KEBIJAKAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA

BAB I PENDAHULUAN Mubiyarto (1994) membagi tipologi desa tertinggal di Propinsi Jawa Tengah ke dalam sembilan tipologi berdasarkan komoditas basis pertanian dan kegiatan mayoritas petani pada desa tersebut. Kesembilan karakteristik desa adalah desa persawahan, desa lahan kering, desa perkebunan, desa peternakan, desa nelayan, desa hutan, desa industri kecil, desa buruh industri, serta desa jasa dan perdagangan. Pembangunan desa akan semakin menantang di masa depan dengan kondisi perekonomian daerah yang semakin terbuka dan kehidupan berpolitik yang lebih demokratis. Akan tetapi desa sampai kini, masih belum beranjak dari profil lama, yakni terbelakang dan miskin. Meskipun banyak pihak mengakui bahwa desa mempunyai peranan yang besar bagi kota, namun tetap saja desa masih dipandang rendah dalam hal ekonomi ataupun yang lainnya. Oleh karena itu, sudah sewajarnya bila pembangunan pedesaan harus menjadi prioritas utama dalam segenap rencana strategi dan kebijakan pembangunan di Indonesia. Jika tidak, maka jurang pemisah antara kota dan desan akan semakin tinggi terutama dalam hal perekonomian. Adapun sasaran pokok pembangunan pedesaan adalah tercipanya kondisi ekonomi rakyat di pedesaan yang kukuh, dan mampu tumbuh secara mandiri dan berkelanjutan. Sasaran pembangunan pedesaan tersebut diupayakan secara bertahap dengan langkah: pertama, peningkatan kualitas tenaga kerja di pedesaan; kedua, peningkatan kemampuan aparatur pemerintah desa; ketiga, penguatan lembaga pemerintah dan lembaga masyarakat desa; keempat, pengembangan kemampuan sosial ekonomi masyarakat desa; kelima, pengembangan sarana dan prasarana pedesaan; dan keenam, pemantapan keterpaduan pembangunan desa berwawasan lingkungan. Pembangunan Masyarakat Desa pada dasarnya adalah bertujuan untuk mencapai suatu keadaan pertumbuhan dan peningkatan untuk jangka panjang dan sifat peningkatan akan lebih bersifat kualitatif terhadap pola hidup warga masyarakat, yaitu pola yang dapat mempengaruhi perkembangan aspek mental (jiwa), fisik (raga), intelegensia (kecerdasan) dan kesadaran bermasyarakat dan bernegara. Akan tetapi pencapaian objektif dan target pembangunan desa pada dasarnya banyak ditentukan oleh mekanisme dan struktur yang dipakai sebagai sistem pembangunan desa.

BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Kebijakan adalah pedoman-pedoman dan ketentuan-ketentuan yang dianut atau dipilih dalam melaksanakan (memanage) suatu program untuk mencapai tujuan tertentu. Perencanaan adalah semua kegiatan (planning) yang dilakukan sebelum melakukan suatu kegiatan, dari suatu program proyek, yakni menentukan tujuan objective, tujuan antara,

Menurut Hanafiah (1892) pengertian pembangunan mengalami perubahan karena pengalaman pada tahun 1950-an sampai tahun 1960-an menunjukkan bahwa pembangunan yang berorientasi pada kenaikan pendapatan nasional tidak bisa memecahkan masalah pembangunan. lepas landas. Pembangunan ekonomi itu tidak bisa diartikan sebagai kegiatan-kegiatan yang dilakukan negara untuk mengembangkan kegiatan ekonomi dan taraf hidup masyarakatnya. yaitu: 1. pra kondisi lepas landas. Pembangunan desa adalah proses kegiatan pembangunan yang berlangsung didesa yang mencakup seluruh aspek kehidupan dan penghidupan masyarakat. Menurut Todaro (1998) pembangunan bukan hanya fenomena semata. Akhirnya disadari bahwa pengertian pembangunan itu sangat luas bukan hanya sekedar bagaimana menaikkan pendapatan nasional saja. adanya usaha untuk menaikkan pendapatan perkapita masyarakat dan kenaikan pendapatan masyarakat yang terjadi dalam jangka waktu yang panjang. Dengan demikian pembangunan idealnya dipahami sebagai suatu proses yang berdimensi jamak. Pembangunan pedesaan dipandang sebagai suatu proses alamiah yang bertumpu pada potensi yang dimiliki dan kemampuan masyarakat desa itu sendiri. yaitu : proses terjadinya perubahan secara terus menerus. pembangunan melalui tahapan-tahapan : masyaralat tradisional. Menurut peraturan Pemerintah Republik Indonesia no : 72 tahun 2005 tentang desa sebagaimana dimaksud pada ayat (2) bahwa perencanaan pembangunan desa disusun secara partisipatif oleh pemerintahan desa sesuai dengan kewenangannya dan menurut ayat (3) bahwa dalam menyusun perencanaan . Rostow (1971) juga menyatakan bahwa pengertian pembangunan tidak hanya pada lebih banyak output yang dihasilkan tetapi juga lebih banyak output daripada yang diproduksi sebelumnya. 2) Sisi yang lain memandang bahwa pembangunan pedesaan sebagai suatu interaksi antar potensi yang dimiliki oleh masyarakt desa dan dorongan dari luar untuk mempercepat pemabangunan pedesaan. Dalam perkembangannya. Hal ini terlihat dari taraf hidup sebagian besar masyarakat tidak mengalami perbaikan kendatipun target kenaikan pendapatan nasional per tahun meningkat. Berbagai sudut pandang dapat digunakan untuk menelaah pembangunan pedesaan.kebijakan. namun pada akhirnya pembangunan tersebut harus melampaui sisi materi dan keuangan dari kehidupan manusia. gerakan menuju kematangan dan masa konsumsi besarbesaran. Pendekatan ini meminimalkan campur tangan dari luar sehingga perubahan yang diharapkan berlangsung dalam rentang waktu yang panjang. Todaro (1998) menambahkan bahwa pembangunan ekonomi telah digariskan kembali dengan dasar mengurangi atau menghapuskan kemiskinan. ada dua sisi pandang untuk menelaah pedesaan. Berdimensi jamak dalam hal ini artinya membahas komponen-komponen ekonomi maupun non ekonomi. Kunci diantara tahapanini adalah tahap lepas landas yang didorong oleh satu atau lebih sektor. Menurut Haeruman ( 1997 ). mempunyai 3 sifat penting. Pesatnya pertumbuhan sektor utama ini telah menarik bersamanyabagian ekonomi yang kurang dinamis. yang melibatkan masalah pengorganisasian dan peninjauan kembali keseluruhan sistem ekonomi dan sosial. ada tanda-tanda kesalahan besar dalam mengartikan istilah pembangunan secara sempit. Dengan kata lain. Sukirno (1985) mengemukakan pendapatnya tentang konsep pembangunan. ketimpangan dan pengangguran dalam kontenks pertumbuhan ekonomi atau ekonomi negara yang sedang berkembang. prosedur dan program.

Oleh karena itu. Penganggaran. Mengoptimalkan Partisipasi Masyarakat 5. masih tahap prakapitalis .pembangunan desa wajib melibatkan lembaga kemasyarakatan desa. Kebijakan perencanaan pembangunan desa merupakan suatu pedoman-pedoman dan ketentuanketentuan yang dianut atau dipilih dalam perencanaan pelaksanakan (memanage) pembangunan di desa yang mencakup seluruh aspek kehidupan dan penghidupan masyarakat sehingga dapat mencapai kesejahteraan bagi masyarakat. . . 2.Pertumbuhan produksi hamper nol atau stagnan . umumnya terisolir . seperti ternak atau emas. menanam ubi. tokoh adat atau pedagang desa dan tuan tanah desa.Belum ada yang bersekolah atau baru mulai satu-satu. Mengkoordinasikan antar pelaku pembangunan.Pendidikan lemah dan adopsi tegnologi baru dan hubungan dengan dunia luar lemah.Penggunaan uang masih terbatas. masih ada hubungan patron clien alam kepemimpinan desaatau pemimpin marga. . . Ciri-cirinya antara lain: .Cara bertani sangat primitif. pertanian berpindah-pindah .Keper cayaan umumnya belum agama. akan dipaparkan desa berdasarkan tahap pembangunannya sebagai berikut: 1. ritual yang berakar dalam .Sudah mengalami sentuhan dengan kehidupan modern. tetapi adopsi kebudayaan baru lambat. Pelaksanaan dan Pengawasan. namun kalu tidak sesuai pola hubungan patron klien kurang berhasil.Kehidupan kelompok cukup kuat. tetapi masih berupa aliran kepercayaan 2.Tingkat kemajuan lambat. Alat menabung masih fisik. . desa-desa masyarakat tertinggal di Riau dan Jambi (Orang Sakai). efektif.Sebagian besar desa tradisional masyarakatnya bersifat subsistem atau produksi untuk pasaar belum berkembang. penduduknya masih menggunakan koteka.Masyarakat terisoler. berkeadilan dan berkelanjutan. Tujuan Perencanaan Pembangunan sebagai berikut: 1. Pembagian desa berdasarkan tahap pembangunannya Sebelum mengetahui kebijakan yang harus dibuat dalam pembangunan sebuah desa maka harus dikenali terlebih dahulu jenis desanya. 4. belum bersentuhan dengan kehidupan modern atau sangat sedikit bersentuhan . adat istiadat.Kebanyakan masih memakai alat-alat primitive buatan tangan . Menjamin tercapainya penggunaan Sumber Daya Desa secara efisien. Juga . . Contoh: desa-desa di Irian Jaya. Menjamin sinkronisasi dan sinergi dengan pelaksanaan Pembangunan Daerah.Masih kuat memegang tradisi lamat. bakar hutan. Desa-desa orang baduy di Jawa Barat dan desa-desa masyarakat Dayak di Kalimantan dengan cara bertani berpindah-pindah.Sudah ada kepala desa diangkat pemerintah atau dipilih maasyrakat. 3. Desa Primitif Belum mengalami sentuhan perubahan kebudayaan (sivilisasi) manusia. Desa tradisonal Beberapa ciri-cirinya. berburu. B. Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara Perencanaan.

Sebagian besar dijual untuk pasar sehingga jenis komoditi yang diproduksi selalu disesuaikan dengan keadaan harga pasar.Penggunaan tenaga kerja luar dan adanya pasar upah tenaga kerja mulai berkembang . bersedia melakukan human investment .Masyarakat sangat menghargai pedidikan.Produksi berorientasi pasar. peternakan mengalami peningkatan . Masalah-Masalah Dalam Pembangunan Masalah yang dikemukakan oleh Chayanov dan boeke. Perbedaannya kegiatan ekonominya adalah berbasis pedesaan seperti pertanian. 3. Desa Transisonal Ciri-cirnya adalah: . Keterisolasian desa yang membuat hubungan dengan dunia luar sulit dan lambat dan tidak dapat memanfaatkan keuntungan dengan dunia luar Masalah-masalah yang terjadi di desa Transisional adalah: 1. seperti pertanian.Tabungan berkembang dan sebagian dalam bentuk ruang 4. Masalah pertumbuhan penduduk penduduk yang berat. C. . Tingkat Pendidikan rendah yang menyebabkan adopsi tegnologi rendah dan stagnansi produk juga masalah lain yang bisa timbul dengan serius seperti masalah kesehatan. melalui adopsi tegnologi . .Proses produksi sedang mengalami perubahan cukup berat. 