You are on page 1of 20

MAKALAH SKENARIO 1 “Memutihkan Gigi”

KELOMPOK 3 : Zuhda Febrina Ramadhani Nida Amalia M. Fauzan Anshari Sindi Sativa Prasetyo Gusti Febby Aprilia Eka Oktavia Ruswanti Achmad Riwandy Dian Novita Sari Nisa Yanuarti Hasanah M. Herry Septianoor I1D110003 I1D110009 I1D110013 I1D110020 I1D110024 I1D110035 I1D110204 I1D110212 I1D110217 I1D110218

UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARBARU PSKG 2010

1

Kata Pengantar

Puji dan syukur kehadirat Allah SWT karena rahmat dan hidayahNya, penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan lancar. Salawat dan salam penulis sampaikan kepada junjungan nabi Muhammad SAW yang telah memberi petunjuk sehingga berada di jalan yang benar. Makalah ini diharapkan dapat membantu kita dalam menghadapi masalah pemilihan tambalan gigi serta efek yang ditimbulkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua. Penulis sadar bahwa makalah ini masih terdapat kekurangan,oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat memperbaiki sangat kami harapkan.

Banjarbaru, 11 Mei 2011

Penyusun

2

... 1 Kata Pengantar ………………………….....................................................1 Kesimpulan ………………………………………………….3 Tujuan Penulisan ……………………………………………………............................................. 8 2..........6 Pengertian tumpatan komposit ..........3 Kelebihan dan kekurangan tumpatan amalgam……. 2.....................................….............. 20 9 10 11 11 12 12 13 17 7 3 ...10 Bahan-bahan bleaching ..........5 Mekanisme diskolorisasi pada tumpatan .................. 2.. 7 2........................................ 2..... 6 Bab II Isi 2....... Bab III Penutup 3...………………………………….……......... 19 3..... 2..........................................2 Rumusan Masalah .2 Komposisi amalgam .................... 3 Bab I Pendahuluan 1. 4 1...……............................................…..... …………….8 Kelebihan dan kekurangan tumpatan komposit ....12 Efek samping bleaching .......9 Pengertian bleaching .......... 8 2.............................……….................................. 5 1....... 2.........…...…………………………………..........................................7 Komposisi komposit .............. 2........ 19 Daftar Pustaka ……………………………..................1 Latar Belakang ………………………………………………………......11 Macam-macam teknik bleaching ... 2.................................................4 Penyebab diskolorisasi pada tumpatan amalgam ……………….. 2...................... 2 Daftar Isi ………………………………………………………………….......................DAFTAR ISI Judul ……………………………………………………………………………..........2 Saran ………………………………………………………........1 Pengertian tumpatan amalgam …….............

estetika yang kurang. Faktor-faktor yang menyebabkan penurunan penggunaan baru-baru ini adalah dampak merugikan bagi kesehatan. uap merkuri yang terhirup pada saat mengaduk amalgam dapat menimbulkan efek toksik kumulatif pada dokter gigi tersebut. Namun. Merkuri dalam keadaan bebas sangat berbahaya bagi kesehatan karena dapat meracuni tubuh oleh karena itu merkuri di dalam amalgam dianggap berbahaya. mudah beradaptasi dengan cairan mulut dan harganya relatif murah. kekuatan. Pertama diperkenalkan di Perancis pada awal 1800-an. Amalgam merupakan bahan yang paling sering digunakan karena bahan ini dapat bertahan lama sebagai bahan tumpatan.BAB I PENDAHULUAN 1. Hal ini terutama menjadi perhatian bila digunakan pada gigi depan. hal ini karena di dalam amalgam terkandung merkuri. ketahanan. mengenai masalah efek samping yang ditimbulkan oleh bahan ini masih dipertanyakan karena masih ada anggapan bahwa amalgam berbahaya bagi kesehatan tubuh pasien. tetapi dapat diatasi dengan menggunakan bahan gigi alternatif. dan pencemaran lingkungan. Perubahan warna gigi terutama gigi anterior dapat menimbulkan suatu problema estetika yang mempunyai dampak psikologi yang cukup besar bagi 4 . kemudahan aplikasi. Bahaya merkuri ini tidak hanya mengancam kesehatan pasien tetapi juga dokter gigi itu sendiri.1 Latar Belakang Dental amalgam merupakan bahan tumpatan yang sering digunakan di Kedokteran Gigi. dan efek bakteriostatik. berisi campuran air raksa dengan setidaknya satu logam lainnya. Masalah estetika adalah karena warna metalik tidak berbaur dengan baik dengan warna gigi alami. mudah memanipulasinya. Amalgam telah menjadi metode restoratif pilihan selama bertahun-tahun karena biaya rendah.

9.2 Rumusan Masalah Adapun identifikasi masalah yang didapat ialah sebagai berikut: 1. 8. antara lain lebih baik dari segi estetik karena tidak mengambil jaringan kerasdan teknik perawatan relatif lebih mudah dibandingkan dengan pembuatan suatu mahkota tiruan.sampai mendekati warna gigi asli dengan proses perbaikan secara kimiawi dan tujuannya m e n g e m b a l i k a n f a k t o r e k s t r i n s i k p e n d e r i t a . T e k n i k bleaching m e m i l i k i b e b e r a p a keuntungan. Bleaching dapat dilakukan pada gigi vital ataupun gigi non vital yang mengalami perubahan warna. 4. Pengertian tumpatan amalgam ? Komposisi amalgam ? Kelebihan dan kekurangan tumpatan amalgam ? Penyebab Diskolorasi pada tumpatan amalgam ? Mekanisme diskolorasi ? Pengertian tumpatan komposit ? Komposisi komposit ? Kelebihan dan kekurangan tumpatan komposit ? Pengertian bleaching ? Bahan – bahan bleaching ? Macam – macam teknik bleaching ? Efek samping bleaching ? 5 .penderitanya. 2. 3. 7. 5. 1. Pada saat ini. 10. 6. perkembangangan kosmetik bidang kedokteran gigi sangat menonjol dalam menanggulangi hal tersebut yaitu dengan cara restoratif misalnya pelapisan mahkota gigiatau dengan cara bleaching. 12. Bleaching merupakan suatu cara pemutihan kembali gigi yang berubah warna. 11.

12. 9. 5. Tujuan Mengetahui pengertian tumpatan amalgam Mengetahui komposisi amalgam Mengetahui kelebihan dan kekurangan tumpatan amalgam Mengetahui penyebab diskolorasi pada tumpatan amalgam Mengetahui mekanisme diskolorasi Mengetahui pengertian tumpatan komposit Mengetahui komposisi komposit Mengetahui kelebihan dan kekurangan tumpatan komposit Mengetahui Pengertian bleaching Mengetahui Bahan – bahan bleaching Mengetahui Macam – macam teknik bleaching Mengetahui efek samping bleaching 6 . 8. 2. 7.3 1.1. 10. 11. 3. 6. 4.

faktor dari pabrik. selama preparasi gigi. Dapat dikatakan bahwa amalgam merupakan suatu bahan tambalan yang paling banyak dipergunakan dokter gigi. amalgam masih merupakan suatu bahan yang paling banyak dipergunakan. dan hal yang kedua faktor dokter gigi dan asistennya.BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Tumpatan Amalgam Amalgam telah dipakai dalam restorasi lesi karies sejak awal abad ke -15 atau bahkan lebih dini lagi. seperti komposisi dan pembuatannya.24% 7 . Hal-hal yang penting seperti metode triturasi dan waktu.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas tambalan dapat dibagi dalam 2 group : pertama. Karena merkuri bersifat cair dalam temperatur kamar.2 Komposisi Amalgam Komposisi tumpatan amalgam yaitu terdiri dari :1 a.Perak 67% . teknik kondensasi. Low copper alloy .1 2.1 Amalgam adalah jenis logam campur khusus yang mengandung merkuri sebagai salah satu konstituennya. merkuri dapat dicampur dengan logam lain yang padat. amalgam adalah restorasi yang relatif murah dan dapat diselesaikan dalam satu kali kunjungan. Kualitas yang paling baik dari amalgam gigi ini adalah tahan lama dan mudah manipulasinya. Cukup bisa beradaptasi dengan cairan mulut. karakteristik anatomi dan prosedur penyelesaian tergantung kepada dokter gigi yang berada di kamar praktik. pengisian dan penyelesaian restorasi. Keberhasilan klinik dari amalgam tergantung pada perhatian yang detail sewaktu pembuatannya.

.1.2 2. serta dapat ditambalkan pada anak-anak dan pada pasien dengan kebutuhan khusus. cenderung menimbulkan reaksi alergi pada beberapa pasien. tahan terhadap tekanan kunyah.3 Kelebihan dan Kekurangan Amalgam Amalgam memiliki beberapa kelebihan antara lain kuat. Adakalanya disebabkan oleh cacat pada email 8 .Seng 25% . perubahan warna alami (didapat). dan pemolesan baru dilakukan pada kunjungan berikutnya. tahan lama. bisa terjadi pada permukaan atau di dalam struktur gigi.27% 0% . High Copper Alloy Perak Admixed Alloy Single Composition 40-60% Alloy 22-30% 13-30% 0-4% 69% Timah 17% Tembaga 13% Seng 1% 2. Kelompok pertama.2% b.6% 0% . membutuhkan banyak pengambilan jaringan gigi yang sehat sehingga cenderung melemahkan struktur gigi yang tersisa. paling murah diantara tambalan lainnya. resiko terjadinya kebocoran yang menyebabkan masuknya bakteri dan makanan sangat kecil. perbaikan tambalan amalgam juga membutuhkan perlakuan khusus untuk menghindari bahaya merkuri yang mungkin terlepas pada saat pembongkaran tambalan.4 Penyebab Diskolorasi pada Tumpatan Amalgam Perubahan warna terjadi selama atau sesudah pembentukan email dan dentin.1.2 Sedangkan kekurangan yang dimiliki amalgam adalah menyebabkan perubahan warna pada gigi karena bersifat korosi.Tembaga . Ada perubahan warna yang tampak setelah gigi erupsi.Timah . dan ada pula yang timbul akibat prosedur perawatan.

Dapat dihubungkan dengan periode perkembangan gigi. Tembaga (Cu). Perak (Ag). Beberapa diskolorasi ekstrinsik.atau cedera trauma. Jenis lain diskolorasi ekstrinsik.5 Mekanisme Diskolorisasi Tumpatan Amalgam Perubahan warna gigi karena tambalan amalgam dapat terjadi karena bahan tambalan amalgam memiliki komposisi . tetapi stain yang disebabkan karena nekrosis.3 Diskolorasi gigi dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis. Kelompok kedua adalah perubahan warna iotrogenik yang timbul akibat prosedur perawatan gigi. dan noda teh serta tembakau. seperti pada dentinogenesis imperfekta. dapat dihilangkan dengan prosedur pemutihan. hampir tidak dapat dihilangkan tanpa digerinda/diasah karena strain memasuki permukaan mahkota dan uskar dihilangkan hanya dengan bahan – bahan kimiawi saja. Diskolorasi intristik seperti yang terjadi pada amelogenesis imperfekta atau dentinogenesis imperfekta tidak mungkin dihilangkan karena berasal dari kerusakan perkembangan email dan dentin. misalnya diskolorasi hijau yang dihubungkan dengan membran Nasmyth pada anak – anak.4 2. merkuri (Hg). biasanya tergabung dalam struktur gigi dan sebenarnya merupakan kejadian yang bisa dicegah. dan 9 . seperti misalnya noda/strain tembakau. yaitu : Diskolorasi Ekstrinsik Diskolorasi ekstrinsik ditemukan pada permukaan luar gigi dan biasanya berasala lokal.4 Diskolorasi Intristik Diskolorasi intristik adalah noda yang terdapat di dalam email dan dentin yang disebabkan oleh penumpukan atau penggabungan bahan di dalam struktur – struktur ini seperti strain tetracycline. Timah (Sn). dapat dihilangkan dengan skaling dan pemolesan pada waktu profilaksis gigi. seperti noda nitrat perak. atau dapat diperoleh setelah selesainya perkembangan seperti pada nekrosis pulpa. Bila masuk ke dalam dentin menjadi kelihatan karena translusensi email.

Bahan ini pada dasarnya merupakan hasil penelitian yang dilakukan oleh R. Dalam kedua ‘komposit’ ini. hydrogen hasil reaksi akan terjebab di dalam kavitas gigi dan meningkatkan tekanan internal tambalan amalgam. partikel-partikel bahan pengisi terdiri atas kristal hidroksiapatit. Pada enamelin mewakili matriks organik. Saat proses triturasi untuk mencapur bahan-bahan tambalan amalgam dan kondensasi. Bila konstruksi tepat.Bowen. Contoh bahan komposit alamiah adalah email gigi dan dentin. Resin komposit yang dinamai resin tambalan direk tipe II dalam spesifikasi American Dental Association. kombinasi ini memberikan kekuatan yang tidak dapat diperoleh bila bila hanya digunakan satu komponen saja. akibatnya terjadi penetrasi merkuri pada jaringan gigi di sekitar tambalan yang menyebabkan perubahan warna pada gigi. Jika hal ini terus berlanjut maka akan terjadi ekspansi tertunda. Bahan restorasi komposit adalah suatu bahan matriks resin yang di dalamnya ditambahkan pasi organik sedemikian rupa sehingga sifat-sifat matriksnya ditingkatkan.6 Pengertian Tumpatan Komposit Istilah bahan komposit dapat didefinisikan sebagai gabungan 2 atau lebih bahan berbeda dengan sifat-sifat yang unggul atau lebih baik dari pada bahan itu sendiri. 2 Komposit konvensional.Seng (Zn). matriks terdiri atas kolagen. terjadi kontaminasi air akibat kesalahan operator ini menyebabkan terjadinya reaksi air (H2O) dengan Seng (Zn) yang menghasilkan gas hydrogen radikal dan bebas. Perbedaan sifat kedua jaringan ini sebagian dikaitkan dengan perbedaan rasio bahan matriks dan bahan pengisi. sementara dalam dentin. Proses inilah yang menyebabkan perubahan warna (diskolorasi).1 2.1 10 .1 Istilah bahan komposit mengacu pada kombinasi tiga dimensi dari sekurangkurangnya dua bahan kimia yang berbeda secara kimia dengan suatu komponen pemisah yang nyata di antara keduanya.

2. tahan lama. antara lain :1. cadmium black .2. memerlukan teknik sensitif dan keterampilan yang cukup. Tidak korosi.2    Warna sangat mirip dengan gigi.2   Lebih mudah pecah dan dapat terjadi sedikit abrasi permukaan dibanding amalgam.7 Komposisi Komposit Komposit memiliki komposisi sebagai berikut : 1.2 • • • • • • • Matrix resin ( Monomer aromatic. Cukup kuat.     Bisa digunakan untuk semua gigi.8 Kelebihan dan Kekurangan Tumpatan komposit Tumpatan komposit memiliki kelebihan. mercuric sulfide). depan maupun belakang.TEGDMA) Filler ( Quartz. Pemolesan dilakukan langsung di akhir kunjungan. Perbaikan dapat dilakukan dengan lebih mudah. Kekurangan dari tumpatan komposit adalah :1.  Lebih mahal dibanding amalgam. heavy metal glasses) Coupling agent Bahan penghambat polimerisasi ( butylated hydroxytoluene) Camphroquinone Modifier optik Pigmen Warna ( ferric oxide. Paling sulit dalam pengaplikasiannya dibanding tambalan lain. dan tahan tekanan kunyah yang tidak terlalu besar pada ukuran tambalan kecil hingga sedang. Membutuhkan lebih sedikit pengambilan jaringan gigi yang sehat. BIS – GMA. 11 .

Bahan yang masih baru mengandung kira-kira 95 % perborat dalam 9. Pirozon Pirozon adalah larutan hidrogen peroksida 25 % dalam eter 75 %. Karbamid peroksida 12 . Bahan ini bersifat alkali. Natrium perborat Natrium perborat dapat diperoleh dalam bentuk bubuk.5 2. perhidrol. kebanyakan preparat yang tersedia adalah oksidator.  Lebih mudah terjadi kebocoran dan dapat terjadi sensitivitas gigi akibat penambalan dengan prosedur yang tidak tepat. lebih mudah dikontrol dan lebih aman daripada cairan hidrogen pekat. mudah menguap juga baunya merangsang menyebabkan rasa mual pada pasien. yaitu suatu cara pemulihan kembali gigi yang berubah warna. walau sangat jarang. 2. 2. Dapat menyebabkan reaksi alergi.9 % oksigen.10 Bahan – Bahan Bleaching Bahan pemutih gigi dapat berperan sebagai oksidator atau reduktor. lebih jarang dibanding amalgam. 4. Hidrogen peroksida Hidrogen peroksida merupakan oksidator kuat dan tersedia dalam berbagai konsentrasi. yang paling umum di pakai adalah konsentrasi 30-35 %. Contoh larutan hidrogen peroksida adalah superoxol. 3.9 Pengertian Bleaching Bleaching. sampai mendekati warna gigi asli dengan proses perbaikan secara kimiawi dan tujuannya mengembalikan faktor estetik penderita. Larutan ini bersifat kaustik. Macam-macam bahan-bahan pemutih gigi adalah sebagai berikut :6 1. Cairan ini merupakan cairan bening tidak berwarna dan tidak berbau.

Innes Larutan ini terdiri atas 5 bagian asam klorida 36 %.11.5 % dan mengandung kira-kira 10 % karbamid peroksida. lindungi jaringan lunak dengan mengulaskan pasta pelindung mulut.Karbamid peroksida dikenal sebagai urea hidrogen peroksida. 5 bagian hidrogen peroksida 30 % dan 1 bagian eter. 2. Tehniknya bleaching secara eksternal. misalnya karena fluorosis atau defek superfisial. biasanya mengandung gliserin atau propilen glikol.11 Macam – macam Tehknik Bleaching Bleaching (pemutihan gigi) dapat dilakukan dengan dua cara. ikat dengan benang (dental floss) pada gigi yang akan dirawat. 2. sebagai berikut :6 1.1 Tehnik Bleaching secara Eksternal Pewarnaan pada gigi vital biasanya disebabkan oleh karena pewarnaan tetrasiklin dan faktor ekstrinsik. asam fosfat atau asam sitrat dan aroma. Tehnik Bleaching pada Gigi Vital yang Berubah Warna karena Tetrasiklin Bleaching secara eksternal dilakukan pada gigi vital yang berubah warna karena tetrasikllin yang belum parah yaitu gigi berwarna kuning. yaitu bleaching secara eksternal yang dilakukan pada gigi vital yang mengalami perubahan warna dan bleaching secara internal. yang melepaskan oksigen lebih banyak daripada natrium perborat. dilakukan pada gigi non vital yang telah dirawat saluran akar dengan baik. 13 . pasang karet isolator (rubberdam). a. 6. Larutan Mc. Umumnya preparat ini mempunyai pH 5-6. diindikasikan untuk pemutihan gigi secara internal. Natrium peroksiborat monohidrat Contoh bahan ini adalah amosan. biasanya digunakan untuk menghilangkan noda pada kasus fluorosis. natrium stannat. dapat diperoleh dalam berbagai konsentrasi antara 3-15 %. 5. Bersihkan gigi.

lakukan profilaksis. dianjurkan sebagai tehnik pemutihan di rumah. Bleaching Tehnik Mouthguard Tehnik ini biasanya dipakai pada perubahan yang ringan. 5. Pemanasan dilakukan dengan cara memakai lampu reostat controlled photoflood yang diletakan sekitar 30 cm dari gigi selama 10-30 menit atau dengan hand-held thermostatically controlled yaitu dengan menempelkan ujung alat ini pada permukaan gigi yang telah diberi gulungan kapas yang dibasahi dengan superoxol. lepaskan Karet isolator. Prosedur mouthguard bleaching adalah sebagai berikut :6 1. 2. Tehnik ini dapat dilakukan pada malam hari saat tidur disebut nightguard vital bleaching atau dipakai pada siang hari. Pemutihan gigi dilakukan selama 30-60 detik. dibuat foto permulaan dan selama perawatan. bersihkan sisa pasta pelindung mulut. gigi dibilas dengan air hangat. 14 . Pasien diberi penjelasan. 3.2. Matriks plastik lunak setebal 2 mm dibuat dan dirapikan dengan gunting sampai 1mm melewati tepi ginggiva. Letakkan sepotong kapas yang telah dibasahi larutan hidrogen peroksida pada bagian labial dan palatinal gigi. Ulangi prosedur ini sebanyak 3 kali. buka ikatan dental floss. bila belum memuaskan prosedur bleaching diulang b. 6. 4. biasa disebut juga tehnik pemutihan dengan matriks. Gigi dicetak. Pasien disuruh datang 1 minggu kemudian. 3. Dua lapis relief die diulaskan pada bagian bukal cetakan gigi untuk membentuk reservoir bagi bahan pemutih. dibuat model lengkung rahang dari gips batu. Kapas dilepas. 7. Suruh pasien menyikat gigi kemudian lakukan pemolesan.

4.6 2. 15 . Metode bleaching yang umum dilakukan untuk gigi ini adalah tehnik walking bleach. kemudian dentin bagian labial dalam kamar pulpa dikurangi 0. a. Sebetulnya cara ini bukan cara pemutihan gigi murni (oksidasi). Kamar pulpa dan tanduk pulpa dibersihkan. termokatalitik dan kombinasi.11.5 mm dengan bor kecepatan rendah. Daerah orifis ditutup dengan semen seng oksida eugenol setebal 1 mm. pasien diperiksa setiap 2 minggu. 5. Isolasi gigi dengan karet isolator (rubberdam). 6. lalu diangkat dan bahan pemutih dimasukkan kedalam ruangan dari setiap gigi yang akan diputihkan. 3. Jaringan sekitar gigi yang akan dirawat dilindungi dengan vaselin. Tehnik Bleaching pada Gigi Vital yang Berubah Warna karena Fluorosis Untuk memperbaiki pewarnaan karena fluorosis ini. Tehnik Walking Bleach Tehnik ini memakai campuaran superoxol dan natrium perborat. Pasien harus dibiasakan menggunakan prosedur ini. c.2 Tehnik Bleaching secara Internal (Intrakoronal) Pemutihan gigi secara intrakoronal dilakukan pada gigi yang telah dirawat endodontik dengan baik. biasanya 3-4 jam sehari dan bahan pemutih diisi kembali setiap 30-60 menit. 4. cara yang lebih efektif adalah tehnik asam hidroklorik-pumis yang terkontrol atau disebut tehnik pumis asam. 5. Kurangi gutaperca dengan plugger panas sebanyak 2 mm ke arah apikal. Perawatan dilanjutkan selama 4-24 minggu. melainkan suatu tehnik dekalsifikasi dan pembuangan selapis tipis email yang berubah warna. Mouthguard dicoba pada mulut. Kemudian mouthguard dipasang atas gigi dalam mulut dan kelebihan bahan pemutih gigi dibuang. 2. prosedurnya adalah sebagai berikut :6 1.

6. Letakkan pasta campuran natrium perborat dengan superoxol di dalam kamar pulpa. Kunjungan berikutnya dilakukan 3-7 hari kemudian. ulangi prosedur di atas. Cairan hidrogen peroksida 30-35 % diletakkan di dalam kamar pulpa dengan kapas. Diduga hal ini mengakibatkan penglepasan oksigen sama dengan pemutihan tehnik termokatalitik. sehingga hasilnya lebih cepat dan memuaskan. setelah dilakukan pemanasan. 7. bersihkan gigi kemudian lakukan tumpatan tetap dengan resin komposit. tekan dengan kapas ke arah dinding labial kemudian tutup dengan tumpatan sementara seng oksida eugenol.6 16 . Menurut Hyess (1986) dapat juga dipakai asam fosfat 37 % yang dioleskan dalam kamar pulpa selama 1 menit. 8. Kemudian keringkan dengan aliran udara. kemudian bilas dengan air dan keringkan.6 c. Tindakan selanjutnya seperti tehnik walking bleach.Prosedur tehnik kombinasi adalah langkah pertama sama dengan tehnik termokatalitik. Tehnik Foto Oksidasi Ultra Violet Lampu ultraviolet diletakkan pada permukaan labial gigi yang akan diputihkan. Cara ini kurang efektif dibandingkan dengan tehnik walking bleach serta memerlukan waktu yang lebih banyak. Bila pemutihan gigi Belum berhasil. tetapi bila sudah berhasil. Kemudian pasta hasil pencampuran superoxol dengan bubuk natrium perborat diletakkan dalam kamar pulpa. kapas yang telah dibasahi hidrogen peroksida dalam kamar pulpa dikeluarkan lalu gigi dikeringkan. b. Bersihkan kamar pulpa dengan xylene atau isopropil alkohol 70 %. lalu disinari dengan lampu ultraviolet selama 2 menit. Tehnik Kombinasi Tehnik kombinasi ialah cara bleaching yang menggabungkan tehnik walking bleach dengan tehnik termokatalitik secara bergantian.

Umumnya efek samping ringan pada seseorang yang dapat ditoleransi selama proses bleaching akan menurun dalam beberapa hari setelah beberapa hari setelah mereka menyelesaikan perawatannya. Dalam hal ini dari enamel . air .secaa kimia memiliki sifat hypertonic dibandingkan cairan pada struktur gigi dn jaringan sekitarnya.7.12 Efek Samping Bleaching Ada 2 efek samping yang paling sering terjadi yaitu gigi sensitif dan iritasi pada ginggiva. Larutan bleaching dengan konsentrasi tinggi dapat 17 . proses ini harus dihentikan.8 2. Selain sakit tenggoroka dan perih pada jaringan rongga mulut dan sakit kepala merupakan efek samping teteapi jarang dilaporkan.kerusakan ini dapat menyebabkan tersingkapnya dentin secara mikroskopis . Iritasi gingiva dapa meluas dihubungkan dengan konsentrasi peroxide yang ditemukan pada bahan bleaching.panas dan dingin dan sensitif terhadap makanan dan minuman yang manis.Gigi menjadi sensitif terhadap udara. Kondisi tersebut menyebabkan trjadinya proses penyerapan air dari tekanan yang lbih rendah. Ketika efek samping pada seseorang terjadi secara kebetulan selama proses bleaching.8 1. Proses dehidrasi tersebut menyebabkan rasa ngilu dan sensitif.Bisa juga dikarenakan tray mendorong melawan gingiva selam proses bleaching yang menyebabkan trauma mekanis. Bagi kebanyakan orang efek samping yang mereka rasakan tidak pernah terlalu signifikan dibandingkan dengan proses bleachingnya.7.2. Iritasi gingiva Selama proses bleaching jaringan gingiva dapat menjadi iritasi.Hydrogen peroxide dalam bentuk gel atau past . Gigi sensitif Beberapa pasien mempunyai riwayat gigi sensitif setelah sekali pengaplikasian dari bahan bleaching.tubulus dentin dan lapisan epitel mukosa atau gusi.Bahan bleaching ini merusak prisma rod enamel .

berpori-pori dan adanya bercak warna putih akibat menggunakan bahan tersebut dilihat secar mikroskopis.7.dapat menyebakan iritasi paa jaringan mukosa pada tengggorokan.8 3. Perubahan morfologi enamel Carbamide peroxide menyebabkan sedikit perubahan morfologi dari permukaan enamel pada level pH yang beragam.7.8 5. Sakit pada tenggorokan Bahan bleaching dapat tertelan. Hal-hal ini dapat menyebabkn resesi gingiva secara permanen.Hal ini tidak dapat dihindari selama proes bleaching .8 18 .Ketika bahan tersebut tertelan . Masalah dengan material restorasi gigi Pemeriksaan laboratorium membuktikan efek bahan bleaching pada material gigi menunjukkan perubahan secara klinis tidak signifikan terhadap kebanyakan material restorasi gigi setelah bleaching.8 4.menyebabkan trauma khemis.7. Gel Carbamide peroxide meningkatkan pelepasan merkuri dari amalgam gigi menyebabkan perbahan warna menjadi lebih buram.Menurut penelitian Rosalina Tjandrawinat merendam sampel enamel dalam Carbamite peroxide dan Hydrogen peroxide menunjukkan hasil yang sama yaitu perubahan gambaran email menjadi lebih kasar .7.

Proses bleaching (pemutihan) gigi.  Sebaiknya dokter gigi mempertimbangkan cara bleaching yang mana yang akan dikerjakan untuk memutihkan gigi sesuai dengan indikasinya sehingga akan memberikan hasil yang memuaskan. 19 . mudah beradaptasi dengan cairan mulut dan harganya relatif murah. mudah memanipulasinya.2 Saran  Sebaiknya dalam pemilihan tumpatan dokter gigi menjelaskan tentang kelebihan dan kekurangan tumpatan kepada pasien serta memilih tumpatan sesuai indikasi. merupakan suatu tindakan yang cukup efektif dan sederhana dalam menanggulangi perubahan warna gigi.1 Kesimpulan Amalgam merupakan bahan tumpatan yang paling sering digunakan karena bahan ini dapat bertahan lama sebagai bahan tumpatan.BAB III PENUTUP 3. baik pada gigi vital maupun pada gigi non vital yang telah dirawat endodontik. Komposit digunakan sebagai alternatif pengganti amalgam karena komposit cukup kuat untuk gigi posterior dan memiliki nilai estetika tinggi karena warna sangat mirip dengan gigi. Tetapi amalgam memiliki nilai estetika yang rendah serta dapat menyebabkan perubahan warna pada gigi karena bersifat korosi. 3.

Land. Grossman. Principles and Practice of Endodontics.. Tarigan. 20 . 2. 2003. & Torabinejab. Louis I. 4. Walton. 5. 3. Walton. 1996. Tam laura. 1995. Jakarta : EGC. 7. 1999 8.J Can Assoc 1999 . Buku Ajar Ilmu Konservasi Gigi. Jakarta : Widya Medika. Second Edition. 2008. M. Saunders Co.65:453-5. Ilmu Endodontik dalam Praktek Edisi Kesebelas. Jakarta : EGC. Richard E. Tjandrawinata R.DAFTAR PUSTAKA 1. Prinsip dan Praktik Ilmu Endodonsia. Phillips. Baum. Kenneth J. 1997. Jakarta : EGC. The safety of home bleaching techniques. Perawatan Pulpa Gigi (Endodonti) Cetakan I.B. Phillips : Buku Ajar Ilmu Bahan Kedokteran Gigi. R. Pengaruh karbamid peroksida dan stanous flourida terhadap permukaan email gigi. Philadelphia : W. R. Jakarta : EGC. Anusavice. FKG Universitas Trisakti. Edisi 10. 6. 1994.