Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

S U K U B ATA K

Batak merupakan salah satu suku bangsa di Indonesia. Nama ini merupakan sebuah terma kolektif untuk mengidentifikasikan beberapa suku bangsa yang bermukim dan berasal dari Tapanuli, Sumatera Utara. Suku bangsa yang dikategorikan sebagai Batak adalah Karo, Pakpak, Toba, Simalungun, Mandailing, dan Angkola. Sebagian besar orang Batak menganut agama Kristen dan sebagian lagi beragama Islam. Tetapi ada pula yang menganut agama Malim (pengikutnya biasa disebut dengan Parmalim) dan juga penganut kepercayaan animisme (disebut Pelebegu atau Parbegu), walaupun kini jumlah penganut kedua ajaran ini sudah semakin berkurang. A.Sejarah Topografi dan alam Tapanuli yang subur, telah menarik orang-orang Melayu Tua (Proto Melayu) untuk bermigrasi ke wilayah Danau Toba sekitar 4.000 - 7.000 tahun lalu. Bahasa dan bukti-bukti arkeologi menunjukkan bahwa orang-orang Austronesia dari Taiwan telah berpindah ke Sumatera dan Filipina sekitar 2.500 tahun lalu, dan kemungkinan orang Batak termasuk ke dalam rombongan ini. Selama abad ke-13, orang Batak melakukan hubungan dengan kerajaan Pagaruyung di Minangkabau yang mana hal ini telah menginspirasikan pengembangan aksara Batak. Pada abad ke-6, pedagang-pedagang Tamil asal India mendirikan kota dagang Barus, di pesisir barat Sumatera Utara. Mereka berdagang kamper yang diusahakan oleh petani-petani Batak di pedalaman. Produksi kamper dari tanah Batak berkualitas cukup baik, sehingga kamper menjadi komoditi utama pertanian orang Batak, disamping kemenyan. Pada abad ke-10, Barus diserang oleh Sriwijaya. Hal ini menyebabkan terusirnya pedagang-pedagang Tamil dari pesisir Sumatera. Pada masa-masa berikutnya, perdagangan kamper banyak dikuasai oleh pedagang Minangkabau yang mendirikan koloni di pesisir barat dan timur Sumatera Utara. Koloni-koloni mereka terbentang dari Barus, Sorkam, hingga Natal B.Identitas Batak R.W Liddle menyatakan, bahwa sebelum abad ke-20 di Sumatera bagian utara tidak terdapat kelompok etnis sebagai satuan sosial yang koheren. Menurutnya sampai abad ke-19, interaksi sosial di daerah itu hanya terbatas pada hubungan antar individu, antar kelompok kekerabatan, atau antar kampung. Dan hampir tidak ada kesadaran untuk menjadi bagian dari satuansatuan sosial dan politik yang lebih besar. Pendapat lain mengemukakan, bahwa munculnya kesadaran mengenai sebuah keluarga besar Batak baru terjadi pada zaman kolonial. Dalam disertasinya J. Pardede mengemukakan bahwa istilah "Tanah Batak" dan "rakyat Batak" diciptakan oleh pihak asing. Sebaliknya, Siti Omas Manurung, seorang Toba istri dari putra pendeta Batak menyatakan, bahwa sebelum kedatangan Belanda, semua orang baik Karo maupun Simalungun mengakui dirinya sebagai Batak, dan Belandalah yang telah membuat terpisahnya kelompok-kelompok tersebut. Sebuah mitos yang memiliki berbagai macam versi menyatakan, bahwa Pusuk Bukit, salah satu puncak di barat Danau Toba, adalah tempat "kelahiran" bangsa Batak. Selain itu mitos-mitos tersebut juga menyatakan bahwa nenek moyang orang Batak berasal dari Samosir. Terbentuknya masyarakat Batak yang tersusun dari berbagai macam marga, sebagian disebabkan karena adanya migrasi keluarga-keluarga dari wilayah lain di Sumatra. Penelitian penting tentang tradisi Karo dilakukan oleh J.H Neumann, berdasarkan sastra lisan dan transkripsi dua naskah setempat,

Setelah tiga hari berjalan. C. Menurut Pusatak Kembaren. Hal ini bertujuan untuk memudahkan misi-misi kelompok Kristen Belanda dan Jerman berbicara dengan masyarakat Toba dan Simalungun yang menjadi sasaran pengkristenan mereka. Kerajaan Aceh di utara. b. terjemahan ini tidak mudah dibaca. Sisingamangaraja XII wafat. Dewan Injil Belanda menugaskan Herman Neubronner van der Tuuk untuk menerbitkan buku tata bahasa dan kamus bahasa Batak Belanda. dan Dairi. dan pada awal abad ke-20 telah menjadikan Kristen sebagai identitas budaya. Marco Polo melaporkan bahwa masyarakat Batak sebagai orang-orang "liar yang musyrik" dan tidak pernah terpengaruh oleh agama-agama dari luar. Pada masa ini merupakan periode kebangkitan kolonialisme Hindia-Belanda. Namun penyerangan Paderi atas wilayah Toba. Voorma. agak kaku. Ludwig Ingwer Nommensen. Misionaris pertama asal Jerman tiba di lembah sekitar Danau Toba pada tahun 1861. H. Pakpak. Meskipun Ibn Battuta. Hal ini secara perlahan telah meningkatakan pemeluk Islam di tengah-tengah masyarakat Batak. dan terdengar aneh dalam bahasa Batak. dua misionaris Baptist asal Inggris. kegiatan ini diikuti oleh Henry Lyman dan Samuel Munson dari Dewan Komisaris Amerika untuk Misi Luar Negeri. c. Perlawanan secara gerilya yang dilakukan oleh orang-orang Batak Toba berakhir pada tahun 1907. Orang Tamil diperkirakan juga menjadi unsur pembentuk masyarakat Karo. Hal ini terlihat dari banyaknya nama marga Karo yang diturunkan dari Bahasa Tamil. O. Penyebaran Agama a. masyarakat Batak tidak pernah mengenal Islam sebelum disebarkan oleh pedagang Minangkabau. mereka sampai di dataran tinggi Silindung dan menetap selama dua minggu di pedalaman. setelah pemimpin kharismatik mereka. mengunjungi Sumatera Utara pada tahun 1345 dan mengislamkan Sultan AlMalik Al-Dhahir. Johannsen pada tahun 1891. Misionaris Kristen Pada tahun 1824. Pada tahun 1834. Masyarakat Toba dan Karo menyerap agama Nasrani dengan cepat. dan sebuah misi pengkristenan dijalankan pada tahun 1881 oleh Dr. Kitab Perjanjian Baru untuk pertama kalinya diterjemahkan ke bahasa Batak Toba oleh Nommensen pada tahun 1869 dan penerjemahan Kitab Perjanjian Lama diselesaikan oleh P. Dari penjelajahan ini. Pada masa Perang Paderi di awal abad ke-19. Menurut H. banyak pedagang Minangkabau yang melakukan kawin-mawin dengan perempuan Batak. lari ke pedalaman Sumatera akibat serangan pasukan Minangkabau yang datang pada abad ke-14 untuk menguasai Barus. tidak dapat mengislamkan masyarakat tersebut. Orangorang Tamil yang menjadi pedagang di pantai barat. Masuknya Islam Dalam kunjungannya pada tahun 1292. Pada tahun 1850. dimana banyak orang Batak sudah tidak melakukan perlawanan lagi dengan pemerintahan kolonial. Richard Burton dan Nathaniel Ward berjalan kaki dari Sibolga menuju pedalaman Batak. pasukan Minangkabau menyerang tanah Batak dan melakukan pengislaman besar-besaran atas masyarakat Mandailing dan Angkola. Teks terjemahan tersebut dicetak dalam huruf latin di Medan pada tahun 1893. Bersamaan dengan usaha dagangnya. Gereja HKBP .yaitu Pustaka Kembaren dan Pustaka Ginting. juga banyak berperan dalam mengislamkan masyarakat Karo. daerah asal marga Kembaren dari Pagaruyung di Minangkabau. mereka melakukan observasi dan pengamatan langsung atas kehidupan masyarakat Batak. yang pada akhirnya mereka menganut agama Protestan.

Sahala sama dengan sumanta. sementara kekerabatan teritorial tidak ada. tetapi tidak semua orang memiliki sahala. Sedangkan kekerabatan berdasarkan sosiologis terjadi melalui perjanjian (padan antar marga tertentu) maupun karena perkawinan. Apabila dikatakan cantik maka nyawa wanita tersebut tidak akan lama lagi. dimana boru Hutabarat tidak boleh dikatakan cantik di Tarutung.Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) telah berdiri di Balige pada bulan September 1917. Semua orang memiliki tondi. yakni berdasarkan garis keturunan (genealogi) dan berdasarkan sosilogis. kemudian Marga. Artinya misalnya Harahap. Menyangkut jiwa dan roh.Bila tondi meninggalkan badan seseorang. maka diadakan upacara mangalap (menjemput) tondi dari sombaon yang menawannya. sebuah sekolah perawat memberikan pelatihan perawatan kepada bidan-bidan disana. menurut kepercayaan orang itu. Bentuk kekerabatan berdasarkan garis keturunan (genealogi) terlihat dari silsilah marga mulai dari Si Raja Batak. F. Demikianlah religi dan kepercayaan suku Batak yang terdapat dalam pustaha. Dalihan na Tolu . • Sahala : adalah jiwa atau roh kekuatan yang dimiliki seseorang. karena merekalah teman terdekat. Dalam tradisi Batak. tuah atau kesaktian yang dimiliki para raja atau hula-hula. Kemudian pada tahun 1941. yang pertama dicari adalah yang satu marga. Falsafah dan Sistem Kemasyarakatan a. merupakan suatu filosopi agar kita senantiasa menjaga hubungan baik dengan tetangga. mereka mempunyai sistem kepercayaan dan religi tentang Mulajadi Nabolon yang memiliki kekuasaan di atas langit dan pancaran kekuasaan-Nya terwujud dalam Debata Natolu. Adanya falsafah dalam perumpamaan dalam bahasa Batak Toba yang berbunyi: Jonok dongan partubu jonokan do dongan parhundul. suku Batak mengenal tiga konsep. Ada dua bentuk kekerabatan bagi suku Batak. Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) didirikan. Tondi di dapat sejak seseorang di dalam kandungan. maka orang tersebut akan sakit atau meninggal. Berhubung bahwa Adat Batak/Tradisi Batak sifatnya dinamis yang seringkali disesuaikan dengan waktu dan tempat berpengaruh terhadap perbedaan corak tradisi antar daerah. oleh karena itu tondi memberi nyawa kepada manusia. walaupun pada dasarnya tetangga tidak boleh dilupakan dalam pelaksanaan Adat. hanya muncul pada waktu malam. • Begu : adalah tondi orang telah meninggal. Walaupun sudah menganut agama Kristen dan berpendidikan tinggi. Namun dalam pelaksanaan adat. D. Kekerabatan Kekerabatan adalah menyangkut hubungan hukum antar orang dalam pergaulan hidup. yang menjadi kesatuan Adat adalah ikatan sedarah dalam marga. E. kesatuan adatnya adalah Marga Harahap vs narga lainnya.Kepercayaan Sebelum suku Batak menganut agama Kristen Protestan. yang tingkah lakunya sama dengan tingkah laku manusia. Pada akhir tahun 1920-an. namun orang Batak belum mau meninggalkan religi dan kepercayaan yang sudah tertanam di dalam hati sanubari mereka. yaitu: • Tondi : adalah jiwa atau roh seseorang yang merupakan kekuatan. dimana semua suku bangsa Batak memiliki marga. Ada juga kepercayaan yang ada di Tarutung tentang ular (ulok) dengan Si Boru Natumandi Hutabarat.

juga sebagai Dongan Tubu. Dalam Bahasa Batak Angkola Dalihan na Tolu terdiri dari Mora. Dongan Tubu dan Boru ditambah Sihal-sihal. Namun bukan berarti ada kasta dalam sistem kekerabatan Batak. Boru ini menempati posisi paling rendah sebagai 'parhobas' atau pelayan baik dalam pergaulan sehari-hari maupun (terutama) dalam setiap upacara adat. ia menyebutkan pernah berjumpa dengan rakyat bukit yang ia sebut sebagai "pemakan manusia”. . Marco Polo mencatat cerita tentang ritual kanibalisme di antara masyarakat "Battas". semua masyarakat Batak pasti pernah menjadi Hulahula. walaupun karena saking dekatnya kadang-kadang saling gesek. dalam perjalanan panjangnya untuk misi perdagangan di Asia Tenggara (1414-1439). diistilahkan: Elek marboru. Sesuai konteksnya. namun dia bisa menceritakan ritual tersebut. yakni Hula-hula. tetapi orang yang berperilaku baik sesuai dengan tata krama dalam sistem kekerabatan Batak. Melainkan pihak boru harus diambil hatinya. yang bertujuan untuk memperkuat tondi pemakan itu. azas sekaligus sebagai struktur dan sistem dalam kemasyarakatannya yakni Tungku nan Tiga atau dalam Bahasa Batak Toba disebut Dalihan na Tolu. Sehingga kepada semua orang Batak dipesankan harus hormat kepada Hulahula (Somba marhula-hula). Diistilahkan. darah. manat mardongan tubu. dibujuk. Mereka ini seperti batang pohon yang saling berdekatan. dan telapak kaki dianggap sebagai kaya tondi. Namun walaupun burfungsi sebagai pelayan bukan berarti bisa diperlakukan dengan semena-mena. Raji no Dongan Tubu dan Raja ni Boru. Diumpamakan seperti air yang dibelah dengan pisau. Namun demikian kepada semua orang Batak (berbudaya Batak) dipesankan harus bijaksana kepada saudara semarga. Niccolò de 'Conti (1395-1469). Jadi setiap orang harus menempatkan posisinya secara kontekstual. Namun pertikaian tidak membuat hubungan satu marga bisa terpisah. Ritual Kanibalisme Ritual kanibalisme telah terdokumentasi dengan baik di kalangan orang Batak. mencatat kehidupan masyarakat. seorang Venesia yang menghabiskan sebagian besar tahun 1421 di Sumatra. Kahanggi. Dia menulis sebuah deskripsi singkat tentang penduduk Batak: "Dalam bagian pulau. telapak tangan.Masyarakat Batak memiliki falsafah. Maka dalam setiap pembicaraan adat selalu disebut Raja ni Hulahula. Hula-hula ini menempati posisi yang paling dihormati dalam pergaulan dan adatistiadat Batak (semua sub-suku Batak). b. kendati dibelah tetapi tetap bersatu. semua orang Batak harus berperilaku 'raja'. disebut Batech kanibal hidup berperang terusmenerus kepada tetangga mereka “. Sehingga dalam tata kekerabatan. juga sebagai Boru. • Boru/Anak Boru adalah pihak keluarga yang mengambil isteri dari suatu marga (keluarga lain). dan Anak Boru • Hulahula/Mora adalah pihak keluarga dari isteri. Dari sumbersumber sekunder. Secara khusus. Walau Marco Polo hanya tinggal di wilayah pesisir. Dalam memoir Marco Polo yang tinggal di pantai timur Sumatera dari bulan April sampai September 1292. Arti harfiahnya lahir dari perut yang sama. dan tidak pernah pergi langsung ke pedalaman untuk memverifikasi cerita tersebut. jantung. • Dongan Tubu/Kahanggi disebut juga Dongan Sabutuha adalah saudara laki-laki satu marga. saling menopang. Raja dalam tata kekerabatan Batak bukan berarti orang yang berkuasa. Sistem kekerabatan Dalihan na Tolu adalah bersifak kontekstual.

von Kessel menyatakan bahwa kanibalisme dianggap oleh orang Batak sebagai perbuatan hukum dan aplikasinya dibatasi untuk pelanggaran yang sangat sempit yakni pencurian. "daging dimakan mentah atau dipanggang. dan meskipun dia tidak mengamati kanibalisme apapun. Orang Batak khusunya kaum laki-laki diwajibkan mengetahui silsilahnya minimal nenek moyangnya yang menurunkan marganya dan teman semarganya (dongan tubu). Junghuhn mengatakan tentang ritual kanibalisme di antara orang Batak (yang ia sebut "Battaer"). serta hati. G. dengan kapur. dan kadang-kadang dibuat menjadi semacam puding dengan nasi. dibuat menjadi hidangan khas. Telapak tangan.Thomas Stamford Raffles pada 1820 mempelajari Batak dan ritual mereka. khususnya di Kota . perzinaan. telinga. Ida Pfeiffer Laura mengunjungi Batak pada bulan Agustus 1852. Oscar von Kessel mengunjungi Silindung di tahun 1840-an. perbedaan agama juga menyebabkan sebagian orang Tapanuli tidak ingin disebut sebagai Batak. jantung. Wacana itu muncul disebabkan karena pada umumnya kategori "Batak" dipandang rendah oleh bangsa-bangsa lain. Angkola. Menariknya. daging kepala. telapak kaki. Para perempuan tidak diizinkan untuk mengambil bagian dalam makan malam publik besar “. Selain itu.. dan nampaknya kemungkinan bahwa adat tersebut telah jarang dilakukan sejak tahun 1816. dan Mandailing tidak menyebut dirinya sebagai bagian dari suku Batak. terdapat deskripsi paralel dari Marsden untuk beberapa hal penting. dan untuk kejahatan tertentu penjahat akan dimakan hidup-hidup". Hal ini dikarenakan besarnya pengaruh Islam dalam masyarakat Batak. Di pesisir timur laut Sumatera. Para dokter Jerman dan ahli geografi Franz Wilhelm Junghuhn. mata-mata. cabe merah. garam dan sedikit nasi”. dan lemon harus diberikan oleh keluarga korban sebagai tanda bahwa mereka menerima putusan masyarakat dan tidak memikirkan balas dendam. pemerintah kolonial Belanda melarang kanibalisme di wilayah kendali mereka. dan pada tahun 1844 mungkin orang Eropa pertama yang mengamati ritual kanibalisme Batak di mana suatu pezina dihukum dan dimakan hidup. Pada 1890. Makanan yang ditawarkan oleh tuan rumahnya adalah daging dari dua tahanan yang telah disembelih sehari sebelumnya. Raffles menyatakan bahwa: "Suatu hal yang biasa dimana orang-orang memakan orang tua mereka ketika terlalu tua untuk bekerja. Rumor kanibalisme Batak bertahan hingga awal abad ke-20. H. Tubuh kemudian didistribusikan. Junghuhn menceritakan bagaimana setelah penerbangan berbahaya dan lapar. mengunjungi tanah Batak pada tahun 1840-1841. selain klaim atas sebagian lainnya. Namun hal ini terkadang untuk menakut-nakuti calon penjajah dan sesekali untuk mendapatkan pekerjaan sebagai tentara bayaran bagi suku-suku pesisir yang diganggu oleh bajak laut. serta undang-undang mengenai konsumsi daging manusia. menulis secara detail tentang pelanggaran yang dibenarkan. Bagi mereka yang tidak mengetahui silsilahnya akan dianggap sebagai orang Batak kesasar (nalilu).Tarombo Silsilah atau Tarombo merupakan suatu hal yang sangat penting bagi orang Batak. Garam. dia diberitahu bahwa: "Tahanan perang diikat pada sebuah pohon dan dipenggal sekaligus. Daging pada umumnya dipanggang serta dimakan dengan garam. atau pengkhianatan.Kontroversi Sebagian orang Karo. Hal ini diperlukan agar mengetahui letak kekerabatannya (partuturanna) dalam suatu klan atau marga. dan telapak kaki adalah milik eksklusif raja. tetapi darah secara hati-hati diawetkan untuk minuman. ia tiba di sebuah desa yang ramah. hidung.

Ethnicity. Rice. Kuala Lumpur: Monograph no 6 of MBRAS. ^ Tuuk. ^ Dobbin. Amsterdam: Uitgave van het Bataksche Institut no 23. 14. 1993. p.: ABC-CLIO. hlm. Kasus Pekuburan Sungai Mati (1922). and national integration: an Indonesian case study. ^ Bellwood. 10." in Illuminations: The Writing Traditions of Indonesia. 2004. 12. ^ Munoz. hlm. dengan bertumpu pada unsur-unsur budaya dan sumber-sumber dari Barat. Minangkabau 1784 – 1847. N. dan Gerakan Paderi. Bataksch Leesbok. Christine. 5. 173. mengenai identitas Batak dan Mandailing. perpecahan ini sangat terasa. in the interior of Sumatra. ^ Sibeth A. 9. Cordier H. in the year 1824.. 366. (1991) p. "Parent-Offspring Conflict Among the Karo of Sumatra. Ann Kumar and John McGlynn. Christine. Statelesness and Stateforming Tendencies Among the Batak before Colonial Rule. Yule H. party. 2006.O.W. 4. Honolulu. 18. 3." Transactions of the Royal Asiatic Society. p. R. Prehistory of the Indo-Malaysian Archipeligo." Doctoral dissertation. 7. Kozok U. 19. Toba. George. Institute of Southeast Asian Studies. (2000). Reverensi 1. ^ The Travels of Nicolò Conte [sic] in the East in the Early Part of the Fifteenth Century Hakluyt Society xxii (London. eds. bahkan juga wilayah-wilayah di luarnya. University of Washington. ^ Sherman. Vol. 56. 2. The Encounter of the Batak People with Rheinische Missions-Gesellschaft in the Field of Education. Amsterdam. ^ Polo M. from Angkor Wat to East Timor. The Batak: Peoples of the Island of Sumatra: Living with Ancestors. J. Kebangkitan Islam." in The Most of It: Essays on Language and the Imagination. ^ Kozok. Gejolak Ekonomi. 1861. Sedangkan bagian selatan menolak identitas Batak. NY 1990. ^ Ooi KG. Ithaca. ^ Indonesia's Population: Ethnicity and Religion in a Changing Political Landscape. Minangkabau 1784 – 1847. Seattle. 1861-1940. G. Uli. 17. 67-66. 15. ^ Kipp.. ISBN 9812302123. Paul Michel (1 Desember 2010). dan Gerakan Paderi. 1997. Karo. Lontar and Weatherhill. Ginting JR. Bones and Bamboo: Batak traditions of Sumatera. by Theodore Baird. 1857) 20. 1999. London 1:485-513. Stukken in het Dairisch. 2003. ^ Burton. L. Hindoe-Invloed in Noordelijk Batakland. "Report of a Journey into the Batak Country. "Bark. ^ Tideman. ^ "Missionaries: The Martyrs of Sumatra. Mass. N. van der. and Ward. New Haven: Yale University Press. II. dan Kasus Pembentukan Propinsi Tapanuli (2008-2009). Terutama dalam hal pemilihan pemimpin politik dan perebutan sumber-sumber ekonomi. Early Kingdoms of the Indonesian Archipelago and the Malay Peninsula. 7. Peter. Mandailing. A Historical-Theological Inquiry. 13. New York: Thames and Hudson. Dalam sensus penduduk tahun 1930 dan 2000. 11. . sempat mencuat ke permukaan dalam Kasus Syarikat Tapanuli (1919-1922). Bagian utara menuntut identitas Batak untuk sebagain besar penduduk Tapanuli. Jakarta (1996). H.: Amherst College Press. 6. 8. pemerintah mengklasifikasikan Simalungun. Santa Barbara. Pakpak dan Angkola sebagai etnis Batak. ^ Kushnick. Kebangkitan Islam. Stukken in het Mandailingsch. Calif. The Travels of Marco Polo: The Complete Yule-Cordier Edition. ^ Liddle. H. Southeast Asia: A Historical Encyclopedia. Gejolak Ekonomi. 16. ^ Voorma. Penolakan masyarakat Mandailing yang tidak ingin disebut sebagai bagian dari etnis Batak. Rupees and Ritual.Medan. Revised edition. p. Cornell University Press. ^ Dobbin.. University of Hawaii Press. Amherst. Dover Pubns. 16. Chapter X. ^ Castles. R. 1990. Konflik terbesar adalah pertentangan antara masyarakat bagian utara Tapanuli dengan selatan Tapanuli.

. Indonesia's Population: Ethnicity and Religion in a Changing Political Landscape. 19. California.48. . 151. Ecuador. Daniel. ^ Nigel Barley (ed. the Moluccas. Singapura. (1847) Vol. 316-325. ^ Sibeth. p. p. Aris Ananta.21. 29. ^ (en) Leo Suryadinata. and the United States. 112. Panama. F. ^ Junghuhn. 1999 (exhibition catalogue). etc. hal. ^ Perret. p. La Formation d'un Paysage Ethnique: Batak & Malais de Sumatra Nord-Est. Die Batta-länder auf Sumatra. 23. O. 22. New York: H. Ann Arbor: University of Michigan Press. A Lady's Second Journey Around the World: From London to the Cape of Good Hope. ^ Junghuhn. Evi Nurvidya arifin. ^ Von Kessel. 1st American ed. British Museum Press. Borneo. Celebes. Harper & Brothers. ^ Pfeiffer. Institute of Southeast Asian Studies. 1992. Peru. Ida. 249. 1990. Paris: Ecole francaise d'Extreme-Orient. Holt. II. 87 25. p. 26. "Erinnerungen an Sumatra. The Duke of Puddle Dock: Travels in the Footsteps of Stamford Raffles.). 30. The Golden Sword: Stamford Raffles and the East. 27. New York. ^ Kipp RS.. Ceram. The early years of a Dutch Colonial Mission: the Karo Field. Stuttgart (1854) 27:905-08." Das Ausland. Java. 24. Sumatra. 28. 1856. p. ^ Barley N.. ISBN 0-7141-2542-3. hlm.

Daerah asal kediaman orang Batak dikenal dengan Daratan Tinggi Karo. Raron itu merupakan satu pranata yang keanggotaannya sangat sukarela dan lamanya berdiri tergantung kepada persetujuan pesertanya. Serdang Hulu.html BUDAYA SUKU BATAK SEJARAH Kerajaan Batak didirikan oleh seorang Raja dalam negeri Toba sila-silahi (silalahi) lua’ Baligi (Luat Balige). ialah: (1)Logat Karo yang dipakai oleh orang Karo. Masa kejayaan kerajaan Batak dipimpin oleh raja yang bernama. bajak (tenggala dalam bahasa Karo). Perkawinan Pada tradisi suku Batak seseorang hanya bisa menikah dengan orang Batak yang berbeda klan sehingga jika ada yang menikah dia harus mencari pasangan hidup dari marga lain selain marganya. Sekelompok orang tetangga atau kerabat dekat bersama-sama mengerjakan tanah dan masing-masing anggota secara bergiliran. Yaitu Kabupaten Karo. Pengetahuan Orang Batak juga mengenal sistem gotong-royong kuno dalam hal bercocok tanam. Sultan Maharaja Bongsu pada tahun 1054 Hijriyah berhasil memakmurkan negerinya dengan berbagai kebijakan politiknya. Simalungun. Dairi. b. piso gajah dompak (sebilah keris yang panjang). Dilihat dari wilayah administrative. sedangkan dalam bahasa Toba hal itu disebut Marsiurupan. DESKRIPSI LOKASI Suku bangsa Batak dari Pulau Sumatra Utara. (3) Logat Simalungun yang dipakai oleh Simalungun. C. Daerah ini dilalui oleh rangkaian Bukit Barisan di daerah Sumatra Utara dan terdapat sebuah danau besar dengan nama Danau Toba yang menjadi orang Batak. piso surit (sejenis belati). dan Asahan. D. Mandailing dan Tapanuli Tengah. Organisasi Sosial a. Apabila yang menikah adalah seseorang yang bukan dari suku Batak maka dia harus diadopsi oleh salah satu marga Batak (berbeda klan). Angkola dan Mandailing. Simalungun. orang Batak menggunakan beberapa logat. sabit (sabi-sabi) atau ani-ani. Tapanuli Utara. Bahasa Dalam kehidupan dan pergaulan sehari-hari.com/2009/04/budaya-suku-batak. UNSUR BUDAYA A. Kekerabatan Kelompok kekerabatan suku bangsa Batak berdiam di daerah pedesaan yang disebut Huta atau Kuta menurut istilah Karo. podang (sejenis pedang panjang). tongkat tunggal (engkol dalam bahasa Karo). Unsur teknologi lainnya yaitukain ulos yang merupakan kain tenunan yang mempunyai banyak fungsi dalam kehidupan adat Batak. B.Ada pula kelompok . Untuk mahar perkawinan-saudara mempelai wanita yang sudah menikah.blogspot. hujur (sejenis tombak). mereka mendiami wilayah beberapa Kabupaten atau bagaian dari wilayah Sumatra Utara. Acara tersebut dilanjutkan dengan prosesi perkawinan yang dilakukan di gereja karena mayoritas penduduk Batak beragama Kristen. Dalam bahasa Karo aktivitas itu disebut Raron. kampung Parsoluhan. Raja yang bersangkutan adalah Raja Kesaktian yang bernama Alang Pardoksi (Pardosi). suku Pohan.Sumber : http://de-kill. Deli Hulu. Masyarakat Batak juga memiliki senjata tradisional yaitu. Biasanya satu Huta didiami oleh keluarga dari satu marga. Seperti cangkul. Teknologi Masyarakat Batak telah mengenal dan mempergunakan alat-alat sederhana yang dipergunakan untuk bercocok tanam dalam kehidupannya. Kangkat Hulu. Toba. (2) Logat Pakpak yang dipakai oleh Pakpak. (4) Logat Toba yang dipakai oleh orang Toba.

kerabat yang disebut marga taneh yaitu kelompok pariteral keturunan pendiri dari Kuta. kambing. Alat Musik tradisional : Gong. Kekerabatan Nilai kekerabatan masyarakat Batak utamanya terwujud dalam pelaksanaan adat Dalian Na Talu. Siloan Na Balom: berkedudukan sebagai penguasa dunia mahluk halus. Selain tanah ulayat adapun tanah yang dimiliki perseorangan . Mata Pencaharian Pada umumnya masyarakat batak bercocok tanam padi di sawah dan ladang. dan bebek. 3. Kain adat sesuai dengan sistem keyakinan yang diwariskan nenek moyang . sapi. Walaupun d emikian banyak sekali masyarakat batak didaerah pedesaan yang masih mmpertahankan konsep asli religi pendduk batak. Hasil kerajinan tenun dari suku batak adalah kain ulos. (c) perbedaan sifat keaslian dan (d) status kawin. Sektor kerajinan juga berkembang. Lahan didapat dari pembagian yang didasarkan marga. babi. yang ada kaitanya dengan pariwisata. Sahala : jiwa atau roh kekuatan yang dimiliki seseorang. dan yang baik-baik. ukiran kayu. Hamoraan Nilai kehormatan suku Batak yang terletak pada keseimbangan aspek spiritual dan meterial. anyaman rotan. Saga-saga. Klen kecil tadi merupakan kerabat patrilineal yang masih berdiam dalam satu kawasan. Dalam hubungannya dengan roh dan jiwa orang batak mengenal tiga konsep yaitu : Tondi: jiwa atau roh. penyerahan harta warisan. Sebaliknya klen besar yang anggotanya sdah banyak hidup tersebar sehingga tidak saling kenal tetapi mereka dapat mengenali anggotanya melalui nama marga yang selalu disertakan dibelakang nama kecilnya. Agama kristen masuk sekitar tahun 1863 dan penyebaranya meliputi batak utara. Orang batak juga percaya akan kekuatan sakti dari jimat yang disebut Tongkal. Setiap kelurga mandapat tanah tadi tetapi tidak boleh menjualnya. menyambut tamu yang dihormati dan upacara menari Tor-tor. Begu : Tondinya orang yang sudah mati. Uhum dan ugari Nilai uhum orang Batak tercermin pada kesungguhan dalam menegakkan keadilan sedangkan ugari . orang-orang dalam satu kelompok saling menyebut Sabutuha (bersaudara). Orang batak mempunyai konsepsi bahwa alam semesta beserta isinya diciptakan oleh Debeta Mula Jadi Na Balon dan bertempat tinggal diatas langit dan mempunyai nama-nama sesuai dengan tugasnya dan kedudukanya . upacara kematian. G. E. (b) perbedaan pangkat dan jabatan. bercucu banyak. Tari serampang dua belas (bersifat hiburan). Kesenian Seni Tari yaitu Tari Tor-tor (bersifat magis). Debeta Mula Jadi Na Balon : bertempat tinggal dilangit dan merupakan maha pencipta. Marga tersebut terikat oleh simbol-simbol tertentu misalnya nama marga. Kain ini selalu ditampilkan dalam upacara perkawinan. F. temmbikar. Hagabeon Nilai budaya yang bermakna harapan panjang umur. Misalnya tenun. Penangkapan ikan dilakukan sebagian penduduk disekitar danau Toba. Kelompok yang memberikan gadis disebut Boru. Religi Pada abad 19 agama islam masuk daerah penyebaranya meliputi batak selatan . NILAI BUDAYA 1. beranak. untuk kelompok yang menerima gadis untuk diperistri disebut Hula-hula. dimana seseorang harus mencari jodoh diluar kelompoknya. ayam. 2. Perternakan juga salah satu mata pencaharian suku batak antara lain perternakan kerbau. Stratifikasi sosial orang Batak didasarkan pada empat prinsip yaitu : (a) perbedaan tigkat umur. 4. mendirikan rumah.

Pengakuan hubungan darah dan perkawinan memperkuat tali hubungan dalam kehidupan sehari-hari. Melupakan adat dianggap sangat berbahaya. Keketatan jaringan kekerabatan yang mengelilingi mereka itulah yang memberi mereka keuletan yang luar biasa dalam menjawab berbagai tantangan dalam abad ini. 6.terlihat dalam kesetiaan akan sebuah janji. Jakarta: Djambatan Melalatoa. tugas tersebut di emban oleh tiga unsur Dalihan Na Tolu. Adat itu sendiri bagi orang Batak adalah suci. Terjadinya jaringan hubungan kekerabatan yang berdasarkan adat dapat berjalan dengan baik. Zuliyani 1997 Ensiklopedia Suku Bangsa di Indonesia. Saling tolong menolong antara kerabat dalam dunia dagang dan dalam lapangan ditengah kehidupan kota modern umum terlihat dikalangan orang Batak. menghargai. 5. M. DAFTAR PUSTAKA : • • • • Hidayah. ASPEK PEMBANGUNAN Aspek pembangunan dari suku Batak yaitu masuknya sistem sekolah dan timbulnya kesempatan untuk memperoleh prestise social. Pengayoman Pengayoman wajib diberikan terhadap lingkungan masyarakat. Junus 1997 Ensiklopedi Suku Bangsa di Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan dan kebudayaan . Jakarta: LP3ES Koentjaraningrat 1971 Manusia dan kebudayaan di Indonesia. Marsisarian Suatu nilai yang berarti saling mengerti. dan saling membantu.

kompasiana.maka sering dikatakan menelusuri asal usul suku Batak adalah orang yg kurang kerjaan. Akibat dari penyerangan kerajaan Cole ini maka diperkirakan leluhur siRaja Batak dan rombonganya terdesak hingga ke daerah Portibi sebelah selatan Danau Toba dan dari sinilah kemungkinan yg dinamakan siRaja Batak mulai memegang tampuk pemimpin perang atau boleh jadi siRaja Batak memperluas daerah kekuasaan perangnya sampai mancakup daerah sekitar Danau Toba.Sumber : http://sosbud.India menjelaskan bahwa pada tahun 1024 kerajaan Cola dari India menyerang Sriwijaya dan menguasai daerah Barus.pasukan dari kerajaan Cola kemunggkinan adalah orang2 Tamil karena ditemukan sekitar 1500 orang Tamil yg bermukim di Barus pada masa itu.Nilakantisari seorang Guru Besar ahli Kepurbakalaan yg berasal dari Madras. dengan mengutip dari berbagai sumber termasuk tulisan diberbagai blog dan juga buku2 yg menuls tentang Batak saya mencoba untuk menyajikanya bagi para pembaca Suku Batak adalah salah satu dari ratusan suku yg terdapat di Idonesia.siapa tau ada dari para pembaca yg bisa lebih melengkapi tulisan ini saya akan sangat berterima kasih. siRaja Batak diperkirakan hidup pada tahun 1200(awal abad ke13) Raja Sisingamangaraja keXII diperkirakan keturunan siRaja Batak generasi ke19 yg wafat pada tahun 1907 dan anaknya si Raja Buntal adalah generasi ke 20. Kalau versi ahli sejarah Batak mengatakan bahwa siRaja Batak dan rombonganya berasal dari Thailand yg menyeberang ke Sumatera melalui Semenanjung Malaysia dan akhirnya sampai ke Sianjur Mula mula dan menetap disana.Padang Lawas dan sekitarnya yg diperkirakan termasuk daerah kekuasaan siRaja Batak Serangan dari kerajaan Majapahit inilah diperkirakan yg mengakibatkan si Raja Batak dan rombonganya terdesak hingga masuk kepedalaman disebelah barat Pangururan ditepian Danau Toba.com/2010/04/19/asal-usul-suku-batak/ ASAL USUL SUKU BATAK Asal usul suku Batak sangat sulit untuk ditelusuri dikarenakan minimnya situs peninggalan sejarah yg menceritakan tentang suku Batak.suku Batak terdapat di wilayah Sumatera Utara.Tamil adalah nama salah satu suku yg terdapat di India.Tanah Karo. Pada akhir abad ke12 sekitar tahun 1275 kerajaan Majapahit menyerang kerajaan Sriwijaya sampai kedaerah Pane.Simalungun.Dairi sampai sebahagian Aceh dan memindahkan pusat kekuasaanya sidaerah Portibi disebelah selatan Danau Toba.daerah tersebut bernama Sianjur Mula Mula .Haru.Menurut legenda yg dipercayai sebahagian masyarakat Batak bahwa suku batak berasal dari pusuk buhit daerah sianjur Mula Mula sebelah barat Pangururan di pinggiran danau toba.tapi bagi saya nggak jadi masalah dikatakan kurang kerjaan. Dari temuan diatas bisa diambil kesimpulan bahwa kemungkinan besar leluhur dari siRaja batak adalah seorang pejabat atau pejuang kerajaan Sriwijaya yg berkedudukan diBarus karena pada abad ke12 yg menguasai seluruh nusantara adalah kerajaan Sriwijaya diPalembang. Sedangkan dari prasasti yg ditemukan di Portibi yg bertahun 1208 dan dibaca oleh Prof.

Suku Batak sangat menghormati leluhurnya sehingga hampir semua leluhur marga2 batak diberi gelar Raja sebagai gelar penghormatan.dikaki bukit yg bernama Pusuk Buhit.juga makam2 para leluhur orang Batak dibangun sedemikian rupa oleh keturunanya dan dibuatkan tugu yg bisa menghabiskan biaya milyartan rupiah.ada sekitar 227 nama Marga pada suku Batak.Tugu ini dimaksudkan selain penghormatan terhadap leluhur juga untuk mengingatkan generasi muda akan silsilah mereka. didalam sistim kemasyarakatan suku Batak terdapat apa yg disebut dengan Marga yg dipakai secara turun temurun dengan mengikuti garis keturunan laki laki. terdesaknya siRaja Batak oleh pasukan dari kerajaan Majapahit kemungkinan erat hubunganya dengan runtuhnya kerajaan Sriwijaya dipalembang karena seperti pada perkiraan diatas siRaja Batak adalah kemungkinan seorang Penguasa perang dibawah kendali kerajaan Sriwijaya. Didalam buku Tarombo Borbor Marsada dikatakan bahwa siRaja Batak memiliki 3(tiga)orang anak yaitu: -GURU TATEA BULAN (siRaja Lontung) -RAJA ISOMBAON (siRaja Sumba) -TOGA LAUT.kemudian menghuni daerah tersebut bersama rombonganya. Sebutan Raja kepada siRaja Batak bukanlah karena beliau seorang Raja akan tetapi merupakan sebutan dari pengikutnya ataupun keturunanya sebagai penghormatan karena memang tidak ada ditemukan bukti2 yg menunjukkan adanya sebuah kerajaan yg dinamakan kerajaan Batak. .

Memang benar. Oleh dunia ilmu pengetahuan masa kini. Menurut J. tetapi pada pokoknya semua Mitologi itu sama dan berkisar pada lahirnya si Raja Batak yang menjadi nenek moyang semua orang Batak. Hanya dengan mengenal dan memahami aksara orang itu dapat melihat-lihat keanehan-keanehan dan keganjilan-keganjilan yang terdapat dalam jampi dan mantra datu Batak. Disamping itu. Batak berarti “Penunggu kuda yang lincah”. di tengah-tengah daerah pegunungan.yang sebagian besar sekarang menyebut dirinya bangsa Indonesia.lumbantoruan. pantun. Arti Batak sampai sekarang belum dapat di jelaskan secara pasti dan memuaskan. Dalam hal pengolahan tanah.sehingga sebagaimana orang yang memiliki sifat-sifat keprajuritan yang . Pakpak atau Dairi. DR. dongeng. Andar menjelaskan bahwa menurut beberapa prasasti peninggalan Adityawarman abad ke-14. suku Batak berjiwa patriot dan sudah lama mengenal rabuk. Van der Tuuk. sekelompok murid dan pengikut aliran Mahayana telah memasuki daerah pedalaman Sumatra Utara dan mereka menetap disana. rakyat masih mampu mempertahankan hidupnya dengan hasil tanamannya sendiri. yaitu suku Karo. Selain itu. dan sisilah Batak. tetapi gagal. Diantara benda-benda yang dimiliki. Batak berarti “kafir” sedangkan yang lain mengartikannya “budak-budak yang bercap atau ditandai”. asal usul suku Batak yang bermukim di bagian utara dan barat laut Pulau Sumatra terdiri dari enam suku atau cabang. Selanjutnya DR. tidak ditulis sesuai aslinya. tetapi menurut H.net/?p=45 MITODOLOGI SUKU BATAK Mitologi bukan merupakan sebuah legenda belaka untuk suku Batak. Andar Lumbantobing dalam bukunya “Makna Wibawa Jabatan dalam Gereja Batak”. Angkola dan suku Mandailing.pada mulanya orang-orang Eropa bermaksud melakukan penulisan itu. yang masing-masing mempunyai bahasa atau dialek. disebutkan bahwa secara genealogis antropologis. Ukiran-serta pahatan-pahatan pada rumah adat Batak sangat indah dan menggambarkan kepekaan rasa pengukirnya. syair. harus diakui bahwa mereka cukup berhasil – meskipun pada masa perang. tidakdituangkan dalam bentuk tulisan. diakui sebagai nenek-moyang suku Batak yang kini mendiami daerah itu. Menurut Pdt. sekalipun dia sangat menginginkannya. Cerita-cerita peninggalan nenek moyang yang mereka dapatkan secara lisan.N. bahkan masih mempengaruhi cara berpikir suku Batak sampai masa kini. sehinga tidak lagi memberi gambaran otentik mengenai budaya dan filsafatnya. antara lain tentang pendapat. Demikian juga hasil tempaan para pandai besi dan para penenun. umpama. Suku Batak sudah mempunyai kebudayaan sendiri dan juga telah memiliki keterampilan yang cukup tinggi. Sangat disesalkan karena penulisan hukum adat Batak. tetapi juga sangat mempengaruhi sistem adat-istiadat Batak. Suku Batak dimasukan dalam rumpun Melayu. Toba. tidak ada lagi yang dapat diketahui dunia luar secara pasti tentang perkembangan suku. banyak yang di ubah. bahwa masing-masing anak-suku ( puak) mempunyai mitologi sendiri-sendiri tentang asal mula orang Batak. yang sangat penting kedudukannya dalam budaya batak. Warneck.Sumber : http://sihombing. bahwa manusia tidak mampu menentukan nasibnya sendiri. yang sangat berpengaruh dalam hidupnya adalah aksara Batak sendiri. Semuanya membuktikan bahwa suku Batak sangat menekuni pekerjaannya dengan mengandalkan pengetahuan dan perasaan artistik yang dimilikinya. Simalungan.

dia melilitkan pada lodong itu kemudian dia buka tutupnya dan dari dalamnya meloncatlah keluar seorang pria. Dari cerita tersebut dapat disimpulkan. bamboo tabung air) berisi benih kepada Boru Deak-Parujar. yang satu sama lain sama sekali tidak mempunyai persamaan. tetapi marahnya tidak lama dan segera dilupakan. yang secara terus-menerus memelihara hidup ini. lalu dia menyuruh burung itu kembali kepada Mulajadi Na Bolon untuk menyampaikan pertanyaan Boru Deak yang oleh Mulajadi dijawab. dia berkata : “Boru Deak-Parujar. Pada umumnya. yang semuanya tidak sesuai dengan pemberitaan alkitab tentang penciptaan yang hanya mempunyai dua versi (yang pertama dalam Kejadian 1 dan dalam Kejadian 2yang kedua Menurut Warneck.gemar berkelahi. yang disebut Mulajadi Na Bolon. hampir semua suku (marga) memiliki dongeng. kemudian lilitkan ulos itu pada lodong itu lalu bukalah tutup nya. Dialah yang disebut Tuan Mulana (yang awal). Boru Deak menempatkan pria itu disebuah daerah yang terang. Memang benar mereka cepat naik darah. Menurut Mitologi Batak. tenunlah sehelai ulos ragidup (kain adat Batak). bumi dan segala isinya. dalam soal pertikaian antar kelompok atau kampung mereka sangat cepat menggunakan senjata api. *) Buku Panduan Acara Pesta Parolopolopon Borsak Sirumonggur Sihombing Lumban toruan & Boru – Bere Sejabotabek 30 April 1995 . Allah yang oleh suku Batak di percaya sebagai Allah dari segala ilahi yang menjadikan langit. pemberitaan yang dilakukan dari mulut ke mulut tidak dapat di percaya. Setelah burung itu tiba di tmpat Boru Deak. “Setelah Boru Deak-Parujar menenun sehelai ulos. Dialah Yang Mahatinggi. Dalam Mitologi Batak burung layang-layang. sang Awal Yang Maha Besar yang berkuasa atas segala yang ada. burung itu di panggil oleh Mulajadi Na Balon.untuk memperoleh gambaran mengenai pola pemikiran tentang terjadinya suku Batak menurut dongengdongeng yang dikenal secara luas. Suatu ketika. yang menjadi awal dari segala yang ada. sejauh masalah itu hanya menyangkut pribadinya saja. Hal ini terbukti dengan banyak cerita dan dongeng yang beredar di kalangan bangsa dan suku-suku negeri ini. Namun suku Batak rata-rata bukanlah pendendam. tempat asal suku Batak adalah gunung Pusuk Buhit yang terletak di sebelah Barat Laut Danau Toba. bahwa suku Batak di zaman keberhalaan sudah percaya pada Allah Yang Esa. putri seorang dewa yang berada di bumi. berkedudukan seperti kurir atau penghubung antara penghuni langit dengan bumi. “Boru Deak sendirilah yang akan menjadi teman hidupnya !” Dan mulai saat itu Boru Deak-Parujar menjadi seorang manusia seperti Tuan Mulana. berikut ini disajikan salah satu dongeng. Merekalah yang menjadi nenek-moyang orangBatak di atas dunia ini. untuk mengantarkan sebuah lodong (poting.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful