Latar Belakang Penyakit paru obstruktif kronik (COPD) mewakili beban kesehatan global dan akan berpindah dari

12 tempat untuk menjadi penyebab terbesar kelima cacat kehilangan kehidupan disesuaikan tahun 2020. Kelahiran dan kematian menjadi faktor yang berhubungan erat dengan kondisi hasil dari eksaserbasi penyakit COPD, dan seringkali eksaserbasi dikaitkan dengan penurunan fungsi paru-paru yang lebih cepat. Eksaserbasi (housebound, terbaring di tempat tidur atau dirawat di rumah sakit) ini berdampak pada kehidupan sehari-hari. Eksaserbasi akut akan menurunkan status kesehatan pasien PPOK. Untuk memperkecil timbulnya gangguan status kesehatan maka pasien PPOK harus mencegah eksaserbasi ulangan dan mengurangi frekuensi eksaserbasi. Eksaserbasi pada pasien PPOK akan mempengaruhi kualitas hidup dalam 2 tahun ke depan. Oleh karena itu tinjauan sistematis efektivitas inovasi dalam perawat yang dipimpin manajemen telah menyimpulkan bahwa ada sedikit bukti untuk mendukung intervensi, tetapi para penulis menyimpulkan bahwa data terlalu jarang harus tertentu, dan tak satu pun dari studi yang diperpanjang durasi 12 bulan. Perawat kemudian mengadakan randomised controlled trial untuk menentukan efek care program manajemen pasien yang telah dilarikan dengan keluhan eksaserbasi akut COPD. Paket perawatan dimasukkan awal rehabilitasi paru-paru yang diikuti dengan penekanan pada diri pendidikan dan perawat tindak lanjut selama 2 tahun.