23 teori-teori kepemimpinan

23 Teori-Teori Kepemimpinan Kegiatan manusia secara bersama-sama selalu membutuhkan kepemimpinan. Untuk berbagai usaha dan kegiatannya diperlukan upaya yang terencana dan sistematis dalam melatih dan mempersiapkan pemimpin baru. Oleh karena itu, banyak studi dan penelitian dilakukan orang untuk mempelajari masalah pemimpin dan kepemimpinan yang menghasilkan berbagai teori tentang kepemimpinan. Teori kepemimpinan merupakan penggeneralisasian suatu seri perilaku pemimpin dan konsep-konsep kepemimpinannya, dengan menonjolkan latar belakang historis, sebab-sebab timbulnya kepemimpinan, persyaratan pemimpin, sifat utama pemimpin, tugas pokok dan fungsinya serta etika profesi kepemimpinan (Kartini Kartono, 1994: 27). Teori kepemimpinan pada umumnya berusaha untuk memberikan penjelasan dan interpretasi mengenai pemimpin dan kepemimpinan dengan mengemukakan beberapa segi antara lain : Latar belakang sejarah pemimpin dan kepemimpinan Kepemimpinan muncul sejalan dengan peradaban manusia. Pemimpin dan kepemimpinan selalu diperlukan dalam setiap masa. Sebabsebab munculnya pemimpin Ada beberapa sebab seseorang menjadi pemimpin, antara lain: a. Seseorang ditakdirkan lahir untuk menjadi pemimpin. Seseorang menjadi pemimpin melalui usaha penyiapan dan pendidikan serta didorong oleh kemauan sendiri. b. Seseorang menjadi pemimpin bila sejak lahir ia memiliki bakat kepemimpinan kemudian dikembangkan melalui pendidikan dan pengalaman serta sesuai dengan tuntutan lingkungan. Untuk mengenai persyaratan kepemimpinan selalu dikaitkan dengan kekuasaan, kewibawaan, dan kemampuan. 1. Teori-teori dalam Kepemimpinan a) Teori Sifat Teori ini bertolak dari dasar pemikiran bahwa keberhasilan seorang pemimpin ditentukan oleh sifat-sifat, perangai atau ciri-ciri yang dimiliki pemimpin itu. Atas dasar pemikiran tersebut timbul anggapan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin yang berhasil, sangat ditentukan oleh kemampuan pribadi pemimpin. Dan kemampuan pribadi yang dimaksud adalah kualitas seseorang dengan berbagai sifat, perangai atau ciri-ciri di dalamnya. Ciri-ciri ideal yang perlu dimiliki pemimpin menurut Sondang P Siagian (1994:75-76) adalah: – pengetahuan umum yang luas, daya ingat yang kuat, rasionalitas, obyektivitas, pragmatisme, fleksibilitas, adaptabilitas, orientasi masa depan; – sifat inkuisitif, rasa tepat waktu, rasa kohesi yang tinggi, naluri relevansi, keteladanan, ketegasan, keberanian, sikap yang antisipatif, kesediaan menjadi pendengar yang baik, kapasitas integratif; – kemampuan untuk bertumbuh dan berkembang, analitik, menentukan skala prioritas, membedakan yang urgen dan yang penting, keterampilan mendidik, dan berkomunikasi secara efektif. Walaupun teori sifat memiliki berbagai kelemahan (antara lain : terlalu bersifat deskriptif, tidak selalu ada relevansi antara sifat yang dianggap unggul dengan efektivitas kepemimpinan) dan dianggap sebagai teori yang sudah kuno, namun apabila kita renungkan nilai-nilai moral dan akhlak yang terkandung didalamnya mengenai berbagai rumusan sifat, ciri atau perangai pemimpin; justru sangat diperlukan oleh kepemimpinan yang menerapkan prinsip keteladanan. b) Teori Perilaku Dasar pemikiran teori ini adalah kepemimpinan merupakan perilaku seorang individu ketika melakukan kegiatan pengarahan suatu kelompok ke arah pencapaian tujuan. Dalam hal ini, pemimpin mempunyai deskripsi perilaku: Ø Perilaku seorang pemimpin yang cenderung mementingkan bawahan memiliki ciri ramah tamah,mau berkonsultasi, mendukung, membela, mendengarkan, menerima usul dan memikirkan kesejahteraan bawahan serta memperlakukannya setingkat dirinya. Di samping itu terdapat pula kecenderungan perilaku pemimpin yang lebih mementingkan tugas organisasi. Ø Berorientasi kepada bawahan dan produksi perilaku pemimpin yang berorientasi kepada bawahan ditandai oleh penekanan pada hubungan atasan-bawahan, perhatian pribadi

Kecenderungan perilaku pemimpin pada hakikatnya tidak dapat dilepaskan dari masalah fungsi dan gaya kepemimpinan (JAF. Dimensi kepemimpinan yang digunakan dalam model ini adalah perilaku pemimpin yang berkaitan dengan tugas kepemimpinannya dan hubungan atasan-bawahan. ciri kepemimpinan yang menonjol ketegasan disertai perilaku yang berorientasi pada penyelesaian tugas. kemampuan dan perilaku bawahan. * Tugas yang harus dikerjakan bawahan disusun pada tingkat struktur yang tinggi. efektivitas kepemimpinan seseorang tergantung pada interaksi yang terjadi antara pemimpin dan bawahannya dan sejauhmana interaksi tersebut mempengaruhi perilaku pemimpin yang bersangkutan. * Ancaman dari luar organisasi. * Bentuk dan sifat teknologi yang digunakan. . Faktor situasional yang berpengaruh terhadap gaya kepemimpinan tertentu menurut Sondang P. * Menjual. * Norma yang dianut kelompok. 1978:442-443) c) Teori Situasional Keberhasilan seorang pemimpin menurut teori situasional ditentukan oleh ciri kepemimpinan dengan perilaku tertentu yang disesuaikan dengan tuntutan situasi kepemimpinan dan situasi organisasional yang dihadapi dengan memperhitungkan faktor waktu dan ruang. Model ” Interaksi Atasan-Bawahan” Menurut model ini. Efektivitas kepemimpinan seseorang ditentukan oleh kemampuan “membaca” situasi yang dihadapi dan menyesuaikan gaya kepemimpinannya agar cocok dengan dan mampu memenuhi tuntutan situasi tersebut. Contoh: dalam hal pengambilan keputusan. Model Situasional Model ini menekankan bahwa efektivitas kepemimpinan seseorang tergantung pada pemilihan gaya kepemimpinan yang tepat untuk menghadapi situasi tertentu dan tingkat kematangan jiwa bawahan. gaya kepemimpinan yang dapat digunakan adalah * Memberitahukan. Siagian (1994:129) adalah * Jenis pekerjaan dan kompleksitas tugas. perilaku pemimpin menurut model leadership continuum pada dasarnya ada dua yaitu berorientasi kepada pemimpin dan bawahan. * Iklim yang terdapat dalam organisasi. Sehubungan dengan hal tersebut berkembanglah model-model kepemimpinan berikut: a. juga berkaitan dengan fungsi kepemimpinan tertentu yang harus diselenggarakan. * Rentang kendali.Sedangkan pemimpin bergaya demokratik akan mengajak bawahannya untuk berpartisipasi. b. Seorang akan menjadi pemimpin yang efektif.Stoner. sikap dan gaya kepemimpinan. apabila: * Hubungan atasan dan bawahan dikategorikan baik. Sedangkan berdasarkan model grafik kepemimpinan. Berdasarkan dimensi tersebut.pemimpin pada pemuasan kebutuhan bawahan serta menerima perbedaan kepribadian. Sedangkan perilaku pemimpin yang berorientasi pada produksi memiliki kecenderungan penekanan pada segi teknis pekerjaan. Model kontinuum Otokratik-Demokratik Gaya dan perilaku kepemimpinan tertentu selain berhubungan dengan situasi dan kondisi yang dihadapi. * Mengajak bawahan berperan serta. Penyesuaian gaya kepemimpinan dimaksud adalah kemampuan menentukan ciri kepemimpinan dan perilaku tertentu karena tuntutan situasi tertentu. pengutamaan penyelenggaraan dan penyelesaian tugas serta pencapaian tujuan. perilaku setiap pemimpin dapat diukur melalui dua dimensi yaitu perhatiannya terhadap hasil/tugas dan terhadap bawahan/hubungan kerja. * Persepsi. Pada sisi lain. c. * Posisi kewenangan pemimpin tergolong kuat. pemimpin bergaya otokratik akan mengambil keputusan sendiri. * Tingkat stress. Ciri kepemimpinan yang menonjol di sini adalah menjadi pendengar yang baik disertai perilaku memberikan perhatian pada kepentingan dan kebutuhan bawahan.

mental dan kepribadian 2. Kemudian juga timbul teori kepemimpinan situasi dimana seorang pemimpin harus merupakan seorang pendiagnosa yang baik dan harus bersifat fleksibel. Jadi berdasarkan teori ini. Model ” Jalan. Teori Kepemimpinan Sifat ( Trait Theory ) Analisis ilmiah tentang kepemimpinan beerangkat dari pemusatan perhatian pemimpin itu sendiri.* Melakukan pendelegasian.com 1.blog. seorang pemimpin yang baik adalah bagaimana seorang pemimpin yang memiliki perhatian yang tinggi kepada bawahan dan terhadap hasil yang tinggi juga. e. Salah satu syarat penting untuk paradigma tersebut adalah adanya serangkaian ketentuan yang harus ditaati oleh bawahan dalam menentukan bentuk dan tingkat peran serta bawahan dalam pengambilan keputusan. Teori Kepemimpinan Perilaku dan Situasi Berdasarkan penelitian. bagaimana pekerjaan dilakukan. sesuai dengan perkembangan dan tingkat kedewasaan bawahan. Kedua disebut struksur inisiasi yaitu kecenderungan seorang pemimpinØ yang memberikan batasan kepada bawahan. Teori kontingensi . akan tetapi juga dapat dicapai melalui pendidikan dan pengalaman. Perilaku pemimpin perlu disesuaikan dengan struktur tugas yang harus diselesaikan oleh bawahannya. teori ini mendapat pengaruh dari aliran perilaku pemikir psikologi yang berpandangan bahwaa sifat – sifat kepemimpinan tidak seluruhnya dilahirkan. kapan. memberi masukan kepada bawahan dan bersedia bekonsultasi dengan bawahan. 3. sumber : http://diecahyouinyogya. Salah satu mekanisme untuk mewujudkan hal tersebut yaitu kejelasan tugas yang harus dilakukan bawahan dan perhatian pemimpin kepada kepentingan dan kebutuhan bawahannya. Contoh yang dapat dilihat. Bentuk dan tingkat peran serta bawahan tersebut “didiktekan” oleh situasi yang dihadapi dan masalah yang ingin dipecahkan melalui proses pengambilan keputusan. Perilaku pemimpin berkaitan dengan hal tersebut harus merupakan faktor motivasional bagi bawahannya. Sifat – sifat itu antara lain . bukannya diciptakan yang kemudian teori ini dikenal dengan “the greatma theory” Dalam perkemabangannya. sifat fisik. Model “Pimpinan-Peran serta Bawahan” : Perhatian utama model ini adalah perilaku pemimpin dikaitkan dengan proses pengambilan keputusan. Contoh gejala yang ada dalam hal ini seperti: membela bawahan. dan hasil apa yang akan dicapai. Teori sifat berkembang pertama kali di Yunani Kuno dan Romawi yang beranggapan bahwa pemimpin itu dilahirkan . bawahan mendapat instruksi dalam pelaksanaan tugas. perilaku seorang pemimpin yang mendasarkan teori ini memiliki kecenderungan kea rah dua hal : Pertama yang disebut Konsiderasi yaitu kecenderungan pemimpin yangØ menggambarkan hubungan akrab dengan bawahan. d.Tujuan ” Seorang pemimpin yang efektif menurut model ini adalah pemimpin yang mampu menunjukkan jalan yang dapat ditempuh bawahan.

dan Drea bahkan menyatakan. dalam bentuk kelompok ¯ Kebersamaan dalam nilai. Organisasi memiliki struktur dan sistem kontrol tertentu. minat dan perasaan individu dalam suatu belajar. Beberapa tokohnya. Douglas Mc Gregor (1906-1964) Teori X dan teori Y Teori X melihat karyawan dari segi pessimistik. . esteem needs. Teori Humanistik dengan para pelopor Argryris. (2). dan mengabaikan aspek – aspek mental. security needs. fleksibel. menantang karyawan untuk berprestasi. mendorong pertumbuhan pribadi. Blake dan Mouton. social needs. Fungsi dari kepemimpinan adalah memodifikasi organisasi agar individu bebas untuk merealisasikan potensi motivasinya didalam memenuhi kebutuhannya dan pada waktu yang sama sejalan dengan arah tujuan kelompok. ¯ Kurang menekankan hirarki ¯ Struktur saling berhubungan. dan kemampuan-nya. Pendekatan ini menekankan bahwa manajemen yang efektif bila ada pemahaman tentang pekerja – lebih berorientasi pada manusia sebagai pelaku. manajer hanya mengubah kondisi kerja dan mengektifkan penggunaan rewards & punishment untuk meningkatkan produktivitas karyawan. penyesuaian bersama 4. Teori ini secara umum berpendapat. antara lain: a. kebutuhan. Organisasi perlu mengenali kebutuhan tersebut dan berusaha memenuhinya agar timbul kepuasan. behaviorisme tidak mengakui adanya kecerdasan. kepemimpinan yang sesuai dan memperhatikan hati nurani anggota dengan segenap harapan. dan (3). Maslow Individu mempunyai 5 kebutuhan dasar yaitu physical needs. Teori Y melihat karyawan dari segi optimistik.Mulai berkembang th 1962. Teori Humanistik Teori ini lebih menekankan pada prinsip kemanusiaan. Sistem ini disebut sistem organik (sebagai lawan sistem mekanistik). manajer perlu melakukan pendekatan humanistik kepada karyawan. Teori Behavioristik Behaviorisme merupakan salah aliran psikologi yang memandang individu hanya dari sisi fenomena jasmaniah. Kebutuhan tersebut akan menimbulkan suatu keinginan untuk memenuhinya. kepercayaan dan norma ¯ Pengendalian diri sendiri. secara alamiah manusia merupakan “motivated organism”. mendorong kinerja. didalam Teori Humanistik. teori ini menyatakan bahwa tidak ada satu sistem manajemen yang optimum. Zigarmi. (1). sistem tergantung pada tingkat perubahan lingkungannya. interaksi yang akrab dan harmonis antara pimpinan dengan anggota untuk menggalang persatuan dan kesatuan serta hidup damai bersama-sama. Blanchard. b. self actualization needs. 5. Rensis Likert. dan Douglas McGregor. terdapat tiga variabel pokok. Teori humanistic biasanya dicirikan dengan adanya suasana saling menghargai dan adanya kebebasan. bakat. Apabila dicermati. kepemimpinan bukanlah sesuatu yang Anda lakukan terhadap orang lain. yaitu. pada sistem ini mempunyai beberapa ciri: ¯ Substansinya adalah manusia bukan tugas. 2001). Dengan kata lain. melainkan sesuatu yang Anda lakukan bersama dengan orang lain (Blanchard & Zigarmi. organisasi yang disusun dengan baik agar tetap relevan dengan kepentingan anggota disamping kepentingan organisasi secara keseluruhan.

2 Kepimpinan ialah “satu proses interaksi di antara individu dengan kumpulan atau khususnya di antara individu dengan keseluruhan ahli-ahli yang menganggotai kumpulan. Sejarah manusia penuh dengan pemimpin tentera.3 Seorang ahli pengurusan pula. Pengurusan Persatuan dan Kelab (UQP1021) ___________________________________________________________ 2 Dinyatakan disini lima definisi yang dianggap sesuai dengan sesebuah organisasi. pandu atau tunjuk. Setiap yang terlibat dengan proses interaksi ini boleh dianggap memegang peranan yang tertentu yang membezakan antara satu sama lain.3 Kepimpinan merupakan satu subjek yang menarik kepada semua golongan masyarakat. Kepimpinan membawa erti “keupayaaan memimpin” dan kepemimpinan pula “keupayaan sebagai pemimpin. 2.1 Menurut Stodgill (1974). satu seni atau proses mempengaruhi manusia supaya mereka dapat berusaha secara sukarela ke arah mencapai matlamat bersama” (Koontz 1984).4 Pemikir lain berpendapat bahawa “kepimpinan secara amnya bermakna pengaruh.GAYA KEPIMPINAN 1.0 Pengenalan 1.0 Konsep Kepimpinan 2.5 “Kepimpinan melibatkan kedua-dua keupayaan atau . 2. agama dan sosial. daya seseorang pemimpin” (Kamus Dewan 1994). yang memerintah tentera atau mengarah empayar korporat. 2. Asas yang membezakan antara satu dengan lain ini ialah pengaruh. Kepimpinan perlu memilih kriteria-kriteria tertentu dalam usaha mencapai objektif organisasi. 1. 2. 1. kepimpinan adalah satu konsep yang sukar dan kompleks. mendefinasikan kepimpinan sebagai “satu proses cubaan mempengaruhi sesuatu kumpulan dalam situasi dan masa yang khusus yang dapat merangsang ahliahli untuk berusaha secara rela hati bagi mencapai matlamat bersama” (Gribben 1972). Pimpin bererti bimbing.2 Kepimpinan ialah tingkah laku yang mempunyai keupayaan mengubah haluan sesuatu organisasi.1 Kepimpinan ialah perkataan terbitan daripada “pimpin”. Perjuangan pemimpin yang berani dan bijaksana menjadi intipati legenda dan mitos. iaitu pemimpin mempengaruhi dan pengikut mematuhi” (Gordon 1955). politik. Kepimpinan memberi gambaran individu yang berkuasa dan dinamik. Mereka boleh memantau orang bawahan agar mengikut kriteria yang dipilih untuk tujuan pembangunan dan kejayaan di samping dapat mempertahankan corak kerja berpasukan yang erat (Cartwright dan Zender 1960) dan (Halpin 1960). Dia melihat kepimpinan sebagai satu fenomena manusia yang universal dan sukar difahami. Memimpin diberi erti sebagai memegang tangan dan membawa berjalan menuju ke sesuatu tempat. 2.

vii. Kepimpinan wujud dalam apa jua aktiviti yang disusun secara rapi dan sistematik. Kepimpinan mengandungi tugas-tugas serta fungsi bagi: a. v. Setiap keadaan memerlukan corak atau gelagat kepimpinan yang sesuai untuk sesuatu keadaan. ii. Pengurusan Persatuan dan Kelab (UQP1021) ___________________________________________________________ 4 vi. Pengikut atau orang bawahan akan lebih terdorong untuk bekerja kuat dan berdedikasi. Proses kepimpinan selalunya melibatkan pertalian pengaruh yang bersifat dua arah dan tujuan utama ialah untuk mencapai matlamat bersama”. mengarah dan menyelaras d. Meskipun pemimpin mempunyai kuasa tetapi kekuatan pengaruh lebih Pengurusan Persatuan dan Kelab (UQP1021) ___________________________________________________________ 3 bergantung kepada pujukan dari paksaan. Hollander (1978) mendefinasikan kepimpinan sebagai “ satu proses pengaruh mempengaruhi di antara pemimpin dan pengikut. menyusun c.0 Gaya Kepimpinan Gaya kepimpinan merupakan cara seseorang pemimpin . iii. Kepimpinan yang berkesan dapat memberi kepuasan kepada pengikut dan keadaan ini akan menghasilkan prestasi kerja yang cemerlang. Pemimpin seharusnya berkeupayaan untuk memujuk agar dapat mendorong orang bawahan bekerja ke arah pencapaian matlamat organisasi. Setiap ketua perlu memiliki perancangan sendiri yang mantap.6 Dalam tulisannya “Leadership Dynamic”. 2. Mengadakan perbincangan dan membuka peluang kepada subordinate untuk mengemukakan idea-idea baru kepada sesuatu perancangan yang dibuat merupakan langkah yang baik bagi pemimpin untuk meningkatkan kepuasan kerja. Tekanan dan hukuman hanya dapat meningkatkan produktiviti dalam jangkamasa yang pendek. Kepimpinan mempunyai perkaitan rapat dengan kuasa. Daripada pelbagai definisi yang dikemukakan di atas maka dapatlah dirumuskan seperti berikut: i. iv. Pekerja akan bekerja bersungguh-sungguh sehingga objektif organisasi tercapai. Oleh itu kepimpinan ialah fungsi yang bersifat khusus. Kepimpinan juga berkait secara langsung dan tidak langsung dengan keseluruhan aktiviti dalam organisasi. Kepimpinan merupakan satu proses mempengaruhi orang bawahan dan merupakan satu proses yang berterusan. menetapkan matlamat b. mengawal bagi mencapai matlamat yang ditetapkan.kekuatan untuk meyakinkan orang lain supaya bekerja keras ke arah suatu matlamat dan kemahiran atau kebolehan untuk membantu mereka mencapainya” (Fulmer 1988). 3. tetapi dalam jangka masa panjang pekerja akan menimbulkan reaksi negatif dan melahirkan rasa tidak puas hati dan bersikap menentang.

Sila rujuk LAMPIRAN A. 3. tidak begitu berminat dengan urusan yang diamanahkan kepadanya. iaitu kehidupan agama dan melaksanakan pengurusan umat di dunia (Newsweek 1978).0 Kepimpinan Berkesan .W.1 Kepimpinan Autokratik Pengurusan Persatuan dan Kelab (UQP1021) ___________________________________________________________ 5 Seseorang pemimpin yang autokratik adalah mementingkan pelaksanaan tugas. Pemimpin jenis ini akan membiarkan semua keputusan dibuat oleh orang bawahannya. Gaya kepimpinan yang agung sekali ialah seperti yang dibawa oleh Nabi Muhammad S. dipupuk melalui jalinan persahabatan yang mesra di kalangan semua kakitangan. Beliau biasanya tidak peduli mengenai kerja mahupun hasilnya. mengeluarkan arahan dan memastikan arahan itu dipatuhi. 3. 4.4 Kepimpinan Laissez-Faire (kebebasan) Pemimpin yang mengamalkan stail kepimpinan laissez-faire. Dia mementingkan suasana kerja yang baik.2 Kepimpinan Berperikemanusiaan Kepimpinan yang berperikemanusiaan menunjukkan minat yang lebih terhadap kakitangannya.menggunakan kuasa yang dimiliki sebagai alat untuk mempengaruhi pekerja supaya bekerja kuat untuk mencapai objektif organisasi.3 Kepimpinan Demokrasi Stail kepimpinan demokratik dikenali juga sebagai pemimpin yang mengalakkan kesemua kakitangannya melibatkan diri dalam organisasinya. sebab dialah satu-satunya orang dalam sejarah yang berjaya gilang-gemilang dalam dua bidang sekali gus.A. Dia memimpin dengan menggunakan sumber kuasa formal. Seorang ahli sejarah dan astronomi bernama Michael Hart telah menulis bahawa orang yang sangat berpengaruh di antara jutaan orang yang lahir iaitu Muhammad pemimpin Islam. Peluang diberi kepada setiap ahli organisasi untuk memberikan pendapat atau pandangan sebelum sesuatu keputusan diambil. Kuasa yang ada padanya tidak Pengurusan Persatuan dan Kelab (UQP1021) ___________________________________________________________ 6 digunakan. Konflik cuba dihindarkan dengan menganjurkan permuafakatan. 3. Contoh kepimipnan seperti ini boleh dilihat di dalam industri. yang diakui oleh seluruh umat sama ada Islam atau bukan Islam. Pada dasarnya stail kepimpinan dapat dibahagikan kepada empat jenis seperti yang dijelaskan oleh Blake & Mouton (1964) iaitu: 3. Pemimpin yang mengamalkan stail ini akan membuat keputusan yang berkaitan dengan tugas.1 Kepimpinan 3.

Kepintaran. 5. kejayaannya adalah tanggungjawab Kumpulan Pengurusan. tekad. 4. Keyakinan diri.2 Dalam erti kata yang lain. kepimpinan ialah proses yang . jujur dan boleh diharapkan. Kreativiti. daya usaha.0 Kesimpulan 5. 5. Semangat – mereka mempunyai cita-cita.mereka sangat percaya pada keupayaan diri sendiri. boleh dipercayai. vii. Dorongan kepimpinan.mereka berupaya menggabungkan dan mentafsirkan maklumat-maklumat yang banyak. Mereka bertanggungjawab terhadap prestasi sendiri. hasil serta kualiti perkhidmatan. Kajian mendapati otak yang sangat pintar belum tentu boleh membuatkan seseorang itu menjadi pemimpin yang berjaya malah adakalanya menimbulkan kesan negatif pula.Pengikut menyumbang kuasa yang besar kepada pemimpin mereka dan kepimpinan dikaitkan dengan kejayaan atau kegagalan sesebuah organisasi.mereka berupaya menyesuaikan diri kepada keperluan individu yang mereka pimpin dengan keperluan situasi dan masa.mereka berupaya mencipta idea-idea baru yang berguna. Bagi organisasi seperti universiti. Pengetahuan dalam bidang. Pengurusan Persatuan dan Kelab (UQP1021) ___________________________________________________________ 8 viii. vi. ketabahan. pekerja. Kejujuran dan integriti. 4.1 Drucker (1985) berpendapat kejayaan sesebuah organisasi adalah tanggungjawab eksekutif.mereka mempunyai sikap terbuka.mereka mempunyai ilmu dan kepakaran yang cukup dalam bidang yang dipimpin. Keupayaan memupuk kerjasama antara pengurusan dan pekerja di dalam pelbagai aktiviti Pengurusan Persatuan dan Kelab (UQP1021) ___________________________________________________________ 7 organisasi merupakan prasyarat penting kepada kepimpinan berkesan.1 Daripada perbincangan di atas perlu saya tegaskan bahawa kepimpinan adalah proses dimana seseorang individu itu mempengaruhi anggota-anggota lain didalam kumpulannya kearah mencapai tujuan dan matlamat kumpulan itu. iii.2 Edmond (1978) berpendapat “principals can make a difference”. v. yang membawa maksud bahawa sesebuah organisasi boleh dimajukan dan kemajuannya berpunca daripada kepimpinan pihak pengurusan. ii. ketekunan. Penyelidikan yang dibuat oleh pakar-pakar pengurusan menyatakan ciri-ciri yang lazim ada pada kepimpinan yang berkesan ialah : i. iv. tenaga dan hasrat untuk berjaya.mereka mempunyai hasrat yang tinggi mahu mempengaruhi individu lain supaya menyokong usaha mencapai tujuan dan matlamat yang sudah ditetapkan oleh pemimpin. Fleksibiliti.

Tegasnya. Kepimpinan ialah tenaga penting di sebalik kejayaan organisasi dan organisasi tidak boleh mencapai kejayaan tanpa kepimpinan yang berkesan.sangat berkaitan dengan pengaruh dimana seseorang itu berjaya mempengaruhi mereka yang dipimpin supaya mengubah sikap dan tingkah laku mereka. pemimpin memimpin dan dipimpin. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful