INFEKSI 16.

Infeksi herpes Simplek Definisi Lesi kulit pertama pada HVS (herpes simplek virus) adalah berupa vesikel dengan di pusatnya ada cekungan yang kecil. Vesikel berkelompok. Dalam 1-2 hari vesikel berubah menjadi pustule dan membentuk krusta. Pinggir dari sekelompok vesikel tampak seperti tepi bersisik (scalloped border). Membrane mukosa biasanya ikut terlibat dan dapat berupa bleparitis, konjungtivitis, stomatitis dan uretritis. Pada infeksi HSV congenital lebih dari 30% bayi menunjukan gejala klinis pada hari pertama setelah lahir. Gejalanya bervariasi termasuk yang melibatkan kulit dan membrane mukosa serta tandatanda infeksi sistemik yang melibatkan multi organ terutama susunan syaraf pusat. Masalah Bayi dengan eksema mempunyai risiko untuk menderita infeksi herpes yang luas sebagai eksema herpetikum. Anak-anak dengan infeksi herpes yang didapat sejak bayi dapat terjadi reaktifasi herpesnya di kemudian hari berupa erupsi sekelompok vesikel yang berulang-ulang. Angka kejadian kelainan neurologi dan retardasi mental tinggi pada mereka yang masih bertahan hidup. Patofisiolohi Infeksi HSV congenital penampakannya berbeda tergantung dari kapan infeksi itu terjadi. Infeksi yang didapatkan pada trimester 2 dan 3 dapat menyebabkan bayi lahir dengan retardasi pertumbuhan intra uteri dan mikrosepali. Infeksi HSV yang didapat sebelum atau saat persalinan gejalanya akan tampak dalam satu bulan pertama kehidupan paling sering pada minggu pertama. Diagosa Infeksi HSV dapat didiagnosis dengan imunofluorescen direk dan kultur virus di tempat lesi kulit. Biopsy kulit dapat menunjukan tanda-tanda efek sitopatik virus di daerah epidermis. Pengobatan Infeksi HSV pada BBL dapat diobati dengan asiklovir LESI ATROPIK

17. sering di daerah vertek kepala tapi dapat juga di daerah badan dan ekstermitas. AKK yang disebabkan oleh bahan teratogen h. Patofisiologi Penyebab aplasia kutis tidak diketahui. AKK pada kulit kepala tanpa kelainan sistemik yang multiple b. AKK yang terbatas pada anggota gerak tanpa disertai kulit melepuh g. Masalah Dapat terjadi infeksi sekunder. AKK dengan epidermolisis bulosa f. Diagnosis Pemeriksaan histology lesi menunjukan tidak adanya epidermis. Di daerah kulit kepala biasanya sepanjang garis tengah kulit parietal atau oksipital. Aplasia kutis congenital (AKK) Definisi Adalah hilangnya sebagian jaringan kulit sejak lahir (bawaan). AKK yang berhubungan dengan sindroma malformasi Manajemen . AKK dengan fetus papiraseus atau infark plasenta e. dan juga oleh karenatrombosis pembuluh darah. bila disertai defek pada tulang dapat terjadi meningitis. AKK dengan kelainan anggota gerak c. Pendapat lain lesi ini disebabkan oleh karena penutupan neural tube yang tidak sempurna. Lesi dengan pinggiran tajam. bentuk oval atau bulat dapat disertai ulkus bula. tapi ada yang memperkirakan diturunkan secara autosomal dominan. dapat soliter atau multiple. AKK dengan kelainan embriogenik d. jaringan sikatrik atau tertutup membrane. berkurangnya struktur appendages dan elastic fiber dermis. Ada beberapa bentukan antara lain: a.

Pengobatan Secara keseluruhan prognosis adalah baik. Diagnosis KMTK terjadi karena kelainan pada pembuluh darah kulit yang tampak sebagai jarring-jaring yang atropi berwarba merah kebiruan. kutis marmorata telangiektatika congenital (KMTK) Definisi Adalah bentuk kelainan kulit yang berwarna kebiruan atau kemerahan tampak seperti jala terdapat di daerah ekstermitas bawah atau punggung yang terjadi pada BBL. . Kutis marmorata yang menetap dan meluas dapat terjadi pada trisomi 18 dan 21. Kutis marmorata yang sejenak dapat sembuh dengan cepat dengan menghangatkan bayi.Beberapa aplasia kutis congenital sembuh saat lahir. Sebagaian besar sembuh dengan kelainan kulit yang minimal. sehingga tampak daerah kecil yang alopesia sampai berupa ulerasi yang menebal dengan defek tulang yang mendasari. sedangkan kutis marmorata yang sejenak tampak daerah kulit yang eritema yang disebabkan karena terpapar oleh udara dingin. Masalah Nodul yang berwarna gelap dan mengalami thrombosis menyebabkan ulserasi dan penyembuhannya meninggalkan jaringan parut. Patofisiologi Kulit marmorata yang bersifat sementara disebabkan oleh karena terjadi vasokontriksi pada pembuluh darah kapiler dan venule. LESI VASKULAR SEJENAK 18.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful