Zat Pemutiara dalam Sediaan Kosmetika

Daroham Mutiatikum Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI, Jakarta

ABSTRAK Zat pemutiara adalah suatu zat yang digunakan dalam kosmetika untuk memberikan efek mengkilat seperti mutiara sehingga bagian wajah akan terlihat lebih segar. Zat pemutiara terdiri dari dua golongan yaitu sari mutiara alami (pearlessence) dan pigmen mutiara sintetis yang biasanya berupa serbuk logam dan garamnya. Karena serbuk logam yang terdapat dalam sediaan kosmetika dapat mengakibatkan iritasi, maka dianggap perlu untuk meneliti jenis logam yang terdapat dalam sediaan kosnietika. Dari pemeriksaan tiga sampel sediaan kosmetika yaitu eye shadow, serbuk pemutiara berwarna kuning emas dan serbuk pemutiara berwarna putih keperakan, dua sampel ternyata positif (+) mengandung Alumunium (Al).

PENDAHULUAN Kosmetika merupakan sesuatu yang penting untuk perawatan tubuh, wajah, rambut maupun kulit seseorang. Sesuai dengan bertambah baiknya tingkat kehidupan sosial seseorang serta berkembangnya ilmu pengetahuan maka pengertian kosmetika turut berkembang dan penggunaannya makin menyebar luas di kalangan masyarakat. Pada industri kosmetika yang modern, penggunaan bahanbahan yang dapat memberikan efek mengkilat dan bercahaya sekarang ini sangat digemari; bahan-bahan mi disebut sebagai zat pemutiara. Guanin adalah merupakan zat pemutiara yang diperoleh dan sisik ikan laut, merupakan kristal yang transparan, reflektif dan mengkilat seperti mutiara. Karena guanin sulit didapat maka digunakan pigmen sintetis seperti bismut oksi klorida dan serbuk logam (mika, alumunium, bronze). Zat pemutiara

terdapat dalam kosmetika seperti pada bedak, rouge, eye shadow dan cat kuku yang berfungsi untuk memberikan efek mengkilat. Penggunaan kosmetika yang secara sembarang dan terus menerus dapat mengakibatkan hal-hal yang kurang baik bagi sipemakai, karena logam yang terdapat dalam zat pemutiara dalam jumlah besar dapat mengiritasi kulit. Untuk itu perlu dilakukan penelitian tentang logam-logam yang terdapat dalam sediaan kosmetika yang berfungsi sebagai zat pemutiara. ZAT PEMUTIARA Zat pemutiara dapat digolongkan menjadi dua golongan yaitu: 1) Sari Mutiara Alami (Pearlessence) Sari Mutiara Alami yang sering digunakan adalah guanin

HASIL DAN PEMBAHASAN Dari hasil pemeriksaan golongan ternyata pada pemeriksaan Gol III A positif (+) terjadi endapan putih. secara bertahap dilarutkan dulu dalain HCl encer. dapat diperoleh dan sisik ikan laut. 4) Larutan zat asal + 10 ml (NH4)2CO3 terjadi endapan putih. Larutan ini Iangsung dipakai untuk penyelidikan kation. dalam keadaan murni tidak beracun. pada lapisan Ganoid yaitu lapisan luar yang merupakan substansi garam anorganik. .5 ml larutan zat ± beberapa tetes HCl 6 N sampai endapan sempurna (kalau teijadi endapan). tapi dapat menyebabkan dermatitis yang timbul akibat pemakaian cat kuku. Guanin dalam perdagangan dijumpai dalam bentuk suspensi nitrosellulosefbutil asetat dengan prosentase 11% dan dipergunakan dalam cat kuku. yang tak larut dalam NH4OH berlebih. tidak larut dalam air. Bahan yang digunakan sebagai pigmen-pigmen sintetis adalah: – Titanium dioksida (TiO2) – Timika (Titan mika) – Bismut oksi kiorida (BiOCl) – Kalsium Karbonat (CaCO3) – Serbuk logam seperti serbuk alumunium. apabila tidak larut dalam air. Guanin mempunyai indek refleksi yang tinggi dan bersinar seperti mutiara.(2 amino 6 hidroksi purin). alkohol dan eter. serbuk bronze. rumus bangunnya adalah: Bagan Pemisahan Kation dalam Golongan menggunakan Sistem H2S Pada 1. Guanin berbentuk kristal rhombik. HNO3 pekat. juga digunakan dalam sediaan kosmetika yang lain seperti misalnya bedak. – Garam-garam stearat. rouge dan eye shadow. Reaksi identifikasi terhadap Gol III A memberikan reaksi positif terhadap logam alumunium (Al). serbuk mika. kemudian HCI pekat dan seterusnya HNO3 encer. yang tidak larut dalam NH berlebih 3) Larutan zat asal + NaOH terjadi endapan putih. kuning emas dan sebagainya yang dapat menimbulkan efek mengkilat. 2) 1 ml filtrat + NaOH 4 N berlebih a) 1 tetes larutan + 1 tetes air + 1 tetes alizarin S + HAc encer sampai warna alizanin S hilang + HAc encer timbul warna merah jambu b) Filtrat + NH4OH panaskan sampai terjadi endapan putih. Bila masih tidak larut. reflektif dan mengkilat. Identifikasi Gol III A untuk logam Alumunium (Al) 1) 1 ml filtrat + HC1 encer + NH4 panaskan. kemudian saring Guanin terdiri dari suspensi kristal yang transparan. BAHAN DAN CARA Bahan yang digunakan: 1) Eye Shadow 2) Serbuk zat pemutiara warna kuning emas 3) Serbuk zat pemutiara warna putih keperakan 4) Reagen kimia untuk reaksi warna dan identifikasi. terjadi endapan putih. 2) Pigmen-pigmen Mutiara Sintetis Biasanya merupakan senyawa logam berat dan serbuk logam yang mempunyai bermacam-macam corak warna seperti putih keperak-perakan. dilarutkan dalam Air raja yaitu campuran 3 bagian HCI pekat dan I bagian HNO3 pekat. Metode analisis Masing-masing cuplikan dilarutkan dalam air.

1970. II. 2. Lembaga limu Pengetahuan Alam. New York. Hasil pemeriksaan golongan dari beberapa sediaan shadow. KESIMPULAN Zat pemutiara yang digunakan tanpa zat pembawa sangat berbahaya apabila digunakan secara sembarang. 1962. Formulation and Function of Cosmetic. tapi dapat mengiritasi kulit. Edisi II. Bandung. 1972. Garam-garam Alumunium dapat merupakan astringen pada konsentrasi tertentu. zat pemutiara berwarna kuning emas dan zat pemutiara berwarna putih keperakan ternyata dua sediaan positif mengandung Alumunium (Al) yaitu eye shadow dan zat pemutiara berwarna kuning emas.Tabel 1. Thoroughly Revised. Universitas Padjadjaran. Inc. The Principles and Practice of Modern Cosmetic. Inc. Zat pemutiara yang biasa digunakan dalam sediaan kosmetika konsentrasinya tidak lebih dan 10%. Seventh Ed. New York: Chemical PubI Co. Harry RG. 4. Cosmetic Science and Tehnology. Balsam MS. Second ed. Farmakope Indonesia. Toronto: Wiley Interscience John Wiley & Sons Inc. New York. Dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap 3 sediaan kosmetika yaitu eye Patience is the ability to put up with people you'd like to put down . Keterangan Serbuk I = Serbuk II = Zat pemuriara berwarna kuning emas Zat pemu tiara berwarna putih keperakan Serbuk logam Alumunium sering digunakan dalam formula bedak sebagai zat yang dapat memberikan daya kilat yang lebih baik daripada zat pemutiara buatan lainnya. Anonymous. Sagarin E. Vol I. Vol I. 3. 5. Diktat Penuntun Praktikum Kimia Analisa Kualitatif Anorganik.. Roger’s Inorganic Pharmaceutical Chemistry. London. Philadelphia: Lea & Febiger. Labora torium Kimia Analitik. London. KEPUSTAKAAN 1. Sydney. karena Alumunium mudah tercampur dan menghasilkan efek yang lebih baik seperti mutiara. III. Departemen Kesehatan Repubtilc Indonesia 1979.lll. Toronto: Division of John Wiley & Sons. Sydney. 6. SARAN Agar dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai konsentrasi kadar logam berat tersebut pada beberapa sediaan kosmetika dengan jumlah sampel yang lebih besar. Jellinek JS.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful