You are on page 1of 11

HAND OUT MATA KULIAH TOPIK SUB TOPIK : Asuhan Kebidadnan II : FAktor - faktor yang mempengaruhi persalinan : 1.

Passage 2. Power 3. Passanger WAKTU DOSEN : 1 X 60 menit : Milatun Khanifah

OBJEKTIF PERILAKU SISWA : Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan dengan tepat faktor power dan passenger yang mempengaruhi persalinan. SUMBER PUSTAKA 1. Cunningham ,Mac Donald, Gant. 1995. Williams Obstetri. Alih Bahasa: Joko Suyono, Andry Hartono. Jakarta: EGC. 2. Depkes RI, 2003, Konsep Asuhan Kebidanan (Intranatal), Jakarta : Pusdiknakes WHO-JHPIEGO 3. Varney 1997, Varney’s Midwifery Berencana Untuk Pendidikan Bidan. Jakarta: EGC. 5. Syaifuddin BA, 2002 Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal, Jakarta : YBPSP 6. JNPKKR, 2002, Asuhan Persalinan Normal, Jakarta 4. Manuaba, Ida Bagus. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga

power dan passenger. b.otot uterus dalam persalinan. Power atau kekuatan yang mendorong janin dalam persalinan antara lain yaitu his dan kekuatan mengejan ibu. Di dalam persalInan his harus selalu dinpantau.PENDAHULUAN Ada tiga faktor utama yang mempengaruhi persalinan yaitu passage. Akibatnya kontraksi Broxton hicks akan meningkat. Frekuensi Adalah jumlah his dalam waktu tertentu biasanya dihitung per 10 menit. Peregangan ini menyebabkan makin rentan terhadap perubahan hormonal yang terjadi pada akhir kehamilan terutama perubahan hormonal. inilah yang disebut dengan his persalinan. Durasi Adalah lamanya setiap his berlangsung diukur dengan detik. Beberapa istilah yang perlu diperhatikan di dalam menilai /memantau his anatara lain yaitu: a. Pada minggu – minggu terakhir kehamilan uterus semakin teregang oleh karena isinya semakin bertambah. Faktor yang ketiga adalah Passanger yaitu janin yang akan melewati jalan lahir. Penurunan hormon progestetron yang bersifat menenangkan otot – otot uterus akan mudah direspon oleh uterus yang teregang sehingga mudah timbul kontraksi. Jika his pendahuluan semakin sering dan semakin kuat maka akan menyebabkan perubahan pada servik. POWER A. Apabila ada salah satu dari ketiganya terdapat masalah maka proses persalinan dapat terhambat. Pasage yaitu keadaan jalan lahir ibu baik jalan lahir keras maupun jalan lahir lunak. . Kontraksi merupakan suatu sifat pokok otot polos dan tentu saja hal ini terjadi pada otot polos uterus yaitu miometrium. I. His / Kontraksi uterus His adalah kontraksi otot. Peningkatan kontraksi Broxton Hic k pada akhir kehamilan disebut dengan his pendahuluan/ his palsu.

Interval Adalah masa relaksasi. d.c. maka aktivitas rahim 3 X 50 = 150 unit Montevideo. Aktivitas His Adalah frekuensi X amplitudo. Sifat His Dalam Persalinan Ada sifat-sifat anatomic yang unik pada otot miometrium (dan otot polos lainnya) dibandingkan dengan otot rangka. Amplitudo atau intensitas Adalah kekuatan his diukur dalam satuan mmHg. Karakteristik His Persalinan Sesungguhnya Dan His Persalinan Palsu His Persalinan His Palsu Rasa nyeri dengan interval teratur Rasa nyeri tidak teratur Interval antara rasa nyeri yang secara Tidak ada perubahan interval antara perlahan semakin pendek rasa nyeri yang satu dengan lainnya Waktu dan kekuatan kontraksi semakin Tidak ada perubahan pada waktu bertambah dan kekuatan kontraksi Rasa nyeri dibagian belakang dan Kebanyakan rasa nyeri bagian depan Berjalan akan menambah intensitas Ada hubungan antara pada abdomen bagian bawah Tidak ada perubahan rasa nyeri dengan berjalan tingkat Tidak ada hubungan antara tingkat kakuatan uterus dengan intensitas rasa nyeri dan Tidak ada perubahan pada serviks kekauatan kontraksi dengan intensitas dan rasa nyeri Menyebabkan pembukaan serviks penipisan C. Miometrium pada segmen atas . Contoh frekuensi suatu his 3 X/ 10 menit dan amplitudonya 50 mmHg. e. Dalam praktik kekuatan his hanya dapat diraba secara palpasi apakah sudah kuat atau masih lemah. B.

meskipun fisiologis kontraksi otot-otot uterus terasa sakit. Kontraksi uterus pada saat persalinan sebagian besar bersifat otonom. Ketenangan ini membuat perasaan sakit hanya sedikit atau sama sekali tidak terasa. Peregangan peritoneum yang membungkus uterus. Hipoxia miometrium yang berkontraksi  anoxia sel-sel otot dalam korpus uteri tempat terdapat banyak serabut saraf. 4. tidak hanya tergantung pada intensitas his.uterus tidak berelaksasi menjadi panjang aslinya setelah berkontraksi. Jika ia tahu apa yang akan terjadi padanya. Kontraksi uterus tidak sama kuat. tetapi beberapa hipotensi tentang penyebab rasa nyeri dikemukakan sebagai berikut : 1. yang terkuat di fundus dan terlemah di segmen bawah rahim atau disebut fundus dominant. tetapi tergantung pula pada keadaan mental orangnya. namun kadang-kadang dapat dipengaruhi dari luar secara fisik. yaitu pusat koordinasi his yang berada pada uterus di sudut tuba atau cornu uteri dimana gelombang ini berasal. Dari sini gelombang bergerak ke dalam dan ke bawah dengan kecepatan 2 cm tiap detik mencakup seluruh otot0otot uterus. Terdapat pace maker. Karena semakin memendeknya seratserat otot setiap kontraksi segemen atas uterus (segmen aktif) menjadi semakin menebal pada Kala I dan Kala II perslainan dan menjadi sangat tebal segera setelah kelahiran bayi. tetapi tegangannya tetap sama seperti sebelum kontraksi. Namun perasaan sakit pada waktu his amat subjektif. . Peregangan serviks pada waktu dilatasi. simetri dan intermiten. 2. kimia dan psikis. sehingga kontraksi ini bersifat terkoordinasi. Kompresi ganglia saraf di serviks dan uterius bawah oleh berkas-berkas tot yang saling mengunci. 3. Unuknya. tidak ada perasaan takut dan ia dapat menerima segala sesuatu yang terjadi dan yang akan terjadi. namun menjadi relative terpaku pada ukuran yang lebih pendek. Penyebab rasa nyeri tersebut tidak diketahui dengan pasti.

intensitas bervariasi dari 20 mmHg – 60 mmHg. His Pengeluaran (His mengedan/His Kala II) His pengeluaran sangat kuat. Perubahan pada ibu Rasa nyeri karena anoxia sel-sel otot rahim akibat kontraksi juga ada kemajuan nadi dan tekanan darah. rata-rata sekitar 40 mmHg. masih sedikit nyeri. Adalah his yang menimbulkan pembukaan dan serviks. His Pengiring (Kala IV) KOntraksi bersifat lemah. His Pelepasan Uri (Kala III) Kontraksi mulai turun. c. Terjadi koordinasi bersama antara his kontraksi otot perut. Perubahan-perubahan akibat his Perubahan pada uterus dan serviks Uterus teraba keras/padat karena kontraksi. His Pembukaan. . 2. menyebabkan pengecilan rahim D. Tekanan hidrostatis air ketuban dan tekanan intrauterine naik serta menyebabkan serviks menjadi mendatar (effacement) dan dilatasi. 4. His pengeluaran berfungsi untuk mengeluarkan janin. d. his ini mulai kuat. b. teratur. Interval teratur. berfungsi untuk melepaskan dan mengeluarkan plasenta. Denyut jantung janin melambat dan kurang jelas didengar karena adanya iskemia fisiologis. Frekuensi minimal 3 X dalam 10 menit. His ini terjadi sampai pembukaan serviks lengkap 10 cm. secara bertahap semakin memendek. teratur dan sakit.Durasi/lamanya his dalam persalinan berkisar antara 45 – 75 detik. 3. Perubahan pada janin Pertukaran oksigen pada sirkulasi utero-plasenter berkurang. maka timbul hipoksia janin. His persalinan menurut faal : 1. kontraksi diafragma dan ligament. simetris. terkoordinasi dan lama. Jika benar-benar terjadi hipoksia yang agak lama misalnya pada kontraksi tetanik maka akan terjadi gawat janin.

Ibu tidak dapat beristirahat dengan menahan kontraksi uterus yang terus menerus dengan durasi yang lama. Mempertahankan kesejahteraan janin. uteri. Tenaga mengejan ini hanya dapat berhasil. 1. 2. His dapat dibedakan menjadi dua yaitu his persalinan yang sesungguhnya dan his palsu. tetapi biasanya intensitasnya jauh lebih besar. Periode istrahat antara kontraksi Memberikan kesempatan kepada otot-otot uterus untuk Periode istirahat diatara dua kontraksi mempunyai fungsi utama antara lain : beristrahat. Pada saat kepala sampai pasda dasar panggul. mengkontraksikan otot-otot perutnya dan menekan diafragmanya ke bawah. Daam bahasa obstetric biasanya ini disebut mengejan. Disamping itu. 3. His adalah kontrasi otot-otot rahim dalam persalinan. kekuatankekuatan tahanan mungkin ditimbulkan oleh otot-otot dasar panggul dan aksi ligament. . anoksia dan kematian janin dalam uterus. Kekuatan yang mendorong janin dalam persalinan adalah his atau kontraksi uterus dan kekuatan mengejan ibu. Kekuatan mengedan ibu Setelah serviks terbuka lengkap kekuatan yang sangat penting pada ekspulsi janin adalah yang dihasilkan oleh peningkatan tekanan intra-abdomen yang diciptakan oleh kontraksi otot-otot abdomen.E. Sebab kontraksi terus menerus dapat menyebabkan rupture Memberikan kesempatan ibu untuk beristrahat. Summary : 1. Sifat kekuatan yang dihasilkan mirip seperti yang terjadi pada saat buang air besar. kontraksi uterus yang terus menrus dapat menyebabkan hipoksia janin. kalai pembukaan saudah lengkap dan paling efektif sewaktu kontraksi rahim/uterus. F. Pada saat kontraksi terjadi. pembuluh darah uterus terjepit. 2. timbul suatu reflek yang mengakibatkan pasien menutup glotisnya. 3.

Bagian tengkorak c. frontal Sutura sagitalis : batas antara kedua tulang parietal kiri dan kanan Tulang Tengkorak ( Cranium) Os nasalis Os maxilaris Os mandibularis Os zygomatic Os frontaiis Os parietalis Os temporalis Os occipitalis Sutura frontalis : batas antara kedua tulang a. maka bagian-bagian lain dengan mudah menyusul kemudian. intensitas. Posisi dan besar kepala janin dapat mempengaruhi jalannya persalinan sehingga dapat membahayakan hidup dan kehidupam janin kelak. Karakteristik his pada persalinan sesungguhnya antara lain yaitu : Rasa nyeri dengan interval teratur. hidup sempurna.1. II. Berjalan akan menambah Ada hubungan antara tingkat kekauatan kontraksi dengan intensitas rasa nyeri dan Menyebabkan penipisan dan pembukaan serviks. Rasa nyeri dibagian belakang dan bagian depan. cacat atau akhirnya meninggal. Bagian muka dan tulang-tulang dsar tengkorak (Basis Cranial) b. Sutura (merupakan batas antara 2 tulang) . Biasanya apabila kepala janin sudah lahir. PASSANGGER (JANIN) Bagian yang paling besar dank eras dari janin adlaah kepala janin. Interval antara rasa nyeri yang secara perlahan semakin pendek. Waktu dan kekuatan kontraksi semakin bertambah. 1.

berbentuk segi empat panjang.25 cm. sutura frontalis dan sutura koronaria. .5 b. Dengan ukuranm ± 9. Diameter Diameter Occipito frontalis. Dengan ukuran ± 9.5 cm. Dengan ukuran ± 8 cm. Diameter Biparietalis. Diameter Bitemporalis. dengan ukuran ± 12 cm. Diameter Mento Occipitalis Dengan ukuran ± 13. Diameter Sub Occipito Bregmatika.- Sutura Koronaris Sutura lamboidea : : batas batas antara antara tulang tulang parietal dan frontal parietal dan oksipital d. Ukuran Circumferensia (Keliling) Cirkumferensial fronto occipitalis ± 34 cm. Cirkumferensia sub occipito bregmatika ± 32 cm. merupakan pertemuan antara sutura sagitalis dan superior dengan 2 sutura lamboidea. Fontanel/Ubun-ubun (ruang antra sudut0sudut tulang yang ditutup dengan mambran) Fontanel mayor/fontanel anterior/ubun-ubun besar Merupakan pertemuan antara sutura sagitalis superior. Ukuran-ukuran kepala a. Cirkumferensia mento occipitalis ± 35 cm. cm. Berbentuk segi tiga. Jarak antara tulang oksiput dan frontal. Fontanel minor/fontanela posterior/ubun-ubun kecil. 2.

Ada kemungkinan pada letak janin yaitu letak memanjang. Lingkaran bokong ± 27 cm. Presentasi Presentasi digunakan untuk menetukan bagian janin yang ada di bagian bawah rahim yang dapat dijumpai dengan palpasi atau pemeriksaan dalam.3. Bagian terbawah janin : sama dengan presentasi hanya diperjelas istilahnya. Letak Janin Adalah hubungan antara sumbu panjang janin dengan sumbu panjang ibu. tergantung pada presentasinya. b. letak membujur dan letak miring/oblique. Postur janin dalam rahim a. biasnaya dengan tulang punggungnya. Janin umumnya dalam sikap fleksi dimana kepala. Bokong Lebar bokong (diameter intertrokanterika). c. serta lengan bersilang di dada. Ukuran badan lain a. Sikap janin bervariasi. Ada 3 kemungkinan pada presentasi janin yaitu presentasi kepala bokong dan bahu. ± 12 cm. Bahu Jaraknya ± 12 cm (jarak antara kedua akromion) Lingkaran bahu ± 34 cm. tulang punggung dan kaki dalam keadaan fleksi. Sikap (Habitus) Menunjukkan hubungan antara bagian-bagian janin dengan sumbu janin. a. 4. .

Jelaskan tentang frekuensi. letak janin. tulang-tulang tengkorak. Sebutkan sifat his dalam persalinan ! 6. Postur janin dalam rahim meliputi sikap (habitus). Ukuran badan lain yang sering digunakan yaitu diameter dan lingkaran bahu. serta lebar dan lingkaran bokong. interval dan amplitodi serta aktivitas pada penilaian his ! 4. ♦ ♦ Ukuran kepala yang sering digunakan untuk menilai Ukuran badan lain yaitu diameter dan lingkaran bahu janin antara lain yaitu ukuran diameter dan cirkumferensia (keliling) serta lebar dan lingkaran bokong. Jelaskan dengan bagan bagaimana mekanisme terjadi his persalinan ! 3. Summary Posisi dan besar kepala janin dapat mempengaruhi jalannya persalinan : ♦ Tulang tengkorak janin tersusun antara lain dari bagian muka dan tulang dasar tengkorak antara lain dari bagian muka dan tulang dasar tengkorak. tulang-tulang tengkorak. Posisi Merupakan indicator untuk menetapkan arah jalannya persalinan.d. Ukuran kepala yang sering digunakan untuk menilai janin antara lain yaitu diameter kepala dan circumferensia. presentasi dan posisi. sutura dan ubun-ubun. Tulang tengkorak janin tersusun antara lain dari bagian muka dan tulang dasar tengkorak. Jelaskan kembali perbedaan his persalinan sesungguhnya dan his persalinan palsu ! 5. Sebutkan kekuatan yang mendorong janin keluar ! 2. durasi. Uraikan kembali penyebab nyeri dalam persalinan ! . sutura dan ubun-ubun. Activity 1.

7. Sebutkan ukuran – ukuran kepala janin yang berperan dalam proses persalinan! 11. Jelaskan pembagian his dalam persalinan berdasarkan faalnya ! 8. Jelaskan perbedaan letak. Sebutkan tulang– tulang penyusun tengkorak janin! 10. presentasi dan posisi janin serta berikan masing – masing contohnya! . Uraikan perubahan-perubahan yang terjadi akibat kontraksi uterus ! 9. sikap.