PERAN MAHASISWA PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Mahasiswa merupakan suatu elemen masyarakat yang unik.

Jumlahnya tidak banyak, namun sejarah menunjukkan bahwa dinamika bangsa ini tidak lepas dari peran mahasiswa. Walaupun jaman terus bergerak dan berubah, namun tetap ada yang tidak berubah dari mahasiswa, yaitu semangat dan idealisme. Semangat-semangat yang berkobar terpatri dalam diri mahasiswa, semangat yang mendasari perbuatan untuk melakukan perubahan-perubahan atas keadaan yang dianggapnya tidak adil. Mimpi-mimpi besar akan bangsanya. Intuisi dan hati kecilnya akan selalu menyerukan idealisme. Mahasiswa tahu, ia harus berbuat sesuatu untuk masyarakat, bangsa dan negaranya. Sejarah mencatat dengan tinta emas, perjuangan mahasiswa dalam memerangi ketidak adilan. Sejarah juga mencatat bahwa perjuangan bangsa Indonesia tidak bisa lepas dari mahasiswa dan dari pergerakan mahasiswa akan muncul tokoh dan pemimpin bangsa. Apabila kita menengok ke belakang, ke sejarah perjuangan bangsa, kebangkitan bangsa Indonesia dalam melawan penjajahan Belanda dimotori oleh para mahasiswa kedokteran STOVIA. Demikian juga dengan Soekarno, sang Proklamator Kemerdekaan RI merupakan tokoh pergerakan mahasiswa. Ketika pemerintahan bung Karno labil, karena situasi politik yang memanas pada tahun 1966, mahasiswa tampil ke depan memberikan semangat bagi pelaksanaan tritura yang akhirnya melahirkan orde baru. Demikian pula, seiring dengan merebaknya penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh orde baru, mahasiswa memelopori perubahan yang kemudian melahirkan jaman reformasi. Demikianlah perjuangan mahasiswa dalam memperjuangkan idealismenya, untuk memerangi ketidakadilan. Namun demikian, perjuangan mahasiswa belumlah berakhir. Di masa sekarang ini, mahasiswa dihadapkan pada tantangan yang tidak kalah besar dibandingkan dengan kondisi masa lampau. Kondisi yang membuat Bangsa Indonesia terpuruk, yaitu masalah korupsi yang merebak di seluruh bangsa ini. Mahasiswa harus berpandangan bahwa korupsi adalah musuh utama bangsa Indonesia dan harus diperangi. 1. Definisi Korupsi Banyak sekali definisi mengenai korupsi, namun demikian pengertian korupsi menurut hukum positif (UU No 31 Tahun 1999 jo UU No.20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi) adalah perbuatan setiap orang baik pemerintahan maupun swasta yang melanggar hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi yang dapat merugikan keuangan negara. Penyebab terjadinya korupsi bermacam-macam dan banyak ahli mengklasifiksikan penyebab terjadinya korupsi. Salah satunya Boni Hargen, yang membagi penyebab terjadinya korupsi menjadi 3 wilayah (media online 2003), yaitu: 1. 1. Wilayah Individu, dikenal sebagai aspek manusia yang menyangkut moralitas personal serta kondisi situasional seperti peluang terjadinya korupsi termasuk di dalamnya adalah faktor kemiskinan.

toh pejabat yang kini bergelimangan harta hasil korupsi bisa jadi dulunya adalah mahasiswa yang berteriak lantang tentang integritas dan keadilan. diharapkan mampu membentuk generasi anti-korupsi yang bertahan sejak dini hingga ketika menjabat di kepemimpinan bangsa kelak. 2. Munculnya berbagai masalah sosial di masyarakat. tindakan korupsi semakin merajalela. politik. kesadaran dan karakter anti-korupsi harus dibangun melalui pemahaman dan pembentukan budaya masyarakat muda yang secara tegas menjauhi segala bentuk korupsi. apatis terhadap pemerintah yang berdampak kontraproduktif terhadap pembangunan. Disamping itu terjadinya pergeseran nilai. lembaga yang memiliki otoritas untuk memberantas korupsi secara hukum mulai diperlemah. administrasi. dan ekonomi yang ada dalam masyarakat. Adapun dampak dari korupsi bagi bangsa Indonesia sangat besar dan komplek.2. Kekuatan hukum untuk mengekang korupsi menjadi bias akibat pertarungan yang justru terjadi di badan inter-pranata dalam penegakkan hukum tersebut. Dari internalisasi kultural yang berpengaruh hingga personal. 4. Korupsi dianggap sebagai konsekuensi dari kerja sistem yang tidak efektif. . Beriringan dengan itu. 3. unsur pemerintah dan organisasi non pemerintah. Untuk itulah. maupun hukum. dikenal sebagai aspek institusi/administrasi. Mekanisme kontrol yang lemah dan kerapuhan sebuah sistem memberi peluang terjadinya korupsi. yang meliputi hubungan antara politisi. beberapa dampak korupsi adalah 1. Rusaknya sistem tatanan masyarakat. Dewasa ini. ketidakpercayaan. mahasiswa sebagai generasi muda perlu dipersiapkan sebagai penerus kepemimpinan bangsa. BAB II ISI 1. Yang pada akhirnya menimbulkan sikap frustasi. Gerakan Anti Korupsi Mahasiswa Korupsi merupakan tindak pidana yang menimbulkan kerugian ganda: menguras harta negara demi kepentingan pribadi/kelompok serta mencerabut hak-hak sosial masyarakat secara meluas. sosial. Di sisi lain. Selain itu meliputi juga kultur masyarakat yang cenderung permisif dan kurang perduli dengan hal-hal yang tidak terpuji. Penderitaan sebagian besar masyarakat di sektor ekonomi. logika. Di sinilah dibutuhkan suatu daya sosial yang memberikan aspirasi kolektif sehingga mampu menuntut pemberantasan korupsi secara tegas dan sigap. 5. Menurut Soejono Karni. Karena. dikenal dengan aspek sosial budaya. 3. Meluasnya korupsi hingga ke tatanan struktural masyarakat yang terendah atau semakin besarnya kuantitas dana yang dikorupsi menjadi peringatan bahwa daya perlawanan terhadap korupsi harus ditingkatkan. Wilayah Irisan antara Individu dan Sistem. Wilayah Sistem. Ekonomi biaya tinggi dan sulit melakukan efisiensi.

perlu ditingkatkan propaganda integritas akademik bagi mahasiswa. sehingga gerakan yang dilakukan tidak bergantung terhadap isu yang ada. Makna “struktural” diartikan sebagai satu komponen di dalam pemerintahan yang memiliki keterlibatan di dalam isu korupsi tertentu. Salah satu bentuk dari gerakan struktural ini adalah aksi dan unjuk rasa terkait kasus korupsi tertentu. mahasiswa diberikan pemahaman tentang definisi korupsi secara luas dan bagaimana cara pencegahannya. maka mahasiswa harus mampu menjaga kebersihan perilakunya dari tindakan korupsi. 1. perlu dirancang suatu konsep gerakan anti-korupsi bagi mahasiswa Indonesia yang terdiri dari gerakan struktural dan kultural. Tujuan dari gerakan struktural ini adalah: 1) memberikan pernyataan sikap pemuda. Mekanisme pembudayaan yaitu dengan cara pemanfaatan media. 3) menampilkan propaganda dan pencerdasan kepada publik. Propaganda Anti-Korupsi Mahasiswa Propaganda anti-korupsi mahasiswa diterapkan dengan memberikan aksentuasi pada peran mahasiswa sebagai penerus kepemimpinan. sebagai pemupukan budaya anti-korupsi. ditampilkan contoh-contoh bentuk korupsi di dalam organisasi kemahasiswaan sebagai satu upaya pemupukan kesadaran untuk tidak melakukan tindakan korupsi dalam unit kelembagaan yang kecil. Luaran utama dari gerakan ini adalah timbulnya kesadaran untuk . 2) memberikan tuntutan tertentu terhadap isu terkait. dan 4) menunjukkan daya sosial yang menekankan pada semangat perlawanan terhadap korupsi. Dengan pemahaman yang ada tentang jenis korupsi yang mungkin terjadi pada organisasi kemahasiswaan. 2) menciptakan budaya anti-korupsi sejak dini. propaganda. Upaya ini adalah untuk mencegah bibitbibit korupsi yang mungkin tumbuh dari kecurangan-kecurangan kecil yang terjadi dalam pelaksanaan aktivitas akademik di kemahasiswaan. Gerakan Kultural Gerakan kultural bertujuan untuk: 1) memberikan pemahaman tentang korupsi dan bentuk nyata anti-korupsi di dalam kemahasiswaan. dan 3) membentuk karakter generasi anti-korupsi. Berbeda dengan sebelumnya. serta ajang-ajang yang melibatkan mahasiswa dalam skala mikro hingga makro. 2. diharapkan penyelenggaraan kelembagaan yang bersih dari korupsi mulai dipraktikkan oleh mahasiswa sejak dini. Bahwa sebagai generasi penerus yang mengharapkan kondisi negara yang bersih.Dilatarbelakangi oleh hal di atas. Untuk itu. Jadi. Selain itu. berarti memberikan satu aksi atau reaksi terhadap isu tertentu yang ditujukan kepada pemerintah sebagai lembaga yang berwenang dalam penyelesaian isu tersebut. 1. gerakan kultural ini cenderung bersifat aktif. Pemahaman Korupsi dalam Pemerintahan Mahasiswa (Student governance) Dalam hal ini. gerakan anti-korupsi yang bersifat struktural. Tujuan dari hal ini menyadarkan peran sebagai generasi penerus serta menumbuhkan mental anti-korupsi secara permanen. Beberapa model gerakan yang dapat dilakukan pada klasifikasi kultural diantaranya:    Propaganda Integritas Akademik Salah satu bentuk kecil korupsi adalah kecurangan akademik. Gerakan Struktural Gerakan struktural memiliki kecenderungan yang reaktif terhadap isu dan melibatkan massa dalam jumlah besar dalam pelaksanaannya.

teknokrat. segenap elemen bangsa dan masyarakat harus dilibatkan dalam upaya memerangi korupsi melalui cara-cara yang simultan. investigasi.mempertahankan integritas anti-korupsi sejak di bangku kuliah hingga bangku pemerintahan. pengawasan dan aspek kuratifnya) dan meliputi berbagai elemen. dimana mahasiswa diproyeksikan menjadi birokrat. Sedangkan strategi edukatif adalah upaya pemberantasan korupsi dengan mendorong masyarakat untuk berperan serta memerangi korupsi dengan sesuai dengan kapasitas dan kewenangan masing-masing. antara lain:    Memahami hal-hal yang menjadi penyebab korupsi. 1. Upaya pemberantasan korupsi meliputi beberapa prinsip. Di sisi lain. investigasi dan penegakan hukum terhadap para pelaku korupsi. Upaya pencegahan. dan bersikap negatif lainnya. pelaksanaan. mahasiswa harus menyadari siapa dirinya. dan berbagai profesi lainnya. Kepada masyarakat perlu ditanamkan nilai-nilai kejujuran (integrity) serta kebencian terhadap korupsi melalui pesan-pesan moral. serta edukasi dilakukan secara bersamaan. kecerdasan emosional. pengusaha. Tindakan diarahkan terhadap suatu kegiatan dari hulu sampai hilir (mulai dari perencanaan. mahasiswa akan dapat menjadi agen pembaharu yang handal. investigative dan edukatif. maka strategi yang perlu dikembangkan adalah strategi memerangi korupsi dengan pendekatan tiga pilar yaitu preventif. Dalam hal ini mahasiswa dituntut untuk memiliki kecerdasan intelektual. Dari pengalaman Negara-negara lain yang dinilai sukses memerangi korupsi. Apabila kita menilik ke dalam untuk mengetahui apa hakekat dari mahasiswa. Sebagaimana Hong Kong dengan ICAC-nya. Disatu sisi mahasiswa merupakan peserta didik.    Strategi preventif adalah strategi upaya pencegahan korupsi melalui perbaikan system dan prosedur dengan membangun budaya organisasi yang mengedepankan prinsipprinsip fairness. Selain mengenal karakteristik korupsi. maka kita akan mengetahui bahwa mahasiswa mempunyai banyak sekali sisi. accountability & responsibility yang mampu mendorong setiap individu untuk melaporkan segala bentuk korupsi yang terjadi. dan kecerdasan spiritual. pengenalan diri diperlukan untuk menentukan strategi yang efektif yang akan digunakan. yang menggantikan peran-peran pendahulunya di masa yang akan datang akan dapat melakukan perbaikan terhadap kondisi yang ada kearah yang lebih baik. Dalam kaitannya dengan hal tersebut. egois. Dengan berbekal hal-hal tersebut. Strategi Pemberantasan Korupsi Upaya memerangi korupsi bukanlah hal yang mudah. dan kekuatan dan kemampuan apa yang dimilikinya yang dapat digunakan untuk menghadapi peperangan melawan korupsi. Hal tersebut disebabkan kecerdasan intelektual tidak dapat mencegah orang untuk menjadi serakah. mahasiswa juga dituntut berperan untuk melakukan kontrol sosial terhadap penyimpangan yang terjadi . transparency. Strategi investigatif adalah upaya memerangi korupsi melalui deteksi.

1. Selain itu media berupa lomba-lomba karya ilmiah pemberantasan korupsi ataupun melalui bahasa seni baik lukisan. mahasiswa melakukan kontrol terhadap jalannya penerimaan mahasiswa baru dan melaporkan kepada pihak-pihak yang berwenang atas penyelewengan yang ada. Usaha-usaha yang dapat dilakukan oleh mahasiswa untuk mempengaruhi keputusan politik adalah dengan melakukan penyebaran informasi/tanggapan atas kebijakan pemerintah dengan melakukan membangun opini public. mahasiswa harus mendemonstrasikan bahwa diri dan kampusnya harus bersih dan jauh dari perbuatan korupsi. Hal krusial lain dalam masa ini adalah masalah penggunaan dana yang ada dilingkungan kampus. Selain itu. dan lain-lain juga dapat dimanfaatkan juga. drama. Selanjutnya pada tahap akhir perkuliahan. Sedangkan upaya edukatif penumbuhan sikap anti korupsi dapat dilakukan melalui media berupa seminar. Mahasiswa juga dapat berperan dalam mempengaruhi kebijakan publik dari pemerintah. Untuk mewujudkan hal tersebut. dimana pada masa ini mahasiswa memperoleh gelar kesarjanaan sebagai tanda akhir proses belajar secara formal.terhadap sistem. Pada masa ini merupakan masa penerimaan mahasiswa. Dengan kata lain. dan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. Kesadaran yang tertanam kokoh dalam diri mahasiswa yang kelak akan memegang estafet kepemimpinan bangsa merupakan satu bentuk penyelamatan investasi bangsa menuju negara yang bersih dari segala macam bentuk korupsi. perlu penekanan terhadap moralitas mahasiswa dalam berkompetisi untuk memperoleh nilai yang setinggi-tingginya. dialog. Untuk itu diperlukan upaya investigatif berupa melakukan kajian kritis terhadap laporan-laporan pertanggungjawaban realisasi penerimaan dan pengeluarannya. tanpa melalui cara-cara yang curang. norma. diskusi. Peran Mahasiswa di lingkungan Kampus Untuk dapat berperan secara optimal dalam pemberantasan korupsi adalah pembenahan terhadap diri dan kampusnya. Di samping itu. diskusi terbuka dengan pihak-pihak yang berkompeten. jumpa pers. dimana mahasiswa diharapkan mengkritisi kebijakan internal kampus dan sekaligus melakukan pressure kepada pemerintah agar undang-undang yang mengatur pendidikan tidak memberikan peluang terjadinya korupsi. baik antar mahasiswa maupun dengan lembaga-lembaga swadaya masyarakat sehingga apabila dikoordinasikan dengan baik akan menjadi kekuatan yang sangat besar untuk menekan pemerintah. mahasiswa juga melakukan upaya edukasi terhadap rekan-rekannya ataupun calon mahasiswa untuk menghindari adanya praktik-praktik yang tidak sehat dalam proses penerimaan mahasiswa. Selanjutnya adalah pada proses perkuliahan. Di samping itu. mahasiswa mempunyai jaringan yang luas. dibutuhkan satu gerakan yang didasari oleh semangat antikorupsi yang tertanam sebagai satu budaya yang utuh. Mahasiswa harus memahami bahwa gelar kesarjanaan yang diemban . Selain itu. Bukan hanya sekadar pemahaman dan demonstrasi yang hampa pemaknaan. Selain itu. Denagan memberikan kesadaran penuh kepada mahasiswa sejak dini tentang bahaya laten korupsi merupakan agenda wajib yang perlu dilakukan. mahasiswa juga menyampaikan tuntutan dengan melakukan demonstrasi dan pengerahan massa dalam jumlah besar. Dalam masa ini. upaya pemberantasan korupsi dimulai dari awal masuk perkuliahan. Upaya preventif yang dapat dilakukan adalah dengan jalan membentengi diri dari rasa malas belajar.

penggerak. mahasiswa juga dapat melakukan strategi investigatif dengan melakukan pendampingan kepada masyarakat dalam upaya penegakan hukum terhadap pelaku korupsi serta melakukan tekanan kepada aparat penegak hukum untuk bertindak tegas terhadap pelaku tindak pidana korupsi. Hal tersebut telah terjadi di berbagai negara di dunia. Selain itu. Peran mahasiswa dalam masyarakat secara garis besar dapat digolongkan menjadi peran sebagai kontrol sosial dan peran sebagai pembaharu yang diharapkan mampu melakukan pembaharuan terhadap sistem yang ada. di satu sisi. mahasiswa menempati posisi yang penting dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Sebagai kontrol sosial. dan konstruktif selalu lahir dari pola pikir para mahasiswa. BAB III PENUTUP 1. Kekuatan tersebut bagaikan pisau yang bermata dua. sekaligus mengkritisi peraturan yang tidak adil dan tidak berpihak pada masyarakat. Tekanan tersebut bisa berupa demonstrasi ataupun pembentukan opini publik. Roda sejarah demokrasi selalu menyertakan mahasiswa sebagai pelopor. Kontrol tersebut bisa berupa tekanan berupa demonstrasi ataupun dialog dengan pemerintah maupun pihak legislatif. Sikap idealisme mendorong mahasiswa untuk memperjuangkan sebuah aspirasi pada penguasa. Pemikiran kritis. Kesimpulan Mahasiswa selalu menjadi bagian dari perjalanan sebuah bangsa. baik di Timur maupun di Barat. 1. demokratis. Dengan kekuatan yang dimilikinya berupa semangat dalam menyuarakan dan memperjuangkan nilai-nilai kebenaran serta keberanian dalam menentang segala bentuk ketidak adilan. Suara-suara mahasiswa kerap kali merepresentasikan dan mengangkat realita sosial yang terjadi di masyarakat. mahasiswa dapat melakukan peran preventif terhadap korupsi dengan membantu masyarakat dalam mewujudkan ketentuan dan peraturan yang adil dan berpihak pada rakyat banyak. mahasiswa mampu mendorong dan menggerakkan masyarakat untuk bertindak atas ketidakadilan sistem termasuk didalamnya tindakan penyelewengan jabatan dan korupsi. Sedangkan di sisi yang lain. Peran Mahasiswa di luar Kampus Mahasiswa merupakan bagian dari masyarakat. mahasiswa merupakan faktor penekan bagi penegakan . dengan cara mereka sendiri. Salah satu contoh yang paling fenomenal adalah peristiwa turunnya orde baru dimana sebelumnya di dahului oleh adanya aksi mahasiswa yang masif di seluruh Indonesia.memiliki konsekuensi berupa tanggung jawab moral sehingga perlu dihindari upayaupaya melalui jalan pintas. bahkan sebagai pengambil keputusan. Mahasiswa juga dapat melakukan peran edukatif dengan memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat baik pada saat melakukan kuliah kerja lapangan atau kesempatan yang lain mengenai masalah korupsi dan mendorong masyarakat berani melaporkan adanya korupsi yang ditemuinya pada pihak yang berwenang. Kontrol terhadap kebijakan pemerintah tersebut perlu dilakukan karena banyak sekali peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah yang hanya berpihak pada golongan tertentu saja dan tidak berpihak pada kepentingan masyarakat banyak. mahasiswa merupakan faktor pendorong dan pemberi semangat sekaligus memberikan contoh dalam menerapkan perilaku terpuji.

S. hal yang sangat lucu jika mahasiswa itu sendiri melakukan korupsi sementara dalam berbagai kesempatan mahasiswa menuntut pemberantasan korupsi dilakukan tanpa tebang pilih. Pembela Kebenaran. diakses tanggal 16 Mei 2010.com. 2005.wordpress.com. STMIKAMIK Dumai Online.go.2010. Peranan Dan Fungsi Mahasiswa Dalam Era Reformasi. Diakses tanggal 10 Mei 2010.id/unit/investigasi/peranan_mahasiswa. diakses tanggal 16 Mei 2010.bpkp. Asrul. 1. M. http://armyalghifari.kompasiana.hukum bagi pelaku korupsi serta pengawal bagi terciptanya kebijakan publik yang berpihak kepada kepentingan masyarakat banyak. www.Kom.2007. Diakses tanggal 10 Mei 2010 Sumber: http://alamphysics. 2009. Saran Berdasar hal tersebut maka saran yang diberikan adalah bahwa seyogyanya mahasiswa membuktikan diri mampu menjadi mitra aparat penegak hukum untuk mencegah dan memberantas korupsi.com. diakses tanggal 16 Mei 2010.com/2010/05/19/peran-mahasiswa-dalam-pemberantasankorupsi-di-indonesia/ .wordpress. Deputi Bidang Investigasi BPKP.wordpress. http://gibranhuzaifah.Kom. http://politik. Selain itu hal penting lainnya adalah mahasiswa (baik secara kelembagaan maupun perorangan) terlebih dahulu harus terbukti bersih dari praktik korupsi. DAFTAR PUSTAKA Ridarmin. Al muslimin. Ibrahim Nur. Risbiyantoro.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful