You are on page 1of 42

BAB I PENDAHULAN A. LATAR BELAKANG Invark Miokatd merupakan penyebab kematian utama bagi laki-laki dan perempuan di USA.

Diperkirakan lebih dari 1 juta orang menderita infark miokard setiap tahunnya dan lebih dari 600 orang meninggal akibat penyakit ini. Penyakit jantung koroner terutama disebabkan oleh kelainan miokardium akibat insufisiensi aliran darah koroner karena arterosklerosis yang merupakan proses degeneratif, di samping banyak faktor lain. Karena itu dengan bertambahnya usia harapan hidup manusia Indonesia, kejadiannya akan makin meningkat dan menjadi suatu penyakit yang penting; apalagi sering menyebabkan kematian mendadak. Untungnya saat ini terdapat pengobatan mutakhir bagi heart attack yang dapat menyelamatkan nyawa dab mencegah kecacatan yang disebabkannya. Pengobatan paling efektive bila dimulaai dalam 1 jam dari permulaan gejala. So jika menemui ada orang yang mengalami serangan jantung segera hubungi 911 atau di Indonesia 118. B. TUJUAN PENULISAN 1. Menambah wawasan dan pengetahuan tentang asuhan keperawatan pada penyakit infark miokard 2. Sebagai salah satu tugas keperawatan dewasa I sebangai pemenuhan tugas yang diberikan 3. Sebagai bahan persentase yang disajikan dalam diskusi kelompok di kampus STIKES Baramuli Pinrang.

BAB II

PEMBAHASAN A. KONSEP DASAR 1. Devinisi Invark Miokatd merupakan kondisi kematian pada miokard (otot jantung) akibat dari aliran darah ke bagian otot jantung terhambat. Infark Miokard adalah suatu proses dimana jaringan miokard mengalami kerusakan (nekrosis) dalam region jantung yang mengurangi suplai darah adekuat karena penurunan aliran darah koroner. 2. Etiologi Intinya Infark Miokard terjadi jika suplai oksigen yang tidak sesuai dengan kebutuhan tidak tertangani dengan baik sehingga menyebabkab kematian sel-sel jantung tersebut. Beberapa hal yang menimbulkan gangguan oksigenasi tersebut diantaranya: 1. Berkurangnya suplai oksigen ke miokard. Menurunya suplai oksigen disebabkan oleh tiga factor, antara lain: a. Faktor pembuluh darah

Hal ini berkaitan dengan kepatenan pembuluh darah sebagai jalan darah mencapai sel-sel jantung. Beberapa hal yang bisa mengganggu kepatenan pembuluh darah diantaranya: atherosclerosis, spasme, dan arteritis. Spasme pembuluh darah bisa juga terjadi pada orang yang tidak memiliki riwayat penyakit jantung sebelumnya, dan biasanya dihubungkan dengan beberapa hal antara lain: (a) mengkonsumsi obat-obatan tertentu; (b) stress emosional atau nyeri; (c) terpapar suhu dingin yang ekstrim, (d) merokok. b. Faktor Sirkulasi

Sirkulasi berkaitan dengan kelancaran peredaran darah dari jantung keseluruh tubuh sampai kembali lagi ke jantung. Sehingga hal ini tidak akan lepas dari factor pemompaan dan volume darah yang dipompakan. Kondisi yang menyebabkan gangguan pada sirkulasi diantaranya kondisi hipotensi. Stenosis maupun isufisiensi yang terjadi pada katup-katup jantung (aorta, mitrlalis, maupun trikuspidalis) menyebabkan menurunnya cardac out put (COP). Penurunan COP yang diikuti oleh penurunan sirkulasi menyebabkan bebarapa bagian tubuh tidak tersuplai darah dengan adekuat, termasuk dalam hal ini otot jantung. c. Faktor darah

Darah merupakan pengangkut oksigen menuju seluruh bagian tubuh. Jika daya angkut darah berkurang, maka sebagus apapun jalan (pembuluh darah) dan pemompaan jantung maka hal tersebut tidak cukup membantu. Hal-hal yang menyebabkan terganggunya daya angkut darah antara lain: anemia, hipoksemia, dan polisitemia. 2. Meningkatnya kebutuhan oksigen tubuh Pada orang normal meningkatnya kebutuhan oksigen mampu dikompensasi diantaranya dengan meningkatkan denyut jantung untuk meningkatkan COP. Akan tetapi jika orang tersebut telah mengidap penyakit jantung, mekanisme kompensasi justru pada akhirnya makin memperberat kondisinya karena kebutuhan oksigen semakin meningkat, sedangkan suplai oksigen tidak bertambah. Oleh karena itu segala aktivitas yang menyebabkan meningkatnya kebutuhan oksigen akan memicu terjadinya infark. Misalnya: aktivtas berlebih, emosi, makan terlalu banyak dan lain-lain. Hipertropi miokard bisa memicu terjadinya infark karea semakin banyak sel yang harus disuplai oksigen, sedangkan asupan oksien menurun akibat dari pemompaan yang tidak efektive.

3. Fisiologi Sirkulasi Koroner Arteri koroner kiri memperdarahi sebagaian terbesar ventrikel kiri, septum dan atrium kiri. Arteri koroner kanan memperdarahi sisi diafragmatik ventrikel kiri, sedikit bagian posterior septum dan ventrikel serta atrium kanan. Nodus SA lebih sering diperdarahi oleh arteri koroner kanan daripada kiri. (cabang sirkumfleks). Nodus AV 90% diperdarahi oleh arteri koroner kanan dan 10% diperdarahi oleh arteri koroner kiri (cabang sirkumfleks). Dengan demikian, obstruksi arteri koroner kiri sering menyebabkan infark anterior dan infark inferior disebabkan oleh obstruksi arteri koroner kanan. 4. Patogenesis Umumnya IMA didasari oleh adanya ateroskeloris pembuluh darah koroner. Nekrosis miokard akut hampir selalu terjadi akibat penyumbatan total arteri koronaria oleh trombus yang terbentuk pada plak aterosklerosis yang tidak stabil, juga sering mengikuti ruptur plak pada arteri koroner dengan stenosis ringan (50-60%). Kerusakan miokard terjadi dari endokardium ke epikardium, menjadi komplit dan ireversibel dalam 3-4 jam. Secara morfologis, IMA dapat terjadi transmural atau subendokardial. IMA transmural mengenai seluruh dinding miokard dan terjadi pada daerah distribusi suatu arteri koroner. Sebaliknya pada IMA sub-endokardial, nekrosis terjadi hanya pada bagian dalam dinding ventrikel. 5. Patofisiologi Infark miokardium mengacu pada proses rusaknya jaringan jantung akibat supali darah yang tidak adekuat sehingga aliran darah koroner berkurang. Penyebab penurunan suplai darah mungkin akibat penyempitan kritis arteri koroner karena aterosklerosis atau penyumbatan total arteri oleh emboli atau trombus. Penurunan aliran darah koroner juga bisa diakibatkan oleh syok atau perdarahan. Pada setiap kasus ini selalu terjadi ketidak seimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen jantung. 30 menit setelah terjadi sumbatan, perdarahan metabolik terjadi sebagai akibat dari iskemia. Glikosis anaerob berperan dalam menyediakan energi untuk

menghasilkan laktase.Perubahan-perubahan pada elektro potensial membran, setelah 20 menit terjadi perubahan-perubahan seluler meliputi ruptur lisotum dan defek struktural sarkolema yang menjadi ireversibel pada sentral zone infark. Zone iskemia yang ada di sekitar area infark mungkin tersusun oleh sel-sel normal atau sel-sel abnormal. Area iskemia ini dapat membalik apabila sirkulasi terpenuhi secara adekuat. Tujuan terapi adalah memperbaiki area iskemia tersebut dan mencegah perluasan sentral zone nekrosis. Miokard infark mengganggu fungsi ventrikuler dan merupakan predisposisi terhadap perubahan hemodinamik yang meliputi : Kemunduran kontraksi, penurunan stroke volume, gerakan dinding abnormal, penurunan fraksi ejeksi peningkatan ventrikuler kiri pada akhir sistole dan volume akhir diastole, dan peningkatan tekanan akhir diastolik ventrikuler. Mekanisme kompensasi output cardial dan perfusi yang mungkin meliputi stimulasi refleks simpatetik untuk meningkatkan kecepatan jantung, vasokonstriksi, hipertrofi ventrikuler, serta retensi air tuntutan dengan miokardial. Tapi direncanakan untuk mencukupi kebutuhan dengan dan menurunkan tuntutan terhadap oksigen. Proses penyembuhan miokard infark memerlukan waktu beberapa minggu. Dalam waktu 24 jam terjadi udema seluler dan infiltrasi leukosit. Enzim-enzim jantung dibebaskan menuju sel. Degradasi jaringan dan nekrosis terjadi pada hari kedua atau ketiga. Pembentukan jaringan parut dimulai pada minggu ketiga sebagai jaringan konektif fibrous yang menggantikan jaringan nekrotik, terbentuk dalam 6 minggu sampai 3 bulan. jaringan parut menetap

Miokard infark paling sering terjadi pada ventrikel kiri dan dapat dinyatakan sesuai area miokardium yang terkena. Apabila mengenai tiga sekat dinding miokardium maka disebut infark transmural dan apabila hanya sebatas bagian dalam miokardium disebut infark sebendokardial. Miokard infark juga dapat dinyatakan sesuai dengan lokasinya pada jantung, yang secara umum dapat terjadi pada sisi posterior, anterior, septal anterior, anterolateral, posteroinferior dan apical. Lokasi dan luasan lesi menentukan sejauh mana kemunduran fungsi terjadi, komplikasi dan penyembuhan.6. Gejala Klinis Keluhan yang khas ialah nyeri dada retrosternal, seperti diremas-remas, ditekan, ditusuk, panas atau ditindih barang berat. Nyeri dapat menjalar ke lengan (umumnya kiri), bahu, leher, rahang bahkan ke punggung dan epigastrium. Nyeri berlangsung lebih lama dari angina pectoris dan tak responsif terhadap nitrogliserin. Kadang-kadang, terutama pada pasien diabetes dan orang tua, tidak ditemukan nyeri sama sekali. Nyeri dapat disertai perasaan mual, muntah, sesak, pusing, keringat dingin, berdebar-debar atau sinkope. Pasien sering tampak ketakutan. Walaupun IMA dapat merupakan manifestasi pertama penyakit jantung koroner namun bila anamnesis dilakukan teliti hal ini sering sebenarnya sudah didahului keluhan-keluhan angina, perasaan tidak enak di dada atau epigastrium. Kelainan pada pemeriksaan fisik tidak ada yang spesifik dan dapat normal. Dapat ditemui BJ yakni S2 yang pecah, paradoksal dan irama gallop. Adanya krepitasi basal menunjukkan adanya bendungan paru-paru. Takikardia, kulit yang pucat, dingin dan hipotensi ditemukan pada kasus yang relatif lebih berat, kadang-kadang ditemukan pulsasi diskinetik yang tampak atau berada di dinding dada pada IMA inferior. 7. Diagnosis Banding 1. 2. Angina Pectoris tidak stabil/insufisiensi koroner akut. Diseksi aorta (nyeri dada umumnya sangat hebat, dapat menjalar ke perut dan punggung).

3. 4. 5. 6. IMA)

Kelainan saluran cerna bagian atas (hernia diafragmatika, esofagitis refluks) Kelainan lokal dinding dada (nyeri bersifat lokal, bertambah dengan tekanan atau perubahan posisi tubuh) Kompresi saraf (terutama C8, nyeri pada distribusi saraf tersebut) Kelainan intra-abdominal (kelainan akut, pankreatitis dapat menyerupai

8. FAKTOR PENCETUS Faktor pencetus terjadinya Miokard infark yaitu : a. Stress. b. Cuaca yang dingin atau panas. c. Pekerjaan fisik. d. Merokok. e. Minum kopi. 9. MANIFESTASI KLINIS a. Nyeri dada yang terjadi secara mendadak dan terus tidak mereda, biasanya diatas region sternal bawah dan abdomen bagian atas, ini merupakan gejala utama. b. Keparahan nyeri dapat meningkat secara menetap sampai nyeri tidak dapat tertahankan lagi. c. Nyeri ini sangat sakit, seperti ditusuk-tusuk yang dapat menjalar kebahu dan terus ke bawah menuju lengan (biasanya lengan kiri). d. Nyeri mulai secara spontan (tidak terjadi setelah kegiatan atau gangguan emosional), menetap selama beberapa jam atau hari, dan tidak hilang dengan bantuan istirahat atau nitrogliserin (NTG). e. Nyeri dapat menjalar ke arah rahang dan leher.
f. Nyeri sering disertai dengan sesak nafas, pucat, dingin, diaforesis berat,

pening atau kepala terasa melayang dan mual serta muntah.

g. Pasien dengan diabetes mellitus tidak akan mengalami nyeri yang hebat karena neuropati yang menyertai diabetes dapat mengganggu neuroreseptor (menumpulkan pengalaman nyeri)

B. PENGKAJIAN KEPERAWATAN Riwayat Keperawatan dan Pengkajian Fisik: Berdasarkan klasifikasi Doenges dkk. (2000) riwayat keperawatan yang perlu dikaji adalah: 1. Aktivitas/istirahat: Gejala: Kelemahan, kelelahan, tidak dapat tidur Riwayat pola hidup menetap, jadual olahraga tak teratur Tanda: Takikardia, dispnea pada istirahat/aktivitas 2. Sirkulasi: Gejala: Riwayat IM sebelumnya, penyakit arteri koroner, GJK, masalah TD, DM. Tanda: - TD dapat normal atau naik/turun; perubahan postural dicatat dari tidur sampai duduk/berdiri. - Nadi dapat normal; penuh/tak kuat atau lemah/kuat kualitasnya dengan pengisian kapiler lambat; tidak teratur (disritmia) mungkin terjadi. - BJ disfungsi otot papilar. mukosa. Friksi; dicurigai perikarditis Irama jantung dapat teratur atau tak teratur. Edema, DVJ, edema perifer, anasarka, krekels mungkin ada dengan gagal jantung/ventrikel. Pucat atau sianosis pada kulit, kuku dan membran ekstra (S3/S4) mungkin menunjukkan gagal jantung/penurunan kontraktilitas atau komplian ventrikel Murmur bila ada menunjukkan gagal katup atau

3. Integritas ego: Gejala: Tanda: - Menolak, menyangkal, cemas, kurang kontak mata - Gelisah, marah, perilaku menyerang - Fokus pada diri sendiri/nyeri. 4. Eliminasi: Tanda: Bunyi usus normal atau menurun 5. Makanan/cairan: Gejala: Mual, kehilangan napsu makan, bersendawa, nyeri ulu hati/terbakar. Tanda: Penurunan turgor kulit, kulit kering/berkeringat Muntah, Perubahan berat badan Menyangkal gejala penting. Takut mati, perasaan ajal sudah dekat Marah pada penyakit/perawatan yang tak perlu Kuatir tentang keluarga, pekerjaan dan keuangan.

6. Hygiene: Gejala/tanda: Kesulitan melakukan perawatan diri.

7. Neurosensori: Gejala: Pusing, kepala berdenyut selama tidur atau saat bangun (duduk/istirahat) Tanda: Perubahan mental

Kelemahan

8. Nyeri/ketidak nyamanan: Gejala: Nyeri dada yang timbul mendadak (dapat/tidak berhubungan dengan aktifitas), tidak hilang dengan istirahat atau nitrogliserin. Lokasi nyeri tipikal pada dada anterior, substernal, prekordial, dapat menyebar ke tangan, rahang, wajah. Tidak tertentu lokasinya seperti epigastrium, siku, rahang, abdomen, punggung, leher. Kualitas nyeri crushing, menusuk, berat, menetap, tertekan, seperti dapat dilihat. Instensitas nyeri biasanya 10 pada skala 1-10, mungkin pengalaman nyeri paling buruk yang pernah dialami. Catatan: nyeri mungkin tak ada pada pasien pasca operasi, dengan DM, hipertensi dan lansia. Tanda: Wajah meringis, perubahan postur tubuh. Menangis, merintih, meregang, menggeliat. Menarik diri, kehilangan kontak mata Respon otonom: perubahan frekuensi/irama jantung, TD, pernapasan, warna kulit/kelembaban, kesadaran. 9. Pernapasan: Gejala: Dispnea dengan/tanpa kerja, dispnea nokturnal Batuk produktif/tidak produktif Riwayat merokok, penyakit pernapasan kronis

Tanda: Peningkatan frekuensi pernapasan

10.

Pucat/sianosis Bunyi napas bersih atau krekels, wheezing Sputum bersih, merah muda kental Interaksi sosial:

Gejala: Stress saat ini (kerja, keuangan, keluarga) Kesulitan koping dengan stessor yang ada (penyakit, hospitalisasi)

Tanda: 11. Gejala: Riwayat keluarga penyakit jantung/IM, DM, Stroke, Hipertensi, Penyakit Vaskuler Perifer Riwayat penggunaan tembakau Tes Diagnostik Tes diagnostik yang sering dilakukan diuraikan pada tabel berikut: Jenis Pemeriksaan - EKG Interpretasi Hasil - Masa setelah serangan: - Beberapa jam: variasi normal, Kesulitan istirahat dengan tenang, respon emosi meningkat Menarik diri dari keluarga Penyuluhan/pembelajaran:

perubahan tidak khas sampai adanya Q patologis dan elevasi segmen ST - Sehari/kurang seminggu: inversi

gelombang T dan elvasi ST berkurang - Seminggu/beberapa bulan:

gelombang Q menetap - Setahun: pada 10% kasus dapat kembali normal. - Laboratorium: Enzim/Isoenzim Jantung
- Peningkatan kadar enzim (kreatin-

fosfokinase

atau

aspartat

amino laktat atau

transferase/SGOT, dehidrogenase/-HBDH) isoenzim indikator spesifik IMA.

(CPK-MB)merupakan

-Radiologi

- Tidak banyak membantu diagnosis IMA tetapi berguna untuk mendeteksi adanya bendungan paru (gagal jantung), kadang dapat ditemukan kardiomegali.

-Ekokardiografi

- Dapat tampak kontraksi asinergi di

daerah yang rusak dan penebalan sistolik dinding jantung yang menurun. Dapat mendeteksi daerah dan luasnya kerusakan miokard, adanya penyulit seperti anerisma ventrikel, trombus, ruptur muskulus papilaris atau korda tendinea, ruptur septum, tamponade akibat ruptur jantung, pseudoaneurisma jantung. - Berguna bila hasil pemeriksaan lain

-Radioisotop

masih meragukan adanya IMA. - Leokosit(10.000-20.000) biasanya

-Sel darah putih

tampak hari ke dua setelah IM sehubungan dengan proses inflamasi. Meningkat pada hari kediua-ketiga setelah

- Kecepatan sedimentasi

MI, menujukkan inflamasi Mungkin normal tergantung abnormalitas

Kimia

fungsi/perpusi organ akut/kronis Dapat menunjukkan hipoksia atau proses penyakit paru akut/kronis

GDA/Oksimentri nadi Kolestrol/trigeliserida serum

Meningkat ventrikuler Mungkin

menujukkan

pembesaran

jantung diduga GJK atau aneurisma

normal

atau

menujukkan

pembesaran jantung diduga GJK atau Foto dada aneurisma ventrikuler Mungkin dilakukan untuk menentukan dimensi, serambi, gerakan katup/dinding ventrikuler dan komfigurasi/fungsi katup Ekokardiogram Thanium: mengevaluasi aliran darah mio kardia Pemeriksaan pencitraan nuklir Pencitraan darah jantung/MUGA dan status mio kardia (lokasi/luarnya IM akut/kronis Technetium: terkumpul dalam sel iskemi disekitar area nekrotik

Mengevaluasi

penampilan

ventrikel

khusus dan umum, gerakan dinding regional, dan fraksi ejeksi(aliran darah) Angiografi koroner Menggambarkan koroner dan penyempitan biasanya arteri

dilakukan

sehubungan dengan pengukuran tekanan serambi dan mengkaji fungsi ventrikel kiri(traksi ejeksi). Prosedur tidak selalu dilakukan pada fase akut IM kejuali mendekati bedah jantung angioplasti/emergensi Tehnik yang dilakukan untuk

menggambarkan status penampilan arteri dan untuk mendeteksi penyakit arteri Digital substraction angiography(DSA) periper

C. DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. 2. 3. 4. Nyeri akut b/d iskemia miokard akibat sumbatan arteri koroner. Intoleransi aktivitas b/d ketidakseimbangan suplai oksigen miokard Kecemasan (uraikan tingkatannya) b/d ancaman/perubahan kesehatan(Risiko tinggi) Penurunan curah jantung b/d perubahan frekuensi, irama

dengan kebutuhan tubuh. status sosio-ekonomi; ancaman kematian. dan konduksi listrik jantung; penurunan preload/peningkatan tahanan vaskuler sistemik; infark/diskinetik miokard, kerusakan struktuaral seperti aneurisma ventrikel dan kerusakan septum.

5. 6.

(Risiko tinggi) Perubahan perfusi jaringan b/d penurunan/sumbatan (Risiko tinggi) Kelebihan volume cairan b/d penurunan perfusi ginjal;

aliran darah koroner. peningkatan natrium/retensi air; peningkatan tekanan hidrostatik atau penurunan protein plasma. 7. Kurang pengetahuan (tentang kondisi dan kebutuhan terapi) b/d kurang terpajan atau salah interpretasi terhadap informasi tentang fungsi jantung/implikasi penyakit jantung dan perubahan status kesehatan yang akan datang.

Nyeri (akut) berhubungan dengan iskemia jaringan sekunder terhadap sumbatan arteri koroner DIAGNOSA KEPERAWATAN Dapat dihubungkan dengan : iskemia jaringan sekunder sumbatan arteri koroner keluhan nyeri penyebaran wajah meringis gelisah, perubahan tinggkat kesaradan perubahan nadi, TD menyatakan nyeri dada hilang/terkontrol mendemonstrasikan relaksasi Hasil yang diharapkan/kreteria evaluasi-pasien akan: penggunaan teknik dada terhadap

dengan/tampa

Kemungkinan dibuktikan oleh:

menujukkan penurunannya rileks, mudah bergerak.

tegangang,

TINDAKAN/INTERVESI Mandiri Pantau/cacat krasteristik nyeri,


-

RASIONAL Variasi penampilan dan perilaku

cacat laporan verbal, petunjuk non verbal, dan respon hemodinamik, mencengkram dada, nafas cepat, TD/frek jantung berubah

pasien karena nyeri terjadi sebagai temuan pengkajian. Kebanyakan pasien dengan IM akut tampak sakit, distraksi, dan berfokus pada nyeri. Pernafasan mungkin meningkat sebagai akibat nyeri dan berhubungan akan dengan cemas, sementara hilangnya stress menimbulkan katekolamin meningkatkan kecepatan jantung dan TD Nyeri sebagai pengalaman subjektif

Ambil

gambaran

lengkap

dan harus digambarkan oleh pasien. Bantu pasien untuk menilai nyeri dengan membandingkannya dengan pengalaman yang lain. Dapat membadingkan nyeri yang komplikasi infark, emboloi seperti paru, nyeri peradaan ada dari pola sebelumnya, sesuai dengan identifikasi meluasnya perikarditis. Penundaan pelaporan

terhadap nyeri termasuk lokasi; intervensi (0-10); lamanya; kualitas (dangkal /menyebar) dan penyebara. Kaji ulang riwayat angina

sebelumnya,

nyeri

menyerupai

angina, atau nyeri IM. Diskusikan riwayat keluarga Anjurkan pasien untuk

menghambat

melaporkan nyeri dengan segera

nyeri/mememrlukan peningkatan dosis obat. Selai itu, nyeri berat dapat menyebabkan syok dengan merangsang

system syaraf simpatis, mengakibatkan kerusakan Berikan lingkungan perlahan, yang dan tenang, aktivitas lanjut dan mengganggu eksternal diagnostic dan hilangnya nyeri. Menurunya rangsangan dimana ansietas dan regangan jantung serta keterbiasaan kemampuan koping dan keputusan terhadap situasi terhadap ini. teknik dalam dikstraksi, Membantu dalam penurunan

tindakan nyaman (contoh sprei yang kering/takterlipat, punggung) Bantu pendekatan melakukan mis, nafas perilaku tenang dan dengan percaya. relaksasi, perlahan, gosokan pasien

persepsi/respon positif -

nyeri.memberikan

control situasi, meningkatkan perilaku Hipotensi/deprei pernafasan dapat sebagai akibat ini pemberian dapat Masalah

visualisasi, bimbingan imajinasi Periksa tanda fital sebelum san sesudah obat nekrotik.

terjadi nekrotik.

meningkatkan kerusakan miokardia pada adanya kegagalan ventrikel Kolaborasi Berikan oksigen tambahan dengan kanula nasal atau masker sesuai dengan indikasi Berikan obat sesui dengan indikasi,cont Antiangina, contoh nitrogliserin
-

Meningkatkan jumlah oksigen yang mengurangi ketidaknyamanan

ada untuk pemakaiyan miokardia dan juga sehubungan dengan iskemia jaringan.

Nitrat berguna untuk control nyeri

(Nitro-bit, Nitrotsat, Nitro-Dur)

dengan efek vasiodilatasi koroner, yang meningkatkan aliran darah korone dan

perfusi miokardia. Efek vasiodilatasi perifer kembali menurunkan volume darah kejantung(preload) sehingga

menurunkan kerja otot jantung dan keburuhan oksigen


-

Penyakit-,

contoh

Agen

penting

kedua

untuk

atenolol(tenormin);pindolol(Visiken );propanolol (Inderal)

mengontrol nyeri melalui efek hambatan rangsangan simpatis, dengan begitu menujukkan kebutuhan Catatan: sangat negative FJ, oksigen TD sistolik, dan Dapat miokard.

diberikan sendiri atau dngan nitrat. penyekat-munhgkindikontra terganggu, dapat karena lebih inotropik indikasi bila kontraktilitas miokardia menurunkan

kontratilitasi. Analgesic, contoh


-

Meskipun morfin IV adalah pilihan,

morfin,meperidin(Demerol)

suntikan narkotik lain dapat dipakai pada fase akut/nyeri dada berulang yang tak hilang dengan nitrogliserin untuk menunjukkan nyeri hebat, memberikan sedasi, dan mengurangi kerja miokard. Hindari suntikan IM dapat menggangu indicator diagnostic CPK dan tidak absorsi perfusi. baik oleh jaringan kurang

Penyekat

saluran

kalsium,

contoh

Efek vasilotasi dapat menungkatkan

verapamil (calan);diltiazem (prokardia)

aliran darah koroner, sirkulasi kolateral

dan menunjukkan preload dan kebutuhan oksigen diantaranya


-

miokardia. mempunyai ini untuk arteri

Beberapa property membuka koroner total.

Angioplasti PTCA juga disebut

antidisritmia.
-

Angioplasti balon.

Prosedur

sebagian sebelum Mekanisme plak.

hambatan terhambat

secara

tampaknya

merupakan

kombinasi regang pembuluh dan tekanan

Intoleran aktivitas berhubungan dengan ketidak seimbangan antara suplai oksigen miokard dan kebutuhan. DIAGNOSA KEPERAWATAN Dapat dihungkan dengan ketidak seimbangan antara suplai oksigen miokard dan kebutuhan. Adanya iskemia/nekrotik jaringan miokard Efek obat depresan jantung(penyakit,antidistrimia) Gangguan frekuensi jaunting dan TD dalam Kemungkinan dibuktikan oleh: aktivitas Terjadinya distrimia Perubahan warna kulit/kelembababn Angina karena kerja Kelemahan umum Mendemonstrasikan peningkatan toreransi Hasil yang diharapkan/kreteria evaluasi aktivitas yang dapat diukur/maju dengan pasien akan: frekuensi jantung/irama dan TD dalam batas

normal pasien dan kulit hangat, merah muda dan kering. Melaporkan tak adanya angina/terkontrol dalam rentang waktu selama pemberian obat.

TINDAKAN /INTERVENSI Mandiri


-

RASIONAL Kecendrungan menentukan respon terhadap aktifitas dan penurunan

Catat/dokumentasi

frekuensi

jantung, irama dan perubahan TD sebelumnya, selama, sesudah aktivitas sesuai indikasi.hubungkan dengan laporan nyeri dada/napas pendek. Tingkatkan istirahat (tempat

pasien

dapatmengidentikasikan

oksigen miokardia yang memerluka penurunan tingkat aktivitas/kembali tirah baring, perubahan program obat, penggunan oksigen tambahan. Menurunya kerja oksigen, miokard/komsumsi perluasan IM)

tidur/kursi). Batasi aktivitas pada dasar berat Batasi pengunjung dan/kunjungan oleh pasien nyeri/respon hemodinamik. Berikan aktivitas senggang yang tidak

menurunkan resiko komlikasi (contoh,

Pembicaraan yang panjang sangat yang tenang bersifat

mempengaruhi pasien; namun priode Anjurkan pasien tekanan menghindari abndomen, kunjungan terpiutik.
-

peningkatan

contoh mengejan saat defikasi

Aktifitas

yang nafas

memerlukan dan juga

penahanan mengakibatkan

menunduk(maneuver valsalva) dapat brakikardi,

dari

Jelasjan pola tingkatan bertahap tingkatan aktivitas, contoh

menurunkan -

curah

jantung,

dan

takikardi dengan peningkatan TD. Aktivitas yang maju memberikan jantung, dan meningkatkan aktivitas mencegah control regangan berlebihan. Palpasi, nadi tidak teratur, adnya dada, atau dispenia dapat

bangun dari kursi bila tidak ada nyeri, amblasi dan istirahat selama 1 jam setelah makan. Kaji ulang tanda/gejala yang menunjukkan tidak toreran terhadap aktivitas atau memerlukan pelaporan pada perawat/dokter kolaborasi Rujuk ke program rehabolitasi jantung

nyeri

mengindikasikan kebutuhan perubahan program olah raga atauobat. Memberikan tambahan proses dan parsitipasi

dukungan/pengawasan berlanjut

penyembuhan dan kesejatraan.

Ansietas/ketakutan, uraikan tingkatan berhubungan dengan ancaman atau perubahan kesehatan dan status sisiokonomi. DIAGNOSA KEPERAWATAN Dapat dihubungkan dengan : ancaman atau perubahan kesehatan dan status sisiokonomi. Ancaman kehilangan/kematian Tidak sadar konflik tentang esensi nilai, keyakinan, dan tujuan hidup Transmisi interpersonal/penularan Kemungkinan dibuktikan oleh: Perilaku takut, Ketakutan peningkatan tegangan, gelisah,

wajah tegang Ragu-ragu Perasaan tidak adekuat Keluhan somatic/rangsangan simpatis Focus p[ada diri sendiri, mengespresikan masalah tentang kejadiaan saat ini Perilaku menangtang/menghindar Hasil yang diharapkan/kretria evaluasi Mengenal perasaannya pasien akan: Mengidentifikasi Penyebab, factor yang mempengaruhi Menyatakan penurunan ansietas/takut Mendemonstrasikan pemecahan masalah positif Mengidentifikasikan sumber secara tetap keterampilan

TINDAKAN/INTERVENSI Mandiri Identifikasi dan ketahui persepsi terhadap ancaman/situasi.


-

RASIONAL Koping terhadap nyeri dan trauma

pasien

emosi IM sulit. Pasien dapat takut mati dan/cemas tentang lingkungan. Cemas berkelanjutan (sehubungan dengan masalah tentang dampak serangan jantung pada pola hidup selanjutnya, masih takteratasi, dan efek penyakit pada keluarga) mungkin terjadi dalam berbagai derajat selama beberapa waktu dan dapat manifestasikan oleh gejala depresi.

Dorong mengsperesikan dan jangan menolak perasaan marah, kehilangan, takut, Dll

Catat

adanya

kegelisahan,

Penelitian

terhadap

frekuensi

menolak, dan/ menyangkal(efek tak tepat atau menolak mengikuti program medis)

hidup antara individu tipe A/tipe Bdan dampak penolakan telah berarti dua. Namun, beberapa penelitian hubungan menujukkan antara

derajat/ekspresi marah atau gelisah dan peningkatan resiko IM Mempertahankan gaya percaya(tampa keyakinan yang salah) Pasien dan orang terdekat dapat oleh anggota yang cemas/ketidak tim kesehatan. dapat jujur dipengaruhi tenangan Penjelasan Kaji tanda ferbal/non bila verbal pasien kecemasan dan tinggal dengan pasien. Lakukan tindakan menujukkan perilaku merusak

menghilangkan kecemasan. Pasien mungkin tidak menujukkan cemas tetapi kata-kata dan tindakan dapt menujukkan rasa angitasi, marah dan gelisah. Intervensi dapat membantu pasien meningkatkan control terhadap perilakunya sendiri.
-

Menyangkal dapat menujukkan tetapi dapat menunda

Terima

tetapi terhadap

jangan

diberi

cemas

penguatan

penggunan

penerimaan terhadap kenyataan situasi saat itu. Konffonrasi dapat miningkatka rasa kerja marah sama, dan dan meningkatkan kemungkinan dapat kengunaan penyangkalan, menurunkan memperlambat penyembuhan Perkiraan informasi

penolakan. Hindari konfrontasi.

s
-

menujukkan kecemasan pasien. Orientasikan pasien/orang terdekat

terhadap prosedur rutin dan aktivitas yang diharapkan. Tingkatkan Informasi yang tepat tentang parsitipasi bila mungkin. Jawab semua pertanyaan secara Berikan sesuai informasi dengan nyata. indikasi. situasi menujukkan takut, hubungan dengan yang asing antara perawatpasien, dan membantu pasien/orang terdekat untuk menerima situasi secara nyata. Perhatian yang diperlukan mungkin sedikit, dan pengulangan informasi informasi. Dorong pasien atau orang terdekat mengkomunikasikan dengan Berbagai informasi membentuk dan tidak energy dapat terhadap dapat dan tegangan yang dukungan/kenyamanan menghilangkan kekuatirang diekspresikan priode istirahat/waktu Dapat memberikan keyakinan Penyimpanan peningkatan kemampuan koping Berikan tidur tidak terputus, lingkungan tenang, dengan tipe control pasien, jumlah rangsangan eksternal. Dukungan kenormalan proses kehilangan, melibatkan waktu yang perlu untuk penyelesaian. Berikan privasi untuk pasien dan bahwa perasaannya merupakan respons normal terhadap situasi/perubahan waktu untuk perasaan, yang diterima. Memungkinkan mengepresikan orang terdekat adaptasi Peningkatan kemandirian dari staf untuk masalah membantu menyimpanan

konsisten;ulangi

seseorang, berbagai pertanyaan dan

menghilangkan cemas, dan perilaku

peningkatan Dorong kemandiriaan, perawatan dan pembuatan keputusan sendiri, menyertai Dorong keputusan tentang harapan

kepercayaan pemindahan

diri dari

dan unit

meninjukan rasa gagal yang dapat koroner/pulang dari rumah sakit. Membantu pasien/orang terdekat untuk nengidentivikasi tujuan nyata, juga menurunkan resiklo kegagalan menghadapi keterbatasan penyembuhan. Meningkatkan relaksasi/istirahat kenyataan adanya kondisi/memacu

dalam rencana pengobatan

setelah pulang

Kalaborasi Berikan anticemas/hipnotik sesuai contoh indikasi,

dan menurunka rasa cemas.

diazepam(dalmane);lorazepam(ativa)

Curah jantung, menurun, resiko tinggi terhadap perubahan frekuensi, irama, konduksi elektrikal. DIAGNOSA KEPERAWATAN Faktor resiko meliputi: perubahan frekuensi, irama, konduksi elektrikal. Penurunan preload/peningkatan tahanan veskuler sistemik(TVS) Otot infark/ diskenetik, kerusakan structural, contoh aneurisme ventrikuler, kerusakan septal Kemungkinan dibuktikan oleh: (tidak dapat diterpkan; adanya tanda dan

gejala membuat diagnose actual) Hasil yang diharapkan/kreteria evaluasi Mempertahankan stabilitas hemodinamik, pasien akan: contoh TD,curah jantung dalam rentang normal, haluan urine lebih adekuat, penurunan/tak adanya distrimia. Melaporkan penurunan episode dispenia, angina Mendemostrasikan peningkatan toreransi terhadap aktifitas

TINDAKAN/INTERVENSI Mandiri Auskultasi TD, bandingkan kedua tangan dn ukur dengan tidur, duduk dan berdiri bila biasa.

RASIONAL Hipotensi dapat terjadi

sehubungan dengan disfungsi ventrikel, hipoperfusi miokardia dan rangsangan vegal. fenomena Namun, umum, hipertensi juga kemungkinan

berhubungan dengan nyeri, cemas, pengeluaranketokolamin, dan masalah vaskuler ortostatik berhubungan Evaluasi kualitas dan kesamaan Penurunan sebelumnya (postural) dengan curah nadi. distrimia, hipotensi mungkin komplikasi jantung Ketidak yang

infark. Contoh GKJ nadi sesuai indikasi mengakibatkan kelemahan/kekuatan teraturan Catat terjadinya S3 dan S4
-

penurunannya

diduga

mememrlukan evaluasi lanjut/pantau S3 sering dihubungkan dengan

GJK tetapi juga terlihat pada adanya gagal mitral(regurgitasi) dan kelebihan kerja dari ventrikel kiri yang selai infark berat. S4 mungkin berhubungan dengan iskemi miokardia, kekakuan ventrikel, dan hipertensi pulmonal atau sistemik. Adanya murmur/gesekan Menujukkan ganggua aliran darah normal dalam jantung, contoh katup tak baik, kerusakan septum, atau vibrasi otot papilar/korda tendinea (komplikasi IM). Adanya gesekan dengan dengan Auskultasi bunyi nafas infark juga berhubungan contoh efusi inflamasi,

pericardia perikarditis. Krekels menujukan kongesti paru mungkin terjadi karena penurunan fungsi miokardia Pantau frekuensijantung dan
-

Frekuensi

dan

irama

jantung terjadinya

irama.catat distrimis melalui temetri

berespons terhadap obat dan aktivitas sesuai dengan komplikasi/distrimia(khususnya kontraksi ventrikel prematu atau blok jantung atau peningkatankerusakan istemik. Denyutan/vibritasi akut atau kronis mungkin terlihat pada arteri koroner atau ketrlibatan katup dan mungkin atau tidak mungkin

merupakan kondisi patologis. Caatat respon terhadap aktivitas dan penigkatan istirahat dengan teoat. Berikan pispot disamping tempat Kelebihan latihan meningkatkan oksigen dan komsumsi/kebutuhan
-

mempengaruhi fungsi miokardia. Mengupayakan penuh penggunaan stress,juga tidur bila tak mampu kekamar mandi bedpan dapat melelahkan dan secara fisiologis Sediakan alat/obat darurat kerja jantung. Sumbatan adalah koroner situasi henti tiba-tiba, yang dapat jantung, disritma letal, perluasan infark, atau nyeri mencetuskan meningkatkajn kebutuhan oksigen dan

memerlukan terapi penyelamatan hidup segera/memindahkan keunit perawatan Kolaborasi Berikan oksigen tambahan, sesuai Meningkatkan jumlah sedian oksigen untuk kebutuhan miokard, menurunkan iskemia dan disritmia Pertahankan cara masuk lanjut.
-

kritis.

dengan indikasi

IV/heparin-lok sesuai indikasi Kaji ulang seri EKG

Jalut yang paling penting untuk

pemberian obat darurat pada adanya disritmia atau nyeri dada.


-

Memberikan

informasi dengan infark, status keseimbangan

sehubungan kemajuan/perbaikan Kaji foto dada fungsi ventrikel,

Pantau data laboratorium: contoh

elektrolit, dan efek trapi obat. -

enzim jantung, GDA, elektrolit

Dapat menujukkan edema paru Enzim infark. menujukkan oksigen. memantau Adanya kebutuhan contoh irama

sehubungan dengan difusi fentrikel. perbaikan/perluasan hopoksia tambahan - Berikan obat antidistrimia sesuai indikasi Bantu pacu elektrolit, berpengaruh jantung/kontraktilitas
-

Keseimbangan

hopokalemia/hiperkalemia sangat besar

pemasangan/mempertahankan jantung bila digunakan

Disritmia biasanya pada secara

sistomatis kecuali untuk PVC, dim n sering mengancam secara profilaksis. Pemacu mungki sementara atau tindakan selama fase mungkin dukungan

akut/penyembuhan

diperlukan secara permanen bila infark sangat berat merusak system konduksi.

Perfusi jaringan, perubahan, resiko tinggi berhubungan dengan penurunan/penghentiian aliran darah. DIAGNOSA KEPERAWATAN Factor meliputi : penurunan/penghentiian aliran darah. Contoh vasokontraksi, hipovolemia/kebocoran, dan pembentukan tromboli. Kemungkinan dibuktikan dengan: (tidak dapat diterapkan; adanya tanda tanda dan gejala membuat diagnose actual. Mendemostrasikan perfusi adekuat secara Hasil yang diharapkan/kreteria evaluasi pasien akan: individual, contoh kulit hangat dank ring, ada nadi perifer/kuat, tanda vital dalam batas normal, pasien sadar/berorientasi, keseimbangan pemasukan/pengeluaran, tak ada edema, bebas nyeri/ketidak nyamanan.

TINDAKAN / INTERVENSI

RASIONAL

Mandiri Selidiki perubahan tiba-tiba atau Perfusi serebral secara langsung

ganguan mental kontinu contoh, cemas, bingung, letargi, pingsan

berhubungan dengan curah jnatung dan juga dipengaruhi oleh elektro/ variasi asam basa, hipoksia, atau emboli sistemik

Lihat pucat, sianosis, belang, kulit

Vasokontruksi mungkin

sistemik dibuktikan oleh

dingin/lembab. Cacat kekuatan nadi perifer.

diakibatkan oleh penurunana curah jantung penurunan perfusi kulit dan penurunan nadi . ( Rujuk ke DK : Curah Jantung , menurun, risiko tinggi terhadap, hal 88 ).

Kaji tanda Homan ( nyeri pada

Indikator trombosit vena dalam

betis dengan posisi dorsofleksi ) eritema, endema. Dorong latihan kaki Menurunkan risiko statis vena, aktif/pasif,hindari latihan isomeric. meningkatkan aliran balik vena dan menurunkan tromboflebitis. Namun latihan isometrik dapat sangat mempengaruhi curah jantung dengan dengan meningkatkan kerja miokardia dan komsumsi oksigen. Anjurkan pasien dalam melakukan Membatasi statis vena, / melepas kaus kaki antiembolik bila di gunakan. memperbaiki aliran balik vena dan menurunkan resiko tromboflebitis pada pasien yang terbatas aktivitasya.

Pantau pernapasan , cacat kerja

- Pompa

jantung

gagal dispnea

dapat Distres tiba-

pernapasan

mencetuskan pernapasaan.namun tiba\berlanjut

menunjukkan

komplikasi tromboemboli paru. usus Kaji fungsi gastrointestinal, cacat , mual/ munrah , distensi
- Penurunan aliran darah ke

anoreksia, penurunan/tak ada bising abdomen, kontipasi.

mesenteri dapat mengakibatkan disfungsi gastrointestinal ,contoh kehilangan pristaltik masalah potensial\aktual karena . Penggunaan anal gesik, penurunan aktivitas,dan perubahan diet

Pantau memasukkan dan catat

- Penurunan pemasukan \mual terus

perubahan haluran urine. Catat berat jenis sesuai indiukasi.

menerus dapat mengakibatkan penurunan volume sirkulasi ,yang berdampak negative pada perfusi dan fungsi organ. Berat jenis mengukur status hidrasi dan funsi ginjal.

Kolaborsi
-

Pantau data laboraturium . contoh Beri obat sesuai indikasi. Mis. (

- Indicator perfusi/ fungsi organ. - Dosis rendah heparin mungkin diberikan secara profilaksis pada pasien berisiko tinggi dapat ( contoh . fibrilasi artial, kegemukan , aneurisma ventrikel, atau riwayat tromboflebitis ) untk menurunkan

GA. BUN, kratini, elektrolin


-

Heparin/natrium warfarin COUMADIN ) :

resiko

tromboflebitis thrombus

atau mural. jangka

pembentukan antikoagulan

Coumadin obat pilihan untuk terapi panjang/pascapulang. Simeditin ( Tagamet ) ; ranitidin - Menurunkan atau mentralkan asam lambung nyamanan sirkulasi mukosa. Siapkan untuk membantu - Pada terjadinya inpark.atau IM baru,terapitrombolitik adalah pengobatan pilihan bila di awali 6 jam untuk memecahkan bekuan bila ini di sebab oleh IM dan memperbaiki ferfusi miokardium. pemberian agen trombolitik.tPA.streptokinase;memindahkan ke unit kritis,dan tindakan lain sesuai indikasi. mencegah dan ketidak iritasi ( Zantac ) antasida.

gaster.khususnya adanya penularan

DIAKNOSA KEPERAWATAN VOLUME CVAIRAN, KELEMBAPAN, KELEBIHAN , RESIKO TINGGI TERHADAP : DIAKNOSA KEPERAWATAN Factor resiko meliputi : VOLUME CAIRAN, KELEBIHAN, RISIKO TINGGI Penurunan perfusi organ ( ginjal ) Peningkatan natrium / retnsi air Penigkatan tekanan hosrostatik atau penurunan protein plasma ( menyerap cairan dalam area interstitisial/ jaringan). Tidak dapat diterapkan ; anadaya tandatanda dan gejala-gejala menbuat diagnosa actual. Kemungkinan dibuktikan oleh: Mempertahankan noramal. HASIL KRITERIA AKAN : TINDAKAN/ INTERVENSI Mandiri - Auskultasi bunyi napas untuk adanya krekels. - Catat DVJ, adanya edema dependen. Ukur masukan / haluran, cacat penurunan pengeluaran , sifat konsentrasi Dapat mengidikasi edema paru Dicurigai adanya gagal kongestif/ Penurunana curah jantung sekunder akibat dekompensasi jantung. kelebihan volume cairan. mengakibatkan ganguan perfusi ginjal ,retensi natrium/air, dan YANG DIHARAPKAN/ Tak ada distensi vena periver/ vena dan PASIEN edema dpenden. Paru bersih dan berat badan stabil. RASIONAL EVALUASIkeseimbangan cairan seperti dibuktikan oleh TD dalam batas

penurunan haluran irine.keseimbangan cairan positif berulang pada adanya gejala lian menunjukan kelebihan volume/gagal jantung. - Hitung keseimbangan cairan. Perubahan tiba-tiba pada berat badan menunjukan ganguan keseimbangan cairan. - Timbang berat badan tipa hari. Memenuhi kebutuhan cairan tubuh orang dewasa tetapi memerlukan pembatasan pada adanya dekompensasi jantung. -Pertahankan pemasukan total cairan 2000 ml/24 jam dalam toleransi kardiovaskuler. Kolaborasi -Berikan diet natrium rendah / minimum. -Berikan forosemod deuretik, ( lazix contoh ) : berikan hidralazin Mungkin perlu untuk memperbaiki Natrium meningkatkan retensi

ciran dan harus di batasi.

kelebihan ciran . obat pilihan biasanya tergantung gejala asli akut/kronis.

( apresoline ) : spironolakton dengan hidrinolakton ( aldactone ) -Pantau kalium sesui indukasi Hipokolemia dapat membatasi

keefktifan terapi dan dapat terjadi dengan penggunaan diuretik penurunan kalium DIAKNOSA KEPERAWATAN KURANG PENGETAHUAN [ KEBUTUHAN BELAJAR ] MENGENAI KONDISI, KEBUTUHAN PENGOBATAN

DIAKNOSA KEPERAWATAN

KURANG

PENGETAHUAN

[ KEBUTUHAN BELAJAR ] MEN GANAI KONDISI , KEBUTUHAN Dapat dihubngkan dengan: PENGOBATAN Kurang informasi tentang fungsi jantung /atau imflikasi penyakit jantung dan status kesehatan akan datang. Kebutuhan perubahan pola hidup. Tidak mengenal trapi pascaterapi/kebutuhan perwatan diri. Pernyataan masalah/konsep,pernyataan. Terjadi komplikasi yang dapat di cegah. Kemungkinan di buktikan oleh : Menyatakan pemahaman penyakit jantung sendiri,rencana pengobatan,dan efek samping/reaksi merugikan. HASIL YANG DI HARAPKAN/KRITERIAEVALUASIPASIEN AKAN: Menyebutkan gejala yang memerlukan perhatian cepat. Mengidentifikasi/merencanakan perubahan pola hidup yang perlu.

TINDAKAN/INTERVENSI Mandiri Kaji tingkat yang pengetahuan terdekat dan pasien/orang

RASIONAL Perlu untuk pembuatan rencana

intruksi individu.menguakan harapan bahwa ini akan menjadi pengalaman blaajar.mengidentifikasi secara verbal kesalah pahaman dan memberikan penjelasan.

kamampuan/keinginan untuk belajar

- Waspada terhadap penghindaran.contoh mengubah subjek dari imformasi yang ada atau prilaku ekstrem (menolak/eoforia).

Mekanisme pertahankan amaliah

seperti marah,menolak pentingnya situasi, dapat menghambat belajar , mempengaruhi respons pasien dan kemampuan mengasimilasi informasi . perubahan untuk mengurangi pola/ striktur formal mungkin menjadi lebih efektif sampai untuk menerima/memahami situasi tersebut.

- Berikan informasi dalam bentuk belajar yang bervariasi , contoh buku progam ,tip audio/ visual. Pertanyaan/ jawaban, aktivitas kelompok. - Beri penguatan penjelasan faktor penjelasan faktor risiko, pembatasan diet/aktivitas, obat dan gejala yang memrlukan perhatian medis cepat. - Dorong mengidentifikasi/penurunan /konsumsi alcohol, kegemukan. - Peringatkan untuk menghindari aktivitas isometric.manuver Valsalva, dan aktifitas yang memrlukan tangan dipososkan diatas kepala. - Kajin sehubungan aktifitas ulang dengan bertahap, program lanjutann contoh menigkatakan aktivitas . didik pasien faktor risiko individu. Contoh merokok

Penggunaan metode belajar yang belajar

bermacam-macam

meningkatakan penyerapan materi.

Memberikan

kesempatan

pada

pada pasien untuk mencakup informasi dan mengasumsi kontrol/ partisipasi dalam program rehabilitasi. Perilaku ini/kimia mempunyai efek merugikan langsung pada fungsi kardiovasculer dan dapat menggangu penyembuhan , meningkatkan risiko terhadap komplikasi. Aktivitas ini sangat meningkatkan kerja jantung / konsumsi oksigen miokardia dan dapat merugikan kontrak titlitas/curanh jantung. Bertahap meningkatkabn aktivitas

secara

menigkatkan kekuatan dan mencegah terlalu keras latihan, dapat

jalan, kerja, reaksi, aktifitas seksual.

PENYIMPANGAN KDM

BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN Secara garis besar terdapat dua jenis factor resiko bagi setiap orang untuk terkena Infark Mio Kard yaitu factor resiko yang bisa dimodifikasi dan factor resiko yang tidak bisa dimodifikasi. Faktor Resiko Yang Dapat Dimodifikasi Merupakan factor resiko yang bisa dikendalikan sehingga dengan intervensi tertentu maka bisa dihilangkan. Yang termasuk dalam kelompok ini diantaranya: Merokok Konsumsi alcohol Infeksi Hipertensi sistemik. Obesitas Kurang olahraga & Penyakit Diabetes Faktor Resiko Yang Tidak Dapat Dimodifikasi Merupakan factor resiko yang tidak bisa dirubah atau dikendalikan, yaitu diantaranya: Usia Jenis Kelamin Riwayat Keluarga RAS Geografi Tipe kepribadian & Kelas social

DAFTAR PUSTAKA

Brunner & Suddarth, Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, Edisi 8, Volume 3,Hal : 1912-1958, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta, 2001. Doenges, ME. 1999. Rencana Asuhan Keperawatan Pedoman Untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien. Jakarta: EGC