3. Tujuan produksi adalah untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya. rendahnya produktivitas kerja dan masalah kepemimpinan desa.Produktivitas kegiatan ekonomi. pertambangan. siap menerima pembaharuan.berkeinginan menabung masih rendah. sehingga pemilikan tanah semakin berkurang. industry desa. penyuluhan dan pendidikan . Masalah pertanahan timbul. Masalah pertumbuhan penduduk yang cepat (sama dengan desa Tradisional) 2. drainase . sebenarnya banyk masalah lain yang menyebabkan timbulnya masalah pembangunan desa pada desa-desa tradisional. karena hubungan dengan dunia luar 3.Banyak mengadopsi tegnologi baru. seperti ke pasar.Komersialisasi sudah cukup tinggi. Tingkat adopsi tegnologi yang mudah dan tidak tersedianya tegnologi spesifik lokal 5. Masalah pembangunan prasarana lain seperti irigasi. terutama didasarkan atas sistem sosial atau kebudayaan yang berakar dalam yang membuat Teori Ekonomi Modern seolah-olah tidak dapat diterapkan di desa-desa atau masyarakat seperti ini. Tetapi selain masalah yang berasal dari sistem sosial atau kebudayaan. pariwisata dan lain-lain. pasar digunakan untuk menjual hasil dan membeli input produksi . Keterisolasian desa dan lambatnya pembangunan prasarana jalan 6.Memanfaatkan tegnlogi baru . ke sekolah bekerja ke kota/ tempat lain atau melalui perpindahan penduduk. termasuk urbanisasi. .Masyarakat sudah mengadopsi kehidupan di kota. Tingkat pendidikan rendah (Sama dengan desa tradisional) 4.Kontak dengan dunia luar sudah cukup besar. masalah-masalah tersebut terutama adalah: 1.Mulai menerapkan sistem Agribisnis Paradigma Pertanian berubah menjadi Agribisnis dan Agroindustri dan perdagangan berkembang. terutama pada wilayah yang terbatas lahannya (Sumber Daya Alam) 2. Desa Maju/Modern Ciri-cirinya: .

upaya penga-daan bantuan dari pemerintah dan pemerintah provinsi kepada desa. Penataan organisasi dan kewenangan: Lingkup kegiatannya yaitu. Terlalu cepatnya perubahan berbagai peraturan perundang-undangan sehingga menimbulkan kebingungan ditingkat pelaksana dan terkadang peraturan perundang-undangan yang dibutuhkan kurang lengkap dan memadai. Pemerintah menetapkan berbagai kebijakan untuk memberdayakan. Peraturan Desa. 4. memanfaatkan. 3.7. (c) Pemantapan kelembagaan. mempercepat penyelesaian Peraturan Pemerintah. Peraturan Kepala Desa dan Tata Tertib Badan Permusyawaratan Desa yang sesuai dengan prinsip keanekaragaman. Kebijakan Pembangunan Desa Bertolak dari permasalahan diatas. terbatasnya tingkat kesejahteraan para penyelenggaran pemerintahan desa. penataan organisasi Pemerintah Desa. Masalah pemasaran hasil-hasil pertanian 8. Masalah pengadaan modal untuk pembaharuan usaha-usaha pertanian (perkreditan dan akumulasi modal) Masalah ini perlu dimengerti keadaannya. upaya peningkatan pendapatan asli desa. menguatkan Pemerintahan Desa. Pemantapan sumber pendapatan dan kekayaan desa: Lingkup kegiatannya yaitu. 2. memelihara serta mengembangkan hasil-hasil pembangunan. Pemantapan kerangka aturan: Lingkup kegiatannya yaitu. penataan manajemen perimbangan keuangan antara Kabupaten/Kota dengan Desa terutama mengenai alokasi dana desa. belum terdapat kepastian mengenai kewenangan dan sumber pendapatan D. Untuk melaksanakan kebijakan sebagaimana diurai diatas. otonomi. sebagian kualitas aparat pemerintahan desa masih terbatas dalam menggalang partisipasi masyarakat. Kebijakan dimaksud antara lain: (a) Pemantapan kerangka aturan (b) Penataan kewenangan dan standar pelayanan minimal Desa. program prioritas yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah dan Pemerintah Daerah meliputi: 1. 2. (e) Peningkatan sumber daya manusia penyelenggara pemerintahan desa dan (f) peningkatan kesejahteraan para penyelenggara pemerintahan desa. sangat terbatasnya sarana dan prasarana pemerintahan desa 6. 3. pembangunan dan kemasyarakatan untuk mewujudkan kemandirian serta kesejahteraan masyarakat belum dapat optimal karena terdapat berbagai permasalahan. menumbuhkan keswadayaan dan kemandirian dalam membangun. pembentukan badan usaha milik desa serta peningkatan dayaguna dan hasil guna aset yang dimiliki maupun . (d) Pemantapan administrasi dan keuangan Desa. baik pada desa tradisional maupun pada desa transisional agar kebijakan dan perencanaan pembangunan desa dapat dibuat dengan cukup lebih baik. seperti. fasilitasi oleh Pemerintah dan Pemerintah Daerah masih sering terlambat. memantapkan. Pemerintahan Desa dalam menyelenggarakan kewenangannya dibidang pemerintahan. Peraturan Daerah. demokratisasi. Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Lembaga Kemasyarakatan Desa beserta kewenangan yang harus dimilikinya. partisipasi dan pemberdayaan masyarakat. 5. 1.

pemerintah menyediakan bantuan Kredit Usaha Tani ( KUT ) bagi para petani dalam memberikan permodalan dalam pengelolaan lahannya. Di samping itu kebijakan pembangunan pedesaan harus dilaksanakan melalui pendekatan sektoral dan regional. dan perlindungan terhadap aktivitas sosial ekonomi masyarakat melalui undang. Kebijakan khusus menjangkau masyarakat melalui upaya khusus. Selain itu guna menyokong program pangan. Insus (Intensifikasi Khusus).undang. pendekatan regional lebih menitik beratkan pada daerah . Innas (Intensifikasi Massal). 5. seperti ketertinggalaan desa dari kota hampIr di segala bidang. Guna mendorong peningkatan pangan. meningkatkan kapasitas Kepala Desa. Akan tetap program-program tersebut belum mampu meningkatkan kesejahteraan petani karena harga beras lokal masih relative lebih tinggi dibandingkan dengan harga beras impor. Perangkat Desa. Beberapa program-program pembangunan pedesaan yang pernah dilaksanakan. misalnya program bidang pangan. jalan. program-program pembangunan yang pernah dilaksanakan adalah KOGM (Komando Gerakan Makmur). cepat. 6. Pemantapan dan pengembangan kapasitas: Lingkup kegiatannya yaitu. Berdasarkan pengalaman tersebut sudah seharusnya pendekataan pembangunan pedesaan mulai diarahkan secara integral dengan mempertimbangkan kekhasan daerah baik dilihat dari sisi kondisi. dan lain sebagainya). program Inpres Desa Tertinggal. 2. tidak terakomodasinya keinginan dan kebutuhan masyarakat dalam program-program pemerintah. transparan dan akuntabel berdasarkan nilai-nilai sosial budaya setempat. anggota Badan Permusyawaratan Desa agar lebih mampu menyelenggarakan pelayanan kepada masyarakat secara demokratis. Sedangkan dana penGembalian LUT sampai saat ini banyak yang menunggak karena petani tidak mampu membayar cicilan tersebut. potensi dan prospek dari masing-masing daerah. yaitu : 1. 4. kesehatan. 1997). Kebijakan yang langsung diarahkan pada peningkatan kegiatan ekonomi masyarakat pedesaan. dan kualiatas pendidikan dan kesejahteraan masih rendah. penyediaan sarana dan prasarana pemerintahan desa yang memadai dalam rangka melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai pelayan masyarakat yang terdepan. Padahal berbagai persoalan yang membutuhkan penanganan pembangunan masyarakat desa sesungguhnya sangat mendesak. Pengadaan sarana dan prasarana: Lingkup kegiatannya yaitu. Adapun program IDT dan PPTAD lebih cenderung pada pembangunan fisik saja sehingga penekanan terhadap pembangunan masyarakat umum kurang tersentuh. dan Supra Insus. seperti penjaminan hukum melalui perundang-undangan dan penjaminan terhadap keamanan dan kenyamanan masyarakat. Berbeda dengan pendekatan sektoral. Penataan sistem informasi dan administrasi pemerintahan desa yang mudah. pendidikan. dan murah terutama yang berkaitan dengan kebutuhan dasar. Kebijakan secara tidak langsung diarahkan pada pendiptaan kondisi yang menjamin kelangsungan setiap upaya pembangunan pedesaan yang mendukung kegiatan sosial ekonomi. seperti penyediaan sarana dan prasarana pendukung (pasar. Namun di dalam penyusunan kebijakan pembangunan pedesaan secara umum dapat dilihat dalam tiga kelompok (Haeruman. Bimas (Bimbingan Massal. 3. dan Program Pengembangan Terpadu Antar Desa ( PPTAD ) merupakan dalah satu upaya pemerintah dalam rangka mengembangkan pedesaan dalam mengejar ketertinggalannya dari perkotaan. penguatan kelembagaan.yang dikelola oleh desa. Pendekatan sektoral dalam perencanaan selalu dimulai dengan pernyataan yang mengkut sektor apa yang perlu dikembangkan untuk mencapai tujuan pembangunan.

Medan. Guna mendorong peningkatan pangan. pendekatan regional sering diambil tidak dalam kerangka totalitas. Pembangunan ekonomi itu tidak bisa diartikan sebagai kegiatankegiatan yang dilakukan negara untuk mengembangkan kegiatan ekonomi dan taraf hidup masyarakatnya. maka pembangunan daerah perlu selalu dikaitkan dimensi sektoral dengan dimensi spasial. Di dalam kenyataan. Innas (Intensifikasi Massal). program Inpres Desa Tertinggal. SUMBER: Sinuhaji. melainkan hanya untuk beberapa daerah tertentu. Pembangunan Masyarakat Desa pada dasarnya adalah bertujuan untuk mencapai suatu keadaan pertumbuhan dan peningkatan untuk jangka panjang dan sifat peningkatan akan lebih bersifat kualitatif terhadap pola hidup warga masyarakat. Desa Maju  Beberapa program-program pembangunan pedesaan yang pernah dilaksanakan. Desa Primitif 2. Pengertian pembangunan itu sangat luas bukan hanya sekedar bagaimana menaikkan pendapatan nasional saja. yaitu pola yang dapat mempengaruhi perkembangan aspek mental (jiwa). program-program pembangunan yang pernah dilaksanakan adalah KOGM (Komando Gerakan Makmur).UNIMED. Sumber internet: . BAB III KESIMPULAN Kebijakan perencanaan pembangunan desa merupakan suatu pedoman-pedoman dan ketentuan-ketentuan yang dianut atau dipilih dalam perencanaan pelaksanakan (memanage) pembangunan di desa yang mencakup seluruh aspek kehidupan dan penghidupan masyarakat sehingga dapat mencapai kesejahteraan bagi masyarakat. dan Supra Insus. Selain itu guna menyokong program pangan. pemerintah menyediakan bantuan Kredit Usaha Tani ( KUT ) bagi para petani dalam memberikan permodalan dalam pengelolaan lahannya. Minah. intelegensia (kecerdasan) dan kesadaran bermasyarakat dan bernegara. seperti daerah terbelakang. dan Program Pengembangan Terpadu Antar Desa ( PPTAD ) merupakan dalah satu upaya pemerintah dalam rangka mengembangkan pedesaan dalam mengejar ketertinggalannya dari perkotaan. fisik (raga). baru kemudian sektor apa yang sesuai untuk dikembangkan di masing-masing daerah.2011. misalnya program bidang pangan. Oleh karena arah yang dituju adalah gabungan antara pendekatan sektoral dan regional. Insus (Intensifikasi Khusus).mana yang perlu mendapat prioritas untuk dikembangkan. Desa Transisional 4. Akan tetapi pencapaian objektif dan target pembangunan desa pada dasarnya banyak ditentukan oleh mekanisme dan struktur yang dipakai sebagai sistem pembangunan desa. atau daerah yang diharapkan mempunyai posisi trategis dalam arti ekonomi-politis. Pembagian desa menurut tahap pembangunannya terbagi atas: 1. Bimas (Bimbingan Massal. Bahan Ajar “Perencanaan dan Pembangunan Wilayah”. Desa Tradisional 3. daerah perbatasan.

go.www.org .ac.id/blog/view/id_9038/title_pelaksanaan-inpres-tentangpembangunan-desa/ http://www.forumdesa.php?module=htmlpages&func=display&pid=67 www.go.id/index.kebumenkab.id/get-file-server/node/8197/ http://community.gunadarma.bappenas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful