You are on page 1of 1

Contoh kasus penyalahgunaan obat dextrometorphan : Obat-obatan yang mengandungdextromethorpan bagi para remaja digunakan untuk membuat

mereka merasa mabuk. Mengkonsumsi dalam jumlah banyak produk yang m e n g a n d u n g D X M d a p a t menyebabkan halusinasi, hilang kendali, dan sensasi ‘ out of body’ . Obat ini sangat mudahditemukan, dapat dibeli sesuai kantong remaja, dan legal.. Remaja sekarang menggunakaninternet tidak hanya untuk membeli DXM dalam bentuk bubuk murni, tapi juga belajar untuk disalahgunakan lebih lanjut. Karena mengkonsumsi dalam volume besar dari sirup batukdapat menyebabkan muntah, maka obat-obatan tersebut diekstrak dari obat batuk dan dijualkembali di Internet dalam bentuk tablet yang kemudian ditelan atau bubuk yang dihirup.B a h k a n d i v e r s i o n l i n e t e r d a p a t k a l k u l a t o r ya n g d a p a t m e n g h i t u n g s e b e r a p a b e s a r dikonsumsi sesuai dengan berat dan tinggi badannya. Salah satu jalan lainnya untuk remajamemperoleh DXM adalah dengan membeli ‘triple C”- Coricidin HBP Cough and Cold, yangmengandung 30 mg DXM dalam tablet merah kecil. Pengguna yang mengkonsumsi triple Cdalam jumlah banyak dapat memperbesar resiko karena triple C mengadung antihismitamindan lainnya seperti decongestant, expectorants, dan penghilang rasa sakit. Selain Triple C,nama lain dari DXM yaitu, Candy, C-C-C, Dex, DM, Drex, Red Devils, Robo, Rojo, Skittles,Tussin, Velvet, dan Vitamin D. Biasanya juga disebut sebagai "syrup heads," dan perilakupenyalah gunaan DXM disebut"dexing," "robotripping," atau "robodosing" (Anonim,2006