yang berbeda dari pembentukan batuan tersebut dan prosesnya diantara diagenesis dan anatexis. Cataclastic yaitu proses penghancuran dan pemecahan butiran pada batuan. mineral dan teksturnya menjadi tidak stabil sehingga terjadilah perubahan pada salah satu atau keduanya sehingga terjadilah kestabilan pada kondisi yang baru. temperatur stress dan cairan kimia aktif. tetapi tidak cukup energi untuk merubah batuan tersebut menjadi batuan asalnya (protolith). Ketika batuan metamorf mencapai permukaan akibat erosi atau proses lainnya.Magnetostratigrafi Merupakan suatu tubuh batuan yang menunjukkan karakteristik magnetik yang berbeda antar tubuh batuan yang saling berbatasan pada suatu urutan stratigrafi. deviatoric. Deviatoric Stress . tekanan adalah stress yang seragam pada berbagai arah. Neocrystalization adalah proses yang menghasilkan mineral baru yang tidak terdapat pada batuan metamorf sebelumnya. Proses yang serupa terjadi juga selama diagenesis. Proses perubahan tekstur yang tidak diiringi dengan perubahan mineralogi ada dua macam yaitu Cataclastic dan Recrystalization. Batuan asal (protolith) dari batuan metamorf ini bisa berasal dari batuan beku. tanpa disertai penghancuran butiran. tetapi hanya meliputi proses yang terdapat diluar kondisi permukaan (P dan T rendah). Batuan metamorf adalah batuan dengan tekstur dan mineral yang merefleksikan Cataclastic. Recrystalization adalah proses penyusunan kembali crystal lattice dan hubungan dalam butir melalui migrasi ion dan deformasi lattice. Pada umumnya. Tekanan Stress didefinisikan sebagai Gaya dibagi Luas (F/A). perubahan mineralogi atau keduanya yang terjadi pada batuan dengan limit bawahnya diagenesis dan pelapukan dan limit atasnya adalah melting (peleburan).  Dating (Relative) Dating (Absolute) Past Environments Sub-Surface Investigations Tidal Typology Rhythmites Radiocarbon TL/OSL Palaeomagnetics Pollen Diatom Sedimentology Foraminifera Analysis Analysis Geophysical Archaeological Coring & Boreholes Stratigraphy Pollen Stratigraphy BAB VII BATUAN METAMORF Pengertian Batuan Metamorf Metamorfisme adalah proses yang menyebabkan perubahan tekstur. mineral dan tekstur batuan metamorf tersebut menjadi tidak stabil. Agen Metamorfisme Agen metamorfisme yaitu tekanan. batuan sedimen bahkan batuan metamorf dengan derajat yang lebih rendah. Jadi metamorfisme sama dengan diagenesis. Tekanan ini diakibatkan oleh tekanan fluida yang terperangkap (PFluid. PCO2) dan tekanan batuan yang berada diatasnya (PLoad) atau tekanan Lithostatic.

Merupakan stress yang tidak seragam pada arah yang berbeda yang terdiri dari tiga komponen utama yaitu :  σ1 (stress maximum)  σ2 (stress intermediet)  σ3 (stess minimum) Deviatoric stress terbagi menjadi tiga macam yaitu : Tension Commpression Shear Deviatoric stress ini mengakibatkan terbentuknya foliasi akibat penyusunan butir mineral secara parallel Temperatur Batas atas temperatur dalam proses metanorfisme tergantung dari beberapa kondisi diantaranya kering atau basahnya batuan dan komposisi batuan. Untuk batuan ultramafic atau ultrabasic dalam .

Kontak ini disebut juga kontak aureole. Metamorfisme dinamotermal. Metamorfisme Regional. Metamorfisme Kontak. Berdasarkan agen metamorfismenya : 1. Berbutir halus sampai sangat kasar. fore arc basin dan palung. Berbutir halus sampai sangat kasar (> 1 mm). pada tumpukan sediment di benua. Reaksi pembentukan meineral ini diperlirakan mulai pada suhu 1000C. 2. yaitu metamorfisme akibat tekanan lithostatik yang terjadi pada kedalaman yang besar. penyerpihan. 3. Tekstur batuan metamorf Tekstur Foliasi. . memperlihatkan perlapisan akibat perbedaan mineralogi. Metamorfisme terjadi pada volume batuan yang relative kecil (kurang dari 100 km3) 2.keadaan kering batas atasnya berkisar antara 1200 sampai 2000 0C. biasanya terjadi pada skala lokal.5 mm). 4. butirannya sangat halus (< 0. kelurusan pada orientasi planar dan subplanar. Metamorfisme static. Terjadi pada batuan dengan volume ribuan kilometer kubik. Metamorfisme dinamik. Batas bawah temperatur sehingga terjadi proses metamorfisme belum begitu diketahui. dan kenampakan kelurusan. yaitu metamorfisme yang terjadi karena deviatorik stress. Metamorfisme dinamik regional terjadi pada daerah yang cukup luas seperti pada zona akresi di batas konvergen lempeng. Tekstur foliasi kuat dibedakan menjadi :  Tekstur slaty. berbutir sangat halus sampai halus (< 0. Metamorfisme lokal. Contoh batuannya adalah slate  Tekstur Phylitic. merupakan metamorfisme yang paling banyak dan terjadi oleh kombinasi tekanan dan temperature. pecahannya berlembar. Contoh batuannya adalah schist  Tekstur Gneissose. yaitu adanya kesejajaran orientasi mineral yang memberikan adanya pelapisan. Fluida Kimia Aktif Tipe Metamorfisme Berdasarkan area atau volume : 1. contoh batuannya adalah Phylite  Tekstur schistose. Untuk batuan granitik basah batas atasnya sebesar 6000C. yaitu metamorfisme dengan agen utamanya adalah temperatur dan terjadi karena intrusi batuan beku terhadap batuan dangkal yang lebih dingin. ataupun pada derah yang terkena jatuhan meteorit.1 mm). Diagenesis dan pelapukan berahir dan metamorfisme dimulai ketika mineral baru yang tidak stabil di permukaan terbentuk. Metamorfisme dinamik lokal terjadi pada zona sesar.

3. dimana pada bagian puncak . Hob (1971) Lipatan akibat bending.1 DEFINISI Terdapat beberapa definisi lipatan menurut ahli geologi struktur.Struktur geologi sendiri dapat dibagi menjadi tiga.1).Tekstur Batuan Metamorf BAB VIII STRUKTUR GEOLOGI Bagian 4 GEOLOGI STRUKTUR PENGERTIAN Geologi struktur adalah ilmu yang mempelajari geometri (struktur) pada batuan serta berbagai mekanisme (gaya-gaya) yang menyebabkan terbentuknya geometri-geometri tersebut. Hill (1953).1). terjadi apabila gaya penyebabnya sejajar dengan bidang lapisan (gambar 2. Billing (1960) Lipatan merupakan bentuk undulasi atau suatu gelombang pada batuan permukaan. yaitu bending (melengkung) dan buckling (melipat). Lipatan merupakan pencerminan dari suatu lengkungan yang mekanismenya disebabkan oleh dua proses.yaitu: I Lipatan II Kekar III Sesar LIPATAN I. sedangkan pada proses buckling. sedangkan pada bending. 2. terjadi apabila gaya penyebabnya agak lurus terhadap bidang lapisan (gambar 2. antara lain : 1. Pada gejala buckling. Selanjutnya dikemukakan pula bahwa pada proses buckling terjadi perubahan pola keterikan batuan.Strukturstruktur geologi yang ada di muka bumi ini umumnya sesuai dengan sifat pergerakan tektonik lempeng yang ada dI daerah tersebut. gaya yang bekerja sejajar dengan bidang perlapisan. gaya yang bekerja tegak lurus terhadap bidang permukaan lapisan.

Limb (sayap). daerah terendah pada suatu lipatan. selalu dijumpai pada sinklin. sudut yang terbentuk oleh poros dengan horizontal pada bidang vertikal. Hinge Line.lipatan antiklin. bagian dari lipatan yang terletak Downdip (sayap yang dimulai dari lengkungan maksimum antiklin sampai hinge sinklin). Hinge Point. Kondisi ini akan terbalik pada sinklin. 6. bidang sumbu lipatan yang membagi sudut sama besar antara sayapsayap lipatannya. atau bergelombang (wave). 7. 3. Axial Line. garis khayal yang menghubungkan titik-titik dari lengkungan maksimum pada tiap permukaan lapisan dari suatu struktur lapisan. Gb 4.2 UNSUR-UNSUR LIPATAN 1. melengkung (curve). 5. Axial Plane.1 mekanisme Buckling dan Bending I. 9. Sayap lipatan dapat berupa bidang datar (planar). 8. . titik yang merupakan kelengkungan maksimum pada suatu perlipatan. Crest. berkembang suatu rekahan yang disebabkan akibat adanya tegasan tensional (tarikan) sedangkan pada bagian bawah bidang lapisan terjadi tegasan kompresi yang menghasilkan Shear Joint. garis yang menghubungkan Hinge Point pada suatu perlapisan yang sama. daerah tertinggi dari suatu lipatan biasanya selalu dijumpai pada antiklin Trough. Hinge Zone. 4. 2. Plunge. Park (1980) Lipatan adalah suatu bentuk lengkungan (curve) dari suatu bidang lapisan batuan. daerah sekitar Hinge Point. 4. atau Updip (sayap yang dimulai dari lengkungan maksimum sinklin sampai hinge antiklin).

Sinklin.yaitu lipatan yang cekung ke bawah (gambar 4. gambar 4.3 b Diagram blok sinklin Gb 4.3 a.4) 2.1964) b.4) Gb 4.2 unsur-unsur lipatan I. gambar 4.4 KLASIFIKASI Beberapa klasifikasi lipatan antara lain: a.Antiklin. Hubungan antara hinge line dan axial surface (Fleuty.yang meliputi: -Chevron fold -Cuspate fold -Circular fold -Eliptical fold -Box fold -Teardrop fold .3 GEOMETRI Secara umum lipatan dapat dibagi menjadi dua.4 Antiklin dan sinklin di lapangan I.3 a Diagram blok antiklin Gb 4.yaitu: 1. Bentuk lipatan.Gb 4.3 b.yaitu lipatan yang cembung ke atas (gambar 4.

5 DESKRIPSI Beberapa hal yang dapat dideskripsikan untuk lipatan antara lain: a. Bentuk keseluruhan (Huddlestone.2 Klasifikasi dan Geometri. Kekar Gerus (Shear Joint). Jenis lipatan b. Perubahan ketebalan (Van Hisse. Fold tightness (Fleuty. Struktur-struktur lain yang menyertai lipatan tersebut. d.Kekar merupakan salah satu struktur yang paling umum pada batuan. .1 KEKAR DEFINISI Kekar (joint) adalah struktur rekahan pada batuan dimana tidak ada atau relatif sedikit sekali terjadi pergeseran. Kesimetrisan lipatan e.1964) d. Arah tegasan. c. c. Secara genetik. Unsur-unsur lipatan lainnya (melalui stereonet). Geometri lipatan tersebut. Dari hal-hal tersebut maka kita dapat menentukan: a. b.Joint set adalah kumpulan kekar pada satu tempat yang memiliki ciri khas yang dapat dibeakan dengan joint set lainnya. Memotong seluruh batuan.c. Memotong komponen batuan. Adanya joint set berpola belah ketupat. II.1986) I. Ciri-ciri: • • • • • Biasanya bidangnya licin.1973) f. yaitu kekar yang terjadi akibat tegasan yang cenderung mengelincir bidang satu sama lainnya yang berdekatan (gambar 4. Arah sumbu lipatan. II. c. Bidang rekahnya relatif kecil.4). kekar terbagi atas: 1. Mekanisme yang menyebabkan lipatan tersebut. Strike/dip perlapisan batuan (*) dan tentukan apakah lipatan tersebut telah mengalami pembalikan atau belum. II.

Gb 4. yaitu kekar yang terbentuk dengan arah tegak lurus dari gaya yang cenderung untuk memindahkan batuan (gaya tension).Arah dan sifat tegasan yang membentuk kekar tersebut. Polanya sering tidak teratur.3 DESKRIPSI Data yang harus kita tentukan jika kita menemukan kekar adalah: .5). kalaupun teratur biasanya akan berpola kotakKarena terbuka. Bidang rekahnya relatif lebih besar. Ciri-ciri dilapangan : • • • kotak. 2. Hal ini terjadi akibat dari stress yang cenderung untuk membelah dengan cara menariknya pada arah yang berlawanan.Kemungkinan adanya hubungan antara kekar dengan struktur lainnya. Dari data-data tersebut maka kita dapat menentukan: . III.5 Tensional joint di lapangan 3.Lihat bagaimana geometri kekarnya. .Bagaimana pembentukan kekar tersebut . .Tentukan vein (mineral yang mengisi bidang kekar) jika ada. . III.1 SESAR DEFINISI . Bidang kekar tidak rata.Hitung strike/dip bidang kekarnya(*). Kekar Hibrid (Hybrid Joint). II.4 Shear joint di lapangan Kekar Tarikan (Tensional Joint). .Tentukan jenis kekarnya. maka dapat terisi mineral yang kemudian disebut vein. dan akhirnya kedua dindingnya akan saling menjauhi (gambar 4. • Gb 4. yaitu merupakan campuran dari kekar gerus dan kekar tarikan dan pada umumnya rekahannya terisi oleh mineral sekunder.

7). Sesar ini disebut juga sebagai sesar mendatar. Sesar mendatar terbagi lagi atas : 1. sesar yang pergerakannya tegak lurus dengan strike bidang sesar dan berada pada dip bidang sesar. Sesar mendatar dextral.yaitu: a.Sesar adalah rekahan pada batuan yang telah mengalami pergeseran yang berarti.tetapi pada umumnya berupa satu zona sesar yang didalamnya terdiri dari banyak sesar-sesar minor. yaitu sesar mendatar yang blok batuan kirinya lebih mendekati pengamat (gambar 4.900.7 Diagram blok sesar mendatar sinistral b. .100). 2.8). yaitu sesar mendatar yang blok batuan mendekati pengamat. Sesar mendatar sinistral.Sesar jenis ini dicirikan oleh nilai pitch sekitar 800 . Dip Slip Fault terbagi lagi atas : 1. (gambar 4. Strike Slip Fault.6 Diagram blok sesar mendatar dekstral Gb 4.6). kanannya lebih Gb 4.2 KLASIFIKASI Berdasarkan arah pergeserannya sesar dapat dibagi menjadi tiga. Sesar Normal. sesar yang pergerakannya searah dengan strike bidang sesar (Pitch 00 . Dip Slip Fault. III. yaitu sesar yang pergerakan Hanging-Wallnya relatif kebawah terhadap footwall (gambar 4.Suatu sesar jarang yang terdapat soliter (satu bidang).

terhadap Foot-Wall dan blok di sebelah kiri bidang sesar relatif mendekati pengamat.800). Adanya pola-pola kelurusan. yaitu sesar yang pergerakan Hanging-Wallnya relatif keatas d. b. (Pitch 100 . yaitu sesar yang pergerakan Hanging-Wallnya relatif kebawah terhadap Foot-Wall dan blok di sebelah kiri bidang sesar relatif mendekati pengamat.8 Diagram blok sesar normal 2. Sesar Normal Dextral.9 Diagram blok sesar naik c. III. Sesar Naik Dextral. . Strike-dip slip fault terbagi lagi atas kombinasi-kombinasi strike slip fault dan dip slip fault. Sesar Naik Sinistral.3 INDIKASI SESAR 1. Sesar Naik. yaitu sesar yang pergerakan Hanging-Wallnya relatif keatas terhadap dan Foot-Wall dan blok di sebelah kanan bidang sesar relatif mendekati pengamat. Gb 4.Gb 4. Strike-Dip Slip Fault atau (Oblique Fault). c. yaitu sesar yang pergerakan Hanging-Wallnya relatif keatas terhadap footwall (gambar 4. yaitu sesar yang pergerakan Hanging-Wallnya relatif kebawah terhadap Foot-Wall dan blok di sebelah kanan bidang sesar relatif mendekati pengamat. yaitu sesar yang pergerakannya relatif diagonal terhadap strike dan dip bidang sesar. Sesar Normal Sinistral.9). yaitu: a.

Catatan: (*) Dapat dilihat pada bahasan mengenai lapangan. Yaitu lipatan yang diakibatkan penggerusan pada batuan. Contohnya:Breksi sesar dan milonit. Erosi paa gawir umumya akan membentuk triangular facet. Triangular Facet. 7. 12. Keberadaan mata air panas. 4. 11. Suatu sesar akan mengakibatkan terbentuknya pola-pola kelurusan.dan gawir.punggungan.2.seperti kelurusan sungai. Suatu sesar dapat membentuk rekahan-rekahan lain yang lebih kecil (kekar) Keberadaan lipatan seret (Dragfold). Pergeseran batuan yang terjadi pada batuan akan membentuk bidang sesar (slicken side) yang didalamnya terdapat slicken line. Sesar akan mengakibatkan penghilangan atau perulangan urut-urutan batuan. Sesar-sesar yang dalam dapat mengakibatkan magma memanaskan aquifer air.dan pemetaan geologi BAB X GEOMORFOLOGI Pengertian Geomorfologi dan Sejarahnya Proses Geomorfologi Lembah. 6. 13. Intrusi batuan beku Sesar akan membentuk zona lemah yang kemudian dapat diterobos oleh intrusi. Adanya tatanan stratigrafi yang tidak teratur. 3. Keberadaan zona hancuran. Terjadi pada air yang mengalir pada sesar dip slip. Sungai Dan Pola Pengaliran BAB XI PALEONTOLOGI Pengertian Paleontologi Pengertian Fosil Pembentukan Fosil Pembagian Fosil Kegunaan Fosil BAB XII PERALATAN LAPANGAN DAN PENGGUNAANNYA BAB XIII PEMETAAN GEOLOGI .peta. 10. Keberadaan air terjun. Proses penggerusan pada skala besar yang diakibatkan oleh sesar akan menyebabkan perubahan orientasi dan kemiringan batuan yang disebut sebagai zona hancuran. 5. Keberadaan bidang gores garis (Slicken Side) dan Slicken Line. Keberadaaan kekar. Batuan sesar (fault rock).