Tabel 1 Data pengukuran bobot jenis dan urine Larutan ( Akuades NaCl 0,3 % NaCl 0,9 % NaCl 5% Glukosa 5% Air kran

Air kelapa Albumin 20 20 20 20 20 20 20 20 ( 28 30,5 30 30 31 29 29 30 BJ terbaca ⁄ 1,002 1,000 1,002 1,030 1,020 1,006 1,020 1,004 Faktor Koreksi 3 3 3 3 3 3 3 3 BJ terkoreksi ⁄ 1,005 1,003 1,005 1,033 1,023 1,009 1,023 1,007

Contoh perhitungan : = 20 = 29 BJ terbaca = 1,006 FK = = = =3 0,001) = 1,006 + 0,003 = 1,009

BJ terkoreksi = BJ terbaca + (FK

Tabel 2 Tegangan permukaan cairan alami Jenis cairan Akuades Cairan empedu Air kelapa Air sungai Larutan deterjen Hasil pengamatan Jarum mengapung Jarum tenggelam Jarum mengapung Jarum mengapung Jarum tenggelam

Tabel 3 Data pengamatan jumlah tetesan

air sabun Kestabilan Tipe emulsi Media pendispersi Media terdispersi Keterangan : + : stabil .Jenis cairan Akuades NaCl 20% Alkohol Minyak tanah Air sabun Jumlah tetesan 280 309 297 Tabel 4 Data pengamatan berbagai jenis emulsi Pengamatan Susu Minyak kelapa .gum arab + O/W Air + W/O Minyak Margarin .air Minyak kelapa .: tidak stabil Air Air Air Air Air + O/W Air O/W Air + O/W Air Minyak kelapa .

Pembahasan Bobot jenis (BJ) merupakan perbandingan antara massa suatu benda dengan massa air pada volume dan temperatur yang sama.010-1.005 ⁄ ⁄ . Glukosa 5% adalah 1. Maka semakin pekat suatu cairan maka bobot jenisnya semakin tinggi. Saat atau lebih. Suhu awal pada hidrometer adalah 20 yang diukur rata-rata suhunya adalah berkisar antara 28 . jumlah tetesan berbanding terbalik dengan tegangan permukaan.033 1.007 Hal tersebut terjadi karena jenis zat terlarut atau bobot zat yang dilarutkan berbeda-beda. Jika jumlah tetesan semakin sedikit. maka tegangan . NaCl 0. Keadaan tersebut dapat dijumpai pada penderita demam dan dehidrasi.025 urin memiliki bobot jenis sekitar 1. alkalosis.023 . Semakin kecil bobot zat terlarutnya maka semakin kecil pula BJ dari cairan tersebut. air kran adalah .9% adalah 1. Lalu bobot jenis ⁄ (BJ) terkoreksi yang kami dapat dari masing-masing cairan seperti akuades adalah 1. dan hidrometer pada cairan lainnya. Jadi BJ urin normal pada manusia adalah 1.009 dapat disebabkan oleh pengambilan cairan berlebihan. NaCl 0. .31 ⁄ ⁄ ⁄ . Hal ini dikarenakan bobot jenis berhubungan dengan jumlah zat terlarut yang ada di dalamnya.003 ⁄ . Sedangkan apabila bobot jenis urin kurang dari 1. serta albumin adalah 1. atau kegagalan ginjal menahun (Wirawan R 2008) Tegangan permukaan merupaka daya tahan lapisan tipis yang dimiliki cairan untuk dapat menahan usaha yang dapat merubah luas permukaan cairan tersebut.025 ⁄ ⁄ . menunjukkan bahwa ⁄ pemekat ginjal baik. Pengukuran bobot jenis dilakukan pada urinometer untuk pengukuran BJ urin. sedangkan cairan .005 . NaCl 5% adalah 1. dan air kelapa adalah 1.009 ⁄ . Tegangan permukaan terjadi karena adanya interaksi antara molekulmolekul larutan tersebut sehingga memberikan daya tolak utnuk mempertahankan luas permukaan (Lehninger 2005) Berdasarkan teori.013 . Bobot jenis dapat menjadi ciri dan membedakan satu cairan dengan cairan lainnya. hipotermi. Bobot jenis urin tergantung dari jumlah zat yang terlarut di dalam urin.3% adalah 1.

permukaan semakin tinggi. dan sebaliknya. Keadaan tersebut dapat dilihat pada jarum yang tidak tenggelam dalam akuades. maka jarum tersebut langsung tenggelam. sedangkan apabila jarum diletakkan pada permukaan larutan lain seperti deterjen atau cairan empedu. karena kedua zat tersebut mengandung zat-zat emulgator yang berfungsi menurunkan tegangan permukaan zat cair (Girindra 1993) Sudan merah akan bercampur homogen dengan minyak sehingga campuran tersebut berwarna merah. . sedangkan air tidak bisa bercampur dengan sudan merah karena kepolarannya berbeda. Jadi sudan merah digunakan untuk memudahkan pengamatan dengan cara membuat perbedaan warna antara minyak kelapa dengan air.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful