SPESIFIKASI TEKNIS TOPOGRAFI SEISMIK 3D BLOK KARANG MAKMUR TAHUN SURVEY 2008 – 2009 1.

UMUM Secara umum spesifikasi yang digunakan pada blok Karang Makmur mengacu pada buku Spesifikasi Teknis Topografi Seismik, Standard Baku Edisi I/99, Kelompok Geomat ika Dinas Teknologi, Juli 1999. Beberapa hal dibawah ini sifatnya hanya untuk me lengkapi dan memberi penjelasan sesuai kebutuhan survei pada kedua blok tersebut diatas. 2. PARAMETER DAN HITUNGAN GEODESI 2.1 Datum Geodesi • Datum Horisontal yang digunakan pada blok ini adalah DATUM GEODISI NASIONAL 1995 (WGS84). Hubungan antara WGS84 dan BESSEL 1841 dalam zona UTM 48 S pada blok in i dinyatakan sbb: Ebessel = Ewgs84 – 186.805 m Nbessel = Ewgs84 + 47.961 m • Datum Vertikal yang digunakan secara berurutan sesuai dengan ketersediaan data d i lapangan adalah : a. Tinggi MSL, hasil ukuran harus dikatakan ke jaring kerangka tinggi BAKOS URTARNAL Titik Tinggi Geodesi (TTG) terdekat. b. Jika tidak terdapat TTG di daerah survey maka dapat digunakan tinggi ell ipsoid hasil pengukuran GPS (EGM96) 2.2 Sistem Proyeksi Peta Sistem Proyeksi yang digunakan adalah Universal Transverse Mercator (UTM) Zone 4 8 Selatan, dengan parameter sbb : False northing False easthing Zona Central Medridian Faktor Skala : : : : : + 10000000 + 500000 m 48S 105°. E 0,9996

2.3 Pengolahan Data • Semua perhitungan dilakukan di atas bidang proyeksi pada Datum WGS84, sehingga s emua data ukuran harus direduksi menggunakan standard reduksi geometris yang ses uai dengan sistem proyeksi yang ditentukan. • Teknik perataan (adjustment) yang digunakan adalah Metode Bowditch untuk perataa n pendekatan, dan metode Parameter untuk perataan kuadrat terkecil. • Khusus untuk kebutuhan processing, selain dalam datum WGS84, data RPS dan SPS ju ga disajikan dalam Datum Bessel 1841. • 3. Transformasi datum menggunakan parameter pada (2.1) di atas.

PELAKSANAAN 3.1 Kalibrasi alat • Setiap peralatan yang digunakan harus disertai sertifikat kalibrasi yang menyata kan kelayakan alat tersebut. • Masa berlaku sertifikat paling tidak selama 6 (enam) bulan dan dikeluarkan oleh vendor / instansi yang berkompeten. • Proses kalibrasi alat harus dilakukan kembali apabila masa berlaku sertifikat te lah habis. • Pengecekan alat di lapangan dilakukan secara berkala untuk setiap alat 1 (satu)

3. 3. 3. ha rus diteliti apakah hal tersebut terjadi akibat adanya offset atau kesalahan pen gukuran. maka untuk setiap posisi sumur minyak/gas yang terlet ak dalam radius +/. 3. dari SL atau RL harus di amati / diukur. • Vertikal setiap BM yang telah dipasang wajib dilakukan oleh pelaksanaan pekerjaa n. • Sedangkan untuk vertikal akurasi maksimum [0.2 Staking out Lintasan Seismik • Penepatan (staking out) dari parameter points (SP dan TR) di lapangan harus memp unyai akurasi horizontal maksimum 1 : 2000 (satu banding dua ribu). untuk menghindari terjadinya salah indentifi kasi dan koordinat posisi BM. dengan menggunakan GPS Handheld.4 Colinearty dan Bending • Syarat kelurusan (colinearity) garis lintasan adalah : ( kecuali untuk lintasan yang memang direncanakan sebagai “croked line”) 5 % untuk interval jarak (antar titik berurutan) 1 % untuk interval azimuth (antar titik berurutan) • Jika terdapat interval-interval titik yang melampaui syarat tersebut di atas.       . setiap pelaksanaannya harus mendapatkan persetu juan dari pihak PERTAMINA. 3. 3. di pilih yang lebih kecil. • Kontruksi dan sketsa BM terlampir.75x SQRT(D km) m] (0. Penanaman BM Seismik • Koordinat rencana lokasi BM seismik KRM 3D terlampir. • Akurasi ukuran vertikal maksimum [0. • BM di cat warna Orange dengan spesifikasi terlampir. Pekerjaan offset dilakukan dengan metode staking out.7. maka revisi dilakukan dengan metode staking out.3 Traverse Poligon Utama • Salah tutupan horizontal maksimum untuk poligon lintasan adalah 1: 5000 (satu ba nding lima ribu) dan untuk polygon utama maksimum 1: 10000 (satu banding sepuluh ribu).bulan sekali selama pengukuran berlangsung. • • Untuk SP/RP yang jumlahnya lebih dari 2 (dua) yang hilang secara berurutan.2 x SQRT (D km) m] (0. • Baik Colinearity maupun bending. • Pembongkokan lintasan (bending) maksimal yang diijinkan adalah 10° dengan penggese ran maksimal di pusat sebesar 200 m.2 kali akar t otal jarak (km) dan dinyatakan dalam meter.100 m .75 kali akar total jara k (km) dan dinyatakan dalam meter atau kesalahan kumulatif maksimum 3 (tiga).6 Pengamatan objek lain • Selain mengukur RL dan SL. dengan maksi mum per titik adalah 5 m (lima meter).5 Revisi dan offset • Pekerjaan revisi dapat dilakukan dengan metode interpolasi maksimal untuk 2 (du a) buah SP/RP yang berurutan.

1 Laporan Terdiri dari laporan in-progress dan laporan akhir.1 4. Metode Pengukuran (GPS. Sketsa Foto titik yang memperlihatkan kondisi (landscape) sekitar titik. Berupa daftar koordinat akhir dari SP serta TR masing-mas ing dalam Datum BESSEL 1841 dan Datum WGS84 dengan parameter transfomasi seperti pada butir 2.2 Deskripsi BM Seismik Untuk BM-BM yang diukur oleh pelaksana. Jambi. bridging dan tangga-tangga). DOKUMENTASI DAN MONUMENTASI 4. berupa daftar atau table yang menunjukkan kemajuan produksi pe ngukuran topografi di lapangan (topo ukur. dapat d idiskusikan dan diikonsultasikan dengan pihak PERTAMINA. 12 Desember 2008 QS TOPOGRAPHY . LAIN-LAIN Hal-hal lain yang terjadi pada saat survei berlangsung dan belum diatur. rintis. Zone UTM dan Ellipsoid Referen si). Profil memanjang dari setiap lintasan (terutama pada daerah yang mempunyai perbe daan tinggi yang ekstrim). berupa daftar numerik yang memperlihatkan deviasi tia p titik koordinat teoritis dengan koordinat hasil ukuran di lapangan. • Yang dimaksud dengan pelaporan in-progress adalah laporan yang dibuat selama sur vey dilakukan : QC Chek Posisi (harian ) . Polygon dan lain-lain) dan informasi titik Referensi yan g digunakan. 5. Produksi Harian . Untuk Laporan Akhir . deskripsi pada laporan harus secara jela s menerangkan : Koordinat titik (UTM dan Geografis) Infomasi Parameter Geodesi (Datum yang digunakan.4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful